P. 1
Bacteriology

Bacteriology

|Views: 1,225|Likes:
Dipublikasikan oleh La Ode Rinaldi
Blok 6
Mikrobiologi
by dr. Merry Tyas A
Blok 6
Mikrobiologi
by dr. Merry Tyas A

More info:

Published by: La Ode Rinaldi on Nov 11, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

BACTERIOLOGY

dr. Merry Tiyas A.

Morfologi Bakteri  

Bentuk dasar bakteri terdiri atas:  Kokus  Basil  Spirilia tdpt jg bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil.

Bakteri Kokus (Coccus) 

Monokokus sel bakteri kokus tunggal. Contoh: Monococcus gonorrohoe Diplokokus 2 sel bakteri kokus berdempetan. contoh : Diplococcus pneumonia Tetrakokus 4 sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.    

Sarcina 8 sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus. contoh: Sarcina sp. Streptokokus > 4 sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. contoh: 
 

Streptococcus salivarius Streptococcus lactis Streptococcus pneumoniae. 

Stapilokokus > 4 sel bakteri kokus berdempetan spt buah anggur. contoh: Staphylococcus aureus.

Bakteri Basil (Bacillus)   

Monobasil berupa sel bakteri basil tunggal. contoh: E. coli, Salmonella typhosa Diplobasil berupa 2 sel bakteri basil bdempetan. Streptobasil bbrp sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai. contoh: Streptobacillus moniliformis, Azotobacter sp.

Bakteri Spirilia (Spirilium)   

Spiral bentuk sel bergelombang. contoh: Spirillium minor Spiroseta bentuk sel spt sekrup. contoh: Treponema pallidum Vibrio bentuk sel spt tanda baca koma. contoh: Vibrio comma .

PEWARNAAN KUMAN 
  

Mikroskop obyek kecil dpt dilihat melalui peningkatan resolusi dan kontras. Resolusi kemampuan sistem lensa mikroskop utk memisahkan 2 titik yg berdekatan pd spesimen atau objek. Kontras perbedaan pd intensitas pengamatan antara bagian2 gambar yg berbeda. Kontras dpt dinaikkan dg pewarnaan dan pengaturan setting mikroskop.   

Sebagian besar bakteri tdk berwarna pengamatan dg mikroskop cahaya diperlukan pewarnaan bakteri menonjolkan struktur tertentu dari bakteri yg ingin diamati. Sblm bakteri diwarnai, bakteri hrs difiksasi agar menempel pd kaca objek. Pewarna (stain) mrpk garam2 yg t.a ion positif dan negatif, yg salah satunya berwarna kromofor. 

 

pd ion positif pewarna basa. pd ion negatif pewarna asam. Yg termasuk pewarna basa: 
  

kristal violet metilen blue malasit hijau safranin 

Pewarna asam:  eosin  asam fuchsin 

Jenis2 pewarnaan kuman yg dikenal adalah: 1. Pewarnaan negatif 2. Pewarnaan sederhana 3. Pewarnaan diferensial 4. Pewarnaan khusus

Pewarnaan negatif (negative staining)   

Utk mengamati kapsul bakteri, misal Spirochaeta (Treponema, Leptospira dan Borrelia). Kapsul bakteri tdk menyerap zat warna daerah transparan (jernih) di sekeliling sel bakteri, dg latar belakang gelap. Zat warna tdk dpt mempenetrasi material kapsul, misalnya:  Tinta Cina  Nigrosin  Congo Red

Pewarnaan sederhana (simple stain) 
  

Menggunakan satu macam pewarna. Tujuan: mewarnai sel kuman shg bentuk seluler dan struktur dasarnya dpt terlihat. Ditambahkan mordant mengintensifkan warna dg cara meningkatkan afinitas pewarna pd spesimen. Contoh pewarna sederhana adalah:  carbol fuchsin  safranin

Pewarnaan diferensial (differential stain)  



Menggunakan > 1 pewarna dan memiliki reaksi yg berbeda utk setiap bakteri membedakan bakteri. Yg sering pewarnaan Gram. Pewarnaan Gram ini mampu membedakan 2 klpk besar bakteri, yaitu:
Gram positif  Gram negatif.  

