Anda di halaman 1dari 10

Prinsip-prinsip pemantulan dan pembiasan benda telah kita pelajari pada materi

" Optika Geometri"

prinsip tersebut meliputi sinar-sinar istimewa pada cermin datar, cermin cekung,
cermin cembung, lensa cembung dan lensa cekung.

Hubungan antara jarak benda, jarak bayangan dan jarak fokus pada cermin dan
lensa baik cembung maupun cekung, dirumuskan dengan persamaan :

dimana

• f = jarak fokus cermin / lensa


• s = jarak benda dari cermin / lensa

• s'= jarak bayangan dari cermin / lensa


Nah sekarang, prinsip diatas akan kita gunakan lagi dalam bahasan alat-alat optik
berikut !

MATA

Mata adalah alat optik yang sangat penting peranannya, karena mata merupakan organ
penglihatan yang mendeteksi cahaya.

Agar dapat melihat benda dengan jelas, mata harus membiaskan sinar-sinar yang datang
dari benda agar membentuk bayangan yang tajam pada retina, untuk mencapai retina
sinar-sinar yang berasal dari benda harus melalui medium yang indeks biasnya (n)
berbeda, yaitu:

1. Udara ( n = 1,00 )
2. Kornea ( n = 1,38 )
3. Agueous Humour ( n = 1,33 )
4. Lensa Mata ( n = 1,40 )
5. Vitreous Humour ( n = 1,34 )

Mata merupakan alat optik yang mempunyai cara kerja seperti kamera.

Mata dapat melihat dengan jelas jika benda terletak dalam jangkauan penglihatan yaitu
diantara titik dekat mata ( punctum proximum[PP] ) dan titik jauh ( punctum remotum
[ PR] ). Mata dengan batas penglihatan titik dekat {PP} 25 cm dan titik jauh {PR} tak
terhingga disebut mata normal

Tidak selamanya mata itu sehat, kadang ada gangguan yang terjadi pada mata, mata yang
mengalami gangguan sering disebut dengan cacat mata. Seseorang yang mengalami

1
cacat mata harus dibantu penglihatannya dengan sebuah lensa tambahan, hal ini
dilakukan agar seseorang yang mengalami gangguan penglihatan dapat melihat kembali
dengan jelas.

Bagian-bagian mata

Gambar mata:

Bagian-bagian mata
Keterangan :

• Kornea merupakan selaput luar bola yang tidak berwarna (bening). Kornea
berfungsi sebagai pelindung bagian mata yang ada di dalamnya, dan sebagai
penerima rangsangan cahaya lalu meneruskannya ke bagian mata yang lebih
dalam, kornea selalu dibasahi oleh air mata yang berasal dari kelenjer air mata
agar selalu tetap basah.
• Pupil atau anak mata merupakan celah bundar di tengah iris, pupil merupakan
tempat lewatnya cahaya.
• Iris merupakan lapisan didepan mata yang berwarna, warna iris menentukan
warna mata seseorang. Fungsi iris untuk mengatur lebarnya pupil, sehingga
banyak cahaya yang masuk bisa dikendalikan. Jika cahaya redup maka iris akan
melebar, akibatnya cahaya yang masuk ke mata banyak. Jika cahaya terang maka
iris akan mengecil, akibatnya cahaya yang masuk ke mata sedikit.
• Lensa mata merupakan benda bening di dalam bola mata yang berbentuk
cembung. Lensa mata tepat berada di belakang iris. Fungsinya untuk
memfokuskan cahaya atau bayangan benda agar tepat jatuh di retina, jika mata
melihat benda yang dekat, lensa mata akan mencembung. Jika mata melihat benda
yang jauh, maka lensa mata akan memipih.
• Aqueous humour merupakan cairan yang terdapat diantara kornea dan lensa mata.
• Vitereous humor merupakan cairan yang terdapat diantara lensa mata dan retina.
Aqueous humour dan Vitereous humor berfungsi untuk memberi bentuk dan
kekokohan pada mata.
• Retina merupakan lapisan terdalam dari dinding bola mata. Berfungsi sebagai
layar penerima cahaya atau bayangan benda. Lapisan retina yang mengandung sel-

2
sel peka cahaya disebut bintik kuning. Sedangkan sel-sel retina yang tidak peka
cahaya disebut bintik buta.

