Anda di halaman 1dari 9

MODUL II

PERTEMUAN KE-2
MATA KULIAH : MANAJEMEN STRATEGI
DOSEN : ABDUL ROSID, SE,MM

ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS (ALB)

ALB BERGUNA untuk


1. Mengidentifikasi sejumlah variabel pokok yang berada di luar kendali
perusahaan diperkirakan memiliki pengaruh nyata
2. mengetahui implikasi manajerial yang ditimbulkan baik langsung maupun tidak
langsung

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN MAKRO


1. Lingkungan Makro tidak memiliki btas (Boundlesssness)
2. Lingkungan Makro hanya memberikan sinyal yang lemah kepada manajemen

Pendekatan dan metode analisis


a. irregular approach
b. regular approach
c. continuous approach

ANALISIS LINGKUNGAN MAKRO


(MACRO ENVIRONMENT)

Terdiri dari :

a. Lingkungan Ekonomi
1. SDA
2. SDM
3. Modal Domestik
4. Cadangan Devisa
5. Prasarana Dasar

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK
b. Teknologi
c. Politik
1. Ideologi Negara
2. Stabilitas Politik
3. Lembaga Politik
4. Hubungan Internasional
5. Peran Pemerintah

d. Hukum
e. Sosial Budaya
1. Struktur dan Dominasi Sosial
2. Persepsi tentang Manusia
3. Ruang dan waktu
4. Agama
5. Peran Gender
6. Bahasa

f. Kependudukan (Demografi)

1. Tingkat Pertumbuhan Penduduk


IM : pertumbuhan yang besar
== pasar menjadi besar
== Tenaga Keja melimpah = == == TK murah =
Kualitas, produktifitas Etos kerja??? Pengangguran ¿??
Stabilitas ¿??

2. Struktur usia
- usia muda yang meningkat, usia tua relatif berkurang
=== biaya hidup orang tua meningkat
IM : banyak tenaga kerja murah === umumnya tidak terempil ==== adanya
pelatihan

3. Urbanisasi
4. Migrasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK
5. Status Kesehatan

SUMBER DATA
a. Data Skunder

dari sudut pandang yang lain Mulyadi (2001:40) mendefinisikan sebagai suatu proses
yang digunakan oleh maanajer dan karyawan untuk merumuskan dan
mengimplementasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk
mewujudkan visi organisasi.

Hunger dan Wheelen (2001:4) mendefiniskan manajemen strategis sebagai


serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menenentukan kinerja
perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen strategis menekankan pada
pengamatan dan evaluasi peluang dan ancaman lingkungan dengan melihat kekuatan
dan kelemahan perusahan. Demikian juga Wahyudi (1996:15) mendefinisikan
manajemen strategi adalah seni dan ilmu dari pembuatan keputusan (formulating),
penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan strategis
antar fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan-tujuan
masa datang. Empat fase penting dalam manajemen strategik diantaranya menurut
(Mulyadi 2001: 41)

1. Manejemen strategik merupakan proses, terdiri dari rangkaian langkah yang


melibatkan banyak orang dalam organisasi, mulai dari manajemen puncak sampai
dengan karyawan. Sekali strategi yang telah dirumuskan diimplementasikan,
strategi tersebut seringkali memerlukan perubahan sesuai dengan perubahan yang
terjadi dilingkungan yang dimaksud oleh organisasi. Manajemen strategik
merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus sepanjang
perjalanan organisasi dalam mewujudkan visinya,

2. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi di


mana ada dua, proses utama: perumusan strategi dan implementasi strategi.
Strategi adalah. pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi
melalui misi. Ada berbagai tipe organisasi yang dapat dirumuskan, antara lain:
grand strategy, usaha. secara, terus menerus dan terkoordinasi untuk mencapai
tujuan jangka panjang organisasi generic strategy usaha untuk mewujudkan biaya

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK
total terendah atau diferensiasi luas dengan fokus pasar luas atau sempit dan value
based strategy-usaha untuk mengarahkan manejer agar bertanggung jawab atas
penyerahan produk atau jasa yang membenkan value terbaik untuk memenuhi
kebutuhan konsumen, serta penciptaan sistem, strategik untuk secara
berkelanjuten melakukan improvement terhadap value tersebut dan untuk
menunaikan kewajiban perusahaan. Sedangkan implementasi strategik ada lima:
perencanaan strategik, penyusunan program, penyusunan anggaran implementasi
dan pemantauan.

3. Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna


mewujudkan visi organisasi. Untuk mampu mempertahankan kelangsungan
hidupnya pausahaan harus mampu menghasilkan value terbaik bagi konsumen
sehingga produk atau jasa, yang dihasilkan oleh perusahaan dipilih oleh
konsumen,

Manajer serta, karyawan adalah pelaku manajemen strategik. Perumusan dan


implementasi strategi memerlukan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan.
Bahkan untuk membangun komitmen karyawan dalam mengimplementasikan strategi,
diperlukan leader yang dapat dipakai sebagai contoh dan diperlukan pula partisipasi
seluruh karyawan dalam perumusan strategi.

volusi Manajemen Strategik

Manajemen strategik yang muncul saat ini tidaklah muncul dengan tiba-tiba, tetapi
mengalami tahapan yang sangat panjang. Di negara maju, tahapan manajemen
strategis dibagi menjadi empat yaitu:

1. Anggaran dan kontrol keuangan.

2. Perencanaan jangka panjang,

3. Perencanaan strategik

4. Manajemen strategik.

Pada tahapan pertama, muncul awal tahun 1900-an pada saat lingkungan bisnis
cenderung stabil dan selalu seirama dengan kepentingan perusahaan, karena belum
muncul para, pesaing, maka perusahaan hanya membuat anggaran setiap talum dan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK
mengontrol setiap akhir periode anggaran Jangka waktu yang relatif pendek ini belum
dapat mencerminkan suatu prencanaan strategik, sehingga penekananannya hanyalah
pada aspek pengendalian dan bukan untuk maksud strategik. Semangat yang dianut
manajemen pada, tahapan ini adalah pengendalian manajemen, dan target yang
dijadikan ukuran penilaian kinerja adalah memenuhi anggaran yang telah ditetapkan.

Tahapan yang kedua, terjadi pada saat ekonomi dunia mulai tumbuh. Pada. dasarnya
tidak jauh berbeda dengan tahapan pertama, di mana semua tehnik dan alat analisa
yang digunakan pada tahapan pertama tetap digunakan. Perbedaannya hanya terletak
pada jangka waktu berlalunya anggaran adalah jangka panjang, biasanya mencakup
lima tahunan. Secara teknis, biasanya dimulai dengan melakukan peramalan
penjualan untuk beberapa tahun kedepan dan kemudian menerjemahkan hasil
ramalan tersebut lebih jauh ke dalam bidang produksi sumber daya manusia,
keuangan, dan pemasaran. Dalam tahapan ini mulai dikenalnya penganggaran modal
'Capital Budgeting' dengan teknik analisa ‘pay back' dan 'discounted cash flow'.

Pertengahan dasawarsa. 1960-an lingkungan bisnis mulai banyak berubah.


Perekonomian tidak lagi tumbuh sepesat sebelumnya dan perusahaan baru tumbuh
dengan suburnya. Hal ini berakibat adanya tingkat persaingan yang sangat tinggi dan
tajam sehingga secara. tidak langsung memperkuat posisi konsumen untuk
mengadakan tawar menawar. Pimpinan perusahaan lebih memusatkan pada soal
pemasaran yang berorientasi pada pemenuhan kepuasan konsumen dengan
memperhitungkan para pesaing. Pada tahapan ini juga mulai berkembang teknik-teknik
baru misalnya segmentasi bisnis, model regresi program simulasi dan alat analisa
matriks yang dikembangkan oleh Boston Consulting Group, McKinsey dan Little.
Konsep ini mulai digunakan perusahaan untuk menyusun perencanaan strategiknya.
Pada tahapan ketiga, ini mulai muncul kesadaran bahwa dengan adanya perencanaan
yang baik akan menjamin suatu rencana. strategik akan berhasil dan perusahaan yang
menerapkan proses tasebut akan mempunyai keuntungan yang tinggi.

