Anda di halaman 1dari 4

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia Bulan

Desember 2006

Risk Assessment

Wahyu Widodo

Mohon pencerahan apa sebenarnya yang dimaksud dengan risk assessment?


Aplikasi di migas/ industri umum bagaimana?

Kalau ingin mempelajari adakah badan yang menyediakan kursus / training?


Kalau ada perkiraan biaya berapa?

Terima kasih.

negari karunia
Dear,
Risk assessment adalah seluruh proses yang mencakup risk identification, risk
analysis dan risk evaluation. (AS/NZS 4360:2004)

Aplikasi risk assessment dilakukan ketika kita mau menerapkan risk management di
perusahaan. Untuk aplikasi di MIGAS dapat dilakukan ketika menyusun HSE manual
dan risk management manual.

Untuk pelaksanaan kursus risk assessment bisa hubungi ken-knowledge training -


singapore. Saya pernah ikut kursus disana.

Crootth Crootth
Saya kira sekarang ini hampir semua standard HSE mencantumkan perlunya Risk
Assessment, mulai dari PSM-OSHA, PSM-EPA, ISRS, HSE UK dan lain lain. Secara
umum yang dikemukakan pak Nagari adalah benar. Meski sebenarnya aplikasi Risk
Assessment tidak hanya ketika menyusun HSE Manual atau Risk management
Manual. Bisa saja keharusan melakukan risk assessment adalah bagian dari
rekomendasi Incident Investigation, bagian dari rekomendasi Process Safety Audit,
atau keperluan untuk Demolishion Plant/Facilities dll. Tidak terbatas pada saat awal
proyek saja. Untuk VICO Indonesia, kami beberapa kali melakukan Risk Assessment
untuk demolishion project dan sebagai bagian dari follow up rekomendasi.

Kursus yang credible yang dimaksud Mas Wahyu?

Untuk training di dalam negeri periksa lah pertama kali adalah trainernya, kemudian
lembaganya, apakah sang trainer benar benar pernah melakukan risk assessement
yang komprehensive (dalam arti melakukan QRA) secara mandiri? Beberapa lembaga
training di Indonesia, trainernya kurang qualified menurut saya pribadi. Jadi musti
hati hati dalam memilih, jangan salah membeli kucing dalam sarung.
Untuk yang luar negeri cukup banyak yang bagus, bisa Primatech, ABS Consulting, dll
tetapi pergi ke US nya kan mahal... tiket pesawat 3000 USD pp, trainingnya 3 hari
1500 USD, akomodasi kurang lebih 500 USD jadi minimal keluar ongkos 5000 USD.
Tapi Insyaallah bermanfaat.

Semoga membantu

Dirman Artib
Secara umum, Risk Assessment itu adalah sub proses dari Risk Management.

Risk management adalah suatu metode/pendekatan yang sistematis untuk


menyelenggarakan manajemen dalam suatu organisasi yang berbasis kepada proses
identifikasi potensi bahaya/ancaman/kerugian, assess/analisa tingkat resiko, evaluasi
resiko, dan tetapkan cara/usaha untuk menurunkan/mengendalikan resiko agar tidak
timbul secara nyata baik itu bahaya/ancaman/kerugian.

Ada juga orang menyebut Risk Management sebagai Loss Prevention Management
yaitu sistem manajemen yang secara aktif melakukan tindakan pencegahan
terhadap timbulnya bahaya/ancaman/kerugian yang nyata.

Dewasa ini, Risk Management sering diintegrasikan orang dengan Sistem Manajemen
K3L M (HSEQ) terutama terkenal di industri oil&gas. Tetapi, pada sektor industri yang
lain seperti perbankan, fund management, asuransi, hospital juga banyak yang
menerapkan. Ingat bahwa, mereka semua bermain di bisnis yang mengandung
resiko tinggi.

Kalau di industri oil& gas, satu contoh dari sub-proses penerapan Risk management
adalah melakukan TRA, JSA untuk memenuhi persyaratan kendali administrasi dalam
Permit to Work.

Kalau di industri perbankan, bank pemberi kredit akan melakukan assessment thd. si
calon kreditur spt. melakukan verifikasi alamat, status pekerjaan, jumlah
penghasilan/bulan, lama bekerja dll. sebelum memberi kredit .

Tujuan dari dua praktek pada industri di atas adalah sama yaitu mengurangi
dan/atau mengendalikan tingkat resiko agar tidak benar-benar timbul
bahaya/ancaman/kerugian yang nyata.

Prinsip nya adalah, rencana tidak akan dijalankan jika tingkat resiko tidak bisa
dikurangi sampai pada tingkat yang diyakini bisa untuk dikendalikan.

Mefredi
Perdefinisi, Risk Assessment adalah metoda yang sistematis untuk menentukan
apakah suatu kegiatan mempunyai resiko yang dapat diterima atau tidak ?. Langkah
awal dari risk assesment adalah identifikasi dari bahaya atau hazard dan effect dari
hazard tersebut dan siapa/apa yang akan terkena dampaknya. Langkah berikutnya
adalah menentukan besarnya frequensy atau probability dari kejadian, karena risk
adalah kombinasi dari consequency dan probability.
Dari risk awal yang teridentifikasi tentunya akan di bandingkan dengan acceptance
kriteria yang diinginkan, jika risk sudah di bawah tolerable kriteria maka kegiatan
dapat di lakukan namun jika masih di atas acceptance kriteria maka perlu di lakukan
pencegahan / pengurangan resiko sehingga resiko akhir dari kegiatan dapat di
terima. Banyak metode untuk melalukan risk assesment bisa qualitatif, semi
quantitatif ataupun yang kompleks dengan metode quantitatif.

