Anda di halaman 1dari 46

Panduan Penggunaan SIG Bina Marga

(Modul Updating PLANS/Peta Jalan Nasional)

Subdit Data dan Informasi, Direktorat Bina Program


Ditjen Bina Marga

Cara Penggunaan Panduan


• Antar-muka Aplikasi ini pada dasarnya terbagi menjadi dua :
– Halaman
– Triger Fungsi
• Halaman adalah tampilan yang terdapat pada layar komputer,
menampilkan jendela sebagai wadah berinteraksi antara pengguna
dengan aplikasi.
• Triger Fungsi adalah suatu alat pada Halaman yang jika dijalankan
akan memberikan fungsi tertentu yang memberikan dampak
perubahan pada Halaman.
• Panduan ini menjelaskan penggunaan aplikasi secara tahap demi
tahap dengan ketentuan :
– Menjelaskan halaman beserta triger fungsi yang ada di dalamnya
– Menjelaskan bagaimana menjalankan fungsi tertentu yang mungkin
dijalankan dari halaman tersebut.

Penjelasan tentang Halaman selalu diawali dengan Judul yang berwarna merah
Penjelasan tentang bagaimana menjalankan fungsi, selalu diawali dengan judul yang bewarna biru
Catatan penting atau penjelasan tambahan dimuat dalam kotak kuning seperti keterangan ini.
2
Menjalankan Aplikasi
• Aplikasi SIG Bina Marga
merupakan Software yang
berbasis Sistem Operasi
Windows, namun tidak
memerlukan proses instalasi
(cukup dengan copy folder
aplikasi atau menjalankannya
langsung dari removable disk)
• Kebutuhan kapasitas hard disk
setidaknya 200 mb untuk
system, dan + 1 GB untuk data
(data tergantung jumlah
kedetailan data)
• Untuk menjalankan aplikasi klik
“GIS PUM.exe” yang terdapat
pada folder GIS
Untuk Komputer dengan architecture 64 bit, maka yang dijalankan
adalah “GIS PUM – 64.exe”

GISPUM = Geographic Information System for PLANS Updating Module, yaitu sistem informasi geografis untuk modul aktualisasi data
PLANS (Peta Jalan Nasional, aplikasi peta jalan berbasis jaringan)
3

Halaman “Pembuka”
• Setelah aplikasi dijalankan akan muncul
splash screen seperti tampak pada gambar di
samping. Pada gambar tersebut termuat
“PERHATIAN!!! Hanya untuk penggunaan di
dalam lingkungan internal Dept. PU”.
Kenapa demikian? Karena aplikasi ini
dibangun dari platform ESRI ArcView 3.3,
yang mana lisensinya harus dimiliki setiap
pengguna. Oleh karena itu, untuk
menghindari hal yang tidak diinginkan,
karena begitu mudahnya aplikasi ini di copy,
pesan tersebut dimunculkan.
• Splash screen hanya tampil sekitar 3-5 detik,
lalu selanjutnya akan muncul halaman
pembuka seperti di samping, yang berisi
tombol :
1. Mulai Aplikasi (Log In)
2. Keluar dari Aplikasi

Jika splash screen tampil lebih lama dari 20 detik, ada yang tidak
wajar (Progam Not Responding), segera tekan ctrl+alt+del untuk
menjalankan Task Manager dan matikan “SIG Bina Marga”)
4
Masuk Aplikasi (Log In) dan Keluar Aplikasi
• Untuk masuk aplikasi :
– Tekan Tombol Mulai Aplikasi
(Tombol dengan gambar lambang
PU), selanjutnya akan muncul
dialog “Otentikasi Pengguna”
– Klik pada input teks “User (ID)”, lalu
ketik nama penggunan dan klik
pada “Password” lalu ketikan
password pengguna yang
bersangkutan. (Jika user ID dan Adapun tingkatan pengguna adalah sebagai berikut :
password dikosongkan, secara 1. Administrator (Pengelola Sistem), Administrator
default tetap dapat masuk sebagai memiliki hak penuh atas sistem. Administrator
Umum (Pengguna Biasa). dapat menambahkan, mengurangi dan mengubah
data, tampilan dan strukur aplikasi. Untuk itu,
– User ID dan Password Administrator harus merupakan orang yang
Administrator secara default berkepentingan penuh pada aplikasi ini.
adalah: 2. Operator (Pengelola Data), Operator memiliki hak
• User ID : Admin untuk mengubah data/informasi yang
• Password : Nimda ditampilkan, namun tidak dapat melakukan
– Setelah terisi maka tekan “Enter” perubahan terhadap sistem seperti merubah
tampilan dan struktur aplikasi.
3. Umum (Pengguna Biasa), Pengguna biasa yang
• Untuk Keluar Aplikasi tekan tombol dapat melihat data namun tidak memiliki hak
“Keluar” untuk mengubah data. Dapat langsung masuk
tanpa proses otentikasi.
5

Halaman “Menu”
• Setelah Log In, akan
muncul halaman “Menu”.
• Pada halaman ini terdapat:
– Menu :
• Menu
– Log off
– Peta
– Daftar Pengguna
– Install Aplikasi
– Keluar
– Button :
• Log Off
• Peta
• Table

Menu adalah triger fungsi dengan cara memilih (klik kiri) salah satu
pilihan yang ditawarkan.
Button adalah triger fungsi dengan cara menekan (klik kiri) button
yang bersangkutan 6
Melihat Peta (Pada Halaman “Menu”)
• Untuk melihat peta, Halaman Peta, adalah halaman dimana pengguna dapat
secara interaktif melihat dan mengubah data berbagai tematik
peta beserta informasi setiap obyek yang ada di dalamnya.
pada halaman
“Menu” ada dua cara :
– Klik Button “Peta”,
atau dengan:
– Klik Menu “Menu”
lalu pilih “Peta”

• Selanjutnya akan
muncul halaman
“Peta”

Membuka Tabel yang Sudah Ada


(Tabel yang Sudah Pernah Dibuka Sebelumnya)
• Untuk membuka tabel,
pada halaman “Menu”
dilakukan dengan cara :
1. Klik Button “Table”
2. Kemudian akan muncul
dialog “Pilih Dokumen” List Box
3. Pilih salah satu dalam list
box lalu tekan (klik)
“OK”.(Tekan “Cancel”
jika tidak jadi membuka)

• Selanjutnya akan muncul


tabel yang dimaksud
pada halaman “Tabel”

8
Membuka Tabel yang Belum Terbuka Sebelumnya,
dari File yang Sudah Ada (Pada Halaman Menu)
• Untuk membuka tabel yang belum
terbuka sebelumnya, dari File yang
sudah ada dilakukan dengan cara :
1. Ikuti langkah 1 dan 2 pada Bagian
“Membuka Tabel yang Sudah Ada”
(Slide 8), kemudian :
2. Pada Dialog “Pilih Dokumen”, Pilih
“*** Tambah Dokumen ***”, lalu
tekan “OK”.
3. Selanjutnya akan muncul dialog
“Tambah Tabel”. lalu tekan “Yes”.
Selanjutnya akan muncul dialog
“Pilih Tabel”.
4. Pada dialog “Pilih Tabel” arahkan
pada “Directories” mana file
tersimpan, kemudian pilih “File
Name”-nya dan tekan “OK” (Tekan
“Cancel” jika tidak jadi)
• Selanjutnya akan muncul tabel
yang dimaksud pada halaman
“Tabel”

Jenis file yang dapat dibuka adalah dBase file (*.dbf). 9

Membuat Tabel Baru


(Pada Halaman Menu)
• Membuat tabel baru berarti
membuat file baru. Hal ini dilakukan
dengan cara :
1. Ikuti langkah 1 dan 2 pada Bagian
“Membuka Tabel yang Sudah Ada”
(Slide 8), kemudian :
2. Pada Dialog “Pilih Dokumen”, Pilih
“*** Tambah Dokumen ***”, lalu
tekan “OK”.
3. Selanjutnya akan muncul dialog
“Tambah Tabel”. lalu tekan “No”.
Selanjutnya akan muncul dialog
“Table Baru”.
4. Pada dialog “Table Baru” arahkan
pada “Directories” mana file
hendak disimpan, kemudian isi
(ketik) “File Name”-nya dan tekan
“OK” (Tekan “Cancel” jika tidak
jadi)
• Selanjutnya akan muncul tabel
kosong pada halaman “Tabel”
SANGAT DIANJURKAN untuk menyimpan file tabel yang baru dibuat pada
folder GISPUM/Data/DBF (Folder GISPUM sendiri berada di foder yang sama
dengan file GIS PUM.exe. 10
Membuka Daftar Pengguna
• Untuk membuka daftar
pengguna harus dilakukan
dari Halaman “Menu”.
Caranya adalah:
1. Tekan Menu “Menu”, lalu
pilih “Daftar Pengguna”
2. Selanjutnya akan muncul
dialog “Daftar
User/Pengguna”

• Tekan “Cancel” untuk


menutup dialog “Daftar
User/Pengguna”

Secara defult, aplikasi ini sudah terdapat 2 pengguna, yaitu : Admin dan User.
Admin adalah pengguna dengan level Administrator, sedangkan User adalah
pengguna dengan level Umum. 11

Mengubah Data Pengguna


• Untuk mengubah pengguna, ikuti langkah pada
Bagian “Membuka Daftar Pengguna” (slide 11),
yang dilanjutkan dengan:
1. Pada dialog “Daftar User / Pengguna”, pilih
salah satu pengguna pada list box, lalu tekan
“OK” (Tekan “Cancel” jika tidak jadi)
2. Kemudian akan muncul dialog “Set User ID &
Password”.
3. Untuk mengubah data tekan “Edit”
4. Kemudian tombol “Edit” akan berubah
menjadi “OK”.
5. Isikan perubahan data dengan mengetik pada
User ID.
6. Isikan Password dengan isian yang sama
dengan Re-Password.
7. Untuk memilih “Tingkat” pengguna klik tanda
di kanan combo box. Combo Box
8. Lalu tekan “OK” untuk menyimpan
perubahan.
• Untuk menutup dialog “Set User ID &
Password”, klik “X” di pojok kanan atas dialog.
Jika Password dan Re-Password tidak cocok/sama, maka
• Selanjutnya akan muncul kembali dialog “Daftar akan muncul Pesan “Pssword salah / tidak sesuai”. Untuk
User / Pengguna” menutup pesan tekan “OK” atau “X” di pokok kanan atas
dialog.