Tahapan keempat, mulai mengkombinasikan pola berpikir strategik dengan proses


manajemen. Segala, sesuatu yang bersifat strategik tidak hanya berinti pada proses
perencanaan saja tetapi dilanjutkan sampai pada tingkat operasi dan pengawasan.
Mobilisasi dana, daya serta. struktur organisasi juga mulai dipertimbangkan secara
lebih strategik dalam proses manajemen strategik Keberhasilan merencanakan,

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK
menerapkan serta mengawasi penerapan rencana. bisnis akan membuat perusahaan
tumbuh dan berkembang.

Komponen-komponen manajemen strategik

Pada dasarnya di antara para penulis manjemen strategik, membagi komponen-


komponen manajemen strategik menjadi tiga:

1. Analisis lingkungan bisnis yang diperlukan untuk mendeteksi peluang dan


ancaman bisnis,

2. Analisis profil perusahaan untuk mangidentifikasi kekuatan dan kelemahan


perusahaan,

3. Strategi bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan dengan


memperhatikan.

4. Misi perusahaan (Suwarsono, 1994:6). Hubungan antara lingkungan bisnis dan


profil perusahaan memberikan indikasi pada, apa yang mungkin dapat dikerjakan
(what is possible). Dari sini posisi perusahaan dapat diketahui. Sedangkan
keterkaitan antara analisis lingkungan bisnis, profil perusahaan, dan misi
perusahaan menunjuk pada apa yang diinginkan (what is desired) oleh pemilik
dan manajemen perusahaan.

Untuk mempermudah pemahaman tentang beberapa komponen dalam manajemen


strategik ada baiknya dipahami suatu piramida dari Sapp dan Smith (1984) berikut ini
yang menggambarkan komponen dan bentuk kaitannya.

Proses manajemen strategik

Proses adalah arus informasi melalui beberapa tahap analisis yang saling terkait
menuju pencapaian suatu tujuan atau cita-cita (Pearce dan Robinson, 1997: 38).
Menurut Jauch dan Glueck (1992: 52) menjelaskan bahwa proses manajemen
strategik dimulai setelah perencanan strategik perusahaan menemukan misi (mission)
dan tujuan (objective). Misi merupakan jawaban atas pertanyaan. 'who business are
we in?', bidang usaha apa yang sedang dilakukan? Sedangkan tujuan merupakan
jawaban atas pertanyaan: 'why are we in business?, mengapa, kita memasuki bidang
usaha ini.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK
Menurut Jauch dan Glueck (1992: 53), membagi proses manajemen strategik dalam,
empat tahapan, yakni:

1. Analisis dan diagnosis. Dalam tahap ini perusahaan berusaha, mengidentifikasi


hambatan dan peluang lingkungan serta kekuatan dan kelemahan perusahaan,

2. Pemilihan strategi Berdasarkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan


mempertimbangkan strategi alternatif dan memilih yang terbaik,

3. Pelaksanaan/implementasi, dimana perusahaan membuat agar strategi itu


berjalan dengan baik dengan cara, membangun struktur untuk mendukung strategi
itu dan mengembangkan rencana serta kebijakan yang tepat,

4. Evaluasi, melalui umpan balik menenentukan apakah strategi itu berjalan dan
mengambil langkah agar strategi itu berjalan

Strategi bisnis

Setiap perusahaan yang bersaing dalam suatu industri mempunyai strategi bersaing,
eksplisit atau implisit (David, 2002:33), dan telah dimiliki oleh perusahaan sejak awal
didirikan, dalam bentuk formal maupun informal, dan strategi bisnis mempengaruhi
strategi pemasaran serta kinerja dalam hal ini keberhasilan pemasaran (Hitt el al.,
2001:65). Pada perusahaan jasa konstruksi peringkat strategi korporat merupakan juga
strategi bisnis, sedangkan strategi pemasaran atau strategi proyek adalah strategi
fungsional, strategi bisnis berupaya untuk menentukan bisnis yang seharusnya
dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan lingkungan dan sumber daya yang dimiliki
(Robbin dan Coulter, 1999:21).