Mengenai penerapannya di oil&gas tentunya perlu dilihat case by case, karena


metoda2 tertentu akan sangat cocok di terapkan namun bisa sangat sulit dan
memerlukan effort yang besar namun kurang begitu effective
Contohnya untuk aplikasi pelaksanaan pekerjaan fisik biasanya di kenal dengan
nama JSA/TRA - Analisa Keselamatan Kerja, Aplikasi Safety engineering lebih banyak
lagi, ada yang menggunakan LOPA (layer of proteksion analysis), ataupun fully
quantitatif seperti QRA, HAZID/HAZOP etc , etc , etc, etc. Untuk Training juga perlu di
lihat arah mana aplikasi Risk Asessment ini akan di gunakan sehingga trainingnya
tidak sia-sia.

Yang paling penting dari risk assesment adalah perlunya guidance mengenai residual
risk yang bisa di terima. Tiap2 company atau organisasi tentunya akan berbeda2
tingkat acceptance levelnya.......Inilah keindahan dari risk assesment walaupun
kriterianya ada dan sama, hasil bisa berbeda apabila di lakukan oleh team yang
berbeda, sehingga risk assesment yang baik perlu di lakukan oleh team yang terlatih
dan cukup berpengalaman sehingga risk asesment biasa dilakukan dengan multi
discipline team dan di pimpin oleh seorang yang cukup senior.

Yang paling penting adalah bagaimana kita konsisten untuk menerapkan dan
mengimplementasikan finding dan rekomendasi sehingga memang benar2 bahwa
setiap hazard yang ada sudah di reduksi/prevent atau di eliminate sehingga kegiatan
yang dilakukan sudah cukup aman.

Berikut saya attach 5 steps to do Risk Assesment mudah2an bisa membantu, ada
spread sheetnya juga untuk di aplikasikan sebagai JSA/TRA (Minta tolong pak Admin,
kalau bisa di distribusikan)

Mefredi
Perdefinisi, Risk Assessment adalah metoda yang sistematis untuk menentukan
apakah suatu kegiatan mempunyai resiko yang dapat diterima atau tidak ?. Langkah
awal dari risk assesment adalah identifikasi dari bahaya atau hazard dan effect dari
hazard tersebut dan siapa/apa yang akan terkena dampaknya. Langkah berikutnya
adalah menentukan besarnya frequensy atau probability dari kejadian, karena risk
adalah kombinasi dari consequency dan probability.

Dari risk awal yang teridentifikasi tentunya akan di bandingkan dengan acceptance
kriteria yang diinginkan, jika risk sudah di bawah tolerable kriteria maka kegiatan
dapat di lakukan namun jika masih di atas acceptance kriteria maka perlu di lakukan
pencegahan / pengurangan resiko sehingga resiko akhir dari kegiatan dapat di
terima. Banyak metode untuk melalukan risk assesment bisa qualitatif, semi
quantitatif ataupun yang kompleks dengan metode quantitatif.

Mengenai penerapannya di oil&gas tentunya perlu dilihat case by case, karena


metoda2 tertentu akan sangat cocok di terapkan namun bisa sangat sulit dan
memerlukan effort yang besar namun kurang begitu effective

Contohnya untuk aplikasi pelaksanaan pekerjaan fisik biasanya di kenal dengan


nama JSA/TRA - Analisa Keselamatan Kerja, Aplikasi Safety engineering lebih banyak
lagi, ada yang menggunakan LOPA (layer of proteksion analysis), ataupun fully
quantitatif seperti QRA, HAZID/HAZOP etc , etc , etc, etc. Untuk Training juga perlu di
lihat arah mana aplikasi Risk Asessment ini akan di gunakan sehingga trainingnya
tidak sia-sia.

Yang paling penting dari risk assesment adalah perlunya guidance mengenai residual
risk yang bisa di terima. Tiap2 company atau organisasi tentunya akan berbeda2
tingkat acceptance levelnya…….Inilah keindahan dari risk assesment walaupun
kriterianya ada dan sama, hasil bisa berbeda apabila di lakukan oleh team yang
berbeda, sehingga risk assesment yang baik perlu di lakukan oleh team yang terlatih
dan cukup berpengalaman sehingga risk asesment biasa dilakukan dengan multi
discipline team dan di pimpin oleh seorang yang cukup senior.

Yang paling penting adalah bagaimana kita konsisten untuk menerapkan dan
mengimplementasikan finding dan rekomendasi sehingga memang benar2 bahwa
setiap hazard yang ada sudah di reduksi/prevent atau di eliminate sehingga kegiatan
yang dilakukan sudah cukup aman.

Berikut saya attach 5 steps to do Risk Assesment mudah2an bisa membantu, ada
spread sheetnya juga untuk di aplikasikan sebagai JSA/TRA (Minta tolong pak Admin,
kalau bisa di distribusikan)

Mfd

<<Five steps to risk assessment.pdf>>