P. 1
DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI

DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI

|Views: 580|Likes:
Dipublikasikan oleh La Ode Rinaldi
Blok 6
Mikrobiologi
by dr. Merry Tyas A
Blok 6
Mikrobiologi
by dr. Merry Tyas A

More info:

Published by: La Ode Rinaldi on Nov 11, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

MICROBIOLOGY

Berkenalan dg Mikrobiologi   

Mikrobiologi adalah telaah mengenai organisme hidup yg berukuran mikroskopis. Makhluk ini, disebut jasad renik atau mikroorganisme. Mikrobiologi meliputi berbagai disiplin ilmu spt bakteriologi, imunologi, virologi, mikologi dan parasitologi berkembang pesat shg mjd disiplin ilmu yg berdiri sendiri2.  

Dlm mikrobiologi kedokteran, dipelajari mikroorganisme yg ada kaitannya dg penyakit (infeksi) dicari jalan bagaimana cara pencegahan, penanggulangan serta pemberantasannya. Ilmu ini terus berkembang karena mikroorganisme mampu menyesuaikan diri thd lingkungannya yg baru mjd tantangan bagi dunia kedokteran.  

Contoh : dg ditemukannya AB tdk berarti kuman2 tsb telah terkalahkan, krn kenyataannya mereka tetap mampu menimbulkan infeksi. Selalu ditemukan jenis2 kuman baru, dg sifat2 yg baru dari kuman dan jenis infeksi yg susah disembuhkan bukti bahwa kuman2 mampu mengadaptasikan diri thd lingkungan yg baru.   

Penyakit infeksi sdh dikenal sejak jaman dulu. Orang2 purba menganggap bahwa penyakit infeksi mrpk kutukan para dewa atas dosa2 manusia utk penyembuhan penyakit tsb dilakukan pengorbanan2. Kmd, Hipokrates menganggap bahwa penyebab infeksi t.d 2 faktor, yaitu intrinsik dan ekstrinsik.

Sejarah Mikrobiologi  

Robert Hooke (1664) melalui 2 lensa sederhana, mampu melihat ruang2 yg ia sebut sbg sel mengarah pd munculnya teori sel yg menyatakan bahwa seluruh makhluk hidup tersusun atas sel-sel. Namun, tdk adanya metode pewarnaan Hooke tdk dpt melihat mikroorganisme dg jelas.  

Ilmuwan Belanda Antonie van Leeuwenhoek yg pertama kali mengamati benda hidup dg menggunakan mikroskop lensa tunggal yg menyerupai kaca pembesar mikroskop. Makhluk2 kecil inilah yg sekarang kita kenal sbg kuman2.  

Hingga pertengahan abad ke19 banyak ilmuwan dan filsuf percaya makhluk hidup muncul secara spontan dari benda tak hidup. Teori ini dikenal sbg teori generatio spontanea yg menyakini bahwa makhluk hidup dpt timbul dari benda2 mati.  

Teori ini dipercaya sampai th 1668 saat seorang ilmuwan Italia bernama Francesco Redi mendemonstrasikan penemuannya yg menunjukkan bahwa belatung bukan berasal dari daging yg busuk. Th 1858 ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow mengemukakan teori biogenesis menyatakan bahwa semua sel hidup hanya dpt timbul dari sel hidup yg ada sebelumnya.

Percobaan Redi  

Redi melakukan percobaan dg menggunakan 3 tabung berisi daging busuk yg ditutup kain tipis berlubang halus yg memungkinkan masuknya udara segar ke dlm tabung dan mencegah masuknya lalat serta 3 tabung terbuka yg jg berisi daging busuk. Hasil percobaan Redi menunjukkan adanya belatung diatas daging busuk pd tabung yg tdk tertutup, sedang pd tabung yg tertutup tdk ditemukan adanya belatung.  

Th 1861 ilmuwan Perancis, Louis Pasteur melakukan percobaan yg mendukung teori biogenesis. Pasteur mendemostrasikan bahwa mikroorganisme terdpt di udara dan dpt mengontaminasi larutan steril, namun udara itu sendiri tdk dpt menciptakan mikroorganisme.

