Anda di halaman 1dari 2

Edisi No: 26/VI/VIII/1431 Edisi No: 26/VI/VIII/1431

kematian korban tewas perang Badar kemudian arakan pasukan besar sarat anarkisme dan alasan banyak diantara mereka tidak sempat Wallahu a’lam
menunda pembayaran tebusan kepada pihak angkara murka kini tengah merangsek menuju ambil bagian dalam perang Badar, kali ini mereka Sesampainya pasukan Islam disebuah
muslim untuk membebaskan tawanan Quraisy Madinah menyandang misi balas dendam dan tidak ingin ketinggalan untuk ’menanam saham’ tempat yang dikenal dengan Asy Syaikhan,
yang masih tersisa di Madinah. Mereka sibuk melampiaskan nafsu setan-setan jahat. pada puncak amalan tertinggi dalam Islam. Rasulullah r menyeleksi beberapa para sahabat
menggalang dana untuk menyongsong aksi Hamzah bin Abdul Mutthalib sangat mendukung yang masih sangat dini usia mereka diantaranya
balas dendam, mereka datang kepada para Sampainya kabar kepada Rasulullah r pendapat ini seraya berkata: ”Demi Dzat Yang Abdullah bin Umar bin Al Khathab, Usamah bin
pemilik kafilah dagang Quraisy yang merupakan Beliau menerima surat rahasia dari Al menurunkan Al Qur’an kepadamu, sungguh Zaid, Zaid bin Tsabit, Abu Said Al Khudry dan
pemicu utama terjadinya perang Badar, seraya Abbas bin Abdul Mutthalib paman beliau yang Aku tidak akan makan sampai Aku mencincang beberapa sahabat muda lainnya, tak urung
menyeru: ”Wahai orang-orang Quraisy! Sungguh masih bermukim di Makkah. Kala itu Rasulullah mereka dengan pedangku di luar Madinah” kesedihan pun tampak di wajah mereka dengan
Muhammad telah menganiaya gro.ykalian a.www
falassserta r//berada
:ptth di Quba, Ubay bin Ka’ab diminta untuk Dengan mempertimbangkan http://www.assalafy.org
berbagai terpaksa mereka harus kembali ke Madinah.
membunuh tokoh-tokoh kalian! Maka bantulah membaca surat tersebut dan merahasiakan usulan para sahabat akhirnya Rasulullah r
kami dengan harta kalian untuk membalasnya! isinya. Beliau bergegas menuju Madinah memutuskan untuk menjawab tantangan Orang-orang munafikin melakukan
Mudah-mudahan kami bisa menuntut balas mengadakan persiapan militer menyongsong Quraisy di medan terbuka luar kota Madinah. penggembosan
terhadap mereka.” kedatangan ’tamu tak diharapkan itu’. Dan meninggalkan selera Abdullah bin Ubay. Berdalih karena pendapatnya ditolak oleh
Rencana tersebut mendapat respon hangat Bak angin berhembus, berita pergerakan Hari itu Jum’at tanggal 6 Syawwal 3 H Rasulullah r, tokoh munafik Abdullah bin Ubay
dari masyarakat Quraisy, kontan dalam waktu pasukan kafir Quraisy menyebar keseluruh beliau memberi wasiat kepada para sahabat bin Salul melakukan aksi penggembosan dalam
yang sangat singkat terkumpul dana perang penjuru Madinah, tak ayal kondisi kota itu kontan agar bersemangat penuh kesungguhan dan tubuh pasukan Islam. Musuh Allah ini berhasil
yang cukup banyak berupa 1000 onta dan tegang mendadak, penduduk kota siaga satu, bahwasannya Allah akan memberi pertolongan memprovokasi hampir sepertiga jumlah total
50.000 keping mata uang emas. Sebagaimana setiap laki-laki tidak lepas dari senjatanya walau atas kesabaran mereka. Lalu mereka shalat pasukan, tidak kurang dari 300 orang kabur
yang Allah I lansir pada ayat ketigapuluh enam dalam kondisi shalat. Sampai-sampai mereka Ashar dan Beliau beranjak masuk kedalam meninggalkan front jihad fisabilillah. ’Manusia
dari surat Al-Anfal: bermalam di depan pintu rumah dalam keadaan rumah bersama Abu Bakar dan Umar bin Al bermuka dua’ ini memang sengaja melakukan
Sesungguhnya orang-orang kafir itu mereka merangkul senjata. Khathab, saat itu beliau mengenakan baju besi aksi penggembosan ditengah perjalanan
menginfakkan harta mereka untuk menghalangi dan mempersiapkan persenjataan. agar tercipta kerisauan di hati pasukan Islam
manusia dari jalan Allah… Majelis musyawarah militer Para sahabat menyesal dengan sikap sekaligus menyedot sebanyak mungkin
Hari demi hari tampak upaya mereka Rasulullah r mengumpulkan para mereka yang terkesan memaksa Rasulullah r kekuatan muslimin.
