Anda di halaman 1dari 5

Hakekat Administrasi Publik

A. Batasan
1. Istilah “Administrasi”
Administrasi merupakan suatu proses yang dinamis dan berkelanjutan, yang
digerakkan dalam rangka mencapai tujuan dengan cara memanfaatkan secara bersama
orang dan material melalui koordinasi dan kerja sama (Donovan dan Jackson, 1991 : 9).
Administrasi sebagai proses dimana keputusan dan kebijakan diimplementasikan.
2. Istilah “Asministrasi Publik”
Menurut Chandler dan Plano (1988: 29-30), administrasi publik adalah proses
dimana sumber daya dan personel publik diorganisir dan dikoordinasikan untuk
memformulasikan, mengimplementasikan, dan mengelola (manage) keputusan-
keputusan dalam kebijakan publik. Kedua pengarang tersebut juga menjelaskan bahwa
administrasi publik merupakan seni dan ilmu (art and science) yang ditujukan untuk
mengatur public affairs dan melaksanakan berbagai tugas yang telah ditetapkan. Dan
sebagai suatu disiplin ilmu, administrasi publik bertujuan untuk memecahkan masalah-
masalah publik melalui perbaikan atau penyempurnaan terutama dibidang organisasi,
sumber daya manusia dan keuangan.
Akhir-akhir ini aadministrasi publik menurut C.T Goodsell (2006), dilihat sebagai
upaya menghasilkan integrated public governance dimana semua pihak yang terllibat
dalam pemberian pelayanan publik diitegrasikan berdasarkan nilai legalitas, efisiensi,
efektivitas, keadilan, keterandalan, transparasnsi, keterlibatan dan integritas agar dapat
mencapai kehidupan yang lebih demokratis dan mendapatkan kepercayaan dari
masyarakat.

B. Ruang Lingkup
Salah satu cara untuk melihat cakupan material atau ruang lingkup administrasi
publik dari suatu negara adalah dengan mengamati jenis lembaga-lembaga departemen
(kementrian) dan non departemen yang ada dalam suatu negara atau daerah.
Unsur pokok yang harus diperhatikan dan yang menentukan dinamika administrasi
publik adalah (1). Manajemen faktor internal dan eksternal (2). Pengaturan struktur
organisasi agar kewenangan dan tanggungjawab termasuk perilakunya sesuai kondisi dan
tuntutan lingkungan (3). Respons secara benar terhadap kebutuhan, kepentingan dan

Perbandingan Administrasi Publik 1


Hakekat Administrasi Publik

aspirasi masyarakat dalam bentuk pembuatan keputusan atau kebijakan publik (4).
Pengaturan moral dan etika melalui kode etik agar semua penggunaan kemampuan,
kompetensi dan profesi tidak disalahgunakan untuk kepentingan diluar kepentingan publik
(5). Pengenalan karakteristik lingkungan dimana administrasi publik itu beroperasi, baik
dalam konteks hubungan antar lembaga negara, lembaga swasta, masyarakat, lingkungan
lain seperti lingkungan politik, ekonomi, sosial dan budaya dan (6). Akuntabilitas kinerja
yaitu suatu janji kepada publik yang harus dipenuhi atau ditepati, dan dapat
dipertanggungjawabkan melalui berbagai kegiatan pelayanan atau pemberian barang-
barang publik.
Dengan memperhatikan begitu banyak unsur yang dipandang penting dalam
literatur maka administrasi harus dilihat setidak-tidaknya dari enam dimensi strategis
sebagai berikut :
- Dimensi kebijakan : menyangkut proses pembuatan keputusan untuk penentuan
tujuan dan cara atau alternatif terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
- Dimensi struktur organisasi : berkenaan dengan pengaturan struktur yang meliputi
pembentukan unit, pembagian tugas antar unit (lemabaga-lembaga publik)untuk
mencapai tujuan dan target, termasuk wewenang dan tanggung jawabnya.
- Dimensi manajemen : menyangkut proses bagaimana kegiatan-kegiatan yang telah
dirancang dapat diimplementasikan (digerakkan, diorganisir dan dikontrol) untuk
mencapai tujuan organisasi melalui prinsip-prinsip manajemen.
- Dimensi etika : memberikan tuntunan moral terhadap administrator tentang apa
yang salah dan apa yang benar, atau apa yang baik dan apa yang buruk.
- Dimensi lingkungan : adalah suasana dan kondisi sekitar yang mempengaruhi
seluruh dimensi yang ada yaitu dimensi struktur organisasi, manajemen, kebijakan
dan tanggungjawab moral.
- Dimensi akuntabilitas kinerja : dimensi ini memberikan suatu bukti nyata tentang
kehadiran dan kegunaan riil pemerintah yang menjalankan fungsi-fungsi
administrasi publik didalam suatu negara.

Perbandingan Administrasi Publik 2


Hakekat Administrasi Publik

C. Hubungan Antar Dimensi Administrasi Publik


Hubungan antara lingkungan dengan kebijakan nampak dari kondisi dan situasi
serta potensi lingkungan yang digunakan sebagai pertimbangan dalam proses pembuatan
kebijakan publik, atau warna suatu kebijakan publik sangat ditentukan oleh variasi dan
dinamika masalah, kebutuhan, aspirasi, potensi, ancaman dan tantangan dari lingkungan.
Lingkungan juga dapat mewarnai struktur organisasi dan manajemen. Misalnya
masyarakat perkotaan yang relatif lebih maju akan mewarnai struktur birokrasi yang
melibatkan masyarakat agar lebih berpartisipasi dalam perencanaan, monitoring dan
evaluasi.
Lngkungan juga dapat mewarnai moral dan etika. Semua norma dan nilai yang
menjadi dasar pertimbangan moral dan etika berasal dari berbagai sumber yang terdapat
dilingkungan seperti agama, budaya, kebiasaan dan tradisi masyarakat. Harus juga diakui
bahwa lingkungan juga dapat mempengaruhi kinerja secara langsung tanpa melalui
kebijakan, manajemen, struktur organisasi, moral etika, seperti masuknya kebiasaan dan
tradisi masyarakat, perubahan gaya hidup, perubahan harga dan nilai tukar, bencana alam
dan sebagainya yang mempengaruhi kinerja organisasi publik karena menambah biaya dan
tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