• Otot siliar berfungsi untuk mengatur ketebalan lensa mata dengan cara
berkontraksi atau berelaksasinya otot siliar.
Keadaan iris saat cahaya masuk:

Gangguan penglihatan
MIOPI
Penderita miopi memiliki titik dekat lebih pendek dari titik dekat mata normal dan titik
jauhnya juga lebih pendek daripada titik jauh mata normal.
Penderita rabun jauh tidak dapat melihat dengan jelas benda –benda yang letaknya jauh
karena bayangan benda jatuh di depan retina

Flas sebelum memakai kaca mata

Agar dapat melihat jelas seperti mata


normal, penderita rabun jauh harus dibantu dengan lensa negatif (cekung). Untuk
menentukan kekuatan lensa yang dibutuhkan, di gunakan rumus:
1
P =− dioptri
PR
PR = titik jauh mata (meter)

Flas dibantu kaca mata

HIPERMETROPI
Penderita rabun dekat, titik dekat matanya lebih besar dari titik dekat mata normal( > 25
cm ), sedangkan titik jauhnya tak hingga ( ~ ).
Dengan demikian, penderita rabun dekat mampu melihat benda jauh dan ridak mampu
melihat dengan jelas benda- benda jarak dekat.

Flas sebelum memakai kacamata

3
Agar bayangan tepat jatuh di retina, penderita rabun dekat harus dibantu dengan kaca
lensa positif (cembung).

Flas sesudah memakai kaca mata

Kekuatan lensa yang digunakan, ditentukan dengan rumus:


100 1 1
P= + =4− dioptri
25 − PP PP
PP = titik dekat mata (meter)

PRESBIOPI
Mata presbiopi adalah cacat mata akibat daya akomodasi mata berkurang karena usia
lanjut. Akibatnya, mata tidak mampu melihat benda yang dekat ( titik dekatnya lebih
besar dari jarak baca normal yaitu 25 cm)dan juda tidak dapat melihat benda yang sangat
jauh.
Agar penderita mampu melihat seperti mata normal dibantu dengan kacamata berlensa
rangkap bifokal.

CONTOH SOAL
Budi adalah penderita miopi yang memiliki titik jauh 2 m, agar dapat melihat benda yang
jauh perlu dibantu dengan kacamata negatif, berapakah kekuatan lensanya?
Penyelesaian:
1 1 1 1 1 1
= + = + =−
f s s` ~ − 200 200
fokus = 2m
kekua tan lensa :
1 1
P= = dioptri
f 2

LUP

Lup merupakan alat optik yang menggunakan sebuah lensa cembung. Jika benda atau
objek diletakkan pada jarak antara titik fokus dengan pusat kelengkungan lensa (s < f ),
akan terbentuk bayangan benda bersifat maya tegak dan diperbesar.
Gambar lup yang menunjukan perbesaran

4
Pembentukan bayangan pada lup adalah:

Flas

Perbesaran

Mata berakomodasi maksimum


Syarat = Benda diletakan antara titik fokus dan pusat kelengkungan lensa (s < f)

Flas

Bayangan = maya, tegak, lebih besar, terletak pada titik dekat mata
Perbesaran anguler =

h`
M= s = s n ...........(1)
h` s
sn
dari persamaan lensa:

5
1 1 1
+ =
s s` f

1 1 1
= − karenas `= −s n
s f s`
1 1 1
= +
s f sn
1 sn + f
= .......... ..( 2 )
s sn . f

substitusi ( 2) ke (1)
sn s + f 
M = = sn  n 
s  sn . f 

maka :
s
M = n +1
f
sn = titik dekat mata
f = jarak fokus lup

Mata tidak berakomodasi


Syarat = benda diletakan di titik fokus lup (s = f)

Flas

Perbesaran anguler =
sn
M =
f
sn = titik dekat mata
f = jarak fokus lup

MIKROSKOP

Pernahkah kamu melihat sebuah bakteri, virus, atau jaringan tanaman? Biasanya apa
yang digunakan oleh seseorang untuk mengamati benda-benda tersebut?