Percobaan Pasteur  

Pasteur mengisi bbrp botol berleher pendek dg kaldu sapi dan mendidihkannya. Bbrp botol dibiarkan terbuka dan kaldu dibiarkan mendingin. Bbrp botol yg lain segera ditutup setelah kaldu mendidih. Setelah bbrp hari, pd botol yg terbuka ditemukan banyak kontaminan mikroorganisme, sedangkan pd botol yg tertutup, tdk ditemukan kontaminan mikroorganisme.  

Dari hasil ini, Pasteur berpendapat bahwa mikroorganisme di udara mrpkn agen yg bertanggung jawab atas terjadinya kontaminasi pd kaldu. Selanjutnya Pasteur meletakkan kaldu pd botol berleher panjang yg dibengkokkan menyerupai huruf S yg bagian tengahnya berbentuk huruf U yg terisi cairan dg ujung yg terbuka, shg udara luar tdk dpt terhubung dg kaldu yg ada dlm botol. 

 

Kaldu didihkan dan didinginkan. Pd pengamatan selama bbrp minggu, tdk ditemukan adanya kontaminasi mikroorganisme pd kaldu (tetap jernih). Desain botol yg unik pd percobaan Pasteur memungkinkan udara masuk ke dlm botol, namun leher botol yg melengkung dan terisi cairan mikroorganisme diudara yg dpt mengontaminasi kaldu terperangkap.   

Apabila cairan dlm leher U tadi dibuang kaldu mjd keruh. Kesimpulan : kekeruhan kaldu tsb akibat pertumbuhan mikroba yg terdapat di dlm udara. Mikroba2 dlm udara inilah yg mjd penyebab pembusukan sampah, makanan dan minuman.    

Pasteur kehidupan mikroorganisme dpt dimusnahkan dg pemanasan. Metode pemanasan tsb dpt dirancang untuk mengeblok akses mikroorganisme di udara thd lingkungan yg mengandung nutrisi. Penemuan ini mrpkn dasar dari teknik aseptik teknik pencegahan kontaminasi mikroorganisme yg tdk dikehendaki. Saat ini mjd standar kerja di laboratorium serta standar bagi tindakan medis.  

Kebenaran teori Pasteur ini jg dibuktikan oleh Lister, seorang ahli bedah yg telah melakukan tindakan2 aseptik pd waktu pembedahan dg menggunakan disinfektan yg dpt mematikan mikroba2 yg terdapat dlm udara. Dg tindakannya ini, angka kematian krn infeksi sesudah operasi sangat menurun.

FERMENTASI DAN PASTEURISASI  

Pasteur mikroorganisme yg disebut dg yeast (khamir) dpt mengubah gula mjd alkohol dlm kondisi anaerob. Proses ini disebut dg fermentasi dan digunakan dlm pembuatan bir dan anggur. Pengasaman dan pembusukan bir dan anggur disebabkan adanya kontaminasi bakteri. Dg adanya oksigen, bakteri dpt mengubah alkohol pd minuman mjd asam asetat.  

Pemecahan utk mengatasi masalah pembusukan pd bir dan anggur dg memanaskan bir dan anggur hingga bakteri pembusuk mati. Proses ini dikenal sbg pasteurisasi, yg saat ini umum digunakan utk membunuh bakteri pembusuk dan bakteri yg potensial berbahaya pd susu serta bbrp minuman beralkohol.

TEORI BIBIT PENYAKIT   

Seorang dokter Inggris, Joseph Lister konsep baru ttg penyakit dan infeksi, yaitu berasal dari mikroorganisme. Lister orang pertama yg melakukan langkah pencegahan infeksi sesudah operasi pembedahan dg menggunakan teknik aseptik. Lister menggunakan larutan fenol encer utk menutup luka ataupun sbg aerosol selama prosedur operasi pembedahan.  

Th 1876 seorang dokter Jerman Robert Koch memulai pendekatan ilmiah thd bidang mikrobiologi kedokteran penelitian thd kuman2 antraks yg menyerang ternak. Pd th 1884 Koch membuat aturan yg dikenal sbg postulat Koch, yg menetapkan hubungan sebab akibat antara mikroorganisme dan penyakit.   

