Anda di halaman 1dari 2

Laras Slendro dan Pelog

Gamelan Jawa sebenarnya dapat dibedakan menjadi dua laras (tangga nada / titi nada),
yaitu Slendro dan Pelog.

Menurut mitologi Jawa, Gamelan Slendro lebih tua usianya daripada Gamelan
Pelog. Slendro memiliki 5 (lima) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 (C- D E+ G A) dengan
interval yang sama atau kalau pun berbeda perbedaan intervalnya sangat kecil. Pelog
memiliki 7 (tujuh) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 (C+ D E- F# G# A B) dengan
perbedaan interval yang besar. Dalam memainkan pelog, masih dibagi menjadi dua lagi,
yaitu Pelog Barang, dan Pelog Bem. Pelog Barang tidak pernah membunyikan nada 1,
sedangkan pelog Bem tidak pernah membunyikan nada 7.

Dalam menciptakan lagu bernuansa pelog maupun slendro, ada aturan-aturannya


tersendiri.

Pada gamelan, tidak ada nada re dan la. Tetapi ada beberapa lagu yang dipaksakan
menggunakan nada la, dan ini memiliki nilai arti tersendiri pada lagu tersebut.

Perbedaannya pelog dan slendro hanya pada tangga nadanya. Interval nada-nada pada
slendro berbeda dengan interval pada nada-nada di pelog. Nada slendro memiliki
interval yang lebih besar dari pada pelog. Nantinya berpengaruh pada tembang
(nyanyian) yang dilagukan oleh penyanyi.

http://yudhipri.wordpress.com/2010/06/15/laras-slendro-dan-pelog/

Slendro
Sléndro atau kadangkala dieja sebagai saléndro adalah satu di antara dua skala dari
gamelan musik. Skala ini lebih mudah untuk mengerti daripada pelog, skala yang lain,
karena adalah secara mendasar hanya lima nada dekat yang berjarak hampir sama dalam
satu oktaf.

Oleh karena itu mempunyai interval sempurna keempat yang lebih sempit, sekitar 480
sen, berbeda dengan interval pelog yang lebih lebar.

Tangga nada slendro biasa disebut dengan

• 1 - siji - ji
• 2 - loro - ro
• 3 - telu - lu
• 5 - lima - ma
• 6 - enem – nem

http://id.wikipedia.org/wiki/Slendro
Pelog
Pelog adalah satu dari dua skala (tangga nada) yang esensial dipakai dalam musik
gamelan asli dari Bali dan Jawa di Indonesia. Skala lainnya adalah slendro. Skala pelog
dapat dibuat dengan cara merangkaikan interval sempurna keempat dengan interval yang
cukup lebar, sekitar 515 sampai 535 sen. Interval ini berada pada jarak yang ekstrim yang
dapat didengar sebagai interval keempat.

Skala pelog yang penuh terdiri dari tujuh nada yang berbeda (suatu tumpukan dari 6 buah
interval keempat), tetapi biasanya suatu komposisi akan ditulis dalam 5 nada. Ketujuh
nada dalam skala pelog disebut "barang", "dada", "nem", "gulu", "lima", "bem", dan
"pelog".

Nada dalam skala dengan dua interval yang berbeda, dilambangkan dengan L dan S,
adalah: gulu-S-dada-L-pelog-S-lima-S-nem-S-barang-L-bem-S-gulu. Dalam hal ini, S
adalah sekitar 110-150 sen dan L adalah sekitar 250-300 sen.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pelog

Sen (musik)
Sen adalah pengukuran logaritmik dari nada relatif atau interval (musik). 1200 sen adalah
sama dengan satu oktaf, dan pada setengah-nada dalam temperamen sama adalah 100
sen. Rumus untuk menentukan nilai sen antara dua not dengan frekuensi a dan b adalah:

http://id.wikipedia.org/wiki/Sen/musik/