D. Peran Administasi Publik


Frederick A. Cleveland menunjukkan peran administrasi publik sangat vital dalam
membantu memberdayakan masyarakat dan menciptakan demokrasi. Katanya,
administrasi publik diadakan untuk memberikan pelayanan publik dan manfaatnya dapat
dirasakan masyarakat setelah pemerintah meningkatkan profesionalismenya, menetapkan
tekhnik efisiensi dan efektivitas, dan lebih menguntungkan lagi manakala pemerintah
dapat mencerahkan masyarakat untuk menerima dan menjalankan sebagian dari tanggung
jawab administrasi publik tersebut sehingga terbentuk apa yang disebut organized
democracy.

Perbandingan Administrasi Publik 3


Hakekat Administrasi Publik

E. Kegiatan Administrasi Publik


Kegiatan pemberian pelayanan publik dapat amati dari pelayanan rutin dibidang
kesehatan, pendidikan, keamanan dan ketertiban, perijinan dan sebagainya. Kegiatan yang
berkenaan dengan pembangunan dapat diamati dari penyediaan barang-barang publik
seperti pembangunan ekonomi (sarana dan prasaranan fisik dan sosial), sistem sosial
budaya, hukum, politik, dan pembangunan kualitas manusia, yang kesemuanya diarahkan
untuk mengejar ketertinggalan, pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan dan
pengangguran.
Secara umum, kegiatan ini dapat dilihat dari apa yang secara formal dilakukan oleh
lembaga depatemen dan non depatemen, sementara didaerah adalah yang dilakukan oleh
sekretariat daerah, dinas, badan, dan kantor. Singkatnya, kegiatan administrasi publik
adalah kegiatan yang dilakukan baik oleh pejabat struktural atau pemegang eslon yang
memimpin suatu unit, maupun oleh pejabat yang tidak memimpin suatu unit.
Secara khusus, kegiatan adminstrasi publik difokuskan pada aspek manajemen
sebagai pelaksanaan dari kebijakan publik. Artinya adminstrasi publik lebih berkenaan
dengan kegiatan pengelolaan pelayanan publik dan penyediaan barang-barang publik.

F. Kepentingan Publik : Tujuan Kegiatan Administrasi Publik


Kegiatan adminstrasi publik bertujuan memenuhi kepentingan publik atau secara
akademik dikenal dengan sitilah public interest. Kepentingan yang seharusnya
diperjuangkan oleh para administrator publik adalah kepentingan publik. Kepentingan
publik sering dikompetisikan dengan kepentingan-kepentingan lain, dan dalam banyak
kesempatan dikorbankan. Kepentingan publik dapat diakomodasikan secara lebih baik jika
proses administrasi publik dijalankan secara lebih demokratis.

G. Perbedaan Administrasi Publik Dengan Administrasi Swasta


Appleby menyatakan bahwa pemerintah dan swasta sangat berbeda orientasinya.
Perbedaan pokonya terletak pada pihak dilayani. Pemerintah melayani kepentingan publik
sementara swasta melayani kepentingan swasta/pribadi.

Perbandingan Administrasi Publik 4


Hakekat Administrasi Publik

H. Sosok Administrastor Publik


Administrator publik adalah orang-orang yang berasal dari kalangan orang baik,
yang menguasai berbagai prinsip, metode, dan teknik yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan administrasi publik. Seorang administrator dituntut untuk selalu peka terhadap
kebutuhan masyarakat. Selain sosok tersebut, seorang administrator publik adalah orang
pilihan, artinya ia menduduki suatu jabatan atas dasar kompetisi, bukan atas dasar
kepangkatan atau kepercayaan semata. Dengan kompetisi maka yang dipilih adalah yang
lebih baik dari lawan-lawannya yang juga menginginkan jabatan tersebut.

I. Isu Benturan Antar Nilai dalam Administrasi Publik


Dalam kenyataan adi Indonesia, kita melihat adanya kesulitan untuk memilih
antara nilai efisiensi dengan nilai keadilan, nilai rasionalitas dengan nilai kepuaan, dan
nilai netralitas dengan nilai keberpihakan, serta nilai tentang besar kecilnya derajat
intervensi. Contoh pertama dapat dilihat dari benturan nilai efisiensi dengan nilai keadilan.
Bagi seorang administrator, memperhatikan nilai efisiensi merupakan suatu keharusan,
tetapi nilai tersebut mungkin kurang tepat karena suatu yang efisien belum tentu sesuai
dan sejalan dengan nilai keadilan. Contoh kedua dapat diamati dari nilai rasionalitas
dengan nilai kepuasan. Misalnya dalam pengambilan keputusan seorang administrator
dituntut rasional. Contoh ketiga berkenaan dengan benturan nilai netralitas dengan nilai
keberpihakan. Dalam pelayanan publik, dipelukan kenetralan atau ketidakberpihakan dari
pihak eksekutif, atau dengan kata lain administrator harus bebas dari politik.

Perbandingan Administrasi Publik 5