Anda di halaman 1dari 8

FISIKA ENERGI

ENERGI BIOMASSA

• PROSES FOTOSINTESA • PROSES FERMENTASI UNTUK MEMBUAT ETHANOL • FERMENTASI ANAEROBIK UNTUK MEMBUAT MET HAN • PROSES PIROLISA • BIOGAS

"!.

85

FISIKA ENERGI

8.1. PROSES FOTOSINTESA

B iomassa merupakan produk fotosintesa, yaitu butir-butir hijau daun yang bekerja sebagai sel surya , menyerap enerqi matahari dan mengkonversi karbon dioksida dengan air

menjadi senyawa karbon, hidrogen dan oksigen. Senyawa ini dapat dipandang sebagai suatu penyerapan energi yang dapat dikonversi menjadi produk lain. Hasil konversi dari senyawa dapat berbentuk karbon, alkohol kayu, ter.

Proses fotosintesa dapat dirumuskan sebagai berikut :

Khlorofil

= energi cahaya = karbon dioksida

dimana:

H20 = air

Cx(H20)y = hidrokarbon

O2 = oksigen

Khlorofil adalah bahan yang membuat hijau daun. hidrokarbon yang terjadi dapat berbentuk gula tebu atau gula bit yang mempunyai rumus C12H22011, atau misalnya berbentuk selulusa yang mempunyai rumus (C6H100s)x.

Energi total suatu molekul dianggap sam a dengan jumlah dari energi masing-masing ikatan atom ke atom. Dengan demikian energi yang terdapat pad a karbondioksida dapat dianggap kurang lebih sama dengan empat ikatan C-O, karena setiap atom oksigen diikat oleh karbon dengan ikatan ganda , C02 dapat digambarkan dengan O=C=O.

Bila oksigen diserap dalam proses oksidasi, maka energi dibebaskan karena terdapatnya stabilitas yang meningkat pada ikatan O-H atau ikatan CO.

86

FISIKA ENERGI

Hubungan antara jumlah molekul oksigen yang diserap pad a proses pembakaran atau respirasi molekul organik dan jumlah energi pembakaran molekul itu. Rumus Rabinowitch merupakan definisi dari tingkat reduksi ratarata R dari karbon dalam suatu molekul dengan komposisi CpHqOr sebagai berikut:

p + O,25xq - O,5xr

R=-------

p

Pad a dasarnya R merupakan jumlah molekul oksigen yang diperlukan untuk membakar suatu material organik menjadi C02 dan H20 dibagi jumlah atom karbon dalam molekul.

Tiap atom karbon memerlukan satu molekuJ oksigen untuk dikonversikan menjadi C02, tiap atom hidrogen memerlukan seperempat molekul oksigen untuk dikonversikan menjadi H20 , dan setiap atom oksigen yang sudah terdapat dalam molekul organik itu mengurangi dengan setengah molekul, jumlah molekul O2 yang terdapat diluar dan diperlukan untuk pembakaran.

Jika rumus diatas dipakai untuk arbohidrat CH20 maka karena p=1, q=2 dan r=1 , diperoleh nilai R = 1. Untuk gas methan CH4 dimana p=1, q=4 dan r=O diperoleh R=2. Gas karbodioksida CO2 dengan p=1, q=O dan r=2 mempunyai nilai R=O.

Proses fotosintesa yang merubah gas karbon karbondioksida menjadi karbohidrat mengangkat tingkat reduksi CH20 yang lebih tinggi(R=1). Proses fotosintesa menyimpan atau menyisihkan seperdua energi pembakaran yang secara maksimum per atom karbon.

Tumbuhan dan bahan oFganik lainnya dapat dirubah menjadi bahan bakar cair maupun gas dengan bantuan beberapa proses biologi dan proses kimia. Proses biologi seperti fermentasi yang harus bekerja dalam medium air akan cocok untuk bahan-bahan organik yang banyak mengandung air. Proses kimia seperti pirolisa atau reduksi katalis lebih cocok untuk bahan yang kering dan tahan terhadap biodegradasi.

87

FISIKA ENERGI

8.2. PROSES FERMENTASI UNTUK MEMBUAT ETHANOL

Fermentasi alkoholik merupakan suatu proses yang lama dikenal dan banyak dipakai. Ethyl alkohol atau ethanol mudah dibuat dari berbagai hasil pertanian yang mengandung gula. Ragi rnerubah gula heksose menjadi ethanol dan karbon dioksida sesuai rumus dibawah ini :

Gula yang difermentasikan dapat berupa glukose, fruktose, sukrose, maltose, rafinose dan manose.

Gula tetes suatu hasil tambahan dari produksi gula tebu mengandung 55% gula-gula dan dapat secara mudah dan murah difermentasikan menjadi ethanol. Dalam proses demikian gula tetes diencerkan dengan air hingga mencapai kekentalan gula sebanyak 20%, kemudian dicampur dengan biakan ragi sebanyak 5% volume. Campuran ini difermentasikan selama 2-3 hari hingga mencapai nilai alkohol setinggi 9-10%. Alkohol ini kemudian diambil dengan proses destilasi. Satu liter alkohol dengan kemurnian 95% dapat diperoleh dari 2,5 liter gula tetes dengan biaya yang rendah.

Tanaman yang memiliki nilai kanji yang tinggi seperti hasil biji-bijan harus mengalami proses hidrlisa dengan enzim untuk menqhasikan gula sebelum difermentasikan menjadi alkohol, Biji-bijian dicampur dengan air dan dipanaskan untuk menjadikan kanji menyerupai agar-agar. Konversi menjadi gula dilakukan dengan enzim dan campuran gandum dan cendawan amilase yang didapat dari jamur tertentu. Kemudian difermentasikan dengan ragi.

Selulosa adalah kom,ponen utama, semua tumbuh-tumbuhan dan merupakan 1/3 sampai 1/2 bahan kering tanaman. Dengan demikian selulosa merupakan sumber daya terbarukan yang terbanyak dibumi. Selulosa harus harus mengalami proses hidrolisa dulu menjadi gula sebelum dapat difermentasikan menjadi alkohol.

88

FISIKA ENERGI

8.3. FERMENTASI ANAEROBIK UNTUK MEMBUAT METHAN

Bahan organik akan mengalami fermentasi alamiah jika terkena air dan mengalami kondisi anc:terobik, yaitu tidak mendapat oksigen. Contoh yang dapat dilihat adalah proses pembuatan kompos. Pencernaan anaerobik dalam sebuah bejana sangat bermanfaat untuk merubah bahan organik menjadi methan dan karbondioksida. Tangki tinja merupakan contoh pencernaan anaerobik yang pad a dasarnya merupakan proses dengan dua tahap.

Pad a tahap pertama bakteri pembentuk asam menghancurkan bahan organik yang kompleks dan merubah lemak, protein dan hidrokarbon menjadi asam organik yang sederhana.

Pada tahap kedua yang berlangsung bersamaan dengan tahap pertama, asam-asam oraganik dipecahkan oleh bakteri methan menjadi methan dan dioksida bahan. Rumus proses diatas digambarkan dengan persamaan berikut :

( C6H1005 )n + nH20

( C6H1206 )n tahap pertama

---+ 3 nC02 + 3nCH4 tahap kedua

i

oksidast

pompa

Gambar 8.1. Skema instalasi gas biomassa

Gambar 8.1. memperlihatkan skema sebuah inatalasi gas biomassa.

Di tempat A bahan organik yang dipotong kecil-kecil dicampur dengan air dan dipompa dengan ke tempat tangki pencernaan B. Di tangki ini terjadi proses

89

FISIKA ENERGI

peneernaan. Tingkat keeepatan peneernaan akan tergantung dari suhu. Gas yang dihasilkan dikeluarkan dari kran C. Endapan yang terjadi dalam tangki peneernaan yang mempunyai bentuk yang sangat padat dikeluarkan melalui kran 0 untuk dikeluarkan dan dimanfaatkan untuk keperluan lain. Oari kolam Ini eairan kental dialirkan kembali ke tangki peneernaan sedang eairan yang eneer dimanfaatkan kembali untuk dieampur dengan masukan bahan organik baru.

8.4. PROSES PIROLISA

Pirolisa merupakan suatu proses destilasi destruktif bahan organik.

Oestilasi ini dilaksanakan dalam sebuah bejana tertutup dengan atmosfir tanpa oksigen, dan dipanaskan hingga suhu 500 sampai 900 DC. Gas - gas yang dihasilkan pirolisa dari bahan organik umumnya merupakan eampuran methan, karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen dan hidrokrabon rendah. Selain ini dihasilkan eairan berupa minyak-minyak hidrokarbon dan bahan padat berupa arang kayu.

Ihmbah

kota

,dipotong

bahan I non organik

Gambar 8.2. Skema proses pirolisa

Gambar 8.2. memperlihatkan skema proses pirolisa yang mempergunakan limbah kota sebagai bahan baku. Limbah kota dimasukkan di tempat A dan dipotong hingga meneapai ukuran keeil. Kemudian bahan baku dibawa ke tempat B untuk dikeringkan. Oi tempat C dilakukan

90

FISIKA ENERGI

8.5. BIOGAS

pemisahan ,semua bahan organik seperti potongan-potongan logam dan gel as disisihkan , sedangkan material lainnya merupakan bahan organik dibawa ke tempat D untuk digiling hal us. Bejana E merupakan reaktor pirolisa. Di temapat F hasil-hasil pirolisa berupa gas, minyak dan arang dipsahkan. jika suhu dalam reaktor dinaikkan , komponen gas akan menjadi lebih besar.

Sejak berabad-abad tinja binatang maupun manusia dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan dan produktivitas tanah.

Dekomposisi bahan-bahan organik dibawah kondisi-kondisi anaerobik menghasilkan suatu gas yang sebagian besar terdiri atas campuran methan dan karbondioksida. Gas ini dikenal dengan gas rawa atau biogas. Campuran gas ini adalah hasil fermentasi . Suhu yang baik untuk untuk proses fermentasi adalah dari 30°C hingga 55°C.

Prinsip kimia yang tersangkut dalam pembentukan biogas merupakan prinsip terjadinya fermentasi semua karbohidrat, lemak dan protein oleh bakteri methan, bila tidak dicampur dengan udara.

Satu gram lemak, menghasilkan 1,25 liter biogas, tekanan atmosferik yang terdiri atas 68% CH4 dan 32% CO2.

Untuk proses fermentasi tinja tidak diperlukan tambahan sesuatu bahan kecuali air, yaitu untuk tiap 4 bagian tinja ditambah 5 bagian air. Perlu dicatat bahwa sisa tinja tidak kehilangan nilai sebagai pupuk alam. Dan biogas tersebut serta sisa tinja yang dipakai sebagai pupuk tidak berbau.

Desain dasar sebuah instalasi biogas terdiri atas sebuah tangki pencerna A dan sebuah wadah gas B untuk mengumpulkan campuran methan dan karbondioksida. Tinja dimasukkan dalam tangki pencerna setelah dicampur air. Wadah gas B akan menerima gas yang terjadi dan akan mengapung. Bila banyak gas terbentuk , letak B akan tinggi. Gas dipakai melalui kran C. Setelah gas dipakai , B akan turun dan perlu ditunggu naik

91

-_

FISIKA ENERGI

dulu sebelum dapat memakai gas lagi. Dengan demikian maka kedudukan B merupakan indikasi mengenai jumlah gas yang telah terbentuk.

,_/_

Gambar 8.3. Skema instalasi biogas

92