Jika dialog “Set User ID & Password” ditutup sebelum


“OK” ditekan, maka perubahan data tidak tersimpan

12
Menambah Pengguna
• Untuk mengubah pengguna, ikuti
langkah pada Bagian “Membuka Daftar
Pengguna” (slide 11), yang dilanjutkan
dengan:
1. Pada dialog “Daftar User / Pengguna”,
pilih “*** Tambah User ***” pada list
box, lalu tekan “OK” (Tekan “Cancel”
jika tidak jadi)
2. Kemudian akan muncul dialog “Set User
ID & Password”, dengan isian User ID,
Password dan Re-Password yang masih
kosong.
3. Isikan data dengan mengetik pada User
ID.
4. Isikan Password dengan isian yang
sama dengan Re-Password. Combo Box

5. Untuk memilih “Tingkat” pengguna klik


tanda di kanan combo box.
6. Lalu tekan “OK” untuk menyimpan data. Pada Combo
Box Tingkat
• Untuk menutup dialog “Set User ID & Pengguna terdiri
Password”, klik “X” di pojok kanan dari :
atas dialog. •Umum
•Operator
• Selanjutnya akan muncul kembali •Administrator
dialog “Daftar User / Pengguna”
Jika dialog “Set User ID & Password” ditutup sebelum
“OK” ditekan, maka perubahan data tidak tersimpan 13

Menghapus Pengguna
• Untuk menghapus pengguna, ikuti
langkah pada Bagian “Membuka Daftar
Pengguna” (slide 11), yang dilanjutkan
dengan:
1. Pada dialog “Daftar User / Pengguna”,
pilih salah satu pengguna pada list box,
lalu tekan “OK” (Tekan “Cancel” jika
tidak jadi)
2. Kemudian akan muncul dialog “Set User
ID & Password”.
3. Isikan Password dengan isian yang
sama dengan Re-Password.
4. Tekan tombol “Hapus”
5. Maka akan muncul dialog “Set User ID
& Password”, dengan isian User ID,
Password dan Re-Password yang masih
kosong.
• Untuk menutup dialog “Set User ID &
Password”, klik “X” di pojok kanan atas Jika Password dan Re-Password tidak cocok/sama, maka
dialog. akan muncul Pesan “Pssword salah / tidak sesuai”. Untuk
menutup pesan tekan “OK” atau “X” di pokok kanan atas
• Selanjutnya akan muncul kembali dialog dialog.
“Daftar User / Pengguna”
Jika dialog “Set User ID & Password” ditutup sebelum
“OK” ditekan, maka perubahan data tidak tersimpan

14
Menginstall/Copy Aplikasi ke Komputer
Aplikasi harus ditempatkan pada
• Yang dimaksud Install Aplikasi dalam hal “root” suatu drives (misalkan C:,
ini adalah meng-copy aplikasi ke bukan C:/Data). Jika tidak demikian,
komputer yang sedang digunakan. proses instalasi tidak akan berjalan.
Jika bermaksud menempatkan
Sebenarnya fungsi ini bisa dilakukan aplikasi ini pada suatu folder, dapat
dari Windows Explorer dengan cara dilakukan dengan cara “tradisional”.
“tradisional”, Copy – Paste. Namun hal
ini bisa juga dilakukan dengan cara
berikut :
(X) Salah
1. Klik Menu “Menu” lalu pilih “Install
Aplikasi”.
2. Akan muncul dialog “Pilih Direktori
dimana Aplikasi akan di-Instalasi”. Pada
dialog tersebut arahkan pada “Drives”
mana file hendak disimpan, kemudian
tekan “OK” (Tekan “Cancel” jika tidak
jadi) (V) Benar
3. Lalu akan muncul jendela “cmd” dengan
menunjukkan file-file apa saja yang
sudah ter-copy. Jika tombol “Cancel”ditekan
maka akan muncul
pemberitahuan dalam dialog
Pada saat meng-copy “Batal Install”
aplikasi dengan cara
“tradisional”, jangan lupa
untuk meng-copy folder
“gispum”, “System” dan
file “GIS PUM.exe” dalam
satu folder yang sama.
15

Log Off dan Keluar Aplikasi


(Pada Halaman “Menu”)
• Log Off berarti keluar dari
pengguna yang ada saat ini (Aplikasi
tidak ditutup). Hal ini dilakukan
dengan cara:
1. Tekan Menu “Menu”, lalu pilih
“Log Off”
2. Maka Button dan Menu dengan
Pilihan “Log Off” berubah
menjadi “Mulai”.

• Untuk keluar dari aplikasi pada


halaman “Menu” dapat dilakukan
dengan cara:
1. Tekan Menu “Menu”, lalu pilih
“Keluar”
2. Maka akan muncul dialog
“Konfirmasi Keluar”. Untuk keluar
dan menutup aplikasi tekan
“Yes” (Tekan “No” jika tidak jadi
keluar)

16
Halaman “Peta” “Skala Peta” “Koordinat Peta”

Menu
Button
Toolbar

Toolbar
adalah panel
tempat Tool
berada. Tool Window “Inset“
adalah
triiger fungsi
dengan cara
mengklik/
atau kilk-
drag pada
Window

Window

Window
adalah
layar/jen-
dela dimana
interaksi
informasi
terjadi.
Dampak
perubahan
Window “Peta” Window “Legenda”
akibat fungsi
tertentu
terlihat 17
Tempat “Teks Pesan”

Triger Fungsi pada Halaman Peta


• Menu • Button • Tool
– Peta – Kembali ke Menu – Perbesar Tampilan Peta
• Kembali ke Menu – Menu Utama – Perkecil Tampilan Peta
• Reset Susunan Jendela – Pilih Wilayah – Geser TampilanPeta
• Simpan Susunan Jendela – Seluruh Cakupan – Mengukur Jarak
• Layer dari Tabel – Perbesar Tampilan – Tambah Obyek
• Atur Layer – Perkecil Tampilan – Membagi Obyek Berdasarkan
• Tambah Layer – Cakupan Obyek Terpilih Garis yang Dibuat (Split)
• Hapus Layer – Kembali ke Tampilan Sebelumnya – Identify
• Simpan Susunan Peta – Pilih Tahun Data – Input Data Pada Beberapa Obyek
Dasar – Pilih Tematik Group Layer Tertentu
• Simpan Tampilan Peta – Pilih Salah Satu Klasfikasi – Pilih Obyek
• Set Label – Overlay Tema – Lihat Koordinat dan Km Post
• Simpan Label Aktif – Atur Layer
Selain triger fungsi, pada halaman
• Set Pilihan Obyek – Tampil / Sembunyi Label “Peta” juga terdapat papan informasi,
• Mode Edit – Pencarian dengan Seleksi Data yaitu : Skala Peta dan Koordinat Peta
yang berada pada toolbar di pojok
– Lihat Data Tabel kanan atas, serta Teks Pesan yang
– Pilih Laporan berada pada pojok kiri bawah
– Layout Peta
Teks Pesan adalah pesan berupa teks
yang muncul sebagai informasi bantuan
atau untuk menunjukkan hasil
pengukuran jarak.
18
Navigasi: Memilih Wilayah
• Yang dimaksud memilih wilayah
adalah menampilkan cakupan peta
hanya meliputi wilayah administrasi
yang dipilih.
• Tingkatan wilayah administrasi
terdiri dari:
– Provinsi
– Pulau
– Kepulauan
– Indonesia
• Untuk memilih wilayah dilakukan
dengan:
1. Klik button “Pilih Wilayah”
2. Pilih field (Tingkatan wilayah
administrasi), dengan cara klik
tanda pada combo box.
3. Klik Wilayah yang akan
ditampilkan.
PERHATIAN!!! Sebaiknya jangan melakukan “Simpan Susunan Peta
Dasar” pada cakupan wilayah yang BUKAN INDONESIA, karena
akan menyebabkan cakupan inset peta terbatas pada wilayah yang
sedang dipilih pada saat Aplikasi dimulai kembali.
19

Navigasi Peta untuk Cakupan Seluruh Wilayah


• Yang dimaksud cakupan
seluruh wilayah adalah
cakupan seluruh wilayah
administrasi yang sedang
terpilih. Jika administrasi
yang terpilih hanya
provinsi tertentu, maka
cakupan seluruh wilayah
adalah cakupan wilayah
Provinsi tersebut saja.
• Untuk melakukannya : PERHATIAN!!! Pada beberapa komputer yang memiliki spesifikasi
rendah, atau cakupan data yang detail, proses akan terasa lambat
(ditandai dengan kursor berubah menjadi jam pasir). Dalam hal ini
1. Klik button “Seluruh sebaiknya jangan melakukan klik atau perintah lain pada mouse,
karena perintah tersebut akan bertumpuk dan menjadikan proses
Cakupan” lebih lambat, atau bahkan akan menampilkan hasil yang tidak kita
maksudkan.

20
Navigasi Peta untuk Memperbesar Tampilan
• Memperbesar tampilan
(zoom in) berarti membuat
cakupan lebih sempit, tapi
dengan detail yang lebih
jelas.
• Hal ini dapat dilakukan
dengan dua cara:
– Menggunakan Button:
1. Klik button “Perbesar
Tampilan”
– Menggunakan Tool:
1. Klik tool “Perbesar
Tampilan Peta”
2. Klik+drag pada Window
“Peta”, kotak cakupan yang
diinginkan. Lalu lepaskan
tekanan pada klik kiri.

21

Navigasi Peta untuk Memperkecil Tampilan


• Memperkecil tampilan (zoom
out) berarti membuat cakupan
lebih luas, tapi dengan detail
yang kurang jelas.
• Hal ini dapat dilakukan dengan
dua cara:
– Menggunakan Button:
1. Klik button “Perkecil
Tampilan”
– Menggunakan Tool:
1. Klik tool “Perkecil Tampilan
Peta”
2. Klik+drag pada Window
“Peta”, kotak cakupan yang
menggambarkan
perbandingan cakupan saat ini
dibandingkan cakupan yang
kita inginkan. Lalu lepaskan
tekanan pada klik kiri.

22
Navigasi Peta untuk Zoom melalui Inset
• Perkecil/Perbesar
tampilan (Zoom) dapat
dilakukan melalui inset.
• Hal ini dapat dilakukan
dengan cara:
1. Klik tool “Perbesar
Tampilan Peta”
atau tool “Perkecil
Tampilan Peta”
2. Klik+drag pada
Window “Inset”,
kotak cakupan yang
diinginkan. Lalu
lepaskan tekanan
pada klik kiri.

23

Navigasi Peta untuk Zoom


“Obyek Terpilih” dan “Tampilan Sebelumnya”
• Zoom untuk “Obyek Terpilih”
maksudnya adalah menampilkan
cakupan peta sesuai besaran obyek
sedang ter-identifikasi atau ter-seleksi
data (identifikasi dan seleksi data akan
dibahas pada bagian lain). Hal ini
dilakukan misanya pengguna sedang Obyek Terpilih, jika
dilakukan Zoom
meng-identifikasi suatu obyek, namun pada Obyek
karena suatu hal pengguna tersebut Terpilih, obyek ini
akan berada di
mengarahkan cakupan tampilan pada tengah Window
lokasi lain dimana obyek yang sedang “Peta”

di-identifikasi menjadi tidak terlihat.