Koch menemukan bakteri berbentuk batang Bacillus anthracis dlm darah sapi yg mati krn penyakit antraks. Koch menumbuhkan bakteri tsb pd media bernutrisi dan menyuntikkan kultur bakteri tsb pd sapi yg sehat. Ketika sapi ini kmd mjd sakit dan mati, Koch mengisolasi bakteri dari darah sapi tsb dan membandingkannya dg kultur bakteri yg lebih dulu disolasi.   

Koch menemukan bahwa kedua kultur bakteri tsb berisi bakteri yg sama. Berdasarkan penemuan ini, Koch memformulasikan kriteria mengenai kuman2 yg dikenal dg Postulat Koch. Penemuan Koch melalui Postulat Koch membuktikan bahwa bakteri adalah penyebab penyakit.

Postulat Koch
1.

2.

3.

4.

Agen penyebab penyakit terdapat pd hewan yg sakit dan tidak terdapat pd hewan yg sehat; Agen penyebab penyakit dpt diisolasi dan ditumbuhkan dlm suatu kultur murni; Agen penyebab penyakit akan menimbulkan penyakit yg sama saat diinokulasikan pd hewan yg sehat; dan Agen penyebab penyakit dpt diisolasi kembali.   

Melihat kenyataan bahwa seseorg yg sembuh dari suatu penyakit tdk mudah utk mendapatkan penyakit yg sama utk kedua kalinya mendorong para peneliti utk melakukan penelitian ttg kekebalan. Edward Jenner konsep ttg vaksinasi smallpox dg menggunakan cowpox. Pasteur membuat vaksin thd penyakit chiken cholera, anthrax dan rabies.    

Selain bidang kekebalan, jg telah dilakukan percobaan2 dg bhn kimia utk mengobati infeksi kemoterapi. Alexander Fleming (1929) menemukan penisilin. Domagk (1935) prontosil (sulfanilamida) sgt bermanfaat thd infeksi oleh Streptokokus. Florey & Chain (1940) mempergunakan penisilin dlm pengobatan.  

Ternyata kemoterapi ini, selain bermanfaat jg menimbulkan persoalan2 baru. Misalnya:
kuman yg semula peka thd suatu AB berubah mjd resisten timbulnya reaksi2 alergi gangguan2 pd normal ecologic flora pd tubuh manusia.

MIKROORGANISME BAGI KEHIDUPAN MANUSIA  

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme hidup yg berukuran sangat kecil dan hanya dpt diamati dg menggunakan mikroskop. Mikroorganisme:
Uniseluler Multiseluler 

Walaupun organisme uniseluler hanya tersusun atas satu sel menunjukkan semua karakteristik organisme hidup yaitu:
bermetabolisme bereproduksi berdiferensiasi melakukan komunikasi melakukan pergerakan berevolusi  

Mikroorganisme tdpt dimana2. Interaksinya dg sesama mikroorganisme ataupun dg organisme lain dpt berlangsung dg cara aman dan menguntungkan maupun merugikan. Mayoritas mikroorganisme justru memberikan kontribusi bagi keseimbangan ekosistem lingkungan hidup, khususnya bagi kesejahteraan umat manusia.   

Bbrp mikroorganisme diasosiasikan dg penyakit2 infeksi ataupun pembusukan makanan patogen. Mikroorganisme alami dlm tubuh kita disebut mikroorganisme normal atau flora normal. Meskipun flora normal ini tidak patogen, namun dlm keadaan tertentu dpt bersifat patogen dan menimbulkan penyakit infeksi.

Tinjauan dunia mikroba 


T.d berbagai kelompok jasad renik 2 kategori utama:
Prokariota* Eukariota**

uniselular. 

Mikroorganisme :
Bakteri* Archaea* Fungi** Protozoa** alga mikroskopis** Virus*

Sel sbg satuan struktur dasar kehidupan   

Sel mrpk satuan struktural yg fundamental dan fungsional bagi kehidupan. Bagi mikroorganisme uniselular sel itu bukan saja mrpk satuan struktural, tetapi adalah organisme itu sendiri. Organisme multiselular sel2 yg tersusun mjd satuan2 yg terpadu ke dlm sistem yg membentuk organisme hidup.

SEL PROKARIOT DAN EUKARIOT 
  

Sel t.d 2 tipe, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Kedua tipe sel tsb scr kimiawi serupa, yaitu sama2 memiliki as.nukleat, protein, lipid, dan KH. Kedua tipe sel tsb jg menggunakan reaksi kimia yg sama utk metabolisme makanan, membentuk protein, dan menyimpan energi. Yg membedakan struktur dinding sel, membran sel, serta tdk adanya organela, yaitu struktur sel yg terspesialisasi yg memiliki fungsi2 yg spesifik.

Sel Prokariotik   

Sitoplasma bersifat diffuse dan granular adanya ribosom yg melayang di sitoplasma sel. Membran plasma yg berbentuk 2 lapis fosfolipid, memisahkan bagian interior sel dari lingkungan sekelilingnya dan berperan sbg filter dan lalu lintas komunikasi sel. Tdk memiliki organel yg dikelilingi membran.   

Dinding sel, dimiliki oleh sebagian besar prokariotik kecuali Mycoplasma (kel.bakteri) dan Thermoplasma (kel.archaea). Dinding sel bakteri t.a peptidoglikan yg berperan sbg barrier tambahan dari pengaruh eksternal. Dinding sel jg berfungsi utk mencegah pecahnya sel akibat tekanan osmotik pd lingkungan yg bersifat hipotonik.   

Kromosom umumnya sirkular (kecuali pd bakteri Borrelia burgdorferi). Sel prokariotik tdk mpy inti sejati krn DNA tdk terselubung oleh membran, shg DNA terkondensasi dlm nukleoid. DNA prokariotik jg tdk terikat pd protein histon yg mrpk protein kromosomal khusus.    

Dpt membawa elemen DNA ekstrakromosom yg disebut plasmid, umumnya sirkular. Plasmid umumnya membawa fungsi tambahan, misalnya resistensi antibiotik. Beberapa prokariot memiliki flagela yg berfungsi sbg alat gerak. Umumnya memperbanyak diri dg cara pembelahan biner.

Sel Eukariotik   

Sitoplasma tdk bergranular ribosom terikat pd RE. Memiliki sejumlah organel yg dikelilingi oleh membran, termasuk mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, dan kadang tdp pula kloroplas. Dinding sel, umumnya secara kimiawi sangat sederhana.   



DNA eukariot terikat oleh protein kromosomal (histon dan nonhiston). Struktur DNA bersama protein kromosomal disebut kromosom. Seluruh DNA kromosom tersimpan dlm inti sel. Sel eukariotik bergerak dg silia atau flagela yg secara struktural lebih kompleks dibandingkan silia atau flagela pd sel prokariotik.

CIRI
Tipe inti DNA Sintesis RNA/protein Struktur sitoplasmik Pergerakan sel Mitokondria kloroplas organisasi

SEL PROKARIOTIK
Daerah nukleoid; tanpa inti sejati Umumnya sirkular Keduanya berlangsung di sitoplasma sederhana

SEL EUKARIOTIK
Inti sejati dg membran ganda Linear (kromosom) dengan protein histon Sintesis RNA Sintesis protein inti. sitoplasma.

terstruktur dg adanya membran intraseluler & sitoskeleton

Flagela yg tersusun atas protein flagelin Tidak ada Tidak ada Umumnya satu sel

Flagela dan silia yg tersusun atas protein tubulin 1 smp bbrp lusin (bbrp tdk memiliki mitokondria) Pd alga dan tanaman Sel2 tunggal, koloni, organisme tingkat tinggi dg sel terspesialisasi

Pembelahan sel

Pembelahan biner

Mitosis dan sitokinesis

BAKTERI  

Bakteri organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tdk mpy klorofil dan berukuran renik (mikroskopis). Organisme yg paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yg lain.   

Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yg hidup di darat hingga lautan dan pd tempat2 yg ekstrim. Studi mengenai bakteri mulai berkembang stlh ditemukan mikroskop oleh Anthonie van Leeuwenhoek (1683). Bakteri ada yg menguntungkan tetapi ada pula yg merugikan.

Ciri-ciri bakteri
1. 2. 3. 4.

5. 6. 7.

8.

Organisme multiselluler Prokariot (tdk mpy membran inti sel) Umumnya tdk mpy klorofil Mpy ukuran tubuh yg bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron (rata-rata 1 s/d 5 mikron). Mpy bentuk tubuh yg beraneka ragam Hidup bebas atau parasit Yg hidup di lingk.ekstrim dinding selnya tdk mengandung peptidoglikan Yg hidupnya kosmopolit dinding selnya mengandung peptidoglikan 

Bakteri dibedakan mjd 2 subkingdom yaitu:
Archaebacteria Eubacteria 

Perbedaan utama antara keduanya adalah:
Komposisi RNA-nya Komposisi ribosomnya Komposisi kimia penyusun dinding sel Lemak pd membran selnya

ARCHAEBACTERIA (Bakteri Purba) 

Ciri-cirinya: a. Prokariotik tdk mpy membran inti b. Dinding sel tdk terbuat dari peptidoglikan c. Bersifat anaerob, menghasilkan ATP d. Habitat di tempat yg ekstrim e. Sukar dibiakkan di laboratorium

EUBACTERIA (Bakteri Sejati) 


Eubacteria bakteri sesungguhnya. Eubacteria terbagi dlm 3 divisi yaitu: 
 

Graciliates : bakteri Gram negatif Firmicutes : bakteri Gram positif Tenecutes : bakteri tanpa dinding sel 

Eubacteria meliputi seluruh anggota bakteri dan ganggang biru-hijau (Cyanobacteria).

KLASIFIKASI DAN TAKSONOMI KUMAN   

Klasifikasi dan determinasi kuman Bergey¶s Manual of Determinative Bacteriology (ed. 8, 1974) sifat2 kuman scr terperinci. Dlm Bergey¶s Eubacteria dan Archaebacteria dimasukkan ke dlm golongan prokariota. Klasifikasinya adalah sbb:
Kingdom : Procaryotae Divisio l : Cyanobacteria Divisio II : Bacteria 

Bacteria dibagi dlm 3 klas dan pembagian selanjutnya adalah:
Ordo yang berakhiran -ales Familia yang berakhiran ±aceae Tribus yang berakhiran ±eiae Genus Spesies 

Contoh :
Ordo Familia Genus Spesies : Actinomycetales : Mycobacteriaceae : Mycobacterium : Mycobacterium tuberculosis

Nomenklatur ( pemberian nama)   

Kuman menggunakan tata nama binomial oleh Linnaeus (1753). Nama kuman selalu t.d nama genus dan epitheton specificum. Nama genus dimulai dg huruf besar dan epitheton specificum ditulis dg huruf kecil. Misalnya: Staphylococcus aureus.  

Nama kuman dpt berasal dari kata baru yg disesuaikan dlm bahasa latin atau nama peneliti yg dilatinkan. Contoh :
Bacillus : batang Clostridium : spindle, pintalan yg halus Micrococcus : butir kecil Erwinia : dari nama Erwin Pasteurella : dari nama Pasteur Salmonella : dari nama Salmon Salmonella typhi : typhi mrpk penyebab tifoid Brucella : dari nama Bruce Clostridium welchii : ditemukan oleh Welch Hemophilus influenzae : pertama kali diasingkan dari penderita influenza dan disangka sbg penyebab influenza. 