Strategi bisnis yang berorientasi pada keunggulan kompetitif, dikenal dengan Strategik
Generik (Porter, 1980:45) terdiri dari :

a. Strategi keunggulan biaya, adalah kemampuan untuk merancang, memproduksi,


memasarkan, sebuah produk dengan cara lebih efisien sehingga harga produk
lebih rendah dari pada pesaingnya.

b. Strategi diferensiasi, kemampuan untuk memproduksi suatu produk yang unik,


superior, mempunyai keistimewaan dan ciri-ciri khusus yang sulit untuk ditiru oleh
pesaing.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK
c. Strategi fokus, strategi ini berbeda dari dua strategi lainnya karena strategi ini
memilih untuk kompetitif dalam cakupan persaingan yang sempit dalam suatu
industri.

d. Mempunyai dua varian, yaitu fokus biaya dimana perusahaan berusaha untuk
mencapai keunggulan biaya dalam target segmen, dan fokus diferensiasi dimana
perusahaan berupaya untuk mencapai diferensiasi dalam target segmen.

Proses manajemen strategik

Proses adalah arus informasi melalui beberapa tahap analisis yang saling terkait
menuju pencapaian suatu tujuan atau cita-cita (Pearce dan Robinson, 1997: 38).
Menurut Jauch dan Glueck (1992: 52) menjelaskan bahwa proses manajemen
strategik dimulai setelah perencanan strategik perusahaan menemukan misi (mission)
dan tujuan (objective). Misi merupakan jawaban atas pertanyaan. 'who business are
we in?', bidang usaha apa yang sedang dilakukan? Sedangkan tujuan merupakan
jawaban atas pertanyaan: 'why are we in business?, mengapa, kita memasuki bidang
usaha ini.

Menurut Jauch dan Glueck (1992: 53), membagi proses manajemen strategik dalam,
empat tahapan, yakni:

1. Analisis dan diagnosis. Dalam tahap ini perusahaan berusaha, mengidentifikasi


hambatan dan peluang lingkungan serta kekuatan dan kelemahan perusahaan,

2. Pemilihan strategi Berdasarkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan


mempertimbangkan strategi alternatif dan memilih yang terbaik,

3. Pelaksanaan/implementasi, dimana perusahaan membuat agar strategi itu


berjalan dengan baik dengan cara, membangun struktur untuk mendukung strategi
itu dan mengembangkan rencana serta kebijakan yang tepat,

4. Evaluasi, melalui umpan balik menenentukan apakah strategi itu berjalan dan
mengambil langkah agar strategi itu berjalan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK
Strategi bisnis

Setiap perusahaan yang bersaing dalam suatu industri mempunyai strategi bersaing,
eksplisit atau implisit (David, 2002:33), dan telah dimiliki oleh perusahaan sejak awal
didirikan, dalam bentuk formal maupun informal, dan strategi bisnis mempengaruhi
strategi pemasaran serta kinerja dalam hal ini keberhasilan pemasaran (Hitt el al.,
2001:65). Pada perusahaan jasa konstruksi peringkat strategi korporat merupakan juga
strategi bisnis, sedangkan strategi pemasaran atau strategi proyek adalah strategi
fungsional, strategi bisnis berupaya untuk menentukan bisnis yang seharusnya
dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan lingkungan dan sumber daya yang dimiliki
(Robbin dan Coulter, 1999:21).

Strategi bisnis yang berorientasi pada keunggulan kompetitif, dikenal dengan Strategik
Generik (Porter, 1980:45) terdiri dari :

a. Strategi keunggulan biaya, adalah kemampuan untuk merancang, memproduksi,


memasarkan, sebuah produk dengan cara lebih efisien sehingga harga produk
lebih rendah dari pada pesaingnya.

b. Strategi diferensiasi, kemampuan untuk memproduksi suatu produk yang unik,


superior, mempunyai keistimewaan dan ciri-ciri khusus yang sulit untuk ditiru oleh
pesaing.

c. Strategi fokus, strategi ini berbeda dari dua strategi lainnya karena strategi ini
memilih untuk kompetitif dalam cakupan persaingan yang sempit dalam suatu
industri.

d. Mempunyai dua varian, yaitu fokus biaya dimana perusahaan berusaha untuk
mencapai keunggulan biaya dalam target segmen, dan fokus diferensiasi dimana
perusahaan berupaya untuk mencapai diferensiasi dalam target segmen.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ABDUL ROSID,SE,MM


MANAJEMEN STRATEGIK