Untuk kembali melihat obyek yang
sedang di-identifikasi tersebut dapat
menggunakan fungsi ini, yang dilakukan
dengan klik button “Cakupan Obyek
Terpilih”.
• Zoom kembali pada Tampilan
Sebelumnya dilakukan pada saat
pengguna ingin kembli menampilkan
cakupan sebelumnya (seperti undo). Hal
ini dilakukan dengan klik button “Kembali ke Tampilan Sebelumnya”, hanya dapat kembali
ke tampilan yang sebelumnya untuk 1 langkah. Artinya
“Kembali ke Tampilan Sebelumnya” tidak bisa kembali ke tampilan sebelum-sebelumnya.

24
Navigasi Peta untuk Menggeser Tampilan
• Menggeser tampilan
peta (Pan) dapat
dilakukan dengan cara:
1. Klik tool “Geser
Tampilan Peta”
2. Langkah kedua dapat
dilakukan dengan
dua cara : Menggeser tampilan ke kiri

• Klik+drag pada
Window ”Peta”,
arah geser yang
diinginkan. Lalu
lepaskan tekanan
pada klik kiri, atau
• Klik pada Window
“Inset”, titik tengah
tampilan yang
diinginkan.

25

Analisis:
Mengukur Jarak dan Lihat Koordinat Pada Peta
• Untuk mengukur Jarak (unit
satuan dalm Km) caranya:
1. Klik tool “Mengukur Jarak”
2. Klik pada Window “Peta”
titik-titik yang diukur
jaraknya (Jika mengikuti
obyek seperti sungai, maka
Dialog “Koordinat”
titik yang diambil harus
mengikuti bentuk sungai Pada obyek garis
tersebut) yang terpilih, akan
muncul titik yang
3. Panjang jarak tertera pada menunjukkan lokasi
Tempat “Teks Pesan” di km post, dengan
berwarna magenta
pojok kiri bawah
4. Double klik untuk selesai.
• Untuk melihat Koordinat suatu
obyek (Garis atau titik)
1. Klik tool “Lihat Koordinat
dan Km Post”
2. Klik/pilih obyek pada
window “Peta Interaktif”,
maka dialog “Koordinat akan
muncul menutupi window
“Inset”
3. Untuk mengetahui koordinat
berdasarkan Km Post di
suatu garis, ketik km yang di Panjang Jarak Koordinat/lokasi yang ditampilkan merupakan lokasi persentase
cari pada input “Km Post”, pada “Teks Pesan”
terhadap panjang garis pada peta (bukan panjang sebenarnya)
lalu tekan “Enter” 26
Memilih Tahun Data yang Aktif
• Memilih tahun Data yang
aktif dilakukan dengan cara :
1. Klik Button “Pilih Tahun
Data”
2. Akan muncul dialog “Pilih
Tahun”
3. Klik salah satu tahun yang
tertera pada listbox.
4. Klik “OK” (atau tekan
“Cancel” jika tidka jadi).
5. Maka semua data yang
terhubungkan akan
merujuk pada data tahun
yang dimaksud.
• Jika data yang dimaksud
tidak ada, maka akan
muncul pesan peringatan.

Untuk Analisis Data secara “Time


Series”, pada saat memilih tahun di
listbox, pilih beberapa tahun sekaligus
(untuk tidak jadi memilih salah satu
tahun dengan cara meng-klik-nya
kembali). INGAT!! Time-series berarti
menampilkan data banyak tahun secara
bertumpang tindih, jika data yang
ditampilkan menggambarkan titik yang
sama, maka salah satu data akan tidak
terlihat (karena tertutup data di atasnya)
27

Menampilkan Peta Tematik Tertentu


• Menampilkan tematik
dilakukan dengan cara:
1. Klik Button “Pilih
Tematik Grup”
2. Akan muncul dialog
“Pilih Tematik”,
kemudian pilih salah
satu tematik pada
listbox dalam dialog
tersebut.
3. Tekan/klik “OK” (atau
tekan “Cancel” jika tidak
jadi.
4. Akan muncul tematik
yang dimaksud pada
Window ”Peta”.

28
Menampilkan Tematik melalui “Menu Utama”
• Menampilkan tematik juga
melalui menu utama
dilakukan dengan:
1. Klik button “Menu
Utama”
2. Kemudian akan muncul
dialog “Menu Utama”
(lokasinya tepat dimana
lokasi window “Legenda”
berada).
3. Pilih salah satu kategori
pada listbox (Misalnya
“Sistem Jaringan Jalan”)
4. Pilih tematik yang akan
ditampilkan pada sub
menu .

Sebuah Kategori dapat terdiri dari sub-menu yang


bertingkat (jika sub-menu tidak dapat dibuka lagi,
maka itu adalah tematik).

Untuk kembali ke sub-menu yang di atasnya, atau


kembali hingga ke Menu Utama, atau menutup
dialog, dilakukan dengan klik tanda “X” pada pojok
kanan atas dialog.
29

Memilih Salah Satu Klasifikasi pada Tematik


• Menampilkan tematik juga melalui
menu utama dilakukan dengan:
1. Klik button “Pilih Salah Satu
Klasifikasi”
2. Kemudian akan muncul dialog
“Pilih Layer”
3. Pilih salah satu Layer pada
listbox (Misalnya “Fungsi Jalan”),
lalu klik OK
4. Akan muncul dialog “Sub-Tema”,
lalu pada list-box, Pilih sub-tema
yang ingin di tampilkan
(Misalkan Arteri), lalu tekan OK
(Tekan Cancel untuk
menampilkan semua klasifikasi)
5. Maka peta tematik “Fungsi Jalan”
hanya akan menampilkan ruas
jalan dengan fungsi “Arteri”

Memilih salah satu klasifkasi tidak dapat dilakukan pada “Peta


Dasar”.

Untuk mengembalikan/menampilkan semua klasifikasi, lakuka


langkah 1 s/d 3 lalau pada langkah 4 tekan cancel
30
Overlay Tema
• Overlay tema maksudnya
menampilkan layer dari tematik lain
pada Tematik yang sedang aktif,
dilakukan dengan cara:
1. Klik button “Overlay Tema”
2. Kemudian akan muncul dialog
“Pilih tema overlay!”
3. Untuk menampilkan tematik
(overlay tema), pilih tematik
dengan kata depan “Off”. (Dapat
dipilih lebih dari satu tema), lalu
tekan OK
4. Untuk menghilangkan layer
tematik overlay, lakukan langkah
1 dan 2, lalu pada langkah 3 pilih
tematik dengan kata depan “On”.
Maka layer tema yang terpilih
akan menjadi Off setelah ditekan
OK. (Tekan Cancel jika tidak jadi)

31

Atur Layer
• Atur Layer digunakan untuk :
– Mengatur posisi layer (di
atas/bawah layer lain)
– Membuat Layer terlihat/tidak
terlihat
– Menampilkan/sembunyikan
layer pada legenda
– Mengubah Property Layer
– Mengatur klasifikasi layer
– Mengubah simbol layer
• Untuk menampilkan dialog Atur
Layer dilakukan dengan cara:
1. Klik button “Atur Layer”
2. Kemudian akan muncul dialog
“Atur Layer”
Layer yang tampil pada listbox “Atur Layer” adalah layer-layer yang
sebenarnya dipergunakan/ada pada window “Peta Interaktif”.

Sedangkan layer yang tampil pada legenda, hanya layer yang di-set
untuk tampil pada legenda
32
Atur Layer: Mengatur Posisi Layer dan Membuat Layer
terlihat/tidak terlihat
• Mengatur posisi layer, Ikuti langkah Atur
Layer (slide 32), kemudian :
1. Pilih layer-layer yang akan diubah
posisinya pada list box
2. Untuk menaikkan posisi layer menjadi
lebih di atas tekan “Naik”
3. Untuk menurunkan posisi layer menjadi
lebih di bawah tekan “Turun”
4. Lalu tekan “TERAPKAN”

• Membuat Layer terlihat/tidak terlihat,


Ikuti langkah Atur Layer (silde 32),
kemudian :
1. Pilih layer-layer yang akan diatur pada
listbox
2. Untuk menjadikan layer terlihat pada
window “Peta Interaktif” tekan “Terlihat
(V)”
3. Untuk menjadikan layer tidak terlihat
pada window “Peta Interaktif” tekan
“Tidak Terlihat (I)”
4. Lalu tekan “TERAPKAN”
Pada sebelah kanan (akhir kata) nama layer ada simbol dalam kurung (V,S). Karakter pertama di kiri
mengindikasikan layer terlihat (V) atau tidak terihat (I) pada window “Peta Interaktif”. Sedangkan
karakter kedua di kanan mengindikasikan layer tampil (S) atau sembunyi (H) pada window “Legenda”
33

Atur Layer: Menampilkan/sembunyikan layer pada legenda dan


Mengubah Property Layer
• Mengatur posisi layer, Ikuti langkah Atur Layer (slide 32),
kemudian :
1. Pilih layer-layer yang akan diatur pada listbox
2. Untuk menampilkan layer terlihat pada window
“Legenda” tekan “Tampil (S)”
3. Untuk menyembunyikan layer pada window “Legenda”
tekan “Sembunyi (H)”
4. Lalu tekan “TERAPKAN”

• Mengubah Property Layer, Ikuti langkah Atur Layer (slide


32), kemudian :
1. Pilih layer-layer yang akan diatur pada listbox, lalu tekan
“Property Layer”
2. Kemudian akan muncul dialog “Theme Properties”
3. Untuk mengubah nama layer, ketikan nama layer yang
baru pada “Theme Name” (Hanya efektif pada layer
peta dasar)
4. Untuk query layer, pilih “Definition”, lalu klik button
(perintah query mengacu pada penjelasan tentang
query)
5. Untuk mengatur batasan tampilan skala, pilih “Display”,
lalu masukan angka skala minimum dan maksimum
pada input yang ada (Hanya efektif pada layer peta
dasar)
6. Lalu tekan OK, maka dialog “Theme Properties” akan
terutup
7. Lalu tekan “TERAPKAN”

