Anda di halaman 1dari 2

‫ﻣﺜﹶـ ﹸﻞ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﹾﺍ َﻷ‬ ‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬ ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬

‫ﻳِﻨ ِﻪ‬‫ﺐ ِﺩ‬ ِ ‫ﺴ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﻋﻠﹶﻰ‬ ‫ﺟ ﹸﻞ‬ ‫ﺘﻠﹶﻰ ﺍﻟﺮ‬‫ﺒ‬ ‫ﻳ‬ ،‫ﻣﹶﺜﻞﹸ‬ ‫ ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬‫ﻢ‬E‫ﹸـ‬d‫ ﺛ‬i‫ُﺀ‬s‫ﺎ‬‫ﻴ‬i‫ﻧِﺒ‬‫ َﻷ‬N‫ ﹾﺍ‬o‫ﺎ‬‫ﻧﻴ‬:‫ﺍﻟﺪ‬1 8‫ﻓِﻲ‬/ V‫ﻼ ًﺀ‬‫ﹶ‬/ V‫ﺑ‬ ‫ﺱ‬ ِI I ‫ﺎ‬I‫ﻨ‬/‫ﺍﻟ‬1 4 ‫ﺷﺪ‬3‫ ﹶﺃ‬1‫ِﺇﻥﱠ‬
Edisi No: 18/V/VIII/1431 ‫ﻣﺜﹶـ ﹸﻞ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﹾﺍ َﻷ‬ ‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬ ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬
“Tidak ada sesembahan yang berhak betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada selainnya. Lihat Ash-Shahihah no. 143) pada orang syahid yang terbunuh di medan
disembah kecuali Allah I. Sesungguhnya Rabbmu lah pada hari itu kamu dihalau.” (Al- ‫ِﻪ‬Aisyah
‫ﻳِﻨ‬‫ﺐ ِﺩ‬ِ d‫ﺴ‬
 ‫ﺣ‬ berkata:
‫ﻋﻠﹶﻰ‬ ‫ﺟ ﹸﻞ‬ ‫ﺘﻠﹶﻰ ﺍﻟﺮ‬‫ﺒ‬ ‫ﻳ‬ ،‫ﻣﹶﺜﻞﹸ‬ ‫ ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬jihad–, karena adanya‫ﻨ ِﺔ‬berita ‫ﻳ‬‫ﺎ‬‫ﻌ‬ ‫ﻤ‬
 ‫ﻟ‬
‫ﹾ‬ ‫ﻛﹶﺎﹸﻞ‬dari
‫ﻣﹶﺜ‬ ‫ﺮ‬‫ﺒ َﻷ‬para
‫ﺨﹾﺎ‬
‫ﺲ ﺍﹸﻞﹾﻟ ﹶﻓ‬
‫ﻣﹶﺜ‬nabi
 ‫ﻴ َﻷ‬ ‫ﹾﺍﹶﻟ‬
kematian ada masa sekaratnya.” (HR. Al- Qiyamah: 26-30)
Bukhari) Al-Imam Ibnu Katsir v berkata: “Ini ّ‫ِﺒ ِﻲ‬‫ﺪ ﺍﻟﻨ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺍ‬‫ﺑﺪ‬‫ﺣ ٍﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺕ ِ َﻷ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﹶﺓ ﺍﹾﻟ‬‫ﻩ ِﺷﺪ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻼ ﹶﺃ ﹾﻛ‬
‫ ﹶﻓ ﹶ‬u tentang perkara tersebut.
