Lembaga Penelitian SMERU Laporan Penelitian

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997-2003

Kerjasama Lembaga Penelitian SMERU dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan 

0802-07 

Temuan, pandangan dan interpretasi dalam laporan ini digali oleh masing-masing individu dan tidak berhubungan atau mewakili Lembaga Penelitian SMERU maupun lembagalembaga yang mendanai kegiatan dan pelaporan SMERU. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi kami di nomor telepon: 62-21-31936336; Faks: 62-21-31930850; E-mail: smeru@smeru.or.id; Web: www.smeru.or.id

Tim Peneliti
Koordinator: Hastuti

Penasehat: Sudarno Sumarto Asep Suryahadi Sri Kusumastuti Rahayu

Peneliti: Rizki Filaili Agus Priambada Akhmadi Bambang Soelaksono Hariyanti Sadaly Vita Febriani Wawan Munawar

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

PRAKATA
Buku ini merupakan salah satu dari tiga buku laporan hasil studi tentang Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro yang telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian SMERU dalam rangka memenuhi permintaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan guna mengisi kebutuhan informasi tentang keberadaan upaya penguatan usaha mikro dan gambaran umum tentang usaha mikro itu sendiri, khususnya usaha mikro perempuan. Hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro disampaikan dalam tiga buku berbeda yaitu: Buku I: Buku II: Buku III: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 – 2003 menyajikan upaya/program/proyek/kegiatan/aktivitas yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga, yaitu lembaga pemerintah, organisasi non pemerintah (Ornop) lokal dan internasional, perusahaan dan koperasi, perbankan, lembaga donor, dan lembaga lainnya, dalam rangka memperkuat usaha mikro. Karena umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil, atau upaya yang ditujukan untuk usaha mikro biasanya juga dapat diakses oleh usaha kecil dan sebaliknya, maka upaya untuk usaha kecil dimasukkan ke dalam upaya yang dipetakan. Peta Upaya ini diharapkan antara lain dapat menjadi acuan bagi berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil, dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatannya. Di samping itu dapat juga dijadikan acuan awal untuk menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. Buku II: Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota menyajikan hasil penelitian lapangan tentang verifikasi keberadaan upaya dan keberadaan usaha mikro, termasuk usaha mikro perempuan, di tingkat lapangan. Penelitian lapangan dilakukan pada September/Oktober 2003 secara serentak di enam kabupaten/kota, yaitu di Kota Padang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Bantul, Kota Surabaya, dan Kota Makassar. Penelitian Lapangan dilakukan dalam rangka melengkapi informasi peta upaya penguatan usaha mikro/kecil di tingkat pusat. Melalui penelitian lapangan diperoleh gambaran umum tentang keberadaan dan pelaksanaan upaya penguatan usaha mikro/kecil tertentu serta dampaknya terhadap perkembangan usaha mikro di wilayah sampel, dan akses usaha mikro/kecil, termasuk usaha mikro/kecil perempuan, terhadap upaya penguatan. Data keberadaan usaha mikro, khususnya usaha mikro perempuan, sangat diperlukan. Namun mengingat data tentang keberadaan usaha mikro di Indonesia belum tersedia, maka indikasi keberadaan usaha mikro untuk sementara dapat didekati melalui kegiatan pemetaan ini yang dilengkapi dengan verifikasi upaya di tingkat kabupaten/kota ditelusur sampai ke tingkat usaha mikro. Meskipun demikian, pada dasarnya data keberadaan (jumlah, jenis usaha, dan lain-lain) usaha mikro hanya dapat diperoleh melalui pendataan dalam bentuk sensus.

i

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Pendataan seperti ini tentu saja memerlukan biaya besar, waktu yang lama, serta tenaga dan pemikiran yang mendalam. Dengan berlakunya otonomi daerah, kegiatan pendataan usaha mikro membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah kabupaten/kota. Buku III: Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan alternatif acuan bagi pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melakukan pengumpulan data usaha mikro dan peranan perempuan pada usaha tersebut di wilayahnya masing-masing. Melalui buku ini diharapkan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mempunyai kesamaan atau standard yang memadai perihal muatan atau subtansi dari kondisi usaha mikro. Pedoman ini tidak menutup kemungkinan dilakukan pengembangan pertanyaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pemerintah daerah, terutama dalam hal pengembangan muatan dan kondisi keuangan pemerintah daerah yang sangat berbeda-beda. Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam memperoleh data yang objektif dan up to date sebagai bahan kebijakan pemerintah daerah dan evaluasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai. Sebagai penutup, kami berharap hasil kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pemerintah, lembaga non pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan siapa saja yang selama ini menaruh perhatian terhadap upaya penguatan usaha mikro, dan khususnya yang dikelola perempuan, serta bagi peningkatan upaya penguatan usaha mikro di masa datang. Kegiatan ini merupakan satu upaya awal pemetaan dan pendataan yang lebih rinci. Kami membuka diri terhadap saran dan kritik atas hasil penelitian ini, yang dapat disampaikan melalui email/website kami: smeru@smeru.or.id atau www.smeru.or.id

Jakarta, Desember 2003 Peneliti

ii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

UCAPAN TERIMA KASIH
Kami menyampaikan penghargaan kepada Ibu Nurlini Kasri, Deputi Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Ibu Sulikanti Agusni, Asisten Deputi (Asdep) Urusan Ekonomi Keluarga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah memberikan kesempatan, dukungan, dan bimbingan teknis selama kegiatan ini berlangsung. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Luli Altruiswati, Ibu Santi Herliana dan Bapak Purwo Adi Prasetyo dari Asdep Urusan Ekonomi Keluarga atas dukungan yang diberikan, juga kepada Bapak Heru Prasetyo Kasidi, Kepala Biro Perencanaan dan Ibu Agustina Erni, atas saran, kritik, dan masukan yang diberikan sejak perencanaan kegiatan dilakukan Penghargaan yang tinggi juga kami berikan kepada para nara sumber di lembaga yang telah bersedia memberikan informasi tentang upaya penguatan usaha mikro, baik lembaga pemerintah, non-pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan lembaga lain di tingkat pusat, pemerintah daerah, serta responden dan informan di lapangan. Tanpa ijin dan kontribusi dari Ibu/Bapak, studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro ini tidak akan terwujud. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Mitra Kerja di lembaga pelaksana upaya di tingkat pusat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang dengan kesabaran dan keuletannya telah menjembatani para Peneliti dengan para nara sumber. Demikian juga kepada Mitra Kerja lepas yang turut mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga, yakni Yusuf Suharso, Dewi Meiyani, Inca Juanita, M. Hendrik A., Budi Yana Saefullah, dan Sri Mastuti. Kami menyadari bahwa hasil kegiatan ini kurang sempurna apabila tidak ada bantuan pengolahan data dari Luluk Kholisoh Nurona dan Maemunah, bantuan tata letak laporan dari Mona Sintia dan dukungan administrasi dari seluruh Staf Administrasi Lembaga Penelitian SMERU. Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan penghargaan kepada para peserta Pemaparan dan Diskusi rencana kegiatan Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro pada bulan Juli 2003 dan Pemaparan dan Diskusi Hasil pada bulan Nopember 2003 di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, atas komentar konstruktifnya sehingga hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro menjadi lebih baik.

Jakarta, Desember 2003 Tim Peneliti

iii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

DAFTAR ISI
Halaman PRAKATA UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Metode Penelitian 1.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan DEFINISI 2.1 Upaya 2.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL i iii iv 1 1 3 3 6 7 7 7 10

II.

III.

iv

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Disamping itu. dan belum ada angka pasti tingkat keterlibatan perempuan dalam usaha mikro. 3 Juni 2003. Jakarta Post. 2001). serapan tenaga kerja antara kurun waktu sebelum krisis dan ketika krisis berlangsung tidak banyak berubah. Indikatornya antara lain. 2 3 4 1 Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 . serta cenderung berorientasi pada pasar lokal. tingkat modal dan kadang akses terhadap kredit yang rendah. Usaha mikro dan usaha kecil sulit untuk dipisahkan karena dalam beberapa hal mempunyai ciri dan sifat yang hampir sama. Pada tahun yang sama sumbangan usaha kecil terhadap total PDB mencapai 39.2 Sebagai gambaran. Lihat diantaranya dalam Media Indonesia. mencapai 65. ADB. sehingga banyak lembaga dan banyak studi masih meletakkan usaha mikro dalam satu kelompok dengan usaha kecil. usaha mikro dan usaha kecil telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. 1. yaitu sekitar 40%. Lebih jauh lagi. Usaha mikro banyak diminati oleh perempuan dengan pertimbangan bahwa usaha ini dapat menopang kehidupan rumah tangga dan dapat memenuhi kebutuhan pengembangan diri (Sumampouw. Usaha mikro. dalam: http://www. 26 Mei 2003. Kegiatan usaha mikro dan usaha kecil tidak terlepas dari peran kaum perempuan.org/Documents/Books/Microenterprise/microenterprise. Jakarta 2002 Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.38% dari tenaga kerja yang diserap sektor perindustrian nasional. Empowering Women and Coping with Financial Crisis: An Exploratory Study of Zimbabwean Microenterprenuers. Seiring dengan bertambahnya pendapatan 1 Dapat dilihat antara lain pada Microenterprise Development: Not by Credit Alone. usaha mikro juga merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi lokal dan mampu memberdayakan kaum perempuan dalam meningkatkan bargaining position perempuan dan keluarga. usaha mikro dan usaha kecil telah berperan sebagai buffer dan katup pengaman (savety valve) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan alternatif lapangan pekerjaan bagi para pekerja sektor formal yang terkena dampak krisis3. bersama dengan usaha kecil.usaidmicro. Meskipun sulit untuk memisahkan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. penyediaan barang dan jasa dengan harga murah. Studi-studi yang dilakukan di beberapa negara menunjukkan bahwa usaha mikro mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi.I. penyerapan tenaga kerja melalui penciptaan lapangan pekerjaan. yang antara lain ditunjukkan oleh penggunaan teknologi yang relatif sederhana.org/pdfs/aims/Empowering Women (zimbabwe).1 Latar Belakang PENDAHULUAN Usaha mikro tergolong jenis usaha marginal.adb.1 Di Indonesia. diperkirakan porsinya cukup besar dan sebanding dengan porsi perempuan dalam usaha kecil.pdf. bekerja sama dengan Lembaga Demogfrafi. juga mampu bertahan menghadapi goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Laporan ILO “Dimensi Gender dalam Kiris Ekonomi”. serta mengatasi masalah kemiskinan. UI.93% (BPS. 2000).pdf.4 Kiprah perempuan dalam perekonomian keluarga dan nasional menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan secara keseluruhan. tenaga kerja yang diserap industri rumah tangga (yang merupakan bagian dari usaha mikro sektor perindustrian) dan industri kecil pada tahun 2000. dalam: http://www. dan pengaruh negatif dari krisis terhadap pertumbuhan jumlah usaha mikro dan kecil adalah lebih rendah dibanding pada usaha menengah dan besar.

5 Partisipasi perempuan merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan.2 Tujuan 1. FEUI 2000. Namun demikian hingga kini sulit memastikan seberapa besar upaya yang telah dilakukan dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi perempuan. belum diketahui secara pasti apakah upaya-upaya tersebut dilaksanakan tumpang tindih yang pada akhirnya justru mempengaruhi efisiensi dan efektivitas upaya-upaya tersebut.2003. hal. Sebagian besar perempuan masih berkiprah di sektor informal atau pekerjaan yang tidak memerlukan kualitas pengetahuan dan ketrampilan yang spesifik. Meskipun demikian. Dilihat dari akses terhadap kredit.5 dan pada "Penerapan Upah Minimum di Jabotabek dan Bandung". 11% dibandingkan laki-laki. menemukan bahwa penetapan upah pekerja tidak didasarkan pada perbedaan jender. 7 2 Lembaga Penelitian SMERU. Brahmantio Isdijoso dan Sri Sulandjari: "SME clusters in Indonesia: An Analysis of Growth Dynamics and Employment Conditions". Beberapa studi mengindikasikan upah perempuan lebih rendah dari laki-laki. hasil penelitian dari SMERU pada "Aspek KetenagakerSemasa Krisis Ekonomi". masa kerja. lembaga donor. Pekerjaan ini biasanya kurang memberikan jaminan perlindungan secara hukum dan jaminan kesejahteraan yang memadai.6 Salah satu studi memberikan gambaran upah perempuan sekitar 70% dari upah laki-laki.7/Agustus 1999. pengusaha perempuan diperkirakan mempunyai akses yang lebih kecil. Oleh karena itu penting untuk mengetahui sedini mungkin peta upaya-upaya dimaksud. Posisi tawar mereka berubah dan pendapat mereka mulai diperhitungkan dalam setiap proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Memetakan upaya penguatan usaha mikro (UPUM) dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga/individu pada kurun waktu 1997 . dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatan serta menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. 5 ADB Report. maka kemampuan dan kesempatan mereka bernegosiasi dalam rumah tanggapun meningkat. kesempatan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada masih sangat terbatas. Upaya ini diketahui telah banyak dilakukan. lembaga swasta. Walaupun demikian. Desember 2003 . Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. 2. lembaga perbankan. antara lain dilakukan melalui upaya/program/proyek/ kegiatan/aktivitas penguatan usaha mikro. dimana mereka menjalankan fungsi reproduksi. Upaya pengembangan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan ini menjadi penting. 1. dan tingkat jabatan pekerja. melainkan pada jenis pekerjaan yang dilakukan. dan fungsi sosial di masyarakat. Upaya tersebut dilakukan di tingkat nasional ataupun tingkat regional. produksi. kerjasama dengan ILO. 2001. 6 Diantaranya adalah studi tentang "Industri Keramik di Plered" oleh Henry Sandee yang menyatakan bahwa pada industri keramik di Plered lebih banyak mempekerjakan perempuan karena upah mereka lebih rendah 25% dari pada laki-laki. Memberi acuan awal kepada berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil. Selain itu.perempuan atau akses perempuan kepada sumber-sumber daya ekonomi lewat usaha ini. karena perempuan mempunyai kendala-kendala tertentu yang berkaitan dengan “tripple burden of women”. yang berarti bahwa upah perempuan tidak selalu lebih rendah dari laki-laki. 14%. dalam SMERU Newsletter No. lembaga non-pemerintah. Jakarta 2002 dan studi tentang "Dimensi Gender dalam Krisis Ekonomi" yang dilakukan atas kerjasama ILO Manila dengan Lembaga Demografi. baik oleh lembaga pemerintah.7 Mengingat porsi perempuan dalam usaha mikro cukup menonjol. maka peningkatan ekonomi perempuan. maupun lembaga atau individu lain. disamping kondisi kerja yang memprihatinkan serta pendapatan yang rendah. loc cit.

Daftar isian tersebut antara lain memuat informasi tentang: (1) pelaksana. . Tim Peneliti bekerjasama dengan Mitra Kerja di setiap lembaga yang memiliki upaya dan Mitra Kerja lepas untuk mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga. tetapi hasil temuan lapangan mengindikasikan 6 lembaga diantaranya (cetak miring) tidak memiliki upaya:  %DSSHQDV  . Penggalian informasi dilakukan dengan menggunakan daftar isian yang telah dipersiapkan. 10 S 13 perusahaan swasta nasional maupun asing.1.RSHUDVL 8. di tingkat pusat. ternyata 3 lembaga tidak memiliki upaya. dan (9) potensi di masa mendatang.0 'HSW .RP . (3) jenis upaya. Informasi yang digali merupakan data setiap upaya penguatan usaha mikro yang dilaksanakan sejak tahun 1997. (8) status saat ini.HODXWDQ 3HULNDQDQ %337 %36 9 Melalui jaringan lembaga non-pemerintah.HVHKDWDQ . Desember 2003 . sebagaimana tertuang dalam Tabel 1. BUMN. . Penggalian informasi dan pengolahan upaya penguatan usaha mikro di tingkat pemerintah pusat dilakukan pada Juni – Nopember 2003. 10 3 Lembaga Penelitian SMERU..%801   'HS. (5) sasaran. Guna mempercepat kegiatan pemetaan dan mengoptimalkan hasil. Setelah dilakukan penelitian.LPSUDVZ  LO 'HSQDNHUWUDQV . . (7) masalah.QIRUPDVL 'HS3HUWDQLDQ %. (6) waktu.%1 'HSHULQGDJ       'HS. S 7 lembaga perbankan pemerintah maupun swasta. S 8 lembaga donor. 8 Pada awalnya Peneliti melakukan pemetaan di 18 lembaga pemerintah/departemen/kementrian. yaitu meliputi: 8 S 18 lembaga pemerintah.. yaitu: menggali informasi dan mencatat upaya penguatan usaha mikro dan upaya penguatan usaha kecil yang dapat dimanfaatkan oleh usaha mikro. Informasi yang menjadi acuan utama ini digali dari lembaga dan individu yang mempunyai peran yang signifikan dalam upaya penguatan usaha mikro. dan S 6 lembaga atau individu lainnya. (4) wilayah. (2) nama upaya.RRUG .3 Metode Penelitian Studi pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan metoda kualitatif. 9 S 20 lembaga non-pemerintah.HVUD  'HSGDJUL  'HSVRV    'HS.HXDQJDQ 'HSGLNQDV   . dan koperasi.

Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Perbankan 5.Tabel 1. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga non-Pemerintah 3. Desember 2003 . Mitra Kerja untuk/dari Perusahaan Swasta 4. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga lain 4 Lembaga Penelitian SMERU. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Pemerintah 2. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Donor 6. Mekanisme Kerja Pemetaan Upaya Penguatan Ekonomi Mikro dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Perempuan Lembaga Penelitian SMERU Pemimpin Tim (Peneliti) ÅÆ Kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan Sekretariat (Sekretaris) TimPeneliti: Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ Mitra Kerja: 1.

sulit membedakan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. Hal ini karena masih terdapat pengertian yang rancu antara usaha mikro dan usaha kecil. lembaga perbankan. umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil. pemetaan ini tidak dibatasi pada upaya yang ditujukan pada usaha mikro saja tetapi juga termasuk upaya untuk usaha kecil. Desember 2003 . 5 Lembaga Penelitian SMERU. Upaya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetapi pada periode 1997 – 2003 dinyatakan masih berlangsung di tingkat masyarakat (misalnya upaya yang dilakukan melalui perguliran dana) tetap akan menjadi jenis upaya yang dipetakan. lembaga non-pemerintah. (3) sasaran. dan (5) potensi dari setiap upaya penguatan usaha mikro. Memetakan upaya/program/kegiatan penguatan yang dinyatakan ditujukan kepada usaha mikro dan yang ditujukan kepada usaha kecil tetapi dapat diakses oleh usaha mikro yang dilakukan oleh lembaga-lembaga/individu di tingkat nasional. dan sebaliknya. baik lembaga pemerintah. lembaga swasta. Karena latar belakang tersebut maka studi ini mempunyai ruang lingkup: 1. (4) masalah. Hasil pemetaan akan mencakup pemetaan: (1) jenis. maupun lembaga atau individu lainnya. 2. Rentang waktu upaya yang dipetakan adalah yang dilaksanakan sejak tahun 1997 hingga studi ini dilakukan. (2) wilayah. lembaga donor. Hal tersebut karena berdasarkan pengalaman. Di samping itu.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan Ruang lingkup studi ini tidak dibatasi pada pemetaan upaya penguatan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan atau mempunyai mayoritas tenaga kerja perempuan. tahun 2003. dan kadangkala suatu upaya yang ditujukan untuk usaha mikro pada kenyataannya dimanfaatkan oleh usaha kecil. Umumnya usaha mikro dilakukan secara bersama-sama oleh anggota keluarga (suami istri).1.

000 per tahun.12 11 SK Menteri Keuangan RI No. op cit. S ADB: Usaha mikro adalah usaha-usaha non-pertanian yang mempekerjakan kurang dari 10 orang termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga. Upaya penguatan usaha mikro (UPUM) adalah usaha/program/ proyek/kegiatan/aktivitas untuk menguatkan usaha mikro yang dapat diwujudkan dalam berbagai jenis kegiatan. ikhtiar untuk memecahkan persoalan. antara lain: S BPS Industri kerajinan rumah tangga yaitu perusahaan/usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 1-4 orang. antara lain: S Permodalan.06/2003.40/KMK. 12 6 Lembaga Penelitian SMERU.II. mencari jalan keluar. S Departemen Perindustrian dan Perdagangan: Industri-Dagang Mikro adalah industri-perdagangan yang mempunyai tenaga kerja 14 orang. sedangkan usaha kecil memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1 milyar per tahun.11 S Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Usaha mikro dan usaha kecil adalah suatu badan usaha milik WNI baik perorangan maupun berbadan hukum yang memiliki kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) sebanyak-banyaknya Rp200 juta dan atau mempunyai omzet/nilai output atau hasil penjualan rata-rata per tahun sebanyak-banyaknya Rp1 milyar dan usaha tersebut berdiri sendiri. S Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional Pengusaha mikro adalah pemilik atau pelaku kegiatan usaha skala mikro di semua sektor ekonomi dengan kekayaaan di luar tanah dan bangunan maksimum Rp25 juta.1 Upaya DEFINISI Upaya adalah usaha.000. akal. S Departemen Keuangan: Usaha mikro adalah usaha produktif milik keluarga atau perorangan WNI yang memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. Desember 2003 . sedangkan industri kecil mempekerjakan 5 -19 orang.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil Terdapat beberapa pengertian usaha mikro yang diberikan oleh beberapa lembaga. dan lainnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI 1999). ADB Report. 2. melalui pemberian kredit S Pelatihan S Pendampingan dan fasilitator S Bantuan teknis dan konsultasi S Penyediaan informasi S Penelitian 2.

pdf 7 Lembaga Penelitian SMERU. aset minim.org/About 14 Riley. dan .. dan tidak membayar pajak. kemampuan manajerial rendah.000. menggunakan teknologi tradisional.1998. dan berorientasi pasar lokal. Desember 2003 . Small Enterprise and Rural Finance st in Sub Saharan Africa:The World Bank’s Strategy.40/KMK. West Bank and Gaza Microenterprise Project http://web. William F. memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100 juta per tahun. maksimal Rp25 juta.13 S Bank Dunia: Usaha mikro merupakan usaha gabungan (partnership) atau usaha keluarga dengan tenaga kerja kurang dari 10 orang.worldbank.worldbank. Usaha mikro sering merupakan usaha tingkat survival (usaha untuk mempertahankan hidup – survival level activities). Self-Employed for The Unemployed. Kadangkala hanya melibatkan 1 orang. maka dalam melakukan Pemetaan UPUM ini. Kepemilikan aset dan pendapatannya terbatas. antara lain mempekerjakan paling banyak 10 orang pekerja. S Farbman dan Lessik (1989): Usaha mikro mempunyai karakteristik.contentMDK:20026975~menuPK:34471~pagePK:40651~piPK:40653~theSitePK:4607. lokasi kerja biasanya di rumah. March 31 . Berdasarkan beberapa pengertian diatas. yaitu: .S USAID: Usaha mikro adalah kegiatan bisnis yang mempekerjakan maksimal 10 orang pegawai termasuk anggota keluarga yang tidak dibayar. World Bank Newsletter. antara lain usaha dengan maksimal 10 orang pekerja.html. yang kebutuhan keuangannya dipenuhi oleh tabungan dan pinjaman berskala kecil. merupakan usaha keluarga dan menggunakan tenaga kerja keluarga.06/2003 yang menyebutkan bahwa usaha mikro memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. yaitu pemilik yang sekaligus menjadi pekerja. Beberapa alasan yang melatarbelakangi penggunaan definisi tersebut dalam studi ini.usaidmicro. menggunakan teknologi sederhana. Experiences in OECD and Transitional Economics. 13 http://www.00. termasuk di dalamnya usaha yang hanya dikerjakan oleh satu orang yang sekaligus bertindak sebagai pemilik (self-employed).Sesuai dengan SK Menteri Keuangan RI No.Mengacu pada definisi Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional dan diperkuat dengan pengamatan lapangan Lembaga Penelitian SMERU: aset di luar tanah dan bangunan. termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga. Development of Micro. berskala kecil.14 S ILO: Usaha mikro di negara berkembang mempunyai karakteristik. http://wwwwds.000 per tahun. pengertian Usaha Mikro yang digunakan adalah sebagai berikut: Usaha non pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang mempekerjakan paling banyak 10 pekerja. Sandra Wilson and Avril V Adams (1994). Thyra A and Steel. World Bank Discussion Paper no 263.Mengacu pada definisi internasional tentang usaha mikro yang umumnya menyatakan bahwa pekerjanya maksimal 10 orang.org/servlet/WDSContentServer/WDSP/IB/2000/10/19/000009265_3970311124051/Re ndered/PDF/multi_page. .org/WBSITE/EXTERNAL/NEWS/ 0. dan mempunyai aset di luar tanah dan bangunan paling banyak Rp25 juta.

9. 4. 10. A. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) Yayasan Mitra Usaha (YMU) Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) Yayasan Permata Hati YPM Kesuma Multi Guna B. 8. 3.III. 15. 5. Desember 2003 . 4. 7. 11. 13. 2. 16. 14. 5. Kelompok Organisasi Non-Pemerintah 1. 11. 4. 1. 12. 10. 6. 6. 3. Kelompok Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Departemen Pertanian (Deptan) Departemen Sosial (Depsos) Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi (Depnakertrans) Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) II. Ornop Internasional Care International Indonesia Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia Christian Children Fund Indonesia (CCF) Mercy Corps 1. 7. 3. 8 Lembaga Penelitian SMERU. 13. 12. PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO 3. 2. 2. 8. Ornop Lokal Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Bina Desa Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) Bina Swadaya Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) Lembaga Penelitian.1 Daftar Lembaga yang Upayanya Dipetakan I. 9.

6. Bank Indonesia Bank Bukopin Bank Central Asia (BCA) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Niaga Bank Rakyat Indonesia (BRI) V. 4. Asian Development Bank (ADB) The Asia Foundation Australian Agency for International Development (AusAID) Bank Dunia The European Union International Labour Organization (ILO) Swisscontact United State Agency for International Development (USAID) VI. 4. 4. Kelompok Lembaga Perbankan 1. 2. 4. 6. 5. 10. 1. 9. 8. 5. 6. Kelompok Lembaga Donor 1. 2. Bahana Artha Ventura Koperasi Bina Masyarakat Mandiri PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) PT ISM Bogasari Flour Mills Pertamina PT Pos Indonesia (Persero) PT Pupuk Kaltim Tbk PT Sucofindo PT Unilever Indonesia IV. 6. 5.III. 7. 2. Kelompok Perusahaan PT Astra International Tbk PT. Desember 2003 . 2. 3. 5. Kelompok Lembaga Lain 1. 3. 3. 8. Gema PKM Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Koperasi Annisa Muslimat NU Kemitraan bagi Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) PT Ukabima 9 Lembaga Penelitian SMERU. 7. 7. 3.

Desember 2003 .PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL 10 Lembaga Penelitian SMERU.

Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. BRI. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 1. . Desember 2003 . BMM.Mitra memperoleh kredit hanya pada dua tahun pertama . Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Program sudah selesai. Koperasi 2003.2003 Kelompok Instansi Pemerintah No. Mendorong anggota UPPKS menjadi usahawan yang mandiri dan profesional serta siap mendapatkan kredit komersial dari perbankan sekaligus menjadi teladan bagi anggota yang lain.Pemberian pinjaman BKKBN Keluarga Sejahtera modal secara (executing (Kukesra) bertahap.Pengusaha UKM atau koperasi yang bermitra dengan kelompok UPPKS/kelompok lain Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I yang tergabung dalam UPPKS Sudah selesai Mendorong anggota UPPKS mengaktualisasikan diri lebih lanjut dalam kegiatan usaha mikro melalu program kemitraan dengan modal yang lebih besar daripada modal Kukesra 1. (seluruh desa Sejahtera I non-IDT) 1. Yayasan Mitra Usaha. BNI . Deptan (Diklat P4K).Pendampingan .Pemantauan .Pemberian kredit .Penyuluhan dan dan PT Pos bimbingan kepada (penyalur) kelompok.Tidak fokusnya tenaga lapangan teknis dalam membina anggota dan kelompok UPPKS Potensi Berpotensi untuk melihat kemampuan dan menggugah minat kaum ibu untuk berusaha sehingga menjadi kelompok usaha yang mandiri Tahun 1996 Seluruh Keluarga Pra – Januari Indonesia Sejahtera dan 2003. tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan. Yayasan Siti Khadijah.Pembinaan Tahun BKKBN.Perebutan kepentingan dengan pemda karena alasan ketidakfokusan program KPKU dengan pola mitra. PKK Seluruh Indonesia .Pemberian modal .Pembinaan . sehingga dibentuk pola KPTTG (Kredit Pengembangan Teknologi Tepat Guna) tahun 1997 .Kelompok UPPKS/kelompok lain yang bermitra dengan pengusaha UKM atau koperasi .Mata rantai yang panjang menjadi kendala dalam pelaksanaan teknis (pengucuran dan . Depperindag.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .2 Kredit Pengembangan Kemitraan Usaha (KPKU) .SDM kurang profesional.Tunggakan yang masih besar hingga saat ini . tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  Lembaga Penelitian SMERU. . program). 2. terutama tenaga teknis lapangan yang dirangkap PLKB. Depdagri (PMD). – Januari LKM/LPSM (YDBP. BNI.3 Kukesra Mandiri . BPR Swadharma) Program sudah selesai.Evaluasi Tahun 2001 8 provinsi BKKBN. Perbarindo.Pelaporan . . Masalah . 1997– Juni Kementerian 2002 Kop & UKM.Tidak tersedia dana dampingan untuk pembinaan.1 Kredit Usaha . BNI.

Jawa Tengah Petani cabai (Kab.6 Pembuatan peralatan BPPT.D.4 Tempe Skala Industri Kecil dan Rumah Tangga Diseminasi teknologi BPPT.Teknologi Budidaya Pertanian BPPT. Brebes) Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Selesai  Lembaga Penelitian SMERU.1. Dit.Jawa Tengah Usaha kecil/koperasi Selesai 1999 (Semarang) UPT LSDE 2. Dit. KPPTPW Tahun 1998.I 1999 Yogyakarta (Kab.3 BPPT. Bio Industri Tahun 1998. 2.Tahun 1998.I Industri kecil dan rumah tangga 1999 Yogyakarta (Kab.1 Budidaya Udang di Lahan Berpasir Diseminasi teknologi BPPT. Gunung Kidul) Selesai 2.1.Jawa Timur ( 1999 Kab. Dit. Tahun 1998. Dit.1. KKE.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Usaha kecil (termasuk mikro). Desember 2003 .1.2 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Rumput Laut Udang Galah bagi Petani Sawah Diseminasi teknologi Nelayan Selesai 2.1. Kulonprogo) Petani sawah Selesai 2. KPPT2 Tahun 1998. Lamongan) Tahun 1998.No.NTB (Kota 1999 Mataram) Petani tambak udang Selesai 2. Dit. Dit.D.1. menengah dan koperasi (UKMK) Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Lihat masing-masing kegiatan Potensi Lihat masing-masing kegiatan 2.5 Teknologi Pembuatan Briket Batubara untuk Usaha Kecil/Koperasi Pembuatan Alat Pengering Cabe Skala Kecil Diseminasi teknologi BPPT. Program Diseminasi Teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1998 .1 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan dan Pemanfaatan Iptek di Daerah (PKPID).

1999 Yogyakarta (Kab.7 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Pembuatan peralatan BPPT.Harga udang terus membaik. Sukabumi).1. Teknologi Agro Industri Petani sayur mayur Selesai 2.Jawa Barat BPPT. Teknologi Proses 1999 Bandung) dan Rekayasa BPPT.10 Pemanfaatan Bahan Diseminasi teknologi Galian untuk Penjernih Minyak dan Bahan Kerajinan Paket Informasi Diseminasi teknologi Teknologi Pengecoran Logam Industri kerajinan Tahun 1998.1. (Kab.Kabupaten Lamongan memiliki sawah tambak yang luas. .12 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Aklimatisasi terhadap Benur untuk Menunjang Budidaya Udang Windu pada Sawah Tambak BPPT. Klaten) logam Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Tahun 1998.Waktu kegiatan dilaksanakan . Koperasi Tamyamsang. ! Lembaga Penelitian SMERU. Kebijakan Teknologi untuk Pengembangan Wilayah Petani tambak udang Sudah . (Kab. Dit. Dit.Jawa Barat logam 1999 (Kab. dan Pemda Tk. Dit. 2. Dit.11 BPPT./Kota Tegal) Tahun1999. Gunung Kidul) Usaha pengecoran Tahun 1998. KPPUD Selesai 2.I.Jawa Tengah Usaha pengecoran BPPT.1.Riau (Koto Petani gambir 1999 Kari dan Taluk Kuatan) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. .Jawa Timur 2000 (Lamongan) Selesai 2. Peralatan Pengolah AgroIndustri Gambir Penerapan Teknologi Besi Cor Nodular Diseminasi teknologi Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1998.1. Dit.Kesiapan petugas lapangan dan diteruskan .D. Desember 2003 .8 Tahun 1998.9 Packaging Pasca Diseminasi teknologi Panen Sayur Mayur Selesai 2. Jawa Tengah (Kab.1.Ketersediaan bahan oleh para petani tambak udang. Dit.1.II Lamongan.No.

Serang) Kebijaksanaan dan Pemasyarakatan Teknologi Selesai .Jawa Barat 2000 (Kab. Pesantren Hayatan Thayyibah . masyarakat. SukabumiKec. dan pengolahan agar-agar Tahun 1999.Pelatihan tentang teknologi dan pengembangan bisnis Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. pembuatan komponen dan perakitan alat membutuhkan waktu cukup lama.1. Pasokan setempat sering tidak mencukupi dan harus didatangkan dari luar Serang Mengali semua potensi yang ada untuk dipadukan secara optimal dengan mengacu pada peningkatan produktivitas dan kualitas produksi. Serang terkenal dengan sate bandengnya.Baros) Pesantren. 2000 (Kab. -Pendekatan terhadap penduduk sekitar lokasi pengolahan dan pengurusan perizinan. dan Pemda Sudah dilaksanakan dan dikelola oleh Kelompok Pondok Pesantren Imaratul Masajid. 2.Diseminasi teknologi Teknologi Pertanian .1. Desember 2003 .Pelatihan Terpadu (Ayam.13 Nama Upaya Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Ekoefisiensi Penanganan Plastik Bekas di Bekasi Jenis Kegiatan . Sapi.Pemda Kab. Masalah -Sulit menentukan bengkel pembuat yang baik. Sebagian besar tambak dimiliki penduduk Jakarta sehingga agak sulit menentukan tambak yang dimiliki petani berpenghasilan rendah dan memerlukan bantuan Potensi Bekasi merupakan tempat tinggal sebagian pekerja Jakarta.Banten Petani/nelayan BPPT.Keterbatasan dana sehingga model “pertanian terpadu “ tidak dapat diterapkan pada tempat/pondok pesantren lain.Keterbatasan waktu tenaga kerja setempat memperlambat proses penanaman . (Bekasi) Dit.Kab. Dit. " Lembaga Penelitian SMERU. Kedelai. 2.Lokasi kurang air pada musim kemarau dan sistem pengairan kurang menunjang kegiatan sehingga harus menunggu musim hujan. . ikan bandeng. sehingga menghasilkan sampah plastik yang cukup banyak.14 Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut di Kabupaten Serang . 2. serta sesuai dengan situasi pasar dan kondisi lingkungan setempat.Diseminasi teknologi budidaya rumput laut.Kebijaksanaa 2000 n Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah Sasaran Usaha pengolahan plastik Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan saat ini dikelola oleh Koperasi Hijau.15 Penerapan .Jawa Barat BPPT.Disain dan pembuatan peralatan pengolah plastik bekas .Serang menjadikan rumput laut sebagai produk ekspor unggulan .Pembinaan dan pendampingan .1. Jagung Hibrida) untuk Meningkatkan Usaha Tani Desa Pesantren di Jabotabek BPPT. Teknologi Budidaya Pertaian Tahun 1999. -Proses pencarian bahan.No. dengan biaya yang sesuai. Dit.

Jawa Barat . Jawa Barat. pembuatan peralatan Teknologi . mendapatkan penghasilan tambahan dan membuka kesempatan kerja baru.No.1.16 Nama Upaya Jenis Kegiatan Upaya Peningkatan Diseminasi teknologi Produktivitas Budidaya Ikan Kerapu Ekspor dalam Keramba Jaring Apung Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999. . .17 Paket Peralatan Penyamak Kulit dan Bahan Penyamak kulit Ramah Lingkungan untuk Industri Kecil . .Beberapa peralatan laboratorium mengalami kerusakan. 2. . pembuatan peralatan Teknologi . Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) .1.Kepulauan 2000 BangkaBelitung ( Kab. BandungPangalengan) .Jawa Barat 2000 (Kab.Bantuan peralatan Peternak Tahun 1999.Jawa Barat Pengrajin 2000 (Garut). Dit.Terjadi kerusakan perangkat peralatan penyamakan kulit di UPTKulit Sukaregang Garut.1.Dalam tahap percobaan terjadi masalah pada alat pasteurisasi sehingga dilakukan perbaikan atau modifikasi peralatan. Jawa penyamakan kulit Timur industri kecil (Ponorogo). pada tahap pemasangan. 2. # Lembaga Penelitian SMERU.Perancangan dan BPPT.Dana untuk membuat susu steril tidak mencukupi sehingga pengolahan ini hanya sampai menghasilkan susu pasteurisasi Pengembangan teknologi penyamakan kulit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM pengrajin kulit dan membuka kesempatan kerja baru. Dit. Sudah selesai dan diteruskan oleh pengrajin penyamakan kulit di Sukaregang. Belitung) Sasaran Nelayan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.Perancangan dan BPPT. Garut.18 Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Produksi Susu Steril di Pangalengan.Pelatihan Bioindustri .Peralatan menggunakan teknologi sederhana dan tidak membutuhkan banyak tempat.Meningkatkan kemampuan produsen susu/peternak dalam mengembangkan usaha.Bantuan peralatan Tahun 1999.Pelatihan Bioindustri . Desember 2003 .Membantu penguasaan teknologi produksi susu steril .

.I.Kondisi infrastruktur dan geografi tidak mendukung sehingga transportasi menjadi kendala utama .Keterbatasan dalam menerima informasi teknis operasional kegiatan . Memiliki SDA perikanan (teripang) potensial: 12 desa . lahan perairan pantai 64 hektar.5 kecamatan. 1.22 Penerapan Teknologi Proses Minyak Atsiri (Nilam) untuk Usaha Kecil di Muara Enim . Dit. 2. dan belum dibudidayakan secara itensif $ Lembaga Penelitian SMERU.350 KK nelayan teripang tradisional.Perancangan dan BPPT. Yogyakarta dan diteruskan oleh pemda setempat saat ini sudah sampai ke kelompok tani.Bantuan peralatan Nelayan dan Tahun 1999.Sulawesi 2000 Selatan (Kab.21 Penerapan Teknologi Pasca Panen Teripang di Kabupaten Selayar.Tertundanya pencairan dana menyebabkan kegiatan tidak segera dilaksanakan Potensi Industri pengolahan di Yogyakarta mempunyai potensi untuk berkembang karena Yogyakarta merupakan daerah pemasaran /penampung dan distribusi produkproduk pertanian dari berbagai daerah disekitarnya . Dit.Alat yang tersedia harus dimodifikasi . pengrajin Selayar) Sudah selesai dan selanjutnya dikelola oleh Koperasi Tani Maju Mandiri . pembuatan peralatan Teknologi . Belum ada hambatan teknis. Dit.l.1.Boyolali) Boyolali.No. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 1999. Boyolali dan sekitarnya cukup besar.1. 2000 (Kab.Potensi tanaman jarak di Kab.Bantuan peralatan Tahun 1999.Sumatera 2000 Selatan (Kab.Pelatihan Agroindustri .Pelatihan Agroindustri .Perancangan dan BPPT.Keadaan faktual di lokasi tidak selalu sesuai dengan rencana Tidak ada 2. . BIPP dan koperasi/pengolah biji jarak Sudah selesai dan kini dikelola oleh Koperasi Serba Usaha Tiga Jaya. Jawa Tengah .1.D. dan lembaga profesi (a.Waktu pelaksanaan kegiatan sangat singkat terutama akibat tertundanya pencairan dana.Pelatihan Agroindustri . II Kab. 2000 Yogyakarta Sasaran Status Saat Ini Kelompok tani wanita Sudah selesai di D.1.I.20 Penerapan Teknologi Ekstraksi Minyak Jarak di Kabupaten Boyolali. 2. Desember 2003 . Masalah .Perancangan dan BPPT.Jawa Tengah Pemda Tk. Dit.Indonesia mengekspor biji jarak kering dan masih mengimpor minyak jarak untuk memenuhi kebutuhan lokal.Muara Enim) Petani dan masyarkat Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi "Selawi Jaya" Tersedia lahan luas yang subur sepanjang pegunungan Bukit Barisan. pembuatan peralatan Teknologi . koperasi) yang siap dijadikan mitra 2. Sulawesi Selatan . pembuatan peralatan Teknologi .Bantuan peralatan Tahun 1999. Namun dalam pengembangannya diperlukan alih teknologi dan pelatihan untuk petani jarak atau koperasi pengolah biji jarak agar dapat mandiri.19 Nama Upaya Penerapan Teknologi Pasca Panen RempahRempah Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.

Sulsel dan Sultra sangat potensial untuk pengembangan kacang mete tapi pemanfaatannya masih rendah (mete diekspor dalam bentuk gelondongan) karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi pengolahan.1.Bantuan peralatan Tahun 1999.Dana perjalanan terbatas sehingga alih teknologi serta bimbingan teknik pengolahan mete sulit dilaksanakan.Bantuan peralatan BPPT.25 Penerapan Teknologi Proses Fermentasi dan Pengeringan Kakao Rakyat di Kabupaten Pinrang. Desember 2003 . masyarakat 2000 Selatan (Kab.1./Kota Kendari) Petani.Daerah setempat mempunyai angin lembah yang sangat kuat sehingga pergantian atap green house dilakukan 2 kali 2.23 Nama Upaya Penerapan Teknologi untuk Pengolahan Kemiri di Kabupaten Soppeng. Ayam dan Pisang Pelatihan BPPT Tahun 1999. dan CV Soppeng) Matahari Terbit Status Saat Ini Sudah selesai dan kini dikelola oleh "CV Matahari Terbit" Masalah Pada awal pekerjaan konstruksi muncul beberapa masalah. Potensi Tersedianya areal kemiri seluas 2.1.Karang Asem) Petani dan masyarakat Sudah selesai dan diteruskan oleh Dinas Peternakan setempat .289 ha dengan produktivitas 1. Sulawesi Selatan Penerapan Teknologi Pengolahan Mete Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Jenis Kegiatan Pelaksana . setempat.1. pembuatan peralatan Teknologi . kompos) harus dikirim dari Karangasem.Perancangan dan pembuatan peralatan . Bali Jakarta menunjukkan peningkatan.24 .Bali 2000 (Kab.Pelatihan . Dit.Bantuan peralatan BPPT. tetapi pekerjaan secara keseluruhan tidak terhambat. Sulsel Penerapan Teknologi Biofertilizer dan Pengeringan Hijauan Makanan Ternak untuk Peningkatan Produktivitas Pakan Ternak Sapi . Sumber Hasil Terdapat perkebunan kakao rakyat seluas 19.No.1.Lambatnya pembangunan sarana serta pengadaan barang karena terbatasnya peralatan teknik di lokasi dan ketrampilan tenaga kerja. . NTT.Pinrang) Sudah selesai Belum ada masalah atau saat ini dikelola hambatan yang berarti dan oleh Koperasi masih berjalan sesuai jadwal. 2000 Jawa Barat (Bogor.Sulawesi Petani. .Pelatihan Agroindustri .Sulawesi 2000 Tenggara (Kab.511 kg biji kering/ha/ tahun. Dit.Pelatihan . Banten (Tangerang) Guru–guru pesantren Selesai % Lembaga Penelitian SMERU.DKI Jakarta.Bantuan peralatan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. 2.Sulawesi Petani dan masyarakat 2000 Selatan (Kab.27 Pelatihan Kerja Santri tentang Sistem Tambak Ikan.Perancangan dan BPPT. Tahun 1999. Bekasi). Teknologi Agroindustri BPPT.Perancangan dan pembuatan peralatan .Beberapa bahan (seperti Populasi ternak sapi di Kab.735 Ha dengan jumlah produksi sebanyak 534 ton/tahun 2. 2. masyarakat dan koperasi Sudah selesai dan saat ini diteruskan oleh koperasi setempat NTB.Pelatihan Agroindustri .26 . Pusat Pengkajian dan Penerapan Bioteknologi Industri dan Pertanian Tahun 1999. .Perancangan dan BPPT. pembuatan peralatan Teknologi . Dit. 2.

31 Pembuatan dan Alih .1.32 Penerapan . Dit. Bandung dan bahkan sudah banyak yang diekspor. 2. Perbedaan sumber energi yang direncanakan (listrik) dengan yang biasa digunakan sasaran (bahan bakar cair) mengharuskan perubahan desain dan mempengaruhi bahan dan peralatan untuk membuat lemari Daerah Pelabuhan Ratu terkenal dengan komoditas perikanan dan mensuplai ke beberapa daerah. 2.1.Pelatihan Teknologi untuk . Demak) Selesai 2.Diseminasi teknologi Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis SDA di Kalimantan Timur BPPT. Bogor.30 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Kepiting Bakau di Pertambakan dalam Upaya Pemberdayaan Petani Tambak BPPT Tahaun 1999-2000 Jawa Tengah Petani tambak (Kab.Kalimantan 2000 Timur (Kota Balikpapan) Masyarakat dan Pemda Sudah selesai kini dilanjutkan oleh pemda setempat Masalah mobilisasi dan Pemerintah Kota demobilisai peralatan untuk Balikpapan memiliki potensi demo dan uji kaji di lapangan sumber daya alam yang belum termanfaatkan.29 .No.1. Teknologi Lemari pembuatan peralatan Teknologi Pengering Serba .1.Budidaya pertanian BPPT . Gunung Kidul) Sudah selesai dilaksanakan dan diteruskan oleh Pemda dan kelompok pengolah ikan setempat. Dit.28 Nama Upaya Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Fermentasi di Pondok Pesantren dan Industri Kecil Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Inditik (Integrasi Penanaman Padi dengan Pemeliharaan Itik) Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.Jawa Barat Masyarakat pengolah 2000 (Kab.1. Potensi tersebut dapat segera dikembangkan & Lembaga Penelitian SMERU. Yogyakarta (Kab. Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (TISDA) Tahun 1999.Jawa Tengah Petani dan peternak Selesai 2000 (Kab.I.Perancangan dan BPPT. Desember 2003 . seperti Jakarta./Kota ikan dan Pemda Sukabumi).Pelatihan Transportasi Guna dan Alat Pengupas Singkong Tahun 1999. itik Purworejo) 2.Madura & 2000 Jawa Timur Sasaran Pondok pesantren dan masyarakat peternak/petani Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. D.Pengembangbiakan itik Tahun 1999.

pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Jawa Barat BPPT.Bantuan peralatan Pengrajin dan Pemda Sudah selesai dilaksanakan dan kini dilanjutkan oleh kelompok pengrajin bambu di Desa Datarnangka. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab.Pangsa pasar Tegal yang cukup memotivasi industri kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sukabumi kaya akan potensi wisata dan hutan bambu sehingga mesin pengolah bambu berpotensi mendukung kerajinan bambu rakyat. dan saat ini dikelola oleh koperasi pengrajin bola Potensi Kabupten Majalengka memiliki berbagai industri yang menjadi sumber PAD. .Jawa Tengah Pengusaha genteng Selesai 2000 (Kab.Bantuan peralatan Sasaran Koperasi pengrajin bola Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada.35 Pengembangan Diseminasi teknologi Teknologi Proses di Sentra Industri Kecil Genteng Klaten Peningkatan Kemampuan Industri Logam KecilMenengah di Sentra IKM Tegal untuk Pembuatan Komponen Otomotif BPPT Tahun 1999. pembuatan bola yang berkembang sejak tahun 1990 2.Mengubah kebiasaan pengrajin dalam menggunakan pasir sungai sebagai pasir cetak tanpa memperhatikan persyaratan . sehingga mesin pengolah bambu dibuat secara terpisah.Perancangan dan Tahun 1999. 2. Jawa Barat .Perancangan dan Tahun 1999. Rencana membuat mesin pengolah bambu serba guna tidak terlaksana karena konstruksinya mengalami kendala dan pengoperasiannya sulit. ' Lembaga Penelitian SMERU. Klaten) 2.Pelatihan dan Rekayasa . Dit.1.1.l.Menentukan jenis propeler .Perancangan dan BPPT.Ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat mengembangkan usaha industri kecil. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab.Jawa Barat .33 Nama Upaya Pemberdayaan IKM Karet .Jawa Tengah Pengrajin dan BPPT.Bantuan peralatan Sudah dilaksanakan kini diteruskan oleh pemda setempat .36 . (Kab. Tegal) Pemda .Majalengka Jawa Barat untuk Memproduksi Barang Teknik Karet Substitusi Impor Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.1.1. menyerap hasil hutan bambu dan mendukung potensi wisata melalui produksi barang souvenir.34 Pembuatan Mesin Pengolah Bambu untuk Usaha Kerajinan Rakyat di Sukabumi. Desember 2003 . Dit.Pelatihan Majalengka) dan Rekayasa . Dit. a. .No.Pelatihan Sukabumi) dan Rekayasa . 2.

Resistensi masyarakat terhadap informasi luar lambat laun dapat diatasi sehingga dapat menerima peralatan menggantikan yang tradisional. Pati) dan Pemda . . masyarakat BPPT. (Kab.Bantuan peralatan Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada hambatan.Pelatihan dan Rekayasa . Brebes) masyarakat pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 pedesaan . Jawa Tengah . Pati 2. Dit.Jawa Barat .Transportasi dan sarana telekomunikasi tidak memadai.Perancangan dan BPPT.37 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah Skala Industri Pedesaan di Kabupaten Cianjur. 2. Desember 2003 . Jawa Barat Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999.39 Rancang Bangun Alat Pengolah Sabut Kelapa Skala Industri Kecil Tahun 1999. dan Pemda setempat Sudah selesai kini dilanjutkan oleh Pemda.1. masyarakat setempat. dan dikelola oleh Balai Benih Tani Makmur. roto mempunyai sirip penghancur (sudut 0) sehingga setiap selesai proses selalu terdapat sisa di dalam penggiling .1. (Kab. 2.Perancangan dan BPPT.1.38 Rancang Bangun Alat Penggiling Cabe Kering Skala Industri Pedesaan Tahun 1999.40 Rancang Bangun Peralatan Iodisasi Garam Rakyat di Kabupaten Pati. Dit. 2. Kabupaten Brebes merupakan daerah pertanian dengan produk unggulan cabe merah dan bawang merah. Dit. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. Cihea.Jawa Barat Petani dan kelompok . dan kini diteruskan oleh kelompok tani dan IKM di sekitar Cianjur.1.Pati dan tumpuan nasional.Pelatihan dan Rekayasa . petani.Bantuan peralatan Sudah selesai kini dikelola oleh 2 KUD setempat Pada desain awal. Dit.Jawa Tengah Petani. petani. Cianjur) tani pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Bantuan peralatan Karang Taruna Kelana Jaya.No.Pelatihan dan Rekayasa .  Lembaga Penelitian SMERU. petani dan masyarakat dan Pemda Sudah selesai dan kini diteruskan oleh Karang Taruna.Ciamis) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . Garam merupakan produk unggulan Kab. dan masyarakat Kab.Pelatihan dan Rekayasa . Cianjur Jawa Barat Potensi Kab. (Kab.Lokasinya jauh di pelosok.Perancangan dan BPPT.Jawa Tengah Petani dan .Bantuan peralatan Terdapat beberapa masalah pada trial running mesin pencuci garam tetapi ditemukan solusinya.Perancangan dan Tahun 1999.Cianjur merupakan sentra produksi padi di Jabar yang memasok sebagian besar kebutuhan padi daerah lain seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.

1. Dit. dan Jawa Barat adalah daerah penghasil jagung terbesar ke empat di Indonesia." Desa Ngroto. Dit.41 Nama Upaya Rancang Bangun Pusat Penanganan Pasca Panen (Packing House) Sayur Mayur di Pedesaan Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.Bantuan peralatan Sasaran Kelompok tani "Tani Mulya.Lampung BPPT. Petani.1. dan disesuaikan dengan lingkungan dan kemampuan SDM setempat 2.1.Perancangan dan Tahun 1999.Bantuan peralatan Selatan) Nelayan Sudah selesai dan diteruskan oleh koperasi perikanan setempat Tidak ada 2.Lampung . pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 Lampung . . Dit. (Kab.Pelatihan Lampung Mesin Industri . serta lokasinya tidak terlalu jauh. Dit. Malang Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan dikelola oleh kelompok “Tani Mulya”.Teknologi yang terapkan dalam proyek ini tidak baru.Lampung Selatan merupakan lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis . .Pelatihan Mesin Industri Selatan) .Bantuan peralatan Garut merupakan sentra industri jagung utama di Jawa Barat. Garut) .Pelatihan dan Rekayasa . 2.Bantuan peralatan Nelayan dan pemda Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh KUD dan pemda setempat.Perancangan dan Tahun 1999.42 Pemanfaatan Container Bekas untuk Teknologi Cold Storage dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Hasil Tangkapan Nelayan . pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab. variasi sayuran yang ditanam. Lampung merupakan salah satu lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis 2.Jawa Barat BPPT.1.43 Penerapan Teknologi Cool Box untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Tangkapan Nelayan Kecil Pengembangan Industri Pakan Ternak dari Tepung Bongkol Jagung Tahun 1999. Kecamatan Pujon. Desember 2003 . Malang) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab. Terjadi perubahan desain untuk memenuhi permintaan petani dan pemda di mana peralatan yang dikembangkan harus bersifat terpadu dan serbaguna.No. Potensi Kecamatan Pujon dapat dijadikan sebagai pelopor dan penggerak kegiatan agribisnis karena kesiapan dan kemampuan SDM.Pelatihan Mesin Industri .Perancangan dan BPPT.Perancangan dan BPPT. (Kab.44 .Jawa Timur .  Lembaga Penelitian SMERU. KUD dan pemda Sudah selesai dan diteruskan oleh KUD setempat Adanya perselisihan antara koperasi yang ditunjuk sebagai pengelola cool box (KUD Mina Jaya) dengan dinas teknis terkait (Dinas Perikanan).

Krisis moneter mengakibatkan bahan dan peralatan mahal dan sulit diperoleh.46 Pemasyarakatan Mesin Pengiris Serba Guna (PSG) untuk Terciptanya Peningkatan Kegiatan Ekonomi Rakyat .Pelatihan .47 Diseminasi teknologi Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Logam di Pasuruan Rancang Bangun Peralatan Pertanian Pasca Panen Portable untuk Tanaman Padi . Bali Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan diserahkan ke CV. Lembaga Penelitian SMERU.45 Nama Upaya Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselen Jenis Kegiatan . Desember 2003 . Selesai 2.1. Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. dan Tanggerang. Pati) Pemda Pati. Daerah-daerah tersebut sangat potensial untuk dikembangkan karena mempunyai potensi pertanian yang bagus (mis. kelompok tani dan KUD.Pelatihan .Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.Perancangan dan pembuatan peralatan .48 BPPT. Potensi Daerah Pejaten merupakan sentra produk gerabah yang dapat dikembangkan menjadi sentra kerajinan keramik karena SDM-nya memiliki keterampilan yang cukup. Brebes.Jawa Timur 2000 (Pasuruan) Industri kecil logam 2. Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselin Bali. Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Tahun 1999.Jawa Barat 2000 (Sukabumi) Petani/kelompok tani Sudah dan Pemda dilaksanakan dan dilanjutkan oleh petani.Jawa Tengah Petani/pengrajin dan BPPT.1.Bali Pengrajin dan 2000 (Kab.1. 2.Keterlambatan pelaksanaan .No.Pelatihan .Masyarakat tani masih sangat sukar diberi pengertian untuk memanfaatkan rancangan atau memproduksi sendiri peralatan . Unit 2000 (Kab. Magetan. Sukabumi sangat potensial pertaniannya.Perancangan dan pembuatan peralatan . Keramik Pejaten.1.364 ha tanaman ketela) 2. Dengan adanya peralatan pertanian pasca panen diharapkan petani dapat meningkatkan hasil gabah keringnya. . Jawa Pelaksana Tengah Teknis Laboratorium Aero – Gasdinamika dan Getaran Tidak ada Sudah dilaksanakan kini dilanjutkan oleh para petani/pengrajin dan Pemda Tk.Bantuan peralatan BPPT Tahun 1999. di Pati terdapat 11.II yang terkait: Pati.Tabanan masyarakat :Pejaten) Tabanan.Perancangan dan pembuatan peralatan .Bantuan peralatan Tahun 1999.

Ulang Logam pembuatan peralatan Teknologi Timbal/Timah Hitam .No. konsumsi energi (minyak tanah) rumah tangga di Kalbar 8.Kerjasama pemerintah dengan luar negeri belum ada .Kualitas dan kuantitas SDM belum memadai .Dari SKE tahun 1998.Kerjasama pemerintah dan swasta masih kurang .Hasil penelitian dan literatur masih terbatas . . 2.08 kca/kk/hari.473.Diperlukan waktu yang cukup lama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup. Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Waktu Wilayah Tahun 1999. pengrajin Temanggung) Sudah dilaksanakan dan dilanjutkan oleh pengrajin pendaur ulang di Temanggung. PU.Tidak seimbangnya dana penelitian dengan kebutuhan yang dihadapi .Jawa Tengah Masyarakat dan 2000 (Kab. Dit. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi – TPSA Tahun 1999. Potensi Potensi industri kecil pandai besi sangat besar namun belum tergarap secara optimal bahkan mulai ditinggalkan karena pasar lebih menyukai produk impor .Pembuatan peralatan .Kalimantan 2000 Barat (Kab/Kota Pontianak) Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh Koperasi Pegawai Negeri Kanwil Dep.49 Nama Upaya Rancang Bangun Teknik Pandai Besi untuk Memproduksi Alat-alat Pertanian dan Disain Ergonomi Jenis Kegiatan . . Melalui kegiatan IPTEKDA industri ini dapat dijadikan contoh dan dapat diimplementasikan pada industri sejenis di daerah lain ! Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Tengah Di Temanggung terdapat industri kecil pengolah aki bekas yang melakukan kegiatan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.Perancangan dan BPPT. Kalimantan Barat dan Koperasi Karyawan Eka Mutiara Sari Pontianak.1.50 Pembuatan dan Pemasyarakatan Briket dan Tungku Gambut untuk Rumah Tangga . Masalah Tidak dijumpai hambatan yang berarti kecuali beberapa pandai besi yang diundang tidak hadir.Perancangan dan pembuatan peralatan . Dit.Hambatan dalam sosialisasi penggunaan peralatan yang efisien dan efektif karena pengrajin khawatir akan meningkatnya biaya produksi.Partisipasi dan minat membeli/memproduksi tungku/kompor dan briket gambut dan produk lainnya meningkat . 2.Belum memiliki laboratorium dan workshop sendiri . Desember 2003 .Pelatihan .1.Jawa Barat 2000 Sasaran Pengarajin Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan terletak di belakang gedung UPT – LUK.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT. diharapkan semakin tergantikan oleh produk dan teknologi gambut.Pelatihan dan pembinaan BPPT. Jawa Tengah Tahun 1999.Pelatihan Lingkungan (Pb) dari Aki Bekas di Temanggung.51 Teknologi Daur .1. 2.

Jawa Barat 2000 (Kodya Bandung) Sasaran Usaha tahu .Belum jelasnya pola kerjasama dengan mitra kerja .55 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Evaporasi dan Kristalisasi untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Garam Perekayasaan Paket Peralatan dan Teknologi Produksi Nata de Soya BPPT.1. Dit.tempe Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. GroboganLahan Pegaraman Jono) Tahun 2000 DIY (Kab.1.1.56 . PPP-BIOTEK Tahun 2000 Bali (Kab.Pelatihan BPPT.Pembuatan peralatan . 2.No.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus .Pendampingan Teknologi dalam pengoperasian Bioindustri alat Selesai Teknologi ini membantu penciptaan produk baru yang memiliki prospek bisnis.53 . . Dit. Desember 2003 .1.1. Klungkung) Peternak sapi Selesai 2.Pembuatan peralatan . Bantul) Perajin tahu tempe. Dit.Belum terasanya manfaat langsung bagi mitra pengguna . Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2000 Jawa Tengah Petani garam (Kab.54 Penerapan Teknologi Fermentasi dan Formulasi Roti Pakan Sapi untuk Meningkatkan Kualitas Daging . Selesai Target produksi belum tercapai karena masalah pasokan bahan baku.52 Nama Upaya Teknologi Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Industri Tahu-Tempe Penerapan Teknologi Destilasi Minyak Akar Wangi di Kab.Pelatihan BPPT. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.Teknologi yang diterapkan masih bersifat ujicoba .Pelatihan dan sosialisasi BPPT. " Lembaga Penelitian SMERU. Garut Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus Sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai usaha/bisnis 2. SDM dan lain-lain dll 2. Garut) Petani penyuling minyak akar wangi Selesai .Sasaran kegiatan tidak dapat dicapai sekaligus .

Dit. Dit.1. # Lembaga Penelitian SMERU.1.59 Penerapan Teknologi Penggemukan Sapi dengan Menggunakan Pakan Ternak Organik Lactogrand dan Lactomin … .Pengadaan bibit sapi .Teknologi masih bersifat percobaan . Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.57 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan Pelatihan Teknologi Pembuatan Kecap Ikan Secara Enzimatik Terkendali untuk Industri Skala Menengah dan Rumah Tangga Penerapan Pelatihan Teknologi Pengeringan Bebas Lalat Pelaksana BPPT.60 Pembuatan dan Pemasyarakatan Tungku Berbahan Bakar Gas untuk Industri Kerajinan Keramik . Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin keramik (Kab.58 BPPT.Pembuatan kandang sapi koloni . 2. Teknologi Budidaya Pertanian Tahun 2000 Jawa Tengah Peternak sapi (Kab. 2.Pelaksanaan tidak dalam skala kecil mencapai sasaran . Desember 2003 .Pendampingan BPPT.Kurang memperhitungkan skala penerapan dan respon masyarakat yang terbiasa menggunakan formalin Kesulitan mendapatkan lactogrand Masyarakat banyak yang ingin terlibat dalam kegiatan dan turut menerapkannya 2.1. Pemasyarakatan tungku berbahan bakar gas perlu ditingkatkan dengan membuat kajian teknoekonomi.1. industri rumah tangga dan industri menengah Masalah Potensi Diperlukan upaya pemasaran Sangat prospektif untuk karena produk ini relatif baru dikembangkan sebagai dan belum banyak dikenal usaha/bisnis masyarakat. Dit. Teknologi BioIndustri Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. Banjarnegara) Selesai Kenaikan harga LPG saat kegiatan hampir selesai mengurangi nilai tambah tungku berbahan bakar gas dibandingkan tungku minyak tanah yang selama ini dipakai pengrajin. Dit.Pembuatan tungku berbahan bakar gas .No.Pendampingan BPPT. Tuban) Sasaran Status Saat Ini Perajin (petani Selesai nelayan) tradisional.Pembentukan kelompok tani . Boyolali) Selesai 2. Tuban) Nelayan Selesai Berpotensi untuk diterapkan .

$ Lembaga Penelitian SMERU. Ciamis) Status Saat Ini Masalah Selesai .Jombang masyarakat ) Jawa Tengah (Kab.1.64 Penerapan Teknologi Budidaya Jagung dan Sapi Perah Terpadu di Jombang dan Penerapan Bioteknologi untuk Produksi Kelapa dan Sari Kelapa di Kab. Dit.1. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Barat Petani peternak (Kab. Banyumas .Pendampingan BPPT. Desember 2003 . Pasuruan) Koperasi (KPSP) “Setia Kawan” Selesai . tidak terlihat konsep keterpaduan antara budidaya sapi dengan jagung karena tempatnya yang berjauhan dan tidak ada teknologi yang baru atau punya nilai tambah 2. 2. Cirebon) penghasil politur Selesai Pengoperasian alat belum berjalan karena supply bahan baku dari Perhutani belum berjalan.Pembuatan mesin penggorengan vacuum kripik dan buah-buahan .Pelatihan .1.63 2. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.Jawa Timur: Pesantren dan 2003 (Kab.Sasaran kegiatan belum tercapai . Teknologi Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Jawa Barat Industri kecil (Kab.Teknologi vacuum frying yang dikembangkan dan diterapkan bukan milik BPPT melainkan milik lembaga swasta Tahun 2000 .62 .Untuk kegiatan pertanian terpadu. Selatan (Kab.Aspek kemitraan sebagai tindak lanjut belum digarap dengan jelas Selesai Target dan sasaran belum tercapai karena keterlambatan jadwal akibat adanya perubahan desain alat untuk mencari harga yang lebih murah Potensi 2.Pembuatan peralatan pemroses sirlak untuk industri politur .Bantuan teknis dan konsultasi Tahun 2000 Sulawesi Masyarakat BPPT.Pendampingan Pemanfaatan Rumput Laut Melalui Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Gracilaria sp Menjadi Agar-Agar Peningkatan Kemampuan TeknoBisnis dalam Pengembangan Produk Unggulan Koperasi .Perguliran dana (awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT.Pelatihan Strategi .Pelatihan Pelaksana BPPT.1.65 Pemanfaatan Teknologi Rancang Bangun pada Peralatan Pemroses Sirlac . Dit. Dit.Manfafat teknologi di masyarakat belum dibuktikan secara ilmiah .1. Dit.Bantuan suplemen Alumino Silikat untuk dan pakan ternak Industri Pertanian . Biro Umum Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.61 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Mineral . Sinjai) Kebijaksanaan Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi 2.No. Banyumas ) Masih berlangsung (sampai akhir 2003) .

Dit. Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin (Kab.Pendampingan BPPT. alat deteksi ikan (ADI) Dit. Teknologi .70 Pengembangan Bahan Baku Dasar Penunjang Industri Perikanan .1.68 . Teknologi Proses dan Rekayasa Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Pengusaha industri kecil suku cadang mesin Status Saat Ini Masalah Selesai Teknologi/formula yang dikembangkan masih didasarkan pada teknologi kompon di pasaran yang sangat beresiko.Dana tidak cukup sehingga peralatan yang menentukan kualitas produk tidak dapat dibeli Koperasi yang bermitra belum memberikan kontribusi yang lebih besar Penerapan teknologi memberikan manfaat dan peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh IKM 2.Pemberian bantuan BPPT. Rembang) Selesai % Lembaga Penelitian SMERU. Klaten) pengecoran logam Selesai 2. Padalarang) Industri kecil menengah dan masyarakat desa Selesai . Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Barat (Kab. Dit.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan . Teknologi Transportasi Tahun 2000 Jawa Tengah (Kab.Pelatihan . GPS dan transducer ) masih impor 2.1.No.Penerapan teknologi belum selesai.67 Penerapan Alat Deteksi Ikan dalam Rangka Pra dan Penangkapan Ikan Terpadu Pembuatan dan Pengembangan Teknologi Proses Produksi Pengolahan Kayu Karet (Sawn Timber ) Skala Industri Rakyat dan Berkualitas Ekspor .Rekayasa dan rancang bangun peralatan . Dit.Pelatihan Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Lampung Nelayan kecil di bawah binaan KUD Mina Jaya Selesai Peralatan teknologi kunci (fish finder . Potensi 2. Desember 2003 .Pendampingan BPPT. Dit.69 Penerapan Pelatihan Teknologi Perlakuan Panas di Sentra Industri Pengecoran Logam Ceper Klaten BPPT.Bantuan sarana dan Teknologi Proses prasarana Pembuatan Kompon .1.1. 2. karena peralatan yang dibangun belum berfungsi secara optimal akibat tidak adanya sistem alat pengontrol .Pelatihan di Koperasi Pengusaha Industri Kecil Suku Cadang Mesin Bandung Pelaksana BPPT.1.

Desember 2003 . & Lembaga Penelitian SMERU. karena ada perubahan alokasi anggaran untuk ikan patin ke produksi selulosa.Daya tahan mesin belum diketahui.Penelitian .71 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pembuat Bubuk Tempurung Kelapa sebagai Bahan Baku Pembuatan Obat Nyamuk Jenis Kegiatan . Dit.1. Memberikan inovasi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha bisnis.Bantuan alat pengolahan air siap minum . aspek teknis tidak dikuasai. Dit.Rancang bangun mesin press (packaging ) . ikan patin Tulungagung Pondok Pesantren Yayasan AlHusna ) Masih berjalan sampai akhir 2003 2.73 . budidaya sapi dan ikan patin belum tercapai.No.Pendampingan BPPT.Pendampingan Pelaksana BPPT.1.75 ./Kota Semarang) Status Saat Ini Masalah Selesai .Pelatihan .Pemasaran produk bubuk kelapa harus dijamin sehingga mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan hanya dibuat arang aktif Selesai Kegiatan mengalami keterlambatan karena perencanaan yang kurang baik.1.1. UPT-LUK Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Tengah Petani (Kab. Teknologi Lingkungan Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. 2.Pembuatan tungku kokas dan pengujian .Pelatihan .Pelatihan . Sidoarjo) Pengusaha air minum skala kecil Selesai Memberikan prospek bisnis yang baik 2./Kota Bandung) Industri kecil pengecoran logam Selesai Aspek kemitraan untuk memanfaatkan peluang bisnis masih belum jelas.Jawa Timur Peternak sapi dan 2003 (Kab. . Teknologi Lingkungan Tahun 2000 .Perguliran dana (mulai awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT.Pembuatan alat pembuat bubuk tempurung kelapa .1. Teknologi Material Tahun 2000 Jawa Barat (Kab. dan masih bersifat coba-coba. Dit.Sarana produksi air belum diserahterimakan pengelolaannya Konsep keterpaduan antara selulosa. karena belum pernah dibuat sebelumnya . Potensi 2.Pendampingan BPPT.72 Rancang Bangun Mesin Press (Packaging ) Kapuk sebagai Komoditi Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Air Siap Minum Skala Industri Kecil Aplikasi Teknologi Silase Limbah Hasil Pertanian Tanaman Pangan untuk Pakan Ternak pada Pengembangan Sapi Potong dan Ikan Patin Secara Terpadu Rancang Bangun Krusibel untuk Peleburan Logam Skala Industri Kecil . Pati) 2.Pola kemitraan belum disepakati .74 BPPT. UPT-LAGG Tahun 2000 Jawa Tengah Pengusaha kapuk (Kab.

Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau ( Kab. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Sulawesi Selatan Petani tambak Selesai 2. Teknologi Proses dan Rekayasa Selesai ' Lembaga Penelitian SMERU. tapioka Temanggung) Selesai 2. Bengkalis) Produsen kopra Selesai 2.1.1.77 Nama Upaya Peningkatan Teknologi Proses dan Kualitas Keramik dari Desa Benoh. .80 BPPT. UPT-LSDE Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin tepung (Kab.79 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa di Sentra Perkebunan Kelapa Rakyat Penerapan Diseminasi teknologi Pendorong Air Berbaling-Baling untuk Pemberdayaan Petani Tambak Rancang Bangun Diseminasi teknologi Alat Pengolah Serat Alam Limbah Pabrik Kelapa Sawit BPPT.Pelatihan BPPT. Dit.76 2. Dit. Petani kelapa Indragiri Hilir) Selesai 2.Bantuan teknis dan konsultasi .1.Pembangunan gudang penampung . harga makin rendah serta mutu meningkat. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau (Kab.Bantuan peralatan . 2. Selain itu. riset dan pengembangan perlu terus dilanjutkan agar kapasitas meningkat.81 Tahun 2001 Lampung BPPT. Desember 2003 . Dit.Pendampingan Pelaksana BPPT UPT-PSTKP Waktu Wilayah Tahun 2000 Bali (Kota DenpasarDesa Benoh) Sasaran Pengrajin keramik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Program ini dapat dilanjutkan melalui kerjasama dengan Sucofindo seperti dilakukan di tempat lain Alat ini perlu disosialisasikan ke masyarakat di lokasi lain yang membutuhkan. Dit.1. DenpasarBali Penerapan Alat Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Rumah Tangga Jenis Kegiatan .No.1.1.78 Peningkatan Produksi dan Mutu Kopra Rakyat dengan Pengering Berbahan Bakar Arang Tempurung Kelapa Diseminasi teknologi BPPT.Pembuatan alat .

Dit. Dit. Bogor Desa Lawang Gintung) Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU. Teknologi Lingkungan Tahun 2001 Jawa Barat Selesai 2.1.1.Cepono) Selesai 2. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Selesai 2.87 BPPT. Teknologi Informasi dan Elektronika BPPT.1. Desember 2003 .1. Boyolali ukir . Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2001 Jawa Timur (Kab.1. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Selatan ( Kab.85 Diseminasi teknologi Teknologi Pemanfaatan Lumpur Limbah Pabrik Pulp sebagai Bahan Bangunan Peningkatan Mutu Diseminasi teknologi dan Produktivitas Industri Kecil Kerajinan Tembaga Ukir Pengembangan Diseminasi teknologi Pasar Produk Agrobisnis Melalui Teknologi Informasi Proses Pembuatan Diseminasi teknologi Bubur Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Bahan Baku Obat Alami BPPT.86 BPPT.1. 2. Dit.82 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah dengan Bahan Sekam Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Sulawesi Petani BPPT. Selatan ( Kab.No. Dit.83 Penerapan Rancang Diseminasi teknologi Bangun Alat Proses Produksi Briket Arang Serbuk Gergajian Tahun 2001 Sulawesi BPPT. UPT Laboratorium Uji Konstruksi Selesai 2.84 Pemanfaatan Botol Plastik Bekas dan Limbah Kayu Gergajian untuk Pembuatan Papan Partikel Diseminasi teknologi Tahun 2001 Jawa Tengah BPPT. Dit.1. Ponorogo) Selesai 2.88 Tahun 2001 Jawa Barat ( Kab. Dit. Teknologi Material Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin tembaga ( Kab.