PERHATIAN!!! Pada dialog “Theme Properties”, tidak dianjurkan mengubah parameter


pada pilihan lain, selain yang dijelaskan diatas. Hanya diperuntukkan Mengubah Nama
Layer, Query dan Batasan skala tampilan layer. 34
Atur Layer: Mengatur Klasifikasi Layer dan Simbol Layer
• Mengatur klasifikasi dan simbol layer,
Ikuti langkah Atur Layer (slide 32),
kemudian :
1. Pilih layer-layer yang akan diatur pada
list box
2. Tekan “Set Legenda”, kemudian akan
muncul dialog “Legend Editor”
3. Untuk mengatur klasifikasi layer, pilih
Legend Type dan Values Field
4. Untuk mengatur simbol double-klik
pada simbol, kemudian akan muncul
dialog Symbol Manager. (lihat bagian
Dialog Symbol Manager, slide 36)
5. Setelah klasifikasi dan simbol di-set,
tekan “Apply”. Kemudian dialog “Legend
Editor” akan tertutup
6. Lalu tekan “TERAPKAN”
Legend Type :
• Single Symbol, menampilkan simbol layer dalam satu klasifikasi.
• Graduated Color, menampilkan simbol dengan klasifikasi berdasarkan gradasi
warna, field yang dipilih harus bertype number
• Graduated Symbol, menampilkan simbol dengan klasifikasi berdasarkan
gradasi ukuran, field yang dipilih harus bertype number
• Unique Value, menampilkan simbol dengan klasifikasi berdasarkan nilai
nominal, field dapat berupa string atau number
• Chart, menampilkan simbol dengan klasifikasi berdasarkan grafik, field yang
dipilih harus bertype number
35

Dialog Symbol Manager


1 2 3 4 5 6

1. Pengatur tipe area dan tebal garis tepi simbol polygon


(Fill Palette)
2. Pengatur tipe dan tebal simbol garis/polyline (Pen
Palette)
3. Pengatur tipe dan ukuran simbol point/titik (Marker
Palette)
4. Pengatur tipe dan ukuran simbol teks (Font Palette)
5. Pengatur warna simbol (Color Palette)
6. Pengatur Palette (Palette Manager)

1 2 3 4 5 6

Untuk membuat simbol point dari font, dilakukan dengan memilih font pada “font Palette”, lalu tekan “Create Marker”

Untuk membuat simbol point dari gambar (bmp atau gif), dilakukan dengan memilih Type Marker pada “Palette Manager”, lalu tekan
Import
36
Menampilkan / Menyembunyikan Label
• Yang dimaksud label disini adalah
anotasi suatu obyek pada peta,
misalnya nama kota, nomor ruas dan
sebagainya. Untuk mengaturnya
dilakukan dengan cara:
1. Klik button “Tampilkan/Sembunyikan
Label”
2. Kemudian akan muncul dialog
“Tentukan layer yang akan diset
labelnya!”
3. Untuk menampilkan label, pilih layer
dengan kata depan “Off”. (Dapat dipilih
lebih dari satu layer), lalu tekan OK
4. Untuk menghilangkan label, lakukan
langkah 1 dan 2, lalu pada langkah 3
pilih tematik dengan kata depan “On”.
Maka layer yang terpilih akan menjadi
Off setelah ditekan OK. (Tekan Cancel
jika tidak jadi)

Layer yang tampil pada listbox dialog ““Tentukan layer yang akan
diset labelnya!” adalah layer-layer yang sebenarnya
dipergunakan/ada pada window “Peta Interaktif”.

Jenis label yang ditampilkan adalah berdasarkan field yang sudah


diset pada “Set Label” (Lihat hal.38). Jika belum di set, maka akan
menampilkan field bertipe string yang ada pada field paling awal
pada tabel databsenya.
37

Melakukan Set Label


• Set label maksudnya mengatur label seperti apa
yang akan ditampilkan oleh layer tertentu, baik
dari jenis field sumber label, font, warna, cakupan
skala, hingga prioritasnya. Hal ini dilakukan
dengan cara:
1. Klik menu “Peta”, lalu Pilih “Set Label”
2. Akan muncul dialog “Daftar Label”, pilih konfigurasi
label apa yang akan diubah, atau pilih “*** Tambah
Label ***” jika akan membuat konfigurasi baru. Lalu
tekan “OK”. (Tekan “Cancel untuk menutup dialog)
3. Kemudian akan muncul dialog “Set Label”.
1. Tekan “Edit” untuk mengubah:
2. Ketika nama konfigurasi pada “Nama Label”
3. Klik pada “Nama Layer”, lalu pilih layer yang di set
labelnya.
4. Klik pada “Jangkauan Skala”, lalu masukan jangkan
skala pada minimum dan maksimum
5. Klik pada “Tipe Font”, lalu pilih jenis font
6. Klik pada “Style, lalu pilih jenis style font (Normal, Untuk kembali
italic, bold) “Daftar Label”,
7. Klik pada “Warna”, lalu pilih warna font atau set
lkonfigurasi
8. Ketik besar ukuran font pada “Ukuran”
abel lain,
9. Ketik angka prioritas jika label tersebut konflik dengan
label lain secara keruangan. Semakin besar prioritas dilakukan
semakin besar kemungkinan label tersebut muncul.. dengan klik
tanda “X” pada
4. Jika akan menghapus konfigurasi, ikuti langka 1 dan
pojok kanan
2, lalu akan muncul dialog “Set Label”. Lalu tekan
atas dialog.
“Hapus”.
38
Mencari dengan Seleksi Data (Simple Query)
• Untuk mencari obyek
berdasarkan kriteria tertentu
(query) secara sederhana
dilakukan dengan:
1. Klik button “Pencarian
dengan Seleksi Data”
2. Kemudian akan muncul dialog
“Seleksi Data”
1. Pilih “Tema”
2. Pilih “Field” (mis. Status)
3. Pilih “Operand” (sama
dengan, lebih besar, leibih
kecil, bukan)
4. Pilih “Value” (mis. Provinsi)
5. Klik pada lisbox “Hasil”,
kemudian Peta Interaktif akan
memilih dan mengarahkan
pada obyek yang dimaksud
(berwarna biru terang)
Contoh pada gambar berarti memilih Tema “Ibukota” dengan field “Status” dengan operand “Sama
Dengan” dan value “Provinsi”. Maka hasilnya terdapat lis tsalah satunya “Ambon”. (secara sederhana
memilih Ibkota dengan status provinsi, maka keluar daftar hasilnya dimana salah satunya Ambon)
39

Memilih Obyek untuk Analisa Pengaruh


• Untuk melihat berapa banyak
obyek yang terpengaruh oleh
suatu obyek lain, maka dapat
digunakan tool “Pilihan
Obyek”, hal ini dilakukan
dengan cara:
1. Klik tool “Pilihan Obyek”
2. Jika belum ada parameter
yang di-set maka akan
muncul dialog “Set
Parameter Pilihan Obyek”
(Lihat slide 41)
3. Pilih obyek pemilih (mis.
Jalan);
4. Maka akan muncul dialog
“Rekapitulasi Pengaruh” di
pojok kanan atas aplikasi.
Dialog ini
menginformasikan jumlah
obyek yang terpengaruh
oleh obyek yang dipilih.

40
Set Parameter Pilihan Obyek
• Set perameter pilihan obyek dapat dilakukan
secara permanen, yaitu dengan cara:
1. Pilih menu “Peta”, lalu pilih “Set Pilihan
Obyek”
2. Akan muncul dialog “Daftar Parameter”, lalu
pilih konfirgurasi yang akan diubah, atau pilih
“*** Tambah Parameter ***” untuk membuat
konfigurasi baru, lalu tekan “OK”
3. Kemudian akan muncul dialog “Set Parameter
Pilihan Obyek”
• Secara temporer, hanya berlaku jika tidak
ada parameter yang sudah di-set, yaitu
dengan klik di window “Legenda” pada saat
tool “Pilihan Obyek” dalam keadaan aktif.
Maka akan muncul dialog “Set Parameter
Pilihan Obyek”:
1. Pilih “Nama Tematik” dimana parameter
berlaku
2. Pilih “Layer Pemilih” Pilihan Tunggal,
3. Pilih “Field Jangkauan” (boleh dikosongkan) berarti hanya
4. “Tentukan Jangkauan” jarak buffer dari obyek menampilkan hasil
yang masih terjangkau untuk memilih (dalam pengaruh dari satu
km) obyek.
Pilihan Jamak,
5. Pilih “Layer yang Dipilih” (bisa lebih dari satu) berarti menampilkan
6. Pilih “Jenis Pilihan” (Pilihan Tunggal, Pilihan rekapitulasi/agregasi
Jamak) hasil pengaruh
7. Tekan “OK” (atau “Hapus” untuk menghapus beberapa obyek.
konfigurasi) 41

Mengidentifikasi Obyek
• Mengidentifikasi obyek
maksudnya melihat data
atribut suatu obyek, hal ini
dilakukan dengan cara:
1. Klik tool “Identify”
2. Klik pada salah satu obyek di
window “Peta Interaktif”
3. Kemudian akan muncul
dialog “Informasi” menutupi
posisi window “Legenda”
4. Jika data lebih banyak dari
baris yang ditampilkan akan
muncul tanda >> (Halaman
selanjutnya) pada pojok
kanan bawah dialog.Untuk
kembali klik tanda <<
(Halaman sebelumnya) pada
pojok kiri bawah

Jika data obyek yang diidentifikasi memiliki foto, maka


akan muncul juga foto menutupi window “Inset”.
Sedangkan jika obyek memiliki file video, maka video
akan muncul menggunakan Windows Media Player
bawaan OS.
42
Data: Edit Data
• Ikuti langkah pada bagian
“Mengidentifikasi Obyek”,
lalu tekan “Edit”
1. Tombol “Edit” akan
berubah menjadi “OK” dan
tombol “Hapus” akan
berubah mnejadi dua
tombol, yaitu:
1. Salin shape/atribut dari
obyek lain
2. Mengubah vertex obyek
(garis/area) atau
memindahkan obyek (titik)
2. Untuk mengubah atribut,
langsung ketikan data baru
pada informasi yang ada,
lalu tekan “OK”
PERHATIAN!!! Sekali ditekan “OK” maka data yang sudah tersimpan tidak dapat
dikembalikan lagi. Untuk membatalkan tekan “X” pada pojok kanan atas dialog
“Informasi”
43

Salin shape/atribut dari obyek lain


1. Salin shape/atribut dilakukan dengan
cara ikut langkah pada slide 42 dan 43,
lalu tekan tombol “Salin shape/atribut
dari obyek lain”
2. Pilih obyek yang dijadikan sumber data
(obyek dapat dari layer lain, namun
dalam situasi ini tidak dapat menyalin
atribut). Memilih obyek dilakukan
dengan membuat kotak pada window
“Peta Interaktif” yang dapat
mencakup/menyentuh obyek yang
dimaksud.
3. Akan muncul dialog “Pilih Obyek
Lain?”
1. Yes, berarti pengguna dapat memilih
obyek lain yang nantinya bentuk akan
digabungkan dengan obyek yang
sudah dipilih sebelumnya (dalam hal
ini atribut tidak digabung, yang dipakai
adalah atribut obyek yang terakhir
dipilih)
2. No, berarti pengguna sudah selesai
memilh obyek dan akan dilanjutkan
pada dialog “Pilih Obyek yang Disalin”
apakah Shape (bentuk) dan/atau
Atribut (data tabel)
3. Cancel, berarti proses salin
shape/atribut dibatalkan/tidak jadi.

