Lembaga Penelitian SMERU Laporan Penelitian

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997-2003

Kerjasama Lembaga Penelitian SMERU dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan 

0802-07 

Temuan, pandangan dan interpretasi dalam laporan ini digali oleh masing-masing individu dan tidak berhubungan atau mewakili Lembaga Penelitian SMERU maupun lembagalembaga yang mendanai kegiatan dan pelaporan SMERU. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi kami di nomor telepon: 62-21-31936336; Faks: 62-21-31930850; E-mail: smeru@smeru.or.id; Web: www.smeru.or.id

Tim Peneliti
Koordinator: Hastuti

Penasehat: Sudarno Sumarto Asep Suryahadi Sri Kusumastuti Rahayu

Peneliti: Rizki Filaili Agus Priambada Akhmadi Bambang Soelaksono Hariyanti Sadaly Vita Febriani Wawan Munawar

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

PRAKATA
Buku ini merupakan salah satu dari tiga buku laporan hasil studi tentang Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro yang telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian SMERU dalam rangka memenuhi permintaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan guna mengisi kebutuhan informasi tentang keberadaan upaya penguatan usaha mikro dan gambaran umum tentang usaha mikro itu sendiri, khususnya usaha mikro perempuan. Hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro disampaikan dalam tiga buku berbeda yaitu: Buku I: Buku II: Buku III: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 – 2003 menyajikan upaya/program/proyek/kegiatan/aktivitas yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga, yaitu lembaga pemerintah, organisasi non pemerintah (Ornop) lokal dan internasional, perusahaan dan koperasi, perbankan, lembaga donor, dan lembaga lainnya, dalam rangka memperkuat usaha mikro. Karena umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil, atau upaya yang ditujukan untuk usaha mikro biasanya juga dapat diakses oleh usaha kecil dan sebaliknya, maka upaya untuk usaha kecil dimasukkan ke dalam upaya yang dipetakan. Peta Upaya ini diharapkan antara lain dapat menjadi acuan bagi berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil, dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatannya. Di samping itu dapat juga dijadikan acuan awal untuk menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. Buku II: Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota menyajikan hasil penelitian lapangan tentang verifikasi keberadaan upaya dan keberadaan usaha mikro, termasuk usaha mikro perempuan, di tingkat lapangan. Penelitian lapangan dilakukan pada September/Oktober 2003 secara serentak di enam kabupaten/kota, yaitu di Kota Padang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Bantul, Kota Surabaya, dan Kota Makassar. Penelitian Lapangan dilakukan dalam rangka melengkapi informasi peta upaya penguatan usaha mikro/kecil di tingkat pusat. Melalui penelitian lapangan diperoleh gambaran umum tentang keberadaan dan pelaksanaan upaya penguatan usaha mikro/kecil tertentu serta dampaknya terhadap perkembangan usaha mikro di wilayah sampel, dan akses usaha mikro/kecil, termasuk usaha mikro/kecil perempuan, terhadap upaya penguatan. Data keberadaan usaha mikro, khususnya usaha mikro perempuan, sangat diperlukan. Namun mengingat data tentang keberadaan usaha mikro di Indonesia belum tersedia, maka indikasi keberadaan usaha mikro untuk sementara dapat didekati melalui kegiatan pemetaan ini yang dilengkapi dengan verifikasi upaya di tingkat kabupaten/kota ditelusur sampai ke tingkat usaha mikro. Meskipun demikian, pada dasarnya data keberadaan (jumlah, jenis usaha, dan lain-lain) usaha mikro hanya dapat diperoleh melalui pendataan dalam bentuk sensus.

i

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Pendataan seperti ini tentu saja memerlukan biaya besar, waktu yang lama, serta tenaga dan pemikiran yang mendalam. Dengan berlakunya otonomi daerah, kegiatan pendataan usaha mikro membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah kabupaten/kota. Buku III: Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan alternatif acuan bagi pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melakukan pengumpulan data usaha mikro dan peranan perempuan pada usaha tersebut di wilayahnya masing-masing. Melalui buku ini diharapkan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mempunyai kesamaan atau standard yang memadai perihal muatan atau subtansi dari kondisi usaha mikro. Pedoman ini tidak menutup kemungkinan dilakukan pengembangan pertanyaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pemerintah daerah, terutama dalam hal pengembangan muatan dan kondisi keuangan pemerintah daerah yang sangat berbeda-beda. Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam memperoleh data yang objektif dan up to date sebagai bahan kebijakan pemerintah daerah dan evaluasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai. Sebagai penutup, kami berharap hasil kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pemerintah, lembaga non pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan siapa saja yang selama ini menaruh perhatian terhadap upaya penguatan usaha mikro, dan khususnya yang dikelola perempuan, serta bagi peningkatan upaya penguatan usaha mikro di masa datang. Kegiatan ini merupakan satu upaya awal pemetaan dan pendataan yang lebih rinci. Kami membuka diri terhadap saran dan kritik atas hasil penelitian ini, yang dapat disampaikan melalui email/website kami: smeru@smeru.or.id atau www.smeru.or.id

Jakarta, Desember 2003 Peneliti

ii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

UCAPAN TERIMA KASIH
Kami menyampaikan penghargaan kepada Ibu Nurlini Kasri, Deputi Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Ibu Sulikanti Agusni, Asisten Deputi (Asdep) Urusan Ekonomi Keluarga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah memberikan kesempatan, dukungan, dan bimbingan teknis selama kegiatan ini berlangsung. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Luli Altruiswati, Ibu Santi Herliana dan Bapak Purwo Adi Prasetyo dari Asdep Urusan Ekonomi Keluarga atas dukungan yang diberikan, juga kepada Bapak Heru Prasetyo Kasidi, Kepala Biro Perencanaan dan Ibu Agustina Erni, atas saran, kritik, dan masukan yang diberikan sejak perencanaan kegiatan dilakukan Penghargaan yang tinggi juga kami berikan kepada para nara sumber di lembaga yang telah bersedia memberikan informasi tentang upaya penguatan usaha mikro, baik lembaga pemerintah, non-pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan lembaga lain di tingkat pusat, pemerintah daerah, serta responden dan informan di lapangan. Tanpa ijin dan kontribusi dari Ibu/Bapak, studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro ini tidak akan terwujud. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Mitra Kerja di lembaga pelaksana upaya di tingkat pusat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang dengan kesabaran dan keuletannya telah menjembatani para Peneliti dengan para nara sumber. Demikian juga kepada Mitra Kerja lepas yang turut mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga, yakni Yusuf Suharso, Dewi Meiyani, Inca Juanita, M. Hendrik A., Budi Yana Saefullah, dan Sri Mastuti. Kami menyadari bahwa hasil kegiatan ini kurang sempurna apabila tidak ada bantuan pengolahan data dari Luluk Kholisoh Nurona dan Maemunah, bantuan tata letak laporan dari Mona Sintia dan dukungan administrasi dari seluruh Staf Administrasi Lembaga Penelitian SMERU. Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan penghargaan kepada para peserta Pemaparan dan Diskusi rencana kegiatan Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro pada bulan Juli 2003 dan Pemaparan dan Diskusi Hasil pada bulan Nopember 2003 di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, atas komentar konstruktifnya sehingga hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro menjadi lebih baik.

Jakarta, Desember 2003 Tim Peneliti

iii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

DAFTAR ISI
Halaman PRAKATA UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Metode Penelitian 1.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan DEFINISI 2.1 Upaya 2.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL i iii iv 1 1 3 3 6 7 7 7 10

II.

III.

iv

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Meskipun sulit untuk memisahkan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. Usaha mikro banyak diminati oleh perempuan dengan pertimbangan bahwa usaha ini dapat menopang kehidupan rumah tangga dan dapat memenuhi kebutuhan pengembangan diri (Sumampouw.pdf. dalam: http://www.4 Kiprah perempuan dalam perekonomian keluarga dan nasional menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan secara keseluruhan. usaha mikro dan usaha kecil telah berperan sebagai buffer dan katup pengaman (savety valve) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan alternatif lapangan pekerjaan bagi para pekerja sektor formal yang terkena dampak krisis3. yaitu sekitar 40%. dan belum ada angka pasti tingkat keterlibatan perempuan dalam usaha mikro. Seiring dengan bertambahnya pendapatan 1 Dapat dilihat antara lain pada Microenterprise Development: Not by Credit Alone.1 Di Indonesia. Disamping itu. yang antara lain ditunjukkan oleh penggunaan teknologi yang relatif sederhana. Lihat diantaranya dalam Media Indonesia. Indikatornya antara lain. 3 Juni 2003. Usaha mikro. 2000).93% (BPS. serapan tenaga kerja antara kurun waktu sebelum krisis dan ketika krisis berlangsung tidak banyak berubah.usaidmicro. Kegiatan usaha mikro dan usaha kecil tidak terlepas dari peran kaum perempuan. Jakarta Post. usaha mikro dan usaha kecil telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.adb.I. penyerapan tenaga kerja melalui penciptaan lapangan pekerjaan. tenaga kerja yang diserap industri rumah tangga (yang merupakan bagian dari usaha mikro sektor perindustrian) dan industri kecil pada tahun 2000. 2001). mencapai 65. penyediaan barang dan jasa dengan harga murah. bersama dengan usaha kecil. usaha mikro juga merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi lokal dan mampu memberdayakan kaum perempuan dalam meningkatkan bargaining position perempuan dan keluarga. juga mampu bertahan menghadapi goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. diperkirakan porsinya cukup besar dan sebanding dengan porsi perempuan dalam usaha kecil. Empowering Women and Coping with Financial Crisis: An Exploratory Study of Zimbabwean Microenterprenuers. Jakarta 2002 Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Pada tahun yang sama sumbangan usaha kecil terhadap total PDB mencapai 39.38% dari tenaga kerja yang diserap sektor perindustrian nasional.pdf. sehingga banyak lembaga dan banyak studi masih meletakkan usaha mikro dalam satu kelompok dengan usaha kecil.org/pdfs/aims/Empowering Women (zimbabwe). ADB.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Usaha mikro tergolong jenis usaha marginal.2 Sebagai gambaran. Usaha mikro dan usaha kecil sulit untuk dipisahkan karena dalam beberapa hal mempunyai ciri dan sifat yang hampir sama. dalam: http://www. tingkat modal dan kadang akses terhadap kredit yang rendah. Desember 2003 . Lebih jauh lagi. dan pengaruh negatif dari krisis terhadap pertumbuhan jumlah usaha mikro dan kecil adalah lebih rendah dibanding pada usaha menengah dan besar. Studi-studi yang dilakukan di beberapa negara menunjukkan bahwa usaha mikro mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi. serta cenderung berorientasi pada pasar lokal. serta mengatasi masalah kemiskinan. 1. 2 3 4 1 Lembaga Penelitian SMERU. UI. bekerja sama dengan Lembaga Demogfrafi. Laporan ILO “Dimensi Gender dalam Kiris Ekonomi”.org/Documents/Books/Microenterprise/microenterprise. 26 Mei 2003.

Upaya ini diketahui telah banyak dilakukan. Memberi acuan awal kepada berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil. FEUI 2000. dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatan serta menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. Meskipun demikian.5 dan pada "Penerapan Upah Minimum di Jabotabek dan Bandung". belum diketahui secara pasti apakah upaya-upaya tersebut dilaksanakan tumpang tindih yang pada akhirnya justru mempengaruhi efisiensi dan efektivitas upaya-upaya tersebut. masa kerja. 5 Partisipasi perempuan merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan. pengusaha perempuan diperkirakan mempunyai akses yang lebih kecil. Selain itu. hal. 7 2 Lembaga Penelitian SMERU. 11% dibandingkan laki-laki. kerjasama dengan ILO. Sebagian besar perempuan masih berkiprah di sektor informal atau pekerjaan yang tidak memerlukan kualitas pengetahuan dan ketrampilan yang spesifik.7/Agustus 1999. lembaga swasta. dan tingkat jabatan pekerja. produksi. maka peningkatan ekonomi perempuan.6 Salah satu studi memberikan gambaran upah perempuan sekitar 70% dari upah laki-laki. Walaupun demikian. 5 ADB Report.perempuan atau akses perempuan kepada sumber-sumber daya ekonomi lewat usaha ini. Jakarta 2002 dan studi tentang "Dimensi Gender dalam Krisis Ekonomi" yang dilakukan atas kerjasama ILO Manila dengan Lembaga Demografi. Namun demikian hingga kini sulit memastikan seberapa besar upaya yang telah dilakukan dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi perempuan. Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Upaya tersebut dilakukan di tingkat nasional ataupun tingkat regional. Pekerjaan ini biasanya kurang memberikan jaminan perlindungan secara hukum dan jaminan kesejahteraan yang memadai. maka kemampuan dan kesempatan mereka bernegosiasi dalam rumah tanggapun meningkat. Upaya pengembangan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan ini menjadi penting. lembaga non-pemerintah. dalam SMERU Newsletter No. 6 Diantaranya adalah studi tentang "Industri Keramik di Plered" oleh Henry Sandee yang menyatakan bahwa pada industri keramik di Plered lebih banyak mempekerjakan perempuan karena upah mereka lebih rendah 25% dari pada laki-laki. dimana mereka menjalankan fungsi reproduksi. 2001. menemukan bahwa penetapan upah pekerja tidak didasarkan pada perbedaan jender. hasil penelitian dari SMERU pada "Aspek KetenagakerSemasa Krisis Ekonomi". kesempatan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada masih sangat terbatas. loc cit. Brahmantio Isdijoso dan Sri Sulandjari: "SME clusters in Indonesia: An Analysis of Growth Dynamics and Employment Conditions". yang berarti bahwa upah perempuan tidak selalu lebih rendah dari laki-laki. Posisi tawar mereka berubah dan pendapat mereka mulai diperhitungkan dalam setiap proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Dilihat dari akses terhadap kredit. dan fungsi sosial di masyarakat.7 Mengingat porsi perempuan dalam usaha mikro cukup menonjol. maupun lembaga atau individu lain. melainkan pada jenis pekerjaan yang dilakukan.2 Tujuan 1.2003. 1. lembaga donor. lembaga perbankan. Memetakan upaya penguatan usaha mikro (UPUM) dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga/individu pada kurun waktu 1997 . disamping kondisi kerja yang memprihatinkan serta pendapatan yang rendah. antara lain dilakukan melalui upaya/program/proyek/ kegiatan/aktivitas penguatan usaha mikro. karena perempuan mempunyai kendala-kendala tertentu yang berkaitan dengan “tripple burden of women”. Desember 2003 . baik oleh lembaga pemerintah. Oleh karena itu penting untuk mengetahui sedini mungkin peta upaya-upaya dimaksud. Beberapa studi mengindikasikan upah perempuan lebih rendah dari laki-laki. 2. 14%.

(7) masalah. (5) sasaran. Guna mempercepat kegiatan pemetaan dan mengoptimalkan hasil. dan S 6 lembaga atau individu lainnya. (8) status saat ini.HODXWDQ 3HULNDQDQ %337 %36 9 Melalui jaringan lembaga non-pemerintah. .RSHUDVL 8..3 Metode Penelitian Studi pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan metoda kualitatif. 8 Pada awalnya Peneliti melakukan pemetaan di 18 lembaga pemerintah/departemen/kementrian. 10 S 13 perusahaan swasta nasional maupun asing. di tingkat pusat. S 8 lembaga donor. Desember 2003 . (4) wilayah. ternyata 3 lembaga tidak memiliki upaya. S 7 lembaga perbankan pemerintah maupun swasta. . Informasi yang digali merupakan data setiap upaya penguatan usaha mikro yang dilaksanakan sejak tahun 1997.1. sebagaimana tertuang dalam Tabel 1.HVHKDWDQ .RP . Tim Peneliti bekerjasama dengan Mitra Kerja di setiap lembaga yang memiliki upaya dan Mitra Kerja lepas untuk mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga. Setelah dilakukan penelitian. yaitu: menggali informasi dan mencatat upaya penguatan usaha mikro dan upaya penguatan usaha kecil yang dapat dimanfaatkan oleh usaha mikro. 10 3 Lembaga Penelitian SMERU. Penggalian informasi dilakukan dengan menggunakan daftar isian yang telah dipersiapkan.QIRUPDVL 'HS3HUWDQLDQ %. .HVUD  'HSGDJUL  'HSVRV    'HS.%801   'HS.%1 'HSHULQGDJ       'HS. Informasi yang menjadi acuan utama ini digali dari lembaga dan individu yang mempunyai peran yang signifikan dalam upaya penguatan usaha mikro.RRUG . dan (9) potensi di masa mendatang. 9 S 20 lembaga non-pemerintah. dan koperasi. Penggalian informasi dan pengolahan upaya penguatan usaha mikro di tingkat pemerintah pusat dilakukan pada Juni – Nopember 2003. Daftar isian tersebut antara lain memuat informasi tentang: (1) pelaksana. tetapi hasil temuan lapangan mengindikasikan 6 lembaga diantaranya (cetak miring) tidak memiliki upaya:  %DSSHQDV  . BUMN.HXDQJDQ 'HSGLNQDV   . yaitu meliputi: 8 S 18 lembaga pemerintah. (6) waktu. (3) jenis upaya..0 'HSW .LPSUDVZ  LO 'HSQDNHUWUDQV . (2) nama upaya.

Mitra Kerja untuk/dari Lembaga lain 4 Lembaga Penelitian SMERU. Mekanisme Kerja Pemetaan Upaya Penguatan Ekonomi Mikro dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Perempuan Lembaga Penelitian SMERU Pemimpin Tim (Peneliti) ÅÆ Kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan Sekretariat (Sekretaris) TimPeneliti: Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ Mitra Kerja: 1. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga non-Pemerintah 3. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Perbankan 5. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Pemerintah 2. Mitra Kerja untuk/dari Perusahaan Swasta 4.Tabel 1. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Donor 6. Desember 2003 .

Desember 2003 .1. tahun 2003. pemetaan ini tidak dibatasi pada upaya yang ditujukan pada usaha mikro saja tetapi juga termasuk upaya untuk usaha kecil. (3) sasaran. dan kadangkala suatu upaya yang ditujukan untuk usaha mikro pada kenyataannya dimanfaatkan oleh usaha kecil. lembaga donor. lembaga swasta. Upaya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetapi pada periode 1997 – 2003 dinyatakan masih berlangsung di tingkat masyarakat (misalnya upaya yang dilakukan melalui perguliran dana) tetap akan menjadi jenis upaya yang dipetakan. maupun lembaga atau individu lainnya. Hasil pemetaan akan mencakup pemetaan: (1) jenis. 5 Lembaga Penelitian SMERU. Umumnya usaha mikro dilakukan secara bersama-sama oleh anggota keluarga (suami istri). lembaga perbankan.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan Ruang lingkup studi ini tidak dibatasi pada pemetaan upaya penguatan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan atau mempunyai mayoritas tenaga kerja perempuan. Hal ini karena masih terdapat pengertian yang rancu antara usaha mikro dan usaha kecil. sulit membedakan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. baik lembaga pemerintah. (2) wilayah. Rentang waktu upaya yang dipetakan adalah yang dilaksanakan sejak tahun 1997 hingga studi ini dilakukan. Memetakan upaya/program/kegiatan penguatan yang dinyatakan ditujukan kepada usaha mikro dan yang ditujukan kepada usaha kecil tetapi dapat diakses oleh usaha mikro yang dilakukan oleh lembaga-lembaga/individu di tingkat nasional. umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil. dan (5) potensi dari setiap upaya penguatan usaha mikro. Karena latar belakang tersebut maka studi ini mempunyai ruang lingkup: 1. dan sebaliknya. Hal tersebut karena berdasarkan pengalaman. lembaga non-pemerintah. (4) masalah. 2. Di samping itu.

06/2003. op cit. Upaya penguatan usaha mikro (UPUM) adalah usaha/program/ proyek/kegiatan/aktivitas untuk menguatkan usaha mikro yang dapat diwujudkan dalam berbagai jenis kegiatan. S Departemen Keuangan: Usaha mikro adalah usaha produktif milik keluarga atau perorangan WNI yang memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. mencari jalan keluar. S Departemen Perindustrian dan Perdagangan: Industri-Dagang Mikro adalah industri-perdagangan yang mempunyai tenaga kerja 14 orang.000 per tahun.II. dan lainnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI 1999). akal. antara lain: S Permodalan.1 Upaya DEFINISI Upaya adalah usaha. 2. sedangkan usaha kecil memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1 milyar per tahun. sedangkan industri kecil mempekerjakan 5 -19 orang. S Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional Pengusaha mikro adalah pemilik atau pelaku kegiatan usaha skala mikro di semua sektor ekonomi dengan kekayaaan di luar tanah dan bangunan maksimum Rp25 juta. Desember 2003 . ikhtiar untuk memecahkan persoalan. 12 6 Lembaga Penelitian SMERU.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil Terdapat beberapa pengertian usaha mikro yang diberikan oleh beberapa lembaga.12 11 SK Menteri Keuangan RI No. ADB Report. S ADB: Usaha mikro adalah usaha-usaha non-pertanian yang mempekerjakan kurang dari 10 orang termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga.40/KMK.000. antara lain: S BPS Industri kerajinan rumah tangga yaitu perusahaan/usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 1-4 orang.11 S Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Usaha mikro dan usaha kecil adalah suatu badan usaha milik WNI baik perorangan maupun berbadan hukum yang memiliki kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) sebanyak-banyaknya Rp200 juta dan atau mempunyai omzet/nilai output atau hasil penjualan rata-rata per tahun sebanyak-banyaknya Rp1 milyar dan usaha tersebut berdiri sendiri. melalui pemberian kredit S Pelatihan S Pendampingan dan fasilitator S Bantuan teknis dan konsultasi S Penyediaan informasi S Penelitian 2.

pengertian Usaha Mikro yang digunakan adalah sebagai berikut: Usaha non pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang mempekerjakan paling banyak 10 pekerja.usaidmicro.000. termasuk di dalamnya usaha yang hanya dikerjakan oleh satu orang yang sekaligus bertindak sebagai pemilik (self-employed). Small Enterprise and Rural Finance st in Sub Saharan Africa:The World Bank’s Strategy. menggunakan teknologi sederhana.. dan .1998. yang kebutuhan keuangannya dipenuhi oleh tabungan dan pinjaman berskala kecil. merupakan usaha keluarga dan menggunakan tenaga kerja keluarga.14 S ILO: Usaha mikro di negara berkembang mempunyai karakteristik.Mengacu pada definisi internasional tentang usaha mikro yang umumnya menyatakan bahwa pekerjanya maksimal 10 orang. maksimal Rp25 juta.13 S Bank Dunia: Usaha mikro merupakan usaha gabungan (partnership) atau usaha keluarga dengan tenaga kerja kurang dari 10 orang.html. . antara lain usaha dengan maksimal 10 orang pekerja. Berdasarkan beberapa pengertian diatas. antara lain mempekerjakan paling banyak 10 orang pekerja. kemampuan manajerial rendah. 13 http://www. yaitu pemilik yang sekaligus menjadi pekerja. berskala kecil. West Bank and Gaza Microenterprise Project http://web. William F.06/2003 yang menyebutkan bahwa usaha mikro memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. Sandra Wilson and Avril V Adams (1994). menggunakan teknologi tradisional.contentMDK:20026975~menuPK:34471~pagePK:40651~piPK:40653~theSitePK:4607. Kepemilikan aset dan pendapatannya terbatas. Experiences in OECD and Transitional Economics. Beberapa alasan yang melatarbelakangi penggunaan definisi tersebut dalam studi ini.org/About 14 Riley.org/servlet/WDSContentServer/WDSP/IB/2000/10/19/000009265_3970311124051/Re ndered/PDF/multi_page. dan tidak membayar pajak. S Farbman dan Lessik (1989): Usaha mikro mempunyai karakteristik. lokasi kerja biasanya di rumah. Usaha mikro sering merupakan usaha tingkat survival (usaha untuk mempertahankan hidup – survival level activities).00. maka dalam melakukan Pemetaan UPUM ini.Mengacu pada definisi Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional dan diperkuat dengan pengamatan lapangan Lembaga Penelitian SMERU: aset di luar tanah dan bangunan. Development of Micro. World Bank Discussion Paper no 263. World Bank Newsletter.worldbank. memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100 juta per tahun. aset minim.Sesuai dengan SK Menteri Keuangan RI No. termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga.40/KMK.000 per tahun.pdf 7 Lembaga Penelitian SMERU. yaitu: . Self-Employed for The Unemployed.worldbank. dan mempunyai aset di luar tanah dan bangunan paling banyak Rp25 juta.org/WBSITE/EXTERNAL/NEWS/ 0. http://wwwwds.S USAID: Usaha mikro adalah kegiatan bisnis yang mempekerjakan maksimal 10 orang pegawai termasuk anggota keluarga yang tidak dibayar. March 31 . Kadangkala hanya melibatkan 1 orang. Desember 2003 . dan berorientasi pasar lokal. Thyra A and Steel.

13. Kelompok Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Departemen Pertanian (Deptan) Departemen Sosial (Depsos) Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi (Depnakertrans) Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) II. 11. 7. 3. Ornop Lokal Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Bina Desa Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) Bina Swadaya Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) Lembaga Penelitian. 5. 4. 14. 2. 8. 8 Lembaga Penelitian SMERU.III. 16. 2. 1. 3. Kelompok Organisasi Non-Pemerintah 1. 15. 10. 10. 13. 6. Ornop Internasional Care International Indonesia Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia Christian Children Fund Indonesia (CCF) Mercy Corps 1. 12. 9. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) Yayasan Mitra Usaha (YMU) Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) Yayasan Permata Hati YPM Kesuma Multi Guna B. 5. 11. 9. Desember 2003 . A. 12. 4. 4.1 Daftar Lembaga yang Upayanya Dipetakan I. 7. 2. 3. 8. 6. PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO 3.

7. 5. Kelompok Lembaga Lain 1. 2. Gema PKM Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Koperasi Annisa Muslimat NU Kemitraan bagi Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) PT Ukabima 9 Lembaga Penelitian SMERU. 4. 7. 4. 3. 3. 4. Bank Indonesia Bank Bukopin Bank Central Asia (BCA) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Niaga Bank Rakyat Indonesia (BRI) V. 2. Kelompok Lembaga Perbankan 1. 1. Kelompok Lembaga Donor 1. 10.III. Kelompok Perusahaan PT Astra International Tbk PT. 2. 5. 6. 6. 5. Asian Development Bank (ADB) The Asia Foundation Australian Agency for International Development (AusAID) Bank Dunia The European Union International Labour Organization (ILO) Swisscontact United State Agency for International Development (USAID) VI. 6. 6. Bahana Artha Ventura Koperasi Bina Masyarakat Mandiri PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) PT ISM Bogasari Flour Mills Pertamina PT Pos Indonesia (Persero) PT Pupuk Kaltim Tbk PT Sucofindo PT Unilever Indonesia IV. 3. 4. Desember 2003 . 2. 5. 8. 7. 8. 9. 3.

PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL 10 Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .

Tidak tersedia dana dampingan untuk pembinaan. tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan.1 Kredit Usaha . Yayasan Siti Khadijah. – Januari LKM/LPSM (YDBP. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1.2 Kredit Pengembangan Kemitraan Usaha (KPKU) .Pemantauan . 2. Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Program sudah selesai.Pendampingan .Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . BNI.Kelompok UPPKS/kelompok lain yang bermitra dengan pengusaha UKM atau koperasi . Depperindag. 1997– Juni Kementerian 2002 Kop & UKM.Pemberian pinjaman BKKBN Keluarga Sejahtera modal secara (executing (Kukesra) bertahap. Yayasan Mitra Usaha. Deptan (Diklat P4K). terutama tenaga teknis lapangan yang dirangkap PLKB. BNI . tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan.Penyuluhan dan dan PT Pos bimbingan kepada (penyalur) kelompok. . Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  Lembaga Penelitian SMERU.Pemberian kredit . BRI. PKK Seluruh Indonesia .3 Kukesra Mandiri . Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 1. sehingga dibentuk pola KPTTG (Kredit Pengembangan Teknologi Tepat Guna) tahun 1997 .Tidak fokusnya tenaga lapangan teknis dalam membina anggota dan kelompok UPPKS Potensi Berpotensi untuk melihat kemampuan dan menggugah minat kaum ibu untuk berusaha sehingga menjadi kelompok usaha yang mandiri Tahun 1996 Seluruh Keluarga Pra – Januari Indonesia Sejahtera dan 2003.Pengusaha UKM atau koperasi yang bermitra dengan kelompok UPPKS/kelompok lain Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I yang tergabung dalam UPPKS Sudah selesai Mendorong anggota UPPKS mengaktualisasikan diri lebih lanjut dalam kegiatan usaha mikro melalu program kemitraan dengan modal yang lebih besar daripada modal Kukesra 1.SDM kurang profesional. BMM. Masalah .Mata rantai yang panjang menjadi kendala dalam pelaksanaan teknis (pengucuran dan . (seluruh desa Sejahtera I non-IDT) 1.Mitra memperoleh kredit hanya pada dua tahun pertama . Perbarindo. Depdagri (PMD). .Pembinaan . BPR Swadharma) Program sudah selesai.Tunggakan yang masih besar hingga saat ini .2003 Kelompok Instansi Pemerintah No. Desember 2003 .Perebutan kepentingan dengan pemda karena alasan ketidakfokusan program KPKU dengan pola mitra.Evaluasi Tahun 2001 8 provinsi BKKBN. .Pelaporan . Mendorong anggota UPPKS menjadi usahawan yang mandiri dan profesional serta siap mendapatkan kredit komersial dari perbankan sekaligus menjadi teladan bagi anggota yang lain. BNI. Koperasi 2003.Pemberian modal .Pembinaan Tahun BKKBN. program).

1. Tahun 1998. Dit. Program Diseminasi Teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1998 .1 Budidaya Udang di Lahan Berpasir Diseminasi teknologi BPPT.1. KPPTPW Tahun 1998. Kulonprogo) Petani sawah Selesai 2.Jawa Tengah Usaha kecil/koperasi Selesai 1999 (Semarang) UPT LSDE 2.I 1999 Yogyakarta (Kab.3 BPPT.1.Jawa Timur ( 1999 Kab.Teknologi Budidaya Pertanian BPPT. Desember 2003 .D. Gunung Kidul) Selesai 2. KPPT2 Tahun 1998.6 Pembuatan peralatan BPPT. Brebes) Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Selesai  Lembaga Penelitian SMERU. Dit.1. Dit.Tahun 1998.1 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan dan Pemanfaatan Iptek di Daerah (PKPID). Lamongan) Tahun 1998.4 Tempe Skala Industri Kecil dan Rumah Tangga Diseminasi teknologi BPPT.No. Dit. Dit.1.Jawa Tengah Petani cabai (Kab. KKE.5 Teknologi Pembuatan Briket Batubara untuk Usaha Kecil/Koperasi Pembuatan Alat Pengering Cabe Skala Kecil Diseminasi teknologi BPPT.NTB (Kota 1999 Mataram) Petani tambak udang Selesai 2.1.D. 2.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Usaha kecil (termasuk mikro). Dit. menengah dan koperasi (UKMK) Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Lihat masing-masing kegiatan Potensi Lihat masing-masing kegiatan 2.2 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Rumput Laut Udang Galah bagi Petani Sawah Diseminasi teknologi Nelayan Selesai 2. Bio Industri Tahun 1998.I Industri kecil dan rumah tangga 1999 Yogyakarta (Kab.

/Kota Tegal) Tahun1999.II Lamongan. Teknologi Agro Industri Petani sayur mayur Selesai 2. Dit. (Kab. Sukabumi).1.Riau (Koto Petani gambir 1999 Kari dan Taluk Kuatan) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.1. ! Lembaga Penelitian SMERU.Kabupaten Lamongan memiliki sawah tambak yang luas.1.Ketersediaan bahan oleh para petani tambak udang. Dit. .10 Pemanfaatan Bahan Diseminasi teknologi Galian untuk Penjernih Minyak dan Bahan Kerajinan Paket Informasi Diseminasi teknologi Teknologi Pengecoran Logam Industri kerajinan Tahun 1998.D. .7 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Pembuatan peralatan BPPT. Dit. 2. dan Pemda Tk. Gunung Kidul) Usaha pengecoran Tahun 1998.9 Packaging Pasca Diseminasi teknologi Panen Sayur Mayur Selesai 2.Waktu kegiatan dilaksanakan . 1999 Yogyakarta (Kab.Jawa Barat BPPT.12 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Aklimatisasi terhadap Benur untuk Menunjang Budidaya Udang Windu pada Sawah Tambak BPPT.11 BPPT.Jawa Tengah Usaha pengecoran BPPT. KPPUD Selesai 2. Dit.8 Tahun 1998. Dit. Peralatan Pengolah AgroIndustri Gambir Penerapan Teknologi Besi Cor Nodular Diseminasi teknologi Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1998.Kesiapan petugas lapangan dan diteruskan . Klaten) logam Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Tahun 1998. Koperasi Tamyamsang.Jawa Barat logam 1999 (Kab. (Kab.1.No.Harga udang terus membaik.1.I. Kebijakan Teknologi untuk Pengembangan Wilayah Petani tambak udang Sudah . Jawa Tengah (Kab. Desember 2003 .1.Jawa Timur 2000 (Lamongan) Selesai 2. Teknologi Proses 1999 Bandung) dan Rekayasa BPPT. Dit.

-Pendekatan terhadap penduduk sekitar lokasi pengolahan dan pengurusan perizinan. Jagung Hibrida) untuk Meningkatkan Usaha Tani Desa Pesantren di Jabotabek BPPT. Dit. Teknologi Budidaya Pertaian Tahun 1999. (Bekasi) Dit. Desember 2003 .Pelatihan Terpadu (Ayam. 2. Pesantren Hayatan Thayyibah .Lokasi kurang air pada musim kemarau dan sistem pengairan kurang menunjang kegiatan sehingga harus menunggu musim hujan. sehingga menghasilkan sampah plastik yang cukup banyak. " Lembaga Penelitian SMERU. .15 Penerapan .Banten Petani/nelayan BPPT.Diseminasi teknologi budidaya rumput laut. Serang terkenal dengan sate bandengnya.Jawa Barat 2000 (Kab.1. Sapi. dengan biaya yang sesuai. pembuatan komponen dan perakitan alat membutuhkan waktu cukup lama. Dit.13 Nama Upaya Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Ekoefisiensi Penanganan Plastik Bekas di Bekasi Jenis Kegiatan .Serang) Kebijaksanaan dan Pemasyarakatan Teknologi Selesai . masyarakat.Baros) Pesantren.Disain dan pembuatan peralatan pengolah plastik bekas .Serang menjadikan rumput laut sebagai produk ekspor unggulan .Kab.No. dan Pemda Sudah dilaksanakan dan dikelola oleh Kelompok Pondok Pesantren Imaratul Masajid.1.Keterbatasan waktu tenaga kerja setempat memperlambat proses penanaman .14 Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut di Kabupaten Serang . dan pengolahan agar-agar Tahun 1999. 2000 (Kab.Jawa Barat BPPT. Kedelai.Pembinaan dan pendampingan . Masalah -Sulit menentukan bengkel pembuat yang baik. ikan bandeng. 2.Diseminasi teknologi Teknologi Pertanian .Pelatihan tentang teknologi dan pengembangan bisnis Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.Keterbatasan dana sehingga model “pertanian terpadu “ tidak dapat diterapkan pada tempat/pondok pesantren lain. 2.Kebijaksanaa 2000 n Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah Sasaran Usaha pengolahan plastik Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan saat ini dikelola oleh Koperasi Hijau. SukabumiKec.Pemda Kab. Sebagian besar tambak dimiliki penduduk Jakarta sehingga agak sulit menentukan tambak yang dimiliki petani berpenghasilan rendah dan memerlukan bantuan Potensi Bekasi merupakan tempat tinggal sebagian pekerja Jakarta. serta sesuai dengan situasi pasar dan kondisi lingkungan setempat.1. -Proses pencarian bahan. Pasokan setempat sering tidak mencukupi dan harus didatangkan dari luar Serang Mengali semua potensi yang ada untuk dipadukan secara optimal dengan mengacu pada peningkatan produktivitas dan kualitas produksi.

1.1. Jawa Barat . 2. Jawa penyamakan kulit Timur industri kecil (Ponorogo). pada tahap pemasangan.Perancangan dan BPPT. Dit.Pelatihan Bioindustri . . . BandungPangalengan) . Garut. Belitung) Sasaran Nelayan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Sudah selesai dan diteruskan oleh pengrajin penyamakan kulit di Sukaregang.Bantuan peralatan Tahun 1999.Pelatihan Bioindustri .Bantuan peralatan Peternak Tahun 1999.Jawa Barat 2000 (Kab.Terjadi kerusakan perangkat peralatan penyamakan kulit di UPTKulit Sukaregang Garut. pembuatan peralatan Teknologi . 2.16 Nama Upaya Jenis Kegiatan Upaya Peningkatan Diseminasi teknologi Produktivitas Budidaya Ikan Kerapu Ekspor dalam Keramba Jaring Apung Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.Perancangan dan BPPT. pembuatan peralatan Teknologi .Membantu penguasaan teknologi produksi susu steril .Dana untuk membuat susu steril tidak mencukupi sehingga pengolahan ini hanya sampai menghasilkan susu pasteurisasi Pengembangan teknologi penyamakan kulit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM pengrajin kulit dan membuka kesempatan kerja baru. # Lembaga Penelitian SMERU. Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) .No. .Kepulauan 2000 BangkaBelitung ( Kab.Beberapa peralatan laboratorium mengalami kerusakan. .Jawa Barat Pengrajin 2000 (Garut).Peralatan menggunakan teknologi sederhana dan tidak membutuhkan banyak tempat.18 Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Produksi Susu Steril di Pangalengan. mendapatkan penghasilan tambahan dan membuka kesempatan kerja baru.Dalam tahap percobaan terjadi masalah pada alat pasteurisasi sehingga dilakukan perbaikan atau modifikasi peralatan. Dit. Desember 2003 .Meningkatkan kemampuan produsen susu/peternak dalam mengembangkan usaha. Jawa Barat.17 Paket Peralatan Penyamak Kulit dan Bahan Penyamak kulit Ramah Lingkungan untuk Industri Kecil .1.