hal. 25-26)
‫ﻨ ِﺔ‬‫ﻳ‬‫ﺎ‬‫ﻤﻌ‬ ‫(ﻛﹶﺎﹾﻟ‬At-Tadzkirah,
‫ﺮ‬ ‫ﺒ‬‫ﺨ‬  ‫ﺲ ﺍﹾﻟ‬  ‫ﻴ‬ ‫ﹶﻟ‬
Allah I dengan rahmah-Nya telah adalah berita dari Allah I tentang keadaan Al-Imam Al-Qurthubi v
‫ﻢ‬ ‫ﺳﻠﱠ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻴ ِﻪ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﷲ‬
ُ ‫ﺻﻠﱠﻰ ﺍ‬ 
a@éÄÐy
memberitahukan sebagian gambaran orang yang sekarat dan tentang apa yang
ّ“Aku
‫ِﺒ ِﻲ‬‫ ﺍﻟﻨ‬tidak
‫ﺪ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺍ‬takut
‫ﺑﺪ‬‫ﺣ ٍﺪ ﹶﺃ‬(menyaksikan)
‫ﺕ ِ َﻷ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﹶﺓ ﺍﹾﻟ‬‫ﺪ‬v‫ِﺷ‬dahsyatnya
‫ﺕ‬
ٍ ‫ﺍ‬‫ﺳ ﹶﻜﺮ‬ ‫ﺕ‬‫ﻩ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻼ ﹶﺃ ﹾﻛ‬
‫ﹶﻓ ﹶ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ِﺇﻥﱠ ِﻟ ﹾﻠ‬،ُ‫ﻪ ِﺇ ﹶﻻ ﺍﷲ‬ ‫ﹶﻻ ِﺇﹶﻟ‬
mengisyaratkan kepada hadits Abu Hurairah
t, r, beliau bersabda:

sakaratul maut yang akan dirasakan setiap dia rasakan berupa kengerian serta rasa
orang, sebagaimana di dalam firman-Nya sakit yang dahsyat (mudah-mudahan Allah I ‫ﺕ‬
ٍ ‫ﺍ‬
‫ﺮ‬ ‫ﻜ‬
‫ﹶ‬ ‫ﺳ‬
 ‫ﺕ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ِﺇﻥﱠ ِﻟ ﹾﻠ‬،ُ‫ﻪ ِﺇ ﹶﻻ ﺍﷲ‬ ‫ﹶﻻ ِﺇﹶﻟ‬
dariuntuk
tugas Nabi mencabut arwah para hamba-
‫ﻢ‬
 ‫ﱠ‬
‫ﻠ‬ ‫ﺳ‬
 ‫ﻭ‬
 ‫ﻪ‬
ِ ‫ﻴ‬
 ‫ﻠ‬
‫ﹶ‬ ‫ﻋ‬
 ‫ﷲ‬
ُ ‫ﺍ‬ ‫ﻰ‬‫ﱠ‬
‫ﻠ‬ ‫ﺻ‬
 ‫ـﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻛ‬
‫ﹶ‬ ‫ﱠ‬
‫ﻻ‬ ‫ﺇ‬
ِ ‫ﻞ‬
ِ ‫ﺘ‬
 ‫ﻘ‬
‫ﹶ‬ ‫ﻟ‬
‫ﹾ‬ ‫ﺍ‬ ّ
‫ﺶ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﺪ ِﻣ‬ ‫ﻬِﻴ‬‫ﺪ ﺍﻟﺸ‬ ‫ﺠ‬ ِ ‫ﻳ‬ ‫ﺎ‬‫ﻣ‬
a@â鼊
a@â鼊
sakaratul maut pada seseorang setelah Nabi
(yang artinya): gro.yfalassa.www meneguhkan
//:ptth kita dengan ucapan yang teguh, r.” (HR. Al-Bukhari no. 4446) http://www.assalafy.org
”Maka mengapa ketika nyawa sampai di yaitu kalimat tauhid di dunia dan akhirat).
‫ﻣﺜﹶـ ﹸﻞ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﺻﺛِﺔﹸـﻢ‬  ‫ﺮ ُﺀ‬‫ﺎ‬‫ﻧﹾﻟِﺒﹸﻘﻴ‬‫ﺶّ َﻷﺍ‬
ِ‫ﻣ ًﺀ ﹾﺍ‬‫ﻼ‬
‫ﻦ ﹶ‬‫ﺑ‬ ‫ﻢﺱِﻣ‬ ‫ﹸﻛﺎ‬‫ﺪﺍﻟﻨ‬ ‫ﺣ‬‫ﺷﺪ‬‫ﺪ ﹶﺃ‬‫ﺠ ﹶﺃ‬ِ‫ﻳﻥﱠ‬‫ِﺇ‬
Al-Imamu Al-Qurthubi v v berkata:
tenggorokan, padahal kamu ketika itu melihat, Allah I mengabarkan bahwasanya ruh akan
sedangkan Kami lebih dekat kepadanya dicabut dari jasadnya, hingga tatkala sampai
“Para ulama a@â鼊
“Para ulama
sakaratulmaut
sakaratul mautini ini
mengatakan
menimpa
menimpa
 ‫ﻴ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﺎ‬‫ﻧ‬‫ﻫﻮ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﺎ ﹶﻗ‬‫ﺎ ِﺇﻧ‬‫“ ﹶﺃﻣ‬Orang
‫ﻚ‬
mengatakanbahwa
bahwa bila
parapara
nabi, nabi,
para ‫ﻣﺜﹶـ ﹸﻞ‬ ‫ َﻷ‬yang ‫ ﹾﺍ‬‫ﹸـﻢ‬mati
‫ﺎ ُﺀ ﺛ‬‫ﻴ‬syahid
‫ﻧِﺒ‬‫ﻼ ًﺀ ﹾﺍ َﻷ‬ ‫ﹶ‬tidaklah
‫ﺑ‬ ‫ﺱ‬ ِ ‫ﺎ‬‫ﺍﻟﻨ‬mendapati‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬
daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, di tenggorokan, ia meminta tabib yang bisa rasul u, u juga para wali dan orang-orang sakitnya ‫ﻳِﻨ ِﻪ‬‫ﺐ ِﺩ‬ ِkematian
‫ﺴ‬
 ‫ﺣ‬ ‫ﻠﹶﻰ‬kecuali ‫ﻋ‬ ‫ﺟ ﹸﻞ‬ ‫ﺮ‬seperti ‫ﺘﻠﹶﻰ ﺍﻟ‬‫ﺒ‬ ‫ﻳ‬seseorang
،‫ﻣﹶﺜﻞﹸ‬ ‫ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬
maka mengapa jika kamu tidak dikuasai mengobatinya. Siapa yang bisa meruqyah?
‫ﻚ‬
 ‫ﻴ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﺎ‬‫ﻧ‬‫ﻫﻮ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﺎ ﹶﻗ‬‫ﺎ ِﺇﻧ‬‫ ﹶﺃﻣ‬yang
yang bertakwa, mengapa kita lupa? Mengapa ‫ﻳِﻨ ِﻪ‬‫ِﺩ‬merasakan
‫ﺐ‬
ِ ‫ﺴ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﻋﻠﹶﻰ‬ sakitnya ‫ﺟ ﹸﻞ‬ ‫ﹶﻰ ﺍﻟﺮ‬cubitan ‫ﺘﻠ‬‫ﺒ‬ ‫ﻳ‬ ،‫ﻣﹶﺜﻞﹸ‬ atau ‫ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬
(oleh Allah I)? Kamu tidak mengembalikan (Lihat Tafsir Al-Qur’anil ‘Azhim)
nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu Kemudian, keadaan yang dahsyat dan ‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﺎ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﻧﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪ‬
kita tidak bersegera mempersiapkan diri
untuk menghadapinya? Allah I berfirman
‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬ ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬ sengatan.” (HR. At-Tirmidzi
Al-Imam Al-Qurthubi v melanjutkan:
no. 1668)

adalah orang-orang yang benar?” (Al- ngeri tersebut disusul oleh keadaan yang (yang artinya): ّ‫ِﺒ ِﻲ‬‫ﺪ ﺍﻟﻨ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺍ‬‫ﺑﺪ‬‫ﺣ ٍﺪ ﹶﺃ‬ ‫ َﻷ‬terlintas
‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ‬ ‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬sebagian
2. Kadang-kadang ِ‫ﺕ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺍﹾﻟ‬di‫ ﹶﺓ‬‫ﺪ‬dalam ‫ﻩ ِﺷ‬ ‫ﺮ‬ ‫ ﹾﻛ‬benak ‫ﻼ ﹶﺃ‬ ‫ﹶﻓ ﹶ‬
Waqi’ah: 83-87) lebih dahsyat dan lebih ngeri berikutnya
Al-Imam Ibnu Katsir v berkata: “Allah (kecuali bagi orang yang dirahmati Allah I). ‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﺎ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﻧﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪ‬
‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬
“Katakanlah: ‘Berita itu adalah berita yang ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬orang ّ‫ِﺒ ِﻲ‬‫ﺪ ﺍﻟﻨ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺍ‬‫ﺑﺪ‬‫ﺣ ٍﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺕ ِ َﻷ‬
orang, para ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﹶﺓ ﺍﹾﻟ‬‫ﻩ ِﺷﺪ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﹾﻛ‬orang-
nabi adalah ‫ﻼ ﹶﺃ‬ ‫ﹶﻓ ﹶ‬
I berfirman (artinya), ‘Maka ketika nyawa Kedua betisnya bertautan, lalu meninggal
besar, yang kamu berpaling darinya’.” (Shad: yang dicintai Allah I. Bagaimana
‫ﻢ‬ ‫ﺳﻠﱠ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻴ ِﻪ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﷲ‬ ُ ‫ﺻﻠﱠﻰ ﺍ‬ 
sampai di tenggorokan.’ Hal itu terjadi tatkala dunia. Kemudian dibungkus dengan kain
67-68)
Apa yanga@ éÄÐy
a@terjadi
éÄÐy pada para nabi u
‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ‬ ‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬bisa mereka merasakan sakit dan pedihnya
perkara ini? Padahal Allah I v
‫ﻢ‬ ‫ﱠ‬‫ﻠ‬ ‫ﺳ‬
 ‫ﻭ‬
 ‫ﻪ‬
ِ ‫ﻴ‬
 ‫ﻠ‬
‫ﹶ‬ ‫ﻋ‬
 ‫ﷲ‬
ُ
Maha Kuasa
‫ﺍ‬ ‫ﻰ‬ ‫ﱠ‬
‫ﻠ‬ ‫ﺻ‬

sudah dekat waktu dicabutnya. kafan (setelah dimandikan). Mulailah manusia berupa pedih dan rasa sakit menghadapi  a@â鼊
untuk meringankan hal ini dari
v mereka,
‘Padahal kamu ketika itu melihat’, dan mempersiapkan penguburan jasadnya, kematian, serta sakaratul maut, memiliki dua firman Allah I (dalam sebuah
sebagaimanaa@â鼊
‫ـﺎ‬‫ﺘ ِﻞ ِﺇﻻﱠ ﹶﻛﻤ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹶﻘ‬
menyaksikan apa yang ia rasakan karena sedangkan para malaikat mempersiapkan
‫ﻨ ِﺔ‬‫ﻳ‬‫ﺎ‬‫ﻤﻌ‬ ‫ﺮ ﻛﹶﺎﹾﻟ‬ ‫ﺒ‬‫ﺨ‬
 ‫ﺲ ﺍﹾﻟ‬
 ‫ﻴ‬ ‫ﹶﻟ‬ ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﺪ ِﻣ‬ ‫ﻬِﻴ‬‫ﺪ ﺍﻟﺸ‬ ‫ﺠ‬ ِ ‫ﻳ‬ ‫ﺎ‬‫ﻣ‬
faedah: a@éÄÐy u
hadits qudsi):
sakaratul maut itu. ruhnya untuk dibawa ke langit. 
‘Sedangkan Kami (para malaikat) lebih dekat Setiap orang yang beriman akan
1. Agar manusia mengetahui kadar sakitnya u
‫ﻚ‬
 ‫ﻴ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﺎ‬‫ﻧ‬‫ﻫﻮ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﺎ ﹶﻗ‬‫ﺎ ِﺇﻧ‬‫ﹶﺃﻣ‬
‫ﺻ ِﺔ‬
 ‫ﺮ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹸﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﻢ ِﻣ‬ ‫ﺪ ﹸﻛ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺠ‬
ِ ‫ﻳ‬ “Adapun Kami sungguhtelah
‫ﻚ‬ ‫ﻴ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ meringankannya
‫ﺎ‬‫ﻧ‬‫ﻫﻮ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﺎ ﹶﻗ‬‫ﺎ ِﺇﻧ‬‫ﹶﺃﻣ‬
maut, meskipun hal itu adalah perkara yang
‫ـﺎ‬‫ﺘ ِﻞ ِﺇﻻﱠ ﹶﻛﻤ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹶﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﺪ ِﻣ‬ ‫ﻬِﻴ‬‫ﺪ ﺍﻟﺸ‬ ‫ﺠ‬ ِ ‫ﻳ‬ ‫ﺎ‬‫ﻣ‬
terhadapnya (orang yang akan meninggal merasakan kengerian dan sakitnya sakaratul tidak nampak. Terkadang, seseorang melihat
tersebut) daripada kamu, tetapi kamu tidak maut sesuai dengan kadar keimanan mereka. ada orang yang meninggal tanpa adanya atasmu.”
‫ﺕ‬
ٍ ‫ﺍ‬‫ﺳ ﹶﻜﺮ‬ ‫ﺕ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ِﺇﻥﱠ ِﻟ ﹾﻠ‬،ُ‫ﻪ ِﺇ ﹶﻻ ﺍﷲ‬ ‫ﹶﻻ ِﺇﹶﻟ‬
melihat mereka (para malaikat).’ Maka Sehingga para Nabi u adalah golongan
‫ﺻ ِﺔ‬
 ‫ﺮ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹸﻘ‬
gerakan dan jeritan. Bahkan ia melihat
ِ ‫ﻳ‬ ‫ﹸـﻢﻢ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﻢ ِﻣ‬ ‫ﺪ ﹸﻛ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺠ‬ ‫ﺎ ُﺀ ﺛ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﺎ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﻧﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪ‬
Maka jawabannya adalah:
‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬
Allah I menyatakan: Bila kalian tidak yang paling dahsyat dan pedih tatkala
menginginkannya, mengapa kalian tidak menghadapi sakaratul maut, sebagaimana
sangat mudah ruhnya keluar. Alhasil, ia pun ‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﺎ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﻧﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪ‬
‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬
mengembalikan ruh itu tatkala sudah sampai sabda Rasulullah r:
menyangka bahwa sakaratul maut itu urusan
‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ‬ ‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬ ‫ﹾﺍ َﻷ‬
yang mudah. Padahal ia tidak mengetahui
‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ‬ ‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬ ‫ﹾﺍ َﻷ‬
di tenggorokan dan menempatkannya
(kembali) di dalam jasadnya?” (Lihat Tafsir
‫ﻣﺜﹶـ ﹸﻞ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﹾﺍ َﻷ‬
‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬
ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬ keadaan yang sebenarnya dirasakan oleh
orang yang mati. Maka, tatkala diceritakan
“Sesungguhnya orang yang paling dahsyat
ujiannya di dunia adalah para nabi, kemudian
Al-Qur’anil ‘Azhim, 4/99-100)
Allah I berfirman (yang artinya): ‫ﻳِﻨ ِﻪ‬‫ﺐ ِﺩ‬
ِ ‫ﺴ‬
 ‫ﺣ‬ ‫ﻋﻠﹶﻰ‬ ‫ﺟ ﹸﻞ‬ ‫ﺘﻠﹶﻰ ﺍﻟﺮ‬‫ﺒ‬ ‫ﻳ‬ ،‫ﻣﹶﺜﻞﹸ‬ ‫ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬ tentang para nabi yang menghadapi sakit
karena sakaratul maut –padahal mereka
a@éÄÐy
yang seperti mereka,
a@éÄÐy
kemudian yangseperti
“Sekali-kali jangan. Apabila nafas “Sesungguhnya manusia yang paling berat mereka.” (Lihat Ash-Shahihah no. 143)
adalah orang-orang mulia di sisi Allah I,
(seseorang) telah (mendesak) sampai ke cobaannya adalah para nabi, kemudian Maka Allah I ingin menguji mereka untuk
tenggorokan, dan dikatakan (kepadanya): orang-orang yang semisalnya, kemudian
dan Allah I pula yang meringankan sakitnya
‫ـﺎ‬‫ﺘ ِﻞ ِﺇﻻﱠ ﹶﻛﻤ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹶﻘ‬
menyempurnakan ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﺪ ِﻣ‬ ‫ﻬِﻴ‬‫ﺪ ﺍﻟﺸ‬ ‫ﺠ‬
keutamaan-keutamaan ِ ‫ﻳ‬ ‫ﺎ‬‫ﻣ‬
ّ‫ِﺒ ِﻲ‬‫ﺪ ﺍﻟﻨ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺍ‬‫ﺑﺪ‬‫ﺣ ٍﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺕ ِ َﻷ‬
‘Siapakah yang dapat menyembuhkan?’, dan yang semisalnya. Seseorang diuji sesuai ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﹶﺓ ﺍﹾﻟ‬‫ﻩ ِﺷﺪ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻼ ﹶﺃ ﹾﻛ‬
‫ﹶﻓ ﹶ‬
sakaratul maut pada sebagian hamba-Nya–
‫ـﺎ‬‫ﺘ ِﻞ ِﺇﻻﱠ ﹶﻛﻤ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹶﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﺪ ِﻣ‬ ‫ﻬِﻴ‬‫ﺪ ﺍﻟﺸ‬ ‫ﺠ‬
serta untuk meninggikan derajat mereka di ِ ‫ﻳ‬ ‫ﺎ‬‫ﻣ‬
dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu kadar agamanya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2398
hal itu akan menunjukkan bahwa dahsyatnya
‫ﺻ ِﺔ‬
 ‫ﺮ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹸﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﻢ ِﻣ‬ ‫ﺪ ﹸﻛ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺠ‬
sisi Allah I. Hal itu bukanlah kekurangan ِ ‫ﻳ‬
perpisahan (dengan dunia), dan bertaut (2/64), dan Ibnu Majah no. 4023, dan yang ‫ﻢ‬ ‫ﺳﻠﱠ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻴ ِﻪ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﷲ‬
ُ ‫ﺻﻠﱠﻰ ﺍ‬

sakaratul maut yang dirasakan dan dialami
oleh mayit itu benar-benar terjadi –selain ‫ﺻ ِﺔ‬
 ‫ﺮ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹸﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﻢ ِﻣ‬ ‫ﺪ ﹸﻛ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺠ‬
bagi mereka dan bukan pula adzab (siksaan). ِ ‫ﻳ‬
v
“Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad
a@â鼊 r.” (HR. Muslim)
u
ّ‫ِﺒ ِﻲ‬‫ﺪ ﺍﻟﻨ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺍ‬‫ﺑﺪ‬‫ﺣ ٍﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺕ ِ َﻷ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﹶﺓ ﺍﹾﻟ‬‫ﻩ ِﺷﺪ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻼ ﹶﺃ ﹾﻛ‬
‫ﹶﻓ ﹶ‬
‫ﺕ‬
ٍ ‫ﺍ‬‫ﺳ ﹶﻜﺮ‬ ‫ﺕ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ِﺇﻥﱠ ِﻟ ﹾﻠ‬،ُ‫ﻪ ِﺇ ﹶﻻ ﺍﷲ‬ ‫ﹶﻻ ِﺇﹶﻟ‬
‫ﻢ‬ ‫ﺳﻠﱠ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻴ ِﻪ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﷲ‬
ُ ‫ﺻﻠﱠﻰ ﺍ‬
 Edisi No: 18 / V / VIII / 1431
(At-Tadzkirah, hal. 25-26) v untuk (mencabut nyawa)mu’.” (As-Sajdah: 11)
a@â鼊

Malaikat yang Bertugas Mencabut Ruh ‫ﻣﺜﹶـ ﹸﻞ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﹾﺍ َﻷ‬
Ibnu Abil Izzi Al-Hanafi v berkata: “Ayat
ini tidak bertentangan dengan firman Allah I ‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬
ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬
u I dengan kekuasaan yang
Allah (yang artinya):
‫ﻳِﻨ ِﻪ‬‫ﺐ ِﺩ‬
ِ ‫ﺴ‬
 ‫ﺣ‬ ‫ﻋﻠﹶﻰ‬ ‫ﺟ ﹸﻞ‬ ‫ﺘﻠﹶﻰ ﺍﻟﺮ‬‫ﺒ‬ ‫ﻳ‬ ،‫ﻣﹶﺜﻞﹸ‬ ‫ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬
‫ﻚ‬
 ‫ﻴ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﺎ‬‫ﻧ‬‫ﻫﻮ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﺎ ﹶﻗ‬‫ﺎ ِﺇﻧ‬‫ﹶﺃﻣ‬
sempurna menciptakan malakul maut
(malaikat pencabut nyawa) yang diberi tugas
“Sehingga apabila datang kematian
kepada salah seorang di antara kamu, ia
untuk mencabut ruh-ruh, dan dia memiliki diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan
para pembantu sebagaimana firman-Nya U malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan
‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﺎ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﻧﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪ‬
(yang artinya):
‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬
ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬ kewajibannya. Kemudian mereka (hamba ّ‫ِﺒ ِﻲ‬‫ﺪ ﺍﻟﻨ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺍ‬‫ﺑﺪ‬‫ﺣ ٍﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺕ ِ َﻷ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﹶﺓ ﺍﹾﻟ‬‫ﺪ‬http://www.assalafy.org
‫ﻩ ِﺷ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻼ ﹶﺃ ﹾﻛ‬
‫ﹶﻓ ﹶ‬
http://www.assalafy.org
http://www.assalafy.org
- www.dakwahhikmah.wordpress.com
Kajian Aqidah
Kajian Fiqh
”Katakanlah: ‘Malaikat maut yang diserahi
untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan
kamu’ kemudian hanya kepada Rabbmulah ‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ‬ ‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬ ‫ﹾﺍ َﻷ‬
Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa
mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa
segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-
‫ﻢ‬ ‫ﺳﻠﱠ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻴ ِﻪ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﷲ‬
v
ُ ‫ﺻﻠﱠﻰ ﺍ‬
 ! Kajian Fiqh

kamu akan dikembalikan.” (As-Sajdah: 11) Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang
a@â鼊
Asy-Syaikh Abdullah bin ‘Utsman Adz- paling cepat.” (Al-An’am: 61-62)
Dzamari berkata: “Malakul
zamari a@éÄÐyberkata: “Malakul maut
mautadalah
satu malaikat yang Allah I beritugas untuk
Karena malakul maut yang bertugas
mencabut ruh dan mengeluarkanudari Dahsyatnya Sakaratul Maut
mencabut arwah para hamba-Nya. Namun jasadnya, sementara para malaikat ‫ﻚ‬
 ‫ﻴ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﺎ‬‫ﻧ‬‫ﻫﻮ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﺎ ﹶﻗ‬‫ﺎ ِﺇﻧ‬‫ﹶﺃﻣ‬
‫ـﺎ‬‫ﺘ ِﻞ ِﺇﻻﱠ ﹶﻛﻤ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹶﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﺪ ِﻣ‬ ‫ﻬِﻴ‬‫ﺪ ﺍﻟﺸ‬ ‫ﺠ‬
bahwa nama malaikat itu adalah Izrail. Namaِ ‫ﻳ‬ ‫ﺎ‬‫ﻣ‬
tidak ada dalil yang shahih yang menunjukkan rahmat atau para malaikat adzab (yang
membantunya) yang bertugas membawa ruh Allah I dengan sifat rahmah-Nya kepalanya sendiri menyaksikan sakaratul
ini tidak ada dalam Kitab Allah I, juga tidak tersebut setelah keluar dari jasad. Semua yang sempurna, senantiasa memberikan maut yang menimpa saudaranya. Sehingga
‫ﺻ ِﺔ‬
 ‫ﺮ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹸﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﻢ ِﻣ‬ ‫ﺪ ﹸﻛ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺠ‬
ada di dalam Hadits-hadits Nabi Muhammad ِ ‫ﻳ‬ ‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﺎ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﻧﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪ‬
ini terjadi dengan takdir dan perintah Allah ‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬
ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬
berbagai peringatan dan pelajaran, agar para Rasulullah r bersabda:
r. Allah I hanya menamainya malakul maut, I, (maka penyandaran itu sesuai dengan hamba-Nya yang berbuat kemaksiatan dan
‫ﻨ ِﺔ‬‫ﻳ‬‫ﺎ‬‫ﻤﻌ‬ ‫ﺮ ﻛﹶﺎﹾﻟ‬ ‫ﺒ‬‫ﺨ‬
 ‫ﺲ ﺍﹾﻟ‬
 ‫ﻴ‬ ‫ﹶﻟ‬
sebagaimana firman-Nya (yang artinya):
“Katakanlah: ‘Malaikat maut yang diserahi
makna dan wewenangnya).” (Syarh Al-
‘Aqidah Ath-Thahawiyah, hal. 602)
‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ‬ ‫ﻣﹶﺜ ﹸﻞ ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬ ‫ﹾﺍ َﻷ‬
kezhaliman bersegera meninggalkannya dan
kembali ke jalan Allah I. “Tidaklah berita itu seperti melihat langsung.”