44
Mengubah vertex obyek (garis/area) atau
memindahkan obyek (titik)
1. Untuk mengubah vertex, ikuti
langkah pada slide 42 dan 43,
lalu klik tombol “Mengubah
vertex obyek (garis/area) atau
memindahkan obyek (titik)”
2. Klik secara tepat (presisi)
salah satu bagian dari obyek
yang akan diubah vertexnya.
Lalu geser tanpa melapas
tekanan pada mouse (drag)
ke posisi yang diinginkan.
3. Jika yang diedit obyek bertipe
titik, akan muncul dialog
“Input Koordinat” menutupi
window “Inset”, untuk
memasukan koordinat posisi
baru.
4. Tekan “OK” untuk
menyimpan perubahan

Vertex adalah titik yang membentuk suatu garis pada obyek garis atau pada garis tepi
obyek area/polygon
45

Hapus Data
1. Ikuti langkah pada bagian
“Mengidentifikasi Obyek”
(slide 42), lalu tekan
“Hapus”
2. Akan muncul dialog
konfirmasi “Hapus Data?”
3. Pilih “Yes” untuk
menghapus (pilih “No”
untuk batal menghapus
data)
4. Ingat!! Sekali dihapus
data tidak dapat
dikembalikan, oleh karena
itu harap berhati-hati.

PERHATIAN!!! Sekali dihapus maka data yang sudah tersimpan


tidak dapat dikembalikan lagi. Untuk itu, disarankan selalu
mem-back up data sebelum melakukan editasi.

Back-up dilakukan secara manual dengan meng-copy seluruh


folder “Data” pada GISPUM ke media lain.
46
Menggunakan Foto dan Mengatur File Foto/Video
• Pada saat identifikasi obyek, foto akan
muncul. Foto dapat dinavigasi pada saat
tool “Identify” aktif, dengan cara
berikut:
1. Jika foto yang dimiliki obyek yang
bersangkutan lebih dari satu, maka
untuk melihat foto berikutnya dilakukan
dengan membuat kotak pada window
“Foto” dengan dimensi horizontal lebih
besar dari dimensi vertikal (> 5 x)
2. Untuk zoom/perbsear foto pada sisi
tertentu, dilakukan dengan membuat
kotak pada window “Foto” dengan
dimensi horizontal + sama dengan
dimensi vertikal
3. Untuk kembali ke ukuran semula,
cakupan seluruh foto, dilakukan dengan
membuat kotak pada window “Foto” Contoh : karena pada baris pertama dialog “Informasi
dengan dimensi horizontal lebihkecil Obyek” adalah label “Keyirms” dengan isi value “17069”,
dari dimensi vertikal (> 5 x) maka nama folder yang harus dibuat pada
…/GISPUM/Data/Foto adalah keyirms#17069 (Jadi path-
nya …/GISPUM/Data/Foto/keyirms#17069)
• Untuk mengatur file foto/video,
dilakukan dengan membuat folder pada Jenis file untuk foto (*.jpg,*.bmp) sedangkan untuk
…/GISPUM/Data/Foto/label#value video tergantung codec yang dimilki komputer,
1. Label = Nama label pada baris pertama biasanya (*.wmv, *mpg)
2. Value = isi atribut pada baris pertama Nama file boleh apa sja, yang penting singkat dan jelas
diusahakan tanpa spasi (bisa diganti _) 47

Tambah Data Obyek pada Layer yang sudah ada


• Untuk menambah obyek dilakukan
dengan cara:
1. Klik tool “Tambah Obyek”
2. Akan muncul dialog “Pilih Layer”,
lalu pilih salah satu layer
yangakan ditambahkan
obyeknya, lalu tekan “OK”
3. Gambarkan garis/area/titik pada
window “Peta Interaktif”. (pada
obyek titik akan muncul dialog
“Input Koordinat”)
4. Untuk selesai menggambar
obyek garis atau area dilakukan
dengan double-klik pada akhir
bentuk.
5. Akan muncul dialog “Informasi
Obyek” untuk kemudian di-input
data atributnya (sama halnya +
dengan bagian edit data)

PERHATIAN!!! Sekali ditekan “OK” maka data yang sudah tersimpan tidak dapat
dikembalikan lagi. Untuk membatalkan tekan “X” pada pojok kanan atas dialog
“Informasi”
48
Tambah Obyek dengan Membuat Shapefile baru
• Membuat shapefile baru (*.shp)
dilakukan dengan cara:
1. Ikuti langkah 1 pada slide 48, lalu
pilih “*** Buat Data Baru ***”
2. Akan muncul dialog “Buat Data
Baru”, lalu pilih jenis tipe obyek,
kemudian tekan “OK”
3. Kemudian akan muncul dialog
“Data Baru” untuk menanyakan
nama file dan lokasi file disimpan
(sangat disarankan untuk
menyimpan data pada folder
…/GISPUM/Data/SHP), lalu tekan
“OK”
4. Lanjutkan dengan langkah 3-5
pada slide 48.
PERHATIAN!!! Sekali ditekan “OK” maka data yang sudah tersimpan tidak
dapat dikembalikan lagi. Untuk membatalkan tekan “X” pada pojok kanan atas
dialog “Informasi”

Dalam penamaan file, jika hendak menggunakan data sebagai data multi-
tahun, maka beri angka tahun (format yyyy) pada akhir nama (misalkan :
kl=jalan2004.shp). Jika tidak bermaksud menjadikan data multi-tahun,
JANGAN berikan angka 4 digit pada akhir nama file. (misalkan indikasikan data
statis tentang penggunaan tanah tahun 1985, maka berikan nama
penggunaan_tanah_85) 49

Membagi Obyek berdasarkan Garis yang Dibuat


• Membagi obyek (split) umumnya
digunakan jika pengguna hendak
menjadikan sebagian dari obyek
yang ada memiliki data atribut yang
berbeda. Ini hanya dapat
diimplementasikan pada tipe obyek
garis (polyline)dan area (polygon).
Hal ini dilakukan dengan cara:
1. Klik tool “Membagi Obyek
Berdasarkan Garis yang Dibuat”
2. Kemudian akan muncul dialog
“Pilih Layer”, lalu pilih layer yang
akan dibagi dan tekan “OK”.
3. Gambar garis (polyline) pada +
window “Peta Interaktif”, +
double-click untuk mengakhiri
garis.
4. Pada obyek tipe polygon, garis
yang dibuat harus melebihi batas
garis polygon.

50
Input Data Beberapa Obyek Layer Tertentu
• Untuk memasukan data yang sama
kepada beberapa obyek dengan
menggunakan tool “Identify” meskipun
lebih aman, akan memakan waktu yang
lama. Untuk itu dapat menggunakan
fasilitas ini yang dilakukan dengan cara:
1. Klik button “Input Data Beberapa
Obyek Layer Tertentu”
2. Akan muncul dialog “Pilih Layer”, lalu
pilih layer yang akan diedit datanya,
kemudian tekan “OK”
3. Kemudian akan muncul dialog “Edit
Layer” menutupi window “Legenda”,
lalu pilih field pada listbox yang akan di
input datanya.
4. Ketikan value data pada “Nilai/Isi”
5. Pilih beberapa obyek dengan cara
memilih obyek pada window “Peta
Interaktif” sambil menekan “Shift”
pada keybord. (Obyek terpilih akan
berwarna biru terang. Jika salah piih
obyek, sambil menekan “Shift”, pilih lagi
obyek yang akan dibuang dari pilihan)
6. Setelah semua obyek sudah terpilih
dengan benar, tekan tombol Untuk memilih obyek akan lebih mudah
“Input/OK” dengan membuat kotak pada window
“Peta Interaktif” dibandingkan dengan
meng-klik secara presisi 51

Membuka Tabel, Laporan dan Layout


• Untuk membuka tabel, klik button
“Lihat Data Tabel”, lalu ikuti langkah
pada slide 8, 9 atau 10
• Untuk membuka Laporan:
1. Klik button “Pilih Laporan”
2. Akan muncul dialog “Pilih
Laporan”, lalu pilih laporan (atau
“***Tambah/Edit Laporan ***”)
dan tekan “OK”
• Untuk membuka Layout:
1. klik button “Layout Peta”,
2. Akan muncul dialog “Pilih
Layout”, lalu pilih jenis layout
dan tekan “OK” Untuk
kembali/masuk
ke halaman
“Menu”
dilakukan dengan
cara klik menu
“Peta”, lalu pilih
“Kembali ke
Menu”

52
Pengaturan : Tambah dan Hapus Layer
• Untuk menambah layer:
1. Klik menu “Peta”, lalu pilih
“Tambah Layer”
2. Kemudian akan muncul
dialog “Pilih Shapefile
yang akan ditambahkan ke
Tampilan!”, lalu pilih file-
nya (*.shp) dan tekan
“OK”
3. Selanjutnya akan muncul
dialog “Nama Layer”,
ketikan nama layer dan
tekan “OK”
Layer yang
ditambahkan , atau
• Untuk menghapus layer: dihapus, bersifat
sementara. Jika
1. Klik menu “Peta” lalu pilih pengguna keluar
“Hapus Layer” dari aplikasi, maka
2. Kemudian akan muncul perubahan kembali
seperti semual.
dialog “Pilih Layer” Untuk
3. Pilih layer yang akan menjadikannya
dihapus pada listbox, lalu permanen, lakukan
tekan “OK” “Simpan Susunan
Peta Dasar”
53

Layer dari Tabel


• Layer dari Tabel berguna untuk
menjadikan tabel (dbasefile .dbf)
yang memiliki field koordinat titik
(field x dan field y), menjadi Layer
dengan lokasi berdasarkan
koordinat-koordinat tersebut.
Caranya:
1. Buka tabel yang memiliki field
koordinat (ikuti langkah slide 8
atau 9)
2. Masuk ke halaman “Peta” (lihat
slide 7)
3. Pilih menu “Peta” dan pilih
“Layer dari Tabel”
4. Kemudian akan muncul dialog Layer dari Tabel bukan berarti ada shapefile
“Add Event Theme” yang dibuat (hanya menampilkan pada “Peta
1. Pilih nama tabel (yang sudah Interaktif”). Oleh karena itu, layer seperti ini
dibuka pada langkah 1) tidak dapat disimpan menjadi peta dasar.
2. Pilih nama field yang dijadikan “X Untuk menjadikan layer ini sebagai peta dasar,
Field” (sebagai absis) harus dikonversi terlebih dulu menjadi
3. Pilih nama field yang dijadikan “Y Shapefile. (bagian ini akan dijelaskan pada
Field” (sebagai ordinat) Mode Edit: Konversi ke SHP)
4. Tekan “OK”
54
Simpan Susunan Peta Dasar, Label Aktif
dan Tampilan Peta
Simpan Susunan Peta Dasar hanya akan
• Untuk menyimpan layer-layer yang ada menyimpan layer-layer yang ditambhakan
sebagai peta dasar: dengan cara “tambah layer”, sedangkan
1. Klik menu “Peta” layer-layer yang tampil sebagai tematik,
2. Pilih “Simpan Susunan Peta Dasar” (nama layer diawali spasi “ “) tidak akan
tersimpan.

