P. 1
BUKU IA Pendahuluan Dan Peta

BUKU IA Pendahuluan Dan Peta

|Views: 882|Likes:
Dipublikasikan oleh RachmadHidayat

More info:

Published by: RachmadHidayat on Nov 12, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

Lembaga Penelitian SMERU Laporan Penelitian

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997-2003

Kerjasama Lembaga Penelitian SMERU dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan 

0802-07 

Temuan, pandangan dan interpretasi dalam laporan ini digali oleh masing-masing individu dan tidak berhubungan atau mewakili Lembaga Penelitian SMERU maupun lembagalembaga yang mendanai kegiatan dan pelaporan SMERU. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi kami di nomor telepon: 62-21-31936336; Faks: 62-21-31930850; E-mail: smeru@smeru.or.id; Web: www.smeru.or.id

Tim Peneliti
Koordinator: Hastuti

Penasehat: Sudarno Sumarto Asep Suryahadi Sri Kusumastuti Rahayu

Peneliti: Rizki Filaili Agus Priambada Akhmadi Bambang Soelaksono Hariyanti Sadaly Vita Febriani Wawan Munawar

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

PRAKATA
Buku ini merupakan salah satu dari tiga buku laporan hasil studi tentang Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro yang telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian SMERU dalam rangka memenuhi permintaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan guna mengisi kebutuhan informasi tentang keberadaan upaya penguatan usaha mikro dan gambaran umum tentang usaha mikro itu sendiri, khususnya usaha mikro perempuan. Hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro disampaikan dalam tiga buku berbeda yaitu: Buku I: Buku II: Buku III: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 – 2003 menyajikan upaya/program/proyek/kegiatan/aktivitas yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga, yaitu lembaga pemerintah, organisasi non pemerintah (Ornop) lokal dan internasional, perusahaan dan koperasi, perbankan, lembaga donor, dan lembaga lainnya, dalam rangka memperkuat usaha mikro. Karena umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil, atau upaya yang ditujukan untuk usaha mikro biasanya juga dapat diakses oleh usaha kecil dan sebaliknya, maka upaya untuk usaha kecil dimasukkan ke dalam upaya yang dipetakan. Peta Upaya ini diharapkan antara lain dapat menjadi acuan bagi berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil, dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatannya. Di samping itu dapat juga dijadikan acuan awal untuk menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. Buku II: Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota menyajikan hasil penelitian lapangan tentang verifikasi keberadaan upaya dan keberadaan usaha mikro, termasuk usaha mikro perempuan, di tingkat lapangan. Penelitian lapangan dilakukan pada September/Oktober 2003 secara serentak di enam kabupaten/kota, yaitu di Kota Padang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Bantul, Kota Surabaya, dan Kota Makassar. Penelitian Lapangan dilakukan dalam rangka melengkapi informasi peta upaya penguatan usaha mikro/kecil di tingkat pusat. Melalui penelitian lapangan diperoleh gambaran umum tentang keberadaan dan pelaksanaan upaya penguatan usaha mikro/kecil tertentu serta dampaknya terhadap perkembangan usaha mikro di wilayah sampel, dan akses usaha mikro/kecil, termasuk usaha mikro/kecil perempuan, terhadap upaya penguatan. Data keberadaan usaha mikro, khususnya usaha mikro perempuan, sangat diperlukan. Namun mengingat data tentang keberadaan usaha mikro di Indonesia belum tersedia, maka indikasi keberadaan usaha mikro untuk sementara dapat didekati melalui kegiatan pemetaan ini yang dilengkapi dengan verifikasi upaya di tingkat kabupaten/kota ditelusur sampai ke tingkat usaha mikro. Meskipun demikian, pada dasarnya data keberadaan (jumlah, jenis usaha, dan lain-lain) usaha mikro hanya dapat diperoleh melalui pendataan dalam bentuk sensus.

i

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Pendataan seperti ini tentu saja memerlukan biaya besar, waktu yang lama, serta tenaga dan pemikiran yang mendalam. Dengan berlakunya otonomi daerah, kegiatan pendataan usaha mikro membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah kabupaten/kota. Buku III: Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan alternatif acuan bagi pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melakukan pengumpulan data usaha mikro dan peranan perempuan pada usaha tersebut di wilayahnya masing-masing. Melalui buku ini diharapkan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mempunyai kesamaan atau standard yang memadai perihal muatan atau subtansi dari kondisi usaha mikro. Pedoman ini tidak menutup kemungkinan dilakukan pengembangan pertanyaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pemerintah daerah, terutama dalam hal pengembangan muatan dan kondisi keuangan pemerintah daerah yang sangat berbeda-beda. Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam memperoleh data yang objektif dan up to date sebagai bahan kebijakan pemerintah daerah dan evaluasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai. Sebagai penutup, kami berharap hasil kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pemerintah, lembaga non pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan siapa saja yang selama ini menaruh perhatian terhadap upaya penguatan usaha mikro, dan khususnya yang dikelola perempuan, serta bagi peningkatan upaya penguatan usaha mikro di masa datang. Kegiatan ini merupakan satu upaya awal pemetaan dan pendataan yang lebih rinci. Kami membuka diri terhadap saran dan kritik atas hasil penelitian ini, yang dapat disampaikan melalui email/website kami: smeru@smeru.or.id atau www.smeru.or.id

Jakarta, Desember 2003 Peneliti

ii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

UCAPAN TERIMA KASIH
Kami menyampaikan penghargaan kepada Ibu Nurlini Kasri, Deputi Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Ibu Sulikanti Agusni, Asisten Deputi (Asdep) Urusan Ekonomi Keluarga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah memberikan kesempatan, dukungan, dan bimbingan teknis selama kegiatan ini berlangsung. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Luli Altruiswati, Ibu Santi Herliana dan Bapak Purwo Adi Prasetyo dari Asdep Urusan Ekonomi Keluarga atas dukungan yang diberikan, juga kepada Bapak Heru Prasetyo Kasidi, Kepala Biro Perencanaan dan Ibu Agustina Erni, atas saran, kritik, dan masukan yang diberikan sejak perencanaan kegiatan dilakukan Penghargaan yang tinggi juga kami berikan kepada para nara sumber di lembaga yang telah bersedia memberikan informasi tentang upaya penguatan usaha mikro, baik lembaga pemerintah, non-pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan lembaga lain di tingkat pusat, pemerintah daerah, serta responden dan informan di lapangan. Tanpa ijin dan kontribusi dari Ibu/Bapak, studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro ini tidak akan terwujud. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Mitra Kerja di lembaga pelaksana upaya di tingkat pusat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang dengan kesabaran dan keuletannya telah menjembatani para Peneliti dengan para nara sumber. Demikian juga kepada Mitra Kerja lepas yang turut mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga, yakni Yusuf Suharso, Dewi Meiyani, Inca Juanita, M. Hendrik A., Budi Yana Saefullah, dan Sri Mastuti. Kami menyadari bahwa hasil kegiatan ini kurang sempurna apabila tidak ada bantuan pengolahan data dari Luluk Kholisoh Nurona dan Maemunah, bantuan tata letak laporan dari Mona Sintia dan dukungan administrasi dari seluruh Staf Administrasi Lembaga Penelitian SMERU. Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan penghargaan kepada para peserta Pemaparan dan Diskusi rencana kegiatan Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro pada bulan Juli 2003 dan Pemaparan dan Diskusi Hasil pada bulan Nopember 2003 di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, atas komentar konstruktifnya sehingga hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro menjadi lebih baik.

Jakarta, Desember 2003 Tim Peneliti

iii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

DAFTAR ISI
Halaman PRAKATA UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Metode Penelitian 1.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan DEFINISI 2.1 Upaya 2.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL i iii iv 1 1 3 3 6 7 7 7 10

II.

III.

iv

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

tenaga kerja yang diserap industri rumah tangga (yang merupakan bagian dari usaha mikro sektor perindustrian) dan industri kecil pada tahun 2000.93% (BPS. UI. usaha mikro juga merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi lokal dan mampu memberdayakan kaum perempuan dalam meningkatkan bargaining position perempuan dan keluarga. Empowering Women and Coping with Financial Crisis: An Exploratory Study of Zimbabwean Microenterprenuers. bersama dengan usaha kecil. Studi-studi yang dilakukan di beberapa negara menunjukkan bahwa usaha mikro mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi. Usaha mikro. Pada tahun yang sama sumbangan usaha kecil terhadap total PDB mencapai 39. serta mengatasi masalah kemiskinan. dalam: http://www. 2 3 4 1 Lembaga Penelitian SMERU.org/pdfs/aims/Empowering Women (zimbabwe).2 Sebagai gambaran. 3 Juni 2003.1 Di Indonesia.I. penyerapan tenaga kerja melalui penciptaan lapangan pekerjaan.adb. 2000). dan pengaruh negatif dari krisis terhadap pertumbuhan jumlah usaha mikro dan kecil adalah lebih rendah dibanding pada usaha menengah dan besar. Lebih jauh lagi. Kegiatan usaha mikro dan usaha kecil tidak terlepas dari peran kaum perempuan.38% dari tenaga kerja yang diserap sektor perindustrian nasional. penyediaan barang dan jasa dengan harga murah. serapan tenaga kerja antara kurun waktu sebelum krisis dan ketika krisis berlangsung tidak banyak berubah. dalam: http://www. Laporan ILO “Dimensi Gender dalam Kiris Ekonomi”. usaha mikro dan usaha kecil telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. bekerja sama dengan Lembaga Demogfrafi. 1. ADB. serta cenderung berorientasi pada pasar lokal. 26 Mei 2003. sehingga banyak lembaga dan banyak studi masih meletakkan usaha mikro dalam satu kelompok dengan usaha kecil. Jakarta Post. Meskipun sulit untuk memisahkan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. Indikatornya antara lain. Disamping itu. tingkat modal dan kadang akses terhadap kredit yang rendah. Usaha mikro banyak diminati oleh perempuan dengan pertimbangan bahwa usaha ini dapat menopang kehidupan rumah tangga dan dapat memenuhi kebutuhan pengembangan diri (Sumampouw.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Usaha mikro tergolong jenis usaha marginal. Desember 2003 . Lihat diantaranya dalam Media Indonesia. usaha mikro dan usaha kecil telah berperan sebagai buffer dan katup pengaman (savety valve) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan alternatif lapangan pekerjaan bagi para pekerja sektor formal yang terkena dampak krisis3. Usaha mikro dan usaha kecil sulit untuk dipisahkan karena dalam beberapa hal mempunyai ciri dan sifat yang hampir sama. Seiring dengan bertambahnya pendapatan 1 Dapat dilihat antara lain pada Microenterprise Development: Not by Credit Alone. yaitu sekitar 40%. 2001). yang antara lain ditunjukkan oleh penggunaan teknologi yang relatif sederhana.usaidmicro. dan belum ada angka pasti tingkat keterlibatan perempuan dalam usaha mikro. Jakarta 2002 Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. juga mampu bertahan menghadapi goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997.pdf. diperkirakan porsinya cukup besar dan sebanding dengan porsi perempuan dalam usaha kecil.pdf. mencapai 65.org/Documents/Books/Microenterprise/microenterprise.4 Kiprah perempuan dalam perekonomian keluarga dan nasional menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan secara keseluruhan.

1. maka peningkatan ekonomi perempuan.5 dan pada "Penerapan Upah Minimum di Jabotabek dan Bandung".7/Agustus 1999. baik oleh lembaga pemerintah. Memetakan upaya penguatan usaha mikro (UPUM) dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga/individu pada kurun waktu 1997 . Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. pengusaha perempuan diperkirakan mempunyai akses yang lebih kecil. melainkan pada jenis pekerjaan yang dilakukan. antara lain dilakukan melalui upaya/program/proyek/ kegiatan/aktivitas penguatan usaha mikro. Upaya ini diketahui telah banyak dilakukan. menemukan bahwa penetapan upah pekerja tidak didasarkan pada perbedaan jender. Upaya pengembangan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan ini menjadi penting. Posisi tawar mereka berubah dan pendapat mereka mulai diperhitungkan dalam setiap proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Brahmantio Isdijoso dan Sri Sulandjari: "SME clusters in Indonesia: An Analysis of Growth Dynamics and Employment Conditions". 11% dibandingkan laki-laki. Beberapa studi mengindikasikan upah perempuan lebih rendah dari laki-laki. Namun demikian hingga kini sulit memastikan seberapa besar upaya yang telah dilakukan dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi perempuan. dimana mereka menjalankan fungsi reproduksi. 6 Diantaranya adalah studi tentang "Industri Keramik di Plered" oleh Henry Sandee yang menyatakan bahwa pada industri keramik di Plered lebih banyak mempekerjakan perempuan karena upah mereka lebih rendah 25% dari pada laki-laki. 5 Partisipasi perempuan merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan. Sebagian besar perempuan masih berkiprah di sektor informal atau pekerjaan yang tidak memerlukan kualitas pengetahuan dan ketrampilan yang spesifik. Dilihat dari akses terhadap kredit. dan tingkat jabatan pekerja. hasil penelitian dari SMERU pada "Aspek KetenagakerSemasa Krisis Ekonomi". 7 2 Lembaga Penelitian SMERU.6 Salah satu studi memberikan gambaran upah perempuan sekitar 70% dari upah laki-laki. loc cit. kerjasama dengan ILO. 14%. Oleh karena itu penting untuk mengetahui sedini mungkin peta upaya-upaya dimaksud. Pekerjaan ini biasanya kurang memberikan jaminan perlindungan secara hukum dan jaminan kesejahteraan yang memadai. karena perempuan mempunyai kendala-kendala tertentu yang berkaitan dengan “tripple burden of women”.2 Tujuan 1. hal. Upaya tersebut dilakukan di tingkat nasional ataupun tingkat regional. Selain itu. 2001. lembaga perbankan. produksi. dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatan serta menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. lembaga non-pemerintah. Meskipun demikian. yang berarti bahwa upah perempuan tidak selalu lebih rendah dari laki-laki. FEUI 2000.2003. Memberi acuan awal kepada berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil. disamping kondisi kerja yang memprihatinkan serta pendapatan yang rendah.perempuan atau akses perempuan kepada sumber-sumber daya ekonomi lewat usaha ini. maka kemampuan dan kesempatan mereka bernegosiasi dalam rumah tanggapun meningkat. dalam SMERU Newsletter No. Desember 2003 . dan fungsi sosial di masyarakat. 2. Walaupun demikian. Jakarta 2002 dan studi tentang "Dimensi Gender dalam Krisis Ekonomi" yang dilakukan atas kerjasama ILO Manila dengan Lembaga Demografi. belum diketahui secara pasti apakah upaya-upaya tersebut dilaksanakan tumpang tindih yang pada akhirnya justru mempengaruhi efisiensi dan efektivitas upaya-upaya tersebut. masa kerja. lembaga donor. maupun lembaga atau individu lain. 5 ADB Report. lembaga swasta. kesempatan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada masih sangat terbatas.7 Mengingat porsi perempuan dalam usaha mikro cukup menonjol.

%801   'HS. di tingkat pusat. Desember 2003 . yaitu meliputi: 8 S 18 lembaga pemerintah. tetapi hasil temuan lapangan mengindikasikan 6 lembaga diantaranya (cetak miring) tidak memiliki upaya:  %DSSHQDV  .3 Metode Penelitian Studi pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan metoda kualitatif. Informasi yang digali merupakan data setiap upaya penguatan usaha mikro yang dilaksanakan sejak tahun 1997.HXDQJDQ 'HSGLNQDV   .. BUMN. . (5) sasaran.. 10 3 Lembaga Penelitian SMERU. . S 8 lembaga donor. (6) waktu. S 7 lembaga perbankan pemerintah maupun swasta. Guna mempercepat kegiatan pemetaan dan mengoptimalkan hasil. (4) wilayah. 9 S 20 lembaga non-pemerintah. 8 Pada awalnya Peneliti melakukan pemetaan di 18 lembaga pemerintah/departemen/kementrian.RRUG . (3) jenis upaya.RP .LPSUDVZ  LO 'HSQDNHUWUDQV . sebagaimana tertuang dalam Tabel 1. dan (9) potensi di masa mendatang. Penggalian informasi dilakukan dengan menggunakan daftar isian yang telah dipersiapkan. 10 S 13 perusahaan swasta nasional maupun asing. .HVHKDWDQ . Penggalian informasi dan pengolahan upaya penguatan usaha mikro di tingkat pemerintah pusat dilakukan pada Juni – Nopember 2003.HODXWDQ 3HULNDQDQ %337 %36 9 Melalui jaringan lembaga non-pemerintah.QIRUPDVL 'HS3HUWDQLDQ %.HVUD  'HSGDJUL  'HSVRV    'HS. dan koperasi. (7) masalah. (2) nama upaya.%1 'HSHULQGDJ       'HS. Tim Peneliti bekerjasama dengan Mitra Kerja di setiap lembaga yang memiliki upaya dan Mitra Kerja lepas untuk mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga. Informasi yang menjadi acuan utama ini digali dari lembaga dan individu yang mempunyai peran yang signifikan dalam upaya penguatan usaha mikro. ternyata 3 lembaga tidak memiliki upaya.0 'HSW .RSHUDVL 8.1. (8) status saat ini. dan S 6 lembaga atau individu lainnya. yaitu: menggali informasi dan mencatat upaya penguatan usaha mikro dan upaya penguatan usaha kecil yang dapat dimanfaatkan oleh usaha mikro. Daftar isian tersebut antara lain memuat informasi tentang: (1) pelaksana. Setelah dilakukan penelitian.

Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Pemerintah 2. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga non-Pemerintah 3. Mekanisme Kerja Pemetaan Upaya Penguatan Ekonomi Mikro dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Perempuan Lembaga Penelitian SMERU Pemimpin Tim (Peneliti) ÅÆ Kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan Sekretariat (Sekretaris) TimPeneliti: Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ Mitra Kerja: 1. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Perbankan 5. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Donor 6. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga lain 4 Lembaga Penelitian SMERU. Mitra Kerja untuk/dari Perusahaan Swasta 4.Tabel 1. Desember 2003 .

5 Lembaga Penelitian SMERU. dan (5) potensi dari setiap upaya penguatan usaha mikro. Hal tersebut karena berdasarkan pengalaman. Di samping itu. Karena latar belakang tersebut maka studi ini mempunyai ruang lingkup: 1. sulit membedakan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. (4) masalah.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan Ruang lingkup studi ini tidak dibatasi pada pemetaan upaya penguatan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan atau mempunyai mayoritas tenaga kerja perempuan. Hal ini karena masih terdapat pengertian yang rancu antara usaha mikro dan usaha kecil. Rentang waktu upaya yang dipetakan adalah yang dilaksanakan sejak tahun 1997 hingga studi ini dilakukan. Upaya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetapi pada periode 1997 – 2003 dinyatakan masih berlangsung di tingkat masyarakat (misalnya upaya yang dilakukan melalui perguliran dana) tetap akan menjadi jenis upaya yang dipetakan. lembaga donor. (3) sasaran. dan sebaliknya. Desember 2003 . dan kadangkala suatu upaya yang ditujukan untuk usaha mikro pada kenyataannya dimanfaatkan oleh usaha kecil. lembaga perbankan. Memetakan upaya/program/kegiatan penguatan yang dinyatakan ditujukan kepada usaha mikro dan yang ditujukan kepada usaha kecil tetapi dapat diakses oleh usaha mikro yang dilakukan oleh lembaga-lembaga/individu di tingkat nasional. (2) wilayah. pemetaan ini tidak dibatasi pada upaya yang ditujukan pada usaha mikro saja tetapi juga termasuk upaya untuk usaha kecil.1. umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil. lembaga swasta. Hasil pemetaan akan mencakup pemetaan: (1) jenis. baik lembaga pemerintah. Umumnya usaha mikro dilakukan secara bersama-sama oleh anggota keluarga (suami istri). tahun 2003. lembaga non-pemerintah. maupun lembaga atau individu lainnya. 2.

Upaya penguatan usaha mikro (UPUM) adalah usaha/program/ proyek/kegiatan/aktivitas untuk menguatkan usaha mikro yang dapat diwujudkan dalam berbagai jenis kegiatan. S Departemen Keuangan: Usaha mikro adalah usaha produktif milik keluarga atau perorangan WNI yang memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. S Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional Pengusaha mikro adalah pemilik atau pelaku kegiatan usaha skala mikro di semua sektor ekonomi dengan kekayaaan di luar tanah dan bangunan maksimum Rp25 juta. ikhtiar untuk memecahkan persoalan.II. sedangkan usaha kecil memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1 milyar per tahun.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil Terdapat beberapa pengertian usaha mikro yang diberikan oleh beberapa lembaga.40/KMK. akal. antara lain: S Permodalan.000. dan lainnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI 1999). sedangkan industri kecil mempekerjakan 5 -19 orang.1 Upaya DEFINISI Upaya adalah usaha. antara lain: S BPS Industri kerajinan rumah tangga yaitu perusahaan/usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 1-4 orang.11 S Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Usaha mikro dan usaha kecil adalah suatu badan usaha milik WNI baik perorangan maupun berbadan hukum yang memiliki kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) sebanyak-banyaknya Rp200 juta dan atau mempunyai omzet/nilai output atau hasil penjualan rata-rata per tahun sebanyak-banyaknya Rp1 milyar dan usaha tersebut berdiri sendiri. ADB Report. 12 6 Lembaga Penelitian SMERU.12 11 SK Menteri Keuangan RI No.000 per tahun. mencari jalan keluar. S Departemen Perindustrian dan Perdagangan: Industri-Dagang Mikro adalah industri-perdagangan yang mempunyai tenaga kerja 14 orang. 2. S ADB: Usaha mikro adalah usaha-usaha non-pertanian yang mempekerjakan kurang dari 10 orang termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga. melalui pemberian kredit S Pelatihan S Pendampingan dan fasilitator S Bantuan teknis dan konsultasi S Penyediaan informasi S Penelitian 2.06/2003. Desember 2003 . op cit.

pdf 7 Lembaga Penelitian SMERU. Kepemilikan aset dan pendapatannya terbatas. Berdasarkan beberapa pengertian diatas. yaitu pemilik yang sekaligus menjadi pekerja. Development of Micro. kemampuan manajerial rendah. 13 http://www.00. World Bank Newsletter.000.org/servlet/WDSContentServer/WDSP/IB/2000/10/19/000009265_3970311124051/Re ndered/PDF/multi_page. menggunakan teknologi sederhana. pengertian Usaha Mikro yang digunakan adalah sebagai berikut: Usaha non pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang mempekerjakan paling banyak 10 pekerja. West Bank and Gaza Microenterprise Project http://web. Small Enterprise and Rural Finance st in Sub Saharan Africa:The World Bank’s Strategy. termasuk di dalamnya usaha yang hanya dikerjakan oleh satu orang yang sekaligus bertindak sebagai pemilik (self-employed). memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100 juta per tahun. Usaha mikro sering merupakan usaha tingkat survival (usaha untuk mempertahankan hidup – survival level activities). dan berorientasi pasar lokal.Mengacu pada definisi Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional dan diperkuat dengan pengamatan lapangan Lembaga Penelitian SMERU: aset di luar tanah dan bangunan. William F. aset minim.worldbank.contentMDK:20026975~menuPK:34471~pagePK:40651~piPK:40653~theSitePK:4607.org/About 14 Riley. Self-Employed for The Unemployed.html.usaidmicro.13 S Bank Dunia: Usaha mikro merupakan usaha gabungan (partnership) atau usaha keluarga dengan tenaga kerja kurang dari 10 orang. Thyra A and Steel. yaitu: . Sandra Wilson and Avril V Adams (1994). maksimal Rp25 juta.S USAID: Usaha mikro adalah kegiatan bisnis yang mempekerjakan maksimal 10 orang pegawai termasuk anggota keluarga yang tidak dibayar.org/WBSITE/EXTERNAL/NEWS/ 0.worldbank.Sesuai dengan SK Menteri Keuangan RI No. March 31 . Kadangkala hanya melibatkan 1 orang. .1998. http://wwwwds. antara lain mempekerjakan paling banyak 10 orang pekerja.14 S ILO: Usaha mikro di negara berkembang mempunyai karakteristik.40/KMK. dan tidak membayar pajak. Desember 2003 . yang kebutuhan keuangannya dipenuhi oleh tabungan dan pinjaman berskala kecil. Beberapa alasan yang melatarbelakangi penggunaan definisi tersebut dalam studi ini. merupakan usaha keluarga dan menggunakan tenaga kerja keluarga. lokasi kerja biasanya di rumah. berskala kecil. termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga. World Bank Discussion Paper no 263. maka dalam melakukan Pemetaan UPUM ini. dan mempunyai aset di luar tanah dan bangunan paling banyak Rp25 juta.Mengacu pada definisi internasional tentang usaha mikro yang umumnya menyatakan bahwa pekerjanya maksimal 10 orang..06/2003 yang menyebutkan bahwa usaha mikro memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100.000 per tahun. antara lain usaha dengan maksimal 10 orang pekerja. menggunakan teknologi tradisional. S Farbman dan Lessik (1989): Usaha mikro mempunyai karakteristik. Experiences in OECD and Transitional Economics. dan .

4. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) Yayasan Mitra Usaha (YMU) Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) Yayasan Permata Hati YPM Kesuma Multi Guna B. Desember 2003 . 3. 13. 12. 8 Lembaga Penelitian SMERU. 6. 2. 11. Ornop Lokal Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Bina Desa Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) Bina Swadaya Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) Lembaga Penelitian. 8. 4. A. 3.III. 12. 14. 10.1 Daftar Lembaga yang Upayanya Dipetakan I. 2. 2. 3. 15. 16. 7. 9. 1. 13. PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO 3. 6. Kelompok Organisasi Non-Pemerintah 1. 5. 4. 7. 11. 9. Ornop Internasional Care International Indonesia Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia Christian Children Fund Indonesia (CCF) Mercy Corps 1. 10. Kelompok Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Departemen Pertanian (Deptan) Departemen Sosial (Depsos) Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi (Depnakertrans) Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) II. 5. 8.

5. Asian Development Bank (ADB) The Asia Foundation Australian Agency for International Development (AusAID) Bank Dunia The European Union International Labour Organization (ILO) Swisscontact United State Agency for International Development (USAID) VI. 4. Gema PKM Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Koperasi Annisa Muslimat NU Kemitraan bagi Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) PT Ukabima 9 Lembaga Penelitian SMERU. 4. Kelompok Perusahaan PT Astra International Tbk PT. 6. 2. 8. 10. Kelompok Lembaga Lain 1. 6. 6. 2. Bahana Artha Ventura Koperasi Bina Masyarakat Mandiri PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) PT ISM Bogasari Flour Mills Pertamina PT Pos Indonesia (Persero) PT Pupuk Kaltim Tbk PT Sucofindo PT Unilever Indonesia IV. 4. 1. 9. 2. 2. 5. 7. Kelompok Lembaga Perbankan 1. Desember 2003 .III. Bank Indonesia Bank Bukopin Bank Central Asia (BCA) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Niaga Bank Rakyat Indonesia (BRI) V. 5. 7. 3. 5. Kelompok Lembaga Donor 1. 4. 6. 8. 3. 7. 3. 3.

PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL 10 Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .

BNI . Masalah .Mata rantai yang panjang menjadi kendala dalam pelaksanaan teknis (pengucuran dan .Pembinaan Tahun BKKBN.Tidak tersedia dana dampingan untuk pembinaan.Evaluasi Tahun 2001 8 provinsi BKKBN. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1.Pembinaan . BRI. BMM. 1997– Juni Kementerian 2002 Kop & UKM. BNI. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 1.3 Kukesra Mandiri . PKK Seluruh Indonesia .2 Kredit Pengembangan Kemitraan Usaha (KPKU) . Yayasan Siti Khadijah. Koperasi 2003. . BPR Swadharma) Program sudah selesai.Pemantauan .Pengusaha UKM atau koperasi yang bermitra dengan kelompok UPPKS/kelompok lain Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I yang tergabung dalam UPPKS Sudah selesai Mendorong anggota UPPKS mengaktualisasikan diri lebih lanjut dalam kegiatan usaha mikro melalu program kemitraan dengan modal yang lebih besar daripada modal Kukesra 1.Penyuluhan dan dan PT Pos bimbingan kepada (penyalur) kelompok.Mitra memperoleh kredit hanya pada dua tahun pertama .Pemberian kredit .Perebutan kepentingan dengan pemda karena alasan ketidakfokusan program KPKU dengan pola mitra. 2. Desember 2003 . . Deptan (Diklat P4K).Pemberian pinjaman BKKBN Keluarga Sejahtera modal secara (executing (Kukesra) bertahap.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . sehingga dibentuk pola KPTTG (Kredit Pengembangan Teknologi Tepat Guna) tahun 1997 .Kelompok UPPKS/kelompok lain yang bermitra dengan pengusaha UKM atau koperasi .SDM kurang profesional. tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan. (seluruh desa Sejahtera I non-IDT) 1. program). terutama tenaga teknis lapangan yang dirangkap PLKB. BNI. – Januari LKM/LPSM (YDBP.2003 Kelompok Instansi Pemerintah No. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  Lembaga Penelitian SMERU. Perbarindo. Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Program sudah selesai. tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan.1 Kredit Usaha . .Pemberian modal . Depperindag. Yayasan Mitra Usaha.Pendampingan . Mendorong anggota UPPKS menjadi usahawan yang mandiri dan profesional serta siap mendapatkan kredit komersial dari perbankan sekaligus menjadi teladan bagi anggota yang lain.Pelaporan .Tunggakan yang masih besar hingga saat ini .Tidak fokusnya tenaga lapangan teknis dalam membina anggota dan kelompok UPPKS Potensi Berpotensi untuk melihat kemampuan dan menggugah minat kaum ibu untuk berusaha sehingga menjadi kelompok usaha yang mandiri Tahun 1996 Seluruh Keluarga Pra – Januari Indonesia Sejahtera dan 2003. Depdagri (PMD).

Dit.1.I 1999 Yogyakarta (Kab. Gunung Kidul) Selesai 2.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Usaha kecil (termasuk mikro). 2. KPPTPW Tahun 1998. Brebes) Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Selesai  Lembaga Penelitian SMERU. Dit. Program Diseminasi Teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1998 . menengah dan koperasi (UKMK) Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Lihat masing-masing kegiatan Potensi Lihat masing-masing kegiatan 2.1 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan dan Pemanfaatan Iptek di Daerah (PKPID).Tahun 1998.No.D. Bio Industri Tahun 1998.D. KPPT2 Tahun 1998.1 Budidaya Udang di Lahan Berpasir Diseminasi teknologi BPPT. Lamongan) Tahun 1998.1. Desember 2003 .1.3 BPPT.6 Pembuatan peralatan BPPT. Dit.2 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Rumput Laut Udang Galah bagi Petani Sawah Diseminasi teknologi Nelayan Selesai 2.Teknologi Budidaya Pertanian BPPT.1.Jawa Timur ( 1999 Kab. Kulonprogo) Petani sawah Selesai 2.4 Tempe Skala Industri Kecil dan Rumah Tangga Diseminasi teknologi BPPT.NTB (Kota 1999 Mataram) Petani tambak udang Selesai 2. Tahun 1998.1. Dit. KKE.Jawa Tengah Petani cabai (Kab.I Industri kecil dan rumah tangga 1999 Yogyakarta (Kab.5 Teknologi Pembuatan Briket Batubara untuk Usaha Kecil/Koperasi Pembuatan Alat Pengering Cabe Skala Kecil Diseminasi teknologi BPPT. Dit.Jawa Tengah Usaha kecil/koperasi Selesai 1999 (Semarang) UPT LSDE 2.1. Dit.

Jawa Tengah (Kab. Dit. Dit. Desember 2003 .Harga udang terus membaik. Dit.10 Pemanfaatan Bahan Diseminasi teknologi Galian untuk Penjernih Minyak dan Bahan Kerajinan Paket Informasi Diseminasi teknologi Teknologi Pengecoran Logam Industri kerajinan Tahun 1998. Kebijakan Teknologi untuk Pengembangan Wilayah Petani tambak udang Sudah .Waktu kegiatan dilaksanakan .11 BPPT. Sukabumi).1.II Lamongan.I.Ketersediaan bahan oleh para petani tambak udang.7 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Pembuatan peralatan BPPT.1. . (Kab.12 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Aklimatisasi terhadap Benur untuk Menunjang Budidaya Udang Windu pada Sawah Tambak BPPT.1.D. Gunung Kidul) Usaha pengecoran Tahun 1998.1. Teknologi Proses 1999 Bandung) dan Rekayasa BPPT. 2.1. KPPUD Selesai 2.8 Tahun 1998.Riau (Koto Petani gambir 1999 Kari dan Taluk Kuatan) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Dit. .Jawa Tengah Usaha pengecoran BPPT. Klaten) logam Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Tahun 1998.Jawa Barat BPPT. (Kab. ! Lembaga Penelitian SMERU.1. dan Pemda Tk. Teknologi Agro Industri Petani sayur mayur Selesai 2.Kabupaten Lamongan memiliki sawah tambak yang luas. Dit.Jawa Barat logam 1999 (Kab. Peralatan Pengolah AgroIndustri Gambir Penerapan Teknologi Besi Cor Nodular Diseminasi teknologi Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1998.No.Jawa Timur 2000 (Lamongan) Selesai 2. 1999 Yogyakarta (Kab.9 Packaging Pasca Diseminasi teknologi Panen Sayur Mayur Selesai 2. Dit. Koperasi Tamyamsang./Kota Tegal) Tahun1999.Kesiapan petugas lapangan dan diteruskan .

Diseminasi teknologi Teknologi Pertanian . Pesantren Hayatan Thayyibah . Desember 2003 .13 Nama Upaya Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Ekoefisiensi Penanganan Plastik Bekas di Bekasi Jenis Kegiatan . Teknologi Budidaya Pertaian Tahun 1999. Dit.Banten Petani/nelayan BPPT. dengan biaya yang sesuai.14 Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut di Kabupaten Serang . Masalah -Sulit menentukan bengkel pembuat yang baik.No. Serang terkenal dengan sate bandengnya. Kedelai.Jawa Barat BPPT.1. -Pendekatan terhadap penduduk sekitar lokasi pengolahan dan pengurusan perizinan. masyarakat. 2.Pemda Kab. SukabumiKec. dan pengolahan agar-agar Tahun 1999.1. Sebagian besar tambak dimiliki penduduk Jakarta sehingga agak sulit menentukan tambak yang dimiliki petani berpenghasilan rendah dan memerlukan bantuan Potensi Bekasi merupakan tempat tinggal sebagian pekerja Jakarta.Serang) Kebijaksanaan dan Pemasyarakatan Teknologi Selesai .Pelatihan tentang teknologi dan pengembangan bisnis Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. -Proses pencarian bahan.Pembinaan dan pendampingan .Lokasi kurang air pada musim kemarau dan sistem pengairan kurang menunjang kegiatan sehingga harus menunggu musim hujan. Dit. 2. " Lembaga Penelitian SMERU. 2.1.Keterbatasan waktu tenaga kerja setempat memperlambat proses penanaman .Keterbatasan dana sehingga model “pertanian terpadu “ tidak dapat diterapkan pada tempat/pondok pesantren lain.15 Penerapan . 2000 (Kab.Baros) Pesantren.Serang menjadikan rumput laut sebagai produk ekspor unggulan . Pasokan setempat sering tidak mencukupi dan harus didatangkan dari luar Serang Mengali semua potensi yang ada untuk dipadukan secara optimal dengan mengacu pada peningkatan produktivitas dan kualitas produksi.Diseminasi teknologi budidaya rumput laut.Kebijaksanaa 2000 n Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah Sasaran Usaha pengolahan plastik Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan saat ini dikelola oleh Koperasi Hijau. Jagung Hibrida) untuk Meningkatkan Usaha Tani Desa Pesantren di Jabotabek BPPT. pembuatan komponen dan perakitan alat membutuhkan waktu cukup lama.Kab. . (Bekasi) Dit. sehingga menghasilkan sampah plastik yang cukup banyak. Sapi.Jawa Barat 2000 (Kab. serta sesuai dengan situasi pasar dan kondisi lingkungan setempat. ikan bandeng.Disain dan pembuatan peralatan pengolah plastik bekas . dan Pemda Sudah dilaksanakan dan dikelola oleh Kelompok Pondok Pesantren Imaratul Masajid.Pelatihan Terpadu (Ayam.

