P. 1
Aplikasi Terapi Stem Cell Pada Penyakit Genetik

Aplikasi Terapi Stem Cell Pada Penyakit Genetik

|Views: 310|Likes:
Dipublikasikan oleh La Ode Rinaldi

More info:

Published by: La Ode Rinaldi on Nov 11, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

Aplikasi terapi stem cell pada penyakit genetik dan retardasi mental

Asri purwanti, Dr , Sp.A(K), M,Pd RS dr Kariadi-FK UNDIP Semarang

Definisi stem cell (classical)
Self-renewal ± kemampuan memperbanyak melalui siklus dari pembelahan sel sambil mempertahankan kondisi undifferentiated .  Potency ± kemampuan berdeferensiasi kearah sel tertentu terdiri atas 

Potensial therapi &penggunaan stem cell 

Replacement: 


Parkinson's dan Type I diabetes a--. progressive degeneration stem cells utk 'lifelong treatment'. 

Repair: 

isolasi stem cells I dpt menumbuhkan sel baru pada pd 
 

heart attacks, hepatitis, a Sel darah dan stromal cells fpada cancer stl ablasi radiotherapy. 

Regeneration and rejuvenation: 

Stem cells dapat sekresi factor yg dpt renew / regenerate pd jaringan sekitar - renew biological functions, misal 
 

immune system, Berfuungsi dan support / rejuvenate host cells. mouse models of stroke and Parkinson's disease

Potency of cell
Totipotent ( omnipotent)
differentiate into embryonic and extraembryonic cell types. construct a complete viable,organism.

Pluripotent
differentiate into all cells,[i.e. cells derived from any of the three germ layers.

Multipotent
can differentiate into only those of a closely related family of cells.

Oligopotent
can differentiate into only a few cells, such as lymphoid or myeloid stem cells.

Unipotent
cells can produce only one cell type, their own

Stem cell division and differentiation.
A - stem cell; B - progenitor cell; C - differentiated cell;
1 - symmetric stem cell division; 2 - asymmetric stem cell division; 3 - progenitor division; 4 - terminal differentiation

Berdasar Asal Sel yang dipakai
‡ Autotransplantasi Dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain pada individu yang sama ‡ Allotransplantasi Antar individu pada spesies yang sama ‡ Xenotransplantasi Antar spesies yang berbeda

Berdasar Jenis Sel yang dipakai 

Stem cell embrionik (ESCs): 


diambil dari embrio 4-5hari (blastocyst) pd inner mass cell dari invitro fertilization sifat masih pluripotent  

Antar species tdk ada penolakan
Diambil bdsr lineage yg dibutuhkan 

Stem cell fetal (EGs): 

dari embrio 5-8 minggu sama dg embrionik lebih tua/lebih sulit 

Adult stem cell ( somatic stem cell) :
juml lebh sedikit, sifat multi potent ,bisa diambil dari jaringan atau cord blood Stem cell prekursor / progenitor :   

unipotent

Types of Cord Stem Cell Therapies: 

Types of Cord Stem Cell Whole Cord Blood SCT: Diambil dari full term births dibiakkan di Therapies: semua system tubuh laborat dan bs bersifat pluripotent dan bs membentuk  

Purified and Potentiated Cord Blood SCT: 


Sel darah putih dan darah merah dikeluarkan dari cord blood utk kurangi resiko Graft versus Host Disease / cross matching. Embryonic Cord Stem Cells Therapy tidak perlu cross matching walaupun berasal dari embrio binatang 

Fetal Cord SCT: 

menggunakan human fetuses aborted umur 1 -3 bulan , sulit mencari jenis ini Diambil dari bone marrow, peripheral blood, dll jaringan 1/1000 kekuatan cord stem cells ok umur berhubungan dg stresses, toxicity, dann disease. Tp risk of graft versus host disease kecil . 

Adult SCT: 
 

Sel progenitor 
  

berada antara stem cell dan sel yang sudah berdifferensiasi penuh, kekuatannya tergantung sel asal. bisa diisolasi dan bila kondisi baik akan tumbuh dan differensiasi keatas jaringan target dan bila ´marker´ ditemukan bisa digunakan untuk memperbaiki jaringan yang rusak. diaktivasi oleh ´growth factor´ atau Cytokines mobilisasi kearah jaringan dengan kecepatan yang tinggi yang berdampak akan terjadi pembelahan cepat sel kearah penyembuhan sel.

Progenitor stem cell 

cell prekursor dianggap lebih fisiologis karena  Mengikuti satu jalur diferensiasi sesuai jaringan tempatnya berasal dan mengikuti perintah/signaling di tempat tersebut sehingga mampu menghasilkan sel spesifik yang sesuai.  Tetap mampu mempertahankan kemampuan proliferasinya dalam jangka waktu lama

Embrionik VS Prekursor
Embrionik : kemampuan regenerasi tak terbatas p suatu saat tidak dapat dikendalikan (jd sel kanker)  Prekursor : lebih fisiologis p Mengikuti jalur diferensiasi sesuai jaringannya berasal---Xenotransplantasi termasuk ini  Kesulitan pengadaan stem sel dari embrio atau janin manusia > aspek etika, moral, agama dan psikologi menjadi hambatan bagi terapi stem cell untuk dapat berkembang. 

xeno-transplantasi bs menggantikan allotransplantasi : 
   

seluruh sel eukaryotik berfungsi berdasarkan hukum yang sama. Sel-sel utama dari organ atau jaringan mempunyai sifat yang sama Seluruh sistem biologi dibentuk dari molekul sejenis. Sebagian besar protein dari organisme yang berbeda, di jajaran asam amino saling homolog dan pada umumnya melakukan homologi. Hukum dasar biologi molekuler dimana DNA mengatur sintesa RNA yang selanjutnya membentuk protein berlaku untuk semua mahluk hidup. Teknologi chimera memungkinkan dilakukannya proses pengurangan reaksi imunologis terhadap xenotransplant.  

Methods of stem cell transplantation with clinical research approach or clinical translation (Safety, Evidence Base, Therapeutic and Research, and Informed Consent; doing by team stem cell and there were team bioethics of stem cell transplantation) FSCT made by Good Manufacturing Practice standard (the barrier from zoonosis, the rabbit choosing from closed colony nearly 30 years with documented lineages and have been remarkably free of any disease)

Keamanan xenotransplanta si

iijinkan menggunakan transplant stem cell dari binatang untk keperluan terapi sel
Xenotransplantasi Stem Cell 16

Allotransplantasi VS Xenotransplantasi dg stem cell prekursor

Allotransplantasi dg stem cell embrionik : onkogenik??«.sifat stem cell embrionik : membelah terus suatu ketika tidak terkendali Allotransplantasi dg stem cell prekursor : 1. Mengikuti satu jalur diferensiasi sesuai jaringan tempatnya berasal 2. Mengikuti perintah/signaling di tempat tersebut sehingga mampu menghasilkan sel spesifik yang sesuai. 3. Tetap mampu mempertahankan kemampuan proliferasinya dalam jangka waktu lama Prinsip organospesifik dan homing
Xenotransplantasi Stem Cell 17

Cara kerja stem cell 

³Stimulasi regenerasi´ terhadap sel yang mengalami malfungsi p secara langsung pada jaringan / organ yang rusak  Menggantikan fungsi stem cell yang sudah rusak p ³Replacement´ Prinsip Mitosis, apoptosis dan nekrosis q Tanpa stem cell p sel yang rusak tidak bisa diperbarui lagi (tidak terjadi regenerasi) p cell death

Xenotransplantasi Stem Cell

18

Evidence Based : 
 

75 th : 5000 pasien diterapi dengan stem cell xenotransplant p tidak ada kejadian yang merugikan 3000 penderita SD p diterapi dg xenotransplan p 25% bisa mengikuti sekolah reguler 83 penderita SD p diterapi dg xenotransplan p peningkatan indeks perkembangan mental, penurunan hiperaktivitas, peningkatan konsentrasi dan peningkatan kemampuan bahasa ekspresif, stimulasi sistem imun

Schmid F. Celltherapy, a new dimention of medicine. Ott publishing, Thun, Switzerland, 1983

Xenotransplantasi Stem Cell

19

Aplikasi terapi stem cell pada penyakit genetik dan retardasi mental

Prinsip pengelolaan anak dengan gangguan tumbuh kembang Pelayanan komrehensif antara ilmu kedokteran, pendidikan, psychologi, latihan , terapi wicara  Koreksi terhadap permasalahan anthropometrik, gross motorik, psychological and intelectual  Bila baru dilakukan terapisetelah usia 3 tahun kemajuan lambat 

Kerusakan otak bisa diterapi dg : 
Sitmulasi

Non- spesific metabolic :  perbaikan sirkulasi darah  Optimal nutrisi  Stimulasi metabolic dg neurotropik  Biologic structural stimulation dg stem sel  Peripheral training dg fisioterapi  Untuk hasil optimal, terapi cangkok harus dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan

Prinsip pengelolaan anak dengan gangguan tumbuh kembang Pelayanan komrehensif antara ilmu kedokteran, pendidikan, psychologi, latihan , terapi wicara  Koreksi terhadap permasalahan anthropometrik, gross motorik, psychological and intelectual  Bila baru dilakukan terapisetelah usia 3 tahun kemajuan lambat 

Perlu pemetaan diagnosis secara teliti  

  

Perlu pemeriksaan lintas bidang di sub divisi ilmu penyakit anak : tumbuh kembang, psikologi, psikiatri, genetik, endokrin, imunologi, infeksi, hematologi,gantro enterologi-hepatologi, kardiologi anak Bagian THT, radiologi, rehab medik, mata SEBAIKNYA DI RS PENDIDIKAN Tim bio etik dan mediko legal Monitor perkembangan dg format clinical translation/clinical inovation

Protokol Klinik Terapi Stem Cell Kelainan Genetik dan Kromosom (1)
Diagnosis kelainan genetik, kromosom atau kelainan kongenital sebisa mungkin sudah komplit Setiap usaha dalam rangka terapi menggunakan stem cell harus dilakukan dengan cepat dan segera setelah konfirmasi dignostik. Terapi harus diulang minimal setiap 3-4 bulan, sampai tidak ada perkembangan lagi dalam observasi yang dilakukan. 

 

Protokol Klinik Terapi Stem Cell Kelainan Genetik dan Kromosom (lanjutan) (2) 

Terapi SCT merupakan hal yang kompleks, 
  

disamping biological treatment juga meliputi stimulasi metabolime non-spesifik dan spesifik, serta rehabilitasi. Terapi yang partial, seperti misalnya menghilangkan langkah terapi esensial yang direkomendasikan, sangat mungkin membahayakan pasien pada jangka panjangnya. Setelah pasien mencapai umur 4 tahun, beberapa terapi terhadap kelainan yang ada, tidak dapat dikoreksi lagi.  

Keputusan untuk melanjutkan terapi harus dibuat secara bersama-sama antara orang tua dan dokter.

Aplikasi terapi stem cell pada AUTISME

1.Autism
a complex brain developmental disorder  characterised by  

impaired

social interactions, communication difficulties, obsessive attachment to routines and repetition, extreme dislike of certain sounds, textures and tastes. 



vary in severity from mild to disabling approximately 1 in 166 children.in US no known single cause but abnormalities 

in brain function are generally attributed to environmental, immunological and neurological factors.

Children with autism suffer from two major conditions: Hypoperfusion and Immune Dysregulation  

Hypoperfusion of the brain in autism inducing hypoxia . allowing for abnormal metabolite or neurotransmitter accumulation.-->need revitalisation of blood vessels (angiogenesis), metabolite clearance and restoration of functionality. Immune dysregulation in autism continually suppressed immune systems and chronic inflammation gastrointestinal sign diarrhea, gas, and bloating to intestinal lesions and inflammation of their gastrointestinal system .

Autism treatments 
 

no universally-accepted therapy or cure for autism. Current approaches :  either behavioural,  medical (treatment of anxiety and depression),  nutritional (restriction of allergy-associated dietary components/ supplementation of minerals and vitamins/antioxidant therapy)  combination of these. yet to date no approach has been successful in correcting immune dysregulation/chronic inflammation in autism.

List of Autism Treatments 
 

   

Secretin Therapy Transdermal Secretin , Nutritional Therapies and Autism Vitamin B-12 , im or Iv Magnesium, Gluten and Casein Free Diets ,Pancreatic Enzymes ,Omega-3 Fatty Acids ,Calcium ,Aloe Vera ,Flower of Sulphur,Efalex Oil or DHA Oil Hyperbaric Oxygen Treatments , Live Cell and Stem Cell Therapy Live Cell Therapy ,Oral Organ Extracts ,Lyophilisate Whole Cells ,Stem Cell Therapy Anti-fungal Treatment Candida albicans , Antibiotic Therapy to Improve Autism , Naltrexone (NTX) Treatment Intensive psychological approaches , Intensive Educational Therapies for Autistic Children , IV Immunoglobulin Therapy , Detoxification for Heavy Metals as a Treatment for Autism , EEG Bio-feedback , Somatic therapies , Craniosacral Therapy for Autism and Other Developmental Delays , Traditional Chinese medicine , Play therapy, , Music Therapy Immunotherapy

Rationale for using Stem Cells to treat autism
The administration of CD34+ umbilical cord cells and mesenchymal cells are proposed as novel treatments for the two pathologies associated with autism ± hypoperfusion to the brain and immune dysregulation  Using these two kinds of stem cells together may potentially heal both the brain and the gut  .(J Transl Med. 2007 Jun 27;5:30). 

Aplikasi terapi stem cell pada Cerebral Palsy

2.Cerebral palsy 

Brain imaging scans- hypoperfusion in various regions : thalamus, cerebellum and/or basal ganglia. stem cells have the ability to help repair : 
     

stimulating angiogenesis, the development of new blood vessels to the damaged areas, repairing the white matter through the production of glial cells repairing the grey matter through the stimulation of growth factors and direct or indirect stimulation of neurogenesis, dividing into new neurons once the oxygen and nutrient supply can support them, strengthening of muscle tissue and improving immune function.

Evidence based CP 

cerebral palsy is the best responder to umbilical cord stem cells:
.²20 children--- 85% had mild to significant improvement within a five month follow-up period.  first signs of improvement is : 

muscle tone,  n followed by an increased vocabulary, socialization and improved comprehension. 

Respond tx because 
 



the cells differentiate predominantly into glial progenitors that promote white matter repair Most of those children who have made some progress after stem cell therapy are continuing with several treatments a year. They also continue with physical, occupational and/or speech therapy. Dr. Steenblock : before children treated with cord stem cells (or other therapies), 


checked for heavy metal toxicity through a DMSA challenge and checked for infections and any anerobic overgrowth in the GI tract.

Basic Conventional Treatments Cerebral Palsy 
 

Basic Conventional Treatments Cerebral Palsy :Physical Therapy-- Occupational Therapy---- Speech Therapy--- Behavioral Therapy Drug Therapy for Cerebral Palsy

Stem Cell Therapy : Introduction to Stem Cell Therapy Brains Can Grow New Cells Brain Plasticity Intravenous Injection of Stem Cells
Amino Acid Therapy for Cerebral Palsy Amino Acid Therapy Research Amaurosis and Cerebral Palsy ,Surgery for Cerebral Palsy Surgery for Severe Contractures Selective Dorsal Root Rhizotomy Chronic Cerebellar Stimulation Stereotactic Neurosurgery Stereotaxic Thalamotomy , The Adeli Suit for Cerebral Palsy Rehabilitation of Children Diagnosed with Cerebral Palsy Based on Dynamic Proprioceptive Correction Coming Soon: Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) , Magnetic Therapy for Cerebral Palsy Magnetic Molecular Energizing (MME) , Brain Gym Exercises , Dietary Considerations for Cerebral Palsy ,Ketogenic Diet "Spider" Therapy for Cerebral Palsy Hippotherapy Mechanical Aids, Computers and Special Gadgets ,Prayer and Distant Healing Evaluation Protocols and Assessments for Children with Cerebral Palsy   



Aplikasi terapi stem cell pada DOWN SYNDROME

3.Down Syndrome
‡kelainan kromosom Terbanyak ‡ 1 : 700 kelahiran -fenotip khas dengan berbagai keterbatasan - dismorfologi, -Ggn pendengaran, penglihatan, ggn pertumbuhan, perkembangan, endokrin, kelainan jantung bawaan, defisiensi imunologi, gangguan neurologi, gangguan hematologi

Pengelolaan sulit dan kompleks p harapan hidup rendah, kualitas hidup kurang q Transplantasi stem cell ??

Harapan hidup :   

tanpa kelainan jantung dan endokrin p bertahan sampai usia 60 th dengan kelainan multipel tanpa terapi cangkok stem cell p 50-60% meninggal akibat gagal jantung dan infeksi berulang dengan terapi cangkok stem cell p mortalitas sama dengan anak normal

Pueschel (1983) : Fenotip pada Sindrom Down
Sutura sagitalis terpisah Fisura palpebra miring Jarak yang lebar antara jari I dan II Fontanela palsu Plantar crease jari kaki I dan II Hiperfleksibilitas Peningkatan jaringan sekitar leher Bentuk palatum abnormal Hidung hipoplastik Kelemahan otot Hipotonia Bercak Brushfield pada mata Mulut terbuka Lidah terjulur Lekukan epikantus Single palmar crease tangan kiri Single palmar crease tangan kanan 98% 98% 94% 95% 94% 91% 87% 85% 83% 81% 77% 75% 65% 58% 57% 55% 52%

Prinsip terapi stem cell pada Sindrom Down 

Meregulasi keseimbangn endokrin, khususnya hipotiroidisme dan rendahnya fungsi glukokortikoid kortek adrenal. Eliminasi keterlambatan perkembangan otak yang terjadi. Koreksi defisiensi sistem imun . Memperbaiki (repair) defek jaringan suportive badan (suportive tissues of the body) Rehabilitasi total seluruh sistem tubuh, dengan fisioterapi, latihan secara aktif, terapi wicara, terapi okupasi dan pendidikan dengan sarana prasarana yang ada. 