• Menyimpan susunan label aktif


maksudnya menjadikan label yang
sedang aktif akan otomatis aktif begitu
aplikasi dimulai. Caranya:
1. Klik menu “Peta”
2. Pilih “Simpan Label Aktif”

• Menyimpan tampilan peta berarti


mengekspor tampilan peta pada
window “Peta Interaktif” sebagai file
JPEG atau Windows Meta File (*.wmf).
Hal ini dilakukan dengan cara:
1. Klik menu “Peta”
2. Pilih “Simpan Tampilan Peta”
3. Akan muncul dialog “Simpan sebagai
File”, pilih jenis file dan tekan “OK”
4. Akan muncul dialog “Masukan nama
file hasil simpanan”, pilih folder dan
ketikan nama file, lalu tekan “OK”
55

Atur Susunan Window


• Secara default pada halaman “Peta”, window
“peta interaktif” berada di bagian kiri dengan
proporsi 2/3 lebar aplikasi sedangkan window
“Inset” dan “Legenda” di 1/3 bagian sebelah 2/3 1/3
kanan. Secara vertikal window “Inset” adalah
1/3 bagian dari tinggi ruang window aplikasi
dan sisanya untuk window “Legenda”. Posisi ini 1/3
dapat diatur dengan cara:
1. Untuk mengubah ukuran window, klik dan Susunan
drag batas window Window
2. Untuk mengubah posisi window, klik dan drag Default
2/3
pada panel window bagian atas (yang ada
logo dan judul window)
• Perubahan posisi window bersifat temporer,
untuk menjadikan permanen, dengan cara :
1. Klik menu “Peta”, lalu pilih “Simpan Susunan
Jendela”
2. Kemudian akan muncul dialog “Set Default?”,
lalu tekan “Yes” (Jika tekan “No” maka yang
tersimpan adalah susun window “default”)
• Jika karena sesuatu hal posisi window berubah
tidak karena kehendak pengguna (misalkan
akibat perubahan resolusi layar monitor pada
saat disambungkan ke OHP), maka posisi
susunan window dapat dikembalikan
berdasarkan susunan yang sudah tersimpan
dengan cara Klik menu “Peta”, lalu pilih “Reset
Susunan Jendela”

56
Mode Edit
• Mode Edit digunakan untuk
menampilkan tombol-tombol tertentu
yang tersembunyi. Hal ini diaktifkan
dengan cara:
– klik menu “Peta” pilih “Mode Edit”
(tombol akan berubah menjadi “Mode
User”)
– Akan muncul dialog “Password”, ketikan
password yang digunakan pada saat log-
in aplikasi, lalu tekan “OK”
• Pada halaman peta akan muncul
tambahan menu :
– TOC
– View Klasik
– Konversi ke SHP
– Properties Peta
– Set Tematik
– Set Menu
– Set Rekap DBF

57

TOC dan View Klasik


• TOC merupakan singkatan
dari Table Of Content,
sebenarnya merupakan
panel pengaturan layer
bawaan ArcView, jika
diaktifkan maka akan
muncul panel layer pada
window “Peta Interaktif”
sementara window lain
akan menghilang.

• Sedangkan view klasik akan


mengarahkan tampilan ke
halaman “View” bawaan
Arcview (Penjelasan bagian
ini ada pada tutorial
ArcView di luar tutorial ini)

58
Konversi ke SHP
• Konversi ke SHP (Shapefile) digunakan
terutama untuk mengkonversi layer
yang dibuat dari tabel (lihat slide 54)
atau dari GPS (*.dxf). Hal ini dilakukan
dengan cara:
1. Pada saat TOC aktif, klik layer yang
akan di konversi
2. Klik menu “Peta”, lalu pilih
“Konversi ke SHP”
3. Kemudian akan muncul dialog
“Convert..”, lalu pilih folder dan
ketik nama file shp, dan tekan “OK”
4. Selanjutnya akan muncul dialog
“Convert to Shapefile” menanyakan
apakah shpaefile yang baru dibuat
akan dtambahkan ke window “Peta
Interaktif”. Pilih “Yes” jika ingin
menambahkannya menjadi layer.

59

Properties Peta
• Properties peta (View
Properties) digunakan untuk
mengatur unit peta, unit jarak
pengkuran, proyeksi peta dan
warna latar peta.
• JANGAN!!! Merubah apapun
selain warna latar. (kecuali Anda
sudah memahami apa yang
dilakukan)
• Warna latar diubah dengan klik
tombol “Select Color”, kemudian
akan muncul “Color Palette”, lalu
pilih warna yang dinginkan dan
tekan “OK”
• Setelah perubahan dilakukan,
tekan “OK” pada dialog “View
Properties”

60
Set Tematik
• Untuk membuat tematik yang dapat
digunakan dalam aplikasi, dilakukan
cara:
1. Klik menu “Peta”, lalu pilih “Set
Tematik”
2. Akan muncul dialog “Daftar Tema”, pilih
salah satu tematik yang akan di edit
atau pilih “*** Tambah Tema ***”
untuk membuat tematik baru, lalu
tekan “OK”
3. Selanjutnya akan muncul dialog “Set
Tematik”, tekan tombol “edit” untuk
merubah, atau tekan tombol “Hapus”
untuk menghapus tematik yang sedang
di edit.
4. Jika menambah tematik, secara default
dialog “Set Tematik” dalam kondisi siap
diedit, sehingga tombol “edit” berubah
menjadi tombol “OK”
5. Untuk menutup dialog “Set Tematik, klik
“X” di pojok kanan atas dialog, setelah
itu akan kembali pada dialog “Daftar
Tema”.
6. Untuk menutup dialog “Daftar Tema”
tekan “Cancel”

61

Set Tematik: Edit Konfigurasi


• Pada saat mengedit Set Tematik tertentu ada Daftar file yang
beberapa parameter yang harus di-input: muncul pada
– Ketik nama tematik dalam “Nama Tema” (satu saat pilih file
layer) SHP adalah file
yang ada di
– Ketik nama group dimana tematik ini dapat
muncul dalam “Group Tema” (jika lebih dari satu folder
group dipishkan dengan koma, contoh: …GISPUM/Data/
Jalan,Transportasi) SHP
– Ketik nama layer yang akan terlihat pada
Daftar file yang
Legenda pada “Nama Layer”
muncul pada
– Pilih file SHP dengan klik pada kotak “File SHP” saat pilih file
– Pilih file dbf untuk di-join-kan dengan cara klik DBF adalah file
pada kotak “File Join” (boleh dokosongkan) yang ada di
• Pilih file (bisa beberapa file), tekan “OK” folder
• Untuk masing-masing file yang di -join, pilih field …GISPUM/Data/
sebagai pengikat, tekan “Ok” (Akan muncul
sejumlah file yang d join-kan) DBF
– Pilih field yang dijadikan klasifikasi pada kotak
“Field Klas”. (jika dikosongkan berarti tidak ada
klasifikasi/Single Symbol)
– Pilih field yang akan muncul pada saat
diidentifikasi pada kotak ‘Field Identifikasi” (Jika
dikosongkan akan menampilkan semua field
dengan nama asli-nya)
• Pilih beberapa field lalu tekan “OK”
• Untuk masing-masing field ketik nama alias
(diawali dengan nomor urut 2 digit, lalu “_” baru
nama alias, contoh 01_Status Jalan)
– Ketik sumber data (boleh tidak diisi)
– Setelah selesai tekan tombol “OK”

62
Set Menu
• Set Menu digunakan untuk mengatur kategorisasi
tematik-tematik yang akan muncul pada “Menu
Utama”. Jika tidak diatur, maka tematik-tematik akan
terkumpul dalam kategori “Lainnya”.
• Edit/Hapus Menu dilakukan dengan cara:
1. Klik menu “Peta”, lalu pilih “Set Menu”
2. Akan muncul dialog “Set Menu Utama”, pilih
kategori yang akan di-edit. (bisa juga tidak, berarti
akan menjadi kategori utama/awal)
3. Pilih “*** Edit/Hapus Menu ***”, tekan “OK”
4. Pilih sub menu, atau Group Tema (yang diawali 1
spasi “ “) atau Tematik (yang diawali 2 spasi “ “),
bisa lebih dari satu yang akan menjadi sub kategori
menu yang sedang diedit, lalu tekan “OK”
5. Untuk menghapus, JANGAN MEMILIH satupun baik
sub menu, Group Tema atau Tematik, lalu tekan
“OK”
• Untuk membuat menu baru dilakukan dengan cara:
1. Ikuti langkah 1-2 di atas (bagian Edit/Hapus Menu)
2. pilih “*** Tambah Menu ***” untuk membuat
kategori baru.
3. Akan muncul dialog “Jadikan Tema sebagai Sub
Menu?”, pilih “Yes” maka akan muncul daftar tema.
Selanjutnya ikuti langkah 4 pada bagian Edit/Hapus
Menu
4. Pilih “No” untuk membuat kategori baru, lalu akan
muncul dialog “Nama Menu”, dan ketik nama
kategori yang akan dibuat, tekan “OK”
5. Selanjutnya ikuti langkah 4 pada bagian Edit/Hapus
Menu.
63

Set Rekap DBF


• Set Rekap DBF digunakan untuk
membuat rekapitulasi file dbf
secara otomatis, terutama untuk
kebutuhan sumber Laporan. Hal ini
dilakukan dengan cara:
1. Klik menu “Peta”, lalu pilih “Set
Rekap DBF”
2. Akan muncul dialog “Daftar
Konfigurasi Laporan”, pilih
konfigurasi yang akan di edit
atau “***Tambah Konfigurasi
Laporan***” untuk membuat
konfigurasi baru, tekan “OK”
3. Akan muncul dialog “Set
Konfigurasi Laporan”, lalu tekan
“Edit” (Untuk menghapus
konfigurasi tekan “Hapus”
1. Ketik nama konfigurasi pada
“Nama Konfigurasi”
2. Pilih “file sumber”
3. Klik “File Hasil”, lalu ketik nama
file hasil, dan tekan “OK”
4. Pilih “Field Acuan”, yaitu field yang
digunakan sebagai unit rekapitulasi
5. Pilih “Field Rekap” , lalu tekan
“OK” kemudian pilih jenis rekap
yang akan diset, lalu tekan “OK”
4. Setelah semua parameter di-set
pada dialog “Set Konfigurasi
Laporan” tekan “OK”
64
Halaman “Layout”
Menu “lokasi pointer
terhadap kertas
Button
Toolbar

Window “Layout”

Window

65
Tempat “Teks Pesan”

Triger Fungsi pada Halaman Layout


• Menu • Button • Tool
– Table – Zoom to Page – Perbesar Tampilan
• Kembali ke Peta – Zoom to Actual Size – Perkecil Tampilan
• Mode Edit – Zoom to Selected – Geser Tampilan
– Zoom In – Pilih Obyek
– Zoom Out
Kembali ke Peta digunakan untuk
masuk ke halaman “Peta” – Print
Mode Edit digunakan untuk kebutuhan – Simpan Layout
modifikasi tampilan layout (tidak akan
dibahas mendetail pada tutorial ini)
– Tampilkan Grid

Selain triger fungsi, pada halaman


“Layout” juga terdapat papan informasi,
yaitu : informasi posisi pointer
terhadap ukuran kertas yang berada
pada toolbar di pojok kanan atas, serta
Teks Pesan yang berada pada pojok kiri
bawah

Teks Pesan adalah pesan berupa teks


yang muncul sebagai informasi
bantuan.

66
Navigasi: Navigasi Lembar Layout

• Zoom to Page, perbesar lembar layout sehingga seluruh


kertas terlihat, dengan cara klik button “Zoom to Page”
• Zoom to Actual Size, perbesar lembar layout sebagaimana
ukuran sebenarnya jika dicetak. Dilakukan dengan cara klik
button “Zoom to Actual Size”
• Zoom to Selected, Perbesar lembar layout hingga obyek-
obyek yang terpilih terlihat semua (hanya bisa digunakan
pada saat mengedit layout). Dilakukan dengan cara klik
button “Zoom to Selected”
• Zoom In, Perbesar lembar
layout 125 %. Dilakukan
dengan cara klik button
“Zoom In”
• Zoom Out, perkecil lembar
layout hingga 75 %.
Dilakukan dengan cara klik
button “Zoom Out”

67

Perbesar/Perkecil dan Geser Tampilan


• Perbesar /perkecil/geser tampilan jika dilakukan di dalam kotak peta atau inset, maka
fungsinya akan memperbesar/kecil /geser cakupan tampilan peta (Berpengaruh pada
perubahan skala). Tetapi jika sebagian kotak drag berada di luar kota peta/inset, maka
fungsinya akan memperbesar/kecil tampilan lembar layout (sama seperti fungsi button
“Zoom In” dan “Zoom Out”)
• Perbesar tampilan
dengan cara klik tool
“Perbesar Tampilan”
• Perkecil tampilan
dengan cara klik tool
“Perkecil Tampilan”
• lalu klik dan drag
membuat kotak pada Contoh yang menghasilkan
peta/ layout fungsi merubah skala peta

• Untuk geser tampilan


klik tool “Geser
Tampilan”, lalu klik
pada peta/inset
• Untuk geser lembar
layout klik dan drag,
tetapi jangan di
dalam peta/inset Contoh yang menghasilkan
fungsi sama seperti Zoom
In/Zoom Out

68
Memilih Obyek pada Layout dan Menampilkan Grid
• Untuk memilih obyek, klik tool “Pilih
Obyek”, kemudian pilih obyek pada
peta
• Untuk menampilkan grid:
1. Kik button “Tampilkan Grid”
2. Akan muncul dialog “Graticule and
Grid Wizard”
1. Klik tombol “Next” untuk mengatur
setingan grid
2. Klik tombol “Preview” untuk melihat
grid yang dibuat, jika sudah ok tekan
“Finish”, jika mau mengganti tekan
“Remove”
3. Klik tombol “Cancel” untuk membuang
grid yang sudah terpasang

69

Mencetak dan Mengekspor Tampilan


• Untuk mencetak dilakukan dengan:
1. Klik button “Print”, kemudian akan
muncul dialog “Print”.
2. Jika ingin mengatur printer, tekan
“Setup”, akan muncul dialog “Print
Setup” (sesuai jenis printer).
3. Untuk mencetak sebagai file (Post
script, *.ps) tekan “Browse”, akan
muncul dialog “Print to File”, lalu pilih
folder dan ketik nama file, dan tekan
“OK”
4. Untuk mulai mencetak, pada dialog
“Print” tekan “OK”

• Untuk mengekspor tampilan dilakukan


dengan cara:
1. Klik button “Simpan Layout”
2. Kemudian ikuti langkah 3-4 pada
bagian menyimpan tampilan peta pada
slide 55

70
Halaman “Laporan”
Menu “lokasi pointer
terhadap kertas
Button
Toolbar

Halaman Laporan
pada dasarnya SAMA
dengan Halaman
Layout, hanya saja
tidak ada button
“Tampilkan Grid” dan
terdapat beberapa
button tambahan yang
muncul, yaitu:
Window • Pilih Laporan
• Seleksi Cakupan
Window “Laporan
Data Laporan
• Halaman Pertama
• Halaman
Sebelumnya
• Lompat ke Halaman
yang Diinginkan
• Halaman
Selanjutnya
• Halaman Terakhir

71
Tempat “Teks Pesan”

Memilih Laporan, Navigasi Halaman dan Query


• Untuk memilih • Untuk navigasi halaman laporan
Laporan: dilakukan dengan klik button berikut:
1. Klik button “Pilih • Halaman Pertama
Laporan” • Halaman Sebelumnya
2. Akan muncul dialog • Lompat ke Halaman yang
“Pilih Laporan”, lalu Diinginkan
pilih laporan (atau • Halaman Selanjutnya
“***Tambah/Edit
Laporan ***”) dan • Halaman Terakhir
tekan “OK”

• Untuk melakukan
Query klik button
“Seleksi Cakupan Data
Laporan”, kemudian
akan muncul dialog
“Query Builder”
(Penjelasan mengenai
Query akan dijelaskan
pada bagian Query di
Tabel, slide 78-80)

72
Halaman “Tabel”
Menu
Button
Toolbar

“Jumlah data
terpilih”

“Jumlah
Seluruh data
dalam tabel”

Window Window “Tabel”

“Nama Field
pada window
Tabel”

73
Tempat “Teks Pesan”

Triger Fungsi pada Halaman Tabel


• Menu • Button • Tool
– Table – Peta – Select
• Mode Edit – Table – Edit
• Properties – Cut
• Find – Copy
• Query – Paste
Selain triger fungsi, pada halaman
• Promote – Select All “Tabel” juga terdapat papan informasi,
• Join yaitu : Jumlah data yang terpilih dan
– Select None jumlah seluruh data yang berada pada
• Remove All Joins – Switch Selection toolbar di pojok kiri atas, serta Teks
Pesan yang berada pada pojok kiri
• Refresh – Find bawah
• Tile Window – Query Builder
• Print – Promote
• Set Printer – Join
• Eksport – Summarize Teks Pesan adalah pesan berupa teks
yang muncul sebagai informasi
• Summarize – Calculate bantuan.
– Sort Ascending
– Sort Descending

74
Analisis: Memilih Data
• Untuk memilih data (record/baris),
dilakukan dengan menggunakan tool
“Select” dengan klik pada baris data
yang mau dipilih pada window “Tabel”
• Untuk memilih beberapa data,
dilakukan memilih dengan tool “Select”
sambil menekan tombol “Shift” pada
keyboard. (untuk tidak memilih record,
sambil menekan “Shift”, klik kembali
pada record yang hendak dibuang dari
pilihan)
• Untuk memilih semua data, dilakukan
dengan cara klik button “Select All”
• Untuk membuang semua data dari
pilihan dilakukan dengan cara klik
button “Select None”
• Untuk menukar pilihan antara data
yang terpilih dengan yang tidak
dilakukan dengan cara klik button
“Switch Selection”

Record yang terpilih akan berwarna


biru terang

75

Menyusun tampilan data/record


• Mengumpulkan data/record terpilih
ke bagian atas/awal tabel, dilakukan
dengan cara:
– Klik button “Promote”
– Atau melalui menu:
1. Klik menu “Table”
2. Pilih “Promote”
• Menyusun urutan data dari nilai
suatu field:
1. Klik nama field yang akan
disusun pada window “Table”
2. Untuk menyusun nilai dari yang
terkecil hingga terbesar, dengan
klik button “Sort Ascending”
3. Untuk menyusun nilai dari yang
terbesar hingga terkecil, dengan
klik button “Sort Descending”

Nilai terkecil pada field bertipe string, berarti urutan awal dalam
abjad (mulai dari a,b,c,…z)

Nilai terkecil pada field bertipe number, berarti nilai angka yang
paling kecil dari bilangan real (…-2,-1,0,1,2,3,….dst)
76
Pencarian Data
• Mencari keberadaan pertama
pada tabel suatu besaran
(kata kunci atau nilai)
dilakukan dengan cara:
1. Menggunakan button
“Find”, atau menu
“Table”, lalu pilih “Find”.
(dapat juga dengan
keyboard “Ctrl+F”)
2. Kemudian akan muncul
dialog “Find”, lalu ketikan
kata kunci yang akan
dicari
3. Tekan “OK”

Pencarian data dengan cara ini hanya akan menampilkan


satu data yang pertama kali ditemukan dalam tabel.