Garut. 2.1.1.Jawa Barat Pengrajin 2000 (Garut). pembuatan peralatan Teknologi .Pelatihan Bioindustri . # Lembaga Penelitian SMERU. .Dana untuk membuat susu steril tidak mencukupi sehingga pengolahan ini hanya sampai menghasilkan susu pasteurisasi Pengembangan teknologi penyamakan kulit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM pengrajin kulit dan membuka kesempatan kerja baru. Jawa penyamakan kulit Timur industri kecil (Ponorogo).1.16 Nama Upaya Jenis Kegiatan Upaya Peningkatan Diseminasi teknologi Produktivitas Budidaya Ikan Kerapu Ekspor dalam Keramba Jaring Apung Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999. Jawa Barat. BandungPangalengan) . Jawa Barat .Perancangan dan BPPT. . Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) . 2. . mendapatkan penghasilan tambahan dan membuka kesempatan kerja baru.Bantuan peralatan Peternak Tahun 1999.18 Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Produksi Susu Steril di Pangalengan.Dalam tahap percobaan terjadi masalah pada alat pasteurisasi sehingga dilakukan perbaikan atau modifikasi peralatan.17 Paket Peralatan Penyamak Kulit dan Bahan Penyamak kulit Ramah Lingkungan untuk Industri Kecil .Beberapa peralatan laboratorium mengalami kerusakan.Bantuan peralatan Tahun 1999. Dit. .Pelatihan Bioindustri . pada tahap pemasangan. Belitung) Sasaran Nelayan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.No.Perancangan dan BPPT.Terjadi kerusakan perangkat peralatan penyamakan kulit di UPTKulit Sukaregang Garut. Dit.Meningkatkan kemampuan produsen susu/peternak dalam mengembangkan usaha.Jawa Barat 2000 (Kab.Peralatan menggunakan teknologi sederhana dan tidak membutuhkan banyak tempat. Desember 2003 . Sudah selesai dan diteruskan oleh pengrajin penyamakan kulit di Sukaregang.Membantu penguasaan teknologi produksi susu steril . pembuatan peralatan Teknologi .Kepulauan 2000 BangkaBelitung ( Kab.

22 Penerapan Teknologi Proses Minyak Atsiri (Nilam) untuk Usaha Kecil di Muara Enim . pengrajin Selayar) Sudah selesai dan selanjutnya dikelola oleh Koperasi Tani Maju Mandiri . pembuatan peralatan Teknologi .Sulawesi 2000 Selatan (Kab.Kondisi infrastruktur dan geografi tidak mendukung sehingga transportasi menjadi kendala utama . Masalah .1.Sumatera 2000 Selatan (Kab.Bantuan peralatan Tahun 1999. Sulawesi Selatan .D. 2000 Yogyakarta Sasaran Status Saat Ini Kelompok tani wanita Sudah selesai di D.Muara Enim) Petani dan masyarkat Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi "Selawi Jaya" Tersedia lahan luas yang subur sepanjang pegunungan Bukit Barisan. Namun dalam pengembangannya diperlukan alih teknologi dan pelatihan untuk petani jarak atau koperasi pengolah biji jarak agar dapat mandiri.No.Indonesia mengekspor biji jarak kering dan masih mengimpor minyak jarak untuk memenuhi kebutuhan lokal.I.l. Dit.Alat yang tersedia harus dimodifikasi . lahan perairan pantai 64 hektar. 1. koperasi) yang siap dijadikan mitra 2.Jawa Tengah Pemda Tk. Memiliki SDA perikanan (teripang) potensial: 12 desa . Dit.5 kecamatan.Pelatihan Agroindustri .1. Yogyakarta dan diteruskan oleh pemda setempat saat ini sudah sampai ke kelompok tani.Perancangan dan BPPT.350 KK nelayan teripang tradisional.Potensi tanaman jarak di Kab. . Desember 2003 . dan belum dibudidayakan secara itensif $ Lembaga Penelitian SMERU. II Kab. BIPP dan koperasi/pengolah biji jarak Sudah selesai dan kini dikelola oleh Koperasi Serba Usaha Tiga Jaya. Belum ada hambatan teknis. Boyolali dan sekitarnya cukup besar.Keterbatasan dalam menerima informasi teknis operasional kegiatan .Pelatihan Agroindustri .Perancangan dan BPPT. Jawa Tengah . pembuatan peralatan Teknologi .19 Nama Upaya Penerapan Teknologi Pasca Panen RempahRempah Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.1.Tertundanya pencairan dana menyebabkan kegiatan tidak segera dilaksanakan Potensi Industri pengolahan di Yogyakarta mempunyai potensi untuk berkembang karena Yogyakarta merupakan daerah pemasaran /penampung dan distribusi produkproduk pertanian dari berbagai daerah disekitarnya .Waktu pelaksanaan kegiatan sangat singkat terutama akibat tertundanya pencairan dana.Bantuan peralatan Tahun 1999. dan lembaga profesi (a. 2.I.21 Penerapan Teknologi Pasca Panen Teripang di Kabupaten Selayar. pembuatan peralatan Teknologi . 2.Boyolali) Boyolali.Perancangan dan BPPT.Bantuan peralatan Nelayan dan Tahun 1999. Dit.20 Penerapan Teknologi Ekstraksi Minyak Jarak di Kabupaten Boyolali. 2000 (Kab. Dit. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 1999. .1.Pelatihan Agroindustri .Keadaan faktual di lokasi tidak selalu sesuai dengan rencana Tidak ada 2.

. 2.No.Pelatihan . Bali Jakarta menunjukkan peningkatan.Sulawesi 2000 Tenggara (Kab. 2. Teknologi Agroindustri BPPT.1.Bantuan peralatan Tahun 1999.Perancangan dan pembuatan peralatan . pembuatan peralatan Teknologi . kompos) harus dikirim dari Karangasem. Desember 2003 . Bekasi). masyarakat 2000 Selatan (Kab. 2.289 ha dengan produktivitas 1. Potensi Tersedianya areal kemiri seluas 2. tetapi pekerjaan secara keseluruhan tidak terhambat.26 .1.511 kg biji kering/ha/ tahun. Tahun 1999.27 Pelatihan Kerja Santri tentang Sistem Tambak Ikan. Dit.1.Pelatihan Agroindustri . Sulsel Penerapan Teknologi Biofertilizer dan Pengeringan Hijauan Makanan Ternak untuk Peningkatan Produktivitas Pakan Ternak Sapi .Bantuan peralatan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. dan CV Soppeng) Matahari Terbit Status Saat Ini Sudah selesai dan kini dikelola oleh "CV Matahari Terbit" Masalah Pada awal pekerjaan konstruksi muncul beberapa masalah.Perancangan dan pembuatan peralatan .Bali 2000 (Kab. Ayam dan Pisang Pelatihan BPPT Tahun 1999.Sulawesi Petani dan masyarakat 2000 Selatan (Kab.Bantuan peralatan BPPT.1.23 Nama Upaya Penerapan Teknologi untuk Pengolahan Kemiri di Kabupaten Soppeng. Sumber Hasil Terdapat perkebunan kakao rakyat seluas 19.Beberapa bahan (seperti Populasi ternak sapi di Kab.Bantuan peralatan BPPT./Kota Kendari) Petani. Banten (Tangerang) Guru–guru pesantren Selesai % Lembaga Penelitian SMERU. 2000 Jawa Barat (Bogor.Karang Asem) Petani dan masyarakat Sudah selesai dan diteruskan oleh Dinas Peternakan setempat . NTT.Lambatnya pembangunan sarana serta pengadaan barang karena terbatasnya peralatan teknik di lokasi dan ketrampilan tenaga kerja.Sulawesi Petani. setempat. .1.25 Penerapan Teknologi Proses Fermentasi dan Pengeringan Kakao Rakyat di Kabupaten Pinrang.735 Ha dengan jumlah produksi sebanyak 534 ton/tahun 2.Dana perjalanan terbatas sehingga alih teknologi serta bimbingan teknik pengolahan mete sulit dilaksanakan.24 .Perancangan dan BPPT.Pelatihan Agroindustri .Pelatihan . pembuatan peralatan Teknologi . masyarakat dan koperasi Sudah selesai dan saat ini diteruskan oleh koperasi setempat NTB. Sulsel dan Sultra sangat potensial untuk pengembangan kacang mete tapi pemanfaatannya masih rendah (mete diekspor dalam bentuk gelondongan) karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi pengolahan. Dit.DKI Jakarta. Pusat Pengkajian dan Penerapan Bioteknologi Industri dan Pertanian Tahun 1999. Sulawesi Selatan Penerapan Teknologi Pengolahan Mete Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Jenis Kegiatan Pelaksana .Perancangan dan BPPT.Pinrang) Sudah selesai Belum ada masalah atau saat ini dikelola hambatan yang berarti dan oleh Koperasi masih berjalan sesuai jadwal. Dit.Daerah setempat mempunyai angin lembah yang sangat kuat sehingga pergantian atap green house dilakukan 2 kali 2. .

seperti Jakarta.1. Teknologi Lemari pembuatan peralatan Teknologi Pengering Serba . D. Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (TISDA) Tahun 1999. Bogor. Dit. Perbedaan sumber energi yang direncanakan (listrik) dengan yang biasa digunakan sasaran (bahan bakar cair) mengharuskan perubahan desain dan mempengaruhi bahan dan peralatan untuk membuat lemari Daerah Pelabuhan Ratu terkenal dengan komoditas perikanan dan mensuplai ke beberapa daerah. 2. itik Purworejo) 2./Kota ikan dan Pemda Sukabumi).31 Pembuatan dan Alih .Jawa Barat Masyarakat pengolah 2000 (Kab. 2.29 .Diseminasi teknologi Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis SDA di Kalimantan Timur BPPT.1.I. Gunung Kidul) Sudah selesai dilaksanakan dan diteruskan oleh Pemda dan kelompok pengolah ikan setempat. Yogyakarta (Kab. Dit. Demak) Selesai 2.28 Nama Upaya Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Fermentasi di Pondok Pesantren dan Industri Kecil Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Inditik (Integrasi Penanaman Padi dengan Pemeliharaan Itik) Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.32 Penerapan .No.1.Pengembangbiakan itik Tahun 1999.1.Pelatihan Teknologi untuk . Potensi tersebut dapat segera dikembangkan & Lembaga Penelitian SMERU.Kalimantan 2000 Timur (Kota Balikpapan) Masyarakat dan Pemda Sudah selesai kini dilanjutkan oleh pemda setempat Masalah mobilisasi dan Pemerintah Kota demobilisai peralatan untuk Balikpapan memiliki potensi demo dan uji kaji di lapangan sumber daya alam yang belum termanfaatkan. Desember 2003 .Madura & 2000 Jawa Timur Sasaran Pondok pesantren dan masyarakat peternak/petani Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.Budidaya pertanian BPPT .Perancangan dan BPPT.30 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Kepiting Bakau di Pertambakan dalam Upaya Pemberdayaan Petani Tambak BPPT Tahaun 1999-2000 Jawa Tengah Petani tambak (Kab.1.Pelatihan Transportasi Guna dan Alat Pengupas Singkong Tahun 1999. Bandung dan bahkan sudah banyak yang diekspor.Jawa Tengah Petani dan peternak Selesai 2000 (Kab.

Klaten) 2. Sukabumi kaya akan potensi wisata dan hutan bambu sehingga mesin pengolah bambu berpotensi mendukung kerajinan bambu rakyat.Perancangan dan Tahun 1999.34 Pembuatan Mesin Pengolah Bambu untuk Usaha Kerajinan Rakyat di Sukabumi.Pelatihan Majalengka) dan Rekayasa .Mengubah kebiasaan pengrajin dalam menggunakan pasir sungai sebagai pasir cetak tanpa memperhatikan persyaratan .Ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat mengembangkan usaha industri kecil.Bantuan peralatan Pengrajin dan Pemda Sudah selesai dilaksanakan dan kini dilanjutkan oleh kelompok pengrajin bambu di Desa Datarnangka.Majalengka Jawa Barat untuk Memproduksi Barang Teknik Karet Substitusi Impor Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. Dit.Menentukan jenis propeler .Jawa Barat BPPT.Pelatihan dan Rekayasa .Pelatihan Sukabumi) dan Rekayasa . Desember 2003 . menyerap hasil hutan bambu dan mendukung potensi wisata melalui produksi barang souvenir. a.Bantuan peralatan Sudah dilaksanakan kini diteruskan oleh pemda setempat . 2.Bantuan peralatan Sasaran Koperasi pengrajin bola Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada.1.l. ' Lembaga Penelitian SMERU. pembuatan bola yang berkembang sejak tahun 1990 2.36 . Tegal) Pemda .Jawa Tengah Pengrajin dan BPPT.1. (Kab. sehingga mesin pengolah bambu dibuat secara terpisah. . dan saat ini dikelola oleh koperasi pengrajin bola Potensi Kabupten Majalengka memiliki berbagai industri yang menjadi sumber PAD. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .No.Perancangan dan Tahun 1999.1. Dit. Jawa Barat . Dit.35 Pengembangan Diseminasi teknologi Teknologi Proses di Sentra Industri Kecil Genteng Klaten Peningkatan Kemampuan Industri Logam KecilMenengah di Sentra IKM Tegal untuk Pembuatan Komponen Otomotif BPPT Tahun 1999.Pangsa pasar Tegal yang cukup memotivasi industri kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.1.Perancangan dan BPPT.Jawa Barat .Jawa Tengah Pengusaha genteng Selesai 2000 (Kab. Rencana membuat mesin pengolah bambu serba guna tidak terlaksana karena konstruksinya mengalami kendala dan pengoperasiannya sulit. 2.33 Nama Upaya Pemberdayaan IKM Karet . . pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab.

38 Rancang Bangun Alat Penggiling Cabe Kering Skala Industri Pedesaan Tahun 1999.Perancangan dan BPPT. 2.1.Perancangan dan BPPT. Kabupaten Brebes merupakan daerah pertanian dengan produk unggulan cabe merah dan bawang merah.Cianjur merupakan sentra produksi padi di Jabar yang memasok sebagian besar kebutuhan padi daerah lain seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.Pelatihan dan Rekayasa . Cihea.1. (Kab. Brebes) masyarakat pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 pedesaan . petani. Jawa Tengah . masyarakat setempat. Jawa Barat Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. dan Pemda setempat Sudah selesai kini dilanjutkan oleh Pemda. petani. masyarakat BPPT. (Kab. Desember 2003 .40 Rancang Bangun Peralatan Iodisasi Garam Rakyat di Kabupaten Pati.No. roto mempunyai sirip penghancur (sudut 0) sehingga setiap selesai proses selalu terdapat sisa di dalam penggiling .39 Rancang Bangun Alat Pengolah Sabut Kelapa Skala Industri Kecil Tahun 1999.Bantuan peralatan Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada hambatan.Bantuan peralatan Terdapat beberapa masalah pada trial running mesin pencuci garam tetapi ditemukan solusinya. . Dit.1. Dit.Perancangan dan BPPT. 2.Jawa Barat . (Kab. Garam merupakan produk unggulan Kab.Jawa Tengah Petani.Pelatihan dan Rekayasa .Pelatihan dan Rekayasa . Pati 2.Pati dan tumpuan nasional.Pelatihan dan Rekayasa . petani dan masyarakat dan Pemda Sudah selesai dan kini diteruskan oleh Karang Taruna. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. 2.1. Cianjur) tani pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Perancangan dan Tahun 1999. Dit. Dit. Pati) dan Pemda . Resistensi masyarakat terhadap informasi luar lambat laun dapat diatasi sehingga dapat menerima peralatan menggantikan yang tradisional.  Lembaga Penelitian SMERU.Ciamis) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . Cianjur Jawa Barat Potensi Kab. dan dikelola oleh Balai Benih Tani Makmur.Bantuan peralatan Karang Taruna Kelana Jaya. dan kini diteruskan oleh kelompok tani dan IKM di sekitar Cianjur.Transportasi dan sarana telekomunikasi tidak memadai.Bantuan peralatan Sudah selesai kini dikelola oleh 2 KUD setempat Pada desain awal.Jawa Tengah Petani dan .37 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah Skala Industri Pedesaan di Kabupaten Cianjur. dan masyarakat Kab.Jawa Barat Petani dan kelompok .Lokasinya jauh di pelosok.

KUD dan pemda Sudah selesai dan diteruskan oleh KUD setempat Adanya perselisihan antara koperasi yang ditunjuk sebagai pengelola cool box (KUD Mina Jaya) dengan dinas teknis terkait (Dinas Perikanan). Kecamatan Pujon. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab.No.Teknologi yang terapkan dalam proyek ini tidak baru.Bantuan peralatan Garut merupakan sentra industri jagung utama di Jawa Barat. . pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 Lampung . Terjadi perubahan desain untuk memenuhi permintaan petani dan pemda di mana peralatan yang dikembangkan harus bersifat terpadu dan serbaguna. 2.Lampung BPPT. Dit. Dit.Pelatihan dan Rekayasa .Lampung Selatan merupakan lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis .1.Pelatihan Mesin Industri Selatan) . pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab. variasi sayuran yang ditanam. Potensi Kecamatan Pujon dapat dijadikan sebagai pelopor dan penggerak kegiatan agribisnis karena kesiapan dan kemampuan SDM. (Kab.Perancangan dan Tahun 1999.42 Pemanfaatan Container Bekas untuk Teknologi Cold Storage dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Hasil Tangkapan Nelayan .1.1.  Lembaga Penelitian SMERU. serta lokasinya tidak terlalu jauh.Jawa Timur . Desember 2003 .Bantuan peralatan Sasaran Kelompok tani "Tani Mulya.44 . .Pelatihan Mesin Industri . Malang Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan dikelola oleh kelompok “Tani Mulya”.Pelatihan Lampung Mesin Industri . Petani.41 Nama Upaya Rancang Bangun Pusat Penanganan Pasca Panen (Packing House) Sayur Mayur di Pedesaan Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. Garut) .Bantuan peralatan Selatan) Nelayan Sudah selesai dan diteruskan oleh koperasi perikanan setempat Tidak ada 2.43 Penerapan Teknologi Cool Box untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Tangkapan Nelayan Kecil Pengembangan Industri Pakan Ternak dari Tepung Bongkol Jagung Tahun 1999. Lampung merupakan salah satu lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis 2. Malang) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Bantuan peralatan Nelayan dan pemda Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh KUD dan pemda setempat. dan disesuaikan dengan lingkungan dan kemampuan SDM setempat 2. Dit.Perancangan dan Tahun 1999.Lampung . Dit. dan Jawa Barat adalah daerah penghasil jagung terbesar ke empat di Indonesia.Jawa Barat BPPT.Perancangan dan BPPT.1. (Kab." Desa Ngroto.Perancangan dan BPPT.

Bantuan peralatan Tahun 1999. dan Tanggerang.Jawa Tengah Petani/pengrajin dan BPPT.1. kelompok tani dan KUD.Perancangan dan pembuatan peralatan . Selesai 2.46 Pemasyarakatan Mesin Pengiris Serba Guna (PSG) untuk Terciptanya Peningkatan Kegiatan Ekonomi Rakyat .Pelatihan .II yang terkait: Pati.48 BPPT. Desember 2003 .Pelatihan . Potensi Daerah Pejaten merupakan sentra produk gerabah yang dapat dikembangkan menjadi sentra kerajinan keramik karena SDM-nya memiliki keterampilan yang cukup. .Bantuan peralatan BPPT Tahun 1999.Pelatihan . Dengan adanya peralatan pertanian pasca panen diharapkan petani dapat meningkatkan hasil gabah keringnya.Masyarakat tani masih sangat sukar diberi pengertian untuk memanfaatkan rancangan atau memproduksi sendiri peralatan . Unit 2000 (Kab.Tabanan masyarakat :Pejaten) Tabanan.Perancangan dan pembuatan peralatan . Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Tahun 1999. Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselin Bali. Sukabumi sangat potensial pertaniannya.1. Brebes. di Pati terdapat 11.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.1.45 Nama Upaya Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselen Jenis Kegiatan .Krisis moneter mengakibatkan bahan dan peralatan mahal dan sulit diperoleh.47 Diseminasi teknologi Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Logam di Pasuruan Rancang Bangun Peralatan Pertanian Pasca Panen Portable untuk Tanaman Padi . Daerah-daerah tersebut sangat potensial untuk dikembangkan karena mempunyai potensi pertanian yang bagus (mis. Bali Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan diserahkan ke CV. Magetan.No. Pati) Pemda Pati. Jawa Pelaksana Tengah Teknis Laboratorium Aero – Gasdinamika dan Getaran Tidak ada Sudah dilaksanakan kini dilanjutkan oleh para petani/pengrajin dan Pemda Tk. Keramik Pejaten.1. Lembaga Penelitian SMERU.Bali Pengrajin dan 2000 (Kab. Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999.Perancangan dan pembuatan peralatan .Jawa Barat 2000 (Sukabumi) Petani/kelompok tani Sudah dan Pemda dilaksanakan dan dilanjutkan oleh petani.Jawa Timur 2000 (Pasuruan) Industri kecil logam 2.Keterlambatan pelaksanaan . 2.364 ha tanaman ketela) 2.

Kerjasama pemerintah dan swasta masih kurang .Perancangan dan pembuatan peralatan . Potensi Potensi industri kecil pandai besi sangat besar namun belum tergarap secara optimal bahkan mulai ditinggalkan karena pasar lebih menyukai produk impor .1.Perancangan dan BPPT. .Pelatihan dan pembinaan BPPT. 2.Pelatihan .473.Diperlukan waktu yang cukup lama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup.Belum memiliki laboratorium dan workshop sendiri . Kalimantan Barat dan Koperasi Karyawan Eka Mutiara Sari Pontianak.Dari SKE tahun 1998.Partisipasi dan minat membeli/memproduksi tungku/kompor dan briket gambut dan produk lainnya meningkat .Jawa Barat 2000 Sasaran Pengarajin Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan terletak di belakang gedung UPT – LUK.Kalimantan 2000 Barat (Kab/Kota Pontianak) Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh Koperasi Pegawai Negeri Kanwil Dep. Jawa Tengah Tahun 1999. PU. Jawa Tengah Di Temanggung terdapat industri kecil pengolah aki bekas yang melakukan kegiatan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.1.Tidak seimbangnya dana penelitian dengan kebutuhan yang dihadapi .Pelatihan Lingkungan (Pb) dari Aki Bekas di Temanggung. diharapkan semakin tergantikan oleh produk dan teknologi gambut.Hambatan dalam sosialisasi penggunaan peralatan yang efisien dan efektif karena pengrajin khawatir akan meningkatnya biaya produksi.No.Hasil penelitian dan literatur masih terbatas .Jawa Tengah Masyarakat dan 2000 (Kab.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT. .08 kca/kk/hari. konsumsi energi (minyak tanah) rumah tangga di Kalbar 8. 2.1.Kualitas dan kuantitas SDM belum memadai . Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Waktu Wilayah Tahun 1999.49 Nama Upaya Rancang Bangun Teknik Pandai Besi untuk Memproduksi Alat-alat Pertanian dan Disain Ergonomi Jenis Kegiatan . 2. Dit.Pembuatan peralatan . Ulang Logam pembuatan peralatan Teknologi Timbal/Timah Hitam . Masalah Tidak dijumpai hambatan yang berarti kecuali beberapa pandai besi yang diundang tidak hadir. pengrajin Temanggung) Sudah dilaksanakan dan dilanjutkan oleh pengrajin pendaur ulang di Temanggung.Kerjasama pemerintah dengan luar negeri belum ada .50 Pembuatan dan Pemasyarakatan Briket dan Tungku Gambut untuk Rumah Tangga .51 Teknologi Daur . Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi – TPSA Tahun 1999. Dit. Desember 2003 . Melalui kegiatan IPTEKDA industri ini dapat dijadikan contoh dan dapat diimplementasikan pada industri sejenis di daerah lain ! Lembaga Penelitian SMERU.

Teknologi yang diterapkan masih bersifat ujicoba .No. Desember 2003 .Pelatihan BPPT.Pendampingan Teknologi dalam pengoperasian Bioindustri alat Selesai Teknologi ini membantu penciptaan produk baru yang memiliki prospek bisnis. Dit.1.53 . .Belum terasanya manfaat langsung bagi mitra pengguna .52 Nama Upaya Teknologi Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Industri Tahu-Tempe Penerapan Teknologi Destilasi Minyak Akar Wangi di Kab.tempe Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Klungkung) Peternak sapi Selesai 2. Garut) Petani penyuling minyak akar wangi Selesai . PPP-BIOTEK Tahun 2000 Bali (Kab. Dit.56 .Pembuatan peralatan . Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2000 Jawa Tengah Petani garam (Kab. Bantul) Perajin tahu tempe.54 Penerapan Teknologi Fermentasi dan Formulasi Roti Pakan Sapi untuk Meningkatkan Kualitas Daging .Pembuatan peralatan .1.Sasaran kegiatan tidak dapat dicapai sekaligus .Jawa Barat 2000 (Kodya Bandung) Sasaran Usaha tahu . Dit.1. Garut Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999. " Lembaga Penelitian SMERU.1. 2. GroboganLahan Pegaraman Jono) Tahun 2000 DIY (Kab. SDM dan lain-lain dll 2.Belum jelasnya pola kerjasama dengan mitra kerja . Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.55 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Evaporasi dan Kristalisasi untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Garam Perekayasaan Paket Peralatan dan Teknologi Produksi Nata de Soya BPPT.Pelatihan dan sosialisasi BPPT. Selesai Target produksi belum tercapai karena masalah pasokan bahan baku.1.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus Sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai usaha/bisnis 2.Pelatihan BPPT.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus .

Pembuatan tungku berbahan bakar gas . Dit. Dit. Desember 2003 .Pembentukan kelompok tani . Dit.58 BPPT.Teknologi masih bersifat percobaan . industri rumah tangga dan industri menengah Masalah Potensi Diperlukan upaya pemasaran Sangat prospektif untuk karena produk ini relatif baru dikembangkan sebagai dan belum banyak dikenal usaha/bisnis masyarakat. Teknologi BioIndustri Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.1.Pelaksanaan tidak dalam skala kecil mencapai sasaran .Pendampingan BPPT. Banjarnegara) Selesai Kenaikan harga LPG saat kegiatan hampir selesai mengurangi nilai tambah tungku berbahan bakar gas dibandingkan tungku minyak tanah yang selama ini dipakai pengrajin.Kurang memperhitungkan skala penerapan dan respon masyarakat yang terbiasa menggunakan formalin Kesulitan mendapatkan lactogrand Masyarakat banyak yang ingin terlibat dalam kegiatan dan turut menerapkannya 2. Tuban) Sasaran Status Saat Ini Perajin (petani Selesai nelayan) tradisional. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin keramik (Kab.60 Pembuatan dan Pemasyarakatan Tungku Berbahan Bakar Gas untuk Industri Kerajinan Keramik .59 Penerapan Teknologi Penggemukan Sapi dengan Menggunakan Pakan Ternak Organik Lactogrand dan Lactomin … .No. Dit.Pengadaan bibit sapi .1.1. 2. Tuban) Nelayan Selesai Berpotensi untuk diterapkan . Teknologi Budidaya Pertanian Tahun 2000 Jawa Tengah Peternak sapi (Kab. 2.57 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan Pelatihan Teknologi Pembuatan Kecap Ikan Secara Enzimatik Terkendali untuk Industri Skala Menengah dan Rumah Tangga Penerapan Pelatihan Teknologi Pengeringan Bebas Lalat Pelaksana BPPT.Pembuatan kandang sapi koloni . Boyolali) Selesai 2. Pemasyarakatan tungku berbahan bakar gas perlu ditingkatkan dengan membuat kajian teknoekonomi. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Pendampingan BPPT.1. # Lembaga Penelitian SMERU.

Dit.Manfafat teknologi di masyarakat belum dibuktikan secara ilmiah .Pendampingan Pemanfaatan Rumput Laut Melalui Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Gracilaria sp Menjadi Agar-Agar Peningkatan Kemampuan TeknoBisnis dalam Pengembangan Produk Unggulan Koperasi .Jawa Timur: Pesantren dan 2003 (Kab.Pelatihan .61 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Mineral . Dit.Pembuatan mesin penggorengan vacuum kripik dan buah-buahan . Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Barat Petani peternak (Kab.Sasaran kegiatan belum tercapai . Selatan (Kab. Biro Umum Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Pembuatan peralatan pemroses sirlak untuk industri politur .65 Pemanfaatan Teknologi Rancang Bangun pada Peralatan Pemroses Sirlac .Bantuan teknis dan konsultasi Tahun 2000 Sulawesi Masyarakat BPPT.Pelatihan Strategi .1. Cirebon) penghasil politur Selesai Pengoperasian alat belum berjalan karena supply bahan baku dari Perhutani belum berjalan. Banyumas .Pendampingan BPPT. Sinjai) Kebijaksanaan Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi 2.Untuk kegiatan pertanian terpadu. Dit.1.Jombang masyarakat ) Jawa Tengah (Kab.1. 2. Dit. Desember 2003 .No.Perguliran dana (awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT.Bantuan suplemen Alumino Silikat untuk dan pakan ternak Industri Pertanian . Teknologi Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Jawa Barat Industri kecil (Kab. Banyumas ) Masih berlangsung (sampai akhir 2003) . Ciamis) Status Saat Ini Masalah Selesai .Pelatihan Pelaksana BPPT.1.63 2.Aspek kemitraan sebagai tindak lanjut belum digarap dengan jelas Selesai Target dan sasaran belum tercapai karena keterlambatan jadwal akibat adanya perubahan desain alat untuk mencari harga yang lebih murah Potensi 2.1.Teknologi vacuum frying yang dikembangkan dan diterapkan bukan milik BPPT melainkan milik lembaga swasta Tahun 2000 . tidak terlihat konsep keterpaduan antara budidaya sapi dengan jagung karena tempatnya yang berjauhan dan tidak ada teknologi yang baru atau punya nilai tambah 2.64 Penerapan Teknologi Budidaya Jagung dan Sapi Perah Terpadu di Jombang dan Penerapan Bioteknologi untuk Produksi Kelapa dan Sari Kelapa di Kab.62 . Pasuruan) Koperasi (KPSP) “Setia Kawan” Selesai . $ Lembaga Penelitian SMERU. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.

Pelatihan Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Lampung Nelayan kecil di bawah binaan KUD Mina Jaya Selesai Peralatan teknologi kunci (fish finder .Penerapan teknologi belum selesai.Pendampingan BPPT.Dana tidak cukup sehingga peralatan yang menentukan kualitas produk tidak dapat dibeli Koperasi yang bermitra belum memberikan kontribusi yang lebih besar Penerapan teknologi memberikan manfaat dan peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh IKM 2.1.Pelatihan .1. Klaten) pengecoran logam Selesai 2.69 Penerapan Pelatihan Teknologi Perlakuan Panas di Sentra Industri Pengecoran Logam Ceper Klaten BPPT. Potensi 2.Pendampingan BPPT. GPS dan transducer ) masih impor 2. karena peralatan yang dibangun belum berfungsi secara optimal akibat tidak adanya sistem alat pengontrol . Dit. Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.68 . Desember 2003 . Dit.1.Bantuan sarana dan Teknologi Proses prasarana Pembuatan Kompon .Pelatihan di Koperasi Pengusaha Industri Kecil Suku Cadang Mesin Bandung Pelaksana BPPT.Rekayasa dan rancang bangun peralatan .66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan .No. Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin (Kab. Teknologi Transportasi Tahun 2000 Jawa Tengah (Kab.Pemberian bantuan BPPT.1. Teknologi . alat deteksi ikan (ADI) Dit. Rembang) Selesai % Lembaga Penelitian SMERU. Dit.67 Penerapan Alat Deteksi Ikan dalam Rangka Pra dan Penangkapan Ikan Terpadu Pembuatan dan Pengembangan Teknologi Proses Produksi Pengolahan Kayu Karet (Sawn Timber ) Skala Industri Rakyat dan Berkualitas Ekspor . Teknologi Proses dan Rekayasa Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Pengusaha industri kecil suku cadang mesin Status Saat Ini Masalah Selesai Teknologi/formula yang dikembangkan masih didasarkan pada teknologi kompon di pasaran yang sangat beresiko. Dit.70 Pengembangan Bahan Baku Dasar Penunjang Industri Perikanan . Padalarang) Industri kecil menengah dan masyarakat desa Selesai . 2.1.

1. 2.Daya tahan mesin belum diketahui.1.73 .Sarana produksi air belum diserahterimakan pengelolaannya Konsep keterpaduan antara selulosa. dan masih bersifat coba-coba.Perguliran dana (mulai awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT.72 Rancang Bangun Mesin Press (Packaging ) Kapuk sebagai Komoditi Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Air Siap Minum Skala Industri Kecil Aplikasi Teknologi Silase Limbah Hasil Pertanian Tanaman Pangan untuk Pakan Ternak pada Pengembangan Sapi Potong dan Ikan Patin Secara Terpadu Rancang Bangun Krusibel untuk Peleburan Logam Skala Industri Kecil .Pelatihan .Penelitian . budidaya sapi dan ikan patin belum tercapai.75 . Desember 2003 .No. aspek teknis tidak dikuasai. Pati) 2. Memberikan inovasi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha bisnis. Dit.Pembuatan alat pembuat bubuk tempurung kelapa .74 BPPT. Dit. Sidoarjo) Pengusaha air minum skala kecil Selesai Memberikan prospek bisnis yang baik 2.Pola kemitraan belum disepakati .Pendampingan BPPT.1.Pemasaran produk bubuk kelapa harus dijamin sehingga mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan hanya dibuat arang aktif Selesai Kegiatan mengalami keterlambatan karena perencanaan yang kurang baik.1.Pendampingan BPPT. UPT-LUK Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Tengah Petani (Kab. & Lembaga Penelitian SMERU.Pendampingan Pelaksana BPPT.71 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pembuat Bubuk Tempurung Kelapa sebagai Bahan Baku Pembuatan Obat Nyamuk Jenis Kegiatan . Dit. Teknologi Material Tahun 2000 Jawa Barat (Kab. . ikan patin Tulungagung Pondok Pesantren Yayasan AlHusna ) Masih berjalan sampai akhir 2003 2.Bantuan alat pengolahan air siap minum .Jawa Timur Peternak sapi dan 2003 (Kab. UPT-LAGG Tahun 2000 Jawa Tengah Pengusaha kapuk (Kab. Potensi 2./Kota Semarang) Status Saat Ini Masalah Selesai . Teknologi Lingkungan Tahun 2000 .Pelatihan ./Kota Bandung) Industri kecil pengecoran logam Selesai Aspek kemitraan untuk memanfaatkan peluang bisnis masih belum jelas. karena belum pernah dibuat sebelumnya .Rancang bangun mesin press (packaging ) .Pelatihan .Pembuatan tungku kokas dan pengujian .1. Teknologi Lingkungan Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. karena ada perubahan alokasi anggaran untuk ikan patin ke produksi selulosa.

Petani kelapa Indragiri Hilir) Selesai 2.Pembangunan gudang penampung .79 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa di Sentra Perkebunan Kelapa Rakyat Penerapan Diseminasi teknologi Pendorong Air Berbaling-Baling untuk Pemberdayaan Petani Tambak Rancang Bangun Diseminasi teknologi Alat Pengolah Serat Alam Limbah Pabrik Kelapa Sawit BPPT. UPT-LSDE Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin tepung (Kab.Bantuan peralatan . Teknologi Proses dan Rekayasa Selesai ' Lembaga Penelitian SMERU. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Sulawesi Selatan Petani tambak Selesai 2. riset dan pengembangan perlu terus dilanjutkan agar kapasitas meningkat.1. tapioka Temanggung) Selesai 2.80 BPPT. Dit. Bengkalis) Produsen kopra Selesai 2.77 Nama Upaya Peningkatan Teknologi Proses dan Kualitas Keramik dari Desa Benoh.76 2. 2.1. Desember 2003 .Pelatihan BPPT.Bantuan teknis dan konsultasi .Pendampingan Pelaksana BPPT UPT-PSTKP Waktu Wilayah Tahun 2000 Bali (Kota DenpasarDesa Benoh) Sasaran Pengrajin keramik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Program ini dapat dilanjutkan melalui kerjasama dengan Sucofindo seperti dilakukan di tempat lain Alat ini perlu disosialisasikan ke masyarakat di lokasi lain yang membutuhkan.81 Tahun 2001 Lampung BPPT. DenpasarBali Penerapan Alat Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Rumah Tangga Jenis Kegiatan .1.No.Pembuatan alat .1.1. Dit.1. Selain itu.78 Peningkatan Produksi dan Mutu Kopra Rakyat dengan Pengering Berbahan Bakar Arang Tempurung Kelapa Diseminasi teknologi BPPT. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau (Kab. Dit. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau ( Kab. . harga makin rendah serta mutu meningkat. Dit.

Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2001 Jawa Timur (Kab. Teknologi Material Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin tembaga ( Kab.1. Teknologi Lingkungan Tahun 2001 Jawa Barat Selesai 2.82 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah dengan Bahan Sekam Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Sulawesi Petani BPPT. Dit.1.84 Pemanfaatan Botol Plastik Bekas dan Limbah Kayu Gergajian untuk Pembuatan Papan Partikel Diseminasi teknologi Tahun 2001 Jawa Tengah BPPT.Cepono) Selesai 2. Ponorogo) Selesai 2.1. Dit.87 BPPT. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Selesai 2. Boyolali ukir .No. Dit.88 Tahun 2001 Jawa Barat ( Kab. Teknologi Informasi dan Elektronika BPPT. 2.1. UPT Laboratorium Uji Konstruksi Selesai 2.85 Diseminasi teknologi Teknologi Pemanfaatan Lumpur Limbah Pabrik Pulp sebagai Bahan Bangunan Peningkatan Mutu Diseminasi teknologi dan Produktivitas Industri Kecil Kerajinan Tembaga Ukir Pengembangan Diseminasi teknologi Pasar Produk Agrobisnis Melalui Teknologi Informasi Proses Pembuatan Diseminasi teknologi Bubur Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Bahan Baku Obat Alami BPPT. Selatan ( Kab. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.1.1. Dit. Bogor Desa Lawang Gintung) Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.83 Penerapan Rancang Diseminasi teknologi Bangun Alat Proses Produksi Briket Arang Serbuk Gergajian Tahun 2001 Sulawesi BPPT. Dit. Selatan ( Kab. Dit. Desember 2003 .86 BPPT.1.

Dit. Kampar) Selesai 2. Teknologi Agroindustri Petani sagu Tahun 2001 Sulawesi Tenggara ( Kab. menengah Sidoarjo). Dit. Kendari) Selesai 2. Klaten) Tahun 2001 Lampung ( Industri tepung Kab. UPT EPG Tahun 2001 Jawa Tengah Produsen tapioka ( Kab. Jawa Tengah (Kab. Dit. Lampung tapioka rakyat Tengah) Selesai 2. Dit.I Yogyakarta Selesai 2.1.93 Diseminasi teknologi Pengembangan Teknologi Proses Produksi Tapioka Rakyat dan Pengolahan Limbah Secara Terpadu Pemberdayaan IKM Diseminasi teknologi di Sentra Industri Melalui Pengembangan Collective Cybermarketing Implementasi Diseminasi teknologi Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Tepung Tapioka Rakyat BPPT. Desember 2003 . Dit.1. Temanggung) Selesai 2.90 Diseminasi teknologi Tahun 2001 D.No. Teknologi Agroindustri BPPT. Tegal.1. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 2001 Sumatera Selatan Sasaran Pondok Pesantren Darul Muttaqien Desa Tanjung Menang Produsen keripik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.1. UPTLSDE Tahun 2001 Jawa Timur Industri kecil dan (Kab.1.92 Diseminasi teknologi BPPT.91 Diseminasi teknologi BPPT. 2.1.95 Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.89 Nama Upaya Penerapan Teknologi Industri Pengolahan Kopi Rakyat Penerapan Teknologi Produksi Chips dengan Vacuum Frying Penerapan Teknologi Dry Klin Skala Industri Rakyat dengan Kualitas Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Sagu Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.1.94 BPPT. Teknologi Agroindustri Tahun 2001 Riau ( Kab.

Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Kawasan Tahun 2001 Jawa Timur (Kab. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Petani tambak/ Produsen pakan tambak Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.1. Teknologi Transportasi Tahun 2001 DKI Jakarta Petani garam Selesai 2.No.98 Diseminasi teknologi Aplikasi Teknologi Peralatan Penunjang Produksi pada Ladang Garam Sistem Semi Intensif BPPT. Desember 2003 .1. 2.96 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Teknologi Diseminasi teknologi Kelautan dalam Menunjang Manajemen Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Diseminasi teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Melalui Produksi Bibit Unggul Unggas. UPT-Balai Tahun 2001 Jawa Barat Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika Pengrajin propeller konvensional Selesai 2.1.1.100 Pelatihan Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Pembuatan Pakan Tambak dari Bahan Baku Lokal BPPT. Dit. Nelayan Serang) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Dit.1. UPT Baruna Jaya Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Banten ( Kab. Tuban) Peternak unggas dan Selesai ikan lele 2.97 BPPT.99 Pembuatan Alat Penyeimbang Propeller untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pengrajin Propeller Konvensional Diseminasi teknologi BPPT. Ikan Lele dan Pelatihan untuk Mendukung Pemasyarakatan Teknologi BioCyclofarming Pelaksana BPPT.

Pelatihan BPPT.105 Penerapan Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri di Muara Enim 2. Desa Selesai Tahun 2002 Sumatera (8 bulan) Selatan (Kab. Desember 2003 .Perguruan tinggi lebih berperan sebagai perantara .Peran masyarakat selaku pengguna dirasakan kurang . Balai Pengkajian Bioteknologi (Direktorat) Tahun 2002 Bali (Nusa (8 bulan) Penida) Peternak Selesai . Muara Enim) Rambang Dangku.103 Pelatihan Pengembangan Usaha Pengecoran Logam 2. Muara Enim Belum tersedia sumber air baku (belum adanya sumur yang seharusnya dibuat oleh pemda) . Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Produsen kompon dan barang karet Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi BPPT.Diskusi dengan pakar .No.1.Pembuatan sarana dan prasarana BPPT.Kendala musim kemarau.102 Pelatihan Penggunaan Teknologi Fish Finder untuk Nelayan Ikan 2.101 Pelatihan Pembuatan Kompon dan Barang Karet untuk Industri Kecil 2. UPTLSDE (Direktorat) Tahun 2002 NTB (Kab (8 bulan) Sumbawa) Koperasi "Mina Cahaya" Selesai .1. Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan 2. . P3TA pembuatan peralatan (Direktorat) .Pembuatan peralatan .Aplikasi di “green house” kemungkinan berhasil cukup tinggi tetapi butuh waktu yang lama 2. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin (Tegal) pengecoran logam Selesai .106 Unit Pengelolaan Pasca Panen Hasil Laut dengan Teknologi Konservasi Energi Matahari di Pulau Sumbawa . Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Nelayan Selesai Pelatihan BPPT. Lubuk Raman.Disain dan BPPT.1. Kec.1.Bantuan teknis penggunaan alat KUD “Berkas”.Studi literatur .1.1.Manfaat teknlologi di masyarakat belum terlihat !! Lembaga Penelitian SMERU.104 Aplikasi Biofertilizer Mikroriza Arbuskular dan Probiotik untuk Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah BPPT.

P3TL (Direktorat) Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi Perikanan (8 bulan) (Kab.Pengumpulan data BPPT.Pendampingan .Pendampingan BPPT.1. 2.Penyediakan sarana BPPT.Cilacap) dan pengrajin kapal kayu tradisional 2. Industri kecil (8 bulan) Jawa Timur menengah logam (Kab.112 Rancang Bangun Disain dan BPPT.1.No. P3TIAM (Direktorat) Tahun 2002 DKI Jakarta.Desain dan (Pusat) pembuatan peralatan .1.Pemalan Darat "Mino Rejo" g) Selesai Kegiatan belum banyak melibatkan petani setempat dan lebih banyak melakukan uji produk-produk probiotek. P3TL .masyarakat Desa Margaasih) Selesai . P3TIST (Pusat) Tahun 2002 Jawa Tengah Masyarakat nelayan Selesai (6 bulan) (Kab.110 Otomasi Mesin Punch/Stamping Berbasis PLC pada Industri Logam di IKM Ngingas . P3TM dan prasarana (Direktorat) . P3TIT Peralatan : Aplikasi pembuatan peralatan Teknologi Pengolahan Produk Perikanan Laut Tahun 2002 NTB (Kota (8 bulan) Mataram) Dinas Pertanian Mataram. Desember 2003 . nelayan dan peternak Selesai !" Lembaga Penelitian SMERU.107 Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Keramik 2.Sosialisasi Tahun 2002 Jawa Barat Koperasi dan (7 bulan) (KabBandung.Pendampingan Waktu Wilayah Tahun 2002 NTB (Kab (6 bulan) Lombok Tengah Desa Penunjak) Sasaran 25 pengrajin keramik/gerabah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi .1.Pembuatan peralatan . Nama Upaya 2.1.Sidoarjo) Selesai 2.111 Diseminasi Diseminasi teknologi Teknologi (Sosialisasi) Konvensional untuk Rancang Bangun Kapal Nelayan di Daerah Cilacap BPPT.Pembuatan peralatan .109 Penerapan Teknologi Mikroba Probiotik untuk Pemulihan Kualitas Lingkungan Perairan Tambak Udang Jenis Kegiatan Pelaksana .Monitoring BPPT.108 Pembangunan Industri Kecil Daur Ulang untuk Menangani Sampah Pasar Tradisional 2.1.

116 Rancang Bangun BPPT.Uji coba alat (Direktorat) Produktivitas Tangkapan Kapal Ikan Tradisional Tahun 2002 Jawa Tengah Kelompok nelayan (7 bulan) (Kab. BTMP pembuatan peralatan (Direktorat) . Cilacap) Selesai -Teknologi yang digunakan belum pernah diuji coba -Kepemilikan desain sistem -Pengelolaan prototype -Terlalu berat pada kegiatan penelitian.1.1.Disain dan BPPT. gerabah/keramik dan Gowa) KUB "Bontote’ne". P3TM pembuatan peralatan (Direktorat) .Bandung mendong ) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. P3TIP Alat Pengolah Serat pembuatan peralatan.Disain dan BPPT. Desember 2003 .Monitoring Alam dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit untuk Pembuatan Papan Partikel Industri spring bed Tahun 2002 Banten (8 bulan) (Kab. Nama Upaya 2. 2.114 Rancang Bangun Pembangunan sarana BPPT.117 Pemberdayaan IKM Logam untuk Pengecoran Komponen Motor Bakar Aluminium .113 Rancang Bangun Sistem Pengering pada Skala Industri Kecil Menengah Jenis Kegiatan Pelaksana .Pelatihan yang direncanakan tidak dilakukan !# Lembaga Penelitian SMERU. P3TIP dan Rekayasa dan prasarana (Direktorat) Peralatan Pembuatan Keramik untuk Industri Kecil Tahun 2002 Sulawesi Industri kecil Selesai (8 bulan) Selatan (Kab.1.1. sedangkan sosialisasi kegiatan dan penggunaannya kurang Perbedaan jenis bahan baku yang digunakan dengan perjanjian kerjasama .Disain dan 2.115 Rancang Bangun BPPT. apakah mampu mensuplai industri motor bakar yang dimaksud . (Direktorat) ./Kota Bandung Kelompok usaha pengecoran logam Selesai -Tidak diketahui berapa potensi skrap aluminium daerah. Gowa -Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan tungku kurang -Kegiatan lebih ditekankan pada pembuatan alat.Pengujian alat Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2002 Jawa Barat Kelompok pengrajin (6 bulan) (Kab. Kab.Informasi proses pembuatan Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.Pandegl ang) Selesai -Disain dan 2.1.No. UPTSistem Apung Darat pembuatan peralatan BPPH Guna Meningkatkan .

1.1. P3TM Industri Kecil .Kurang terlihat penerapan pada masyarakat luas/daerah setempat Potensi Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab. Wajo) Tahun 2003 Jawa Barat ( Kab. menengah Sopeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.No.1.1.124 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri BPPT (P3TA) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab. Desember 2003 .1.1.Pembuatan (Direktorat) Menengah (IKM) prototipe untuk Pembuatan Komponen Motor Bakar 2.120 Fasilitas Pengembangan Usaha Masyarakat Pesisir Diseminasi teknologi BPPT (P2KDT) BPPT (BIT) Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 2. menengah Majene) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sumatera Usaha kecil Selatan ( Kab.122 Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengolahan Batang Padi untuk Pembuatan Dos Tempat Telur 2.1.Kurang terlihat kerjasama dengan masyarakat . Krawang) Masyarakat pesisir Masih berjalan Diseminasi teknologi Masih berjalan 2. menengah Muara Enim) Masih berjalan !$ Lembaga Penelitian SMERU.Diseminasi teknologi BPPT.123 Teknologi Ekstraksi Diseminasi teknologi Minyak Kelapa dengan Cara Semi Mekanis 2.118 Optimalisasi Potensi ./Kota Bandung Sasaran Industri kecil pengecoran Status Saat Ini Masalah Selesai .121 Pabrik Pengolahan Diseminasi teknologi Crumb Rubber Mini di Pesantren "Al Islah" BPPT (P3TA) Pesantren Tahun 2003 Sumatera Selatan ( Kab Ogan Komering Ilir Tulung Selapan) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab.119 Strategi Pengembangan Usaha Peternakan 2.

127 Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Limbah Jagung untuk Pakan Ternak dan Pupuk Organik 2.1.126 Pemberdayaan Peternakan Rakyat Terpadu Melalui Penerapan Teknologi Industri Pakan Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi 2.125 Penerapan Teknologi Penanganan Pasca Panen Gabah Pelaksana BPPT (P3TA) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.1.No.128 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi dan Diseminasi Produksi Benih Ikan unggul 2.130 Pengurangan Penggunaan Air di Usaha Kecil Pencucian Botol untuk Menunjang Produksi Bersih Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab. Lamongan) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2. Soppeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1. Desember 2003 . Bogor) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P2TFM) Tahun 2003 Jawa Barat Usaha kecil (Kota Bekasi) menengah Masih berjalan Diseminasi teknologi BPPT (P3TL) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab/Kota Cirebon) Usaha kecil pencucian botol Masih berjalan !% Lembaga Penelitian SMERU.1.129 Penerapan Teknologi dan rancang bangun Peralatan Pengeringan dan Produksi Serbuk Minuman Berbasis RimpangRimpangan 2.1.1.

1.134 Pemanfaatan Energi Diseminasi teknologi Matahari untuk Pengolahan Produk Buah Salak 2.135 Pengembangan Diseminasi teknologi Kawasan dengan Pendekatan Agroindustri Terpadu untuk Memberdayakan Lahan Pertanian BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab. Desember 2003 .132 Pelatihan dan Bantuan Teknik Pembuatan Kokas Briket Batubara Kaway XVI Aceh Barat sebagai Kokas Metalurgi untuk Industri Pengecoran Logam BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Nanggroe Aceh Darussalam Industri pengecoran logam Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1.1.1. menengah Wonosobo) Masih berjalan BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan (Kab.1.131 Pemanfaatan Teknologi Bambu Laminasi untuk Pengembangan UKM Furniture dan Kerajinan Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TL) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (Bogor) Sasaran UKM furniture dan kerajinan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Diseminasi teknologi 2. Nama Upaya 2. menengah Soppeng) Masih berjalan !& Lembaga Penelitian SMERU.133 Penerapan Teknologi Pembakaran Kapur Menggunakan Dual Fuel sebagai Bahan Bakar BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Sumatera Barat ( Kota Padang) Usaha pembakaran kapur Masih berjalan 2.No.

Nama Upaya Jenis Kegiatan 2.140 Pelatihan Pelatihan Pembuatan Bagan Penangkap Ikan tipe Semi Benam Beserta Alat Tangkapnya 2. Logam Ceper BPPT (P3TIP) Industri benang Tahun 2003 Sulawesi Selatan (Kab.No. Desember 2003 .1.136 Pemanfaatan Diseminasi teknologi Kawasan Pesisir Gorontalo untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma spp dan Gracilaria spp) 2.137 Peningkatan Kualitas Teknologi Pembuatan Kapal Fibre Glass untuk Mendukung Pengembangan Masyarakat UKM Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TPSLK) Waktu Wilayah Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 NTB Usaha kecil menengah Masih berjalan Rancang bangun 2. Klaten) menengah Masih berjalan 2.1.1.1.139 Penerapan Teknologi Peleburan Biji dengan Devided Blast Cupola di UPT Lab.138 Rancang Bangun Alat Proses Pemintalan dan Pewarnaan Benang Sutera Diseminasi teknologi 2.1. sutera Soppeng) Masih berjalan BPPT (P3TIP) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab.1.141 Disain Kapal dan Alat Tangkap yang Sesuai Kondisi Perairan Diseminasi teknologi BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 NTB (Kab. Usaha kecil Lombok Barat) menengah Masih berjalan BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri kapal dan alat tangkap Masih berjalan !' Lembaga Penelitian SMERU.

Malang . Depdagri.1.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Monitoring dan Masyarakat Evaluasi pelaksanaan Pelatihan di 17 provinsi. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU.1 Pengembangan .1. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Januari Desember 2002 Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran utama Berlanjut ke aparat PMD propinsi tahun 2003 dan kab/kota yang secara langsung melakukan pelatihan masyarakat di wilayahnya. Lembaga Keuangan Mikro. . Klungkung) Sasaran Perajin kecil Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2.142 Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan Teknologi Pembuatan Paduan Perunggu sebagai Bahan Gamelan dan Uang kepang untuk Para Perajin Kecil Pelaksana Waktu Wilayah BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Bali ( Kab.rakyat Desa Sumberejo.No. Kec Turen) Masih berjalan 3.Keterbatasan dana pendamping dan fasilitator .Pembinaan pelatihan tidak berkesinambungan.Potensi keuangan daerah . Departemen Dalam Negeri (Depdagri) 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan 2. .Pelatihan Pelatihan .144 Rancang Bangun Alat Hammer Mill untuk Diaplikasikan di Tambang Kapur Rakyat Rancang bangun Tambang kapur BPPT (P3TIAM) Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.Dukungan program dari pusat untuk daerah pasca pelatihan masih rendah.Kurangnya koordinasi dan kerjasama antar unit kerja . perguruan tinggi. Desember 2003 .Belum adanya evaluasi dampak . .Belum terinformasikannya program pelatihan masyarakat .1.143 Penerapan Teknologi Tepat Guna Proses Pembuatan BalingBaling Kapal Diseminasi teknologi BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri baling-baling Masih berjalan kapal 2.

Ditjen Januari Desember PMD 2002 Wilayah Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran Status Saat Ini Pemda. Ditjen Januari Desember Kesejahteraan pelaksanaan 10 PMD 2002 Keluarga (PKK) Program Pokok PKK . Lembaga Keuangan Mikro. baik untuk pelaksanaan kegiatan maupun penyediaan dananya .Potensi keuangan daerah . perguruan tinggi.Penyusunan laporan evaluasi.No.Birokrasi yang berbelit . Lembaga Keuangan Mikro.Terbatasnya alokasi dana . Desember 2003 .Pengembangan Pemasaran . khususnya perempuan Berlanjut ke tahun 2003 Adanya beberapa kegiatan yang tidak direncanakan sejak awal sehingga belum terprogram.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. Pelaksana Waktu Depdagri.Temu konsultasi .Mendukung Depdagri.Kurangnya kemampuan SDM untuk fasilitasi .Potensi keuangan daerah .Belum optimalnya pendataan dan informasi potensi daerah .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga . 3.Pengembangan Desember PMD Usaha Perkreditan 2002 dan Simpan Pinjam . Masalah Potensi .Melaksanakan peringatan Hari Keluarga Nasional .Program tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan daerah . dan LSM 3.Fasilitasi dan sosialisasi gender .Penanganan masyarakat tertinggal Beberapa propinsi di Indonesia Keluarga dan kelompok masyarakat miskin pedesaan. masyarakat Berlanjut ke dan keluarga miskin tahun 2003 pedesaan.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Belum tertatanya seluruh perangkat daerah .Menyusun beberapa Rancangan Pedoman Umum pemberdayaan . perguruan tinggi.3 Pemberdayaan dan . dan LSM 3.Potensi keuangan daerah .Adanya gangguan keamanan di beberapa daerah .4 Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat . perguruan tinggi. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU.Fasilitasi Depdagri.Perubahan struktur organisasi .2 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan Jenis Kegiatan . Lembaga Keuangan Mikro. Berlanjut ke tahun 2003 .Sosialisasi tentang narkoba Beberapa provinsi di Indonesia Masyarakat. Ditjen Januari .

Terjadinya benturan antara semangat otoda dan sifat sentralistik proyek .1 Program . Lembaga Keuangan Mikro.Potensi keuangan daerah .Pertemuan konsultasi regional bagi para konsultan pendamping Waktu Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) Wilayah 20 provinsi (130 kabupaten.Kurangnya disiplin dan kemampuan masyarakat desa .Potensi keuangan daerah . Kalteng. dan LSM 3.6 Program Community Empowerment for Rural Development (CERD) / Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD) . Desember 2003 .Seluruh Masyarakat pesisir Masih berjalan 2003 provinsi. perguruan tinggi.No.Masalah aparat birokrasi Potensi .481 desa) Sasaran Penduduk miskin di kecamatan miskin Status Saat Ini Masalah Berlanjut ke .Lokasi Kutai Kertanegera tidak layak sebagai sasaran proyek . Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) 11 Kabupaten di 6 propinsi(Kalsel . Departemen Kelautan dan Perikanan 4.Pelatihan PMD . Lembaga Keuangan Mikro.Pembentukan Kelompok Simpan Pinjam .Sanksi tidak diterapkan secara efektif .5 Nama Upaya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan Pelaksana .Mobilisasi konsultan Depdagri. dan LSM 4.Pengembalian pinjaman tidak lancar .Pelatihan Ekonomi Masyarakat . Kaltim.Pertemuan dengan Tim Koordinasi pusat dan daerah . 990 kecamatan. Sultra) Berlanjut ke Masyarakat miskin tahun 2003 perdesaan dengan lebih memperhatikan kelompok perempuan .Dana belum bergulir sepenuhnya Sudah berjalan selama 4 tahun dan akan dilaksanakan lagi pada tahun 2004 " Lembaga Penelitian SMERU.Pembangunan prasarana . Ditjen .Pendampingan Pemberdayaan .Penyediaan pinjaman usaha .Sasaran kegiatan dan tahun 2003 pinjaman modal kurang tepat .Pembentukan Pesisir (PEMP) Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) . .Kurangnya partisipasi orang miskin dan kelompok perempuan . yang kurang berdaya sebagian kota/ (miskin) kabupaten .Penjajagan kemungkinan BPD tidak bersedia menjadi executing bank . Ditjen prasarana produktif PMD (pilihan masyarakat) .Bantuan modal bergulir Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2000 . Sulut.Pembangunan Depdagri. 15. perguruan tinggi. Sulteng. 3.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Penyerapan dana belum maksimal .Monitoring dan evaluasi.Pembentukan dan pemberdayaan kelompok masyarakat.

Tidak/belum adanya simpanan anggota yang tetap .No. DKI Jakarta. Papua.2 Nama Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Laut di Merauke Jenis Kegiatan Pelaksana .Pelatihan . Jawa Tengah (4 kota/kab. 4. Bali: Potensi pasar ikan kerapu sangat baik sehingga kegiatan ini layak dikembangkan di tempat lain.Pendampingan . Desember 2003 .Penyerahan seed Perikanan capital . "! Lembaga Penelitian SMERU.Pembinaan rutin Departemen Kelautan dan Perikanan.Pengembangan manajerial dan pemasaran . Selesai khususnya Kelompok Nelayan "Lestari" (Bali) dan KUM "Mina Mandiri" (Maluku) Bali (budidaya ikan kerapu): .Penyerahan dana Sosialisasi Program . Sulawesi Selatan.4 . DIY.Sosialisasi Program . Merauke) Sasaran Masyarakat Pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada Potensi Mempunyai potensi untuk terus dikembangkan.Pelatihan .Peningkatan akses modal Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2001 Tahun 2001: dan 2002 Jawa Barat.Penyediaan ikan kerapu belum dapat dipenuhi secara berkelanjutan Ukuran ikan beragam .Keterbatasan kemampuan. Malang) Perempuan pesisir Selesai Dapat dilanjutkan pada Yang dihadapi pengurus tahun mendatang dengan KUB: .Pembentukan kelompok . 4. 4. Tahun 2001 NTT.Masih rendahnya minat anggota untuk memanfaatkan/ mengembangkan KUB 4.Penyuluhan .Pembentukan kelompok pelatihan Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Papua (Kab. Banten (1 kota/ kabupaten di tiap provinsi) Masyarakat pesisir Selesai Masyarakat kurang menguasai teknologi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang melalui penerapan teknologi tepat guna budidaya rumput laut.Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) . lokasi yang berbeda.Bantuan teknis .Keterbatasan keuangan/modal anggotanya . pengetahuan manajerial dan interpretasi di setiap KUB .5 Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir melalui Kemampuan Manajerial Usaha Budidaya Rumput Laut .) Tahun 2002: Jawa Timur (Kab.Pembentukan Departemen Lembaga Usaha Kelautan dan .Pendampingan .Pelatihan . Sulawesi Tenggara.Mutu produk sulit dijaga.3 Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Daerah yang Mengalami Tekanan Ekologis di Bali dan Maluku Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Pengolahan Ikan Tahun 2001 Bali dan Maluku Masyarakat pesisir.

Maluku Tenggara) Th 2002: 2 kota/kab di 2 provinsi (Banten.8 Pengembangan Mina Ventura .Sosialisasi program Departemen . Jateng) Th 2003: 4 kota/kab di 4 provinsi (Sumbar. NTT.6 Nama Upaya Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir Melalui Pesantren dan Lembaga Agama Lainnya Jenis Kegiatan Pelaksana . dan NTT) Th 2003: 4 kabupaten di 4 provinsi (Sumbar. Th 2001: 5 kota/kab di 4 2002 dan provinsi 2003 (Jabar.Pengadaan modal usaha (barang.Pendampingan . Sulut) Tahun 2001. bagi komunitas nelayan yang memanfaatkan pinjaman investasi.Pengembangan potensi .Pembinaan manajemen usaha dan teknologi Tahun 2001 Departemen dan 2002 Kelautan dan Perikanan.Pinjaman modal Departemen Kelautan dan Perikanan Orang-orang miskin Selesai berdasarkan kriteria standar kemiskinan yang digunakan oleh Grameen Bank yaitu kriteria "pendapatan dan aset" Dana yang digulirkan kurang Sangat memungkinkan berkembang untuk dilanjutkan pada tahun mendatang pada lokasi sebelumnya ataupun lokasi baru yang berbeda.Pelatihan .Pelaporan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Th 2001: 7 Pondok pesantren dan 2003 kabupaten di 5 dan masyarakat di provinsi daerah pesisir (Jabar. Jateng. Jatim. 4. Jatim. Jateng.7 Pengembangan Grameen Bank melalui Lembaga Keuangan Masyarakat Pesisir Mikro Mitra Mina (LKMP-M3) .Pelatihan .Pembentukan Kelautan dan kelompok Perikanan . Bali. Sulut.Pelatihan . uang atau jasa) .Pemberian dana bantuan langsung .Pendampingan . Bali.Pengembangan sistem bagi hasil .Pengembangan pemasaran . Bali. Banten) Jawa Timur. 4. 4.No. dikembangkan terus pada Hal ini tidak menguntungkan lokasi yang berbeda. Desember 2003 . Jawa Tengah Status Saat Ini Masalah Potensi Selesai Iklim/cuaca laut menghambat Memungkinkan untuk aktivitas penangkapan ikan. Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Usaha kecil Selesai menengah. Jatim. Sulawesi Utara. NTT. koperasi dan kelompok masyarakat pemanfaat Dana bantuan sulit bergulir Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang "" Lembaga Penelitian SMERU.

Pelatihan .Penyusunan Pedoman .12 Korporatisasi Nelayan . Maluku Sasaran Wanita nelayan Status Saat Ini Masalah Tahun 2001: Daerah cakupan terlalu luas selesai.10 4.Identifikasi lokasi dan kelompok . Sulsel Tahun 2002 3 kabupaten di Papua. 4.Pemberian dana bergulir Pengadaan bahan Dana Ekonomi bakar solar bagi Produktif (DEP) Khusus Pengadaan nelayan Bahan Bakar Solar bagi Nelayan Pengembangan Alternatif Pendapatan Masyarakat Pesisir di Lokasi Konservasi Terumbu Karang Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Th 2001: 3 dan 2003 kabupaten di Jateng. 6 kota/ kabupaten .9 Nama Upaya Program Pemberdayaan Wanita Nelayan Jenis Kegiatan . tahun 2003: masih berjalan. sebagian kota/ kabupaten . Lampung Th 2003: 3 kabupaten di Jatim.Nelayan tradisional Selesai yang berdomisili di sekitar SPD (SolarPacked Dealer ) nelayan setempat . Potensi Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan dan dibuat suatu model pemberdayaan perempuan nelayan .Pendampingan .Lokasi yang jauh dari pusat Memungkinkan untuk pemerintahan diteruskan .Fasilitasi pembentukan badan usaha perikanan .Pengembangan kapasitas kegiatan melalui lembaga keuangan Mikro Mitra Mina (M3) .Permodalan .Kelompok masyarakat pemanfaat Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang dengan lokasi yang berbeda "# Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 . 4.Sosialisasi dan Diseminasi Program .Pelatihan . Jatim.Pendampingan Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 6 provinsi.Masyarakat pesisir Selesai dan pulau kecil yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem terumbu karang .Pengembangan usaha Pelaksana Departemen Kelautan dan Perikanan 4.Masyarakat pesisir Selesai .11 .Transportasi terbatas Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Seluruh provinsi. Kalsel.No.Nelayan pendatang yang terdaftar pada dinas terkait Tidak ada masalah Dapat terus berkembang.Perempuan pesisir dan pulau kecil yang berpotensi melakukan usaha . Banten.

Pengadaan modal usaha .Praktek usaha ekonomis produktif .Pembentukan kelompok . Jabar.13 Nama Upaya Sosialisasi dan Fasilitasi Akses Permodalan Jenis Kegiatan Pelaksana .Fasilitasi dan pendampingan .Penyusunan buku dan leaflet . Kalbar. Sasaran Status Saat Ini Masalah . Selesai Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4.Pembuatan pedoman Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Jawa Timur (Kab. Desember 2003 . 4.14 Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan Berbasis Masyarakat .Pelaporan Waktu Wilayah Tahun 2003 6 kota/ kab di Riau.Usaha kecil masyarakat pesisir dengan cash flow harian Potensi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang 4.Pelatihan dan peningkatan SDM .Fasilitasi .15 Pemberdayaan Petani Garam Departemen Kelautan dan Perikanan.Pengembangan pemasaran .Pembentukan kelompok .No.Penguatan kelembagaan .Lembaga Selesai Tidak ada masalah perbankan dan penyandang dana lain .Pendampingan .Masyarakat pesisir .Workshop .Monitoring dan evaluasi .Sosialisasi . Petani garam dan Sulawesi Selatan Selesai Tidak ada masalah Memungkinkan untuk terus dilaksanakan pada tahuntahun mendatang hingga dapat dibuat model pemberdayaan petani garam "$ Lembaga Penelitian SMERU.Masyarakat desa pesisir. Sulsel.Perguruan tinggi lokal dan/atau lembaga riset dan lembaga lain (LSM) yang relevan. Sumenep) . Tahun 2003 Jawa Barat.Identifikasi masalah Departemen dan sumber Kelautan dan permodalan Perikanan . . dan NTB.Bantuan langsung masyarakat (modal) .Sosialisasi .Pembinaan .Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) M3 .

A. . .LKUW: tidak ada pembinaan sehingga usaha mikro menemui kendala pemasaran. 5.Survei Lapangan . Desember 2003 . .Pembuatan pilot project .Studi banding Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2002 9 provinsi.Proyek tidak sustainable Ada usaha yang meningkat.Sasaran Latihan Kepemimpinan Wanita (LKW)/Pusat Kegiatan Wanita (Pusginita): Dharma Wanita Depdiknas kecamatan Proyek sudah selesai pada tahun 1999.Pelatihan .16 Nama Upaya Inventarisasi. karena bersifat bertahap dan ada pula yang tidak.LKW/Pusginita: peserta pelatihan adalah isteri pejabat.Diskusi pakar. Sulawesi Selatan.Lokakarya . Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) 5.17 Tindak Lanjut Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan PulauPulau Kecil T. .Dana bergulir 1997/1998Direktorat (P2W) di Pendidikan 1999 Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Th 1997-1999: 9 propinsi. tetapi pada tingkat kelompok masih berjalan. Tahun 1999: 4 provinsi:Kalba r. Sulsel.Identifikasi dan Departemen analisis teknologi Kelautan dan . 2000-2001 .Dana belum bergulir sepenuhnya Memungkinkan untuk dilaksanakan kembali pada tahun berikutnya di lokasi yang berbeda. 4.No.Penyerapan dana belum maksimal . Sosialisasi dan Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Jenis Kegiatan Pelaksana .Penguatan kelembagaan . dan LSM .Pembuatan panduan .Lokakarya /workshop . maka istri ikut pindah pula.Pelatihan Tahun Depdiknas.Peluncuran web site Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur. bergulir. Sumatera Selatan Sasaran Masyarakat pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada masalah Potensi Memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4. Perikanan praktisi. NTB. sehingga bila suami pindah. "% Lembaga Penelitian SMERU.Sasaran Latihan Keterampilan Usaha Wanita (LKUW): wanita miskin dan tidak berdaya . 10 Masyarakat pesisir kota/ kabupaten Selesai . dan Lampung.1 Proyek Peningkatan . Peranan Wanita .

Pelatihan Life Skill Education . dan Elektronika (ILMEA) Mahasiswa tingkat Sudah selesai akhir atau baru lulus dilaksanakan dari Universitas Gunadarma. D.2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Subsidi BBM -. miskin dan berada dalam usia produktif Potensi Proyek ini sangat bermanfaat bagi peningkatan usaha mikro. Pada tahun 2002 pihak Ditjen ILMEA mengalami kesulitan menempatkan peserta sesuai spesifikasinya setelah mereka menempuh pelatihan tingkat dasar. 6. 6. Juli 2003 Jawa Barat (Kota Bandung) Tidak ada Meningkatkan jasa layanan UKM yang bergerak di bidang software . yang dikelompokkan dalam kelompok usaha (klaster) Pengusaha kecil dan Selesai menengah di bidang software .3 Pelatihan Teknologi Pelatihan Produksi Industri Alas Kaki Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 dan September 2003 5 kota/kab. Tahun 2003: seluruh provinsi. Berpotensi mengembangkan masingmasing kelompok di bidang teknologi informasi. yang membuat animasi dengan menggunakan komputer.Bantuan modal Pelaksana Waktu Tahun 2002Depdiknas. Peningkatan UKM di daerah yang berpotensi menghasilkan permesinan. "& Lembaga Penelitian SMERU. 6. Mesin. 6. Ditjen Pendidikan 2003 Luar Sekolah dan Pemuda Wilayah Tahun 2002: 11 provinsi.Tahun 2002 Tidak ada masalah telah dilaksanakan .Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September.2 Pelatihan software Pelatihan Peningkatan komputer Kemampuan Industri Software Skala Kecil dan Menengah Depperindag Ditjen ILMEA Juni 2002. Sasaran Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak ada masalah Perempuan yang menganggur. . Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) 6.I. Di UKM 3 provinsi (Jawa Timur. 5. Membantu dan meningkatkan usaha kecil dan menengah yang memproduksi alas kaki.Tahun 2002 telah dilaksanakan .1 Penumbuhan Pelatihan Tahun 2002 DKI Jakarta Depperindag Wirausaha Baru di dan 2003 Direktorat Bidang Software Jenderal Industri Logam. Jawa Barat) Peralatan IFSC yang merupakan bantuan dari Italy belum tersedia hingga Agustus 2003.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September.No. Desember 2003 . Yogyakarta.4 Peningkatan Kemampuan SDM Bengkel Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) Pelatihan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 Sumatera dan Barat (kota September Padang) 2003 UKM . khususnya alat-alat pertanian.

Industri kecil 2003 menengah kapal nelayan Masih berjalan Belum ada masalah karena belum dilaksanakan 6.7 Meningkatkan Pemahaman Peraturan tentang HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Temu Usaha Kemitraan Industri Besar dengan Industri Alat Olah Raga Skala KecilMenengah Pengembangan Kemitraan Industri Besar dengan IKM Kapal Nelayan Sosialisasi melalui workshop. elektronika. karena upaya ini Meningkatkan pendapatan masih dalam tahap kajian para nelayan di wilayah tersebut "' Lembaga Penelitian SMERU. Banten (6 kabupaten/ kota) September .Memberikan bantuan kapal nelayan Depperindag Ditjen ILMEA Belum ada. Depperindag Ditjen ILMEA Agustus 2003 4 kota di Jawa Tengah.8 Temu usaha Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Jawa Tengah. hasil workshop akan meningkatkan mutu dan kepercayaan industri di bidang HaKI. dan aneka. 6.Maluku Utara .Menyusun pola kemitraan antara industri besar dan industri kecil menengah kapal nelayan .6 Pengembangan Membuat cetak biru Desain Alsintan di protopype alsintan Kalimantan Selatan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Kalimantan UKM perbengkelan Selatan (kota Banjar Baru) 6. Banten. 6. Pengembangan UKM perbengkelan di Banjar Baru.No. Jawa Barat.Nelayan kecil November .9 . UKM yang membuat Belum shuttle cock dilaksanakan.Kajian . Jawa Barat. Jawa Timur UKM di lingkungan industri logam. Meningkatkan industri peralatan olah raga (shuttle cock) 6. mesin. Desember 2003 . Apabila diterapkan oleh masing-masing UKM. Sosialisasi telah Belum ada dilaksanakan.5 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Sumber Pelatihan Daya Manusia Pemeliharaan Mesin Sederhana Pelaksana Depperindag Ditjen ILMEA Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (kota Bekasi) Sasaran Karyawan perusahaan kecil yang mesinnya iddle capacity Status Saat Ini Masalah Akan Belum ada karena belum dilaksanakan dilaksanakan pada bulan September 2003 Bulan September 2003 Tidak ada Potensi Membuat mesin yang idle capacity dapat bekerja secara optimal sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

11 Bimbingan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 .Konsultasi UKM Tahun 2001.12 Proyek Peningkatan Peranserta Wanita (P2W) di Bidang Perdagangan .Peserta sulit memahami prosedur ekspor walaupun sudah diberi pengarahan .Wakil kelompok perempuan atau KUB yang menjadi binaan P2W departemen sektoral # Lembaga Penelitian SMERU.Konsultasi ke UKM/ Bimbingan Tata Laksana Konsultasi Ekspor bagi UKM Pelaksana Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen PLN) Waktu Wilayah Tahun 1999.UKM sulit mengakses perbankan karena terbentur agunan Potensi 6.Penataran /penyuluhan .Banyak UKM yang mengundurkan diri di tengah pelaksanaan upaya Apabila ISO 9000 tercapai UKM akan mampu bersaing dalam hal mutu dan pemasaran sesuai dengan standar pasar internasional 6.kecamatan di 1998/1999 Pulau Jawa . Bali.Kualitas UKM (seperti manajemen dan produknya) masih kurang .Partisipasi pameran Hari Ibu (PHI) Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Tahun .Perempuan Sudah selesai pedagang golongan ekonomi lemah .Pelatihan Ditjen PLN .10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Klinik Konsultasi . Desember 2003 . Yogyakarta.Ibukota kabupaten di luar Pulau Jawa .Konsultasi usaha .1999: 2 2003 provinsi (2 kota/kab) 2000: 4 provinsi (5 kota/kab) 2001: 5 provinsi (5 kota/kab) 2002: 7 provinsi (7 kota/kab) 2003: 11 provinsi (11 kota/kab) Sasaran UKM di masingmasing wilayah Status Saat Ini Masalah Masih berjalan .Temu usaha .No.2001: 5 2003 daerah. 6.Perempuan yang menjadi tokoh masyarakat setempat . Masih berjalan . 2003: Surabaya. 2002: Medan.Seminar peduli mutu Depperindag . Jabotabek.Bimbingan Pembiayaan Ekspor .Desa / 1992/1993 . Semarang.