Kita dapat mengamati bakteri dengan mikroskop. Mikroskop adalah alat untuk melihat
benda-benda yang sangat kecil. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung yaitu lensa
objektif dan lensa okuler. Fokus lensa okuler lebih besar dari fokus lensa obyektif. Benda
yang diamati diletakkan antara fokus obyektif dan dua kali fokus obyektif

pembentukan bayangan pada mikroskop adalah seperti dibawah ini:

6
flas

Syarat = benda yang diamati diletakan di antara F dan 2F dari lensa objektif, bayangan
yang dihasilkan ini menjadi benda bagi lensa okuler
Bayangan yang dihasilkan =
• Lensa objektif : nyata, diperbesar, terbalik.
• Lensa Okuler : maya, diperbesar, terbalik dari yang pertama.
Perbesaran Mikroskop
Oleh karena pada mikroskop terdapat dua lensa positif, maka secara umum perbesaran
mikroskop dapat ditulis:
M = M ob × M ok

Perbesaran benda untuk mata tidak berakomodasi

Flas

Perbesaran bayangan pada lensa objektif adalah :


s`
M ob = ob
s ob
syarat mata tidak berakomodasi s`ok = ~, sehingga pada lensa okuler berlaku persamaan :
1 1 1
+ =
sok s`ok f ok
1 1
=
sok f ok
sok = f ok

karena perbesaran pada lensa okuler sama dengan perbesaran pada lup, maka:
M tot = M ob × M ok

s`ob s n
M tot = .
s ob f ok
Panjang mikroskop dinyatakan dengan: L = s`ob +s ok

Perbesaran benda untuk mata berakomodasi maksimum


Agar mata berakomodasi maksimum, bayangan yang dihasilkan lensa okuler tepat jatuh
pada jarak mata normal, atau s`ok = - sn.

Flas

Perbesaran bayangan pada lensa okuler adalah :

7
s`ob
M ob = +1
s ob
maka :
M tot = M ob × M ok

s`ob  sn 
M tot = .
 f + 1

s ob  ok 
Panjang mikroskop dinyatakan dengan: L = s`ob +s ok

Contoh soal
Sebuah mikroskop memiliki lensa objektif dengan jarak fokus 1,5 cm dan lensa okuler
dengan jarak fokus 5 cm. Lalu dipasang sebuah preparat di bawah lensa objektif dengan
jarak 2 cm.
Tentukanlah perbesaran anguler mikroskop jika:
a) Mata berakomodasi maksimum
b) Mata tidak berakomodasi
Penyelesaian
Diketahui: mikroskop
Sob = 2 cm
fob = 1,5 cm
fok = 5 cm
Ditanyakan: M……..?
Jawab:
Mata dianggap normal karena tidak disebutkan dalam soal, maka sn = 25 cm.
1 1 1
= +
f ob s ob s`ob
1 1 1
= −
s`ob f ob s ob
1 1 1 4 −3 1
= − = =
s`ob 1,5 2 6 6
s`ob = 6cm

a) Mata berakomodasi maksimum


 sn
s`ob 
M =  + 1
s ob
 f ok 
6  25 
M =  + 1 = 40 ,5
2 2 
jadi, perbesaran anguler untuk mata berakomodasi maksimum adalah 40,5 kali.

b) Mata tidak berakomodasi

8
 s`ob sn 
M =
s . f  
 ob ok 

6 25
M = . = 15
2 5

jadi, perbesaran anguler untuk mata tidak berakomodasi adalah 15 kali.

TEROPONG

Teropong bintang

Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda langit. Ada tiga macam tipe
umup teropong/teleskop optik, yaitu teleskop pembias atau refraktor, teleskop pemantul
atau reflektor dan teleskop gabungan. Teropong bintang tersusun dari dua buah lensa
cembung, satu sebagai lensa objektif dan satu lagi sebagai lensa okuler.

Oleh karena obyek yang diamati letaknya sagat jauh bayangn yang dibentuk oleh lensa
obyaktif terletak di titik fokus obyektif. Bayangan ini merupakan benda bagi lensa okuler.
Dalam hal ini okuler berfungsi sebagai lup. Agar bayangan yang terbentuk besar dan
jelas, diusahakan fokus lensa obyektif lebih besar dari fokus lensa okuler.

Pembentukan bayangan pada benda dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Teropong bumi

Teropong bumiterdiri atas tiga lensa yaitu lensa obyektif, lensa okuler dan lensa
pembalik. Bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak dan lebih dekat. Lensa
pembbalik hanya berfungsi membalikkan bayangan yang dibentuk oleh lensa obyektif
agar menjadi tegak.

Cara kerja teropong bumi adalah sinar yang mengenai lensa obyektif dibiaskan
menghasilkan bayangan nyata, terbalih, diperkecil di depan lensa okuler. Kemudian pada

9
lensa okuler, bayangannya diperbesar, sehingga akhirnya bayangan yang terbentuk
adalah maya, tegak dan diperbesar. Untuk itu agar bayangan itu tegak dan sama besar,
bayangan harus diletakkan pada jarak 2f lensa pembalik

Pembentukan bayangan pada benda dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

10