P. 1
PJB Anak

PJB Anak

|Views: 184|Likes:
Dipublikasikan oleh La Ode Rinaldi
Blok 11
Ilmu Kesehatan Anak
dr. Lilia D, SpA
Blok 11
Ilmu Kesehatan Anak
dr. Lilia D, SpA

More info:

Published by: La Ode Rinaldi on Nov 11, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2015

pdf

text

original

PENYAKIT JANTUNG BAWAAN PADA ANAK

FK Universitas Muhammadiyah Semarang

ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ

pa a a ak:- bawaa - i apat. ~ enyakit jant ng bawaan : 30 % kelainan bawaan ~ anifestasi : ringan sa pai berat ~ Komplikasi tergant ng jenis J (ringan berat) ~ iagnosis : anamnesis, pemeriksaan fisis, laborat, ra iologis, kg, kokar iografi, Kateterisasi. ~ enatalaksanaan : - medis - intervensi kardiologi - beda ;- paliatif - koreksi ~ ! ayi dan anak b kan mer pakan orang dewasa kecil

~ Kelai a ja t

secara asti elum diletahui multifactorial inheritance Nora (1979) :interaksi genetik dan lingkungan ƒ genetik 1 , lingk 3 , ke 2 nya 9 Diagnosis PJB. I. Evaluasi klinis; anamnesis + em. Fisis II. Pem. enunjang: la sederhana, radiologi, EKG III. Ekhokardiografi : 2 D, M mode, Do ler collor IV. Kateterisasi jantung

Langkah selanjutnya: 1. A akah tidak erlu tera i 2. Cuku dengan tera i medis 3. Perlu intervensi kardiologi 4. Perlu tindakan edah

DEFEK SEPTUM VENTRIKEL
‡ Insiden : 20% dari PJB ‡dapat sebagai kelainan tersendiri atau bagian PJB lain ( ToF, TAB) ‡ jumlah defek satu atau lebih ‡ lokasi defek : 1. perimembran 2. muskular

Soto dkk: 1. DSV perimembran : inlet, outlet, trabekular, konfluens. 2. DSV muskular : inlet, outlet, trabekular. 3. DSV sub arterial/ doubly commited sub arterial/tipe oriental Klasifikasi menurut fisiologi : 1. DSV kecil dengan resistensi vaskular paru normal 2. DSV sedang dengan resitensi vaskular paru bervariasi 3. DSV besar dengan peningkatan vaskular paru ringan - sedang 4. DSV besar dengan resistensi vaskular paru tinggi.

~ ervariasi tergantung esar defek dan tahanan vask aru ~ gejala tim ul setelah minggu 6-8, kec. defek esar ~ gejala : gagal tum uh ISPA erulang gagal jantung ~pemeriksaan fisik: - takipneu, dispneu, takikardi - erat adan di a ah standar - Bunyi jantung I normal II normal atau tunggal dan keras - Bising : pansistolik,keras, di sela iga 3-4 garis parasternal kiri. DSV esar : pansistolik nada rendah DSV esar+HP : ising sistolik pendek

DSV kecil tidak ada kelainan ‡ DSV sedang; kardiomegali, ƒ konus pulmonal menonjol, ƒ corakan bronkovaskular ‡ DSV besar + hipertensi pulmonal ƒ ( sindrom Eisenmenger) ƒ - konus pulm sangat menonjol ƒ - prunning.

EKG: ~kecil normal ~sedang : LVH ~besar : RAD + BVH

Ekokardiografi:

RV DSV LV LV DSV RV

Perjalanan alamiah: ~tutup spontan pada 6 l I: DSV perimem ran 3 DSV muskular 4 ~kemungkinan menutup sampai 5 th ~dapat terjadi stenosis infundi ulum,endokarditis,gagal jantung, prolap katup aorta, PVOD ~dapat terjadi hipertensi pulmonal. Penatalaksanaan Medis :- profilaksis endokarditis dg anti iotik - pengo atan gagal jantung - atasi kelainan yang ada Bedah:- defek yang tidak menutup spontan - dengan gagal tu uh dan gagal jantung erulang - DSV su arterial

Duktus arteriosus persisten
Insiden : 7% dari PJB. Berat lahir < 1000 gr : 80% kasus Berat lahir < 1500 gr : 40 % Berat lahir < 2000 gr : 36% Berat lahir > 2000 gr : 12%

Manifestasi klinis: ~ tergantung - DAP kecil - DAP sedang - DAP besar ~ DAP kecil tidak ada gejala..

Duktus arteriosus persisten
Gejala klinis: ~cepat lelah,napas cepat, ~ISPA berulang, berat tak naik ~tanda gagal jantung. Pemeriksaan fisis: ~ pulsus celer ~ getaran bising ~ bunyi jantung I dan II normal ~ bising kontinyu + mid diastolik. Radiologi: ~ kardiomegali, ~ pembesaran atrium kiri+vent. kiri

Pemeriksaan EKG ~ DAP sedang : hipertrofi atrium kiri dan ventrikel kiri ~ DAP besar : hipertrofi atriumkiri dan biventrikuler hipertrofi.

Ekokardiografi:

DAP DAP

Perjalanan alamiah: ~ Penutupan spontan jarang, kecuali bayi prematur. ~ DAP besar ; gagal jantung, pneumonia, peny vaskular paru. ~ DAP kecil : endokarditis Penatalaksanaan: ‡ medika mentosa. - Bayi prematur : Indometasin i.v / i .m 0.2 mg/bbkg - gagal jantung : diuretik dan digitalis. - endokarditis : antibiotik - pengelolaan ISPA/ gizi ‡ Intervensi kardiologi: tutup lubang dengan coil, umbrella ‡ Bedah : indikasi - tidak ada respon pengobatan - DAP dengan gagal jantung - dengan endokarditis yang sulit diatasi.

DEFEK SEPTUM ATRIUM
‡ 10% dari seluruh PJB. ‡ 80% adalah DSA sekundum ‡ prevalensi remaja > bayi/anak. ‡ perempuan > laki-laki = 2 :1 ‡ Pembagian DSA: 1. Sederhana : DSA sekundum dan DSA sinus venosus 2. Kompleks : DSAV

Defek septum atrium sekundum. ~ paling anyak diantara DSA, anita > laki-laki. ~ asimtomatis, sehingga ditemukan saat anak sudah esar Manifestasi klinis.; Defek kecil tanpa gejala Defek esar : erat adan di a ah rata-rata ISPA tidak terlalu erat. Gagal jantung jarang dijumpai pada ayi dan anak. Pem. Fisis : - deformitas dada (-) - aktivitas ventrikel kanan , thrill (-) - B J I normal, B J II terpecah le ar dan menetap. - Bising ejeksi sitolik di sela iga 2 parasternal kiri.

Radiologi : ~ kardiomegali ~ atrium kanan prominen ~ a.pulmonalis menonjol ~ vaskularisasi paru Elektrokardiografi: ~ deviasi aksis ke kanan ~ hipert. Ventr. Kanan ~ rSR di V1, V4R Ekhokardiografi: ~ dengan 2 D terlihat jelas lokasi, esar dan entuk ~ M mode:gerak paradok.

DSA

Kateterisasi jantung. ~ Bila ada keraguan penyakit lain ( TAPVD) ~ Curiga hipertensi pulmonal. Perjalanan alamiah: ~ penutupan spontan jarang setelah 1 tahun. ~ gagal jantung kongesti dapat terjadi, alau jarang ~ hipertensi pulmonal pada defek esar ~ endokarditis tidak terjadi pada DSA. Penatalaksanaan. ~ edah koreksi usia pra sekolah, Qp : Qs = !,5 : 1

TETRALOGI OF FALLOT
‡ La maladie bleue ‡ di publikasikan : Fallot 1888 ‡ diskripsi anatomi: Stensen 1671 ‡ manifestasi klinis: Sandiforth 1777 ‡ 10% dari PJB Anderson: adanya deviasi septum infundibulum ke antero superior Kelainan pada TOF: 1. Stenosis pulmonal 2. Overriding aorta 3. Defek septum ventrikel 4. Hipertrofi ventrikel kanan.

Manifestasi klinis: ‡ tergantung beratnya SP ‡ sianosis (sentral),jari tabuh, squatting/ jongkok ‡ gangguan tumbuh kembang Pemeriksaan fisis: ‡ Bunyi jantung I normal,II tunggal ‡ Bising sistolik ejeksi. ‡ Intensitas bising >< beratnya SP ‡ Bising lemah, stenosis sangat berat. Radiologi: ~ Jantung : booth shaped ~ Paru : vaskularisasi paru

Ekokardiografi ToF

Perjalanan alamiah: ~ tanpa operasi akan meninggal, 30% < 6 bln, 50% < 2 th. ‡ Bayi sianosis (-) sianosis. ‡ Serangan sianosis ‡ ToF berat terjadi regurgitasi aorta. ‡ Dapat terjadi abses otak dan CVA. ‡ Dapat terjadi endokarditis. Penatalaksanaan. ~ medikamentosa: - atasi serangan sianosis. - propranolol - mencegah dehidrasi dan anemia ~ bedah paliatif : BT shunt, Waterson, Pott, Glenn. ~ bedah koreksi : semakin dini semakin baik, komplikasi akibat hipoksi berat

TRANSPOSISI ARTERI BESAR
‡ 5% dari seluruh PJB ‡ laki-laki > perempuan ‡ 1/3 kasus dari ibu DM TAB dibagi 2: 1.komplit TAB/ d- TGA atrio ventriculo konkordan ventriculo arterial diskordan. 2. TAB terkoreksi/ l- TGA atrio ventriculo diskordan. Ventriculo arterial konkordan

Manifestasi klinis T A B. ~ di agi 2 yaitu septum intak atau dengan DSA/DSV ~ TAB dengan septum intak kehidupan tergantung adanya DAP kasus. ~ stenosis pulmonal terdapa pada 1 ~ gejala utama adalah sianosis ~ gagal jantung ila TAB dengan DSV esar. Pemeriksaan fisik: B J I normal, B J II tunggal keras Bising jantung (-), kecuali terdapat SP atau DSV.

Radiologi ~ entuk egg on side - paru pletorik ~ ila terdapat DSV dan DAP vask. Paru menurun. Elektrokardiografi. ~ setelah 2 minggu tampak RVH dan RAH ~ ila ada DSV : BVH Ekhokardiografi: ~2 D dan Doppler arna dapat melihat kelainan anatomi dan fungsional jantung.

Kateterisasi jantung : - tindakan darurat pada duct dependent balloon artrial septostomi. _ konfirmasi diagnosis. Perjalanan alamiah ~9 meninggal se elum usia 6 ulan (gagal jantung, sianosis erat dan asidosis) ~ TAB dengan DSV/DAP mudah terjadi PVOD ~ TAB dengan DSV dan SP dapat hidup lama Penatalaksanaan ~ medis : mengatasi sianosis,asidosis, gagal jantung dll ~ intervensi kardiologi : BAS ~ edah : 1. Intraatrial repair operation: Senning, Mustard 2. Operasi rasteli 3. Arterial s itch

THANK YOU

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->