. 2.350 KK nelayan teripang tradisional. 2000 (Kab.1.Kondisi infrastruktur dan geografi tidak mendukung sehingga transportasi menjadi kendala utama .I. pembuatan peralatan Teknologi .Keterbatasan dalam menerima informasi teknis operasional kegiatan .Pelatihan Agroindustri . Dit.Pelatihan Agroindustri . Jawa Tengah .Indonesia mengekspor biji jarak kering dan masih mengimpor minyak jarak untuk memenuhi kebutuhan lokal.Perancangan dan BPPT.Sulawesi 2000 Selatan (Kab.Bantuan peralatan Nelayan dan Tahun 1999.Waktu pelaksanaan kegiatan sangat singkat terutama akibat tertundanya pencairan dana.20 Penerapan Teknologi Ekstraksi Minyak Jarak di Kabupaten Boyolali. Dit. II Kab. dan lembaga profesi (a. Masalah . pembuatan peralatan Teknologi .Bantuan peralatan Tahun 1999. Dit.Potensi tanaman jarak di Kab.19 Nama Upaya Penerapan Teknologi Pasca Panen RempahRempah Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT. 1.Perancangan dan BPPT.I. lahan perairan pantai 64 hektar.1.No. Namun dalam pengembangannya diperlukan alih teknologi dan pelatihan untuk petani jarak atau koperasi pengolah biji jarak agar dapat mandiri. Sulawesi Selatan .5 kecamatan.D. Desember 2003 .Bantuan peralatan Tahun 1999.Alat yang tersedia harus dimodifikasi . Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 1999.Keadaan faktual di lokasi tidak selalu sesuai dengan rencana Tidak ada 2. Boyolali dan sekitarnya cukup besar.Perancangan dan BPPT. Memiliki SDA perikanan (teripang) potensial: 12 desa . Belum ada hambatan teknis.Tertundanya pencairan dana menyebabkan kegiatan tidak segera dilaksanakan Potensi Industri pengolahan di Yogyakarta mempunyai potensi untuk berkembang karena Yogyakarta merupakan daerah pemasaran /penampung dan distribusi produkproduk pertanian dari berbagai daerah disekitarnya .1. dan belum dibudidayakan secara itensif $ Lembaga Penelitian SMERU. pengrajin Selayar) Sudah selesai dan selanjutnya dikelola oleh Koperasi Tani Maju Mandiri .1. . BIPP dan koperasi/pengolah biji jarak Sudah selesai dan kini dikelola oleh Koperasi Serba Usaha Tiga Jaya. 2. 2000 Yogyakarta Sasaran Status Saat Ini Kelompok tani wanita Sudah selesai di D.Muara Enim) Petani dan masyarkat Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi "Selawi Jaya" Tersedia lahan luas yang subur sepanjang pegunungan Bukit Barisan.22 Penerapan Teknologi Proses Minyak Atsiri (Nilam) untuk Usaha Kecil di Muara Enim . pembuatan peralatan Teknologi .Boyolali) Boyolali. koperasi) yang siap dijadikan mitra 2.Jawa Tengah Pemda Tk.l. Dit.Pelatihan Agroindustri .Sumatera 2000 Selatan (Kab.21 Penerapan Teknologi Pasca Panen Teripang di Kabupaten Selayar. Yogyakarta dan diteruskan oleh pemda setempat saat ini sudah sampai ke kelompok tani.

masyarakat 2000 Selatan (Kab.289 ha dengan produktivitas 1. Sumber Hasil Terdapat perkebunan kakao rakyat seluas 19. Teknologi Agroindustri BPPT.23 Nama Upaya Penerapan Teknologi untuk Pengolahan Kemiri di Kabupaten Soppeng.No. setempat. 2000 Jawa Barat (Bogor. Sulawesi Selatan Penerapan Teknologi Pengolahan Mete Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Jenis Kegiatan Pelaksana . Tahun 1999. Sulsel Penerapan Teknologi Biofertilizer dan Pengeringan Hijauan Makanan Ternak untuk Peningkatan Produktivitas Pakan Ternak Sapi ./Kota Kendari) Petani.Pelatihan .Bali 2000 (Kab.735 Ha dengan jumlah produksi sebanyak 534 ton/tahun 2. Potensi Tersedianya areal kemiri seluas 2.Bantuan peralatan Tahun 1999.Sulawesi 2000 Tenggara (Kab. Banten (Tangerang) Guru–guru pesantren Selesai % Lembaga Penelitian SMERU. .Pelatihan Agroindustri . pembuatan peralatan Teknologi . . pembuatan peralatan Teknologi . tetapi pekerjaan secara keseluruhan tidak terhambat.Sulawesi Petani dan masyarakat 2000 Selatan (Kab. Desember 2003 .1.Perancangan dan pembuatan peralatan . kompos) harus dikirim dari Karangasem.Pinrang) Sudah selesai Belum ada masalah atau saat ini dikelola hambatan yang berarti dan oleh Koperasi masih berjalan sesuai jadwal. Bali Jakarta menunjukkan peningkatan. Sulsel dan Sultra sangat potensial untuk pengembangan kacang mete tapi pemanfaatannya masih rendah (mete diekspor dalam bentuk gelondongan) karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi pengolahan.Perancangan dan BPPT.Lambatnya pembangunan sarana serta pengadaan barang karena terbatasnya peralatan teknik di lokasi dan ketrampilan tenaga kerja.Pelatihan .Sulawesi Petani.DKI Jakarta. Dit.26 .511 kg biji kering/ha/ tahun.Daerah setempat mempunyai angin lembah yang sangat kuat sehingga pergantian atap green house dilakukan 2 kali 2.24 . .Karang Asem) Petani dan masyarakat Sudah selesai dan diteruskan oleh Dinas Peternakan setempat . 2.25 Penerapan Teknologi Proses Fermentasi dan Pengeringan Kakao Rakyat di Kabupaten Pinrang. 2.Perancangan dan pembuatan peralatan .1. 2. NTT.Dana perjalanan terbatas sehingga alih teknologi serta bimbingan teknik pengolahan mete sulit dilaksanakan.1.Bantuan peralatan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. masyarakat dan koperasi Sudah selesai dan saat ini diteruskan oleh koperasi setempat NTB.Perancangan dan BPPT.Beberapa bahan (seperti Populasi ternak sapi di Kab. Dit.27 Pelatihan Kerja Santri tentang Sistem Tambak Ikan.1.Pelatihan Agroindustri . Bekasi). Pusat Pengkajian dan Penerapan Bioteknologi Industri dan Pertanian Tahun 1999.1. Ayam dan Pisang Pelatihan BPPT Tahun 1999. dan CV Soppeng) Matahari Terbit Status Saat Ini Sudah selesai dan kini dikelola oleh "CV Matahari Terbit" Masalah Pada awal pekerjaan konstruksi muncul beberapa masalah.Bantuan peralatan BPPT. Dit.Bantuan peralatan BPPT.

Desember 2003 .31 Pembuatan dan Alih . Perbedaan sumber energi yang direncanakan (listrik) dengan yang biasa digunakan sasaran (bahan bakar cair) mengharuskan perubahan desain dan mempengaruhi bahan dan peralatan untuk membuat lemari Daerah Pelabuhan Ratu terkenal dengan komoditas perikanan dan mensuplai ke beberapa daerah. Yogyakarta (Kab.Madura & 2000 Jawa Timur Sasaran Pondok pesantren dan masyarakat peternak/petani Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. seperti Jakarta.I. 2. Teknologi Lemari pembuatan peralatan Teknologi Pengering Serba .Jawa Barat Masyarakat pengolah 2000 (Kab.1.Perancangan dan BPPT.Diseminasi teknologi Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis SDA di Kalimantan Timur BPPT. Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (TISDA) Tahun 1999. Demak) Selesai 2.1. D. Dit. Bogor. Dit.Pelatihan Transportasi Guna dan Alat Pengupas Singkong Tahun 1999.No.29 . 2. itik Purworejo) 2. Gunung Kidul) Sudah selesai dilaksanakan dan diteruskan oleh Pemda dan kelompok pengolah ikan setempat.Jawa Tengah Petani dan peternak Selesai 2000 (Kab. Potensi tersebut dapat segera dikembangkan & Lembaga Penelitian SMERU.1.1.30 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Kepiting Bakau di Pertambakan dalam Upaya Pemberdayaan Petani Tambak BPPT Tahaun 1999-2000 Jawa Tengah Petani tambak (Kab.Pengembangbiakan itik Tahun 1999./Kota ikan dan Pemda Sukabumi).Budidaya pertanian BPPT .Kalimantan 2000 Timur (Kota Balikpapan) Masyarakat dan Pemda Sudah selesai kini dilanjutkan oleh pemda setempat Masalah mobilisasi dan Pemerintah Kota demobilisai peralatan untuk Balikpapan memiliki potensi demo dan uji kaji di lapangan sumber daya alam yang belum termanfaatkan. Bandung dan bahkan sudah banyak yang diekspor.Pelatihan Teknologi untuk .28 Nama Upaya Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Fermentasi di Pondok Pesantren dan Industri Kecil Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Inditik (Integrasi Penanaman Padi dengan Pemeliharaan Itik) Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.32 Penerapan .1.

l. menyerap hasil hutan bambu dan mendukung potensi wisata melalui produksi barang souvenir. Dit. .Jawa Tengah Pengrajin dan BPPT. Dit. Jawa Barat .1.Jawa Tengah Pengusaha genteng Selesai 2000 (Kab.35 Pengembangan Diseminasi teknologi Teknologi Proses di Sentra Industri Kecil Genteng Klaten Peningkatan Kemampuan Industri Logam KecilMenengah di Sentra IKM Tegal untuk Pembuatan Komponen Otomotif BPPT Tahun 1999. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . Desember 2003 .Pelatihan Majalengka) dan Rekayasa . dan saat ini dikelola oleh koperasi pengrajin bola Potensi Kabupten Majalengka memiliki berbagai industri yang menjadi sumber PAD. 2. Klaten) 2. sehingga mesin pengolah bambu dibuat secara terpisah.Pelatihan dan Rekayasa .1.Majalengka Jawa Barat untuk Memproduksi Barang Teknik Karet Substitusi Impor Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. . Tegal) Pemda .Mengubah kebiasaan pengrajin dalam menggunakan pasir sungai sebagai pasir cetak tanpa memperhatikan persyaratan .Bantuan peralatan Pengrajin dan Pemda Sudah selesai dilaksanakan dan kini dilanjutkan oleh kelompok pengrajin bambu di Desa Datarnangka.Menentukan jenis propeler . 2.Pangsa pasar Tegal yang cukup memotivasi industri kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rencana membuat mesin pengolah bambu serba guna tidak terlaksana karena konstruksinya mengalami kendala dan pengoperasiannya sulit. Dit.Pelatihan Sukabumi) dan Rekayasa .Perancangan dan Tahun 1999. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab.Perancangan dan BPPT. ' Lembaga Penelitian SMERU.Jawa Barat .No.1.36 .Jawa Barat BPPT.34 Pembuatan Mesin Pengolah Bambu untuk Usaha Kerajinan Rakyat di Sukabumi. pembuatan bola yang berkembang sejak tahun 1990 2.1.Bantuan peralatan Sudah dilaksanakan kini diteruskan oleh pemda setempat .Ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat mengembangkan usaha industri kecil. a.Perancangan dan Tahun 1999.Bantuan peralatan Sasaran Koperasi pengrajin bola Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada.33 Nama Upaya Pemberdayaan IKM Karet . (Kab. Sukabumi kaya akan potensi wisata dan hutan bambu sehingga mesin pengolah bambu berpotensi mendukung kerajinan bambu rakyat.

masyarakat setempat.Cianjur merupakan sentra produksi padi di Jabar yang memasok sebagian besar kebutuhan padi daerah lain seperti DKI Jakarta dan sekitarnya. Dit. Garam merupakan produk unggulan Kab. Pati) dan Pemda . .Jawa Tengah Petani. Dit. Brebes) masyarakat pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 pedesaan .Pelatihan dan Rekayasa .Jawa Barat . dan dikelola oleh Balai Benih Tani Makmur.1. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. roto mempunyai sirip penghancur (sudut 0) sehingga setiap selesai proses selalu terdapat sisa di dalam penggiling .Jawa Barat Petani dan kelompok .Pelatihan dan Rekayasa . (Kab.Transportasi dan sarana telekomunikasi tidak memadai. dan kini diteruskan oleh kelompok tani dan IKM di sekitar Cianjur. Pati 2.Bantuan peralatan Sudah selesai kini dikelola oleh 2 KUD setempat Pada desain awal. Kabupaten Brebes merupakan daerah pertanian dengan produk unggulan cabe merah dan bawang merah. Dit. (Kab. masyarakat BPPT. 2. Cianjur) tani pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Bantuan peralatan Terdapat beberapa masalah pada trial running mesin pencuci garam tetapi ditemukan solusinya.Perancangan dan BPPT. Resistensi masyarakat terhadap informasi luar lambat laun dapat diatasi sehingga dapat menerima peralatan menggantikan yang tradisional. dan masyarakat Kab.Jawa Tengah Petani dan . petani.37 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah Skala Industri Pedesaan di Kabupaten Cianjur. Desember 2003 .Bantuan peralatan Karang Taruna Kelana Jaya.Perancangan dan Tahun 1999.39 Rancang Bangun Alat Pengolah Sabut Kelapa Skala Industri Kecil Tahun 1999.1. 2.Pelatihan dan Rekayasa .1. (Kab.Perancangan dan BPPT. Jawa Tengah . petani dan masyarakat dan Pemda Sudah selesai dan kini diteruskan oleh Karang Taruna.38 Rancang Bangun Alat Penggiling Cabe Kering Skala Industri Pedesaan Tahun 1999.1.Pelatihan dan Rekayasa .Ciamis) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . Dit.  Lembaga Penelitian SMERU.Bantuan peralatan Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada hambatan. petani.No.Perancangan dan BPPT. dan Pemda setempat Sudah selesai kini dilanjutkan oleh Pemda. Cianjur Jawa Barat Potensi Kab. Jawa Barat Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999.Pati dan tumpuan nasional. 2. Cihea.Lokasinya jauh di pelosok.40 Rancang Bangun Peralatan Iodisasi Garam Rakyat di Kabupaten Pati.

2.Lampung BPPT.Perancangan dan Tahun 1999.Bantuan peralatan Selatan) Nelayan Sudah selesai dan diteruskan oleh koperasi perikanan setempat Tidak ada 2.41 Nama Upaya Rancang Bangun Pusat Penanganan Pasca Panen (Packing House) Sayur Mayur di Pedesaan Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.Lampung Selatan merupakan lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis .1.1. (Kab. serta lokasinya tidak terlalu jauh.No.Bantuan peralatan Garut merupakan sentra industri jagung utama di Jawa Barat. Malang) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .1. Dit. Garut) .Perancangan dan BPPT.Pelatihan dan Rekayasa . dan disesuaikan dengan lingkungan dan kemampuan SDM setempat 2.1.  Lembaga Penelitian SMERU. .Pelatihan Lampung Mesin Industri . Petani. Terjadi perubahan desain untuk memenuhi permintaan petani dan pemda di mana peralatan yang dikembangkan harus bersifat terpadu dan serbaguna.Teknologi yang terapkan dalam proyek ini tidak baru. Potensi Kecamatan Pujon dapat dijadikan sebagai pelopor dan penggerak kegiatan agribisnis karena kesiapan dan kemampuan SDM. Kecamatan Pujon.44 . Dit. . pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab.Jawa Barat BPPT. dan Jawa Barat adalah daerah penghasil jagung terbesar ke empat di Indonesia. variasi sayuran yang ditanam. Malang Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan dikelola oleh kelompok “Tani Mulya”.Bantuan peralatan Nelayan dan pemda Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh KUD dan pemda setempat. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab.Lampung . KUD dan pemda Sudah selesai dan diteruskan oleh KUD setempat Adanya perselisihan antara koperasi yang ditunjuk sebagai pengelola cool box (KUD Mina Jaya) dengan dinas teknis terkait (Dinas Perikanan). Dit. Desember 2003 . Dit.43 Penerapan Teknologi Cool Box untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Tangkapan Nelayan Kecil Pengembangan Industri Pakan Ternak dari Tepung Bongkol Jagung Tahun 1999." Desa Ngroto.Bantuan peralatan Sasaran Kelompok tani "Tani Mulya.Pelatihan Mesin Industri Selatan) .Jawa Timur . Lampung merupakan salah satu lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis 2.Perancangan dan Tahun 1999. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 Lampung .Perancangan dan BPPT.Pelatihan Mesin Industri .42 Pemanfaatan Container Bekas untuk Teknologi Cold Storage dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Hasil Tangkapan Nelayan . (Kab.

Tabanan masyarakat :Pejaten) Tabanan. 2.No. Bali Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan diserahkan ke CV. Dengan adanya peralatan pertanian pasca panen diharapkan petani dapat meningkatkan hasil gabah keringnya.Pelatihan .Bali Pengrajin dan 2000 (Kab. dan Tanggerang. di Pati terdapat 11.Bantuan peralatan Tahun 1999. Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Tahun 1999. .1.45 Nama Upaya Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselen Jenis Kegiatan .Krisis moneter mengakibatkan bahan dan peralatan mahal dan sulit diperoleh.Jawa Timur 2000 (Pasuruan) Industri kecil logam 2.Masyarakat tani masih sangat sukar diberi pengertian untuk memanfaatkan rancangan atau memproduksi sendiri peralatan .1.Pelatihan .Perancangan dan pembuatan peralatan . Desember 2003 .Jawa Tengah Petani/pengrajin dan BPPT.1.364 ha tanaman ketela) 2. Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselin Bali. Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. kelompok tani dan KUD. Keramik Pejaten.II yang terkait: Pati.48 BPPT. Lembaga Penelitian SMERU.1. Magetan.Bantuan peralatan BPPT Tahun 1999.Perancangan dan pembuatan peralatan . Daerah-daerah tersebut sangat potensial untuk dikembangkan karena mempunyai potensi pertanian yang bagus (mis. Potensi Daerah Pejaten merupakan sentra produk gerabah yang dapat dikembangkan menjadi sentra kerajinan keramik karena SDM-nya memiliki keterampilan yang cukup. Unit 2000 (Kab.46 Pemasyarakatan Mesin Pengiris Serba Guna (PSG) untuk Terciptanya Peningkatan Kegiatan Ekonomi Rakyat . Pati) Pemda Pati.47 Diseminasi teknologi Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Logam di Pasuruan Rancang Bangun Peralatan Pertanian Pasca Panen Portable untuk Tanaman Padi . Brebes.Keterlambatan pelaksanaan .Pelatihan .Jawa Barat 2000 (Sukabumi) Petani/kelompok tani Sudah dan Pemda dilaksanakan dan dilanjutkan oleh petani.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.Perancangan dan pembuatan peralatan . Sukabumi sangat potensial pertaniannya. Selesai 2. Jawa Pelaksana Tengah Teknis Laboratorium Aero – Gasdinamika dan Getaran Tidak ada Sudah dilaksanakan kini dilanjutkan oleh para petani/pengrajin dan Pemda Tk.

51 Teknologi Daur .No. Ulang Logam pembuatan peralatan Teknologi Timbal/Timah Hitam .Kerjasama pemerintah dan swasta masih kurang .Belum memiliki laboratorium dan workshop sendiri .Pembuatan peralatan .Tidak seimbangnya dana penelitian dengan kebutuhan yang dihadapi .49 Nama Upaya Rancang Bangun Teknik Pandai Besi untuk Memproduksi Alat-alat Pertanian dan Disain Ergonomi Jenis Kegiatan .50 Pembuatan dan Pemasyarakatan Briket dan Tungku Gambut untuk Rumah Tangga .Kerjasama pemerintah dengan luar negeri belum ada .1. Desember 2003 .Dari SKE tahun 1998.Diperlukan waktu yang cukup lama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup.Kalimantan 2000 Barat (Kab/Kota Pontianak) Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh Koperasi Pegawai Negeri Kanwil Dep. Jawa Tengah Di Temanggung terdapat industri kecil pengolah aki bekas yang melakukan kegiatan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Waktu Wilayah Tahun 1999.Perancangan dan BPPT.Pelatihan Lingkungan (Pb) dari Aki Bekas di Temanggung. 2. PU. diharapkan semakin tergantikan oleh produk dan teknologi gambut.Pelatihan dan pembinaan BPPT.Pelatihan . Dit.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.08 kca/kk/hari.1. 2. Jawa Tengah Tahun 1999.473. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi – TPSA Tahun 1999. Masalah Tidak dijumpai hambatan yang berarti kecuali beberapa pandai besi yang diundang tidak hadir. Melalui kegiatan IPTEKDA industri ini dapat dijadikan contoh dan dapat diimplementasikan pada industri sejenis di daerah lain ! Lembaga Penelitian SMERU. Potensi Potensi industri kecil pandai besi sangat besar namun belum tergarap secara optimal bahkan mulai ditinggalkan karena pasar lebih menyukai produk impor .Jawa Tengah Masyarakat dan 2000 (Kab.Kualitas dan kuantitas SDM belum memadai . pengrajin Temanggung) Sudah dilaksanakan dan dilanjutkan oleh pengrajin pendaur ulang di Temanggung. konsumsi energi (minyak tanah) rumah tangga di Kalbar 8. Dit.Hambatan dalam sosialisasi penggunaan peralatan yang efisien dan efektif karena pengrajin khawatir akan meningkatnya biaya produksi. . 2.1.Perancangan dan pembuatan peralatan . . Kalimantan Barat dan Koperasi Karyawan Eka Mutiara Sari Pontianak.Hasil penelitian dan literatur masih terbatas .Partisipasi dan minat membeli/memproduksi tungku/kompor dan briket gambut dan produk lainnya meningkat .Jawa Barat 2000 Sasaran Pengarajin Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan terletak di belakang gedung UPT – LUK.

Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.Sasaran kegiatan tidak dapat dicapai sekaligus .55 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Evaporasi dan Kristalisasi untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Garam Perekayasaan Paket Peralatan dan Teknologi Produksi Nata de Soya BPPT. Garut) Petani penyuling minyak akar wangi Selesai .Pendampingan Teknologi dalam pengoperasian Bioindustri alat Selesai Teknologi ini membantu penciptaan produk baru yang memiliki prospek bisnis. 2.Pembuatan peralatan . Bantul) Perajin tahu tempe. Dit.Pembuatan peralatan . Dit. Desember 2003 .Pelatihan BPPT. GroboganLahan Pegaraman Jono) Tahun 2000 DIY (Kab.No.1. Dit. " Lembaga Penelitian SMERU.1.53 .1. .Pelatihan dan sosialisasi BPPT.52 Nama Upaya Teknologi Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Industri Tahu-Tempe Penerapan Teknologi Destilasi Minyak Akar Wangi di Kab.Belum jelasnya pola kerjasama dengan mitra kerja . PPP-BIOTEK Tahun 2000 Bali (Kab. Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2000 Jawa Tengah Petani garam (Kab.Pelatihan BPPT. Klungkung) Peternak sapi Selesai 2.54 Penerapan Teknologi Fermentasi dan Formulasi Roti Pakan Sapi untuk Meningkatkan Kualitas Daging . SDM dan lain-lain dll 2.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus .Jawa Barat 2000 (Kodya Bandung) Sasaran Usaha tahu .tempe Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.Teknologi yang diterapkan masih bersifat ujicoba .Belum terasanya manfaat langsung bagi mitra pengguna .1.1. Garut Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus Sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai usaha/bisnis 2.56 . Selesai Target produksi belum tercapai karena masalah pasokan bahan baku.

Pendampingan BPPT. Tuban) Nelayan Selesai Berpotensi untuk diterapkan .59 Penerapan Teknologi Penggemukan Sapi dengan Menggunakan Pakan Ternak Organik Lactogrand dan Lactomin … .Pengadaan bibit sapi .1. industri rumah tangga dan industri menengah Masalah Potensi Diperlukan upaya pemasaran Sangat prospektif untuk karena produk ini relatif baru dikembangkan sebagai dan belum banyak dikenal usaha/bisnis masyarakat.Kurang memperhitungkan skala penerapan dan respon masyarakat yang terbiasa menggunakan formalin Kesulitan mendapatkan lactogrand Masyarakat banyak yang ingin terlibat dalam kegiatan dan turut menerapkannya 2. Dit. Dit. Tuban) Sasaran Status Saat Ini Perajin (petani Selesai nelayan) tradisional. 2.1. Teknologi BioIndustri Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Teknologi masih bersifat percobaan .58 BPPT. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Pendampingan BPPT. 2. Desember 2003 .Pelaksanaan tidak dalam skala kecil mencapai sasaran .Pembentukan kelompok tani . # Lembaga Penelitian SMERU.57 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan Pelatihan Teknologi Pembuatan Kecap Ikan Secara Enzimatik Terkendali untuk Industri Skala Menengah dan Rumah Tangga Penerapan Pelatihan Teknologi Pengeringan Bebas Lalat Pelaksana BPPT. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin keramik (Kab.Pembuatan tungku berbahan bakar gas . Dit.Pembuatan kandang sapi koloni . Boyolali) Selesai 2.No.60 Pembuatan dan Pemasyarakatan Tungku Berbahan Bakar Gas untuk Industri Kerajinan Keramik . Dit. Pemasyarakatan tungku berbahan bakar gas perlu ditingkatkan dengan membuat kajian teknoekonomi. Banjarnegara) Selesai Kenaikan harga LPG saat kegiatan hampir selesai mengurangi nilai tambah tungku berbahan bakar gas dibandingkan tungku minyak tanah yang selama ini dipakai pengrajin.1. Teknologi Budidaya Pertanian Tahun 2000 Jawa Tengah Peternak sapi (Kab.1.

Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.Pembuatan mesin penggorengan vacuum kripik dan buah-buahan .Pelatihan . Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Barat Petani peternak (Kab.1.1.Perguliran dana (awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT. Biro Umum Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. Banyumas .61 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Mineral .Bantuan teknis dan konsultasi Tahun 2000 Sulawesi Masyarakat BPPT.Sasaran kegiatan belum tercapai .62 .Pendampingan Pemanfaatan Rumput Laut Melalui Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Gracilaria sp Menjadi Agar-Agar Peningkatan Kemampuan TeknoBisnis dalam Pengembangan Produk Unggulan Koperasi .Pendampingan BPPT. Ciamis) Status Saat Ini Masalah Selesai . Banyumas ) Masih berlangsung (sampai akhir 2003) . $ Lembaga Penelitian SMERU.1.Pelatihan Pelaksana BPPT. Dit.Pelatihan Strategi .No. Teknologi Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Jawa Barat Industri kecil (Kab. 2.Jawa Timur: Pesantren dan 2003 (Kab.Aspek kemitraan sebagai tindak lanjut belum digarap dengan jelas Selesai Target dan sasaran belum tercapai karena keterlambatan jadwal akibat adanya perubahan desain alat untuk mencari harga yang lebih murah Potensi 2. Pasuruan) Koperasi (KPSP) “Setia Kawan” Selesai . Cirebon) penghasil politur Selesai Pengoperasian alat belum berjalan karena supply bahan baku dari Perhutani belum berjalan.1.Jombang masyarakat ) Jawa Tengah (Kab. Dit. Dit. Desember 2003 .Bantuan suplemen Alumino Silikat untuk dan pakan ternak Industri Pertanian .65 Pemanfaatan Teknologi Rancang Bangun pada Peralatan Pemroses Sirlac . Sinjai) Kebijaksanaan Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi 2. Dit.Teknologi vacuum frying yang dikembangkan dan diterapkan bukan milik BPPT melainkan milik lembaga swasta Tahun 2000 .Manfafat teknologi di masyarakat belum dibuktikan secara ilmiah .Untuk kegiatan pertanian terpadu.63 2.64 Penerapan Teknologi Budidaya Jagung dan Sapi Perah Terpadu di Jombang dan Penerapan Bioteknologi untuk Produksi Kelapa dan Sari Kelapa di Kab.Pembuatan peralatan pemroses sirlak untuk industri politur . tidak terlihat konsep keterpaduan antara budidaya sapi dengan jagung karena tempatnya yang berjauhan dan tidak ada teknologi yang baru atau punya nilai tambah 2.1. Selatan (Kab.

1. alat deteksi ikan (ADI) Dit.Pemberian bantuan BPPT.1. Teknologi Proses dan Rekayasa Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Pengusaha industri kecil suku cadang mesin Status Saat Ini Masalah Selesai Teknologi/formula yang dikembangkan masih didasarkan pada teknologi kompon di pasaran yang sangat beresiko.1.1.Rekayasa dan rancang bangun peralatan . karena peralatan yang dibangun belum berfungsi secara optimal akibat tidak adanya sistem alat pengontrol .Pendampingan BPPT.68 .1. Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin (Kab. Potensi 2. Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.Penerapan teknologi belum selesai.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan .Pelatihan di Koperasi Pengusaha Industri Kecil Suku Cadang Mesin Bandung Pelaksana BPPT. Dit. Teknologi . Desember 2003 .69 Penerapan Pelatihan Teknologi Perlakuan Panas di Sentra Industri Pengecoran Logam Ceper Klaten BPPT. Klaten) pengecoran logam Selesai 2. Padalarang) Industri kecil menengah dan masyarakat desa Selesai .67 Penerapan Alat Deteksi Ikan dalam Rangka Pra dan Penangkapan Ikan Terpadu Pembuatan dan Pengembangan Teknologi Proses Produksi Pengolahan Kayu Karet (Sawn Timber ) Skala Industri Rakyat dan Berkualitas Ekspor . GPS dan transducer ) masih impor 2.Bantuan sarana dan Teknologi Proses prasarana Pembuatan Kompon .No.Pelatihan . Teknologi Transportasi Tahun 2000 Jawa Tengah (Kab. Dit.Dana tidak cukup sehingga peralatan yang menentukan kualitas produk tidak dapat dibeli Koperasi yang bermitra belum memberikan kontribusi yang lebih besar Penerapan teknologi memberikan manfaat dan peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh IKM 2. Dit.Pendampingan BPPT.Pelatihan Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Lampung Nelayan kecil di bawah binaan KUD Mina Jaya Selesai Peralatan teknologi kunci (fish finder . Rembang) Selesai % Lembaga Penelitian SMERU.70 Pengembangan Bahan Baku Dasar Penunjang Industri Perikanan . 2. Dit.

& Lembaga Penelitian SMERU.Perguliran dana (mulai awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT.Rancang bangun mesin press (packaging ) . ikan patin Tulungagung Pondok Pesantren Yayasan AlHusna ) Masih berjalan sampai akhir 2003 2.73 . Teknologi Lingkungan Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Bantuan alat pengolahan air siap minum .1.74 BPPT.1.72 Rancang Bangun Mesin Press (Packaging ) Kapuk sebagai Komoditi Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Air Siap Minum Skala Industri Kecil Aplikasi Teknologi Silase Limbah Hasil Pertanian Tanaman Pangan untuk Pakan Ternak pada Pengembangan Sapi Potong dan Ikan Patin Secara Terpadu Rancang Bangun Krusibel untuk Peleburan Logam Skala Industri Kecil .Sarana produksi air belum diserahterimakan pengelolaannya Konsep keterpaduan antara selulosa.Pendampingan BPPT.Penelitian . Teknologi Material Tahun 2000 Jawa Barat (Kab. Memberikan inovasi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha bisnis. Dit.Jawa Timur Peternak sapi dan 2003 (Kab. UPT-LAGG Tahun 2000 Jawa Tengah Pengusaha kapuk (Kab.No. Desember 2003 .Pemasaran produk bubuk kelapa harus dijamin sehingga mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan hanya dibuat arang aktif Selesai Kegiatan mengalami keterlambatan karena perencanaan yang kurang baik./Kota Bandung) Industri kecil pengecoran logam Selesai Aspek kemitraan untuk memanfaatkan peluang bisnis masih belum jelas.1.Pembuatan alat pembuat bubuk tempurung kelapa .Pembuatan tungku kokas dan pengujian . Potensi 2.75 .71 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pembuat Bubuk Tempurung Kelapa sebagai Bahan Baku Pembuatan Obat Nyamuk Jenis Kegiatan .1.Pelatihan .Pelatihan ./Kota Semarang) Status Saat Ini Masalah Selesai . Dit.Daya tahan mesin belum diketahui. Sidoarjo) Pengusaha air minum skala kecil Selesai Memberikan prospek bisnis yang baik 2. Dit. 2. UPT-LUK Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Tengah Petani (Kab.Pelatihan . .Pola kemitraan belum disepakati .Pendampingan Pelaksana BPPT. karena ada perubahan alokasi anggaran untuk ikan patin ke produksi selulosa.1. Teknologi Lingkungan Tahun 2000 . dan masih bersifat coba-coba. aspek teknis tidak dikuasai. karena belum pernah dibuat sebelumnya . budidaya sapi dan ikan patin belum tercapai. Pati) 2.Pendampingan BPPT.

Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau (Kab. harga makin rendah serta mutu meningkat. Teknologi Proses dan Rekayasa Selesai ' Lembaga Penelitian SMERU. DenpasarBali Penerapan Alat Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Rumah Tangga Jenis Kegiatan .Bantuan teknis dan konsultasi . riset dan pengembangan perlu terus dilanjutkan agar kapasitas meningkat.76 2.1. Petani kelapa Indragiri Hilir) Selesai 2.1.1. Dit. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Sulawesi Selatan Petani tambak Selesai 2. Dit.No.Bantuan peralatan .77 Nama Upaya Peningkatan Teknologi Proses dan Kualitas Keramik dari Desa Benoh. Bengkalis) Produsen kopra Selesai 2. Selain itu.Pembangunan gudang penampung .79 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa di Sentra Perkebunan Kelapa Rakyat Penerapan Diseminasi teknologi Pendorong Air Berbaling-Baling untuk Pemberdayaan Petani Tambak Rancang Bangun Diseminasi teknologi Alat Pengolah Serat Alam Limbah Pabrik Kelapa Sawit BPPT.1.80 BPPT. tapioka Temanggung) Selesai 2.Pembuatan alat . 2. .Pendampingan Pelaksana BPPT UPT-PSTKP Waktu Wilayah Tahun 2000 Bali (Kota DenpasarDesa Benoh) Sasaran Pengrajin keramik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Program ini dapat dilanjutkan melalui kerjasama dengan Sucofindo seperti dilakukan di tempat lain Alat ini perlu disosialisasikan ke masyarakat di lokasi lain yang membutuhkan. Desember 2003 . Dit.1. UPT-LSDE Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin tepung (Kab.1.78 Peningkatan Produksi dan Mutu Kopra Rakyat dengan Pengering Berbahan Bakar Arang Tempurung Kelapa Diseminasi teknologi BPPT.81 Tahun 2001 Lampung BPPT. Dit.Pelatihan BPPT. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau ( Kab.

83 Penerapan Rancang Diseminasi teknologi Bangun Alat Proses Produksi Briket Arang Serbuk Gergajian Tahun 2001 Sulawesi BPPT. Teknologi Material Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin tembaga ( Kab.1.84 Pemanfaatan Botol Plastik Bekas dan Limbah Kayu Gergajian untuk Pembuatan Papan Partikel Diseminasi teknologi Tahun 2001 Jawa Tengah BPPT.1.87 BPPT.82 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah dengan Bahan Sekam Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Sulawesi Petani BPPT. Bogor Desa Lawang Gintung) Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU. Dit. Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2001 Jawa Timur (Kab. Dit. 2. Selatan ( Kab. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.85 Diseminasi teknologi Teknologi Pemanfaatan Lumpur Limbah Pabrik Pulp sebagai Bahan Bangunan Peningkatan Mutu Diseminasi teknologi dan Produktivitas Industri Kecil Kerajinan Tembaga Ukir Pengembangan Diseminasi teknologi Pasar Produk Agrobisnis Melalui Teknologi Informasi Proses Pembuatan Diseminasi teknologi Bubur Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Bahan Baku Obat Alami BPPT.1. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Selesai 2. Dit. UPT Laboratorium Uji Konstruksi Selesai 2.No.1.1. Ponorogo) Selesai 2.1. Dit. Desember 2003 . Teknologi Lingkungan Tahun 2001 Jawa Barat Selesai 2.Cepono) Selesai 2.86 BPPT. Teknologi Informasi dan Elektronika BPPT. Dit. Selatan ( Kab. Boyolali ukir . Dit.88 Tahun 2001 Jawa Barat ( Kab.1.

95 Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU. Lampung tapioka rakyat Tengah) Selesai 2.94 BPPT. Teknologi Agroindustri Tahun 2001 Riau ( Kab. Klaten) Tahun 2001 Lampung ( Industri tepung Kab. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.I Yogyakarta Selesai 2. Dit. Dit. Desember 2003 .1. Dit.1.93 Diseminasi teknologi Pengembangan Teknologi Proses Produksi Tapioka Rakyat dan Pengolahan Limbah Secara Terpadu Pemberdayaan IKM Diseminasi teknologi di Sentra Industri Melalui Pengembangan Collective Cybermarketing Implementasi Diseminasi teknologi Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Tepung Tapioka Rakyat BPPT. Dit. 2. Temanggung) Selesai 2.1. Jawa Tengah (Kab. Tegal.1. Teknologi Agroindustri BPPT. menengah Sidoarjo).1.92 Diseminasi teknologi BPPT. Dit.1.No. UPT EPG Tahun 2001 Jawa Tengah Produsen tapioka ( Kab.90 Diseminasi teknologi Tahun 2001 D.91 Diseminasi teknologi BPPT. Kendari) Selesai 2.1.89 Nama Upaya Penerapan Teknologi Industri Pengolahan Kopi Rakyat Penerapan Teknologi Produksi Chips dengan Vacuum Frying Penerapan Teknologi Dry Klin Skala Industri Rakyat dengan Kualitas Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Sagu Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT. Teknologi Agroindustri Petani sagu Tahun 2001 Sulawesi Tenggara ( Kab. Kampar) Selesai 2. UPTLSDE Tahun 2001 Jawa Timur Industri kecil dan (Kab. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 2001 Sumatera Selatan Sasaran Pondok Pesantren Darul Muttaqien Desa Tanjung Menang Produsen keripik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.

1.1. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Petani tambak/ Produsen pakan tambak Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU. Dit.98 Diseminasi teknologi Aplikasi Teknologi Peralatan Penunjang Produksi pada Ladang Garam Sistem Semi Intensif BPPT. Dit.99 Pembuatan Alat Penyeimbang Propeller untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pengrajin Propeller Konvensional Diseminasi teknologi BPPT. Teknologi Transportasi Tahun 2001 DKI Jakarta Petani garam Selesai 2. UPT-Balai Tahun 2001 Jawa Barat Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika Pengrajin propeller konvensional Selesai 2. Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Kawasan Tahun 2001 Jawa Timur (Kab. Ikan Lele dan Pelatihan untuk Mendukung Pemasyarakatan Teknologi BioCyclofarming Pelaksana BPPT. Desember 2003 .96 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Teknologi Diseminasi teknologi Kelautan dalam Menunjang Manajemen Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Diseminasi teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Melalui Produksi Bibit Unggul Unggas.No. Tuban) Peternak unggas dan Selesai ikan lele 2. UPT Baruna Jaya Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Banten ( Kab.1. Nelayan Serang) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.1.97 BPPT.100 Pelatihan Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Pembuatan Pakan Tambak dari Bahan Baku Lokal BPPT.1. 2.

UPTLSDE (Direktorat) Tahun 2002 NTB (Kab (8 bulan) Sumbawa) Koperasi "Mina Cahaya" Selesai .101 Pelatihan Pembuatan Kompon dan Barang Karet untuk Industri Kecil 2. Lubuk Raman.106 Unit Pengelolaan Pasca Panen Hasil Laut dengan Teknologi Konservasi Energi Matahari di Pulau Sumbawa . Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Produsen kompon dan barang karet Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi BPPT.Peran masyarakat selaku pengguna dirasakan kurang .Pelatihan BPPT.102 Pelatihan Penggunaan Teknologi Fish Finder untuk Nelayan Ikan 2. Balai Pengkajian Bioteknologi (Direktorat) Tahun 2002 Bali (Nusa (8 bulan) Penida) Peternak Selesai .Perguruan tinggi lebih berperan sebagai perantara .1.103 Pelatihan Pengembangan Usaha Pengecoran Logam 2. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Nelayan Selesai Pelatihan BPPT. Muara Enim) Rambang Dangku. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan 2. Desember 2003 . Kab.1.Studi literatur .105 Penerapan Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri di Muara Enim 2. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin (Tegal) pengecoran logam Selesai .Bantuan teknis penggunaan alat KUD “Berkas”.Pembuatan peralatan . Desa Selesai Tahun 2002 Sumatera (8 bulan) Selatan (Kab.1.1. Kec. .No.Manfaat teknlologi di masyarakat belum terlihat !! Lembaga Penelitian SMERU.Diskusi dengan pakar . Muara Enim Belum tersedia sumber air baku (belum adanya sumur yang seharusnya dibuat oleh pemda) .Disain dan BPPT.1.Kendala musim kemarau. P3TA pembuatan peralatan (Direktorat) .104 Aplikasi Biofertilizer Mikroriza Arbuskular dan Probiotik untuk Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah BPPT.1.Aplikasi di “green house” kemungkinan berhasil cukup tinggi tetapi butuh waktu yang lama 2.Pembuatan sarana dan prasarana BPPT.

P3TL (Direktorat) Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi Perikanan (8 bulan) (Kab.Pembuatan peralatan .107 Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Keramik 2.Pendampingan .Pemalan Darat "Mino Rejo" g) Selesai Kegiatan belum banyak melibatkan petani setempat dan lebih banyak melakukan uji produk-produk probiotek. P3TIST (Pusat) Tahun 2002 Jawa Tengah Masyarakat nelayan Selesai (6 bulan) (Kab.Pengumpulan data BPPT.1.Monitoring BPPT.Pembuatan peralatan .Penyediakan sarana BPPT.Sosialisasi Tahun 2002 Jawa Barat Koperasi dan (7 bulan) (KabBandung.110 Otomasi Mesin Punch/Stamping Berbasis PLC pada Industri Logam di IKM Ngingas .1.111 Diseminasi Diseminasi teknologi Teknologi (Sosialisasi) Konvensional untuk Rancang Bangun Kapal Nelayan di Daerah Cilacap BPPT.Desain dan (Pusat) pembuatan peralatan . 2.1.108 Pembangunan Industri Kecil Daur Ulang untuk Menangani Sampah Pasar Tradisional 2.1.Pendampingan Waktu Wilayah Tahun 2002 NTB (Kab (6 bulan) Lombok Tengah Desa Penunjak) Sasaran 25 pengrajin keramik/gerabah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi . P3TIT Peralatan : Aplikasi pembuatan peralatan Teknologi Pengolahan Produk Perikanan Laut Tahun 2002 NTB (Kota (8 bulan) Mataram) Dinas Pertanian Mataram.Sidoarjo) Selesai 2. Desember 2003 . P3TL . Nama Upaya 2.masyarakat Desa Margaasih) Selesai . Industri kecil (8 bulan) Jawa Timur menengah logam (Kab. P3TIAM (Direktorat) Tahun 2002 DKI Jakarta.Cilacap) dan pengrajin kapal kayu tradisional 2. P3TM dan prasarana (Direktorat) . nelayan dan peternak Selesai !" Lembaga Penelitian SMERU.109 Penerapan Teknologi Mikroba Probiotik untuk Pemulihan Kualitas Lingkungan Perairan Tambak Udang Jenis Kegiatan Pelaksana .112 Rancang Bangun Disain dan BPPT.No.1.Pendampingan BPPT.1.

1.116 Rancang Bangun BPPT.Monitoring Alam dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit untuk Pembuatan Papan Partikel Industri spring bed Tahun 2002 Banten (8 bulan) (Kab. Cilacap) Selesai -Teknologi yang digunakan belum pernah diuji coba -Kepemilikan desain sistem -Pengelolaan prototype -Terlalu berat pada kegiatan penelitian.1. 2.Informasi proses pembuatan Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.117 Pemberdayaan IKM Logam untuk Pengecoran Komponen Motor Bakar Aluminium .Disain dan 2. BTMP pembuatan peralatan (Direktorat) . sedangkan sosialisasi kegiatan dan penggunaannya kurang Perbedaan jenis bahan baku yang digunakan dengan perjanjian kerjasama . P3TM pembuatan peralatan (Direktorat) .1./Kota Bandung Kelompok usaha pengecoran logam Selesai -Tidak diketahui berapa potensi skrap aluminium daerah. P3TIP Alat Pengolah Serat pembuatan peralatan. Kab.Pandegl ang) Selesai -Disain dan 2.115 Rancang Bangun BPPT. Gowa -Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan tungku kurang -Kegiatan lebih ditekankan pada pembuatan alat.Bandung mendong ) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.Uji coba alat (Direktorat) Produktivitas Tangkapan Kapal Ikan Tradisional Tahun 2002 Jawa Tengah Kelompok nelayan (7 bulan) (Kab.113 Rancang Bangun Sistem Pengering pada Skala Industri Kecil Menengah Jenis Kegiatan Pelaksana .114 Rancang Bangun Pembangunan sarana BPPT. (Direktorat) .No. gerabah/keramik dan Gowa) KUB "Bontote’ne".1.Pengujian alat Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2002 Jawa Barat Kelompok pengrajin (6 bulan) (Kab.Disain dan BPPT. P3TIP dan Rekayasa dan prasarana (Direktorat) Peralatan Pembuatan Keramik untuk Industri Kecil Tahun 2002 Sulawesi Industri kecil Selesai (8 bulan) Selatan (Kab. apakah mampu mensuplai industri motor bakar yang dimaksud . Nama Upaya 2.Disain dan BPPT.Pelatihan yang direncanakan tidak dilakukan !# Lembaga Penelitian SMERU.1. Desember 2003 . UPTSistem Apung Darat pembuatan peralatan BPPH Guna Meningkatkan .

120 Fasilitas Pengembangan Usaha Masyarakat Pesisir Diseminasi teknologi BPPT (P2KDT) BPPT (BIT) Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.1.Kurang terlihat kerjasama dengan masyarakat . Krawang) Masyarakat pesisir Masih berjalan Diseminasi teknologi Masih berjalan 2.No. menengah Muara Enim) Masih berjalan !$ Lembaga Penelitian SMERU.Diseminasi teknologi BPPT.Kurang terlihat penerapan pada masyarakat luas/daerah setempat Potensi Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab.122 Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengolahan Batang Padi untuk Pembuatan Dos Tempat Telur 2. menengah Majene) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sumatera Usaha kecil Selatan ( Kab. menengah Sopeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2. Wajo) Tahun 2003 Jawa Barat ( Kab.118 Optimalisasi Potensi .Pembuatan (Direktorat) Menengah (IKM) prototipe untuk Pembuatan Komponen Motor Bakar 2. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 2.124 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri BPPT (P3TA) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab. P3TM Industri Kecil .121 Pabrik Pengolahan Diseminasi teknologi Crumb Rubber Mini di Pesantren "Al Islah" BPPT (P3TA) Pesantren Tahun 2003 Sumatera Selatan ( Kab Ogan Komering Ilir Tulung Selapan) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab.1./Kota Bandung Sasaran Industri kecil pengecoran Status Saat Ini Masalah Selesai .1.1.1. Desember 2003 .123 Teknologi Ekstraksi Diseminasi teknologi Minyak Kelapa dengan Cara Semi Mekanis 2.1.1.119 Strategi Pengembangan Usaha Peternakan 2.

1.1.129 Penerapan Teknologi dan rancang bangun Peralatan Pengeringan dan Produksi Serbuk Minuman Berbasis RimpangRimpangan 2. Bogor) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P2TFM) Tahun 2003 Jawa Barat Usaha kecil (Kota Bekasi) menengah Masih berjalan Diseminasi teknologi BPPT (P3TL) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab/Kota Cirebon) Usaha kecil pencucian botol Masih berjalan !% Lembaga Penelitian SMERU.1.1. Soppeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.128 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi dan Diseminasi Produksi Benih Ikan unggul 2.130 Pengurangan Penggunaan Air di Usaha Kecil Pencucian Botol untuk Menunjang Produksi Bersih Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab.125 Penerapan Teknologi Penanganan Pasca Panen Gabah Pelaksana BPPT (P3TA) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur (Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi 2. Lamongan) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2.127 Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Limbah Jagung untuk Pakan Ternak dan Pupuk Organik 2.1.No.1. Desember 2003 .126 Pemberdayaan Peternakan Rakyat Terpadu Melalui Penerapan Teknologi Industri Pakan Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab.

134 Pemanfaatan Energi Diseminasi teknologi Matahari untuk Pengolahan Produk Buah Salak 2. Nama Upaya 2.135 Pengembangan Diseminasi teknologi Kawasan dengan Pendekatan Agroindustri Terpadu untuk Memberdayakan Lahan Pertanian BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab.1.133 Penerapan Teknologi Pembakaran Kapur Menggunakan Dual Fuel sebagai Bahan Bakar BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Sumatera Barat ( Kota Padang) Usaha pembakaran kapur Masih berjalan 2. menengah Wonosobo) Masih berjalan BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan (Kab.No.1. Desember 2003 .1. menengah Soppeng) Masih berjalan !& Lembaga Penelitian SMERU.1.131 Pemanfaatan Teknologi Bambu Laminasi untuk Pengembangan UKM Furniture dan Kerajinan Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TL) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (Bogor) Sasaran UKM furniture dan kerajinan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Diseminasi teknologi 2.132 Pelatihan dan Bantuan Teknik Pembuatan Kokas Briket Batubara Kaway XVI Aceh Barat sebagai Kokas Metalurgi untuk Industri Pengecoran Logam BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Nanggroe Aceh Darussalam Industri pengecoran logam Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1.

138 Rancang Bangun Alat Proses Pemintalan dan Pewarnaan Benang Sutera Diseminasi teknologi 2.No.1. Klaten) menengah Masih berjalan 2.139 Penerapan Teknologi Peleburan Biji dengan Devided Blast Cupola di UPT Lab.137 Peningkatan Kualitas Teknologi Pembuatan Kapal Fibre Glass untuk Mendukung Pengembangan Masyarakat UKM Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TPSLK) Waktu Wilayah Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 NTB Usaha kecil menengah Masih berjalan Rancang bangun 2.136 Pemanfaatan Diseminasi teknologi Kawasan Pesisir Gorontalo untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma spp dan Gracilaria spp) 2.141 Disain Kapal dan Alat Tangkap yang Sesuai Kondisi Perairan Diseminasi teknologi BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 NTB (Kab.140 Pelatihan Pelatihan Pembuatan Bagan Penangkap Ikan tipe Semi Benam Beserta Alat Tangkapnya 2.1. Usaha kecil Lombok Barat) menengah Masih berjalan BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri kapal dan alat tangkap Masih berjalan !' Lembaga Penelitian SMERU.1. Logam Ceper BPPT (P3TIP) Industri benang Tahun 2003 Sulawesi Selatan (Kab.1. Desember 2003 .1. sutera Soppeng) Masih berjalan BPPT (P3TIP) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan 2.1.

1 Pengembangan .No.1. .144 Rancang Bangun Alat Hammer Mill untuk Diaplikasikan di Tambang Kapur Rakyat Rancang bangun Tambang kapur BPPT (P3TIAM) Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.Potensi keuangan daerah . perguruan tinggi.Belum adanya evaluasi dampak .Pembinaan pelatihan tidak berkesinambungan. . Lembaga Keuangan Mikro. Departemen Dalam Negeri (Depdagri) 3. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Januari Desember 2002 Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran utama Berlanjut ke aparat PMD propinsi tahun 2003 dan kab/kota yang secara langsung melakukan pelatihan masyarakat di wilayahnya. Malang . . Kec Turen) Masih berjalan 3.Pelatihan Pelatihan . Depdagri.142 Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan Teknologi Pembuatan Paduan Perunggu sebagai Bahan Gamelan dan Uang kepang untuk Para Perajin Kecil Pelaksana Waktu Wilayah BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Bali ( Kab.1.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Monitoring dan Masyarakat Evaluasi pelaksanaan Pelatihan di 17 provinsi.1.Belum terinformasikannya program pelatihan masyarakat . dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU.Dukungan program dari pusat untuk daerah pasca pelatihan masih rendah. Klungkung) Sasaran Perajin kecil Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2.rakyat Desa Sumberejo.Kurangnya koordinasi dan kerjasama antar unit kerja . Desember 2003 .Keterbatasan dana pendamping dan fasilitator . Nama Upaya Jenis Kegiatan 2.143 Penerapan Teknologi Tepat Guna Proses Pembuatan BalingBaling Kapal Diseminasi teknologi BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri baling-baling Masih berjalan kapal 2.

Belum optimalnya pendataan dan informasi potensi daerah .3 Pemberdayaan dan .Fasilitasi Depdagri. dan LSM 3.Pengembangan Pemasaran .Birokrasi yang berbelit .No.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Adanya gangguan keamanan di beberapa daerah . Pelaksana Waktu Depdagri. Lembaga Keuangan Mikro. dan LSM 3. masyarakat Berlanjut ke dan keluarga miskin tahun 2003 pedesaan.Temu konsultasi . khususnya perempuan Berlanjut ke tahun 2003 Adanya beberapa kegiatan yang tidak direncanakan sejak awal sehingga belum terprogram.Potensi keuangan daerah . Lembaga Keuangan Mikro.Potensi keuangan daerah . Lembaga Keuangan Mikro.Potensi keuangan daerah . Desember 2003 .Perubahan struktur organisasi .Fasilitasi dan sosialisasi gender . perguruan tinggi.Penanganan masyarakat tertinggal Beberapa propinsi di Indonesia Keluarga dan kelompok masyarakat miskin pedesaan.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga .Kurangnya kemampuan SDM untuk fasilitasi . Masalah Potensi .Sosialisasi tentang narkoba Beberapa provinsi di Indonesia Masyarakat.Terbatasnya alokasi dana . Ditjen Januari Desember Kesejahteraan pelaksanaan 10 PMD 2002 Keluarga (PKK) Program Pokok PKK . Ditjen Januari Desember PMD 2002 Wilayah Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran Status Saat Ini Pemda.Melaksanakan peringatan Hari Keluarga Nasional . perguruan tinggi.2 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan Jenis Kegiatan . perguruan tinggi. Ditjen Januari .Belum tertatanya seluruh perangkat daerah .Menyusun beberapa Rancangan Pedoman Umum pemberdayaan .Mendukung Depdagri. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU.Pengembangan Desember PMD Usaha Perkreditan 2002 dan Simpan Pinjam . 3.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Penyusunan laporan evaluasi. baik untuk pelaksanaan kegiatan maupun penyediaan dananya . Berlanjut ke tahun 2003 .4 Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat .Program tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan daerah .

Lokasi Kutai Kertanegera tidak layak sebagai sasaran proyek .Bantuan modal bergulir Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2000 . Desember 2003 .No.Mobilisasi konsultan Depdagri.1 Program . perguruan tinggi. 3.Potensi keuangan daerah .Sanksi tidak diterapkan secara efektif . Sulut. Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) 11 Kabupaten di 6 propinsi(Kalsel . perguruan tinggi.Pembangunan Depdagri.6 Program Community Empowerment for Rural Development (CERD) / Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD) .Pembentukan Kelompok Simpan Pinjam .Terjadinya benturan antara semangat otoda dan sifat sentralistik proyek .Pembangunan prasarana .Monitoring dan evaluasi. Lembaga Keuangan Mikro. dan LSM 3. Ditjen prasarana produktif PMD (pilihan masyarakat) . Sultra) Berlanjut ke Masyarakat miskin tahun 2003 perdesaan dengan lebih memperhatikan kelompok perempuan .Penyediaan pinjaman usaha . yang kurang berdaya sebagian kota/ (miskin) kabupaten .Kurangnya disiplin dan kemampuan masyarakat desa .5 Nama Upaya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan Pelaksana . . Ditjen .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Pengembalian pinjaman tidak lancar . Departemen Kelautan dan Perikanan 4.Pendampingan Pemberdayaan .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Penyerapan dana belum maksimal . Kalteng. Lembaga Keuangan Mikro.Kurangnya partisipasi orang miskin dan kelompok perempuan . 15. dan LSM 4.Pelatihan Ekonomi Masyarakat .Potensi keuangan daerah .Dana belum bergulir sepenuhnya Sudah berjalan selama 4 tahun dan akan dilaksanakan lagi pada tahun 2004 " Lembaga Penelitian SMERU.Pembentukan dan pemberdayaan kelompok masyarakat.Masalah aparat birokrasi Potensi .Penjajagan kemungkinan BPD tidak bersedia menjadi executing bank . Sulteng.481 desa) Sasaran Penduduk miskin di kecamatan miskin Status Saat Ini Masalah Berlanjut ke .Pertemuan dengan Tim Koordinasi pusat dan daerah .Sasaran kegiatan dan tahun 2003 pinjaman modal kurang tepat . 990 kecamatan.Pertemuan konsultasi regional bagi para konsultan pendamping Waktu Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) Wilayah 20 provinsi (130 kabupaten. Kaltim.Pelatihan PMD .Seluruh Masyarakat pesisir Masih berjalan 2003 provinsi.Pembentukan Pesisir (PEMP) Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) .

3 Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Daerah yang Mengalami Tekanan Ekologis di Bali dan Maluku Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Pengolahan Ikan Tahun 2001 Bali dan Maluku Masyarakat pesisir.5 Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir melalui Kemampuan Manajerial Usaha Budidaya Rumput Laut . Jawa Tengah (4 kota/kab.Mutu produk sulit dijaga. Papua.Penyerahan dana Sosialisasi Program . 4. Desember 2003 .Penyerahan seed Perikanan capital .Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) .Pelatihan . Sulawesi Tenggara. pengetahuan manajerial dan interpretasi di setiap KUB .Pendampingan .Bantuan teknis . lokasi yang berbeda. Tahun 2001 NTT.4 .Tidak/belum adanya simpanan anggota yang tetap .Pengembangan manajerial dan pemasaran .) Tahun 2002: Jawa Timur (Kab.Penyediaan ikan kerapu belum dapat dipenuhi secara berkelanjutan Ukuran ikan beragam .Pelatihan . Banten (1 kota/ kabupaten di tiap provinsi) Masyarakat pesisir Selesai Masyarakat kurang menguasai teknologi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang melalui penerapan teknologi tepat guna budidaya rumput laut. Selesai khususnya Kelompok Nelayan "Lestari" (Bali) dan KUM "Mina Mandiri" (Maluku) Bali (budidaya ikan kerapu): . 4.2 Nama Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Laut di Merauke Jenis Kegiatan Pelaksana .Pembinaan rutin Departemen Kelautan dan Perikanan.Pembentukan Departemen Lembaga Usaha Kelautan dan .Keterbatasan keuangan/modal anggotanya . Sulawesi Selatan. Merauke) Sasaran Masyarakat Pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada Potensi Mempunyai potensi untuk terus dikembangkan.Peningkatan akses modal Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2001 Tahun 2001: dan 2002 Jawa Barat. Malang) Perempuan pesisir Selesai Dapat dilanjutkan pada Yang dihadapi pengurus tahun mendatang dengan KUB: .Sosialisasi Program . "! Lembaga Penelitian SMERU.Penyuluhan .Pembentukan kelompok pelatihan Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Papua (Kab.Masih rendahnya minat anggota untuk memanfaatkan/ mengembangkan KUB 4.Pelatihan .Pendampingan .Pembentukan kelompok . DKI Jakarta. 4. Bali: Potensi pasar ikan kerapu sangat baik sehingga kegiatan ini layak dikembangkan di tempat lain. DIY.Keterbatasan kemampuan.No.

koperasi dan kelompok masyarakat pemanfaat Dana bantuan sulit bergulir Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang "" Lembaga Penelitian SMERU. Jatim.Pendampingan . dikembangkan terus pada Hal ini tidak menguntungkan lokasi yang berbeda. 4. Bali. Desember 2003 . bagi komunitas nelayan yang memanfaatkan pinjaman investasi.Pelatihan . Banten) Jawa Timur.8 Pengembangan Mina Ventura . 4. Jawa Tengah Status Saat Ini Masalah Potensi Selesai Iklim/cuaca laut menghambat Memungkinkan untuk aktivitas penangkapan ikan.Pembinaan manajemen usaha dan teknologi Tahun 2001 Departemen dan 2002 Kelautan dan Perikanan.Pendampingan .Pemberian dana bantuan langsung . NTT.No. 4.7 Pengembangan Grameen Bank melalui Lembaga Keuangan Masyarakat Pesisir Mikro Mitra Mina (LKMP-M3) . Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Usaha kecil Selesai menengah. Jatim.Sosialisasi program Departemen . Sulut.Pelatihan .Pelaporan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Th 2001: 7 Pondok pesantren dan 2003 kabupaten di 5 dan masyarakat di provinsi daerah pesisir (Jabar.Pengembangan sistem bagi hasil . Jateng. Jateng) Th 2003: 4 kota/kab di 4 provinsi (Sumbar.Pelatihan . Jatim. NTT. Th 2001: 5 kota/kab di 4 2002 dan provinsi 2003 (Jabar. Bali.Pengadaan modal usaha (barang. Maluku Tenggara) Th 2002: 2 kota/kab di 2 provinsi (Banten.Pengembangan pemasaran . dan NTT) Th 2003: 4 kabupaten di 4 provinsi (Sumbar.Pengembangan potensi .Pembentukan Kelautan dan kelompok Perikanan . Sulawesi Utara.Pinjaman modal Departemen Kelautan dan Perikanan Orang-orang miskin Selesai berdasarkan kriteria standar kemiskinan yang digunakan oleh Grameen Bank yaitu kriteria "pendapatan dan aset" Dana yang digulirkan kurang Sangat memungkinkan berkembang untuk dilanjutkan pada tahun mendatang pada lokasi sebelumnya ataupun lokasi baru yang berbeda.6 Nama Upaya Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir Melalui Pesantren dan Lembaga Agama Lainnya Jenis Kegiatan Pelaksana . Jateng. Bali. uang atau jasa) . Sulut) Tahun 2001.

Jatim.Perempuan pesisir dan pulau kecil yang berpotensi melakukan usaha .Fasilitasi pembentukan badan usaha perikanan . Banten.10 4.Nelayan pendatang yang terdaftar pada dinas terkait Tidak ada masalah Dapat terus berkembang.Nelayan tradisional Selesai yang berdomisili di sekitar SPD (SolarPacked Dealer ) nelayan setempat . Lampung Th 2003: 3 kabupaten di Jatim.Lokasi yang jauh dari pusat Memungkinkan untuk pemerintahan diteruskan .12 Korporatisasi Nelayan . 4.Permodalan . Maluku Sasaran Wanita nelayan Status Saat Ini Masalah Tahun 2001: Daerah cakupan terlalu luas selesai. sebagian kota/ kabupaten .9 Nama Upaya Program Pemberdayaan Wanita Nelayan Jenis Kegiatan .Pendampingan .Pelatihan . 4.Masyarakat pesisir Selesai dan pulau kecil yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem terumbu karang .Sosialisasi dan Diseminasi Program .11 .Pelatihan .Pengembangan usaha Pelaksana Departemen Kelautan dan Perikanan 4.No. Potensi Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan dan dibuat suatu model pemberdayaan perempuan nelayan . Desember 2003 . 6 kota/ kabupaten .Kelompok masyarakat pemanfaat Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang dengan lokasi yang berbeda "# Lembaga Penelitian SMERU.Transportasi terbatas Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Seluruh provinsi.Pengembangan kapasitas kegiatan melalui lembaga keuangan Mikro Mitra Mina (M3) .Pemberian dana bergulir Pengadaan bahan Dana Ekonomi bakar solar bagi Produktif (DEP) Khusus Pengadaan nelayan Bahan Bakar Solar bagi Nelayan Pengembangan Alternatif Pendapatan Masyarakat Pesisir di Lokasi Konservasi Terumbu Karang Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Th 2001: 3 dan 2003 kabupaten di Jateng.Masyarakat pesisir Selesai .Identifikasi lokasi dan kelompok .Penyusunan Pedoman .Pendampingan Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 6 provinsi. tahun 2003: masih berjalan. Sulsel Tahun 2002 3 kabupaten di Papua. Kalsel.

Pembuatan pedoman Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.Penyusunan buku dan leaflet .Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) M3 .Pelatihan dan peningkatan SDM .Pengembangan pemasaran .Usaha kecil masyarakat pesisir dengan cash flow harian Potensi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang 4. Sasaran Status Saat Ini Masalah .Identifikasi masalah Departemen dan sumber Kelautan dan permodalan Perikanan .Pendampingan .Masyarakat desa pesisir. Selesai Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4. dan NTB.Bantuan langsung masyarakat (modal) .Workshop .Fasilitasi .Penguatan kelembagaan .Pelaporan Waktu Wilayah Tahun 2003 6 kota/ kab di Riau. .Monitoring dan evaluasi . Sumenep) .Pembinaan .Praktek usaha ekonomis produktif .No.Perguruan tinggi lokal dan/atau lembaga riset dan lembaga lain (LSM) yang relevan. Kalbar.Lembaga Selesai Tidak ada masalah perbankan dan penyandang dana lain .Sosialisasi . Sulsel.15 Pemberdayaan Petani Garam Departemen Kelautan dan Perikanan. Jabar.Sosialisasi .Pembentukan kelompok .Pengadaan modal usaha .14 Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan Berbasis Masyarakat .Fasilitasi dan pendampingan . Petani garam dan Sulawesi Selatan Selesai Tidak ada masalah Memungkinkan untuk terus dilaksanakan pada tahuntahun mendatang hingga dapat dibuat model pemberdayaan petani garam "$ Lembaga Penelitian SMERU.Pembentukan kelompok . Tahun 2003 Jawa Barat.Masyarakat pesisir . 4.13 Nama Upaya Sosialisasi dan Fasilitasi Akses Permodalan Jenis Kegiatan Pelaksana . Desember 2003 .

10 Masyarakat pesisir kota/ kabupaten Selesai . dan LSM .Pembuatan panduan .1 Proyek Peningkatan . Sosialisasi dan Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Jenis Kegiatan Pelaksana .Pelatihan .A.Studi banding Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2002 9 provinsi.LKW/Pusginita: peserta pelatihan adalah isteri pejabat.Sasaran Latihan Kepemimpinan Wanita (LKW)/Pusat Kegiatan Wanita (Pusginita): Dharma Wanita Depdiknas kecamatan Proyek sudah selesai pada tahun 1999. .Lokakarya . 4. Sumatera Selatan Sasaran Masyarakat pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada masalah Potensi Memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4.Sasaran Latihan Keterampilan Usaha Wanita (LKUW): wanita miskin dan tidak berdaya .Dana bergulir 1997/1998Direktorat (P2W) di Pendidikan 1999 Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Th 1997-1999: 9 propinsi. "% Lembaga Penelitian SMERU.Lokakarya /workshop .No. Peranan Wanita . NTB.17 Tindak Lanjut Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan PulauPulau Kecil T. Sulsel.Pembuatan pilot project . bergulir.Dana belum bergulir sepenuhnya Memungkinkan untuk dilaksanakan kembali pada tahun berikutnya di lokasi yang berbeda. sehingga bila suami pindah. Perikanan praktisi.Proyek tidak sustainable Ada usaha yang meningkat. dan Lampung.Penyerapan dana belum maksimal . karena bersifat bertahap dan ada pula yang tidak.Pelatihan Tahun Depdiknas. . Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) 5.Diskusi pakar. tetapi pada tingkat kelompok masih berjalan. Sulawesi Selatan.Identifikasi dan Departemen analisis teknologi Kelautan dan . . 5.16 Nama Upaya Inventarisasi.Survei Lapangan .Penguatan kelembagaan . Desember 2003 . 2000-2001 .LKUW: tidak ada pembinaan sehingga usaha mikro menemui kendala pemasaran.Peluncuran web site Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur. maka istri ikut pindah pula. . Tahun 1999: 4 provinsi:Kalba r.

Mesin. khususnya alat-alat pertanian. 6.2 Pelatihan software Pelatihan Peningkatan komputer Kemampuan Industri Software Skala Kecil dan Menengah Depperindag Ditjen ILMEA Juni 2002.Bantuan modal Pelaksana Waktu Tahun 2002Depdiknas.3 Pelatihan Teknologi Pelatihan Produksi Industri Alas Kaki Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 dan September 2003 5 kota/kab. Tahun 2003: seluruh provinsi. Juli 2003 Jawa Barat (Kota Bandung) Tidak ada Meningkatkan jasa layanan UKM yang bergerak di bidang software . yang dikelompokkan dalam kelompok usaha (klaster) Pengusaha kecil dan Selesai menengah di bidang software .Tahun 2002 telah dilaksanakan . D. 6. Sasaran Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak ada masalah Perempuan yang menganggur. Jawa Barat) Peralatan IFSC yang merupakan bantuan dari Italy belum tersedia hingga Agustus 2003. 6.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September. Membantu dan meningkatkan usaha kecil dan menengah yang memproduksi alas kaki.1 Penumbuhan Pelatihan Tahun 2002 DKI Jakarta Depperindag Wirausaha Baru di dan 2003 Direktorat Bidang Software Jenderal Industri Logam. "& Lembaga Penelitian SMERU. Pada tahun 2002 pihak Ditjen ILMEA mengalami kesulitan menempatkan peserta sesuai spesifikasinya setelah mereka menempuh pelatihan tingkat dasar. 6. Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) 6.Tahun 2002 Tidak ada masalah telah dilaksanakan . . Berpotensi mengembangkan masingmasing kelompok di bidang teknologi informasi.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September. Peningkatan UKM di daerah yang berpotensi menghasilkan permesinan. 5.4 Peningkatan Kemampuan SDM Bengkel Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) Pelatihan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 Sumatera dan Barat (kota September Padang) 2003 UKM . yang membuat animasi dengan menggunakan komputer.I.Pelatihan Life Skill Education .2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Subsidi BBM -.No. Ditjen Pendidikan 2003 Luar Sekolah dan Pemuda Wilayah Tahun 2002: 11 provinsi. Yogyakarta. Di UKM 3 provinsi (Jawa Timur. Desember 2003 . dan Elektronika (ILMEA) Mahasiswa tingkat Sudah selesai akhir atau baru lulus dilaksanakan dari Universitas Gunadarma. miskin dan berada dalam usia produktif Potensi Proyek ini sangat bermanfaat bagi peningkatan usaha mikro.

Nelayan kecil November .Industri kecil 2003 menengah kapal nelayan Masih berjalan Belum ada masalah karena belum dilaksanakan 6. Apabila diterapkan oleh masing-masing UKM. Banten (6 kabupaten/ kota) September . UKM yang membuat Belum shuttle cock dilaksanakan. 6. Depperindag Ditjen ILMEA Agustus 2003 4 kota di Jawa Tengah. 6. Banten.6 Pengembangan Membuat cetak biru Desain Alsintan di protopype alsintan Kalimantan Selatan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Kalimantan UKM perbengkelan Selatan (kota Banjar Baru) 6. karena upaya ini Meningkatkan pendapatan masih dalam tahap kajian para nelayan di wilayah tersebut "' Lembaga Penelitian SMERU. elektronika. dan aneka.7 Meningkatkan Pemahaman Peraturan tentang HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Temu Usaha Kemitraan Industri Besar dengan Industri Alat Olah Raga Skala KecilMenengah Pengembangan Kemitraan Industri Besar dengan IKM Kapal Nelayan Sosialisasi melalui workshop. Jawa Barat.No. mesin.5 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Sumber Pelatihan Daya Manusia Pemeliharaan Mesin Sederhana Pelaksana Depperindag Ditjen ILMEA Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (kota Bekasi) Sasaran Karyawan perusahaan kecil yang mesinnya iddle capacity Status Saat Ini Masalah Akan Belum ada karena belum dilaksanakan dilaksanakan pada bulan September 2003 Bulan September 2003 Tidak ada Potensi Membuat mesin yang idle capacity dapat bekerja secara optimal sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Sosialisasi telah Belum ada dilaksanakan. Jawa Timur UKM di lingkungan industri logam. Pengembangan UKM perbengkelan di Banjar Baru.8 Temu usaha Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Jawa Tengah.9 . Meningkatkan industri peralatan olah raga (shuttle cock) 6.Menyusun pola kemitraan antara industri besar dan industri kecil menengah kapal nelayan . Desember 2003 .Kajian . hasil workshop akan meningkatkan mutu dan kepercayaan industri di bidang HaKI.Maluku Utara .Memberikan bantuan kapal nelayan Depperindag Ditjen ILMEA Belum ada. Jawa Barat.

Konsultasi UKM Tahun 2001. Masih berjalan .Bimbingan Pembiayaan Ekspor .Penataran /penyuluhan .11 Bimbingan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 .Peserta sulit memahami prosedur ekspor walaupun sudah diberi pengarahan .Seminar peduli mutu Depperindag .Banyak UKM yang mengundurkan diri di tengah pelaksanaan upaya Apabila ISO 9000 tercapai UKM akan mampu bersaing dalam hal mutu dan pemasaran sesuai dengan standar pasar internasional 6. Semarang.Desa / 1992/1993 .Wakil kelompok perempuan atau KUB yang menjadi binaan P2W departemen sektoral # Lembaga Penelitian SMERU. 6.UKM sulit mengakses perbankan karena terbentur agunan Potensi 6.Perempuan yang menjadi tokoh masyarakat setempat .Kualitas UKM (seperti manajemen dan produknya) masih kurang .Partisipasi pameran Hari Ibu (PHI) Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Tahun . Yogyakarta.1999: 2 2003 provinsi (2 kota/kab) 2000: 4 provinsi (5 kota/kab) 2001: 5 provinsi (5 kota/kab) 2002: 7 provinsi (7 kota/kab) 2003: 11 provinsi (11 kota/kab) Sasaran UKM di masingmasing wilayah Status Saat Ini Masalah Masih berjalan .Perempuan Sudah selesai pedagang golongan ekonomi lemah . Jabotabek.Konsultasi ke UKM/ Bimbingan Tata Laksana Konsultasi Ekspor bagi UKM Pelaksana Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen PLN) Waktu Wilayah Tahun 1999.2001: 5 2003 daerah.kecamatan di 1998/1999 Pulau Jawa .Pelatihan Ditjen PLN . Desember 2003 .10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Klinik Konsultasi .No.Ibukota kabupaten di luar Pulau Jawa .Temu usaha .Konsultasi usaha . 2002: Medan. 2003: Surabaya. Bali.12 Proyek Peningkatan Peranserta Wanita (P2W) di Bidang Perdagangan .

Industri Kecil dan Dagang Kecil (LPT INDAK) Jenis Kegiatan Tahun 1998/1999: penyaluran dana (pinjaman/dana bergulir) Tahun 2000 sekarang: perguliran oleh LPT INDAK: .No.Identifikasi sarana dagang yang potensial untuk dikembangkan .Beberapa pengusaha tidak disiplin mengembalikan pinjaman.Koordinasi dalam penataan dan penyusunan sarana dagang dengan instansi terkait Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6.Tidak langsung: usaha dagang kecil Produsen industri kecil Selesai 6.16 .TA 1998/1999 dan 1999: penyaluran .Identifikasi sarana dagang non-produsen .15 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 .Langsung: lembaga Selesai pembina UDK . provinsi) Status Saat Ini Masalah Selesai . Desember 2003 .14 Pengembangan Kerjasama Pasar Modern dengan Pedagang Informal dalam Rangka Memperluas Sarana Tempat Usaha Pedagang Kecil (UDK) (Proyek Pengembangan Dagang Kecil -PDK) Pengembangan Kelembagaan Pembinaan UDK (Proyek PDK) Peningkatan Mutu Sarana Pasar Hasil Industri untuk Mendukung Perluasan Pasar Produsen (Proyek PDK) JanuariDepperindag Desember Direktorat Jenderal Industri 2001 dan Dagang Kecil-Menengah (IDKM) Pedagang kecil non.Penyusunan pedoman pemanfaatan sarana dagang bagi pedagang kecil non produsen Pembentukan forum konsultasi lembaga pembina UDK Pelaksana Depperindag.Pembinaan /pelatihan .Kendala teknis dihadapi oleh masing-masing LPT provinsi.Koordinasi pemanfaatan sarana dagang non-produsen . .13 Nama Upaya Lembaga PembinaanTerpadu.Th 2000 sekarang: perguliran Wilayah Sasaran 23 provinsi Industri kecil dan (yang aktif 15 pedagang kecil. Potensi Berpotensi cukup besar dalam mengembangkan usaha kecil dan mikro asalkan disertai dengan pembinaan 6.17 Pengembangan Penetapan sistem Sistem Pemasaran pemasaran melalui Hasil Pertanian di warehouse DKI Jakarta (Proyek PDK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Petani dan pedagang kecil Selesai # Lembaga Penelitian SMERU.Selesai produsen 6.Pemberian modal bergulir . Ditjen IKDK (Th 1998/1999 1999) LPT INDAK (Th 2000 – sekarang) Waktu . 6.

No.PKUK) Assesment Kemampuan Penerapan Teknologi Tepat Guna/Teknologi Maju UKM-Indag Kerjasama dengan Perguruan (Proyek PKUK) Pengembangan Industri Kulit Pendukung Pendirian IFFC Bantuan Italia (Proyek PKUK) Jenis Kegiatan .21 Pembinaan dan .Lokakarya lintas Peraturan sektoral Perundang. 6.19 Penyusunan matrik Depperindag penerapan teknologi Sesditjen IKDK pada UKM-Indag per komoditi JanuariDesember 2001 Tidak langsung: UKM Selesai 6.Sosialisasi Undangan dan Kebijaksanaan Pemerintah yang Prioritas dan Strategis bagi Usaha Industri Kecil Pangan (Proyek PKUK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2001 Usaha kecil Selesai 6. Desember 2003 .22 Depperindag Ditjen IDKM Industri kecil pangan Selesai # Lembaga Penelitian SMERU.20 Pemantauan dan evaluasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 Usaha kecil Selesai 6.18 Nama Upaya Bantuan Tenaga Ahli untuk Pengembangan UKM (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil .Penyusunan kebijakan IKDK Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran .Monitoring GKM (Proyek PKUK) Pemasyarakatan .Penyempurnaan program UDK .Tidak langsung: usaha kecil dan menengah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Workshop Pengembangan .Langsung: IKDK .

Pemilihan UKMDepperindag Indag yang prospektif Ditjen IDKM .Bantuan sarana kelembagaan (UPK dan LPT IndagPropinsi) Bimbingan Penyusunan Proposal Kelayakan Usaha (Proyek PKUK) Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Kalimantan Timur.23 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan .28 Peningkatan Pelatihan Kapabilitas Kewirausahaan UKM (Proyek PKUK) #! Lembaga Penelitian SMERU.24 .Pelatihan dan bantuan tenaga ahli (resident consultant ) .Pengumpulan data/informasi .Pendampingan PKUK) .Dana bergulir UKM-Indag (Proyek . Kalimantan Barat.25 Penguatan Kelembagaan Pembina UKM-Indag (Proyek PKUK) JanuariDesember 2001 . Kalimantan Tengah.Pemilihan konsultan penyusun proposal .Tidak langsung: UKM-Indag 6.Sosialisasi program Depperindag dana bergulir Ditjen IDKM .27 Depperindag Ditjen IDKM Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2000 80 tenaga kerja yang Selesai mengalami PHK 80 wira usaha baru (WUB) terpilih Selesai 6.Monitoring dan evaluasi Depperindag Sesditjen IDK JanuariDesember 2001 UKM Selesai 6.26 Penumbuhan Pelaksanaan ToT Kewirausahaan AMT Pada Lembaga Keagamaan/Pontren Melalui TOT AMT (Proyek PKUK) Inisisasi WUB (Proyek PKUK) Pelatihan JuliSeptember 2000 Pondok pesantren Selesai 6.No. Desember 2003 .Diseminasi kepada Perbankan .Penyusunan proposal usaha . 6. Bengkulu Sasaran UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Langsung: lembaga Selesai pembina UKM-Indag .

Sosialisasi UPK ke kab/kota .Tidak langsung: UKM-Indag Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.33 6. Jabar.35 Pengembangan Industri Garam Rakyat (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Barang Karet (Proyek PIKM) .31 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Produsen minyak atsiri Selesai 6.Promosi dan informasi pasar .Langsung: UPK .Fasilitasi /koordinasi pihak-pihak terkait . 6. Kalsel UKM produsen Selesai barang-barang karet #" Lembaga Penelitian SMERU. Jatim.32 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 JanuariDesember 2001 Produsen gambir Selesai 6.29 Nama Upaya Penguatan Kelembagaan UPK Kabupaten/Kota dalam Penyaluran Dana Bergulir (Proyek PKUK) Pemutakhiran Informasi Hasil Litbang Perindag dalam Pemecahan Masalah Teknologi (Proyek PKUK) Fasilitasi Pengembangan Minyak Atsiri Nasional (Proyek (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah -PIKM) Fasilitasi Pengembangan Gambir Nasional (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kelapa Sawit Terpadu (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan .Depperindag hasil litbang untuk Ditjen IDKM UKM JanuariDesember 2000 UKM Selesai 6.34 6.Monitoring dan evaluasi Pembuatan modul pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Produsen minyak Selesai goreng kelapa sawit skala kecil.30 Penyebarluasan hasil. Lampung.No.Bantuan tenaga ahli .Penyusunan panduan lembaga UPK kab/kota Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2000 Wilayah Sasaran . Sumut.Diseminasi teknologi . Desember 2003 . Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 FebruariDesember 2001 9 provinsi Selatan) UKM garam Selesai Penyusunan buku Depperindag panduan Ditjen IDKM pengembangan mutu barang-barang karet.

Menentukan komoditas unggulan IK-LME .Pembentukan aliansi usaha Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 14 provinsi IK LME (Industri Kecil Logam. Sulsel Sasaran Wirausaha Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6. Desember 2003 .41 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IK Sanlita Selesai 6.Identifikasi dan inventarisasi kelompok sasaran pelaksanaan kemitraan . Elektronika dan Mesin) Selesai 6.42 Pengembangan Aliansi Usaha Produk Kayu Olahan Pasar Ekspor (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen kayu Selesai ## Lembaga Penelitian SMERU.Pembuatan buku panduan . 6.Uji coba lapangan .Monitoring dan evaluasi .Temu usaha/bisnis .37 Mengadakan temu usaha Depperindag Ditjen IDKM UKM pupuk Selesai 6. Lampung.40 Peningkatan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Pengembangan Industri Pulp (Proyek PIKM) Pemasyarakatan Kemitraan Usaha IK Sanlita dengan Usaha Besar (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Masyarakat peminat Selesai industri pulp skala kecil 6. Sumbar. Jawa.Workshop .No.Bimbingan Depperindag .39 .36 Nama Upaya Pengembangan UKM Pestisida Organik (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Pupuk (Proyek PIKM) Peningkatan Mutu Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIKM) Bantuan Tenaga Ahli dalam Rangka Pembinaan dan Pengembangan IKLME (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu FebruariDesember 2001 FebruariDesember 2001 JanuariDesember 2000 Wilayah Sumut.Penyusunan draft pemanfaatan limbah pertanian .Sosialisasi .Bantuan bahan dan Ditjen IDKM peralatan Industri kecil pangan Selesai 6.38 .Konsultasi bimbingan/pelatihan .

Perak) (Proyek PIKM) Pengembangan Pola Kerjasama UKM-Indag Antar Negara Asean (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.Penyusunan sistem Sesditjen IKDK perguliran dana industri kecil/rumah tangga kab/kota .Temu usaha .46 Fasilitasi Kelancaran Pengadaan Bahan Baku (Kayu.45 .47 .Emas. Desember 2003 .No.44 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen rotan Selesai 6. 6.Penyusunan hasil evaluasi kesiapan UKM menghadapi AFTA Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 UKM Indag Selesai 6.48 Penyusunan Penyusunan Informasi Peralatan informasi mesin dan dan Mesin Industri peralatan Kecil Pangan (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IK pangan Selesai #$ Lembaga Penelitian SMERU.43 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Pembuatan buku Aliansi Usaha panduan Produk Barang Jadi Rotan Pasar (Proyek PIKM) Pengembangan Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran (Proyek PIKM) Peningkatan Pemanfaatan Skim Kredit UKM/Permodalan UKM (Proyek PIKM) Identifikasi kemampuan daerah penghasil rotan (bahan baku) dan jenis rotan yang dihasilkan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran IKM produsen barang jadi rotan pasar Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Pemasyarakatan Depperindag pola kerjasama UKM Sesditjen IKDK antar ASEAN .Workshop Depperindag .Penyusunan kerjasama Depperindag Sesditjen IKDK JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.Analisis tingkat kemampuan UKM representatif .Pemasyarakatan .

Mengumpulkan data Depperindag dan informasi Ditjen IDKM .Menyusun laporan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6. 6.49 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyusunan Modul Pembuatan modul Depperindag peningkatan teknologi Ditjen IDKM Pelatihan Pembuatan Arang pembakaran Briket (Proyek PIKM) Penyusunan Materi Bimbingan Penerapan Sikap Kerja 5-K/5-S (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Mesin dan Peralatan Pengolah Hasil Produk Pertanian.Depperindag K/5-S Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah 7 provinsi Sasaran Status Saat Ini IKM produsen arang Selesai briket Masalah Potensi 6.Langsung: pembina pengrajin IKM Selesai 6.Menyusun /mencetak katalog mesin/peralatan .Supervisi / evaluasi .Pengiriman tenaga Depperindag Promosi Pasar Hasil ahli Ditjen IDKM Ikra (Proyek PIKM) . Perkebunan dan Kehutanan (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Pakaian Jadi Wanita Dewasa (Proyek PIKM) Penyusunan materi 5. JanuariDesember 2001 IKM produsen Selesai pakaian jadi dewasa 6.Menyusun katalog .No.Tidak langsung: IK Selesai LME .Inventarisasi dan Depperindag identifikasi pola dan Ditjen IDKM desain .Pemberian informasi mengenai pola.54 Peningkatan .Menyebarkan dan mengadakan desiminasi ke sentra hasil pengolahan pertanian dan perkebunan .52 .50 JanuariDesember 2001 .Penyusunan laporan JanuariDesember 2001 Industri kecil rumah Selesai tangga dan kerajinan #% Lembaga Penelitian SMERU.53 Penyusunan Informasi Pakaian Jadi (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IKM pakaian jadi Selesai 6. Desember 2003 . teknik pengerjaan bahan/tekstil.Distribusi katalog ke daerah .51 .

58 Pelatihan Pedagang Pelatihan Eceran di Daerah (P2W Indag) Partisipasi Pameran Pameran dan Uji Coba Pasar Dalam Rangka Promosi Pasar Hasil Produksi KUB P2W Indag (P2W Indag) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 MaretDesember 2002 1 provinsi Wanita terkena PHK Selesai dan putus sekolah.57 Percepatan Peningkatan Daya Saing Minyak Atsiri (Proyek PKUKM) Bantuan Pengembangan Desain dan Diversifikasi Produk (Proyek Peningkatan Peran Serta Wanita Bidang Industri dan Perdagangan . 6.59 Depperindag Ditjen IDKM 10 provinsi KUB dari desa binaan Selesai #& Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .56 6.P2W Indag) Workshop Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 MaretDesember 2002 Jawa Barat Petani/perajin (60 orang) Selesai .Bimbingan dan penyuluhan . 6.Penyebaran informasi perkembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM 20 provinsi Wanita perajin di pedesaan yang tergabung dalam KUB Selesai 6.No.Bantuan peralatan .55 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Pelatihan Peningkatan Pemanfaatan Minyak Atsiri (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil dan Menengah -PKUKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Produsen minyak atsiri Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.

Penyusunan konsep Depperindag Konsepsi Sertifikasi sertifikasi Ditjen IDKM Peningkatan Sistem .64 .Pameran .No.Langsung: aparat lembaga pembina IDKM pangan dan lsm .61 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .Penyusunan pedoman penerapan GMP JanuariDesember 2002 Selesai 6.Sosialisasi dan Depperindag bimbingan Ditjen IDKM .65 Penyusunan .Bantuan bahan-alat pengemasan IK pangan Selesai 6. pedagang dan industri pengolahan Selesai #' Lembaga Penelitian SMERU.62 .63 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IDKM pangan Selesai 6. Desember 2003 .60 Nama Upaya Pameran Produk Industri Kecil Pangan yang Telah Diproduksi dengan Baik (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil -PIK) Training Of Trainer Bidang GMP Untuk Aparat Lembaga Pembina IDKM Pangan dan LSM (Proyek PIK) Peningkatan Keamanan Pangan dan Pencanangan Gerakan yang Baik dan Benar Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Pelatihan Produksi Bersih Bagi IKM Pangan (Proyek PIK) Fasilitasi Peningkatan Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Jenis Kegiatan .Tidak langsung: IDKM pangan IKM pangan Selesai 6. 6.Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 5 ibukota provinsi Rumah makan.Bimbingan dan Depperindag konsultasi Ditjen IDKM .Temu usaha Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.

Pengusaha industri kecil sandang Selesai 6.Langsung: tenaga Selesai penyuluh di bidang TPB .69 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Selesai 6.67 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM Selesai 6. 6.71 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kulit Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.Workshop Produksi Bersih pada Industri Pencelupan dan Industri Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Magang Kerja Magang kerja Pengusaha Penyamakan Kulit (Non-konvensional) dalam Rangka Pengembangan IKM Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .70 Pelatihan TOT .Pelatihan Fasilitator Teknologi .68 Pelatihan kewirausahaan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 Santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren. Desember 2003 .Tidak langsung: IK pencelupan dan penyamakan kulit 6.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Temu usaha Kemitraan Bisnis IK Pangan dengan Supermarket/Ekspor tir dan Perhotelan (Proyek PIK) Fasilitasi Pembinaan dan Kerjasama IDKM Pangan dengan BUMN dan Perusahaan Besar (Proyek PIK) Pengembangan IDKM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIK) Pelatihan Teknik Pencelupan dan Pewarnaan dengan Menggunakan Zat Warna Nabati (Proyek PIK) Pembinaan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.No.

76 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat (Cirebon) Perajin rotan Selesai 6.75 Depperindag Ditjen IDKM Desember 2002 Jawa Barat. 6.Sosialisasi Manajemen Mutu pada Industri Barang Jadi Kulit (Proyek PIK) Pelatihan Pelatihan Pengembangan Industri Kecil Sabut Kelapa (Proyek PIK) Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Pembuatan Arang Briket (Proyek PIK) Pelatihan Desain dan Peningkatan Mutu Produk Barang Jadi Rotan (Proyek PIK) Pengembangan Pola Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran Hasil Rotan di Cirebon (Proyek PIK) Pelatihan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK produsen sutera Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kuit Selesai 6.77 .73 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pilot Project Pelatihan Peningkatan Mutu Persuteraan di Sulawesi Selatan (Proyek PIK) Pemasyarakatan .72 6.Identifikasi industri kecil barang jadi rotan di Cirebon Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat IK rotan Selesai 6.78 Fasilitasi Penerapan Pelatihan Cara Produksi yang Baik (GMP) pada Industri Kecil (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 30 petani gambir Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.Bimbingan Penerapan Sistem .74 Depperindag Ditjen IDKM Tahun 2002 IKM produsen sabut Selesai kelapa 6. Desember 2003 . DIY Perajin arang tempurung Selesai 6.No.Identifikasi Depperindag kemampuan daerah Ditjen IDKM penghasil rotan (bahan baku) di 6 wilayah .

83 Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM logan dan elektronika Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU. serta kerajinan. Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Industri dan dagang Selesai kecil dan menengah Masalah Potensi 6.80 Workshop Peningkatan peningkatan Kemampuan Bengkel Kendaraan kemampuan Bermotor Kecil Menengah (Proyek PIK) Diseminasi Teknologi Tepat Guna Peralatan Proses Minyak Kelapa Sawit. kimia dan bahan bangunan. sandang.79 Nama Upaya Pengembangan ETrade Industri dan Dagang Kecil Menengah (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Depperindag program/software Ditjen IDKM market place dan model bisnis pengoperasian untuk IDKM pangan.82 Bimbingan Depperindag konsultasi/sosialisasi Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Industri mesin pertanian Selesai 6.No. Kelapa dan Sutera (Proyek PIK) Sosialisasi Sistem Manajemen Mutu ISO-9000 pada Industri Mesin Pertanian (Proyek PIK) Partisipasi IDKM Logam dan Elektronika dalam Pameran Pusat (Proyek PIK) Temu usaha JanuariDesember 2002 Perbengkelan umum Selesai kendaraan bermotor kecil menengah 6. Desember 2003 . 6. logam dan elektronika.81 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IK minyak sawit. kelapa dan sutera Selesai 6.

84 Nama Upaya Pengembangan Perangkat Lunak dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi oleh IKM (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah IKM Sasaran Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.89 Penyusunan manual teknologi dan desain batik Penyusunan manual teknologi dan desain anyaman Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 MaretDesember 2001 IK batik Selesai 6. 6.91 Penyusunan Manual Penyusunan manual Teknologi dan teknologi dan desain Desain Perhiasan perhiasan perak Perak (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 IK perhiasan perak Selesai $! Lembaga Penelitian SMERU.86 Penyusunan direktori Depperindag Penyusunan Direktori Handycraft Ditjen IDKM Indonesia (Proyek PIK) Uji Coba Pasar Produk Kerajinan Unggulan (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Tenun Tradisional (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Batik (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Anyaman (Proyek PIK) Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IK interior dan kerajinan Pengusaha IDKM kerajinan yang potensial Selesai Selesai 6.87 JanuariDesember 2002 MaretDesember 2001 IK kerajinan Selesai 6.85 Pameran ICRA 2002 Pameran (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM 6.90 Depperindag Ditjen IDKM IK anyaman Selesai 6.No. Desember 2003 .88 Penyusunan manual teknologi dan desain tenun tradisional Depperindag Ditjen IDKM IK tenun Selesai 6.

Desember 2003 .Aparat dan pengusaha industri pedagang kecil menengah . Jawa Timur Selesai 6.Asosiasi.93 Pelatihan Penulisan Pelatihan Dokumen Paten Tingkat Menengah (Proyek PIK) Pelatihan Penerapan Pelatihan Sistem Mutu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Sasaran . UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Selesai 6. Jawa Timur Selesai 6.Tidak langsung: pengusaha IDKM Jawa Barat.Penyebaran booklet Ditjen IDKM / leaflet . 6.Langsung: aparat pembina IDKM . anyaman bambu DIY. Jawa Tengah.97 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Depperindag Proses Produksi alat pengering bambu Ditjen IDKM Melalui Bantuan Alat Pengering Bambu (Proyek PIK) Sosialisasi HaKI bagi UKM (Proyek PIK) .96 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 DIY.92 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Fasilitator Pelatihan HaKI IKDM bagi Pemula (Proyek PIK) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2002 Wilayah 6.Bimbingan MaretDesember 2002 Jawa Barat.95 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Proses Produksi dan tungku dan bantuan teknik produksi Bantuan Tungku bagi Industri Kecil Keramik (Proyek PIK) Peningkatan Teknis Pemberian bantuan alat pengering kayu Proses Produksi Melalui Bantuan Alat Pengering Kayu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Selesai 6.Apresiasi Depperindag .98 MaretDesember 2002 20 provinsi UKM Selesai $" Lembaga Penelitian SMERU.94 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 . Industri kecil Jawa Tengah.No. DIY IK keramik Selesai 6.

6. Jawa Timur (Gresik) Masih berjalan 6.Magang Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Perajin pemintalan Jawa Barat.PIKM) Jenis Kegiatan Fasilitasi kemitraan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Pengusaha kerajinan Selesai Masalah Potensi 6. sutera Sulawesi Selatan Masih berjalan 6. pertenunan Garut). Jawa Tengah.Pengembangan Ditjen IDKM Ikan (Proyek PIKM) preservasi ikan (bantuan peralatan. nelayan Kalimantan Timur.Bimbingan langsung Depperindag Pengembangan Teknologi Preservasi .104 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Sulawesi Usaha kecil Tenggara. fasilitasi) Bimbingan Pengembangan pengelolaan Business Development Service (BDS)/LPIDKM (Proyek PIKM) Pengembangan Kelaikan Kapal dan Motorisasi Kapal Nelayan (Proyek PIKM) .99 Nama Upaya Temu Usaha Kemitraan Pengusaha Kerajinan Dalam Rangka Ekspor (Proyek PIK) Fasilitasi Restrukturisasi Mesin/Peralatan Peningkatan Teknologi Tepat Guna Sutera Alam (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah .101 Pemberian bantuan Depperindag Pilot Project peralatan hand spun Ditjen IDKM Pengembangan Pemanfaatan Waste dan rewinding tangan (Limbah) Kokon Sutera (Proyek PIKM) .102 JanuariDesember 2003 Jawa Barat (Kab Sukabumi) Pengelola/pengusah Masih berjalan a tepung ikan (8 unit usaha) 6.Penyusunan Depperindag kelayakan Sentra Ditjen IDKM . Bali Masih berjalan $# Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .No.Bantuan mesin/peralatan pemintalan/pertenuna n MaretDesember 2003 Jawa Barat IKM di bidang (Kab. Sumatera Barat.Penyusunan panduan . pemintalan dan Bandung. DKI perbaikan kapal Jakarta.103 JanuariDesember 2003 10 provinsi UPT di bidang pertenunan dan pemintalan Masih berjalan 6.100 .Bimbingan penyuluhan .

Temu konsultasi uji Produk IKM Pangan BTP (Proyek PIKM) .Pelatihan Depperindag . 6.106 Nama Upaya Peningkatan Keterampilan Teknis Batu Mulia (Proyek PIKM) Pengembangan IKM di Propinsi NAD (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana .111 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Lampung. Perajin mebel kayu Jawa Timur (50 orang) Masih berjalan 6.Pelatihan Depperindag . Desember 2003 .Studi banding Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 JanuariDesember 2003 Wilayah Sasaran Perajin batu mulia Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi NAD (9 kota/kab) IKM Masih berjalan 6. Sulawesi Selatan IKM gula merah Masih berjalan 6.109 Depperindag Ditjen IDKM Jawa Tengah.No.Pemberian bantuan Ditjen IDKM mesin/alat .110 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 DI Yogyakarta IKM pupuk Masih berjalan 6.Pemberian bantuan peralatan/mesin .Magang Ditjen IDKM .105 6.107 6.Pelatihan TOT cleaner production Fasilitasi Sertifikasi Fasilitasi SNI Pupuk IKM (Proyek PIKM) Pelatihan Pengembangan Desain Mebel Kayu (Proyek PIKM) Forum Komunikasi Pengembangan IKM Pupuk dalam Mengatasi Hambatan Pemasaran (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kecil Menengah Gula Merah (Proyek PIKM) Bantuan Langsung Peningkatan IKM “at Company Leve l” (Proyek PIKM) Bantuan teknis berupa peralatan pengolahan gula merah Pembinaan Pelatihan JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 6 provinsi Aparat dan lembaga Mash berjalan pembina IKDM Depperindag Ditjen IDKM IKM pupuk Masih berjalan 6.112 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2003 20 provinsi IKM yang berorientasi ekspor Masih berjalan $$ Lembaga Penelitian SMERU.108 Peningkatan Mutu .

sandang.119 6. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya.115 6.No. pangan Selesai Selesai $% Lembaga Penelitian SMERU. Kalimantan Timur. Pelaku ekonomi (BUMN.114 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan IKM Bimbingan teknis dan Pengolahan Jamur manajemen Pangan (Proyek PIKM) Partisipasi TOT CEFE Pengembangan IKDM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 MaretDesember 2003 Wilayah Jawa Barat (Kab.Bantuan bahan . pangan 25 KUB binaan dengan komoditi kerajinan. Garut.Pendidikan keterampilan . Pondok pesantren Sumatera yang prospektif Utara.Bantuan peralatan Bantuan bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002 Maret Desember 2002 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB binaan baru dengan komoditi kerajinan. NAD Jawa Barat (Kab. Masih berjalan Aparat pembina P2W kabupaten/kota dan provinsi.116 Pengembangan Pasar Spesifik Produk Pangan Ciamis (Proyek PIKM) Lokakarya Fasilitasi Pengembangan P2W IDKM Pembangunan pusat Depperindag pemasaran bersama Ditjen IDKM produk pangan MaretDesember 2003 Masih berjalan Lokakarya Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002.113 6. Ciamis) 15 provinsi IK pangan Masih berjalan 6.Penyuluhan dan bimbingan . KUB. sandang.118 . Tasikmalaya. UKM) 25 wanita calon motivator Selesai Dengan otonomi daerah. Maret Desember 2003 15 provinsi 6.120 Pengembangan Desain . Desember 2003 .Konsultasi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB P2W IDKM di daerah Masih berjalan 6. Sulawesi Selatan. Karawang) Sasaran IKM pengolahan jamur pangan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Depperindag Sesditjen Jawa Timur. 6. 6.117 Pendidikan dan Latihan Motivator KUB bidang IDKM Penyuluhan dan Pembinaan Kelompok Usaha Bersama P2W bidang IDKM Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002.

yaitu peningkatan kemampuan/ pengembangan SDM.Inventarisasi KUB Partisipasi Pameran yang layak untuk Hari Ibu diikutkan dalam Pameran . 6.Pemantauan .122 Depperindag Ditjen IDKM Maret – Desember 2002 15 provinsi Instansi pembina di daerah dan KUB binaan Selesai 6. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya. yaitu peningkatan kemampuan manajemen usaha. dan pengembangan wirausaha baru.No.123 Bimbingan pengelolaan KUB di 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi KUB Masih berjalan Dengan otonomi daerah. Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sektoral.Seleksi barang untuk Pameran . Desember 2003 .Monitoring selama Pameran Pemantauan dan Pengendalian Pelaksanaan Program P2W Bidang IDKM di Daerah Pengembangan Wirausaha Baru melalui Pembentukan dan Pembinaan KUB P2W Bidang IDKM .125 .Bantuan peralatan dan bahan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 KUB di 15 provinsi Masih berjalan $& Lembaga Penelitian SMERU.Penilaian Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2002 Wilayah 15 provinsi Sasaran 25 KUB binaan. yaitu peningkatan/pengembanga n SDM 6.124 Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Latihan Motivator KUB Bidang IDKM Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 calon motivator KUB P2W IDKM daerah Masih berjalan 6.Pendidikan ketrampilan . Menunjang pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral.121 Nama Upaya Jenis Kegiatan Uji Coba Pasar dan . Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral. instansi pemmbina P2W IDKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Pengiriman barang ke lokasi Pameran .

dan pengembangan desain 6.No. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah $' Lembaga Penelitian SMERU. 6.127 Workshop Fasilitasi Ketersediaan Pasar dan Informasi melalui Penyusunan Rencana Teknis Program Pengembangan P2W Bidang IDKM Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi Masih berjalan Aparat pembina IDKM provinsi/kabupaten/k ota .Menunjang pengembangan IKM yaitu penyusunan program pendukung 7.Menambah fasilitator di daerah . Desember 2003 .126 Nama Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pengembangan Desain Jenis Kegiatan Bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2003 Wilayah 15 provinsi Sasaran 500 perajin di 15 KUB Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sekotral. yaitu peningkatan kemampuan/pengembanga n sumber dayaa manusia.

tombak penanggulangan Pembinaan dan kemiskinan dan salah satu keberlanjutan memerlukan akses peningkatan biaya besar kesejahteraan masyarakat .Pengembangan masyarakat dan kapasitas Pemda . menjadi pusat pengembangan berbagai sektor.BKM merupakan ujung besar . Departemen Pertanian (Deptan) % Lembaga Penelitian SMERU.Kredit modal kerja bergulir .Penyediaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).Keterlibatan pemda dalam mikro kegiatan proyek tidak terlalu . Desember 2003 . terutama ekonomi mikro . . 8.Proyek sangat berpotensi tingkat kelurahan berpartisipasi dalam kegiatan mengembangkan usaha .Penyediaan dana Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Pelaksana Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Waktu Tahap I : 1999-2001 Tahap II : 2002-2004 Wilayah Tahap I : 5 provinsi.Hibah prasarana dan sarana dasar lingkungan . termasuk pelatihan Tahap II: . 7. 59 kota/kab Tahap II : 13 provinsi. 79 kota/kab Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi Masyarakat miskin di Masih berjalan .Masyarakat kurang aktif .BKM berpotensi sebagai lembaga masyarakat untuk pengembangan good governance tingkat lokal.Penciptaan kesempatan kerja.Belum ada sumber dana .1 Nama Upaya Proyek Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP) Jenis Kegiatan Tahap I: .No.BKM dapat dikembangkan lain.

digunakan untuk : .No. kegiatan program masih terfokus pada pengembangan masyarakat dan jender. 75 desa). Lokasi pengembanga n pangan lokal disesuaikan dengan komoditas unggulan masingmasing wilayah.Pelatihan dan praktek .Berbagai sumber pangan lokal yang dimiliki seluruh wilayah masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut. tersebar di laut. 200 desa) Masalah . danau dan hutan serta ekositem lainnya . 225 masyarakat miskin desa).Penyaluran dana hibah prestasi mandiri Pembangunan pertanian dan ternak: . benih/bibit dan peralatan pertanian. .Potensi pangan nabati dan hewani yang cukup kaya dan beragam. Badan Bimas Ketahanan Pangan (koord.. Kelompok petani Masih berjalan dengan kriteria : . nasional) Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Tahun 2001. Potensi 8.2 Pengembangan Pangan Lokal (Program Penganekaragaman Pangan) Pemberian dana BLM..Penyakit ternak dan kesulitan dalam mendapatkan pupuk. Badan Bimas Ketahanan Pangan. Desember 2003 .Pengelolaan dana umum kelompok . 8.Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah .Penguatan kelembagaan kelompok .Konservasi tanah Pelaksana Departemen Pertanian.Di Jawa Timur.Penguatan modal Departemen Pertanian.Ketahanan pangan keluarga rendah . NTT( 95 kab. . Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan TA 2003 26 provinsi. % Lembaga Penelitian SMERU.Pengembangan tanaman pangan dan perkebunan .3 provinsi: Kelompok mandiri Masih berjalan 2004 Jawa Timur (6 yang beranggotakan kab.1 Nama Upaya Program Pengembangan Partisipasi Lahan Kering Terpadu (Participatory Integrated Development in Rain-Fed Areas PIDRA) Jenis Kegiatan Pengembangan masyarakat yang berperspektif jender: .Peningkatan kesadaran dan motivasi .Kegiatan kebun kelompok sebagai usaha bersama belum memperhatikan aspek kualitas.Belum pernah mendapat bantuan proyek .Pengembangan peternakan .Penggunaan simpan pinjam modal kelompok . NTB( 3 kab..Pelaku usaha yang gigih .

Ada indikasi kesalahan target penerima BLM tahun 2002 .Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan modal usaha Departemen Pertanian. 8.Pengembangan kelembagaan usaha .Ketahanan pangan keluarga rendah .Pelatihan/kursus .Pedoman umum terlambat diterima dan informasi yang disampaikan tidak menyeluruh .No.Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah . Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura (Ditjen BPH) Sejak Tahun 31 provinsi 2000 Petani/kelompok tani Masih berjalan .Belum pernah mendapat bantuan proyek Masalah Potensi 8.Tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan pola BLM % Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .Peningkatan kesadaran dan motivasi .Pelaku usaha yang gigih . yang digunakan untuk : .Pembinaan penangkar (Pengembangan informasi perbenihan dan Pemasyarakatan penggunaan benih bermutu) .3 Nama Upaya Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan (Program Penganekaragaman Pangan) Jenis Kegiatan Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat.Penguatan modal (diharapkan dapat digulirkan sesuai musyawarah dan kesepakatan kelompok) Pelaksana Departemen Pertanian. Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan Waktu TA 2003 Wilayah 23 provinsi Sasaran Status Saat Ini Kelompok wanita Masih berjalan tani-nelayan dengan kriteria : .4 Program Pengembangan Hortikultura Pengembangan komoditas unggulan yang telah ditetapkan: . Badan Bimas Ketahanan Pangan.

Bantuan usaha ekonomi produktif . Sasaran Status Saat Ini Petani/kelompok tani Masih berjalan dengan basis komoditi perkebunan Masalah Potensi Departemen Pertanian.Pendidikan dan pelatihan teknis .Dinamika kelompok tidak berjalan baik .Ada persepsi jika ternak mati maka kelompok bubar . Direktorat Jendral Bina Produksi Perkebunan Waktu Wilayah Tahun 2002 Tahun 2002: dan 2003 29 provinsi.Pencurian ternak .Paket benih sudah kadaluarsa .Penerapan teknologi peningkatan produktivitas tanaman .Penyediaan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang .Pengembangan produksi vaksin penyakit jembrana .Pembinaan kurang intensif . Tahun 2003: 29 provinsi. Bolaang Mongondow.Pengembangan usaha tani .Tingginya angka kematian .Sulawesi Desember Selatan (4 2002.Penyebaran ternak sapi dan kambing kepada petani .Terjadi penjualan ternak oleh Petani . Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Tahun 1996 .Kurangnya koordinasi .6 Proyek Pengembangan Usaha Tani dan Ternak di Kawasan Timur Indonesia (PUTKATI) Jenis Kegiatan KIMBUN PUSAT .5 Nama Upaya Proyek Pengembangan Kawasan Industri Perkebunan (KIMBUN) 8.Penyediaan fasilitas penunjang . Tahun kab. 8.Peningkatan kelembagaan petani .Penyebaran agroinput . %! Lembaga Penelitian SMERU.No.Pemberdayaan petani KIMBUN DAERAH .Pemberian Paket agroinput dianggap hibah .Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dan petugas proyek melalui pelatihan dan penyuluhan .). Gorontalo). Desember 2003 .Penyediaan jasa konsultan Pelaksana Departemen Pertanian.Pengembangan UPH tanaman . 2003 Sulawesi Utara (Minahasa. Maluku (Maluku Utrara) Petani/kelompok tani Selesai .Ada Sasaran tidak mendapat Paket agroinput.Penyuluhan dan penyebaran informasi .

Ditjen Lampung (1 BP2HP. .Unit pengolahan belum memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk mendapatkan Fasilitasi dan untuk dapat diusulkan mendapatkan sertifikasi . Sulawesi Selatan.7 Nama Upaya Peningkatan Kecintaan terhadap Komoditas Hortikultura Nusantara dan Pemanfaatan Peluang Pasar (Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri) Jenis Kegiatan Observasi tentang pengolahan dan pemasaran hasil beberapa komoditi hortikultura Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Jawa Barat. . Lampung. peternakan. agribisnis Pertanian. .9 Fasilitasi Penerapan Fasilitasi Jaminan Mutu Program Pengembangan Sistem Jaminan Mutu Tahun 2002 Jawa Timur (2 Pelaku usaha Departemen kab).Belum berfungsinya pasar tempat transaksi yang didirikan Departemen Perdagangan Selesai . 8. Sumatera Barat. Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen BP2HP) Status Saat Ini Masalah Selesai .Perlunya bimbingan dan pembinaan berkesinambungan Potensi 8. Mei Agustus 2002 Tahun 2001: Jawa Barat.No. Pelaku usaha di bidang sub sektor tanaman pangan.Pelatihan . Ditjen Kerja Jaminan Mutu BP2HP. DI Petani hortIkultura Departemen Yogyakarta Pertanian. Tahun Th 2002: Batam-Riau.Penerapan HACCP belum menyentuh pelaku agribisnis.Kesadaran akan penerapan sistem mutu masih rendah. hortikultura. Tahun 2003: Riau. Sulawesi Selatan. 8.Penyiapan Departemen Penyusunan Rencana Pertanian.Produktivitas budidaya tanaman masih rendah . perkebunan. Jawa Barat (3kab) Selesai .Upah tenaga kerja masih tinggi . %" Lembaga Penelitian SMERU. kab). Jawa Timur.Sistem jaminan mutu tidak dapat diterapkan karena tidak tersedia dana.Bimbingan teknis Mei September 2001.Adanya impor hasil holtikultura .8 Bimbingan Teknis Penerapan Jaminan Mutu (HACCP) Program Pembinaan Pengembangan Jaminan Mutu .Pengolahan paska panen masih tradisional . Bali.Pemasaran hasil olahan buah-buahan masih terbatas pada pasar lokal . Desember 2003 .

Kalimantan Selatan Selesai %# Lembaga Penelitian SMERU. Upaya 2: Pelaku agribisnis lidah buaya ( petani. Ditjen Agustus 2002. Sumatera Barat. usaha kecil Agam. Program Pengembangan Promosi Hortikultura . Ditjen 2001 . Desember 2003 .Lokakarya dan Nopember Departemen pameran agribisnis Pertanian.13 .10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Apresiasi Teknologi Pelatihan Pengemasan Sayuran Ekspor Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pelaksana Waktu 11-12 Departemen Pertanian. Pertemuan Nasional Pengembangan Agribisnis Lidah Buaya Apresiasi Sarana Pengolahan Hasil Hortikultura Program Pengembangan Sarana Pengolahan Upaya 1: Petani. Solok.Pemberian informasi Departemen Agustus – . pedagang dan industri) .Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil . 8. pengolah hortikultura. koperasi tani dan perguruan tinggi Upaya 1: Departemen Pertanian. kelompok tani.No.Penandatanganan BP2HP MOU pengembangan agribisnis tanaman obat antara pengusaha swasta dengan dengan kelompok tani.12 Program Pembinaan 1. koperasi. Apresiasi Teknologi Pasca Teknologi Pengolahan Panen dan Pengolahan Hasil Holtikultura 2.Petugas Dinas Pertanian propinsi dan kabupaten Selesai 8. Ditjen Oktober alat dan pengolahan BP2HP 2002 beberapa produk hortikultura Sulawesi Selatan. Tanah Datar) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8.11 Lokakarya dan Pameran Agribisnis Berbasis Biofarmaka. Ditjen September 2001 BP2HP Wilayah Sasaran Sumatera Kelompok tani dan Barat (Kab. Upaya 2: Kalimantan Barat (Pontianak) Petani / kelompok tani Selesai 8.Praktek penggunaan Pertanian. BP2HP Upaya 2: Juni 2002 Upaya 1: Sulawesi Selatan (Makasar).

bawang merah . Jambi. Masih berjalan %$ Lembaga Penelitian SMERU. pembinaan. monitoring dan evaluasi TA 2003 Departemen Pertanian. Ditjen September . Jawa Tengah. mengkudu.Kelompok tani/petani dan pengusaha bawang merah Selesai 8. setempat TA 2003: 16 provinsi Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Masih berjalan 8.Penyerahan bantuan BP2HP 2002 .17 Pembangunan / Rehabilitasi Rumah Potong Hewan (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Sumatera Utara. Sulawesi Utara. Desember 2003 . Kepulauan Bangka Belitung . Ditjen dengan pengusaha BP2HP sayur dan buah.Aksesibilitas permodalan .Pemberian AgustusDepartemen pengarahan Pertanian.Relokasi dan pembangunan baru: identifikasi lokasi.Petani manggis .Petani sayur dan buah . Kalimantan Tengah.Rehabilitasi: konstruksi.No. usaha . 8. TA 2001 2002 dan 2002: 25 kab. Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pengembangan Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) Proyek Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu . Nusa Tenggara Barat Sasaran Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8. manggis.Peningkatan SDM . Jawa Barat.16 Temu Usaha Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Fasilitasi pertemuan Departemen TA 2002 antara produsen Pertanian. konstruksi.Petani mengkudu .Temu wicara . pembuatan desain. Ditjen Bina Sarana Pertanian Jawa Barat.Pengadaan prasarana/sarana pengolahan /pendukung Dinas Pertanian Tahun 2001.Manajemen mutu.Praktek pengoperasian sarana pengolahan Wilayah DI Yogyakarta. pembinaan. Bali./kota 2003 provinsi.15 Fasilitasi di bidang : . Sulawesi Selatan.14 Nama Upaya Pembinaan Sarana Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura. pengolahan. pemasaran. monitoring dan evaluasi .

20 8.19 . padahal DAFEP merupakan kegiatan pemberdayaan petani melalui perubahan pola pikir petani sendiri. Seluruh kabupaten / kota Petani dan pekebun kecil . Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. 14 Departemen kabupaten Pertanian.Pengadaan pompa air sebanyak 64 unit . 15 Petani (laki-laki dan kabupaten / perempuan) dan kota anggota keluarganya.18 Nama Upaya Pengembangan Lumbung Desa Modern (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Pengembangan Tata Air Mikro (TAM) (Proyek Pengembangan Sarana Produksi Pertanian) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Pembangunan sarana Departemen TA 2003 Pertanian.Pengadaan handtraktor sebanyak 40 unit . Badan Pengembangan Sumberdaya Pertanian.No. Ditjen Bina Sarana Pertanian 8.Pembangunan jaringan TAM seluas 7000 ha . Ditjen Bina Sarana Pertanian Wilayah 10 provinsi.Peningkatan kapasitas petani untuk memperkuat kelompok tani dan mengembangkan jaringan kemitraan petani . volume pengadaan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia Penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 6. Ditjen Bina Sarana Pertanian TA 2002 Departemen Pertanian.Adanya anggapan bahwa FMA DAFEP akan memberikan bantuan fisik. 21 kabupaten Sasaran Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.Pengadaan pupuk dolomit.3 juta ton Tahun 2003 7 provinsi.Peningkatan kemampuan petani untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan 9 provinsi. yang memiliki usaha tani dan bermaksud mengembangkan usahanya . %% Lembaga Penelitian SMERU.21 Pupuk Bersubsidi Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian Penyuluhan yang Dikelola Petani (FMA : FarmerManaged Extention Activities ) (Proyek Dafep) TA 2003 Departemen Pertanian. 8. Desember 2003 .

Kegiatan 1. Pembinaan teknis 3. 8.Pelayanan keuangan mikro . Peternak pembibit anggota Pokkar bibit ternak. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penyuluhan Pertanian Waktu Fase I: Tahun 19971988.kembangan Nelayan Kecil (P4K) Kelompok Swadaya (KPK) . Kegiatan 2: Petugas Perbenihan Kab/Kota 8. Kegiatan 4. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) %& Lembaga Penelitian SMERU. Masih berjalan pengrajin kecil dan kelompok masyarakat miskin di pedesaan lainnya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.Penguatan kapasitas manajemen Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian 1. Dinas 1997/1998 2000 Peternakan provinsi dan kab/kota setempat Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai. Desember 2003 .PenumbuhPeningkatan Petani. 2 dan 3: kelompok penangkar (pokkar) benih . Fase II: Tahun 19891998. 2. Fase III: Tahun 19982005 Wilayah Fase I: 6 provinsi. dan 3 sudah selesai. Pelatihan teknis 2.Penguatan modal . Kegiatan penguatan modal. masih terjadi perguliran dana di masyarakat Masalah Potensi 8.Kegiatan 1. Penguatan modal Pelaksana Departemen Pertanian.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Pembinaan .Kegiatan 4: penangkar benih berpengalaman dan terhimpun dalam kelompok berpotensi untuk mengembangkan usahanya. Sasaran Status Saat Ini Petani-nelayan kecil .Pembinaan dan pelatihan 21 provinsi TA Departemen Pertanian.No. dan 4:Tim Teknis Kab/Kota. . 3.24 Pemberdayaan Penangkar Bibit Ternak (Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian) .23 TA 22 provinsi Departemen 1997/1998 Pertanian. 2000 Kegiatan 1. Fase II: 12 provinsi Fase III: 12 provinsi. Penguatan pasar benih/bibit 4.

Pimbagpro propinsi dan kabupaten Tahun 2001 26 propinsi dan 157 kabupaten. Dinas 1997/1998 2000 Perikanan Propinsi Sasaran Pokkar benih ikan Status Saat Ini Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai.Penguatan pasar benih/bibit .Pelatihan teknis . hortikultura dan aneka tanaman.Penguatan pemasaran . Desember 2003 . Masalah Potensi 8.Kata Bantuan diusulkan diganti menjadi Pinjaman karena bantuan cenderung diterjemahkan Petani sebagai pemberian atau hibah 9. Kegiatan penguatan modal. Dinas 1997/1998 2000 Perkebunan propinsi dan kab.Intervensi aparat dalam pengadaan sarana produksi pertanian akibat kurang optimalnya proses sosialisasi.Pemurnian dan penguatan mutu benih Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) TA 22 provinsi Departemen Pertanian.Pelatihan teknis .Pembinaan teknis .Penguatan kelembagaan Pelaksana Waktu Wilayah TA 21 provinsi Departemen Pertanian. Kelompok tani dan kelompok usaha agribisnis peternakan. Departemen Sosial %' Lembaga Penelitian SMERU.27 Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan Departemen Pertanian.Penguatan kelembagaan perbenihan .Penguatan modal penangkar ./kota Pokkar benih/bibit perkebunan 8. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) Kegiatan penguatan modal masih berjalan. usaha pangan komersial.25 Nama Upaya Pemberdayaan Penangkar Perikanan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Jenis Kegiatan .Penguatan modal penangkar .No. perkebunan (tanaman industri).Kelompok tani yang tidak bermasalah dengan KUT dan yang berpengalaman sulit ditemui. dan industri pengolah hasil pertanian Selesai . pola BLM dinilai paling sesuai pada saat ini terutama dalam mencegah kebocoran dana yang disalurkan kepada Petani . dana masih bergulir di tingkat pokkar.Beberapa kabupaten tidak melakukan penentuan calon komoditas dan calon lokasi sesuai dengan kriteria .Pembinaan teknis . . 8.26 Pemberdayaan Penangkar Perkebunan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian . .Berpotensi untuk diteruskan karena menurut evaluasi Itjen Deptan.

Tahun 2000 dan 2003 Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri . bukan keluarga.Tahun 2003: Fasilitasi pengadaan sapi potong (penggemukan) . penyandang cacat. miskin . Tuna Sosial. yang terdiri dari: anak nakal. .Bantuan alat kerja dan bahan untuk Usaha Ekonomi Produktif -UEP .Pembentukan KUBE . . namun pergulirannya masih berlangsung di masyarakat .2 Program KUBE untuk Anak Nakal.1 Nama Upaya Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin (FM) Jenis Kegiatan .Usaha Kesejahteraan Sosial Pelaksana Departemen Sosial. tuna sosial.Pembentukan UEP .KUBE beranggotakan 10 KBS perempuan dan laki-laki.Peserta bisa memiliki usaha .Jawa Timur (Malang) Kaum wanita (dalam Penyaluran keluarga) miskin dana sudah selesai. Sasaran Status Saat Ini Masalah .Banten (Serang) .KUBE banyak yang berkembang dan sangat berpontensi untuk terus berkembang.Bantuan keuangan Grameen Bank dengan sistem bergulir (Depnakertrans) Depnakertrans. NAPZA 10. 9.No. 30 propinsi Th 2003: 3 Kab/Kota. Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Waktu Tahun Anggaran 1984 hingga sekarang Wilayah Th 1984: 14 Kab/kota. 26 propinsi Th 2001: 153 Kab/Kota. Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial 30 propinsi Tahun 1996/1997 sekarang Masih berjalan Perseorangan. Desember 2003 . Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi 10. 26 propinsi Th 2002: 186 Kab/Kota. Penyandang Cacat.UEP berpotensi untuk berkembang karena penggemukan sapi memiliki peluang pemasaran yang sangat baik untuk memenuhi lonjakan permintaan daging sapi 9. Lanjut Usia. 9 propinsi Th 1998-1999: 106 Kab/Kota.Lemahnya sistem monitoring dari Depnakertrans ke LSM-LSM. lanjut usia. .1 Perluasan .Jumlah dana yang disalurkan kurang memadai (kecil).Fakir miskin yang Masih berjalan Penafsiran yang berbeda termasuk Keluarga tentang pengertian fakir Binaan Sosial. anak terlantar. 26 propinsi Th 1999-2000: 207 Kab/Kota. Potensi . dan NAPZA . 3 provinsi. sehingga untuk menjadi peserta harus mengantri.Jawa Barat (Kab Bogor) .Pelatihan Kesempatan Kerja pembinaan Melalui Pola .Bantuan alat kerja dan bahan untuk UEP Departement Sosial. Anak Terlantar.Membuka lapangan kerja baru khususnya untuk tenaga pendamping & Lembaga Penelitian SMERU.

desain produk.2 Nama Upaya Program Pembentukan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Terdidik (TKMT) Jenis Kegiatan . TA 27 provinsi Ditjen 1994/1995Pembinaan sekarang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Sasaran Status Saat Ini Angkatan kerja muda Masih berjalan tamatan SLTA dan D1.Magang .Pelatihan . dan peserta dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. Peserta pelatihan membutuhkan peralatan praktek (seperti alat untuk mengiris. Seiketsu. . Desember 2003 . Agustus 2003 di Bantul Pengusaha kecil (30 Selesai Jawa Barat peserta di setiap (Kab kabupaten) Indramayu). DI Yogyakarta (Kab Bantul) & Lembaga Penelitian SMERU. .Peserta menghadapi kendala dalam mengakses sumber ekonomi (pengadaan modal).Praktek Depnakertrans. 10. Potensi Meningkatkan wirausaha yang bisa membaca peluang pasar. Ditjen Penempatan Dalam Negeri.000 lulusan SLTA/D-1 selama Repelita VI 10.Pembinaan Pelaksana Waktu Wilayah Depnakertrans. Seton. Potensi sumber daya alam daerah seperti singkong dan pisang bisa dimanfaatkan. Seso. mempunyai kemandirian usaha serta pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan .Pelatihan .Terciptanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi 30. keluarga dan pengelolanya berpendidikan rendah sehingga mereka berpendapat mengurusi usaha lebih penting daripada mengkuti pelatihan dan praktek hingga selesai 10. Tidak ada. pemasaran.No.4 Pelatihan Keterampilan bagi Kelompok Kerja Wanita . terutama dari pekerja keluarga atau dari keluarga pengusaha Masalah .Praktek Depnakertrans. Setsuke (5S) di Usaha Kecil Menengah (UKM) . dsb) sehingga terjadi peningkatan anggaran . 10. alat pres untuk mengemas. 18 Juni 2003 Jawa Barat (Kab Ditjen Kuningan) Penempatan Dalam Negeri Ketua PKK (30 pengusaha kecil mandiri) Pelatihan sudah dilakukan.Pembinaan kurang memadai. Evaluasi akan dilakukan dalam enam bulan.5 Pelatihan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Pelatihan Depnakertrans.Pelatihan .dsb.3 Bimbingan Penerapan Seri. Tahun 20022003 Ditjen Penempatan Dalam Negeri 2002: 10 5 UKM di setiap provinsi provinsi 2003: 5 daerah (belum ditentukan) Masih berjalan Banyak UKM yang dimiliki Meningkatkan usaha UKM. Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten Juli 2003 di Indramayu.Sulit mendapatkan peserta yang mempunyai bakat dan minat di bidang wirausaha . Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam mengolah kekayaan alam menjadi produk yang lebih bernilai.

Kebanyakan usaha mikro tidak memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi persyaratan perbankan Tingkat kemacetan kredit yang relatif kecil.Pembina: Pemda Selesai Tk.Ketua kelompok usaha ekonomi produktif wanita 11. Desember 2003 .4 Menko Kesra & Lembaga Penelitian SMERU.No. DKI) . Kecamatan (Kaur Kesra .II (Kabag Sosial). Sesmenko Kesra 2000 Jakarta Pusat (peserta dari Jabar.1 Proyek Kredit Mikro Pemberian kredit.6 Nama Upaya Pelatihan Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Wanita Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Depnakertrans. Tahun 1994/95Ditjen 2003 Penempatan Dalam Negeri Wilayah Sasaran Pencari kerja. 11. keluarga miskin. 2004 propinsi di Mennegkop. 10. Individu usia produktif.. 1997/98: pengangguran dan Semua prov ibu rumah tangga kecuali Sulteng dan Sultra 1998/99: Semua prov kecuali Sumsel 1999/2000: 18 provinsi 2000/2001: 16 provinsi 2001/2002: 6 provinsi 2002/2003: 4 provinsi Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak bisa berlanjut karena keterbatasan dana Potensi Meningkatkan kondisi pengusaha kecil di masingmasing wilayah. Tahun 2001.Tingginya tingkat suku bunga kredit mikro .Seluruh Menko Kesra. UKM mempunyai ketahanan yang relatif baik 11. Jateng. wakil .2 Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Wanita Pelatihan 6-15 Maret Menko Kesra. Indonesia Depkeu. dan kelompok masyarakat yang potensial produktif Masih berjalan . Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) 11.3 Pelatihan Pengelola Pelatihan Kegiatan Lapangan Tahun 1999/2000 Penyelenggaraan Kelompok Belajar Usaha Kerja Produktif Menko Kesra Tahun 1999/2000 Jakarta Selesai 11.

Bantuan permodalan Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis). Nusa Tenggara Timur.Pengungsi daerah tempat kerusuhan yang sudah memutuskan bertransmigrasi. terutama keluarga miskin (keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I alasan ekonomi). Jawa Tengah. Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I Komunitas adat terpencil Masalah Potensi 11. Kalimantan Barat. .5 Nama Upaya Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin) Pasca Pengungsian di Permukiman Kembali Daerah Asal.7 Kredit Pengentasan Pemberian kredit Menko Kesra Kemiskinan melalui modal kerja dan kredit Usaha Kecil.Diutamakan yang pernah menerima kukesra sampai putaran terakhir dan ibu rumah tangga. Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) &! Lembaga Penelitian SMERU.Kelompok taskin yang telah menjadi binaan departemen 12. Lampung. Jawa Barat. Waktu Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Permukiman Bekas Kerusuhan dan Permukiman Transmigrasi Baru Jenis Kegiatan Bina Usaha dan Kemitraan: . 11. 11.Masyarakat yang bermukim di daerah asal tempat kerusuhan. Maluku. 18 provinsi Sasaran Status Saat Ini . . Selesai .6 Program Gerdu Taskin Pasca Pengungsian di Daerah Terpencil/Terasing Bina Usaha dan Kemitraan: . Desember 2003 .No. investasi Menengah dan Koperasi (Kredit Taskin UKMK) dan Kredit Pengentasan Kemiskinan melalui Skim Kredit Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kredit Taskin Inkra) Tahun 1999 Jawa Timur. NTT dan DI Yogyakarta.Fasilitasi & pembinaan usaha .Bantuan permodalan Pelaksana Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis).Fasilitasi & pembinaan usaha .

Penyertaan modal usaha . Jawa Timur Th 2002: Jawa Tengah.Sumatera sekarang Selatan.Pemberdayaan / pendampingan Pelaksana Waktu Wilayah Meneg PP. Masih banyak KSP/USPKoperasi yang membutuhkan dana MAP. &" Lembaga Penelitian SMERU.2 Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi (P2LK-MAP KSP/USP Koperasi) Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan Kementerian Koperasi dan UKM. UNS. ITB. Sumatera Utara Minimal 40 pengusaha keciltenant atau mitra binaan inkubator Masih berjalan Belum optimalnya Dinas Koperasi/badan yang membidangi Koperasi dan UKM dalam pembinaan inkubator bisnis di wilayahnya. Jawa kabupaten Timur. Inkubator MAP Inkubator) (IPB. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Penyaluran dana 13. 12. tumbuh 884 kelompok usaha.No. Konsentrasi terhadap pembinaan wirausahawirausaha baru. provinsi.5 tahun pelaksanaan program. NTB Sasaran Status Saat Ini Kelompok Usaha Masih berjalan Ekonomi Produktif Perempuan yang sudah ada dan yang baru terbentuk Masalah Potensi Positif : . Th 2001: 30 2002. Tahun 2001. 13. Inkubator bisnis dapat dikembangkan dan dibina. P3EL tingkat Kalimantan provinsi.Setelah 2. Jawa Timur. Kementerian Permodalan UKMK (sebagai dukungan 2002. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Th 2001: Jawa Barat. Sulawesi Selatan. Tim Tahun 2000 . Koperasi dan modal awal dan dan Lembaga UKM Deputi padanan kepada Keuangannya Bidang dengan Penyediaan inkubator bisnis) Pengembangan Modal Awal dan dan Padanan Melalui Restrukturisasi Inkubator (P2LKUsaha. 88 kab/kota Th 2002: 30 provinsi.Usaha Mikro dan Kecil Setelah pelaksanaan otonomi daerah. Barat. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan program P2LK MAP belum sepenuhnya tercapai. 277 kab/kota .KSP/USP Koperasi Masih berjalan .Realisasi penyaluran dana 163% dari plafon dengan tingkat pengembalian 79%. Jawa Tengah. Desember 2003 . .1 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (P3EL) Jenis Kegiatan . ITS) 13.1 Perkuatan Tahun 2001.

Sumatera Utara dan Lampung Th 2002 : 22 provinsi Usaha Kecil dan KoperasiPerusahaan Pasangan Usaha (UKK-PPU) Masih berjalan Koordinasi dan sinkronisasi antara tim yang ada di propinsi dan LMVD belum sepenuhnya tercapai. Jawa Tengah. 67 kab/kota Th 2002: 24 provinsi. Masih diperlukan pengembangan LMVD yang potensial dan bernilai tambah tinggi. 50 kab/kota Sasaran .LKM (Lembaga Keuangan Mikro) .3 Nama Upaya Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Keuangan Mikro (P2LK-MAP LKM) Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Modal Ventura (P2LK-MAP Modal Ventura) Jenis Kegiatan Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan kepada UKM Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM. sehingga dana MAP dapat diprogramkan kembali oleh pemerintah melalui wadah koperasi. 2003 provinsi. DKI Menengah dan Jakarta Koperasi) (Jabotabek). Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2001. 13. 2003 Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha dan Lembaga Modal Ventura Daerah (LMVD) Kementerian Koperasi dan UKM. Jawa Tengah dan Jawa Timur Masih berjalan Sinkronisasi program antara program yang dikembangkan di pusat dengan pemerintah daerah masih perlu dikembangkan Masih banyak UKMK yang potensial. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. Kementerian 2002. 13. Th 2001: 27 2002.No.5 Perkuatan Penyaluran dana Permodalan UKMK Penjamin Kredit dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Penjaminan (P2LKMAP Penjaminan) Tahun 2001 Sumatera UKMK (Usaha Kecil Barat.4 Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan (MAP) kepada UKK PPU Tahun 2001. Desember 2003 . produktif dan layak tapi memiliki keterbatasan modal dan membutuhkan fasilitas penjaminan kredit &# Lembaga Penelitian SMERU. . 13.Sulit memetakan usaha mikro yang produktif untuk dialokasikan program dana MAP.Sistem/pola penyaluran masih lemah Potensi Peningkatan pembinaan terhadap LKM untuk menjadi koperasi atau LKM tangguh. Lembaga Penjamin Th 2001 : Jawa Timur.Usaha mikro Status Saat Ini Masalah Masih berjalan .

Pemberian modal Kementerian . 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.Usaha skala kecil perguliran dana masih berjalan Secara umum tidak ada masalah.Sosialisasi program .Penyaluran dukungan dana operasional BDS . Desember 2003 .Koperasi/ kelompok Program sudah masyarakat/LKM selesai. dan Koperasi (PUK) Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha . 277 kab/kota UKM Selesai Tahun 1993. 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi. 277 kab/kota Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi .Identifikasi.6 Nama Upaya Pengembangan Lembaga Pengembangan Bisnis /Business Development Services (LPB/BDS) Jenis Kegiatan . seleksi.UKM dalam sentra berkualitas melakukan pemberdayaan terpilih .BDS Masih berjalan .Kurangnya kemampuan SDM (dalam membuat proposal. dan penetapan BDS .Konsolidasi dan pemantapan program BDS Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2002 2001 : 30 provinsi. perencanaan untuk sentra) 13.8 Proyek Pemberdayaan Usaha Kecil. Menengah.7 Penumbuhan dan Pengembangan Sentra UKM 13. 13.Pembinaan kepada Koperasi dan koperasi dan UKM.2001 : 30 2003 provinsi. kasifikasi dan perkuatan sentra UKM) Tahun 2001. Kelompok Deputi Masyarakat/LKM Pembiayaan Menumbuhkan dan mengembangkan sentra UKM (Penetapan. .Menentukan BDS yang Banyak yayasan baru yang .No.1993/94: 3 2001 provinsi 1994/95: 9 provinsi 1995/96: 10 provinsi 1996/97: 8 provinsi 1997/98: 8 provinsi 1998/99: 7 provinsi 2000: 8 provinsi 2001: 18 provinsi . Pada beberapa kasus terdapat kelompok masyarakat/LKM yang kurang lancar dalam pengembalian Masih banyak kelompok masyarakat/LKM yang memerlukan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya &$ Lembaga Penelitian SMERU.

30 provinsi.10 Nama Upaya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri (LEPMM) Proyek Peningkatan Kemandirian Ekonomi Rakyat (P2KER) Jenis Kegiatan . pada beberapa kasus ada anggota belum terbiasa dengan pola syari'ah Secara umum tidak ada masalah. pondok pesantren. Majelis Taklim lain yang sangat membutuhkan tambahan modal Kegiatan ini dapat mengembangkan usaha anggota KSP/USPKoperasi. BMT.Melalui penambahan modal lembaga sasaran dapat mengembangkan usahanya serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota. Pada beberapa kasus terdapat kesulitan dalam pengembalian .12 I. 101 kota/kab Status Saat Ini Kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan.Bantuan dana bergulir . sehingga mampu meningkatkan volume usaha KUKM &% Lembaga Penelitian SMERU. 81 Majelis Taklim kota/kab (Lembaga Mandiri 1998/99: 15 provinsi.KSP/USP Koperasi Tahun 2000. tapi berguliran dana kepada kelompok usaha lainnya masih berjalan Program sudah selesai tapi perguliran dana pada koperasi. BMT. Selanjutnya dapat mengimplementasikan dalam usaha KUKM. Majelis Taklim yang lain tetap berjalan Masih berjalan Masalah Secara umum tidak ada masalah. 30 Juni s/d 6 Juli 2003 II : 20 Juli s/d 26 Juli 2003 III : 28 Juli s/d 3 Agustus DKI Jakarta Peserta pelatihan Selesai diprioritaskan bagi pengelola BDSProvider yang telah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan belum pernah mengikuti Diklat BDSProvider yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM Secara teknis tidak ada. 2001 provinsi. dan Lembaga 2003 sebagian besar kab/kota Keuangan Mikro . .usaha kecil/mikro Wilayah 25 provinsi.11 .Dana bergulir untuk Kementerian modal kerja Koperasi dan .1997/98: 8 Pesantren.Pendampingan UKM Deputi Pembiayaan 13.Usaha kecil/mikro provinsi 2000 : 17 provinsi 2001 : 20 . Namun sebagian kecil kesulitan dalam mengembalikan pinjaman akibat dampak krisis ekonomi Potensi Dapat mengembangkan kelompok usaha dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota Secara umum tidak ada masalah.No.Koperasi.Pendampingan Usaha Kecil dan UKM Mikro Melalui Perkuatan Struktur Keuangan KSP/USPKoperasi dari Kompensasi Dana Subsidi BBM Diklat Manajemen Bisnis bagi Pengelola BDSProvider Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Sasaran Masyarakat yang tidak lagi berada dibawah garis kemiskinan. Desember 2003 . BMT. 119 yang Mengakar di Masyarakat/LM3) kota/kab 1999/2000 : 7 .Masih banyak koperasi. tapi untuk penyelenggaraan Diklat selanjutnya harus memperhatikan batasan umur peserta Melalui Diklat konsultan yang tergabung dalam dalam wadah BDS mendapat tambahan pengetahuan. 13.9 13. Pondok Tahun 1997.Pendampingan (oleh fasilitator) Pelaksana Waktu Tahun Kementerian 1998/1999 Koperasi dan UKM Ditjen Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam .Bantuan modal dana Kementerian Proyek bergulir Pengembangan Koperasi dan . sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya 13. pondok pesantren. dengan prioritas yang mampu menabung dan berusaha pada skala sangat terbatas .

. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2001. tetapi belum melakukan ekspor Masih berjalan Belum ada Belum terlihat 13.Kelautan dan perikanan .16 Member Education Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM. Bermoral.Industri kecil dan kerajinan . 13.Th 2002: 8 provinsi .Th 2003: seluruh Indonesia Tahun 2001 Banten Melalui diklat diharapkan peserta memperoleh keterampilan dan mampu meningkatkan daya saing.Agribisnis Kehutanan dan Perkebunan Potensi Tambahan pengetahuan melalui Diklat mampu meningkatkan volume usaha KUKM di berbagai sektor 13.15 Training of Trainer Pendidikan dan Latihan Pendidikan dan Latihan Export (TOT Diklat Ekspor) Kementerian Koperasi dan UKM. Berpengetahuan Workshop Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Belum Komponen dilaksanakan masyarakat (di seluruh Indonesia) yang menaruh perhatian pada pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) KUKM yang berpotensi ekspor. Jawa Timur . 13.Selesai Belum ada Indonesia (270 orang) dalam bidang: . Jawa Barat.13 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Diklat Perkoperasian Latihan dan Kewirausahaan bagi Pemuda Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Angkatan I : DKI Jakarta 8-14 September 2003 Angkatan II : 21-27 September 2003 Angkatan III : 29 September-4 Oktober 2003 9-12 Desember 2003 DKI Jakarta Sasaran Status Saat Ini Masalah Pengusaha muda se. Desember 2003 .Th 2001: 2003 Banten.14 Workshop Optimalisasi Peranserta Masyarakat dalam Pengembangan SDM Berkualitas. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Anggota koperasi yang terseleksi Selesai Tingkat pendidikan peserta mempengaruhi penerimaan materi yang diberikan saat Diklat Kinerja koperasi akan meningkat apabila SDM anggotanya ditingkatkan && Lembaga Penelitian SMERU.No.

Diklat Pasca Panen belum dilaksanakan Pengelolaan agribisnis ke depan melalui Kopontren sangat potensial karena dibantu santri 13.No. 13. peternak penerima Ogan sapi Komering Ulu) Belum ada kios pakan ternak Melalui Diklat ini peserta sapi dapat mengembangkan usahanya sesuai dengan SDA daerah masingmasing &' Lembaga Penelitian SMERU.17 Nama Upaya Pendidikan dan Latihan Keterampilan Otomotif Jenis Kegiatan Pendidikan dan Latihan 13. Sharp (20 orang). Desember 2003 .19 Pendidikan dan Latihan Keterampilan Elektronik Pendidikan dan Latihan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2002 DKI Jakarta dan 2003 Sasaran Anggota koperasi. dan sopir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak semua peserta dapat mengembangkan usaha bengkelnya sesuai dengan yang diharapkan Potensi Meningkatkan pendapatan masyarakat Tahun 2003 Seluruh Indonesia 30 koperasi di seluruh Indonesia Belum dilaksanakan Belum ada Belum terlihat 15-20 September 2003 DKI Jakarta Anggota Asosiasi Bengkel Elektronik dan koperasi (Jasa Service) Samsung (20 orang). mekanik bengkel.20 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan di Bidang Latihan Agribisnis dan Pasca Panen Tahun 2003 DKI Jakarta Diklat Budidaya Skala usaha tergantung dari sudah luas lahan dilaksanakan.18 Pendidikan dan Latihan Pedagang Eceran (Retail ) Pendidikan dan Latihan 13. Sanken (20 orang).21 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan Pakan Latihan Ternak Sapi Potong Tahun 2003 Sumatera 60 anggota koperasi Selesai Selatan (Kab. peserta mampu mengembangkan usahanya 13. 60 pengurus dari 15 Kopontren dan pengelola bidang usaha agribisnis Kopontren (Jabotabek + Sukabumi) Masih berjalan Belum ada Dengan tambahan pengetahuan melalui Diklat. PKM yang mempunyai usaha bengkel.

dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian diatas 300 m dpl. Desember 2003 .24 Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Bidang Budidaya dan Agro Industri Serat Rami . Sumut dan Jatim (3 kab) Masih berjalan SDM Sumatera dan Jawa Timur sangat potensial untuk produksi kopi ' Lembaga Penelitian SMERU. sehingga akan meningkatkan kinerja koperasi dan kesejahteraan anggota Penting untuk mengevaluasi sistem diklat yang sudah dilaksanakan.Dana bergulir (modal kepada petani) untuk budidaya tanaman rami .Seluruh 2003 Indonesia Sasaran Status Saat Ini Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masalah Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Potensi Penyelenggaraan Diklat UKM dapat meningkatkan kualitas peserta didik dan penyelenggara Diklat. Lampung. 13. Sumut.23 Evaluasi melalui Lokakarya Evaluasi penyelenggaraan Diklat 13. Jateng (12 kota/kab) SDM relatif kurang Tanaman rami sangat cocok dengan iklim Indonesia.2001: Jateng Petani dan koperasi 2003 (Kab Wonosobo) 2002: Sumsel (Kab OKU) 2003: Sumsel.No.Modal bergulir kepada koperasi berupa alat processing dan bangunannya serta modal kerja Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Beberapa dan 2003 provinsi Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masih berjalan Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Tahun 2001. Bengkulu.2002: Sumsel Koperasi 2003 (Kab OKU dan Lahat) 2003: Lampung. 13. dan dapat digunakan sebagai pengganti bahan katun yang selama ini impor. minimal untuk memperbaiki pola Diklat 13.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Evaluasi Terhadap penyelenggaraan Kegiatan Diklat Diklat Koperasi dan UKM yang Dilaksanakan oleh Pemerintah dan Non Pemerintah Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2001.25 Pengembangan Pengolahan Kopi Bantuan (pinjaman) mesin processing kopi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002.

13. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan.26 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan .Modal kerja Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Tahun 2002. Desember 2003 .810 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada ' Lembaga Penelitian SMERU.28 Bantuan Perkuatan Penyediaan dana Berupa Dana bergulir Bergulir bagi Koperasi-Koperasi Mina dalam Rangka Pengembangan Usaha Perikanan dengan Peralatan Pengideraan Jauh Tahun 2003 8 provinsi.Pelatihan tentang penggunaan peralatan . 10 Koperasi nelayan Kementerian kota/kab Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Masih berjalan Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh 13. maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Berpontensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan masyarakat 13. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan.27 Bantuan Perkuatan Peralatan Pengideraan Jauh untuk Usaha Penangkapan Ikan terhadap Koperasi Perikanan Bersama perusahaan yang memproduksi peralatan tersebut melakukan: .Sosialisasi .29 Pengembangan Usaha Sapi Perah kepada Beberapa Koperasi di Jawa Barat Bantuan 1.No.Pemberian bantuan kepada nelayan berupa peralatan penginderaan jauh sebagai stimulan Tahun 2002 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Jawa Barat. 5 kab Selesai Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh Dengan mempertimbangkan dua hal. Jawa Timur. Bali.Sumatera 2003 Selatan 2002: Kab Pesisir Selatan 2003: Kab Limapuluh Kota Sasaran Koperasi Status Saat Ini Masih berjalan SDM Masalah Potensi 90% kebutuhan gambir dunia dari Indonesia 13. maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Dengan mempertimbangkan dua hal.Bantuan kepada Pengolahan Gambir koperasi berupa mesin prosessing gambir . Koperasi nelayan Jawa Tengah.

Jawa Timur (9 kota/kab) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Belum ada ' Lembaga Penelitian SMERU. 13.35 Tahun 2003 Jawa Barat.No. terdiri 400 ekor betina dan 50 ekor pejantan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Masalah Tahun 2002 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Tidak ada Selatan (Kab tergabung dalam koperasi Ogan Komering Ulu) Potensi Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.32 Bantuan itik berikut Pengembangan Usaha Pembibitan sarana dan prasarana Itik kepada Koperasi pendukungnya Sumber Rejeki di Jawa Barat dan Jawa Tengah Pengembangan Usaha Budidaya Itik kepada Beberapa Koperasi Bantuan itik berikut sarana dan prasarana pendukungnya.34 Pengembangan Usaha Budidaya Ternak Itik di Sumatera Selatan Memberdayakan Masyarakat Melalui Usaha Budidaya Sapi Perah Bantuan itik berikut sarana dan prasarana. Desember 2003 .400 sapi Usaha potong dan sarana Penggemukan Sapi pendukungnya Potong kepada Koperasi OKU Cipta Mandiri di Sumatera Selatan Pengembangan Usaha Ternak Domba kepada Koperasi Pondok Pesantren Darussalam di Jawa Barat Bantuan 450 ekor domba. pola bergulir Bantuan 2.31 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Garut) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13. Kab Brebes) Tahun 2002 10 provinsi.30 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Bantuan 2. pola bergulir Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Petani peternak yang Masih berjalan Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Cirebon) tergabung dalam wadah koperasi dan Jawa Tengah (Kab Tegal.33 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Berpotensi karena produksi Pengetahuan peternak mengenai teknik beternak itik daging dan telur Indonesia masih kurang belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (masih mengimpor) Berpotensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13. DIY. 17 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.400 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Sumatera Selatan Petani peternak yang Selesai tergabung dalam wadah koperasi 13.

No. 13.36

Nama Upaya Memberdayakan Masyarakat Melalui Penggemukan Sapi Potong Impor

Jenis Kegiatan Bantuan 5.666 ekor sapi potong, sarana dan prasarana pendukungnya

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2003 6 provinsi, 6 kab

Sasaran Status Saat Ini Masalah Petani peternak yang Masih berjalan Belum ada tergabung dalam koperasi

Potensi Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.37

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Lokal Jenis Bali dan PO (Peranakan Ongol)

Bantuan 3.200 ekor bibit sapi lokal dan sarana pendukungnya.

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Selatan (Kab tergabung dalam Muara Enim koperasi dan Musi Banyuasin) dan Bengkulu (Kota Bengkulu) Tahun 2003 7 provinsi , 14 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.38

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Ternak Domba/ Kambing Memberdayakan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Itik di 12 Koperasi Primer

Bantuan bibit domba/kambing

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.39

Bantuan permodalan Kementerian untuk pengembangan Koperasi dan pembibitan itik UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Kalsel, Kalbar, Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam NTB, Jatim, Banten, koperasi Sumsel, Sumut (9 kota/kab) Tahun 2003 10 provinsi Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.40

Memberdayakan Bantuan itik dan Masyarakat Melalui sarana Pengembangan pendukungnya Usaha Budidaya Itik

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.41

Pemantapan Usaha - Bantuan sarana dan Koperasi Industri prasarana pendukung Garam (renovasi saluran) - Bantuan peralatan processing garam dan pembuatan tambak garam

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002- 2002: NTT 2003 (Kab Ngada) 2003: NTT (Kab Ngada) dan NTB

Koperasi yang berpotensi untuk mengolah garam

Masih berjalan

- Pengolahan dan rancangan Berpotensi karena produksi lahan garam masih saat ini belum memenuhi sederhana kebutuhan dalam negeri - Produksi sangat tergantung pada musim dan belum menggunakan peralatan berteknologi

'!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. 13.42

Nama Upaya Bantuan Mesin Yodisasi Garam Kepada Kopontren Nurul Jannah Rintisan Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bidang Agro Industri Sutera dengan Pola Dana Bergulir Industri Perak untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Baku Pengrajin di Yogyakarta dan Bali Mesin Pengering Kayu

Jenis Kegiatan Bantuan mesin Yodisasi dan sarana pendukung

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Bandung)

Sasaran Status Saat Ini Masalah Koperasi yang Masih berjalan Belum semua garam yang berpotensi mengolah beredar di masyarakat garam mengandung yodium

Potensi Berpotensi karena produksi saat ini belum memenuhi kebutuhan dalam negeri

13.43

- Budidaya murbey kepada petani - Bantuan mesin prosesing kepada koperasi

Tahun 2003 Sumatera Selatan, NTB, Jawa Tengah, Jambi, Sulawesi Selatan (5 kab)

Koperasi/KUD yang berpotensi dalam usaha pengolahan sutera

Belum dilaksanakan

- Koordinasi di lapangan - Persyaratan untuk pencairan dana

Saat ini indonesia baru mampu memproduksi 7% bahan baku sutera dari kebutuhan bahan baku sutera dunia (1000 ton benang).

13.44

Memfasilitasi pengrajin perak dengan BUMN (untuk memperoleh bahan baku) Bantuan mesin pengering kayu

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Pengrajin perak Tahun 2002 DIY (Kota Yogyakarta) dan Bali (Kab Gianyar)

Masih berjalan

Masih banyak bahan baku Tidak mudah meyakinkan BUMN untuk melihat potensi yang dibutuhkan pengrajin pengrajin perak

13.45

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi dan UKM (Kab Jepara)

Masih berjalan

Kesulitan bahan baku

Berpotensi karena kapasitas mesin yang cukup besar

'"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Kelompok Organisasi Non-Pemerintah
No. Nama Upaya A. ORNOP LOKAL Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi

1. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Ornop Anggota - Pelatihan 1.1 Program Kredit Mikro - Kredit untuk Penguatan ASPPUK Perempuan Usaha Kecil- - Advokasi - Penerbitan Buletin Mikro - Perintisan pembentukan Jaringan PUK

Tahun 19982002

14 propinsi, 43 Perempuan Usaha kabupaten Kecil (PUK) yang tergabung dalam Kelompok simpan pinjam Perempuan Usaha Kecil (KPUK) binaan Ornop anggota ASPPUK 10 propinsi, 20 Perempuan usaha kabupaten kecil-mikro (PUK) yang tergabung dalam KPUK dampingan Ornop anggota ASPPUK

Program sudah selesai, namun kegiatan dana bergulir ASPPUK masih berjalan

- Program tidak berjalan sesuai jangka waktu pinjaman (di daerah konflik seperti Aceh) - Luasnya wilayah menyulitkan sekretariat memantau program - Minimnya dana pendampingan

Kelompok simpan pinjam berpotensi menjadi koperasi atau Lembaga Keuangan Perempuan (LKP), yang sahamnya dimiliki bersama

1.2

Pengembangan Kapasitas Perempuan Usaha Kecil-Mikro dalam Ekonomi

Ornop Anggota - Pelatihan - Pendampingan ASPPUK - Promosi produk PUK - Penerbitan buletin dan modul usaha - Studi banding

Tahun 1996 1998

Selesai

Keterbatasan sumber daya, sehingga pengelolaan program belum sistematis

Memberi insipirasi pada ornop pendamping dan KPUK dalam melakukan “sharing” pengetahuan dengan kelompok perempuan usaha kecil-mikro yang baru berdiri

1.3

Lokakarya berseri Dampak Krisis dan Kebijakan IMF terhadap Usaha Kecil-Mikro

- Lokakarya berkala - Dialog dengan pejabat daerah tentang kebijakan usaha kecil

Forum Wilayah ASPPUK

Juni-Juli 1998 - Sumatera dan Nopember Utara (Medan) - DIY 1998. (Yogyakarta) - NTB (Mataram, Lombok) - Sulawesi Selatan (Ujung Pandang) 9 – 24 Juli 1999 - Kalimantan Barat (Pontianak) - Sulawesi Tenggara (Kendari) - Jawa Tengah (Solo)

- Ornop anggota - PUK dampingan - Instansi pemerintah setempat - Perguruan Tinggi setempat - Media cetak dan radio.

Program sudah selesai, Jumlah peserta dari kalangan namun aliansi dengan PUK dampingan masih relatif media cetak/radio serta kecil pemantauan terhadap kebijakan Pemda yang berkenaan dengan usaha kecil masih berjalan.

Melalui program ini kegiatan advokasi yang berkaitan dengan kebijakan usaha kecil di wilayah masing-masing dapat berjalan.

1.4

Lokakarya berseri Lokakarya berseri tentang Pemberdayaan Perempuan Usaha KecilMikro Mengantisipasi Era Globalisasi Ekonomi

Forum Wilayah ASPPUK

- PUK-mikro - Instansi pemerintah - Ornop anggota - Lembaga pengembangan usaha kecil-mikro - Pers.

Program ini sudah selesai, namun beberapa kegiatan seperti diskusi kebijakan secara rutin dan kerjasama dengan media masih berlanjut.

Belum banyak mengikutsertakan PUK dampingan sehingga PUK mendapat informasi tidak langsung dari pendamping yang mengikuti kegiatan yang kemampuan- nya beragam

- Merintis jaringan PUK sebagai wadah penguatan bisnis dan advokasi. - Pengintegrasian perspektif gender dalam program pengembangan PUK yang dilakukan Ornop dan lembaga lain 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

Pendamping Ornop anggota ASPPUK (LPPSLH dan Persepsi) Program sudah selesai. 3.Penyaluran kredit Inayah Unit I) . yang berarti pedagang kecil yang dilayani bisa dilakukan secara intensif semakin banyak 3.1 BMT Keluarga (BMT Al .Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit III Tahun 1999sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masih berjalan Orang tua anak jalanan baik yang telah memiliki usaha maupun belum Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi mengurangi jumlah sehingga pendampingan tidak anak jalanan karena membaiknya kondisi ekonomi dilakukan secara optimal orang tuanya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pelatihan . baik yang sudah ada maupun bentukan baru Kegiatan simpan pinjam .Pedagang kecil yang masuk kategori keluarga miskin Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi menambah anggota sehingga pendampingan tidak dan asset.Penyaluran kredit BMT Komunitas Orangtua Anak Jalanan .Pendampingan (BMT Al Inayah Unit III) .Pendampingan .Pembayaran cicilan tidak masih berjalan lancar .Kader PUK masih kurang dan dilanjutkan terlibat dengan advokasi berdasarkan temuan di lokasi dengan melibatkan masyarakat basis 2. LPPSLH dan Persepsi.Berpotensi menggali kekuatan yang dimiliki PUK-mikro yang selama ini tidak diketahui .Pendampingan .Pendamping lokal tidak disiplin. Sejak 1997 bekerja sama dengan Koperasi) 6 propinsi.PUK yang tergabung dalam (Purwokerto KPUK binaan dan Klaten) ASPPUK . Berpotensi mengembangkan usaha berbasis pertanian dan meningkatkan kapasitas kelompok melalui pelatihan dan pendidikan . Bina Desa 2.Pendampingan tidak intensif karena kurang dana operasional. .5 Nama Upaya Studi dan Advokasi Penguatan Kelompok Perempuan Pelaku Usaha Kecil-Mikro Jenis Kegiatan .16 kabupaten Kelompok masyarakat.2 BMT Pemberdayaan Masyarakat Miskin: (BMT Al Inayah Unit II) .Pencatatan dan Analisis proses . -Kurangnya dana .Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit II Tahun 1997sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masyarakat miskin Masih berjalan yang sudah memiliki usaha atau berminat kuat untuk melakukan usaha . 1.Ibu rumah tangga Masih berjalan yang memiliki warung .Analisis persoalan .Penyaluran kredit .No.Simpan pinjam Tahun 1995BMS dan BMT Al Inayah unit BMT sekarang Keluarga (bentukan BMS) Jabar (Kabupaten Bekasi) .Penelitian .Pendidikan .Advokasi pada permasalahan strategis. yang berarti meningkatkan usaha kecil yang dapat dilayani 3.Proses dan metode identifikasi persoalan dan kebutuhan PUK bisa menjadi sumber pembelajaran Ornop Tim gabungan antara Tahun 2001– 2003 Sekretariat ASPPUK. tanpa jaminan) Berpotensi dalam mengembangkan wilayah kerja dan meningkatkan jumlah aset.Studi .Kesadaran masyarakat untuk mengembalikan pinjaman masih kurang (pinjaman terlalu lunak.1 Pengembangan dan advokasi ekonomi rakyat . Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) 3. Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi . Jawa Tengah . AKATIGA.Anggota kurang memahami apa yang ingin diusahakan sehingga usaha yang dilakukan sifatnya sementara .Fasilitas kredit Bina Desa bekerja sama dengan Koperasi Karya Insani dan kelompok swadaya masyarakat Tahun 1994 sekarang (Tahun 1994 1996 dikelola langsung oleh Bina Desa.3 .

2001: Jateng (Brebes) dan Maluku (Saumlaki) . Tahun 2003 DKI Jakarta (Kampung Bugis) Masyarakat miskin Masih berjalan (dalam yang memiliki usaha tahap perintisan) (dagang atau usaha rumah tangga) -Organisasi sosial anggota (K3S) -Koperasi/LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Orang tua anak jalanan (kelompok dampingan BMT) Selesai Belum ada kepastian dana 3.Jumlah anggota/kelompok dampingan masih bisa bertambah .Banyak anggota tidak mengikuti pelatihan karena sibuk mencari nafkah .Berpotensi menjadi pendorong berkembangnya usaha.7 Pelatihan Managemen Usaha Pelatihan BMS Tahun 2003 Jabar (Kabupaten Bekasi) Selesai 4.1998: DKI Jakarta.Jumlah peserta dapat bertambah  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Sulit mengumpulkan calon penerima kredit mengikuti untuk proyek tahun pelatihan awal 1998) .No.Pendampingan .Latar belakang dan pendidikan peserta yang beragam .6 Pelatihan Pendamping Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) Pelatihan BMS Tahun 2000 Jabar (Kabupaten Bekasi) Menciptakan kerjasama antara .4 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana BMS dan BMT Al Hinayah Unit IV Waktu Tahun 2002sekarang Wilayah Jabar (Kabupaten Bekasi) Sasaran Masyarakat korban banjir (petani dan peternak) Status saat ini Masih berjalan Masalah Kurangnya biaya operasional untuk tenaga pendamping lapangan Potensi .2002: Jabar (Bekasi) Masih berjalan (kecuali .Simpan pinjam BMS dan BMT Komunitas Kelurahan Bugis.Kegiatan nelayan (melaut) menyebabkan pengembalian kredit terlambat .2 Baithul Mal Watauil (BMT) BISMI - Penyediaan Kredit Pendampingan Pelatihan Simpan pinjam BISMI dan kelompok dampingan Tahun 2003sekarang Jawa Barat Individu dan Masih berjalan (Kota Bekasi) kelompok pedagang kecil Para pedagang belum memiliki sistem pembukuan yang baik . 3. Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) 4.Penyaluran kredit Korban Banjir (BMT Al .Penyediaan Kredit .Penyaluran Kredit . Jabar (Depok.Pendampingan BISMI dan kelompok dampingan Tahun 1998 sekarang Usaha mikro/kecil .1 Karib Ikhtiar BISMI .Pendampingan Inayah Unit IV) 3.Adanya ancaman penggusuran (pindah rumah) sehingga menyulitkan penagihan .Berpotensi menambah anggota dan menjadi unit koperasi yang produktif .Kemungkinan dapat diterapkannya sistem bagi hasil . Bekasi) -1999: DKI Jakarta .Akses terhadap modal menjadi mudah melalui BMT .Selama pelatihan (2 hari) peserta tidak melakukan usaha dan kehilangan penghasilan .Mengembangkan usaha mikro para peserta pelatihan 3.Kesibukan peserta MBT dan koperasi se Bekasi mengganggu keikutsertaan dalam pelatihan .Tumbuhnya koperasi 4.Membentuk usaha bersama .5 BMT Komunitas Kelurahan Bugis (BMT Al hinayah Unit V) .usaha alternatif bagi petani dan peternak di daerah perkotaan BMT Masyarakat Miskin .Pelatihan .2000 : DKI Jakarta .

LSM lain.Pendampingan .Penumbuhan KSM .Pendampingan .Sulit untuk mengakumulasi modal karena faktor budaya . kabupaten/kot Masyarakat (KSM) tapi kredit mikro di setiap wilayah masih a berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pemberian kredit .3 .Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 19992001 9 provinsi. Kamal Muara Jakarta Utara Village Social Safety Net in Cope with Economic Crisis . namun di lancar Bina Swadaya cabang masih berjalan 5.Pelatihan . Kutai Timur. Kaltim . dan perbankan.Dana Stimulan Development for Indigenous and Agribusiness People in Buffer Zone of Baliem Valley in Sentani. 14 Kelompok Swadaya Program sudah selesai. Waktu Tahun 19921998 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi 5. Sangatta. 14 Usaha mikro kabupaten anggota KSM binaan Di Bina Swadaya pusat Pengembalian kredit kurang sudah selesai. Nama Upaya Jenis Kegiatan .Pembentukan KSM .No.4 .Pelatihan Food Security and . karena nelayan yang berada di lokasi bukan penduduk setempat. 8 kabupaten Usaha mikro/kecil Proyek sudah selesai tetapi di Bina Swadaya cabang masih berjalan Selesai 5. 5.Pengelolaan ekonomi rumah tangga tidak baik.Dana Stimulan 4 Desa IDT dan Desa Sepaso. Papua Pengembangan Masyarakat melalui KSM di Kel.Pendampingan Proyek Peningkatan Taraf Hidup masyarakat .Dana bergulir Bina Swadaya Tahun 19981999 Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Timur) Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya Selesai 5.Pelatihan .1 Program Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) 5 propinsi.Pendampingan . Kab.6 Bina Swadaya Tahun 19982001 Masyarakat Kamal DKI Jakarta (Jakara Utara: Muara Kelurahan Kamal Muara) Program ini sudah selesai namun ditingkat kelompok masih berjalan Masyarakat yang terlayani kebanyakan bukan nelayan. Dana operasional tinggi.Pendampingan Agribusiness .Pelatihan .Pendampingan Bina Swadaya Tahun 19972000 4 propinsi. 5. Kec.7 .Pelatihan .Dana Stimulan Bina Swadaya Tahun 19971999 Jawa Timur Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya 5.2 Pendampingan Kelompok IDT untuk Pengembangan Usaha Mikro Development of Environmentally Oriented Cattle Husbandry and Sustainable Agriculture .Pendampingan . Bina Swadaya 5.5 Bina Swadaya Tahun 19982003 Papua Masyarakat Lembah Masih berjalan Baliem .Monitoring dan evaluasi Pelaksana Bina Swadaya.

Periode 2000-2002. West Jakarta Jenis Kegiatan .Pelatihan .Pelatihan .Koperasi/ pra koperasi .Penggalangan tabungan .1 Formasi Development .Konsultasi .JawaTengah .Pelatihan .Kelompok Usaha Bersama (KUB) .TOT . Pademangan) Masih berjalan Kekurangan sumber dana yang Berpotensi menjangkau usaha murah mikro dalam jumlah banyak karena beroperasi di wilayah padat penduduk yang banyak terdapat usaha mikro dan secara kelembagaan. Selesai (dihentikan . cabang ASA diberi target tertentu 6.2 Program Pengembangan “Kepemimpinan yang Transformatif” dalam Koperasi ..No.Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 2003 sekarang Jabar (Bogor: Kelompok Usaha Mikro (utama Cileungsi).Monitoring dan evaluasi Pelaksana Waktu Tahun 1998 1999 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi DKI Jakarta Usaha kecil (Jakarta Barat) 5. Johar Baru.NTB Masih berjalan Kader fasilitator.9 Proyek ASA .Pembentukan kelompok .Koperasi dampingan belum seluruhnya menerapkan konsep gender yang tercantum dalam manual Model kepemimpinan ini sangat tepat untuk mengembangkan koperasi yang berperspektif gender.DKI Jakarta .Sulit menyesuaikan manual “Kepemimpinan yang Transformatif" .Advokasi LSM Anggota Formasi Indonesia Februari 2002 .Jawa Timur .Monitoring dan evaluasi Tahun: -1996-1999 -2000-2002 . hanya dapat menjaring 3 pilot project usaha koperasi karena ketatnya persyaratan pinjaman Program ini masih dianggap cukup strategis sebagai alternatif akses permodalan bagi koperasi/pra koperasi dengan persyaratan pengelolaan yang lebih profesional 6. Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) 6.Manual Assesment .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Penyertaan Program FDF) modal/investasi .Jawa Tengah .DKI Jakarta Januari 2005 .NTB Mitra dampingan anggota Formasi: .Jawa Barat .Periode 1996-1999. 5.8 Nama Upaya Development of Appropriate Waste Water Treatment for Small Scale Industry in Semanan. pengurus/pelaksana koperasi pilot dan calon anggota Formasi .Pemberian kredit Formasi (Koordinator Fund (FDF) . perempuan) DKI Jakarta (Cakung.Pendampingan .Sosialisasi . sejak awal tahun 2003) pengembalian dana tidak lancar akibat krisis moneter .

Pemberian dana penyertaan modal Tahun 19961998 Jawa Barat (Kabupaten Subang) Buruh tani perempuan Selesai.Sistim pencatatan di UPKD kurang terorganisir . Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Tahun 2002 7. .Luasnya wilayah Fasilitator Kec. Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan) Sasaran Keluarga.Bantuan teknis LP3ES.Buruh tani sangat sukar mengembangkan usaha . 7. Potensi .Pendampingan Perempuan . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Bengkulu (Kab. formal dan sulit dijalankan.Analisis Usaha yang disiapkan sangat kaku.3 Pelatihan Manajemen Pemasaran bagi Pengusaha Mikro dan Sektor Informal di Jakarta Pelatihan LP3ES dan BKPAI Tahun 1997 DKI Jakarta Selesai 200 pengusaha mikro dan sektor informal yang sudah terdaftar di Pemda DKI .Adanya pemahaman dana BPRD hibah (tidak perlu dikembalikan) .Manfaat pelatihan tidak efektif. individu atau kelompok masyarakat (Pokmas) miskin Status saat ini Masih berjalan Masalah . .Kurangnya tenaga dampingan di lapangan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Dengan adanya fasilitas “Open Menu” dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada sesuai dengan kepentingan masyarakat itu sendiri.Rendahnya pengembalian pinjaman. Tahun 2002 DKI Jakarta (Jakarta Pusat) Masyarakat miskin di DKI Selesai Model ini bisa dikembangkan di propinsi lain 7.Durasi Pelatihan terlalu pendek -Tingkat pendidikan peserta beragam 7. . Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat .Dapat memperkuat dan mengembangkan orgarnisasi masyarakat. Lembaga Penelitian. Budi Cakra Bengkulu teknis kepada (Bengkulu Regional Consultant Fasilitator Lapangan Development yang mendampingi Project/BRDP) masyarakat dalam program kredit mikro pedesaan 7. sehingga pembinaan dan kontrol kurang efektif .Pendampingan .No.4 ..1 Proyek Pembangunan Mengkoordinir dan LP3ES.2 Perluasan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) DKI Jakarta . 2003 memberikan asistensi PT.Sulit mengakomodasi kebutuhan peserta yang beragam menjadi kebutuhan umum . namun di tingkat masyarakat masih berjalan .Adanya internal konflik antara kepala desa dengan petugas UPKD.Pelatihan Meningkatkan LP3ES Pendapatan Buruh Tani ketrampilan berbisinis . karena yang datang bukan pengambil keputusan . Bengkulu Utara.

Riau (Rokan Hilir) .Desember 2002 Wilayah Jakarta Timur (Tahap I: 5 kelurahan Tahap II: 60 kelurahan) Sasaran Status saat ini Masih berjalan (rencananya akan dilanjutkan sampai tahun 2007) Masalah Potensi 8. Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) 10.1 Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Kodya Jakarta Timur .Konsultasi .Pendampingan Sekunder Tahun 1986 sekarang DKI Jakarta.Meningkatkan pemberdayan memadai .Pendampingan . Cianjur. Banten (Pandeglang).Pelatihan Tamwil (BMT) . Koperasi PPSW . Masyarakat miskin (KS/ Pra KS) dan korban banjir tahun 2002 Mei.1 Baithul Maal Wat .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan I. beserta BMT Tahun sekarang dampingan Usaha kecil Masih berjalan (pedagang. Kalbar (Pontianak).Organisasi dewan terikat Perda perempuan dan kemandirian masyarakat No 5/2000 . Koperasi . pengrajin). .Lembaga tersebut dapat menjadi pressure group dalam menyuarakan kepentingan perempuan .Simpan pinjam 1995.Kredit .Masih perlunya optimalisasi pendamping dan kader dalam pengembangan kewirausahaan BMT berpotensi menjadi koperasi karena asetnya banyak yang di atas 50 juta.Meningkatkan pemberdayaan .Menanggulangi permasalahan . Bahkan bisa menjadi BPR 11.2 Community Base development dealing with Economic Crisis (CBEC) tahun 19982000 . Pemilik usaha mikro/kecil/ menengah yang masih berjalan dan dapat menyerap tenaga kerja baru setempat II.Fasilitas kerja kurang memadai masyarakat miskin perkotaan. Sukabumi) .Lembaga tersebut bisa berkontribusi dalam memecahan permasalahan yang ada di wilayahnya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Konsultasi . Karawang. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 8.1 Pemulihan Keberdayaan . Jabar (Bogor. Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) 9.Aturan main belum jelas lokal .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan Tahap I: MeiDesember 2001 Tahap II: Maret .Monitoring PKM bersama LSM dan Tahun 1998sekarang KSM terpilih Seluruh Indonesia Masyarakat miskin Masih berjalan yang paling terkena dampak krisis (terutama perempuan dan anak-anak) Kapasitas pelaksana proyek di tingkat KSM/LSM masih relatif rendah.No.Aturan main belum jelas .Disharmoni antara pengurus dan pengelola. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) 8.Kelompok dampingan PPSW Masih berjalan .Masyarakat di RW kumuh .1 Program Kredit Mikro .Masyarakat miskin 1998 (3 Kelurahan) (KS dan Pra KS) .Adanya rush pada masa masa tertentu terutama menjelang hari raya .Pendampingan .Fasilitas kerja kurang . petani dan peternak .Membangun dan mengembangkan lembaga keuangan alternatif untuk perempuan .Menata lingkungan Program sudah selesai tapi di tingkat masyarakat tidak diketahui Meningkatkan upaya .Desember Jakarta Barat .Pendampingan .Kurangnya kapasitas pendamping lapangan PPSW untuk mendampingi perempuan pengusaha . Bekasi. PINBUK. Berpotensi membantu usaha pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan karena menggunakan pendekatan yang partisipatif. Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) 11.Pelatihan Primer.Masyarakat akar rumput khususnya perempuan miskin dan berada dalam usia produktif . 10. .Simpan pinjam PPSW.26 propinsi .Lembaga pelaksana perlu ekonomi masyarakat miskin pendamping perkotaan .Pelatihan .Terdapat kendala dalam mengembangkan sumber daya manusia baik di PPSW maupun di masyarakat (kelompok dan koperasi) .Pemberian dana Masyarakat (PKM) kepada LSM dan KSM .Keterbatasan kemampuan pemberdayaan ekonomi SDM pelaksana .Pelatihan .Penanggung jawab pembinaan tidak jelas 9.

2 Koperasi Pekerti (Kredit .Pelatihan Mandiri) YMU bersama dampingan (Mitra Usaha Mandiri) Tahun 1998 sekarang Masih berjalan .Meningkatkan kedudukan perempuan dalam keluarga.Yogyakarta .Pelatihan 14. Jepara) Selesai Pengrajin kecil pengolah kayu (dakon. . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 1999 – sekarang Wilayah . Jateng (Pati.Simpan pinjam Koperti) .Dapat dikembangkan menjadi Ada anggota yang keluar.Jawa Barat (5 kabupaten) . . .1 Product Development Pekerti dan pengrajin .Meningkatkan usaha anggota.Bertambahnya anggota 14.Jawa Tengah (6 kabupaten) Sasaran Wanita pedesaan yang tergolong keluarga pra sejahtera dan memiliki usaha mikro Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 12.Terhentinya pembelian produk oleh Oxfam (tahun 2001) karena Oxfam mengalami kerugian Policy funding yang berubah ubah karena penggantian program officer Pelatihan dapat dilakukan dengan skala yang lebih kecil dan dengan mitra yang lain (namun sampai saat ini Pekerti belum mengupayakannya) Bertambahnya modal dan bertambahnya nasabah 14.3 Pelatihan Marketing Plan Pelatihan Pekerti Tahun 1999 Jawa Tengah Pengrajin kecil (Kab Pati dan anggota SIMPATI dan ASPERA Jepara) .Pemberian pinjaman dampingan (Pengembangan modal tanpa bunga Produksi) Tahun 19971998 -Pengrajin sulit menerima teknologi baru bidang produksi -Ketidakmampuan pengrajin untuk mengukur kebutuhan dan kemampuannya.4 Kredit Modal Kerja dan Investasi untuk Pengrajin Kecil Pemberian kredit Pekerti dan Koperti Tahun 2000sekarang Jawa Barat Pengrajin kecil di (Kab Cirebon) Cirebon Masih berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Klaten ) Jabar (Sukabumi. .Jawa Tengah Masih berjalan . Karawang) .Belum ada lembaga yang melayani perempuan miskin.Bertambahnya saingan karena perbankan mulai tertarik kredit mikro Berpotensi untuk berkembang dan mengembangkan usaha perempuan miskin dengan indikasi: . produk rumah tangga) dan rotan (mebel. lapangan.Pemberian kredit Pekerti (Koperti) Tahun 1999sekarang .Jakarta .Masih sedikit lembaga dana yang khusus mensupport LKM .Pembinaan Parasahabat) kemandirian usaha Keterbatasan kapasitas petugas .Grace period dari lembaga keuangan sangat pendek . Cirebon).Pendampingan Bank (Mitra Usaha .Jawa Barat Perempuan termiskin di wilayah (Bekasi.Pengrajin mitra (menjual produknya ke Pekerti) Selesai 14. Rembang. pernik) .1 Replikasi Grameen .Pengrajin kecil binaan .No.Daya tampung dan dana pelatihan terbatas .1 Penyediaan modal kerja . Yayasan Mitra Usaha (YMU) . khususnya dalam kegiatan kelompok 13.Kaum perempuan lebih tegas dalam mengemukakan pendapatan.Pemberian kredit 13. ukir. koperasi sekunder padahal masih harus mencicil modal yang dipinjam dari Pekerti . Subang.Karyawan Pekerti . 14.Keterbatasan dana. .Banyaknya peminat di setiap lokasi. Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) 12. .Pemberian pinjaman YDBP (Yayasan untuk usaha mikro modal kerja Dharma Bakti .Jawa Barat .Jawa Tengah (Pati. Indramayu. Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) .Tingkat bunga cukup tinggi.

Potensi Tersedianya ajang promosi kerajinan kecil melalui media elektronik dengan biaya murah dan mudah diakses oleh pembeli mancanegara . . dan potensi kuat menjadi pengrajin .Penyusunan strategic planning .Peningkatan kultur bisnis . Yayasan Permata Hati 15.Workshop .2 Jasa keuangan simpan pinjam syariah Simpan Pinjam Yayasan Permata Hati Tahun 1987 sekarang Pedagang kecil /mikro Masih berjalan Berpotensi dalam mengembangkan anggota binaan yang bukan pedagang sehingga bisa menjadi suplier/pemasok bagi para pedagang. Pekerti Jepara. karena mengira dana dari program JPS.3 Realokasi Pedagang Kaki Lima Sektor Informal di Perkotaan .Pengadaan tenda dan gerobak .Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana. . DKI Jakarta (Jakarta Utara) Banten (Kab/kota Tangerang Masyarakat kelurahan/desa yang memiliki kemauan untuk berusaha Program sudah selesai. namun masih terdapat kegiatan perguliran dana di masyarakat . .kelompok pondoh) masyarakat miskin .Tampilan web site belum optimal.Asistensi .Pedagang membutuhkan biaya yang besar untuk mempraktekan materi penyuluhan dan pelatihan Berpotensi untuk diarahkan pada pedagang produk pokok (sayuran dan kebutuhan dapur) serta sektor peternakan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pendampingan dan pembinaan . Jateng ( Solo.Sosialisasi .Pembuatan website . motivasi. Pengembalian pinjaman tidak lancar karena: . karena mengira dana dari program JPS.Kesulitan bahan baku sehingga terjadi perubahan usaha dalam waktu yang cepat . Pati) 14.dagangan tidak laku/ditipu.korban PHK Program sudah selesai.Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana.Kurangnya tenaga pendamping .Pelatihan .Realokasi dan Yayasan Permata Hati Tahun 1998 pengusahaan bekerja sama dengan legalitas lokasi kelompok sasaran .Pemanfaatan web site untuk pemasaran belum optimal.Survey lapangan .Dapat menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar pengrajin sehingga mengurangi angka pengangguran 15. Berpotensi baik karena bantuan pemberdayaan diberikan dalam dalam bentuk hewan/barang (bukan uang) sesuai dengan jenis usaha mikro yang akan dilakukan 15.Kemauan berusaha yang musiman .Sulit mendapatkan legalitas dari Pemda .Membantu pemasaran melalui pameran lokal .Pelatihan .umbuhnya pengrajin pengrajin baru yang mandiri.5 Nama Upaya Pengembangan Masyarakat Pengrajin Marginal Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 2000 2001 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah .Krisis moneter mengakibatkan lambatnya perguliran dana .Pemberian kredit . 15.Pemberian kredit Pekerti .6 Program Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Perempuan Usaha Kecil (PPEPUK) Tahun 2002 2003 DKI Jakarta Masih berjalan Ibu rumah tangga dari keluarga miskin yang belum menjadi pelaku usaha namun mempunyai minat. tetapi sebagian dana masih bergulir di masyarakat . Jabar (Cirebon).Bantuan ternak itik dan ayam buras Pekerti Pengrajin kecil yang Selesai Jabar menjadi mitra kerja (Sukabumi).Pedagang kecil Banten (Tangerang:Ci sektor informal . 14.No.1 Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pemberian modal Yayasan Permata Hati Tahun 19972003 Banten (Kab/kota Tangerang).Pemberian modal kerja .Pasar yang tidak jelas .

dengan target utama perempuan 16. memiliki usaha mikro.Pendampingan Care International Indonesia Tahun 2003–2005 (Tahap I) Jawa Barat (4 Pengusaha mikro (nasabah dari LKM kabupaten).terdapat anggota atau ketua kelompok yang kurang disiplin .Meningkatkan peran ibu/wanita dalam keluarga.Kurangnya kemampuan administrasi pengurus . Universitas 2004 Bandung Raya Jawa Barat (Kab Bandung. Kramat Senen. 15 Masyarakat miskin Selesai kabupaten perempuan dan aktif secara ekonomi Kelompok simpan pinjam Sebagian besar LSM mitra berpotensi menjadi koperasi menganggap dana bantuan modal sebagai hibah sehingga tidak dikelola dengan baik dan menyebabkan menurunnya port folio  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Care International Indonesia 1.2 Pelatihan Dasar-dasar Pelatihan Koperasi dan Pembukuan Sederhana serta Managemen Usaha.Program akan dikembangkan pada kelompok simpan pinjam yang tidak dapat mengakses kredit BPR Keterbatasan dana petani sutera Propinsi lain berminat mendapatkan replikasi model (Lampung.Mampu mengembangkan usaha dan ekonomi keluarga . memiliki usaha mikro. YPM Kesuma Multi Guna Oktober – Nopember 2001 Anggota kelompok Selesai YPM.1 Program Kredit Mikro . ORNOP INTERNASIONAL 1. .LKM Masih berjalan 2. Garut.2 Samba Project (The Silk . Sukabumi.Berpotensi menjadi LKM mandiri 16. Pasar Minggu.No. Pasar Minggu.Keterbatasan dana .Petani sutera dan pengusaha mikro/kecil sutera . Kamal Muara.Menyediakan kredit CRS bersama mitra 2.Kurangnya kemauan anggota menerapkan materi pelatihan dalam praktek usaha mereka Potensi . Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia .Pelatihan bagi Development (SED) lokal Sequel Matching Grant Ketua kelompok simpan pinjam dan staf lokal LSM Tahun 1993 1998 6 propinsi. Kramat Senen.Pemberian Kredit and Micro-Enterprises Development in Bandung Raya Project) Tahun 2002Care International Indonesia. DKI Jakarta Masih berjalan Tidak mudah mendapatkan LKM . Sulawesi Selatan) 1.1 Small Enterprise . Kamal Muara.Pelatihan . dengan target utama perempuan Usaha mikro/kecil dapat menguasai dan menerapkan pembukuan sederhana. Majalengka.Pengusaha mikro menjadi yang layak menjadi mitra berpotensi berhubungan dengan bank lain . Kuningan) .Adanya tunggakan pembayaran .Waktu pelatihan terlalu singkat . serta dapat memisahkan manajemen usaha dengan manajemen rumah tangga.Pemberian kredit . yang terpilih) Banten. Tasikmalaya.Pelatihan . dan Pasar Rebo) DKI Jakarta (Kemanggisan . dan Pasar Rebo) Sasaran Status saat ini Masalah .1 Kredit Mikro Anggota kelompok Masih berjalan YPM. YPM Kesuma Multi Guna 16. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pemberian pinjaman modal Pelaksana YPM Kesuma Multi Guna Waktu Mei 1999 sekarang Wilayah DKI Jakarta (Kemanggisan .

2.Bantuan Teknik CRS dan PT.masyarakat miskin pemilik usaha mikro di pedesaan.Memiliki upaya pengembangan masyarakat seperti pemberdayaan perempuan dan partisipasi masyarakat. Sumatera. YSBS dan YCS Waktu Januari 1999September 2000 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Penyediaan dana Proyek Village bantuan modal Banking/Kelompok Swadaya Wanita (KSW) . ACDI-VOCA Indonesia Oktober 2000. . .Pelatihan dan bantuan teknik CRS. Sikka) Jawa.BPR di wilayah pelaksanaan proyek . Ukabima Oktober 1999.Pelaksanaannya terlambat karena sulit mendapatkan kesepakatan dan penentuan perencanaan akhir dari para pelaku proyek.Jawa September 2003 Masih berjalan Perempuan yang mempunyai usaha produktif yang menjadi nasabah BPR mitra Ukabima.Terdapat kesulitan pengembalian pinjaman kelompok pada putaran ketiga.Peraturan Bank Indonesia (kenaikan kapitalisas)i menghambat pembentukan BPR.PT Ukabima dapat melayani lembaga keuangan mikro yang berkelanjutan untuk masyarakat miskin . Potensi .5 Program Penguatan BPR (Monetization) . satu LSM mitra (YSBS) mampu membiayai kegiatan secara swadaya .Banyak program keuangan mikro dari pemerintah yang menetapkan bunga pinjaman lebih rendah .6 Program Kredit Khusus . . 2001 Kota Surabaya dan Kota Makassar Selesai Pengusaha mikro yang menggunakan tepung gandum sebagai bahan dasar usahanya 2.Proses pembentukan BPR memerlukan waktu yang panjang. dan September NTB 2003 BPR-BPR di bawah binaan Ukabima cukup mendapat bantuan tehnik.Jawa.Bantuan modal berbentuk komoditi . NTB 2.Ketika proyek ini berhenti. Hal ini membuat BPR tersebut mempunyai ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi krisis finansial.Pendaftran BPR memerlukan proses yang sangat lama .No.3 Institutional Menyediakan dana Transformation for Scale pinjaman and Self-Sufficiency CRS dan PT. Ukabima Oktober 2000 .Pelatihan tanpa Agunan (Kusuma) . . . .PT Ukabima baru beroperasi dan belum mampu berekspansi ke luar Jawa.4 Program Bantuan Koperasi (Cooperative Assistance Program) .Dana bantuan penyertaan modal untuk Ukabima yang akan dipinjamkan kepada BPR.Penyertaan modal untuk Masyarakat Miskin .Membangun koperasi simpan pinjam.Bantuan dana pelatihan Jawa Tengah Perempuan miskin (Kab. yang mempunyai usaha mikro Banyumas. Sikka. Bali. Cilacap. Ukabima Tahun 19952000 Selesai .Masih lemahnya kemampuan LSM mitra -Terbatasnya kesempatan usaha di Kab. .Jabotabek. lebih fleksibel dan biaya yang lebih murah. 2.Pelatihan dan bantuan teknis bagi Ukabima dan PBR mitra BPR mitra Ukabima Masih berjalan CRS dan PT. Bali.2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana CRS.Membentuk BPR-BPR ditempat lain yang mempunyai visi mempromosikan keuangan mikro untuk masyarakat miskin. .Program ini mempunyai metode yang baik karena bisa mencapai orang miskin sekaligus memberi keuntungan. . terutama perempuan 2.Peraturan BI tentang kenaikan kapitalisasi menghambat Program Kusuma sulit berkembang karena di lapangan banyak program yang memberikan pelayanan kredit tanpa agunan dengan jumlah yang besar. -Mismanagement menyebabkan kerugian dana yang cukup besar . Purbalingga) dan NTT (Kab. .

CCF memiliki sumber dana yang stabil sebagai bantuan modal usaha keluarga dampingan Ornop mitra CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972000 Tahun 20022003 Tahun 1998.1.1. 2000.Idem + .Pengurus kelompok dampingan Masih berjalan .5 PPKD Proyek Lembaga Idem Dana Atmaja CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20022003 Tahun 19972000 Tahun 19972002 DKI Jakarta Idem (Jakarta Barat) Masih berjalan Idem Idem Jawa Barat Idem (Kota Bogor) Lampung (Kab Idem Lampung Tengah dan Lampung Selatan) Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No.1. 2.CCF tidak memiliki tenaga khusus ahli R&D pengembangan usaha kecil .Pelatihan bagi 3.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.1 Peningkatan Pendapatan Keluarga pendamping/pekerja Dampingan (PPKD) sosial . Christian Children Fund Indonesia (CCF) . 2001 Idem Sumatera Selatan (Kab Ogan Komering Ulu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan Idem 3.1.Keluarga dampingan Ornop mitra yang dinilai siap mengembangkan usaha . .7 Nama Upaya Proyek Ulat Sutera Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Petani tidak mengikuti metode yang diberikan pada saat pelatihan sehingga usaha budidaya ulat sutera mengalami kegagalan.Supervisi dan evaluasi 3.Bantuan biaya pelatihan teknis .1 PPKD Proyek Belitang Buay Madang Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 8 propinsi .2 PPKD Proyek Rahayu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Masih berjalan Idem . Idem Potensi Juni 1999CRS dan YSBS Banyumas Sutera Alam September 2001 Jawa Tengah Petani ulat sutera (Banyumas) 3. .Usaha masih dipandang sebagai kegiatan sosial dan pembelajaran sehingga pengelolaannya seringkali kurang profesional atau kurang ekonomis.Ornop mitra memiliki pekerja sosial yang mendampingi kelompok dalam membuat pembukuan/ administrasi usaha.Bantuan modal usaha .1.4 PPKD Proyek Warga Idem Upadaya 3.3 PPKD Proyek Tunas Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.

9 PPKD Proyek Megu Wiit Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1997 Tahun 20002003 Tahun 19982003 3.1.No.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.8 PPKD Proyek Mambait Jaya Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Idem Masih berjalan Idem .1.Adanya mismanagement di tingkat Ornop .Ornop mitra tidak memiliki jaringan pasar yang luas sehingga perkembangan usaha sangat dipengaruhi oleh kebutuhan dan daya beli masyarakat setempat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .6 PPKD Proyek Santa Elizabeth 3.1.10 PPKD Proyek Temu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sikka) Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan .11 PPKD Proyek Kawangu Idem Sejahtera CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem .1.1.Adanya bencana alam (hama belalang) yang sangat merugikan usaha peternakan dan pertanian .Idem + .Sebagian besar masyarakat memprioritaskan kepentingan adat dari pada kegiatan peningkatan pendapatan Idem 3.Idem + . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19992001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3.7 PPKD Proyek Kusa Bakti Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan Idem Idem 3.Idem + .1.

1.1.1.1.16 PPKD Proyek Dula Luri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Lampung (Kab Idem Lampung Tengah) Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .14 PPKD Proyek Ruku Ramba Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan 3.Idem + . 2003 Tahun 19982002 Lampung (Kab Idem Tanggamus) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.Idem + .15 PPKD Proyek Taloitan Anah Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1998 Tahun 20012003 Idem Masih berjalan .Idem + .Idem + .17 PPKD Proyek Bina Lestari 3.Usaha pertanian dan peternakan banyak mengalami kegagalan karena serangan hama belalang dan kemarau panjang Idem 3.Lokasi warga dampingan terpencar di dusun-dusun terpencil sehingga menyulitkan pendampingan Idem idem 3.Usaha pertanian banyak yang .Idem + .1.Kelompok tidak terbiasa dengan pembukuan dan administrasi Potensi .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha dari keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.No. 2000.12 PPKD Proyek Siwi Waluyo Jaya 3.Idem + .13 PPKD Proyek Muri Mada Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Nusa Tenggara Timur (Kab Ende) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .Keluarga dampingan memiliki lahan yang cukup yang dapat gagal karena hama belalang dimanfaatkan untuk usaha .19 PPKD Proyek Marsudi Siwi Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Idem + .1.18 PPKD Proyek Kinasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19992001 Tahun 1999.1.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.1.

22 PPKD Proyek Tunas Harapan Mandiri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Tahun 1997. 1998.21 PPKD Proyek Masyarakat Sangup 3. 2000.1.24 PPKD Proyek Tetus Manekat Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .1.Sebagian besar warga dampingan memiliki lahan yang cukup untuk usaha pertanian atau peternakan 3.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.1.1.27 PPKD Proyek Citra Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Ngada) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Klaten) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Magelang) Jawa Tengah Idem (Kota Semarang) Masih berjalan Idem Masih berjalan idem Idem Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.1.K. .20 PPKD Proyek Gelekat Lewo 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19982001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3.Idem + .Idem + .1.Kesadaran masyarakat bekerja sama dalam kelompok masih rendah.Idem + .25 PPKD Wesak Welan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20002003 3.Solidaritas warga/ kelompok masih rendah sehingga mereka tidak merasa perlu untuk menggulirkan dana kepada warga/kelompok lain Idem .26 Peningkatan Pendapatan Keluarga Dampingan Proyek Bhakti Kasih 3.1.1. Soegijapranata Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971998 Tahun 20002003 Tahun 19972003 Masih berjalan idem Idem Masih berjalan idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .23 PPKD Proyek Bina Mitra Idem Tulakadi Masih berjalan .1.28 PPKD Proyek K.No. 2002 Tahun 19992003 Tahun 20012002 Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.

Kepengurusan di tingkat kelompok kurang kuat sehingga pada saat Ornop mitra tidak mendampingi.No.37 PPKD Proyek Mino Martani Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 19971998 Tahun 20002003 Idem Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Selatan) Jawa Tengah Idem (Kab Banyumas) Masih berjalan Idem .CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem 3.1.1.1.Keluarga dampingan sangat individualistis sehingga sulit diorganisir dalam kelompok usaha Idem Idem Potensi 3.30 PPKD Proyek Marga Sejahtera Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Banten (Kota Tangerang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .1.33 PPKD Proyek Bina Pendidikan Idem Selesai Idem . beberapa usaha menjadi macet/tidak berkembang Idem Idem Masih berjalan Idem .Idem .39 PPKD Proyek Cai Kahirupan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 2002 Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Idem Yakkum CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20012003 Tahun 19972002 Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Barat) Jawa Tengah Idem (Kab Wonogiri dan Sukoharjo) Masih berjalan Idem Masih berjalan 3.36 PPKD Proyek Panti Nugeraha 3.1.1.Idem .1.1.35 PPKD Proyek Suko Siwi.32 PPKD Proyek Vincentius Idem Tahun 1998 Tahun 20002003 Tahun 19982002 Tahun 19982003 Tahun 19972000 Idem DKI Jakarta (Jakarta Selatan) Jawa Barat Idem (Kab Bogor) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem 3.1.29 PPKD Proyek Bina Kasih 3.38 PPKD Proyek Nak Suko Idem Nian 3.Ornop mitra/Proyek memiliki jaringan kerja yang kuat dengan Puskopdit Jawa Tengah Idem 3.31 PPKD Proyek Warga Idem Bahagia 3.Idem .Idem + .1.1.34 PPKD Proyek Kincir Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 20012003

Wilayah
Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan

Masalah
Idem - Idem + - Ornop mitra dan warga dampingan belum memiliki keahlian dalam pemasaran hasil usaha. Idem - Idem + - Temperamen para pengungsi yang tidak stabil dan mudah diprovokasi

Potensi

3.1.40 PPKD Proyek Moris Diak

3.1.41 PPKD Proyek Karunia

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012003

Keluarga dampingan Masih berjalan Ornop mitra/Proyek Karunia, diprioritaskan pengungsi Timor Timur Idem Masih berjalan

3.1.42 PPKD Proyek Laran Luan

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Barat (Kab Kupang)

Idem

Idem

3.1.43 PPKD Proyek Fajar Kasih

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20002002

Idem

Masih berjalan

- Idem + - Adanya mismanagement

- Idem - CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem

3.1.44 PPKD Proyek Nek Matulun

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Timor Tengah Utara)

Masih berjalan

Idem 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 2003

Wilayah
Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Jawa Tengah Idem (Kab Semarang)

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan Idem

Masalah

Potensi
- Idem + - Sebagian besar warga dampingan memiliki halaman yang cukup untuk usaha Idem

3.1.45 PPKD Proyek Sinar Harapan

3.1.46 PPKD Proyek Sidomulyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

- Idem + - NGO mitra belum memiliki jaringan distribusi/pemarasan produk usaha kelompok (batako/paving) Idem

3.1.47 PPKD Proyek Anak Musi

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Sumatera Idem Selatan (Kota Palembang) Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah 75 orang pengurus (Kab Jepara) kelompok dampingan Ornop mitra Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang dan Kab Ogan Komering Ilir)

Masih berjalan

Idem

3.1.48 PPKD Proyek Sriwijaya Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

Idem

Idem

3.1.49 PPKD Proyek Ngudi Makmur

Bantuan modal usaha CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Selesai

Idem

Idem

3.1.50 PPKD Proyek Pansos Bodronoyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Selesai

Idem - Idem + - Usaha pertanian mengalami kegagalan sehingga petani sulit mengembalikan pinjaman - Mekanisme dana bergulir tidak sesuai dengan kebijakan CCF Pusat sehingga CCF Indonesia harus mencari sumber dana lain

4. Mercy Corps 4.1 Program Pengembangan Institusi Keuangan Mikro (MFIDP)

- Memberi dukungan dana kepada penyedia jasa MFI - Merumuskan kebijakan yang kondusif - Pemberian kredit mikro kepada usaha kecil

Mercy Corps bersama Tahun 1999 sekarang dengan Ornop lokal

8 Propinsi (Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Banten, DIY)

Masih berjalan Koperasi, LSM, BMT, credit union, institusi Apex, LKM, Penyedia jasa LKM, usaha kecil/mikro

- Sifat pendanaan (hibah) kurang efisien - Sulit untuk memenuhi kriteria sasaran - Perlu UU LKM untuk pengakuan keberadaan LKM - Perlu kebebasan untuk menetapkan kebijakan dan fleksibilitas dalam menjalin kerjasama dengan Bank.

Yayasan Paluma

Maret 2000September 2000

DKI Jakarta 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan

Pelaksana
Women in Social Solidarity of Indonesia (WISS) Youth Ending Hunger (YEH)

Waktu

Wilayah

Sasaran

Status saat ini

Masalah

Potensi

Maret 2000-Juli DKI Jakarta 2002 Mei 2000Desember 2000 Juni 2000Januari 2001 DKI Jakarta

Yayasan Pengembangan Masyarakat (YPM) Yayasan Bina Swadaya Mei 2000Bogor-Bekasi November 2002 Koperasi Pokmas Mei 2000 Teratai Agustus 2002 Yayasan Srikandi Sejati Oktober 2000Juni 2001 YPM Kesuma Multiguna April 2000-April 2002 Lembaga Mei November Pengembangan 2000 Masyarakat Indonesia Yayasan Ridho Mukti Februari 2002Farm Februari 2003 BMT Mardlotillah Maret 2002Juni 2003 Yayasan Pumma Agustus 2001Indonesia Agustus 2002 KSU BMT Muamalah November Pacitan 2001-Februari 2003 Kiat Bumi Mandiri November Ponorogo 2001November 2002 Agustus 2001Yayasan Sosial Bina Agustus 2002 Sejahtera (YSBS) Cilacap Februari 2002Yayasan Pengembangan Sumber Februari 2003 Daya Manusia

Jawa Barat

Jawa Barat (Kab BogorBekasi) Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta DKI Jakarta

Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Selatan Jawa Timur

Jawa Timur (Kab Ponorogo) Jawa Tengah (Kab Cilacap) DKI Jakarta

Lampung Yayasan Islam Miftahul September Huda (YASMIDA) 2001Desember 2002 Yayasan Bina Potensi Agustus 2001- Jawa Timur Masyarakat (YAPIM) Agustus 2002 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

Jawa Timur Agustus 2003 Oktober 2001.Jawa Barat Usaha Alisa (SUA) Agustus 2002 Yayasan Bina Sumber Daya Mitra (BISMI) Desember 2000Desember 2001 Agustus 2001April 2002 Agustus 2001Agustus 2002 Oktober 2001Agustus 2002 Mei 2001-Maret 2003 DKI Jakarta Yayasan Tirta Guna Yayasan Setia Kawan Mandiri (SEKAM) Yayasan Iqbal Abieza Mahardhika LSM Airmas Banten DKI Jakarta Jawa Barat DKI Jakarta  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Jawa Timur Mei 2002 Juli 2001-Juli DIY 2002 Jawa Tengah Juli 2001-Juli 2002 Jawa Tengah September 2001-Juni 2002 Mei 2001-Juli 2002 BMT Assalam Agustus 2001November 2002 Yayasan Pemerhati Maret 2000Sosial Indonesia (YPSI) Juli 2002 Suara Ibu Peduli Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta Desember 2000November 2001 Jawa Barat Pusat Pengembangan Desember Sumber Daya Manusia 2000Desember (PPSW) 2001 Alisa Khadijah / Sahabat Oktober 2000.No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Citra Ummat Koperasi BMT “Binna Ummat” PUSKOPDIT “Bekatigade” PUSKOPDIT “Bekatigade” Social Analysis and Research Institute (SAR) Lembaga Pengembangan Usaha Kecil Yayasan Mitra Usaha Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Agustus 2002.

Desember YGAS 2000Desember 2001 Agustus 2001.Jawa Timur Yayasan Pembinaan Pengembangan SDM & November Lingkungan (DIALOG) 2002 LPSP Juli 2001-Juli 2002 Yayasan Karya Mandiri September Indonesia (YKMI) 2001Desember 2002 Lembaga Penelitian Januari 2002UNDIP Januari 2003 Kelompok Tani Hutan Juli 2001-Juli Agrowilis 2002 Yayasan Bina Vitalis September Cabang Bengkulu 2001September 2002 Yayasan Cakrawala November Timur 2000-Agustus 2002 Koperasi Ngesti Rahayu Maret 2002Maret 2003 Yayasan PERAMU April 2002-April 2003 BMT Ibadurrahman Maret 2002Maret2003 Yayasan SkeMa Agustus 2002Agustus 2003 Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Tengah Bengkulu Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Tiasa-Sumbangsih Nuansa Tasikmalaya (SNT) Wanita Islam Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember Jawa Barat 2000-Juni 2002 (Kab Tasikmalaya) Desember DKI Jakarta 2000-Juni 2001 Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Desember Jawa Barat 2000-Mei 2003 Yayasan Ar-Rufi Yayasan PUKAS DKI Jakarta BMT Imarotul Muslimin.No.

Pelatihan lebih mudah dikurangi usaha diberikan kepada usaha kecil daripada mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Sulit untuk mengembangkan UKM dan penyedia Pelatihan masih jasa pengembangan berlanjut. Usaha (Business LSM lokal Jawa Timur. tetapi subsidi BDS bagi usaha mikro . 2003 Jawa Timur.DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000. Development ServicesDKI Jakarta.Banten April 2001 Koperasi BMT Fajar Lampung BMT Baskara Lampung Jasa pengembangan Mercy Corps bersama Dimulai Tahun 4 provinsi Jasa Pengembangan usaha 2003 (Jawa Barat.2 Januari 2003. DKI Jakarta. Banten Jawa Barat Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta 4. BDS) Banten) .Jawa Barat Agustus 2004 Maret 2002DKI Jakarta Maret 2003 April 2003-April DKI Jakarta 2004 Mei 2003-Juli Jawa Barat 2004 Jawa Tengah Lampung Lampung Dimulai Tahun Jawa Barat. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana KBMT Dana Ukhuwah Yayasan Setia Kawan Raharja (SEKAR) Yayasan Pekerti Koperasi Serba Usaha BMT Ar-Ridwan KSM Yekti Insan Sejahtera Koperasi BMT Fajar BMT Baskara Mercy Corps bersama ORNOP lokal Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Februari 2002.No.

DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000.Banten April 2001  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Waktu Wilayah Jawa Barat Jawa Barat Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta Januari 2003.

dan Batam Usaha kecil Masih berjalan (termasuk usaha mikro) dan menengah yang memiliki perijinan dan mempunyai produk berpotensi pasar .Secara umum tidak ada masalah. .1 Modal Ventura .PT Sumatera Astra International Tbk Yayasan Dharma Tahun 1980 . pendampingan.Penyediaan program pelatihan. pasar. Tahun 1992 8 propinsi di PT Astra Mitra – sekarang Jawa dan Ventura .Seluruh sekarang Indonesia.Karakter SDM UKM (bermental pedagang bukan usahawan). Sidoarjo.26 provinsi yang Usaha mikro (Micro Investment ) dengan pola bagi hasil sekarang terdapat Kantor Ventura cabang PT Bahana Artha Ventura 3.Ada kesenjangan antara peminjam yang terdidik dengan yang kurang terdidik. karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil Oktober 1998 – sekarang 10 provinsi (24 wilayah) Usaha mikro anggota Masih berjalan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang telah dibina LPUM Terjadi peningkatan ekonomi usaha mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . pameran. Tegal.PT wilayah kerja Astra Lembaga International Tbk Pengembangan Bisnis (LPB)Astra: Jakarta.Pembinaan sumber daya manusia (SDM). Pemberdayaan UKM semakin meningkat karena meningkatnya alokasi pendanaan untuk kegiatan tersebut serta meningkatnya kesadaraan berbagai pihak terkait terhadap pengembangan UKM 2. . Bhakti Astra prioritas 7 (YDBA) .Penyertaan modal untuk modal kerja dan investasi .Tingkat pengembalian yang tertunda . Yogyakarta.2 Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah . teknologi. PT Bahana Artha Ventura 2. Bandung. Koperasi Bina Masyarakat Mandiri 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .2003 Kelompok Perusahaan/Koperasi No.Jumlah dana belum memenuhi semua permintaan Potensi sangat besar.Bantuan akses pada pembiayaan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil dan menengah yang berbadan hukum Status saat ini Masih berjalan Masalah Karakter usaha kecil dan menengah yang kurang transparan Potensi Perkembangan usaha dari UKM yang dibina relatif berhasil. Mataram. dan manajemen 1. .Lingkungan ekonomi makro yang cepat berubah.1 Pelayanan Pemberian pinjaman modal Koperasi Bina Pinjaman untuk kerja Masyarakat Usaha Mikro Mandiri Masih berjalan .1 Pembiayaan Mikro Pembiayaan modal ventura PT Bahana Artha Tahun 1994. dan temu usaha . PT Astra International Tbk 1.

PT Caltex Pacific PPM secara Indonesia (CPI) umum dimulai tahun 1950an – sekarang Masyarakat sekitar. menengah. khususnya di sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat yang menjadi sasaran. dan koperasi yang bermitra karena pemberdayaannya dilakukan pada seluruh aspek usaha.Penyediaan informasi – sekarang Flour Mills Usaha Kecil dan .1 Program .Penyediaan alat Di sembilan propinsi (seluruh Jawa.Pemberian motivasi usaha .Pembentukan jaringan pasokan bahan baku . PT ISM Bogasari Flour Mills 5. Masih berjalan baik yang sudah memiliki usaha (usaha kecil/ mikro) maupun tidak dan tidak dibedakan lakilaki dan perempuan 4.Dukungan keuangan Menengah . sekaligus menjadikan sasaran sebagai teladan dan sumber pengetahuan bagi masyarakat lainnya.Pembentukan koperasi dan paguyuban .1 Program Kemitraan .2 Local Business Development (LBD) Pemberian paket kontrak usaha maksimal Rp 200 juta PT Caltex Pacific Tahun 2001 Provinsi Riau.No. Indonesia (CPI) – sekarang khususnya sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Masih berjalan Usaha kecil dan menengah setempat yang memiliki kegiatan usaha (output ) yang sesuai dengan kebutuhan PT CPI Memberi kesempatan Masih kurangnya informasi tentang kondisi UKM setempat untuk dan potensi masyarakat bersaing dalam bisnis sekaligus mendorong keberlanjutan usahanya 5.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Penyediaan konsultasi . Sumatera Selatan Kalimantan Selatan) Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro).Masih kurangnya wawasan bisnis dari perusahaan mitra Berpotensi utk mengembangkan usaha kecil.Dukungan pemasaran .Pelatihan PT ISM Bogasari Tahun 1981 Usaha dengan . PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) 4. menengah dan koperasi yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT ISM Bogasari Flour Mills .Bantuan sarana produksi Pelaksana Waktu Wilayah Provinsi Riau. Lampung.Terbatasnya sumberdaya PT ISM Bogasari dibandingkan dengan jumlah mitra yang banyak dan tersebar .Pemberian pelatihan dan Pengembangan pembinaan Masyarakat (PPM) . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.

Meningkatkan penyerapan tenaga kerja. PT.Pemasaran dan promosi hasil produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil (termasuk usaha mikro) dan koperasi yang memenuhi persyaratan Status saat ini Masih berjalan Masalah .Keterbatasan dana .1 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Jenis Kegiatan .Alamat mitra tidak jelas atau pindah alamat tanpa pemberitahuan . PUKK sekarang Koperasi (PUKK) . PUKK Tahun 1993 Seluruh . pengkajian/penelitian dan pemagangan .Dana yang tersedia tidak dapat memenuhi semua permintaan Potensi . Pertamina 6.Pemantauan perkembangan usaha . .Keterbatasan SDM PUKK PT Pos .sekarang Indonesia.Pemberian pinjaman PT Pos Indonesia Tahun 1993 . Nama Upaya 6.Pendidikan/pelatihan. dengan prioritas daerah sekitar operasi pertamina (23 lokasi) 7.Memperbaiki kegiatan usaha pengusaha kecil dan koperasi menjadi tangguh dan mandiri (dalam realisasi masih di bawah target Pertamina) . sehingga tidak perlu dikembalikan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pemberian pinjaman modal kerja dan investasi .Persepsi keliru dari masyarakat bahwa dana bersifat hibah dari pemerintah. CV.Pemberian pelatihan Masih berjalan Usaha kecil yang berbadan usaha (Fa. Pertamina. .Memajukan usaha kecil (termasuk mikro) dan koperasi.Penyertaan mitra dalam pameran . dan koperasi) atau perorangan (pengrajin atau industri rumah tangga).Penyediaan studi banding . PT Pos Indonesia (Persero) 7.No.Adanya tunggakan .1 Pemberdayaan .Seluruh provinsi di Indonesia Usaha Kecil dan modal (Persero).Pembayaran pinjaman tidak lancar .

Pemberian pinjaman dan Bina modal Lingkungan (PKBL) .Komoditi mitra binaan berorientasi ekspor .Biaya penagihan. (sebelumnya bernama Biro PUKK)  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Bantuan pemasaran produk dan pengembangan teknik produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan.No.Tunggakan cenderung meningkat . evaluasi dan pembinaan sangat tinggi karena binaan tersebar dan minimnya sarana prasarana transportasi.Terbentuknya sentra kerajinan . PT Pupuk Kaltim Tbk 8.Terdapat produk baru yang berprospek dikembangkan .Tumpang tindih program untuk mitra binaan yang sama. . Potensi .Bantuan pendidikan.Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan jiwa entrepreneurship PT Pupuk Kaltim Tahun 1989 .1 Program Kemitraan . Nama Upaya Jenis Kegiatan 8.Seluruh provinsi Usaha kecil sekarang di Kalimantan (termasuk usaha Tbk Biro PKBL mikro) dan koperasi. Masalah . pelatihan dan pemagangan. .

Biaya operasional cukup tinggi dan sangat menyita waktu .Pinjaman modal kerja dan investasi serta bantuan akses pada lembaga keuangan lain .1 Sustainable SME .Pemberian bantuan akses pasar 1980 – sekarang Seluruh Indonesia dengan pengembangan saat ini di 3 provinsi Masih berjalan Usaha kecil (termasuk mikro) dan menengah yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT Unilever Lemahnya kemauan mitra dalam mengembangkan bisnis Semakin banyak usaha kecil dan menengah yang terlibat dan tumbuh bersama dengan Unilever. PT Unilever Indonesia 10.Penarikan pajak papan nama usaha mitra binaan yang ditujukan untuk menghindari tumpang tindih program dengan BUMN lain. Potensi Berpotensi mengangkat pengusaha kecil menjadi pengusaha besar.Karakter pengusaha yang tidak disiplin dalam penggunaan dana.Pemberian pinjaman dana PT Sucofindo Kecil dan Koperasi untuk modal kerja dan Unit PUKK (PUKK) investasi .Pemberian bantuan konsultasi manajemen melalui pelatihan dan pendampingan serta bantuan pemasaran dan promosi Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah . dan koperasi 10. Tahun 1991 .No.Pemberian kesempatan PT Unilever Development berusaha Indonesia .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .19 provinsi sekarang Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro). PT Sucofindo 9.1 Pembinaan Usaha . . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 9.Pelatihan .

Pengikatan kerjasama dengan bank umum .Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) . Potensi PHBK menurun setelah krisis.Membentuk satuan tugas National Task Force (NTF) .Peta Penguatan Usaha Mikro dan Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .2003 Kelompok Lembaga Perbankan No.Seluruh 1999 Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Golongan ekonomi Dihentikan lemah dan koperasi sejak tahun 1999 1.tidak ada lagi dana pendukung dari donor sehingga masing-masing bank Pelaksana melakukan kegiatan PHBK sendiri sendiri  ! Lembaga Penelitian SMERU. Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Dengan adanya UU No.Kelompok Simpan Pinjam . Pengelolaan kredit eks KLBI yang masih ada diserahkan kepada BRI. bank umum Tahun 1983.Meningkatkan kerjasama dengan program lain .Krisis ekonomi menyebabkan banyak bank mengalami collaps dan tidak mampu lagi menyalurkan kredit sehingga program PHBK mengalami penurunan . Desember 2003 . Bank Indonesia (BI) 1.1 Kredit Program Penyediaan kredit melalui 17 Skim Kredit Program. bank umum.Melakukan pengkajian terhadap Pokmas BI. KPR-SS.Membentuk forum LPSM partisipan PHBK: ALTRABAKU .14 provinsi sekarang BPR dan Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat (LPSM) . Potensi Potensinya tidak ada lagi. yang berarti kredit program sudah tidak ada lagi. 23 Tahun 1999. BI tidak boleh lagi menyalurkan kredit.Memperluas jangkauan pelayanan bank kepada pengusaha mikro . KPR-S. dan akan ditarik secara bertahap dalam jangka waktu 5 tahun sampai akhir tahun 2004. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1.Meningkatkan efisiensi KSM .2 Pengembangan Hubungan Bank dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) . BI hanya memberi pembinaan tanpa ikut terjun secara langsung sehingga potensinya juga sangat relatif. Sekarang BI mengarahkan bank pada kegiatan PHBL. Masih berjalan tetapi tanpa pembinaan dan bantuan teknis dari BI . KKop. KKPA.Mendorong fungsi LPSM pada pembinaan dan pelatihan . BTN dan PNM. Tahun1989.Kelompok Pengusaha Mikro (KPM). antara lain: KUT. yaitu menjalin kemitraan dengan LKM.Meningkatkan kerjasama dengan BPR melalui pelatihan . BI.

peran BI dibatasi hanya pada kebijakan kredit perbankan.Penyediaan materi pembinaan .Membentuk Tim Proyek Pengembangan Pengusaha Kecil (P3K) .4 Proyek Kredit Mikro (PKM) .3 Program Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Jenis Kegiatan Pelaksana .Pelatihan staf BI dan bank perbankan/counterpart umum .No.Pendampingan . BPR dan LPSM Rakyat miskin dan Selesai mendekati miskin di pedesaan.Membuat pola pinjaman untuk PKUKT .5 Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil (SIPUK) Penyediaan jaringan informasi dan database berbasis internet BI Tahun 1999. yang ternyata peranannya justru semakin menurun. dan pemberian bantuan teknis perbankan.Melakukan Counterpart Training kepada pejabat pemberi kredit .Identifikasi dan pembinaan Program Kemitraan Terpadu Waktu Wilayah Tahun 1978. 1.Konsultasi . 23 Tahun 1999.Survei peluang usaha pada sub sektor tertentu (SPID) .Pemberian kredit Tahun 1995.Melakukan Proyek Kemitraan Usaha Kecil Terpadu (PKUKT) . buruh tani dan kaum wanita Usaha kecil dan Masih berjalan masyarakat umum yang ingin melakukan usaha mikro Proyek berakhir dan dana harus dikembalikan ke BI Potensi terhadap upaya peningkatan ekonomi perempuan cukup besar karena sekitar setengah (49%) dari jumlah nasabah merupakan nasabah perempuan Memberi kemudahan bagi pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi dalam upaya mengakses kredit dan mengembangkan usaha 1. Nama Upaya 1. pengembangan kelembagaan.Memperluas jaringan kepada Unit Pengembangan Usaha Kecil (UPUK) .15 provinsi BI: Unit 2001 Pelaksana Proyek (UPP).10 provinsi 1999 Sasaran Status saat ini Usaha kecil dan Selesai usaha besar yang memiliki hubungan kemitraan. serta bank sebagai pemberi kredit Masalah Setelah keluarnya UU No. Desember 2003 .Seluruh sekarang Indonesia (dapat diakses melalui internet) Banyak usaha kecil/mikro tidak memiliki pengetahuan tentang komputer dan mampu mengakses informasi melalui internet  " Lembaga Penelitian SMERU. sementara pembinaan yang bersifat non perbankan dan pemberian kredit program tidak ada lagi sehingga peran BI dalam PPUK tidak dapat lagi dilakukan secara penuh Potensi Potensinya kecil. Hal ini akibat dibatasinya kewenangan BI. karena setelah tahun 1999 PPUK dilebur kedalam PUKM. pengangguran. khususnya tuna wisma.Pelatihan .

Jawa Tengah (Semarang) (Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra.19 provinsi.1 Swamitra .Menyediakan modal Tahun1998.Memberi bimbingan teknis dan sistem manajemen kepada Swamitra .Menjalin kerjasama dengan pihak lain. khususnya perempuan. Koperasi dan sekarang 71 kabupaten Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Masih berjalan .Membentuk Swamitra yang Bank Bukopin merupakan kerjasama dengan koperasi untuk memberikan pelayanan jasa keuangan kepada usaha kecil dan mikro berupa .Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . Desember 2003 .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .Infrastuktur yang tidak selalu tersedia di Swamitra .No. keluarga miskin dan atau yang semula miskin.Keterbatasan dana . penelitian dan penyediaan sistem informasi Waktu Wilayah Tahun 1999.Potensi sangat baik karena jaringan Swamitra semakin berkembang .6 Pengembanan Usaha Kecil dan Mikro (PUKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan bantuan teknis BI pengembangan usaha kecil dan mikro kepada lembaga perbankan melalui pelatihan. Nama Upaya 1.2 Kredit Sudara Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001. Keluarga Sejahtera 1.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  # Lembaga Penelitian SMERU. yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap .Mendapat award dalam Asian Banking Award 1999 2. Bank Bukopin 2. BPR dan Koperasi) Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Lembaga perbankan Status saat ini Masalah Masih berjalan Keterbatasan dana untuk kegiatan pelatihan dan penelitian Potensi Potensi baik karena banyak bank yang sekarang mulai tertarik memberikan pelayanan kredit mikro dan kecil 2.Modal dari pihak ketiga yang dapat disalurkan kepada Swamitra masih terbatas . LKM.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . seperti Pemda dan Kementerian Kelautan dan Perikanan .

Desember 2003 . Banten).Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .Keterbatasan dana .11 provinsi. yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap Masalah . TKI.No.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . khususnya perempuan.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  $ Lembaga Penelitian SMERU.5 Kukesra Mandiri Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .4 Kredit Pundi Penyediaan kredit modal kerja dan investasi Bank Bukopin Tahun 2001.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2. 7 kota/ kabupaten Sasaran Status saat ini Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera. Jawa Barat. KS-I.3 Kredit Sudara Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana Waktu Bank Bukopin Tahun 2001(Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . LKM. keluarga yang semula miskin.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada Potensi .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Keterbatasan dana .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Keterbatasan dana . DIY. keluarga miskin dan atau yang semula miskin. dan pemilik usaha kecil yang mempekerjakan keluarga miskin yang memiliki usaha produktif yang telah tumbuh dan sedang berkembang .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . BPR dan Koperasi) Wilayah 5 provinsi (Jawa Tengah.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2. Keluarga Sejahtera I.Seluruh sekarang Indonesia Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera. 2002 16 kota/ kabupaten Kelompok UPPKS Selesai yang telah dibina dan direkomendasi oleh BKKBN untuk mendapatkan fasilitas Kukesra Mandiri . Jawa Timur. Nama Upaya Perluasan 2.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .

1 Program Kredit Peduli Usaha kerja Mikro BCA Pelaksana BCA dan BPR Waktu Wilayah Sasaran Pengusaha mikro dan kecil yang membutuhkan kredit modal kerja maksimal Rp 10 juta Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi Maret 2002 . Desember 2003 .Kredit Investasi . Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak  % Lembaga Penelitian SMERU.1 Kredit Usaha Kecil Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri (KUK) dan modal kerja melalui: .Menganggap sumber dana dari pemerintah sebagai hibah .BUMN dibatasi untuk menjadi penjamin . Bank Central Asia (BCA) Penyediaan kredit modal 3.Potensi sangat besar.DKI Jakarta sekarang Nasabah Perum Masih berjalan Pegadaian yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta 4.Kredit Modal Kerja .Masalah monitoring .Seluruh sekarang Indonesia Petani.Masalah jaminan dan penjaminan .No.Kredit Channeling Tahun 1998. meskipun kredit ini tidak mensyaratkan jaminan Hampir tidak ada masalah Potensi sangat baik dan karena gadai dilakukan upaya ini akan diperluas dengan jaminan barang ke Indonesia bagian Timur bergerak yang nilainya lebih besar 3.Kredit Modal Kerja Kontraktor . karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil .Monitoring kurang .Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil (dan mikro) Masih berjalan . Masih berjalan .12 provinsi sekarang Masalah umum yang biasa Potensi sangat baik dan dihadapi nasabah yaitu upaya ini akan diperluas dalam pemenuhan ke Indonesia bagian Timur persyaratan perbankan.Persyaratan minimal untuk usaha kecil (misal KTP) tidak selalu bisa dipenuhi+I20 .2 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 2001.2 Program Gadai Kemitraan dengan Perum Pegadaian BCA dan Perum Pegadaian Maret 2002 . Bank Mandiri 4.Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan. peternak.Pemerintah telah meng'create demand' untuk usaha kecil agar bisa berhubungan dengan bank 4.Banyak koperasi atau dan koperasi dalam kelompok tani yang rangka pengadaan menunggak kredit program pangan sebelumnya . Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.

4 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 1989. Status saat ini Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Masalah . Desember 2003 . .Dana terbatas sedangkan permintaan tinggi.Masalah pemenuhan persyaratan dan jaminan .Pergantian pengurus/masalah intern koperasi . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri 4.3 Kredit kepada Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Waktu Wilayah Tahun 1998.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Anggota koperasi primer yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta. sehingga banyak yang memanfaatkan untuk keperluan di luar target program Potensi kurang karena jumlah dana terbatas dan kredit berbunga lunak tidak mendidik  & Lembaga Penelitian SMERU.Nasabah sering tidak menerima perbedaan tingkat suku bunga.Dana terbatas karena tergantung pada penyisihan laba bank . Potensi Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak 4.Kredit murah.No.Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil dan mikro yang masih lemah dan perlu pembinaan Masih berjalan .

legalitas dan agunan dari koperasi Skim kredit program dinilai sudah tidak tepat lagi.Lemahnya permodalan. Desember 2003 . dan legalitas usaha) .Masalah kelayakan usaha dari usaha mikro (lemahnya permodalan.Keterbatasan akses memperoleh kredit bank .Pengembangan pendekatan kepada nasabah dengan konsep mikro .3 Kredit kepada Penyediaan kredit investasi BNI Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 1998.Seluruh sekarang Indonesia Koperasi dan LSM Masih berjalan yang memiliki usaha . yaitu ULM dianggap sebagai Kantor Cabang/Capem .Masalah pemenuhan kelengkapan persyaratan kredit. administrasi.1 Kredit Mikro Penyediaan kredit investasi BNI (Unit Tahun 2001dan modal kerja Layanan Mikro.2 Kredit kepada Koperasi (Kkop) Penyediaan kredit BNI (sistem channeling ) Tahun 1998. seperti KTP dan agunan Potensi Potensi besar karena .sekarang ULM di BNI Cabang) Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah . legalitas dan agunan) . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 5.Jumlah usaha mikro lebih besar dibanding usaha menengah dan besar . Bank Negara Indonesia (BNI) 5.No. sebaiknya tidak dilanjutkan  ' Lembaga Penelitian SMERU. administrasi.Masih besarnya tunggakan kredit sebelumnya .Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi primer Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran. sebaiknya diarahkan kepada kredit mikro atau KUK 5. administrasi.Menetapkan batas rayon pembinaan usaha mikro. jangkauan pasar.Masalah kelayakan usaha koperasi (lemahnya permodalan. jangkauan pasar. dengan menggunakan orang setempat Seluruh Masyarakat kecil Indonesia yang memiliki (melalui 151 usaha ULM di Kantor Cabang BNI) 5.Aksesibilitas pembukaan ULM yang terbentur kebijakan BI. tidak mendidik dan terlalu birokratis. jangkauan pasar.

No.Terlalu birokratis .2 Kerjasama dengan Penyediaan kredit investasi Bank Niaga Lembaga dan modal kerja (Desk UKM) Keuangan : .Memberdayakan ekonomi perempuan karena peserta program ini umumnya perempuan 6.Seluruh sekarang Indonesia Nasabah BPR Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif.Multifinance Tahun 2000. Nama Upaya 5.Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif. bergerak di sektor perdagangan Relatif tidak ada masalah Sangat berpotensi untuk dikembangkan ! Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .KKPA TKI Tahun 2000.Tanda tangan sering berubah atau tidak sesuai dengan kartu identitas (KTP) 6.Pembinaan dari BKKBN terhadap kelompok UPPKS kurang Potensi .1 Kredit Program : Penyediaan kredit investasi Bank Niaga dan modal kerja (Desk UKM) . Bank Niaga 6.Kredit Ketahanan Pangan (KKP) . tingkat bunga atau biaya administrasi) .4 Kukesra Mandiri Jenis Kegiatan Penyediaan kredit Pelaksana BNI (sistem channeling ) Waktu Wilayah Tahun 2001. bersifat massal dan seragam. sebaiknya tidak dilanjutkan . kebanyakan bergerak di sektor agrobisnis Mayoritas End user terdiri More promising than corporate banking dari petani dan peternak yang: .Sulit menerima perubahan (misal.Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA-Umum) .BPR . bersifat massal dan seragam.Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran.Jawa dan sekarang Sulawesi Selatan (di Cabang tertentu ) Sasaran Status saat ini Kelompok UPPKS Masih berjalan (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Masalah .

usaha rumah tangga dan golbertap yang memerlukan tambahan pembiayaan sampai dengan Rp 50 juta.Seluruh sekarang Indonesia Masih berjalan Masyarakat pedesaan. pasar. 7. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Penyediaan kredit melalui: 7.2 Simpanan Pedesaan (Simpedes) Memobilisasi dana BRI ( BRI Unit) masyarakat lewat Simpedes Tahun 1984.Karakter sebagian anggota masyarakat kurang baik . seperti jalan.3 Program Bank Niaga Kemitraan dengan kerja untuk usaha komersial (Desk UKM) / perdagangan cara : -Commercial Forward Linkage -Commercial Backward Linkage Waktu Wilayah Tahun 2000.1 Kredit Umum Pedesaan .Potensinya sangat baik.Berpotensi menguatkan usaha mikro karena 80% nasabah adalah usaha mikro .Berpotensi meningkatkan ekonomi perempuan karena 30-45% nasabah adalah perempuan. seperti jalan. bersifat massal dan seragam. sarana kendaraan umum Potensi terhadap penguatan usaha mikro sangat besar karena hampir semua dana yang disalurkan Kupedes berasal dari Simpedes ! Lembaga Penelitian SMERU.No.Seluruh sekarang Indonesia Seluruh anggota masyarakat pedesaan Masih berjalan Tergantung dari tersedianya infrastruktur wilayah. sarana kendaraan umum .Kupedes Golongan Berpenghasilan Tetap (Golbertap) BRI (BRI Unit) Tahun 1984. bergerak di sektor perdagangan Potensi Sangat berpotensi untuk dikembangkan 7. pasar. . Desember 2003 . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit modal 6.Kupedes Investasi (Kupedes) . meliputi: pengusaha kecil.Tergantung pada ketersediaan infrastruktur wilayah. BRI merencanakan membuka 100 unit baru per tahun .Kupedes Modal Kerja .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini Masalah Pengusaha kecil Masih berjalan Relatif tidak ada masalah dengan kegiatan usaha produktif.

Diperkirakan sekitar 6070% peminjam adalah kaum perempuan .Identifikasi penduduk di 7. 7.Pemberian bantuan permodalan terbentur aturan tentang kehatihatian bank.Kurangnya modal pedesaan yang . tetapi terbentuk masalah legalitas . khususnya bagi kaum perempuan . pelatihan dan dukungan sesuai perkembangan kelompok Fase I : 1979-1985 Fase II: 1989-1998 Fase III: 1998-2005 12 provinsi.3 Kredit Mitra Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana BRI Waktu Wilayah Tahun 2002. Desember 2003 .Jawa dan sekarang Madura Masyarakat kecil di Masih berjalan .Tingkat pengembalian kredit sangat baik dan memenuhi kelayakan bank .Legalitas usaha dari memiliki usaha lembaga belum jelas . Keluarga miskin di Masih berjalan pedesaan (P4K Tahap III.Mengembangkan (P4K) ketrampilan untuk meningkatkan pendapatan serta identifikasi peluang usaha.Memberi contoh empirik bagaimana membangun sistem dan mekanisme partisipatif dalam penanggulangan kemiskinan di pedesaan ! Lembaga Penelitian SMERU. 122 kabupaten .No.Membantu pembentukan kelompok swadaya (KPK) nelayan Kecil .Menyediakan akses pada fasilitas tabungan dan kredit .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini UKM yang Masih berjalan mempunyai hubungan bisnis dengan mitra BRI (pengusaha besar) yang memerlukan tambahan modal kerja s/d Rp 500 juta.Membantu kelompok swadaya menyusun rencana usaha .Kredit macet karena pengaruh program pemerintah yang bersifat hibah .Mendorong keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan dengan kekuatan sendiri ..Mnyediakan kredit untuk BRI dan Bank usaha produktif Kredit Desa .5 Proyek BRI bawah garis kemiskinan Peningkatan Pendapatan Petani. Nama Upaya 7. -Jumlah UKM di Indonesia yang semakin bertambah banyak.4 Kredit Candak Kulak .Menyediakan bimbingan.Banyak daerah meminta didirikan BKD.Menerima simpanan (BKD) berupa simpanan wajib dan simpanan sukarela/ tabanas Bank Kredit Desa (BKD. Masalah Kelayakan usaha dari usaha kecil maupun perusahaan yang menjadi mitra Potensi -Adanya dukungan pemerintah untuk lebih mengembangkan UKM. 1998-2005) Potensi sangat baik: .) Tahun 1897.

No. Nama Upaya 7.6 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP)

Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja dan investasi

Pelaksana BRI

Waktu Wilayah Tahun 2001- Seluruh sekarang Indonesia

Sasaran Status saat ini Petani, peternak, Masih berjalan dan koperasi dalam rangka pengadaan pangan

Masalah - Banyak kelompok tani dan koperasi masih menunggak kredit program sebelumnya - Masalah monitoring. - Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.

Potensi - Potensi besar karena sebagian besar penduduk adalah petani. - Pengembangan melalui pola kemitraan dan konvensional kepada nasabah potensial.

7.7 Pembinaan Usaha - Pemberian bantuan kredit Kecil dan Koperasi modal kerja. (PUKK) - Pembinaan usaha (manajerial, produksi, pemasaran). - Pelatihan, pemasaran kepada UKMK

BRI

Tahun 1996- Seluruh sekarang Indonesia

Golongan ekonomi Masih berjalan lemah khususnya usaha mikro yang belum mampu mengakses kredit perbankan

- Prospek usaha dari mitra binaan (kelayakan usaha) - BUMN yang membina terkonsentrasi di wilayah binaan yang sama

Potensi terbatas karena tergantung alokasi keuntungan yang diperoleh 

!!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat tahun 1997-2003 Kelompok Lembaga Internasional
No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. Asian Development Bank (ADB) - Identifikasi kelompok target 1.1 Proyek ADB dan BRI - Membantu pembentukan self-help Peningkatan Pendapatan Petani group (SHG) - Penyediaan pendidikan dan Nelayan Kecil pelatihan (P4K) / Rural Income Generating - Membantu SHG memformulasikan dan mempresentasikan rencana Project (RIGP) usaha Phase III - Menyediakan akses ke fasilitas tabungan dan kredit - Menyediakan ongoing advice , pelatihan dan dukungan sejalan 1.2 Technical Assistance for the Rural Income Generation Project Phase III / TA 2634 - Memobilisasi pembentukan dan perkuatan SHG - Mendorong mobilisasi tabungan anggota SHG. - Menyediakan dukungan keuangan dan kelembagaan untuk kegiatan penciptaan pendapatan. - Memperkuat perantara informal untuk melengkapi lembaga keuangan formal dalam memenuhi kebutuhan kredit masyarakat berpenghasilan rendah dan peminjam tanpa agunan di daerah terpencil. - Memberikan kredit - Memperkuat lembaga keuangan - Memperkuat NGO - Memperkuat kemampuan BI dalam implementasi dan monitoring - Pelatihan - Konsultasi ADB dan Departemen Pertanian Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi

12 provinsi, 122 Masyarakat yang Tahap III: kabupaten tinggal di bawah Juli 1998garis kemiskinan. September 2005 (Tahap I: 1979 - 1985; Tahap II: 19891998)

15 propinsi Tahun 1997/1998 (selama 4.5 bulan, sebelum pelaksanaan P4K tahap III)

Kelompok miskin, Selesai dengan prioritas di desa IDT.

1.3

Micro Credit Program (MCP) –Program Kredit Mikro (PKM)

21 Juli 199515 propinsi ADB, Bank Indonesia, BPD, Desember 2001 BPR, NGO dan LDKP (Lembaga Dana Kredit Pedesaan)

Penduduk miskin terutama perempuan, di desa non-IDT dan tidak memiliki akses pada lembaga kredit

Di tingkat pusat program sudah selesai, tetapi di daerah masih berjalan

-Tingkat suku bunga yang tinggi menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi BPR untuk mengambil kredit - Kriteria peserta LKM terlalu sederhana sehingga memperbesar resiko dalam penyaluran dana 

!"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. Nama Upaya 1.4 Community Empowerement for Rural Development Project (CERD)

Jenis Kegiatan - Pemberian modal - Pelatihan - Pemasaran - Mengembangkan institusi keuangan pedesaan - Monitoring program - Pemberian modal (kredit mikro) - Pembangunan infrastruktur pedesaan - Kajian kebijakan

Pelaksana Waktu Tahun1999 ADB dan Depdagri, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Wilayah 6 provinsi

Sasaran - Keluarga miskin (khususnya perempuan) - Usaha mikro - Usaha kecil 750 desa miskin

Status saat ini Masih berjalan

Masalah

Potensi

1.5

Technical Assisstance to The Republic of Indonesia for Preparing The Development of Rural Urban Linkage Project / TA 3088 INO ADB SME Development Technical Assistance No. 3417 – INO

Mei 19996 provinsi di ADB dan Depdagri, Dirjen November 1999 Indonesia Timur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Selesai

1.6

- Penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator usaha - Peningkatan efisiensi pasar Business Development Service (BDS) - Peningkatan akses usaha kecil ke kredit komersial

Februari 2001ADB-TA, 2004 Consortium of GFA Management dan Swisscontact Services for Asian Development Bank

Sulsel (Parepare, Bulukumba), Jateng (Pati, Sragen)

- Pemerintah - Penyedia BDS - UKM

Sebagian kegiatan masih berjalan

2. The Asia Foundation 2.1 Konferensi - Konferensi/rapat bidang Nasional (KONAS) - Pameran III - Temu bisnis

The Asia Foundation, Forum Daerah (Forda) UKM Yogyakarta, Swisscontact, Mitra Ventura Indonesia

29-30 Agustus 2000

Yogyakarta

- LSM yang tertarik Selesai pada advokasi usaha; - UKM anggota Forum Daerah 

!#

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Juli 1999-Juni 2000 Juli 1997-Juni 1998 NTB . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Survey .Penyediaan dana bergulir dalam Program through bentuk koloni lebah Bee-Raising Activities 3.Survey .Pembentukan kelompok petani Development .Workshop Regional .Penyediaan modal Management for Income Generation Juli 1997-Juni AusAID danYayasan Bina 1998 Mandiri NTT.Seminar . Forum Daerah Kalbar Wilayah Jawa Tengah ( Kota Semarang.Masyarakat setempat Selesai.No. Kabupaten Salatiga) Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi Kalimantan Barat. Australian Agency for International Development (AusAID) .Penyediaan dana bergulir AusAID dan Yayasan Pengembangan Usaha Mandiri -Juli 1997-Juni NTB (Kab Dompu) 1998 . Perbatasan Serawak Selesai 3.4 Juli 1997-Juni AusAID dan 1998 Lembaga Bina Sakti Masyarakat (LEBBMAS) Sulawesi . Kupang (Kab Oenesu) Kelompok perempuan 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Industri rumah tangga 3.Kebijakan advokasi Pelaksana Waktu 2000-2001 The Asia Foundation.3 Women Income -Pendirian pusat pengembangbiakan Generation through bebek Duck Breeding .Workshop Regional . Nama Upaya 2.Kelompok nelayan Tenggara (Kab .1 Community . Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) 2000-2001 The Asia Foundation.Penyediaan dana bergulir dalam bentuk paket bebek.Kelompok Kendari) perempuan peternak bebek !$ Lembaga Penelitian SMERU.Pelatihan dan alih pengetahuan 3.Kebijakan advokasi 2.3 Surveys of Barriers on Trade / Investment in West Kalimantan and Border near Serawak . Desember 2003 .Seminar . Center for Agricultural Policy Studies (CAPS).2 Empowerment for Small Trader and Home Industry Activities -Pelatihan pengelolaan usaha . CESS. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. Local Resources . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan AusAID dan Fatayat NU .Pedagang kecil .2 Surveys of Barriers on Trade / Investment in Central Java Jenis Kegiatan .LSM .

Bantuan peralatan Sulawesi Kelompok Tenggara (Kab perempuan Kendari) Selesai 3.LSM .8 Juli 1998-Juni AusAID dan 1999 Yayasan Dian Desa. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Masalah Potensi 3.5 Income Generation -Pelatihan pengelolaan dana bergulir for Women and -Penyediaan modal Family in Kendari Pelaksana Waktu Juli 1997-Juni AusAID dan1998 Yayasan Pendidikan Muslimat NU. Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.Bina Bakti Perempuan Pusat AusAID dan Yayasan Hijau Sejahtera Juli 1997-Juni 1998 Wilayah Sasaran Sulawesi Kader kelompok Tenggara (Kab Kendari) Status saat ini Selesai.1 Women Capability Strengthening through Small Scale Economic Acivity Juli 1998-Juni 1999 Perempuan 3.9 AusAID dan Yayasan Sosial Bina Sejahtera AusAID dan Yayasan Karya Mandiri Juli 1998-Juni 1999 Jawa Tengah (Kab Banyumas) Jawa Timur (Kab Pacitan) Peternak ulat sutera Selesai 3.No.7 Pengembangbiakan kambing dan Women bebek Empowerment through Productive Economy in Rinti Village Income Generation Pelatihan pemanfaatan kepompong liar dan sisa kulit ikan and Productive Employment Creation Silk Worm Farming Pelatihan bagi peternak ulat sutera in Banyumas AusAID dan Yayasan Citra Desa Juli 1998-Juni 1999 Aceh (Desa Rinti) Perempuan korban Selesai operasi DOM 3.Masyarakat Selesai !% Lembaga Penelitian SMERU.Pelatihan .11 Community-Based Pelatihan dalam mengembangkan Agribusiness kegiatan agribisnis Development AusAID dan Yayasan Pakta Juli 1999-Juni 2000 NTT (Kab Sumba Barat) .6 Home Industry Development for Production of Coconut Oil . Desember 2003 . .Penyediaan modal . Yogyakarta Jawa 1100 rumah tangga Selesai 3.

14 Integrated Agriculture .16 Sustainable Budidaya tanaman murbai dan Income Generating pengembangbiakan ulat sutra Juli 2001-Juni 2002 Maumere. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.17 Bantuan sarana Development of Wamena Office as Micro Credit Institution Economic Improvement forTraditional Fishermen AusAID dan Bina Juli 2001-Juni 2002 Swadaya . tetapi di kota Jakarta Barat tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai 3.Pelatihan teknik pertanian AusAID dan .13 Strengthening Basic Economic Structure to Alleviate Poverty Jenis Kegiatan Pelaksana .Jayapura.Pengembangbiakan ternak dengan Yayasan Ayo sistem bergulir Indonesia Juli 1999-Juni 2000 NTT Petani 3.No. Nama Upaya 3.15 Income Generating Penyediaan kredit mikro secara bergulir.18 Juli 2001-Juni -Penyediaan peralatan AusAID dan 2002 .19 Goat Breeding Jawa Timur Peternak kambing Selesai 4.Jayawijaya . Ujung Pandang Selesai.Pelatihan AusAID dan . NTT .Peternak 3.12 Improvement of Hand Woven Production 3.Petani . AusAID dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Kesuma AusAID dan Yayasan Dian Desa Juli 1999-Juni 2000 Jakarta Barat Masyarakat miskin Selesai.Papua LKM Selesai 3.Pembentukan skema simpan pinjam Yayasan Tunas bagi industri tenunan tangan Jaya Penyediaan modal awal bagi usaha kecil AusAID dan Yayasan Duta Bina Bhuana Waktu Juli 1999-Juni 2000 Wilayah NTT (Kab Ruteng) Sasaran Pengrajin tenunan tangan Status saat ini Selesai Masalah Potensi Juli 1999-Juni 2000 Kupang.Penyediaan bantuan teknis termasuk Lembaga pemasaran Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Perbaikan pengembangbiakan ternak AusAID dan kambing Yayasan Sambangdiri Juli 2001-Juni 2002 Sulawesi Utara Nelayan tradisional Selesai (Kota Manado) 3. Desember 2003 . LSM lokal Sumba Barat. . Bank Dunia !& Lembaga Penelitian SMERU. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan 3.

Ditjen 2006 PMD.analisa kemiskinan . Nama Upaya 4.Pembangunan sarana penunjang perekonomian desa Pelaksana Waktu Bank Dunia dan Tahun 1998Depdagri. Wilayah 22 propinsi Sasaran Status saat ini Penduduk miskin di Masih berjalan kecamatan dengan jumlah desa tertinggal serta jumlah penduduk miskin yang relatif banyak Masalah . 4.Kondisi UPKD di lapangan masih rapuh .1 Kecamatan Development Project (KDP) / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan .peternak .pemberian bantuan tekhnis dan strategi pemasaran Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun1996September 2003 Selesai .Pengembalian pinjaman tersendat. pengrajin.pengembangan sistem usaha tani .pemberian akses informasi .pembangunan prasarana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun 19992003 2 provinsi: Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara (seluruh kabupaten) 2 provinsi: NTT dan NTB (seluruh kabupaten) .peternak .Kurangnya komitmen Pemda dalam memberdayakan masyarakat Potensi 4. Desember 2003 . yaitu 15% per tahun.Terjadi penyalahgunaan uang pinjaman .Mekanisme kurang transparan .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .petani .petani .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.dll Selesai . serta tidak mensyaratkan agunan.pengrajin.3 Nusa Tenggara Agriculture Area Development Project (NTAADP) .Pembinaan di tingkat pokmas belum optimal .Pengembalian pinjaman kurang lancar .Pengembalian pinjaman tersendat.2 Sulawesi Agriculture Area Development Project (SAADP) . !' Lembaga Penelitian SMERU.Rendahnya serapan dana karena sering terjadi pergantian LSM pendamping Program ini cukup diminati masyarakat setempat karena suku bunga yang dianggap ringan.No. terutama dari petani Potensi program ini cukup besar dalam membantu kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan. terutama dari petani .pemberian pinjaman modal kerja .penggaduhan ternak .anggota kelompok IDT (Pokmas): masyarakat miskin dan termiskin .dll .Penyediaan modal usaha produktif . Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat.pengembangan usaha ekonomi produktif .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedagang kecil.

Desember 2003 .No.Menghubungkan pengusaha kecil.2001 Yayasan Daya Pertiwi (Jawa Timur) .analisa kemiskinan Project .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .Bali (6 kabupaten) Usaha mikro. ILO " Lembaga Penelitian SMERU.4 Bengkulu Regional .Penyediaan dukungan pasar Economic . menengah dan besar .Monitoring .pelayanan informasi .3 European Union.Penelitian Development .2 Community Based . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4. kertas dan logam Usaha kecil dan menengah Masih berjalan 5.Analisa keuangan .konsultasi European Union Desember 1998-Jawa Barat (3 kecamatan) .dll Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 5. 1998. The European Union 5.1 Small and Micro Scale Enterprise Development in West Java .petani .Bantuan sarana .Seminar Small Scale Enterprise Development . kecil Selesai dan menengah 6.V dan Yayasan Daya Pertiwi Timor Barat dan Bali 5.Penyaluran dana bergulir .pelatihan .Jawa Timur (2 kabupaten) .Pelatihan .pemberian pinjaman modal kerja Development .pelatihan manajemen dan tekhnik produksi .Fasilitasi pertemuan antar pengusaha kecil .membuat model usaha kecil .konsultasi .peternak .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil. FNS dan PUPUK Juni 2004 Pengusaha mikro Masih berjalan dan kecil khususnya yang bergerak di 4 sektor yaitu: agrobisnis. pengrajin.bantuan teknis .pemberian bantuan teknis dan strategi pemasaran -pembangunan infrastruktur pedesaan Pelaksana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Waktu Tahun 19982004 Wilayah Bengkulu (Seluruh kabupaten kecuali Kota Bengkulu) Sasaran .seminar. tekstil. 2002-2005 Evangelische Zentralstelle fuer Entwicklungshilfe E. penelitian .menghubungkan pengusaha mikro-kecil dengan bank .mendirikan pusat pengembangan dan kegiatan pendukung UKM di Indonesia Timur European Union.pemberian akses informasi .Oktober NCOS (Belgium).

Pengembangan kapasitas .Pelatihan capacity building . Swisscontact 7.advokasi Pelaksana Waktu ILO bekerjasama 1998-2001 dengan NGO lokal Wilayah 5 provinsi: Sumatra Selatan. Jatim.Keberlangsungan proyek kurang terjamin karena keterbatasan pengetahuan NGO mitra dan kemampuan penerima manfaat .Mempersiapkan Dewan Usaha Kecil di Yogyakarta dan Salatiga sejak 2002 Swisscontact bekerja sama dengan berbagai institusi 1997-2002 Para stakeholder Program ini yang terkait dengan sebenarnya telah UKM selesai pada tahun 2002.Penelitian . Deli Serdang. tetapi dilanjutkan kembali tahun 2003 " Lembaga Penelitian SMERU.1 Expansion of Employment Opportunities for Women (Proyek Perluasan Kesempatan Kerja untuk Perempuan) Jenis Kegiatan . Desember 2003 . Sulawesi Selatan Beberapa daerah di Indonesia Melalui program ini diharapkan jermal akan terbebas dari pekerja anak pada akhir fase kedua tahun 2004 7. Labuhan Batu dan Simalungun) Penyedia BDS di 5 provinsi: Jakarta. Sulawesi Tengah.Penyaluran dana bergulir . Sulawesi Tenggara Sasaran Status saat ini .No.2 Children in Jermal Fishing Platform (Pekerja Anak di Jermal) .Membentuk Forum Daerah .2 SHARE Program .Penciptaan pendapatan ILO bekerjasama Mulai Desember 1999 dengan Pemerintah Daerah Sumatra Utara Sumatra Utara.Memfasilitasi dialog kebijakan .1 Business Development Centre (BDC) Mendirikan pusat pengembangan usaha (BDC) bekerjasama dengan penyedia jasa pengembangan usaha (BDS) di tingkat lokal 1997-2002 SwisscontactPenyedia BDS di tingkat lokal Selesai 7.Perempuan miskin Selesai kepala rumah tangga .Perempuan pekerja sektor formal di kota Masih berjalan Masalah . tingkat lokal Jateng (Semarang. Kalimantan Tengah.Penciptaan lapangan pekerjaan .Terjadi kesalahan targeting Potensi 6.Peningkatan wawasan .Perempuan pekerja sektor informal di desa/kota .Pemantauan pekerja anak .Pembentukan koperasi . Asahan. Para pekerja anak di jermal (Kabupaten Langkat. Jepara). Jabar. Jawa Barat.Penelitian dan dokumentasi . Nama Upaya 6.

com Mulai tahun 2003 Para penyedia BDS Masih berjalan dan UKM Terbatasnya akses para pengusaha kecil dan menengah pada layanan internet.1 Pengembangan .2 Dukungan pada UKM dalam mengakses kredit dan layanan berusaha .Fasilitasi pembentukan jaringan kerja . tahun 2001: Jabotabek Sasaran Status saat ini Masalah Secara kuantitatif daya Para penyedia BDS Selesai serap program ini kecil dan UKM (karena hanya dimaksudnya sebagai pilot program) Potensi Menambah pengetahuan pengusaha kecil tentang keberadaan BDS.Melakukan disseminasi informasi Swisscontact melalui berbagai media .Jasa konsultasi Swisscontact Mulai tahun 2002 Jabotabek.Merancang situs www.pada UKM untuk memanfaatkan jasa yang disediakan oleh penyedia BDS (penyediaan kartu diskon untuk mengikuti pelatihan) Waktu 1999-2001 Wilayah Tahun 1999: Jawa Timur. Desember 2003 .Pelatihan Kelembagaan BRI . USAID 8. 7.Advokasi kebijakan USAID dan BRI Juli 2002-Juli 2003 Personil BRI Unit Desa Selesai USAID dan The Asia Foundation Juli 1997-Juli 2004 .3 Voucher Program Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan voucher .Penelitian Unit Desa 8.BPR Masih berjalan " Lembaga Penelitian SMERU. Sumatra dan Sulawesi Para penyedia BDS Masih berjalan 7. Jawa Tengah.Lokakarya .No. 8. jenis layanan dan pihak-pihak penyelenggaranya. menyebabkan upaya ini tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh mereka.Membentuk forum regional UKM .UKM .5 . Jawa Timur.potongan Swisscontact harga. Nama Upaya 7.jasakami.Pelatihan .Penelitian .4 Quality Improvement (Peningkatkan Kualitas Penyedia BDS) The Information Platform (Sarana Pertukaran Informasi) .

Garut .3 SAMBA (Silk and Micro-enterprise Development in Bandung Raya) Jenis Kegiatan Mengembangkan pasar jasa keuangan dan non-keuangan Pelaksana USAID dan Universitas Bandung Raya Waktu Januari 2002Januari 2004. Nama Upaya 8.Cianjur .Sukabumi .Pembangunan kapasitas LSM mitra USAID dan Mercy April 2003Maret 2004 lokal Corps .Penyaluran kredit mikro International .4 The Maluku Economic Opportunity .No.Majalengka Maluku Sasaran Pengusaha mikro dan menengah sektor industri sutera Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.Bandung .Pengumpulkan informasi tentang efektifitas bantuan Masyarakat korban Masih berjalan konflik Maluku "! Lembaga Penelitian SMERU.Sumedang . Wilayah . Desember 2003 .Kuningan .Tasikmalaya .

Belum adanya pehamanan bersama tentang kredit mikro. .Belum adanya kebijakan nasional di bidang KM.peningkatan kapasitas pengembangan KM . baik yang memiliki usaha maupun belum.Membangun jaringan kerja menengah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Tahun 1975 Seluruh .1 Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM Indonesia) Jenis Kegiatan Mendorong dan berpartisipasi aktif dalam: . IWAPI .perumusan kebijakan nasional keuangan mikro (KM) . . . laki-laki dan perempuan.Pusat Pendidikan mampu mendorong orang untuk mengembangkan usaha dan mendirikan usaha baru yang menyerap tenaga kerja "" Lembaga Penelitian SMERU. Khusus kursus dapat diikuti oleh anggota. GEMA PKM Indonesia 1.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . masyarakat luas.Sebagai forum belajar bersama di antara para stakeholders tentang keuangan mikro dan problematikanya Tahun 2000 Seluruh – sekarang Indonesia 2.Memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan pengusaha UKM.Minimnya tenaga tetap untuk mengelola pelaksanaan program . Masih berjalan Minimnya sumberdaya manusia yang tersedia .Belum adanya regulatory framework untuk KM Potensi .Advokasi 2. Desember 2003 .Memotivasi stakeholders untuk menyediakan kredit mikro yang mudah diakses usaha mikro/ kecil sehingga mereka dapat berkembang dan menjadi instrumen yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan. Nama Upaya 1.2003 Kelompok Lembaga Lain No.1 Pemberdayaan dan penguatan perempuan .pembentukan sistem pendukung KM .Pelatihan pengusaha kecil dan .Minimnya dana operasional .sekarang provinsi di Indonesia Seluruh wanita pengusaha kecil (termasuk mikro) dan menengah.Pengumpulan data dan monitoring perkembangan KM Pelaksana Sekretariat Gema PKM Indonesia Waktu Wilayah Sasaran Keluarga miskin yang mempunyai usaha mikro terutama wanita Status saat ini Masih berjalan Masalah . .kerjasama antar stakeholder untuk pengembangan KM .

No. Sulawesi Selatan.3 PEP-IWAPI-Manulife Micro Credit Program Jenis Kegiatan . 40 kabupaten/ kota (Jawa Timur 36. Desember 2003 . Sulawesi Utara.Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster .sekarang (Sumatera Utara. dan merupakan potensi untuk perguliran dana.Meningkatkan akses UKM terhadap lembaga dana . IWAPI dan Kadinda Waktu Wilayah Tahun 1997 5 provinsi .sekarang Annisa Muslimat NU beserta cabangcabangnya di tingkat kabupaten 4 provinsi. baik memiliki usaha maupun tidak .Memprakarsai dan melakukan desentralisasi (franchising ) Pusat Pendidikan IWAPI ke cabang IWAPI tingkat provinsi .Bantuan teknis (pelatihan.Kelemahan komunikasi tertulis dari kader . dan Jawa Timur) Masih berjalan Usaha kecil perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan dalam klaster dan dibina melalui proyek PEP . "# Lembaga Penelitian SMERU.Kurangnya dana sehingga banyak anggota yang belum mendapat pinjaman 80% anggota yang belum mendapatkan bantuan upaya sangat berminat pada upaya ini.Lokakarya . peningkatan akses terhadap dana) . Sumatera Barat -1. Lampung -1) Semua anggota Masih berjalan Muslimat NU (semua perempuan) yang menjadi anggota koperasi Annisa.Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan . Nama Upaya 2. monitoring.Ada anggota yang menunda angsuran Potensi . dan Manulife Tahun 2001 3 provinsi . Sulawesi Selatan.sekarang (Sumatera Utara.Meningkatkan efisiensi dan efektifitas BDS (IWAPI & Kadinda) dalam melayani kebutuhan UKM Usaha kecil yang bermitra dapat berkembang dengan baik 3.Memprakarsai credit circle Pemberian pinjaman modal usaha (credit circle) Pelaksana CIDA.Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan . Jawa Timur dan Bali) Sasaran Usaha kecil atau perorangan perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan atas dasar lokasi atau spesialisasi usaha Status saat ini Masalah Masih berjalan . Sulawesi Selatan -2.Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster PEP.1 Usaha Simpan Pinjam Pemberian pinjaman Koperasi Annisa (melalui kegiatan simpan Muslimat NU pinjam) Tahun 1998 Koperasi . Koperasi Annisa Muslimat NU 3.Memperkuat UKM sehingga meningkatkan kesempatan kerja . IWAPI. pembinaan.2 Proyek Pelaksanaan Private Enterprise Participation (PEP) 2.

Pemerintah daerah . pemilihan dan pengembangan klaster ekonomi (c) perencanaan strategi pemberdayaan produsen dan kelompoknya . .Wilayah replikasi 9 provinsi. .Pemasok Status saat ini Masih berjalan Masalah . mengevaluasi dan mengawasi (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) pelaksanaan UP2K .Konsumen . membina.sekarang 6 provinsi.Belum adanya kebijakan nasional tentang pengembangan ekonomi lokal Potensi . meliputi: .Terbatas dan belum intensifnya pelatihan teknis industri dan kerajinan .Terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan kelompok di bidang usaha ekonomi "$ Lembaga Penelitian SMERU.Produsen / pengusaha .1 Pembinaan dan .Banyak Pemda berminat mengembangkan KPEL .Kemitraan belum sustainable/ berkesinambungan .Kurangnya kader di kegiatan usaha rumah desa/kelurahan yang mempunyai kemampuan tangga anggota UP2K menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan UP2K-PKK .Wilayah pilot . 32 kota/ kabupaten TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Tahun anggaran 1985/1986 – sekarang Desa dan kelurahan di seluruh Indonesia Masih berjalan Keluarga yang berpenghasilan rendah.Metoda KPEL akan diterapkan pada pedagang informal di perkotaan. baik yang sudah mempunyai kegiatan usaha maupun belum Mengembangkan .Dukungan Pemda cukup besar utk pengembangan KPEL Tahun 1998 .Pemberian bantuan modal Pelaksana Sekretariat KPEL Waktu Wilayah Sasaran Pihak-pihak yang terkait dengan klaster komoditi.Di tingkat lokal kemitraan masih dipandang skeptis . KPEL 4. Pengembangan UP2K membimbing. Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.Dokumentasi dan diseminasi instrumen pendekatan KPEL 5. Desember 2003 .1 Kemitraan bagi -Fasilitasi pelaksanaan Pengembangan KPEL di daerah replikasi Ekonomi Lokal (KPEL) (a) pembentukan forum kemitraan (b) perencanaan strategi identifikasi.Menggerakkan. 19 kab. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 5.No.

Nama Upaya 6.Pemberian pinjaman modal PT Ukabima . 5 Perempuan miskin Masih berjalan sekarang kabupaten yang memiliki (Jawa Timur.Pemberian pelatihan bersama BPR milik dan rekanan April 2001 .No.Menjadi intermediary yang paling bertanggung jawab secara sosial dalam perkreditan rakyat. PT Ukabima 6.Upaya ini dan upaya kredit komersial dapat mencapai 300. Jawa Barat) "% Lembaga Penelitian SMERU.3 provinsi .Memberdayakan peranan perempuan prasejahtera di wilayah sedang berkembang . Hanya ditemukan beberapa kasus berkaitan dengan pengembalian di tingkat pelaksana dan penerima upaya Potensi . Desember 2003 .1 Kredit Khusus untuk Masyarakat Miskin Tanpa Agunan (Kusuma) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Secara umum tidak terdapat masalah dalam pelaksanaan upaya ini. .000 klien (60% perempuan) thn 2006 . usaha mikro Jawa Tengah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful