Anda di halaman 1dari 9

ANALISA DOWNS

 Analisa downs pertama kali diperkenalkan pada tahun


1948
ANALISA DOWNS
 ANALISA SKELETAL
 ANALISA DENTAL
ANALISA SKELETAL
 SUDUT FACIAL
 SUDUT KONVEKSITAS

 BIDANG A-B

 SUDUT BIDANG FHP

 SUMBU Y
ANALISA DENTAL
 INKLINASI BIDANG OKLUSAL
 SUDUT INTERSISIAL

 SUDUT INKLINASI INSISIF RB KE BIDANG


OKLUSAL
 SUDUT INKLINASI INSISIF RB KE BIDANG
MANDIBULA
 INKLINASI INSISIF RB KE BIDANG AP
SUDUT FACIAL
 Dibentuk oleh bid facial (nasion –pg) dengan bid FHP
(porion-orbita)
 Menunjukkan derajat retrusi/protrusi menton

 Interpretasi

Jarak 82-95 derajat , rata-rata 87,8 derajat


 < 82 menton retrusi
 > 95 menton protrusi
SUDUT KONVEKSITAS
(KECEMBUNGAN)
 Dibentuk dari garis n-pg dengan n-titik A
 Menunjukkan derajat protrusi maksila terhadap
keseluruhan profil
 Interpretasi
 wajah normal -8,5 s/d 10 derajat
 Titik A dibelakang bid fasial (N-pg) 
sudut negatif
 Titik A didepan bid pasial  sudut positif
 Sudut positif dan besar  maksila protusi
BIDANG A-B
 Dibentuk dari pertemuan bid fasial dengan garis yg
menghubungkan titik A dan B
 Menunjukkan batas relasi tulang basal satu dengan yang
lain dan terhadap profil keseluruhan