Jika data yang dicari berada pada bagian bawah tabel


(baris-baris terakhir) dimana tidak terlihat pada tampilan
tabel yang ada, dapat menggunakan “Promote” untuk
menyumpulkannya ke bagian awal/atas tabel
77

Query (Seleksi Data)


• Query dimaksudkan untuk memilih data
berdasarkan kriteria tertentu. Pada bagian ini
query yang dilakukan lebih bersifat fleksible
(namun memerlukan pemahaman khusus). Hal ini
dilakukan dengan cara:
1. Menggunakan button “Query Builder”, atau
menu “Table”, lalu pilih “Query”. (dapat juga
dengan keyboard “Ctrl+Q”)
2. Kemudian akan muncul dialog query dengan
nama tabel bersangkutan
3. Buat Query dengan:
1. Double klik nama field pada list “Fields” (maka akan
muncul nilai-nilai yang ada pada tabel pada list
“Values”)
2. Klik salah satu tombol operand (=,<>, and, dsb)
3. Double klik salah nilai yang ada pada list “Values”
4. atau ketikan syntax query pada kotak input yang
tersedia
5. Tekan salah satu tombol di kanan kotak input :
• “New Set”, berarti memilih dari semua tabel
Kotak Input
• “Add To Set”, berarti menambhakn hasil pilihan ke
daftar pilihan yang sudah ada
• “Select From Set”, memilih hanya dari data yang sudah
terpilih sebelumnya
78
Penulisan Syntax Query
• Penulisan Syntax Query dilakukan dengan aturan sebagai
berikut:
– Satu set query terdiri dari 1 field, 1 operand dan 1 nilai .
Contohnya: [Provinsi] = “Bali”
– Penulisan field harus diawali “[“ dan diakhiri “]”. Contohnya:
[Provinsi]
– Operand hanya terdiri dari : =, <>, and, >, >=, or, <, <=, not
– Nilai dengan fied type string harus diberi tanda “kutip”,
sedangkan yang bertype number tidak diberikan.
– Satu set query dapat berisi set-set query lain. Penulisan dengan
cara:
• ((set query 1) operand (set query 2))
• ( ((set query 1) operand (set query 2)) operand ((set query 3)
operand (set query 4)) )
Kesalahan penulisan syntax query akan menghasilkan
munculnya dialog “Error” yang berisi pesan “Syntax Error”

Untuk menutup dialog tekan “OK” atau “X” di pojok kanan


atas dialog

79

Arti Operand dan Contoh Penulisan Set Query yang


berisi Set Query lain
• =, sama dengan • Set query, jika berhasil memilih data
• <>, tidak sama dengan maka set query tersebut bernilai TRUE,
• >, lebih besar dan sebaliknya akan bernilai FALSE
• >=, lebih besar sama dengan • Contoh penulisan query untuk memilih
• <, lebih kecil data lebar jalan yang lebih kecil sama
dengan dari 3 m atau lebih besar dari
• <=, lebih kecil sama dengan 21 m:
• and, dan (hasilnya akan • ([lebar] <= 3) or ([lebar] > 21)
beririsan
• Contoh jika pilihan tersebut
• or, atau (hasilnya merupakan dikhususkan untuk jalan aspal, maka:
penggabungan)
• ( ([lebar] <= 3) or ([lebar] > 21) )
• not, bukan (hampir mirip and ([perkerasan] = “aspal”)
dengan tidak sama dengan,
hanya dituliskan di awal set atau
query, karena pada dasarnya • ( ([lebar] <= 3) or ([lebar] > 21) )
not hanya untuk type and ( not ([perkerasan] <> “aspal”))
argumen FALSE dan TRUE.

80
Menggabung (Join)Tabel
• Untuk menggabung (join)
tabel, dilakukan dengan: Join tabel hanya berlaku pada
1. Buka dua tabel yang table, TIDAK pada shapefile di
akan digabung, dengan peta. Untuk menggabungkan
cara klik button “Table”, tabel dengan shapefile untuk
lalu pilih tabel-tabel dan digunakan pada peta, gunakan
tekan “OK” “Set Tematik”
2. Kedua tabel akan terbuka
berdampingan
3. Klik field pengait pada
tabel sumber
4. Klik field pengait pada
tabel tujuan
5. Klik button “Join”, atau
klik menu “Table”, pilih
“Join”
• Untuk melepas gabungan
(un-join), dilakukan
dengan:
1. Klik panel judul window
tabel tujuan dimana
tabel tergabung.
2. Klik menu “Table”, pilih
“Remove All Joins”

81

Eksport Tabel dan Rekapitulasi Data


• Eksport tabel maksudnya mengekspor
tabel menjadi file lain yaitu: dBASE (*.dbf),
Info (Arc Info file), atau delimited Text
(*.txt). Hal dilakukan dengan:
1. Klik menu “Table”, pilih “Eksport”
2. Akan muncul diialog “Export Table”, pilih
jenis file, tekan “OK”
3. Akan muncul dialog untuk menempatkan
file, tekan “OK”
• Rekapitulasi data berarti merekap data
(yang direkap bisa banyak informasi dari
field2 lain) berdasarkan field tertentu. Hal
ini dilakukan dengan:
1. Klik salah satu field sebagai acuan pada
window “Table”
2. Klik menu “Table”, pilih “Summarize”, atau
klik button “Summarize”
3. Akan muncul “Summary Table Definition”
1. Pilih “Field” dan jenis rekap (“Summarized
by”)
2. Tekan “Add”
3. Untuk membuang salah satu rekap, klik pada
list rekap, lalu tekan “Delete”
4. Setelah selesai di konfigurasi, tekan “OK”
List Rekap
4. Hasil rekap akan muncul pada window
“Table”.
82
Mencetak/Print Tabel
• Untuk mencetak tabel dilakukan
dengan:
1. Klik menu “Table”, pilih “Print”, akan
muncul dialog “Print”.
2. Jika ingin mengatur printer, tekan
“Setup”, akan muncul dialog “Print
Setup” (sesuai jenis printer). Set Printer
juga dapat dilakukan dengan klik menu
“Table”, lalu piih “Set Printer”
3. Untuk mencetak sebagai file (Post
script, *.ps) tekan “Browse”, akan
muncul dialog “Print to File”, lalu pilih
folder dan ketik nama file, dan tekan
“OK”
4. Untuk mulai mencetak, pada dialog
“Print” tekan “OK”

83

Pengaturan: Properties Tabel


• Properties tabel digunakan untuk
mengatur visibilitas dari field yang
ada (sebenarnya bisa untuk
membuat nama alias dari field,
namun sifatnya temporer)
• Untuk mengaktifkan dialog “Table
Properties”, dilakukan dengan:
1. Klik menu “Table”, lalu pilih
“Properties”
2. Maka akan muncul dialog “Table
Properties”.
• Untuk membuat field terlihat pada
kolom “Visible” di-klik sehingga
menjadi tanda √. Untuk
membuatnya tidak terlihat, maka
di-klik kembali sehingga tanda
tersebut hilang. Jika telah selesai
mengkonfigurasi tekan “OK”

84
Mengatur Tampilan Window
• Untuk mengatur window-window tabel yang terbuka dilakukan dengan
menggunakan menu “Table”, kemudian pilih “Tile Window”

• Kadangkala, pada saat database diedit dari luar, terdapat perubahan data
pada tabel yang sedang dibuka, untuk mengupdate perubahan data dapat
dilaukan dengan menyegarkan kembali tabel. Hal ini dilakukan dengan
menggunakan menu “Table”, kemudian pilih “Refresh”

85

Mode Edit
• Mode Edit digunakan untuk
menampilkan tombol-tombol tertentu
yang tersembunyi. Hal ini diaktifkan
dengan cara:
– klik menu “Table” pilih “Mode Edit”
(tombol akan berubah menjadi “Mode
User”)
– Akan muncul dialog “Password”, ketikan
password yang digunakan pada saat log-
in aplikasi, lalu tekan “OK”
• Pada halaman Table akan muncul
tambahan menu :
– Start Editing/ Stop Editing
– Save Edits
– Save Edits As…
– Add Field Fungsi Edit
– Add Record
– Delete Field
– Delete Records
– Data Segmentasi IRMS
Fungsi edit akan berjalan jika sudah dilakukan “Start Editing”
86
Memulai Edit Data dan Menyimpan Data
• Untuk memulai edit data pada tabel
harus diawali dengan klik menu “Table” Fungsi edit akan aktif jika sudah dilakukan “Start Editing”.
Fungsi edit terdiri dari :
pilih “Start Editing” (pilihan ini akan • Menu : Save Edits, Save Edits As…, Add Field, Add Record,
berubah menjadi “Stop Editing”, untuk Delete Field, Delete Records
menyelesaikan proses editasi. • Button: Calculate
• Tool Edit
• Pada saat proses editasi berlangsung,
pengguna dapat menyimpan perubahan
data tanpa harus melakukan “Stop
Editing” dengan cara:
– Jika ingin menyimpan perubahan pada
file eksisting dengan klik menu “Table”,
lalu pilih “Save Edits”, kemudian akan
muncul dialog “Save Edits”, lalu tekan
“Yes”
– Jika ingin menyimpannya sebagai file
yang berbeda dengan klik menu “Table”,
lalu pilih “Save Edits As…”. Selanjutnya
akan muncul dialog “Save Edits for
Table”, lalu pilih folder, nama file dan
tekan “OK”. Maka tabel baru hasil
simpanan akan terbuka pada window
“table”.
87

Menambah dan Menghapus Field


• Untuk menambah field (kolom pada
tabel), dilakukan dengan cara:
1. Klik menu “Table”, lalu pilih “Add
Field”
2. Kemudian akan muncul dialog “Field
Definition”
1. Ketik nama field pada “Name”
2. Pilih jenis field pada “Type”
3. Ketik ukuran jumlah lebar character
field pada “Width”
4. Ketik jumlah angka desimal pada
“Decimal Places”
5. Setelah selesai tekan “OK”
• Untuk menghapus field dilakukan
dengan cara:
1. Klik nama field yang akan dihapus
pada window “Table”
2. Klik menu “Table”, lalu pilih “Delete
Fields”
3. Kemudian akan muncul dialog
konfirmasi “Delete Field”, lalu tekan
“Yes”
88
Menambah dan Menghapus Data Record
• Untuk menambah record,
dilakukan dengan klik menu
“Table”, lalu pilih “Add Record”.
Maka record baru akan muncul
pada baris terakhir (paling
bawah dari tabel)

• Untuk menghapus record


dilakukan dengan cara:
1. Klik tool “Select”
2. Pilih record yang akan
dihapus, dengan cara meng-
klik-nya pada baris di window
“Table”. (jika lebih dari satu
record sambil tekan “Shift”
pada keyboard)
3. Klik menu “Table”, Lalu pilih Proses ini hanya dapat berjalan saat kondisi data dalam
”Delete Records” posisi “Strat Editing”

89

Mengubah (Edit) nilai Record


• Untuk mengubah (edit) nilai pada
record yang ada dapat dilakukan
dengan dua cara:
– Secara manual (fleksible, namun
satu per-satu) dengan cara:
1. Klik tool “Edit”
2. Arahkan dan klik pada cell yang
akan di edit
3. Ketikan nilai yang akan dinput
langsung pada window “Table”
– Dengan calculate:
1. Memilih data dengan
menggunakan tool “Select”
atau dengan cara “Query”
2. Akan muncul dialog “Field
Calculator”
1. Pilih field yangakan dinput
pada list “Fields”
2. Ketik nilai yang akan diinput
pada kotak input
3. Tekan “OK”

Proses ini hanya dapat berjalan saat kondisi data dalam Kotak Input
posisi “Strat Editing”
90
Import Data Segmentasi IRMS
• Untuk import data hasil
segmentasi IRMS
(Sublink.dbf atau
Segmen.dbf), dilakukan
dengan cara:
1. Klik menu “Table”,
pilih “Data
Segmentasi IRMS”,
akan muncul pesan
“Pilih File”, tekan “OK”
2. Pilih file segmentasi
IRMS
3. Tempatkan file output
4. Pilih file SK (SK
Menteri PU tentang
Jalan Nasional) acuan
5. Tempatkan file output
ruas SK yang tidak ada
datanya
6. Masukan tahun data,
tekan “OK”

91

Sekian Semoga Bermanfaat

TERIMA KASIH

92