Anda di halaman 1dari 2

Sportivitas

Dalam
Olahraga
Written by M. Suhud   
Sport adalah sebuah kata dalam bahasa inggris yang berarti olahraga. Sedang sportif yang
merupakan kata sifat yang berarti jujur dan ksatria atau gagah. Dan kata sportivitas yang sebagai
kata benda mempunyai arti orang yang melakukan olahraga tersebut (harus) memiliki kejujuran
dan sikap ksatria dalam bertindak dan berprilaku saat berolahraga, seperti disiplin, mengikuti
ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan atau yang telah disepakati bersama, terutama saat
mengikuti suatu pertandingan atau perlombaan olahraga.

Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia, penerbit Gitamedia Press, kata olahraga merupakan
kata kerja yang diartikan gerak badan agar sehat. Sedang menurut para pakar olahraga, adalah
sebuah aktivitas manusia yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan (sejahtera jasmani dan
sejahtera rohani) manusia itu sendiri.

Dalam aktivitas olahraga tentu ada aspek positif dan negatifnya. Aspek positifnya , yaitu 1)
mampu menggerakkan aktivitas sosial, ekonomi, dan politik: adanya interaksi antar manusia
(individu dan kelompok), adanya kegiatan jasa, adanya penyerapan tenaga kerja. 2) mampu
mengangkat harga diri pelaku olahraga/atlet/pelatih/pembina/ organisasi/daerah dan bangsa,
kesejahteraan pembina olahraga, dan martabat bangsa di dunia internasional. Sedang aspek
negatifnya, antara lain seperti masih adanya kecenderungan dari banyak atlet dalam mengikuti
suatu pertandingan menggunakan segala cara dalam upaya memenangkan
pertandingan/perlombaan, misalnya tidak fair play, tidak disiplin, memanipulasi, melanggar
ketentuan (peraturan pertandingan/perlombaan), dan pemakaian doping.

Jadi sportivitas dalam olahraga adalah prilaku atau tindakan dari seorang atau sekelompok
olahragawan yang memperlihatkan sikap jujur, ksatria, disiplin, dan menaati ketentuan dan
peraturan pertandingan/perlombaan olahraga.Untuk mencapai prestasi dalam suatu
pertandingan/perlombaan olahraga, olahragawan sangat dimungkinkan memakai/menggunakan
doping yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar keolahragaan yang menjunjung tinggi
nilai moral dan kemanusiaan, sehingga dipandang perlu menciptakan kegiatan olahraga secara
sportif.

 Sebagai salah satu langkah untuk menjaga sportivitas dalam olahraga, maka UNESCO (United
Nation Educational, Scientific and Cultural Organization) melalui konvensi internasional tentang
pelarangan penggunaan doping dalam olahraga di Paris, Francis tahun 20006, memerintahkan
kepada seluruh negara dan organisasi olahraga dimanapun diwajibkan untuk turut serta
memerangi penggunaan doping dalam olahraga. Olahraga harus bebas dari penggunaan doping.

Dalam rangka menjaga sportivitas dan fair play dalam olahraga, maka sebagai salah satu
upayanyanya adalah dengan melakukan pengawasan terhadap penggunaan doping (yang dilarang)
oleh olahragawan harus terus ditingkatkan dan diintensifkan lebih-lebih persaingan prestasi
olahraga pada berbagai event baik di dalam negeri maupun luar negeri / internasional kini
semakin ketat. 
Situasi persaingan yang ketat tersebut, seringkali mendorong olahragawan (juga pelatih dan
officials) untuk melakukan cara-cara yang tidak sportif demi mencapai prestasi yang
diharapkannya, yaitu dengan menggunakan berbagai macam obat dan metode doping yang
dilarang untuk meningkatkan kemampuannya demi tercapainya tingkat prestasi tertentu. Hal ini
bertentangan dengan nilai-nilai luhur olahraga, juga sekaligus sangat membahayakan bagi
kesehatan atlet yang bersangkutan. Jadi dalam dunia olahraga, khususnya olahraga prestasi sangat
perlu adanya pengawasan terhadap penggunaan doping dalam olahraga agar sportivitas dalam
olahraga dapat ditegakkan.

Anda mungkin juga menyukai