Kampar) Selesai 2. Dit. Desember 2003 .95 Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU. Teknologi Agroindustri Tahun 2001 Riau ( Kab.1.92 Diseminasi teknologi BPPT. Tegal. Dit. Dit. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 2001 Sumatera Selatan Sasaran Pondok Pesantren Darul Muttaqien Desa Tanjung Menang Produsen keripik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. menengah Sidoarjo).1. Teknologi Agroindustri BPPT.1. Lampung tapioka rakyat Tengah) Selesai 2.93 Diseminasi teknologi Pengembangan Teknologi Proses Produksi Tapioka Rakyat dan Pengolahan Limbah Secara Terpadu Pemberdayaan IKM Diseminasi teknologi di Sentra Industri Melalui Pengembangan Collective Cybermarketing Implementasi Diseminasi teknologi Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Tepung Tapioka Rakyat BPPT.1. UPT EPG Tahun 2001 Jawa Tengah Produsen tapioka ( Kab. UPTLSDE Tahun 2001 Jawa Timur Industri kecil dan (Kab.94 BPPT. 2.90 Diseminasi teknologi Tahun 2001 D. Klaten) Tahun 2001 Lampung ( Industri tepung Kab.1.I Yogyakarta Selesai 2.No. Jawa Tengah (Kab. Kendari) Selesai 2. Temanggung) Selesai 2.91 Diseminasi teknologi BPPT.89 Nama Upaya Penerapan Teknologi Industri Pengolahan Kopi Rakyat Penerapan Teknologi Produksi Chips dengan Vacuum Frying Penerapan Teknologi Dry Klin Skala Industri Rakyat dengan Kualitas Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Sagu Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.1. Teknologi Agroindustri Petani sagu Tahun 2001 Sulawesi Tenggara ( Kab. Dit. Dit.1.

1.98 Diseminasi teknologi Aplikasi Teknologi Peralatan Penunjang Produksi pada Ladang Garam Sistem Semi Intensif BPPT.No.96 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Teknologi Diseminasi teknologi Kelautan dalam Menunjang Manajemen Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Diseminasi teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Melalui Produksi Bibit Unggul Unggas. Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Kawasan Tahun 2001 Jawa Timur (Kab. UPT-Balai Tahun 2001 Jawa Barat Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika Pengrajin propeller konvensional Selesai 2.1. Dit. Teknologi Transportasi Tahun 2001 DKI Jakarta Petani garam Selesai 2. Nelayan Serang) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Tuban) Peternak unggas dan Selesai ikan lele 2. 2.100 Pelatihan Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Pembuatan Pakan Tambak dari Bahan Baku Lokal BPPT. UPT Baruna Jaya Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Banten ( Kab.1. Dit. Desember 2003 .97 BPPT. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Petani tambak/ Produsen pakan tambak Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.1. Ikan Lele dan Pelatihan untuk Mendukung Pemasyarakatan Teknologi BioCyclofarming Pelaksana BPPT.99 Pembuatan Alat Penyeimbang Propeller untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pengrajin Propeller Konvensional Diseminasi teknologi BPPT.1.

Perguruan tinggi lebih berperan sebagai perantara .Manfaat teknlologi di masyarakat belum terlihat !! Lembaga Penelitian SMERU.105 Penerapan Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri di Muara Enim 2. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin (Tegal) pengecoran logam Selesai .106 Unit Pengelolaan Pasca Panen Hasil Laut dengan Teknologi Konservasi Energi Matahari di Pulau Sumbawa . Lubuk Raman.1. . Desember 2003 .Aplikasi di “green house” kemungkinan berhasil cukup tinggi tetapi butuh waktu yang lama 2. Balai Pengkajian Bioteknologi (Direktorat) Tahun 2002 Bali (Nusa (8 bulan) Penida) Peternak Selesai .Pelatihan BPPT.1.1. Desa Selesai Tahun 2002 Sumatera (8 bulan) Selatan (Kab. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Produsen kompon dan barang karet Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi BPPT. Muara Enim) Rambang Dangku.Bantuan teknis penggunaan alat KUD “Berkas”.Peran masyarakat selaku pengguna dirasakan kurang .Kendala musim kemarau.104 Aplikasi Biofertilizer Mikroriza Arbuskular dan Probiotik untuk Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah BPPT. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan 2. Kec.102 Pelatihan Penggunaan Teknologi Fish Finder untuk Nelayan Ikan 2.103 Pelatihan Pengembangan Usaha Pengecoran Logam 2. Muara Enim Belum tersedia sumber air baku (belum adanya sumur yang seharusnya dibuat oleh pemda) .No.1.Pembuatan sarana dan prasarana BPPT.Diskusi dengan pakar . Kab.Studi literatur . P3TA pembuatan peralatan (Direktorat) . Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Nelayan Selesai Pelatihan BPPT.1.Disain dan BPPT.Pembuatan peralatan .101 Pelatihan Pembuatan Kompon dan Barang Karet untuk Industri Kecil 2. UPTLSDE (Direktorat) Tahun 2002 NTB (Kab (8 bulan) Sumbawa) Koperasi "Mina Cahaya" Selesai .1.

P3TIST (Pusat) Tahun 2002 Jawa Tengah Masyarakat nelayan Selesai (6 bulan) (Kab. P3TL .110 Otomasi Mesin Punch/Stamping Berbasis PLC pada Industri Logam di IKM Ngingas . 2. Industri kecil (8 bulan) Jawa Timur menengah logam (Kab.Pendampingan .Penyediakan sarana BPPT.Desain dan (Pusat) pembuatan peralatan . P3TIAM (Direktorat) Tahun 2002 DKI Jakarta.1.111 Diseminasi Diseminasi teknologi Teknologi (Sosialisasi) Konvensional untuk Rancang Bangun Kapal Nelayan di Daerah Cilacap BPPT.1.108 Pembangunan Industri Kecil Daur Ulang untuk Menangani Sampah Pasar Tradisional 2.Monitoring BPPT.Pemalan Darat "Mino Rejo" g) Selesai Kegiatan belum banyak melibatkan petani setempat dan lebih banyak melakukan uji produk-produk probiotek.Pendampingan BPPT. nelayan dan peternak Selesai !" Lembaga Penelitian SMERU.109 Penerapan Teknologi Mikroba Probiotik untuk Pemulihan Kualitas Lingkungan Perairan Tambak Udang Jenis Kegiatan Pelaksana .Pembuatan peralatan .1.Pembuatan peralatan . P3TIT Peralatan : Aplikasi pembuatan peralatan Teknologi Pengolahan Produk Perikanan Laut Tahun 2002 NTB (Kota (8 bulan) Mataram) Dinas Pertanian Mataram.1.Pengumpulan data BPPT.Cilacap) dan pengrajin kapal kayu tradisional 2.Pendampingan Waktu Wilayah Tahun 2002 NTB (Kab (6 bulan) Lombok Tengah Desa Penunjak) Sasaran 25 pengrajin keramik/gerabah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi . P3TL (Direktorat) Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi Perikanan (8 bulan) (Kab. P3TM dan prasarana (Direktorat) .Sidoarjo) Selesai 2. Desember 2003 .112 Rancang Bangun Disain dan BPPT.107 Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Keramik 2.Sosialisasi Tahun 2002 Jawa Barat Koperasi dan (7 bulan) (KabBandung. Nama Upaya 2.masyarakat Desa Margaasih) Selesai .1.1.No.

Gowa -Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan tungku kurang -Kegiatan lebih ditekankan pada pembuatan alat.Pandegl ang) Selesai -Disain dan 2. (Direktorat) .Informasi proses pembuatan Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab. P3TIP Alat Pengolah Serat pembuatan peralatan.1.116 Rancang Bangun BPPT.1. 2.Disain dan BPPT. P3TM pembuatan peralatan (Direktorat) . Desember 2003 .Monitoring Alam dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit untuk Pembuatan Papan Partikel Industri spring bed Tahun 2002 Banten (8 bulan) (Kab. Cilacap) Selesai -Teknologi yang digunakan belum pernah diuji coba -Kepemilikan desain sistem -Pengelolaan prototype -Terlalu berat pada kegiatan penelitian.1. gerabah/keramik dan Gowa) KUB "Bontote’ne".114 Rancang Bangun Pembangunan sarana BPPT.1.Bandung mendong ) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. sedangkan sosialisasi kegiatan dan penggunaannya kurang Perbedaan jenis bahan baku yang digunakan dengan perjanjian kerjasama . apakah mampu mensuplai industri motor bakar yang dimaksud .Pengujian alat Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2002 Jawa Barat Kelompok pengrajin (6 bulan) (Kab. UPTSistem Apung Darat pembuatan peralatan BPPH Guna Meningkatkan .Disain dan 2.113 Rancang Bangun Sistem Pengering pada Skala Industri Kecil Menengah Jenis Kegiatan Pelaksana .Disain dan BPPT.Uji coba alat (Direktorat) Produktivitas Tangkapan Kapal Ikan Tradisional Tahun 2002 Jawa Tengah Kelompok nelayan (7 bulan) (Kab.1. Nama Upaya 2. P3TIP dan Rekayasa dan prasarana (Direktorat) Peralatan Pembuatan Keramik untuk Industri Kecil Tahun 2002 Sulawesi Industri kecil Selesai (8 bulan) Selatan (Kab.117 Pemberdayaan IKM Logam untuk Pengecoran Komponen Motor Bakar Aluminium .Pelatihan yang direncanakan tidak dilakukan !# Lembaga Penelitian SMERU.No. BTMP pembuatan peralatan (Direktorat) . Kab./Kota Bandung Kelompok usaha pengecoran logam Selesai -Tidak diketahui berapa potensi skrap aluminium daerah.115 Rancang Bangun BPPT.

123 Teknologi Ekstraksi Diseminasi teknologi Minyak Kelapa dengan Cara Semi Mekanis 2.Pembuatan (Direktorat) Menengah (IKM) prototipe untuk Pembuatan Komponen Motor Bakar 2. menengah Sopeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.Kurang terlihat kerjasama dengan masyarakat . menengah Muara Enim) Masih berjalan !$ Lembaga Penelitian SMERU./Kota Bandung Sasaran Industri kecil pengecoran Status Saat Ini Masalah Selesai .124 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri BPPT (P3TA) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab.No.1.1.1.Diseminasi teknologi BPPT.118 Optimalisasi Potensi .1. Krawang) Masyarakat pesisir Masih berjalan Diseminasi teknologi Masih berjalan 2.1. Desember 2003 .119 Strategi Pengembangan Usaha Peternakan 2. menengah Majene) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sumatera Usaha kecil Selatan ( Kab.Kurang terlihat penerapan pada masyarakat luas/daerah setempat Potensi Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 2. P3TM Industri Kecil .122 Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengolahan Batang Padi untuk Pembuatan Dos Tempat Telur 2. Wajo) Tahun 2003 Jawa Barat ( Kab.121 Pabrik Pengolahan Diseminasi teknologi Crumb Rubber Mini di Pesantren "Al Islah" BPPT (P3TA) Pesantren Tahun 2003 Sumatera Selatan ( Kab Ogan Komering Ilir Tulung Selapan) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab.1.1.120 Fasilitas Pengembangan Usaha Masyarakat Pesisir Diseminasi teknologi BPPT (P2KDT) BPPT (BIT) Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.

No.130 Pengurangan Penggunaan Air di Usaha Kecil Pencucian Botol untuk Menunjang Produksi Bersih Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab.1. Bogor) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P2TFM) Tahun 2003 Jawa Barat Usaha kecil (Kota Bekasi) menengah Masih berjalan Diseminasi teknologi BPPT (P3TL) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab/Kota Cirebon) Usaha kecil pencucian botol Masih berjalan !% Lembaga Penelitian SMERU.125 Penerapan Teknologi Penanganan Pasca Panen Gabah Pelaksana BPPT (P3TA) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.1.128 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi dan Diseminasi Produksi Benih Ikan unggul 2.1. Lamongan) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2.1. Soppeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1.1.129 Penerapan Teknologi dan rancang bangun Peralatan Pengeringan dan Produksi Serbuk Minuman Berbasis RimpangRimpangan 2. Desember 2003 . Nama Upaya Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi 2.127 Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Limbah Jagung untuk Pakan Ternak dan Pupuk Organik 2.126 Pemberdayaan Peternakan Rakyat Terpadu Melalui Penerapan Teknologi Industri Pakan Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab.

1.1.1.133 Penerapan Teknologi Pembakaran Kapur Menggunakan Dual Fuel sebagai Bahan Bakar BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Sumatera Barat ( Kota Padang) Usaha pembakaran kapur Masih berjalan 2. menengah Soppeng) Masih berjalan !& Lembaga Penelitian SMERU.1.135 Pengembangan Diseminasi teknologi Kawasan dengan Pendekatan Agroindustri Terpadu untuk Memberdayakan Lahan Pertanian BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab. Desember 2003 . Nama Upaya 2. menengah Wonosobo) Masih berjalan BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan (Kab.131 Pemanfaatan Teknologi Bambu Laminasi untuk Pengembangan UKM Furniture dan Kerajinan Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TL) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (Bogor) Sasaran UKM furniture dan kerajinan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Diseminasi teknologi 2.1.132 Pelatihan dan Bantuan Teknik Pembuatan Kokas Briket Batubara Kaway XVI Aceh Barat sebagai Kokas Metalurgi untuk Industri Pengecoran Logam BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Nanggroe Aceh Darussalam Industri pengecoran logam Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.134 Pemanfaatan Energi Diseminasi teknologi Matahari untuk Pengolahan Produk Buah Salak 2.No.

Logam Ceper BPPT (P3TIP) Industri benang Tahun 2003 Sulawesi Selatan (Kab.136 Pemanfaatan Diseminasi teknologi Kawasan Pesisir Gorontalo untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma spp dan Gracilaria spp) 2.140 Pelatihan Pelatihan Pembuatan Bagan Penangkap Ikan tipe Semi Benam Beserta Alat Tangkapnya 2.138 Rancang Bangun Alat Proses Pemintalan dan Pewarnaan Benang Sutera Diseminasi teknologi 2. Nama Upaya Jenis Kegiatan 2. Usaha kecil Lombok Barat) menengah Masih berjalan BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri kapal dan alat tangkap Masih berjalan !' Lembaga Penelitian SMERU.1.1.No. sutera Soppeng) Masih berjalan BPPT (P3TIP) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab.1.141 Disain Kapal dan Alat Tangkap yang Sesuai Kondisi Perairan Diseminasi teknologi BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 NTB (Kab.1.137 Peningkatan Kualitas Teknologi Pembuatan Kapal Fibre Glass untuk Mendukung Pengembangan Masyarakat UKM Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TPSLK) Waktu Wilayah Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 NTB Usaha kecil menengah Masih berjalan Rancang bangun 2. Klaten) menengah Masih berjalan 2.1. Desember 2003 .139 Penerapan Teknologi Peleburan Biji dengan Devided Blast Cupola di UPT Lab.1.

Pembinaan pelatihan tidak berkesinambungan. Desember 2003 . Kec Turen) Masih berjalan 3. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU. Lembaga Keuangan Mikro. Nama Upaya Jenis Kegiatan 2. Malang .1.Potensi keuangan daerah .Dukungan program dari pusat untuk daerah pasca pelatihan masih rendah.No.Monitoring dan Masyarakat Evaluasi pelaksanaan Pelatihan di 17 provinsi.rakyat Desa Sumberejo. perguruan tinggi.144 Rancang Bangun Alat Hammer Mill untuk Diaplikasikan di Tambang Kapur Rakyat Rancang bangun Tambang kapur BPPT (P3TIAM) Tahun 2003 Jawa Timur (Kab. Departemen Dalam Negeri (Depdagri) 3.Keterbatasan dana pendamping dan fasilitator .Pelatihan Pelatihan .1. Depdagri. . Klungkung) Sasaran Perajin kecil Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2.Belum adanya evaluasi dampak .1 Pengembangan .1.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. .142 Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan Teknologi Pembuatan Paduan Perunggu sebagai Bahan Gamelan dan Uang kepang untuk Para Perajin Kecil Pelaksana Waktu Wilayah BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Bali ( Kab. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Januari Desember 2002 Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran utama Berlanjut ke aparat PMD propinsi tahun 2003 dan kab/kota yang secara langsung melakukan pelatihan masyarakat di wilayahnya.Belum terinformasikannya program pelatihan masyarakat .Kurangnya koordinasi dan kerjasama antar unit kerja .143 Penerapan Teknologi Tepat Guna Proses Pembuatan BalingBaling Kapal Diseminasi teknologi BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri baling-baling Masih berjalan kapal 2. .

No.Fasilitasi dan sosialisasi gender .Fasilitasi Depdagri.Sosialisasi tentang narkoba Beberapa provinsi di Indonesia Masyarakat.Penanganan masyarakat tertinggal Beberapa propinsi di Indonesia Keluarga dan kelompok masyarakat miskin pedesaan. Lembaga Keuangan Mikro. 3.Menyusun beberapa Rancangan Pedoman Umum pemberdayaan . dan LSM 3.Pengembangan Pemasaran .4 Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat .Potensi keuangan daerah . perguruan tinggi. baik untuk pelaksanaan kegiatan maupun penyediaan dananya . Berlanjut ke tahun 2003 . Pelaksana Waktu Depdagri. Lembaga Keuangan Mikro.2 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan Jenis Kegiatan . perguruan tinggi. masyarakat Berlanjut ke dan keluarga miskin tahun 2003 pedesaan.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU.Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga .Birokrasi yang berbelit . khususnya perempuan Berlanjut ke tahun 2003 Adanya beberapa kegiatan yang tidak direncanakan sejak awal sehingga belum terprogram.Potensi keuangan daerah .Adanya gangguan keamanan di beberapa daerah . Masalah Potensi .Kurangnya kemampuan SDM untuk fasilitasi .Temu konsultasi .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Perubahan struktur organisasi . Ditjen Januari Desember Kesejahteraan pelaksanaan 10 PMD 2002 Keluarga (PKK) Program Pokok PKK . Lembaga Keuangan Mikro.Program tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan daerah . Desember 2003 . dan LSM 3. Ditjen Januari .3 Pemberdayaan dan . Ditjen Januari Desember PMD 2002 Wilayah Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran Status Saat Ini Pemda.Mendukung Depdagri. perguruan tinggi.Pengembangan Desember PMD Usaha Perkreditan 2002 dan Simpan Pinjam .Potensi keuangan daerah .Penyusunan laporan evaluasi.Terbatasnya alokasi dana .Belum tertatanya seluruh perangkat daerah .Belum optimalnya pendataan dan informasi potensi daerah .Melaksanakan peringatan Hari Keluarga Nasional .

Sulteng.Mobilisasi konsultan Depdagri.Pembangunan prasarana .Potensi keuangan daerah .5 Nama Upaya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan Pelaksana . Desember 2003 .Kurangnya disiplin dan kemampuan masyarakat desa .Kurangnya partisipasi orang miskin dan kelompok perempuan . Kalteng.481 desa) Sasaran Penduduk miskin di kecamatan miskin Status Saat Ini Masalah Berlanjut ke .Lokasi Kutai Kertanegera tidak layak sebagai sasaran proyek . 3.6 Program Community Empowerment for Rural Development (CERD) / Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD) .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. 990 kecamatan. dan LSM 3.Pelatihan PMD . .Potensi keuangan daerah . 15.Pelatihan Ekonomi Masyarakat . Departemen Kelautan dan Perikanan 4.Sasaran kegiatan dan tahun 2003 pinjaman modal kurang tepat . Sultra) Berlanjut ke Masyarakat miskin tahun 2003 perdesaan dengan lebih memperhatikan kelompok perempuan .Pertemuan konsultasi regional bagi para konsultan pendamping Waktu Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) Wilayah 20 provinsi (130 kabupaten.Pendampingan Pemberdayaan .Sanksi tidak diterapkan secara efektif . perguruan tinggi. Sulut.No.Penyerapan dana belum maksimal .Masalah aparat birokrasi Potensi .Penjajagan kemungkinan BPD tidak bersedia menjadi executing bank . dan LSM 4. Ditjen . yang kurang berdaya sebagian kota/ (miskin) kabupaten .Bantuan modal bergulir Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2000 .1 Program . Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) 11 Kabupaten di 6 propinsi(Kalsel .Pembentukan Kelompok Simpan Pinjam .Penyediaan pinjaman usaha .Pembentukan dan pemberdayaan kelompok masyarakat.Pembentukan Pesisir (PEMP) Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) .Pembangunan Depdagri. Kaltim. Lembaga Keuangan Mikro. Ditjen prasarana produktif PMD (pilihan masyarakat) .Pertemuan dengan Tim Koordinasi pusat dan daerah . perguruan tinggi.Dana belum bergulir sepenuhnya Sudah berjalan selama 4 tahun dan akan dilaksanakan lagi pada tahun 2004 " Lembaga Penelitian SMERU.Terjadinya benturan antara semangat otoda dan sifat sentralistik proyek .Pengembalian pinjaman tidak lancar .Seluruh Masyarakat pesisir Masih berjalan 2003 provinsi.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. Lembaga Keuangan Mikro.Monitoring dan evaluasi.

DKI Jakarta.No. Jawa Tengah (4 kota/kab.Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) .Pendampingan .Penyediaan ikan kerapu belum dapat dipenuhi secara berkelanjutan Ukuran ikan beragam .Penyuluhan .Pelatihan .Peningkatan akses modal Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2001 Tahun 2001: dan 2002 Jawa Barat. Desember 2003 . Tahun 2001 NTT.Keterbatasan keuangan/modal anggotanya .Penyerahan dana Sosialisasi Program . Bali: Potensi pasar ikan kerapu sangat baik sehingga kegiatan ini layak dikembangkan di tempat lain.2 Nama Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Laut di Merauke Jenis Kegiatan Pelaksana .Tidak/belum adanya simpanan anggota yang tetap . "! Lembaga Penelitian SMERU.4 .5 Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir melalui Kemampuan Manajerial Usaha Budidaya Rumput Laut . DIY. 4. Merauke) Sasaran Masyarakat Pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada Potensi Mempunyai potensi untuk terus dikembangkan.Pendampingan .Pembinaan rutin Departemen Kelautan dan Perikanan. Sulawesi Tenggara.Masih rendahnya minat anggota untuk memanfaatkan/ mengembangkan KUB 4.Bantuan teknis . Sulawesi Selatan.Pembentukan kelompok .Penyerahan seed Perikanan capital . 4. Papua.Pelatihan .Pelatihan . 4. Malang) Perempuan pesisir Selesai Dapat dilanjutkan pada Yang dihadapi pengurus tahun mendatang dengan KUB: . Banten (1 kota/ kabupaten di tiap provinsi) Masyarakat pesisir Selesai Masyarakat kurang menguasai teknologi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang melalui penerapan teknologi tepat guna budidaya rumput laut.3 Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Daerah yang Mengalami Tekanan Ekologis di Bali dan Maluku Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Pengolahan Ikan Tahun 2001 Bali dan Maluku Masyarakat pesisir. lokasi yang berbeda.Pengembangan manajerial dan pemasaran . pengetahuan manajerial dan interpretasi di setiap KUB .) Tahun 2002: Jawa Timur (Kab.Sosialisasi Program .Pembentukan kelompok pelatihan Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Papua (Kab.Keterbatasan kemampuan.Mutu produk sulit dijaga.Pembentukan Departemen Lembaga Usaha Kelautan dan . Selesai khususnya Kelompok Nelayan "Lestari" (Bali) dan KUM "Mina Mandiri" (Maluku) Bali (budidaya ikan kerapu): .

dan NTT) Th 2003: 4 kabupaten di 4 provinsi (Sumbar.Pengadaan modal usaha (barang. Banten) Jawa Timur.Pelatihan . Bali.Pengembangan pemasaran . 4. Jatim. Sulawesi Utara.8 Pengembangan Mina Ventura . Bali.Pelaporan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Th 2001: 7 Pondok pesantren dan 2003 kabupaten di 5 dan masyarakat di provinsi daerah pesisir (Jabar.No.Pengembangan sistem bagi hasil . Jateng.Pemberian dana bantuan langsung .Pembinaan manajemen usaha dan teknologi Tahun 2001 Departemen dan 2002 Kelautan dan Perikanan.Pendampingan .6 Nama Upaya Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir Melalui Pesantren dan Lembaga Agama Lainnya Jenis Kegiatan Pelaksana . NTT. Jatim. uang atau jasa) . Jateng. 4. Maluku Tenggara) Th 2002: 2 kota/kab di 2 provinsi (Banten.Pengembangan potensi .Pelatihan . Sulut) Tahun 2001. Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Usaha kecil Selesai menengah.Pendampingan . dikembangkan terus pada Hal ini tidak menguntungkan lokasi yang berbeda. Bali. Sulut. Th 2001: 5 kota/kab di 4 2002 dan provinsi 2003 (Jabar. koperasi dan kelompok masyarakat pemanfaat Dana bantuan sulit bergulir Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang "" Lembaga Penelitian SMERU.Pinjaman modal Departemen Kelautan dan Perikanan Orang-orang miskin Selesai berdasarkan kriteria standar kemiskinan yang digunakan oleh Grameen Bank yaitu kriteria "pendapatan dan aset" Dana yang digulirkan kurang Sangat memungkinkan berkembang untuk dilanjutkan pada tahun mendatang pada lokasi sebelumnya ataupun lokasi baru yang berbeda.Pembentukan Kelautan dan kelompok Perikanan .Pelatihan . Jatim.Sosialisasi program Departemen . Jateng) Th 2003: 4 kota/kab di 4 provinsi (Sumbar.7 Pengembangan Grameen Bank melalui Lembaga Keuangan Masyarakat Pesisir Mikro Mitra Mina (LKMP-M3) . 4. Desember 2003 . bagi komunitas nelayan yang memanfaatkan pinjaman investasi. NTT. Jawa Tengah Status Saat Ini Masalah Potensi Selesai Iklim/cuaca laut menghambat Memungkinkan untuk aktivitas penangkapan ikan.

Desember 2003 . Maluku Sasaran Wanita nelayan Status Saat Ini Masalah Tahun 2001: Daerah cakupan terlalu luas selesai.9 Nama Upaya Program Pemberdayaan Wanita Nelayan Jenis Kegiatan .No.Pelatihan .Penyusunan Pedoman .Pemberian dana bergulir Pengadaan bahan Dana Ekonomi bakar solar bagi Produktif (DEP) Khusus Pengadaan nelayan Bahan Bakar Solar bagi Nelayan Pengembangan Alternatif Pendapatan Masyarakat Pesisir di Lokasi Konservasi Terumbu Karang Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Th 2001: 3 dan 2003 kabupaten di Jateng.Lokasi yang jauh dari pusat Memungkinkan untuk pemerintahan diteruskan .Kelompok masyarakat pemanfaat Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang dengan lokasi yang berbeda "# Lembaga Penelitian SMERU. Sulsel Tahun 2002 3 kabupaten di Papua.Fasilitasi pembentukan badan usaha perikanan .Masyarakat pesisir Selesai dan pulau kecil yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem terumbu karang . 4.Pengembangan usaha Pelaksana Departemen Kelautan dan Perikanan 4.Masyarakat pesisir Selesai . Jatim. 6 kota/ kabupaten . sebagian kota/ kabupaten .12 Korporatisasi Nelayan .Pendampingan Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 6 provinsi.Pendampingan . 4.Pelatihan .Sosialisasi dan Diseminasi Program . Potensi Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan dan dibuat suatu model pemberdayaan perempuan nelayan .11 .Nelayan pendatang yang terdaftar pada dinas terkait Tidak ada masalah Dapat terus berkembang.10 4. Banten. Lampung Th 2003: 3 kabupaten di Jatim.Pengembangan kapasitas kegiatan melalui lembaga keuangan Mikro Mitra Mina (M3) . Kalsel.Transportasi terbatas Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Seluruh provinsi.Permodalan . tahun 2003: masih berjalan.Perempuan pesisir dan pulau kecil yang berpotensi melakukan usaha .Identifikasi lokasi dan kelompok .Nelayan tradisional Selesai yang berdomisili di sekitar SPD (SolarPacked Dealer ) nelayan setempat .

Identifikasi masalah Departemen dan sumber Kelautan dan permodalan Perikanan .Perguruan tinggi lokal dan/atau lembaga riset dan lembaga lain (LSM) yang relevan.Penguatan kelembagaan . Kalbar.Fasilitasi dan pendampingan .Usaha kecil masyarakat pesisir dengan cash flow harian Potensi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang 4.Pendampingan .No.Masyarakat pesisir .Pengadaan modal usaha .Pelaporan Waktu Wilayah Tahun 2003 6 kota/ kab di Riau.14 Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan Berbasis Masyarakat . .Sosialisasi .Fasilitasi .Pembentukan kelompok .Sosialisasi .Monitoring dan evaluasi . Tahun 2003 Jawa Barat.Pelatihan dan peningkatan SDM . Sumenep) .Penyusunan buku dan leaflet .15 Pemberdayaan Petani Garam Departemen Kelautan dan Perikanan. Desember 2003 .Bantuan langsung masyarakat (modal) .Masyarakat desa pesisir. Petani garam dan Sulawesi Selatan Selesai Tidak ada masalah Memungkinkan untuk terus dilaksanakan pada tahuntahun mendatang hingga dapat dibuat model pemberdayaan petani garam "$ Lembaga Penelitian SMERU.Lembaga Selesai Tidak ada masalah perbankan dan penyandang dana lain . Sasaran Status Saat Ini Masalah .Pengembangan pemasaran . Sulsel. 4.Workshop . Selesai Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4. dan NTB.Praktek usaha ekonomis produktif .13 Nama Upaya Sosialisasi dan Fasilitasi Akses Permodalan Jenis Kegiatan Pelaksana .Pembuatan pedoman Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Jawa Timur (Kab. Jabar.Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) M3 .Pembinaan .Pembentukan kelompok .

Peranan Wanita .Lokakarya /workshop . tetapi pada tingkat kelompok masih berjalan. . 2000-2001 . bergulir. 4.Peluncuran web site Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur.No. 10 Masyarakat pesisir kota/ kabupaten Selesai .Survei Lapangan . Sulsel.Pelatihan Tahun Depdiknas.16 Nama Upaya Inventarisasi.Diskusi pakar.Pembuatan panduan . karena bersifat bertahap dan ada pula yang tidak. .17 Tindak Lanjut Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan PulauPulau Kecil T. Sosialisasi dan Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Jenis Kegiatan Pelaksana .Pembuatan pilot project .1 Proyek Peningkatan . Tahun 1999: 4 provinsi:Kalba r. "% Lembaga Penelitian SMERU. Sumatera Selatan Sasaran Masyarakat pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada masalah Potensi Memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4. Perikanan praktisi.Proyek tidak sustainable Ada usaha yang meningkat.A.Pelatihan .Penyerapan dana belum maksimal .LKW/Pusginita: peserta pelatihan adalah isteri pejabat. .Sasaran Latihan Keterampilan Usaha Wanita (LKUW): wanita miskin dan tidak berdaya .Dana bergulir 1997/1998Direktorat (P2W) di Pendidikan 1999 Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Th 1997-1999: 9 propinsi.LKUW: tidak ada pembinaan sehingga usaha mikro menemui kendala pemasaran. sehingga bila suami pindah. dan LSM .Identifikasi dan Departemen analisis teknologi Kelautan dan . 5.Sasaran Latihan Kepemimpinan Wanita (LKW)/Pusat Kegiatan Wanita (Pusginita): Dharma Wanita Depdiknas kecamatan Proyek sudah selesai pada tahun 1999. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) 5. dan Lampung.Studi banding Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2002 9 provinsi.Dana belum bergulir sepenuhnya Memungkinkan untuk dilaksanakan kembali pada tahun berikutnya di lokasi yang berbeda. maka istri ikut pindah pula. . Desember 2003 .Lokakarya .Penguatan kelembagaan . NTB. Sulawesi Selatan.

Bantuan modal Pelaksana Waktu Tahun 2002Depdiknas. yang dikelompokkan dalam kelompok usaha (klaster) Pengusaha kecil dan Selesai menengah di bidang software . Tahun 2003: seluruh provinsi. Berpotensi mengembangkan masingmasing kelompok di bidang teknologi informasi.Tahun 2002 telah dilaksanakan .2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Subsidi BBM -.4 Peningkatan Kemampuan SDM Bengkel Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) Pelatihan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 Sumatera dan Barat (kota September Padang) 2003 UKM . Yogyakarta.Tahun 2002 Tidak ada masalah telah dilaksanakan . 6.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September.1 Penumbuhan Pelatihan Tahun 2002 DKI Jakarta Depperindag Wirausaha Baru di dan 2003 Direktorat Bidang Software Jenderal Industri Logam. yang membuat animasi dengan menggunakan komputer. Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) 6.3 Pelatihan Teknologi Pelatihan Produksi Industri Alas Kaki Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 dan September 2003 5 kota/kab. D. "& Lembaga Penelitian SMERU. Membantu dan meningkatkan usaha kecil dan menengah yang memproduksi alas kaki. 5.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September. 6. khususnya alat-alat pertanian. Pada tahun 2002 pihak Ditjen ILMEA mengalami kesulitan menempatkan peserta sesuai spesifikasinya setelah mereka menempuh pelatihan tingkat dasar. Sasaran Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak ada masalah Perempuan yang menganggur. 6. miskin dan berada dalam usia produktif Potensi Proyek ini sangat bermanfaat bagi peningkatan usaha mikro.I. Ditjen Pendidikan 2003 Luar Sekolah dan Pemuda Wilayah Tahun 2002: 11 provinsi. Mesin. Peningkatan UKM di daerah yang berpotensi menghasilkan permesinan.2 Pelatihan software Pelatihan Peningkatan komputer Kemampuan Industri Software Skala Kecil dan Menengah Depperindag Ditjen ILMEA Juni 2002. 6. Juli 2003 Jawa Barat (Kota Bandung) Tidak ada Meningkatkan jasa layanan UKM yang bergerak di bidang software . Jawa Barat) Peralatan IFSC yang merupakan bantuan dari Italy belum tersedia hingga Agustus 2003.No. . dan Elektronika (ILMEA) Mahasiswa tingkat Sudah selesai akhir atau baru lulus dilaksanakan dari Universitas Gunadarma.Pelatihan Life Skill Education . Desember 2003 . Di UKM 3 provinsi (Jawa Timur.

Desember 2003 .8 Temu usaha Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Jawa Tengah.Maluku Utara . Meningkatkan industri peralatan olah raga (shuttle cock) 6. Sosialisasi telah Belum ada dilaksanakan. Banten (6 kabupaten/ kota) September . Jawa Barat. Pengembangan UKM perbengkelan di Banjar Baru. 6. UKM yang membuat Belum shuttle cock dilaksanakan.No.Nelayan kecil November .5 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Sumber Pelatihan Daya Manusia Pemeliharaan Mesin Sederhana Pelaksana Depperindag Ditjen ILMEA Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (kota Bekasi) Sasaran Karyawan perusahaan kecil yang mesinnya iddle capacity Status Saat Ini Masalah Akan Belum ada karena belum dilaksanakan dilaksanakan pada bulan September 2003 Bulan September 2003 Tidak ada Potensi Membuat mesin yang idle capacity dapat bekerja secara optimal sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.9 . Depperindag Ditjen ILMEA Agustus 2003 4 kota di Jawa Tengah. dan aneka. Banten. Jawa Barat.Industri kecil 2003 menengah kapal nelayan Masih berjalan Belum ada masalah karena belum dilaksanakan 6.Memberikan bantuan kapal nelayan Depperindag Ditjen ILMEA Belum ada. hasil workshop akan meningkatkan mutu dan kepercayaan industri di bidang HaKI.6 Pengembangan Membuat cetak biru Desain Alsintan di protopype alsintan Kalimantan Selatan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Kalimantan UKM perbengkelan Selatan (kota Banjar Baru) 6.7 Meningkatkan Pemahaman Peraturan tentang HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Temu Usaha Kemitraan Industri Besar dengan Industri Alat Olah Raga Skala KecilMenengah Pengembangan Kemitraan Industri Besar dengan IKM Kapal Nelayan Sosialisasi melalui workshop. mesin.Kajian . elektronika.Menyusun pola kemitraan antara industri besar dan industri kecil menengah kapal nelayan . 6. karena upaya ini Meningkatkan pendapatan masih dalam tahap kajian para nelayan di wilayah tersebut "' Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Timur UKM di lingkungan industri logam. Apabila diterapkan oleh masing-masing UKM.

Desa / 1992/1993 .Konsultasi usaha . Desember 2003 .Kualitas UKM (seperti manajemen dan produknya) masih kurang .Peserta sulit memahami prosedur ekspor walaupun sudah diberi pengarahan . Semarang. Yogyakarta.Ibukota kabupaten di luar Pulau Jawa .Penataran /penyuluhan . 2003: Surabaya.1999: 2 2003 provinsi (2 kota/kab) 2000: 4 provinsi (5 kota/kab) 2001: 5 provinsi (5 kota/kab) 2002: 7 provinsi (7 kota/kab) 2003: 11 provinsi (11 kota/kab) Sasaran UKM di masingmasing wilayah Status Saat Ini Masalah Masih berjalan .Wakil kelompok perempuan atau KUB yang menjadi binaan P2W departemen sektoral # Lembaga Penelitian SMERU.12 Proyek Peningkatan Peranserta Wanita (P2W) di Bidang Perdagangan . 2002: Medan.Konsultasi ke UKM/ Bimbingan Tata Laksana Konsultasi Ekspor bagi UKM Pelaksana Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen PLN) Waktu Wilayah Tahun 1999.2001: 5 2003 daerah. 6.Perempuan yang menjadi tokoh masyarakat setempat .Partisipasi pameran Hari Ibu (PHI) Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Tahun .UKM sulit mengakses perbankan karena terbentur agunan Potensi 6.Pelatihan Ditjen PLN .10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Klinik Konsultasi .No.Konsultasi UKM Tahun 2001.Seminar peduli mutu Depperindag .Banyak UKM yang mengundurkan diri di tengah pelaksanaan upaya Apabila ISO 9000 tercapai UKM akan mampu bersaing dalam hal mutu dan pemasaran sesuai dengan standar pasar internasional 6. Bali.Temu usaha .kecamatan di 1998/1999 Pulau Jawa . Masih berjalan .Perempuan Sudah selesai pedagang golongan ekonomi lemah .Bimbingan Pembiayaan Ekspor . Jabotabek.11 Bimbingan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 .