TA 1998/1999 dan 1999: penyaluran .13 Nama Upaya Lembaga PembinaanTerpadu.15 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 .Pemberian modal bergulir .Koordinasi pemanfaatan sarana dagang non-produsen .17 Pengembangan Penetapan sistem Sistem Pemasaran pemasaran melalui Hasil Pertanian di warehouse DKI Jakarta (Proyek PDK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Petani dan pedagang kecil Selesai # Lembaga Penelitian SMERU. Ditjen IKDK (Th 1998/1999 1999) LPT INDAK (Th 2000 – sekarang) Waktu .16 . Potensi Berpotensi cukup besar dalam mengembangkan usaha kecil dan mikro asalkan disertai dengan pembinaan 6.Kendala teknis dihadapi oleh masing-masing LPT provinsi.Beberapa pengusaha tidak disiplin mengembalikan pinjaman.Penyusunan pedoman pemanfaatan sarana dagang bagi pedagang kecil non produsen Pembentukan forum konsultasi lembaga pembina UDK Pelaksana Depperindag. .Tidak langsung: usaha dagang kecil Produsen industri kecil Selesai 6. 6.No.Koordinasi dalam penataan dan penyusunan sarana dagang dengan instansi terkait Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6. Desember 2003 .Identifikasi sarana dagang non-produsen . provinsi) Status Saat Ini Masalah Selesai .14 Pengembangan Kerjasama Pasar Modern dengan Pedagang Informal dalam Rangka Memperluas Sarana Tempat Usaha Pedagang Kecil (UDK) (Proyek Pengembangan Dagang Kecil -PDK) Pengembangan Kelembagaan Pembinaan UDK (Proyek PDK) Peningkatan Mutu Sarana Pasar Hasil Industri untuk Mendukung Perluasan Pasar Produsen (Proyek PDK) JanuariDepperindag Desember Direktorat Jenderal Industri 2001 dan Dagang Kecil-Menengah (IDKM) Pedagang kecil non.Identifikasi sarana dagang yang potensial untuk dikembangkan .Pembinaan /pelatihan .Th 2000 sekarang: perguliran Wilayah Sasaran 23 provinsi Industri kecil dan (yang aktif 15 pedagang kecil. Industri Kecil dan Dagang Kecil (LPT INDAK) Jenis Kegiatan Tahun 1998/1999: penyaluran dana (pinjaman/dana bergulir) Tahun 2000 sekarang: perguliran oleh LPT INDAK: .Langsung: lembaga Selesai pembina UDK .Selesai produsen 6.

21 Pembinaan dan .Langsung: IKDK .20 Pemantauan dan evaluasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 Usaha kecil Selesai 6. Desember 2003 .Tidak langsung: usaha kecil dan menengah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.18 Nama Upaya Bantuan Tenaga Ahli untuk Pengembangan UKM (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil .Sosialisasi Undangan dan Kebijaksanaan Pemerintah yang Prioritas dan Strategis bagi Usaha Industri Kecil Pangan (Proyek PKUK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2001 Usaha kecil Selesai 6.No.Workshop Pengembangan .Lokakarya lintas Peraturan sektoral Perundang.PKUK) Assesment Kemampuan Penerapan Teknologi Tepat Guna/Teknologi Maju UKM-Indag Kerjasama dengan Perguruan (Proyek PKUK) Pengembangan Industri Kulit Pendukung Pendirian IFFC Bantuan Italia (Proyek PKUK) Jenis Kegiatan .19 Penyusunan matrik Depperindag penerapan teknologi Sesditjen IKDK pada UKM-Indag per komoditi JanuariDesember 2001 Tidak langsung: UKM Selesai 6. 6.Monitoring GKM (Proyek PKUK) Pemasyarakatan .Penyempurnaan program UDK .22 Depperindag Ditjen IDKM Industri kecil pangan Selesai # Lembaga Penelitian SMERU.Penyusunan kebijakan IKDK Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran .

Tidak langsung: UKM-Indag 6.Monitoring dan evaluasi Depperindag Sesditjen IDK JanuariDesember 2001 UKM Selesai 6.Langsung: lembaga Selesai pembina UKM-Indag . Kalimantan Tengah.27 Depperindag Ditjen IDKM Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2000 80 tenaga kerja yang Selesai mengalami PHK 80 wira usaha baru (WUB) terpilih Selesai 6. Desember 2003 .28 Peningkatan Pelatihan Kapabilitas Kewirausahaan UKM (Proyek PKUK) #! Lembaga Penelitian SMERU.24 .Bantuan sarana kelembagaan (UPK dan LPT IndagPropinsi) Bimbingan Penyusunan Proposal Kelayakan Usaha (Proyek PKUK) Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Kalimantan Timur.Diseminasi kepada Perbankan .Dana bergulir UKM-Indag (Proyek .26 Penumbuhan Pelaksanaan ToT Kewirausahaan AMT Pada Lembaga Keagamaan/Pontren Melalui TOT AMT (Proyek PKUK) Inisisasi WUB (Proyek PKUK) Pelatihan JuliSeptember 2000 Pondok pesantren Selesai 6. Kalimantan Barat.25 Penguatan Kelembagaan Pembina UKM-Indag (Proyek PKUK) JanuariDesember 2001 . Bengkulu Sasaran UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Penyusunan proposal usaha .Pelatihan dan bantuan tenaga ahli (resident consultant ) .23 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan .Pemilihan UKMDepperindag Indag yang prospektif Ditjen IDKM .Sosialisasi program Depperindag dana bergulir Ditjen IDKM .No.Pemilihan konsultan penyusun proposal .Pendampingan PKUK) . 6.Pengumpulan data/informasi .

No.Sosialisasi UPK ke kab/kota . Jatim.29 Nama Upaya Penguatan Kelembagaan UPK Kabupaten/Kota dalam Penyaluran Dana Bergulir (Proyek PKUK) Pemutakhiran Informasi Hasil Litbang Perindag dalam Pemecahan Masalah Teknologi (Proyek PKUK) Fasilitasi Pengembangan Minyak Atsiri Nasional (Proyek (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah -PIKM) Fasilitasi Pengembangan Gambir Nasional (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kelapa Sawit Terpadu (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan .Diseminasi teknologi .35 Pengembangan Industri Garam Rakyat (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Barang Karet (Proyek PIKM) . 6.34 6.33 6.Penyusunan panduan lembaga UPK kab/kota Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2000 Wilayah Sasaran .Langsung: UPK . Sumut. Jabar.31 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Produsen minyak atsiri Selesai 6.32 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 JanuariDesember 2001 Produsen gambir Selesai 6.Monitoring dan evaluasi Pembuatan modul pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Produsen minyak Selesai goreng kelapa sawit skala kecil.Promosi dan informasi pasar . Kalsel UKM produsen Selesai barang-barang karet #" Lembaga Penelitian SMERU.Depperindag hasil litbang untuk Ditjen IDKM UKM JanuariDesember 2000 UKM Selesai 6.Tidak langsung: UKM-Indag Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Fasilitasi /koordinasi pihak-pihak terkait . Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 FebruariDesember 2001 9 provinsi Selatan) UKM garam Selesai Penyusunan buku Depperindag panduan Ditjen IDKM pengembangan mutu barang-barang karet. Lampung.30 Penyebarluasan hasil. Desember 2003 .Bantuan tenaga ahli .

Jawa. Lampung.Uji coba lapangan .Pembentukan aliansi usaha Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 14 provinsi IK LME (Industri Kecil Logam.41 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IK Sanlita Selesai 6.Bimbingan Depperindag .37 Mengadakan temu usaha Depperindag Ditjen IDKM UKM pupuk Selesai 6.Konsultasi bimbingan/pelatihan .Bantuan bahan dan Ditjen IDKM peralatan Industri kecil pangan Selesai 6.38 .Pembuatan buku panduan . Elektronika dan Mesin) Selesai 6.42 Pengembangan Aliansi Usaha Produk Kayu Olahan Pasar Ekspor (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen kayu Selesai ## Lembaga Penelitian SMERU.No.39 .Penyusunan draft pemanfaatan limbah pertanian . 6.Menentukan komoditas unggulan IK-LME .Sosialisasi . Desember 2003 .Identifikasi dan inventarisasi kelompok sasaran pelaksanaan kemitraan .40 Peningkatan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Pengembangan Industri Pulp (Proyek PIKM) Pemasyarakatan Kemitraan Usaha IK Sanlita dengan Usaha Besar (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Masyarakat peminat Selesai industri pulp skala kecil 6.Temu usaha/bisnis . Sulsel Sasaran Wirausaha Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.36 Nama Upaya Pengembangan UKM Pestisida Organik (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Pupuk (Proyek PIKM) Peningkatan Mutu Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIKM) Bantuan Tenaga Ahli dalam Rangka Pembinaan dan Pengembangan IKLME (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu FebruariDesember 2001 FebruariDesember 2001 JanuariDesember 2000 Wilayah Sumut.Workshop . Sumbar.Monitoring dan evaluasi .

46 Fasilitasi Kelancaran Pengadaan Bahan Baku (Kayu.Penyusunan sistem Sesditjen IKDK perguliran dana industri kecil/rumah tangga kab/kota . Perak) (Proyek PIKM) Pengembangan Pola Kerjasama UKM-Indag Antar Negara Asean (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.48 Penyusunan Penyusunan Informasi Peralatan informasi mesin dan dan Mesin Industri peralatan Kecil Pangan (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IK pangan Selesai #$ Lembaga Penelitian SMERU.47 .Workshop Depperindag .Penyusunan hasil evaluasi kesiapan UKM menghadapi AFTA Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 UKM Indag Selesai 6. Desember 2003 .44 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen rotan Selesai 6.Emas.Analisis tingkat kemampuan UKM representatif .43 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Pembuatan buku Aliansi Usaha panduan Produk Barang Jadi Rotan Pasar (Proyek PIKM) Pengembangan Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran (Proyek PIKM) Peningkatan Pemanfaatan Skim Kredit UKM/Permodalan UKM (Proyek PIKM) Identifikasi kemampuan daerah penghasil rotan (bahan baku) dan jenis rotan yang dihasilkan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran IKM produsen barang jadi rotan pasar Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Pemasyarakatan Depperindag pola kerjasama UKM Sesditjen IKDK antar ASEAN .Temu usaha .Pemasyarakatan .No.45 .Penyusunan kerjasama Depperindag Sesditjen IKDK JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6. 6.

Menyebarkan dan mengadakan desiminasi ke sentra hasil pengolahan pertanian dan perkebunan . 6. teknik pengerjaan bahan/tekstil.53 Penyusunan Informasi Pakaian Jadi (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IKM pakaian jadi Selesai 6.54 Peningkatan .Distribusi katalog ke daerah .No.Depperindag K/5-S Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah 7 provinsi Sasaran Status Saat Ini IKM produsen arang Selesai briket Masalah Potensi 6. JanuariDesember 2001 IKM produsen Selesai pakaian jadi dewasa 6. Perkebunan dan Kehutanan (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Pakaian Jadi Wanita Dewasa (Proyek PIKM) Penyusunan materi 5. Desember 2003 .Menyusun katalog .Menyusun laporan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6.51 .52 .Mengumpulkan data Depperindag dan informasi Ditjen IDKM .Langsung: pembina pengrajin IKM Selesai 6.Tidak langsung: IK Selesai LME .Menyusun /mencetak katalog mesin/peralatan .Inventarisasi dan Depperindag identifikasi pola dan Ditjen IDKM desain .49 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyusunan Modul Pembuatan modul Depperindag peningkatan teknologi Ditjen IDKM Pelatihan Pembuatan Arang pembakaran Briket (Proyek PIKM) Penyusunan Materi Bimbingan Penerapan Sikap Kerja 5-K/5-S (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Mesin dan Peralatan Pengolah Hasil Produk Pertanian.Supervisi / evaluasi .Penyusunan laporan JanuariDesember 2001 Industri kecil rumah Selesai tangga dan kerajinan #% Lembaga Penelitian SMERU.Pemberian informasi mengenai pola.50 JanuariDesember 2001 .Pengiriman tenaga Depperindag Promosi Pasar Hasil ahli Ditjen IDKM Ikra (Proyek PIKM) .

59 Depperindag Ditjen IDKM 10 provinsi KUB dari desa binaan Selesai #& Lembaga Penelitian SMERU.58 Pelatihan Pedagang Pelatihan Eceran di Daerah (P2W Indag) Partisipasi Pameran Pameran dan Uji Coba Pasar Dalam Rangka Promosi Pasar Hasil Produksi KUB P2W Indag (P2W Indag) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 MaretDesember 2002 1 provinsi Wanita terkena PHK Selesai dan putus sekolah.57 Percepatan Peningkatan Daya Saing Minyak Atsiri (Proyek PKUKM) Bantuan Pengembangan Desain dan Diversifikasi Produk (Proyek Peningkatan Peran Serta Wanita Bidang Industri dan Perdagangan .Bimbingan dan penyuluhan .P2W Indag) Workshop Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 MaretDesember 2002 Jawa Barat Petani/perajin (60 orang) Selesai . Desember 2003 .Penyebaran informasi perkembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM 20 provinsi Wanita perajin di pedesaan yang tergabung dalam KUB Selesai 6.55 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Pelatihan Peningkatan Pemanfaatan Minyak Atsiri (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil dan Menengah -PKUKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Produsen minyak atsiri Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.No. 6.56 6. 6.Bantuan peralatan .

Tidak langsung: IDKM pangan IKM pangan Selesai 6.Temu usaha Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Penyusunan pedoman penerapan GMP JanuariDesember 2002 Selesai 6.61 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .64 .63 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IDKM pangan Selesai 6.Pameran . pedagang dan industri pengolahan Selesai #' Lembaga Penelitian SMERU.60 Nama Upaya Pameran Produk Industri Kecil Pangan yang Telah Diproduksi dengan Baik (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil -PIK) Training Of Trainer Bidang GMP Untuk Aparat Lembaga Pembina IDKM Pangan dan LSM (Proyek PIK) Peningkatan Keamanan Pangan dan Pencanangan Gerakan yang Baik dan Benar Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Pelatihan Produksi Bersih Bagi IKM Pangan (Proyek PIK) Fasilitasi Peningkatan Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Jenis Kegiatan .Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 5 ibukota provinsi Rumah makan.Langsung: aparat lembaga pembina IDKM pangan dan lsm .No.Penyusunan konsep Depperindag Konsepsi Sertifikasi sertifikasi Ditjen IDKM Peningkatan Sistem . 6.Bantuan bahan-alat pengemasan IK pangan Selesai 6. Desember 2003 .Sosialisasi dan Depperindag bimbingan Ditjen IDKM .Bimbingan dan Depperindag konsultasi Ditjen IDKM .62 .65 Penyusunan .

71 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kulit Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.68 Pelatihan kewirausahaan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 Santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Temu usaha Kemitraan Bisnis IK Pangan dengan Supermarket/Ekspor tir dan Perhotelan (Proyek PIK) Fasilitasi Pembinaan dan Kerjasama IDKM Pangan dengan BUMN dan Perusahaan Besar (Proyek PIK) Pengembangan IDKM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIK) Pelatihan Teknik Pencelupan dan Pewarnaan dengan Menggunakan Zat Warna Nabati (Proyek PIK) Pembinaan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Pelatihan Fasilitator Teknologi .70 Pelatihan TOT .67 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM Selesai 6.Tidak langsung: IK pencelupan dan penyamakan kulit 6. Pengusaha industri kecil sandang Selesai 6. 6.69 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Selesai 6. Desember 2003 .No.Langsung: tenaga Selesai penyuluh di bidang TPB .Workshop Produksi Bersih pada Industri Pencelupan dan Industri Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Magang Kerja Magang kerja Pengusaha Penyamakan Kulit (Non-konvensional) dalam Rangka Pengembangan IKM Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .

6.Bimbingan Penerapan Sistem .Identifikasi Depperindag kemampuan daerah Ditjen IDKM penghasil rotan (bahan baku) di 6 wilayah .77 .74 Depperindag Ditjen IDKM Tahun 2002 IKM produsen sabut Selesai kelapa 6.Sosialisasi Manajemen Mutu pada Industri Barang Jadi Kulit (Proyek PIK) Pelatihan Pelatihan Pengembangan Industri Kecil Sabut Kelapa (Proyek PIK) Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Pembuatan Arang Briket (Proyek PIK) Pelatihan Desain dan Peningkatan Mutu Produk Barang Jadi Rotan (Proyek PIK) Pengembangan Pola Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran Hasil Rotan di Cirebon (Proyek PIK) Pelatihan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK produsen sutera Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kuit Selesai 6.No.Identifikasi industri kecil barang jadi rotan di Cirebon Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat IK rotan Selesai 6.76 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat (Cirebon) Perajin rotan Selesai 6. Desember 2003 .72 6.75 Depperindag Ditjen IDKM Desember 2002 Jawa Barat. DIY Perajin arang tempurung Selesai 6.78 Fasilitasi Penerapan Pelatihan Cara Produksi yang Baik (GMP) pada Industri Kecil (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 30 petani gambir Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.73 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pilot Project Pelatihan Peningkatan Mutu Persuteraan di Sulawesi Selatan (Proyek PIK) Pemasyarakatan .

Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Industri dan dagang Selesai kecil dan menengah Masalah Potensi 6.80 Workshop Peningkatan peningkatan Kemampuan Bengkel Kendaraan kemampuan Bermotor Kecil Menengah (Proyek PIK) Diseminasi Teknologi Tepat Guna Peralatan Proses Minyak Kelapa Sawit. kelapa dan sutera Selesai 6.83 Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM logan dan elektronika Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU. 6.No.81 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IK minyak sawit. Kelapa dan Sutera (Proyek PIK) Sosialisasi Sistem Manajemen Mutu ISO-9000 pada Industri Mesin Pertanian (Proyek PIK) Partisipasi IDKM Logam dan Elektronika dalam Pameran Pusat (Proyek PIK) Temu usaha JanuariDesember 2002 Perbengkelan umum Selesai kendaraan bermotor kecil menengah 6. Desember 2003 . sandang.82 Bimbingan Depperindag konsultasi/sosialisasi Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Industri mesin pertanian Selesai 6. kimia dan bahan bangunan.79 Nama Upaya Pengembangan ETrade Industri dan Dagang Kecil Menengah (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Depperindag program/software Ditjen IDKM market place dan model bisnis pengoperasian untuk IDKM pangan. logam dan elektronika. serta kerajinan.

91 Penyusunan Manual Penyusunan manual Teknologi dan teknologi dan desain Desain Perhiasan perhiasan perak Perak (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 IK perhiasan perak Selesai $! Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .89 Penyusunan manual teknologi dan desain batik Penyusunan manual teknologi dan desain anyaman Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 MaretDesember 2001 IK batik Selesai 6.90 Depperindag Ditjen IDKM IK anyaman Selesai 6.85 Pameran ICRA 2002 Pameran (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM 6.88 Penyusunan manual teknologi dan desain tenun tradisional Depperindag Ditjen IDKM IK tenun Selesai 6. 6.No.86 Penyusunan direktori Depperindag Penyusunan Direktori Handycraft Ditjen IDKM Indonesia (Proyek PIK) Uji Coba Pasar Produk Kerajinan Unggulan (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Tenun Tradisional (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Batik (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Anyaman (Proyek PIK) Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IK interior dan kerajinan Pengusaha IDKM kerajinan yang potensial Selesai Selesai 6.87 JanuariDesember 2002 MaretDesember 2001 IK kerajinan Selesai 6.84 Nama Upaya Pengembangan Perangkat Lunak dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi oleh IKM (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah IKM Sasaran Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.

Desember 2003 .Apresiasi Depperindag . 6. Jawa Timur Selesai 6. DIY IK keramik Selesai 6. Jawa Tengah. Industri kecil Jawa Tengah. Jawa Timur Selesai 6.Bimbingan MaretDesember 2002 Jawa Barat.95 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Proses Produksi dan tungku dan bantuan teknik produksi Bantuan Tungku bagi Industri Kecil Keramik (Proyek PIK) Peningkatan Teknis Pemberian bantuan alat pengering kayu Proses Produksi Melalui Bantuan Alat Pengering Kayu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Selesai 6.Penyebaran booklet Ditjen IDKM / leaflet . anyaman bambu DIY.No.93 Pelatihan Penulisan Pelatihan Dokumen Paten Tingkat Menengah (Proyek PIK) Pelatihan Penerapan Pelatihan Sistem Mutu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Sasaran .Asosiasi. UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Selesai 6.97 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Depperindag Proses Produksi alat pengering bambu Ditjen IDKM Melalui Bantuan Alat Pengering Bambu (Proyek PIK) Sosialisasi HaKI bagi UKM (Proyek PIK) .Aparat dan pengusaha industri pedagang kecil menengah .98 MaretDesember 2002 20 provinsi UKM Selesai $" Lembaga Penelitian SMERU.96 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 DIY.Langsung: aparat pembina IDKM .92 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Fasilitator Pelatihan HaKI IKDM bagi Pemula (Proyek PIK) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2002 Wilayah 6.94 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 .Tidak langsung: pengusaha IDKM Jawa Barat.

Sumatera Barat.104 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Sulawesi Usaha kecil Tenggara.101 Pemberian bantuan Depperindag Pilot Project peralatan hand spun Ditjen IDKM Pengembangan Pemanfaatan Waste dan rewinding tangan (Limbah) Kokon Sutera (Proyek PIKM) .Pengembangan Ditjen IDKM Ikan (Proyek PIKM) preservasi ikan (bantuan peralatan. 6.Bantuan mesin/peralatan pemintalan/pertenuna n MaretDesember 2003 Jawa Barat IKM di bidang (Kab.Penyusunan Depperindag kelayakan Sentra Ditjen IDKM .99 Nama Upaya Temu Usaha Kemitraan Pengusaha Kerajinan Dalam Rangka Ekspor (Proyek PIK) Fasilitasi Restrukturisasi Mesin/Peralatan Peningkatan Teknologi Tepat Guna Sutera Alam (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah .Penyusunan panduan .PIKM) Jenis Kegiatan Fasilitasi kemitraan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Pengusaha kerajinan Selesai Masalah Potensi 6. pertenunan Garut).No. Desember 2003 .100 . nelayan Kalimantan Timur. Jawa Tengah. sutera Sulawesi Selatan Masih berjalan 6.103 JanuariDesember 2003 10 provinsi UPT di bidang pertenunan dan pemintalan Masih berjalan 6.Bimbingan langsung Depperindag Pengembangan Teknologi Preservasi . fasilitasi) Bimbingan Pengembangan pengelolaan Business Development Service (BDS)/LPIDKM (Proyek PIKM) Pengembangan Kelaikan Kapal dan Motorisasi Kapal Nelayan (Proyek PIKM) . pemintalan dan Bandung. Jawa Timur (Gresik) Masih berjalan 6.102 JanuariDesember 2003 Jawa Barat (Kab Sukabumi) Pengelola/pengusah Masih berjalan a tepung ikan (8 unit usaha) 6.Bimbingan penyuluhan . Bali Masih berjalan $# Lembaga Penelitian SMERU.Magang Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Perajin pemintalan Jawa Barat. DKI perbaikan kapal Jakarta.

Studi banding Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 JanuariDesember 2003 Wilayah Sasaran Perajin batu mulia Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi NAD (9 kota/kab) IKM Masih berjalan 6.111 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Lampung. Sulawesi Selatan IKM gula merah Masih berjalan 6. Desember 2003 .No.110 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 DI Yogyakarta IKM pupuk Masih berjalan 6.Pemberian bantuan Ditjen IDKM mesin/alat .107 6.Pelatihan Depperindag .112 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2003 20 provinsi IKM yang berorientasi ekspor Masih berjalan $$ Lembaga Penelitian SMERU.108 Peningkatan Mutu .Magang Ditjen IDKM .Pelatihan Depperindag .106 Nama Upaya Peningkatan Keterampilan Teknis Batu Mulia (Proyek PIKM) Pengembangan IKM di Propinsi NAD (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana .Pelatihan TOT cleaner production Fasilitasi Sertifikasi Fasilitasi SNI Pupuk IKM (Proyek PIKM) Pelatihan Pengembangan Desain Mebel Kayu (Proyek PIKM) Forum Komunikasi Pengembangan IKM Pupuk dalam Mengatasi Hambatan Pemasaran (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kecil Menengah Gula Merah (Proyek PIKM) Bantuan Langsung Peningkatan IKM “at Company Leve l” (Proyek PIKM) Bantuan teknis berupa peralatan pengolahan gula merah Pembinaan Pelatihan JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 6 provinsi Aparat dan lembaga Mash berjalan pembina IKDM Depperindag Ditjen IDKM IKM pupuk Masih berjalan 6. Perajin mebel kayu Jawa Timur (50 orang) Masih berjalan 6. 6.109 Depperindag Ditjen IDKM Jawa Tengah.Pemberian bantuan peralatan/mesin .105 6.Temu konsultasi uji Produk IKM Pangan BTP (Proyek PIKM) .

113 6. Maret Desember 2003 15 provinsi 6. NAD Jawa Barat (Kab.115 6.117 Pendidikan dan Latihan Motivator KUB bidang IDKM Penyuluhan dan Pembinaan Kelompok Usaha Bersama P2W bidang IDKM Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002. Desember 2003 .Konsultasi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB P2W IDKM di daerah Masih berjalan 6.Bantuan bahan .Pendidikan keterampilan .No.116 Pengembangan Pasar Spesifik Produk Pangan Ciamis (Proyek PIKM) Lokakarya Fasilitasi Pengembangan P2W IDKM Pembangunan pusat Depperindag pemasaran bersama Ditjen IDKM produk pangan MaretDesember 2003 Masih berjalan Lokakarya Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002. Kalimantan Timur. 6. Pelaku ekonomi (BUMN.118 . pangan Selesai Selesai $% Lembaga Penelitian SMERU. Ciamis) 15 provinsi IK pangan Masih berjalan 6. Pondok pesantren Sumatera yang prospektif Utara.114 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan IKM Bimbingan teknis dan Pengolahan Jamur manajemen Pangan (Proyek PIKM) Partisipasi TOT CEFE Pengembangan IKDM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 MaretDesember 2003 Wilayah Jawa Barat (Kab. pangan 25 KUB binaan dengan komoditi kerajinan. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya. sandang. Tasikmalaya.Bantuan peralatan Bantuan bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002 Maret Desember 2002 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB binaan baru dengan komoditi kerajinan. UKM) 25 wanita calon motivator Selesai Dengan otonomi daerah.119 6. KUB. Masih berjalan Aparat pembina P2W kabupaten/kota dan provinsi. Sulawesi Selatan. Karawang) Sasaran IKM pengolahan jamur pangan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Depperindag Sesditjen Jawa Timur. Garut. sandang.Penyuluhan dan bimbingan . 6.120 Pengembangan Desain .

dan pengembangan wirausaha baru. yaitu peningkatan kemampuan manajemen usaha.Monitoring selama Pameran Pemantauan dan Pengendalian Pelaksanaan Program P2W Bidang IDKM di Daerah Pengembangan Wirausaha Baru melalui Pembentukan dan Pembinaan KUB P2W Bidang IDKM .122 Depperindag Ditjen IDKM Maret – Desember 2002 15 provinsi Instansi pembina di daerah dan KUB binaan Selesai 6. yaitu peningkatan/pengembanga n SDM 6. 6. Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sektoral. Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral.Pengiriman barang ke lokasi Pameran .121 Nama Upaya Jenis Kegiatan Uji Coba Pasar dan . Desember 2003 .Pendidikan ketrampilan .125 . Menunjang pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral.Bantuan peralatan dan bahan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 KUB di 15 provinsi Masih berjalan $& Lembaga Penelitian SMERU.Pemantauan .123 Bimbingan pengelolaan KUB di 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi KUB Masih berjalan Dengan otonomi daerah. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya.Inventarisasi KUB Partisipasi Pameran yang layak untuk Hari Ibu diikutkan dalam Pameran . yaitu peningkatan kemampuan/ pengembangan SDM.No.Penilaian Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2002 Wilayah 15 provinsi Sasaran 25 KUB binaan.124 Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Latihan Motivator KUB Bidang IDKM Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 calon motivator KUB P2W IDKM daerah Masih berjalan 6.Seleksi barang untuk Pameran . instansi pemmbina P2W IDKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.

Desember 2003 . 6.No.127 Workshop Fasilitasi Ketersediaan Pasar dan Informasi melalui Penyusunan Rencana Teknis Program Pengembangan P2W Bidang IDKM Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi Masih berjalan Aparat pembina IDKM provinsi/kabupaten/k ota . Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah $' Lembaga Penelitian SMERU.Menunjang pengembangan IKM yaitu penyusunan program pendukung 7.Menambah fasilitator di daerah .126 Nama Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pengembangan Desain Jenis Kegiatan Bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2003 Wilayah 15 provinsi Sasaran 500 perajin di 15 KUB Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sekotral. dan pengembangan desain 6. yaitu peningkatan kemampuan/pengembanga n sumber dayaa manusia.

menjadi pusat pengembangan berbagai sektor.Penyediaan dana Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Pelaksana Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Waktu Tahap I : 1999-2001 Tahap II : 2002-2004 Wilayah Tahap I : 5 provinsi.1 Nama Upaya Proyek Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP) Jenis Kegiatan Tahap I: .BKM merupakan ujung besar . 7.Proyek sangat berpotensi tingkat kelurahan berpartisipasi dalam kegiatan mengembangkan usaha .Keterlibatan pemda dalam mikro kegiatan proyek tidak terlalu .Belum ada sumber dana . . 59 kota/kab Tahap II : 13 provinsi.Kredit modal kerja bergulir .Hibah prasarana dan sarana dasar lingkungan . 79 kota/kab Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi Masyarakat miskin di Masih berjalan .Pengembangan masyarakat dan kapasitas Pemda .BKM berpotensi sebagai lembaga masyarakat untuk pengembangan good governance tingkat lokal. termasuk pelatihan Tahap II: .Penciptaan kesempatan kerja. terutama ekonomi mikro .BKM dapat dikembangkan lain.tombak penanggulangan Pembinaan dan kemiskinan dan salah satu keberlanjutan memerlukan akses peningkatan biaya besar kesejahteraan masyarakat . Departemen Pertanian (Deptan) % Lembaga Penelitian SMERU.Masyarakat kurang aktif . 8.No. Desember 2003 .Penyediaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).

3 provinsi: Kelompok mandiri Masih berjalan 2004 Jawa Timur (6 yang beranggotakan kab.Pengembangan peternakan .Konservasi tanah Pelaksana Departemen Pertanian.Penguatan modal Departemen Pertanian. Lokasi pengembanga n pangan lokal disesuaikan dengan komoditas unggulan masingmasing wilayah.Kegiatan kebun kelompok sebagai usaha bersama belum memperhatikan aspek kualitas.Pengembangan tanaman pangan dan perkebunan .2 Pengembangan Pangan Lokal (Program Penganekaragaman Pangan) Pemberian dana BLM. 225 masyarakat miskin desa). tersebar di laut.Ketahanan pangan keluarga rendah . digunakan untuk : .Penyaluran dana hibah prestasi mandiri Pembangunan pertanian dan ternak: . Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan TA 2003 26 provinsi. benih/bibit dan peralatan pertanian. 8.Berbagai sumber pangan lokal yang dimiliki seluruh wilayah masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut. kegiatan program masih terfokus pada pengembangan masyarakat dan jender.Belum pernah mendapat bantuan proyek .No. Badan Bimas Ketahanan Pangan. NTB( 3 kab.Penggunaan simpan pinjam modal kelompok .Pelatihan dan praktek .1 Nama Upaya Program Pengembangan Partisipasi Lahan Kering Terpadu (Participatory Integrated Development in Rain-Fed Areas PIDRA) Jenis Kegiatan Pengembangan masyarakat yang berperspektif jender: .Penyakit ternak dan kesulitan dalam mendapatkan pupuk.Peningkatan kesadaran dan motivasi . .Di Jawa Timur. Badan Bimas Ketahanan Pangan (koord.Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah . danau dan hutan serta ekositem lainnya . .Penguatan kelembagaan kelompok . 75 desa). % Lembaga Penelitian SMERU. nasional) Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Tahun 2001.Pengelolaan dana umum kelompok .Pelaku usaha yang gigih . Kelompok petani Masih berjalan dengan kriteria : . NTT( 95 kab.. Desember 2003 . Potensi 8..Potensi pangan nabati dan hewani yang cukup kaya dan beragam. 200 desa) Masalah ..

Belum pernah mendapat bantuan proyek Masalah Potensi 8.3 Nama Upaya Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan (Program Penganekaragaman Pangan) Jenis Kegiatan Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat. Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan Waktu TA 2003 Wilayah 23 provinsi Sasaran Status Saat Ini Kelompok wanita Masih berjalan tani-nelayan dengan kriteria : .Tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan pola BLM % Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .4 Program Pengembangan Hortikultura Pengembangan komoditas unggulan yang telah ditetapkan: .Peningkatan kesadaran dan motivasi . yang digunakan untuk : .Pengembangan kelembagaan usaha . Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura (Ditjen BPH) Sejak Tahun 31 provinsi 2000 Petani/kelompok tani Masih berjalan . 8.Penguatan modal (diharapkan dapat digulirkan sesuai musyawarah dan kesepakatan kelompok) Pelaksana Departemen Pertanian.Pedoman umum terlambat diterima dan informasi yang disampaikan tidak menyeluruh .Pelatihan/kursus .Ada indikasi kesalahan target penerima BLM tahun 2002 .Pembinaan penangkar (Pengembangan informasi perbenihan dan Pemasyarakatan penggunaan benih bermutu) .Ketahanan pangan keluarga rendah .Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah .Pelaku usaha yang gigih . Badan Bimas Ketahanan Pangan.Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan modal usaha Departemen Pertanian.No.

6 Proyek Pengembangan Usaha Tani dan Ternak di Kawasan Timur Indonesia (PUTKATI) Jenis Kegiatan KIMBUN PUSAT .Penyediaan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang .Paket benih sudah kadaluarsa .Penyediaan jasa konsultan Pelaksana Departemen Pertanian.Penyediaan fasilitas penunjang .Dinamika kelompok tidak berjalan baik .Ada persepsi jika ternak mati maka kelompok bubar .Pengembangan UPH tanaman .Pengembangan usaha tani .Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dan petugas proyek melalui pelatihan dan penyuluhan .).Penyebaran agroinput .5 Nama Upaya Proyek Pengembangan Kawasan Industri Perkebunan (KIMBUN) 8.Pengembangan produksi vaksin penyakit jembrana . Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Tahun 1996 .Penerapan teknologi peningkatan produktivitas tanaman .Terjadi penjualan ternak oleh Petani .Pemberdayaan petani KIMBUN DAERAH . Gorontalo). Direktorat Jendral Bina Produksi Perkebunan Waktu Wilayah Tahun 2002 Tahun 2002: dan 2003 29 provinsi. Tahun kab. Sasaran Status Saat Ini Petani/kelompok tani Masih berjalan dengan basis komoditi perkebunan Masalah Potensi Departemen Pertanian. 8.No.Pendidikan dan pelatihan teknis . %! Lembaga Penelitian SMERU. Maluku (Maluku Utrara) Petani/kelompok tani Selesai .Penyuluhan dan penyebaran informasi .Pembinaan kurang intensif . Tahun 2003: 29 provinsi.Ada Sasaran tidak mendapat Paket agroinput. Bolaang Mongondow. Desember 2003 .Peningkatan kelembagaan petani .Pemberian Paket agroinput dianggap hibah .Tingginya angka kematian .Bantuan usaha ekonomi produktif .Pencurian ternak .Kurangnya koordinasi .Penyebaran ternak sapi dan kambing kepada petani .Sulawesi Desember Selatan (4 2002. 2003 Sulawesi Utara (Minahasa.