Perbedaan warna perbedaan struktur pd dinding selnya:  

Gram positif: byk mengandung peptidoglikan Kompleks kristal violet±iodin tdk tercuci oleh alkohol Gram negatif: byk mengandung LPS dirusak oleh alkohol Kompleks kristal violet-iodin tercuci sel bakteri tampak transparan merah setelah diberi safranin.    

Jenis pewarnaan diferensial yg lain adalah pewarnaan tahan asam pengecatan ZN. Zat warna tahan asam ini terikat kuat hanya pd bakteri yg memiliki kandungan lilin pd dinding selnya. Digunakan pewarnaan bakteri tahan asam spt pd genus Mycobacterium, strain patogen dari genus Nocardia. Prosedur : pewarna merah carbol fuchsin bakteri yg telah difiksasi dipanaskan dicuci dg air mengalir    

Kmd diberi alkohol peluntur warna merah dari sel bakteri yg bukan bersifat tahan asam. BTA merah, krn carbol fuchsin lebih larut pd lipid dinding sel. Selanjutnya bakteri diwarnai dg zat warna methylene blue. Bakteri tidak tahan asam biru dan BTA merah. 

Mycobacterium tubercolusis 

Mycobacterium leprae

Pewarnaan khusus (special stain)   

Utk mewarnai dan mengisolasi bagian spesifik dari bakteri, misalnya endospora, kapsul dan flagela. Endospora bakteri tdk dpt diwarnai dg metode pewarnaan sederhana spt pd pewarnaan Gram. Metode pewarnaan mewarnai endospora bakteri adalah pewarnaan Schaeffer-Fulton, dg malachite green sbg zat warna utama. 

Bacillus 

Clostridium  



Pewarnaan Klein mewarnai spora kuman shg berwarna merah dan badan kuman berwarna biru. Dinding spora yg tebal memerlukan pemanasan, agar pori-pori membesar dan zat warna dpt masuk. Pewarnaan Feulgen mewarnai inti. Pd pewarnaan flagela digunakan pewarnaan Gray, utk memperbesar diameter flagela shg dpt terlihat di bawah mikroskop pd pewarnaan dg carbol fuchsin.

Faktor-faktor yg mempengaruhi pertumbuhan bakteri  

Pertumbuhan bakteri perbanyakan sel dan peningkatan populasi. Faktor2 yg mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah : 1. Suhu 2. pH 3. Konsentrasi garam 4. Sumber nutrisi 5. Zat2 sisa metabolisme 6. Zat kimia

Suhu 

Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi mjd 3 golongan:
Bakteri psikrofil hidup pd daerah suhu antara -5°± 30°C, dg suhu optimum 10-20°C.  Bakteri mesofil hidup di daerah suhu antara 10° ± 45°C, dg suhu optimum 20° ± 40°C.  Bakteri termofil hidup di daerah suhu tinggi antara 25° ± 80°C, dg suhu optimum 50° ± 60°C. 

Kelembaban 

Pd umumnya bakteri memerlukan kelembaban yg cukup tinggi, kira2 85%. Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pd proses pembekuan dan pengeringan. 

Cahaya    

Cahaya sangat berpengaruh pd proses pertumbuhan bakteri. Cahaya merusak sel bakteri yg tdk berklorofil. Sinar uv dpt menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel menghambat pertumbuhan kematian. Dpt digunakan sbg dasar sterilisasi atau pengawetan bahan makanan.

Reproduksi bakteri 

Cara reproduksi bakteri yaitu: 

Reproduksi Aseksual / vegetatif Reproduksi Seksual / generatif 

Reproduksi Aseksual (vegetatif) 
 

Dg pembelahan biner. Proses pembelahan diawali dg proses replikasi DNA mjd 2 kopi DNA identik pembelahan sitoplasma. Bakteri umumnya melakukan reproduksi secara aseksual (vegetatif) membelah diri.

Reproduksi Seksual (generatif)   

Caranya dg konjugasi pembelahan scr langsung materi genetik di antara 2 sel bakteri melalui jembatan sitoplasma. Tdk dpt ditentukan jenis kelamin kedua bakteri yg berkonjugasi. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA.