  

genetik

lingkungan

KERANGKA KONSEP
dismorfik

Kelainan kromosom 21: -translokasi -mozaik -trisomi

SINDROM DOWN

Wajah datar dan lebar, mata mongoloid dengan epikantus, hidung datar, makroglosia, palatum letak tinggi, kelainan gigi, low set ear, telinga displastik, pectus carinatus, clinodactily Brushfield corneal spot

Dismorfik -/+

penglihatan

Penglihatan N/tidak Pendengaran N/tidak Pertumbuhan N/tidak

pendengaran

Gangguan pendengaran

pertumbuhan

Hambatan pertumbuhan : BB, PB, LK, rasio segmen atas bawah tubuh Developmental delayed : motorik kasar, motorik halus, personal sosial, verbal

perkembangan

Cangkok Stem cell

Perkembangan N/tidak

jantung

Penyakit jantung bawaan

PJB -/+

endokrin

Hipotiroid, insufisiensi adrenal

Disfungsi -/+

neurologi

Hipotoni

Hipotoni -/+

hematologi

Risiko leukemia meningkat

Leukemia -/+

imunologi

Defisiensi sistem imun

Imunologi N/tidak

Evidence Based : 
 

75 th : 5000 pasien diterapi dengan stem cell xenotransplant p tidak ada kejadian yang merugikan 3000 penderita SD p diterapi dg xenotransplan p 25% bisa mengikuti sekolah reguler 83 penderita SD p diterapi dg xenotransplan p peningkatan indeks perkembangan mental, penurunan hiperaktivitas, peningkatan konsentrasi dan peningkatan kemampuan bahasa ekspresif, stimulasi sistem imun

Schmid F. Celltherapy, a new dimention of medicine. Ott publishing, Thun, Switzerland, 1983

Xenotransplantasi Stem Cell

44

Evidence based 
Pada

CST usia ” 3½ tahun

kenaikan MDI > 50 point terjadi pada :  17 % bila tidak di CST  58 % pada CST I  71 % pada CST II 
Pada

usia 4-9 tahun

kenaikan 25-49 point

Laporan Pemantauan beberapa pasien dg stem cell

1. HMR 36 bln 3x SCT 
     

Mikrocephal mesocephal ( standart LK dan volume or cephalic index X foto kepala Penurunan hypotelorism ( dg X rays cranial and dysmorfology ) Koreksi short stature( bone age 6 bln 15 bln P<3%- P10% CDC corrected myopia perbaikan pendengaran yang telinga kanan kearah normal , sedang telinga kiri masih SNHL ringan sedang Thyrax koreksi hipothyroidism Koreksi ADO pd PJB PDA

MRI I

MRI II

Xenotransplantasi Stem Cell

48

Perkembangan 16 bln 38bln 

DDST :
PS14 38bln,MK10 38bln ,MH10 21bln  ,verbal 8bln 25bln  

ELM 

AE 8 15,5,AR 10 13,visual 6 12,5 Global 8² 14bln 

CAPUTE
DQ clamp 36 42, DQ CAT 41 64  Full scale 39 50,2 

2. AD
Mikrocephal mesocephal ( standart LK dan volume or cephalic index X foto kepala  Penurunan hypotelorism ( dg X rays cranial and dysmorfology )  Koreksi short stature( bone age 9 bln 18 bln P<3%- P>3% CDC  Thyrax koreksi hipothyroidism  MRI otak lebih berkembang 

Perkembangan 18 bln 26bln 

DDST :
PS 17 26bln,MK 9 26bln ,MH14 24bln  ,verbal 9bln 25bln  

ELM
AE 8 15,5, AR 10 19.5  ,visual 3,5 12,5 Global 6²18bln  

CAPUTE
DQ clamp 48,8 68,9, DQ CAT 51 85  Full scale 50 74 

kesimpulan 
   

Ada perbaikan ukuran kepala , short stature dan dismorfologi kearah normal Ada perbaikan struktur otak, pendengaran maupun penglihatan Koreksi thyrax tetap ok hipoplasi thyroid Perbaikan perkembanggan didemua sektor terutamamotorik kasar motorik halus personal social juga kecerdasan yi CaT mendekati standard anak biasa Perkembanga bahasa ada kenaikan tp belum sesuai umur

FPSCXT in DS showed improvement in medical and psychological aspect. Resulted in a better quality of life.  The stem cell cost still very expensive. 

PRE ± POST TRANSPLANTASI STEM CELL

THANK YOU, the great team«.
Xenotransplantasi Stem Cell 56

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->