Kesadaran akan penerapan sistem mutu masih rendah. hortikultura. Jawa Timur.Unit pengolahan belum memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk mendapatkan Fasilitasi dan untuk dapat diusulkan mendapatkan sertifikasi . Desember 2003 . Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen BP2HP) Status Saat Ini Masalah Selesai . kab). agribisnis Pertanian. Tahun Th 2002: Batam-Riau. Mei Agustus 2002 Tahun 2001: Jawa Barat. peternakan.Adanya impor hasil holtikultura .8 Bimbingan Teknis Penerapan Jaminan Mutu (HACCP) Program Pembinaan Pengembangan Jaminan Mutu . .Pengolahan paska panen masih tradisional . Ditjen Kerja Jaminan Mutu BP2HP. Sumatera Barat. .Pelatihan . Ditjen Lampung (1 BP2HP.9 Fasilitasi Penerapan Fasilitasi Jaminan Mutu Program Pengembangan Sistem Jaminan Mutu Tahun 2002 Jawa Timur (2 Pelaku usaha Departemen kab). %" Lembaga Penelitian SMERU. .Belum berfungsinya pasar tempat transaksi yang didirikan Departemen Perdagangan Selesai . Sulawesi Selatan.Sistem jaminan mutu tidak dapat diterapkan karena tidak tersedia dana. Tahun 2003: Riau. Sulawesi Selatan. 8. 8. perkebunan. Bali.Upah tenaga kerja masih tinggi . Jawa Barat (3kab) Selesai .Pemasaran hasil olahan buah-buahan masih terbatas pada pasar lokal . Pelaku usaha di bidang sub sektor tanaman pangan. DI Petani hortIkultura Departemen Yogyakarta Pertanian.7 Nama Upaya Peningkatan Kecintaan terhadap Komoditas Hortikultura Nusantara dan Pemanfaatan Peluang Pasar (Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri) Jenis Kegiatan Observasi tentang pengolahan dan pemasaran hasil beberapa komoditi hortikultura Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Jawa Barat.No.Perlunya bimbingan dan pembinaan berkesinambungan Potensi 8.Bimbingan teknis Mei September 2001.Produktivitas budidaya tanaman masih rendah . Lampung.Penyiapan Departemen Penyusunan Rencana Pertanian.Penerapan HACCP belum menyentuh pelaku agribisnis.

pengolah hortikultura. Upaya 2: Kalimantan Barat (Pontianak) Petani / kelompok tani Selesai 8. Apresiasi Teknologi Pasca Teknologi Pengolahan Panen dan Pengolahan Hasil Holtikultura 2.Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil . BP2HP Upaya 2: Juni 2002 Upaya 1: Sulawesi Selatan (Makasar). Desember 2003 .No.Petugas Dinas Pertanian propinsi dan kabupaten Selesai 8. Solok. Sumatera Barat. Ditjen September 2001 BP2HP Wilayah Sasaran Sumatera Kelompok tani dan Barat (Kab. Ditjen 2001 . Tanah Datar) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8.Praktek penggunaan Pertanian. Pertemuan Nasional Pengembangan Agribisnis Lidah Buaya Apresiasi Sarana Pengolahan Hasil Hortikultura Program Pengembangan Sarana Pengolahan Upaya 1: Petani.Pemberian informasi Departemen Agustus – . Kalimantan Selatan Selesai %# Lembaga Penelitian SMERU. koperasi. Program Pengembangan Promosi Hortikultura . Ditjen Agustus 2002.10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Apresiasi Teknologi Pelatihan Pengemasan Sayuran Ekspor Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pelaksana Waktu 11-12 Departemen Pertanian.13 .11 Lokakarya dan Pameran Agribisnis Berbasis Biofarmaka. koperasi tani dan perguruan tinggi Upaya 1: Departemen Pertanian. Upaya 2: Pelaku agribisnis lidah buaya ( petani. kelompok tani.12 Program Pembinaan 1. pedagang dan industri) .Penandatanganan BP2HP MOU pengembangan agribisnis tanaman obat antara pengusaha swasta dengan dengan kelompok tani. usaha kecil Agam. 8. Ditjen Oktober alat dan pengolahan BP2HP 2002 beberapa produk hortikultura Sulawesi Selatan.Lokakarya dan Nopember Departemen pameran agribisnis Pertanian.

Jambi. manggis. Sulawesi Utara. konstruksi. monitoring dan evaluasi .Praktek pengoperasian sarana pengolahan Wilayah DI Yogyakarta. Ditjen dengan pengusaha BP2HP sayur dan buah. Ditjen September . pengolahan.Pemberian AgustusDepartemen pengarahan Pertanian.16 Temu Usaha Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Fasilitasi pertemuan Departemen TA 2002 antara produsen Pertanian.Relokasi dan pembangunan baru: identifikasi lokasi. Jawa Barat. Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pengembangan Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) Proyek Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu . pemasaran.17 Pembangunan / Rehabilitasi Rumah Potong Hewan (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Sumatera Utara.Peningkatan SDM .Rehabilitasi: konstruksi. pembinaan. bawang merah .Petani sayur dan buah . monitoring dan evaluasi TA 2003 Departemen Pertanian. Bali.Petani mengkudu ./kota 2003 provinsi.Aksesibilitas permodalan .14 Nama Upaya Pembinaan Sarana Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura. TA 2001 2002 dan 2002: 25 kab. Nusa Tenggara Barat Sasaran Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8. Desember 2003 . Sulawesi Selatan. pembinaan. Kalimantan Tengah.Pengadaan prasarana/sarana pengolahan /pendukung Dinas Pertanian Tahun 2001. Masih berjalan %$ Lembaga Penelitian SMERU. setempat TA 2003: 16 provinsi Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Masih berjalan 8. mengkudu.Temu wicara .No. Jawa Tengah.15 Fasilitasi di bidang : . usaha .Manajemen mutu. pembuatan desain.Petani manggis .Kelompok tani/petani dan pengusaha bawang merah Selesai 8. 8.Penyerahan bantuan BP2HP 2002 . Ditjen Bina Sarana Pertanian Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung .

20 8. Desember 2003 . Badan Pengembangan Sumberdaya Pertanian. padahal DAFEP merupakan kegiatan pemberdayaan petani melalui perubahan pola pikir petani sendiri. %% Lembaga Penelitian SMERU.3 juta ton Tahun 2003 7 provinsi. yang memiliki usaha tani dan bermaksud mengembangkan usahanya .No.18 Nama Upaya Pengembangan Lumbung Desa Modern (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Pengembangan Tata Air Mikro (TAM) (Proyek Pengembangan Sarana Produksi Pertanian) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Pembangunan sarana Departemen TA 2003 Pertanian.Pengadaan handtraktor sebanyak 40 unit . Ditjen Bina Sarana Pertanian Wilayah 10 provinsi. Ditjen Bina Sarana Pertanian TA 2002 Departemen Pertanian. Ditjen Bina Sarana Pertanian 8.Adanya anggapan bahwa FMA DAFEP akan memberikan bantuan fisik. 14 Departemen kabupaten Pertanian.21 Pupuk Bersubsidi Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian Penyuluhan yang Dikelola Petani (FMA : FarmerManaged Extention Activities ) (Proyek Dafep) TA 2003 Departemen Pertanian. Seluruh kabupaten / kota Petani dan pekebun kecil .Pembangunan jaringan TAM seluas 7000 ha .Peningkatan kemampuan petani untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan 9 provinsi.Peningkatan kapasitas petani untuk memperkuat kelompok tani dan mengembangkan jaringan kemitraan petani . volume pengadaan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia Penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 6. Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.Pengadaan pompa air sebanyak 64 unit .19 . 8.Pengadaan pupuk dolomit. 15 Petani (laki-laki dan kabupaten / perempuan) dan kota anggota keluarganya. 21 kabupaten Sasaran Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.

kembangan Nelayan Kecil (P4K) Kelompok Swadaya (KPK) . Desember 2003 . Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penyuluhan Pertanian Waktu Fase I: Tahun 19971988. 8.Penguatan kapasitas manajemen Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian 1. dan 4:Tim Teknis Kab/Kota. Pembinaan teknis 3. 2000 Kegiatan 1.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Pembinaan . 2 dan 3: kelompok penangkar (pokkar) benih .Pelayanan keuangan mikro . Peternak pembibit anggota Pokkar bibit ternak. Penguatan pasar benih/bibit 4. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) %& Lembaga Penelitian SMERU.Penguatan modal . Kegiatan 4. Pelatihan teknis 2. Masih berjalan pengrajin kecil dan kelompok masyarakat miskin di pedesaan lainnya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Kegiatan 2: Petugas Perbenihan Kab/Kota 8. Fase III: Tahun 19982005 Wilayah Fase I: 6 provinsi. dan 3 sudah selesai. Penguatan modal Pelaksana Departemen Pertanian.24 Pemberdayaan Penangkar Bibit Ternak (Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian) . Fase II: 12 provinsi Fase III: 12 provinsi. 3.Pembinaan dan pelatihan 21 provinsi TA Departemen Pertanian.Kegiatan 4: penangkar benih berpengalaman dan terhimpun dalam kelompok berpotensi untuk mengembangkan usahanya. Kegiatan penguatan modal. Kegiatan 1.23 TA 22 provinsi Departemen 1997/1998 Pertanian. Fase II: Tahun 19891998. masih terjadi perguliran dana di masyarakat Masalah Potensi 8. Sasaran Status Saat Ini Petani-nelayan kecil .Kegiatan 1. .No. Dinas 1997/1998 2000 Peternakan provinsi dan kab/kota setempat Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai.PenumbuhPeningkatan Petani. 2.

Kegiatan penguatan modal.Penguatan modal penangkar . dan industri pengolah hasil pertanian Selesai .Intervensi aparat dalam pengadaan sarana produksi pertanian akibat kurang optimalnya proses sosialisasi. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) Kegiatan penguatan modal masih berjalan. . Pimbagpro propinsi dan kabupaten Tahun 2001 26 propinsi dan 157 kabupaten. 8./kota Pokkar benih/bibit perkebunan 8. Desember 2003 .Penguatan modal penangkar .No.27 Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan Departemen Pertanian. Dinas 1997/1998 2000 Perikanan Propinsi Sasaran Pokkar benih ikan Status Saat Ini Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai.Penguatan kelembagaan perbenihan . Masalah Potensi 8. hortikultura dan aneka tanaman. . Kelompok tani dan kelompok usaha agribisnis peternakan. pola BLM dinilai paling sesuai pada saat ini terutama dalam mencegah kebocoran dana yang disalurkan kepada Petani .25 Nama Upaya Pemberdayaan Penangkar Perikanan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Jenis Kegiatan .Kelompok tani yang tidak bermasalah dengan KUT dan yang berpengalaman sulit ditemui.Beberapa kabupaten tidak melakukan penentuan calon komoditas dan calon lokasi sesuai dengan kriteria . perkebunan (tanaman industri).Pelatihan teknis . usaha pangan komersial. dana masih bergulir di tingkat pokkar.Kata Bantuan diusulkan diganti menjadi Pinjaman karena bantuan cenderung diterjemahkan Petani sebagai pemberian atau hibah 9. Dinas 1997/1998 2000 Perkebunan propinsi dan kab.Penguatan pemasaran .Berpotensi untuk diteruskan karena menurut evaluasi Itjen Deptan.Pembinaan teknis . Departemen Sosial %' Lembaga Penelitian SMERU.Penguatan pasar benih/bibit .Pelatihan teknis .Penguatan kelembagaan Pelaksana Waktu Wilayah TA 21 provinsi Departemen Pertanian.Pembinaan teknis .26 Pemberdayaan Penangkar Perkebunan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian .Pemurnian dan penguatan mutu benih Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) TA 22 provinsi Departemen Pertanian.

. .Usaha Kesejahteraan Sosial Pelaksana Departemen Sosial.1 Nama Upaya Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin (FM) Jenis Kegiatan . dan NAPZA . anak terlantar. sehingga untuk menjadi peserta harus mengantri.Bantuan alat kerja dan bahan untuk UEP Departement Sosial. 26 propinsi Th 2002: 186 Kab/Kota.Peserta bisa memiliki usaha . 30 propinsi Th 2003: 3 Kab/Kota.Jawa Timur (Malang) Kaum wanita (dalam Penyaluran keluarga) miskin dana sudah selesai. penyandang cacat.No.KUBE beranggotakan 10 KBS perempuan dan laki-laki. .Jumlah dana yang disalurkan kurang memadai (kecil).Bantuan keuangan Grameen Bank dengan sistem bergulir (Depnakertrans) Depnakertrans.KUBE banyak yang berkembang dan sangat berpontensi untuk terus berkembang. Anak Terlantar. 26 propinsi Th 2001: 153 Kab/Kota. Penyandang Cacat. namun pergulirannya masih berlangsung di masyarakat .Pembentukan KUBE .Jawa Barat (Kab Bogor) . Tahun 2000 dan 2003 Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri . 3 provinsi. 9.UEP berpotensi untuk berkembang karena penggemukan sapi memiliki peluang pemasaran yang sangat baik untuk memenuhi lonjakan permintaan daging sapi 9. bukan keluarga.Tahun 2003: Fasilitasi pengadaan sapi potong (penggemukan) . Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi 10. Lanjut Usia.2 Program KUBE untuk Anak Nakal. yang terdiri dari: anak nakal. NAPZA 10.Banten (Serang) . miskin . tuna sosial.Fakir miskin yang Masih berjalan Penafsiran yang berbeda termasuk Keluarga tentang pengertian fakir Binaan Sosial. 9 propinsi Th 1998-1999: 106 Kab/Kota. Sasaran Status Saat Ini Masalah . 26 propinsi Th 1999-2000: 207 Kab/Kota.Membuka lapangan kerja baru khususnya untuk tenaga pendamping & Lembaga Penelitian SMERU.Lemahnya sistem monitoring dari Depnakertrans ke LSM-LSM.Pelatihan Kesempatan Kerja pembinaan Melalui Pola .Pembentukan UEP . Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial 30 propinsi Tahun 1996/1997 sekarang Masih berjalan Perseorangan. Desember 2003 . Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Waktu Tahun Anggaran 1984 hingga sekarang Wilayah Th 1984: 14 Kab/kota.Bantuan alat kerja dan bahan untuk Usaha Ekonomi Produktif -UEP . Tuna Sosial.1 Perluasan . lanjut usia. Potensi .

alat pres untuk mengemas.Peserta menghadapi kendala dalam mengakses sumber ekonomi (pengadaan modal). 18 Juni 2003 Jawa Barat (Kab Ditjen Kuningan) Penempatan Dalam Negeri Ketua PKK (30 pengusaha kecil mandiri) Pelatihan sudah dilakukan.Sulit mendapatkan peserta yang mempunyai bakat dan minat di bidang wirausaha . Peserta pelatihan membutuhkan peralatan praktek (seperti alat untuk mengiris. 10. Seso.4 Pelatihan Keterampilan bagi Kelompok Kerja Wanita . Setsuke (5S) di Usaha Kecil Menengah (UKM) . dan peserta dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. keluarga dan pengelolanya berpendidikan rendah sehingga mereka berpendapat mengurusi usaha lebih penting daripada mengkuti pelatihan dan praktek hingga selesai 10. pemasaran. DI Yogyakarta (Kab Bantul) & Lembaga Penelitian SMERU.000 lulusan SLTA/D-1 selama Repelita VI 10. Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten Juli 2003 di Indramayu.Pelatihan .3 Bimbingan Penerapan Seri. Ditjen Penempatan Dalam Negeri. Desember 2003 . Agustus 2003 di Bantul Pengusaha kecil (30 Selesai Jawa Barat peserta di setiap (Kab kabupaten) Indramayu). terutama dari pekerja keluarga atau dari keluarga pengusaha Masalah .Magang . .Pembinaan Pelaksana Waktu Wilayah Depnakertrans.Terciptanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi 30. Seton.Praktek Depnakertrans.2 Nama Upaya Program Pembentukan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Terdidik (TKMT) Jenis Kegiatan . mempunyai kemandirian usaha serta pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan . desain produk.Pembinaan kurang memadai. 10. . Evaluasi akan dilakukan dalam enam bulan. dsb) sehingga terjadi peningkatan anggaran . TA 27 provinsi Ditjen 1994/1995Pembinaan sekarang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Sasaran Status Saat Ini Angkatan kerja muda Masih berjalan tamatan SLTA dan D1. Potensi Meningkatkan wirausaha yang bisa membaca peluang pasar.No.Pelatihan . Tidak ada. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam mengolah kekayaan alam menjadi produk yang lebih bernilai.dsb. Tahun 20022003 Ditjen Penempatan Dalam Negeri 2002: 10 5 UKM di setiap provinsi provinsi 2003: 5 daerah (belum ditentukan) Masih berjalan Banyak UKM yang dimiliki Meningkatkan usaha UKM. Seiketsu.Pelatihan .Praktek Depnakertrans. Potensi sumber daya alam daerah seperti singkong dan pisang bisa dimanfaatkan.5 Pelatihan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Pelatihan Depnakertrans.

Kecamatan (Kaur Kesra .Ketua kelompok usaha ekonomi produktif wanita 11. Indonesia Depkeu..6 Nama Upaya Pelatihan Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Wanita Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Depnakertrans. keluarga miskin.4 Menko Kesra & Lembaga Penelitian SMERU.Kebanyakan usaha mikro tidak memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi persyaratan perbankan Tingkat kemacetan kredit yang relatif kecil. DKI) . Sesmenko Kesra 2000 Jakarta Pusat (peserta dari Jabar.No. Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) 11. Tahun 1994/95Ditjen 2003 Penempatan Dalam Negeri Wilayah Sasaran Pencari kerja.Pembina: Pemda Selesai Tk. 11. dan kelompok masyarakat yang potensial produktif Masih berjalan .1 Proyek Kredit Mikro Pemberian kredit. 10. wakil . Individu usia produktif. UKM mempunyai ketahanan yang relatif baik 11.Tingginya tingkat suku bunga kredit mikro . Jateng. Desember 2003 . 2004 propinsi di Mennegkop.II (Kabag Sosial).3 Pelatihan Pengelola Pelatihan Kegiatan Lapangan Tahun 1999/2000 Penyelenggaraan Kelompok Belajar Usaha Kerja Produktif Menko Kesra Tahun 1999/2000 Jakarta Selesai 11. Tahun 2001.2 Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Wanita Pelatihan 6-15 Maret Menko Kesra. 1997/98: pengangguran dan Semua prov ibu rumah tangga kecuali Sulteng dan Sultra 1998/99: Semua prov kecuali Sumsel 1999/2000: 18 provinsi 2000/2001: 16 provinsi 2001/2002: 6 provinsi 2002/2003: 4 provinsi Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak bisa berlanjut karena keterbatasan dana Potensi Meningkatkan kondisi pengusaha kecil di masingmasing wilayah.Seluruh Menko Kesra.

Bantuan permodalan Pelaksana Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis). Jawa Barat. Lampung. Permukiman Bekas Kerusuhan dan Permukiman Transmigrasi Baru Jenis Kegiatan Bina Usaha dan Kemitraan: .Fasilitasi & pembinaan usaha .Fasilitasi & pembinaan usaha . NTT dan DI Yogyakarta.6 Program Gerdu Taskin Pasca Pengungsian di Daerah Terpencil/Terasing Bina Usaha dan Kemitraan: .Masyarakat yang bermukim di daerah asal tempat kerusuhan. Desember 2003 . Selesai . Jawa Tengah. Kalimantan Barat.Pengungsi daerah tempat kerusuhan yang sudah memutuskan bertransmigrasi. 11. Waktu Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Maluku.Kelompok taskin yang telah menjadi binaan departemen 12. .No. Nusa Tenggara Timur. investasi Menengah dan Koperasi (Kredit Taskin UKMK) dan Kredit Pengentasan Kemiskinan melalui Skim Kredit Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kredit Taskin Inkra) Tahun 1999 Jawa Timur. .Diutamakan yang pernah menerima kukesra sampai putaran terakhir dan ibu rumah tangga. terutama keluarga miskin (keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I alasan ekonomi). Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I Komunitas adat terpencil Masalah Potensi 11.Bantuan permodalan Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis). 11.5 Nama Upaya Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin) Pasca Pengungsian di Permukiman Kembali Daerah Asal.7 Kredit Pengentasan Pemberian kredit Menko Kesra Kemiskinan melalui modal kerja dan kredit Usaha Kecil. Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) &! Lembaga Penelitian SMERU. 18 provinsi Sasaran Status Saat Ini .

1 Perkuatan Tahun 2001. 12. 88 kab/kota Th 2002: 30 provinsi. Th 2001: 30 2002. Kementerian Permodalan UKMK (sebagai dukungan 2002. Konsentrasi terhadap pembinaan wirausahawirausaha baru. Tahun 2001. Jawa Timur. Koperasi dan modal awal dan dan Lembaga UKM Deputi padanan kepada Keuangannya Bidang dengan Penyediaan inkubator bisnis) Pengembangan Modal Awal dan dan Padanan Melalui Restrukturisasi Inkubator (P2LKUsaha. Sumatera Utara Minimal 40 pengusaha keciltenant atau mitra binaan inkubator Masih berjalan Belum optimalnya Dinas Koperasi/badan yang membidangi Koperasi dan UKM dalam pembinaan inkubator bisnis di wilayahnya. Desember 2003 . 277 kab/kota . provinsi.Penyertaan modal usaha .Setelah 2.5 tahun pelaksanaan program.2 Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi (P2LK-MAP KSP/USP Koperasi) Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan Kementerian Koperasi dan UKM. Barat. UNS. Tim Tahun 2000 . Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Th 2001: Jawa Barat. Inkubator MAP Inkubator) (IPB.No. Inkubator bisnis dapat dikembangkan dan dibina. Masih banyak KSP/USPKoperasi yang membutuhkan dana MAP. Sulawesi Selatan. &" Lembaga Penelitian SMERU.KSP/USP Koperasi Masih berjalan . koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan program P2LK MAP belum sepenuhnya tercapai. Jawa Tengah. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Penyaluran dana 13.Usaha Mikro dan Kecil Setelah pelaksanaan otonomi daerah. Jawa Timur Th 2002: Jawa Tengah.1 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (P3EL) Jenis Kegiatan . . P3EL tingkat Kalimantan provinsi. NTB Sasaran Status Saat Ini Kelompok Usaha Masih berjalan Ekonomi Produktif Perempuan yang sudah ada dan yang baru terbentuk Masalah Potensi Positif : . 13. Jawa kabupaten Timur.Realisasi penyaluran dana 163% dari plafon dengan tingkat pengembalian 79%.Sumatera sekarang Selatan.Pemberdayaan / pendampingan Pelaksana Waktu Wilayah Meneg PP. ITB. tumbuh 884 kelompok usaha. ITS) 13.

Lembaga Penjamin Th 2001 : Jawa Timur. DKI Menengah dan Jakarta Koperasi) (Jabotabek). 13. 13. 67 kab/kota Th 2002: 24 provinsi.4 Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan (MAP) kepada UKK PPU Tahun 2001. 2003 Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha dan Lembaga Modal Ventura Daerah (LMVD) Kementerian Koperasi dan UKM. Masih diperlukan pengembangan LMVD yang potensial dan bernilai tambah tinggi. Kementerian 2002.No. Desember 2003 . Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2001.Usaha mikro Status Saat Ini Masalah Masih berjalan . Sumatera Utara dan Lampung Th 2002 : 22 provinsi Usaha Kecil dan KoperasiPerusahaan Pasangan Usaha (UKK-PPU) Masih berjalan Koordinasi dan sinkronisasi antara tim yang ada di propinsi dan LMVD belum sepenuhnya tercapai.LKM (Lembaga Keuangan Mikro) . . 2003 provinsi. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha.Sulit memetakan usaha mikro yang produktif untuk dialokasikan program dana MAP.5 Perkuatan Penyaluran dana Permodalan UKMK Penjamin Kredit dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Penjaminan (P2LKMAP Penjaminan) Tahun 2001 Sumatera UKMK (Usaha Kecil Barat. 13. Jawa Tengah dan Jawa Timur Masih berjalan Sinkronisasi program antara program yang dikembangkan di pusat dengan pemerintah daerah masih perlu dikembangkan Masih banyak UKMK yang potensial. Th 2001: 27 2002.Sistem/pola penyaluran masih lemah Potensi Peningkatan pembinaan terhadap LKM untuk menjadi koperasi atau LKM tangguh. 50 kab/kota Sasaran . Jawa Tengah.3 Nama Upaya Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Keuangan Mikro (P2LK-MAP LKM) Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Modal Ventura (P2LK-MAP Modal Ventura) Jenis Kegiatan Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan kepada UKM Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM. produktif dan layak tapi memiliki keterbatasan modal dan membutuhkan fasilitas penjaminan kredit &# Lembaga Penelitian SMERU. sehingga dana MAP dapat diprogramkan kembali oleh pemerintah melalui wadah koperasi.

dan Koperasi (PUK) Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha .UKM dalam sentra berkualitas melakukan pemberdayaan terpilih . . Desember 2003 . 13.Usaha skala kecil perguliran dana masih berjalan Secara umum tidak ada masalah.Sosialisasi program . kasifikasi dan perkuatan sentra UKM) Tahun 2001.8 Proyek Pemberdayaan Usaha Kecil.Menentukan BDS yang Banyak yayasan baru yang . seleksi. 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.BDS Masih berjalan .No.Pembinaan kepada Koperasi dan koperasi dan UKM.Koperasi/ kelompok Program sudah masyarakat/LKM selesai.6 Nama Upaya Pengembangan Lembaga Pengembangan Bisnis /Business Development Services (LPB/BDS) Jenis Kegiatan . Kelompok Deputi Masyarakat/LKM Pembiayaan Menumbuhkan dan mengembangkan sentra UKM (Penetapan.Penyaluran dukungan dana operasional BDS .Identifikasi.2001 : 30 2003 provinsi. perencanaan untuk sentra) 13.Pemberian modal Kementerian . 277 kab/kota UKM Selesai Tahun 1993.Konsolidasi dan pemantapan program BDS Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2002 2001 : 30 provinsi.7 Penumbuhan dan Pengembangan Sentra UKM 13.1993/94: 3 2001 provinsi 1994/95: 9 provinsi 1995/96: 10 provinsi 1996/97: 8 provinsi 1997/98: 8 provinsi 1998/99: 7 provinsi 2000: 8 provinsi 2001: 18 provinsi .Kurangnya kemampuan SDM (dalam membuat proposal. Menengah. dan penetapan BDS . 277 kab/kota Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi . Pada beberapa kasus terdapat kelompok masyarakat/LKM yang kurang lancar dalam pengembalian Masih banyak kelompok masyarakat/LKM yang memerlukan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya &$ Lembaga Penelitian SMERU. 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.

Dana bergulir untuk Kementerian modal kerja Koperasi dan .11 . 30 Juni s/d 6 Juli 2003 II : 20 Juli s/d 26 Juli 2003 III : 28 Juli s/d 3 Agustus DKI Jakarta Peserta pelatihan Selesai diprioritaskan bagi pengelola BDSProvider yang telah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan belum pernah mengikuti Diklat BDSProvider yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM Secara teknis tidak ada. BMT. sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya 13.KSP/USP Koperasi Tahun 2000. Desember 2003 . 119 yang Mengakar di Masyarakat/LM3) kota/kab 1999/2000 : 7 .Melalui penambahan modal lembaga sasaran dapat mengembangkan usahanya serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota. Majelis Taklim yang lain tetap berjalan Masih berjalan Masalah Secara umum tidak ada masalah. Selanjutnya dapat mengimplementasikan dalam usaha KUKM. BMT.Bantuan dana bergulir .Koperasi. tapi untuk penyelenggaraan Diklat selanjutnya harus memperhatikan batasan umur peserta Melalui Diklat konsultan yang tergabung dalam dalam wadah BDS mendapat tambahan pengetahuan. Majelis Taklim lain yang sangat membutuhkan tambahan modal Kegiatan ini dapat mengembangkan usaha anggota KSP/USPKoperasi.Usaha kecil/mikro provinsi 2000 : 17 provinsi 2001 : 20 . tapi berguliran dana kepada kelompok usaha lainnya masih berjalan Program sudah selesai tapi perguliran dana pada koperasi.Pendampingan (oleh fasilitator) Pelaksana Waktu Tahun Kementerian 1998/1999 Koperasi dan UKM Ditjen Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam .12 I.Bantuan modal dana Kementerian Proyek bergulir Pengembangan Koperasi dan . dan Lembaga 2003 sebagian besar kab/kota Keuangan Mikro .Pendampingan Usaha Kecil dan UKM Mikro Melalui Perkuatan Struktur Keuangan KSP/USPKoperasi dari Kompensasi Dana Subsidi BBM Diklat Manajemen Bisnis bagi Pengelola BDSProvider Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Sasaran Masyarakat yang tidak lagi berada dibawah garis kemiskinan. sehingga mampu meningkatkan volume usaha KUKM &% Lembaga Penelitian SMERU. Pondok Tahun 1997.9 13. Namun sebagian kecil kesulitan dalam mengembalikan pinjaman akibat dampak krisis ekonomi Potensi Dapat mengembangkan kelompok usaha dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota Secara umum tidak ada masalah.Masih banyak koperasi. pondok pesantren.1997/98: 8 Pesantren.No.usaha kecil/mikro Wilayah 25 provinsi. pondok pesantren. 2001 provinsi.10 Nama Upaya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri (LEPMM) Proyek Peningkatan Kemandirian Ekonomi Rakyat (P2KER) Jenis Kegiatan . . 101 kota/kab Status Saat Ini Kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan. BMT. dengan prioritas yang mampu menabung dan berusaha pada skala sangat terbatas .Pendampingan UKM Deputi Pembiayaan 13.30 provinsi. pada beberapa kasus ada anggota belum terbiasa dengan pola syari'ah Secara umum tidak ada masalah. 81 Majelis Taklim kota/kab (Lembaga Mandiri 1998/99: 15 provinsi. 13. Pada beberapa kasus terdapat kesulitan dalam pengembalian .

Industri kecil dan kerajinan . Berpengetahuan Workshop Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Belum Komponen dilaksanakan masyarakat (di seluruh Indonesia) yang menaruh perhatian pada pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) KUKM yang berpotensi ekspor.Th 2002: 8 provinsi .14 Workshop Optimalisasi Peranserta Masyarakat dalam Pengembangan SDM Berkualitas. Desember 2003 . Jawa Timur . Bermoral.Selesai Belum ada Indonesia (270 orang) dalam bidang: . Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2001.Kelautan dan perikanan .13 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Diklat Perkoperasian Latihan dan Kewirausahaan bagi Pemuda Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Angkatan I : DKI Jakarta 8-14 September 2003 Angkatan II : 21-27 September 2003 Angkatan III : 29 September-4 Oktober 2003 9-12 Desember 2003 DKI Jakarta Sasaran Status Saat Ini Masalah Pengusaha muda se.16 Member Education Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM.. Jawa Barat.Agribisnis Kehutanan dan Perkebunan Potensi Tambahan pengetahuan melalui Diklat mampu meningkatkan volume usaha KUKM di berbagai sektor 13. tetapi belum melakukan ekspor Masih berjalan Belum ada Belum terlihat 13. 13.No.15 Training of Trainer Pendidikan dan Latihan Pendidikan dan Latihan Export (TOT Diklat Ekspor) Kementerian Koperasi dan UKM.Th 2003: seluruh Indonesia Tahun 2001 Banten Melalui diklat diharapkan peserta memperoleh keterampilan dan mampu meningkatkan daya saing.Th 2001: 2003 Banten. 13. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Anggota koperasi yang terseleksi Selesai Tingkat pendidikan peserta mempengaruhi penerimaan materi yang diberikan saat Diklat Kinerja koperasi akan meningkat apabila SDM anggotanya ditingkatkan && Lembaga Penelitian SMERU.

17 Nama Upaya Pendidikan dan Latihan Keterampilan Otomotif Jenis Kegiatan Pendidikan dan Latihan 13. mekanik bengkel.18 Pendidikan dan Latihan Pedagang Eceran (Retail ) Pendidikan dan Latihan 13.20 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan di Bidang Latihan Agribisnis dan Pasca Panen Tahun 2003 DKI Jakarta Diklat Budidaya Skala usaha tergantung dari sudah luas lahan dilaksanakan. peternak penerima Ogan sapi Komering Ulu) Belum ada kios pakan ternak Melalui Diklat ini peserta sapi dapat mengembangkan usahanya sesuai dengan SDA daerah masingmasing &' Lembaga Penelitian SMERU. Sharp (20 orang).21 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan Pakan Latihan Ternak Sapi Potong Tahun 2003 Sumatera 60 anggota koperasi Selesai Selatan (Kab. 60 pengurus dari 15 Kopontren dan pengelola bidang usaha agribisnis Kopontren (Jabotabek + Sukabumi) Masih berjalan Belum ada Dengan tambahan pengetahuan melalui Diklat.19 Pendidikan dan Latihan Keterampilan Elektronik Pendidikan dan Latihan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2002 DKI Jakarta dan 2003 Sasaran Anggota koperasi. PKM yang mempunyai usaha bengkel. Sanken (20 orang). Diklat Pasca Panen belum dilaksanakan Pengelolaan agribisnis ke depan melalui Kopontren sangat potensial karena dibantu santri 13. dan sopir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak semua peserta dapat mengembangkan usaha bengkelnya sesuai dengan yang diharapkan Potensi Meningkatkan pendapatan masyarakat Tahun 2003 Seluruh Indonesia 30 koperasi di seluruh Indonesia Belum dilaksanakan Belum ada Belum terlihat 15-20 September 2003 DKI Jakarta Anggota Asosiasi Bengkel Elektronik dan koperasi (Jasa Service) Samsung (20 orang). Desember 2003 .No. peserta mampu mengembangkan usahanya 13. 13.

23 Evaluasi melalui Lokakarya Evaluasi penyelenggaraan Diklat 13. dan dapat digunakan sebagai pengganti bahan katun yang selama ini impor. Lampung. Bengkulu.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Evaluasi Terhadap penyelenggaraan Kegiatan Diklat Diklat Koperasi dan UKM yang Dilaksanakan oleh Pemerintah dan Non Pemerintah Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2001.Seluruh 2003 Indonesia Sasaran Status Saat Ini Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masalah Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Potensi Penyelenggaraan Diklat UKM dapat meningkatkan kualitas peserta didik dan penyelenggara Diklat. 13. Desember 2003 . dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian diatas 300 m dpl.24 Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Bidang Budidaya dan Agro Industri Serat Rami .2001: Jateng Petani dan koperasi 2003 (Kab Wonosobo) 2002: Sumsel (Kab OKU) 2003: Sumsel.2002: Sumsel Koperasi 2003 (Kab OKU dan Lahat) 2003: Lampung.No.Dana bergulir (modal kepada petani) untuk budidaya tanaman rami . minimal untuk memperbaiki pola Diklat 13. 13.Modal bergulir kepada koperasi berupa alat processing dan bangunannya serta modal kerja Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Beberapa dan 2003 provinsi Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masih berjalan Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Tahun 2001. Sumut dan Jatim (3 kab) Masih berjalan SDM Sumatera dan Jawa Timur sangat potensial untuk produksi kopi ' Lembaga Penelitian SMERU.25 Pengembangan Pengolahan Kopi Bantuan (pinjaman) mesin processing kopi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002. Sumut. Jateng (12 kota/kab) SDM relatif kurang Tanaman rami sangat cocok dengan iklim Indonesia. sehingga akan meningkatkan kinerja koperasi dan kesejahteraan anggota Penting untuk mengevaluasi sistem diklat yang sudah dilaksanakan.

maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Dengan mempertimbangkan dua hal.No. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan. Bali. Desember 2003 . Jawa Timur.Sosialisasi .Pelatihan tentang penggunaan peralatan . maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Berpontensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan masyarakat 13.29 Pengembangan Usaha Sapi Perah kepada Beberapa Koperasi di Jawa Barat Bantuan 1.Pemberian bantuan kepada nelayan berupa peralatan penginderaan jauh sebagai stimulan Tahun 2002 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Jawa Barat. Koperasi nelayan Jawa Tengah.Sumatera 2003 Selatan 2002: Kab Pesisir Selatan 2003: Kab Limapuluh Kota Sasaran Koperasi Status Saat Ini Masih berjalan SDM Masalah Potensi 90% kebutuhan gambir dunia dari Indonesia 13.810 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada ' Lembaga Penelitian SMERU.Modal kerja Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Tahun 2002. 5 kab Selesai Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh Dengan mempertimbangkan dua hal. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan.27 Bantuan Perkuatan Peralatan Pengideraan Jauh untuk Usaha Penangkapan Ikan terhadap Koperasi Perikanan Bersama perusahaan yang memproduksi peralatan tersebut melakukan: . 13.26 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan .28 Bantuan Perkuatan Penyediaan dana Berupa Dana bergulir Bergulir bagi Koperasi-Koperasi Mina dalam Rangka Pengembangan Usaha Perikanan dengan Peralatan Pengideraan Jauh Tahun 2003 8 provinsi.Bantuan kepada Pengolahan Gambir koperasi berupa mesin prosessing gambir . 10 Koperasi nelayan Kementerian kota/kab Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Masih berjalan Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh 13.

13. terdiri 400 ekor betina dan 50 ekor pejantan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Masalah Tahun 2002 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Tidak ada Selatan (Kab tergabung dalam koperasi Ogan Komering Ulu) Potensi Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13. Jawa Timur (9 kota/kab) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Belum ada ' Lembaga Penelitian SMERU. pola bergulir Bantuan 2. Kab Brebes) Tahun 2002 10 provinsi.400 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Sumatera Selatan Petani peternak yang Selesai tergabung dalam wadah koperasi 13.400 sapi Usaha potong dan sarana Penggemukan Sapi pendukungnya Potong kepada Koperasi OKU Cipta Mandiri di Sumatera Selatan Pengembangan Usaha Ternak Domba kepada Koperasi Pondok Pesantren Darussalam di Jawa Barat Bantuan 450 ekor domba. Desember 2003 .32 Bantuan itik berikut Pengembangan Usaha Pembibitan sarana dan prasarana Itik kepada Koperasi pendukungnya Sumber Rejeki di Jawa Barat dan Jawa Tengah Pengembangan Usaha Budidaya Itik kepada Beberapa Koperasi Bantuan itik berikut sarana dan prasarana pendukungnya.31 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Garut) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13. DIY. pola bergulir Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Petani peternak yang Masih berjalan Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Cirebon) tergabung dalam wadah koperasi dan Jawa Tengah (Kab Tegal.No. 17 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.30 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Bantuan 2.35 Tahun 2003 Jawa Barat.34 Pengembangan Usaha Budidaya Ternak Itik di Sumatera Selatan Memberdayakan Masyarakat Melalui Usaha Budidaya Sapi Perah Bantuan itik berikut sarana dan prasarana.33 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Berpotensi karena produksi Pengetahuan peternak mengenai teknik beternak itik daging dan telur Indonesia masih kurang belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (masih mengimpor) Berpotensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.

No. 13.36

Nama Upaya Memberdayakan Masyarakat Melalui Penggemukan Sapi Potong Impor

Jenis Kegiatan Bantuan 5.666 ekor sapi potong, sarana dan prasarana pendukungnya

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2003 6 provinsi, 6 kab

Sasaran Status Saat Ini Masalah Petani peternak yang Masih berjalan Belum ada tergabung dalam koperasi

Potensi Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.37

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Lokal Jenis Bali dan PO (Peranakan Ongol)

Bantuan 3.200 ekor bibit sapi lokal dan sarana pendukungnya.

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Selatan (Kab tergabung dalam Muara Enim koperasi dan Musi Banyuasin) dan Bengkulu (Kota Bengkulu) Tahun 2003 7 provinsi , 14 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.38

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Ternak Domba/ Kambing Memberdayakan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Itik di 12 Koperasi Primer

Bantuan bibit domba/kambing

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.39

Bantuan permodalan Kementerian untuk pengembangan Koperasi dan pembibitan itik UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Kalsel, Kalbar, Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam NTB, Jatim, Banten, koperasi Sumsel, Sumut (9 kota/kab) Tahun 2003 10 provinsi Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.40

Memberdayakan Bantuan itik dan Masyarakat Melalui sarana Pengembangan pendukungnya Usaha Budidaya Itik

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.41

Pemantapan Usaha - Bantuan sarana dan Koperasi Industri prasarana pendukung Garam (renovasi saluran) - Bantuan peralatan processing garam dan pembuatan tambak garam

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002- 2002: NTT 2003 (Kab Ngada) 2003: NTT (Kab Ngada) dan NTB

Koperasi yang berpotensi untuk mengolah garam

Masih berjalan

- Pengolahan dan rancangan Berpotensi karena produksi lahan garam masih saat ini belum memenuhi sederhana kebutuhan dalam negeri - Produksi sangat tergantung pada musim dan belum menggunakan peralatan berteknologi

'!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. 13.42

Nama Upaya Bantuan Mesin Yodisasi Garam Kepada Kopontren Nurul Jannah Rintisan Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bidang Agro Industri Sutera dengan Pola Dana Bergulir Industri Perak untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Baku Pengrajin di Yogyakarta dan Bali Mesin Pengering Kayu

Jenis Kegiatan Bantuan mesin Yodisasi dan sarana pendukung

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Bandung)

Sasaran Status Saat Ini Masalah Koperasi yang Masih berjalan Belum semua garam yang berpotensi mengolah beredar di masyarakat garam mengandung yodium

Potensi Berpotensi karena produksi saat ini belum memenuhi kebutuhan dalam negeri

13.43

- Budidaya murbey kepada petani - Bantuan mesin prosesing kepada koperasi

Tahun 2003 Sumatera Selatan, NTB, Jawa Tengah, Jambi, Sulawesi Selatan (5 kab)

Koperasi/KUD yang berpotensi dalam usaha pengolahan sutera

Belum dilaksanakan

- Koordinasi di lapangan - Persyaratan untuk pencairan dana

Saat ini indonesia baru mampu memproduksi 7% bahan baku sutera dari kebutuhan bahan baku sutera dunia (1000 ton benang).

13.44

Memfasilitasi pengrajin perak dengan BUMN (untuk memperoleh bahan baku) Bantuan mesin pengering kayu

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Pengrajin perak Tahun 2002 DIY (Kota Yogyakarta) dan Bali (Kab Gianyar)

Masih berjalan

Masih banyak bahan baku Tidak mudah meyakinkan BUMN untuk melihat potensi yang dibutuhkan pengrajin pengrajin perak

13.45

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi dan UKM (Kab Jepara)

Masih berjalan

Kesulitan bahan baku

Berpotensi karena kapasitas mesin yang cukup besar

'"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Kelompok Organisasi Non-Pemerintah
No. Nama Upaya A. ORNOP LOKAL Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi

1. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Ornop Anggota - Pelatihan 1.1 Program Kredit Mikro - Kredit untuk Penguatan ASPPUK Perempuan Usaha Kecil- - Advokasi - Penerbitan Buletin Mikro - Perintisan pembentukan Jaringan PUK

Tahun 19982002

14 propinsi, 43 Perempuan Usaha kabupaten Kecil (PUK) yang tergabung dalam Kelompok simpan pinjam Perempuan Usaha Kecil (KPUK) binaan Ornop anggota ASPPUK 10 propinsi, 20 Perempuan usaha kabupaten kecil-mikro (PUK) yang tergabung dalam KPUK dampingan Ornop anggota ASPPUK

Program sudah selesai, namun kegiatan dana bergulir ASPPUK masih berjalan

- Program tidak berjalan sesuai jangka waktu pinjaman (di daerah konflik seperti Aceh) - Luasnya wilayah menyulitkan sekretariat memantau program - Minimnya dana pendampingan

Kelompok simpan pinjam berpotensi menjadi koperasi atau Lembaga Keuangan Perempuan (LKP), yang sahamnya dimiliki bersama

1.2

Pengembangan Kapasitas Perempuan Usaha Kecil-Mikro dalam Ekonomi

Ornop Anggota - Pelatihan - Pendampingan ASPPUK - Promosi produk PUK - Penerbitan buletin dan modul usaha - Studi banding

Tahun 1996 1998

Selesai

Keterbatasan sumber daya, sehingga pengelolaan program belum sistematis

Memberi insipirasi pada ornop pendamping dan KPUK dalam melakukan “sharing” pengetahuan dengan kelompok perempuan usaha kecil-mikro yang baru berdiri

1.3

Lokakarya berseri Dampak Krisis dan Kebijakan IMF terhadap Usaha Kecil-Mikro

- Lokakarya berkala - Dialog dengan pejabat daerah tentang kebijakan usaha kecil

Forum Wilayah ASPPUK

Juni-Juli 1998 - Sumatera dan Nopember Utara (Medan) - DIY 1998. (Yogyakarta) - NTB (Mataram, Lombok) - Sulawesi Selatan (Ujung Pandang) 9 – 24 Juli 1999 - Kalimantan Barat (Pontianak) - Sulawesi Tenggara (Kendari) - Jawa Tengah (Solo)

- Ornop anggota - PUK dampingan - Instansi pemerintah setempat - Perguruan Tinggi setempat - Media cetak dan radio.

Program sudah selesai, Jumlah peserta dari kalangan namun aliansi dengan PUK dampingan masih relatif media cetak/radio serta kecil pemantauan terhadap kebijakan Pemda yang berkenaan dengan usaha kecil masih berjalan.

Melalui program ini kegiatan advokasi yang berkaitan dengan kebijakan usaha kecil di wilayah masing-masing dapat berjalan.

1.4

Lokakarya berseri Lokakarya berseri tentang Pemberdayaan Perempuan Usaha KecilMikro Mengantisipasi Era Globalisasi Ekonomi

Forum Wilayah ASPPUK

- PUK-mikro - Instansi pemerintah - Ornop anggota - Lembaga pengembangan usaha kecil-mikro - Pers.

Program ini sudah selesai, namun beberapa kegiatan seperti diskusi kebijakan secara rutin dan kerjasama dengan media masih berlanjut.

Belum banyak mengikutsertakan PUK dampingan sehingga PUK mendapat informasi tidak langsung dari pendamping yang mengikuti kegiatan yang kemampuan- nya beragam

- Merintis jaringan PUK sebagai wadah penguatan bisnis dan advokasi. - Pengintegrasian perspektif gender dalam program pengembangan PUK yang dilakukan Ornop dan lembaga lain 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

1 BMT Keluarga (BMT Al .Pendidikan .1 Pengembangan dan advokasi ekonomi rakyat .Analisis persoalan .Pedagang kecil yang masuk kategori keluarga miskin Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi menambah anggota sehingga pendampingan tidak dan asset.Ibu rumah tangga Masih berjalan yang memiliki warung .16 kabupaten Kelompok masyarakat. 3.Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit III Tahun 1999sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masih berjalan Orang tua anak jalanan baik yang telah memiliki usaha maupun belum Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi mengurangi jumlah sehingga pendampingan tidak anak jalanan karena membaiknya kondisi ekonomi dilakukan secara optimal orang tuanya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Advokasi pada permasalahan strategis.Penyaluran kredit Inayah Unit I) .Pendampingan tidak intensif karena kurang dana operasional. Bina Desa 2.Pendampingan (BMT Al Inayah Unit III) . Berpotensi mengembangkan usaha berbasis pertanian dan meningkatkan kapasitas kelompok melalui pelatihan dan pendidikan . . baik yang sudah ada maupun bentukan baru Kegiatan simpan pinjam . Sejak 1997 bekerja sama dengan Koperasi) 6 propinsi.5 Nama Upaya Studi dan Advokasi Penguatan Kelompok Perempuan Pelaku Usaha Kecil-Mikro Jenis Kegiatan .Pelatihan . Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi .Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit II Tahun 1997sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masyarakat miskin Masih berjalan yang sudah memiliki usaha atau berminat kuat untuk melakukan usaha .Kesadaran masyarakat untuk mengembalikan pinjaman masih kurang (pinjaman terlalu lunak. -Kurangnya dana .Kader PUK masih kurang dan dilanjutkan terlibat dengan advokasi berdasarkan temuan di lokasi dengan melibatkan masyarakat basis 2. Jawa Tengah .3 .Penelitian .Simpan pinjam Tahun 1995BMS dan BMT Al Inayah unit BMT sekarang Keluarga (bentukan BMS) Jabar (Kabupaten Bekasi) .No.Fasilitas kredit Bina Desa bekerja sama dengan Koperasi Karya Insani dan kelompok swadaya masyarakat Tahun 1994 sekarang (Tahun 1994 1996 dikelola langsung oleh Bina Desa.Pendampingan . yang berarti pedagang kecil yang dilayani bisa dilakukan secara intensif semakin banyak 3. 1.Pendamping lokal tidak disiplin.2 BMT Pemberdayaan Masyarakat Miskin: (BMT Al Inayah Unit II) .Penyaluran kredit . AKATIGA. yang berarti meningkatkan usaha kecil yang dapat dilayani 3. LPPSLH dan Persepsi. tanpa jaminan) Berpotensi dalam mengembangkan wilayah kerja dan meningkatkan jumlah aset.Pembayaran cicilan tidak masih berjalan lancar .Berpotensi menggali kekuatan yang dimiliki PUK-mikro yang selama ini tidak diketahui .Pencatatan dan Analisis proses .PUK yang tergabung dalam (Purwokerto KPUK binaan dan Klaten) ASPPUK .Penyaluran kredit BMT Komunitas Orangtua Anak Jalanan .Studi .Pendamping Ornop anggota ASPPUK (LPPSLH dan Persepsi) Program sudah selesai.Pendampingan .Anggota kurang memahami apa yang ingin diusahakan sehingga usaha yang dilakukan sifatnya sementara .Proses dan metode identifikasi persoalan dan kebutuhan PUK bisa menjadi sumber pembelajaran Ornop Tim gabungan antara Tahun 2001– 2003 Sekretariat ASPPUK. Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) 3.

Penyaluran kredit Korban Banjir (BMT Al .7 Pelatihan Managemen Usaha Pelatihan BMS Tahun 2003 Jabar (Kabupaten Bekasi) Selesai 4.Kesibukan peserta MBT dan koperasi se Bekasi mengganggu keikutsertaan dalam pelatihan .Pelatihan .Simpan pinjam BMS dan BMT Komunitas Kelurahan Bugis.Berpotensi menjadi pendorong berkembangnya usaha.Penyediaan Kredit .Akses terhadap modal menjadi mudah melalui BMT .Kemungkinan dapat diterapkannya sistem bagi hasil .Penyaluran Kredit . Bekasi) -1999: DKI Jakarta .6 Pelatihan Pendamping Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) Pelatihan BMS Tahun 2000 Jabar (Kabupaten Bekasi) Menciptakan kerjasama antara .Berpotensi menambah anggota dan menjadi unit koperasi yang produktif . Jabar (Depok.Pendampingan Inayah Unit IV) 3. Tahun 2003 DKI Jakarta (Kampung Bugis) Masyarakat miskin Masih berjalan (dalam yang memiliki usaha tahap perintisan) (dagang atau usaha rumah tangga) -Organisasi sosial anggota (K3S) -Koperasi/LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Orang tua anak jalanan (kelompok dampingan BMT) Selesai Belum ada kepastian dana 3.2000 : DKI Jakarta .2001: Jateng (Brebes) dan Maluku (Saumlaki) .Latar belakang dan pendidikan peserta yang beragam .Banyak anggota tidak mengikuti pelatihan karena sibuk mencari nafkah .Tumbuhnya koperasi 4.No.2002: Jabar (Bekasi) Masih berjalan (kecuali .Adanya ancaman penggusuran (pindah rumah) sehingga menyulitkan penagihan .1 Karib Ikhtiar BISMI .Sulit mengumpulkan calon penerima kredit mengikuti untuk proyek tahun pelatihan awal 1998) .Pendampingan .Jumlah peserta dapat bertambah  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .5 BMT Komunitas Kelurahan Bugis (BMT Al hinayah Unit V) .2 Baithul Mal Watauil (BMT) BISMI - Penyediaan Kredit Pendampingan Pelatihan Simpan pinjam BISMI dan kelompok dampingan Tahun 2003sekarang Jawa Barat Individu dan Masih berjalan (Kota Bekasi) kelompok pedagang kecil Para pedagang belum memiliki sistem pembukuan yang baik .Selama pelatihan (2 hari) peserta tidak melakukan usaha dan kehilangan penghasilan .Membentuk usaha bersama .Kegiatan nelayan (melaut) menyebabkan pengembalian kredit terlambat . 3.Jumlah anggota/kelompok dampingan masih bisa bertambah .Mengembangkan usaha mikro para peserta pelatihan 3. Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) 4.4 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana BMS dan BMT Al Hinayah Unit IV Waktu Tahun 2002sekarang Wilayah Jabar (Kabupaten Bekasi) Sasaran Masyarakat korban banjir (petani dan peternak) Status saat ini Masih berjalan Masalah Kurangnya biaya operasional untuk tenaga pendamping lapangan Potensi .1998: DKI Jakarta.usaha alternatif bagi petani dan peternak di daerah perkotaan BMT Masyarakat Miskin .Pendampingan BISMI dan kelompok dampingan Tahun 1998 sekarang Usaha mikro/kecil .

Penumbuhan KSM . 8 kabupaten Usaha mikro/kecil Proyek sudah selesai tetapi di Bina Swadaya cabang masih berjalan Selesai 5.Dana Stimulan Bina Swadaya Tahun 19971999 Jawa Timur Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya 5.3 .2 Pendampingan Kelompok IDT untuk Pengembangan Usaha Mikro Development of Environmentally Oriented Cattle Husbandry and Sustainable Agriculture .Monitoring dan evaluasi Pelaksana Bina Swadaya. 14 Kelompok Swadaya Program sudah selesai. Kab.Pelatihan .Pengelolaan ekonomi rumah tangga tidak baik. kabupaten/kot Masyarakat (KSM) tapi kredit mikro di setiap wilayah masih a berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . namun di lancar Bina Swadaya cabang masih berjalan 5.7 . 5.Pelatihan . Nama Upaya Jenis Kegiatan . LSM lain. Kec.Pendampingan Agribusiness . Kaltim . dan perbankan.6 Bina Swadaya Tahun 19982001 Masyarakat Kamal DKI Jakarta (Jakara Utara: Muara Kelurahan Kamal Muara) Program ini sudah selesai namun ditingkat kelompok masih berjalan Masyarakat yang terlayani kebanyakan bukan nelayan.Pelatihan . Bina Swadaya 5.Pendampingan .Pelatihan .Pelatihan Food Security and .Pendampingan Bina Swadaya Tahun 19972000 4 propinsi. karena nelayan yang berada di lokasi bukan penduduk setempat.Pendampingan . Kutai Timur. Sangatta. 5. Kamal Muara Jakarta Utara Village Social Safety Net in Cope with Economic Crisis . Papua Pengembangan Masyarakat melalui KSM di Kel.1 Program Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) 5 propinsi.5 Bina Swadaya Tahun 19982003 Papua Masyarakat Lembah Masih berjalan Baliem . Dana operasional tinggi.Pembentukan KSM .Pendampingan Proyek Peningkatan Taraf Hidup masyarakat .Pendampingan .Dana Stimulan 4 Desa IDT dan Desa Sepaso. 14 Usaha mikro kabupaten anggota KSM binaan Di Bina Swadaya pusat Pengembalian kredit kurang sudah selesai.No.Sulit untuk mengakumulasi modal karena faktor budaya .Pemberian kredit .Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 19992001 9 provinsi.Dana bergulir Bina Swadaya Tahun 19981999 Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Timur) Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya Selesai 5.Dana Stimulan Development for Indigenous and Agribusiness People in Buffer Zone of Baliem Valley in Sentani.4 .Pendampingan . Waktu Tahun 19921998 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi 5.

pengurus/pelaksana koperasi pilot dan calon anggota Formasi .9 Proyek ASA .DKI Jakarta .Penggalangan tabungan .Koperasi dampingan belum seluruhnya menerapkan konsep gender yang tercantum dalam manual Model kepemimpinan ini sangat tepat untuk mengembangkan koperasi yang berperspektif gender. Pademangan) Masih berjalan Kekurangan sumber dana yang Berpotensi menjangkau usaha murah mikro dalam jumlah banyak karena beroperasi di wilayah padat penduduk yang banyak terdapat usaha mikro dan secara kelembagaan. Selesai (dihentikan . perempuan) DKI Jakarta (Cakung.Jawa Tengah . cabang ASA diberi target tertentu 6.Kelompok Usaha Bersama (KUB) .Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 2003 sekarang Jabar (Bogor: Kelompok Usaha Mikro (utama Cileungsi).Monitoring dan evaluasi Pelaksana Waktu Tahun 1998 1999 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi DKI Jakarta Usaha kecil (Jakarta Barat) 5. Johar Baru.Pembentukan kelompok .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Jawa Barat .Pemberian kredit Formasi (Koordinator Fund (FDF) .. hanya dapat menjaring 3 pilot project usaha koperasi karena ketatnya persyaratan pinjaman Program ini masih dianggap cukup strategis sebagai alternatif akses permodalan bagi koperasi/pra koperasi dengan persyaratan pengelolaan yang lebih profesional 6.NTB Mitra dampingan anggota Formasi: .No.Jawa Timur . Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) 6.Pelatihan .2 Program Pengembangan “Kepemimpinan yang Transformatif” dalam Koperasi .Pelatihan .JawaTengah .Periode 2000-2002.Manual Assesment .Sosialisasi .TOT .Pelatihan . West Jakarta Jenis Kegiatan .Konsultasi . 5.Penyertaan Program FDF) modal/investasi .1 Formasi Development .Monitoring dan evaluasi Tahun: -1996-1999 -2000-2002 .DKI Jakarta Januari 2005 .Koperasi/ pra koperasi .Periode 1996-1999.Advokasi LSM Anggota Formasi Indonesia Februari 2002 .Sulit menyesuaikan manual “Kepemimpinan yang Transformatif" .Pendampingan .8 Nama Upaya Development of Appropriate Waste Water Treatment for Small Scale Industry in Semanan.NTB Masih berjalan Kader fasilitator. sejak awal tahun 2003) pengembalian dana tidak lancar akibat krisis moneter .

2 Perluasan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) DKI Jakarta . . Budi Cakra Bengkulu teknis kepada (Bengkulu Regional Consultant Fasilitator Lapangan Development yang mendampingi Project/BRDP) masyarakat dalam program kredit mikro pedesaan 7.Analisis Usaha yang disiapkan sangat kaku.4 .Dapat memperkuat dan mengembangkan orgarnisasi masyarakat.Adanya pemahaman dana BPRD hibah (tidak perlu dikembalikan) . individu atau kelompok masyarakat (Pokmas) miskin Status saat ini Masih berjalan Masalah .Buruh tani sangat sukar mengembangkan usaha .Pendampingan .3 Pelatihan Manajemen Pemasaran bagi Pengusaha Mikro dan Sektor Informal di Jakarta Pelatihan LP3ES dan BKPAI Tahun 1997 DKI Jakarta Selesai 200 pengusaha mikro dan sektor informal yang sudah terdaftar di Pemda DKI .Luasnya wilayah Fasilitator Kec. Bengkulu Utara.Pendampingan Perempuan . Potensi .Bantuan teknis LP3ES. .Durasi Pelatihan terlalu pendek -Tingkat pendidikan peserta beragam 7.Dengan adanya fasilitas “Open Menu” dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada sesuai dengan kepentingan masyarakat itu sendiri. Lembaga Penelitian. .Sulit mengakomodasi kebutuhan peserta yang beragam menjadi kebutuhan umum .No. namun di tingkat masyarakat masih berjalan . 2003 memberikan asistensi PT..Kurangnya tenaga dampingan di lapangan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pemberian dana penyertaan modal Tahun 19961998 Jawa Barat (Kabupaten Subang) Buruh tani perempuan Selesai.Adanya internal konflik antara kepala desa dengan petugas UPKD. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Tahun 2002 7. Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan) Sasaran Keluarga.Pelatihan Meningkatkan LP3ES Pendapatan Buruh Tani ketrampilan berbisinis .Manfaat pelatihan tidak efektif. karena yang datang bukan pengambil keputusan . Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat . Tahun 2002 DKI Jakarta (Jakarta Pusat) Masyarakat miskin di DKI Selesai Model ini bisa dikembangkan di propinsi lain 7. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Bengkulu (Kab.1 Proyek Pembangunan Mengkoordinir dan LP3ES. 7. formal dan sulit dijalankan.Rendahnya pengembalian pinjaman.Sistim pencatatan di UPKD kurang terorganisir . sehingga pembinaan dan kontrol kurang efektif .

Kalbar (Pontianak).Konsultasi . Banten (Pandeglang).1 Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Kodya Jakarta Timur .Aturan main belum jelas lokal .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan Tahap I: MeiDesember 2001 Tahap II: Maret .Konsultasi .Pelatihan . Cianjur.Lembaga pelaksana perlu ekonomi masyarakat miskin pendamping perkotaan .Meningkatkan pemberdayaan .Menanggulangi permasalahan . Karawang. Riau (Rokan Hilir) . . Koperasi . Pemilik usaha mikro/kecil/ menengah yang masih berjalan dan dapat menyerap tenaga kerja baru setempat II. petani dan peternak . Masyarakat miskin (KS/ Pra KS) dan korban banjir tahun 2002 Mei.Lembaga tersebut bisa berkontribusi dalam memecahan permasalahan yang ada di wilayahnya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pendampingan .Simpan pinjam PPSW.Simpan pinjam 1995.Masyarakat di RW kumuh . Sukabumi) .Penanggung jawab pembinaan tidak jelas 9.Terdapat kendala dalam mengembangkan sumber daya manusia baik di PPSW maupun di masyarakat (kelompok dan koperasi) .Monitoring PKM bersama LSM dan Tahun 1998sekarang KSM terpilih Seluruh Indonesia Masyarakat miskin Masih berjalan yang paling terkena dampak krisis (terutama perempuan dan anak-anak) Kapasitas pelaksana proyek di tingkat KSM/LSM masih relatif rendah.1 Program Kredit Mikro .Pemberian dana Masyarakat (PKM) kepada LSM dan KSM .Menata lingkungan Program sudah selesai tapi di tingkat masyarakat tidak diketahui Meningkatkan upaya .Pendampingan Sekunder Tahun 1986 sekarang DKI Jakarta.Adanya rush pada masa masa tertentu terutama menjelang hari raya .Pelatihan . Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) 10.26 propinsi .Desember 2002 Wilayah Jakarta Timur (Tahap I: 5 kelurahan Tahap II: 60 kelurahan) Sasaran Status saat ini Masih berjalan (rencananya akan dilanjutkan sampai tahun 2007) Masalah Potensi 8.Fasilitas kerja kurang .Aturan main belum jelas .Disharmoni antara pengurus dan pengelola.Kelompok dampingan PPSW Masih berjalan .Kredit .Organisasi dewan terikat Perda perempuan dan kemandirian masyarakat No 5/2000 .Lembaga tersebut dapat menjadi pressure group dalam menyuarakan kepentingan perempuan . Bahkan bisa menjadi BPR 11.Masyarakat akar rumput khususnya perempuan miskin dan berada dalam usia produktif .Keterbatasan kemampuan pemberdayaan ekonomi SDM pelaksana . Jabar (Bogor. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 8.No.Membangun dan mengembangkan lembaga keuangan alternatif untuk perempuan . Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) 11.Masyarakat miskin 1998 (3 Kelurahan) (KS dan Pra KS) . Berpotensi membantu usaha pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan karena menggunakan pendekatan yang partisipatif.Fasilitas kerja kurang memadai masyarakat miskin perkotaan. PINBUK. beserta BMT Tahun sekarang dampingan Usaha kecil Masih berjalan (pedagang.Pelatihan Tamwil (BMT) . pengrajin). Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) 9.Meningkatkan pemberdayan memadai .1 Baithul Maal Wat .1 Pemulihan Keberdayaan .Pelatihan Primer. Bekasi. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) 8. Koperasi PPSW .Pendampingan .Desember Jakarta Barat .Kurangnya kapasitas pendamping lapangan PPSW untuk mendampingi perempuan pengusaha . .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan I. 10.2 Community Base development dealing with Economic Crisis (CBEC) tahun 19982000 .Masih perlunya optimalisasi pendamping dan kader dalam pengembangan kewirausahaan BMT berpotensi menjadi koperasi karena asetnya banyak yang di atas 50 juta.Pendampingan .

Klaten ) Jabar (Sukabumi.1 Replikasi Grameen .1 Product Development Pekerti dan pengrajin . .Pemberian kredit 13.Banyaknya peminat di setiap lokasi. .Kaum perempuan lebih tegas dalam mengemukakan pendapatan. Indramayu. khususnya dalam kegiatan kelompok 13. produk rumah tangga) dan rotan (mebel. .Pembinaan Parasahabat) kemandirian usaha Keterbatasan kapasitas petugas . .3 Pelatihan Marketing Plan Pelatihan Pekerti Tahun 1999 Jawa Tengah Pengrajin kecil (Kab Pati dan anggota SIMPATI dan ASPERA Jepara) .Pengrajin mitra (menjual produknya ke Pekerti) Selesai 14. 14.Pemberian pinjaman YDBP (Yayasan untuk usaha mikro modal kerja Dharma Bakti .Grace period dari lembaga keuangan sangat pendek . ukir. Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) . Cirebon).Keterbatasan dana.Jawa Barat Perempuan termiskin di wilayah (Bekasi.Jawa Barat (5 kabupaten) . Jateng (Pati. Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) 12.Dapat dikembangkan menjadi Ada anggota yang keluar. .Pemberian kredit Pekerti (Koperti) Tahun 1999sekarang . Yayasan Mitra Usaha (YMU) . Rembang.Jawa Barat .Tingkat bunga cukup tinggi.Karyawan Pekerti .Pelatihan Mandiri) YMU bersama dampingan (Mitra Usaha Mandiri) Tahun 1998 sekarang Masih berjalan .Jawa Tengah (6 kabupaten) Sasaran Wanita pedesaan yang tergolong keluarga pra sejahtera dan memiliki usaha mikro Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 12. lapangan.4 Kredit Modal Kerja dan Investasi untuk Pengrajin Kecil Pemberian kredit Pekerti dan Koperti Tahun 2000sekarang Jawa Barat Pengrajin kecil di (Kab Cirebon) Cirebon Masih berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Meningkatkan kedudukan perempuan dalam keluarga.Terhentinya pembelian produk oleh Oxfam (tahun 2001) karena Oxfam mengalami kerugian Policy funding yang berubah ubah karena penggantian program officer Pelatihan dapat dilakukan dengan skala yang lebih kecil dan dengan mitra yang lain (namun sampai saat ini Pekerti belum mengupayakannya) Bertambahnya modal dan bertambahnya nasabah 14. Jepara) Selesai Pengrajin kecil pengolah kayu (dakon.Masih sedikit lembaga dana yang khusus mensupport LKM . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 1999 – sekarang Wilayah .Daya tampung dan dana pelatihan terbatas .No.Pelatihan 14. koperasi sekunder padahal masih harus mencicil modal yang dipinjam dari Pekerti . Karawang) .Yogyakarta .Jawa Tengah Masih berjalan .Bertambahnya saingan karena perbankan mulai tertarik kredit mikro Berpotensi untuk berkembang dan mengembangkan usaha perempuan miskin dengan indikasi: .Jawa Tengah (Pati. Subang.Pengrajin kecil binaan .Pemberian pinjaman dampingan (Pengembangan modal tanpa bunga Produksi) Tahun 19971998 -Pengrajin sulit menerima teknologi baru bidang produksi -Ketidakmampuan pengrajin untuk mengukur kebutuhan dan kemampuannya.1 Penyediaan modal kerja .Pendampingan Bank (Mitra Usaha .Simpan pinjam Koperti) .Meningkatkan usaha anggota.Belum ada lembaga yang melayani perempuan miskin. .Jakarta .Bertambahnya anggota 14.2 Koperasi Pekerti (Kredit . pernik) .

Berpotensi baik karena bantuan pemberdayaan diberikan dalam dalam bentuk hewan/barang (bukan uang) sesuai dengan jenis usaha mikro yang akan dilakukan 15.Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana. . karena mengira dana dari program JPS.Pelatihan .6 Program Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Perempuan Usaha Kecil (PPEPUK) Tahun 2002 2003 DKI Jakarta Masih berjalan Ibu rumah tangga dari keluarga miskin yang belum menjadi pelaku usaha namun mempunyai minat.Kurangnya tenaga pendamping .Pengadaan tenda dan gerobak .kelompok pondoh) masyarakat miskin . Pengembalian pinjaman tidak lancar karena: . Jateng ( Solo.Peningkatan kultur bisnis .dagangan tidak laku/ditipu.Pemberian kredit Pekerti . .Pemberian modal kerja .Sosialisasi .Pelatihan .korban PHK Program sudah selesai.3 Realokasi Pedagang Kaki Lima Sektor Informal di Perkotaan . Potensi Tersedianya ajang promosi kerajinan kecil melalui media elektronik dengan biaya murah dan mudah diakses oleh pembeli mancanegara .Pemberian kredit .Workshop .5 Nama Upaya Pengembangan Masyarakat Pengrajin Marginal Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 2000 2001 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah . . Pekerti Jepara.Pedagang membutuhkan biaya yang besar untuk mempraktekan materi penyuluhan dan pelatihan Berpotensi untuk diarahkan pada pedagang produk pokok (sayuran dan kebutuhan dapur) serta sektor peternakan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Penyusunan strategic planning .Bantuan ternak itik dan ayam buras Pekerti Pengrajin kecil yang Selesai Jabar menjadi mitra kerja (Sukabumi).Pemanfaatan web site untuk pemasaran belum optimal. 14. namun masih terdapat kegiatan perguliran dana di masyarakat . Yayasan Permata Hati 15.Pendampingan dan pembinaan . Jabar (Cirebon).Pasar yang tidak jelas . Pati) 14.2 Jasa keuangan simpan pinjam syariah Simpan Pinjam Yayasan Permata Hati Tahun 1987 sekarang Pedagang kecil /mikro Masih berjalan Berpotensi dalam mengembangkan anggota binaan yang bukan pedagang sehingga bisa menjadi suplier/pemasok bagi para pedagang. 15. tetapi sebagian dana masih bergulir di masyarakat .No.Pedagang kecil Banten (Tangerang:Ci sektor informal . karena mengira dana dari program JPS.Kemauan berusaha yang musiman .Tampilan web site belum optimal.Sulit mendapatkan legalitas dari Pemda .Kesulitan bahan baku sehingga terjadi perubahan usaha dalam waktu yang cepat . DKI Jakarta (Jakarta Utara) Banten (Kab/kota Tangerang Masyarakat kelurahan/desa yang memiliki kemauan untuk berusaha Program sudah selesai.Survey lapangan .Dapat menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar pengrajin sehingga mengurangi angka pengangguran 15.Realokasi dan Yayasan Permata Hati Tahun 1998 pengusahaan bekerja sama dengan legalitas lokasi kelompok sasaran .Pembuatan website .Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana.1 Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pemberian modal Yayasan Permata Hati Tahun 19972003 Banten (Kab/kota Tangerang). motivasi.Membantu pemasaran melalui pameran lokal .umbuhnya pengrajin pengrajin baru yang mandiri.Krisis moneter mengakibatkan lambatnya perguliran dana . dan potensi kuat menjadi pengrajin .Asistensi .

Program akan dikembangkan pada kelompok simpan pinjam yang tidak dapat mengakses kredit BPR Keterbatasan dana petani sutera Propinsi lain berminat mendapatkan replikasi model (Lampung.1 Program Kredit Mikro .Petani sutera dan pengusaha mikro/kecil sutera . Kamal Muara. Care International Indonesia 1. DKI Jakarta Masih berjalan Tidak mudah mendapatkan LKM . Garut. dengan target utama perempuan Usaha mikro/kecil dapat menguasai dan menerapkan pembukuan sederhana. serta dapat memisahkan manajemen usaha dengan manajemen rumah tangga. Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia .Pemberian Kredit and Micro-Enterprises Development in Bandung Raya Project) Tahun 2002Care International Indonesia.Pemberian kredit . Kramat Senen. Tasikmalaya.Menyediakan kredit CRS bersama mitra 2. Kuningan) . YPM Kesuma Multi Guna Oktober – Nopember 2001 Anggota kelompok Selesai YPM. YPM Kesuma Multi Guna 16.Berpotensi menjadi LKM mandiri 16. dan Pasar Rebo) DKI Jakarta (Kemanggisan . Kramat Senen.Kurangnya kemauan anggota menerapkan materi pelatihan dalam praktek usaha mereka Potensi .No.Adanya tunggakan pembayaran . memiliki usaha mikro.Mampu mengembangkan usaha dan ekonomi keluarga . dan Pasar Rebo) Sasaran Status saat ini Masalah .Keterbatasan dana .Kurangnya kemampuan administrasi pengurus .Meningkatkan peran ibu/wanita dalam keluarga. Sulawesi Selatan) 1.1 Small Enterprise . yang terpilih) Banten. Universitas 2004 Bandung Raya Jawa Barat (Kab Bandung. dengan target utama perempuan 16. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pemberian pinjaman modal Pelaksana YPM Kesuma Multi Guna Waktu Mei 1999 sekarang Wilayah DKI Jakarta (Kemanggisan . .2 Pelatihan Dasar-dasar Pelatihan Koperasi dan Pembukuan Sederhana serta Managemen Usaha. ORNOP INTERNASIONAL 1.Pengusaha mikro menjadi yang layak menjadi mitra berpotensi berhubungan dengan bank lain .Pelatihan .Pendampingan Care International Indonesia Tahun 2003–2005 (Tahap I) Jawa Barat (4 Pengusaha mikro (nasabah dari LKM kabupaten).Pelatihan bagi Development (SED) lokal Sequel Matching Grant Ketua kelompok simpan pinjam dan staf lokal LSM Tahun 1993 1998 6 propinsi.Pelatihan . memiliki usaha mikro.Waktu pelatihan terlalu singkat .1 Kredit Mikro Anggota kelompok Masih berjalan YPM. 15 Masyarakat miskin Selesai kabupaten perempuan dan aktif secara ekonomi Kelompok simpan pinjam Sebagian besar LSM mitra berpotensi menjadi koperasi menganggap dana bantuan modal sebagai hibah sehingga tidak dikelola dengan baik dan menyebabkan menurunnya port folio  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .2 Samba Project (The Silk .terdapat anggota atau ketua kelompok yang kurang disiplin . Pasar Minggu. Kamal Muara. Pasar Minggu. Majalengka.LKM Masih berjalan 2. Sukabumi.