mendapat hasil signifikan. Betapa tidak, hanya sahabatnya sembari bersabda: ”Demi Allah untuk keluar dari Madinah, tatkala Rasulullah
dalam kurun waktu satu tahun saja mereka sungguh aku telah melihat pertanda baik, aku r keluar mereka berkata: ”Wahai Rasulullah, Strategi militer Rasulullah r dan tugas
mampu menghimpun pasukan tiga kali lipat lebih melihat seekor sapi yang disembelih, pedangku kami tidak bermaksud menyelisihi pendapatmu, pasukan
besar dibanding jumlah pasukan Quraisy pada tumpul, dan aku masukkan tanganku didalam putuskanlah sekehendakmu! Jika engkau lebih Rasulullah r sang ahli strategi militer
perang setahun lalu (perang Badar) ditambah baju besi, aku ta’wilkan sapi dengan gugurnya suka bertahan di Madinah maka lakukanlah!” mengatur barisan pasukan dan membagi
fasilitas persenjataan yang memadai terdiri sekelompok orang dari sahabatku, tumpulnya Beliau menjawab: ”Tidak pantas bagi seorang tugas serta misi mereka. Beliau menempatkan
dari 3000 onta, 200 kuda dan 700 baju besi, pedangku dengan gugurnya salah satu anggota nabi menanggalkan baju perang yang telah 50 pemanah di bukit Ainan bertugas sebagai
jumlah total pasukan tidak kurang dari 3000 keluargaku sementara baju besi dengan dipakainya sebelum Allah memberi keputusan sniper-sniper dibawah komando Abdullah bin
prajurit ditambah lima belas wanita bertugas Madinah”. antara dia dengan musuhnya.” Jubair bin Nu’man Al Anshary, Beliau memberi
mengobarkan semangat tempur dan menghalau Rasulullah r berpendapat agar tetap intruksi militer seraya bersabda:”Gempurlah
pasukan lari mundur kebelakang. bertahan di dalam kota Madinah dan meladeni Kondisi umum pasukan Islam mereka dengan panah-panah kalian! Jangan
Bertindak sebagai panglima tertinggi tantangan mereka di mulut-mulut lorong Rasulullah r membagi pasukan Islam tinggalkan posisi kalian dalam kondisi
pasukan Quraisy adalah Abu Sufyan bin Harb, kota Madinah. Pendapat ini disetujui oleh menjadi tiga batalyon: Batalyon Muhajirin apapun! Lindungi punggung-punggung kami
adapun pasukan berkuda dibawah komando gembong munafik Abdullah bin Ubay bin Salul, dibawah komando Mush’ab bin Umair, Batalyon dengan panah-panah kalian! Jangan bantu
Khalid bin Al Walid dan Ikrimah bin Abu Jahal, musuh Allah ini memilih pendapat ini bukan Aus dikomando oleh Usaid bin Hudhair dan kami sekalipun kami terbunuh! Dan jangan
sementara panji- panji perang dipegang para atas pertimbangan strategi militer melainkan Batalyon Khazraj dipimpin oleh Khabbab bin bergabung bersama kami sekalipun kami
ahli perang dari Kabilah Bani Abdud Dar, dan agar dirinya bisa dengan mudah kabur dari Al Mundzir . Jumlah total pasukan Islam hanya mendapat rampasan perang!. Dalam riwayat
barisan wanita dibawah koordinasi Hindun pertempuran tanpa mencolok pandangan 1000 orang, dengan perlengkapan fasilitas Bukhari: jangan tinggalkan posisi kalian
bintu ’Utbah istri Abu Sufyan. Terasa lengkap manusia. Adapun mayoritas para sahabat, serba minim berupa 100 baju besi dan 50 ekor sekalipun kalian melihat burung-burung telah
dan cukup memadai persiapan Quraisy mereka cenderung memilih menyambut kuda (dikisahkan dalam sebuah riwayat: tanpa menyambar kami sampai datang utusanku
dalam periode putaran perang kali ini, arak- tantangan Quraiys di luar Madinah dengan adanya kuda sama sekali) dalam perang ini. kepada kalian!