6.Selesai produsen 6.13 Nama Upaya Lembaga PembinaanTerpadu.Identifikasi sarana dagang non-produsen .Beberapa pengusaha tidak disiplin mengembalikan pinjaman.TA 1998/1999 dan 1999: penyaluran .16 . .Langsung: lembaga Selesai pembina UDK .17 Pengembangan Penetapan sistem Sistem Pemasaran pemasaran melalui Hasil Pertanian di warehouse DKI Jakarta (Proyek PDK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Petani dan pedagang kecil Selesai # Lembaga Penelitian SMERU. Potensi Berpotensi cukup besar dalam mengembangkan usaha kecil dan mikro asalkan disertai dengan pembinaan 6.Tidak langsung: usaha dagang kecil Produsen industri kecil Selesai 6.Pemberian modal bergulir .Penyusunan pedoman pemanfaatan sarana dagang bagi pedagang kecil non produsen Pembentukan forum konsultasi lembaga pembina UDK Pelaksana Depperindag. provinsi) Status Saat Ini Masalah Selesai .No.14 Pengembangan Kerjasama Pasar Modern dengan Pedagang Informal dalam Rangka Memperluas Sarana Tempat Usaha Pedagang Kecil (UDK) (Proyek Pengembangan Dagang Kecil -PDK) Pengembangan Kelembagaan Pembinaan UDK (Proyek PDK) Peningkatan Mutu Sarana Pasar Hasil Industri untuk Mendukung Perluasan Pasar Produsen (Proyek PDK) JanuariDepperindag Desember Direktorat Jenderal Industri 2001 dan Dagang Kecil-Menengah (IDKM) Pedagang kecil non.Koordinasi dalam penataan dan penyusunan sarana dagang dengan instansi terkait Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6.Kendala teknis dihadapi oleh masing-masing LPT provinsi.Th 2000 sekarang: perguliran Wilayah Sasaran 23 provinsi Industri kecil dan (yang aktif 15 pedagang kecil.15 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 . Ditjen IKDK (Th 1998/1999 1999) LPT INDAK (Th 2000 – sekarang) Waktu .Pembinaan /pelatihan . Industri Kecil dan Dagang Kecil (LPT INDAK) Jenis Kegiatan Tahun 1998/1999: penyaluran dana (pinjaman/dana bergulir) Tahun 2000 sekarang: perguliran oleh LPT INDAK: .Identifikasi sarana dagang yang potensial untuk dikembangkan . Desember 2003 .Koordinasi pemanfaatan sarana dagang non-produsen .

Workshop Pengembangan .Lokakarya lintas Peraturan sektoral Perundang.19 Penyusunan matrik Depperindag penerapan teknologi Sesditjen IKDK pada UKM-Indag per komoditi JanuariDesember 2001 Tidak langsung: UKM Selesai 6.22 Depperindag Ditjen IDKM Industri kecil pangan Selesai # Lembaga Penelitian SMERU.21 Pembinaan dan .PKUK) Assesment Kemampuan Penerapan Teknologi Tepat Guna/Teknologi Maju UKM-Indag Kerjasama dengan Perguruan (Proyek PKUK) Pengembangan Industri Kulit Pendukung Pendirian IFFC Bantuan Italia (Proyek PKUK) Jenis Kegiatan .Monitoring GKM (Proyek PKUK) Pemasyarakatan . 6. Desember 2003 .Tidak langsung: usaha kecil dan menengah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.20 Pemantauan dan evaluasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 Usaha kecil Selesai 6.Sosialisasi Undangan dan Kebijaksanaan Pemerintah yang Prioritas dan Strategis bagi Usaha Industri Kecil Pangan (Proyek PKUK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2001 Usaha kecil Selesai 6.Langsung: IKDK .Penyusunan kebijakan IKDK Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran .No.Penyempurnaan program UDK .18 Nama Upaya Bantuan Tenaga Ahli untuk Pengembangan UKM (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil .

No.Pelatihan dan bantuan tenaga ahli (resident consultant ) .Bantuan sarana kelembagaan (UPK dan LPT IndagPropinsi) Bimbingan Penyusunan Proposal Kelayakan Usaha (Proyek PKUK) Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Kalimantan Timur.Tidak langsung: UKM-Indag 6. Kalimantan Barat.Pendampingan PKUK) .Sosialisasi program Depperindag dana bergulir Ditjen IDKM . Desember 2003 . 6.Monitoring dan evaluasi Depperindag Sesditjen IDK JanuariDesember 2001 UKM Selesai 6.23 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan . Kalimantan Tengah.Langsung: lembaga Selesai pembina UKM-Indag .26 Penumbuhan Pelaksanaan ToT Kewirausahaan AMT Pada Lembaga Keagamaan/Pontren Melalui TOT AMT (Proyek PKUK) Inisisasi WUB (Proyek PKUK) Pelatihan JuliSeptember 2000 Pondok pesantren Selesai 6.Penyusunan proposal usaha .Dana bergulir UKM-Indag (Proyek .24 .Pemilihan UKMDepperindag Indag yang prospektif Ditjen IDKM .27 Depperindag Ditjen IDKM Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2000 80 tenaga kerja yang Selesai mengalami PHK 80 wira usaha baru (WUB) terpilih Selesai 6.25 Penguatan Kelembagaan Pembina UKM-Indag (Proyek PKUK) JanuariDesember 2001 .Pemilihan konsultan penyusun proposal . Bengkulu Sasaran UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.28 Peningkatan Pelatihan Kapabilitas Kewirausahaan UKM (Proyek PKUK) #! Lembaga Penelitian SMERU.Diseminasi kepada Perbankan .Pengumpulan data/informasi .

32 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 JanuariDesember 2001 Produsen gambir Selesai 6.Monitoring dan evaluasi Pembuatan modul pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Produsen minyak Selesai goreng kelapa sawit skala kecil. Desember 2003 .33 6. Jabar.Penyusunan panduan lembaga UPK kab/kota Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2000 Wilayah Sasaran .35 Pengembangan Industri Garam Rakyat (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Barang Karet (Proyek PIKM) .Langsung: UPK . Lampung.Diseminasi teknologi .29 Nama Upaya Penguatan Kelembagaan UPK Kabupaten/Kota dalam Penyaluran Dana Bergulir (Proyek PKUK) Pemutakhiran Informasi Hasil Litbang Perindag dalam Pemecahan Masalah Teknologi (Proyek PKUK) Fasilitasi Pengembangan Minyak Atsiri Nasional (Proyek (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah -PIKM) Fasilitasi Pengembangan Gambir Nasional (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kelapa Sawit Terpadu (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan .31 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Produsen minyak atsiri Selesai 6.34 6.No.Depperindag hasil litbang untuk Ditjen IDKM UKM JanuariDesember 2000 UKM Selesai 6. Sumut.Fasilitasi /koordinasi pihak-pihak terkait .Bantuan tenaga ahli . 6. Kalsel UKM produsen Selesai barang-barang karet #" Lembaga Penelitian SMERU.Promosi dan informasi pasar .30 Penyebarluasan hasil. Jatim.Tidak langsung: UKM-Indag Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Sosialisasi UPK ke kab/kota . Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 FebruariDesember 2001 9 provinsi Selatan) UKM garam Selesai Penyusunan buku Depperindag panduan Ditjen IDKM pengembangan mutu barang-barang karet.

Konsultasi bimbingan/pelatihan . Desember 2003 .Identifikasi dan inventarisasi kelompok sasaran pelaksanaan kemitraan . Lampung.Monitoring dan evaluasi .38 .42 Pengembangan Aliansi Usaha Produk Kayu Olahan Pasar Ekspor (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen kayu Selesai ## Lembaga Penelitian SMERU.Bantuan bahan dan Ditjen IDKM peralatan Industri kecil pangan Selesai 6. Sulsel Sasaran Wirausaha Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Sosialisasi .Uji coba lapangan .No.Penyusunan draft pemanfaatan limbah pertanian .Pembentukan aliansi usaha Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 14 provinsi IK LME (Industri Kecil Logam. 6. Sumbar.Workshop .37 Mengadakan temu usaha Depperindag Ditjen IDKM UKM pupuk Selesai 6. Jawa.36 Nama Upaya Pengembangan UKM Pestisida Organik (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Pupuk (Proyek PIKM) Peningkatan Mutu Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIKM) Bantuan Tenaga Ahli dalam Rangka Pembinaan dan Pengembangan IKLME (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu FebruariDesember 2001 FebruariDesember 2001 JanuariDesember 2000 Wilayah Sumut.Temu usaha/bisnis . Elektronika dan Mesin) Selesai 6.39 .Bimbingan Depperindag .Pembuatan buku panduan .41 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IK Sanlita Selesai 6.40 Peningkatan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Pengembangan Industri Pulp (Proyek PIKM) Pemasyarakatan Kemitraan Usaha IK Sanlita dengan Usaha Besar (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Masyarakat peminat Selesai industri pulp skala kecil 6.Menentukan komoditas unggulan IK-LME .

43 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Pembuatan buku Aliansi Usaha panduan Produk Barang Jadi Rotan Pasar (Proyek PIKM) Pengembangan Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran (Proyek PIKM) Peningkatan Pemanfaatan Skim Kredit UKM/Permodalan UKM (Proyek PIKM) Identifikasi kemampuan daerah penghasil rotan (bahan baku) dan jenis rotan yang dihasilkan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran IKM produsen barang jadi rotan pasar Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6. 6. Perak) (Proyek PIKM) Pengembangan Pola Kerjasama UKM-Indag Antar Negara Asean (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.47 .44 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen rotan Selesai 6.Temu usaha . Desember 2003 .Penyusunan sistem Sesditjen IKDK perguliran dana industri kecil/rumah tangga kab/kota .Emas.Analisis tingkat kemampuan UKM representatif .Pemasyarakatan Depperindag pola kerjasama UKM Sesditjen IKDK antar ASEAN .Pemasyarakatan .45 .46 Fasilitasi Kelancaran Pengadaan Bahan Baku (Kayu.Penyusunan hasil evaluasi kesiapan UKM menghadapi AFTA Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 UKM Indag Selesai 6.48 Penyusunan Penyusunan Informasi Peralatan informasi mesin dan dan Mesin Industri peralatan Kecil Pangan (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IK pangan Selesai #$ Lembaga Penelitian SMERU.No.Workshop Depperindag .Penyusunan kerjasama Depperindag Sesditjen IKDK JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.

Pemberian informasi mengenai pola.51 .Inventarisasi dan Depperindag identifikasi pola dan Ditjen IDKM desain . JanuariDesember 2001 IKM produsen Selesai pakaian jadi dewasa 6. teknik pengerjaan bahan/tekstil.49 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyusunan Modul Pembuatan modul Depperindag peningkatan teknologi Ditjen IDKM Pelatihan Pembuatan Arang pembakaran Briket (Proyek PIKM) Penyusunan Materi Bimbingan Penerapan Sikap Kerja 5-K/5-S (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Mesin dan Peralatan Pengolah Hasil Produk Pertanian.Menyusun katalog .Distribusi katalog ke daerah .Menyebarkan dan mengadakan desiminasi ke sentra hasil pengolahan pertanian dan perkebunan . Desember 2003 .54 Peningkatan .Tidak langsung: IK Selesai LME .53 Penyusunan Informasi Pakaian Jadi (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IKM pakaian jadi Selesai 6.Menyusun laporan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6.Mengumpulkan data Depperindag dan informasi Ditjen IDKM .Pengiriman tenaga Depperindag Promosi Pasar Hasil ahli Ditjen IDKM Ikra (Proyek PIKM) .No.Supervisi / evaluasi .50 JanuariDesember 2001 .Penyusunan laporan JanuariDesember 2001 Industri kecil rumah Selesai tangga dan kerajinan #% Lembaga Penelitian SMERU. 6.52 . Perkebunan dan Kehutanan (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Pakaian Jadi Wanita Dewasa (Proyek PIKM) Penyusunan materi 5.Menyusun /mencetak katalog mesin/peralatan .Depperindag K/5-S Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah 7 provinsi Sasaran Status Saat Ini IKM produsen arang Selesai briket Masalah Potensi 6.Langsung: pembina pengrajin IKM Selesai 6.

55 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Pelatihan Peningkatan Pemanfaatan Minyak Atsiri (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil dan Menengah -PKUKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Produsen minyak atsiri Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Bimbingan dan penyuluhan . Desember 2003 .Bantuan peralatan .Penyebaran informasi perkembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM 20 provinsi Wanita perajin di pedesaan yang tergabung dalam KUB Selesai 6.57 Percepatan Peningkatan Daya Saing Minyak Atsiri (Proyek PKUKM) Bantuan Pengembangan Desain dan Diversifikasi Produk (Proyek Peningkatan Peran Serta Wanita Bidang Industri dan Perdagangan .P2W Indag) Workshop Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 MaretDesember 2002 Jawa Barat Petani/perajin (60 orang) Selesai .No.58 Pelatihan Pedagang Pelatihan Eceran di Daerah (P2W Indag) Partisipasi Pameran Pameran dan Uji Coba Pasar Dalam Rangka Promosi Pasar Hasil Produksi KUB P2W Indag (P2W Indag) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 MaretDesember 2002 1 provinsi Wanita terkena PHK Selesai dan putus sekolah.56 6.59 Depperindag Ditjen IDKM 10 provinsi KUB dari desa binaan Selesai #& Lembaga Penelitian SMERU. 6. 6.

Bantuan bahan-alat pengemasan IK pangan Selesai 6.Tidak langsung: IDKM pangan IKM pangan Selesai 6.65 Penyusunan . pedagang dan industri pengolahan Selesai #' Lembaga Penelitian SMERU.Sosialisasi dan Depperindag bimbingan Ditjen IDKM .63 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IDKM pangan Selesai 6.Penyusunan pedoman penerapan GMP JanuariDesember 2002 Selesai 6.62 .Pameran .Bimbingan dan Depperindag konsultasi Ditjen IDKM .60 Nama Upaya Pameran Produk Industri Kecil Pangan yang Telah Diproduksi dengan Baik (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil -PIK) Training Of Trainer Bidang GMP Untuk Aparat Lembaga Pembina IDKM Pangan dan LSM (Proyek PIK) Peningkatan Keamanan Pangan dan Pencanangan Gerakan yang Baik dan Benar Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Pelatihan Produksi Bersih Bagi IKM Pangan (Proyek PIK) Fasilitasi Peningkatan Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Jenis Kegiatan .64 . Desember 2003 .Langsung: aparat lembaga pembina IDKM pangan dan lsm .61 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .Penyusunan konsep Depperindag Konsepsi Sertifikasi sertifikasi Ditjen IDKM Peningkatan Sistem .No.Temu usaha Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6. 6.Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 5 ibukota provinsi Rumah makan.

69 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Selesai 6.71 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kulit Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .Langsung: tenaga Selesai penyuluh di bidang TPB .68 Pelatihan kewirausahaan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 Santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren.No.70 Pelatihan TOT .67 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM Selesai 6.Pelatihan Fasilitator Teknologi . Pengusaha industri kecil sandang Selesai 6. 6.Workshop Produksi Bersih pada Industri Pencelupan dan Industri Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Magang Kerja Magang kerja Pengusaha Penyamakan Kulit (Non-konvensional) dalam Rangka Pengembangan IKM Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .Tidak langsung: IK pencelupan dan penyamakan kulit 6.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Temu usaha Kemitraan Bisnis IK Pangan dengan Supermarket/Ekspor tir dan Perhotelan (Proyek PIK) Fasilitasi Pembinaan dan Kerjasama IDKM Pangan dengan BUMN dan Perusahaan Besar (Proyek PIK) Pengembangan IDKM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIK) Pelatihan Teknik Pencelupan dan Pewarnaan dengan Menggunakan Zat Warna Nabati (Proyek PIK) Pembinaan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.

Sosialisasi Manajemen Mutu pada Industri Barang Jadi Kulit (Proyek PIK) Pelatihan Pelatihan Pengembangan Industri Kecil Sabut Kelapa (Proyek PIK) Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Pembuatan Arang Briket (Proyek PIK) Pelatihan Desain dan Peningkatan Mutu Produk Barang Jadi Rotan (Proyek PIK) Pengembangan Pola Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran Hasil Rotan di Cirebon (Proyek PIK) Pelatihan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK produsen sutera Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kuit Selesai 6.74 Depperindag Ditjen IDKM Tahun 2002 IKM produsen sabut Selesai kelapa 6.Bimbingan Penerapan Sistem . Desember 2003 .Identifikasi Depperindag kemampuan daerah Ditjen IDKM penghasil rotan (bahan baku) di 6 wilayah . 6. DIY Perajin arang tempurung Selesai 6.Identifikasi industri kecil barang jadi rotan di Cirebon Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat IK rotan Selesai 6.No.76 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat (Cirebon) Perajin rotan Selesai 6.78 Fasilitasi Penerapan Pelatihan Cara Produksi yang Baik (GMP) pada Industri Kecil (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 30 petani gambir Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.75 Depperindag Ditjen IDKM Desember 2002 Jawa Barat.73 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pilot Project Pelatihan Peningkatan Mutu Persuteraan di Sulawesi Selatan (Proyek PIK) Pemasyarakatan .77 .72 6.

No. 6. Desember 2003 .79 Nama Upaya Pengembangan ETrade Industri dan Dagang Kecil Menengah (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Depperindag program/software Ditjen IDKM market place dan model bisnis pengoperasian untuk IDKM pangan.82 Bimbingan Depperindag konsultasi/sosialisasi Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Industri mesin pertanian Selesai 6. sandang. logam dan elektronika. kelapa dan sutera Selesai 6.80 Workshop Peningkatan peningkatan Kemampuan Bengkel Kendaraan kemampuan Bermotor Kecil Menengah (Proyek PIK) Diseminasi Teknologi Tepat Guna Peralatan Proses Minyak Kelapa Sawit. kimia dan bahan bangunan. Kelapa dan Sutera (Proyek PIK) Sosialisasi Sistem Manajemen Mutu ISO-9000 pada Industri Mesin Pertanian (Proyek PIK) Partisipasi IDKM Logam dan Elektronika dalam Pameran Pusat (Proyek PIK) Temu usaha JanuariDesember 2002 Perbengkelan umum Selesai kendaraan bermotor kecil menengah 6. serta kerajinan.83 Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM logan dan elektronika Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU. Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Industri dan dagang Selesai kecil dan menengah Masalah Potensi 6.81 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IK minyak sawit.

89 Penyusunan manual teknologi dan desain batik Penyusunan manual teknologi dan desain anyaman Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 MaretDesember 2001 IK batik Selesai 6.90 Depperindag Ditjen IDKM IK anyaman Selesai 6.No.91 Penyusunan Manual Penyusunan manual Teknologi dan teknologi dan desain Desain Perhiasan perhiasan perak Perak (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 IK perhiasan perak Selesai $! Lembaga Penelitian SMERU.84 Nama Upaya Pengembangan Perangkat Lunak dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi oleh IKM (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah IKM Sasaran Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.85 Pameran ICRA 2002 Pameran (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM 6. 6.88 Penyusunan manual teknologi dan desain tenun tradisional Depperindag Ditjen IDKM IK tenun Selesai 6.86 Penyusunan direktori Depperindag Penyusunan Direktori Handycraft Ditjen IDKM Indonesia (Proyek PIK) Uji Coba Pasar Produk Kerajinan Unggulan (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Tenun Tradisional (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Batik (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Anyaman (Proyek PIK) Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IK interior dan kerajinan Pengusaha IDKM kerajinan yang potensial Selesai Selesai 6. Desember 2003 .87 JanuariDesember 2002 MaretDesember 2001 IK kerajinan Selesai 6.

95 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Proses Produksi dan tungku dan bantuan teknik produksi Bantuan Tungku bagi Industri Kecil Keramik (Proyek PIK) Peningkatan Teknis Pemberian bantuan alat pengering kayu Proses Produksi Melalui Bantuan Alat Pengering Kayu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Selesai 6.92 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Fasilitator Pelatihan HaKI IKDM bagi Pemula (Proyek PIK) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2002 Wilayah 6.Langsung: aparat pembina IDKM . Jawa Timur Selesai 6.97 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Depperindag Proses Produksi alat pengering bambu Ditjen IDKM Melalui Bantuan Alat Pengering Bambu (Proyek PIK) Sosialisasi HaKI bagi UKM (Proyek PIK) .94 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 .98 MaretDesember 2002 20 provinsi UKM Selesai $" Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Timur Selesai 6.Apresiasi Depperindag .Aparat dan pengusaha industri pedagang kecil menengah . UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Selesai 6.Penyebaran booklet Ditjen IDKM / leaflet .93 Pelatihan Penulisan Pelatihan Dokumen Paten Tingkat Menengah (Proyek PIK) Pelatihan Penerapan Pelatihan Sistem Mutu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Sasaran . DIY IK keramik Selesai 6.Tidak langsung: pengusaha IDKM Jawa Barat. 6.Asosiasi.96 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 DIY. Desember 2003 . Jawa Tengah.Bimbingan MaretDesember 2002 Jawa Barat.No. Industri kecil Jawa Tengah. anyaman bambu DIY.

6.100 . Bali Masih berjalan $# Lembaga Penelitian SMERU.103 JanuariDesember 2003 10 provinsi UPT di bidang pertenunan dan pemintalan Masih berjalan 6.Bimbingan penyuluhan . fasilitasi) Bimbingan Pengembangan pengelolaan Business Development Service (BDS)/LPIDKM (Proyek PIKM) Pengembangan Kelaikan Kapal dan Motorisasi Kapal Nelayan (Proyek PIKM) .101 Pemberian bantuan Depperindag Pilot Project peralatan hand spun Ditjen IDKM Pengembangan Pemanfaatan Waste dan rewinding tangan (Limbah) Kokon Sutera (Proyek PIKM) . Jawa Timur (Gresik) Masih berjalan 6. pertenunan Garut). nelayan Kalimantan Timur. sutera Sulawesi Selatan Masih berjalan 6.Bantuan mesin/peralatan pemintalan/pertenuna n MaretDesember 2003 Jawa Barat IKM di bidang (Kab. Desember 2003 .No.Penyusunan Depperindag kelayakan Sentra Ditjen IDKM . DKI perbaikan kapal Jakarta.Magang Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Perajin pemintalan Jawa Barat.Pengembangan Ditjen IDKM Ikan (Proyek PIKM) preservasi ikan (bantuan peralatan.99 Nama Upaya Temu Usaha Kemitraan Pengusaha Kerajinan Dalam Rangka Ekspor (Proyek PIK) Fasilitasi Restrukturisasi Mesin/Peralatan Peningkatan Teknologi Tepat Guna Sutera Alam (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah .104 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Sulawesi Usaha kecil Tenggara.Bimbingan langsung Depperindag Pengembangan Teknologi Preservasi . Jawa Tengah.102 JanuariDesember 2003 Jawa Barat (Kab Sukabumi) Pengelola/pengusah Masih berjalan a tepung ikan (8 unit usaha) 6. Sumatera Barat. pemintalan dan Bandung.Penyusunan panduan .PIKM) Jenis Kegiatan Fasilitasi kemitraan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Pengusaha kerajinan Selesai Masalah Potensi 6.

109 Depperindag Ditjen IDKM Jawa Tengah.112 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2003 20 provinsi IKM yang berorientasi ekspor Masih berjalan $$ Lembaga Penelitian SMERU.Magang Ditjen IDKM .Pemberian bantuan peralatan/mesin .107 6.105 6. Sulawesi Selatan IKM gula merah Masih berjalan 6. Perajin mebel kayu Jawa Timur (50 orang) Masih berjalan 6. 6. Desember 2003 .Studi banding Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 JanuariDesember 2003 Wilayah Sasaran Perajin batu mulia Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi NAD (9 kota/kab) IKM Masih berjalan 6.108 Peningkatan Mutu .Pelatihan TOT cleaner production Fasilitasi Sertifikasi Fasilitasi SNI Pupuk IKM (Proyek PIKM) Pelatihan Pengembangan Desain Mebel Kayu (Proyek PIKM) Forum Komunikasi Pengembangan IKM Pupuk dalam Mengatasi Hambatan Pemasaran (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kecil Menengah Gula Merah (Proyek PIKM) Bantuan Langsung Peningkatan IKM “at Company Leve l” (Proyek PIKM) Bantuan teknis berupa peralatan pengolahan gula merah Pembinaan Pelatihan JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 6 provinsi Aparat dan lembaga Mash berjalan pembina IKDM Depperindag Ditjen IDKM IKM pupuk Masih berjalan 6.110 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 DI Yogyakarta IKM pupuk Masih berjalan 6.111 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Lampung.106 Nama Upaya Peningkatan Keterampilan Teknis Batu Mulia (Proyek PIKM) Pengembangan IKM di Propinsi NAD (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana .Pelatihan Depperindag .Temu konsultasi uji Produk IKM Pangan BTP (Proyek PIKM) .Pemberian bantuan Ditjen IDKM mesin/alat .Pelatihan Depperindag .No.

115 6.116 Pengembangan Pasar Spesifik Produk Pangan Ciamis (Proyek PIKM) Lokakarya Fasilitasi Pengembangan P2W IDKM Pembangunan pusat Depperindag pemasaran bersama Ditjen IDKM produk pangan MaretDesember 2003 Masih berjalan Lokakarya Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya. NAD Jawa Barat (Kab.No. Karawang) Sasaran IKM pengolahan jamur pangan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Depperindag Sesditjen Jawa Timur. pangan Selesai Selesai $% Lembaga Penelitian SMERU. pangan 25 KUB binaan dengan komoditi kerajinan.119 6.113 6. Tasikmalaya. Sulawesi Selatan. sandang.Bantuan bahan . Maret Desember 2003 15 provinsi 6. Masih berjalan Aparat pembina P2W kabupaten/kota dan provinsi. 6.Pendidikan keterampilan . Garut. Kalimantan Timur.114 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan IKM Bimbingan teknis dan Pengolahan Jamur manajemen Pangan (Proyek PIKM) Partisipasi TOT CEFE Pengembangan IKDM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 MaretDesember 2003 Wilayah Jawa Barat (Kab. sandang. UKM) 25 wanita calon motivator Selesai Dengan otonomi daerah. 6.120 Pengembangan Desain .118 . Desember 2003 .117 Pendidikan dan Latihan Motivator KUB bidang IDKM Penyuluhan dan Pembinaan Kelompok Usaha Bersama P2W bidang IDKM Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002. KUB. Ciamis) 15 provinsi IK pangan Masih berjalan 6.Bantuan peralatan Bantuan bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002 Maret Desember 2002 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB binaan baru dengan komoditi kerajinan. Pelaku ekonomi (BUMN. Pondok pesantren Sumatera yang prospektif Utara.Penyuluhan dan bimbingan .Konsultasi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB P2W IDKM di daerah Masih berjalan 6.

124 Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Latihan Motivator KUB Bidang IDKM Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 calon motivator KUB P2W IDKM daerah Masih berjalan 6.125 .No. dan pengembangan wirausaha baru. yaitu peningkatan kemampuan manajemen usaha. instansi pemmbina P2W IDKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.122 Depperindag Ditjen IDKM Maret – Desember 2002 15 provinsi Instansi pembina di daerah dan KUB binaan Selesai 6. Desember 2003 . yaitu peningkatan/pengembanga n SDM 6.Pemantauan . Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral.Inventarisasi KUB Partisipasi Pameran yang layak untuk Hari Ibu diikutkan dalam Pameran .Monitoring selama Pameran Pemantauan dan Pengendalian Pelaksanaan Program P2W Bidang IDKM di Daerah Pengembangan Wirausaha Baru melalui Pembentukan dan Pembinaan KUB P2W Bidang IDKM .121 Nama Upaya Jenis Kegiatan Uji Coba Pasar dan .Bantuan peralatan dan bahan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 KUB di 15 provinsi Masih berjalan $& Lembaga Penelitian SMERU.Penilaian Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2002 Wilayah 15 provinsi Sasaran 25 KUB binaan. Menunjang pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral. yaitu peningkatan kemampuan/ pengembangan SDM.Seleksi barang untuk Pameran . 6. Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sektoral.123 Bimbingan pengelolaan KUB di 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi KUB Masih berjalan Dengan otonomi daerah. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya.Pendidikan ketrampilan .Pengiriman barang ke lokasi Pameran .

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah $' Lembaga Penelitian SMERU.Menunjang pengembangan IKM yaitu penyusunan program pendukung 7.Menambah fasilitator di daerah .No.126 Nama Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pengembangan Desain Jenis Kegiatan Bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2003 Wilayah 15 provinsi Sasaran 500 perajin di 15 KUB Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sekotral.127 Workshop Fasilitasi Ketersediaan Pasar dan Informasi melalui Penyusunan Rencana Teknis Program Pengembangan P2W Bidang IDKM Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi Masih berjalan Aparat pembina IDKM provinsi/kabupaten/k ota . 6. yaitu peningkatan kemampuan/pengembanga n sumber dayaa manusia. dan pengembangan desain 6. Desember 2003 .

Desember 2003 .tombak penanggulangan Pembinaan dan kemiskinan dan salah satu keberlanjutan memerlukan akses peningkatan biaya besar kesejahteraan masyarakat .Penyediaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). 79 kota/kab Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi Masyarakat miskin di Masih berjalan .Keterlibatan pemda dalam mikro kegiatan proyek tidak terlalu .Proyek sangat berpotensi tingkat kelurahan berpartisipasi dalam kegiatan mengembangkan usaha . termasuk pelatihan Tahap II: .Penyediaan dana Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Pelaksana Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Waktu Tahap I : 1999-2001 Tahap II : 2002-2004 Wilayah Tahap I : 5 provinsi.Pengembangan masyarakat dan kapasitas Pemda . 8. .Belum ada sumber dana .Hibah prasarana dan sarana dasar lingkungan .Penciptaan kesempatan kerja. menjadi pusat pengembangan berbagai sektor.BKM dapat dikembangkan lain. Departemen Pertanian (Deptan) % Lembaga Penelitian SMERU.Masyarakat kurang aktif . 59 kota/kab Tahap II : 13 provinsi.No.Kredit modal kerja bergulir .BKM merupakan ujung besar . terutama ekonomi mikro .BKM berpotensi sebagai lembaga masyarakat untuk pengembangan good governance tingkat lokal.1 Nama Upaya Proyek Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP) Jenis Kegiatan Tahap I: . 7.

Penguatan kelembagaan kelompok .Konservasi tanah Pelaksana Departemen Pertanian.2 Pengembangan Pangan Lokal (Program Penganekaragaman Pangan) Pemberian dana BLM.Pelatihan dan praktek .Pengelolaan dana umum kelompok .Penguatan modal Departemen Pertanian.No. nasional) Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Tahun 2001. % Lembaga Penelitian SMERU. 225 masyarakat miskin desa).Berbagai sumber pangan lokal yang dimiliki seluruh wilayah masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut.Kegiatan kebun kelompok sebagai usaha bersama belum memperhatikan aspek kualitas. 75 desa).Peningkatan kesadaran dan motivasi .Penggunaan simpan pinjam modal kelompok .Pelaku usaha yang gigih .Penyaluran dana hibah prestasi mandiri Pembangunan pertanian dan ternak: . Potensi 8. NTT( 95 kab. Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan TA 2003 26 provinsi. NTB( 3 kab.Pengembangan tanaman pangan dan perkebunan .Di Jawa Timur.Pengembangan peternakan .1 Nama Upaya Program Pengembangan Partisipasi Lahan Kering Terpadu (Participatory Integrated Development in Rain-Fed Areas PIDRA) Jenis Kegiatan Pengembangan masyarakat yang berperspektif jender: .Potensi pangan nabati dan hewani yang cukup kaya dan beragam.Ketahanan pangan keluarga rendah . . tersebar di laut.3 provinsi: Kelompok mandiri Masih berjalan 2004 Jawa Timur (6 yang beranggotakan kab. digunakan untuk : . Kelompok petani Masih berjalan dengan kriteria : .. danau dan hutan serta ekositem lainnya . Badan Bimas Ketahanan Pangan. kegiatan program masih terfokus pada pengembangan masyarakat dan jender. Badan Bimas Ketahanan Pangan (koord. 200 desa) Masalah .. 8. Desember 2003 ..Penyakit ternak dan kesulitan dalam mendapatkan pupuk.Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah . Lokasi pengembanga n pangan lokal disesuaikan dengan komoditas unggulan masingmasing wilayah. . benih/bibit dan peralatan pertanian.Belum pernah mendapat bantuan proyek .

Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan Waktu TA 2003 Wilayah 23 provinsi Sasaran Status Saat Ini Kelompok wanita Masih berjalan tani-nelayan dengan kriteria : .Penguatan modal (diharapkan dapat digulirkan sesuai musyawarah dan kesepakatan kelompok) Pelaksana Departemen Pertanian. Desember 2003 .Pengembangan kelembagaan usaha .Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah .Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan modal usaha Departemen Pertanian.Belum pernah mendapat bantuan proyek Masalah Potensi 8. 8. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura (Ditjen BPH) Sejak Tahun 31 provinsi 2000 Petani/kelompok tani Masih berjalan .Ketahanan pangan keluarga rendah .Pelatihan/kursus .No. yang digunakan untuk : .Pembinaan penangkar (Pengembangan informasi perbenihan dan Pemasyarakatan penggunaan benih bermutu) . Badan Bimas Ketahanan Pangan.Ada indikasi kesalahan target penerima BLM tahun 2002 .3 Nama Upaya Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan (Program Penganekaragaman Pangan) Jenis Kegiatan Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat.Pedoman umum terlambat diterima dan informasi yang disampaikan tidak menyeluruh .Pelaku usaha yang gigih .Tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan pola BLM % Lembaga Penelitian SMERU.Peningkatan kesadaran dan motivasi .4 Program Pengembangan Hortikultura Pengembangan komoditas unggulan yang telah ditetapkan: .

Pemberian Paket agroinput dianggap hibah .Penyediaan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang .Pengembangan UPH tanaman . Tahun 2003: 29 provinsi. Maluku (Maluku Utrara) Petani/kelompok tani Selesai .Penyebaran ternak sapi dan kambing kepada petani .Kurangnya koordinasi .Bantuan usaha ekonomi produktif . 8. 2003 Sulawesi Utara (Minahasa.Ada persepsi jika ternak mati maka kelompok bubar .).Pemberdayaan petani KIMBUN DAERAH .Sulawesi Desember Selatan (4 2002.Pencurian ternak .Pendidikan dan pelatihan teknis .Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dan petugas proyek melalui pelatihan dan penyuluhan .6 Proyek Pengembangan Usaha Tani dan Ternak di Kawasan Timur Indonesia (PUTKATI) Jenis Kegiatan KIMBUN PUSAT .Penyediaan jasa konsultan Pelaksana Departemen Pertanian. Desember 2003 .Penyediaan fasilitas penunjang .Pembinaan kurang intensif .Tingginya angka kematian .5 Nama Upaya Proyek Pengembangan Kawasan Industri Perkebunan (KIMBUN) 8.Penerapan teknologi peningkatan produktivitas tanaman . Tahun kab. Gorontalo). Direktorat Jendral Bina Produksi Perkebunan Waktu Wilayah Tahun 2002 Tahun 2002: dan 2003 29 provinsi.Penyuluhan dan penyebaran informasi .Terjadi penjualan ternak oleh Petani . %! Lembaga Penelitian SMERU. Sasaran Status Saat Ini Petani/kelompok tani Masih berjalan dengan basis komoditi perkebunan Masalah Potensi Departemen Pertanian.Paket benih sudah kadaluarsa .Pengembangan produksi vaksin penyakit jembrana . Bolaang Mongondow.Dinamika kelompok tidak berjalan baik . Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Tahun 1996 .No.Penyebaran agroinput .Ada Sasaran tidak mendapat Paket agroinput.Pengembangan usaha tani .Peningkatan kelembagaan petani .