Nama2 diatas adalah nama ilmiah, sedangkan sehari2 yg lebih banyak dipakai adalah :
gonococcus-go sifilis Hansen Koch, tbc pneumococcus : Neisseria gonorrhoeae : Treponema pallidum : Mycobacterium leprae : Mycobacterium tuberculosis : Streptococcus pneumoniae   

Spesies suatu jenis mikroorganisme yg tertentu. Strain biakan murni kuman tersusun dari klpk kuman yg merupakan keturunan kuman dari satu Oxford, mrpkn kuman standar utk macam2 keperluan di lab. Spesies bakteri mengandung strain-strain mikroorganisme yg sifat2nya scr garis besar sama tp memiliki perbedaan. 

Spesies bakteri ditentukan oleh :
1.

2.

3.

4. 5.

Sifat2 struktural yg t.d bentuk, besar, cara pergerakan, reaksi thd pewarnaan Gram serta pertumbuhan mikroskopik (sifat2 koloni). Sifat2 biokimia dan kebutuhan akan nutrisi produk2 akhir metabolisme, susunan biokimiawi komponen sel dan metabolit2nya. Sifat2 fisiologisnya thd oksigen, temperatur, pH dan respon thd zat2 antibakteri. Sifat ekologi Komposisi basa DNA, homologi dan sifat2 genetik.

Klasfikasi bakteri 

Berdasarkan cara mendapatkan makanan, dibedakan mjd 2 golongan yaitu:
Bakteri Heterotrof mendapatkan makanan dari organisme lain. Bakteri heterotrof dibedakan mjd 2 macam:  

Bakteri saprofit : hidupnya dari sisa2 organisme mati atau sampah, contoh: E. coli, Methanobacterium ruminatum, Clostridium sporagens, Thiobacillus denitrificans, Desulfovirio desulficans. Bakteri parasit, hidupnya tergantung pd makhluk hidup lain, umumnya bersifat patogen.

Bakteri Autotrof mampu membuat makanan sendiri, bakteri ini dibedakan mjd: 

Bakteri fotoautotrof contoh:
bakteri ungu bakteri hijau 

Bakteri kemoautotrof contoh:
bakteri S bakteri nitrat bakteri nitrit 

Berdasarkan cara mendapatkan oksigen, dibedakan mjd 2 golongan yaitu:
Bakteri aerob hidupnya. Contoh: 


memerlukan oksigen utk

bakteri nitrit (Nitrosomonas, Nitrococcus) bakteri nitrat (Nitrobacter)

Bakteri anaerob hidupnya. Contoh: 


tdk memerlukan oksigen utk

Clostridium tetani Clostridium desulfuricans

Struktur Sel Bakteri 

Struktur sel bakteri terbagi mjd 2 yaitu: Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi: kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas, endospora.

Struktur eksternal sel bakteri
Kapsul  Lapisan lendir  Flagela  Fimbria  Pili  Dinding sel 

Struktur internal sel bakteri 
 

Sitoplasma Membran plasma Nukleoid (daerah inti) yg mengandung:
kromosom bakteri ribosom badan inklusi (organel penyimpan nutrisi) endospora

Dinding sel   

Fungsi melindungi sel dari tekanan turgor yg disebabkan tingginya konsentrasi protein dan molekul lainnya dlm tubuh sel dibandingkan dg lingkungan di luarnya. Dinding sel bakteri mengandung peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida yg terletak di luar membran sitoplasmik. Peptidoglikan berperan dlm kekerasan dan memberikan bentuk sel. 

Berdasarkan perbedaan struktur dinding sel bakteri digolongkan mjd 2 klpk yaitu:
Gram positif Gram negatif  

Bakteri Gram positif mpy dinding sel yg t.a lap.peptidoglikan yg tebal dan asam teichoic. Bakteri Gram negatif mpy lapisan luar, lipopolisakarida ± t.a membran dan lapisan peptidoglikan yg tipis terletak pd periplasma.

Sitoplasma  

Mrpk substansi yg menempati ruangan sel bagian dalam. Di dlm sitoplasma tdpt berbagai enzim, air (80%), protein, KH, asam nukleat dan lipid yg membentuk sistem koloid yg secara optik homogen.

Membran sel  



Membran yg menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. Bersifat selektif permeabel. Berfungsi mengatur masuknya zat makanan dan keluarnya sisa metabolisme, jg berperan dlm pembelahan sel.

Ribosom 
  

Organel yg tersebar dlm sitoplasma Tersusun atas protein dan RNA Sbg tempat sintesis protein. Semua prokaryota memiliki 70S (di mana S = satuan Svedberg) ribosom sedangkan eukaryota memiliki 80S ribosom pd sitosol.

Kromosom
Kromosom bakteri tdk dikelilingi membranbound nucleus melainkan ada di dlm sitoplasma sel bakteri. Translasi, transkripsi dan replikasi DNA semuanya tjd di tempat yg sama dan dpt berinteraksi dg struktur sitoplasma lainnya, salah satunya adalah ribosom.  

Plasmid 
 

Kebanyakan bakteri memiliki plasmid. Plasmid dpt dg mudah didapat oleh bakteri. Tp bakteri jg mudah utk menghilangkannya. Plasmid dpt diberikan kpd bakteri lainnya dlm bentuk transfer gen horizontal.

Kapsul atau lapisan lendir 
   

Lapisan di luar dinding sel pd jenis bakteri tertentu. Berfungsi melindungi bakteri dari suhu atau kondisi lingkungan yg ekstrim. Membantu pelekatan bakteri pd suatu permukaan. Pd bbrp spesies kapsul berperan pd virulensi. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir 

Contoh bakteri yg memproduksi kapsul:
Streptococcus pneumoniae Klebsiella sp. Bacillus anthracis Bacillus subtilis 

Contoh bakteri yg memproduksi lendir:
Streptococcus mutans Streptococcus salivarius

Flagela 

Struktur kompleks yg tersusun atas:
bermacam2 protein termasuk flagelin membuat flagela berbentuk spt cambuk protein kompleks memanjangkan dinding sel dan membran sel utk membentuk motor yg menyebabkan flagela berotasi. 

Flagela memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yg menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yg merugikan bagi kehidupannya.   

Hampir semua bakteri yg berbentuk lengkung dan sebagian yg berbentuk batang mpy flagel. Sedangkan bakteri kokus jarang sekali mpy flagel. Ukuran flagel bakteri sangat kecil, tebalnya 0,02 ± 0,1 mikro, dan panjangnya melebihi panjang sel bakteri.

Flagela 
   

Atrik tdk mpy flagel. Monotrik mpy satu flagel pd salah satu ujungnya. Lofotrik mpy sejumlah flagel pd salah satu ujungnya. Amfitrik mpy sejumlah flagel pd kedua ujungnya. Peritrik mpy flagel pd seluruh permukaan tubuhnya.

Pilus dan fimbria   

Struktur berbentuk spt rambut halus yg menonjol dari dinding sel. Pilus mirip dg flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pd bakteri gram negatif. Pili jg berperan dlm konjugasi bakteri (disebut seks pili).  

Fimbria umumnya pendek dan terdapat banyak di seluruh permukaan sel bakteri. Struktur pili mirip dg fimbria dan ada di permukaan sel bakteri namun tidak banyak.

Klorosom  

Struktur yg berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pd bakteri yg melakukan fotosintesis.

Vakuola gas  

Vakuola gas terdapat pd bakteri yg hidup di air dan berfotosintesis. Dg mengatur jumlah gas dlm vakuola gasnya, bakteri dpt meningkatkan atau mengurangi kepadatan sel mereka secara keseluruhan dan bergerak ke atas atau bawah dlm air.

Endospora   

Bentuk istirahat (laten) dari bbrp jenis bakteri Gram positif dan terbentuk di dlm sel bakteri jika kondisi tdk menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yg tebal t.a protein menyebabkan endospora tahan thd kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia.    

Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh mjd sel bakteri baru. Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma yg sedikit sekali mengandung air. Shg endospora lebih tahan thd keadaan lingkungan yg tdk menguntungkan dibandingkan dg bakteri aktif. Letak endospora di tengah2 sel bakteri atau pd salah satu ujungnya. 

Hanya ada 2 genus bakteri dg kemampuan membentuk endospora yg penting dlm dunia kesehatan yaitu:
Bacillus Clostridium

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->