Rekombinasi genetik   

Pertukaran gen antara 2 molekul DNA kombinasi gen baru dlm kromosom. Rekombinasi DNA selain dg proses konjugasi transformasi dan transduksi proses paraseksual. Proses paraseksual meliputi: 1. Transformasi 2. Transduksi 3. Konjugasi

Transformasi   

Pemindahan sebagian materi genetik atau DNA atau hanya satu gen bakteri ke bakteri lain dg proses fisiologi yg kompleks. Contoh : Streptococcus pneumoniae, Haemophillus, Bacillus. Mrpk cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain.

Transformasi

Transduksi    

Pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya dg perantaraan organisme lain yaitu bakteriofag. Virus dpt menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Ketika terbentuk virus baru, di dlm DNA virus sering terbawa DNA bakteri yg diinfeksinya. Virus yg terbentuk memiliki 2 macam DNA partikel transduksi.

Transduksi

Konjugasi   

Proses transfer materi genetik scr langsung antara 2 bakteri. Pemindahan materi genetik berupa plasmid scr langsung melalui kontak sel dg membentuk struktur spt jembatan diantara 2 sel bakteri yg berdekatan. Umumnya tjd pd bakteri Gram negatif sex pili.

Habitat alam mikroorganisme 

Tanah mrpk sumber yg kaya akan mikroorganisme kebanyakan apatogen. Contoh bakteri patogen yg tdpt ditanah a.l:
Clostridium tetani Clostridium perfringens Clostridium botulinum Bacillus anthracis 

Bakteri patogen tdpt pd air tercemar oleh urin dan feses manusia dan binatang. Contoh E. Coli. 

Contoh bakteri patogen di air a.l:
Salmonella dan Shigella sp Vibrio cholera virus hepatitis virus polio virus enterik Entamoeba histolytica  

Udara luar jarang mengandung kuman patogen efek pengeringan, ozon, dan radiasi uv. Udara dlm ruangan mengandung bakteri dan virus patogen yg berasal dari manusia terutama saluran nafas atas.  

Susu dari sapi normal yg diperah scr asepsis masih mengandung 100-1000 mikroorganisme non patogen per ml. Kadang2 tdpt mikrorganisme patogen yg mungkin berasal dari sapi yg sakit atau dari proses pemerahan, a.l:  Mycobacterium tuberculosis  Salmonella  Streptococcus  Corinebacterium diptheriae  Shigella  Brucella  Staphylococcus penyebab keracunan makanan

INTERAKSI MIKROBA   

Sintrofisme Organisme tdk terlalu dekat berhubungan memberi keuntungan scr timbal balik. Kompetisi Interaksi mikroorganisme yg mrpk persaingan akibat keterbatasan makanan serta energi yg tersedia. Simbiosis Hubungan yg dekat antara 2 bentuk kehidupan dan memerlukan kontak fisik.
Endosimbiosis organisme berada di dlm organisme yg lain Ektosimbiosis organisme berada di permukaan yg lain.

Terdapat 3 jenis simbiosis, yaitu:  Mutualisme 


Hubungan yg saling menguntungkan. Contoh: kerjasama antara Rhizobium leguminosarum dg tanaman Leguminosa. Bakteri tsb menggantungkan hidupnya pd tanaman Leguminosa dan sbg gantinya mengikat Nitrogen udara mjd senyawa Nitrogen yg dpt dimanfaatkan oleh tanaman tsb. Satu organisme mendapat keuntungan, sedangkan yg lain tdk mendapat keuntungan dan tidak dirugikan. Contoh: Staphylococcus epidermidis yg hidup sbg komensal pd kulit manusia. 

Komensalisme   

Parasitisme
Interaksi dimana satu pihak mendapat keuntungan sedang pihak lain dirugikan tjd dalam bentuk gejala2 penyakit.  Organisme yg mengandung parasit disebut hospes.  Bila gejala mereda tp parasit masih ada tercapai keseimbangan biologik antara parasit dan hospes.  Hospes dpt jg bertindak sbg carrier. 

HUBUNGAN HOSPES ± KUMAN   

Wujud hubungan hospes-kuman ditentukan oleh keseimbangan antara virulensi kuman dan daya tahan hospes. Virulensi kuman adalah derajat patogenitas yg dinyatakan dg jumlah mikroorganisme atau mikrogram toksin yg dibutuhkan utk membunuh binatang percobaan dg syarat2 tertentu. Patogenitas adalah kemampuan suatu mikroorganisme untuk menyebabkan penyakit. 

Virulensi kuman dipengaruhi oleh:
Daya invasi  Toksigenitas  

Daya invasi 

Kemampuan utk:
berpenetrasi ke jaringan mengatasi pertahanan tubuh hospes berkembang biak menyebar 

Dipengaruhi oleh komponen permukaan dan enzim2 kuman tertentu yg membantu penyebaran kuman serta membuatnya resisten thd fagositosis. 

Komponen permukaan tsb a.l berupa:  

 

kapsul polisakarida yg dihasilkan oleh Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenzae dan Klebsiella pneumoniae M-protein dari Sterptococcus pyogenes kapsul polipeptida pd Bacillus anthracis

Enzim2 yg dihasilkan kuman yg membantu penyebarannya a.l: 
    

Koagulase fibrinolosin (streptokinase) Hyaluronidase Kolagenase lesitinase deoksiribonuklease 

Toksigenitas
Toksigenitas adalah kemampuan suatu mikroorganisme menghasilkan toksin atau racun.  Ada 2 jenis toksin yg dihasilkan bakteri, yaitu: 

endotoksin eksotoksin

EKSOTOKSIN   

Protein toksin yg tdk tahan panas dan bersifat antigenik yg menginduksi pembentukan antibodi (antitoksin). Bekerja dg cara menghancurkan bagian tertentu sel inang atau menghambat fungsi metabolik tertentu. Dihasilkan oleh bakteri patogen yg tdk mampu menginvasi sel inang. 

Eksotoksin dihasilkan oleh:  

Mayoritas oleh bakteri Gram positif a.l: Corynebacterium diptheriae, Clostridium tetani, Clostridium botulinum, Staphylococcus serta bbrp bakteri Gram negatif termasuk Shigella dysentriae, Vibrio cholerae, dan bbrp strain Escherichia coli. 

Eksotoksin larut dlm cairan tubuh mudah berdifusi dlm darah dan dg cepat diedarkan ke seluruh tubuh. 

Eksotoksin dikelompokkan mjd 3 tipe: 

Sitotoksin membunuh sel inang atau mempengaruhi fungsi sel.
Contoh: toksin difteri 

Neurotoksin Contoh:

terlibat dlm transmisi normal impuls saraf.

toksin botulinum toksin tetanus 

Enterotoksin mempengaruhi sel2 pd sal. cerna
Contoh: toksin kolera

ENDOTOKSIN   

Dihasilkan oleh bakteri Gram negatif patogen maupun nonpatogen selama masa pertumbuhannya maupun pd saat sel lisis. Mrpk bagian dari membran luar bakteri Gram negatif yg tersusun atas lapisan LPS. Bakteri yg menghasilkan endotoksin a.l: 
     

Salmonella Shigella Brucella Neisseria Vibrio cholera Escherichia coli Pseudomonas aeruginosa

EKSOTOKSIN
Tempat produksi Struktur kimia Sifat fisik
Dikeluarkan oleh kuman hidup, konsentrasinya dlm medium cair sangat tinggi. Polipeptida

ENDOTOKSIN
Sbg bagian integral dari dinding sel kuman Gram negatif

Kompleks lipopolisakarida

Relatif tidak stabil, aktivitasnya menurun dg pemanasan

Relatif stabil, aktivitas toksin menetap walaupun dipanaskan

Sifat imunologis

Sangat antigenik, menghasilkan antitoksin dlm jml banyak Dapat dibuat toksoid 

Tdk menginduksi terbentuknya antitoksin Tdk dpt dibuat toksoid 

Toksisitas

Sangat toksik, menimbulkan kematian meskipun dlm dosis kecil

Kurang toksik, dlm dosis besar baru menimbulkan kematian

Reaksi badan

Badan tidak memberi reaksi panas / demam Demam tifoid, ISK, meningitis

Ada reaksi demam

Contoh penyakit

Gas gangren, tetanus, botulisme, difteri 

Daya tahan tubuh dpt berupa: 


Kekebalan nonspesifik kekebalan yg spesifik  

Penyakit infeksi dimulai saat mikroorganisme memasuki tubuh inang dan selanjutnya bereproduksi atau bereplikasi. Istilah infeksi menggambarkan pertumbuhan atau replikasi mikroorganisme di dlm tubuh inang.

Tipe2 infeksi oleh mikroorganisme:
INFEKSI
Lokal Sistemik Primer Sekunder Campuran Subklinik Bakteremia Septikemia Oportunistik

DESKRIPSI
Terbatas pada area tubuh tertentu Infeksi dimana mikroorganisme tersebar diseluruh tubuh Disebabkan oleh satu macam mikroorganisme Disebabkan oleh mikroorganisme, dan terjadi mengikuti infeksi primer Disebabkan oleh dua macam atau lebih mikroorganisme Infeksi yang tidak menunjukkan gejala apapun Mengindikasikan adanya bakteri dalam darah; umumnya hanya bersifat sementara Mengindikasikan keberadaan bakteri dan produk pertumbuhannya dalam darah

Mikroorganisme yg secara normal tdk menyebabkan penyakit, namun setelah terjadi perubahan fisiologi pd tubuh inang (misalnya DM, terapi obat imunosupresan, AIDS) dpat menyebabkan penyakit Infeksi yang diperoleh saat berada di RS

Nosokomial

Penyakit dpt muncul melalui bbrp cara, yaitu:
1.

2.

Bbrp bakteri beradaptasi sbg patogen pd manusia. Bakteri tsb bukan bagian dari flora normal namun menyebabkan infeksi subklinik. Misalnya: Mycobacterium tuberculosis. Bbrp bakteri yg merupakan flora normal memiliki faktor virulensi ekstra yg membuatnya bersifat patogenik. Misalnya: Escherichia coli.

3.

4.

Bbrp bakteri dari flora normal dpt menyebabkan penyakit bila mencapai organ dlm melalui trauma ataupun melalui peralatan bedah pd prosedur operasi. Misalnya: Staphylococcus epidermidis. Pd penderita dg penekanan sistem imun, byk bakteri yg mrpk komponen flora normal dpt menyebabkan penyakit, terutama bila terpapar pd organ dlm. Misalnya: Acinetobacter.

FLORA PADA TUBUH MANUSIA   

Flora dlm tubuh manusia dpt menetap atau transient. Mikroba normal yg menetap tsb dpt dikatakan tdk menyebabkan penyakit dan mungkin menguntungkan bila ia berada pd lokasi yg semestinya dan tanpa adanya keadaan abnormal. Dpt menyebabkan penyakit keadaan abnormal, berada di tempat yg tak semestinya atau bila ada faktor predisposisi. 

Contoh:  

Streptococcus viridans, bakteri yg tersering ditemukan di saluran nafas atas aliran darah setelah ekstraksi gigi atau tonsilektomi ke katup jantung yg abnormal dan mengakibatkan subacute bacterial endocarditis. Bacteroides yg normal terdapat di kolon dpt menyebabkan peritonitis mengikuti suatu trauma.

Mulut dan traktus respiratorius 

Bagian yg mengandung bakteri adl: 
  

Mulut Nasofaring Orofaring Tonsil  

Laring, trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus dan sinus hidung biasanya steril. Mulut kaya akan bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, Staphylococcus anaerob. 

Dijumpai pula:  Streptococcus pneumoniae  Streptococcus pyogenes  Streptococcus viridans  Enterococcus  Neisseria berpigmen  Veillonella sp  Corynebacterium anaerob  Actinomyces  Escherichia coli  Klebsiella-Enterobacter group  Haemophilus  Bacteroides  Fusobacterium  Vibrio sputorum  beberapa Spirochaeta (Treponema denticum dan Borrelia refringens).   

Bakteri yg dominan di saluran nafas, terutama di faring adalah Streptococcus nonhemolitik dan alfahemolitik serta Neisseria. Jg terdapat Staphylococcus epidermidis, Diphteroid, Haemophilus, Pneumococcus, Mycoplasma, dan Bacteroides. Pemusnahan flora normal faring dg penisillin dosis tinggi dpt menyebabkan overgrowth: bakteri Gram negatif spt Escherichia coli, Klebsiella, Proteus, Pseudomonas atau jamur.

To help protect your privacy, PowerPoint prevented this external picture from being automatically downloaded. To download and display this picture, click Options in the Message Bar, and then click Enable external content.

Traktus digestivus 
  

Dominan usus besar. Esofagus dan lambung steril atau minimal berupa Prevotella, Veillonella, Streptococcus, dan Helicobacter. Hati, empedu, peritonium steril. Duodenum, jejenum, ileum Streptococcus, Lactobacilus, Enterococcus, dan yeast dlm jml kecil. 

Mikroorganisme yg terdapat di kolon: 
      

Bacteroides Bifidobacteria Eubacteria Lactobacilus bakteri coliform Streptococcus Clostridium bbrp jenis yeast.  

Bacteroides dan Bifidobacteria > 90% flora feses bakteri anaerob obligat. Bakteri lain yg ditemukan Enterococcus, bakteri coliform dan Staphylococcus.    

Pd neonatus, flora normal usus terbentuk dlm 24 jam stl lahir. Pd bayi yg disusui ASI Lactobacilus bifidus. Pd bayi yg minum susu formula Lactobacilus acidophilus. Flora normal sal. pencernaan berperan dlm:  sintesis vitamin  konversi pigmen empedu dan asam empedu  absorbsi zat makanan  antagonis mikroba patogen

To help protect your privacy, PowerPoint prevented this external picture from being automatically downloaded. To download and display this picture, click Options in the Message Bar, and then click Enable external content.

Traktus Genito-urinarius   

Mikroorganisme dpt ditemukan di genitalia eksterna, uretra anterior dan vagina, bagian dlm umumnya tdk terdpt mikroorganisme yg menetap. Di orifisium uretra wanita dan pria yg tdk disirkumsisi sering dijumpai Mycobacterium smegmatis. Dijumpai pula difteroid, Streptococcus nonhemolitik dan Staphylococcus epidermidis.  

Khusus pd wanita tdpt bakteria Doderlein Lactobacillus anaerob. Flora normal yg menetap selama masa dewasa:  Difteroid  Lactobacillus  Micrococcus  Staphylococcus epidermidis  Streptococcus faecalis  Streptococcus mikroaerofilik dan anaerob  Ureaplasma  yeast

Kulit, hidung, telinga 

Bakteri yg paling sering ditemukan di kulit adl: 
  

 

Staphylococcus epidermidis Micrococcus Streptococcus alpha dan nonhemolyticus difteroid aerob dan anaerob Sarcinae

Staphylococcus aureus hanya menetap di hidung dan mungkin di perinium.   

Flora liang telinga luar gambaran flora kulit. Dapat dijumpai:  Streptococcus pneumoniae  batang Gram negatif termasuk Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus Telinga bagian tengah dan dlm steril.

Darah dan jaringan  

Pd keadaaan normal darah dan jaringan adalah steril. Mikroorganisme yg masuk ke dlm darah dan jaringan dlm keadaan normal segera akan dimusnahkan oleh sistem kekebalan tubuh.

RESISTENSI MIKROORGANISME 

Problem resistensi kuman thd AB kasus multipel resisten pd strain bakteri: 
  

Streptococcus pneumoniae Mycobacterium tuberculosis Staphylococcus aureus Streptococcus faecalis 

Bakteri patogen yg resisten thd AB sangat sulit dieliminasi selama proses infeksi infeksi oleh bbrp strain bakteri dpt berakibat letal. 

Mekanisme yg menyebabkan suatu populasi kuman mjd resisten thd antibiotik, sbb:
1.

2.

3.

4.

5.

bakteri memproduksi enzim yg merusak daya kerja obat. tjd perubahan permeabilitas bakteri thd obat tertentu. tjd perubahan pd tempat atau lokus tertentu di dlm sel sekelompok bakteri. tjd perubahan pd metabolic pathway yg mjd target obat. tjd perubahan enzimatik shg kuman meskipun masih dpt hidup dg baik tapi kurang sensitif thd AB. 

Sebab2 tjdnya resistensi thd obat: 

sebab non genetik
AB bekerja baik pd masa aktif pembelahan kuman. Kuman yg tdk berada pd fase pembelahan aktif relatif resisten thd obat. 

Sebab genetik
Bisa tjd scr kromosomal maupun ekstra kromosomal. Perubahan genetik ditransfer melalui mekanisme sbb:
± ± ± ± transduksi transformasi konjugasi transposisi

Resistensi silang   

Kuman yg resisten thd satu obat tertentu dpt pula resisten thd obat lain yg mpy mekanisme kerja yg mirip. Tjd pd obat2an yg komposisi kimianya hampir sama, misalnya:  polimiksin B dg kolistin  eritromisin dg oleandomisin  neomisin dg kanamisin Kadang tjd pula resistensi silang pd dua obat yg berlainan struktur kimianya. Misalnya: eritromisin dg linkomisin.

Implikasi klinis dari resistensi   

Timbulnya resistensi bahkan multiresisten thd berbagai jenis AB problem dlm pengobatan penyakit infeksi. Di RS digunakan AB dosis tinggi dan dlm intensitas yg besar munculnya ´kuman RS´ yg amat resisten. Dokter hrs lebih hati2 menggunakan AB.

INFEKSI NOSOKOMIAL 
  

Infeksi nosokomial infeksi yg tjd di RS. Dpt tjd pd penderita, tenaga kesehatan dan pengunjung RS. Manifestasi penyakit dpt tjd di RS, tp dpt jg di luar RS apabila inkubasi lebih lama dari masa tinggal di RS. Penyakit infeksi yg sedang dlm masa inkubasi waktu penderita masuk RS bukan infeksi nosokomial. 

Sumber kuman infeksi nosokomial:  



endogen atau autogen berasal dari penderita sendiri yg dibawa dari luar RS atau didapat di RS Eksogen berasal dari luar penderita.

Tjdnya infeksi nosokomial disebabkan krn bbrp faktor, yaitu:
1. 2. 3. 4. 5.

agen penyakit reservoir / sumber lingkungan penularan hospes

Agen penyakit:  

Macam2 agen penyakit dpt berupa:  Kuman  Virus  Jamur  Parasit Macam2 agen penyakit ini ditentukan oleh:  Patogenitasnya  Virulensinya  Daya invasinya  Dosis infeksinya

Reservoir:  

Apabila resevoirnya manusia berasal dari traktus respiratorius, traktus digestivus, traktus urogenital, kulit atau darah. Kuman jg terdapat di udara pd debu spt Salmonella, pd droplet spt Mycobacterium atau pd kulit yg lepas.

Lingkungan: 

Keadaan udara sangat mempengaruhi, spt: 
  

kelembaban udara suhu pergerakan udara tekanan udara.

Penularan: 
 

Penularan adalah perjalanan kuman patogen dari reservoir ke hospes. Ada 4 jalan yg dpt ditempuh:  kontak langsung (misal dari perawat)  alat (misal endoskop)  udara  vektor (misal lalat) Dpt tjd sendiri2 atau lebih dari satu jalan, misalnya:  tuberculosis paru melalui udara  morbili melalui udara dan kontak  Salmonella melalui udara, kontak dan alat.

Hospes: 

Tergantung port d¶entree: 
  

Kulit: Leptospira atau Staphylococcus. Traktus digestivus: Escherichia coli, Shigella, Salmonella. Traktus respiratorius bagian atas: Streptococcus pneumoniae, Haemophilus. Traktus urinarius: Klebsiella pneumoniae. 

Pd hospes tergantung jg pd imunitas.  

Pencegahan infeksi nosokomial cuci tangan dan memakai masker saat operasi dan dlm merawat pasien dari satu pasien ke pasien yg lainnya. Infeksi nosokomial yg tdk dpt dicegah faktor hospes yg berubah atau menurun daya imunitasnya krn penyakitnya atau krn pengobatan.

TUGAS  



MEMBUAT MAKALAH TENTANG PERANAN BAKTERI. TUGAS INDIVIDU DIKUMPULKAN PALING LAMBAT 24 JULI 2009

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->