Penerapan HACCP belum menyentuh pelaku agribisnis. DI Petani hortIkultura Departemen Yogyakarta Pertanian. Lampung. Ditjen Kerja Jaminan Mutu BP2HP. Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen BP2HP) Status Saat Ini Masalah Selesai . . hortikultura. Tahun Th 2002: Batam-Riau. Jawa Barat (3kab) Selesai . kab). Desember 2003 . %" Lembaga Penelitian SMERU.7 Nama Upaya Peningkatan Kecintaan terhadap Komoditas Hortikultura Nusantara dan Pemanfaatan Peluang Pasar (Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri) Jenis Kegiatan Observasi tentang pengolahan dan pemasaran hasil beberapa komoditi hortikultura Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Jawa Barat.Perlunya bimbingan dan pembinaan berkesinambungan Potensi 8.Unit pengolahan belum memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk mendapatkan Fasilitasi dan untuk dapat diusulkan mendapatkan sertifikasi . Pelaku usaha di bidang sub sektor tanaman pangan. 8. agribisnis Pertanian.Bimbingan teknis Mei September 2001.Upah tenaga kerja masih tinggi .Produktivitas budidaya tanaman masih rendah .Adanya impor hasil holtikultura . peternakan. Sumatera Barat. 8. Mei Agustus 2002 Tahun 2001: Jawa Barat.No. Ditjen Lampung (1 BP2HP.Pelatihan .Sistem jaminan mutu tidak dapat diterapkan karena tidak tersedia dana. Sulawesi Selatan.Pemasaran hasil olahan buah-buahan masih terbatas pada pasar lokal . perkebunan. Tahun 2003: Riau.9 Fasilitasi Penerapan Fasilitasi Jaminan Mutu Program Pengembangan Sistem Jaminan Mutu Tahun 2002 Jawa Timur (2 Pelaku usaha Departemen kab).Penyiapan Departemen Penyusunan Rencana Pertanian.Kesadaran akan penerapan sistem mutu masih rendah. Bali.Pengolahan paska panen masih tradisional . . Sulawesi Selatan.Belum berfungsinya pasar tempat transaksi yang didirikan Departemen Perdagangan Selesai .8 Bimbingan Teknis Penerapan Jaminan Mutu (HACCP) Program Pembinaan Pengembangan Jaminan Mutu . . Jawa Timur.

Upaya 2: Pelaku agribisnis lidah buaya ( petani. koperasi tani dan perguruan tinggi Upaya 1: Departemen Pertanian. Apresiasi Teknologi Pasca Teknologi Pengolahan Panen dan Pengolahan Hasil Holtikultura 2. kelompok tani.Penandatanganan BP2HP MOU pengembangan agribisnis tanaman obat antara pengusaha swasta dengan dengan kelompok tani. Desember 2003 . Kalimantan Selatan Selesai %# Lembaga Penelitian SMERU.Lokakarya dan Nopember Departemen pameran agribisnis Pertanian. 8.Petugas Dinas Pertanian propinsi dan kabupaten Selesai 8. Ditjen Oktober alat dan pengolahan BP2HP 2002 beberapa produk hortikultura Sulawesi Selatan. Ditjen Agustus 2002. BP2HP Upaya 2: Juni 2002 Upaya 1: Sulawesi Selatan (Makasar). pengolah hortikultura. Tanah Datar) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8.12 Program Pembinaan 1.10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Apresiasi Teknologi Pelatihan Pengemasan Sayuran Ekspor Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pelaksana Waktu 11-12 Departemen Pertanian.No. Ditjen 2001 .11 Lokakarya dan Pameran Agribisnis Berbasis Biofarmaka. Program Pengembangan Promosi Hortikultura .13 .Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil . Upaya 2: Kalimantan Barat (Pontianak) Petani / kelompok tani Selesai 8. Sumatera Barat. usaha kecil Agam. pedagang dan industri) . Ditjen September 2001 BP2HP Wilayah Sasaran Sumatera Kelompok tani dan Barat (Kab.Praktek penggunaan Pertanian.Pemberian informasi Departemen Agustus – . koperasi. Solok. Pertemuan Nasional Pengembangan Agribisnis Lidah Buaya Apresiasi Sarana Pengolahan Hasil Hortikultura Program Pengembangan Sarana Pengolahan Upaya 1: Petani.

17 Pembangunan / Rehabilitasi Rumah Potong Hewan (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Sumatera Utara.Peningkatan SDM .Pemberian AgustusDepartemen pengarahan Pertanian.Petani sayur dan buah . Jambi. Ditjen dengan pengusaha BP2HP sayur dan buah.Aksesibilitas permodalan .14 Nama Upaya Pembinaan Sarana Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura.Praktek pengoperasian sarana pengolahan Wilayah DI Yogyakarta. Nusa Tenggara Barat Sasaran Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8.16 Temu Usaha Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Fasilitasi pertemuan Departemen TA 2002 antara produsen Pertanian. monitoring dan evaluasi . Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pengembangan Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) Proyek Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu . pengolahan. Ditjen Bina Sarana Pertanian Jawa Barat. Desember 2003 . monitoring dan evaluasi TA 2003 Departemen Pertanian.Petani mengkudu . Kepulauan Bangka Belitung .Rehabilitasi: konstruksi. Masih berjalan %$ Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Tengah. setempat TA 2003: 16 provinsi Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Masih berjalan 8.Kelompok tani/petani dan pengusaha bawang merah Selesai 8. bawang merah .Pengadaan prasarana/sarana pengolahan /pendukung Dinas Pertanian Tahun 2001. Sulawesi Utara. TA 2001 2002 dan 2002: 25 kab./kota 2003 provinsi. Kalimantan Tengah. usaha .Petani manggis . mengkudu. Bali. 8.Relokasi dan pembangunan baru: identifikasi lokasi.Temu wicara . konstruksi.Manajemen mutu. Ditjen September . pemasaran. pembinaan. manggis. Sulawesi Selatan. Jawa Barat. pembinaan.No.15 Fasilitasi di bidang : .Penyerahan bantuan BP2HP 2002 . pembuatan desain.

21 Pupuk Bersubsidi Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian Penyuluhan yang Dikelola Petani (FMA : FarmerManaged Extention Activities ) (Proyek Dafep) TA 2003 Departemen Pertanian.18 Nama Upaya Pengembangan Lumbung Desa Modern (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Pengembangan Tata Air Mikro (TAM) (Proyek Pengembangan Sarana Produksi Pertanian) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Pembangunan sarana Departemen TA 2003 Pertanian.19 . padahal DAFEP merupakan kegiatan pemberdayaan petani melalui perubahan pola pikir petani sendiri.Adanya anggapan bahwa FMA DAFEP akan memberikan bantuan fisik.Peningkatan kapasitas petani untuk memperkuat kelompok tani dan mengembangkan jaringan kemitraan petani . Ditjen Bina Sarana Pertanian 8. Badan Pengembangan Sumberdaya Pertanian. 21 kabupaten Sasaran Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 8. Ditjen Bina Sarana Pertanian TA 2002 Departemen Pertanian.3 juta ton Tahun 2003 7 provinsi. 14 Departemen kabupaten Pertanian. volume pengadaan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia Penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 6.Peningkatan kemampuan petani untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan 9 provinsi.Pembangunan jaringan TAM seluas 7000 ha .Pengadaan handtraktor sebanyak 40 unit . 15 Petani (laki-laki dan kabupaten / perempuan) dan kota anggota keluarganya.20 8.Pengadaan pupuk dolomit. Ditjen Bina Sarana Pertanian Wilayah 10 provinsi. yang memiliki usaha tani dan bermaksud mengembangkan usahanya . Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. 8.Pengadaan pompa air sebanyak 64 unit . %% Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 . Seluruh kabupaten / kota Petani dan pekebun kecil .No.

22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Pembinaan . Kegiatan 1. dan 3 sudah selesai. Desember 2003 . Kegiatan 2: Petugas Perbenihan Kab/Kota 8.kembangan Nelayan Kecil (P4K) Kelompok Swadaya (KPK) .Penguatan kapasitas manajemen Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian 1. Peternak pembibit anggota Pokkar bibit ternak. Pelatihan teknis 2. dan 4:Tim Teknis Kab/Kota.Penguatan modal . 2 dan 3: kelompok penangkar (pokkar) benih . Pembinaan teknis 3.No. Penguatan modal Pelaksana Departemen Pertanian. Kegiatan penguatan modal. Penguatan pasar benih/bibit 4.Kegiatan 1. 8.Pelayanan keuangan mikro . . 2000 Kegiatan 1.Pembinaan dan pelatihan 21 provinsi TA Departemen Pertanian. Kegiatan 4.24 Pemberdayaan Penangkar Bibit Ternak (Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian) . masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) %& Lembaga Penelitian SMERU. Masih berjalan pengrajin kecil dan kelompok masyarakat miskin di pedesaan lainnya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Fase II: 12 provinsi Fase III: 12 provinsi. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penyuluhan Pertanian Waktu Fase I: Tahun 19971988.23 TA 22 provinsi Departemen 1997/1998 Pertanian. masih terjadi perguliran dana di masyarakat Masalah Potensi 8. 3. 2. Dinas 1997/1998 2000 Peternakan provinsi dan kab/kota setempat Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai. Sasaran Status Saat Ini Petani-nelayan kecil . Fase III: Tahun 19982005 Wilayah Fase I: 6 provinsi.PenumbuhPeningkatan Petani. Fase II: Tahun 19891998.Kegiatan 4: penangkar benih berpengalaman dan terhimpun dalam kelompok berpotensi untuk mengembangkan usahanya.

Beberapa kabupaten tidak melakukan penentuan calon komoditas dan calon lokasi sesuai dengan kriteria .Pembinaan teknis .Penguatan kelembagaan Pelaksana Waktu Wilayah TA 21 provinsi Departemen Pertanian.Penguatan pemasaran . Dinas 1997/1998 2000 Perikanan Propinsi Sasaran Pokkar benih ikan Status Saat Ini Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai. . masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) Kegiatan penguatan modal masih berjalan. Masalah Potensi 8. usaha pangan komersial./kota Pokkar benih/bibit perkebunan 8.No. .27 Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan Departemen Pertanian. 8. pola BLM dinilai paling sesuai pada saat ini terutama dalam mencegah kebocoran dana yang disalurkan kepada Petani .26 Pemberdayaan Penangkar Perkebunan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian . Kelompok tani dan kelompok usaha agribisnis peternakan.Penguatan modal penangkar .Pelatihan teknis .Penguatan modal penangkar . Departemen Sosial %' Lembaga Penelitian SMERU.Intervensi aparat dalam pengadaan sarana produksi pertanian akibat kurang optimalnya proses sosialisasi.Pelatihan teknis . dan industri pengolah hasil pertanian Selesai .Kata Bantuan diusulkan diganti menjadi Pinjaman karena bantuan cenderung diterjemahkan Petani sebagai pemberian atau hibah 9. Pimbagpro propinsi dan kabupaten Tahun 2001 26 propinsi dan 157 kabupaten. perkebunan (tanaman industri). Dinas 1997/1998 2000 Perkebunan propinsi dan kab.Kelompok tani yang tidak bermasalah dengan KUT dan yang berpengalaman sulit ditemui.Berpotensi untuk diteruskan karena menurut evaluasi Itjen Deptan. Desember 2003 . hortikultura dan aneka tanaman.Penguatan kelembagaan perbenihan .25 Nama Upaya Pemberdayaan Penangkar Perikanan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Jenis Kegiatan .Penguatan pasar benih/bibit . Kegiatan penguatan modal. dana masih bergulir di tingkat pokkar.Pemurnian dan penguatan mutu benih Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) TA 22 provinsi Departemen Pertanian.Pembinaan teknis .

No.Jawa Timur (Malang) Kaum wanita (dalam Penyaluran keluarga) miskin dana sudah selesai.KUBE beranggotakan 10 KBS perempuan dan laki-laki. anak terlantar.1 Perluasan .1 Nama Upaya Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin (FM) Jenis Kegiatan . 30 propinsi Th 2003: 3 Kab/Kota. Potensi . bukan keluarga.2 Program KUBE untuk Anak Nakal.Bantuan alat kerja dan bahan untuk UEP Departement Sosial. Sasaran Status Saat Ini Masalah . Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Waktu Tahun Anggaran 1984 hingga sekarang Wilayah Th 1984: 14 Kab/kota.Membuka lapangan kerja baru khususnya untuk tenaga pendamping & Lembaga Penelitian SMERU. sehingga untuk menjadi peserta harus mengantri.Jumlah dana yang disalurkan kurang memadai (kecil). Anak Terlantar. . penyandang cacat. 26 propinsi Th 2001: 153 Kab/Kota. miskin . 3 provinsi.Bantuan keuangan Grameen Bank dengan sistem bergulir (Depnakertrans) Depnakertrans.KUBE banyak yang berkembang dan sangat berpontensi untuk terus berkembang.Usaha Kesejahteraan Sosial Pelaksana Departemen Sosial.Peserta bisa memiliki usaha . lanjut usia.Banten (Serang) . 9. Lanjut Usia.Fakir miskin yang Masih berjalan Penafsiran yang berbeda termasuk Keluarga tentang pengertian fakir Binaan Sosial.Tahun 2003: Fasilitasi pengadaan sapi potong (penggemukan) . Tahun 2000 dan 2003 Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri .Lemahnya sistem monitoring dari Depnakertrans ke LSM-LSM. Desember 2003 . 9 propinsi Th 1998-1999: 106 Kab/Kota. .Pembentukan KUBE . 26 propinsi Th 2002: 186 Kab/Kota. dan NAPZA . 26 propinsi Th 1999-2000: 207 Kab/Kota.Pelatihan Kesempatan Kerja pembinaan Melalui Pola . tuna sosial. yang terdiri dari: anak nakal. namun pergulirannya masih berlangsung di masyarakat . Penyandang Cacat. .Bantuan alat kerja dan bahan untuk Usaha Ekonomi Produktif -UEP . NAPZA 10.Pembentukan UEP . Tuna Sosial.Jawa Barat (Kab Bogor) . Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial 30 propinsi Tahun 1996/1997 sekarang Masih berjalan Perseorangan. Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi 10.UEP berpotensi untuk berkembang karena penggemukan sapi memiliki peluang pemasaran yang sangat baik untuk memenuhi lonjakan permintaan daging sapi 9.

No. Seiketsu.5 Pelatihan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Pelatihan Depnakertrans. .Pembinaan Pelaksana Waktu Wilayah Depnakertrans.Magang . Setsuke (5S) di Usaha Kecil Menengah (UKM) . keluarga dan pengelolanya berpendidikan rendah sehingga mereka berpendapat mengurusi usaha lebih penting daripada mengkuti pelatihan dan praktek hingga selesai 10.Peserta menghadapi kendala dalam mengakses sumber ekonomi (pengadaan modal). 10.dsb. .Terciptanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi 30. Peserta pelatihan membutuhkan peralatan praktek (seperti alat untuk mengiris. Potensi Meningkatkan wirausaha yang bisa membaca peluang pasar. Seso. Tahun 20022003 Ditjen Penempatan Dalam Negeri 2002: 10 5 UKM di setiap provinsi provinsi 2003: 5 daerah (belum ditentukan) Masih berjalan Banyak UKM yang dimiliki Meningkatkan usaha UKM.3 Bimbingan Penerapan Seri.Pelatihan . 18 Juni 2003 Jawa Barat (Kab Ditjen Kuningan) Penempatan Dalam Negeri Ketua PKK (30 pengusaha kecil mandiri) Pelatihan sudah dilakukan. dan peserta dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. desain produk. Tidak ada. Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten Juli 2003 di Indramayu. dsb) sehingga terjadi peningkatan anggaran . 10. pemasaran. mempunyai kemandirian usaha serta pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan . Desember 2003 . alat pres untuk mengemas.Praktek Depnakertrans. DI Yogyakarta (Kab Bantul) & Lembaga Penelitian SMERU. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam mengolah kekayaan alam menjadi produk yang lebih bernilai.Praktek Depnakertrans. TA 27 provinsi Ditjen 1994/1995Pembinaan sekarang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Sasaran Status Saat Ini Angkatan kerja muda Masih berjalan tamatan SLTA dan D1. Seton.000 lulusan SLTA/D-1 selama Repelita VI 10.Sulit mendapatkan peserta yang mempunyai bakat dan minat di bidang wirausaha .2 Nama Upaya Program Pembentukan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Terdidik (TKMT) Jenis Kegiatan . Evaluasi akan dilakukan dalam enam bulan.4 Pelatihan Keterampilan bagi Kelompok Kerja Wanita .Pelatihan .Pembinaan kurang memadai. Potensi sumber daya alam daerah seperti singkong dan pisang bisa dimanfaatkan.Pelatihan . terutama dari pekerja keluarga atau dari keluarga pengusaha Masalah . Ditjen Penempatan Dalam Negeri. Agustus 2003 di Bantul Pengusaha kecil (30 Selesai Jawa Barat peserta di setiap (Kab kabupaten) Indramayu).

Pembina: Pemda Selesai Tk. keluarga miskin.Ketua kelompok usaha ekonomi produktif wanita 11. DKI) .1 Proyek Kredit Mikro Pemberian kredit. 10. dan kelompok masyarakat yang potensial produktif Masih berjalan . Jateng. Tahun 2001.Seluruh Menko Kesra.4 Menko Kesra & Lembaga Penelitian SMERU.Kebanyakan usaha mikro tidak memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi persyaratan perbankan Tingkat kemacetan kredit yang relatif kecil. Kecamatan (Kaur Kesra .Tingginya tingkat suku bunga kredit mikro . wakil . Indonesia Depkeu. Sesmenko Kesra 2000 Jakarta Pusat (peserta dari Jabar.No.6 Nama Upaya Pelatihan Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Wanita Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Depnakertrans. 2004 propinsi di Mennegkop. UKM mempunyai ketahanan yang relatif baik 11. Tahun 1994/95Ditjen 2003 Penempatan Dalam Negeri Wilayah Sasaran Pencari kerja. 11.2 Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Wanita Pelatihan 6-15 Maret Menko Kesra.3 Pelatihan Pengelola Pelatihan Kegiatan Lapangan Tahun 1999/2000 Penyelenggaraan Kelompok Belajar Usaha Kerja Produktif Menko Kesra Tahun 1999/2000 Jakarta Selesai 11. Individu usia produktif. 1997/98: pengangguran dan Semua prov ibu rumah tangga kecuali Sulteng dan Sultra 1998/99: Semua prov kecuali Sumsel 1999/2000: 18 provinsi 2000/2001: 16 provinsi 2001/2002: 6 provinsi 2002/2003: 4 provinsi Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak bisa berlanjut karena keterbatasan dana Potensi Meningkatkan kondisi pengusaha kecil di masingmasing wilayah..II (Kabag Sosial). Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) 11. Desember 2003 .

Jawa Tengah. Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) &! Lembaga Penelitian SMERU. Nusa Tenggara Timur. Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I Komunitas adat terpencil Masalah Potensi 11. 11. Maluku. Desember 2003 .6 Program Gerdu Taskin Pasca Pengungsian di Daerah Terpencil/Terasing Bina Usaha dan Kemitraan: . investasi Menengah dan Koperasi (Kredit Taskin UKMK) dan Kredit Pengentasan Kemiskinan melalui Skim Kredit Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kredit Taskin Inkra) Tahun 1999 Jawa Timur.No.Kelompok taskin yang telah menjadi binaan departemen 12.5 Nama Upaya Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin) Pasca Pengungsian di Permukiman Kembali Daerah Asal. terutama keluarga miskin (keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I alasan ekonomi). Selesai . Permukiman Bekas Kerusuhan dan Permukiman Transmigrasi Baru Jenis Kegiatan Bina Usaha dan Kemitraan: . Jawa Barat.Bantuan permodalan Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis).Masyarakat yang bermukim di daerah asal tempat kerusuhan.Fasilitasi & pembinaan usaha . . 18 provinsi Sasaran Status Saat Ini .Pengungsi daerah tempat kerusuhan yang sudah memutuskan bertransmigrasi. NTT dan DI Yogyakarta.7 Kredit Pengentasan Pemberian kredit Menko Kesra Kemiskinan melalui modal kerja dan kredit Usaha Kecil. 11.Bantuan permodalan Pelaksana Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis). Lampung.Fasilitasi & pembinaan usaha . Waktu Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.Diutamakan yang pernah menerima kukesra sampai putaran terakhir dan ibu rumah tangga. . Kalimantan Barat.

Masih banyak KSP/USPKoperasi yang membutuhkan dana MAP.Usaha Mikro dan Kecil Setelah pelaksanaan otonomi daerah. Tahun 2001. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan program P2LK MAP belum sepenuhnya tercapai. provinsi. 277 kab/kota .1 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (P3EL) Jenis Kegiatan . Jawa Timur Th 2002: Jawa Tengah. tumbuh 884 kelompok usaha. Konsentrasi terhadap pembinaan wirausahawirausaha baru.Sumatera sekarang Selatan. Inkubator bisnis dapat dikembangkan dan dibina.No. P3EL tingkat Kalimantan provinsi.KSP/USP Koperasi Masih berjalan .5 tahun pelaksanaan program. Desember 2003 . Koperasi dan modal awal dan dan Lembaga UKM Deputi padanan kepada Keuangannya Bidang dengan Penyediaan inkubator bisnis) Pengembangan Modal Awal dan dan Padanan Melalui Restrukturisasi Inkubator (P2LKUsaha. &" Lembaga Penelitian SMERU. Th 2001: 30 2002. Sumatera Utara Minimal 40 pengusaha keciltenant atau mitra binaan inkubator Masih berjalan Belum optimalnya Dinas Koperasi/badan yang membidangi Koperasi dan UKM dalam pembinaan inkubator bisnis di wilayahnya. UNS. Tim Tahun 2000 .Setelah 2.2 Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi (P2LK-MAP KSP/USP Koperasi) Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan Kementerian Koperasi dan UKM. Barat.Penyertaan modal usaha . Sulawesi Selatan. Jawa Tengah. 13. Jawa Timur. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Penyaluran dana 13.Pemberdayaan / pendampingan Pelaksana Waktu Wilayah Meneg PP. ITB. Jawa kabupaten Timur. ITS) 13. 12. Inkubator MAP Inkubator) (IPB. .Realisasi penyaluran dana 163% dari plafon dengan tingkat pengembalian 79%. 88 kab/kota Th 2002: 30 provinsi. Kementerian Permodalan UKMK (sebagai dukungan 2002.1 Perkuatan Tahun 2001. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Th 2001: Jawa Barat. NTB Sasaran Status Saat Ini Kelompok Usaha Masih berjalan Ekonomi Produktif Perempuan yang sudah ada dan yang baru terbentuk Masalah Potensi Positif : .

2003 provinsi. Jawa Tengah.3 Nama Upaya Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Keuangan Mikro (P2LK-MAP LKM) Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Modal Ventura (P2LK-MAP Modal Ventura) Jenis Kegiatan Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan kepada UKM Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. 67 kab/kota Th 2002: 24 provinsi. sehingga dana MAP dapat diprogramkan kembali oleh pemerintah melalui wadah koperasi.LKM (Lembaga Keuangan Mikro) . 2003 Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha dan Lembaga Modal Ventura Daerah (LMVD) Kementerian Koperasi dan UKM.4 Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan (MAP) kepada UKK PPU Tahun 2001. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2001.Usaha mikro Status Saat Ini Masalah Masih berjalan . .Sulit memetakan usaha mikro yang produktif untuk dialokasikan program dana MAP. DKI Menengah dan Jakarta Koperasi) (Jabotabek).No. Th 2001: 27 2002. Lembaga Penjamin Th 2001 : Jawa Timur. Kementerian 2002.5 Perkuatan Penyaluran dana Permodalan UKMK Penjamin Kredit dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Penjaminan (P2LKMAP Penjaminan) Tahun 2001 Sumatera UKMK (Usaha Kecil Barat. 13. Sumatera Utara dan Lampung Th 2002 : 22 provinsi Usaha Kecil dan KoperasiPerusahaan Pasangan Usaha (UKK-PPU) Masih berjalan Koordinasi dan sinkronisasi antara tim yang ada di propinsi dan LMVD belum sepenuhnya tercapai. 13. Jawa Tengah dan Jawa Timur Masih berjalan Sinkronisasi program antara program yang dikembangkan di pusat dengan pemerintah daerah masih perlu dikembangkan Masih banyak UKMK yang potensial. Masih diperlukan pengembangan LMVD yang potensial dan bernilai tambah tinggi. 50 kab/kota Sasaran . 13. produktif dan layak tapi memiliki keterbatasan modal dan membutuhkan fasilitas penjaminan kredit &# Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .Sistem/pola penyaluran masih lemah Potensi Peningkatan pembinaan terhadap LKM untuk menjadi koperasi atau LKM tangguh.

69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.2001 : 30 2003 provinsi. 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.Pembinaan kepada Koperasi dan koperasi dan UKM.Menentukan BDS yang Banyak yayasan baru yang . dan Koperasi (PUK) Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha . . perencanaan untuk sentra) 13. seleksi.Sosialisasi program . kasifikasi dan perkuatan sentra UKM) Tahun 2001. 277 kab/kota Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi .Penyaluran dukungan dana operasional BDS . dan penetapan BDS .7 Penumbuhan dan Pengembangan Sentra UKM 13. 277 kab/kota UKM Selesai Tahun 1993.Konsolidasi dan pemantapan program BDS Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2002 2001 : 30 provinsi.Kurangnya kemampuan SDM (dalam membuat proposal. Menengah. Pada beberapa kasus terdapat kelompok masyarakat/LKM yang kurang lancar dalam pengembalian Masih banyak kelompok masyarakat/LKM yang memerlukan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya &$ Lembaga Penelitian SMERU.UKM dalam sentra berkualitas melakukan pemberdayaan terpilih .No.Usaha skala kecil perguliran dana masih berjalan Secara umum tidak ada masalah. 13.1993/94: 3 2001 provinsi 1994/95: 9 provinsi 1995/96: 10 provinsi 1996/97: 8 provinsi 1997/98: 8 provinsi 1998/99: 7 provinsi 2000: 8 provinsi 2001: 18 provinsi . Kelompok Deputi Masyarakat/LKM Pembiayaan Menumbuhkan dan mengembangkan sentra UKM (Penetapan.Koperasi/ kelompok Program sudah masyarakat/LKM selesai.Pemberian modal Kementerian .Identifikasi.6 Nama Upaya Pengembangan Lembaga Pengembangan Bisnis /Business Development Services (LPB/BDS) Jenis Kegiatan . Desember 2003 .8 Proyek Pemberdayaan Usaha Kecil.BDS Masih berjalan .

13. 2001 provinsi. tapi untuk penyelenggaraan Diklat selanjutnya harus memperhatikan batasan umur peserta Melalui Diklat konsultan yang tergabung dalam dalam wadah BDS mendapat tambahan pengetahuan.Melalui penambahan modal lembaga sasaran dapat mengembangkan usahanya serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota. Selanjutnya dapat mengimplementasikan dalam usaha KUKM. 30 Juni s/d 6 Juli 2003 II : 20 Juli s/d 26 Juli 2003 III : 28 Juli s/d 3 Agustus DKI Jakarta Peserta pelatihan Selesai diprioritaskan bagi pengelola BDSProvider yang telah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan belum pernah mengikuti Diklat BDSProvider yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM Secara teknis tidak ada. pondok pesantren.Bantuan modal dana Kementerian Proyek bergulir Pengembangan Koperasi dan . pada beberapa kasus ada anggota belum terbiasa dengan pola syari'ah Secara umum tidak ada masalah.KSP/USP Koperasi Tahun 2000. Pada beberapa kasus terdapat kesulitan dalam pengembalian . sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya 13.Pendampingan UKM Deputi Pembiayaan 13. 81 Majelis Taklim kota/kab (Lembaga Mandiri 1998/99: 15 provinsi. BMT.Koperasi. Desember 2003 . Majelis Taklim lain yang sangat membutuhkan tambahan modal Kegiatan ini dapat mengembangkan usaha anggota KSP/USPKoperasi. pondok pesantren.9 13. sehingga mampu meningkatkan volume usaha KUKM &% Lembaga Penelitian SMERU.No.Usaha kecil/mikro provinsi 2000 : 17 provinsi 2001 : 20 . Namun sebagian kecil kesulitan dalam mengembalikan pinjaman akibat dampak krisis ekonomi Potensi Dapat mengembangkan kelompok usaha dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota Secara umum tidak ada masalah. BMT. dengan prioritas yang mampu menabung dan berusaha pada skala sangat terbatas .30 provinsi. .Masih banyak koperasi. BMT.usaha kecil/mikro Wilayah 25 provinsi.Bantuan dana bergulir .Dana bergulir untuk Kementerian modal kerja Koperasi dan . Majelis Taklim yang lain tetap berjalan Masih berjalan Masalah Secara umum tidak ada masalah.Pendampingan Usaha Kecil dan UKM Mikro Melalui Perkuatan Struktur Keuangan KSP/USPKoperasi dari Kompensasi Dana Subsidi BBM Diklat Manajemen Bisnis bagi Pengelola BDSProvider Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Sasaran Masyarakat yang tidak lagi berada dibawah garis kemiskinan.11 . tapi berguliran dana kepada kelompok usaha lainnya masih berjalan Program sudah selesai tapi perguliran dana pada koperasi.12 I.1997/98: 8 Pesantren. Pondok Tahun 1997.10 Nama Upaya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri (LEPMM) Proyek Peningkatan Kemandirian Ekonomi Rakyat (P2KER) Jenis Kegiatan . 119 yang Mengakar di Masyarakat/LM3) kota/kab 1999/2000 : 7 . dan Lembaga 2003 sebagian besar kab/kota Keuangan Mikro .Pendampingan (oleh fasilitator) Pelaksana Waktu Tahun Kementerian 1998/1999 Koperasi dan UKM Ditjen Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam . 101 kota/kab Status Saat Ini Kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan.

Kelautan dan perikanan .Th 2001: 2003 Banten. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Anggota koperasi yang terseleksi Selesai Tingkat pendidikan peserta mempengaruhi penerimaan materi yang diberikan saat Diklat Kinerja koperasi akan meningkat apabila SDM anggotanya ditingkatkan && Lembaga Penelitian SMERU.. tetapi belum melakukan ekspor Masih berjalan Belum ada Belum terlihat 13.15 Training of Trainer Pendidikan dan Latihan Pendidikan dan Latihan Export (TOT Diklat Ekspor) Kementerian Koperasi dan UKM.Agribisnis Kehutanan dan Perkebunan Potensi Tambahan pengetahuan melalui Diklat mampu meningkatkan volume usaha KUKM di berbagai sektor 13.Industri kecil dan kerajinan . Jawa Timur . Bermoral.16 Member Education Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM. Berpengetahuan Workshop Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Belum Komponen dilaksanakan masyarakat (di seluruh Indonesia) yang menaruh perhatian pada pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) KUKM yang berpotensi ekspor.No. 13. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2001.14 Workshop Optimalisasi Peranserta Masyarakat dalam Pengembangan SDM Berkualitas. Jawa Barat.Th 2003: seluruh Indonesia Tahun 2001 Banten Melalui diklat diharapkan peserta memperoleh keterampilan dan mampu meningkatkan daya saing. Desember 2003 .Th 2002: 8 provinsi .Selesai Belum ada Indonesia (270 orang) dalam bidang: . 13.13 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Diklat Perkoperasian Latihan dan Kewirausahaan bagi Pemuda Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Angkatan I : DKI Jakarta 8-14 September 2003 Angkatan II : 21-27 September 2003 Angkatan III : 29 September-4 Oktober 2003 9-12 Desember 2003 DKI Jakarta Sasaran Status Saat Ini Masalah Pengusaha muda se.

No. peternak penerima Ogan sapi Komering Ulu) Belum ada kios pakan ternak Melalui Diklat ini peserta sapi dapat mengembangkan usahanya sesuai dengan SDA daerah masingmasing &' Lembaga Penelitian SMERU. PKM yang mempunyai usaha bengkel. dan sopir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak semua peserta dapat mengembangkan usaha bengkelnya sesuai dengan yang diharapkan Potensi Meningkatkan pendapatan masyarakat Tahun 2003 Seluruh Indonesia 30 koperasi di seluruh Indonesia Belum dilaksanakan Belum ada Belum terlihat 15-20 September 2003 DKI Jakarta Anggota Asosiasi Bengkel Elektronik dan koperasi (Jasa Service) Samsung (20 orang).20 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan di Bidang Latihan Agribisnis dan Pasca Panen Tahun 2003 DKI Jakarta Diklat Budidaya Skala usaha tergantung dari sudah luas lahan dilaksanakan. peserta mampu mengembangkan usahanya 13. Diklat Pasca Panen belum dilaksanakan Pengelolaan agribisnis ke depan melalui Kopontren sangat potensial karena dibantu santri 13. Desember 2003 .21 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan Pakan Latihan Ternak Sapi Potong Tahun 2003 Sumatera 60 anggota koperasi Selesai Selatan (Kab.19 Pendidikan dan Latihan Keterampilan Elektronik Pendidikan dan Latihan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2002 DKI Jakarta dan 2003 Sasaran Anggota koperasi. mekanik bengkel.17 Nama Upaya Pendidikan dan Latihan Keterampilan Otomotif Jenis Kegiatan Pendidikan dan Latihan 13. Sharp (20 orang). 60 pengurus dari 15 Kopontren dan pengelola bidang usaha agribisnis Kopontren (Jabotabek + Sukabumi) Masih berjalan Belum ada Dengan tambahan pengetahuan melalui Diklat. Sanken (20 orang). 13.18 Pendidikan dan Latihan Pedagang Eceran (Retail ) Pendidikan dan Latihan 13.

24 Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Bidang Budidaya dan Agro Industri Serat Rami .23 Evaluasi melalui Lokakarya Evaluasi penyelenggaraan Diklat 13. Sumut. Jateng (12 kota/kab) SDM relatif kurang Tanaman rami sangat cocok dengan iklim Indonesia.Dana bergulir (modal kepada petani) untuk budidaya tanaman rami . Bengkulu. dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian diatas 300 m dpl. 13. minimal untuk memperbaiki pola Diklat 13.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Evaluasi Terhadap penyelenggaraan Kegiatan Diklat Diklat Koperasi dan UKM yang Dilaksanakan oleh Pemerintah dan Non Pemerintah Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2001. sehingga akan meningkatkan kinerja koperasi dan kesejahteraan anggota Penting untuk mengevaluasi sistem diklat yang sudah dilaksanakan. dan dapat digunakan sebagai pengganti bahan katun yang selama ini impor. 13. Lampung.2002: Sumsel Koperasi 2003 (Kab OKU dan Lahat) 2003: Lampung. Sumut dan Jatim (3 kab) Masih berjalan SDM Sumatera dan Jawa Timur sangat potensial untuk produksi kopi ' Lembaga Penelitian SMERU.Modal bergulir kepada koperasi berupa alat processing dan bangunannya serta modal kerja Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Beberapa dan 2003 provinsi Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masih berjalan Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Tahun 2001.2001: Jateng Petani dan koperasi 2003 (Kab Wonosobo) 2002: Sumsel (Kab OKU) 2003: Sumsel.25 Pengembangan Pengolahan Kopi Bantuan (pinjaman) mesin processing kopi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002.Seluruh 2003 Indonesia Sasaran Status Saat Ini Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masalah Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Potensi Penyelenggaraan Diklat UKM dapat meningkatkan kualitas peserta didik dan penyelenggara Diklat. Desember 2003 .No.

13. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan.Bantuan kepada Pengolahan Gambir koperasi berupa mesin prosessing gambir . Jawa Timur. maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Dengan mempertimbangkan dua hal.Pelatihan tentang penggunaan peralatan .Modal kerja Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Tahun 2002. 5 kab Selesai Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh Dengan mempertimbangkan dua hal.29 Pengembangan Usaha Sapi Perah kepada Beberapa Koperasi di Jawa Barat Bantuan 1. 10 Koperasi nelayan Kementerian kota/kab Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Masih berjalan Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh 13.Sosialisasi . Koperasi nelayan Jawa Tengah.28 Bantuan Perkuatan Penyediaan dana Berupa Dana bergulir Bergulir bagi Koperasi-Koperasi Mina dalam Rangka Pengembangan Usaha Perikanan dengan Peralatan Pengideraan Jauh Tahun 2003 8 provinsi.810 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada ' Lembaga Penelitian SMERU.26 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan . Bali.No. maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Berpontensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan masyarakat 13.Sumatera 2003 Selatan 2002: Kab Pesisir Selatan 2003: Kab Limapuluh Kota Sasaran Koperasi Status Saat Ini Masih berjalan SDM Masalah Potensi 90% kebutuhan gambir dunia dari Indonesia 13.Pemberian bantuan kepada nelayan berupa peralatan penginderaan jauh sebagai stimulan Tahun 2002 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Jawa Barat.27 Bantuan Perkuatan Peralatan Pengideraan Jauh untuk Usaha Penangkapan Ikan terhadap Koperasi Perikanan Bersama perusahaan yang memproduksi peralatan tersebut melakukan: . Desember 2003 .

13.31 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Garut) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.400 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Sumatera Selatan Petani peternak yang Selesai tergabung dalam wadah koperasi 13. terdiri 400 ekor betina dan 50 ekor pejantan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Masalah Tahun 2002 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Tidak ada Selatan (Kab tergabung dalam koperasi Ogan Komering Ulu) Potensi Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.400 sapi Usaha potong dan sarana Penggemukan Sapi pendukungnya Potong kepada Koperasi OKU Cipta Mandiri di Sumatera Selatan Pengembangan Usaha Ternak Domba kepada Koperasi Pondok Pesantren Darussalam di Jawa Barat Bantuan 450 ekor domba.30 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Bantuan 2. pola bergulir Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Petani peternak yang Masih berjalan Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Cirebon) tergabung dalam wadah koperasi dan Jawa Tengah (Kab Tegal. Kab Brebes) Tahun 2002 10 provinsi.No.34 Pengembangan Usaha Budidaya Ternak Itik di Sumatera Selatan Memberdayakan Masyarakat Melalui Usaha Budidaya Sapi Perah Bantuan itik berikut sarana dan prasarana. 17 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13. pola bergulir Bantuan 2. Jawa Timur (9 kota/kab) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Belum ada ' Lembaga Penelitian SMERU.35 Tahun 2003 Jawa Barat. DIY.32 Bantuan itik berikut Pengembangan Usaha Pembibitan sarana dan prasarana Itik kepada Koperasi pendukungnya Sumber Rejeki di Jawa Barat dan Jawa Tengah Pengembangan Usaha Budidaya Itik kepada Beberapa Koperasi Bantuan itik berikut sarana dan prasarana pendukungnya.33 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Berpotensi karena produksi Pengetahuan peternak mengenai teknik beternak itik daging dan telur Indonesia masih kurang belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (masih mengimpor) Berpotensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13. Desember 2003 .

