Anda di halaman 1dari 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Selain terkenal sebagai pusat ukir, Kota Jepara juga dikenal sebagai salah
satu kota dengan potensi usaha konveksi yang cukup menjanjikan. Wilayah di
Kabupaten Jepara yang jadi pusat perkembangan bisnis konveksi adalah
Kecamatan Kalinyamatan, tepatnya di Desa Sendang, dan beberapa titik di
Kecamatan Mayong. Di Mayong, pusat perkembangan bisnis ini ada di Desa
Rajekwesi, dan Pancur. Bahkan di Bandungrejo berdiri sebuah Paguyuban
Konveksi bernama “Mugi Joyo” yang memiliki volume produksi mencapai 5.280
kwintal per bulan, dengan nilai produksi industri sebesar Rp. 2.39 milyar. Di
Bandungrejo ini telah berdiri industri konveksi dengan jumlah pengrajin 352 yang
melibatkan 1780 tenaga kerja. Tentu, perkembangan industri rumahan ini mampu
meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Rata-rata penghasilan dari para
pekerja mencapai Rp. 20.000,- perhari atau Rp. 500.000,- per bulan.
Di Jepara, menurut data Pemerintah Kabupaten (Pemkab), industri
konveksi ini secara keseluruhan telah mencapai 868 unit usaha dengan jumlah
tenaga kerja 6.090 orang. Nilai investasi mencapai Rp. 4.380.052.000,- dengan
jumlah produksi 24.849.574 pieces. Total nilai produksi Rp.201.564.721.000.
Lokasi tersebar di kec. Kalinyamatan meliputi Ds. Sendang, Kriyan, Batukali,
Manyargading, Robayan dan Purwogondo. Lainnya di Kecamatanm Welahan,
Pecangaan, Mayong dan Nalumsari.
Melihat potensi Jepara dalam bidang konveksi yang menjanjikan itulah,
Pengurus Cabang Fatayat NU merasa perlu dan amat berkepentingan untuk
berpartisipasi dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang
ketenagakerjaan untuk dalam rangka ikut mensejahterakan masyarakat, melalui
penguasaan manajerial usaha konveksi.