“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi r.” (HR. At-Tirmidzi)
Edisi No: 26 / VI /VIII / 1431
Sesampainya di Uhud kedua pasukan terlepas, Utsman tersungkur tak berdaya
saling mendekat, panglima kafir Quraisy Abu meregang nyawa. Berikutnya Abu Sa’ad bin Abi
Sufyan berupaya memecah persatuan pasukan Thalhah mengambil panji tersebut namun seiring
Islam, dia berkata kepada kaum Anshar: dengan itu anak panah Sa’ad bin Abi Waqash
”Biarkan urusan kami dengan anak-anak paman menembus kerongkongannya, tak pelak dia jatuh
kami (Rasulullah r dan kaum Muhajirin)! Maka terjerembab ketanah menjulurkan lidah menjadi
kami tidak akan mengusik kalian, kami tidak ada seonggok mayat. Musafi’ bin Abi Thalhah
kepentingan memerangi kalian!” memberanikan diri mengangkat kembali panji
Akan tetapi, upaya Abu Sufyan tidak menuai Quraisy namun ia tewas mendadak tersambar
hasil karena kokohnya keimanan kaum Anshar. runcingnya anak panah Ashim bin Tsabit bin http://www.assalafy.org
http://www.assalafy.org - www.buletin-alilmu.com Kajian Siroh
http://www.assalafy.org Kajian
Kajian Fiqh
Fiqh
Justru sebaliknya, mereka membalasnya dengan Abul Aflah. Berikutnya Kilab bin Thalhah bin Abi
ucapan yang amat pedas yang membuat panas Thalhah saudara kandung Musafi mengibarkan !
telinga orang yang mendengarnya. kembali panji itu namun ia segera roboh ketanah
mengakhiri hidupnya setelah pedang Zubair
Awal mula pertempuran bin Al Awwam menyambar badannya. Al Jallas Silaunya Kilatan Pedang
Thalhah bin Abi Thalhah Al Abdary bin Abi Thalhah segera menopang kembali
pengampu panji perang kafir Quraisy seorang menopang panji itu, namun sabetan pedang Sepetik Kisah dari Perang Uhud
yang dikenal sangat mahir dan pemberani Thalhah bin Ubaidillah segera memecat nyawa
maju menantang mubarazah (duel), secepat dari tubuhnya. Keenam pemberani tersebut Para pembaca, semoga Allah I senatiasa mereka pada perang Badar tahun kedua
kilat Zubair Ibnul Awwam menerkam dan berasal dari satu keluarga kabilah Bani Abdi Dar. mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua, Hijriyah, hati mereka tersayat pilu tak terkira.
membantingnya kemudian menggorok lehernya, Kemudian Arthah bin Syurahbil maju namun Ali salah satu potret realita yang terkandung Berita kalahnya pasukan Quraisy terasa begitu
Thalhah tak berdaya melepas nafas terakhirnya. bin Abi Thalib tak membiarkannya hidup lama dalam rahim sejarah Islam. Peristiwa cepat menyebar keseluruh penjuru kota Makkah,
Rasulullah r bertakbir dan bertakbirlah kaum menenteng panji dan langsung melibasnya, monumental yang tidak akan pernah terlupakan bak awan bergerak menutupi celah celah langit
muslimin. Bangkitlah Abu Syaibah Utsman bin realita spektakuler aneh tapi nyata, tidaklah dalam benak muslim sejati. Peristiwa yang yang kosong di musim penghujan. Berita duka
Abi Thalhah mengibarkan kembali panji tersebut, seorang dari musyrikin mengambil panji tersebut menggambarkan pertentangan dua sisi yang itu serasa gempa bumi menggoncang batok
dengan penuh kesombongan menantang duel, melainkan terenggut nyawanya hingga genap berlawanan. Pertarungan antara kebenaran kepala orang-orang musyrik. Namun sangat
secepat kilat pula Hamzah bin Abdul Mutthalib sepuluh orang menemui ajalnya disekitar panji melawan kebatilan. Manusia beradab melawan disayangkan, kekalahan telak kaum paganis
menghantam pundaknya dengan sabetan perang musyrikin. Setelah itu tak ada seorang manusia biadab. Manusia mulia melawan Quraisy pada perang itu tak mampu merubah
pedang yang sangat kuat hingga menembus pun dari mereka yang bernyali mengambil panji manusia tercela. Kaum muslimin yang cinta sikap bengis mereka terhadap kaum muslimin.
pusarnya tak ayal tangan dan pundaknya yang tergeletak di bumi Uhud. kedamaian berseteru dengan kaum kafir yang Dendam kesumat nan membara tertancap
suka kekacauan. Sebuah tragedi memilukan kokoh dalam hati mereka, tewasnya tokoh-tokoh
Wallähu TaÊälä AÊlamu bish Shawäb. hati yang terkandung pelajaran penting dan Quraisy berstrata sosial tinggi pada peristiwa
berharga bagi muslim sejati terhadap petuah nahas itu semakin menambah kental kebencian
KRITIK & SARAN; telp: 0331-3563322 sms: 085336036882 dan perintah (sunnah-sunnah) Rasulullah Quraisy terhadap kaum muslimin.
Mohon disimpan dengan baik, karena di dalamnya terdapat ayat Al-Qur`an dan hadits Nabi r r. Sebuah insiden berdarah kontak senjata
antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Persiapan pasukan Quraisy
INGIN BERLANGGANAN ATAU MENYEBARKAN AL ILMU ? Quraisy yang terjadi pada bulan Syawwal Tokoh-tokoh Quraisy seperti Ikrimah bin
HUBUNGI: 085 746 530 860 tahun ketiga Hijriyah, peristiwa tersebut dikenal Abu Jahal, Shafwan bin Umayah, dan Abu
Diterbitkan oleh: Ma’had As-Salafy Jember. dengan Perang Uhud. Berikut petikan ringkas Sufyan bin Harb –sebelum mereka masuk
Penasehat: Al-Ustadz Luqman Ba’abduh, Pemimpin Redaksi: Al-Ustadz Abu ‘Ammar Yasir, Pemimpin Usaha: Firman, Redaktur Ahli: Al-Ustadz kisahnya: Islam– bangkit sebagai pelopor-pelopor yang
Luqman Ba’abduh, Al-Ustadz Ruwaifi’, Lc., Al-Ustadz Hamzah, Al-Ustadz Yasir. Agen; Atambua (NTT): Isma’il 085253152405, Bali: Singaraja
Ahmad 081915712202, Denpasar Abu Luthfi 08123600660, Badung Abu Faa 08113803009, Banjarnegara: Abu Ammar 085227001054, Banyuwangi:
sangat getol mengobarkan api balas dendam
Bp.Sahroji 081803578860, Bondowoso: Slamet 0332-7750500, Bumiayu: Abu Azzam 085227076088, Cilacap: Abu Alya 085647650176, Genteng: Nas- Latar belakang pertempuran terhadap Islam dan pemeluknya. Para orator
rul 081358115225, Madura: Sampang A.Qomaruddin 081559546106, Pamekasan Abu Fawwaz 081934315651, Lamongan: Bp.Rudi 081330366550, Mendung kesedihan masih saja menyelimuti ulung bangsa Arab tersebut menempuh
Lumajang: Abdul Fatah 085235849945, Malang: Abu Nafi’ 081334807814, Medan: Ust. Sa’id 081376139631, Pacitan: Bp.Slamet 081335337534, Pa-
suruan: Bp.Sholeh Tholib 0343-423242 Bangil: Mas’udin Noor 0343-7705550, Probolinggo: Sufyan 08123456852, Purbalingga: Naib 081804871947,
kota Makkah. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa langkah-langkah jitu untuk memuluskan
Sidoarjo: Mughni 08123157164, Situbondo: Bp.Mukri 085854674254, Sumedang: Firly 081322009795, Tuban: Abu Alifah 08563453988, Trenggalek: Musyrikin Quraisy tak mampu menyembunyikan program balas dendam tersebut, mula-mula
Afif Heri K 085259848731, Tulungagung: Bp.Muchson 081359460846. Alamat Redaksi: Ma’had As Salafy, Jl. W. Monginsidi V No. 99 Sumbersalak duka lara mendalam perihal kekalahan telak mereka melarang warga Makkah meratapi
Kranjingan Jember Telp. 0331-321205, atau HP Redaksi: 081336017783. Pesan min.50 exp.

AL ILMU Edisi No: 26 / VI /VIII / 1431