No. 13.36

Nama Upaya Memberdayakan Masyarakat Melalui Penggemukan Sapi Potong Impor

Jenis Kegiatan Bantuan 5.666 ekor sapi potong, sarana dan prasarana pendukungnya

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2003 6 provinsi, 6 kab

Sasaran Status Saat Ini Masalah Petani peternak yang Masih berjalan Belum ada tergabung dalam koperasi

Potensi Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.37

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Lokal Jenis Bali dan PO (Peranakan Ongol)

Bantuan 3.200 ekor bibit sapi lokal dan sarana pendukungnya.

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Selatan (Kab tergabung dalam Muara Enim koperasi dan Musi Banyuasin) dan Bengkulu (Kota Bengkulu) Tahun 2003 7 provinsi , 14 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.38

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Ternak Domba/ Kambing Memberdayakan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Itik di 12 Koperasi Primer

Bantuan bibit domba/kambing

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.39

Bantuan permodalan Kementerian untuk pengembangan Koperasi dan pembibitan itik UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Kalsel, Kalbar, Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam NTB, Jatim, Banten, koperasi Sumsel, Sumut (9 kota/kab) Tahun 2003 10 provinsi Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.40

Memberdayakan Bantuan itik dan Masyarakat Melalui sarana Pengembangan pendukungnya Usaha Budidaya Itik

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.41

Pemantapan Usaha - Bantuan sarana dan Koperasi Industri prasarana pendukung Garam (renovasi saluran) - Bantuan peralatan processing garam dan pembuatan tambak garam

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002- 2002: NTT 2003 (Kab Ngada) 2003: NTT (Kab Ngada) dan NTB

Koperasi yang berpotensi untuk mengolah garam

Masih berjalan

- Pengolahan dan rancangan Berpotensi karena produksi lahan garam masih saat ini belum memenuhi sederhana kebutuhan dalam negeri - Produksi sangat tergantung pada musim dan belum menggunakan peralatan berteknologi

'!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. 13.42

Nama Upaya Bantuan Mesin Yodisasi Garam Kepada Kopontren Nurul Jannah Rintisan Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bidang Agro Industri Sutera dengan Pola Dana Bergulir Industri Perak untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Baku Pengrajin di Yogyakarta dan Bali Mesin Pengering Kayu

Jenis Kegiatan Bantuan mesin Yodisasi dan sarana pendukung

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Bandung)

Sasaran Status Saat Ini Masalah Koperasi yang Masih berjalan Belum semua garam yang berpotensi mengolah beredar di masyarakat garam mengandung yodium

Potensi Berpotensi karena produksi saat ini belum memenuhi kebutuhan dalam negeri

13.43

- Budidaya murbey kepada petani - Bantuan mesin prosesing kepada koperasi

Tahun 2003 Sumatera Selatan, NTB, Jawa Tengah, Jambi, Sulawesi Selatan (5 kab)

Koperasi/KUD yang berpotensi dalam usaha pengolahan sutera

Belum dilaksanakan

- Koordinasi di lapangan - Persyaratan untuk pencairan dana

Saat ini indonesia baru mampu memproduksi 7% bahan baku sutera dari kebutuhan bahan baku sutera dunia (1000 ton benang).

13.44

Memfasilitasi pengrajin perak dengan BUMN (untuk memperoleh bahan baku) Bantuan mesin pengering kayu

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Pengrajin perak Tahun 2002 DIY (Kota Yogyakarta) dan Bali (Kab Gianyar)

Masih berjalan

Masih banyak bahan baku Tidak mudah meyakinkan BUMN untuk melihat potensi yang dibutuhkan pengrajin pengrajin perak

13.45

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi dan UKM (Kab Jepara)

Masih berjalan

Kesulitan bahan baku

Berpotensi karena kapasitas mesin yang cukup besar

'"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Kelompok Organisasi Non-Pemerintah
No. Nama Upaya A. ORNOP LOKAL Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi

1. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Ornop Anggota - Pelatihan 1.1 Program Kredit Mikro - Kredit untuk Penguatan ASPPUK Perempuan Usaha Kecil- - Advokasi - Penerbitan Buletin Mikro - Perintisan pembentukan Jaringan PUK

Tahun 19982002

14 propinsi, 43 Perempuan Usaha kabupaten Kecil (PUK) yang tergabung dalam Kelompok simpan pinjam Perempuan Usaha Kecil (KPUK) binaan Ornop anggota ASPPUK 10 propinsi, 20 Perempuan usaha kabupaten kecil-mikro (PUK) yang tergabung dalam KPUK dampingan Ornop anggota ASPPUK

Program sudah selesai, namun kegiatan dana bergulir ASPPUK masih berjalan

- Program tidak berjalan sesuai jangka waktu pinjaman (di daerah konflik seperti Aceh) - Luasnya wilayah menyulitkan sekretariat memantau program - Minimnya dana pendampingan

Kelompok simpan pinjam berpotensi menjadi koperasi atau Lembaga Keuangan Perempuan (LKP), yang sahamnya dimiliki bersama

1.2

Pengembangan Kapasitas Perempuan Usaha Kecil-Mikro dalam Ekonomi

Ornop Anggota - Pelatihan - Pendampingan ASPPUK - Promosi produk PUK - Penerbitan buletin dan modul usaha - Studi banding

Tahun 1996 1998

Selesai

Keterbatasan sumber daya, sehingga pengelolaan program belum sistematis

Memberi insipirasi pada ornop pendamping dan KPUK dalam melakukan “sharing” pengetahuan dengan kelompok perempuan usaha kecil-mikro yang baru berdiri

1.3

Lokakarya berseri Dampak Krisis dan Kebijakan IMF terhadap Usaha Kecil-Mikro

- Lokakarya berkala - Dialog dengan pejabat daerah tentang kebijakan usaha kecil

Forum Wilayah ASPPUK

Juni-Juli 1998 - Sumatera dan Nopember Utara (Medan) - DIY 1998. (Yogyakarta) - NTB (Mataram, Lombok) - Sulawesi Selatan (Ujung Pandang) 9 – 24 Juli 1999 - Kalimantan Barat (Pontianak) - Sulawesi Tenggara (Kendari) - Jawa Tengah (Solo)

- Ornop anggota - PUK dampingan - Instansi pemerintah setempat - Perguruan Tinggi setempat - Media cetak dan radio.

Program sudah selesai, Jumlah peserta dari kalangan namun aliansi dengan PUK dampingan masih relatif media cetak/radio serta kecil pemantauan terhadap kebijakan Pemda yang berkenaan dengan usaha kecil masih berjalan.

Melalui program ini kegiatan advokasi yang berkaitan dengan kebijakan usaha kecil di wilayah masing-masing dapat berjalan.

1.4

Lokakarya berseri Lokakarya berseri tentang Pemberdayaan Perempuan Usaha KecilMikro Mengantisipasi Era Globalisasi Ekonomi

Forum Wilayah ASPPUK

- PUK-mikro - Instansi pemerintah - Ornop anggota - Lembaga pengembangan usaha kecil-mikro - Pers.

Program ini sudah selesai, namun beberapa kegiatan seperti diskusi kebijakan secara rutin dan kerjasama dengan media masih berlanjut.

Belum banyak mengikutsertakan PUK dampingan sehingga PUK mendapat informasi tidak langsung dari pendamping yang mengikuti kegiatan yang kemampuan- nya beragam

- Merintis jaringan PUK sebagai wadah penguatan bisnis dan advokasi. - Pengintegrasian perspektif gender dalam program pengembangan PUK yang dilakukan Ornop dan lembaga lain 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

16 kabupaten Kelompok masyarakat.Analisis persoalan . baik yang sudah ada maupun bentukan baru Kegiatan simpan pinjam .Pendampingan tidak intensif karena kurang dana operasional.2 BMT Pemberdayaan Masyarakat Miskin: (BMT Al Inayah Unit II) .Pedagang kecil yang masuk kategori keluarga miskin Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi menambah anggota sehingga pendampingan tidak dan asset. 1.Pendamping Ornop anggota ASPPUK (LPPSLH dan Persepsi) Program sudah selesai.Studi .Penyaluran kredit Inayah Unit I) . Sejak 1997 bekerja sama dengan Koperasi) 6 propinsi.Anggota kurang memahami apa yang ingin diusahakan sehingga usaha yang dilakukan sifatnya sementara .Pendidikan . .Penelitian . LPPSLH dan Persepsi. -Kurangnya dana . tanpa jaminan) Berpotensi dalam mengembangkan wilayah kerja dan meningkatkan jumlah aset.Simpan pinjam Tahun 1995BMS dan BMT Al Inayah unit BMT sekarang Keluarga (bentukan BMS) Jabar (Kabupaten Bekasi) .Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit II Tahun 1997sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masyarakat miskin Masih berjalan yang sudah memiliki usaha atau berminat kuat untuk melakukan usaha . Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) 3.Pendampingan .3 .Pembayaran cicilan tidak masih berjalan lancar . yang berarti pedagang kecil yang dilayani bisa dilakukan secara intensif semakin banyak 3.Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit III Tahun 1999sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masih berjalan Orang tua anak jalanan baik yang telah memiliki usaha maupun belum Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi mengurangi jumlah sehingga pendampingan tidak anak jalanan karena membaiknya kondisi ekonomi dilakukan secara optimal orang tuanya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi .No.Ibu rumah tangga Masih berjalan yang memiliki warung . Berpotensi mengembangkan usaha berbasis pertanian dan meningkatkan kapasitas kelompok melalui pelatihan dan pendidikan .5 Nama Upaya Studi dan Advokasi Penguatan Kelompok Perempuan Pelaku Usaha Kecil-Mikro Jenis Kegiatan . Jawa Tengah .Fasilitas kredit Bina Desa bekerja sama dengan Koperasi Karya Insani dan kelompok swadaya masyarakat Tahun 1994 sekarang (Tahun 1994 1996 dikelola langsung oleh Bina Desa.Pendampingan (BMT Al Inayah Unit III) .Advokasi pada permasalahan strategis. 3.Penyaluran kredit BMT Komunitas Orangtua Anak Jalanan .Proses dan metode identifikasi persoalan dan kebutuhan PUK bisa menjadi sumber pembelajaran Ornop Tim gabungan antara Tahun 2001– 2003 Sekretariat ASPPUK.PUK yang tergabung dalam (Purwokerto KPUK binaan dan Klaten) ASPPUK .Kesadaran masyarakat untuk mengembalikan pinjaman masih kurang (pinjaman terlalu lunak.Kader PUK masih kurang dan dilanjutkan terlibat dengan advokasi berdasarkan temuan di lokasi dengan melibatkan masyarakat basis 2.1 Pengembangan dan advokasi ekonomi rakyat .Pencatatan dan Analisis proses .Pendampingan . AKATIGA. Bina Desa 2.Berpotensi menggali kekuatan yang dimiliki PUK-mikro yang selama ini tidak diketahui .Penyaluran kredit . yang berarti meningkatkan usaha kecil yang dapat dilayani 3.Pelatihan .Pendamping lokal tidak disiplin.1 BMT Keluarga (BMT Al .

7 Pelatihan Managemen Usaha Pelatihan BMS Tahun 2003 Jabar (Kabupaten Bekasi) Selesai 4.Simpan pinjam BMS dan BMT Komunitas Kelurahan Bugis.Kegiatan nelayan (melaut) menyebabkan pengembalian kredit terlambat .Selama pelatihan (2 hari) peserta tidak melakukan usaha dan kehilangan penghasilan .2002: Jabar (Bekasi) Masih berjalan (kecuali .2001: Jateng (Brebes) dan Maluku (Saumlaki) .Jumlah peserta dapat bertambah  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Membentuk usaha bersama .usaha alternatif bagi petani dan peternak di daerah perkotaan BMT Masyarakat Miskin .Jumlah anggota/kelompok dampingan masih bisa bertambah .Penyaluran kredit Korban Banjir (BMT Al .Kemungkinan dapat diterapkannya sistem bagi hasil .Kesibukan peserta MBT dan koperasi se Bekasi mengganggu keikutsertaan dalam pelatihan .Pendampingan .Mengembangkan usaha mikro para peserta pelatihan 3.2 Baithul Mal Watauil (BMT) BISMI - Penyediaan Kredit Pendampingan Pelatihan Simpan pinjam BISMI dan kelompok dampingan Tahun 2003sekarang Jawa Barat Individu dan Masih berjalan (Kota Bekasi) kelompok pedagang kecil Para pedagang belum memiliki sistem pembukuan yang baik .Banyak anggota tidak mengikuti pelatihan karena sibuk mencari nafkah .Pendampingan BISMI dan kelompok dampingan Tahun 1998 sekarang Usaha mikro/kecil . Jabar (Depok. Bekasi) -1999: DKI Jakarta .Berpotensi menjadi pendorong berkembangnya usaha.Latar belakang dan pendidikan peserta yang beragam .Penyaluran Kredit . Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) 4.1998: DKI Jakarta.1 Karib Ikhtiar BISMI .No.Penyediaan Kredit .4 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana BMS dan BMT Al Hinayah Unit IV Waktu Tahun 2002sekarang Wilayah Jabar (Kabupaten Bekasi) Sasaran Masyarakat korban banjir (petani dan peternak) Status saat ini Masih berjalan Masalah Kurangnya biaya operasional untuk tenaga pendamping lapangan Potensi . 3.Akses terhadap modal menjadi mudah melalui BMT .Pelatihan .Pendampingan Inayah Unit IV) 3.Adanya ancaman penggusuran (pindah rumah) sehingga menyulitkan penagihan .5 BMT Komunitas Kelurahan Bugis (BMT Al hinayah Unit V) .Tumbuhnya koperasi 4.2000 : DKI Jakarta .Berpotensi menambah anggota dan menjadi unit koperasi yang produktif . Tahun 2003 DKI Jakarta (Kampung Bugis) Masyarakat miskin Masih berjalan (dalam yang memiliki usaha tahap perintisan) (dagang atau usaha rumah tangga) -Organisasi sosial anggota (K3S) -Koperasi/LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Orang tua anak jalanan (kelompok dampingan BMT) Selesai Belum ada kepastian dana 3.6 Pelatihan Pendamping Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) Pelatihan BMS Tahun 2000 Jabar (Kabupaten Bekasi) Menciptakan kerjasama antara .Sulit mengumpulkan calon penerima kredit mengikuti untuk proyek tahun pelatihan awal 1998) .

Pengelolaan ekonomi rumah tangga tidak baik.1 Program Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) 5 propinsi.Dana bergulir Bina Swadaya Tahun 19981999 Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Timur) Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya Selesai 5.Pelatihan .Pendampingan Proyek Peningkatan Taraf Hidup masyarakat .Monitoring dan evaluasi Pelaksana Bina Swadaya.Dana Stimulan 4 Desa IDT dan Desa Sepaso.4 . Nama Upaya Jenis Kegiatan . 8 kabupaten Usaha mikro/kecil Proyek sudah selesai tetapi di Bina Swadaya cabang masih berjalan Selesai 5. kabupaten/kot Masyarakat (KSM) tapi kredit mikro di setiap wilayah masih a berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Kutai Timur.Penumbuhan KSM .Pelatihan Food Security and .Pendampingan . 5.6 Bina Swadaya Tahun 19982001 Masyarakat Kamal DKI Jakarta (Jakara Utara: Muara Kelurahan Kamal Muara) Program ini sudah selesai namun ditingkat kelompok masih berjalan Masyarakat yang terlayani kebanyakan bukan nelayan. LSM lain. Kaltim . Bina Swadaya 5.Pelatihan .Sulit untuk mengakumulasi modal karena faktor budaya .Pemberian kredit .Pelatihan .Pendampingan Bina Swadaya Tahun 19972000 4 propinsi. dan perbankan. 14 Kelompok Swadaya Program sudah selesai.Pelatihan . 14 Usaha mikro kabupaten anggota KSM binaan Di Bina Swadaya pusat Pengembalian kredit kurang sudah selesai. 5.Pendampingan . Kamal Muara Jakarta Utara Village Social Safety Net in Cope with Economic Crisis .Pendampingan .Dana Stimulan Development for Indigenous and Agribusiness People in Buffer Zone of Baliem Valley in Sentani.3 . namun di lancar Bina Swadaya cabang masih berjalan 5.Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 19992001 9 provinsi.Pendampingan Agribusiness .7 . Dana operasional tinggi.Pembentukan KSM .5 Bina Swadaya Tahun 19982003 Papua Masyarakat Lembah Masih berjalan Baliem . Kec. Papua Pengembangan Masyarakat melalui KSM di Kel. karena nelayan yang berada di lokasi bukan penduduk setempat.2 Pendampingan Kelompok IDT untuk Pengembangan Usaha Mikro Development of Environmentally Oriented Cattle Husbandry and Sustainable Agriculture . Sangatta. Waktu Tahun 19921998 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi 5. Kab.Dana Stimulan Bina Swadaya Tahun 19971999 Jawa Timur Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya 5.Pendampingan .No.

JawaTengah .Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 2003 sekarang Jabar (Bogor: Kelompok Usaha Mikro (utama Cileungsi).Pelatihan . 5. cabang ASA diberi target tertentu 6.Monitoring dan evaluasi Pelaksana Waktu Tahun 1998 1999 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi DKI Jakarta Usaha kecil (Jakarta Barat) 5.8 Nama Upaya Development of Appropriate Waste Water Treatment for Small Scale Industry in Semanan.Periode 2000-2002.Koperasi dampingan belum seluruhnya menerapkan konsep gender yang tercantum dalam manual Model kepemimpinan ini sangat tepat untuk mengembangkan koperasi yang berperspektif gender.Pelatihan .No.Jawa Timur .Sulit menyesuaikan manual “Kepemimpinan yang Transformatif" .NTB Masih berjalan Kader fasilitator.2 Program Pengembangan “Kepemimpinan yang Transformatif” dalam Koperasi . Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) 6.Jawa Tengah .Penyertaan Program FDF) modal/investasi .DKI Jakarta Januari 2005 . pengurus/pelaksana koperasi pilot dan calon anggota Formasi . Selesai (dihentikan .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Periode 1996-1999.Pembentukan kelompok .Koperasi/ pra koperasi . Pademangan) Masih berjalan Kekurangan sumber dana yang Berpotensi menjangkau usaha murah mikro dalam jumlah banyak karena beroperasi di wilayah padat penduduk yang banyak terdapat usaha mikro dan secara kelembagaan.9 Proyek ASA .Penggalangan tabungan .NTB Mitra dampingan anggota Formasi: .Advokasi LSM Anggota Formasi Indonesia Februari 2002 .Pelatihan .Pendampingan . Johar Baru.TOT .Kelompok Usaha Bersama (KUB) .1 Formasi Development ..Monitoring dan evaluasi Tahun: -1996-1999 -2000-2002 . hanya dapat menjaring 3 pilot project usaha koperasi karena ketatnya persyaratan pinjaman Program ini masih dianggap cukup strategis sebagai alternatif akses permodalan bagi koperasi/pra koperasi dengan persyaratan pengelolaan yang lebih profesional 6. perempuan) DKI Jakarta (Cakung.Jawa Barat . West Jakarta Jenis Kegiatan .Pemberian kredit Formasi (Koordinator Fund (FDF) .DKI Jakarta .Sosialisasi . sejak awal tahun 2003) pengembalian dana tidak lancar akibat krisis moneter .Konsultasi .Manual Assesment .

. 7. . namun di tingkat masyarakat masih berjalan . karena yang datang bukan pengambil keputusan .Sistim pencatatan di UPKD kurang terorganisir . individu atau kelompok masyarakat (Pokmas) miskin Status saat ini Masih berjalan Masalah .No. Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan) Sasaran Keluarga.Pendampingan .Bantuan teknis LP3ES. Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat .Sulit mengakomodasi kebutuhan peserta yang beragam menjadi kebutuhan umum .1 Proyek Pembangunan Mengkoordinir dan LP3ES.Durasi Pelatihan terlalu pendek -Tingkat pendidikan peserta beragam 7. formal dan sulit dijalankan. Lembaga Penelitian.Adanya internal konflik antara kepala desa dengan petugas UPKD.Pelatihan Meningkatkan LP3ES Pendapatan Buruh Tani ketrampilan berbisinis . sehingga pembinaan dan kontrol kurang efektif . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Bengkulu (Kab.Adanya pemahaman dana BPRD hibah (tidak perlu dikembalikan) . .Rendahnya pengembalian pinjaman..Buruh tani sangat sukar mengembangkan usaha .Dapat memperkuat dan mengembangkan orgarnisasi masyarakat. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Tahun 2002 7.3 Pelatihan Manajemen Pemasaran bagi Pengusaha Mikro dan Sektor Informal di Jakarta Pelatihan LP3ES dan BKPAI Tahun 1997 DKI Jakarta Selesai 200 pengusaha mikro dan sektor informal yang sudah terdaftar di Pemda DKI .Analisis Usaha yang disiapkan sangat kaku.Luasnya wilayah Fasilitator Kec.Kurangnya tenaga dampingan di lapangan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Potensi .Pendampingan Perempuan .4 . 2003 memberikan asistensi PT. Bengkulu Utara.Dengan adanya fasilitas “Open Menu” dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada sesuai dengan kepentingan masyarakat itu sendiri. Tahun 2002 DKI Jakarta (Jakarta Pusat) Masyarakat miskin di DKI Selesai Model ini bisa dikembangkan di propinsi lain 7.Pemberian dana penyertaan modal Tahun 19961998 Jawa Barat (Kabupaten Subang) Buruh tani perempuan Selesai. Budi Cakra Bengkulu teknis kepada (Bengkulu Regional Consultant Fasilitator Lapangan Development yang mendampingi Project/BRDP) masyarakat dalam program kredit mikro pedesaan 7.Manfaat pelatihan tidak efektif.2 Perluasan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) DKI Jakarta .

beserta BMT Tahun sekarang dampingan Usaha kecil Masih berjalan (pedagang.Menanggulangi permasalahan .Desember 2002 Wilayah Jakarta Timur (Tahap I: 5 kelurahan Tahap II: 60 kelurahan) Sasaran Status saat ini Masih berjalan (rencananya akan dilanjutkan sampai tahun 2007) Masalah Potensi 8.Penanggung jawab pembinaan tidak jelas 9.Simpan pinjam PPSW. Cianjur.Masyarakat miskin 1998 (3 Kelurahan) (KS dan Pra KS) .1 Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Kodya Jakarta Timur .Pelatihan .Pelatihan .Pelatihan Tamwil (BMT) . Banten (Pandeglang).Pelatihan Primer.Aturan main belum jelas lokal . Pemilik usaha mikro/kecil/ menengah yang masih berjalan dan dapat menyerap tenaga kerja baru setempat II.Desember Jakarta Barat .Pendampingan .Kredit .Fasilitas kerja kurang .1 Pemulihan Keberdayaan . Riau (Rokan Hilir) .Pemberian dana Masyarakat (PKM) kepada LSM dan KSM .Kurangnya kapasitas pendamping lapangan PPSW untuk mendampingi perempuan pengusaha . Berpotensi membantu usaha pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan karena menggunakan pendekatan yang partisipatif.26 propinsi .Simpan pinjam 1995.Monitoring PKM bersama LSM dan Tahun 1998sekarang KSM terpilih Seluruh Indonesia Masyarakat miskin Masih berjalan yang paling terkena dampak krisis (terutama perempuan dan anak-anak) Kapasitas pelaksana proyek di tingkat KSM/LSM masih relatif rendah.1 Program Kredit Mikro . Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) 11. 10.Organisasi dewan terikat Perda perempuan dan kemandirian masyarakat No 5/2000 .Lembaga tersebut dapat menjadi pressure group dalam menyuarakan kepentingan perempuan .Aturan main belum jelas . Masyarakat miskin (KS/ Pra KS) dan korban banjir tahun 2002 Mei. Karawang.1 Baithul Maal Wat . Jabar (Bogor.Keterbatasan kemampuan pemberdayaan ekonomi SDM pelaksana .Terdapat kendala dalam mengembangkan sumber daya manusia baik di PPSW maupun di masyarakat (kelompok dan koperasi) .Masyarakat di RW kumuh . Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) 9.No.Lembaga pelaksana perlu ekonomi masyarakat miskin pendamping perkotaan .2 Community Base development dealing with Economic Crisis (CBEC) tahun 19982000 . PINBUK. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 8. pengrajin). .Masyarakat akar rumput khususnya perempuan miskin dan berada dalam usia produktif .Lembaga tersebut bisa berkontribusi dalam memecahan permasalahan yang ada di wilayahnya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Kelompok dampingan PPSW Masih berjalan .Adanya rush pada masa masa tertentu terutama menjelang hari raya .Pendampingan Sekunder Tahun 1986 sekarang DKI Jakarta.Meningkatkan pemberdayan memadai .Pendampingan .Fasilitas kerja kurang memadai masyarakat miskin perkotaan.Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan Tahap I: MeiDesember 2001 Tahap II: Maret .Konsultasi .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan I. Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) 10. Kalbar (Pontianak). Koperasi PPSW .Disharmoni antara pengurus dan pengelola. Koperasi .Pendampingan .Menata lingkungan Program sudah selesai tapi di tingkat masyarakat tidak diketahui Meningkatkan upaya . Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) 8. Bekasi.Meningkatkan pemberdayaan . .Masih perlunya optimalisasi pendamping dan kader dalam pengembangan kewirausahaan BMT berpotensi menjadi koperasi karena asetnya banyak yang di atas 50 juta. petani dan peternak . Sukabumi) .Konsultasi . Bahkan bisa menjadi BPR 11.Membangun dan mengembangkan lembaga keuangan alternatif untuk perempuan .

Pembinaan Parasahabat) kemandirian usaha Keterbatasan kapasitas petugas .Pendampingan Bank (Mitra Usaha .Simpan pinjam Koperti) . Cirebon).Jawa Barat .3 Pelatihan Marketing Plan Pelatihan Pekerti Tahun 1999 Jawa Tengah Pengrajin kecil (Kab Pati dan anggota SIMPATI dan ASPERA Jepara) .Dapat dikembangkan menjadi Ada anggota yang keluar.Bertambahnya anggota 14. Indramayu.Jawa Tengah Masih berjalan . . Yayasan Mitra Usaha (YMU) .Pengrajin mitra (menjual produknya ke Pekerti) Selesai 14.No.Daya tampung dan dana pelatihan terbatas .Tingkat bunga cukup tinggi. Klaten ) Jabar (Sukabumi. pernik) .Banyaknya peminat di setiap lokasi.1 Penyediaan modal kerja .4 Kredit Modal Kerja dan Investasi untuk Pengrajin Kecil Pemberian kredit Pekerti dan Koperti Tahun 2000sekarang Jawa Barat Pengrajin kecil di (Kab Cirebon) Cirebon Masih berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Bertambahnya saingan karena perbankan mulai tertarik kredit mikro Berpotensi untuk berkembang dan mengembangkan usaha perempuan miskin dengan indikasi: .Jawa Tengah (Pati.Pemberian pinjaman YDBP (Yayasan untuk usaha mikro modal kerja Dharma Bakti . .Meningkatkan kedudukan perempuan dalam keluarga.Pemberian kredit 13. koperasi sekunder padahal masih harus mencicil modal yang dipinjam dari Pekerti .Meningkatkan usaha anggota.Jawa Tengah (6 kabupaten) Sasaran Wanita pedesaan yang tergolong keluarga pra sejahtera dan memiliki usaha mikro Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 12.Jawa Barat Perempuan termiskin di wilayah (Bekasi.Kaum perempuan lebih tegas dalam mengemukakan pendapatan.Jakarta . Karawang) . . 14. khususnya dalam kegiatan kelompok 13.Pemberian kredit Pekerti (Koperti) Tahun 1999sekarang . Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) 12. Jateng (Pati. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 1999 – sekarang Wilayah . .Masih sedikit lembaga dana yang khusus mensupport LKM .Yogyakarta .Pemberian pinjaman dampingan (Pengembangan modal tanpa bunga Produksi) Tahun 19971998 -Pengrajin sulit menerima teknologi baru bidang produksi -Ketidakmampuan pengrajin untuk mengukur kebutuhan dan kemampuannya. lapangan.2 Koperasi Pekerti (Kredit . Rembang. produk rumah tangga) dan rotan (mebel.Terhentinya pembelian produk oleh Oxfam (tahun 2001) karena Oxfam mengalami kerugian Policy funding yang berubah ubah karena penggantian program officer Pelatihan dapat dilakukan dengan skala yang lebih kecil dan dengan mitra yang lain (namun sampai saat ini Pekerti belum mengupayakannya) Bertambahnya modal dan bertambahnya nasabah 14.Belum ada lembaga yang melayani perempuan miskin.Pelatihan Mandiri) YMU bersama dampingan (Mitra Usaha Mandiri) Tahun 1998 sekarang Masih berjalan .Pengrajin kecil binaan .Jawa Barat (5 kabupaten) . Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) . Jepara) Selesai Pengrajin kecil pengolah kayu (dakon.1 Replikasi Grameen . .Keterbatasan dana.Karyawan Pekerti . Subang. .Pelatihan 14.1 Product Development Pekerti dan pengrajin .Grace period dari lembaga keuangan sangat pendek . ukir.

tetapi sebagian dana masih bergulir di masyarakat .Kesulitan bahan baku sehingga terjadi perubahan usaha dalam waktu yang cepat .Pemberian kredit . karena mengira dana dari program JPS.Pemberian kredit Pekerti . Yayasan Permata Hati 15.Survey lapangan .umbuhnya pengrajin pengrajin baru yang mandiri. .Bantuan ternak itik dan ayam buras Pekerti Pengrajin kecil yang Selesai Jabar menjadi mitra kerja (Sukabumi).Kurangnya tenaga pendamping .dagangan tidak laku/ditipu.Pengadaan tenda dan gerobak .5 Nama Upaya Pengembangan Masyarakat Pengrajin Marginal Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 2000 2001 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah . Berpotensi baik karena bantuan pemberdayaan diberikan dalam dalam bentuk hewan/barang (bukan uang) sesuai dengan jenis usaha mikro yang akan dilakukan 15. 14.3 Realokasi Pedagang Kaki Lima Sektor Informal di Perkotaan .Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana.Kemauan berusaha yang musiman . DKI Jakarta (Jakarta Utara) Banten (Kab/kota Tangerang Masyarakat kelurahan/desa yang memiliki kemauan untuk berusaha Program sudah selesai. 15.Penyusunan strategic planning .Membantu pemasaran melalui pameran lokal .Dapat menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar pengrajin sehingga mengurangi angka pengangguran 15. Jateng ( Solo. motivasi.1 Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pemberian modal Yayasan Permata Hati Tahun 19972003 Banten (Kab/kota Tangerang).kelompok pondoh) masyarakat miskin .Pemberian modal kerja . Potensi Tersedianya ajang promosi kerajinan kecil melalui media elektronik dengan biaya murah dan mudah diakses oleh pembeli mancanegara . karena mengira dana dari program JPS.Pembuatan website .Asistensi . Pati) 14. Pekerti Jepara.Tampilan web site belum optimal.Pedagang kecil Banten (Tangerang:Ci sektor informal . Pengembalian pinjaman tidak lancar karena: .No.Peningkatan kultur bisnis .Sulit mendapatkan legalitas dari Pemda .Pedagang membutuhkan biaya yang besar untuk mempraktekan materi penyuluhan dan pelatihan Berpotensi untuk diarahkan pada pedagang produk pokok (sayuran dan kebutuhan dapur) serta sektor peternakan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . namun masih terdapat kegiatan perguliran dana di masyarakat .Sosialisasi .Pelatihan .Pasar yang tidak jelas .Pemanfaatan web site untuk pemasaran belum optimal. Jabar (Cirebon).Pelatihan .Krisis moneter mengakibatkan lambatnya perguliran dana .korban PHK Program sudah selesai.Realokasi dan Yayasan Permata Hati Tahun 1998 pengusahaan bekerja sama dengan legalitas lokasi kelompok sasaran .Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana.Pendampingan dan pembinaan .6 Program Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Perempuan Usaha Kecil (PPEPUK) Tahun 2002 2003 DKI Jakarta Masih berjalan Ibu rumah tangga dari keluarga miskin yang belum menjadi pelaku usaha namun mempunyai minat.Workshop . . dan potensi kuat menjadi pengrajin . .2 Jasa keuangan simpan pinjam syariah Simpan Pinjam Yayasan Permata Hati Tahun 1987 sekarang Pedagang kecil /mikro Masih berjalan Berpotensi dalam mengembangkan anggota binaan yang bukan pedagang sehingga bisa menjadi suplier/pemasok bagi para pedagang.

dan Pasar Rebo) Sasaran Status saat ini Masalah . Sukabumi.2 Samba Project (The Silk . Pasar Minggu.Pengusaha mikro menjadi yang layak menjadi mitra berpotensi berhubungan dengan bank lain . memiliki usaha mikro.Berpotensi menjadi LKM mandiri 16.Pelatihan .2 Pelatihan Dasar-dasar Pelatihan Koperasi dan Pembukuan Sederhana serta Managemen Usaha. serta dapat memisahkan manajemen usaha dengan manajemen rumah tangga. Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia .1 Small Enterprise .Meningkatkan peran ibu/wanita dalam keluarga. 15 Masyarakat miskin Selesai kabupaten perempuan dan aktif secara ekonomi Kelompok simpan pinjam Sebagian besar LSM mitra berpotensi menjadi koperasi menganggap dana bantuan modal sebagai hibah sehingga tidak dikelola dengan baik dan menyebabkan menurunnya port folio  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Kuningan) . .Keterbatasan dana . dengan target utama perempuan 16.1 Program Kredit Mikro . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pemberian pinjaman modal Pelaksana YPM Kesuma Multi Guna Waktu Mei 1999 sekarang Wilayah DKI Jakarta (Kemanggisan .Pendampingan Care International Indonesia Tahun 2003–2005 (Tahap I) Jawa Barat (4 Pengusaha mikro (nasabah dari LKM kabupaten). YPM Kesuma Multi Guna 16.Pemberian Kredit and Micro-Enterprises Development in Bandung Raya Project) Tahun 2002Care International Indonesia. Sulawesi Selatan) 1.Pelatihan bagi Development (SED) lokal Sequel Matching Grant Ketua kelompok simpan pinjam dan staf lokal LSM Tahun 1993 1998 6 propinsi.No. Kramat Senen. YPM Kesuma Multi Guna Oktober – Nopember 2001 Anggota kelompok Selesai YPM.Pemberian kredit . ORNOP INTERNASIONAL 1. yang terpilih) Banten.Waktu pelatihan terlalu singkat . Kamal Muara.Kurangnya kemauan anggota menerapkan materi pelatihan dalam praktek usaha mereka Potensi . DKI Jakarta Masih berjalan Tidak mudah mendapatkan LKM .Program akan dikembangkan pada kelompok simpan pinjam yang tidak dapat mengakses kredit BPR Keterbatasan dana petani sutera Propinsi lain berminat mendapatkan replikasi model (Lampung.1 Kredit Mikro Anggota kelompok Masih berjalan YPM. dengan target utama perempuan Usaha mikro/kecil dapat menguasai dan menerapkan pembukuan sederhana. Universitas 2004 Bandung Raya Jawa Barat (Kab Bandung.terdapat anggota atau ketua kelompok yang kurang disiplin .Pelatihan . Kamal Muara. Pasar Minggu. Kramat Senen. dan Pasar Rebo) DKI Jakarta (Kemanggisan .Menyediakan kredit CRS bersama mitra 2.Kurangnya kemampuan administrasi pengurus .Petani sutera dan pengusaha mikro/kecil sutera . Care International Indonesia 1. memiliki usaha mikro.Mampu mengembangkan usaha dan ekonomi keluarga . Garut.Adanya tunggakan pembayaran . Majalengka.LKM Masih berjalan 2. Tasikmalaya.