Sementara hamba-hamba Allah I (HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin Umar h.
Wallahu a’lam bish showab. Lihat Ash-Shahihah no. 135, Shahihul Jami’
yang beriman akan bertambah sempurna
Penulis: Al-Ustadz Abul Abbas Muhammadzamari
Ihsan a@éÄÐyberkata: “Malakul maut dengan peringatan dan
keimanannya no. 5373) ‫ﺕ‬
ٍ ‫ﺍ‬‫ﺳ ﹶﻜﺮ‬ ‫ﺕ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ِﺇﻥﱠ ِﻟ ﹾﻠ‬،ُ‫ﻪ ِﺇ ﹶﻻ ﺍﷲ‬ ‫ﹶﻻ ِﺇﹶﻟ‬
Sumber: http://asysyariah.com/print.php?id_online=807 dengan beberapa perubahan  tersebut.
pelajaran Tatkala ajal seorang hamba telah sampai
Namun, berbagai peringatan dan pada waktu yang telah Allah I tentukan,
KRITIK & SARAN; telp: 0331-3563322 sms: 085336036882
‫ـﺎ‬‫ﺘ ِﻞ ِﺇﻻﱠ ﹶﻛﻤ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹶﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﺪ ِﻣ‬ ‫ﻬِﻴ‬‫ﺪ ﺍﻟﺸ‬ ‫ﺠ‬
ِ ‫ﻳ‬ ‫ﺎ‬‫ﻣ‬
pelajaran, baik berupa ayat-ayat kauniyah
(kejadian-kejadian di alam semesta) maupun
dengan sebab yang Allah I takdirkan,
‫ﻣﺜﹶـ ﹸﻞ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﻼ ًﺀ ﹾﺍ َﻷ‬
pasti dia akan merasakan dahsyat, ngeri, ‫ﺑ ﹶ‬ ‫ﺱ‬
ِ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﻨ‬‫ﺷﺪ‬ ‫ِﺇﻥﱠ ﹶﺃ‬
Mohon disimpan dengan baik, karena di dalamnya terdapat ayat Al-Qur`an dan hadits Nabi r dan sakit yang luar biasa karena sakaratul
‫ﺻ ِﺔ‬
 ‫ﺮ‬ ‫ﺶّ ﺍﹾﻟ ﹸﻘ‬
ِ ‫ﻣ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﻢ ِﻣ‬ ‫ﺪ ﹸﻛ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺠ‬
ِ ‫ﻳ‬
syar’iyah (Al-Qur`an dan Al-Hadits) tadi
tidak akan bermanfaat kecuali bagi orang- ‫ﻳِﻨ ِﻪ‬‫ﺐ ِﺩ‬
ِ ‫ﺴ‬
 ‫ﺣ‬ ‫ﻋﻠﹶﻰ‬ ‫ﺟ ﹸﻞ‬ ‫ﺘﻠﹶﻰ ﺍﻟﺮ‬‫ﺒ‬ ‫ﻳ‬ ،‫ﻣﹶﺜﻞﹸ‬ ‫ﹶﻓ ﹾﺎ َﻷ‬
maut, kecuali para hamba-Nya yang Allah I
INGIN BERLANGGANAN ATAU MENYEBARKAN AL ILMU ? orang yang beriman. Allah r berfiman (yang istimewakan. Mereka tidak akan merasakan
HUBUNGI: 085 746 530 860 artinya): sakaratul maut kecuali sangat ringan.
Diterbitkan oleh: Ma’had As-Salafy Jember.
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena Sebagaimana firman Allah I (yang artinya):

ِ ‫ﻨ ِﺔ‬‫ﻮ‬‫ﻳ‬‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﻤﻌ‬‫ﻛﹶﺓﹶﺎﹾﻟﺍﹾﻟ‬‫ﺮِﺷﺪ‬ ‫ﺒ‬‫ﺨ‬
‫ﻩ‬ ‫ﺮ‬‫ﺲﹶﺃ ﺍﹾﻛﹾﻟ‬
‫ﻼ‬
‫ﻴ ﹶ‬‫ﹶﻟﹶﻓ‬
Penasehat: Al-Ustadz Luqman Ba’abduh, Pemimpin Redaksi: Al-Ustadz Abu ‘Ammar Yasir, Pemimpin Usaha: Firman,
”Dan datanglah sakaratul maut dengan
Redaktur Ahli: Al-Ustadz Luqman Ba’abduh, Al-Ustadz Ruwaifi’, Lc., Al-Ustadz Hamzah,
Perwakilan; Atambua (NTT): Isma’il 085253152405, Bali: Singaraja Ahmad 081915712202, Denpasar Abu Luthfi 08123600660,
Al-Ustadz Yasir. sesungguhnya peringatan itu bermanfaat
bagi orang-orang yang beriman.” (Adz- ّ‫ِﺒ ِﻲ‬‫ﺪ ﺍﻟﻨ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺍ‬‫ﺑﺪ‬‫ﺣ ٍﺪ ﹶﺃ‬ ‫ﺕ ِ َﻷ‬
sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu
Badung Abu Faa 08113803009, Banjarnegara: Aan Fauzi 085227001054, Banyuwangi: Bp.Sahroji 081803578860, Bondowoso: Slamet
Dzariyat: 55) lari darinya.” (Qaf: 19)
0332-7750500, Cilacap: Abu Alya 085647650176, Genteng: Nasrul 081358115225, Madura: Sampang A.Qomaruddin 081559546106,
Pamekasan Abu Fawwaz 081934315651, Lumajang: Abdul Fatah 085235849945, Malang: Abu Nafi’ 081334807814, Medan: Ust. Sa’id 081376139631, Di antara sekian banyak peringatan Rasulullah r bersabda: ‫ﻢ‬ ‫ﺳﻠﱠ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻴ ِﻪ‬ ‫ﻋ ﹶﻠ‬ ‫ﷲ‬
ُ ‫ﺻﻠﱠﻰ ﺍ‬ 
‫ﺕ‬
ٍ ‫ﺍ‬‫ﺳ ﹶﻜﺮ‬ ‫ﺕ‬
ِ ‫ﻮ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ِﺇﻥﱠ ِﻟ ﹾﻠ‬،ُ‫ﷲ‬v‫ﻪ ِﺇ ﹶﻻ ﺍ‬ ‫ﹶﻻ ِﺇﹶﻟ‬
Pacitan: Bp.Slamet 081335337534, Pasuruan: Bp.Sholeh Tholib 0343-423242, Probolinggo: Sufyan 08123456852, Purbalingga: Naib 081804871947,
Situbondo: Bp.Mukri 085854674254, Sumedang: Firly 081322009795, Surabaya: Ustadz Abu Ahmad 031-77500322, Tuban: Abu Alifah
dan pelajaran, yang paling berharga adalah
08563453988, Trenggalek: Afif Heri K 085259848731, Tulungagung: Bp.Muchson 081359460846. Alamat Redaksi: Ma’had As Salafy, Jl. W. tatkala seorang hamba dengan mata a@â鼊
Monginsidi V No. 99 Sumbersalak Kranjingan Jember Telp. 0331-321205, atau HP Redaksi: 081336017783. Pesan min. 50 eks.

AL ILMU Edisi No: 18 / V / VIII / 1431 u


‫ﻣﺜﹶـ ﹸﻞ‬ ‫ ﹾﺍ َﻷ‬‫ﺎ ُﺀ ﺛﹸـﻢ‬‫ﻧِﺒﻴ‬‫ﻚﹾﺍ َﻷ‬
 ‫ﻴ ًﺀ‬‫ﻼ‬
‫ﻋ ﹶﻠﹶ‬‫ﺑ‬ ‫ﺱﺎ‬
ِ‫ﻧ‬‫ﻫﺎﻮ‬‫ﺪﺍﻟﻨ‬ ‫ﺷ ﹶﻗﺪ‬‫ﺎ‬‫ﺎ ﹶﺃِﺇﻧ‬‫ﹶِﺃﺇﻣﻥﱠ‬