Sumatera.Proses pembentukan BPR memerlukan waktu yang panjang.Jabotabek. satu LSM mitra (YSBS) mampu membiayai kegiatan secara swadaya .Pendaftran BPR memerlukan proses yang sangat lama . NTB 2.Banyak program keuangan mikro dari pemerintah yang menetapkan bunga pinjaman lebih rendah .Terdapat kesulitan pengembalian pinjaman kelompok pada putaran ketiga. 2. .Peraturan Bank Indonesia (kenaikan kapitalisas)i menghambat pembentukan BPR. . Bali. Ukabima Oktober 2000 . Purbalingga) dan NTT (Kab.Jawa September 2003 Masih berjalan Perempuan yang mempunyai usaha produktif yang menjadi nasabah BPR mitra Ukabima.Pelatihan dan bantuan teknik CRS.Memiliki upaya pengembangan masyarakat seperti pemberdayaan perempuan dan partisipasi masyarakat.No.Jawa. Sikka. Sikka) Jawa.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . ACDI-VOCA Indonesia Oktober 2000. .Bantuan Teknik CRS dan PT. .Penyertaan modal untuk Masyarakat Miskin . yang mempunyai usaha mikro Banyumas.PT Ukabima baru beroperasi dan belum mampu berekspansi ke luar Jawa.Membentuk BPR-BPR ditempat lain yang mempunyai visi mempromosikan keuangan mikro untuk masyarakat miskin. .BPR di wilayah pelaksanaan proyek . YSBS dan YCS Waktu Januari 1999September 2000 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah . . 2001 Kota Surabaya dan Kota Makassar Selesai Pengusaha mikro yang menggunakan tepung gandum sebagai bahan dasar usahanya 2.Pelatihan dan bantuan teknis bagi Ukabima dan PBR mitra BPR mitra Ukabima Masih berjalan CRS dan PT.masyarakat miskin pemilik usaha mikro di pedesaan.Bantuan dana pelatihan Jawa Tengah Perempuan miskin (Kab. 2. terutama perempuan 2.Masih lemahnya kemampuan LSM mitra -Terbatasnya kesempatan usaha di Kab.Bantuan modal berbentuk komoditi . -Mismanagement menyebabkan kerugian dana yang cukup besar . Cilacap.Ketika proyek ini berhenti. Hal ini membuat BPR tersebut mempunyai ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi krisis finansial.Program ini mempunyai metode yang baik karena bisa mencapai orang miskin sekaligus memberi keuntungan. . Ukabima Tahun 19952000 Selesai . .Membangun koperasi simpan pinjam. dan September NTB 2003 BPR-BPR di bawah binaan Ukabima cukup mendapat bantuan tehnik.Peraturan BI tentang kenaikan kapitalisasi menghambat Program Kusuma sulit berkembang karena di lapangan banyak program yang memberikan pelayanan kredit tanpa agunan dengan jumlah yang besar. Potensi .4 Program Bantuan Koperasi (Cooperative Assistance Program) .Pelaksanaannya terlambat karena sulit mendapatkan kesepakatan dan penentuan perencanaan akhir dari para pelaku proyek. Ukabima Oktober 1999.2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana CRS.6 Program Kredit Khusus .PT Ukabima dapat melayani lembaga keuangan mikro yang berkelanjutan untuk masyarakat miskin .Dana bantuan penyertaan modal untuk Ukabima yang akan dipinjamkan kepada BPR.5 Program Penguatan BPR (Monetization) .Pelatihan tanpa Agunan (Kusuma) . lebih fleksibel dan biaya yang lebih murah.3 Institutional Menyediakan dana Transformation for Scale pinjaman and Self-Sufficiency CRS dan PT.Penyediaan dana Proyek Village bantuan modal Banking/Kelompok Swadaya Wanita (KSW) . . Bali. .

1 Peningkatan Pendapatan Keluarga pendamping/pekerja Dampingan (PPKD) sosial .No.Usaha masih dipandang sebagai kegiatan sosial dan pembelajaran sehingga pengelolaannya seringkali kurang profesional atau kurang ekonomis.7 Nama Upaya Proyek Ulat Sutera Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Petani tidak mengikuti metode yang diberikan pada saat pelatihan sehingga usaha budidaya ulat sutera mengalami kegagalan.3 PPKD Proyek Tunas Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.4 PPKD Proyek Warga Idem Upadaya 3.1 PPKD Proyek Belitang Buay Madang Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 8 propinsi .1.Bantuan modal usaha . Christian Children Fund Indonesia (CCF) . 2000.2 PPKD Proyek Rahayu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Masih berjalan Idem .CCF memiliki sumber dana yang stabil sebagai bantuan modal usaha keluarga dampingan Ornop mitra CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972000 Tahun 20022003 Tahun 1998.5 PPKD Proyek Lembaga Idem Dana Atmaja CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20022003 Tahun 19972000 Tahun 19972002 DKI Jakarta Idem (Jakarta Barat) Masih berjalan Idem Idem Jawa Barat Idem (Kota Bogor) Lampung (Kab Idem Lampung Tengah dan Lampung Selatan) Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Idem Potensi Juni 1999CRS dan YSBS Banyumas Sutera Alam September 2001 Jawa Tengah Petani ulat sutera (Banyumas) 3. .1.Ornop mitra memiliki pekerja sosial yang mendampingi kelompok dalam membuat pembukuan/ administrasi usaha.Bantuan biaya pelatihan teknis .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.1.1.Pelatihan bagi 3.CCF tidak memiliki tenaga khusus ahli R&D pengembangan usaha kecil .1. 2.Pengurus kelompok dampingan Masih berjalan .Keluarga dampingan Ornop mitra yang dinilai siap mengembangkan usaha . . 2001 Idem Sumatera Selatan (Kab Ogan Komering Ulu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan Idem 3.Supervisi dan evaluasi 3.Idem + .

6 PPKD Proyek Santa Elizabeth 3.Sebagian besar masyarakat memprioritaskan kepentingan adat dari pada kegiatan peningkatan pendapatan Idem 3.Adanya mismanagement di tingkat Ornop .Adanya bencana alam (hama belalang) yang sangat merugikan usaha peternakan dan pertanian .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.1.8 PPKD Proyek Mambait Jaya Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Idem Masih berjalan Idem .Ornop mitra tidak memiliki jaringan pasar yang luas sehingga perkembangan usaha sangat dipengaruhi oleh kebutuhan dan daya beli masyarakat setempat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Idem + .1.1.1.11 PPKD Proyek Kawangu Idem Sejahtera CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem .10 PPKD Proyek Temu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sikka) Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan .No.1.Idem + .Idem + . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19992001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3.9 PPKD Proyek Megu Wiit Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1997 Tahun 20002003 Tahun 19982003 3.7 PPKD Proyek Kusa Bakti Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan Idem Idem 3.1.

Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Lampung (Kab Idem Lampung Tengah) Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .Idem + .Idem + .Usaha pertanian banyak yang .19 PPKD Proyek Marsudi Siwi Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha dari keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.1.1.No.1.Idem + .Idem + .Keluarga dampingan memiliki lahan yang cukup yang dapat gagal karena hama belalang dimanfaatkan untuk usaha .Idem + .1.14 PPKD Proyek Ruku Ramba Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan 3.12 PPKD Proyek Siwi Waluyo Jaya 3.18 PPKD Proyek Kinasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19992001 Tahun 1999.1.16 PPKD Proyek Dula Luri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan .1.Usaha pertanian dan peternakan banyak mengalami kegagalan karena serangan hama belalang dan kemarau panjang Idem 3.Idem + .1. 2003 Tahun 19982002 Lampung (Kab Idem Tanggamus) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.Lokasi warga dampingan terpencar di dusun-dusun terpencil sehingga menyulitkan pendampingan Idem idem 3.Kelompok tidak terbiasa dengan pembukuan dan administrasi Potensi . 2000.13 PPKD Proyek Muri Mada Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Nusa Tenggara Timur (Kab Ende) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.Idem + .15 PPKD Proyek Taloitan Anah Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1998 Tahun 20012003 Idem Masih berjalan .17 PPKD Proyek Bina Lestari 3.1.

26 Peningkatan Pendapatan Keluarga Dampingan Proyek Bhakti Kasih 3.22 PPKD Proyek Tunas Harapan Mandiri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Tahun 1997.1.24 PPKD Proyek Tetus Manekat Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .1.K. 2000.20 PPKD Proyek Gelekat Lewo 3.27 PPKD Proyek Citra Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Ngada) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Klaten) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Magelang) Jawa Tengah Idem (Kota Semarang) Masih berjalan Idem Masih berjalan idem Idem Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.No.Idem + .28 PPKD Proyek K.Sebagian besar warga dampingan memiliki lahan yang cukup untuk usaha pertanian atau peternakan 3.25 PPKD Wesak Welan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20002003 3.23 PPKD Proyek Bina Mitra Idem Tulakadi Masih berjalan . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19982001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3. Soegijapranata Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971998 Tahun 20002003 Tahun 19972003 Masih berjalan idem Idem Masih berjalan idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . 1998.Solidaritas warga/ kelompok masih rendah sehingga mereka tidak merasa perlu untuk menggulirkan dana kepada warga/kelompok lain Idem .1.1.Idem + .1. 2002 Tahun 19992003 Tahun 20012002 Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3. .Idem + .21 PPKD Proyek Masyarakat Sangup 3.1.1.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.1.1.Kesadaran masyarakat bekerja sama dalam kelompok masih rendah.

1.38 PPKD Proyek Nak Suko Idem Nian 3.1.1.Idem + .Idem .35 PPKD Proyek Suko Siwi. beberapa usaha menjadi macet/tidak berkembang Idem Idem Masih berjalan Idem .1.31 PPKD Proyek Warga Idem Bahagia 3.Idem .32 PPKD Proyek Vincentius Idem Tahun 1998 Tahun 20002003 Tahun 19982002 Tahun 19982003 Tahun 19972000 Idem DKI Jakarta (Jakarta Selatan) Jawa Barat Idem (Kab Bogor) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem 3.29 PPKD Proyek Bina Kasih 3.Ornop mitra/Proyek memiliki jaringan kerja yang kuat dengan Puskopdit Jawa Tengah Idem 3.No.CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem 3.1.34 PPKD Proyek Kincir Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.1.Idem Yakkum CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20012003 Tahun 19972002 Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Barat) Jawa Tengah Idem (Kab Wonogiri dan Sukoharjo) Masih berjalan Idem Masih berjalan 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Banten (Kota Tangerang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .37 PPKD Proyek Mino Martani Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 19971998 Tahun 20002003 Idem Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Selatan) Jawa Tengah Idem (Kab Banyumas) Masih berjalan Idem .1.30 PPKD Proyek Marga Sejahtera Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.1.Idem .1.33 PPKD Proyek Bina Pendidikan Idem Selesai Idem .Kepengurusan di tingkat kelompok kurang kuat sehingga pada saat Ornop mitra tidak mendampingi.1.36 PPKD Proyek Panti Nugeraha 3.39 PPKD Proyek Cai Kahirupan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 2002 Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .1.Keluarga dampingan sangat individualistis sehingga sulit diorganisir dalam kelompok usaha Idem Idem Potensi 3.

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 20012003

Wilayah
Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan

Masalah
Idem - Idem + - Ornop mitra dan warga dampingan belum memiliki keahlian dalam pemasaran hasil usaha. Idem - Idem + - Temperamen para pengungsi yang tidak stabil dan mudah diprovokasi

Potensi

3.1.40 PPKD Proyek Moris Diak

3.1.41 PPKD Proyek Karunia

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012003

Keluarga dampingan Masih berjalan Ornop mitra/Proyek Karunia, diprioritaskan pengungsi Timor Timur Idem Masih berjalan

3.1.42 PPKD Proyek Laran Luan

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Barat (Kab Kupang)

Idem

Idem

3.1.43 PPKD Proyek Fajar Kasih

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20002002

Idem

Masih berjalan

- Idem + - Adanya mismanagement

- Idem - CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem

3.1.44 PPKD Proyek Nek Matulun

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Timor Tengah Utara)

Masih berjalan

Idem 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 2003

Wilayah
Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Jawa Tengah Idem (Kab Semarang)

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan Idem

Masalah

Potensi
- Idem + - Sebagian besar warga dampingan memiliki halaman yang cukup untuk usaha Idem

3.1.45 PPKD Proyek Sinar Harapan

3.1.46 PPKD Proyek Sidomulyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

- Idem + - NGO mitra belum memiliki jaringan distribusi/pemarasan produk usaha kelompok (batako/paving) Idem

3.1.47 PPKD Proyek Anak Musi

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Sumatera Idem Selatan (Kota Palembang) Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah 75 orang pengurus (Kab Jepara) kelompok dampingan Ornop mitra Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang dan Kab Ogan Komering Ilir)

Masih berjalan

Idem

3.1.48 PPKD Proyek Sriwijaya Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

Idem

Idem

3.1.49 PPKD Proyek Ngudi Makmur

Bantuan modal usaha CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Selesai

Idem

Idem

3.1.50 PPKD Proyek Pansos Bodronoyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Selesai

Idem - Idem + - Usaha pertanian mengalami kegagalan sehingga petani sulit mengembalikan pinjaman - Mekanisme dana bergulir tidak sesuai dengan kebijakan CCF Pusat sehingga CCF Indonesia harus mencari sumber dana lain

4. Mercy Corps 4.1 Program Pengembangan Institusi Keuangan Mikro (MFIDP)

- Memberi dukungan dana kepada penyedia jasa MFI - Merumuskan kebijakan yang kondusif - Pemberian kredit mikro kepada usaha kecil

Mercy Corps bersama Tahun 1999 sekarang dengan Ornop lokal

8 Propinsi (Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Banten, DIY)

Masih berjalan Koperasi, LSM, BMT, credit union, institusi Apex, LKM, Penyedia jasa LKM, usaha kecil/mikro

- Sifat pendanaan (hibah) kurang efisien - Sulit untuk memenuhi kriteria sasaran - Perlu UU LKM untuk pengakuan keberadaan LKM - Perlu kebebasan untuk menetapkan kebijakan dan fleksibilitas dalam menjalin kerjasama dengan Bank.

Yayasan Paluma

Maret 2000September 2000

DKI Jakarta 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan

Pelaksana
Women in Social Solidarity of Indonesia (WISS) Youth Ending Hunger (YEH)

Waktu

Wilayah

Sasaran

Status saat ini

Masalah

Potensi

Maret 2000-Juli DKI Jakarta 2002 Mei 2000Desember 2000 Juni 2000Januari 2001 DKI Jakarta

Yayasan Pengembangan Masyarakat (YPM) Yayasan Bina Swadaya Mei 2000Bogor-Bekasi November 2002 Koperasi Pokmas Mei 2000 Teratai Agustus 2002 Yayasan Srikandi Sejati Oktober 2000Juni 2001 YPM Kesuma Multiguna April 2000-April 2002 Lembaga Mei November Pengembangan 2000 Masyarakat Indonesia Yayasan Ridho Mukti Februari 2002Farm Februari 2003 BMT Mardlotillah Maret 2002Juni 2003 Yayasan Pumma Agustus 2001Indonesia Agustus 2002 KSU BMT Muamalah November Pacitan 2001-Februari 2003 Kiat Bumi Mandiri November Ponorogo 2001November 2002 Agustus 2001Yayasan Sosial Bina Agustus 2002 Sejahtera (YSBS) Cilacap Februari 2002Yayasan Pengembangan Sumber Februari 2003 Daya Manusia

Jawa Barat

Jawa Barat (Kab BogorBekasi) Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta DKI Jakarta

Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Selatan Jawa Timur

Jawa Timur (Kab Ponorogo) Jawa Tengah (Kab Cilacap) DKI Jakarta

Lampung Yayasan Islam Miftahul September Huda (YASMIDA) 2001Desember 2002 Yayasan Bina Potensi Agustus 2001- Jawa Timur Masyarakat (YAPIM) Agustus 2002 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.Jawa Timur Mei 2002 Juli 2001-Juli DIY 2002 Jawa Tengah Juli 2001-Juli 2002 Jawa Tengah September 2001-Juni 2002 Mei 2001-Juli 2002 BMT Assalam Agustus 2001November 2002 Yayasan Pemerhati Maret 2000Sosial Indonesia (YPSI) Juli 2002 Suara Ibu Peduli Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta Desember 2000November 2001 Jawa Barat Pusat Pengembangan Desember Sumber Daya Manusia 2000Desember (PPSW) 2001 Alisa Khadijah / Sahabat Oktober 2000.Jawa Timur Agustus 2003 Oktober 2001. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Citra Ummat Koperasi BMT “Binna Ummat” PUSKOPDIT “Bekatigade” PUSKOPDIT “Bekatigade” Social Analysis and Research Institute (SAR) Lembaga Pengembangan Usaha Kecil Yayasan Mitra Usaha Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Agustus 2002.Jawa Barat Usaha Alisa (SUA) Agustus 2002 Yayasan Bina Sumber Daya Mitra (BISMI) Desember 2000Desember 2001 Agustus 2001April 2002 Agustus 2001Agustus 2002 Oktober 2001Agustus 2002 Mei 2001-Maret 2003 DKI Jakarta Yayasan Tirta Guna Yayasan Setia Kawan Mandiri (SEKAM) Yayasan Iqbal Abieza Mahardhika LSM Airmas Banten DKI Jakarta Jawa Barat DKI Jakarta  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Tiasa-Sumbangsih Nuansa Tasikmalaya (SNT) Wanita Islam Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember Jawa Barat 2000-Juni 2002 (Kab Tasikmalaya) Desember DKI Jakarta 2000-Juni 2001 Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Desember Jawa Barat 2000-Mei 2003 Yayasan Ar-Rufi Yayasan PUKAS DKI Jakarta BMT Imarotul Muslimin.Desember YGAS 2000Desember 2001 Agustus 2001.Jawa Timur Yayasan Pembinaan Pengembangan SDM & November Lingkungan (DIALOG) 2002 LPSP Juli 2001-Juli 2002 Yayasan Karya Mandiri September Indonesia (YKMI) 2001Desember 2002 Lembaga Penelitian Januari 2002UNDIP Januari 2003 Kelompok Tani Hutan Juli 2001-Juli Agrowilis 2002 Yayasan Bina Vitalis September Cabang Bengkulu 2001September 2002 Yayasan Cakrawala November Timur 2000-Agustus 2002 Koperasi Ngesti Rahayu Maret 2002Maret 2003 Yayasan PERAMU April 2002-April 2003 BMT Ibadurrahman Maret 2002Maret2003 Yayasan SkeMa Agustus 2002Agustus 2003 Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Tengah Bengkulu Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

Banten Jawa Barat Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta 4. 2003 Jawa Timur. Usaha (Business LSM lokal Jawa Timur.Jawa Barat Agustus 2004 Maret 2002DKI Jakarta Maret 2003 April 2003-April DKI Jakarta 2004 Mei 2003-Juli Jawa Barat 2004 Jawa Tengah Lampung Lampung Dimulai Tahun Jawa Barat. Development ServicesDKI Jakarta.2 Januari 2003.DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000.Banten April 2001 Koperasi BMT Fajar Lampung BMT Baskara Lampung Jasa pengembangan Mercy Corps bersama Dimulai Tahun 4 provinsi Jasa Pengembangan usaha 2003 (Jawa Barat. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana KBMT Dana Ukhuwah Yayasan Setia Kawan Raharja (SEKAR) Yayasan Pekerti Koperasi Serba Usaha BMT Ar-Ridwan KSM Yekti Insan Sejahtera Koperasi BMT Fajar BMT Baskara Mercy Corps bersama ORNOP lokal Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Februari 2002.No. DKI Jakarta. BDS) Banten) .Pelatihan lebih mudah dikurangi usaha diberikan kepada usaha kecil daripada mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Sulit untuk mengembangkan UKM dan penyedia Pelatihan masih jasa pengembangan berlanjut. tetapi subsidi BDS bagi usaha mikro .

Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Waktu Wilayah Jawa Barat Jawa Barat Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta Januari 2003.DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000.No.Banten April 2001  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

PT wilayah kerja Astra Lembaga International Tbk Pengembangan Bisnis (LPB)Astra: Jakarta. . Sidoarjo. Koperasi Bina Masyarakat Mandiri 3.Penyertaan modal untuk modal kerja dan investasi . dan manajemen 1.2 Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah .PT Sumatera Astra International Tbk Yayasan Dharma Tahun 1980 . karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil Oktober 1998 – sekarang 10 provinsi (24 wilayah) Usaha mikro anggota Masih berjalan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang telah dibina LPUM Terjadi peningkatan ekonomi usaha mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . pendampingan. dan temu usaha . Tahun 1992 8 propinsi di PT Astra Mitra – sekarang Jawa dan Ventura . pasar. teknologi. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1.Secara umum tidak ada masalah.Bantuan akses pada pembiayaan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil dan menengah yang berbadan hukum Status saat ini Masih berjalan Masalah Karakter usaha kecil dan menengah yang kurang transparan Potensi Perkembangan usaha dari UKM yang dibina relatif berhasil.Karakter SDM UKM (bermental pedagang bukan usahawan).Tingkat pengembalian yang tertunda . Tegal. Bhakti Astra prioritas 7 (YDBA) .Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .Pembinaan sumber daya manusia (SDM). Pemberdayaan UKM semakin meningkat karena meningkatnya alokasi pendanaan untuk kegiatan tersebut serta meningkatnya kesadaraan berbagai pihak terkait terhadap pengembangan UKM 2.Lingkungan ekonomi makro yang cepat berubah. .26 provinsi yang Usaha mikro (Micro Investment ) dengan pola bagi hasil sekarang terdapat Kantor Ventura cabang PT Bahana Artha Ventura 3.Seluruh sekarang Indonesia.2003 Kelompok Perusahaan/Koperasi No.Penyediaan program pelatihan. Yogyakarta. dan Batam Usaha kecil Masih berjalan (termasuk usaha mikro) dan menengah yang memiliki perijinan dan mempunyai produk berpotensi pasar . Bandung.1 Pembiayaan Mikro Pembiayaan modal ventura PT Bahana Artha Tahun 1994.Ada kesenjangan antara peminjam yang terdidik dengan yang kurang terdidik. PT Astra International Tbk 1.1 Modal Ventura . Mataram.Jumlah dana belum memenuhi semua permintaan Potensi sangat besar. pameran. . PT Bahana Artha Ventura 2.1 Pelayanan Pemberian pinjaman modal Koperasi Bina Pinjaman untuk kerja Masyarakat Usaha Mikro Mandiri Masih berjalan .

Penyediaan informasi – sekarang Flour Mills Usaha Kecil dan .Masih kurangnya wawasan bisnis dari perusahaan mitra Berpotensi utk mengembangkan usaha kecil.Pemberian motivasi usaha . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4. khususnya di sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat yang menjadi sasaran.1 Program . PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) 4. PT Caltex Pacific PPM secara Indonesia (CPI) umum dimulai tahun 1950an – sekarang Masyarakat sekitar.Pemberian pelatihan dan Pengembangan pembinaan Masyarakat (PPM) . Lampung. menengah.Pelatihan PT ISM Bogasari Tahun 1981 Usaha dengan .Terbatasnya sumberdaya PT ISM Bogasari dibandingkan dengan jumlah mitra yang banyak dan tersebar . Indonesia (CPI) – sekarang khususnya sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Masih berjalan Usaha kecil dan menengah setempat yang memiliki kegiatan usaha (output ) yang sesuai dengan kebutuhan PT CPI Memberi kesempatan Masih kurangnya informasi tentang kondisi UKM setempat untuk dan potensi masyarakat bersaing dalam bisnis sekaligus mendorong keberlanjutan usahanya 5. dan koperasi yang bermitra karena pemberdayaannya dilakukan pada seluruh aspek usaha.Bantuan sarana produksi Pelaksana Waktu Wilayah Provinsi Riau.Penyediaan konsultasi . PT ISM Bogasari Flour Mills 5.Dukungan pemasaran . Sumatera Selatan Kalimantan Selatan) Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro).Dukungan keuangan Menengah .No.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .1 Program Kemitraan .Pembentukan jaringan pasokan bahan baku .Pembentukan koperasi dan paguyuban . Masih berjalan baik yang sudah memiliki usaha (usaha kecil/ mikro) maupun tidak dan tidak dibedakan lakilaki dan perempuan 4. menengah dan koperasi yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT ISM Bogasari Flour Mills .2 Local Business Development (LBD) Pemberian paket kontrak usaha maksimal Rp 200 juta PT Caltex Pacific Tahun 2001 Provinsi Riau.Penyediaan alat Di sembilan propinsi (seluruh Jawa. sekaligus menjadikan sasaran sebagai teladan dan sumber pengetahuan bagi masyarakat lainnya.

Pemberian pinjaman modal kerja dan investasi .No.Dana yang tersedia tidak dapat memenuhi semua permintaan Potensi . sehingga tidak perlu dikembalikan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Keterbatasan dana . .Pemberian pelatihan Masih berjalan Usaha kecil yang berbadan usaha (Fa. pengkajian/penelitian dan pemagangan .Adanya tunggakan .Persepsi keliru dari masyarakat bahwa dana bersifat hibah dari pemerintah. PUKK sekarang Koperasi (PUKK) .sekarang Indonesia. Pertamina 6. PT. dan koperasi) atau perorangan (pengrajin atau industri rumah tangga).Alamat mitra tidak jelas atau pindah alamat tanpa pemberitahuan .Pemberian pinjaman PT Pos Indonesia Tahun 1993 . Nama Upaya 6. . CV.Keterbatasan SDM PUKK PT Pos .1 Pemberdayaan .Pembayaran pinjaman tidak lancar .Pemasaran dan promosi hasil produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil (termasuk usaha mikro) dan koperasi yang memenuhi persyaratan Status saat ini Masih berjalan Masalah .Pendidikan/pelatihan. Pertamina. PT Pos Indonesia (Persero) 7. dengan prioritas daerah sekitar operasi pertamina (23 lokasi) 7.Memajukan usaha kecil (termasuk mikro) dan koperasi.Memperbaiki kegiatan usaha pengusaha kecil dan koperasi menjadi tangguh dan mandiri (dalam realisasi masih di bawah target Pertamina) .Seluruh provinsi di Indonesia Usaha Kecil dan modal (Persero).Penyertaan mitra dalam pameran .Meningkatkan penyerapan tenaga kerja.Pemantauan perkembangan usaha .1 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Jenis Kegiatan .Penyediaan studi banding . PUKK Tahun 1993 Seluruh .

Nama Upaya Jenis Kegiatan 8.Tumpang tindih program untuk mitra binaan yang sama.No.Komoditi mitra binaan berorientasi ekspor . PT Pupuk Kaltim Tbk 8.Seluruh provinsi Usaha kecil sekarang di Kalimantan (termasuk usaha Tbk Biro PKBL mikro) dan koperasi.Pemberian pinjaman dan Bina modal Lingkungan (PKBL) . . evaluasi dan pembinaan sangat tinggi karena binaan tersebar dan minimnya sarana prasarana transportasi. Masalah . pelatihan dan pemagangan.1 Program Kemitraan . Potensi . .Tunggakan cenderung meningkat .Terdapat produk baru yang berprospek dikembangkan .Biaya penagihan.Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan jiwa entrepreneurship PT Pupuk Kaltim Tahun 1989 .Terbentuknya sentra kerajinan .Bantuan pendidikan.Bantuan pemasaran produk dan pengembangan teknik produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan. (sebelumnya bernama Biro PUKK)  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

PT Sucofindo 9. Potensi Berpotensi mengangkat pengusaha kecil menjadi pengusaha besar.19 provinsi sekarang Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro).Pemberian kesempatan PT Unilever Development berusaha Indonesia .Pelatihan . PT Unilever Indonesia 10.Pinjaman modal kerja dan investasi serta bantuan akses pada lembaga keuangan lain .Biaya operasional cukup tinggi dan sangat menyita waktu . . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 9.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . dan koperasi 10.Karakter pengusaha yang tidak disiplin dalam penggunaan dana.Penarikan pajak papan nama usaha mitra binaan yang ditujukan untuk menghindari tumpang tindih program dengan BUMN lain.Pemberian bantuan akses pasar 1980 – sekarang Seluruh Indonesia dengan pengembangan saat ini di 3 provinsi Masih berjalan Usaha kecil (termasuk mikro) dan menengah yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT Unilever Lemahnya kemauan mitra dalam mengembangkan bisnis Semakin banyak usaha kecil dan menengah yang terlibat dan tumbuh bersama dengan Unilever.Pemberian pinjaman dana PT Sucofindo Kecil dan Koperasi untuk modal kerja dan Unit PUKK (PUKK) investasi .1 Pembinaan Usaha .1 Sustainable SME . Tahun 1991 .Pemberian bantuan konsultasi manajemen melalui pelatihan dan pendampingan serta bantuan pemasaran dan promosi Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah .No.

KKop. bank umum.Meningkatkan kerjasama dengan program lain . yaitu menjalin kemitraan dengan LKM. KPR-SS.Membentuk forum LPSM partisipan PHBK: ALTRABAKU .Pengikatan kerjasama dengan bank umum . Pengelolaan kredit eks KLBI yang masih ada diserahkan kepada BRI. BI hanya memberi pembinaan tanpa ikut terjun secara langsung sehingga potensinya juga sangat relatif. 23 Tahun 1999.Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) . Desember 2003 . Nama Upaya Jenis Kegiatan 1. BTN dan PNM.Meningkatkan efisiensi KSM . bank umum Tahun 1983.Kelompok Simpan Pinjam . KPR-S.Mendorong fungsi LPSM pada pembinaan dan pelatihan . Bank Indonesia (BI) 1.1 Kredit Program Penyediaan kredit melalui 17 Skim Kredit Program.2 Pengembangan Hubungan Bank dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) . dan akan ditarik secara bertahap dalam jangka waktu 5 tahun sampai akhir tahun 2004. Tahun1989. yang berarti kredit program sudah tidak ada lagi.Peta Penguatan Usaha Mikro dan Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .14 provinsi sekarang BPR dan Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat (LPSM) . Potensi Potensinya tidak ada lagi. KKPA. antara lain: KUT.Meningkatkan kerjasama dengan BPR melalui pelatihan . Sekarang BI mengarahkan bank pada kegiatan PHBL.Seluruh 1999 Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Golongan ekonomi Dihentikan lemah dan koperasi sejak tahun 1999 1.2003 Kelompok Lembaga Perbankan No. BI tidak boleh lagi menyalurkan kredit.tidak ada lagi dana pendukung dari donor sehingga masing-masing bank Pelaksana melakukan kegiatan PHBK sendiri sendiri  ! Lembaga Penelitian SMERU.Melakukan pengkajian terhadap Pokmas BI. Masih berjalan tetapi tanpa pembinaan dan bantuan teknis dari BI . Potensi PHBK menurun setelah krisis.Krisis ekonomi menyebabkan banyak bank mengalami collaps dan tidak mampu lagi menyalurkan kredit sehingga program PHBK mengalami penurunan .Membentuk satuan tugas National Task Force (NTF) .Kelompok Pengusaha Mikro (KPM). BI.Memperluas jangkauan pelayanan bank kepada pengusaha mikro . Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Dengan adanya UU No.

Pendampingan . Hal ini akibat dibatasinya kewenangan BI. khususnya tuna wisma. sementara pembinaan yang bersifat non perbankan dan pemberian kredit program tidak ada lagi sehingga peran BI dalam PPUK tidak dapat lagi dilakukan secara penuh Potensi Potensinya kecil. serta bank sebagai pemberi kredit Masalah Setelah keluarnya UU No. yang ternyata peranannya justru semakin menurun. pengangguran.Identifikasi dan pembinaan Program Kemitraan Terpadu Waktu Wilayah Tahun 1978.No. 23 Tahun 1999.Penyediaan materi pembinaan .Melakukan Proyek Kemitraan Usaha Kecil Terpadu (PKUKT) .15 provinsi BI: Unit 2001 Pelaksana Proyek (UPP).Konsultasi . buruh tani dan kaum wanita Usaha kecil dan Masih berjalan masyarakat umum yang ingin melakukan usaha mikro Proyek berakhir dan dana harus dikembalikan ke BI Potensi terhadap upaya peningkatan ekonomi perempuan cukup besar karena sekitar setengah (49%) dari jumlah nasabah merupakan nasabah perempuan Memberi kemudahan bagi pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi dalam upaya mengakses kredit dan mengembangkan usaha 1.3 Program Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Jenis Kegiatan Pelaksana .Survei peluang usaha pada sub sektor tertentu (SPID) . karena setelah tahun 1999 PPUK dilebur kedalam PUKM. pengembangan kelembagaan.5 Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil (SIPUK) Penyediaan jaringan informasi dan database berbasis internet BI Tahun 1999.Memperluas jaringan kepada Unit Pengembangan Usaha Kecil (UPUK) . BPR dan LPSM Rakyat miskin dan Selesai mendekati miskin di pedesaan.Pelatihan . peran BI dibatasi hanya pada kebijakan kredit perbankan. 1.Melakukan Counterpart Training kepada pejabat pemberi kredit .Membentuk Tim Proyek Pengembangan Pengusaha Kecil (P3K) . Nama Upaya 1.Membuat pola pinjaman untuk PKUKT .Pemberian kredit Tahun 1995.Pelatihan staf BI dan bank perbankan/counterpart umum .4 Proyek Kredit Mikro (PKM) .10 provinsi 1999 Sasaran Status saat ini Usaha kecil dan Selesai usaha besar yang memiliki hubungan kemitraan. dan pemberian bantuan teknis perbankan. Desember 2003 .Seluruh sekarang Indonesia (dapat diakses melalui internet) Banyak usaha kecil/mikro tidak memiliki pengetahuan tentang komputer dan mampu mengakses informasi melalui internet  " Lembaga Penelitian SMERU.

Modal dari pihak ketiga yang dapat disalurkan kepada Swamitra masih terbatas .No. Desember 2003 .6 Pengembanan Usaha Kecil dan Mikro (PUKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan bantuan teknis BI pengembangan usaha kecil dan mikro kepada lembaga perbankan melalui pelatihan.Mendapat award dalam Asian Banking Award 1999 2.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .Jawa Tengah (Semarang) (Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra.Menjalin kerjasama dengan pihak lain. penelitian dan penyediaan sistem informasi Waktu Wilayah Tahun 1999. LKM. Bank Bukopin 2.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .Potensi sangat baik karena jaringan Swamitra semakin berkembang . keluarga miskin dan atau yang semula miskin. BPR dan Koperasi) Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera. Nama Upaya 1.2 Kredit Sudara Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001. yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap . Koperasi dan sekarang 71 kabupaten Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Masih berjalan .Keterbatasan dana . khususnya perempuan. Keluarga Sejahtera 1.Menyediakan modal Tahun1998.Infrastuktur yang tidak selalu tersedia di Swamitra .Membentuk Swamitra yang Bank Bukopin merupakan kerjasama dengan koperasi untuk memberikan pelayanan jasa keuangan kepada usaha kecil dan mikro berupa .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Lembaga perbankan Status saat ini Masalah Masih berjalan Keterbatasan dana untuk kegiatan pelatihan dan penelitian Potensi Potensi baik karena banyak bank yang sekarang mulai tertarik memberikan pelayanan kredit mikro dan kecil 2.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  # Lembaga Penelitian SMERU.19 provinsi.Memberi bimbingan teknis dan sistem manajemen kepada Swamitra .1 Swamitra .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . seperti Pemda dan Kementerian Kelautan dan Perikanan .

DIY. Nama Upaya Perluasan 2.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . keluarga yang semula miskin. Jawa Timur. keluarga miskin dan atau yang semula miskin. 2002 16 kota/ kabupaten Kelompok UPPKS Selesai yang telah dibina dan direkomendasi oleh BKKBN untuk mendapatkan fasilitas Kukesra Mandiri . KS-I.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2.4 Kredit Pundi Penyediaan kredit modal kerja dan investasi Bank Bukopin Tahun 2001. Jawa Barat.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .No. Banten).3 Kredit Sudara Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana Waktu Bank Bukopin Tahun 2001(Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra.11 provinsi. Desember 2003 .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . LKM.Keterbatasan dana .Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada Potensi .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap Masalah . khususnya perempuan.Seluruh sekarang Indonesia Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . BPR dan Koperasi) Wilayah 5 provinsi (Jawa Tengah.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . 7 kota/ kabupaten Sasaran Status saat ini Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.5 Kukesra Mandiri Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001. Keluarga Sejahtera I. dan pemilik usaha kecil yang mempekerjakan keluarga miskin yang memiliki usaha produktif yang telah tumbuh dan sedang berkembang .Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  $ Lembaga Penelitian SMERU.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2.Keterbatasan dana .Keterbatasan dana . TKI.

Persyaratan minimal untuk usaha kecil (misal KTP) tidak selalu bisa dipenuhi+I20 . Bank Central Asia (BCA) Penyediaan kredit modal 3.Masalah monitoring . Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak  % Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .2 Program Gadai Kemitraan dengan Perum Pegadaian BCA dan Perum Pegadaian Maret 2002 .Kredit Modal Kerja Kontraktor .Kredit Modal Kerja .BUMN dibatasi untuk menjadi penjamin .Monitoring kurang .DKI Jakarta sekarang Nasabah Perum Masih berjalan Pegadaian yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta 4.Kredit Investasi .Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil (dan mikro) Masih berjalan .12 provinsi sekarang Masalah umum yang biasa Potensi sangat baik dan dihadapi nasabah yaitu upaya ini akan diperluas dalam pemenuhan ke Indonesia bagian Timur persyaratan perbankan. meskipun kredit ini tidak mensyaratkan jaminan Hampir tidak ada masalah Potensi sangat baik dan karena gadai dilakukan upaya ini akan diperluas dengan jaminan barang ke Indonesia bagian Timur bergerak yang nilainya lebih besar 3.Seluruh sekarang Indonesia Petani. Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.2 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 2001.Pemerintah telah meng'create demand' untuk usaha kecil agar bisa berhubungan dengan bank 4.Menganggap sumber dana dari pemerintah sebagai hibah . karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil .No.Masalah jaminan dan penjaminan .1 Program Kredit Peduli Usaha kerja Mikro BCA Pelaksana BCA dan BPR Waktu Wilayah Sasaran Pengusaha mikro dan kecil yang membutuhkan kredit modal kerja maksimal Rp 10 juta Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi Maret 2002 . Masih berjalan .Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.Kredit Channeling Tahun 1998. Bank Mandiri 4.Banyak koperasi atau dan koperasi dalam kelompok tani yang rangka pengadaan menunggak kredit program pangan sebelumnya .Potensi sangat besar.1 Kredit Usaha Kecil Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri (KUK) dan modal kerja melalui: . peternak.

Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil dan mikro yang masih lemah dan perlu pembinaan Masih berjalan .Dana terbatas karena tergantung pada penyisihan laba bank . Potensi Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak 4. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri 4.Dana terbatas sedangkan permintaan tinggi.Pergantian pengurus/masalah intern koperasi .Nasabah sering tidak menerima perbedaan tingkat suku bunga.3 Kredit kepada Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Waktu Wilayah Tahun 1998. sehingga banyak yang memanfaatkan untuk keperluan di luar target program Potensi kurang karena jumlah dana terbatas dan kredit berbunga lunak tidak mendidik  & Lembaga Penelitian SMERU.4 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 1989. Status saat ini Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Masalah . .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Anggota koperasi primer yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta.Kredit murah.No. Desember 2003 .Masalah pemenuhan persyaratan dan jaminan .

Lemahnya permodalan. seperti KTP dan agunan Potensi Potensi besar karena . Bank Negara Indonesia (BNI) 5.Masih besarnya tunggakan kredit sebelumnya . jangkauan pasar. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 5.Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi primer Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran. administrasi. dengan menggunakan orang setempat Seluruh Masyarakat kecil Indonesia yang memiliki (melalui 151 usaha ULM di Kantor Cabang BNI) 5.Masalah kelayakan usaha dari usaha mikro (lemahnya permodalan.Menetapkan batas rayon pembinaan usaha mikro.No. dan legalitas usaha) .1 Kredit Mikro Penyediaan kredit investasi BNI (Unit Tahun 2001dan modal kerja Layanan Mikro. tidak mendidik dan terlalu birokratis. legalitas dan agunan dari koperasi Skim kredit program dinilai sudah tidak tepat lagi. administrasi.3 Kredit kepada Penyediaan kredit investasi BNI Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 1998. sebaiknya tidak dilanjutkan  ' Lembaga Penelitian SMERU. jangkauan pasar.Seluruh sekarang Indonesia Koperasi dan LSM Masih berjalan yang memiliki usaha .Pengembangan pendekatan kepada nasabah dengan konsep mikro .2 Kredit kepada Koperasi (Kkop) Penyediaan kredit BNI (sistem channeling ) Tahun 1998. yaitu ULM dianggap sebagai Kantor Cabang/Capem .Masalah kelayakan usaha koperasi (lemahnya permodalan. legalitas dan agunan) . administrasi. jangkauan pasar.Masalah pemenuhan kelengkapan persyaratan kredit.sekarang ULM di BNI Cabang) Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .Keterbatasan akses memperoleh kredit bank . Desember 2003 . sebaiknya diarahkan kepada kredit mikro atau KUK 5.Aksesibilitas pembukaan ULM yang terbentur kebijakan BI.Jumlah usaha mikro lebih besar dibanding usaha menengah dan besar .

bersifat massal dan seragam. Nama Upaya 5.Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran.4 Kukesra Mandiri Jenis Kegiatan Penyediaan kredit Pelaksana BNI (sistem channeling ) Waktu Wilayah Tahun 2001.2 Kerjasama dengan Penyediaan kredit investasi Bank Niaga Lembaga dan modal kerja (Desk UKM) Keuangan : .Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif. bersifat massal dan seragam.Seluruh sekarang Indonesia Nasabah BPR Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif.1 Kredit Program : Penyediaan kredit investasi Bank Niaga dan modal kerja (Desk UKM) .Pembinaan dari BKKBN terhadap kelompok UPPKS kurang Potensi . tingkat bunga atau biaya administrasi) .BPR .Kredit Ketahanan Pangan (KKP) .No. bergerak di sektor perdagangan Relatif tidak ada masalah Sangat berpotensi untuk dikembangkan ! Lembaga Penelitian SMERU.Terlalu birokratis . Desember 2003 .Tanda tangan sering berubah atau tidak sesuai dengan kartu identitas (KTP) 6.Sulit menerima perubahan (misal. Bank Niaga 6.Multifinance Tahun 2000.Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA-Umum) .KKPA TKI Tahun 2000.Memberdayakan ekonomi perempuan karena peserta program ini umumnya perempuan 6.Jawa dan sekarang Sulawesi Selatan (di Cabang tertentu ) Sasaran Status saat ini Kelompok UPPKS Masih berjalan (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Masalah . sebaiknya tidak dilanjutkan . kebanyakan bergerak di sektor agrobisnis Mayoritas End user terdiri More promising than corporate banking dari petani dan peternak yang: .

pasar. Desember 2003 . sarana kendaraan umum Potensi terhadap penguatan usaha mikro sangat besar karena hampir semua dana yang disalurkan Kupedes berasal dari Simpedes ! Lembaga Penelitian SMERU. sarana kendaraan umum .Karakter sebagian anggota masyarakat kurang baik . Bank Rakyat Indonesia (BRI) Penyediaan kredit melalui: 7. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit modal 6.Potensinya sangat baik. BRI merencanakan membuka 100 unit baru per tahun .Seluruh sekarang Indonesia Seluruh anggota masyarakat pedesaan Masih berjalan Tergantung dari tersedianya infrastruktur wilayah.No. bersifat massal dan seragam.Kupedes Investasi (Kupedes) .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini Masalah Pengusaha kecil Masih berjalan Relatif tidak ada masalah dengan kegiatan usaha produktif. usaha rumah tangga dan golbertap yang memerlukan tambahan pembiayaan sampai dengan Rp 50 juta. .Kupedes Modal Kerja . seperti jalan. seperti jalan.3 Program Bank Niaga Kemitraan dengan kerja untuk usaha komersial (Desk UKM) / perdagangan cara : -Commercial Forward Linkage -Commercial Backward Linkage Waktu Wilayah Tahun 2000. 7.2 Simpanan Pedesaan (Simpedes) Memobilisasi dana BRI ( BRI Unit) masyarakat lewat Simpedes Tahun 1984.Seluruh sekarang Indonesia Masih berjalan Masyarakat pedesaan. meliputi: pengusaha kecil.Kupedes Golongan Berpenghasilan Tetap (Golbertap) BRI (BRI Unit) Tahun 1984.Tergantung pada ketersediaan infrastruktur wilayah. pasar.1 Kredit Umum Pedesaan .Berpotensi menguatkan usaha mikro karena 80% nasabah adalah usaha mikro . bergerak di sektor perdagangan Potensi Sangat berpotensi untuk dikembangkan 7.Berpotensi meningkatkan ekonomi perempuan karena 30-45% nasabah adalah perempuan.

Jawa dan sekarang Madura Masyarakat kecil di Masih berjalan . Nama Upaya 7.Membantu kelompok swadaya menyusun rencana usaha . Masalah Kelayakan usaha dari usaha kecil maupun perusahaan yang menjadi mitra Potensi -Adanya dukungan pemerintah untuk lebih mengembangkan UKM. Keluarga miskin di Masih berjalan pedesaan (P4K Tahap III. pelatihan dan dukungan sesuai perkembangan kelompok Fase I : 1979-1985 Fase II: 1989-1998 Fase III: 1998-2005 12 provinsi. -Jumlah UKM di Indonesia yang semakin bertambah banyak.Identifikasi penduduk di 7.5 Proyek BRI bawah garis kemiskinan Peningkatan Pendapatan Petani.Kurangnya modal pedesaan yang .Mendorong keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan dengan kekuatan sendiri .4 Kredit Candak Kulak .No.Kredit macet karena pengaruh program pemerintah yang bersifat hibah .Membantu pembentukan kelompok swadaya (KPK) nelayan Kecil .Menyediakan bimbingan. tetapi terbentuk masalah legalitas .Menerima simpanan (BKD) berupa simpanan wajib dan simpanan sukarela/ tabanas Bank Kredit Desa (BKD..Diperkirakan sekitar 6070% peminjam adalah kaum perempuan . Desember 2003 .Pemberian bantuan permodalan terbentur aturan tentang kehatihatian bank.Mnyediakan kredit untuk BRI dan Bank usaha produktif Kredit Desa .3 Kredit Mitra Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana BRI Waktu Wilayah Tahun 2002. 1998-2005) Potensi sangat baik: .Tingkat pengembalian kredit sangat baik dan memenuhi kelayakan bank .Legalitas usaha dari memiliki usaha lembaga belum jelas . khususnya bagi kaum perempuan .Memberi contoh empirik bagaimana membangun sistem dan mekanisme partisipatif dalam penanggulangan kemiskinan di pedesaan ! Lembaga Penelitian SMERU.Banyak daerah meminta didirikan BKD.Menyediakan akses pada fasilitas tabungan dan kredit . 7.Mengembangkan (P4K) ketrampilan untuk meningkatkan pendapatan serta identifikasi peluang usaha.) Tahun 1897. 122 kabupaten .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini UKM yang Masih berjalan mempunyai hubungan bisnis dengan mitra BRI (pengusaha besar) yang memerlukan tambahan modal kerja s/d Rp 500 juta.

No. Nama Upaya 7.6 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP)

Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja dan investasi

Pelaksana BRI

Waktu Wilayah Tahun 2001- Seluruh sekarang Indonesia

Sasaran Status saat ini Petani, peternak, Masih berjalan dan koperasi dalam rangka pengadaan pangan

Masalah - Banyak kelompok tani dan koperasi masih menunggak kredit program sebelumnya - Masalah monitoring. - Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.

Potensi - Potensi besar karena sebagian besar penduduk adalah petani. - Pengembangan melalui pola kemitraan dan konvensional kepada nasabah potensial.

7.7 Pembinaan Usaha - Pemberian bantuan kredit Kecil dan Koperasi modal kerja. (PUKK) - Pembinaan usaha (manajerial, produksi, pemasaran). - Pelatihan, pemasaran kepada UKMK

BRI

Tahun 1996- Seluruh sekarang Indonesia

Golongan ekonomi Masih berjalan lemah khususnya usaha mikro yang belum mampu mengakses kredit perbankan

- Prospek usaha dari mitra binaan (kelayakan usaha) - BUMN yang membina terkonsentrasi di wilayah binaan yang sama

Potensi terbatas karena tergantung alokasi keuntungan yang diperoleh 

!!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat tahun 1997-2003 Kelompok Lembaga Internasional
No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. Asian Development Bank (ADB) - Identifikasi kelompok target 1.1 Proyek ADB dan BRI - Membantu pembentukan self-help Peningkatan Pendapatan Petani group (SHG) - Penyediaan pendidikan dan Nelayan Kecil pelatihan (P4K) / Rural Income Generating - Membantu SHG memformulasikan dan mempresentasikan rencana Project (RIGP) usaha Phase III - Menyediakan akses ke fasilitas tabungan dan kredit - Menyediakan ongoing advice , pelatihan dan dukungan sejalan 1.2 Technical Assistance for the Rural Income Generation Project Phase III / TA 2634 - Memobilisasi pembentukan dan perkuatan SHG - Mendorong mobilisasi tabungan anggota SHG. - Menyediakan dukungan keuangan dan kelembagaan untuk kegiatan penciptaan pendapatan. - Memperkuat perantara informal untuk melengkapi lembaga keuangan formal dalam memenuhi kebutuhan kredit masyarakat berpenghasilan rendah dan peminjam tanpa agunan di daerah terpencil. - Memberikan kredit - Memperkuat lembaga keuangan - Memperkuat NGO - Memperkuat kemampuan BI dalam implementasi dan monitoring - Pelatihan - Konsultasi ADB dan Departemen Pertanian Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi

12 provinsi, 122 Masyarakat yang Tahap III: kabupaten tinggal di bawah Juli 1998garis kemiskinan. September 2005 (Tahap I: 1979 - 1985; Tahap II: 19891998)

15 propinsi Tahun 1997/1998 (selama 4.5 bulan, sebelum pelaksanaan P4K tahap III)

Kelompok miskin, Selesai dengan prioritas di desa IDT.

1.3

Micro Credit Program (MCP) –Program Kredit Mikro (PKM)

21 Juli 199515 propinsi ADB, Bank Indonesia, BPD, Desember 2001 BPR, NGO dan LDKP (Lembaga Dana Kredit Pedesaan)

Penduduk miskin terutama perempuan, di desa non-IDT dan tidak memiliki akses pada lembaga kredit

Di tingkat pusat program sudah selesai, tetapi di daerah masih berjalan

-Tingkat suku bunga yang tinggi menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi BPR untuk mengambil kredit - Kriteria peserta LKM terlalu sederhana sehingga memperbesar resiko dalam penyaluran dana 

!"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. Nama Upaya 1.4 Community Empowerement for Rural Development Project (CERD)

Jenis Kegiatan - Pemberian modal - Pelatihan - Pemasaran - Mengembangkan institusi keuangan pedesaan - Monitoring program - Pemberian modal (kredit mikro) - Pembangunan infrastruktur pedesaan - Kajian kebijakan

Pelaksana Waktu Tahun1999 ADB dan Depdagri, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Wilayah 6 provinsi

Sasaran - Keluarga miskin (khususnya perempuan) - Usaha mikro - Usaha kecil 750 desa miskin

Status saat ini Masih berjalan

Masalah

Potensi

1.5

Technical Assisstance to The Republic of Indonesia for Preparing The Development of Rural Urban Linkage Project / TA 3088 INO ADB SME Development Technical Assistance No. 3417 – INO

Mei 19996 provinsi di ADB dan Depdagri, Dirjen November 1999 Indonesia Timur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Selesai

1.6

- Penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator usaha - Peningkatan efisiensi pasar Business Development Service (BDS) - Peningkatan akses usaha kecil ke kredit komersial

Februari 2001ADB-TA, 2004 Consortium of GFA Management dan Swisscontact Services for Asian Development Bank

Sulsel (Parepare, Bulukumba), Jateng (Pati, Sragen)

- Pemerintah - Penyedia BDS - UKM

Sebagian kegiatan masih berjalan

2. The Asia Foundation 2.1 Konferensi - Konferensi/rapat bidang Nasional (KONAS) - Pameran III - Temu bisnis

The Asia Foundation, Forum Daerah (Forda) UKM Yogyakarta, Swisscontact, Mitra Ventura Indonesia

29-30 Agustus 2000

Yogyakarta

- LSM yang tertarik Selesai pada advokasi usaha; - UKM anggota Forum Daerah 

!#

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Workshop Regional .Penyediaan dana bergulir dalam bentuk paket bebek.3 Women Income -Pendirian pusat pengembangbiakan Generation through bebek Duck Breeding . Kabupaten Salatiga) Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi Kalimantan Barat.Penyediaan dana bergulir AusAID dan Yayasan Pengembangan Usaha Mandiri -Juli 1997-Juni NTB (Kab Dompu) 1998 .Kebijakan advokasi Pelaksana Waktu 2000-2001 The Asia Foundation.LSM . Forum Daerah Kalbar Wilayah Jawa Tengah ( Kota Semarang.1 Community .Penyediaan modal Management for Income Generation Juli 1997-Juni AusAID danYayasan Bina 1998 Mandiri NTT.Workshop Regional . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan AusAID dan Fatayat NU .Survey . Australian Agency for International Development (AusAID) . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Industri rumah tangga 3.Kebijakan advokasi 2.Kelompok nelayan Tenggara (Kab . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Penyediaan dana bergulir dalam Program through bentuk koloni lebah Bee-Raising Activities 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. Nama Upaya 2.Seminar . Perbatasan Serawak Selesai 3.No.Pedagang kecil . Local Resources . Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) 2000-2001 The Asia Foundation.Seminar .Survey .Juli 1999-Juni 2000 Juli 1997-Juni 1998 NTB .2 Surveys of Barriers on Trade / Investment in Central Java Jenis Kegiatan .Masyarakat setempat Selesai.Kelompok Kendari) perempuan peternak bebek !$ Lembaga Penelitian SMERU.4 Juli 1997-Juni AusAID dan 1998 Lembaga Bina Sakti Masyarakat (LEBBMAS) Sulawesi . CESS.Pelatihan dan alih pengetahuan 3. Kupang (Kab Oenesu) Kelompok perempuan 3.2 Empowerment for Small Trader and Home Industry Activities -Pelatihan pengelolaan usaha . Desember 2003 .3 Surveys of Barriers on Trade / Investment in West Kalimantan and Border near Serawak . Center for Agricultural Policy Studies (CAPS).Pembentukan kelompok petani Development .

Nama Upaya Jenis Kegiatan 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Masalah Potensi 3.11 Community-Based Pelatihan dalam mengembangkan Agribusiness kegiatan agribisnis Development AusAID dan Yayasan Pakta Juli 1999-Juni 2000 NTT (Kab Sumba Barat) .7 Pengembangbiakan kambing dan Women bebek Empowerment through Productive Economy in Rinti Village Income Generation Pelatihan pemanfaatan kepompong liar dan sisa kulit ikan and Productive Employment Creation Silk Worm Farming Pelatihan bagi peternak ulat sutera in Banyumas AusAID dan Yayasan Citra Desa Juli 1998-Juni 1999 Aceh (Desa Rinti) Perempuan korban Selesai operasi DOM 3.Bantuan peralatan Sulawesi Kelompok Tenggara (Kab perempuan Kendari) Selesai 3.6 Home Industry Development for Production of Coconut Oil .Penyediaan modal .LSM .9 AusAID dan Yayasan Sosial Bina Sejahtera AusAID dan Yayasan Karya Mandiri Juli 1998-Juni 1999 Jawa Tengah (Kab Banyumas) Jawa Timur (Kab Pacitan) Peternak ulat sutera Selesai 3.5 Income Generation -Pelatihan pengelolaan dana bergulir for Women and -Penyediaan modal Family in Kendari Pelaksana Waktu Juli 1997-Juni AusAID dan1998 Yayasan Pendidikan Muslimat NU.8 Juli 1998-Juni AusAID dan 1999 Yayasan Dian Desa.Masyarakat Selesai !% Lembaga Penelitian SMERU. Yogyakarta Jawa 1100 rumah tangga Selesai 3.Pelatihan .1 Women Capability Strengthening through Small Scale Economic Acivity Juli 1998-Juni 1999 Perempuan 3. .Bina Bakti Perempuan Pusat AusAID dan Yayasan Hijau Sejahtera Juli 1997-Juni 1998 Wilayah Sasaran Sulawesi Kader kelompok Tenggara (Kab Kendari) Status saat ini Selesai.No. Desember 2003 .

19 Goat Breeding Jawa Timur Peternak kambing Selesai 4.12 Improvement of Hand Woven Production 3. LSM lokal Sumba Barat.Pengembangbiakan ternak dengan Yayasan Ayo sistem bergulir Indonesia Juli 1999-Juni 2000 NTT Petani 3. Bank Dunia !& Lembaga Penelitian SMERU.Peternak 3.Pelatihan AusAID dan . .16 Sustainable Budidaya tanaman murbai dan Income Generating pengembangbiakan ulat sutra Juli 2001-Juni 2002 Maumere.14 Integrated Agriculture . Desember 2003 .18 Juli 2001-Juni -Penyediaan peralatan AusAID dan 2002 .13 Strengthening Basic Economic Structure to Alleviate Poverty Jenis Kegiatan Pelaksana .Papua LKM Selesai 3.Penyediaan bantuan teknis termasuk Lembaga pemasaran Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Perbaikan pengembangbiakan ternak AusAID dan kambing Yayasan Sambangdiri Juli 2001-Juni 2002 Sulawesi Utara Nelayan tradisional Selesai (Kota Manado) 3.17 Bantuan sarana Development of Wamena Office as Micro Credit Institution Economic Improvement forTraditional Fishermen AusAID dan Bina Juli 2001-Juni 2002 Swadaya .Pelatihan teknik pertanian AusAID dan . Ujung Pandang Selesai. tetapi di kota Jakarta Barat tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan 3. Nama Upaya 3. AusAID dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Kesuma AusAID dan Yayasan Dian Desa Juli 1999-Juni 2000 Jakarta Barat Masyarakat miskin Selesai.Petani .15 Income Generating Penyediaan kredit mikro secara bergulir.No. NTT . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Pembentukan skema simpan pinjam Yayasan Tunas bagi industri tenunan tangan Jaya Penyediaan modal awal bagi usaha kecil AusAID dan Yayasan Duta Bina Bhuana Waktu Juli 1999-Juni 2000 Wilayah NTT (Kab Ruteng) Sasaran Pengrajin tenunan tangan Status saat ini Selesai Masalah Potensi Juli 1999-Juni 2000 Kupang.Jayawijaya .Jayapura.

Kondisi UPKD di lapangan masih rapuh . !' Lembaga Penelitian SMERU.3 Nusa Tenggara Agriculture Area Development Project (NTAADP) .penggaduhan ternak .pengrajin.anggota kelompok IDT (Pokmas): masyarakat miskin dan termiskin . 4. terutama dari petani Potensi program ini cukup besar dalam membantu kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.dll .Mekanisme kurang transparan .Pengembalian pinjaman tersendat. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. terutama dari petani .pengembangan usaha ekonomi produktif .pembangunan prasarana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun 19992003 2 provinsi: Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara (seluruh kabupaten) 2 provinsi: NTT dan NTB (seluruh kabupaten) .pengembangan sistem usaha tani .peternak .1 Kecamatan Development Project (KDP) / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan . yaitu 15% per tahun.pemberian pinjaman modal kerja .petani . Wilayah 22 propinsi Sasaran Status saat ini Penduduk miskin di Masih berjalan kecamatan dengan jumlah desa tertinggal serta jumlah penduduk miskin yang relatif banyak Masalah . Ditjen 2006 PMD.pelaku ekonomi produktif lainnya: pedagang kecil. Desember 2003 .peternak .No.Kurangnya komitmen Pemda dalam memberdayakan masyarakat Potensi 4.Penyediaan modal usaha produktif .pemberian bantuan tekhnis dan strategi pemasaran Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun1996September 2003 Selesai .Pengembalian pinjaman tersendat.Rendahnya serapan dana karena sering terjadi pergantian LSM pendamping Program ini cukup diminati masyarakat setempat karena suku bunga yang dianggap ringan. serta tidak mensyaratkan agunan.pemberian akses informasi .analisa kemiskinan .2 Sulawesi Agriculture Area Development Project (SAADP) . Nama Upaya 4.dll Selesai .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.Pengembalian pinjaman kurang lancar .Pembinaan di tingkat pokmas belum optimal .petani .Terjadi penyalahgunaan uang pinjaman . pengrajin.Pembangunan sarana penunjang perekonomian desa Pelaksana Waktu Bank Dunia dan Tahun 1998Depdagri.

pengrajin. ILO " Lembaga Penelitian SMERU.bantuan teknis .Analisa keuangan . tekstil.Penelitian Development . penelitian .2 Community Based .Monitoring .Pelatihan .4 Bengkulu Regional . kertas dan logam Usaha kecil dan menengah Masih berjalan 5.petani .Fasilitasi pertemuan antar pengusaha kecil .pelatihan .dll Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 5. The European Union 5.1 Small and Micro Scale Enterprise Development in West Java .pelayanan informasi .membuat model usaha kecil .pemberian bantuan teknis dan strategi pemasaran -pembangunan infrastruktur pedesaan Pelaksana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Waktu Tahun 19982004 Wilayah Bengkulu (Seluruh kabupaten kecuali Kota Bengkulu) Sasaran .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .seminar. Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.No.V dan Yayasan Daya Pertiwi Timor Barat dan Bali 5.konsultasi .3 European Union.peternak .pemberian akses informasi .mendirikan pusat pengembangan dan kegiatan pendukung UKM di Indonesia Timur European Union.pelatihan manajemen dan tekhnik produksi . FNS dan PUPUK Juni 2004 Pengusaha mikro Masih berjalan dan kecil khususnya yang bergerak di 4 sektor yaitu: agrobisnis.pemberian pinjaman modal kerja Development . kecil Selesai dan menengah 6.analisa kemiskinan Project . 2002-2005 Evangelische Zentralstelle fuer Entwicklungshilfe E. 1998.menghubungkan pengusaha mikro-kecil dengan bank .Bantuan sarana .Jawa Timur (2 kabupaten) .konsultasi European Union Desember 1998-Jawa Barat (3 kecamatan) .Menghubungkan pengusaha kecil.Oktober NCOS (Belgium).Penyediaan dukungan pasar Economic .Bali (6 kabupaten) Usaha mikro.Seminar Small Scale Enterprise Development . menengah dan besar .2001 Yayasan Daya Pertiwi (Jawa Timur) . Desember 2003 .Penyaluran dana bergulir .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.

Keberlangsungan proyek kurang terjamin karena keterbatasan pengetahuan NGO mitra dan kemampuan penerima manfaat .Terjadi kesalahan targeting Potensi 6.Penciptaan lapangan pekerjaan .2 Children in Jermal Fishing Platform (Pekerja Anak di Jermal) . Jepara). Para pekerja anak di jermal (Kabupaten Langkat.No. tetapi dilanjutkan kembali tahun 2003 " Lembaga Penelitian SMERU.Pelatihan capacity building . tingkat lokal Jateng (Semarang.Pemantauan pekerja anak .advokasi Pelaksana Waktu ILO bekerjasama 1998-2001 dengan NGO lokal Wilayah 5 provinsi: Sumatra Selatan. Sulawesi Tengah.Membentuk Forum Daerah .Perempuan pekerja sektor informal di desa/kota . Jawa Barat.Penelitian .Penciptaan pendapatan ILO bekerjasama Mulai Desember 1999 dengan Pemerintah Daerah Sumatra Utara Sumatra Utara.Perempuan miskin Selesai kepala rumah tangga . Desember 2003 . Deli Serdang. Labuhan Batu dan Simalungun) Penyedia BDS di 5 provinsi: Jakarta. Jabar.1 Business Development Centre (BDC) Mendirikan pusat pengembangan usaha (BDC) bekerjasama dengan penyedia jasa pengembangan usaha (BDS) di tingkat lokal 1997-2002 SwisscontactPenyedia BDS di tingkat lokal Selesai 7.Mempersiapkan Dewan Usaha Kecil di Yogyakarta dan Salatiga sejak 2002 Swisscontact bekerja sama dengan berbagai institusi 1997-2002 Para stakeholder Program ini yang terkait dengan sebenarnya telah UKM selesai pada tahun 2002. Jatim.1 Expansion of Employment Opportunities for Women (Proyek Perluasan Kesempatan Kerja untuk Perempuan) Jenis Kegiatan .Penelitian dan dokumentasi . Sulawesi Tenggara Sasaran Status saat ini .Peningkatan wawasan .Pengembangan kapasitas .Perempuan pekerja sektor formal di kota Masih berjalan Masalah . Sulawesi Selatan Beberapa daerah di Indonesia Melalui program ini diharapkan jermal akan terbebas dari pekerja anak pada akhir fase kedua tahun 2004 7.Memfasilitasi dialog kebijakan . Swisscontact 7.Penyaluran dana bergulir . Kalimantan Tengah.2 SHARE Program . Asahan.Pembentukan koperasi . Nama Upaya 6.

Merancang situs www. Jawa Timur. menyebabkan upaya ini tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh mereka.4 Quality Improvement (Peningkatkan Kualitas Penyedia BDS) The Information Platform (Sarana Pertukaran Informasi) .Melakukan disseminasi informasi Swisscontact melalui berbagai media .3 Voucher Program Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan voucher . Jawa Tengah.Pelatihan Kelembagaan BRI .1 Pengembangan . 8.BPR Masih berjalan " Lembaga Penelitian SMERU. Nama Upaya 7.2 Dukungan pada UKM dalam mengakses kredit dan layanan berusaha . Desember 2003 .5 .No.Pelatihan .Penelitian . USAID 8.potongan Swisscontact harga.pada UKM untuk memanfaatkan jasa yang disediakan oleh penyedia BDS (penyediaan kartu diskon untuk mengikuti pelatihan) Waktu 1999-2001 Wilayah Tahun 1999: Jawa Timur.Advokasi kebijakan USAID dan BRI Juli 2002-Juli 2003 Personil BRI Unit Desa Selesai USAID dan The Asia Foundation Juli 1997-Juli 2004 . jenis layanan dan pihak-pihak penyelenggaranya. 7.Penelitian Unit Desa 8. Sumatra dan Sulawesi Para penyedia BDS Masih berjalan 7.Fasilitasi pembentukan jaringan kerja .com Mulai tahun 2003 Para penyedia BDS Masih berjalan dan UKM Terbatasnya akses para pengusaha kecil dan menengah pada layanan internet.jasakami.UKM .Jasa konsultasi Swisscontact Mulai tahun 2002 Jabotabek.Membentuk forum regional UKM .Lokakarya . tahun 2001: Jabotabek Sasaran Status saat ini Masalah Secara kuantitatif daya Para penyedia BDS Selesai serap program ini kecil dan UKM (karena hanya dimaksudnya sebagai pilot program) Potensi Menambah pengetahuan pengusaha kecil tentang keberadaan BDS.

Majalengka Maluku Sasaran Pengusaha mikro dan menengah sektor industri sutera Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 8. Nama Upaya 8. Wilayah .Tasikmalaya .Bandung .Garut .Pembangunan kapasitas LSM mitra USAID dan Mercy April 2003Maret 2004 lokal Corps .Cianjur .Kuningan .Pengumpulkan informasi tentang efektifitas bantuan Masyarakat korban Masih berjalan konflik Maluku "! Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .Penyaluran kredit mikro International .3 SAMBA (Silk and Micro-enterprise Development in Bandung Raya) Jenis Kegiatan Mengembangkan pasar jasa keuangan dan non-keuangan Pelaksana USAID dan Universitas Bandung Raya Waktu Januari 2002Januari 2004.Sukabumi .4 The Maluku Economic Opportunity .Sumedang .No.

pembentukan sistem pendukung KM .Pelatihan pengusaha kecil dan .perumusan kebijakan nasional keuangan mikro (KM) .1 Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM Indonesia) Jenis Kegiatan Mendorong dan berpartisipasi aktif dalam: .Memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan pengusaha UKM.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . . IWAPI .peningkatan kapasitas pengembangan KM . baik yang memiliki usaha maupun belum.Membangun jaringan kerja menengah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Tahun 1975 Seluruh .Pengumpulan data dan monitoring perkembangan KM Pelaksana Sekretariat Gema PKM Indonesia Waktu Wilayah Sasaran Keluarga miskin yang mempunyai usaha mikro terutama wanita Status saat ini Masih berjalan Masalah .Belum adanya regulatory framework untuk KM Potensi .Advokasi 2.Sebagai forum belajar bersama di antara para stakeholders tentang keuangan mikro dan problematikanya Tahun 2000 Seluruh – sekarang Indonesia 2.sekarang provinsi di Indonesia Seluruh wanita pengusaha kecil (termasuk mikro) dan menengah.Pusat Pendidikan mampu mendorong orang untuk mengembangkan usaha dan mendirikan usaha baru yang menyerap tenaga kerja "" Lembaga Penelitian SMERU. GEMA PKM Indonesia 1. . Masih berjalan Minimnya sumberdaya manusia yang tersedia .Minimnya dana operasional .Memotivasi stakeholders untuk menyediakan kredit mikro yang mudah diakses usaha mikro/ kecil sehingga mereka dapat berkembang dan menjadi instrumen yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan.Belum adanya pehamanan bersama tentang kredit mikro. masyarakat luas. . Desember 2003 .1 Pemberdayaan dan penguatan perempuan . Khusus kursus dapat diikuti oleh anggota. Nama Upaya 1. laki-laki dan perempuan.2003 Kelompok Lembaga Lain No. .Minimnya tenaga tetap untuk mengelola pelaksanaan program .Belum adanya kebijakan nasional di bidang KM.kerjasama antar stakeholder untuk pengembangan KM .

"# Lembaga Penelitian SMERU. pembinaan. Nama Upaya 2. Koperasi Annisa Muslimat NU 3. dan Manulife Tahun 2001 3 provinsi . 40 kabupaten/ kota (Jawa Timur 36.Memprakarsai credit circle Pemberian pinjaman modal usaha (credit circle) Pelaksana CIDA.Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan . baik memiliki usaha maupun tidak . Desember 2003 . Sulawesi Selatan -2. Sulawesi Selatan.Meningkatkan akses UKM terhadap lembaga dana .Bantuan teknis (pelatihan.No.Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster PEP.Kurangnya dana sehingga banyak anggota yang belum mendapat pinjaman 80% anggota yang belum mendapatkan bantuan upaya sangat berminat pada upaya ini. Sulawesi Selatan. monitoring. Sumatera Barat -1.2 Proyek Pelaksanaan Private Enterprise Participation (PEP) 2.Ada anggota yang menunda angsuran Potensi .Kelemahan komunikasi tertulis dari kader .Meningkatkan efisiensi dan efektifitas BDS (IWAPI & Kadinda) dalam melayani kebutuhan UKM Usaha kecil yang bermitra dapat berkembang dengan baik 3.Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan .Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster .sekarang Annisa Muslimat NU beserta cabangcabangnya di tingkat kabupaten 4 provinsi. IWAPI dan Kadinda Waktu Wilayah Tahun 1997 5 provinsi .Memprakarsai dan melakukan desentralisasi (franchising ) Pusat Pendidikan IWAPI ke cabang IWAPI tingkat provinsi .Lokakarya . Jawa Timur dan Bali) Sasaran Usaha kecil atau perorangan perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan atas dasar lokasi atau spesialisasi usaha Status saat ini Masalah Masih berjalan . Lampung -1) Semua anggota Masih berjalan Muslimat NU (semua perempuan) yang menjadi anggota koperasi Annisa.3 PEP-IWAPI-Manulife Micro Credit Program Jenis Kegiatan .sekarang (Sumatera Utara. dan merupakan potensi untuk perguliran dana. dan Jawa Timur) Masih berjalan Usaha kecil perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan dalam klaster dan dibina melalui proyek PEP .Memperkuat UKM sehingga meningkatkan kesempatan kerja .sekarang (Sumatera Utara. Sulawesi Utara. IWAPI. peningkatan akses terhadap dana) .1 Usaha Simpan Pinjam Pemberian pinjaman Koperasi Annisa (melalui kegiatan simpan Muslimat NU pinjam) Tahun 1998 Koperasi .

pemilihan dan pengembangan klaster ekonomi (c) perencanaan strategi pemberdayaan produsen dan kelompoknya . KPEL 4. baik yang sudah mempunyai kegiatan usaha maupun belum Mengembangkan . Pengembangan UP2K membimbing.Produsen / pengusaha .Konsumen .Di tingkat lokal kemitraan masih dipandang skeptis .Kemitraan belum sustainable/ berkesinambungan .Terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan kelompok di bidang usaha ekonomi "$ Lembaga Penelitian SMERU. mengevaluasi dan mengawasi (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) pelaksanaan UP2K . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.Wilayah replikasi 9 provinsi.Pemasok Status saat ini Masih berjalan Masalah .Pemerintah daerah .Menggerakkan. Desember 2003 .Dokumentasi dan diseminasi instrumen pendekatan KPEL 5.No.1 Kemitraan bagi -Fasilitasi pelaksanaan Pengembangan KPEL di daerah replikasi Ekonomi Lokal (KPEL) (a) pembentukan forum kemitraan (b) perencanaan strategi identifikasi. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 5.1 Pembinaan dan . .Banyak Pemda berminat mengembangkan KPEL . membina. 32 kota/ kabupaten TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Tahun anggaran 1985/1986 – sekarang Desa dan kelurahan di seluruh Indonesia Masih berjalan Keluarga yang berpenghasilan rendah. meliputi: .Wilayah pilot .sekarang 6 provinsi.Belum adanya kebijakan nasional tentang pengembangan ekonomi lokal Potensi .Pemberian bantuan modal Pelaksana Sekretariat KPEL Waktu Wilayah Sasaran Pihak-pihak yang terkait dengan klaster komoditi.Dukungan Pemda cukup besar utk pengembangan KPEL Tahun 1998 . 19 kab.Metoda KPEL akan diterapkan pada pedagang informal di perkotaan.Terbatas dan belum intensifnya pelatihan teknis industri dan kerajinan . .Kurangnya kader di kegiatan usaha rumah desa/kelurahan yang mempunyai kemampuan tangga anggota UP2K menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan UP2K-PKK .

Menjadi intermediary yang paling bertanggung jawab secara sosial dalam perkreditan rakyat. Desember 2003 .000 klien (60% perempuan) thn 2006 .3 provinsi .Upaya ini dan upaya kredit komersial dapat mencapai 300. Jawa Barat) "% Lembaga Penelitian SMERU.Memberdayakan peranan perempuan prasejahtera di wilayah sedang berkembang . 5 Perempuan miskin Masih berjalan sekarang kabupaten yang memiliki (Jawa Timur.1 Kredit Khusus untuk Masyarakat Miskin Tanpa Agunan (Kusuma) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Secara umum tidak terdapat masalah dalam pelaksanaan upaya ini.Pemberian pelatihan bersama BPR milik dan rekanan April 2001 .Pemberian pinjaman modal PT Ukabima . Nama Upaya 6. . PT Ukabima 6. usaha mikro Jawa Tengah. Hanya ditemukan beberapa kasus berkaitan dengan pengembalian di tingkat pelaksana dan penerima upaya Potensi .No.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->