Banyak program keuangan mikro dari pemerintah yang menetapkan bunga pinjaman lebih rendah .5 Program Penguatan BPR (Monetization) .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pelatihan dan bantuan teknik CRS. Purbalingga) dan NTT (Kab.6 Program Kredit Khusus .PT Ukabima baru beroperasi dan belum mampu berekspansi ke luar Jawa.Peraturan BI tentang kenaikan kapitalisasi menghambat Program Kusuma sulit berkembang karena di lapangan banyak program yang memberikan pelayanan kredit tanpa agunan dengan jumlah yang besar.Pelatihan tanpa Agunan (Kusuma) . .masyarakat miskin pemilik usaha mikro di pedesaan. .Memiliki upaya pengembangan masyarakat seperti pemberdayaan perempuan dan partisipasi masyarakat.Ketika proyek ini berhenti. 2.Membangun koperasi simpan pinjam. .4 Program Bantuan Koperasi (Cooperative Assistance Program) . .Jabotabek. NTB 2.Membentuk BPR-BPR ditempat lain yang mempunyai visi mempromosikan keuangan mikro untuk masyarakat miskin. .Bantuan modal berbentuk komoditi . Ukabima Tahun 19952000 Selesai . lebih fleksibel dan biaya yang lebih murah. Bali.Pendaftran BPR memerlukan proses yang sangat lama . Ukabima Oktober 1999.BPR di wilayah pelaksanaan proyek .Terdapat kesulitan pengembalian pinjaman kelompok pada putaran ketiga.Bantuan Teknik CRS dan PT.Dana bantuan penyertaan modal untuk Ukabima yang akan dipinjamkan kepada BPR. .Penyertaan modal untuk Masyarakat Miskin .Masih lemahnya kemampuan LSM mitra -Terbatasnya kesempatan usaha di Kab.2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana CRS. -Mismanagement menyebabkan kerugian dana yang cukup besar . Hal ini membuat BPR tersebut mempunyai ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi krisis finansial. Potensi .Program ini mempunyai metode yang baik karena bisa mencapai orang miskin sekaligus memberi keuntungan. Cilacap.Peraturan Bank Indonesia (kenaikan kapitalisas)i menghambat pembentukan BPR. .3 Institutional Menyediakan dana Transformation for Scale pinjaman and Self-Sufficiency CRS dan PT. 2. . Ukabima Oktober 2000 . Sikka. yang mempunyai usaha mikro Banyumas. satu LSM mitra (YSBS) mampu membiayai kegiatan secara swadaya . Sikka) Jawa.Jawa. Bali.Penyediaan dana Proyek Village bantuan modal Banking/Kelompok Swadaya Wanita (KSW) . terutama perempuan 2.Proses pembentukan BPR memerlukan waktu yang panjang.No.PT Ukabima dapat melayani lembaga keuangan mikro yang berkelanjutan untuk masyarakat miskin . YSBS dan YCS Waktu Januari 1999September 2000 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah . ACDI-VOCA Indonesia Oktober 2000.Pelatihan dan bantuan teknis bagi Ukabima dan PBR mitra BPR mitra Ukabima Masih berjalan CRS dan PT. . dan September NTB 2003 BPR-BPR di bawah binaan Ukabima cukup mendapat bantuan tehnik.Jawa September 2003 Masih berjalan Perempuan yang mempunyai usaha produktif yang menjadi nasabah BPR mitra Ukabima.Bantuan dana pelatihan Jawa Tengah Perempuan miskin (Kab. Sumatera. . 2001 Kota Surabaya dan Kota Makassar Selesai Pengusaha mikro yang menggunakan tepung gandum sebagai bahan dasar usahanya 2.Pelaksanaannya terlambat karena sulit mendapatkan kesepakatan dan penentuan perencanaan akhir dari para pelaku proyek.

Ornop mitra memiliki pekerja sosial yang mendampingi kelompok dalam membuat pembukuan/ administrasi usaha.5 PPKD Proyek Lembaga Idem Dana Atmaja CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20022003 Tahun 19972000 Tahun 19972002 DKI Jakarta Idem (Jakarta Barat) Masih berjalan Idem Idem Jawa Barat Idem (Kota Bogor) Lampung (Kab Idem Lampung Tengah dan Lampung Selatan) Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . 2000.3 PPKD Proyek Tunas Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.No.CCF tidak memiliki tenaga khusus ahli R&D pengembangan usaha kecil .1.4 PPKD Proyek Warga Idem Upadaya 3.Pengurus kelompok dampingan Masih berjalan . Christian Children Fund Indonesia (CCF) .2 PPKD Proyek Rahayu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Masih berjalan Idem .Bantuan modal usaha . . 2001 Idem Sumatera Selatan (Kab Ogan Komering Ulu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan Idem 3. 2.1 Peningkatan Pendapatan Keluarga pendamping/pekerja Dampingan (PPKD) sosial .Keluarga dampingan Ornop mitra yang dinilai siap mengembangkan usaha .1.1.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.7 Nama Upaya Proyek Ulat Sutera Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Petani tidak mengikuti metode yang diberikan pada saat pelatihan sehingga usaha budidaya ulat sutera mengalami kegagalan.Idem + .Usaha masih dipandang sebagai kegiatan sosial dan pembelajaran sehingga pengelolaannya seringkali kurang profesional atau kurang ekonomis.Supervisi dan evaluasi 3.1.CCF memiliki sumber dana yang stabil sebagai bantuan modal usaha keluarga dampingan Ornop mitra CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972000 Tahun 20022003 Tahun 1998. Idem Potensi Juni 1999CRS dan YSBS Banyumas Sutera Alam September 2001 Jawa Tengah Petani ulat sutera (Banyumas) 3.1 PPKD Proyek Belitang Buay Madang Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 8 propinsi . .Pelatihan bagi 3.Bantuan biaya pelatihan teknis .1.

Adanya mismanagement di tingkat Ornop .1.Idem + .1.Idem + .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.Adanya bencana alam (hama belalang) yang sangat merugikan usaha peternakan dan pertanian .7 PPKD Proyek Kusa Bakti Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan Idem Idem 3.1.8 PPKD Proyek Mambait Jaya Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Idem Masih berjalan Idem .No.10 PPKD Proyek Temu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sikka) Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan .11 PPKD Proyek Kawangu Idem Sejahtera CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem .Ornop mitra tidak memiliki jaringan pasar yang luas sehingga perkembangan usaha sangat dipengaruhi oleh kebutuhan dan daya beli masyarakat setempat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Idem + .9 PPKD Proyek Megu Wiit Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1997 Tahun 20002003 Tahun 19982003 3.1.1.1.Sebagian besar masyarakat memprioritaskan kepentingan adat dari pada kegiatan peningkatan pendapatan Idem 3.6 PPKD Proyek Santa Elizabeth 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19992001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3.

1.1.19 PPKD Proyek Marsudi Siwi Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . 2000.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha dari keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.1.Usaha pertanian banyak yang .Idem + .16 PPKD Proyek Dula Luri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan .Keluarga dampingan memiliki lahan yang cukup yang dapat gagal karena hama belalang dimanfaatkan untuk usaha .Idem + .12 PPKD Proyek Siwi Waluyo Jaya 3.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.Idem + .18 PPKD Proyek Kinasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19992001 Tahun 1999.17 PPKD Proyek Bina Lestari 3.1.Idem + . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Lampung (Kab Idem Lampung Tengah) Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .Kelompok tidak terbiasa dengan pembukuan dan administrasi Potensi . 2003 Tahun 19982002 Lampung (Kab Idem Tanggamus) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.Usaha pertanian dan peternakan banyak mengalami kegagalan karena serangan hama belalang dan kemarau panjang Idem 3.1.Lokasi warga dampingan terpencar di dusun-dusun terpencil sehingga menyulitkan pendampingan Idem idem 3.Idem + .No.Idem + .1.1.14 PPKD Proyek Ruku Ramba Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan 3.1.15 PPKD Proyek Taloitan Anah Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1998 Tahun 20012003 Idem Masih berjalan .13 PPKD Proyek Muri Mada Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Nusa Tenggara Timur (Kab Ende) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .Idem + .

1.Solidaritas warga/ kelompok masih rendah sehingga mereka tidak merasa perlu untuk menggulirkan dana kepada warga/kelompok lain Idem .1.22 PPKD Proyek Tunas Harapan Mandiri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Tahun 1997.21 PPKD Proyek Masyarakat Sangup 3.25 PPKD Wesak Welan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20002003 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19982001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3. .Idem + .26 Peningkatan Pendapatan Keluarga Dampingan Proyek Bhakti Kasih 3.1.Kesadaran masyarakat bekerja sama dalam kelompok masih rendah.23 PPKD Proyek Bina Mitra Idem Tulakadi Masih berjalan . 2000.1. 2002 Tahun 19992003 Tahun 20012002 Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.1.27 PPKD Proyek Citra Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Ngada) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Klaten) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Magelang) Jawa Tengah Idem (Kota Semarang) Masih berjalan Idem Masih berjalan idem Idem Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.20 PPKD Proyek Gelekat Lewo 3.Idem + .Idem + .24 PPKD Proyek Tetus Manekat Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.1. 1998. Soegijapranata Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971998 Tahun 20002003 Tahun 19972003 Masih berjalan idem Idem Masih berjalan idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .28 PPKD Proyek K.1.Sebagian besar warga dampingan memiliki lahan yang cukup untuk usaha pertanian atau peternakan 3.No.K.1.1.

34 PPKD Proyek Kincir Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.1.1.1.32 PPKD Proyek Vincentius Idem Tahun 1998 Tahun 20002003 Tahun 19982002 Tahun 19982003 Tahun 19972000 Idem DKI Jakarta (Jakarta Selatan) Jawa Barat Idem (Kab Bogor) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem 3.37 PPKD Proyek Mino Martani Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 19971998 Tahun 20002003 Idem Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Selatan) Jawa Tengah Idem (Kab Banyumas) Masih berjalan Idem .No.Keluarga dampingan sangat individualistis sehingga sulit diorganisir dalam kelompok usaha Idem Idem Potensi 3.1.1.31 PPKD Proyek Warga Idem Bahagia 3.CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem 3.Ornop mitra/Proyek memiliki jaringan kerja yang kuat dengan Puskopdit Jawa Tengah Idem 3.1.Idem + . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Banten (Kota Tangerang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .Idem Yakkum CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20012003 Tahun 19972002 Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Barat) Jawa Tengah Idem (Kab Wonogiri dan Sukoharjo) Masih berjalan Idem Masih berjalan 3.1.1.Kepengurusan di tingkat kelompok kurang kuat sehingga pada saat Ornop mitra tidak mendampingi.38 PPKD Proyek Nak Suko Idem Nian 3.Idem .29 PPKD Proyek Bina Kasih 3.1.Idem .30 PPKD Proyek Marga Sejahtera Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.35 PPKD Proyek Suko Siwi.1.1.33 PPKD Proyek Bina Pendidikan Idem Selesai Idem .39 PPKD Proyek Cai Kahirupan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 2002 Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .36 PPKD Proyek Panti Nugeraha 3. beberapa usaha menjadi macet/tidak berkembang Idem Idem Masih berjalan Idem .Idem .

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 20012003

Wilayah
Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan

Masalah
Idem - Idem + - Ornop mitra dan warga dampingan belum memiliki keahlian dalam pemasaran hasil usaha. Idem - Idem + - Temperamen para pengungsi yang tidak stabil dan mudah diprovokasi

Potensi

3.1.40 PPKD Proyek Moris Diak

3.1.41 PPKD Proyek Karunia

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012003

Keluarga dampingan Masih berjalan Ornop mitra/Proyek Karunia, diprioritaskan pengungsi Timor Timur Idem Masih berjalan

3.1.42 PPKD Proyek Laran Luan

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Barat (Kab Kupang)

Idem

Idem

3.1.43 PPKD Proyek Fajar Kasih

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20002002

Idem

Masih berjalan

- Idem + - Adanya mismanagement

- Idem - CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem

3.1.44 PPKD Proyek Nek Matulun

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Timor Tengah Utara)

Masih berjalan

Idem 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 2003

Wilayah
Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Jawa Tengah Idem (Kab Semarang)

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan Idem

Masalah

Potensi
- Idem + - Sebagian besar warga dampingan memiliki halaman yang cukup untuk usaha Idem

3.1.45 PPKD Proyek Sinar Harapan

3.1.46 PPKD Proyek Sidomulyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

- Idem + - NGO mitra belum memiliki jaringan distribusi/pemarasan produk usaha kelompok (batako/paving) Idem

3.1.47 PPKD Proyek Anak Musi

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Sumatera Idem Selatan (Kota Palembang) Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah 75 orang pengurus (Kab Jepara) kelompok dampingan Ornop mitra Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang dan Kab Ogan Komering Ilir)

Masih berjalan

Idem

3.1.48 PPKD Proyek Sriwijaya Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

Idem

Idem

3.1.49 PPKD Proyek Ngudi Makmur

Bantuan modal usaha CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Selesai

Idem

Idem

3.1.50 PPKD Proyek Pansos Bodronoyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Selesai

Idem - Idem + - Usaha pertanian mengalami kegagalan sehingga petani sulit mengembalikan pinjaman - Mekanisme dana bergulir tidak sesuai dengan kebijakan CCF Pusat sehingga CCF Indonesia harus mencari sumber dana lain

4. Mercy Corps 4.1 Program Pengembangan Institusi Keuangan Mikro (MFIDP)

- Memberi dukungan dana kepada penyedia jasa MFI - Merumuskan kebijakan yang kondusif - Pemberian kredit mikro kepada usaha kecil

Mercy Corps bersama Tahun 1999 sekarang dengan Ornop lokal

8 Propinsi (Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Banten, DIY)

Masih berjalan Koperasi, LSM, BMT, credit union, institusi Apex, LKM, Penyedia jasa LKM, usaha kecil/mikro

- Sifat pendanaan (hibah) kurang efisien - Sulit untuk memenuhi kriteria sasaran - Perlu UU LKM untuk pengakuan keberadaan LKM - Perlu kebebasan untuk menetapkan kebijakan dan fleksibilitas dalam menjalin kerjasama dengan Bank.

Yayasan Paluma

Maret 2000September 2000

DKI Jakarta 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan

Pelaksana
Women in Social Solidarity of Indonesia (WISS) Youth Ending Hunger (YEH)

Waktu

Wilayah

Sasaran

Status saat ini

Masalah

Potensi

Maret 2000-Juli DKI Jakarta 2002 Mei 2000Desember 2000 Juni 2000Januari 2001 DKI Jakarta

Yayasan Pengembangan Masyarakat (YPM) Yayasan Bina Swadaya Mei 2000Bogor-Bekasi November 2002 Koperasi Pokmas Mei 2000 Teratai Agustus 2002 Yayasan Srikandi Sejati Oktober 2000Juni 2001 YPM Kesuma Multiguna April 2000-April 2002 Lembaga Mei November Pengembangan 2000 Masyarakat Indonesia Yayasan Ridho Mukti Februari 2002Farm Februari 2003 BMT Mardlotillah Maret 2002Juni 2003 Yayasan Pumma Agustus 2001Indonesia Agustus 2002 KSU BMT Muamalah November Pacitan 2001-Februari 2003 Kiat Bumi Mandiri November Ponorogo 2001November 2002 Agustus 2001Yayasan Sosial Bina Agustus 2002 Sejahtera (YSBS) Cilacap Februari 2002Yayasan Pengembangan Sumber Februari 2003 Daya Manusia

Jawa Barat

Jawa Barat (Kab BogorBekasi) Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta DKI Jakarta

Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Selatan Jawa Timur

Jawa Timur (Kab Ponorogo) Jawa Tengah (Kab Cilacap) DKI Jakarta

Lampung Yayasan Islam Miftahul September Huda (YASMIDA) 2001Desember 2002 Yayasan Bina Potensi Agustus 2001- Jawa Timur Masyarakat (YAPIM) Agustus 2002 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

Jawa Barat Usaha Alisa (SUA) Agustus 2002 Yayasan Bina Sumber Daya Mitra (BISMI) Desember 2000Desember 2001 Agustus 2001April 2002 Agustus 2001Agustus 2002 Oktober 2001Agustus 2002 Mei 2001-Maret 2003 DKI Jakarta Yayasan Tirta Guna Yayasan Setia Kawan Mandiri (SEKAM) Yayasan Iqbal Abieza Mahardhika LSM Airmas Banten DKI Jakarta Jawa Barat DKI Jakarta  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No.Jawa Timur Agustus 2003 Oktober 2001. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Citra Ummat Koperasi BMT “Binna Ummat” PUSKOPDIT “Bekatigade” PUSKOPDIT “Bekatigade” Social Analysis and Research Institute (SAR) Lembaga Pengembangan Usaha Kecil Yayasan Mitra Usaha Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Agustus 2002.Jawa Timur Mei 2002 Juli 2001-Juli DIY 2002 Jawa Tengah Juli 2001-Juli 2002 Jawa Tengah September 2001-Juni 2002 Mei 2001-Juli 2002 BMT Assalam Agustus 2001November 2002 Yayasan Pemerhati Maret 2000Sosial Indonesia (YPSI) Juli 2002 Suara Ibu Peduli Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta Desember 2000November 2001 Jawa Barat Pusat Pengembangan Desember Sumber Daya Manusia 2000Desember (PPSW) 2001 Alisa Khadijah / Sahabat Oktober 2000.

Desember YGAS 2000Desember 2001 Agustus 2001. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Tiasa-Sumbangsih Nuansa Tasikmalaya (SNT) Wanita Islam Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember Jawa Barat 2000-Juni 2002 (Kab Tasikmalaya) Desember DKI Jakarta 2000-Juni 2001 Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Desember Jawa Barat 2000-Mei 2003 Yayasan Ar-Rufi Yayasan PUKAS DKI Jakarta BMT Imarotul Muslimin.Jawa Timur Yayasan Pembinaan Pengembangan SDM & November Lingkungan (DIALOG) 2002 LPSP Juli 2001-Juli 2002 Yayasan Karya Mandiri September Indonesia (YKMI) 2001Desember 2002 Lembaga Penelitian Januari 2002UNDIP Januari 2003 Kelompok Tani Hutan Juli 2001-Juli Agrowilis 2002 Yayasan Bina Vitalis September Cabang Bengkulu 2001September 2002 Yayasan Cakrawala November Timur 2000-Agustus 2002 Koperasi Ngesti Rahayu Maret 2002Maret 2003 Yayasan PERAMU April 2002-April 2003 BMT Ibadurrahman Maret 2002Maret2003 Yayasan SkeMa Agustus 2002Agustus 2003 Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Tengah Bengkulu Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No.

Banten Jawa Barat Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta 4. DKI Jakarta.Pelatihan lebih mudah dikurangi usaha diberikan kepada usaha kecil daripada mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Banten April 2001 Koperasi BMT Fajar Lampung BMT Baskara Lampung Jasa pengembangan Mercy Corps bersama Dimulai Tahun 4 provinsi Jasa Pengembangan usaha 2003 (Jawa Barat.2 Januari 2003. Development ServicesDKI Jakarta. Usaha (Business LSM lokal Jawa Timur.Sulit untuk mengembangkan UKM dan penyedia Pelatihan masih jasa pengembangan berlanjut. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana KBMT Dana Ukhuwah Yayasan Setia Kawan Raharja (SEKAR) Yayasan Pekerti Koperasi Serba Usaha BMT Ar-Ridwan KSM Yekti Insan Sejahtera Koperasi BMT Fajar BMT Baskara Mercy Corps bersama ORNOP lokal Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Februari 2002. 2003 Jawa Timur.No. tetapi subsidi BDS bagi usaha mikro . BDS) Banten) .DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000.Jawa Barat Agustus 2004 Maret 2002DKI Jakarta Maret 2003 April 2003-April DKI Jakarta 2004 Mei 2003-Juli Jawa Barat 2004 Jawa Tengah Lampung Lampung Dimulai Tahun Jawa Barat.

No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Waktu Wilayah Jawa Barat Jawa Barat Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta Januari 2003.DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000.Banten April 2001  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

pendampingan.Secara umum tidak ada masalah. pasar. Koperasi Bina Masyarakat Mandiri 3. teknologi.Penyertaan modal untuk modal kerja dan investasi .PT wilayah kerja Astra Lembaga International Tbk Pengembangan Bisnis (LPB)Astra: Jakarta.2003 Kelompok Perusahaan/Koperasi No.1 Modal Ventura .Tingkat pengembalian yang tertunda .Jumlah dana belum memenuhi semua permintaan Potensi sangat besar. Tahun 1992 8 propinsi di PT Astra Mitra – sekarang Jawa dan Ventura . dan Batam Usaha kecil Masih berjalan (termasuk usaha mikro) dan menengah yang memiliki perijinan dan mempunyai produk berpotensi pasar .26 provinsi yang Usaha mikro (Micro Investment ) dengan pola bagi hasil sekarang terdapat Kantor Ventura cabang PT Bahana Artha Ventura 3.1 Pelayanan Pemberian pinjaman modal Koperasi Bina Pinjaman untuk kerja Masyarakat Usaha Mikro Mandiri Masih berjalan . pameran.Ada kesenjangan antara peminjam yang terdidik dengan yang kurang terdidik. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1. Yogyakarta.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . . dan temu usaha .Seluruh sekarang Indonesia. . dan manajemen 1.PT Sumatera Astra International Tbk Yayasan Dharma Tahun 1980 . karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil Oktober 1998 – sekarang 10 provinsi (24 wilayah) Usaha mikro anggota Masih berjalan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang telah dibina LPUM Terjadi peningkatan ekonomi usaha mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Mataram. Bhakti Astra prioritas 7 (YDBA) . Sidoarjo.Lingkungan ekonomi makro yang cepat berubah.1 Pembiayaan Mikro Pembiayaan modal ventura PT Bahana Artha Tahun 1994.2 Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah .Bantuan akses pada pembiayaan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil dan menengah yang berbadan hukum Status saat ini Masih berjalan Masalah Karakter usaha kecil dan menengah yang kurang transparan Potensi Perkembangan usaha dari UKM yang dibina relatif berhasil. PT Bahana Artha Ventura 2. Pemberdayaan UKM semakin meningkat karena meningkatnya alokasi pendanaan untuk kegiatan tersebut serta meningkatnya kesadaraan berbagai pihak terkait terhadap pengembangan UKM 2.Karakter SDM UKM (bermental pedagang bukan usahawan). Bandung. .Pembinaan sumber daya manusia (SDM). PT Astra International Tbk 1.Penyediaan program pelatihan. Tegal.

Pembentukan jaringan pasokan bahan baku . PT Caltex Pacific PPM secara Indonesia (CPI) umum dimulai tahun 1950an – sekarang Masyarakat sekitar.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) 4.Pembentukan koperasi dan paguyuban .Dukungan pemasaran .Penyediaan konsultasi . PT ISM Bogasari Flour Mills 5.1 Program Kemitraan .Terbatasnya sumberdaya PT ISM Bogasari dibandingkan dengan jumlah mitra yang banyak dan tersebar . Indonesia (CPI) – sekarang khususnya sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Masih berjalan Usaha kecil dan menengah setempat yang memiliki kegiatan usaha (output ) yang sesuai dengan kebutuhan PT CPI Memberi kesempatan Masih kurangnya informasi tentang kondisi UKM setempat untuk dan potensi masyarakat bersaing dalam bisnis sekaligus mendorong keberlanjutan usahanya 5. dan koperasi yang bermitra karena pemberdayaannya dilakukan pada seluruh aspek usaha. Sumatera Selatan Kalimantan Selatan) Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro). menengah dan koperasi yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT ISM Bogasari Flour Mills .Bantuan sarana produksi Pelaksana Waktu Wilayah Provinsi Riau.Pelatihan PT ISM Bogasari Tahun 1981 Usaha dengan . menengah.Pemberian pelatihan dan Pengembangan pembinaan Masyarakat (PPM) .Masih kurangnya wawasan bisnis dari perusahaan mitra Berpotensi utk mengembangkan usaha kecil.Dukungan keuangan Menengah .Penyediaan informasi – sekarang Flour Mills Usaha Kecil dan . Masih berjalan baik yang sudah memiliki usaha (usaha kecil/ mikro) maupun tidak dan tidak dibedakan lakilaki dan perempuan 4.Penyediaan alat Di sembilan propinsi (seluruh Jawa.1 Program . Lampung.No.2 Local Business Development (LBD) Pemberian paket kontrak usaha maksimal Rp 200 juta PT Caltex Pacific Tahun 2001 Provinsi Riau.Pemberian motivasi usaha . sekaligus menjadikan sasaran sebagai teladan dan sumber pengetahuan bagi masyarakat lainnya. khususnya di sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat yang menjadi sasaran. Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.

sekarang Indonesia. .Adanya tunggakan .Pemberian pinjaman PT Pos Indonesia Tahun 1993 .1 Pemberdayaan .Keterbatasan SDM PUKK PT Pos .Dana yang tersedia tidak dapat memenuhi semua permintaan Potensi .Pemantauan perkembangan usaha .Penyediaan studi banding .No. PUKK Tahun 1993 Seluruh .1 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Jenis Kegiatan .Keterbatasan dana . pengkajian/penelitian dan pemagangan . PT Pos Indonesia (Persero) 7. dengan prioritas daerah sekitar operasi pertamina (23 lokasi) 7.Pembayaran pinjaman tidak lancar .Pemberian pelatihan Masih berjalan Usaha kecil yang berbadan usaha (Fa. CV.Meningkatkan penyerapan tenaga kerja.Penyertaan mitra dalam pameran .Pemberian pinjaman modal kerja dan investasi . PUKK sekarang Koperasi (PUKK) .Memajukan usaha kecil (termasuk mikro) dan koperasi. sehingga tidak perlu dikembalikan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya 6.Pendidikan/pelatihan. . PT.Pemasaran dan promosi hasil produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil (termasuk usaha mikro) dan koperasi yang memenuhi persyaratan Status saat ini Masih berjalan Masalah .Memperbaiki kegiatan usaha pengusaha kecil dan koperasi menjadi tangguh dan mandiri (dalam realisasi masih di bawah target Pertamina) . Pertamina 6.Seluruh provinsi di Indonesia Usaha Kecil dan modal (Persero). Pertamina.Persepsi keliru dari masyarakat bahwa dana bersifat hibah dari pemerintah.Alamat mitra tidak jelas atau pindah alamat tanpa pemberitahuan . dan koperasi) atau perorangan (pengrajin atau industri rumah tangga).

Pemberian pinjaman dan Bina modal Lingkungan (PKBL) . . Nama Upaya Jenis Kegiatan 8. . (sebelumnya bernama Biro PUKK)  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Terdapat produk baru yang berprospek dikembangkan .Bantuan pendidikan. evaluasi dan pembinaan sangat tinggi karena binaan tersebar dan minimnya sarana prasarana transportasi. Masalah .Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan jiwa entrepreneurship PT Pupuk Kaltim Tahun 1989 .Tumpang tindih program untuk mitra binaan yang sama. PT Pupuk Kaltim Tbk 8.No.1 Program Kemitraan .Komoditi mitra binaan berorientasi ekspor .Bantuan pemasaran produk dan pengembangan teknik produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan.Terbentuknya sentra kerajinan .Biaya penagihan. pelatihan dan pemagangan. Potensi .Seluruh provinsi Usaha kecil sekarang di Kalimantan (termasuk usaha Tbk Biro PKBL mikro) dan koperasi.Tunggakan cenderung meningkat .

Penarikan pajak papan nama usaha mitra binaan yang ditujukan untuk menghindari tumpang tindih program dengan BUMN lain.Pemberian pinjaman dana PT Sucofindo Kecil dan Koperasi untuk modal kerja dan Unit PUKK (PUKK) investasi . PT Unilever Indonesia 10. PT Sucofindo 9.Pemberian bantuan akses pasar 1980 – sekarang Seluruh Indonesia dengan pengembangan saat ini di 3 provinsi Masih berjalan Usaha kecil (termasuk mikro) dan menengah yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT Unilever Lemahnya kemauan mitra dalam mengembangkan bisnis Semakin banyak usaha kecil dan menengah yang terlibat dan tumbuh bersama dengan Unilever. Potensi Berpotensi mengangkat pengusaha kecil menjadi pengusaha besar. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 9.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Tahun 1991 . dan koperasi 10.1 Pembinaan Usaha .No.19 provinsi sekarang Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro).Biaya operasional cukup tinggi dan sangat menyita waktu .1 Sustainable SME .Pelatihan .Karakter pengusaha yang tidak disiplin dalam penggunaan dana.Pemberian bantuan konsultasi manajemen melalui pelatihan dan pendampingan serta bantuan pemasaran dan promosi Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah .Pemberian kesempatan PT Unilever Development berusaha Indonesia . .Pinjaman modal kerja dan investasi serta bantuan akses pada lembaga keuangan lain .

KKop.Memperluas jangkauan pelayanan bank kepada pengusaha mikro .tidak ada lagi dana pendukung dari donor sehingga masing-masing bank Pelaksana melakukan kegiatan PHBK sendiri sendiri  ! Lembaga Penelitian SMERU. yaitu menjalin kemitraan dengan LKM. dan akan ditarik secara bertahap dalam jangka waktu 5 tahun sampai akhir tahun 2004.Krisis ekonomi menyebabkan banyak bank mengalami collaps dan tidak mampu lagi menyalurkan kredit sehingga program PHBK mengalami penurunan .Kelompok Pengusaha Mikro (KPM).Mendorong fungsi LPSM pada pembinaan dan pelatihan .2 Pengembangan Hubungan Bank dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) .Membentuk satuan tugas National Task Force (NTF) . Tahun1989. yang berarti kredit program sudah tidak ada lagi. bank umum. antara lain: KUT. KPR-SS. 23 Tahun 1999.Peta Penguatan Usaha Mikro dan Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .14 provinsi sekarang BPR dan Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat (LPSM) . Bank Indonesia (BI) 1. Masih berjalan tetapi tanpa pembinaan dan bantuan teknis dari BI .1 Kredit Program Penyediaan kredit melalui 17 Skim Kredit Program.Meningkatkan kerjasama dengan BPR melalui pelatihan .Meningkatkan kerjasama dengan program lain .Kelompok Simpan Pinjam . Pengelolaan kredit eks KLBI yang masih ada diserahkan kepada BRI.Seluruh 1999 Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Golongan ekonomi Dihentikan lemah dan koperasi sejak tahun 1999 1. Sekarang BI mengarahkan bank pada kegiatan PHBL.Membentuk forum LPSM partisipan PHBK: ALTRABAKU .Pengikatan kerjasama dengan bank umum . Potensi PHBK menurun setelah krisis. KPR-S.Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) . Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Dengan adanya UU No.Melakukan pengkajian terhadap Pokmas BI. BTN dan PNM. BI hanya memberi pembinaan tanpa ikut terjun secara langsung sehingga potensinya juga sangat relatif. BI. BI tidak boleh lagi menyalurkan kredit. KKPA. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1.2003 Kelompok Lembaga Perbankan No. bank umum Tahun 1983. Desember 2003 .Meningkatkan efisiensi KSM . Potensi Potensinya tidak ada lagi.

Seluruh sekarang Indonesia (dapat diakses melalui internet) Banyak usaha kecil/mikro tidak memiliki pengetahuan tentang komputer dan mampu mengakses informasi melalui internet  " Lembaga Penelitian SMERU. khususnya tuna wisma.10 provinsi 1999 Sasaran Status saat ini Usaha kecil dan Selesai usaha besar yang memiliki hubungan kemitraan. peran BI dibatasi hanya pada kebijakan kredit perbankan. Nama Upaya 1. BPR dan LPSM Rakyat miskin dan Selesai mendekati miskin di pedesaan.No.Konsultasi . serta bank sebagai pemberi kredit Masalah Setelah keluarnya UU No. Desember 2003 .4 Proyek Kredit Mikro (PKM) .Memperluas jaringan kepada Unit Pengembangan Usaha Kecil (UPUK) .Pemberian kredit Tahun 1995.Pelatihan .15 provinsi BI: Unit 2001 Pelaksana Proyek (UPP).Pendampingan .Melakukan Counterpart Training kepada pejabat pemberi kredit .3 Program Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Jenis Kegiatan Pelaksana . pengembangan kelembagaan. dan pemberian bantuan teknis perbankan. yang ternyata peranannya justru semakin menurun.Membuat pola pinjaman untuk PKUKT . 1.Melakukan Proyek Kemitraan Usaha Kecil Terpadu (PKUKT) . 23 Tahun 1999. karena setelah tahun 1999 PPUK dilebur kedalam PUKM. Hal ini akibat dibatasinya kewenangan BI. buruh tani dan kaum wanita Usaha kecil dan Masih berjalan masyarakat umum yang ingin melakukan usaha mikro Proyek berakhir dan dana harus dikembalikan ke BI Potensi terhadap upaya peningkatan ekonomi perempuan cukup besar karena sekitar setengah (49%) dari jumlah nasabah merupakan nasabah perempuan Memberi kemudahan bagi pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi dalam upaya mengakses kredit dan mengembangkan usaha 1.5 Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil (SIPUK) Penyediaan jaringan informasi dan database berbasis internet BI Tahun 1999.Pelatihan staf BI dan bank perbankan/counterpart umum .Identifikasi dan pembinaan Program Kemitraan Terpadu Waktu Wilayah Tahun 1978.Survei peluang usaha pada sub sektor tertentu (SPID) . sementara pembinaan yang bersifat non perbankan dan pemberian kredit program tidak ada lagi sehingga peran BI dalam PPUK tidak dapat lagi dilakukan secara penuh Potensi Potensinya kecil. pengangguran.Membentuk Tim Proyek Pengembangan Pengusaha Kecil (P3K) .Penyediaan materi pembinaan .

Memberi bimbingan teknis dan sistem manajemen kepada Swamitra .Membentuk Swamitra yang Bank Bukopin merupakan kerjasama dengan koperasi untuk memberikan pelayanan jasa keuangan kepada usaha kecil dan mikro berupa .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Lembaga perbankan Status saat ini Masalah Masih berjalan Keterbatasan dana untuk kegiatan pelatihan dan penelitian Potensi Potensi baik karena banyak bank yang sekarang mulai tertarik memberikan pelayanan kredit mikro dan kecil 2.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .19 provinsi.Menyediakan modal Tahun1998. Nama Upaya 1.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . Keluarga Sejahtera 1.2 Kredit Sudara Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001.Mendapat award dalam Asian Banking Award 1999 2. penelitian dan penyediaan sistem informasi Waktu Wilayah Tahun 1999.6 Pengembanan Usaha Kecil dan Mikro (PUKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan bantuan teknis BI pengembangan usaha kecil dan mikro kepada lembaga perbankan melalui pelatihan. Koperasi dan sekarang 71 kabupaten Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Masih berjalan . LKM.Keterbatasan dana .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . Bank Bukopin 2.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .No.Menjalin kerjasama dengan pihak lain. khususnya perempuan. BPR dan Koperasi) Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.Jawa Tengah (Semarang) (Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra. yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap . seperti Pemda dan Kementerian Kelautan dan Perikanan . keluarga miskin dan atau yang semula miskin.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  # Lembaga Penelitian SMERU.Modal dari pihak ketiga yang dapat disalurkan kepada Swamitra masih terbatas .Potensi sangat baik karena jaringan Swamitra semakin berkembang . Desember 2003 .1 Swamitra .Infrastuktur yang tidak selalu tersedia di Swamitra .

Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada Potensi . Jawa Timur.Keterbatasan dana .Keterbatasan dana .5 Kukesra Mandiri Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001. keluarga yang semula miskin.No.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . Nama Upaya Perluasan 2.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .Seluruh sekarang Indonesia Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.4 Kredit Pundi Penyediaan kredit modal kerja dan investasi Bank Bukopin Tahun 2001. khususnya perempuan. DIY.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2. 7 kota/ kabupaten Sasaran Status saat ini Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap Masalah . 2002 16 kota/ kabupaten Kelompok UPPKS Selesai yang telah dibina dan direkomendasi oleh BKKBN untuk mendapatkan fasilitas Kukesra Mandiri .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .11 provinsi. TKI.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . Desember 2003 . Jawa Barat. keluarga miskin dan atau yang semula miskin. KS-I. Keluarga Sejahtera I. BPR dan Koperasi) Wilayah 5 provinsi (Jawa Tengah.3 Kredit Sudara Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana Waktu Bank Bukopin Tahun 2001(Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra. Banten). dan pemilik usaha kecil yang mempekerjakan keluarga miskin yang memiliki usaha produktif yang telah tumbuh dan sedang berkembang .Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  $ Lembaga Penelitian SMERU.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . LKM.Keterbatasan dana .

Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak  % Lembaga Penelitian SMERU.Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.12 provinsi sekarang Masalah umum yang biasa Potensi sangat baik dan dihadapi nasabah yaitu upaya ini akan diperluas dalam pemenuhan ke Indonesia bagian Timur persyaratan perbankan. Masih berjalan .2 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 2001.Seluruh sekarang Indonesia Petani.2 Program Gadai Kemitraan dengan Perum Pegadaian BCA dan Perum Pegadaian Maret 2002 .1 Program Kredit Peduli Usaha kerja Mikro BCA Pelaksana BCA dan BPR Waktu Wilayah Sasaran Pengusaha mikro dan kecil yang membutuhkan kredit modal kerja maksimal Rp 10 juta Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi Maret 2002 .Menganggap sumber dana dari pemerintah sebagai hibah . Bank Mandiri 4.BUMN dibatasi untuk menjadi penjamin . Desember 2003 .Pemerintah telah meng'create demand' untuk usaha kecil agar bisa berhubungan dengan bank 4. meskipun kredit ini tidak mensyaratkan jaminan Hampir tidak ada masalah Potensi sangat baik dan karena gadai dilakukan upaya ini akan diperluas dengan jaminan barang ke Indonesia bagian Timur bergerak yang nilainya lebih besar 3.No.Potensi sangat besar.Banyak koperasi atau dan koperasi dalam kelompok tani yang rangka pengadaan menunggak kredit program pangan sebelumnya . peternak. Bank Central Asia (BCA) Penyediaan kredit modal 3.Monitoring kurang .1 Kredit Usaha Kecil Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri (KUK) dan modal kerja melalui: . karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil .Masalah jaminan dan penjaminan . Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.Kredit Investasi .Kredit Modal Kerja .Persyaratan minimal untuk usaha kecil (misal KTP) tidak selalu bisa dipenuhi+I20 .Masalah monitoring .Kredit Modal Kerja Kontraktor .Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil (dan mikro) Masih berjalan .DKI Jakarta sekarang Nasabah Perum Masih berjalan Pegadaian yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta 4.Kredit Channeling Tahun 1998.

Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri 4.3 Kredit kepada Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Waktu Wilayah Tahun 1998.Dana terbatas karena tergantung pada penyisihan laba bank .4 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 1989.Nasabah sering tidak menerima perbedaan tingkat suku bunga. sehingga banyak yang memanfaatkan untuk keperluan di luar target program Potensi kurang karena jumlah dana terbatas dan kredit berbunga lunak tidak mendidik  & Lembaga Penelitian SMERU. Status saat ini Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Masalah .Kredit murah.Masalah pemenuhan persyaratan dan jaminan .No. .Dana terbatas sedangkan permintaan tinggi. Desember 2003 .Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil dan mikro yang masih lemah dan perlu pembinaan Masih berjalan .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Anggota koperasi primer yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta.Pergantian pengurus/masalah intern koperasi . Potensi Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak 4.

jangkauan pasar. administrasi.Lemahnya permodalan.Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi primer Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran. Bank Negara Indonesia (BNI) 5.Seluruh sekarang Indonesia Koperasi dan LSM Masih berjalan yang memiliki usaha .1 Kredit Mikro Penyediaan kredit investasi BNI (Unit Tahun 2001dan modal kerja Layanan Mikro. administrasi.Masalah kelayakan usaha koperasi (lemahnya permodalan. legalitas dan agunan dari koperasi Skim kredit program dinilai sudah tidak tepat lagi.Keterbatasan akses memperoleh kredit bank . jangkauan pasar. Desember 2003 . administrasi.Masalah kelayakan usaha dari usaha mikro (lemahnya permodalan.No. sebaiknya tidak dilanjutkan  ' Lembaga Penelitian SMERU.3 Kredit kepada Penyediaan kredit investasi BNI Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 1998. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 5.Pengembangan pendekatan kepada nasabah dengan konsep mikro .sekarang ULM di BNI Cabang) Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah . dengan menggunakan orang setempat Seluruh Masyarakat kecil Indonesia yang memiliki (melalui 151 usaha ULM di Kantor Cabang BNI) 5. yaitu ULM dianggap sebagai Kantor Cabang/Capem . seperti KTP dan agunan Potensi Potensi besar karena .2 Kredit kepada Koperasi (Kkop) Penyediaan kredit BNI (sistem channeling ) Tahun 1998.Menetapkan batas rayon pembinaan usaha mikro. jangkauan pasar.Masalah pemenuhan kelengkapan persyaratan kredit. sebaiknya diarahkan kepada kredit mikro atau KUK 5. dan legalitas usaha) .Jumlah usaha mikro lebih besar dibanding usaha menengah dan besar . legalitas dan agunan) .Aksesibilitas pembukaan ULM yang terbentur kebijakan BI. tidak mendidik dan terlalu birokratis.Masih besarnya tunggakan kredit sebelumnya .

bersifat massal dan seragam.Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif. Bank Niaga 6.Seluruh sekarang Indonesia Nasabah BPR Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif.No.Sulit menerima perubahan (misal.Terlalu birokratis .Kredit Ketahanan Pangan (KKP) .BPR . kebanyakan bergerak di sektor agrobisnis Mayoritas End user terdiri More promising than corporate banking dari petani dan peternak yang: .2 Kerjasama dengan Penyediaan kredit investasi Bank Niaga Lembaga dan modal kerja (Desk UKM) Keuangan : .Memberdayakan ekonomi perempuan karena peserta program ini umumnya perempuan 6.Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran.Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA-Umum) .Pembinaan dari BKKBN terhadap kelompok UPPKS kurang Potensi . bersifat massal dan seragam.KKPA TKI Tahun 2000.Tanda tangan sering berubah atau tidak sesuai dengan kartu identitas (KTP) 6. Nama Upaya 5. bergerak di sektor perdagangan Relatif tidak ada masalah Sangat berpotensi untuk dikembangkan ! Lembaga Penelitian SMERU.Multifinance Tahun 2000. Desember 2003 . sebaiknya tidak dilanjutkan . tingkat bunga atau biaya administrasi) .4 Kukesra Mandiri Jenis Kegiatan Penyediaan kredit Pelaksana BNI (sistem channeling ) Waktu Wilayah Tahun 2001.1 Kredit Program : Penyediaan kredit investasi Bank Niaga dan modal kerja (Desk UKM) .Jawa dan sekarang Sulawesi Selatan (di Cabang tertentu ) Sasaran Status saat ini Kelompok UPPKS Masih berjalan (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Masalah .

usaha rumah tangga dan golbertap yang memerlukan tambahan pembiayaan sampai dengan Rp 50 juta.Seluruh sekarang Indonesia Masih berjalan Masyarakat pedesaan.Berpotensi meningkatkan ekonomi perempuan karena 30-45% nasabah adalah perempuan. Desember 2003 . pasar. sarana kendaraan umum .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini Masalah Pengusaha kecil Masih berjalan Relatif tidak ada masalah dengan kegiatan usaha produktif. meliputi: pengusaha kecil. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit modal 6. . bersifat massal dan seragam.2 Simpanan Pedesaan (Simpedes) Memobilisasi dana BRI ( BRI Unit) masyarakat lewat Simpedes Tahun 1984.Kupedes Golongan Berpenghasilan Tetap (Golbertap) BRI (BRI Unit) Tahun 1984.Potensinya sangat baik.3 Program Bank Niaga Kemitraan dengan kerja untuk usaha komersial (Desk UKM) / perdagangan cara : -Commercial Forward Linkage -Commercial Backward Linkage Waktu Wilayah Tahun 2000. bergerak di sektor perdagangan Potensi Sangat berpotensi untuk dikembangkan 7.No.Kupedes Investasi (Kupedes) .1 Kredit Umum Pedesaan . BRI merencanakan membuka 100 unit baru per tahun .Kupedes Modal Kerja . sarana kendaraan umum Potensi terhadap penguatan usaha mikro sangat besar karena hampir semua dana yang disalurkan Kupedes berasal dari Simpedes ! Lembaga Penelitian SMERU. 7.Tergantung pada ketersediaan infrastruktur wilayah.Karakter sebagian anggota masyarakat kurang baik . seperti jalan. pasar. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Penyediaan kredit melalui: 7.Berpotensi menguatkan usaha mikro karena 80% nasabah adalah usaha mikro . seperti jalan.Seluruh sekarang Indonesia Seluruh anggota masyarakat pedesaan Masih berjalan Tergantung dari tersedianya infrastruktur wilayah.

No.Diperkirakan sekitar 6070% peminjam adalah kaum perempuan .4 Kredit Candak Kulak .Menerima simpanan (BKD) berupa simpanan wajib dan simpanan sukarela/ tabanas Bank Kredit Desa (BKD.Tingkat pengembalian kredit sangat baik dan memenuhi kelayakan bank . tetapi terbentuk masalah legalitas . 122 kabupaten . khususnya bagi kaum perempuan . 7.Kredit macet karena pengaruh program pemerintah yang bersifat hibah . Keluarga miskin di Masih berjalan pedesaan (P4K Tahap III.Memberi contoh empirik bagaimana membangun sistem dan mekanisme partisipatif dalam penanggulangan kemiskinan di pedesaan ! Lembaga Penelitian SMERU. 1998-2005) Potensi sangat baik: .Banyak daerah meminta didirikan BKD. -Jumlah UKM di Indonesia yang semakin bertambah banyak.Jawa dan sekarang Madura Masyarakat kecil di Masih berjalan .Membantu pembentukan kelompok swadaya (KPK) nelayan Kecil .Mnyediakan kredit untuk BRI dan Bank usaha produktif Kredit Desa .) Tahun 1897. Desember 2003 .Legalitas usaha dari memiliki usaha lembaga belum jelas .Pemberian bantuan permodalan terbentur aturan tentang kehatihatian bank.Menyediakan bimbingan.3 Kredit Mitra Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana BRI Waktu Wilayah Tahun 2002. pelatihan dan dukungan sesuai perkembangan kelompok Fase I : 1979-1985 Fase II: 1989-1998 Fase III: 1998-2005 12 provinsi.Membantu kelompok swadaya menyusun rencana usaha .5 Proyek BRI bawah garis kemiskinan Peningkatan Pendapatan Petani.Kurangnya modal pedesaan yang .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini UKM yang Masih berjalan mempunyai hubungan bisnis dengan mitra BRI (pengusaha besar) yang memerlukan tambahan modal kerja s/d Rp 500 juta.Identifikasi penduduk di 7.Mendorong keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan dengan kekuatan sendiri .Menyediakan akses pada fasilitas tabungan dan kredit . Nama Upaya 7. Masalah Kelayakan usaha dari usaha kecil maupun perusahaan yang menjadi mitra Potensi -Adanya dukungan pemerintah untuk lebih mengembangkan UKM..Mengembangkan (P4K) ketrampilan untuk meningkatkan pendapatan serta identifikasi peluang usaha.

No. Nama Upaya 7.6 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP)

Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja dan investasi

Pelaksana BRI

Waktu Wilayah Tahun 2001- Seluruh sekarang Indonesia

Sasaran Status saat ini Petani, peternak, Masih berjalan dan koperasi dalam rangka pengadaan pangan

Masalah - Banyak kelompok tani dan koperasi masih menunggak kredit program sebelumnya - Masalah monitoring. - Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.

Potensi - Potensi besar karena sebagian besar penduduk adalah petani. - Pengembangan melalui pola kemitraan dan konvensional kepada nasabah potensial.

7.7 Pembinaan Usaha - Pemberian bantuan kredit Kecil dan Koperasi modal kerja. (PUKK) - Pembinaan usaha (manajerial, produksi, pemasaran). - Pelatihan, pemasaran kepada UKMK

BRI

Tahun 1996- Seluruh sekarang Indonesia

Golongan ekonomi Masih berjalan lemah khususnya usaha mikro yang belum mampu mengakses kredit perbankan

- Prospek usaha dari mitra binaan (kelayakan usaha) - BUMN yang membina terkonsentrasi di wilayah binaan yang sama

Potensi terbatas karena tergantung alokasi keuntungan yang diperoleh 

!!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat tahun 1997-2003 Kelompok Lembaga Internasional
No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. Asian Development Bank (ADB) - Identifikasi kelompok target 1.1 Proyek ADB dan BRI - Membantu pembentukan self-help Peningkatan Pendapatan Petani group (SHG) - Penyediaan pendidikan dan Nelayan Kecil pelatihan (P4K) / Rural Income Generating - Membantu SHG memformulasikan dan mempresentasikan rencana Project (RIGP) usaha Phase III - Menyediakan akses ke fasilitas tabungan dan kredit - Menyediakan ongoing advice , pelatihan dan dukungan sejalan 1.2 Technical Assistance for the Rural Income Generation Project Phase III / TA 2634 - Memobilisasi pembentukan dan perkuatan SHG - Mendorong mobilisasi tabungan anggota SHG. - Menyediakan dukungan keuangan dan kelembagaan untuk kegiatan penciptaan pendapatan. - Memperkuat perantara informal untuk melengkapi lembaga keuangan formal dalam memenuhi kebutuhan kredit masyarakat berpenghasilan rendah dan peminjam tanpa agunan di daerah terpencil. - Memberikan kredit - Memperkuat lembaga keuangan - Memperkuat NGO - Memperkuat kemampuan BI dalam implementasi dan monitoring - Pelatihan - Konsultasi ADB dan Departemen Pertanian Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi

12 provinsi, 122 Masyarakat yang Tahap III: kabupaten tinggal di bawah Juli 1998garis kemiskinan. September 2005 (Tahap I: 1979 - 1985; Tahap II: 19891998)

15 propinsi Tahun 1997/1998 (selama 4.5 bulan, sebelum pelaksanaan P4K tahap III)

Kelompok miskin, Selesai dengan prioritas di desa IDT.

1.3

Micro Credit Program (MCP) –Program Kredit Mikro (PKM)

21 Juli 199515 propinsi ADB, Bank Indonesia, BPD, Desember 2001 BPR, NGO dan LDKP (Lembaga Dana Kredit Pedesaan)

Penduduk miskin terutama perempuan, di desa non-IDT dan tidak memiliki akses pada lembaga kredit

Di tingkat pusat program sudah selesai, tetapi di daerah masih berjalan

-Tingkat suku bunga yang tinggi menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi BPR untuk mengambil kredit - Kriteria peserta LKM terlalu sederhana sehingga memperbesar resiko dalam penyaluran dana 

!"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. Nama Upaya 1.4 Community Empowerement for Rural Development Project (CERD)

Jenis Kegiatan - Pemberian modal - Pelatihan - Pemasaran - Mengembangkan institusi keuangan pedesaan - Monitoring program - Pemberian modal (kredit mikro) - Pembangunan infrastruktur pedesaan - Kajian kebijakan

Pelaksana Waktu Tahun1999 ADB dan Depdagri, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Wilayah 6 provinsi

Sasaran - Keluarga miskin (khususnya perempuan) - Usaha mikro - Usaha kecil 750 desa miskin

Status saat ini Masih berjalan

Masalah

Potensi

1.5

Technical Assisstance to The Republic of Indonesia for Preparing The Development of Rural Urban Linkage Project / TA 3088 INO ADB SME Development Technical Assistance No. 3417 – INO

Mei 19996 provinsi di ADB dan Depdagri, Dirjen November 1999 Indonesia Timur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Selesai

1.6

- Penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator usaha - Peningkatan efisiensi pasar Business Development Service (BDS) - Peningkatan akses usaha kecil ke kredit komersial

Februari 2001ADB-TA, 2004 Consortium of GFA Management dan Swisscontact Services for Asian Development Bank

Sulsel (Parepare, Bulukumba), Jateng (Pati, Sragen)

- Pemerintah - Penyedia BDS - UKM

Sebagian kegiatan masih berjalan

2. The Asia Foundation 2.1 Konferensi - Konferensi/rapat bidang Nasional (KONAS) - Pameran III - Temu bisnis

The Asia Foundation, Forum Daerah (Forda) UKM Yogyakarta, Swisscontact, Mitra Ventura Indonesia

29-30 Agustus 2000

Yogyakarta

- LSM yang tertarik Selesai pada advokasi usaha; - UKM anggota Forum Daerah 

!#

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Local Resources .Industri rumah tangga 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. Forum Daerah Kalbar Wilayah Jawa Tengah ( Kota Semarang.Survey .1 Community .Penyediaan dana bergulir dalam bentuk paket bebek. Center for Agricultural Policy Studies (CAPS). Kupang (Kab Oenesu) Kelompok perempuan 3.Masyarakat setempat Selesai.Workshop Regional .2 Surveys of Barriers on Trade / Investment in Central Java Jenis Kegiatan .Kelompok nelayan Tenggara (Kab .Juli 1999-Juni 2000 Juli 1997-Juni 1998 NTB . Desember 2003 . Kabupaten Salatiga) Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi Kalimantan Barat.4 Juli 1997-Juni AusAID dan 1998 Lembaga Bina Sakti Masyarakat (LEBBMAS) Sulawesi . Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) 2000-2001 The Asia Foundation. CESS.3 Surveys of Barriers on Trade / Investment in West Kalimantan and Border near Serawak .LSM .Pembentukan kelompok petani Development .Seminar .Survey .Penyediaan modal Management for Income Generation Juli 1997-Juni AusAID danYayasan Bina 1998 Mandiri NTT.Workshop Regional .Penyediaan dana bergulir dalam Program through bentuk koloni lebah Bee-Raising Activities 3. Nama Upaya 2.3 Women Income -Pendirian pusat pengembangbiakan Generation through bebek Duck Breeding .Seminar .Penyediaan dana bergulir AusAID dan Yayasan Pengembangan Usaha Mandiri -Juli 1997-Juni NTB (Kab Dompu) 1998 .Pedagang kecil .No.Pelatihan dan alih pengetahuan 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan AusAID dan Fatayat NU .Kelompok Kendari) perempuan peternak bebek !$ Lembaga Penelitian SMERU.Kebijakan advokasi Pelaksana Waktu 2000-2001 The Asia Foundation. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. Perbatasan Serawak Selesai 3.Kebijakan advokasi 2.2 Empowerment for Small Trader and Home Industry Activities -Pelatihan pengelolaan usaha . Australian Agency for International Development (AusAID) .

Pelatihan .8 Juli 1998-Juni AusAID dan 1999 Yayasan Dian Desa.1 Women Capability Strengthening through Small Scale Economic Acivity Juli 1998-Juni 1999 Perempuan 3.11 Community-Based Pelatihan dalam mengembangkan Agribusiness kegiatan agribisnis Development AusAID dan Yayasan Pakta Juli 1999-Juni 2000 NTT (Kab Sumba Barat) .No.Masyarakat Selesai !% Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 . Yogyakarta Jawa 1100 rumah tangga Selesai 3.Penyediaan modal . .9 AusAID dan Yayasan Sosial Bina Sejahtera AusAID dan Yayasan Karya Mandiri Juli 1998-Juni 1999 Jawa Tengah (Kab Banyumas) Jawa Timur (Kab Pacitan) Peternak ulat sutera Selesai 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.Bantuan peralatan Sulawesi Kelompok Tenggara (Kab perempuan Kendari) Selesai 3.7 Pengembangbiakan kambing dan Women bebek Empowerment through Productive Economy in Rinti Village Income Generation Pelatihan pemanfaatan kepompong liar dan sisa kulit ikan and Productive Employment Creation Silk Worm Farming Pelatihan bagi peternak ulat sutera in Banyumas AusAID dan Yayasan Citra Desa Juli 1998-Juni 1999 Aceh (Desa Rinti) Perempuan korban Selesai operasi DOM 3.LSM .Bina Bakti Perempuan Pusat AusAID dan Yayasan Hijau Sejahtera Juli 1997-Juni 1998 Wilayah Sasaran Sulawesi Kader kelompok Tenggara (Kab Kendari) Status saat ini Selesai. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Masalah Potensi 3.5 Income Generation -Pelatihan pengelolaan dana bergulir for Women and -Penyediaan modal Family in Kendari Pelaksana Waktu Juli 1997-Juni AusAID dan1998 Yayasan Pendidikan Muslimat NU.6 Home Industry Development for Production of Coconut Oil .

17 Bantuan sarana Development of Wamena Office as Micro Credit Institution Economic Improvement forTraditional Fishermen AusAID dan Bina Juli 2001-Juni 2002 Swadaya . NTT .13 Strengthening Basic Economic Structure to Alleviate Poverty Jenis Kegiatan Pelaksana .19 Goat Breeding Jawa Timur Peternak kambing Selesai 4. LSM lokal Sumba Barat.Peternak 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan 3.Jayawijaya .Pengembangbiakan ternak dengan Yayasan Ayo sistem bergulir Indonesia Juli 1999-Juni 2000 NTT Petani 3. Desember 2003 .Penyediaan bantuan teknis termasuk Lembaga pemasaran Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Perbaikan pengembangbiakan ternak AusAID dan kambing Yayasan Sambangdiri Juli 2001-Juni 2002 Sulawesi Utara Nelayan tradisional Selesai (Kota Manado) 3. AusAID dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Kesuma AusAID dan Yayasan Dian Desa Juli 1999-Juni 2000 Jakarta Barat Masyarakat miskin Selesai. Nama Upaya 3.Papua LKM Selesai 3.15 Income Generating Penyediaan kredit mikro secara bergulir. .Pelatihan AusAID dan . tetapi di kota Jakarta Barat tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai 3.Jayapura.Pembentukan skema simpan pinjam Yayasan Tunas bagi industri tenunan tangan Jaya Penyediaan modal awal bagi usaha kecil AusAID dan Yayasan Duta Bina Bhuana Waktu Juli 1999-Juni 2000 Wilayah NTT (Kab Ruteng) Sasaran Pengrajin tenunan tangan Status saat ini Selesai Masalah Potensi Juli 1999-Juni 2000 Kupang. Ujung Pandang Selesai. Bank Dunia !& Lembaga Penelitian SMERU.12 Improvement of Hand Woven Production 3.No.14 Integrated Agriculture .16 Sustainable Budidaya tanaman murbai dan Income Generating pengembangbiakan ulat sutra Juli 2001-Juni 2002 Maumere.Petani .18 Juli 2001-Juni -Penyediaan peralatan AusAID dan 2002 .Pelatihan teknik pertanian AusAID dan .

dll .Kurangnya komitmen Pemda dalam memberdayakan masyarakat Potensi 4.pengembangan sistem usaha tani . terutama dari petani .peternak . terutama dari petani Potensi program ini cukup besar dalam membantu kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan. pengrajin.Pengembalian pinjaman tersendat.2 Sulawesi Agriculture Area Development Project (SAADP) . yaitu 15% per tahun.anggota kelompok IDT (Pokmas): masyarakat miskin dan termiskin . Ditjen 2006 PMD.analisa kemiskinan .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedagang kecil.pengembangan usaha ekonomi produktif .Penyediaan modal usaha produktif .pemberian pinjaman modal kerja .pengrajin.pemberian akses informasi .Pembinaan di tingkat pokmas belum optimal .Kondisi UPKD di lapangan masih rapuh .1 Kecamatan Development Project (KDP) / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan .Pengembalian pinjaman kurang lancar .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.Mekanisme kurang transparan .Pembangunan sarana penunjang perekonomian desa Pelaksana Waktu Bank Dunia dan Tahun 1998Depdagri. Nama Upaya 4. serta tidak mensyaratkan agunan.Terjadi penyalahgunaan uang pinjaman .pembangunan prasarana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun 19992003 2 provinsi: Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara (seluruh kabupaten) 2 provinsi: NTT dan NTB (seluruh kabupaten) .petani .penggaduhan ternak .pemberian bantuan tekhnis dan strategi pemasaran Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun1996September 2003 Selesai .Rendahnya serapan dana karena sering terjadi pergantian LSM pendamping Program ini cukup diminati masyarakat setempat karena suku bunga yang dianggap ringan.3 Nusa Tenggara Agriculture Area Development Project (NTAADP) .Pengembalian pinjaman tersendat.No. 4.dll Selesai . Wilayah 22 propinsi Sasaran Status saat ini Penduduk miskin di Masih berjalan kecamatan dengan jumlah desa tertinggal serta jumlah penduduk miskin yang relatif banyak Masalah . !' Lembaga Penelitian SMERU.petani . Desember 2003 . Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat.pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .peternak .

Menghubungkan pengusaha kecil.Analisa keuangan .bantuan teknis . FNS dan PUPUK Juni 2004 Pengusaha mikro Masih berjalan dan kecil khususnya yang bergerak di 4 sektor yaitu: agrobisnis.Seminar Small Scale Enterprise Development .membuat model usaha kecil .Oktober NCOS (Belgium).2 Community Based .4 Bengkulu Regional .mendirikan pusat pengembangan dan kegiatan pendukung UKM di Indonesia Timur European Union. kertas dan logam Usaha kecil dan menengah Masih berjalan 5. Desember 2003 .Monitoring . ILO " Lembaga Penelitian SMERU.pemberian bantuan teknis dan strategi pemasaran -pembangunan infrastruktur pedesaan Pelaksana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Waktu Tahun 19982004 Wilayah Bengkulu (Seluruh kabupaten kecuali Kota Bengkulu) Sasaran .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil. 1998. Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.konsultasi .No. 2002-2005 Evangelische Zentralstelle fuer Entwicklungshilfe E.Jawa Timur (2 kabupaten) .pemberian akses informasi .Penelitian Development .dll Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 5.V dan Yayasan Daya Pertiwi Timor Barat dan Bali 5.konsultasi European Union Desember 1998-Jawa Barat (3 kecamatan) .Penyaluran dana bergulir .pelatihan .analisa kemiskinan Project .2001 Yayasan Daya Pertiwi (Jawa Timur) .Fasilitasi pertemuan antar pengusaha kecil .Pelatihan .menghubungkan pengusaha mikro-kecil dengan bank .pelatihan manajemen dan tekhnik produksi . menengah dan besar . tekstil. The European Union 5.petani .Penyediaan dukungan pasar Economic .peternak .pelayanan informasi .pemberian pinjaman modal kerja Development . kecil Selesai dan menengah 6. pengrajin.Bantuan sarana .1 Small and Micro Scale Enterprise Development in West Java .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin . penelitian .seminar.Bali (6 kabupaten) Usaha mikro.3 European Union.

Penciptaan pendapatan ILO bekerjasama Mulai Desember 1999 dengan Pemerintah Daerah Sumatra Utara Sumatra Utara. Jepara).1 Expansion of Employment Opportunities for Women (Proyek Perluasan Kesempatan Kerja untuk Perempuan) Jenis Kegiatan .Memfasilitasi dialog kebijakan .Perempuan pekerja sektor formal di kota Masih berjalan Masalah .Mempersiapkan Dewan Usaha Kecil di Yogyakarta dan Salatiga sejak 2002 Swisscontact bekerja sama dengan berbagai institusi 1997-2002 Para stakeholder Program ini yang terkait dengan sebenarnya telah UKM selesai pada tahun 2002.Penciptaan lapangan pekerjaan .Keberlangsungan proyek kurang terjamin karena keterbatasan pengetahuan NGO mitra dan kemampuan penerima manfaat .1 Business Development Centre (BDC) Mendirikan pusat pengembangan usaha (BDC) bekerjasama dengan penyedia jasa pengembangan usaha (BDS) di tingkat lokal 1997-2002 SwisscontactPenyedia BDS di tingkat lokal Selesai 7. Sulawesi Selatan Beberapa daerah di Indonesia Melalui program ini diharapkan jermal akan terbebas dari pekerja anak pada akhir fase kedua tahun 2004 7. Desember 2003 .Pelatihan capacity building .Pemantauan pekerja anak .Penelitian . Swisscontact 7. Sulawesi Tenggara Sasaran Status saat ini .Perempuan pekerja sektor informal di desa/kota .Peningkatan wawasan .Membentuk Forum Daerah . tingkat lokal Jateng (Semarang. Asahan. Jawa Barat.Pembentukan koperasi . Jatim.2 Children in Jermal Fishing Platform (Pekerja Anak di Jermal) .No.Terjadi kesalahan targeting Potensi 6. Kalimantan Tengah. tetapi dilanjutkan kembali tahun 2003 " Lembaga Penelitian SMERU.Pengembangan kapasitas . Sulawesi Tengah.2 SHARE Program . Labuhan Batu dan Simalungun) Penyedia BDS di 5 provinsi: Jakarta. Nama Upaya 6. Para pekerja anak di jermal (Kabupaten Langkat. Deli Serdang.Penyaluran dana bergulir .Perempuan miskin Selesai kepala rumah tangga .Penelitian dan dokumentasi . Jabar.advokasi Pelaksana Waktu ILO bekerjasama 1998-2001 dengan NGO lokal Wilayah 5 provinsi: Sumatra Selatan.

Penelitian Unit Desa 8.No.Penelitian .BPR Masih berjalan " Lembaga Penelitian SMERU.potongan Swisscontact harga.jasakami. 8.5 .Fasilitasi pembentukan jaringan kerja .Melakukan disseminasi informasi Swisscontact melalui berbagai media . USAID 8. Jawa Timur. 7.Lokakarya .4 Quality Improvement (Peningkatkan Kualitas Penyedia BDS) The Information Platform (Sarana Pertukaran Informasi) .2 Dukungan pada UKM dalam mengakses kredit dan layanan berusaha .1 Pengembangan . tahun 2001: Jabotabek Sasaran Status saat ini Masalah Secara kuantitatif daya Para penyedia BDS Selesai serap program ini kecil dan UKM (karena hanya dimaksudnya sebagai pilot program) Potensi Menambah pengetahuan pengusaha kecil tentang keberadaan BDS.pada UKM untuk memanfaatkan jasa yang disediakan oleh penyedia BDS (penyediaan kartu diskon untuk mengikuti pelatihan) Waktu 1999-2001 Wilayah Tahun 1999: Jawa Timur.Pelatihan . Nama Upaya 7.Advokasi kebijakan USAID dan BRI Juli 2002-Juli 2003 Personil BRI Unit Desa Selesai USAID dan The Asia Foundation Juli 1997-Juli 2004 .Membentuk forum regional UKM . menyebabkan upaya ini tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh mereka.Merancang situs www. jenis layanan dan pihak-pihak penyelenggaranya.Jasa konsultasi Swisscontact Mulai tahun 2002 Jabotabek.Pelatihan Kelembagaan BRI .3 Voucher Program Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan voucher .UKM . Desember 2003 . Jawa Tengah. Sumatra dan Sulawesi Para penyedia BDS Masih berjalan 7.com Mulai tahun 2003 Para penyedia BDS Masih berjalan dan UKM Terbatasnya akses para pengusaha kecil dan menengah pada layanan internet.

Nama Upaya 8.Pembangunan kapasitas LSM mitra USAID dan Mercy April 2003Maret 2004 lokal Corps .Sumedang .Majalengka Maluku Sasaran Pengusaha mikro dan menengah sektor industri sutera Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.Cianjur .Garut .3 SAMBA (Silk and Micro-enterprise Development in Bandung Raya) Jenis Kegiatan Mengembangkan pasar jasa keuangan dan non-keuangan Pelaksana USAID dan Universitas Bandung Raya Waktu Januari 2002Januari 2004. Wilayah .Penyaluran kredit mikro International .Kuningan .4 The Maluku Economic Opportunity .Tasikmalaya . Desember 2003 .No.Sukabumi .Pengumpulkan informasi tentang efektifitas bantuan Masyarakat korban Masih berjalan konflik Maluku "! Lembaga Penelitian SMERU.Bandung .

laki-laki dan perempuan. masyarakat luas.Advokasi 2.pembentukan sistem pendukung KM .Memotivasi stakeholders untuk menyediakan kredit mikro yang mudah diakses usaha mikro/ kecil sehingga mereka dapat berkembang dan menjadi instrumen yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan. Desember 2003 .Minimnya tenaga tetap untuk mengelola pelaksanaan program .Membangun jaringan kerja menengah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Tahun 1975 Seluruh .sekarang provinsi di Indonesia Seluruh wanita pengusaha kecil (termasuk mikro) dan menengah.kerjasama antar stakeholder untuk pengembangan KM .Belum adanya pehamanan bersama tentang kredit mikro.1 Pemberdayaan dan penguatan perempuan . IWAPI . . Khusus kursus dapat diikuti oleh anggota.1 Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM Indonesia) Jenis Kegiatan Mendorong dan berpartisipasi aktif dalam: . Nama Upaya 1.perumusan kebijakan nasional keuangan mikro (KM) . .Pusat Pendidikan mampu mendorong orang untuk mengembangkan usaha dan mendirikan usaha baru yang menyerap tenaga kerja "" Lembaga Penelitian SMERU.Pengumpulan data dan monitoring perkembangan KM Pelaksana Sekretariat Gema PKM Indonesia Waktu Wilayah Sasaran Keluarga miskin yang mempunyai usaha mikro terutama wanita Status saat ini Masih berjalan Masalah . baik yang memiliki usaha maupun belum.Belum adanya kebijakan nasional di bidang KM.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . Masih berjalan Minimnya sumberdaya manusia yang tersedia . GEMA PKM Indonesia 1. . .Belum adanya regulatory framework untuk KM Potensi .peningkatan kapasitas pengembangan KM .Sebagai forum belajar bersama di antara para stakeholders tentang keuangan mikro dan problematikanya Tahun 2000 Seluruh – sekarang Indonesia 2.2003 Kelompok Lembaga Lain No.Pelatihan pengusaha kecil dan .Memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan pengusaha UKM.Minimnya dana operasional .

Bantuan teknis (pelatihan. Sulawesi Selatan -2. Lampung -1) Semua anggota Masih berjalan Muslimat NU (semua perempuan) yang menjadi anggota koperasi Annisa. Nama Upaya 2.Ada anggota yang menunda angsuran Potensi . monitoring.Kurangnya dana sehingga banyak anggota yang belum mendapat pinjaman 80% anggota yang belum mendapatkan bantuan upaya sangat berminat pada upaya ini. Desember 2003 .Lokakarya .Meningkatkan akses UKM terhadap lembaga dana .sekarang (Sumatera Utara.Kelemahan komunikasi tertulis dari kader .Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster . baik memiliki usaha maupun tidak . dan Jawa Timur) Masih berjalan Usaha kecil perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan dalam klaster dan dibina melalui proyek PEP .Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan . IWAPI.Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster PEP.Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan . Sulawesi Utara.Meningkatkan efisiensi dan efektifitas BDS (IWAPI & Kadinda) dalam melayani kebutuhan UKM Usaha kecil yang bermitra dapat berkembang dengan baik 3. peningkatan akses terhadap dana) . pembinaan. Sulawesi Selatan.Memperkuat UKM sehingga meningkatkan kesempatan kerja .sekarang (Sumatera Utara. "# Lembaga Penelitian SMERU.sekarang Annisa Muslimat NU beserta cabangcabangnya di tingkat kabupaten 4 provinsi.1 Usaha Simpan Pinjam Pemberian pinjaman Koperasi Annisa (melalui kegiatan simpan Muslimat NU pinjam) Tahun 1998 Koperasi . IWAPI dan Kadinda Waktu Wilayah Tahun 1997 5 provinsi . 40 kabupaten/ kota (Jawa Timur 36. Sulawesi Selatan.Memprakarsai credit circle Pemberian pinjaman modal usaha (credit circle) Pelaksana CIDA. dan merupakan potensi untuk perguliran dana. Koperasi Annisa Muslimat NU 3. Sumatera Barat -1.2 Proyek Pelaksanaan Private Enterprise Participation (PEP) 2. Jawa Timur dan Bali) Sasaran Usaha kecil atau perorangan perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan atas dasar lokasi atau spesialisasi usaha Status saat ini Masalah Masih berjalan .3 PEP-IWAPI-Manulife Micro Credit Program Jenis Kegiatan .Memprakarsai dan melakukan desentralisasi (franchising ) Pusat Pendidikan IWAPI ke cabang IWAPI tingkat provinsi . dan Manulife Tahun 2001 3 provinsi .No.

.Menggerakkan.Banyak Pemda berminat mengembangkan KPEL .No. meliputi: .sekarang 6 provinsi. pemilihan dan pengembangan klaster ekonomi (c) perencanaan strategi pemberdayaan produsen dan kelompoknya . 19 kab.Wilayah pilot . .Dokumentasi dan diseminasi instrumen pendekatan KPEL 5.Pemerintah daerah . 32 kota/ kabupaten TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Tahun anggaran 1985/1986 – sekarang Desa dan kelurahan di seluruh Indonesia Masih berjalan Keluarga yang berpenghasilan rendah.Terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan kelompok di bidang usaha ekonomi "$ Lembaga Penelitian SMERU. baik yang sudah mempunyai kegiatan usaha maupun belum Mengembangkan .Metoda KPEL akan diterapkan pada pedagang informal di perkotaan.1 Kemitraan bagi -Fasilitasi pelaksanaan Pengembangan KPEL di daerah replikasi Ekonomi Lokal (KPEL) (a) pembentukan forum kemitraan (b) perencanaan strategi identifikasi.Terbatas dan belum intensifnya pelatihan teknis industri dan kerajinan .Pemberian bantuan modal Pelaksana Sekretariat KPEL Waktu Wilayah Sasaran Pihak-pihak yang terkait dengan klaster komoditi.Kurangnya kader di kegiatan usaha rumah desa/kelurahan yang mempunyai kemampuan tangga anggota UP2K menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan UP2K-PKK .Di tingkat lokal kemitraan masih dipandang skeptis .Wilayah replikasi 9 provinsi.1 Pembinaan dan .Belum adanya kebijakan nasional tentang pengembangan ekonomi lokal Potensi . KPEL 4. Nama Upaya Jenis Kegiatan 4. Pengembangan UP2K membimbing. Desember 2003 .Konsumen .Produsen / pengusaha .Pemasok Status saat ini Masih berjalan Masalah .Dukungan Pemda cukup besar utk pengembangan KPEL Tahun 1998 .Kemitraan belum sustainable/ berkesinambungan . mengevaluasi dan mengawasi (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) pelaksanaan UP2K . membina. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 5.

Jawa Barat) "% Lembaga Penelitian SMERU.Memberdayakan peranan perempuan prasejahtera di wilayah sedang berkembang . 5 Perempuan miskin Masih berjalan sekarang kabupaten yang memiliki (Jawa Timur. Desember 2003 . usaha mikro Jawa Tengah. PT Ukabima 6. Hanya ditemukan beberapa kasus berkaitan dengan pengembalian di tingkat pelaksana dan penerima upaya Potensi .No. .Upaya ini dan upaya kredit komersial dapat mencapai 300.1 Kredit Khusus untuk Masyarakat Miskin Tanpa Agunan (Kusuma) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Secara umum tidak terdapat masalah dalam pelaksanaan upaya ini.3 provinsi .Menjadi intermediary yang paling bertanggung jawab secara sosial dalam perkreditan rakyat.000 klien (60% perempuan) thn 2006 .Pemberian pelatihan bersama BPR milik dan rekanan April 2001 .Pemberian pinjaman modal PT Ukabima . Nama Upaya 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful