Lembaga Penelitian SMERU Laporan Penelitian

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997-2003

Kerjasama Lembaga Penelitian SMERU dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan 

0802-07 

Temuan, pandangan dan interpretasi dalam laporan ini digali oleh masing-masing individu dan tidak berhubungan atau mewakili Lembaga Penelitian SMERU maupun lembagalembaga yang mendanai kegiatan dan pelaporan SMERU. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi kami di nomor telepon: 62-21-31936336; Faks: 62-21-31930850; E-mail: smeru@smeru.or.id; Web: www.smeru.or.id

Tim Peneliti
Koordinator: Hastuti

Penasehat: Sudarno Sumarto Asep Suryahadi Sri Kusumastuti Rahayu

Peneliti: Rizki Filaili Agus Priambada Akhmadi Bambang Soelaksono Hariyanti Sadaly Vita Febriani Wawan Munawar

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

PRAKATA
Buku ini merupakan salah satu dari tiga buku laporan hasil studi tentang Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro yang telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian SMERU dalam rangka memenuhi permintaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan guna mengisi kebutuhan informasi tentang keberadaan upaya penguatan usaha mikro dan gambaran umum tentang usaha mikro itu sendiri, khususnya usaha mikro perempuan. Hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro disampaikan dalam tiga buku berbeda yaitu: Buku I: Buku II: Buku III: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 – 2003 menyajikan upaya/program/proyek/kegiatan/aktivitas yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga, yaitu lembaga pemerintah, organisasi non pemerintah (Ornop) lokal dan internasional, perusahaan dan koperasi, perbankan, lembaga donor, dan lembaga lainnya, dalam rangka memperkuat usaha mikro. Karena umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil, atau upaya yang ditujukan untuk usaha mikro biasanya juga dapat diakses oleh usaha kecil dan sebaliknya, maka upaya untuk usaha kecil dimasukkan ke dalam upaya yang dipetakan. Peta Upaya ini diharapkan antara lain dapat menjadi acuan bagi berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil, dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatannya. Di samping itu dapat juga dijadikan acuan awal untuk menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. Buku II: Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota menyajikan hasil penelitian lapangan tentang verifikasi keberadaan upaya dan keberadaan usaha mikro, termasuk usaha mikro perempuan, di tingkat lapangan. Penelitian lapangan dilakukan pada September/Oktober 2003 secara serentak di enam kabupaten/kota, yaitu di Kota Padang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Bantul, Kota Surabaya, dan Kota Makassar. Penelitian Lapangan dilakukan dalam rangka melengkapi informasi peta upaya penguatan usaha mikro/kecil di tingkat pusat. Melalui penelitian lapangan diperoleh gambaran umum tentang keberadaan dan pelaksanaan upaya penguatan usaha mikro/kecil tertentu serta dampaknya terhadap perkembangan usaha mikro di wilayah sampel, dan akses usaha mikro/kecil, termasuk usaha mikro/kecil perempuan, terhadap upaya penguatan. Data keberadaan usaha mikro, khususnya usaha mikro perempuan, sangat diperlukan. Namun mengingat data tentang keberadaan usaha mikro di Indonesia belum tersedia, maka indikasi keberadaan usaha mikro untuk sementara dapat didekati melalui kegiatan pemetaan ini yang dilengkapi dengan verifikasi upaya di tingkat kabupaten/kota ditelusur sampai ke tingkat usaha mikro. Meskipun demikian, pada dasarnya data keberadaan (jumlah, jenis usaha, dan lain-lain) usaha mikro hanya dapat diperoleh melalui pendataan dalam bentuk sensus.

i

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Pendataan seperti ini tentu saja memerlukan biaya besar, waktu yang lama, serta tenaga dan pemikiran yang mendalam. Dengan berlakunya otonomi daerah, kegiatan pendataan usaha mikro membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah kabupaten/kota. Buku III: Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan alternatif acuan bagi pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melakukan pengumpulan data usaha mikro dan peranan perempuan pada usaha tersebut di wilayahnya masing-masing. Melalui buku ini diharapkan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mempunyai kesamaan atau standard yang memadai perihal muatan atau subtansi dari kondisi usaha mikro. Pedoman ini tidak menutup kemungkinan dilakukan pengembangan pertanyaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pemerintah daerah, terutama dalam hal pengembangan muatan dan kondisi keuangan pemerintah daerah yang sangat berbeda-beda. Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam memperoleh data yang objektif dan up to date sebagai bahan kebijakan pemerintah daerah dan evaluasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai. Sebagai penutup, kami berharap hasil kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pemerintah, lembaga non pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan siapa saja yang selama ini menaruh perhatian terhadap upaya penguatan usaha mikro, dan khususnya yang dikelola perempuan, serta bagi peningkatan upaya penguatan usaha mikro di masa datang. Kegiatan ini merupakan satu upaya awal pemetaan dan pendataan yang lebih rinci. Kami membuka diri terhadap saran dan kritik atas hasil penelitian ini, yang dapat disampaikan melalui email/website kami: smeru@smeru.or.id atau www.smeru.or.id

Jakarta, Desember 2003 Peneliti

ii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

UCAPAN TERIMA KASIH
Kami menyampaikan penghargaan kepada Ibu Nurlini Kasri, Deputi Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Ibu Sulikanti Agusni, Asisten Deputi (Asdep) Urusan Ekonomi Keluarga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah memberikan kesempatan, dukungan, dan bimbingan teknis selama kegiatan ini berlangsung. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Luli Altruiswati, Ibu Santi Herliana dan Bapak Purwo Adi Prasetyo dari Asdep Urusan Ekonomi Keluarga atas dukungan yang diberikan, juga kepada Bapak Heru Prasetyo Kasidi, Kepala Biro Perencanaan dan Ibu Agustina Erni, atas saran, kritik, dan masukan yang diberikan sejak perencanaan kegiatan dilakukan Penghargaan yang tinggi juga kami berikan kepada para nara sumber di lembaga yang telah bersedia memberikan informasi tentang upaya penguatan usaha mikro, baik lembaga pemerintah, non-pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan lembaga lain di tingkat pusat, pemerintah daerah, serta responden dan informan di lapangan. Tanpa ijin dan kontribusi dari Ibu/Bapak, studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro ini tidak akan terwujud. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Mitra Kerja di lembaga pelaksana upaya di tingkat pusat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang dengan kesabaran dan keuletannya telah menjembatani para Peneliti dengan para nara sumber. Demikian juga kepada Mitra Kerja lepas yang turut mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga, yakni Yusuf Suharso, Dewi Meiyani, Inca Juanita, M. Hendrik A., Budi Yana Saefullah, dan Sri Mastuti. Kami menyadari bahwa hasil kegiatan ini kurang sempurna apabila tidak ada bantuan pengolahan data dari Luluk Kholisoh Nurona dan Maemunah, bantuan tata letak laporan dari Mona Sintia dan dukungan administrasi dari seluruh Staf Administrasi Lembaga Penelitian SMERU. Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan penghargaan kepada para peserta Pemaparan dan Diskusi rencana kegiatan Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro pada bulan Juli 2003 dan Pemaparan dan Diskusi Hasil pada bulan Nopember 2003 di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, atas komentar konstruktifnya sehingga hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro menjadi lebih baik.

Jakarta, Desember 2003 Tim Peneliti

iii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

DAFTAR ISI
Halaman PRAKATA UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Metode Penelitian 1.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan DEFINISI 2.1 Upaya 2.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL i iii iv 1 1 3 3 6 7 7 7 10

II.

III.

iv

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

3 Juni 2003. Lebih jauh lagi. Meskipun sulit untuk memisahkan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. bersama dengan usaha kecil. Laporan ILO “Dimensi Gender dalam Kiris Ekonomi”. Pada tahun yang sama sumbangan usaha kecil terhadap total PDB mencapai 39. ADB. tenaga kerja yang diserap industri rumah tangga (yang merupakan bagian dari usaha mikro sektor perindustrian) dan industri kecil pada tahun 2000.1 Di Indonesia.pdf. penyediaan barang dan jasa dengan harga murah. usaha mikro juga merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi lokal dan mampu memberdayakan kaum perempuan dalam meningkatkan bargaining position perempuan dan keluarga.org/Documents/Books/Microenterprise/microenterprise. bekerja sama dengan Lembaga Demogfrafi. dan belum ada angka pasti tingkat keterlibatan perempuan dalam usaha mikro. serta cenderung berorientasi pada pasar lokal.I. Studi-studi yang dilakukan di beberapa negara menunjukkan bahwa usaha mikro mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi. dalam: http://www. 2001). dan pengaruh negatif dari krisis terhadap pertumbuhan jumlah usaha mikro dan kecil adalah lebih rendah dibanding pada usaha menengah dan besar. penyerapan tenaga kerja melalui penciptaan lapangan pekerjaan. Usaha mikro dan usaha kecil sulit untuk dipisahkan karena dalam beberapa hal mempunyai ciri dan sifat yang hampir sama. Usaha mikro banyak diminati oleh perempuan dengan pertimbangan bahwa usaha ini dapat menopang kehidupan rumah tangga dan dapat memenuhi kebutuhan pengembangan diri (Sumampouw. 1. Jakarta 2002 Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. juga mampu bertahan menghadapi goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. 2 3 4 1 Lembaga Penelitian SMERU. usaha mikro dan usaha kecil telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Kegiatan usaha mikro dan usaha kecil tidak terlepas dari peran kaum perempuan. 26 Mei 2003. yang antara lain ditunjukkan oleh penggunaan teknologi yang relatif sederhana.usaidmicro. Disamping itu. yaitu sekitar 40%. Lihat diantaranya dalam Media Indonesia. Jakarta Post. UI. Seiring dengan bertambahnya pendapatan 1 Dapat dilihat antara lain pada Microenterprise Development: Not by Credit Alone. Desember 2003 .93% (BPS. serta mengatasi masalah kemiskinan. sehingga banyak lembaga dan banyak studi masih meletakkan usaha mikro dalam satu kelompok dengan usaha kecil.38% dari tenaga kerja yang diserap sektor perindustrian nasional. Indikatornya antara lain. Empowering Women and Coping with Financial Crisis: An Exploratory Study of Zimbabwean Microenterprenuers. mencapai 65.4 Kiprah perempuan dalam perekonomian keluarga dan nasional menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan secara keseluruhan. dalam: http://www. tingkat modal dan kadang akses terhadap kredit yang rendah. serapan tenaga kerja antara kurun waktu sebelum krisis dan ketika krisis berlangsung tidak banyak berubah.2 Sebagai gambaran.adb.pdf. Usaha mikro.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Usaha mikro tergolong jenis usaha marginal.org/pdfs/aims/Empowering Women (zimbabwe). 2000). usaha mikro dan usaha kecil telah berperan sebagai buffer dan katup pengaman (savety valve) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan alternatif lapangan pekerjaan bagi para pekerja sektor formal yang terkena dampak krisis3. diperkirakan porsinya cukup besar dan sebanding dengan porsi perempuan dalam usaha kecil.

Walaupun demikian.2 Tujuan 1. dalam SMERU Newsletter No.perempuan atau akses perempuan kepada sumber-sumber daya ekonomi lewat usaha ini. Namun demikian hingga kini sulit memastikan seberapa besar upaya yang telah dilakukan dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi perempuan. Posisi tawar mereka berubah dan pendapat mereka mulai diperhitungkan dalam setiap proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Pekerjaan ini biasanya kurang memberikan jaminan perlindungan secara hukum dan jaminan kesejahteraan yang memadai. masa kerja. kesempatan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada masih sangat terbatas. Meskipun demikian. Desember 2003 .5 dan pada "Penerapan Upah Minimum di Jabotabek dan Bandung". produksi. Beberapa studi mengindikasikan upah perempuan lebih rendah dari laki-laki. Sebagian besar perempuan masih berkiprah di sektor informal atau pekerjaan yang tidak memerlukan kualitas pengetahuan dan ketrampilan yang spesifik. karena perempuan mempunyai kendala-kendala tertentu yang berkaitan dengan “tripple burden of women”. hal. Jakarta 2002 dan studi tentang "Dimensi Gender dalam Krisis Ekonomi" yang dilakukan atas kerjasama ILO Manila dengan Lembaga Demografi. 11% dibandingkan laki-laki. dan fungsi sosial di masyarakat. hasil penelitian dari SMERU pada "Aspek KetenagakerSemasa Krisis Ekonomi". antara lain dilakukan melalui upaya/program/proyek/ kegiatan/aktivitas penguatan usaha mikro. Upaya tersebut dilakukan di tingkat nasional ataupun tingkat regional. Memetakan upaya penguatan usaha mikro (UPUM) dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga/individu pada kurun waktu 1997 . 7 2 Lembaga Penelitian SMERU. Oleh karena itu penting untuk mengetahui sedini mungkin peta upaya-upaya dimaksud. melainkan pada jenis pekerjaan yang dilakukan. Upaya ini diketahui telah banyak dilakukan. maupun lembaga atau individu lain. lembaga donor. Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. pengusaha perempuan diperkirakan mempunyai akses yang lebih kecil. 6 Diantaranya adalah studi tentang "Industri Keramik di Plered" oleh Henry Sandee yang menyatakan bahwa pada industri keramik di Plered lebih banyak mempekerjakan perempuan karena upah mereka lebih rendah 25% dari pada laki-laki. 2001. Memberi acuan awal kepada berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil. Brahmantio Isdijoso dan Sri Sulandjari: "SME clusters in Indonesia: An Analysis of Growth Dynamics and Employment Conditions". 5 ADB Report. lembaga swasta. FEUI 2000. loc cit. 1. menemukan bahwa penetapan upah pekerja tidak didasarkan pada perbedaan jender. kerjasama dengan ILO. lembaga non-pemerintah. 2. disamping kondisi kerja yang memprihatinkan serta pendapatan yang rendah. 14%. Dilihat dari akses terhadap kredit. baik oleh lembaga pemerintah. Selain itu.7/Agustus 1999. lembaga perbankan. yang berarti bahwa upah perempuan tidak selalu lebih rendah dari laki-laki. dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatan serta menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat.6 Salah satu studi memberikan gambaran upah perempuan sekitar 70% dari upah laki-laki.7 Mengingat porsi perempuan dalam usaha mikro cukup menonjol. 5 Partisipasi perempuan merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan.2003. maka kemampuan dan kesempatan mereka bernegosiasi dalam rumah tanggapun meningkat. belum diketahui secara pasti apakah upaya-upaya tersebut dilaksanakan tumpang tindih yang pada akhirnya justru mempengaruhi efisiensi dan efektivitas upaya-upaya tersebut. Upaya pengembangan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan ini menjadi penting. maka peningkatan ekonomi perempuan. dan tingkat jabatan pekerja. dimana mereka menjalankan fungsi reproduksi.

HXDQJDQ 'HSGLNQDV   . 10 S 13 perusahaan swasta nasional maupun asing. 10 3 Lembaga Penelitian SMERU. (4) wilayah. (8) status saat ini. Penggalian informasi dilakukan dengan menggunakan daftar isian yang telah dipersiapkan. (6) waktu. Guna mempercepat kegiatan pemetaan dan mengoptimalkan hasil. S 7 lembaga perbankan pemerintah maupun swasta. Setelah dilakukan penelitian.%801   'HS. . 8 Pada awalnya Peneliti melakukan pemetaan di 18 lembaga pemerintah/departemen/kementrian.0 'HSW . di tingkat pusat. Daftar isian tersebut antara lain memuat informasi tentang: (1) pelaksana.RRUG .HODXWDQ 3HULNDQDQ %337 %36 9 Melalui jaringan lembaga non-pemerintah. dan koperasi. . sebagaimana tertuang dalam Tabel 1.QIRUPDVL 'HS3HUWDQLDQ %. dan (9) potensi di masa mendatang. ternyata 3 lembaga tidak memiliki upaya. .RSHUDVL 8. (5) sasaran.. Desember 2003 .HVUD  'HSGDJUL  'HSVRV    'HS.1.. Penggalian informasi dan pengolahan upaya penguatan usaha mikro di tingkat pemerintah pusat dilakukan pada Juni – Nopember 2003.%1 'HSHULQGDJ       'HS.3 Metode Penelitian Studi pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan metoda kualitatif. Informasi yang digali merupakan data setiap upaya penguatan usaha mikro yang dilaksanakan sejak tahun 1997. yaitu: menggali informasi dan mencatat upaya penguatan usaha mikro dan upaya penguatan usaha kecil yang dapat dimanfaatkan oleh usaha mikro.HVHKDWDQ . Tim Peneliti bekerjasama dengan Mitra Kerja di setiap lembaga yang memiliki upaya dan Mitra Kerja lepas untuk mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga. (3) jenis upaya. BUMN. (2) nama upaya.LPSUDVZ  LO 'HSQDNHUWUDQV .RP . 9 S 20 lembaga non-pemerintah. Informasi yang menjadi acuan utama ini digali dari lembaga dan individu yang mempunyai peran yang signifikan dalam upaya penguatan usaha mikro. yaitu meliputi: 8 S 18 lembaga pemerintah. (7) masalah. dan S 6 lembaga atau individu lainnya. S 8 lembaga donor. tetapi hasil temuan lapangan mengindikasikan 6 lembaga diantaranya (cetak miring) tidak memiliki upaya:  %DSSHQDV  .

Mitra Kerja untuk/dari Lembaga lain 4 Lembaga Penelitian SMERU. Mitra Kerja untuk/dari Perusahaan Swasta 4. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Pemerintah 2. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga non-Pemerintah 3. Desember 2003 . Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Donor 6. Mekanisme Kerja Pemetaan Upaya Penguatan Ekonomi Mikro dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Perempuan Lembaga Penelitian SMERU Pemimpin Tim (Peneliti) ÅÆ Kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan Sekretariat (Sekretaris) TimPeneliti: Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ Mitra Kerja: 1.Tabel 1. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Perbankan 5.

umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil. sulit membedakan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. dan kadangkala suatu upaya yang ditujukan untuk usaha mikro pada kenyataannya dimanfaatkan oleh usaha kecil. 2. pemetaan ini tidak dibatasi pada upaya yang ditujukan pada usaha mikro saja tetapi juga termasuk upaya untuk usaha kecil. dan (5) potensi dari setiap upaya penguatan usaha mikro. maupun lembaga atau individu lainnya. dan sebaliknya. lembaga swasta. (4) masalah. lembaga non-pemerintah. Upaya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetapi pada periode 1997 – 2003 dinyatakan masih berlangsung di tingkat masyarakat (misalnya upaya yang dilakukan melalui perguliran dana) tetap akan menjadi jenis upaya yang dipetakan. Umumnya usaha mikro dilakukan secara bersama-sama oleh anggota keluarga (suami istri). Rentang waktu upaya yang dipetakan adalah yang dilaksanakan sejak tahun 1997 hingga studi ini dilakukan. Hal tersebut karena berdasarkan pengalaman. Karena latar belakang tersebut maka studi ini mempunyai ruang lingkup: 1.1. (3) sasaran.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan Ruang lingkup studi ini tidak dibatasi pada pemetaan upaya penguatan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan atau mempunyai mayoritas tenaga kerja perempuan. Desember 2003 . lembaga donor. (2) wilayah. lembaga perbankan. Di samping itu. baik lembaga pemerintah. Memetakan upaya/program/kegiatan penguatan yang dinyatakan ditujukan kepada usaha mikro dan yang ditujukan kepada usaha kecil tetapi dapat diakses oleh usaha mikro yang dilakukan oleh lembaga-lembaga/individu di tingkat nasional. tahun 2003. Hasil pemetaan akan mencakup pemetaan: (1) jenis. 5 Lembaga Penelitian SMERU. Hal ini karena masih terdapat pengertian yang rancu antara usaha mikro dan usaha kecil.

dan lainnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI 1999).2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil Terdapat beberapa pengertian usaha mikro yang diberikan oleh beberapa lembaga. Upaya penguatan usaha mikro (UPUM) adalah usaha/program/ proyek/kegiatan/aktivitas untuk menguatkan usaha mikro yang dapat diwujudkan dalam berbagai jenis kegiatan.11 S Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Usaha mikro dan usaha kecil adalah suatu badan usaha milik WNI baik perorangan maupun berbadan hukum yang memiliki kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) sebanyak-banyaknya Rp200 juta dan atau mempunyai omzet/nilai output atau hasil penjualan rata-rata per tahun sebanyak-banyaknya Rp1 milyar dan usaha tersebut berdiri sendiri. 2. S Departemen Perindustrian dan Perdagangan: Industri-Dagang Mikro adalah industri-perdagangan yang mempunyai tenaga kerja 14 orang.000 per tahun. sedangkan industri kecil mempekerjakan 5 -19 orang. mencari jalan keluar. 12 6 Lembaga Penelitian SMERU. antara lain: S Permodalan. S Departemen Keuangan: Usaha mikro adalah usaha produktif milik keluarga atau perorangan WNI yang memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. Desember 2003 .12 11 SK Menteri Keuangan RI No. S ADB: Usaha mikro adalah usaha-usaha non-pertanian yang mempekerjakan kurang dari 10 orang termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga. melalui pemberian kredit S Pelatihan S Pendampingan dan fasilitator S Bantuan teknis dan konsultasi S Penyediaan informasi S Penelitian 2. op cit. S Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional Pengusaha mikro adalah pemilik atau pelaku kegiatan usaha skala mikro di semua sektor ekonomi dengan kekayaaan di luar tanah dan bangunan maksimum Rp25 juta. akal.1 Upaya DEFINISI Upaya adalah usaha.II. sedangkan usaha kecil memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1 milyar per tahun.000.40/KMK. antara lain: S BPS Industri kerajinan rumah tangga yaitu perusahaan/usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 1-4 orang. ADB Report.06/2003. ikhtiar untuk memecahkan persoalan.

00.000 per tahun. Experiences in OECD and Transitional Economics. West Bank and Gaza Microenterprise Project http://web. kemampuan manajerial rendah. lokasi kerja biasanya di rumah. menggunakan teknologi sederhana. Thyra A and Steel. Development of Micro.Sesuai dengan SK Menteri Keuangan RI No.. Self-Employed for The Unemployed. Kadangkala hanya melibatkan 1 orang. dan tidak membayar pajak. Sandra Wilson and Avril V Adams (1994).worldbank. yaitu pemilik yang sekaligus menjadi pekerja. antara lain mempekerjakan paling banyak 10 orang pekerja. berskala kecil. merupakan usaha keluarga dan menggunakan tenaga kerja keluarga.html.worldbank.14 S ILO: Usaha mikro di negara berkembang mempunyai karakteristik.Mengacu pada definisi internasional tentang usaha mikro yang umumnya menyatakan bahwa pekerjanya maksimal 10 orang. Kepemilikan aset dan pendapatannya terbatas. http://wwwwds.40/KMK.contentMDK:20026975~menuPK:34471~pagePK:40651~piPK:40653~theSitePK:4607. yang kebutuhan keuangannya dipenuhi oleh tabungan dan pinjaman berskala kecil. dan .Mengacu pada definisi Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional dan diperkuat dengan pengamatan lapangan Lembaga Penelitian SMERU: aset di luar tanah dan bangunan. maka dalam melakukan Pemetaan UPUM ini. termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga. yaitu: . dan mempunyai aset di luar tanah dan bangunan paling banyak Rp25 juta.06/2003 yang menyebutkan bahwa usaha mikro memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. March 31 .org/About 14 Riley. Usaha mikro sering merupakan usaha tingkat survival (usaha untuk mempertahankan hidup – survival level activities). termasuk di dalamnya usaha yang hanya dikerjakan oleh satu orang yang sekaligus bertindak sebagai pemilik (self-employed). World Bank Discussion Paper no 263.000. aset minim. S Farbman dan Lessik (1989): Usaha mikro mempunyai karakteristik. antara lain usaha dengan maksimal 10 orang pekerja. William F.org/servlet/WDSContentServer/WDSP/IB/2000/10/19/000009265_3970311124051/Re ndered/PDF/multi_page. pengertian Usaha Mikro yang digunakan adalah sebagai berikut: Usaha non pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang mempekerjakan paling banyak 10 pekerja. Beberapa alasan yang melatarbelakangi penggunaan definisi tersebut dalam studi ini. dan berorientasi pasar lokal. .usaidmicro.1998. maksimal Rp25 juta.org/WBSITE/EXTERNAL/NEWS/ 0. World Bank Newsletter. 13 http://www.pdf 7 Lembaga Penelitian SMERU.S USAID: Usaha mikro adalah kegiatan bisnis yang mempekerjakan maksimal 10 orang pegawai termasuk anggota keluarga yang tidak dibayar. Desember 2003 . menggunakan teknologi tradisional.13 S Bank Dunia: Usaha mikro merupakan usaha gabungan (partnership) atau usaha keluarga dengan tenaga kerja kurang dari 10 orang. memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100 juta per tahun. Berdasarkan beberapa pengertian diatas. Small Enterprise and Rural Finance st in Sub Saharan Africa:The World Bank’s Strategy.

11. 11. Ornop Internasional Care International Indonesia Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia Christian Children Fund Indonesia (CCF) Mercy Corps 1. 12. 15. 13. A. 14. 6. 9. 9. 6. 3. 10. 8 Lembaga Penelitian SMERU. 3. 2. Kelompok Organisasi Non-Pemerintah 1. 1. 8. Ornop Lokal Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Bina Desa Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) Bina Swadaya Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) Lembaga Penelitian. 7. 7. 10. 13. 3. 12. 8.1 Daftar Lembaga yang Upayanya Dipetakan I. 5. 2. 2. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) Yayasan Mitra Usaha (YMU) Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) Yayasan Permata Hati YPM Kesuma Multi Guna B.III. 4. Kelompok Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Departemen Pertanian (Deptan) Departemen Sosial (Depsos) Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi (Depnakertrans) Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) II. 4. 5. 4. Desember 2003 . PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO 3. 16.

Desember 2003 . Kelompok Lembaga Perbankan 1. 5. 6. 9. 2. 4. Bank Indonesia Bank Bukopin Bank Central Asia (BCA) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Niaga Bank Rakyat Indonesia (BRI) V. 1. Bahana Artha Ventura Koperasi Bina Masyarakat Mandiri PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) PT ISM Bogasari Flour Mills Pertamina PT Pos Indonesia (Persero) PT Pupuk Kaltim Tbk PT Sucofindo PT Unilever Indonesia IV. 7. 4. 2. 3. 4.III. 4. 3. 10. 6. 5. Asian Development Bank (ADB) The Asia Foundation Australian Agency for International Development (AusAID) Bank Dunia The European Union International Labour Organization (ILO) Swisscontact United State Agency for International Development (USAID) VI. 2. Kelompok Perusahaan PT Astra International Tbk PT. 7. Kelompok Lembaga Lain 1. Kelompok Lembaga Donor 1. 5. 7. 8. 2. 6. 3. 6. 5. Gema PKM Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Koperasi Annisa Muslimat NU Kemitraan bagi Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) PT Ukabima 9 Lembaga Penelitian SMERU. 3. 8.

PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL 10 Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .

1 Kredit Usaha .Perebutan kepentingan dengan pemda karena alasan ketidakfokusan program KPKU dengan pola mitra.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . BRI.Pengusaha UKM atau koperasi yang bermitra dengan kelompok UPPKS/kelompok lain Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I yang tergabung dalam UPPKS Sudah selesai Mendorong anggota UPPKS mengaktualisasikan diri lebih lanjut dalam kegiatan usaha mikro melalu program kemitraan dengan modal yang lebih besar daripada modal Kukesra 1.Pendampingan . program).Pembinaan . Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Program sudah selesai. Yayasan Mitra Usaha. Masalah . – Januari LKM/LPSM (YDBP. .Tunggakan yang masih besar hingga saat ini . Mendorong anggota UPPKS menjadi usahawan yang mandiri dan profesional serta siap mendapatkan kredit komersial dari perbankan sekaligus menjadi teladan bagi anggota yang lain. Perbarindo.Pemantauan . . sehingga dibentuk pola KPTTG (Kredit Pengembangan Teknologi Tepat Guna) tahun 1997 . Desember 2003 . tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan.Tidak tersedia dana dampingan untuk pembinaan.Tidak fokusnya tenaga lapangan teknis dalam membina anggota dan kelompok UPPKS Potensi Berpotensi untuk melihat kemampuan dan menggugah minat kaum ibu untuk berusaha sehingga menjadi kelompok usaha yang mandiri Tahun 1996 Seluruh Keluarga Pra – Januari Indonesia Sejahtera dan 2003. Yayasan Siti Khadijah.Kelompok UPPKS/kelompok lain yang bermitra dengan pengusaha UKM atau koperasi . tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan.Pembinaan Tahun BKKBN. Depdagri (PMD). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  Lembaga Penelitian SMERU. (seluruh desa Sejahtera I non-IDT) 1. BNI. Koperasi 2003. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 1. BNI .3 Kukesra Mandiri . BPR Swadharma) Program sudah selesai. Deptan (Diklat P4K).SDM kurang profesional.Pelaporan . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1.Pemberian modal .Pemberian kredit . 2. BMM. . PKK Seluruh Indonesia . 1997– Juni Kementerian 2002 Kop & UKM.Mata rantai yang panjang menjadi kendala dalam pelaksanaan teknis (pengucuran dan .2003 Kelompok Instansi Pemerintah No.Penyuluhan dan dan PT Pos bimbingan kepada (penyalur) kelompok.Pemberian pinjaman BKKBN Keluarga Sejahtera modal secara (executing (Kukesra) bertahap. BNI.Mitra memperoleh kredit hanya pada dua tahun pertama .2 Kredit Pengembangan Kemitraan Usaha (KPKU) . terutama tenaga teknis lapangan yang dirangkap PLKB.Evaluasi Tahun 2001 8 provinsi BKKBN. Depperindag.

Bio Industri Tahun 1998.1 Budidaya Udang di Lahan Berpasir Diseminasi teknologi BPPT. KKE. menengah dan koperasi (UKMK) Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Lihat masing-masing kegiatan Potensi Lihat masing-masing kegiatan 2.I Industri kecil dan rumah tangga 1999 Yogyakarta (Kab.1.5 Teknologi Pembuatan Briket Batubara untuk Usaha Kecil/Koperasi Pembuatan Alat Pengering Cabe Skala Kecil Diseminasi teknologi BPPT. Dit. Desember 2003 . Lamongan) Tahun 1998.3 BPPT. Tahun 1998.I 1999 Yogyakarta (Kab.1.6 Pembuatan peralatan BPPT. Dit. Kulonprogo) Petani sawah Selesai 2.1.1 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan dan Pemanfaatan Iptek di Daerah (PKPID).D.1.1.1. KPPT2 Tahun 1998.Jawa Timur ( 1999 Kab. Gunung Kidul) Selesai 2. 2.NTB (Kota 1999 Mataram) Petani tambak udang Selesai 2.4 Tempe Skala Industri Kecil dan Rumah Tangga Diseminasi teknologi BPPT. Brebes) Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Selesai  Lembaga Penelitian SMERU. Dit. Dit.Jawa Tengah Usaha kecil/koperasi Selesai 1999 (Semarang) UPT LSDE 2.Jawa Tengah Petani cabai (Kab.Teknologi Budidaya Pertanian BPPT.Tahun 1998.2 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Rumput Laut Udang Galah bagi Petani Sawah Diseminasi teknologi Nelayan Selesai 2.No. KPPTPW Tahun 1998.D.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Usaha kecil (termasuk mikro). Dit. Dit. Program Diseminasi Teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1998 .

Jawa Barat logam 1999 (Kab.No. Dit./Kota Tegal) Tahun1999.D. dan Pemda Tk.1. Dit. Koperasi Tamyamsang.Kabupaten Lamongan memiliki sawah tambak yang luas. Teknologi Proses 1999 Bandung) dan Rekayasa BPPT.9 Packaging Pasca Diseminasi teknologi Panen Sayur Mayur Selesai 2.1.I.12 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Aklimatisasi terhadap Benur untuk Menunjang Budidaya Udang Windu pada Sawah Tambak BPPT.Harga udang terus membaik.7 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Pembuatan peralatan BPPT.Jawa Barat BPPT. ! Lembaga Penelitian SMERU. Dit.Jawa Tengah Usaha pengecoran BPPT.Ketersediaan bahan oleh para petani tambak udang.Waktu kegiatan dilaksanakan .1. (Kab. Kebijakan Teknologi untuk Pengembangan Wilayah Petani tambak udang Sudah . Dit.Riau (Koto Petani gambir 1999 Kari dan Taluk Kuatan) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.8 Tahun 1998. KPPUD Selesai 2. Peralatan Pengolah AgroIndustri Gambir Penerapan Teknologi Besi Cor Nodular Diseminasi teknologi Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1998. 2. Dit.11 BPPT.Kesiapan petugas lapangan dan diteruskan . . Jawa Tengah (Kab.Jawa Timur 2000 (Lamongan) Selesai 2. Teknologi Agro Industri Petani sayur mayur Selesai 2.10 Pemanfaatan Bahan Diseminasi teknologi Galian untuk Penjernih Minyak dan Bahan Kerajinan Paket Informasi Diseminasi teknologi Teknologi Pengecoran Logam Industri kerajinan Tahun 1998. Dit. Desember 2003 .II Lamongan.1. Klaten) logam Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Tahun 1998. (Kab.1. 1999 Yogyakarta (Kab.1. Sukabumi). Gunung Kidul) Usaha pengecoran Tahun 1998. .

Pemda Kab.Kebijaksanaa 2000 n Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah Sasaran Usaha pengolahan plastik Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan saat ini dikelola oleh Koperasi Hijau. 2000 (Kab. Kedelai.Kab.14 Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut di Kabupaten Serang .Jawa Barat BPPT. masyarakat.Banten Petani/nelayan BPPT. Sapi. dan pengolahan agar-agar Tahun 1999. Pasokan setempat sering tidak mencukupi dan harus didatangkan dari luar Serang Mengali semua potensi yang ada untuk dipadukan secara optimal dengan mengacu pada peningkatan produktivitas dan kualitas produksi. dan Pemda Sudah dilaksanakan dan dikelola oleh Kelompok Pondok Pesantren Imaratul Masajid. 2. 2. Jagung Hibrida) untuk Meningkatkan Usaha Tani Desa Pesantren di Jabotabek BPPT.Diseminasi teknologi Teknologi Pertanian .Serang menjadikan rumput laut sebagai produk ekspor unggulan . dengan biaya yang sesuai. pembuatan komponen dan perakitan alat membutuhkan waktu cukup lama. Pesantren Hayatan Thayyibah .No. 2.Baros) Pesantren. Desember 2003 . ikan bandeng. " Lembaga Penelitian SMERU.Pelatihan tentang teknologi dan pengembangan bisnis Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.Keterbatasan waktu tenaga kerja setempat memperlambat proses penanaman .Serang) Kebijaksanaan dan Pemasyarakatan Teknologi Selesai . -Proses pencarian bahan.Keterbatasan dana sehingga model “pertanian terpadu “ tidak dapat diterapkan pada tempat/pondok pesantren lain.Jawa Barat 2000 (Kab.15 Penerapan . Sebagian besar tambak dimiliki penduduk Jakarta sehingga agak sulit menentukan tambak yang dimiliki petani berpenghasilan rendah dan memerlukan bantuan Potensi Bekasi merupakan tempat tinggal sebagian pekerja Jakarta.13 Nama Upaya Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Ekoefisiensi Penanganan Plastik Bekas di Bekasi Jenis Kegiatan . Dit.Disain dan pembuatan peralatan pengolah plastik bekas . (Bekasi) Dit.Diseminasi teknologi budidaya rumput laut.Lokasi kurang air pada musim kemarau dan sistem pengairan kurang menunjang kegiatan sehingga harus menunggu musim hujan.Pelatihan Terpadu (Ayam. Masalah -Sulit menentukan bengkel pembuat yang baik.Pembinaan dan pendampingan .1. Teknologi Budidaya Pertaian Tahun 1999. . -Pendekatan terhadap penduduk sekitar lokasi pengolahan dan pengurusan perizinan. serta sesuai dengan situasi pasar dan kondisi lingkungan setempat. Dit. SukabumiKec.1. Serang terkenal dengan sate bandengnya.1. sehingga menghasilkan sampah plastik yang cukup banyak.

BandungPangalengan) . pada tahap pemasangan. . pembuatan peralatan Teknologi . # Lembaga Penelitian SMERU.Jawa Barat Pengrajin 2000 (Garut).1.Membantu penguasaan teknologi produksi susu steril .Terjadi kerusakan perangkat peralatan penyamakan kulit di UPTKulit Sukaregang Garut. Jawa penyamakan kulit Timur industri kecil (Ponorogo).1. 2. Dit.Pelatihan Bioindustri .1. mendapatkan penghasilan tambahan dan membuka kesempatan kerja baru.Bantuan peralatan Peternak Tahun 1999. 2.Jawa Barat 2000 (Kab. Jawa Barat. Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) .Dana untuk membuat susu steril tidak mencukupi sehingga pengolahan ini hanya sampai menghasilkan susu pasteurisasi Pengembangan teknologi penyamakan kulit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM pengrajin kulit dan membuka kesempatan kerja baru. Garut. Dit. pembuatan peralatan Teknologi .16 Nama Upaya Jenis Kegiatan Upaya Peningkatan Diseminasi teknologi Produktivitas Budidaya Ikan Kerapu Ekspor dalam Keramba Jaring Apung Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.Meningkatkan kemampuan produsen susu/peternak dalam mengembangkan usaha.Perancangan dan BPPT. Belitung) Sasaran Nelayan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.Bantuan peralatan Tahun 1999.No.Kepulauan 2000 BangkaBelitung ( Kab.Dalam tahap percobaan terjadi masalah pada alat pasteurisasi sehingga dilakukan perbaikan atau modifikasi peralatan.17 Paket Peralatan Penyamak Kulit dan Bahan Penyamak kulit Ramah Lingkungan untuk Industri Kecil . Jawa Barat .Perancangan dan BPPT. .Pelatihan Bioindustri . Sudah selesai dan diteruskan oleh pengrajin penyamakan kulit di Sukaregang.Peralatan menggunakan teknologi sederhana dan tidak membutuhkan banyak tempat.Beberapa peralatan laboratorium mengalami kerusakan. Desember 2003 . .18 Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Produksi Susu Steril di Pangalengan. .

l.Bantuan peralatan Tahun 1999.Kondisi infrastruktur dan geografi tidak mendukung sehingga transportasi menjadi kendala utama .1.Bantuan peralatan Nelayan dan Tahun 1999. 2. dan belum dibudidayakan secara itensif $ Lembaga Penelitian SMERU.Keadaan faktual di lokasi tidak selalu sesuai dengan rencana Tidak ada 2. Boyolali dan sekitarnya cukup besar. 1.I.Boyolali) Boyolali.Perancangan dan BPPT.Bantuan peralatan Tahun 1999. 2000 (Kab.Pelatihan Agroindustri .Potensi tanaman jarak di Kab.Indonesia mengekspor biji jarak kering dan masih mengimpor minyak jarak untuk memenuhi kebutuhan lokal.Jawa Tengah Pemda Tk. pengrajin Selayar) Sudah selesai dan selanjutnya dikelola oleh Koperasi Tani Maju Mandiri .No.Pelatihan Agroindustri . 2000 Yogyakarta Sasaran Status Saat Ini Kelompok tani wanita Sudah selesai di D. Namun dalam pengembangannya diperlukan alih teknologi dan pelatihan untuk petani jarak atau koperasi pengolah biji jarak agar dapat mandiri.1. Dit. pembuatan peralatan Teknologi .D.Perancangan dan BPPT. . Masalah . Desember 2003 .19 Nama Upaya Penerapan Teknologi Pasca Panen RempahRempah Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.Pelatihan Agroindustri . koperasi) yang siap dijadikan mitra 2. Belum ada hambatan teknis.Sumatera 2000 Selatan (Kab. Yogyakarta dan diteruskan oleh pemda setempat saat ini sudah sampai ke kelompok tani.Muara Enim) Petani dan masyarkat Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi "Selawi Jaya" Tersedia lahan luas yang subur sepanjang pegunungan Bukit Barisan.I. Dit. Jawa Tengah .Tertundanya pencairan dana menyebabkan kegiatan tidak segera dilaksanakan Potensi Industri pengolahan di Yogyakarta mempunyai potensi untuk berkembang karena Yogyakarta merupakan daerah pemasaran /penampung dan distribusi produkproduk pertanian dari berbagai daerah disekitarnya . Dit. pembuatan peralatan Teknologi .1.1. Memiliki SDA perikanan (teripang) potensial: 12 desa .5 kecamatan. . Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 1999.Waktu pelaksanaan kegiatan sangat singkat terutama akibat tertundanya pencairan dana. 2.20 Penerapan Teknologi Ekstraksi Minyak Jarak di Kabupaten Boyolali.Keterbatasan dalam menerima informasi teknis operasional kegiatan . Dit.350 KK nelayan teripang tradisional.Perancangan dan BPPT.Sulawesi 2000 Selatan (Kab. dan lembaga profesi (a.21 Penerapan Teknologi Pasca Panen Teripang di Kabupaten Selayar.22 Penerapan Teknologi Proses Minyak Atsiri (Nilam) untuk Usaha Kecil di Muara Enim . BIPP dan koperasi/pengolah biji jarak Sudah selesai dan kini dikelola oleh Koperasi Serba Usaha Tiga Jaya.Alat yang tersedia harus dimodifikasi . II Kab. Sulawesi Selatan . lahan perairan pantai 64 hektar. pembuatan peralatan Teknologi .

Sulawesi Selatan Penerapan Teknologi Pengolahan Mete Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Jenis Kegiatan Pelaksana .Bantuan peralatan Tahun 1999.Perancangan dan BPPT. 2. masyarakat dan koperasi Sudah selesai dan saat ini diteruskan oleh koperasi setempat NTB.Sulawesi Petani.735 Ha dengan jumlah produksi sebanyak 534 ton/tahun 2.Daerah setempat mempunyai angin lembah yang sangat kuat sehingga pergantian atap green house dilakukan 2 kali 2. pembuatan peralatan Teknologi .Perancangan dan pembuatan peralatan .1. setempat. NTT.Bantuan peralatan BPPT.Sulawesi Petani dan masyarakat 2000 Selatan (Kab.Sulawesi 2000 Tenggara (Kab.No. .Pelatihan Agroindustri . pembuatan peralatan Teknologi ./Kota Kendari) Petani. 2000 Jawa Barat (Bogor.1.25 Penerapan Teknologi Proses Fermentasi dan Pengeringan Kakao Rakyat di Kabupaten Pinrang. Teknologi Agroindustri BPPT. Dit.1.Karang Asem) Petani dan masyarakat Sudah selesai dan diteruskan oleh Dinas Peternakan setempat .26 .Perancangan dan BPPT.Pelatihan .DKI Jakarta.23 Nama Upaya Penerapan Teknologi untuk Pengolahan Kemiri di Kabupaten Soppeng.Beberapa bahan (seperti Populasi ternak sapi di Kab. Ayam dan Pisang Pelatihan BPPT Tahun 1999.Lambatnya pembangunan sarana serta pengadaan barang karena terbatasnya peralatan teknik di lokasi dan ketrampilan tenaga kerja. . tetapi pekerjaan secara keseluruhan tidak terhambat. Banten (Tangerang) Guru–guru pesantren Selesai % Lembaga Penelitian SMERU.Dana perjalanan terbatas sehingga alih teknologi serta bimbingan teknik pengolahan mete sulit dilaksanakan. Sumber Hasil Terdapat perkebunan kakao rakyat seluas 19. Potensi Tersedianya areal kemiri seluas 2.511 kg biji kering/ha/ tahun. Dit.27 Pelatihan Kerja Santri tentang Sistem Tambak Ikan.Pelatihan Agroindustri . kompos) harus dikirim dari Karangasem.Bantuan peralatan BPPT.289 ha dengan produktivitas 1.Bantuan peralatan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. Pusat Pengkajian dan Penerapan Bioteknologi Industri dan Pertanian Tahun 1999.Pelatihan .Pinrang) Sudah selesai Belum ada masalah atau saat ini dikelola hambatan yang berarti dan oleh Koperasi masih berjalan sesuai jadwal. Dit. 2.1. masyarakat 2000 Selatan (Kab. Tahun 1999. dan CV Soppeng) Matahari Terbit Status Saat Ini Sudah selesai dan kini dikelola oleh "CV Matahari Terbit" Masalah Pada awal pekerjaan konstruksi muncul beberapa masalah. Desember 2003 . 2. Sulsel Penerapan Teknologi Biofertilizer dan Pengeringan Hijauan Makanan Ternak untuk Peningkatan Produktivitas Pakan Ternak Sapi . Bekasi).24 .Perancangan dan pembuatan peralatan .1. Sulsel dan Sultra sangat potensial untuk pengembangan kacang mete tapi pemanfaatannya masih rendah (mete diekspor dalam bentuk gelondongan) karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi pengolahan. Bali Jakarta menunjukkan peningkatan.Bali 2000 (Kab. .

Budidaya pertanian BPPT . Perbedaan sumber energi yang direncanakan (listrik) dengan yang biasa digunakan sasaran (bahan bakar cair) mengharuskan perubahan desain dan mempengaruhi bahan dan peralatan untuk membuat lemari Daerah Pelabuhan Ratu terkenal dengan komoditas perikanan dan mensuplai ke beberapa daerah./Kota ikan dan Pemda Sukabumi).28 Nama Upaya Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Fermentasi di Pondok Pesantren dan Industri Kecil Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Inditik (Integrasi Penanaman Padi dengan Pemeliharaan Itik) Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.30 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Kepiting Bakau di Pertambakan dalam Upaya Pemberdayaan Petani Tambak BPPT Tahaun 1999-2000 Jawa Tengah Petani tambak (Kab. Demak) Selesai 2. Bandung dan bahkan sudah banyak yang diekspor.1. Dit.Pelatihan Transportasi Guna dan Alat Pengupas Singkong Tahun 1999. Bogor. Potensi tersebut dapat segera dikembangkan & Lembaga Penelitian SMERU.Pengembangbiakan itik Tahun 1999. Dit. Gunung Kidul) Sudah selesai dilaksanakan dan diteruskan oleh Pemda dan kelompok pengolah ikan setempat. Teknologi Lemari pembuatan peralatan Teknologi Pengering Serba .Kalimantan 2000 Timur (Kota Balikpapan) Masyarakat dan Pemda Sudah selesai kini dilanjutkan oleh pemda setempat Masalah mobilisasi dan Pemerintah Kota demobilisai peralatan untuk Balikpapan memiliki potensi demo dan uji kaji di lapangan sumber daya alam yang belum termanfaatkan. itik Purworejo) 2.I.1.No. 2.32 Penerapan .Perancangan dan BPPT.1. Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (TISDA) Tahun 1999.1.Jawa Barat Masyarakat pengolah 2000 (Kab.29 . D. Desember 2003 . 2. Yogyakarta (Kab.Diseminasi teknologi Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis SDA di Kalimantan Timur BPPT.1.Madura & 2000 Jawa Timur Sasaran Pondok pesantren dan masyarakat peternak/petani Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.31 Pembuatan dan Alih .Pelatihan Teknologi untuk . seperti Jakarta.Jawa Tengah Petani dan peternak Selesai 2000 (Kab.

pembuatan bola yang berkembang sejak tahun 1990 2.34 Pembuatan Mesin Pengolah Bambu untuk Usaha Kerajinan Rakyat di Sukabumi. Dit.Perancangan dan Tahun 1999.Jawa Tengah Pengrajin dan BPPT. Tegal) Pemda .36 .Pangsa pasar Tegal yang cukup memotivasi industri kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.Menentukan jenis propeler . pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . menyerap hasil hutan bambu dan mendukung potensi wisata melalui produksi barang souvenir. 2. Rencana membuat mesin pengolah bambu serba guna tidak terlaksana karena konstruksinya mengalami kendala dan pengoperasiannya sulit.Ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat mengembangkan usaha industri kecil.1.Bantuan peralatan Pengrajin dan Pemda Sudah selesai dilaksanakan dan kini dilanjutkan oleh kelompok pengrajin bambu di Desa Datarnangka.Perancangan dan BPPT. 2.1.Mengubah kebiasaan pengrajin dalam menggunakan pasir sungai sebagai pasir cetak tanpa memperhatikan persyaratan .Majalengka Jawa Barat untuk Memproduksi Barang Teknik Karet Substitusi Impor Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. ' Lembaga Penelitian SMERU.No.Jawa Barat BPPT.Bantuan peralatan Sasaran Koperasi pengrajin bola Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada. (Kab. Jawa Barat .Pelatihan Majalengka) dan Rekayasa .l. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. . Sukabumi kaya akan potensi wisata dan hutan bambu sehingga mesin pengolah bambu berpotensi mendukung kerajinan bambu rakyat.Jawa Tengah Pengusaha genteng Selesai 2000 (Kab.1.Jawa Barat . Klaten) 2.Pelatihan dan Rekayasa . .Perancangan dan Tahun 1999.35 Pengembangan Diseminasi teknologi Teknologi Proses di Sentra Industri Kecil Genteng Klaten Peningkatan Kemampuan Industri Logam KecilMenengah di Sentra IKM Tegal untuk Pembuatan Komponen Otomotif BPPT Tahun 1999. Desember 2003 .1. Dit. Dit.Bantuan peralatan Sudah dilaksanakan kini diteruskan oleh pemda setempat . a. dan saat ini dikelola oleh koperasi pengrajin bola Potensi Kabupten Majalengka memiliki berbagai industri yang menjadi sumber PAD.Pelatihan Sukabumi) dan Rekayasa . sehingga mesin pengolah bambu dibuat secara terpisah. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab.33 Nama Upaya Pemberdayaan IKM Karet .

Pati 2.Perancangan dan BPPT.Perancangan dan BPPT. Pati) dan Pemda . masyarakat setempat. roto mempunyai sirip penghancur (sudut 0) sehingga setiap selesai proses selalu terdapat sisa di dalam penggiling .Pelatihan dan Rekayasa . 2.Transportasi dan sarana telekomunikasi tidak memadai.Bantuan peralatan Sudah selesai kini dikelola oleh 2 KUD setempat Pada desain awal.Jawa Tengah Petani. Dit. (Kab.1. Cianjur Jawa Barat Potensi Kab. Dit. . Dit.Bantuan peralatan Karang Taruna Kelana Jaya. petani. dan masyarakat Kab.  Lembaga Penelitian SMERU.Cianjur merupakan sentra produksi padi di Jabar yang memasok sebagian besar kebutuhan padi daerah lain seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.Jawa Barat Petani dan kelompok . (Kab. Cianjur) tani pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Pelatihan dan Rekayasa . pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. dan Pemda setempat Sudah selesai kini dilanjutkan oleh Pemda. Resistensi masyarakat terhadap informasi luar lambat laun dapat diatasi sehingga dapat menerima peralatan menggantikan yang tradisional. Desember 2003 .Bantuan peralatan Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada hambatan.38 Rancang Bangun Alat Penggiling Cabe Kering Skala Industri Pedesaan Tahun 1999.Jawa Tengah Petani dan .Perancangan dan BPPT.Pelatihan dan Rekayasa .1.Perancangan dan Tahun 1999.37 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah Skala Industri Pedesaan di Kabupaten Cianjur. Kabupaten Brebes merupakan daerah pertanian dengan produk unggulan cabe merah dan bawang merah.Bantuan peralatan Terdapat beberapa masalah pada trial running mesin pencuci garam tetapi ditemukan solusinya.Jawa Barat . Brebes) masyarakat pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 pedesaan . petani dan masyarakat dan Pemda Sudah selesai dan kini diteruskan oleh Karang Taruna. masyarakat BPPT.1.Pelatihan dan Rekayasa . Jawa Barat Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. dan dikelola oleh Balai Benih Tani Makmur. dan kini diteruskan oleh kelompok tani dan IKM di sekitar Cianjur. petani. Garam merupakan produk unggulan Kab.Pati dan tumpuan nasional.Lokasinya jauh di pelosok.Ciamis) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . Cihea. Jawa Tengah .1.No. Dit. 2. (Kab. 2.39 Rancang Bangun Alat Pengolah Sabut Kelapa Skala Industri Kecil Tahun 1999.40 Rancang Bangun Peralatan Iodisasi Garam Rakyat di Kabupaten Pati.

Dit.Perancangan dan BPPT.1. Malang) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Bantuan peralatan Garut merupakan sentra industri jagung utama di Jawa Barat.Jawa Barat BPPT.Lampung Selatan merupakan lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis . Dit.Perancangan dan Tahun 1999. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab. Garut) .1.Bantuan peralatan Sasaran Kelompok tani "Tani Mulya.1.Pelatihan Mesin Industri . Kecamatan Pujon.Bantuan peralatan Nelayan dan pemda Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh KUD dan pemda setempat. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab.No.Pelatihan Lampung Mesin Industri . Lampung merupakan salah satu lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis 2. serta lokasinya tidak terlalu jauh. variasi sayuran yang ditanam.Bantuan peralatan Selatan) Nelayan Sudah selesai dan diteruskan oleh koperasi perikanan setempat Tidak ada 2.  Lembaga Penelitian SMERU.42 Pemanfaatan Container Bekas untuk Teknologi Cold Storage dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Hasil Tangkapan Nelayan . Desember 2003 . Potensi Kecamatan Pujon dapat dijadikan sebagai pelopor dan penggerak kegiatan agribisnis karena kesiapan dan kemampuan SDM.Pelatihan Mesin Industri Selatan) .Perancangan dan Tahun 1999. Dit.Teknologi yang terapkan dalam proyek ini tidak baru.Jawa Timur . .Perancangan dan BPPT.Pelatihan dan Rekayasa .Lampung . (Kab. 2.1." Desa Ngroto.44 . (Kab.43 Penerapan Teknologi Cool Box untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Tangkapan Nelayan Kecil Pengembangan Industri Pakan Ternak dari Tepung Bongkol Jagung Tahun 1999. Dit. Petani.Lampung BPPT. Terjadi perubahan desain untuk memenuhi permintaan petani dan pemda di mana peralatan yang dikembangkan harus bersifat terpadu dan serbaguna.41 Nama Upaya Rancang Bangun Pusat Penanganan Pasca Panen (Packing House) Sayur Mayur di Pedesaan Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. . Malang Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan dikelola oleh kelompok “Tani Mulya”. dan disesuaikan dengan lingkungan dan kemampuan SDM setempat 2. KUD dan pemda Sudah selesai dan diteruskan oleh KUD setempat Adanya perselisihan antara koperasi yang ditunjuk sebagai pengelola cool box (KUD Mina Jaya) dengan dinas teknis terkait (Dinas Perikanan). pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 Lampung . dan Jawa Barat adalah daerah penghasil jagung terbesar ke empat di Indonesia.

Jawa Pelaksana Tengah Teknis Laboratorium Aero – Gasdinamika dan Getaran Tidak ada Sudah dilaksanakan kini dilanjutkan oleh para petani/pengrajin dan Pemda Tk.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.1. Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Tahun 1999. Keramik Pejaten.364 ha tanaman ketela) 2.Pelatihan . Brebes. di Pati terdapat 11. Potensi Daerah Pejaten merupakan sentra produk gerabah yang dapat dikembangkan menjadi sentra kerajinan keramik karena SDM-nya memiliki keterampilan yang cukup. dan Tanggerang. Unit 2000 (Kab.Masyarakat tani masih sangat sukar diberi pengertian untuk memanfaatkan rancangan atau memproduksi sendiri peralatan . Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselin Bali.Perancangan dan pembuatan peralatan .1.No. Magetan.1.Jawa Tengah Petani/pengrajin dan BPPT. Dengan adanya peralatan pertanian pasca panen diharapkan petani dapat meningkatkan hasil gabah keringnya.Tabanan masyarakat :Pejaten) Tabanan. Desember 2003 . Bali Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan diserahkan ke CV.II yang terkait: Pati.Perancangan dan pembuatan peralatan .Pelatihan . Pati) Pemda Pati.1. 2. kelompok tani dan KUD.45 Nama Upaya Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselen Jenis Kegiatan . Daerah-daerah tersebut sangat potensial untuk dikembangkan karena mempunyai potensi pertanian yang bagus (mis.Keterlambatan pelaksanaan . Sukabumi sangat potensial pertaniannya.Bantuan peralatan BPPT Tahun 1999.Jawa Barat 2000 (Sukabumi) Petani/kelompok tani Sudah dan Pemda dilaksanakan dan dilanjutkan oleh petani. .Bantuan peralatan Tahun 1999.Krisis moneter mengakibatkan bahan dan peralatan mahal dan sulit diperoleh.Perancangan dan pembuatan peralatan .Jawa Timur 2000 (Pasuruan) Industri kecil logam 2. Lembaga Penelitian SMERU.Bali Pengrajin dan 2000 (Kab.47 Diseminasi teknologi Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Logam di Pasuruan Rancang Bangun Peralatan Pertanian Pasca Panen Portable untuk Tanaman Padi . Selesai 2. Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999.48 BPPT.46 Pemasyarakatan Mesin Pengiris Serba Guna (PSG) untuk Terciptanya Peningkatan Kegiatan Ekonomi Rakyat .Pelatihan .

49 Nama Upaya Rancang Bangun Teknik Pandai Besi untuk Memproduksi Alat-alat Pertanian dan Disain Ergonomi Jenis Kegiatan .50 Pembuatan dan Pemasyarakatan Briket dan Tungku Gambut untuk Rumah Tangga .473.51 Teknologi Daur .Pembuatan peralatan . Masalah Tidak dijumpai hambatan yang berarti kecuali beberapa pandai besi yang diundang tidak hadir.Jawa Tengah Masyarakat dan 2000 (Kab. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi – TPSA Tahun 1999. konsumsi energi (minyak tanah) rumah tangga di Kalbar 8. diharapkan semakin tergantikan oleh produk dan teknologi gambut. pengrajin Temanggung) Sudah dilaksanakan dan dilanjutkan oleh pengrajin pendaur ulang di Temanggung. Kalimantan Barat dan Koperasi Karyawan Eka Mutiara Sari Pontianak. PU.Pelatihan dan pembinaan BPPT. Jawa Tengah Tahun 1999.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.Kerjasama pemerintah dan swasta masih kurang . Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Waktu Wilayah Tahun 1999. Dit.1.No.Diperlukan waktu yang cukup lama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup.Perancangan dan BPPT. Melalui kegiatan IPTEKDA industri ini dapat dijadikan contoh dan dapat diimplementasikan pada industri sejenis di daerah lain ! Lembaga Penelitian SMERU.Hambatan dalam sosialisasi penggunaan peralatan yang efisien dan efektif karena pengrajin khawatir akan meningkatnya biaya produksi.1.Perancangan dan pembuatan peralatan . Jawa Tengah Di Temanggung terdapat industri kecil pengolah aki bekas yang melakukan kegiatan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Desember 2003 . Potensi Potensi industri kecil pandai besi sangat besar namun belum tergarap secara optimal bahkan mulai ditinggalkan karena pasar lebih menyukai produk impor .Hasil penelitian dan literatur masih terbatas . Dit.Belum memiliki laboratorium dan workshop sendiri . .Kerjasama pemerintah dengan luar negeri belum ada .Kualitas dan kuantitas SDM belum memadai .Jawa Barat 2000 Sasaran Pengarajin Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan terletak di belakang gedung UPT – LUK.Dari SKE tahun 1998. .Pelatihan Lingkungan (Pb) dari Aki Bekas di Temanggung. 2.Partisipasi dan minat membeli/memproduksi tungku/kompor dan briket gambut dan produk lainnya meningkat .Tidak seimbangnya dana penelitian dengan kebutuhan yang dihadapi . 2. 2. Ulang Logam pembuatan peralatan Teknologi Timbal/Timah Hitam .Pelatihan .Kalimantan 2000 Barat (Kab/Kota Pontianak) Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh Koperasi Pegawai Negeri Kanwil Dep.1.08 kca/kk/hari.

PPP-BIOTEK Tahun 2000 Bali (Kab.Belum terasanya manfaat langsung bagi mitra pengguna . Klungkung) Peternak sapi Selesai 2. SDM dan lain-lain dll 2.54 Penerapan Teknologi Fermentasi dan Formulasi Roti Pakan Sapi untuk Meningkatkan Kualitas Daging .Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus . Dit.Pembuatan peralatan .1. Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2000 Jawa Tengah Petani garam (Kab.Jawa Barat 2000 (Kodya Bandung) Sasaran Usaha tahu . . 2.52 Nama Upaya Teknologi Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Industri Tahu-Tempe Penerapan Teknologi Destilasi Minyak Akar Wangi di Kab.Pelatihan BPPT.Sasaran kegiatan tidak dapat dicapai sekaligus .Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus Sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai usaha/bisnis 2.Pembuatan peralatan .Pelatihan BPPT.No.56 . Dit.tempe Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Dit. GroboganLahan Pegaraman Jono) Tahun 2000 DIY (Kab.1.Pendampingan Teknologi dalam pengoperasian Bioindustri alat Selesai Teknologi ini membantu penciptaan produk baru yang memiliki prospek bisnis.1. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Barat (Kab. Desember 2003 . Garut) Petani penyuling minyak akar wangi Selesai . Garut Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.Teknologi yang diterapkan masih bersifat ujicoba . " Lembaga Penelitian SMERU.Belum jelasnya pola kerjasama dengan mitra kerja .1. Bantul) Perajin tahu tempe.Pelatihan dan sosialisasi BPPT. Selesai Target produksi belum tercapai karena masalah pasokan bahan baku.55 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Evaporasi dan Kristalisasi untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Garam Perekayasaan Paket Peralatan dan Teknologi Produksi Nata de Soya BPPT.53 .1.

Pendampingan BPPT.Pengadaan bibit sapi . 2. # Lembaga Penelitian SMERU. Teknologi Budidaya Pertanian Tahun 2000 Jawa Tengah Peternak sapi (Kab.59 Penerapan Teknologi Penggemukan Sapi dengan Menggunakan Pakan Ternak Organik Lactogrand dan Lactomin … . 2. Desember 2003 . Boyolali) Selesai 2.Teknologi masih bersifat percobaan . Tuban) Sasaran Status Saat Ini Perajin (petani Selesai nelayan) tradisional.1.Pembentukan kelompok tani . Pemasyarakatan tungku berbahan bakar gas perlu ditingkatkan dengan membuat kajian teknoekonomi.57 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan Pelatihan Teknologi Pembuatan Kecap Ikan Secara Enzimatik Terkendali untuk Industri Skala Menengah dan Rumah Tangga Penerapan Pelatihan Teknologi Pengeringan Bebas Lalat Pelaksana BPPT. industri rumah tangga dan industri menengah Masalah Potensi Diperlukan upaya pemasaran Sangat prospektif untuk karena produk ini relatif baru dikembangkan sebagai dan belum banyak dikenal usaha/bisnis masyarakat.Pendampingan BPPT.58 BPPT.60 Pembuatan dan Pemasyarakatan Tungku Berbahan Bakar Gas untuk Industri Kerajinan Keramik .Kurang memperhitungkan skala penerapan dan respon masyarakat yang terbiasa menggunakan formalin Kesulitan mendapatkan lactogrand Masyarakat banyak yang ingin terlibat dalam kegiatan dan turut menerapkannya 2.No.1. Dit. Dit. Banjarnegara) Selesai Kenaikan harga LPG saat kegiatan hampir selesai mengurangi nilai tambah tungku berbahan bakar gas dibandingkan tungku minyak tanah yang selama ini dipakai pengrajin.1. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin keramik (Kab. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.1. Dit. Teknologi BioIndustri Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. Dit.Pembuatan tungku berbahan bakar gas .Pelaksanaan tidak dalam skala kecil mencapai sasaran . Tuban) Nelayan Selesai Berpotensi untuk diterapkan .Pembuatan kandang sapi koloni .

Perguliran dana (awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT. 2.Pelatihan .65 Pemanfaatan Teknologi Rancang Bangun pada Peralatan Pemroses Sirlac .Pelatihan Strategi . Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.1. Biro Umum Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. Dit.Aspek kemitraan sebagai tindak lanjut belum digarap dengan jelas Selesai Target dan sasaran belum tercapai karena keterlambatan jadwal akibat adanya perubahan desain alat untuk mencari harga yang lebih murah Potensi 2.61 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Mineral .63 2. Ciamis) Status Saat Ini Masalah Selesai . Banyumas ) Masih berlangsung (sampai akhir 2003) .Pendampingan BPPT.Pembuatan mesin penggorengan vacuum kripik dan buah-buahan . Teknologi Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Jawa Barat Industri kecil (Kab.1. Pasuruan) Koperasi (KPSP) “Setia Kawan” Selesai . $ Lembaga Penelitian SMERU. Sinjai) Kebijaksanaan Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi 2.Teknologi vacuum frying yang dikembangkan dan diterapkan bukan milik BPPT melainkan milik lembaga swasta Tahun 2000 .Jawa Timur: Pesantren dan 2003 (Kab. tidak terlihat konsep keterpaduan antara budidaya sapi dengan jagung karena tempatnya yang berjauhan dan tidak ada teknologi yang baru atau punya nilai tambah 2.64 Penerapan Teknologi Budidaya Jagung dan Sapi Perah Terpadu di Jombang dan Penerapan Bioteknologi untuk Produksi Kelapa dan Sari Kelapa di Kab.1.Bantuan suplemen Alumino Silikat untuk dan pakan ternak Industri Pertanian .1.Jombang masyarakat ) Jawa Tengah (Kab.Sasaran kegiatan belum tercapai .1. Dit. Selatan (Kab. Desember 2003 . Cirebon) penghasil politur Selesai Pengoperasian alat belum berjalan karena supply bahan baku dari Perhutani belum berjalan.Pembuatan peralatan pemroses sirlak untuk industri politur . Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Barat Petani peternak (Kab. Dit. Banyumas . Dit.Pelatihan Pelaksana BPPT.Bantuan teknis dan konsultasi Tahun 2000 Sulawesi Masyarakat BPPT.No.Untuk kegiatan pertanian terpadu.Manfafat teknologi di masyarakat belum dibuktikan secara ilmiah .Pendampingan Pemanfaatan Rumput Laut Melalui Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Gracilaria sp Menjadi Agar-Agar Peningkatan Kemampuan TeknoBisnis dalam Pengembangan Produk Unggulan Koperasi .62 .

Rembang) Selesai % Lembaga Penelitian SMERU.1.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan . Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Barat (Kab. Dit. Teknologi Proses dan Rekayasa Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Pengusaha industri kecil suku cadang mesin Status Saat Ini Masalah Selesai Teknologi/formula yang dikembangkan masih didasarkan pada teknologi kompon di pasaran yang sangat beresiko.Dana tidak cukup sehingga peralatan yang menentukan kualitas produk tidak dapat dibeli Koperasi yang bermitra belum memberikan kontribusi yang lebih besar Penerapan teknologi memberikan manfaat dan peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh IKM 2.1. alat deteksi ikan (ADI) Dit. Dit. Teknologi .67 Penerapan Alat Deteksi Ikan dalam Rangka Pra dan Penangkapan Ikan Terpadu Pembuatan dan Pengembangan Teknologi Proses Produksi Pengolahan Kayu Karet (Sawn Timber ) Skala Industri Rakyat dan Berkualitas Ekspor .Pendampingan BPPT. karena peralatan yang dibangun belum berfungsi secara optimal akibat tidak adanya sistem alat pengontrol .Penerapan teknologi belum selesai. Padalarang) Industri kecil menengah dan masyarakat desa Selesai .70 Pengembangan Bahan Baku Dasar Penunjang Industri Perikanan . 2. Klaten) pengecoran logam Selesai 2.Pendampingan BPPT.Rekayasa dan rancang bangun peralatan .1.Pelatihan Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Lampung Nelayan kecil di bawah binaan KUD Mina Jaya Selesai Peralatan teknologi kunci (fish finder . GPS dan transducer ) masih impor 2.1.Bantuan sarana dan Teknologi Proses prasarana Pembuatan Kompon . Potensi 2.Pelatihan .68 .1. Dit. Desember 2003 .69 Penerapan Pelatihan Teknologi Perlakuan Panas di Sentra Industri Pengecoran Logam Ceper Klaten BPPT.No.Pelatihan di Koperasi Pengusaha Industri Kecil Suku Cadang Mesin Bandung Pelaksana BPPT. Teknologi Transportasi Tahun 2000 Jawa Tengah (Kab. Dit. Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin (Kab.Pemberian bantuan BPPT.

UPT-LUK Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Tengah Petani (Kab.1. ikan patin Tulungagung Pondok Pesantren Yayasan AlHusna ) Masih berjalan sampai akhir 2003 2. budidaya sapi dan ikan patin belum tercapai.1.75 .Penelitian .Pola kemitraan belum disepakati .Daya tahan mesin belum diketahui. & Lembaga Penelitian SMERU. Sidoarjo) Pengusaha air minum skala kecil Selesai Memberikan prospek bisnis yang baik 2. dan masih bersifat coba-coba. aspek teknis tidak dikuasai./Kota Bandung) Industri kecil pengecoran logam Selesai Aspek kemitraan untuk memanfaatkan peluang bisnis masih belum jelas. Desember 2003 . Teknologi Material Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.Pemasaran produk bubuk kelapa harus dijamin sehingga mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan hanya dibuat arang aktif Selesai Kegiatan mengalami keterlambatan karena perencanaan yang kurang baik.Pembuatan tungku kokas dan pengujian . Teknologi Lingkungan Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Pelatihan .71 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pembuat Bubuk Tempurung Kelapa sebagai Bahan Baku Pembuatan Obat Nyamuk Jenis Kegiatan . Dit. Dit. UPT-LAGG Tahun 2000 Jawa Tengah Pengusaha kapuk (Kab.Pelatihan . karena belum pernah dibuat sebelumnya .1.Pembuatan alat pembuat bubuk tempurung kelapa .No.Sarana produksi air belum diserahterimakan pengelolaannya Konsep keterpaduan antara selulosa./Kota Semarang) Status Saat Ini Masalah Selesai .Pendampingan BPPT. Pati) 2.Rancang bangun mesin press (packaging ) .1.Pelatihan . Dit.Bantuan alat pengolahan air siap minum .Pendampingan Pelaksana BPPT.Perguliran dana (mulai awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT. karena ada perubahan alokasi anggaran untuk ikan patin ke produksi selulosa.72 Rancang Bangun Mesin Press (Packaging ) Kapuk sebagai Komoditi Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Air Siap Minum Skala Industri Kecil Aplikasi Teknologi Silase Limbah Hasil Pertanian Tanaman Pangan untuk Pakan Ternak pada Pengembangan Sapi Potong dan Ikan Patin Secara Terpadu Rancang Bangun Krusibel untuk Peleburan Logam Skala Industri Kecil . Potensi 2.74 BPPT. Memberikan inovasi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha bisnis.Jawa Timur Peternak sapi dan 2003 (Kab.Pendampingan BPPT.73 . . 2.1. Teknologi Lingkungan Tahun 2000 .

Pembangunan gudang penampung . harga makin rendah serta mutu meningkat. Dit.81 Tahun 2001 Lampung BPPT. Dit. Bengkalis) Produsen kopra Selesai 2.1. Dit.1. Teknologi Proses dan Rekayasa Selesai ' Lembaga Penelitian SMERU. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Sulawesi Selatan Petani tambak Selesai 2.1. UPT-LSDE Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin tepung (Kab.No.Pendampingan Pelaksana BPPT UPT-PSTKP Waktu Wilayah Tahun 2000 Bali (Kota DenpasarDesa Benoh) Sasaran Pengrajin keramik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Program ini dapat dilanjutkan melalui kerjasama dengan Sucofindo seperti dilakukan di tempat lain Alat ini perlu disosialisasikan ke masyarakat di lokasi lain yang membutuhkan.Bantuan peralatan . Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau ( Kab. 2. DenpasarBali Penerapan Alat Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Rumah Tangga Jenis Kegiatan . Dit.79 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa di Sentra Perkebunan Kelapa Rakyat Penerapan Diseminasi teknologi Pendorong Air Berbaling-Baling untuk Pemberdayaan Petani Tambak Rancang Bangun Diseminasi teknologi Alat Pengolah Serat Alam Limbah Pabrik Kelapa Sawit BPPT.Pembuatan alat . Selain itu.1.Pelatihan BPPT.78 Peningkatan Produksi dan Mutu Kopra Rakyat dengan Pengering Berbahan Bakar Arang Tempurung Kelapa Diseminasi teknologi BPPT.Bantuan teknis dan konsultasi . Desember 2003 .77 Nama Upaya Peningkatan Teknologi Proses dan Kualitas Keramik dari Desa Benoh. .1.80 BPPT. riset dan pengembangan perlu terus dilanjutkan agar kapasitas meningkat.76 2. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau (Kab.1. Petani kelapa Indragiri Hilir) Selesai 2. tapioka Temanggung) Selesai 2.

87 BPPT.1.84 Pemanfaatan Botol Plastik Bekas dan Limbah Kayu Gergajian untuk Pembuatan Papan Partikel Diseminasi teknologi Tahun 2001 Jawa Tengah BPPT. Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2001 Jawa Timur (Kab. Dit.85 Diseminasi teknologi Teknologi Pemanfaatan Lumpur Limbah Pabrik Pulp sebagai Bahan Bangunan Peningkatan Mutu Diseminasi teknologi dan Produktivitas Industri Kecil Kerajinan Tembaga Ukir Pengembangan Diseminasi teknologi Pasar Produk Agrobisnis Melalui Teknologi Informasi Proses Pembuatan Diseminasi teknologi Bubur Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Bahan Baku Obat Alami BPPT.1. Dit. Dit.1. Boyolali ukir . Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Bogor Desa Lawang Gintung) Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU. Ponorogo) Selesai 2. Desember 2003 .1.88 Tahun 2001 Jawa Barat ( Kab. Dit. Dit.1.1. Teknologi Material Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin tembaga ( Kab.No.86 BPPT. Teknologi Informasi dan Elektronika BPPT. UPT Laboratorium Uji Konstruksi Selesai 2. Selatan ( Kab. Teknologi Lingkungan Tahun 2001 Jawa Barat Selesai 2. Dit. Selatan ( Kab.1. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Selesai 2.Cepono) Selesai 2.83 Penerapan Rancang Diseminasi teknologi Bangun Alat Proses Produksi Briket Arang Serbuk Gergajian Tahun 2001 Sulawesi BPPT. 2.82 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah dengan Bahan Sekam Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Sulawesi Petani BPPT.

92 Diseminasi teknologi BPPT.No.1. 2. Teknologi Agroindustri Tahun 2001 Riau ( Kab. Tegal.1. Lampung tapioka rakyat Tengah) Selesai 2.93 Diseminasi teknologi Pengembangan Teknologi Proses Produksi Tapioka Rakyat dan Pengolahan Limbah Secara Terpadu Pemberdayaan IKM Diseminasi teknologi di Sentra Industri Melalui Pengembangan Collective Cybermarketing Implementasi Diseminasi teknologi Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Tepung Tapioka Rakyat BPPT. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT. Dit. UPTLSDE Tahun 2001 Jawa Timur Industri kecil dan (Kab.1. Teknologi Agroindustri Petani sagu Tahun 2001 Sulawesi Tenggara ( Kab.1. Kendari) Selesai 2.90 Diseminasi teknologi Tahun 2001 D. Temanggung) Selesai 2. Dit.94 BPPT. Kampar) Selesai 2. Klaten) Tahun 2001 Lampung ( Industri tepung Kab. Dit. UPT EPG Tahun 2001 Jawa Tengah Produsen tapioka ( Kab.1. Dit. Teknologi Agroindustri BPPT.1. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 2001 Sumatera Selatan Sasaran Pondok Pesantren Darul Muttaqien Desa Tanjung Menang Produsen keripik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. menengah Sidoarjo).91 Diseminasi teknologi BPPT. Dit. Desember 2003 .95 Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.1.89 Nama Upaya Penerapan Teknologi Industri Pengolahan Kopi Rakyat Penerapan Teknologi Produksi Chips dengan Vacuum Frying Penerapan Teknologi Dry Klin Skala Industri Rakyat dengan Kualitas Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Sagu Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.I Yogyakarta Selesai 2. Jawa Tengah (Kab.

1. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Petani tambak/ Produsen pakan tambak Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU. Teknologi Transportasi Tahun 2001 DKI Jakarta Petani garam Selesai 2. UPT Baruna Jaya Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Banten ( Kab.100 Pelatihan Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Pembuatan Pakan Tambak dari Bahan Baku Lokal BPPT.97 BPPT.96 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Teknologi Diseminasi teknologi Kelautan dalam Menunjang Manajemen Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Diseminasi teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Melalui Produksi Bibit Unggul Unggas.1. UPT-Balai Tahun 2001 Jawa Barat Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika Pengrajin propeller konvensional Selesai 2. Dit.1. Ikan Lele dan Pelatihan untuk Mendukung Pemasyarakatan Teknologi BioCyclofarming Pelaksana BPPT.No.1. Dit. Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Kawasan Tahun 2001 Jawa Timur (Kab.98 Diseminasi teknologi Aplikasi Teknologi Peralatan Penunjang Produksi pada Ladang Garam Sistem Semi Intensif BPPT. Desember 2003 . Tuban) Peternak unggas dan Selesai ikan lele 2.99 Pembuatan Alat Penyeimbang Propeller untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pengrajin Propeller Konvensional Diseminasi teknologi BPPT. Nelayan Serang) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. 2.1.

Desember 2003 . Muara Enim) Rambang Dangku.Pelatihan BPPT.Pembuatan peralatan .Studi literatur . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan 2.Bantuan teknis penggunaan alat KUD “Berkas”.1. .Kendala musim kemarau. P3TA pembuatan peralatan (Direktorat) .106 Unit Pengelolaan Pasca Panen Hasil Laut dengan Teknologi Konservasi Energi Matahari di Pulau Sumbawa .Peran masyarakat selaku pengguna dirasakan kurang . Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Produsen kompon dan barang karet Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi BPPT.104 Aplikasi Biofertilizer Mikroriza Arbuskular dan Probiotik untuk Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah BPPT. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin (Tegal) pengecoran logam Selesai .Pembuatan sarana dan prasarana BPPT. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Nelayan Selesai Pelatihan BPPT.Aplikasi di “green house” kemungkinan berhasil cukup tinggi tetapi butuh waktu yang lama 2.1.1.1. Balai Pengkajian Bioteknologi (Direktorat) Tahun 2002 Bali (Nusa (8 bulan) Penida) Peternak Selesai . UPTLSDE (Direktorat) Tahun 2002 NTB (Kab (8 bulan) Sumbawa) Koperasi "Mina Cahaya" Selesai .Manfaat teknlologi di masyarakat belum terlihat !! Lembaga Penelitian SMERU.102 Pelatihan Penggunaan Teknologi Fish Finder untuk Nelayan Ikan 2. Kab.Diskusi dengan pakar .101 Pelatihan Pembuatan Kompon dan Barang Karet untuk Industri Kecil 2.1.Disain dan BPPT. Kec. Muara Enim Belum tersedia sumber air baku (belum adanya sumur yang seharusnya dibuat oleh pemda) .105 Penerapan Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri di Muara Enim 2. Lubuk Raman.103 Pelatihan Pengembangan Usaha Pengecoran Logam 2.Perguruan tinggi lebih berperan sebagai perantara .1. Desa Selesai Tahun 2002 Sumatera (8 bulan) Selatan (Kab.No.

Industri kecil (8 bulan) Jawa Timur menengah logam (Kab.107 Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Keramik 2.Pendampingan .1. nelayan dan peternak Selesai !" Lembaga Penelitian SMERU. P3TL .Sosialisasi Tahun 2002 Jawa Barat Koperasi dan (7 bulan) (KabBandung.109 Penerapan Teknologi Mikroba Probiotik untuk Pemulihan Kualitas Lingkungan Perairan Tambak Udang Jenis Kegiatan Pelaksana .Pengumpulan data BPPT.Monitoring BPPT.Pendampingan BPPT. P3TL (Direktorat) Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi Perikanan (8 bulan) (Kab.Penyediakan sarana BPPT.No.1.111 Diseminasi Diseminasi teknologi Teknologi (Sosialisasi) Konvensional untuk Rancang Bangun Kapal Nelayan di Daerah Cilacap BPPT.1. 2. P3TM dan prasarana (Direktorat) .Sidoarjo) Selesai 2.112 Rancang Bangun Disain dan BPPT. P3TIAM (Direktorat) Tahun 2002 DKI Jakarta.Pendampingan Waktu Wilayah Tahun 2002 NTB (Kab (6 bulan) Lombok Tengah Desa Penunjak) Sasaran 25 pengrajin keramik/gerabah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi .masyarakat Desa Margaasih) Selesai .108 Pembangunan Industri Kecil Daur Ulang untuk Menangani Sampah Pasar Tradisional 2. P3TIT Peralatan : Aplikasi pembuatan peralatan Teknologi Pengolahan Produk Perikanan Laut Tahun 2002 NTB (Kota (8 bulan) Mataram) Dinas Pertanian Mataram.1.1.Cilacap) dan pengrajin kapal kayu tradisional 2.1.Desain dan (Pusat) pembuatan peralatan . Desember 2003 .Pembuatan peralatan .Pembuatan peralatan . Nama Upaya 2.110 Otomasi Mesin Punch/Stamping Berbasis PLC pada Industri Logam di IKM Ngingas . P3TIST (Pusat) Tahun 2002 Jawa Tengah Masyarakat nelayan Selesai (6 bulan) (Kab.Pemalan Darat "Mino Rejo" g) Selesai Kegiatan belum banyak melibatkan petani setempat dan lebih banyak melakukan uji produk-produk probiotek.

117 Pemberdayaan IKM Logam untuk Pengecoran Komponen Motor Bakar Aluminium .Informasi proses pembuatan Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.113 Rancang Bangun Sistem Pengering pada Skala Industri Kecil Menengah Jenis Kegiatan Pelaksana .No. P3TIP dan Rekayasa dan prasarana (Direktorat) Peralatan Pembuatan Keramik untuk Industri Kecil Tahun 2002 Sulawesi Industri kecil Selesai (8 bulan) Selatan (Kab.Pengujian alat Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2002 Jawa Barat Kelompok pengrajin (6 bulan) (Kab.1. 2.114 Rancang Bangun Pembangunan sarana BPPT. BTMP pembuatan peralatan (Direktorat) .Disain dan BPPT.Bandung mendong ) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Desember 2003 .1.Monitoring Alam dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit untuk Pembuatan Papan Partikel Industri spring bed Tahun 2002 Banten (8 bulan) (Kab.Pelatihan yang direncanakan tidak dilakukan !# Lembaga Penelitian SMERU.1. P3TM pembuatan peralatan (Direktorat) . Kab. UPTSistem Apung Darat pembuatan peralatan BPPH Guna Meningkatkan ./Kota Bandung Kelompok usaha pengecoran logam Selesai -Tidak diketahui berapa potensi skrap aluminium daerah. gerabah/keramik dan Gowa) KUB "Bontote’ne".115 Rancang Bangun BPPT.Disain dan BPPT. P3TIP Alat Pengolah Serat pembuatan peralatan. sedangkan sosialisasi kegiatan dan penggunaannya kurang Perbedaan jenis bahan baku yang digunakan dengan perjanjian kerjasama . apakah mampu mensuplai industri motor bakar yang dimaksud .Disain dan 2.116 Rancang Bangun BPPT. Cilacap) Selesai -Teknologi yang digunakan belum pernah diuji coba -Kepemilikan desain sistem -Pengelolaan prototype -Terlalu berat pada kegiatan penelitian. Gowa -Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan tungku kurang -Kegiatan lebih ditekankan pada pembuatan alat. Nama Upaya 2.1.Uji coba alat (Direktorat) Produktivitas Tangkapan Kapal Ikan Tradisional Tahun 2002 Jawa Tengah Kelompok nelayan (7 bulan) (Kab. (Direktorat) .1.Pandegl ang) Selesai -Disain dan 2.

Desember 2003 .123 Teknologi Ekstraksi Diseminasi teknologi Minyak Kelapa dengan Cara Semi Mekanis 2. menengah Muara Enim) Masih berjalan !$ Lembaga Penelitian SMERU. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 2.1.124 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri BPPT (P3TA) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab.122 Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengolahan Batang Padi untuk Pembuatan Dos Tempat Telur 2. Krawang) Masyarakat pesisir Masih berjalan Diseminasi teknologi Masih berjalan 2.1.121 Pabrik Pengolahan Diseminasi teknologi Crumb Rubber Mini di Pesantren "Al Islah" BPPT (P3TA) Pesantren Tahun 2003 Sumatera Selatan ( Kab Ogan Komering Ilir Tulung Selapan) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab. menengah Majene) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sumatera Usaha kecil Selatan ( Kab.Kurang terlihat kerjasama dengan masyarakat ./Kota Bandung Sasaran Industri kecil pengecoran Status Saat Ini Masalah Selesai .119 Strategi Pengembangan Usaha Peternakan 2.No. P3TM Industri Kecil .Diseminasi teknologi BPPT.118 Optimalisasi Potensi .1. Wajo) Tahun 2003 Jawa Barat ( Kab.1.1.Kurang terlihat penerapan pada masyarakat luas/daerah setempat Potensi Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab. menengah Sopeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1.Pembuatan (Direktorat) Menengah (IKM) prototipe untuk Pembuatan Komponen Motor Bakar 2.120 Fasilitas Pengembangan Usaha Masyarakat Pesisir Diseminasi teknologi BPPT (P2KDT) BPPT (BIT) Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.1.

Bogor) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P2TFM) Tahun 2003 Jawa Barat Usaha kecil (Kota Bekasi) menengah Masih berjalan Diseminasi teknologi BPPT (P3TL) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab/Kota Cirebon) Usaha kecil pencucian botol Masih berjalan !% Lembaga Penelitian SMERU.No.1. Soppeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.129 Penerapan Teknologi dan rancang bangun Peralatan Pengeringan dan Produksi Serbuk Minuman Berbasis RimpangRimpangan 2.1.128 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi dan Diseminasi Produksi Benih Ikan unggul 2.1.125 Penerapan Teknologi Penanganan Pasca Panen Gabah Pelaksana BPPT (P3TA) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.126 Pemberdayaan Peternakan Rakyat Terpadu Melalui Penerapan Teknologi Industri Pakan Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi 2.1.1. Lamongan) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2.130 Pengurangan Penggunaan Air di Usaha Kecil Pencucian Botol untuk Menunjang Produksi Bersih Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab.1.127 Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Limbah Jagung untuk Pakan Ternak dan Pupuk Organik 2. Desember 2003 .

1.131 Pemanfaatan Teknologi Bambu Laminasi untuk Pengembangan UKM Furniture dan Kerajinan Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TL) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (Bogor) Sasaran UKM furniture dan kerajinan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Diseminasi teknologi 2. Desember 2003 . menengah Soppeng) Masih berjalan !& Lembaga Penelitian SMERU.1. menengah Wonosobo) Masih berjalan BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan (Kab.1.135 Pengembangan Diseminasi teknologi Kawasan dengan Pendekatan Agroindustri Terpadu untuk Memberdayakan Lahan Pertanian BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab.133 Penerapan Teknologi Pembakaran Kapur Menggunakan Dual Fuel sebagai Bahan Bakar BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Sumatera Barat ( Kota Padang) Usaha pembakaran kapur Masih berjalan 2.134 Pemanfaatan Energi Diseminasi teknologi Matahari untuk Pengolahan Produk Buah Salak 2. Nama Upaya 2.1.132 Pelatihan dan Bantuan Teknik Pembuatan Kokas Briket Batubara Kaway XVI Aceh Barat sebagai Kokas Metalurgi untuk Industri Pengecoran Logam BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Nanggroe Aceh Darussalam Industri pengecoran logam Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1.No.

Desember 2003 .1.1.141 Disain Kapal dan Alat Tangkap yang Sesuai Kondisi Perairan Diseminasi teknologi BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 NTB (Kab.1.1.139 Penerapan Teknologi Peleburan Biji dengan Devided Blast Cupola di UPT Lab. sutera Soppeng) Masih berjalan BPPT (P3TIP) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab.140 Pelatihan Pelatihan Pembuatan Bagan Penangkap Ikan tipe Semi Benam Beserta Alat Tangkapnya 2. Usaha kecil Lombok Barat) menengah Masih berjalan BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri kapal dan alat tangkap Masih berjalan !' Lembaga Penelitian SMERU.No.137 Peningkatan Kualitas Teknologi Pembuatan Kapal Fibre Glass untuk Mendukung Pengembangan Masyarakat UKM Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TPSLK) Waktu Wilayah Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 NTB Usaha kecil menengah Masih berjalan Rancang bangun 2. Nama Upaya Jenis Kegiatan 2. Logam Ceper BPPT (P3TIP) Industri benang Tahun 2003 Sulawesi Selatan (Kab.1.1.136 Pemanfaatan Diseminasi teknologi Kawasan Pesisir Gorontalo untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma spp dan Gracilaria spp) 2. Klaten) menengah Masih berjalan 2.138 Rancang Bangun Alat Proses Pemintalan dan Pewarnaan Benang Sutera Diseminasi teknologi 2.

143 Penerapan Teknologi Tepat Guna Proses Pembuatan BalingBaling Kapal Diseminasi teknologi BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri baling-baling Masih berjalan kapal 2.rakyat Desa Sumberejo.Monitoring dan Masyarakat Evaluasi pelaksanaan Pelatihan di 17 provinsi.Belum terinformasikannya program pelatihan masyarakat . Nama Upaya Jenis Kegiatan 2.Dukungan program dari pusat untuk daerah pasca pelatihan masih rendah. . Kec Turen) Masih berjalan 3.Pelatihan Pelatihan .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. . Klungkung) Sasaran Perajin kecil Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2. perguruan tinggi.1 Pengembangan . Depdagri.No. Departemen Dalam Negeri (Depdagri) 3. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Januari Desember 2002 Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran utama Berlanjut ke aparat PMD propinsi tahun 2003 dan kab/kota yang secara langsung melakukan pelatihan masyarakat di wilayahnya.1. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU.Belum adanya evaluasi dampak . .Kurangnya koordinasi dan kerjasama antar unit kerja . Lembaga Keuangan Mikro.Potensi keuangan daerah .144 Rancang Bangun Alat Hammer Mill untuk Diaplikasikan di Tambang Kapur Rakyat Rancang bangun Tambang kapur BPPT (P3TIAM) Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.Keterbatasan dana pendamping dan fasilitator .142 Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan Teknologi Pembuatan Paduan Perunggu sebagai Bahan Gamelan dan Uang kepang untuk Para Perajin Kecil Pelaksana Waktu Wilayah BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Bali ( Kab.Pembinaan pelatihan tidak berkesinambungan.1. Malang . Desember 2003 .1.

Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Birokrasi yang berbelit .3 Pemberdayaan dan . masyarakat Berlanjut ke dan keluarga miskin tahun 2003 pedesaan. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU. perguruan tinggi. Ditjen Januari .Program tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan daerah . perguruan tinggi.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Penyusunan laporan evaluasi.Melaksanakan peringatan Hari Keluarga Nasional . Lembaga Keuangan Mikro.Potensi keuangan daerah .Fasilitasi Depdagri. Masalah Potensi .Pengembangan Pemasaran .Belum optimalnya pendataan dan informasi potensi daerah . dan LSM 3.Potensi keuangan daerah . Lembaga Keuangan Mikro. Ditjen Januari Desember Kesejahteraan pelaksanaan 10 PMD 2002 Keluarga (PKK) Program Pokok PKK . baik untuk pelaksanaan kegiatan maupun penyediaan dananya . khususnya perempuan Berlanjut ke tahun 2003 Adanya beberapa kegiatan yang tidak direncanakan sejak awal sehingga belum terprogram. Ditjen Januari Desember PMD 2002 Wilayah Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran Status Saat Ini Pemda.Penanganan masyarakat tertinggal Beberapa propinsi di Indonesia Keluarga dan kelompok masyarakat miskin pedesaan. Berlanjut ke tahun 2003 .Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga . 3.Adanya gangguan keamanan di beberapa daerah .2 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan Jenis Kegiatan .Perubahan struktur organisasi . Lembaga Keuangan Mikro.Menyusun beberapa Rancangan Pedoman Umum pemberdayaan . perguruan tinggi.Mendukung Depdagri. Desember 2003 .Terbatasnya alokasi dana .Kurangnya kemampuan SDM untuk fasilitasi .Belum tertatanya seluruh perangkat daerah .Fasilitasi dan sosialisasi gender .Sosialisasi tentang narkoba Beberapa provinsi di Indonesia Masyarakat.4 Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat .Pengembangan Desember PMD Usaha Perkreditan 2002 dan Simpan Pinjam . Pelaksana Waktu Depdagri.Temu konsultasi .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. dan LSM 3.Potensi keuangan daerah .No.

Ditjen prasarana produktif PMD (pilihan masyarakat) .Penyerapan dana belum maksimal .Penjajagan kemungkinan BPD tidak bersedia menjadi executing bank . 990 kecamatan.Pembentukan dan pemberdayaan kelompok masyarakat. . Desember 2003 .Pelatihan Ekonomi Masyarakat . 15.Penyediaan pinjaman usaha .Pengembalian pinjaman tidak lancar .Bantuan modal bergulir Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2000 . Sulut.Sanksi tidak diterapkan secara efektif .Pembentukan Pesisir (PEMP) Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. Kaltim.No. dan LSM 3.Lokasi Kutai Kertanegera tidak layak sebagai sasaran proyek .Sasaran kegiatan dan tahun 2003 pinjaman modal kurang tepat . perguruan tinggi.Masalah aparat birokrasi Potensi .Dana belum bergulir sepenuhnya Sudah berjalan selama 4 tahun dan akan dilaksanakan lagi pada tahun 2004 " Lembaga Penelitian SMERU. Sultra) Berlanjut ke Masyarakat miskin tahun 2003 perdesaan dengan lebih memperhatikan kelompok perempuan .Potensi keuangan daerah .Pelatihan PMD .Terjadinya benturan antara semangat otoda dan sifat sentralistik proyek . 3. yang kurang berdaya sebagian kota/ (miskin) kabupaten . Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) 11 Kabupaten di 6 propinsi(Kalsel .Mobilisasi konsultan Depdagri.6 Program Community Empowerment for Rural Development (CERD) / Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD) .Pendampingan Pemberdayaan . Lembaga Keuangan Mikro.5 Nama Upaya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan Pelaksana .Pembangunan prasarana .481 desa) Sasaran Penduduk miskin di kecamatan miskin Status Saat Ini Masalah Berlanjut ke . dan LSM 4.Seluruh Masyarakat pesisir Masih berjalan 2003 provinsi.Pembentukan Kelompok Simpan Pinjam .Kurangnya disiplin dan kemampuan masyarakat desa .1 Program . Kalteng. Lembaga Keuangan Mikro. Ditjen .Kurangnya partisipasi orang miskin dan kelompok perempuan .Potensi keuangan daerah .Monitoring dan evaluasi.Pertemuan konsultasi regional bagi para konsultan pendamping Waktu Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) Wilayah 20 provinsi (130 kabupaten.Pembangunan Depdagri. perguruan tinggi.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. Departemen Kelautan dan Perikanan 4.Pertemuan dengan Tim Koordinasi pusat dan daerah . Sulteng.

Tahun 2001 NTT.Mutu produk sulit dijaga. 4. DIY.Tidak/belum adanya simpanan anggota yang tetap . Bali: Potensi pasar ikan kerapu sangat baik sehingga kegiatan ini layak dikembangkan di tempat lain. lokasi yang berbeda.Penyerahan seed Perikanan capital .Pengembangan manajerial dan pemasaran .Bantuan teknis . Papua.Pendampingan .No. DKI Jakarta. 4.Pembentukan kelompok .Sosialisasi Program .4 . 4.Penyuluhan .Peningkatan akses modal Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2001 Tahun 2001: dan 2002 Jawa Barat.Pelatihan .5 Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir melalui Kemampuan Manajerial Usaha Budidaya Rumput Laut .Penyerahan dana Sosialisasi Program .Masih rendahnya minat anggota untuk memanfaatkan/ mengembangkan KUB 4.Keterbatasan kemampuan. Jawa Tengah (4 kota/kab.Pelatihan . Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara.Pelatihan . pengetahuan manajerial dan interpretasi di setiap KUB .2 Nama Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Laut di Merauke Jenis Kegiatan Pelaksana .) Tahun 2002: Jawa Timur (Kab.Penyediaan ikan kerapu belum dapat dipenuhi secara berkelanjutan Ukuran ikan beragam .Pendampingan .Pembentukan Departemen Lembaga Usaha Kelautan dan .Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) . Merauke) Sasaran Masyarakat Pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada Potensi Mempunyai potensi untuk terus dikembangkan. Desember 2003 . Malang) Perempuan pesisir Selesai Dapat dilanjutkan pada Yang dihadapi pengurus tahun mendatang dengan KUB: .3 Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Daerah yang Mengalami Tekanan Ekologis di Bali dan Maluku Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Pengolahan Ikan Tahun 2001 Bali dan Maluku Masyarakat pesisir.Keterbatasan keuangan/modal anggotanya . Selesai khususnya Kelompok Nelayan "Lestari" (Bali) dan KUM "Mina Mandiri" (Maluku) Bali (budidaya ikan kerapu): .Pembinaan rutin Departemen Kelautan dan Perikanan.Pembentukan kelompok pelatihan Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Papua (Kab. Banten (1 kota/ kabupaten di tiap provinsi) Masyarakat pesisir Selesai Masyarakat kurang menguasai teknologi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang melalui penerapan teknologi tepat guna budidaya rumput laut. "! Lembaga Penelitian SMERU.

Pelatihan . Jawa Tengah Status Saat Ini Masalah Potensi Selesai Iklim/cuaca laut menghambat Memungkinkan untuk aktivitas penangkapan ikan. Th 2001: 5 kota/kab di 4 2002 dan provinsi 2003 (Jabar. Desember 2003 . Sulut.Pendampingan . Jatim.Pinjaman modal Departemen Kelautan dan Perikanan Orang-orang miskin Selesai berdasarkan kriteria standar kemiskinan yang digunakan oleh Grameen Bank yaitu kriteria "pendapatan dan aset" Dana yang digulirkan kurang Sangat memungkinkan berkembang untuk dilanjutkan pada tahun mendatang pada lokasi sebelumnya ataupun lokasi baru yang berbeda. Jateng. koperasi dan kelompok masyarakat pemanfaat Dana bantuan sulit bergulir Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang "" Lembaga Penelitian SMERU. Jateng) Th 2003: 4 kota/kab di 4 provinsi (Sumbar. Bali. Bali. 4.Pembinaan manajemen usaha dan teknologi Tahun 2001 Departemen dan 2002 Kelautan dan Perikanan.No. 4. Sulawesi Utara. bagi komunitas nelayan yang memanfaatkan pinjaman investasi.7 Pengembangan Grameen Bank melalui Lembaga Keuangan Masyarakat Pesisir Mikro Mitra Mina (LKMP-M3) . Sulut) Tahun 2001.Pengembangan potensi .Pelatihan . 4. Jateng. dikembangkan terus pada Hal ini tidak menguntungkan lokasi yang berbeda. NTT.6 Nama Upaya Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir Melalui Pesantren dan Lembaga Agama Lainnya Jenis Kegiatan Pelaksana . NTT. Jatim. Jatim.Pemberian dana bantuan langsung .Sosialisasi program Departemen . dan NTT) Th 2003: 4 kabupaten di 4 provinsi (Sumbar.Pengembangan pemasaran .Pendampingan .Pengembangan sistem bagi hasil . Banten) Jawa Timur.Pengadaan modal usaha (barang.Pelaporan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Th 2001: 7 Pondok pesantren dan 2003 kabupaten di 5 dan masyarakat di provinsi daerah pesisir (Jabar.Pembentukan Kelautan dan kelompok Perikanan .8 Pengembangan Mina Ventura .Pelatihan . Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Usaha kecil Selesai menengah. Maluku Tenggara) Th 2002: 2 kota/kab di 2 provinsi (Banten. uang atau jasa) . Bali.

Pengembangan kapasitas kegiatan melalui lembaga keuangan Mikro Mitra Mina (M3) . Jatim.Masyarakat pesisir Selesai dan pulau kecil yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem terumbu karang . Desember 2003 .9 Nama Upaya Program Pemberdayaan Wanita Nelayan Jenis Kegiatan . Kalsel. 6 kota/ kabupaten . Maluku Sasaran Wanita nelayan Status Saat Ini Masalah Tahun 2001: Daerah cakupan terlalu luas selesai.Lokasi yang jauh dari pusat Memungkinkan untuk pemerintahan diteruskan .Pengembangan usaha Pelaksana Departemen Kelautan dan Perikanan 4. sebagian kota/ kabupaten .Identifikasi lokasi dan kelompok .Kelompok masyarakat pemanfaat Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang dengan lokasi yang berbeda "# Lembaga Penelitian SMERU.Pendampingan .Nelayan pendatang yang terdaftar pada dinas terkait Tidak ada masalah Dapat terus berkembang. tahun 2003: masih berjalan.Masyarakat pesisir Selesai .No. Sulsel Tahun 2002 3 kabupaten di Papua. Banten.10 4.Pendampingan Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 6 provinsi.Penyusunan Pedoman .Pemberian dana bergulir Pengadaan bahan Dana Ekonomi bakar solar bagi Produktif (DEP) Khusus Pengadaan nelayan Bahan Bakar Solar bagi Nelayan Pengembangan Alternatif Pendapatan Masyarakat Pesisir di Lokasi Konservasi Terumbu Karang Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Th 2001: 3 dan 2003 kabupaten di Jateng. Lampung Th 2003: 3 kabupaten di Jatim. 4.Perempuan pesisir dan pulau kecil yang berpotensi melakukan usaha .Sosialisasi dan Diseminasi Program .Pelatihan .Fasilitasi pembentukan badan usaha perikanan . Potensi Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan dan dibuat suatu model pemberdayaan perempuan nelayan .12 Korporatisasi Nelayan . 4.Pelatihan .11 .Permodalan .Nelayan tradisional Selesai yang berdomisili di sekitar SPD (SolarPacked Dealer ) nelayan setempat .Transportasi terbatas Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Seluruh provinsi.

Penguatan kelembagaan . dan NTB. Sasaran Status Saat Ini Masalah .Workshop . Kalbar.Pengembangan pemasaran . Sumenep) .Masyarakat pesisir . Tahun 2003 Jawa Barat.Bantuan langsung masyarakat (modal) .No.Lembaga Selesai Tidak ada masalah perbankan dan penyandang dana lain .Sosialisasi . Desember 2003 .Sosialisasi .Perguruan tinggi lokal dan/atau lembaga riset dan lembaga lain (LSM) yang relevan. Petani garam dan Sulawesi Selatan Selesai Tidak ada masalah Memungkinkan untuk terus dilaksanakan pada tahuntahun mendatang hingga dapat dibuat model pemberdayaan petani garam "$ Lembaga Penelitian SMERU.Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) M3 . Sulsel.Pelaporan Waktu Wilayah Tahun 2003 6 kota/ kab di Riau.15 Pemberdayaan Petani Garam Departemen Kelautan dan Perikanan.Pembentukan kelompok .Fasilitasi dan pendampingan . Jabar.Praktek usaha ekonomis produktif .Usaha kecil masyarakat pesisir dengan cash flow harian Potensi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang 4.Pembinaan .Fasilitasi . Selesai Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4. 4.14 Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan Berbasis Masyarakat .Pembentukan kelompok .Pelatihan dan peningkatan SDM .13 Nama Upaya Sosialisasi dan Fasilitasi Akses Permodalan Jenis Kegiatan Pelaksana .Pengadaan modal usaha .Masyarakat desa pesisir.Pembuatan pedoman Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.Monitoring dan evaluasi . .Pendampingan .Identifikasi masalah Departemen dan sumber Kelautan dan permodalan Perikanan .Penyusunan buku dan leaflet .

.Identifikasi dan Departemen analisis teknologi Kelautan dan .Peluncuran web site Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur. NTB. dan Lampung. Peranan Wanita .Proyek tidak sustainable Ada usaha yang meningkat.16 Nama Upaya Inventarisasi. dan LSM . . 4.Penguatan kelembagaan . Perikanan praktisi. tetapi pada tingkat kelompok masih berjalan. Sulawesi Selatan. Sulsel. 10 Masyarakat pesisir kota/ kabupaten Selesai .Pembuatan pilot project .A.Pelatihan Tahun Depdiknas.Lokakarya /workshop .Sasaran Latihan Kepemimpinan Wanita (LKW)/Pusat Kegiatan Wanita (Pusginita): Dharma Wanita Depdiknas kecamatan Proyek sudah selesai pada tahun 1999.Studi banding Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2002 9 provinsi.Dana bergulir 1997/1998Direktorat (P2W) di Pendidikan 1999 Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Th 1997-1999: 9 propinsi. Tahun 1999: 4 provinsi:Kalba r.Dana belum bergulir sepenuhnya Memungkinkan untuk dilaksanakan kembali pada tahun berikutnya di lokasi yang berbeda. . "% Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 . karena bersifat bertahap dan ada pula yang tidak. 2000-2001 . Sumatera Selatan Sasaran Masyarakat pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada masalah Potensi Memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) 5.17 Tindak Lanjut Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan PulauPulau Kecil T.LKUW: tidak ada pembinaan sehingga usaha mikro menemui kendala pemasaran. Sosialisasi dan Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Jenis Kegiatan Pelaksana .Pelatihan .Pembuatan panduan . sehingga bila suami pindah.Survei Lapangan .Lokakarya .Penyerapan dana belum maksimal .Sasaran Latihan Keterampilan Usaha Wanita (LKUW): wanita miskin dan tidak berdaya .LKW/Pusginita: peserta pelatihan adalah isteri pejabat.No. . maka istri ikut pindah pula. bergulir. 5.1 Proyek Peningkatan .Diskusi pakar.

No. dan Elektronika (ILMEA) Mahasiswa tingkat Sudah selesai akhir atau baru lulus dilaksanakan dari Universitas Gunadarma. 5. D. yang membuat animasi dengan menggunakan komputer.Tahun 2002 telah dilaksanakan . 6. khususnya alat-alat pertanian.I. Di UKM 3 provinsi (Jawa Timur. Desember 2003 . Sasaran Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak ada masalah Perempuan yang menganggur.Bantuan modal Pelaksana Waktu Tahun 2002Depdiknas. Juli 2003 Jawa Barat (Kota Bandung) Tidak ada Meningkatkan jasa layanan UKM yang bergerak di bidang software . Mesin. Ditjen Pendidikan 2003 Luar Sekolah dan Pemuda Wilayah Tahun 2002: 11 provinsi. Berpotensi mengembangkan masingmasing kelompok di bidang teknologi informasi.1 Penumbuhan Pelatihan Tahun 2002 DKI Jakarta Depperindag Wirausaha Baru di dan 2003 Direktorat Bidang Software Jenderal Industri Logam. 6. "& Lembaga Penelitian SMERU. miskin dan berada dalam usia produktif Potensi Proyek ini sangat bermanfaat bagi peningkatan usaha mikro. Peningkatan UKM di daerah yang berpotensi menghasilkan permesinan. Pada tahun 2002 pihak Ditjen ILMEA mengalami kesulitan menempatkan peserta sesuai spesifikasinya setelah mereka menempuh pelatihan tingkat dasar.Tahun 2002 Tidak ada masalah telah dilaksanakan . Membantu dan meningkatkan usaha kecil dan menengah yang memproduksi alas kaki.2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Subsidi BBM -.Pelatihan Life Skill Education . 6.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September. 6.2 Pelatihan software Pelatihan Peningkatan komputer Kemampuan Industri Software Skala Kecil dan Menengah Depperindag Ditjen ILMEA Juni 2002. Tahun 2003: seluruh provinsi. . Jawa Barat) Peralatan IFSC yang merupakan bantuan dari Italy belum tersedia hingga Agustus 2003. yang dikelompokkan dalam kelompok usaha (klaster) Pengusaha kecil dan Selesai menengah di bidang software .3 Pelatihan Teknologi Pelatihan Produksi Industri Alas Kaki Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 dan September 2003 5 kota/kab. Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) 6.4 Peningkatan Kemampuan SDM Bengkel Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) Pelatihan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 Sumatera dan Barat (kota September Padang) 2003 UKM . Yogyakarta.

Nelayan kecil November . Pengembangan UKM perbengkelan di Banjar Baru.6 Pengembangan Membuat cetak biru Desain Alsintan di protopype alsintan Kalimantan Selatan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Kalimantan UKM perbengkelan Selatan (kota Banjar Baru) 6. mesin.5 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Sumber Pelatihan Daya Manusia Pemeliharaan Mesin Sederhana Pelaksana Depperindag Ditjen ILMEA Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (kota Bekasi) Sasaran Karyawan perusahaan kecil yang mesinnya iddle capacity Status Saat Ini Masalah Akan Belum ada karena belum dilaksanakan dilaksanakan pada bulan September 2003 Bulan September 2003 Tidak ada Potensi Membuat mesin yang idle capacity dapat bekerja secara optimal sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.7 Meningkatkan Pemahaman Peraturan tentang HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Temu Usaha Kemitraan Industri Besar dengan Industri Alat Olah Raga Skala KecilMenengah Pengembangan Kemitraan Industri Besar dengan IKM Kapal Nelayan Sosialisasi melalui workshop. elektronika. Jawa Barat. Sosialisasi telah Belum ada dilaksanakan.9 . Jawa Barat. UKM yang membuat Belum shuttle cock dilaksanakan.Kajian . 6. karena upaya ini Meningkatkan pendapatan masih dalam tahap kajian para nelayan di wilayah tersebut "' Lembaga Penelitian SMERU. Banten.8 Temu usaha Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Jawa Tengah. 6. Banten (6 kabupaten/ kota) September . dan aneka. Meningkatkan industri peralatan olah raga (shuttle cock) 6.No.Industri kecil 2003 menengah kapal nelayan Masih berjalan Belum ada masalah karena belum dilaksanakan 6.Maluku Utara . hasil workshop akan meningkatkan mutu dan kepercayaan industri di bidang HaKI. Desember 2003 .Menyusun pola kemitraan antara industri besar dan industri kecil menengah kapal nelayan . Jawa Timur UKM di lingkungan industri logam.Memberikan bantuan kapal nelayan Depperindag Ditjen ILMEA Belum ada. Depperindag Ditjen ILMEA Agustus 2003 4 kota di Jawa Tengah. Apabila diterapkan oleh masing-masing UKM.

Perempuan Sudah selesai pedagang golongan ekonomi lemah .1999: 2 2003 provinsi (2 kota/kab) 2000: 4 provinsi (5 kota/kab) 2001: 5 provinsi (5 kota/kab) 2002: 7 provinsi (7 kota/kab) 2003: 11 provinsi (11 kota/kab) Sasaran UKM di masingmasing wilayah Status Saat Ini Masalah Masih berjalan . 2003: Surabaya.Desa / 1992/1993 . 6.Bimbingan Pembiayaan Ekspor .Banyak UKM yang mengundurkan diri di tengah pelaksanaan upaya Apabila ISO 9000 tercapai UKM akan mampu bersaing dalam hal mutu dan pemasaran sesuai dengan standar pasar internasional 6.kecamatan di 1998/1999 Pulau Jawa . Desember 2003 .Konsultasi UKM Tahun 2001.Kualitas UKM (seperti manajemen dan produknya) masih kurang .Wakil kelompok perempuan atau KUB yang menjadi binaan P2W departemen sektoral # Lembaga Penelitian SMERU.Seminar peduli mutu Depperindag . Semarang.No.Partisipasi pameran Hari Ibu (PHI) Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Tahun . Masih berjalan .Konsultasi ke UKM/ Bimbingan Tata Laksana Konsultasi Ekspor bagi UKM Pelaksana Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen PLN) Waktu Wilayah Tahun 1999. Yogyakarta.2001: 5 2003 daerah.Temu usaha .Peserta sulit memahami prosedur ekspor walaupun sudah diberi pengarahan .Ibukota kabupaten di luar Pulau Jawa .UKM sulit mengakses perbankan karena terbentur agunan Potensi 6. Bali.Pelatihan Ditjen PLN .Konsultasi usaha . Jabotabek. 2002: Medan.Perempuan yang menjadi tokoh masyarakat setempat .10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Klinik Konsultasi .12 Proyek Peningkatan Peranserta Wanita (P2W) di Bidang Perdagangan .Penataran /penyuluhan .11 Bimbingan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 .

15 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 . provinsi) Status Saat Ini Masalah Selesai .Penyusunan pedoman pemanfaatan sarana dagang bagi pedagang kecil non produsen Pembentukan forum konsultasi lembaga pembina UDK Pelaksana Depperindag.Identifikasi sarana dagang yang potensial untuk dikembangkan . Potensi Berpotensi cukup besar dalam mengembangkan usaha kecil dan mikro asalkan disertai dengan pembinaan 6.TA 1998/1999 dan 1999: penyaluran . Ditjen IKDK (Th 1998/1999 1999) LPT INDAK (Th 2000 – sekarang) Waktu .17 Pengembangan Penetapan sistem Sistem Pemasaran pemasaran melalui Hasil Pertanian di warehouse DKI Jakarta (Proyek PDK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Petani dan pedagang kecil Selesai # Lembaga Penelitian SMERU.13 Nama Upaya Lembaga PembinaanTerpadu.Selesai produsen 6.Tidak langsung: usaha dagang kecil Produsen industri kecil Selesai 6.Kendala teknis dihadapi oleh masing-masing LPT provinsi.Pemberian modal bergulir . 6. .Beberapa pengusaha tidak disiplin mengembalikan pinjaman.No.Pembinaan /pelatihan .Th 2000 sekarang: perguliran Wilayah Sasaran 23 provinsi Industri kecil dan (yang aktif 15 pedagang kecil.Langsung: lembaga Selesai pembina UDK . Industri Kecil dan Dagang Kecil (LPT INDAK) Jenis Kegiatan Tahun 1998/1999: penyaluran dana (pinjaman/dana bergulir) Tahun 2000 sekarang: perguliran oleh LPT INDAK: .Koordinasi dalam penataan dan penyusunan sarana dagang dengan instansi terkait Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6. Desember 2003 .Koordinasi pemanfaatan sarana dagang non-produsen .16 .Identifikasi sarana dagang non-produsen .14 Pengembangan Kerjasama Pasar Modern dengan Pedagang Informal dalam Rangka Memperluas Sarana Tempat Usaha Pedagang Kecil (UDK) (Proyek Pengembangan Dagang Kecil -PDK) Pengembangan Kelembagaan Pembinaan UDK (Proyek PDK) Peningkatan Mutu Sarana Pasar Hasil Industri untuk Mendukung Perluasan Pasar Produsen (Proyek PDK) JanuariDepperindag Desember Direktorat Jenderal Industri 2001 dan Dagang Kecil-Menengah (IDKM) Pedagang kecil non.

Penyempurnaan program UDK .Tidak langsung: usaha kecil dan menengah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.19 Penyusunan matrik Depperindag penerapan teknologi Sesditjen IKDK pada UKM-Indag per komoditi JanuariDesember 2001 Tidak langsung: UKM Selesai 6.18 Nama Upaya Bantuan Tenaga Ahli untuk Pengembangan UKM (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil .No. Desember 2003 .21 Pembinaan dan .PKUK) Assesment Kemampuan Penerapan Teknologi Tepat Guna/Teknologi Maju UKM-Indag Kerjasama dengan Perguruan (Proyek PKUK) Pengembangan Industri Kulit Pendukung Pendirian IFFC Bantuan Italia (Proyek PKUK) Jenis Kegiatan .20 Pemantauan dan evaluasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 Usaha kecil Selesai 6.Monitoring GKM (Proyek PKUK) Pemasyarakatan .22 Depperindag Ditjen IDKM Industri kecil pangan Selesai # Lembaga Penelitian SMERU. 6.Lokakarya lintas Peraturan sektoral Perundang.Workshop Pengembangan .Sosialisasi Undangan dan Kebijaksanaan Pemerintah yang Prioritas dan Strategis bagi Usaha Industri Kecil Pangan (Proyek PKUK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2001 Usaha kecil Selesai 6.Langsung: IKDK .Penyusunan kebijakan IKDK Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran .

Monitoring dan evaluasi Depperindag Sesditjen IDK JanuariDesember 2001 UKM Selesai 6.Tidak langsung: UKM-Indag 6.Bantuan sarana kelembagaan (UPK dan LPT IndagPropinsi) Bimbingan Penyusunan Proposal Kelayakan Usaha (Proyek PKUK) Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Kalimantan Timur.28 Peningkatan Pelatihan Kapabilitas Kewirausahaan UKM (Proyek PKUK) #! Lembaga Penelitian SMERU.Dana bergulir UKM-Indag (Proyek . 6. Desember 2003 .26 Penumbuhan Pelaksanaan ToT Kewirausahaan AMT Pada Lembaga Keagamaan/Pontren Melalui TOT AMT (Proyek PKUK) Inisisasi WUB (Proyek PKUK) Pelatihan JuliSeptember 2000 Pondok pesantren Selesai 6.Diseminasi kepada Perbankan .Penyusunan proposal usaha .Langsung: lembaga Selesai pembina UKM-Indag . Kalimantan Barat.Pengumpulan data/informasi .Pendampingan PKUK) .27 Depperindag Ditjen IDKM Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2000 80 tenaga kerja yang Selesai mengalami PHK 80 wira usaha baru (WUB) terpilih Selesai 6.Pemilihan UKMDepperindag Indag yang prospektif Ditjen IDKM .23 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan . Bengkulu Sasaran UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.No.25 Penguatan Kelembagaan Pembina UKM-Indag (Proyek PKUK) JanuariDesember 2001 .24 .Pelatihan dan bantuan tenaga ahli (resident consultant ) .Pemilihan konsultan penyusun proposal . Kalimantan Tengah.Sosialisasi program Depperindag dana bergulir Ditjen IDKM .

Monitoring dan evaluasi Pembuatan modul pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Produsen minyak Selesai goreng kelapa sawit skala kecil. Desember 2003 .Promosi dan informasi pasar . Jabar.Penyusunan panduan lembaga UPK kab/kota Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2000 Wilayah Sasaran . Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 FebruariDesember 2001 9 provinsi Selatan) UKM garam Selesai Penyusunan buku Depperindag panduan Ditjen IDKM pengembangan mutu barang-barang karet. Sumut.Fasilitasi /koordinasi pihak-pihak terkait .Tidak langsung: UKM-Indag Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6. Kalsel UKM produsen Selesai barang-barang karet #" Lembaga Penelitian SMERU. 6. Jatim.30 Penyebarluasan hasil. Lampung.Bantuan tenaga ahli .29 Nama Upaya Penguatan Kelembagaan UPK Kabupaten/Kota dalam Penyaluran Dana Bergulir (Proyek PKUK) Pemutakhiran Informasi Hasil Litbang Perindag dalam Pemecahan Masalah Teknologi (Proyek PKUK) Fasilitasi Pengembangan Minyak Atsiri Nasional (Proyek (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah -PIKM) Fasilitasi Pengembangan Gambir Nasional (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kelapa Sawit Terpadu (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan .31 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Produsen minyak atsiri Selesai 6.34 6.35 Pengembangan Industri Garam Rakyat (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Barang Karet (Proyek PIKM) .Diseminasi teknologi .33 6.Sosialisasi UPK ke kab/kota .Langsung: UPK .32 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 JanuariDesember 2001 Produsen gambir Selesai 6.No.Depperindag hasil litbang untuk Ditjen IDKM UKM JanuariDesember 2000 UKM Selesai 6.

Temu usaha/bisnis .36 Nama Upaya Pengembangan UKM Pestisida Organik (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Pupuk (Proyek PIKM) Peningkatan Mutu Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIKM) Bantuan Tenaga Ahli dalam Rangka Pembinaan dan Pengembangan IKLME (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu FebruariDesember 2001 FebruariDesember 2001 JanuariDesember 2000 Wilayah Sumut.37 Mengadakan temu usaha Depperindag Ditjen IDKM UKM pupuk Selesai 6.42 Pengembangan Aliansi Usaha Produk Kayu Olahan Pasar Ekspor (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen kayu Selesai ## Lembaga Penelitian SMERU.Monitoring dan evaluasi . 6.Workshop .Bantuan bahan dan Ditjen IDKM peralatan Industri kecil pangan Selesai 6.Konsultasi bimbingan/pelatihan .Penyusunan draft pemanfaatan limbah pertanian . Elektronika dan Mesin) Selesai 6. Sulsel Sasaran Wirausaha Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Identifikasi dan inventarisasi kelompok sasaran pelaksanaan kemitraan .Pembentukan aliansi usaha Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 14 provinsi IK LME (Industri Kecil Logam.41 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IK Sanlita Selesai 6.No.Pembuatan buku panduan .39 . Sumbar.Sosialisasi .Uji coba lapangan .Bimbingan Depperindag .38 . Lampung.Menentukan komoditas unggulan IK-LME . Jawa.40 Peningkatan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Pengembangan Industri Pulp (Proyek PIKM) Pemasyarakatan Kemitraan Usaha IK Sanlita dengan Usaha Besar (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Masyarakat peminat Selesai industri pulp skala kecil 6. Desember 2003 .

Analisis tingkat kemampuan UKM representatif .46 Fasilitasi Kelancaran Pengadaan Bahan Baku (Kayu. 6.45 .43 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Pembuatan buku Aliansi Usaha panduan Produk Barang Jadi Rotan Pasar (Proyek PIKM) Pengembangan Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran (Proyek PIKM) Peningkatan Pemanfaatan Skim Kredit UKM/Permodalan UKM (Proyek PIKM) Identifikasi kemampuan daerah penghasil rotan (bahan baku) dan jenis rotan yang dihasilkan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran IKM produsen barang jadi rotan pasar Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.47 .Penyusunan sistem Sesditjen IKDK perguliran dana industri kecil/rumah tangga kab/kota .Temu usaha . Perak) (Proyek PIKM) Pengembangan Pola Kerjasama UKM-Indag Antar Negara Asean (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.Penyusunan hasil evaluasi kesiapan UKM menghadapi AFTA Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 UKM Indag Selesai 6.Emas.48 Penyusunan Penyusunan Informasi Peralatan informasi mesin dan dan Mesin Industri peralatan Kecil Pangan (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IK pangan Selesai #$ Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .Pemasyarakatan .Workshop Depperindag .44 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen rotan Selesai 6.Penyusunan kerjasama Depperindag Sesditjen IKDK JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.No.Pemasyarakatan Depperindag pola kerjasama UKM Sesditjen IKDK antar ASEAN .

JanuariDesember 2001 IKM produsen Selesai pakaian jadi dewasa 6. 6.No.Menyusun katalog .52 .Menyebarkan dan mengadakan desiminasi ke sentra hasil pengolahan pertanian dan perkebunan .54 Peningkatan .50 JanuariDesember 2001 .Depperindag K/5-S Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah 7 provinsi Sasaran Status Saat Ini IKM produsen arang Selesai briket Masalah Potensi 6.Pengiriman tenaga Depperindag Promosi Pasar Hasil ahli Ditjen IDKM Ikra (Proyek PIKM) .Mengumpulkan data Depperindag dan informasi Ditjen IDKM .53 Penyusunan Informasi Pakaian Jadi (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IKM pakaian jadi Selesai 6.Menyusun /mencetak katalog mesin/peralatan .49 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyusunan Modul Pembuatan modul Depperindag peningkatan teknologi Ditjen IDKM Pelatihan Pembuatan Arang pembakaran Briket (Proyek PIKM) Penyusunan Materi Bimbingan Penerapan Sikap Kerja 5-K/5-S (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Mesin dan Peralatan Pengolah Hasil Produk Pertanian.Menyusun laporan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6.Supervisi / evaluasi .Langsung: pembina pengrajin IKM Selesai 6. Desember 2003 .Pemberian informasi mengenai pola. Perkebunan dan Kehutanan (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Pakaian Jadi Wanita Dewasa (Proyek PIKM) Penyusunan materi 5.Tidak langsung: IK Selesai LME .Penyusunan laporan JanuariDesember 2001 Industri kecil rumah Selesai tangga dan kerajinan #% Lembaga Penelitian SMERU. teknik pengerjaan bahan/tekstil.Distribusi katalog ke daerah .Inventarisasi dan Depperindag identifikasi pola dan Ditjen IDKM desain .51 .

Bantuan peralatan .Bimbingan dan penyuluhan . Desember 2003 .59 Depperindag Ditjen IDKM 10 provinsi KUB dari desa binaan Selesai #& Lembaga Penelitian SMERU.No.P2W Indag) Workshop Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 MaretDesember 2002 Jawa Barat Petani/perajin (60 orang) Selesai . 6.56 6.Penyebaran informasi perkembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM 20 provinsi Wanita perajin di pedesaan yang tergabung dalam KUB Selesai 6. 6.58 Pelatihan Pedagang Pelatihan Eceran di Daerah (P2W Indag) Partisipasi Pameran Pameran dan Uji Coba Pasar Dalam Rangka Promosi Pasar Hasil Produksi KUB P2W Indag (P2W Indag) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 MaretDesember 2002 1 provinsi Wanita terkena PHK Selesai dan putus sekolah.57 Percepatan Peningkatan Daya Saing Minyak Atsiri (Proyek PKUKM) Bantuan Pengembangan Desain dan Diversifikasi Produk (Proyek Peningkatan Peran Serta Wanita Bidang Industri dan Perdagangan .55 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Pelatihan Peningkatan Pemanfaatan Minyak Atsiri (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil dan Menengah -PKUKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Produsen minyak atsiri Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.

Bantuan bahan-alat pengemasan IK pangan Selesai 6.60 Nama Upaya Pameran Produk Industri Kecil Pangan yang Telah Diproduksi dengan Baik (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil -PIK) Training Of Trainer Bidang GMP Untuk Aparat Lembaga Pembina IDKM Pangan dan LSM (Proyek PIK) Peningkatan Keamanan Pangan dan Pencanangan Gerakan yang Baik dan Benar Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Pelatihan Produksi Bersih Bagi IKM Pangan (Proyek PIK) Fasilitasi Peningkatan Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Jenis Kegiatan .62 .No.Sosialisasi dan Depperindag bimbingan Ditjen IDKM .Tidak langsung: IDKM pangan IKM pangan Selesai 6. 6.65 Penyusunan .61 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .Pameran .63 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IDKM pangan Selesai 6. Desember 2003 .Penyusunan konsep Depperindag Konsepsi Sertifikasi sertifikasi Ditjen IDKM Peningkatan Sistem .64 .Penyusunan pedoman penerapan GMP JanuariDesember 2002 Selesai 6.Bimbingan dan Depperindag konsultasi Ditjen IDKM . pedagang dan industri pengolahan Selesai #' Lembaga Penelitian SMERU.Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 5 ibukota provinsi Rumah makan.Temu usaha Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Langsung: aparat lembaga pembina IDKM pangan dan lsm .

Desember 2003 .69 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Selesai 6.Pelatihan Fasilitator Teknologi .70 Pelatihan TOT .71 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kulit Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.Workshop Produksi Bersih pada Industri Pencelupan dan Industri Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Magang Kerja Magang kerja Pengusaha Penyamakan Kulit (Non-konvensional) dalam Rangka Pengembangan IKM Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .67 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM Selesai 6.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Temu usaha Kemitraan Bisnis IK Pangan dengan Supermarket/Ekspor tir dan Perhotelan (Proyek PIK) Fasilitasi Pembinaan dan Kerjasama IDKM Pangan dengan BUMN dan Perusahaan Besar (Proyek PIK) Pengembangan IDKM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIK) Pelatihan Teknik Pencelupan dan Pewarnaan dengan Menggunakan Zat Warna Nabati (Proyek PIK) Pembinaan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6. 6.Langsung: tenaga Selesai penyuluh di bidang TPB .Tidak langsung: IK pencelupan dan penyamakan kulit 6.No.68 Pelatihan kewirausahaan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 Santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren. Pengusaha industri kecil sandang Selesai 6.

DIY Perajin arang tempurung Selesai 6.77 .No.76 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat (Cirebon) Perajin rotan Selesai 6. Desember 2003 .73 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pilot Project Pelatihan Peningkatan Mutu Persuteraan di Sulawesi Selatan (Proyek PIK) Pemasyarakatan .Identifikasi Depperindag kemampuan daerah Ditjen IDKM penghasil rotan (bahan baku) di 6 wilayah .74 Depperindag Ditjen IDKM Tahun 2002 IKM produsen sabut Selesai kelapa 6. 6.Identifikasi industri kecil barang jadi rotan di Cirebon Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat IK rotan Selesai 6.72 6.75 Depperindag Ditjen IDKM Desember 2002 Jawa Barat.78 Fasilitasi Penerapan Pelatihan Cara Produksi yang Baik (GMP) pada Industri Kecil (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 30 petani gambir Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.Bimbingan Penerapan Sistem .Sosialisasi Manajemen Mutu pada Industri Barang Jadi Kulit (Proyek PIK) Pelatihan Pelatihan Pengembangan Industri Kecil Sabut Kelapa (Proyek PIK) Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Pembuatan Arang Briket (Proyek PIK) Pelatihan Desain dan Peningkatan Mutu Produk Barang Jadi Rotan (Proyek PIK) Pengembangan Pola Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran Hasil Rotan di Cirebon (Proyek PIK) Pelatihan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK produsen sutera Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kuit Selesai 6.

Kelapa dan Sutera (Proyek PIK) Sosialisasi Sistem Manajemen Mutu ISO-9000 pada Industri Mesin Pertanian (Proyek PIK) Partisipasi IDKM Logam dan Elektronika dalam Pameran Pusat (Proyek PIK) Temu usaha JanuariDesember 2002 Perbengkelan umum Selesai kendaraan bermotor kecil menengah 6. sandang. Desember 2003 .80 Workshop Peningkatan peningkatan Kemampuan Bengkel Kendaraan kemampuan Bermotor Kecil Menengah (Proyek PIK) Diseminasi Teknologi Tepat Guna Peralatan Proses Minyak Kelapa Sawit.83 Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM logan dan elektronika Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.82 Bimbingan Depperindag konsultasi/sosialisasi Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Industri mesin pertanian Selesai 6. serta kerajinan. 6. kelapa dan sutera Selesai 6. Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Industri dan dagang Selesai kecil dan menengah Masalah Potensi 6. kimia dan bahan bangunan.79 Nama Upaya Pengembangan ETrade Industri dan Dagang Kecil Menengah (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Depperindag program/software Ditjen IDKM market place dan model bisnis pengoperasian untuk IDKM pangan.81 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IK minyak sawit. logam dan elektronika.No.

Desember 2003 .85 Pameran ICRA 2002 Pameran (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM 6.88 Penyusunan manual teknologi dan desain tenun tradisional Depperindag Ditjen IDKM IK tenun Selesai 6.89 Penyusunan manual teknologi dan desain batik Penyusunan manual teknologi dan desain anyaman Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 MaretDesember 2001 IK batik Selesai 6. 6.86 Penyusunan direktori Depperindag Penyusunan Direktori Handycraft Ditjen IDKM Indonesia (Proyek PIK) Uji Coba Pasar Produk Kerajinan Unggulan (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Tenun Tradisional (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Batik (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Anyaman (Proyek PIK) Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IK interior dan kerajinan Pengusaha IDKM kerajinan yang potensial Selesai Selesai 6.84 Nama Upaya Pengembangan Perangkat Lunak dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi oleh IKM (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah IKM Sasaran Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.87 JanuariDesember 2002 MaretDesember 2001 IK kerajinan Selesai 6.90 Depperindag Ditjen IDKM IK anyaman Selesai 6.No.91 Penyusunan Manual Penyusunan manual Teknologi dan teknologi dan desain Desain Perhiasan perhiasan perak Perak (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 IK perhiasan perak Selesai $! Lembaga Penelitian SMERU.

No. DIY IK keramik Selesai 6.Aparat dan pengusaha industri pedagang kecil menengah . Industri kecil Jawa Tengah.Langsung: aparat pembina IDKM .98 MaretDesember 2002 20 provinsi UKM Selesai $" Lembaga Penelitian SMERU.Asosiasi.94 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 .Bimbingan MaretDesember 2002 Jawa Barat. Jawa Timur Selesai 6.96 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 DIY.Tidak langsung: pengusaha IDKM Jawa Barat. Desember 2003 .Apresiasi Depperindag .93 Pelatihan Penulisan Pelatihan Dokumen Paten Tingkat Menengah (Proyek PIK) Pelatihan Penerapan Pelatihan Sistem Mutu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Sasaran .92 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Fasilitator Pelatihan HaKI IKDM bagi Pemula (Proyek PIK) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2002 Wilayah 6. UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Selesai 6. Jawa Tengah. anyaman bambu DIY.Penyebaran booklet Ditjen IDKM / leaflet . 6.95 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Proses Produksi dan tungku dan bantuan teknik produksi Bantuan Tungku bagi Industri Kecil Keramik (Proyek PIK) Peningkatan Teknis Pemberian bantuan alat pengering kayu Proses Produksi Melalui Bantuan Alat Pengering Kayu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Selesai 6.97 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Depperindag Proses Produksi alat pengering bambu Ditjen IDKM Melalui Bantuan Alat Pengering Bambu (Proyek PIK) Sosialisasi HaKI bagi UKM (Proyek PIK) . Jawa Timur Selesai 6.

103 JanuariDesember 2003 10 provinsi UPT di bidang pertenunan dan pemintalan Masih berjalan 6.Bimbingan langsung Depperindag Pengembangan Teknologi Preservasi . pertenunan Garut). Sumatera Barat.Bantuan mesin/peralatan pemintalan/pertenuna n MaretDesember 2003 Jawa Barat IKM di bidang (Kab.Penyusunan Depperindag kelayakan Sentra Ditjen IDKM .Magang Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Perajin pemintalan Jawa Barat.No.99 Nama Upaya Temu Usaha Kemitraan Pengusaha Kerajinan Dalam Rangka Ekspor (Proyek PIK) Fasilitasi Restrukturisasi Mesin/Peralatan Peningkatan Teknologi Tepat Guna Sutera Alam (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah .102 JanuariDesember 2003 Jawa Barat (Kab Sukabumi) Pengelola/pengusah Masih berjalan a tepung ikan (8 unit usaha) 6.PIKM) Jenis Kegiatan Fasilitasi kemitraan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Pengusaha kerajinan Selesai Masalah Potensi 6. sutera Sulawesi Selatan Masih berjalan 6. Bali Masih berjalan $# Lembaga Penelitian SMERU.100 .104 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Sulawesi Usaha kecil Tenggara.Penyusunan panduan . Desember 2003 .Pengembangan Ditjen IDKM Ikan (Proyek PIKM) preservasi ikan (bantuan peralatan. Jawa Timur (Gresik) Masih berjalan 6. fasilitasi) Bimbingan Pengembangan pengelolaan Business Development Service (BDS)/LPIDKM (Proyek PIKM) Pengembangan Kelaikan Kapal dan Motorisasi Kapal Nelayan (Proyek PIKM) .101 Pemberian bantuan Depperindag Pilot Project peralatan hand spun Ditjen IDKM Pengembangan Pemanfaatan Waste dan rewinding tangan (Limbah) Kokon Sutera (Proyek PIKM) . DKI perbaikan kapal Jakarta. pemintalan dan Bandung.Bimbingan penyuluhan . nelayan Kalimantan Timur. 6. Jawa Tengah.

108 Peningkatan Mutu .109 Depperindag Ditjen IDKM Jawa Tengah.106 Nama Upaya Peningkatan Keterampilan Teknis Batu Mulia (Proyek PIKM) Pengembangan IKM di Propinsi NAD (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana . Desember 2003 .Pemberian bantuan peralatan/mesin .Temu konsultasi uji Produk IKM Pangan BTP (Proyek PIKM) . Perajin mebel kayu Jawa Timur (50 orang) Masih berjalan 6.No.Pelatihan TOT cleaner production Fasilitasi Sertifikasi Fasilitasi SNI Pupuk IKM (Proyek PIKM) Pelatihan Pengembangan Desain Mebel Kayu (Proyek PIKM) Forum Komunikasi Pengembangan IKM Pupuk dalam Mengatasi Hambatan Pemasaran (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kecil Menengah Gula Merah (Proyek PIKM) Bantuan Langsung Peningkatan IKM “at Company Leve l” (Proyek PIKM) Bantuan teknis berupa peralatan pengolahan gula merah Pembinaan Pelatihan JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 6 provinsi Aparat dan lembaga Mash berjalan pembina IKDM Depperindag Ditjen IDKM IKM pupuk Masih berjalan 6. Sulawesi Selatan IKM gula merah Masih berjalan 6.Magang Ditjen IDKM .Studi banding Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 JanuariDesember 2003 Wilayah Sasaran Perajin batu mulia Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi NAD (9 kota/kab) IKM Masih berjalan 6.105 6.Pelatihan Depperindag .110 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 DI Yogyakarta IKM pupuk Masih berjalan 6.111 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Lampung.107 6.112 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2003 20 provinsi IKM yang berorientasi ekspor Masih berjalan $$ Lembaga Penelitian SMERU.Pemberian bantuan Ditjen IDKM mesin/alat . 6.Pelatihan Depperindag .

Konsultasi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB P2W IDKM di daerah Masih berjalan 6. sandang. Tasikmalaya.117 Pendidikan dan Latihan Motivator KUB bidang IDKM Penyuluhan dan Pembinaan Kelompok Usaha Bersama P2W bidang IDKM Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002. NAD Jawa Barat (Kab. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya.Penyuluhan dan bimbingan . 6. pangan Selesai Selesai $% Lembaga Penelitian SMERU.116 Pengembangan Pasar Spesifik Produk Pangan Ciamis (Proyek PIKM) Lokakarya Fasilitasi Pengembangan P2W IDKM Pembangunan pusat Depperindag pemasaran bersama Ditjen IDKM produk pangan MaretDesember 2003 Masih berjalan Lokakarya Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002. KUB.No. Karawang) Sasaran IKM pengolahan jamur pangan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Depperindag Sesditjen Jawa Timur.119 6. Maret Desember 2003 15 provinsi 6.Bantuan peralatan Bantuan bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002 Maret Desember 2002 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB binaan baru dengan komoditi kerajinan. pangan 25 KUB binaan dengan komoditi kerajinan. Desember 2003 . Kalimantan Timur. Ciamis) 15 provinsi IK pangan Masih berjalan 6. Masih berjalan Aparat pembina P2W kabupaten/kota dan provinsi. UKM) 25 wanita calon motivator Selesai Dengan otonomi daerah.120 Pengembangan Desain . 6. Pondok pesantren Sumatera yang prospektif Utara.114 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan IKM Bimbingan teknis dan Pengolahan Jamur manajemen Pangan (Proyek PIKM) Partisipasi TOT CEFE Pengembangan IKDM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 MaretDesember 2003 Wilayah Jawa Barat (Kab.113 6.Pendidikan keterampilan . Garut. Pelaku ekonomi (BUMN. Sulawesi Selatan.115 6.Bantuan bahan . sandang.118 .

yaitu peningkatan/pengembanga n SDM 6. instansi pemmbina P2W IDKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6. Desember 2003 .124 Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Latihan Motivator KUB Bidang IDKM Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 calon motivator KUB P2W IDKM daerah Masih berjalan 6.Pengiriman barang ke lokasi Pameran .Monitoring selama Pameran Pemantauan dan Pengendalian Pelaksanaan Program P2W Bidang IDKM di Daerah Pengembangan Wirausaha Baru melalui Pembentukan dan Pembinaan KUB P2W Bidang IDKM .123 Bimbingan pengelolaan KUB di 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi KUB Masih berjalan Dengan otonomi daerah.Inventarisasi KUB Partisipasi Pameran yang layak untuk Hari Ibu diikutkan dalam Pameran . dan pengembangan wirausaha baru.122 Depperindag Ditjen IDKM Maret – Desember 2002 15 provinsi Instansi pembina di daerah dan KUB binaan Selesai 6. Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral. yaitu peningkatan kemampuan/ pengembangan SDM. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya.Pemantauan .Penilaian Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2002 Wilayah 15 provinsi Sasaran 25 KUB binaan.No.121 Nama Upaya Jenis Kegiatan Uji Coba Pasar dan . 6.Pendidikan ketrampilan . Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sektoral. Menunjang pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral. yaitu peningkatan kemampuan manajemen usaha.125 .Bantuan peralatan dan bahan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 KUB di 15 provinsi Masih berjalan $& Lembaga Penelitian SMERU.Seleksi barang untuk Pameran .

127 Workshop Fasilitasi Ketersediaan Pasar dan Informasi melalui Penyusunan Rencana Teknis Program Pengembangan P2W Bidang IDKM Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi Masih berjalan Aparat pembina IDKM provinsi/kabupaten/k ota .126 Nama Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pengembangan Desain Jenis Kegiatan Bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2003 Wilayah 15 provinsi Sasaran 500 perajin di 15 KUB Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sekotral.Menambah fasilitator di daerah .Menunjang pengembangan IKM yaitu penyusunan program pendukung 7. Desember 2003 . yaitu peningkatan kemampuan/pengembanga n sumber dayaa manusia.No. 6. dan pengembangan desain 6. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah $' Lembaga Penelitian SMERU.

Kredit modal kerja bergulir . menjadi pusat pengembangan berbagai sektor.Penyediaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).1 Nama Upaya Proyek Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP) Jenis Kegiatan Tahap I: . 8. Departemen Pertanian (Deptan) % Lembaga Penelitian SMERU. 79 kota/kab Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi Masyarakat miskin di Masih berjalan .Proyek sangat berpotensi tingkat kelurahan berpartisipasi dalam kegiatan mengembangkan usaha .BKM berpotensi sebagai lembaga masyarakat untuk pengembangan good governance tingkat lokal.Keterlibatan pemda dalam mikro kegiatan proyek tidak terlalu .Belum ada sumber dana . terutama ekonomi mikro .No.Penyediaan dana Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Pelaksana Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Waktu Tahap I : 1999-2001 Tahap II : 2002-2004 Wilayah Tahap I : 5 provinsi.Penciptaan kesempatan kerja.BKM dapat dikembangkan lain. 59 kota/kab Tahap II : 13 provinsi.Pengembangan masyarakat dan kapasitas Pemda . Desember 2003 .Hibah prasarana dan sarana dasar lingkungan .BKM merupakan ujung besar . termasuk pelatihan Tahap II: .tombak penanggulangan Pembinaan dan kemiskinan dan salah satu keberlanjutan memerlukan akses peningkatan biaya besar kesejahteraan masyarakat .Masyarakat kurang aktif . 7. .

nasional) Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Tahun 2001. Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan TA 2003 26 provinsi. NTB( 3 kab. NTT( 95 kab.Penguatan kelembagaan kelompok . digunakan untuk : .3 provinsi: Kelompok mandiri Masih berjalan 2004 Jawa Timur (6 yang beranggotakan kab. kegiatan program masih terfokus pada pengembangan masyarakat dan jender.Berbagai sumber pangan lokal yang dimiliki seluruh wilayah masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut.Penyakit ternak dan kesulitan dalam mendapatkan pupuk. Badan Bimas Ketahanan Pangan (koord.. . Desember 2003 ..Potensi pangan nabati dan hewani yang cukup kaya dan beragam.Pengembangan tanaman pangan dan perkebunan .Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah . Kelompok petani Masih berjalan dengan kriteria : .Di Jawa Timur.Kegiatan kebun kelompok sebagai usaha bersama belum memperhatikan aspek kualitas.2 Pengembangan Pangan Lokal (Program Penganekaragaman Pangan) Pemberian dana BLM. 200 desa) Masalah . danau dan hutan serta ekositem lainnya . Badan Bimas Ketahanan Pangan. benih/bibit dan peralatan pertanian.Penguatan modal Departemen Pertanian.Pengelolaan dana umum kelompok . 75 desa). 225 masyarakat miskin desa).1 Nama Upaya Program Pengembangan Partisipasi Lahan Kering Terpadu (Participatory Integrated Development in Rain-Fed Areas PIDRA) Jenis Kegiatan Pengembangan masyarakat yang berperspektif jender: ..Konservasi tanah Pelaksana Departemen Pertanian. tersebar di laut. Potensi 8. .Peningkatan kesadaran dan motivasi .Pelatihan dan praktek .Pelaku usaha yang gigih .Ketahanan pangan keluarga rendah .No.Belum pernah mendapat bantuan proyek . % Lembaga Penelitian SMERU.Pengembangan peternakan . Lokasi pengembanga n pangan lokal disesuaikan dengan komoditas unggulan masingmasing wilayah.Penyaluran dana hibah prestasi mandiri Pembangunan pertanian dan ternak: . 8.Penggunaan simpan pinjam modal kelompok .

Pedoman umum terlambat diterima dan informasi yang disampaikan tidak menyeluruh .Tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan pola BLM % Lembaga Penelitian SMERU.Pelatihan/kursus .Pembinaan penangkar (Pengembangan informasi perbenihan dan Pemasyarakatan penggunaan benih bermutu) .4 Program Pengembangan Hortikultura Pengembangan komoditas unggulan yang telah ditetapkan: .Pengembangan kelembagaan usaha .No.Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah .Ada indikasi kesalahan target penerima BLM tahun 2002 .Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan modal usaha Departemen Pertanian.Ketahanan pangan keluarga rendah . Desember 2003 .Pelaku usaha yang gigih .Penguatan modal (diharapkan dapat digulirkan sesuai musyawarah dan kesepakatan kelompok) Pelaksana Departemen Pertanian.Peningkatan kesadaran dan motivasi . 8.Belum pernah mendapat bantuan proyek Masalah Potensi 8. Badan Bimas Ketahanan Pangan.3 Nama Upaya Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan (Program Penganekaragaman Pangan) Jenis Kegiatan Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat. Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan Waktu TA 2003 Wilayah 23 provinsi Sasaran Status Saat Ini Kelompok wanita Masih berjalan tani-nelayan dengan kriteria : . yang digunakan untuk : . Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura (Ditjen BPH) Sejak Tahun 31 provinsi 2000 Petani/kelompok tani Masih berjalan .

8. Bolaang Mongondow.Pemberdayaan petani KIMBUN DAERAH .Penyediaan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang .).Kurangnya koordinasi .Sulawesi Desember Selatan (4 2002.Pencurian ternak . Direktorat Jendral Bina Produksi Perkebunan Waktu Wilayah Tahun 2002 Tahun 2002: dan 2003 29 provinsi.5 Nama Upaya Proyek Pengembangan Kawasan Industri Perkebunan (KIMBUN) 8.Terjadi penjualan ternak oleh Petani .Penyebaran ternak sapi dan kambing kepada petani . Tahun kab. Tahun 2003: 29 provinsi.Pemberian Paket agroinput dianggap hibah .Penyediaan fasilitas penunjang .Penyediaan jasa konsultan Pelaksana Departemen Pertanian.Pengembangan usaha tani .Dinamika kelompok tidak berjalan baik .Penyuluhan dan penyebaran informasi .Tingginya angka kematian . Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Tahun 1996 .Pengembangan produksi vaksin penyakit jembrana .Pembinaan kurang intensif . %! Lembaga Penelitian SMERU. 2003 Sulawesi Utara (Minahasa. Gorontalo).Pengembangan UPH tanaman .Bantuan usaha ekonomi produktif .No.Ada Sasaran tidak mendapat Paket agroinput. Maluku (Maluku Utrara) Petani/kelompok tani Selesai .Paket benih sudah kadaluarsa .Penyebaran agroinput .Peningkatan kelembagaan petani .Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dan petugas proyek melalui pelatihan dan penyuluhan .Pendidikan dan pelatihan teknis .Ada persepsi jika ternak mati maka kelompok bubar . Desember 2003 .6 Proyek Pengembangan Usaha Tani dan Ternak di Kawasan Timur Indonesia (PUTKATI) Jenis Kegiatan KIMBUN PUSAT . Sasaran Status Saat Ini Petani/kelompok tani Masih berjalan dengan basis komoditi perkebunan Masalah Potensi Departemen Pertanian.Penerapan teknologi peningkatan produktivitas tanaman .

Perlunya bimbingan dan pembinaan berkesinambungan Potensi 8. Sulawesi Selatan. .Kesadaran akan penerapan sistem mutu masih rendah. kab). . %" Lembaga Penelitian SMERU.Pemasaran hasil olahan buah-buahan masih terbatas pada pasar lokal . Bali. peternakan. DI Petani hortIkultura Departemen Yogyakarta Pertanian.Adanya impor hasil holtikultura .Belum berfungsinya pasar tempat transaksi yang didirikan Departemen Perdagangan Selesai . Ditjen Lampung (1 BP2HP.Sistem jaminan mutu tidak dapat diterapkan karena tidak tersedia dana. Ditjen Kerja Jaminan Mutu BP2HP. agribisnis Pertanian.Pelatihan . Pelaku usaha di bidang sub sektor tanaman pangan. Desember 2003 .Bimbingan teknis Mei September 2001. Sumatera Barat.Produktivitas budidaya tanaman masih rendah . Jawa Barat (3kab) Selesai . Jawa Timur. Sulawesi Selatan. perkebunan.7 Nama Upaya Peningkatan Kecintaan terhadap Komoditas Hortikultura Nusantara dan Pemanfaatan Peluang Pasar (Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri) Jenis Kegiatan Observasi tentang pengolahan dan pemasaran hasil beberapa komoditi hortikultura Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Jawa Barat. Mei Agustus 2002 Tahun 2001: Jawa Barat.Penyiapan Departemen Penyusunan Rencana Pertanian.Upah tenaga kerja masih tinggi .Pengolahan paska panen masih tradisional . .8 Bimbingan Teknis Penerapan Jaminan Mutu (HACCP) Program Pembinaan Pengembangan Jaminan Mutu . hortikultura. Tahun Th 2002: Batam-Riau. 8. 8.9 Fasilitasi Penerapan Fasilitasi Jaminan Mutu Program Pengembangan Sistem Jaminan Mutu Tahun 2002 Jawa Timur (2 Pelaku usaha Departemen kab). Tahun 2003: Riau. Lampung.No. Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen BP2HP) Status Saat Ini Masalah Selesai .Unit pengolahan belum memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk mendapatkan Fasilitasi dan untuk dapat diusulkan mendapatkan sertifikasi .Penerapan HACCP belum menyentuh pelaku agribisnis.

pedagang dan industri) .No.Lokakarya dan Nopember Departemen pameran agribisnis Pertanian.Petugas Dinas Pertanian propinsi dan kabupaten Selesai 8.13 .Penandatanganan BP2HP MOU pengembangan agribisnis tanaman obat antara pengusaha swasta dengan dengan kelompok tani.Praktek penggunaan Pertanian.12 Program Pembinaan 1. 8. Ditjen September 2001 BP2HP Wilayah Sasaran Sumatera Kelompok tani dan Barat (Kab. Upaya 2: Kalimantan Barat (Pontianak) Petani / kelompok tani Selesai 8. koperasi tani dan perguruan tinggi Upaya 1: Departemen Pertanian. Sumatera Barat. Ditjen 2001 . Solok. usaha kecil Agam. pengolah hortikultura. kelompok tani. koperasi. Pertemuan Nasional Pengembangan Agribisnis Lidah Buaya Apresiasi Sarana Pengolahan Hasil Hortikultura Program Pengembangan Sarana Pengolahan Upaya 1: Petani. Apresiasi Teknologi Pasca Teknologi Pengolahan Panen dan Pengolahan Hasil Holtikultura 2. Ditjen Oktober alat dan pengolahan BP2HP 2002 beberapa produk hortikultura Sulawesi Selatan.Pemberian informasi Departemen Agustus – .Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil . Upaya 2: Pelaku agribisnis lidah buaya ( petani.11 Lokakarya dan Pameran Agribisnis Berbasis Biofarmaka. Program Pengembangan Promosi Hortikultura . Ditjen Agustus 2002. Tanah Datar) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8. Kalimantan Selatan Selesai %# Lembaga Penelitian SMERU.10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Apresiasi Teknologi Pelatihan Pengemasan Sayuran Ekspor Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pelaksana Waktu 11-12 Departemen Pertanian. Desember 2003 . BP2HP Upaya 2: Juni 2002 Upaya 1: Sulawesi Selatan (Makasar).

8.Penyerahan bantuan BP2HP 2002 . Jawa Barat.Manajemen mutu.No.Aksesibilitas permodalan .Petani manggis . Sulawesi Selatan.Relokasi dan pembangunan baru: identifikasi lokasi.Petani mengkudu . konstruksi. Ditjen dengan pengusaha BP2HP sayur dan buah.Kelompok tani/petani dan pengusaha bawang merah Selesai 8. mengkudu.Pemberian AgustusDepartemen pengarahan Pertanian. monitoring dan evaluasi .Rehabilitasi: konstruksi.17 Pembangunan / Rehabilitasi Rumah Potong Hewan (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Sumatera Utara./kota 2003 provinsi. Ditjen September . Jambi. Sulawesi Utara.Praktek pengoperasian sarana pengolahan Wilayah DI Yogyakarta. pembinaan. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah. pembinaan. Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pengembangan Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) Proyek Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu . pemasaran. pengolahan.Peningkatan SDM .16 Temu Usaha Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Fasilitasi pertemuan Departemen TA 2002 antara produsen Pertanian. Bali.Petani sayur dan buah . Kepulauan Bangka Belitung . manggis.Temu wicara . usaha . Nusa Tenggara Barat Sasaran Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8.14 Nama Upaya Pembinaan Sarana Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura.Pengadaan prasarana/sarana pengolahan /pendukung Dinas Pertanian Tahun 2001. Desember 2003 . Masih berjalan %$ Lembaga Penelitian SMERU. Ditjen Bina Sarana Pertanian Jawa Barat. monitoring dan evaluasi TA 2003 Departemen Pertanian.15 Fasilitasi di bidang : . TA 2001 2002 dan 2002: 25 kab. bawang merah . setempat TA 2003: 16 provinsi Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Masih berjalan 8. pembuatan desain.

Peningkatan kapasitas petani untuk memperkuat kelompok tani dan mengembangkan jaringan kemitraan petani . Ditjen Bina Sarana Pertanian TA 2002 Departemen Pertanian.Pengadaan pompa air sebanyak 64 unit . %% Lembaga Penelitian SMERU.20 8. Desember 2003 . Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. 21 kabupaten Sasaran Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.Peningkatan kemampuan petani untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan 9 provinsi. Seluruh kabupaten / kota Petani dan pekebun kecil . 15 Petani (laki-laki dan kabupaten / perempuan) dan kota anggota keluarganya.Pengadaan handtraktor sebanyak 40 unit . Ditjen Bina Sarana Pertanian 8.Pembangunan jaringan TAM seluas 7000 ha .No. Ditjen Bina Sarana Pertanian Wilayah 10 provinsi.21 Pupuk Bersubsidi Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian Penyuluhan yang Dikelola Petani (FMA : FarmerManaged Extention Activities ) (Proyek Dafep) TA 2003 Departemen Pertanian.Adanya anggapan bahwa FMA DAFEP akan memberikan bantuan fisik. volume pengadaan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia Penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 6.3 juta ton Tahun 2003 7 provinsi. Badan Pengembangan Sumberdaya Pertanian. yang memiliki usaha tani dan bermaksud mengembangkan usahanya .19 . 14 Departemen kabupaten Pertanian.18 Nama Upaya Pengembangan Lumbung Desa Modern (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Pengembangan Tata Air Mikro (TAM) (Proyek Pengembangan Sarana Produksi Pertanian) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Pembangunan sarana Departemen TA 2003 Pertanian. 8.Pengadaan pupuk dolomit. padahal DAFEP merupakan kegiatan pemberdayaan petani melalui perubahan pola pikir petani sendiri.

22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Pembinaan . Pembinaan teknis 3. masih terjadi perguliran dana di masyarakat Masalah Potensi 8. Fase II: Tahun 19891998. Masih berjalan pengrajin kecil dan kelompok masyarakat miskin di pedesaan lainnya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. 2.23 TA 22 provinsi Departemen 1997/1998 Pertanian.Pelayanan keuangan mikro . masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) %& Lembaga Penelitian SMERU. Sasaran Status Saat Ini Petani-nelayan kecil . Kegiatan 4. Penguatan modal Pelaksana Departemen Pertanian.PenumbuhPeningkatan Petani. 2000 Kegiatan 1. 3. dan 3 sudah selesai. Desember 2003 . Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penyuluhan Pertanian Waktu Fase I: Tahun 19971988.Penguatan kapasitas manajemen Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian 1. Kegiatan 2: Petugas Perbenihan Kab/Kota 8. Kegiatan penguatan modal.Pembinaan dan pelatihan 21 provinsi TA Departemen Pertanian. dan 4:Tim Teknis Kab/Kota. Kegiatan 1. Pelatihan teknis 2.kembangan Nelayan Kecil (P4K) Kelompok Swadaya (KPK) . . Dinas 1997/1998 2000 Peternakan provinsi dan kab/kota setempat Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai. Peternak pembibit anggota Pokkar bibit ternak. 8.No. 2 dan 3: kelompok penangkar (pokkar) benih . Fase III: Tahun 19982005 Wilayah Fase I: 6 provinsi. Penguatan pasar benih/bibit 4.Kegiatan 1. Fase II: 12 provinsi Fase III: 12 provinsi.Penguatan modal .24 Pemberdayaan Penangkar Bibit Ternak (Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian) .Kegiatan 4: penangkar benih berpengalaman dan terhimpun dalam kelompok berpotensi untuk mengembangkan usahanya.

Desember 2003 .27 Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan Departemen Pertanian. Departemen Sosial %' Lembaga Penelitian SMERU.Penguatan pemasaran .Penguatan modal penangkar .Penguatan kelembagaan perbenihan . Pimbagpro propinsi dan kabupaten Tahun 2001 26 propinsi dan 157 kabupaten.Pembinaan teknis . .Pelatihan teknis . usaha pangan komersial.Pemurnian dan penguatan mutu benih Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) TA 22 provinsi Departemen Pertanian.Pelatihan teknis . pola BLM dinilai paling sesuai pada saat ini terutama dalam mencegah kebocoran dana yang disalurkan kepada Petani .Kelompok tani yang tidak bermasalah dengan KUT dan yang berpengalaman sulit ditemui. dan industri pengolah hasil pertanian Selesai .Penguatan modal penangkar . Masalah Potensi 8. dana masih bergulir di tingkat pokkar./kota Pokkar benih/bibit perkebunan 8. Dinas 1997/1998 2000 Perikanan Propinsi Sasaran Pokkar benih ikan Status Saat Ini Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai. 8.Kata Bantuan diusulkan diganti menjadi Pinjaman karena bantuan cenderung diterjemahkan Petani sebagai pemberian atau hibah 9.Penguatan kelembagaan Pelaksana Waktu Wilayah TA 21 provinsi Departemen Pertanian. Kelompok tani dan kelompok usaha agribisnis peternakan.Beberapa kabupaten tidak melakukan penentuan calon komoditas dan calon lokasi sesuai dengan kriteria . Kegiatan penguatan modal.Penguatan pasar benih/bibit . perkebunan (tanaman industri).No. .Pembinaan teknis .Intervensi aparat dalam pengadaan sarana produksi pertanian akibat kurang optimalnya proses sosialisasi. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) Kegiatan penguatan modal masih berjalan.25 Nama Upaya Pemberdayaan Penangkar Perikanan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Jenis Kegiatan . Dinas 1997/1998 2000 Perkebunan propinsi dan kab.Berpotensi untuk diteruskan karena menurut evaluasi Itjen Deptan.26 Pemberdayaan Penangkar Perkebunan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian . hortikultura dan aneka tanaman.

bukan keluarga.Peserta bisa memiliki usaha .1 Perluasan . tuna sosial.1 Nama Upaya Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin (FM) Jenis Kegiatan . anak terlantar.Tahun 2003: Fasilitasi pengadaan sapi potong (penggemukan) . miskin . 9.No.Usaha Kesejahteraan Sosial Pelaksana Departemen Sosial. . namun pergulirannya masih berlangsung di masyarakat .Banten (Serang) .Bantuan alat kerja dan bahan untuk Usaha Ekonomi Produktif -UEP . 26 propinsi Th 2002: 186 Kab/Kota. 3 provinsi. .Fakir miskin yang Masih berjalan Penafsiran yang berbeda termasuk Keluarga tentang pengertian fakir Binaan Sosial.Jawa Barat (Kab Bogor) . 26 propinsi Th 1999-2000: 207 Kab/Kota. penyandang cacat. yang terdiri dari: anak nakal. Sasaran Status Saat Ini Masalah .UEP berpotensi untuk berkembang karena penggemukan sapi memiliki peluang pemasaran yang sangat baik untuk memenuhi lonjakan permintaan daging sapi 9. 26 propinsi Th 2001: 153 Kab/Kota. Desember 2003 . lanjut usia. .Bantuan alat kerja dan bahan untuk UEP Departement Sosial. dan NAPZA .Pembentukan KUBE .Pelatihan Kesempatan Kerja pembinaan Melalui Pola . Tahun 2000 dan 2003 Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri .Bantuan keuangan Grameen Bank dengan sistem bergulir (Depnakertrans) Depnakertrans. Lanjut Usia. Potensi . NAPZA 10. Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi 10. 9 propinsi Th 1998-1999: 106 Kab/Kota. Anak Terlantar.Jumlah dana yang disalurkan kurang memadai (kecil).2 Program KUBE untuk Anak Nakal. 30 propinsi Th 2003: 3 Kab/Kota.Pembentukan UEP .KUBE beranggotakan 10 KBS perempuan dan laki-laki. Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial 30 propinsi Tahun 1996/1997 sekarang Masih berjalan Perseorangan.Membuka lapangan kerja baru khususnya untuk tenaga pendamping & Lembaga Penelitian SMERU. Penyandang Cacat.Lemahnya sistem monitoring dari Depnakertrans ke LSM-LSM.Jawa Timur (Malang) Kaum wanita (dalam Penyaluran keluarga) miskin dana sudah selesai. Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Waktu Tahun Anggaran 1984 hingga sekarang Wilayah Th 1984: 14 Kab/kota.KUBE banyak yang berkembang dan sangat berpontensi untuk terus berkembang. sehingga untuk menjadi peserta harus mengantri. Tuna Sosial.

Praktek Depnakertrans. 10.Pelatihan .4 Pelatihan Keterampilan bagi Kelompok Kerja Wanita .dsb.Magang . dan peserta dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. pemasaran. . Evaluasi akan dilakukan dalam enam bulan.3 Bimbingan Penerapan Seri. 18 Juni 2003 Jawa Barat (Kab Ditjen Kuningan) Penempatan Dalam Negeri Ketua PKK (30 pengusaha kecil mandiri) Pelatihan sudah dilakukan. terutama dari pekerja keluarga atau dari keluarga pengusaha Masalah . Seton. .Pelatihan .Pelatihan . keluarga dan pengelolanya berpendidikan rendah sehingga mereka berpendapat mengurusi usaha lebih penting daripada mengkuti pelatihan dan praktek hingga selesai 10.No.Terciptanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi 30.Sulit mendapatkan peserta yang mempunyai bakat dan minat di bidang wirausaha .Pembinaan Pelaksana Waktu Wilayah Depnakertrans. desain produk. Seso. 10. dsb) sehingga terjadi peningkatan anggaran . Tidak ada.5 Pelatihan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Pelatihan Depnakertrans. mempunyai kemandirian usaha serta pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan . DI Yogyakarta (Kab Bantul) & Lembaga Penelitian SMERU.Pembinaan kurang memadai. Desember 2003 .Praktek Depnakertrans. Seiketsu. Potensi Meningkatkan wirausaha yang bisa membaca peluang pasar. Agustus 2003 di Bantul Pengusaha kecil (30 Selesai Jawa Barat peserta di setiap (Kab kabupaten) Indramayu). Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten Juli 2003 di Indramayu. alat pres untuk mengemas. Setsuke (5S) di Usaha Kecil Menengah (UKM) . Peserta pelatihan membutuhkan peralatan praktek (seperti alat untuk mengiris. Ditjen Penempatan Dalam Negeri.Peserta menghadapi kendala dalam mengakses sumber ekonomi (pengadaan modal). Potensi sumber daya alam daerah seperti singkong dan pisang bisa dimanfaatkan.2 Nama Upaya Program Pembentukan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Terdidik (TKMT) Jenis Kegiatan .000 lulusan SLTA/D-1 selama Repelita VI 10. Tahun 20022003 Ditjen Penempatan Dalam Negeri 2002: 10 5 UKM di setiap provinsi provinsi 2003: 5 daerah (belum ditentukan) Masih berjalan Banyak UKM yang dimiliki Meningkatkan usaha UKM. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam mengolah kekayaan alam menjadi produk yang lebih bernilai. TA 27 provinsi Ditjen 1994/1995Pembinaan sekarang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Sasaran Status Saat Ini Angkatan kerja muda Masih berjalan tamatan SLTA dan D1.

Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) 11.Kebanyakan usaha mikro tidak memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi persyaratan perbankan Tingkat kemacetan kredit yang relatif kecil. 2004 propinsi di Mennegkop.Ketua kelompok usaha ekonomi produktif wanita 11. Desember 2003 . Tahun 2001.2 Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Wanita Pelatihan 6-15 Maret Menko Kesra..Pembina: Pemda Selesai Tk.1 Proyek Kredit Mikro Pemberian kredit.6 Nama Upaya Pelatihan Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Wanita Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Depnakertrans. dan kelompok masyarakat yang potensial produktif Masih berjalan . 10. keluarga miskin. 11.Tingginya tingkat suku bunga kredit mikro . DKI) .II (Kabag Sosial). wakil . 1997/98: pengangguran dan Semua prov ibu rumah tangga kecuali Sulteng dan Sultra 1998/99: Semua prov kecuali Sumsel 1999/2000: 18 provinsi 2000/2001: 16 provinsi 2001/2002: 6 provinsi 2002/2003: 4 provinsi Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak bisa berlanjut karena keterbatasan dana Potensi Meningkatkan kondisi pengusaha kecil di masingmasing wilayah.3 Pelatihan Pengelola Pelatihan Kegiatan Lapangan Tahun 1999/2000 Penyelenggaraan Kelompok Belajar Usaha Kerja Produktif Menko Kesra Tahun 1999/2000 Jakarta Selesai 11.4 Menko Kesra & Lembaga Penelitian SMERU. Individu usia produktif. Jateng. Tahun 1994/95Ditjen 2003 Penempatan Dalam Negeri Wilayah Sasaran Pencari kerja.Seluruh Menko Kesra.No. Indonesia Depkeu. Kecamatan (Kaur Kesra . UKM mempunyai ketahanan yang relatif baik 11. Sesmenko Kesra 2000 Jakarta Pusat (peserta dari Jabar.

Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I Komunitas adat terpencil Masalah Potensi 11.Bantuan permodalan Pelaksana Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis). Lampung.7 Kredit Pengentasan Pemberian kredit Menko Kesra Kemiskinan melalui modal kerja dan kredit Usaha Kecil.Masyarakat yang bermukim di daerah asal tempat kerusuhan. NTT dan DI Yogyakarta. 18 provinsi Sasaran Status Saat Ini .Diutamakan yang pernah menerima kukesra sampai putaran terakhir dan ibu rumah tangga. investasi Menengah dan Koperasi (Kredit Taskin UKMK) dan Kredit Pengentasan Kemiskinan melalui Skim Kredit Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kredit Taskin Inkra) Tahun 1999 Jawa Timur. Permukiman Bekas Kerusuhan dan Permukiman Transmigrasi Baru Jenis Kegiatan Bina Usaha dan Kemitraan: . Selesai . . Desember 2003 .Fasilitasi & pembinaan usaha .6 Program Gerdu Taskin Pasca Pengungsian di Daerah Terpencil/Terasing Bina Usaha dan Kemitraan: . Maluku.Kelompok taskin yang telah menjadi binaan departemen 12. 11. Jawa Barat.5 Nama Upaya Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin) Pasca Pengungsian di Permukiman Kembali Daerah Asal.No.Pengungsi daerah tempat kerusuhan yang sudah memutuskan bertransmigrasi. Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) &! Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Tengah. terutama keluarga miskin (keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I alasan ekonomi). Waktu Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. .Bantuan permodalan Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis). Nusa Tenggara Timur. 11. Kalimantan Barat.Fasilitasi & pembinaan usaha .

koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan program P2LK MAP belum sepenuhnya tercapai. 12. Sumatera Utara Minimal 40 pengusaha keciltenant atau mitra binaan inkubator Masih berjalan Belum optimalnya Dinas Koperasi/badan yang membidangi Koperasi dan UKM dalam pembinaan inkubator bisnis di wilayahnya. &" Lembaga Penelitian SMERU. ITB. Th 2001: 30 2002.1 Perkuatan Tahun 2001.No. 88 kab/kota Th 2002: 30 provinsi.Sumatera sekarang Selatan.Setelah 2.2 Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi (P2LK-MAP KSP/USP Koperasi) Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan Kementerian Koperasi dan UKM.Usaha Mikro dan Kecil Setelah pelaksanaan otonomi daerah. P3EL tingkat Kalimantan provinsi. Tim Tahun 2000 . Konsentrasi terhadap pembinaan wirausahawirausaha baru. . Inkubator MAP Inkubator) (IPB. Jawa Tengah. tumbuh 884 kelompok usaha. NTB Sasaran Status Saat Ini Kelompok Usaha Masih berjalan Ekonomi Produktif Perempuan yang sudah ada dan yang baru terbentuk Masalah Potensi Positif : . Masih banyak KSP/USPKoperasi yang membutuhkan dana MAP. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Th 2001: Jawa Barat. Jawa kabupaten Timur. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Penyaluran dana 13.Penyertaan modal usaha . Inkubator bisnis dapat dikembangkan dan dibina. UNS. Kementerian Permodalan UKMK (sebagai dukungan 2002. ITS) 13.5 tahun pelaksanaan program. Tahun 2001. provinsi. Sulawesi Selatan. Koperasi dan modal awal dan dan Lembaga UKM Deputi padanan kepada Keuangannya Bidang dengan Penyediaan inkubator bisnis) Pengembangan Modal Awal dan dan Padanan Melalui Restrukturisasi Inkubator (P2LKUsaha. Jawa Timur Th 2002: Jawa Tengah. 277 kab/kota .Realisasi penyaluran dana 163% dari plafon dengan tingkat pengembalian 79%. Jawa Timur. Desember 2003 .Pemberdayaan / pendampingan Pelaksana Waktu Wilayah Meneg PP.1 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (P3EL) Jenis Kegiatan . 13.KSP/USP Koperasi Masih berjalan . Barat.

Desember 2003 . Th 2001: 27 2002. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha.5 Perkuatan Penyaluran dana Permodalan UKMK Penjamin Kredit dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Penjaminan (P2LKMAP Penjaminan) Tahun 2001 Sumatera UKMK (Usaha Kecil Barat. Jawa Tengah.3 Nama Upaya Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Keuangan Mikro (P2LK-MAP LKM) Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Modal Ventura (P2LK-MAP Modal Ventura) Jenis Kegiatan Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan kepada UKM Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM.No. 67 kab/kota Th 2002: 24 provinsi.Sistem/pola penyaluran masih lemah Potensi Peningkatan pembinaan terhadap LKM untuk menjadi koperasi atau LKM tangguh. Masih diperlukan pengembangan LMVD yang potensial dan bernilai tambah tinggi. Lembaga Penjamin Th 2001 : Jawa Timur. Kementerian 2002. 2003 Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha dan Lembaga Modal Ventura Daerah (LMVD) Kementerian Koperasi dan UKM. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2001. produktif dan layak tapi memiliki keterbatasan modal dan membutuhkan fasilitas penjaminan kredit &# Lembaga Penelitian SMERU. 2003 provinsi. 13. sehingga dana MAP dapat diprogramkan kembali oleh pemerintah melalui wadah koperasi.Sulit memetakan usaha mikro yang produktif untuk dialokasikan program dana MAP.Usaha mikro Status Saat Ini Masalah Masih berjalan . Jawa Tengah dan Jawa Timur Masih berjalan Sinkronisasi program antara program yang dikembangkan di pusat dengan pemerintah daerah masih perlu dikembangkan Masih banyak UKMK yang potensial.4 Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan (MAP) kepada UKK PPU Tahun 2001. 13. DKI Menengah dan Jakarta Koperasi) (Jabotabek). Sumatera Utara dan Lampung Th 2002 : 22 provinsi Usaha Kecil dan KoperasiPerusahaan Pasangan Usaha (UKK-PPU) Masih berjalan Koordinasi dan sinkronisasi antara tim yang ada di propinsi dan LMVD belum sepenuhnya tercapai. 50 kab/kota Sasaran . 13.LKM (Lembaga Keuangan Mikro) . .

277 kab/kota Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi . Kelompok Deputi Masyarakat/LKM Pembiayaan Menumbuhkan dan mengembangkan sentra UKM (Penetapan. dan penetapan BDS . Menengah. dan Koperasi (PUK) Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha . 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.No. seleksi. .7 Penumbuhan dan Pengembangan Sentra UKM 13. perencanaan untuk sentra) 13.Identifikasi.8 Proyek Pemberdayaan Usaha Kecil.Pembinaan kepada Koperasi dan koperasi dan UKM.Pemberian modal Kementerian .1993/94: 3 2001 provinsi 1994/95: 9 provinsi 1995/96: 10 provinsi 1996/97: 8 provinsi 1997/98: 8 provinsi 1998/99: 7 provinsi 2000: 8 provinsi 2001: 18 provinsi .2001 : 30 2003 provinsi. 13.Koperasi/ kelompok Program sudah masyarakat/LKM selesai. 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.Menentukan BDS yang Banyak yayasan baru yang . kasifikasi dan perkuatan sentra UKM) Tahun 2001.Penyaluran dukungan dana operasional BDS . 277 kab/kota UKM Selesai Tahun 1993.Kurangnya kemampuan SDM (dalam membuat proposal. Pada beberapa kasus terdapat kelompok masyarakat/LKM yang kurang lancar dalam pengembalian Masih banyak kelompok masyarakat/LKM yang memerlukan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya &$ Lembaga Penelitian SMERU.UKM dalam sentra berkualitas melakukan pemberdayaan terpilih .BDS Masih berjalan . Desember 2003 .6 Nama Upaya Pengembangan Lembaga Pengembangan Bisnis /Business Development Services (LPB/BDS) Jenis Kegiatan .Sosialisasi program .Usaha skala kecil perguliran dana masih berjalan Secara umum tidak ada masalah.Konsolidasi dan pemantapan program BDS Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2002 2001 : 30 provinsi.

Bantuan modal dana Kementerian Proyek bergulir Pengembangan Koperasi dan . dan Lembaga 2003 sebagian besar kab/kota Keuangan Mikro .11 . 101 kota/kab Status Saat Ini Kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan. Majelis Taklim yang lain tetap berjalan Masih berjalan Masalah Secara umum tidak ada masalah. BMT.12 I.30 provinsi. 119 yang Mengakar di Masyarakat/LM3) kota/kab 1999/2000 : 7 . tapi untuk penyelenggaraan Diklat selanjutnya harus memperhatikan batasan umur peserta Melalui Diklat konsultan yang tergabung dalam dalam wadah BDS mendapat tambahan pengetahuan.Pendampingan UKM Deputi Pembiayaan 13. 2001 provinsi. . pondok pesantren.usaha kecil/mikro Wilayah 25 provinsi. tapi berguliran dana kepada kelompok usaha lainnya masih berjalan Program sudah selesai tapi perguliran dana pada koperasi. 81 Majelis Taklim kota/kab (Lembaga Mandiri 1998/99: 15 provinsi.No.1997/98: 8 Pesantren. Desember 2003 .Bantuan dana bergulir .Koperasi. Pada beberapa kasus terdapat kesulitan dalam pengembalian .KSP/USP Koperasi Tahun 2000.Usaha kecil/mikro provinsi 2000 : 17 provinsi 2001 : 20 . sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya 13. BMT.Pendampingan (oleh fasilitator) Pelaksana Waktu Tahun Kementerian 1998/1999 Koperasi dan UKM Ditjen Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam . Namun sebagian kecil kesulitan dalam mengembalikan pinjaman akibat dampak krisis ekonomi Potensi Dapat mengembangkan kelompok usaha dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota Secara umum tidak ada masalah. BMT. Selanjutnya dapat mengimplementasikan dalam usaha KUKM. Majelis Taklim lain yang sangat membutuhkan tambahan modal Kegiatan ini dapat mengembangkan usaha anggota KSP/USPKoperasi.Melalui penambahan modal lembaga sasaran dapat mengembangkan usahanya serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota. Pondok Tahun 1997. 13.Pendampingan Usaha Kecil dan UKM Mikro Melalui Perkuatan Struktur Keuangan KSP/USPKoperasi dari Kompensasi Dana Subsidi BBM Diklat Manajemen Bisnis bagi Pengelola BDSProvider Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Sasaran Masyarakat yang tidak lagi berada dibawah garis kemiskinan. pada beberapa kasus ada anggota belum terbiasa dengan pola syari'ah Secara umum tidak ada masalah. dengan prioritas yang mampu menabung dan berusaha pada skala sangat terbatas .9 13. pondok pesantren. sehingga mampu meningkatkan volume usaha KUKM &% Lembaga Penelitian SMERU.Masih banyak koperasi.10 Nama Upaya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri (LEPMM) Proyek Peningkatan Kemandirian Ekonomi Rakyat (P2KER) Jenis Kegiatan . 30 Juni s/d 6 Juli 2003 II : 20 Juli s/d 26 Juli 2003 III : 28 Juli s/d 3 Agustus DKI Jakarta Peserta pelatihan Selesai diprioritaskan bagi pengelola BDSProvider yang telah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan belum pernah mengikuti Diklat BDSProvider yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM Secara teknis tidak ada.Dana bergulir untuk Kementerian modal kerja Koperasi dan .

.16 Member Education Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM.Selesai Belum ada Indonesia (270 orang) dalam bidang: . Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Anggota koperasi yang terseleksi Selesai Tingkat pendidikan peserta mempengaruhi penerimaan materi yang diberikan saat Diklat Kinerja koperasi akan meningkat apabila SDM anggotanya ditingkatkan && Lembaga Penelitian SMERU.No. Jawa Barat. tetapi belum melakukan ekspor Masih berjalan Belum ada Belum terlihat 13.Industri kecil dan kerajinan . Jawa Timur .14 Workshop Optimalisasi Peranserta Masyarakat dalam Pengembangan SDM Berkualitas.15 Training of Trainer Pendidikan dan Latihan Pendidikan dan Latihan Export (TOT Diklat Ekspor) Kementerian Koperasi dan UKM.13 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Diklat Perkoperasian Latihan dan Kewirausahaan bagi Pemuda Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Angkatan I : DKI Jakarta 8-14 September 2003 Angkatan II : 21-27 September 2003 Angkatan III : 29 September-4 Oktober 2003 9-12 Desember 2003 DKI Jakarta Sasaran Status Saat Ini Masalah Pengusaha muda se.Th 2003: seluruh Indonesia Tahun 2001 Banten Melalui diklat diharapkan peserta memperoleh keterampilan dan mampu meningkatkan daya saing. 13.Th 2002: 8 provinsi . Desember 2003 . Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2001.Kelautan dan perikanan . Bermoral.Agribisnis Kehutanan dan Perkebunan Potensi Tambahan pengetahuan melalui Diklat mampu meningkatkan volume usaha KUKM di berbagai sektor 13. 13.Th 2001: 2003 Banten. Berpengetahuan Workshop Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Belum Komponen dilaksanakan masyarakat (di seluruh Indonesia) yang menaruh perhatian pada pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) KUKM yang berpotensi ekspor.

No. Desember 2003 . mekanik bengkel.21 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan Pakan Latihan Ternak Sapi Potong Tahun 2003 Sumatera 60 anggota koperasi Selesai Selatan (Kab.20 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan di Bidang Latihan Agribisnis dan Pasca Panen Tahun 2003 DKI Jakarta Diklat Budidaya Skala usaha tergantung dari sudah luas lahan dilaksanakan. Diklat Pasca Panen belum dilaksanakan Pengelolaan agribisnis ke depan melalui Kopontren sangat potensial karena dibantu santri 13.17 Nama Upaya Pendidikan dan Latihan Keterampilan Otomotif Jenis Kegiatan Pendidikan dan Latihan 13. 13. PKM yang mempunyai usaha bengkel. Sanken (20 orang). Sharp (20 orang). peserta mampu mengembangkan usahanya 13.19 Pendidikan dan Latihan Keterampilan Elektronik Pendidikan dan Latihan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2002 DKI Jakarta dan 2003 Sasaran Anggota koperasi. 60 pengurus dari 15 Kopontren dan pengelola bidang usaha agribisnis Kopontren (Jabotabek + Sukabumi) Masih berjalan Belum ada Dengan tambahan pengetahuan melalui Diklat. dan sopir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak semua peserta dapat mengembangkan usaha bengkelnya sesuai dengan yang diharapkan Potensi Meningkatkan pendapatan masyarakat Tahun 2003 Seluruh Indonesia 30 koperasi di seluruh Indonesia Belum dilaksanakan Belum ada Belum terlihat 15-20 September 2003 DKI Jakarta Anggota Asosiasi Bengkel Elektronik dan koperasi (Jasa Service) Samsung (20 orang). peternak penerima Ogan sapi Komering Ulu) Belum ada kios pakan ternak Melalui Diklat ini peserta sapi dapat mengembangkan usahanya sesuai dengan SDA daerah masingmasing &' Lembaga Penelitian SMERU.18 Pendidikan dan Latihan Pedagang Eceran (Retail ) Pendidikan dan Latihan 13.

Sumut dan Jatim (3 kab) Masih berjalan SDM Sumatera dan Jawa Timur sangat potensial untuk produksi kopi ' Lembaga Penelitian SMERU.25 Pengembangan Pengolahan Kopi Bantuan (pinjaman) mesin processing kopi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002.Modal bergulir kepada koperasi berupa alat processing dan bangunannya serta modal kerja Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Beberapa dan 2003 provinsi Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masih berjalan Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Tahun 2001. 13. 13. Lampung. dan dapat digunakan sebagai pengganti bahan katun yang selama ini impor.24 Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Bidang Budidaya dan Agro Industri Serat Rami . Sumut. Desember 2003 .2002: Sumsel Koperasi 2003 (Kab OKU dan Lahat) 2003: Lampung.2001: Jateng Petani dan koperasi 2003 (Kab Wonosobo) 2002: Sumsel (Kab OKU) 2003: Sumsel. Bengkulu. sehingga akan meningkatkan kinerja koperasi dan kesejahteraan anggota Penting untuk mengevaluasi sistem diklat yang sudah dilaksanakan.No.Seluruh 2003 Indonesia Sasaran Status Saat Ini Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masalah Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Potensi Penyelenggaraan Diklat UKM dapat meningkatkan kualitas peserta didik dan penyelenggara Diklat.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Evaluasi Terhadap penyelenggaraan Kegiatan Diklat Diklat Koperasi dan UKM yang Dilaksanakan oleh Pemerintah dan Non Pemerintah Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2001. minimal untuk memperbaiki pola Diklat 13. Jateng (12 kota/kab) SDM relatif kurang Tanaman rami sangat cocok dengan iklim Indonesia. dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian diatas 300 m dpl.Dana bergulir (modal kepada petani) untuk budidaya tanaman rami .23 Evaluasi melalui Lokakarya Evaluasi penyelenggaraan Diklat 13.

Jawa Timur.27 Bantuan Perkuatan Peralatan Pengideraan Jauh untuk Usaha Penangkapan Ikan terhadap Koperasi Perikanan Bersama perusahaan yang memproduksi peralatan tersebut melakukan: . yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan.Modal kerja Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Tahun 2002.810 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada ' Lembaga Penelitian SMERU. 5 kab Selesai Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh Dengan mempertimbangkan dua hal. Bali. maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Dengan mempertimbangkan dua hal.Pelatihan tentang penggunaan peralatan . maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Berpontensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan masyarakat 13. Koperasi nelayan Jawa Tengah.Sosialisasi .Bantuan kepada Pengolahan Gambir koperasi berupa mesin prosessing gambir . 10 Koperasi nelayan Kementerian kota/kab Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Masih berjalan Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh 13.26 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan . yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan.No. Desember 2003 .29 Pengembangan Usaha Sapi Perah kepada Beberapa Koperasi di Jawa Barat Bantuan 1. 13.Sumatera 2003 Selatan 2002: Kab Pesisir Selatan 2003: Kab Limapuluh Kota Sasaran Koperasi Status Saat Ini Masih berjalan SDM Masalah Potensi 90% kebutuhan gambir dunia dari Indonesia 13.28 Bantuan Perkuatan Penyediaan dana Berupa Dana bergulir Bergulir bagi Koperasi-Koperasi Mina dalam Rangka Pengembangan Usaha Perikanan dengan Peralatan Pengideraan Jauh Tahun 2003 8 provinsi.Pemberian bantuan kepada nelayan berupa peralatan penginderaan jauh sebagai stimulan Tahun 2002 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Jawa Barat.

17 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.400 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Sumatera Selatan Petani peternak yang Selesai tergabung dalam wadah koperasi 13.31 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Garut) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13. Desember 2003 . 13. Kab Brebes) Tahun 2002 10 provinsi.33 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Berpotensi karena produksi Pengetahuan peternak mengenai teknik beternak itik daging dan telur Indonesia masih kurang belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (masih mengimpor) Berpotensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.No.34 Pengembangan Usaha Budidaya Ternak Itik di Sumatera Selatan Memberdayakan Masyarakat Melalui Usaha Budidaya Sapi Perah Bantuan itik berikut sarana dan prasarana.32 Bantuan itik berikut Pengembangan Usaha Pembibitan sarana dan prasarana Itik kepada Koperasi pendukungnya Sumber Rejeki di Jawa Barat dan Jawa Tengah Pengembangan Usaha Budidaya Itik kepada Beberapa Koperasi Bantuan itik berikut sarana dan prasarana pendukungnya. pola bergulir Bantuan 2. Jawa Timur (9 kota/kab) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Belum ada ' Lembaga Penelitian SMERU. pola bergulir Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Petani peternak yang Masih berjalan Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Cirebon) tergabung dalam wadah koperasi dan Jawa Tengah (Kab Tegal.30 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Bantuan 2. DIY. terdiri 400 ekor betina dan 50 ekor pejantan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Masalah Tahun 2002 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Tidak ada Selatan (Kab tergabung dalam koperasi Ogan Komering Ulu) Potensi Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.400 sapi Usaha potong dan sarana Penggemukan Sapi pendukungnya Potong kepada Koperasi OKU Cipta Mandiri di Sumatera Selatan Pengembangan Usaha Ternak Domba kepada Koperasi Pondok Pesantren Darussalam di Jawa Barat Bantuan 450 ekor domba.35 Tahun 2003 Jawa Barat.

No. 13.36

Nama Upaya Memberdayakan Masyarakat Melalui Penggemukan Sapi Potong Impor

Jenis Kegiatan Bantuan 5.666 ekor sapi potong, sarana dan prasarana pendukungnya

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2003 6 provinsi, 6 kab

Sasaran Status Saat Ini Masalah Petani peternak yang Masih berjalan Belum ada tergabung dalam koperasi

Potensi Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.37

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Lokal Jenis Bali dan PO (Peranakan Ongol)

Bantuan 3.200 ekor bibit sapi lokal dan sarana pendukungnya.

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Selatan (Kab tergabung dalam Muara Enim koperasi dan Musi Banyuasin) dan Bengkulu (Kota Bengkulu) Tahun 2003 7 provinsi , 14 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.38

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Ternak Domba/ Kambing Memberdayakan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Itik di 12 Koperasi Primer

Bantuan bibit domba/kambing

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.39

Bantuan permodalan Kementerian untuk pengembangan Koperasi dan pembibitan itik UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Kalsel, Kalbar, Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam NTB, Jatim, Banten, koperasi Sumsel, Sumut (9 kota/kab) Tahun 2003 10 provinsi Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.40

Memberdayakan Bantuan itik dan Masyarakat Melalui sarana Pengembangan pendukungnya Usaha Budidaya Itik

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.41

Pemantapan Usaha - Bantuan sarana dan Koperasi Industri prasarana pendukung Garam (renovasi saluran) - Bantuan peralatan processing garam dan pembuatan tambak garam

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002- 2002: NTT 2003 (Kab Ngada) 2003: NTT (Kab Ngada) dan NTB

Koperasi yang berpotensi untuk mengolah garam

Masih berjalan

- Pengolahan dan rancangan Berpotensi karena produksi lahan garam masih saat ini belum memenuhi sederhana kebutuhan dalam negeri - Produksi sangat tergantung pada musim dan belum menggunakan peralatan berteknologi

'!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. 13.42

Nama Upaya Bantuan Mesin Yodisasi Garam Kepada Kopontren Nurul Jannah Rintisan Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bidang Agro Industri Sutera dengan Pola Dana Bergulir Industri Perak untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Baku Pengrajin di Yogyakarta dan Bali Mesin Pengering Kayu

Jenis Kegiatan Bantuan mesin Yodisasi dan sarana pendukung

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Bandung)

Sasaran Status Saat Ini Masalah Koperasi yang Masih berjalan Belum semua garam yang berpotensi mengolah beredar di masyarakat garam mengandung yodium

Potensi Berpotensi karena produksi saat ini belum memenuhi kebutuhan dalam negeri

13.43

- Budidaya murbey kepada petani - Bantuan mesin prosesing kepada koperasi

Tahun 2003 Sumatera Selatan, NTB, Jawa Tengah, Jambi, Sulawesi Selatan (5 kab)

Koperasi/KUD yang berpotensi dalam usaha pengolahan sutera

Belum dilaksanakan

- Koordinasi di lapangan - Persyaratan untuk pencairan dana

Saat ini indonesia baru mampu memproduksi 7% bahan baku sutera dari kebutuhan bahan baku sutera dunia (1000 ton benang).

13.44

Memfasilitasi pengrajin perak dengan BUMN (untuk memperoleh bahan baku) Bantuan mesin pengering kayu

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Pengrajin perak Tahun 2002 DIY (Kota Yogyakarta) dan Bali (Kab Gianyar)

Masih berjalan

Masih banyak bahan baku Tidak mudah meyakinkan BUMN untuk melihat potensi yang dibutuhkan pengrajin pengrajin perak

13.45

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi dan UKM (Kab Jepara)

Masih berjalan

Kesulitan bahan baku

Berpotensi karena kapasitas mesin yang cukup besar

'"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Kelompok Organisasi Non-Pemerintah
No. Nama Upaya A. ORNOP LOKAL Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi

1. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Ornop Anggota - Pelatihan 1.1 Program Kredit Mikro - Kredit untuk Penguatan ASPPUK Perempuan Usaha Kecil- - Advokasi - Penerbitan Buletin Mikro - Perintisan pembentukan Jaringan PUK

Tahun 19982002

14 propinsi, 43 Perempuan Usaha kabupaten Kecil (PUK) yang tergabung dalam Kelompok simpan pinjam Perempuan Usaha Kecil (KPUK) binaan Ornop anggota ASPPUK 10 propinsi, 20 Perempuan usaha kabupaten kecil-mikro (PUK) yang tergabung dalam KPUK dampingan Ornop anggota ASPPUK

Program sudah selesai, namun kegiatan dana bergulir ASPPUK masih berjalan

- Program tidak berjalan sesuai jangka waktu pinjaman (di daerah konflik seperti Aceh) - Luasnya wilayah menyulitkan sekretariat memantau program - Minimnya dana pendampingan

Kelompok simpan pinjam berpotensi menjadi koperasi atau Lembaga Keuangan Perempuan (LKP), yang sahamnya dimiliki bersama

1.2

Pengembangan Kapasitas Perempuan Usaha Kecil-Mikro dalam Ekonomi

Ornop Anggota - Pelatihan - Pendampingan ASPPUK - Promosi produk PUK - Penerbitan buletin dan modul usaha - Studi banding

Tahun 1996 1998

Selesai

Keterbatasan sumber daya, sehingga pengelolaan program belum sistematis

Memberi insipirasi pada ornop pendamping dan KPUK dalam melakukan “sharing” pengetahuan dengan kelompok perempuan usaha kecil-mikro yang baru berdiri

1.3

Lokakarya berseri Dampak Krisis dan Kebijakan IMF terhadap Usaha Kecil-Mikro

- Lokakarya berkala - Dialog dengan pejabat daerah tentang kebijakan usaha kecil

Forum Wilayah ASPPUK

Juni-Juli 1998 - Sumatera dan Nopember Utara (Medan) - DIY 1998. (Yogyakarta) - NTB (Mataram, Lombok) - Sulawesi Selatan (Ujung Pandang) 9 – 24 Juli 1999 - Kalimantan Barat (Pontianak) - Sulawesi Tenggara (Kendari) - Jawa Tengah (Solo)

- Ornop anggota - PUK dampingan - Instansi pemerintah setempat - Perguruan Tinggi setempat - Media cetak dan radio.

Program sudah selesai, Jumlah peserta dari kalangan namun aliansi dengan PUK dampingan masih relatif media cetak/radio serta kecil pemantauan terhadap kebijakan Pemda yang berkenaan dengan usaha kecil masih berjalan.

Melalui program ini kegiatan advokasi yang berkaitan dengan kebijakan usaha kecil di wilayah masing-masing dapat berjalan.

1.4

Lokakarya berseri Lokakarya berseri tentang Pemberdayaan Perempuan Usaha KecilMikro Mengantisipasi Era Globalisasi Ekonomi

Forum Wilayah ASPPUK

- PUK-mikro - Instansi pemerintah - Ornop anggota - Lembaga pengembangan usaha kecil-mikro - Pers.

Program ini sudah selesai, namun beberapa kegiatan seperti diskusi kebijakan secara rutin dan kerjasama dengan media masih berlanjut.

Belum banyak mengikutsertakan PUK dampingan sehingga PUK mendapat informasi tidak langsung dari pendamping yang mengikuti kegiatan yang kemampuan- nya beragam

- Merintis jaringan PUK sebagai wadah penguatan bisnis dan advokasi. - Pengintegrasian perspektif gender dalam program pengembangan PUK yang dilakukan Ornop dan lembaga lain 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

3 .Pendamping Ornop anggota ASPPUK (LPPSLH dan Persepsi) Program sudah selesai. 3.Simpan pinjam Tahun 1995BMS dan BMT Al Inayah unit BMT sekarang Keluarga (bentukan BMS) Jabar (Kabupaten Bekasi) . -Kurangnya dana .Advokasi pada permasalahan strategis. Bina Desa 2.Pembayaran cicilan tidak masih berjalan lancar .Studi .Pedagang kecil yang masuk kategori keluarga miskin Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi menambah anggota sehingga pendampingan tidak dan asset. Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) 3. yang berarti pedagang kecil yang dilayani bisa dilakukan secara intensif semakin banyak 3.5 Nama Upaya Studi dan Advokasi Penguatan Kelompok Perempuan Pelaku Usaha Kecil-Mikro Jenis Kegiatan .Pelatihan .Analisis persoalan . LPPSLH dan Persepsi.Pendampingan . AKATIGA.Proses dan metode identifikasi persoalan dan kebutuhan PUK bisa menjadi sumber pembelajaran Ornop Tim gabungan antara Tahun 2001– 2003 Sekretariat ASPPUK.2 BMT Pemberdayaan Masyarakat Miskin: (BMT Al Inayah Unit II) .Pendamping lokal tidak disiplin.Penyaluran kredit Inayah Unit I) . Jawa Tengah .Ibu rumah tangga Masih berjalan yang memiliki warung .Penyaluran kredit .Kesadaran masyarakat untuk mengembalikan pinjaman masih kurang (pinjaman terlalu lunak.Pendidikan .Fasilitas kredit Bina Desa bekerja sama dengan Koperasi Karya Insani dan kelompok swadaya masyarakat Tahun 1994 sekarang (Tahun 1994 1996 dikelola langsung oleh Bina Desa.16 kabupaten Kelompok masyarakat.Pendampingan tidak intensif karena kurang dana operasional.1 BMT Keluarga (BMT Al .Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit III Tahun 1999sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masih berjalan Orang tua anak jalanan baik yang telah memiliki usaha maupun belum Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi mengurangi jumlah sehingga pendampingan tidak anak jalanan karena membaiknya kondisi ekonomi dilakukan secara optimal orang tuanya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pencatatan dan Analisis proses . tanpa jaminan) Berpotensi dalam mengembangkan wilayah kerja dan meningkatkan jumlah aset.PUK yang tergabung dalam (Purwokerto KPUK binaan dan Klaten) ASPPUK . baik yang sudah ada maupun bentukan baru Kegiatan simpan pinjam .Penelitian .Pendampingan .Pendampingan (BMT Al Inayah Unit III) .No. . Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi .Anggota kurang memahami apa yang ingin diusahakan sehingga usaha yang dilakukan sifatnya sementara . yang berarti meningkatkan usaha kecil yang dapat dilayani 3. Sejak 1997 bekerja sama dengan Koperasi) 6 propinsi.Penyaluran kredit BMT Komunitas Orangtua Anak Jalanan .Kader PUK masih kurang dan dilanjutkan terlibat dengan advokasi berdasarkan temuan di lokasi dengan melibatkan masyarakat basis 2.Berpotensi menggali kekuatan yang dimiliki PUK-mikro yang selama ini tidak diketahui . 1. Berpotensi mengembangkan usaha berbasis pertanian dan meningkatkan kapasitas kelompok melalui pelatihan dan pendidikan .Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit II Tahun 1997sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masyarakat miskin Masih berjalan yang sudah memiliki usaha atau berminat kuat untuk melakukan usaha .1 Pengembangan dan advokasi ekonomi rakyat .

Pendampingan BISMI dan kelompok dampingan Tahun 1998 sekarang Usaha mikro/kecil .Adanya ancaman penggusuran (pindah rumah) sehingga menyulitkan penagihan .1 Karib Ikhtiar BISMI .6 Pelatihan Pendamping Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) Pelatihan BMS Tahun 2000 Jabar (Kabupaten Bekasi) Menciptakan kerjasama antara .Latar belakang dan pendidikan peserta yang beragam . Bekasi) -1999: DKI Jakarta .Membentuk usaha bersama .2002: Jabar (Bekasi) Masih berjalan (kecuali .Jumlah anggota/kelompok dampingan masih bisa bertambah . 3.Mengembangkan usaha mikro para peserta pelatihan 3.4 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana BMS dan BMT Al Hinayah Unit IV Waktu Tahun 2002sekarang Wilayah Jabar (Kabupaten Bekasi) Sasaran Masyarakat korban banjir (petani dan peternak) Status saat ini Masih berjalan Masalah Kurangnya biaya operasional untuk tenaga pendamping lapangan Potensi .Selama pelatihan (2 hari) peserta tidak melakukan usaha dan kehilangan penghasilan .7 Pelatihan Managemen Usaha Pelatihan BMS Tahun 2003 Jabar (Kabupaten Bekasi) Selesai 4.Simpan pinjam BMS dan BMT Komunitas Kelurahan Bugis.Berpotensi menjadi pendorong berkembangnya usaha.Penyediaan Kredit .Banyak anggota tidak mengikuti pelatihan karena sibuk mencari nafkah .Tumbuhnya koperasi 4.usaha alternatif bagi petani dan peternak di daerah perkotaan BMT Masyarakat Miskin . Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) 4.2001: Jateng (Brebes) dan Maluku (Saumlaki) .2000 : DKI Jakarta .Kegiatan nelayan (melaut) menyebabkan pengembalian kredit terlambat .Pendampingan Inayah Unit IV) 3.Penyaluran kredit Korban Banjir (BMT Al .Pelatihan .5 BMT Komunitas Kelurahan Bugis (BMT Al hinayah Unit V) .2 Baithul Mal Watauil (BMT) BISMI - Penyediaan Kredit Pendampingan Pelatihan Simpan pinjam BISMI dan kelompok dampingan Tahun 2003sekarang Jawa Barat Individu dan Masih berjalan (Kota Bekasi) kelompok pedagang kecil Para pedagang belum memiliki sistem pembukuan yang baik .Pendampingan .Penyaluran Kredit .No. Tahun 2003 DKI Jakarta (Kampung Bugis) Masyarakat miskin Masih berjalan (dalam yang memiliki usaha tahap perintisan) (dagang atau usaha rumah tangga) -Organisasi sosial anggota (K3S) -Koperasi/LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Orang tua anak jalanan (kelompok dampingan BMT) Selesai Belum ada kepastian dana 3.Sulit mengumpulkan calon penerima kredit mengikuti untuk proyek tahun pelatihan awal 1998) .Jumlah peserta dapat bertambah  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Kesibukan peserta MBT dan koperasi se Bekasi mengganggu keikutsertaan dalam pelatihan .Kemungkinan dapat diterapkannya sistem bagi hasil .Berpotensi menambah anggota dan menjadi unit koperasi yang produktif .Akses terhadap modal menjadi mudah melalui BMT . Jabar (Depok.1998: DKI Jakarta.

3 .Pendampingan . 5.1 Program Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) 5 propinsi.No. dan perbankan.Pemberian kredit . 8 kabupaten Usaha mikro/kecil Proyek sudah selesai tetapi di Bina Swadaya cabang masih berjalan Selesai 5. Dana operasional tinggi.Monitoring dan evaluasi Pelaksana Bina Swadaya. 14 Usaha mikro kabupaten anggota KSM binaan Di Bina Swadaya pusat Pengembalian kredit kurang sudah selesai.2 Pendampingan Kelompok IDT untuk Pengembangan Usaha Mikro Development of Environmentally Oriented Cattle Husbandry and Sustainable Agriculture . Sangatta. namun di lancar Bina Swadaya cabang masih berjalan 5.Pendampingan . Kutai Timur.Pendampingan Proyek Peningkatan Taraf Hidup masyarakat .Pendampingan Agribusiness . Papua Pengembangan Masyarakat melalui KSM di Kel.Pendampingan Bina Swadaya Tahun 19972000 4 propinsi.Pelatihan .Pendampingan .Penumbuhan KSM .4 .Dana Stimulan Development for Indigenous and Agribusiness People in Buffer Zone of Baliem Valley in Sentani.Dana Stimulan 4 Desa IDT dan Desa Sepaso. LSM lain.Pengelolaan ekonomi rumah tangga tidak baik. Kab. 14 Kelompok Swadaya Program sudah selesai.Pelatihan . karena nelayan yang berada di lokasi bukan penduduk setempat. Nama Upaya Jenis Kegiatan .Dana bergulir Bina Swadaya Tahun 19981999 Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Timur) Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya Selesai 5.Pelatihan Food Security and .Pendampingan .Pembentukan KSM .Sulit untuk mengakumulasi modal karena faktor budaya . Kamal Muara Jakarta Utara Village Social Safety Net in Cope with Economic Crisis .5 Bina Swadaya Tahun 19982003 Papua Masyarakat Lembah Masih berjalan Baliem .Dana Stimulan Bina Swadaya Tahun 19971999 Jawa Timur Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya 5.6 Bina Swadaya Tahun 19982001 Masyarakat Kamal DKI Jakarta (Jakara Utara: Muara Kelurahan Kamal Muara) Program ini sudah selesai namun ditingkat kelompok masih berjalan Masyarakat yang terlayani kebanyakan bukan nelayan. Bina Swadaya 5.7 . kabupaten/kot Masyarakat (KSM) tapi kredit mikro di setiap wilayah masih a berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pelatihan .Pelatihan . Waktu Tahun 19921998 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi 5. 5. Kec.Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 19992001 9 provinsi. Kaltim .

perempuan) DKI Jakarta (Cakung.Konsultasi .Advokasi LSM Anggota Formasi Indonesia Februari 2002 .8 Nama Upaya Development of Appropriate Waste Water Treatment for Small Scale Industry in Semanan.Monitoring dan evaluasi Tahun: -1996-1999 -2000-2002 .Pelatihan .Periode 1996-1999.TOT .Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 2003 sekarang Jabar (Bogor: Kelompok Usaha Mikro (utama Cileungsi).NTB Masih berjalan Kader fasilitator. West Jakarta Jenis Kegiatan .9 Proyek ASA .Jawa Timur .DKI Jakarta .2 Program Pengembangan “Kepemimpinan yang Transformatif” dalam Koperasi .Penggalangan tabungan . Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) 6.Kelompok Usaha Bersama (KUB) .Koperasi dampingan belum seluruhnya menerapkan konsep gender yang tercantum dalam manual Model kepemimpinan ini sangat tepat untuk mengembangkan koperasi yang berperspektif gender. hanya dapat menjaring 3 pilot project usaha koperasi karena ketatnya persyaratan pinjaman Program ini masih dianggap cukup strategis sebagai alternatif akses permodalan bagi koperasi/pra koperasi dengan persyaratan pengelolaan yang lebih profesional 6.Pelatihan .No.Pelatihan .Penyertaan Program FDF) modal/investasi . cabang ASA diberi target tertentu 6. 5.NTB Mitra dampingan anggota Formasi: .Manual Assesment .Sosialisasi .Koperasi/ pra koperasi . Johar Baru.Jawa Tengah .Sulit menyesuaikan manual “Kepemimpinan yang Transformatif" . pengurus/pelaksana koperasi pilot dan calon anggota Formasi . Selesai (dihentikan .Pembentukan kelompok .Monitoring dan evaluasi Pelaksana Waktu Tahun 1998 1999 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi DKI Jakarta Usaha kecil (Jakarta Barat) 5. Pademangan) Masih berjalan Kekurangan sumber dana yang Berpotensi menjangkau usaha murah mikro dalam jumlah banyak karena beroperasi di wilayah padat penduduk yang banyak terdapat usaha mikro dan secara kelembagaan. sejak awal tahun 2003) pengembalian dana tidak lancar akibat krisis moneter .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .JawaTengah .Pendampingan .Periode 2000-2002.Pemberian kredit Formasi (Koordinator Fund (FDF) .Jawa Barat .DKI Jakarta Januari 2005 ..1 Formasi Development .

formal dan sulit dijalankan.1 Proyek Pembangunan Mengkoordinir dan LP3ES.Adanya pemahaman dana BPRD hibah (tidak perlu dikembalikan) . Lembaga Penelitian.No.Pemberian dana penyertaan modal Tahun 19961998 Jawa Barat (Kabupaten Subang) Buruh tani perempuan Selesai.Bantuan teknis LP3ES.Dapat memperkuat dan mengembangkan orgarnisasi masyarakat.Sulit mengakomodasi kebutuhan peserta yang beragam menjadi kebutuhan umum . .Pendampingan Perempuan .Adanya internal konflik antara kepala desa dengan petugas UPKD. Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat .Buruh tani sangat sukar mengembangkan usaha .Luasnya wilayah Fasilitator Kec. 7. Budi Cakra Bengkulu teknis kepada (Bengkulu Regional Consultant Fasilitator Lapangan Development yang mendampingi Project/BRDP) masyarakat dalam program kredit mikro pedesaan 7. . Potensi . 2003 memberikan asistensi PT. . karena yang datang bukan pengambil keputusan .Manfaat pelatihan tidak efektif.2 Perluasan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) DKI Jakarta . Tahun 2002 DKI Jakarta (Jakarta Pusat) Masyarakat miskin di DKI Selesai Model ini bisa dikembangkan di propinsi lain 7.4 . namun di tingkat masyarakat masih berjalan .Kurangnya tenaga dampingan di lapangan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Analisis Usaha yang disiapkan sangat kaku.Dengan adanya fasilitas “Open Menu” dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada sesuai dengan kepentingan masyarakat itu sendiri. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Bengkulu (Kab.Sistim pencatatan di UPKD kurang terorganisir .Durasi Pelatihan terlalu pendek -Tingkat pendidikan peserta beragam 7.. individu atau kelompok masyarakat (Pokmas) miskin Status saat ini Masih berjalan Masalah . sehingga pembinaan dan kontrol kurang efektif . Bengkulu Utara.Pelatihan Meningkatkan LP3ES Pendapatan Buruh Tani ketrampilan berbisinis .Rendahnya pengembalian pinjaman.3 Pelatihan Manajemen Pemasaran bagi Pengusaha Mikro dan Sektor Informal di Jakarta Pelatihan LP3ES dan BKPAI Tahun 1997 DKI Jakarta Selesai 200 pengusaha mikro dan sektor informal yang sudah terdaftar di Pemda DKI .Pendampingan . Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan) Sasaran Keluarga. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Tahun 2002 7.

Adanya rush pada masa masa tertentu terutama menjelang hari raya . Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) 8. petani dan peternak .Pelatihan Primer.No.Pelatihan .Konsultasi . Karawang.Lembaga pelaksana perlu ekonomi masyarakat miskin pendamping perkotaan .Simpan pinjam 1995.Kurangnya kapasitas pendamping lapangan PPSW untuk mendampingi perempuan pengusaha .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan I.26 propinsi . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 8. Sukabumi) .Aturan main belum jelas lokal .Menanggulangi permasalahan .Keterbatasan kemampuan pemberdayaan ekonomi SDM pelaksana .Kredit .Organisasi dewan terikat Perda perempuan dan kemandirian masyarakat No 5/2000 . .Kelompok dampingan PPSW Masih berjalan .Desember Jakarta Barat .Disharmoni antara pengurus dan pengelola. Cianjur.Aturan main belum jelas . Koperasi . Kalbar (Pontianak). Riau (Rokan Hilir) . Jabar (Bogor.1 Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Kodya Jakarta Timur . Masyarakat miskin (KS/ Pra KS) dan korban banjir tahun 2002 Mei.Masih perlunya optimalisasi pendamping dan kader dalam pengembangan kewirausahaan BMT berpotensi menjadi koperasi karena asetnya banyak yang di atas 50 juta.Pelatihan Tamwil (BMT) . Banten (Pandeglang).Konsultasi .Terdapat kendala dalam mengembangkan sumber daya manusia baik di PPSW maupun di masyarakat (kelompok dan koperasi) . Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) 9. Koperasi PPSW . Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) 10.Fasilitas kerja kurang .Pendampingan .Lembaga tersebut bisa berkontribusi dalam memecahan permasalahan yang ada di wilayahnya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pendampingan . Bekasi.Desember 2002 Wilayah Jakarta Timur (Tahap I: 5 kelurahan Tahap II: 60 kelurahan) Sasaran Status saat ini Masih berjalan (rencananya akan dilanjutkan sampai tahun 2007) Masalah Potensi 8.1 Pemulihan Keberdayaan .Masyarakat akar rumput khususnya perempuan miskin dan berada dalam usia produktif .Monitoring PKM bersama LSM dan Tahun 1998sekarang KSM terpilih Seluruh Indonesia Masyarakat miskin Masih berjalan yang paling terkena dampak krisis (terutama perempuan dan anak-anak) Kapasitas pelaksana proyek di tingkat KSM/LSM masih relatif rendah.Masyarakat miskin 1998 (3 Kelurahan) (KS dan Pra KS) .Meningkatkan pemberdayaan .Pendampingan Sekunder Tahun 1986 sekarang DKI Jakarta.1 Baithul Maal Wat . .Membangun dan mengembangkan lembaga keuangan alternatif untuk perempuan .2 Community Base development dealing with Economic Crisis (CBEC) tahun 19982000 .Menata lingkungan Program sudah selesai tapi di tingkat masyarakat tidak diketahui Meningkatkan upaya .Pemberian dana Masyarakat (PKM) kepada LSM dan KSM .Lembaga tersebut dapat menjadi pressure group dalam menyuarakan kepentingan perempuan .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan Tahap I: MeiDesember 2001 Tahap II: Maret . Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) 11. Bahkan bisa menjadi BPR 11.Meningkatkan pemberdayan memadai . Pemilik usaha mikro/kecil/ menengah yang masih berjalan dan dapat menyerap tenaga kerja baru setempat II. beserta BMT Tahun sekarang dampingan Usaha kecil Masih berjalan (pedagang. Berpotensi membantu usaha pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan karena menggunakan pendekatan yang partisipatif. 10.Penanggung jawab pembinaan tidak jelas 9. PINBUK. pengrajin).Masyarakat di RW kumuh .Pendampingan .Simpan pinjam PPSW.Pelatihan .Fasilitas kerja kurang memadai masyarakat miskin perkotaan.1 Program Kredit Mikro .

Grace period dari lembaga keuangan sangat pendek .Pemberian pinjaman YDBP (Yayasan untuk usaha mikro modal kerja Dharma Bakti .Jawa Tengah (6 kabupaten) Sasaran Wanita pedesaan yang tergolong keluarga pra sejahtera dan memiliki usaha mikro Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 12. Klaten ) Jabar (Sukabumi.Belum ada lembaga yang melayani perempuan miskin. . . .Keterbatasan dana. . Karawang) . 14. Jepara) Selesai Pengrajin kecil pengolah kayu (dakon.Karyawan Pekerti .Yogyakarta . lapangan.Kaum perempuan lebih tegas dalam mengemukakan pendapatan.Meningkatkan usaha anggota.Pelatihan Mandiri) YMU bersama dampingan (Mitra Usaha Mandiri) Tahun 1998 sekarang Masih berjalan . pernik) .Simpan pinjam Koperti) .Pemberian pinjaman dampingan (Pengembangan modal tanpa bunga Produksi) Tahun 19971998 -Pengrajin sulit menerima teknologi baru bidang produksi -Ketidakmampuan pengrajin untuk mengukur kebutuhan dan kemampuannya. ukir.Bertambahnya anggota 14.Pelatihan 14. koperasi sekunder padahal masih harus mencicil modal yang dipinjam dari Pekerti . Rembang.3 Pelatihan Marketing Plan Pelatihan Pekerti Tahun 1999 Jawa Tengah Pengrajin kecil (Kab Pati dan anggota SIMPATI dan ASPERA Jepara) . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 1999 – sekarang Wilayah .Pengrajin kecil binaan .Dapat dikembangkan menjadi Ada anggota yang keluar.Jawa Barat Perempuan termiskin di wilayah (Bekasi.No.Tingkat bunga cukup tinggi.Banyaknya peminat di setiap lokasi. Indramayu. .Jawa Tengah (Pati.Jawa Barat . Subang.Pemberian kredit 13. Cirebon).Pengrajin mitra (menjual produknya ke Pekerti) Selesai 14.Jakarta .Jawa Barat (5 kabupaten) .Bertambahnya saingan karena perbankan mulai tertarik kredit mikro Berpotensi untuk berkembang dan mengembangkan usaha perempuan miskin dengan indikasi: .Jawa Tengah Masih berjalan .1 Product Development Pekerti dan pengrajin . Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) . khususnya dalam kegiatan kelompok 13.Terhentinya pembelian produk oleh Oxfam (tahun 2001) karena Oxfam mengalami kerugian Policy funding yang berubah ubah karena penggantian program officer Pelatihan dapat dilakukan dengan skala yang lebih kecil dan dengan mitra yang lain (namun sampai saat ini Pekerti belum mengupayakannya) Bertambahnya modal dan bertambahnya nasabah 14. .Pembinaan Parasahabat) kemandirian usaha Keterbatasan kapasitas petugas . produk rumah tangga) dan rotan (mebel.Pendampingan Bank (Mitra Usaha .Masih sedikit lembaga dana yang khusus mensupport LKM .Daya tampung dan dana pelatihan terbatas .1 Penyediaan modal kerja .4 Kredit Modal Kerja dan Investasi untuk Pengrajin Kecil Pemberian kredit Pekerti dan Koperti Tahun 2000sekarang Jawa Barat Pengrajin kecil di (Kab Cirebon) Cirebon Masih berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Jateng (Pati.2 Koperasi Pekerti (Kredit .1 Replikasi Grameen . Yayasan Mitra Usaha (YMU) .Meningkatkan kedudukan perempuan dalam keluarga. Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) 12.Pemberian kredit Pekerti (Koperti) Tahun 1999sekarang .

Pelatihan .Pembuatan website . Jabar (Cirebon).Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana.Pendampingan dan pembinaan . DKI Jakarta (Jakarta Utara) Banten (Kab/kota Tangerang Masyarakat kelurahan/desa yang memiliki kemauan untuk berusaha Program sudah selesai.Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana. Potensi Tersedianya ajang promosi kerajinan kecil melalui media elektronik dengan biaya murah dan mudah diakses oleh pembeli mancanegara .Pelatihan .Kemauan berusaha yang musiman . 15.5 Nama Upaya Pengembangan Masyarakat Pengrajin Marginal Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 2000 2001 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah . motivasi. Jateng ( Solo.Penyusunan strategic planning . .Pemberian modal kerja . Pekerti Jepara.Membantu pemasaran melalui pameran lokal .Realokasi dan Yayasan Permata Hati Tahun 1998 pengusahaan bekerja sama dengan legalitas lokasi kelompok sasaran . 14.Pasar yang tidak jelas .umbuhnya pengrajin pengrajin baru yang mandiri.korban PHK Program sudah selesai.Kurangnya tenaga pendamping .Workshop .Dapat menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar pengrajin sehingga mengurangi angka pengangguran 15. Berpotensi baik karena bantuan pemberdayaan diberikan dalam dalam bentuk hewan/barang (bukan uang) sesuai dengan jenis usaha mikro yang akan dilakukan 15. Yayasan Permata Hati 15.2 Jasa keuangan simpan pinjam syariah Simpan Pinjam Yayasan Permata Hati Tahun 1987 sekarang Pedagang kecil /mikro Masih berjalan Berpotensi dalam mengembangkan anggota binaan yang bukan pedagang sehingga bisa menjadi suplier/pemasok bagi para pedagang.Survey lapangan .Pedagang membutuhkan biaya yang besar untuk mempraktekan materi penyuluhan dan pelatihan Berpotensi untuk diarahkan pada pedagang produk pokok (sayuran dan kebutuhan dapur) serta sektor peternakan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pemberian kredit . .Krisis moneter mengakibatkan lambatnya perguliran dana .6 Program Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Perempuan Usaha Kecil (PPEPUK) Tahun 2002 2003 DKI Jakarta Masih berjalan Ibu rumah tangga dari keluarga miskin yang belum menjadi pelaku usaha namun mempunyai minat. dan potensi kuat menjadi pengrajin .Pemberian kredit Pekerti . tetapi sebagian dana masih bergulir di masyarakat . . karena mengira dana dari program JPS.Peningkatan kultur bisnis . namun masih terdapat kegiatan perguliran dana di masyarakat .dagangan tidak laku/ditipu. Pati) 14.Sulit mendapatkan legalitas dari Pemda .Kesulitan bahan baku sehingga terjadi perubahan usaha dalam waktu yang cepat .Pedagang kecil Banten (Tangerang:Ci sektor informal .Sosialisasi .Asistensi .Bantuan ternak itik dan ayam buras Pekerti Pengrajin kecil yang Selesai Jabar menjadi mitra kerja (Sukabumi).1 Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pemberian modal Yayasan Permata Hati Tahun 19972003 Banten (Kab/kota Tangerang).3 Realokasi Pedagang Kaki Lima Sektor Informal di Perkotaan .kelompok pondoh) masyarakat miskin .Pemanfaatan web site untuk pemasaran belum optimal.Tampilan web site belum optimal. karena mengira dana dari program JPS.No.Pengadaan tenda dan gerobak . Pengembalian pinjaman tidak lancar karena: .

Pelatihan bagi Development (SED) lokal Sequel Matching Grant Ketua kelompok simpan pinjam dan staf lokal LSM Tahun 1993 1998 6 propinsi. Kramat Senen. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pemberian pinjaman modal Pelaksana YPM Kesuma Multi Guna Waktu Mei 1999 sekarang Wilayah DKI Jakarta (Kemanggisan .Program akan dikembangkan pada kelompok simpan pinjam yang tidak dapat mengakses kredit BPR Keterbatasan dana petani sutera Propinsi lain berminat mendapatkan replikasi model (Lampung. DKI Jakarta Masih berjalan Tidak mudah mendapatkan LKM . Kamal Muara. Pasar Minggu. Pasar Minggu. Care International Indonesia 1. Sukabumi. memiliki usaha mikro.Meningkatkan peran ibu/wanita dalam keluarga. Majalengka.Pemberian kredit . Kramat Senen.Waktu pelatihan terlalu singkat .2 Pelatihan Dasar-dasar Pelatihan Koperasi dan Pembukuan Sederhana serta Managemen Usaha. ORNOP INTERNASIONAL 1.Menyediakan kredit CRS bersama mitra 2.terdapat anggota atau ketua kelompok yang kurang disiplin . dan Pasar Rebo) DKI Jakarta (Kemanggisan .Pengusaha mikro menjadi yang layak menjadi mitra berpotensi berhubungan dengan bank lain .Kurangnya kemauan anggota menerapkan materi pelatihan dalam praktek usaha mereka Potensi . yang terpilih) Banten.Berpotensi menjadi LKM mandiri 16.1 Small Enterprise . dan Pasar Rebo) Sasaran Status saat ini Masalah . dengan target utama perempuan Usaha mikro/kecil dapat menguasai dan menerapkan pembukuan sederhana. Kuningan) .Pemberian Kredit and Micro-Enterprises Development in Bandung Raya Project) Tahun 2002Care International Indonesia. 15 Masyarakat miskin Selesai kabupaten perempuan dan aktif secara ekonomi Kelompok simpan pinjam Sebagian besar LSM mitra berpotensi menjadi koperasi menganggap dana bantuan modal sebagai hibah sehingga tidak dikelola dengan baik dan menyebabkan menurunnya port folio  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Tasikmalaya.Petani sutera dan pengusaha mikro/kecil sutera .LKM Masih berjalan 2. Sulawesi Selatan) 1. dengan target utama perempuan 16.Kurangnya kemampuan administrasi pengurus . Kamal Muara.1 Kredit Mikro Anggota kelompok Masih berjalan YPM.Keterbatasan dana . YPM Kesuma Multi Guna Oktober – Nopember 2001 Anggota kelompok Selesai YPM.Pelatihan .No.1 Program Kredit Mikro .Pelatihan .Mampu mengembangkan usaha dan ekonomi keluarga .Adanya tunggakan pembayaran . Garut.Pendampingan Care International Indonesia Tahun 2003–2005 (Tahap I) Jawa Barat (4 Pengusaha mikro (nasabah dari LKM kabupaten). memiliki usaha mikro.2 Samba Project (The Silk . YPM Kesuma Multi Guna 16. Universitas 2004 Bandung Raya Jawa Barat (Kab Bandung. serta dapat memisahkan manajemen usaha dengan manajemen rumah tangga. Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia . .

satu LSM mitra (YSBS) mampu membiayai kegiatan secara swadaya .Memiliki upaya pengembangan masyarakat seperti pemberdayaan perempuan dan partisipasi masyarakat. . .Jawa. .Bantuan Teknik CRS dan PT.Proses pembentukan BPR memerlukan waktu yang panjang.Pelatihan tanpa Agunan (Kusuma) .masyarakat miskin pemilik usaha mikro di pedesaan.PT Ukabima baru beroperasi dan belum mampu berekspansi ke luar Jawa. Bali.5 Program Penguatan BPR (Monetization) . . lebih fleksibel dan biaya yang lebih murah.Membentuk BPR-BPR ditempat lain yang mempunyai visi mempromosikan keuangan mikro untuk masyarakat miskin.Bantuan modal berbentuk komoditi . 2. Ukabima Oktober 1999. Bali.Peraturan Bank Indonesia (kenaikan kapitalisas)i menghambat pembentukan BPR. Ukabima Tahun 19952000 Selesai . ACDI-VOCA Indonesia Oktober 2000.BPR di wilayah pelaksanaan proyek .Banyak program keuangan mikro dari pemerintah yang menetapkan bunga pinjaman lebih rendah . terutama perempuan 2. Potensi . dan September NTB 2003 BPR-BPR di bawah binaan Ukabima cukup mendapat bantuan tehnik. YSBS dan YCS Waktu Januari 1999September 2000 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah .Terdapat kesulitan pengembalian pinjaman kelompok pada putaran ketiga. .Penyediaan dana Proyek Village bantuan modal Banking/Kelompok Swadaya Wanita (KSW) . NTB 2.Jawa September 2003 Masih berjalan Perempuan yang mempunyai usaha produktif yang menjadi nasabah BPR mitra Ukabima. Sumatera.Peraturan BI tentang kenaikan kapitalisasi menghambat Program Kusuma sulit berkembang karena di lapangan banyak program yang memberikan pelayanan kredit tanpa agunan dengan jumlah yang besar. -Mismanagement menyebabkan kerugian dana yang cukup besar . Hal ini membuat BPR tersebut mempunyai ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi krisis finansial.Penyertaan modal untuk Masyarakat Miskin .Membangun koperasi simpan pinjam. Sikka) Jawa.Jabotabek. 2.Program ini mempunyai metode yang baik karena bisa mencapai orang miskin sekaligus memberi keuntungan.Masih lemahnya kemampuan LSM mitra -Terbatasnya kesempatan usaha di Kab. . yang mempunyai usaha mikro Banyumas. .2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana CRS.Pelaksanaannya terlambat karena sulit mendapatkan kesepakatan dan penentuan perencanaan akhir dari para pelaku proyek.3 Institutional Menyediakan dana Transformation for Scale pinjaman and Self-Sufficiency CRS dan PT.6 Program Kredit Khusus . Cilacap. Ukabima Oktober 2000 . Purbalingga) dan NTT (Kab.PT Ukabima dapat melayani lembaga keuangan mikro yang berkelanjutan untuk masyarakat miskin .4 Program Bantuan Koperasi (Cooperative Assistance Program) .Pendaftran BPR memerlukan proses yang sangat lama .Pelatihan dan bantuan teknik CRS.Pelatihan dan bantuan teknis bagi Ukabima dan PBR mitra BPR mitra Ukabima Masih berjalan CRS dan PT. 2001 Kota Surabaya dan Kota Makassar Selesai Pengusaha mikro yang menggunakan tepung gandum sebagai bahan dasar usahanya 2. .Ketika proyek ini berhenti. . Sikka. .Dana bantuan penyertaan modal untuk Ukabima yang akan dipinjamkan kepada BPR.Bantuan dana pelatihan Jawa Tengah Perempuan miskin (Kab.No.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

4 PPKD Proyek Warga Idem Upadaya 3.Pengurus kelompok dampingan Masih berjalan .1 PPKD Proyek Belitang Buay Madang Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 8 propinsi .1.CCF memiliki sumber dana yang stabil sebagai bantuan modal usaha keluarga dampingan Ornop mitra CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972000 Tahun 20022003 Tahun 1998.7 Nama Upaya Proyek Ulat Sutera Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Petani tidak mengikuti metode yang diberikan pada saat pelatihan sehingga usaha budidaya ulat sutera mengalami kegagalan.2 PPKD Proyek Rahayu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Masih berjalan Idem . 2000. .5 PPKD Proyek Lembaga Idem Dana Atmaja CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20022003 Tahun 19972000 Tahun 19972002 DKI Jakarta Idem (Jakarta Barat) Masih berjalan Idem Idem Jawa Barat Idem (Kota Bogor) Lampung (Kab Idem Lampung Tengah dan Lampung Selatan) Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . 2001 Idem Sumatera Selatan (Kab Ogan Komering Ulu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan Idem 3.1. 2.Supervisi dan evaluasi 3.Bantuan biaya pelatihan teknis .3 PPKD Proyek Tunas Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.1.Bantuan modal usaha .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.1 Peningkatan Pendapatan Keluarga pendamping/pekerja Dampingan (PPKD) sosial . Christian Children Fund Indonesia (CCF) .Pelatihan bagi 3.Idem + .Keluarga dampingan Ornop mitra yang dinilai siap mengembangkan usaha .Ornop mitra memiliki pekerja sosial yang mendampingi kelompok dalam membuat pembukuan/ administrasi usaha. Idem Potensi Juni 1999CRS dan YSBS Banyumas Sutera Alam September 2001 Jawa Tengah Petani ulat sutera (Banyumas) 3.CCF tidak memiliki tenaga khusus ahli R&D pengembangan usaha kecil .No.1.Usaha masih dipandang sebagai kegiatan sosial dan pembelajaran sehingga pengelolaannya seringkali kurang profesional atau kurang ekonomis.1. .

9 PPKD Proyek Megu Wiit Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1997 Tahun 20002003 Tahun 19982003 3.1.7 PPKD Proyek Kusa Bakti Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan Idem Idem 3.1.Idem + .1.1.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.Adanya bencana alam (hama belalang) yang sangat merugikan usaha peternakan dan pertanian .Idem + .1.11 PPKD Proyek Kawangu Idem Sejahtera CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem .1.Idem + .8 PPKD Proyek Mambait Jaya Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Idem Masih berjalan Idem . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19992001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3.Adanya mismanagement di tingkat Ornop .6 PPKD Proyek Santa Elizabeth 3.10 PPKD Proyek Temu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sikka) Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan .Sebagian besar masyarakat memprioritaskan kepentingan adat dari pada kegiatan peningkatan pendapatan Idem 3.No.Ornop mitra tidak memiliki jaringan pasar yang luas sehingga perkembangan usaha sangat dipengaruhi oleh kebutuhan dan daya beli masyarakat setempat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

Idem + .No.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.Idem + .15 PPKD Proyek Taloitan Anah Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1998 Tahun 20012003 Idem Masih berjalan .1.Lokasi warga dampingan terpencar di dusun-dusun terpencil sehingga menyulitkan pendampingan Idem idem 3.Idem + .1.1.19 PPKD Proyek Marsudi Siwi Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .12 PPKD Proyek Siwi Waluyo Jaya 3.18 PPKD Proyek Kinasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19992001 Tahun 1999.1. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Lampung (Kab Idem Lampung Tengah) Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .Keluarga dampingan memiliki lahan yang cukup yang dapat gagal karena hama belalang dimanfaatkan untuk usaha .Usaha pertanian dan peternakan banyak mengalami kegagalan karena serangan hama belalang dan kemarau panjang Idem 3.1.Kelompok tidak terbiasa dengan pembukuan dan administrasi Potensi .17 PPKD Proyek Bina Lestari 3. 2003 Tahun 19982002 Lampung (Kab Idem Tanggamus) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.Idem + .1.Usaha pertanian banyak yang .Idem + .1.13 PPKD Proyek Muri Mada Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Nusa Tenggara Timur (Kab Ende) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .Idem + .16 PPKD Proyek Dula Luri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha dari keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.1.Idem + .14 PPKD Proyek Ruku Ramba Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan 3. 2000.

Soegijapranata Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971998 Tahun 20002003 Tahun 19972003 Masih berjalan idem Idem Masih berjalan idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19982001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3. 2002 Tahun 19992003 Tahun 20012002 Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.1.1.20 PPKD Proyek Gelekat Lewo 3.1.Solidaritas warga/ kelompok masih rendah sehingga mereka tidak merasa perlu untuk menggulirkan dana kepada warga/kelompok lain Idem . 2000.27 PPKD Proyek Citra Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Ngada) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Klaten) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Magelang) Jawa Tengah Idem (Kota Semarang) Masih berjalan Idem Masih berjalan idem Idem Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.28 PPKD Proyek K.21 PPKD Proyek Masyarakat Sangup 3.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.1.Sebagian besar warga dampingan memiliki lahan yang cukup untuk usaha pertanian atau peternakan 3.K.1.Idem + .Kesadaran masyarakat bekerja sama dalam kelompok masih rendah. .1.22 PPKD Proyek Tunas Harapan Mandiri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Tahun 1997. 1998.1.25 PPKD Wesak Welan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20002003 3.23 PPKD Proyek Bina Mitra Idem Tulakadi Masih berjalan .1.No.1.Idem + .24 PPKD Proyek Tetus Manekat Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .26 Peningkatan Pendapatan Keluarga Dampingan Proyek Bhakti Kasih 3.Idem + .

1.CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem 3.Kepengurusan di tingkat kelompok kurang kuat sehingga pada saat Ornop mitra tidak mendampingi.1.33 PPKD Proyek Bina Pendidikan Idem Selesai Idem .1.1. beberapa usaha menjadi macet/tidak berkembang Idem Idem Masih berjalan Idem .Idem .37 PPKD Proyek Mino Martani Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 19971998 Tahun 20002003 Idem Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Selatan) Jawa Tengah Idem (Kab Banyumas) Masih berjalan Idem .32 PPKD Proyek Vincentius Idem Tahun 1998 Tahun 20002003 Tahun 19982002 Tahun 19982003 Tahun 19972000 Idem DKI Jakarta (Jakarta Selatan) Jawa Barat Idem (Kab Bogor) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem 3.Idem Yakkum CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20012003 Tahun 19972002 Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Barat) Jawa Tengah Idem (Kab Wonogiri dan Sukoharjo) Masih berjalan Idem Masih berjalan 3.1.1.1.36 PPKD Proyek Panti Nugeraha 3.38 PPKD Proyek Nak Suko Idem Nian 3.Idem .1.Ornop mitra/Proyek memiliki jaringan kerja yang kuat dengan Puskopdit Jawa Tengah Idem 3.Idem + .1.1.Idem .34 PPKD Proyek Kincir Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.39 PPKD Proyek Cai Kahirupan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 2002 Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No.31 PPKD Proyek Warga Idem Bahagia 3.35 PPKD Proyek Suko Siwi. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Banten (Kota Tangerang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .Keluarga dampingan sangat individualistis sehingga sulit diorganisir dalam kelompok usaha Idem Idem Potensi 3.29 PPKD Proyek Bina Kasih 3.30 PPKD Proyek Marga Sejahtera Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.1.

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 20012003

Wilayah
Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan

Masalah
Idem - Idem + - Ornop mitra dan warga dampingan belum memiliki keahlian dalam pemasaran hasil usaha. Idem - Idem + - Temperamen para pengungsi yang tidak stabil dan mudah diprovokasi

Potensi

3.1.40 PPKD Proyek Moris Diak

3.1.41 PPKD Proyek Karunia

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012003

Keluarga dampingan Masih berjalan Ornop mitra/Proyek Karunia, diprioritaskan pengungsi Timor Timur Idem Masih berjalan

3.1.42 PPKD Proyek Laran Luan

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Barat (Kab Kupang)

Idem

Idem

3.1.43 PPKD Proyek Fajar Kasih

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20002002

Idem

Masih berjalan

- Idem + - Adanya mismanagement

- Idem - CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem

3.1.44 PPKD Proyek Nek Matulun

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Timor Tengah Utara)

Masih berjalan

Idem 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 2003

Wilayah
Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Jawa Tengah Idem (Kab Semarang)

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan Idem

Masalah

Potensi
- Idem + - Sebagian besar warga dampingan memiliki halaman yang cukup untuk usaha Idem

3.1.45 PPKD Proyek Sinar Harapan

3.1.46 PPKD Proyek Sidomulyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

- Idem + - NGO mitra belum memiliki jaringan distribusi/pemarasan produk usaha kelompok (batako/paving) Idem

3.1.47 PPKD Proyek Anak Musi

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Sumatera Idem Selatan (Kota Palembang) Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah 75 orang pengurus (Kab Jepara) kelompok dampingan Ornop mitra Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang dan Kab Ogan Komering Ilir)

Masih berjalan

Idem

3.1.48 PPKD Proyek Sriwijaya Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

Idem

Idem

3.1.49 PPKD Proyek Ngudi Makmur

Bantuan modal usaha CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Selesai

Idem

Idem

3.1.50 PPKD Proyek Pansos Bodronoyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Selesai

Idem - Idem + - Usaha pertanian mengalami kegagalan sehingga petani sulit mengembalikan pinjaman - Mekanisme dana bergulir tidak sesuai dengan kebijakan CCF Pusat sehingga CCF Indonesia harus mencari sumber dana lain

4. Mercy Corps 4.1 Program Pengembangan Institusi Keuangan Mikro (MFIDP)

- Memberi dukungan dana kepada penyedia jasa MFI - Merumuskan kebijakan yang kondusif - Pemberian kredit mikro kepada usaha kecil

Mercy Corps bersama Tahun 1999 sekarang dengan Ornop lokal

8 Propinsi (Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Banten, DIY)

Masih berjalan Koperasi, LSM, BMT, credit union, institusi Apex, LKM, Penyedia jasa LKM, usaha kecil/mikro

- Sifat pendanaan (hibah) kurang efisien - Sulit untuk memenuhi kriteria sasaran - Perlu UU LKM untuk pengakuan keberadaan LKM - Perlu kebebasan untuk menetapkan kebijakan dan fleksibilitas dalam menjalin kerjasama dengan Bank.

Yayasan Paluma

Maret 2000September 2000

DKI Jakarta 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan

Pelaksana
Women in Social Solidarity of Indonesia (WISS) Youth Ending Hunger (YEH)

Waktu

Wilayah

Sasaran

Status saat ini

Masalah

Potensi

Maret 2000-Juli DKI Jakarta 2002 Mei 2000Desember 2000 Juni 2000Januari 2001 DKI Jakarta

Yayasan Pengembangan Masyarakat (YPM) Yayasan Bina Swadaya Mei 2000Bogor-Bekasi November 2002 Koperasi Pokmas Mei 2000 Teratai Agustus 2002 Yayasan Srikandi Sejati Oktober 2000Juni 2001 YPM Kesuma Multiguna April 2000-April 2002 Lembaga Mei November Pengembangan 2000 Masyarakat Indonesia Yayasan Ridho Mukti Februari 2002Farm Februari 2003 BMT Mardlotillah Maret 2002Juni 2003 Yayasan Pumma Agustus 2001Indonesia Agustus 2002 KSU BMT Muamalah November Pacitan 2001-Februari 2003 Kiat Bumi Mandiri November Ponorogo 2001November 2002 Agustus 2001Yayasan Sosial Bina Agustus 2002 Sejahtera (YSBS) Cilacap Februari 2002Yayasan Pengembangan Sumber Februari 2003 Daya Manusia

Jawa Barat

Jawa Barat (Kab BogorBekasi) Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta DKI Jakarta

Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Selatan Jawa Timur

Jawa Timur (Kab Ponorogo) Jawa Tengah (Kab Cilacap) DKI Jakarta

Lampung Yayasan Islam Miftahul September Huda (YASMIDA) 2001Desember 2002 Yayasan Bina Potensi Agustus 2001- Jawa Timur Masyarakat (YAPIM) Agustus 2002 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

Jawa Timur Mei 2002 Juli 2001-Juli DIY 2002 Jawa Tengah Juli 2001-Juli 2002 Jawa Tengah September 2001-Juni 2002 Mei 2001-Juli 2002 BMT Assalam Agustus 2001November 2002 Yayasan Pemerhati Maret 2000Sosial Indonesia (YPSI) Juli 2002 Suara Ibu Peduli Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta Desember 2000November 2001 Jawa Barat Pusat Pengembangan Desember Sumber Daya Manusia 2000Desember (PPSW) 2001 Alisa Khadijah / Sahabat Oktober 2000. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Citra Ummat Koperasi BMT “Binna Ummat” PUSKOPDIT “Bekatigade” PUSKOPDIT “Bekatigade” Social Analysis and Research Institute (SAR) Lembaga Pengembangan Usaha Kecil Yayasan Mitra Usaha Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Agustus 2002.No.Jawa Timur Agustus 2003 Oktober 2001.Jawa Barat Usaha Alisa (SUA) Agustus 2002 Yayasan Bina Sumber Daya Mitra (BISMI) Desember 2000Desember 2001 Agustus 2001April 2002 Agustus 2001Agustus 2002 Oktober 2001Agustus 2002 Mei 2001-Maret 2003 DKI Jakarta Yayasan Tirta Guna Yayasan Setia Kawan Mandiri (SEKAM) Yayasan Iqbal Abieza Mahardhika LSM Airmas Banten DKI Jakarta Jawa Barat DKI Jakarta  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

Jawa Timur Yayasan Pembinaan Pengembangan SDM & November Lingkungan (DIALOG) 2002 LPSP Juli 2001-Juli 2002 Yayasan Karya Mandiri September Indonesia (YKMI) 2001Desember 2002 Lembaga Penelitian Januari 2002UNDIP Januari 2003 Kelompok Tani Hutan Juli 2001-Juli Agrowilis 2002 Yayasan Bina Vitalis September Cabang Bengkulu 2001September 2002 Yayasan Cakrawala November Timur 2000-Agustus 2002 Koperasi Ngesti Rahayu Maret 2002Maret 2003 Yayasan PERAMU April 2002-April 2003 BMT Ibadurrahman Maret 2002Maret2003 Yayasan SkeMa Agustus 2002Agustus 2003 Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Tengah Bengkulu Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Desember YGAS 2000Desember 2001 Agustus 2001.No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Tiasa-Sumbangsih Nuansa Tasikmalaya (SNT) Wanita Islam Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember Jawa Barat 2000-Juni 2002 (Kab Tasikmalaya) Desember DKI Jakarta 2000-Juni 2001 Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Desember Jawa Barat 2000-Mei 2003 Yayasan Ar-Rufi Yayasan PUKAS DKI Jakarta BMT Imarotul Muslimin.

BDS) Banten) .Pelatihan lebih mudah dikurangi usaha diberikan kepada usaha kecil daripada mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .2 Januari 2003.Sulit untuk mengembangkan UKM dan penyedia Pelatihan masih jasa pengembangan berlanjut.No. Banten Jawa Barat Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta 4.Banten April 2001 Koperasi BMT Fajar Lampung BMT Baskara Lampung Jasa pengembangan Mercy Corps bersama Dimulai Tahun 4 provinsi Jasa Pengembangan usaha 2003 (Jawa Barat. tetapi subsidi BDS bagi usaha mikro . 2003 Jawa Timur. Development ServicesDKI Jakarta. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana KBMT Dana Ukhuwah Yayasan Setia Kawan Raharja (SEKAR) Yayasan Pekerti Koperasi Serba Usaha BMT Ar-Ridwan KSM Yekti Insan Sejahtera Koperasi BMT Fajar BMT Baskara Mercy Corps bersama ORNOP lokal Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Februari 2002.Jawa Barat Agustus 2004 Maret 2002DKI Jakarta Maret 2003 April 2003-April DKI Jakarta 2004 Mei 2003-Juli Jawa Barat 2004 Jawa Tengah Lampung Lampung Dimulai Tahun Jawa Barat. Usaha (Business LSM lokal Jawa Timur. DKI Jakarta.DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000.

No.Banten April 2001  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Waktu Wilayah Jawa Barat Jawa Barat Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta Januari 2003.

pameran. .Ada kesenjangan antara peminjam yang terdidik dengan yang kurang terdidik.Jumlah dana belum memenuhi semua permintaan Potensi sangat besar. Pemberdayaan UKM semakin meningkat karena meningkatnya alokasi pendanaan untuk kegiatan tersebut serta meningkatnya kesadaraan berbagai pihak terkait terhadap pengembangan UKM 2.Tingkat pengembalian yang tertunda .26 provinsi yang Usaha mikro (Micro Investment ) dengan pola bagi hasil sekarang terdapat Kantor Ventura cabang PT Bahana Artha Ventura 3.2003 Kelompok Perusahaan/Koperasi No. Mataram. Tahun 1992 8 propinsi di PT Astra Mitra – sekarang Jawa dan Ventura .Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . dan Batam Usaha kecil Masih berjalan (termasuk usaha mikro) dan menengah yang memiliki perijinan dan mempunyai produk berpotensi pasar . Koperasi Bina Masyarakat Mandiri 3.Lingkungan ekonomi makro yang cepat berubah.1 Pembiayaan Mikro Pembiayaan modal ventura PT Bahana Artha Tahun 1994.Seluruh sekarang Indonesia.Penyediaan program pelatihan. dan temu usaha .Pembinaan sumber daya manusia (SDM). . dan manajemen 1.Penyertaan modal untuk modal kerja dan investasi .Karakter SDM UKM (bermental pedagang bukan usahawan). Bandung. PT Astra International Tbk 1.1 Pelayanan Pemberian pinjaman modal Koperasi Bina Pinjaman untuk kerja Masyarakat Usaha Mikro Mandiri Masih berjalan .1 Modal Ventura .PT wilayah kerja Astra Lembaga International Tbk Pengembangan Bisnis (LPB)Astra: Jakarta. pendampingan. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1. Bhakti Astra prioritas 7 (YDBA) .Bantuan akses pada pembiayaan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil dan menengah yang berbadan hukum Status saat ini Masih berjalan Masalah Karakter usaha kecil dan menengah yang kurang transparan Potensi Perkembangan usaha dari UKM yang dibina relatif berhasil.PT Sumatera Astra International Tbk Yayasan Dharma Tahun 1980 . teknologi. PT Bahana Artha Ventura 2.Secara umum tidak ada masalah. karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil Oktober 1998 – sekarang 10 provinsi (24 wilayah) Usaha mikro anggota Masih berjalan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang telah dibina LPUM Terjadi peningkatan ekonomi usaha mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . .2 Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah . Yogyakarta. pasar. Tegal. Sidoarjo.

Lampung. Masih berjalan baik yang sudah memiliki usaha (usaha kecil/ mikro) maupun tidak dan tidak dibedakan lakilaki dan perempuan 4.Terbatasnya sumberdaya PT ISM Bogasari dibandingkan dengan jumlah mitra yang banyak dan tersebar .Penyediaan alat Di sembilan propinsi (seluruh Jawa.No.1 Program Kemitraan .Masih kurangnya wawasan bisnis dari perusahaan mitra Berpotensi utk mengembangkan usaha kecil.Pelatihan PT ISM Bogasari Tahun 1981 Usaha dengan . khususnya di sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat yang menjadi sasaran.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pembentukan koperasi dan paguyuban .1 Program .Pemberian pelatihan dan Pengembangan pembinaan Masyarakat (PPM) . sekaligus menjadikan sasaran sebagai teladan dan sumber pengetahuan bagi masyarakat lainnya. Indonesia (CPI) – sekarang khususnya sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Masih berjalan Usaha kecil dan menengah setempat yang memiliki kegiatan usaha (output ) yang sesuai dengan kebutuhan PT CPI Memberi kesempatan Masih kurangnya informasi tentang kondisi UKM setempat untuk dan potensi masyarakat bersaing dalam bisnis sekaligus mendorong keberlanjutan usahanya 5.Pemberian motivasi usaha . Sumatera Selatan Kalimantan Selatan) Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro). PT ISM Bogasari Flour Mills 5. dan koperasi yang bermitra karena pemberdayaannya dilakukan pada seluruh aspek usaha.Penyediaan informasi – sekarang Flour Mills Usaha Kecil dan .Dukungan keuangan Menengah . menengah dan koperasi yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT ISM Bogasari Flour Mills .Dukungan pemasaran .Pembentukan jaringan pasokan bahan baku .Bantuan sarana produksi Pelaksana Waktu Wilayah Provinsi Riau. menengah. Nama Upaya Jenis Kegiatan 4. PT Caltex Pacific PPM secara Indonesia (CPI) umum dimulai tahun 1950an – sekarang Masyarakat sekitar. PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) 4.2 Local Business Development (LBD) Pemberian paket kontrak usaha maksimal Rp 200 juta PT Caltex Pacific Tahun 2001 Provinsi Riau.Penyediaan konsultasi .

Pertamina 6. CV.Adanya tunggakan .Dana yang tersedia tidak dapat memenuhi semua permintaan Potensi .No.Keterbatasan SDM PUKK PT Pos .Memajukan usaha kecil (termasuk mikro) dan koperasi.Pemasaran dan promosi hasil produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil (termasuk usaha mikro) dan koperasi yang memenuhi persyaratan Status saat ini Masih berjalan Masalah .Keterbatasan dana .Pemberian pinjaman modal kerja dan investasi .Pemberian pelatihan Masih berjalan Usaha kecil yang berbadan usaha (Fa. . Nama Upaya 6.1 Pemberdayaan .Pemberian pinjaman PT Pos Indonesia Tahun 1993 .Pembayaran pinjaman tidak lancar .Pendidikan/pelatihan. dengan prioritas daerah sekitar operasi pertamina (23 lokasi) 7.Penyertaan mitra dalam pameran .Pemantauan perkembangan usaha .Meningkatkan penyerapan tenaga kerja. pengkajian/penelitian dan pemagangan . PUKK Tahun 1993 Seluruh .sekarang Indonesia. sehingga tidak perlu dikembalikan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Penyediaan studi banding . dan koperasi) atau perorangan (pengrajin atau industri rumah tangga).Alamat mitra tidak jelas atau pindah alamat tanpa pemberitahuan . . PT. Pertamina. PUKK sekarang Koperasi (PUKK) .Seluruh provinsi di Indonesia Usaha Kecil dan modal (Persero).Persepsi keliru dari masyarakat bahwa dana bersifat hibah dari pemerintah. PT Pos Indonesia (Persero) 7.1 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Jenis Kegiatan .Memperbaiki kegiatan usaha pengusaha kecil dan koperasi menjadi tangguh dan mandiri (dalam realisasi masih di bawah target Pertamina) .

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan jiwa entrepreneurship PT Pupuk Kaltim Tahun 1989 . Potensi . evaluasi dan pembinaan sangat tinggi karena binaan tersebar dan minimnya sarana prasarana transportasi. (sebelumnya bernama Biro PUKK)  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Komoditi mitra binaan berorientasi ekspor .Pemberian pinjaman dan Bina modal Lingkungan (PKBL) .No. Nama Upaya Jenis Kegiatan 8. .Bantuan pendidikan. PT Pupuk Kaltim Tbk 8.Tumpang tindih program untuk mitra binaan yang sama. .Seluruh provinsi Usaha kecil sekarang di Kalimantan (termasuk usaha Tbk Biro PKBL mikro) dan koperasi. Masalah .1 Program Kemitraan . pelatihan dan pemagangan.Terbentuknya sentra kerajinan .Biaya penagihan.Bantuan pemasaran produk dan pengembangan teknik produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan.Tunggakan cenderung meningkat .Terdapat produk baru yang berprospek dikembangkan .

No.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Karakter pengusaha yang tidak disiplin dalam penggunaan dana.Pemberian bantuan akses pasar 1980 – sekarang Seluruh Indonesia dengan pengembangan saat ini di 3 provinsi Masih berjalan Usaha kecil (termasuk mikro) dan menengah yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT Unilever Lemahnya kemauan mitra dalam mengembangkan bisnis Semakin banyak usaha kecil dan menengah yang terlibat dan tumbuh bersama dengan Unilever.Pelatihan .Pemberian kesempatan PT Unilever Development berusaha Indonesia . Potensi Berpotensi mengangkat pengusaha kecil menjadi pengusaha besar. . dan koperasi 10. PT Sucofindo 9.Penarikan pajak papan nama usaha mitra binaan yang ditujukan untuk menghindari tumpang tindih program dengan BUMN lain.1 Pembinaan Usaha . Tahun 1991 .1 Sustainable SME .Pemberian pinjaman dana PT Sucofindo Kecil dan Koperasi untuk modal kerja dan Unit PUKK (PUKK) investasi .19 provinsi sekarang Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro).Biaya operasional cukup tinggi dan sangat menyita waktu .Pemberian bantuan konsultasi manajemen melalui pelatihan dan pendampingan serta bantuan pemasaran dan promosi Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah .Pinjaman modal kerja dan investasi serta bantuan akses pada lembaga keuangan lain . PT Unilever Indonesia 10. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 9.

KPR-S.Melakukan pengkajian terhadap Pokmas BI. KPR-SS. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1. BTN dan PNM.14 provinsi sekarang BPR dan Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat (LPSM) .2 Pengembangan Hubungan Bank dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) . bank umum Tahun 1983.tidak ada lagi dana pendukung dari donor sehingga masing-masing bank Pelaksana melakukan kegiatan PHBK sendiri sendiri  ! Lembaga Penelitian SMERU. Potensi PHBK menurun setelah krisis.Mendorong fungsi LPSM pada pembinaan dan pelatihan . Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Dengan adanya UU No.Kelompok Pengusaha Mikro (KPM). Masih berjalan tetapi tanpa pembinaan dan bantuan teknis dari BI . Sekarang BI mengarahkan bank pada kegiatan PHBL. antara lain: KUT.2003 Kelompok Lembaga Perbankan No.Membentuk forum LPSM partisipan PHBK: ALTRABAKU .Pengikatan kerjasama dengan bank umum .Peta Penguatan Usaha Mikro dan Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .Meningkatkan kerjasama dengan BPR melalui pelatihan .Seluruh 1999 Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Golongan ekonomi Dihentikan lemah dan koperasi sejak tahun 1999 1. Desember 2003 .Meningkatkan efisiensi KSM .Krisis ekonomi menyebabkan banyak bank mengalami collaps dan tidak mampu lagi menyalurkan kredit sehingga program PHBK mengalami penurunan .Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) . Pengelolaan kredit eks KLBI yang masih ada diserahkan kepada BRI. yang berarti kredit program sudah tidak ada lagi.1 Kredit Program Penyediaan kredit melalui 17 Skim Kredit Program. BI tidak boleh lagi menyalurkan kredit. Potensi Potensinya tidak ada lagi.Memperluas jangkauan pelayanan bank kepada pengusaha mikro . Bank Indonesia (BI) 1. dan akan ditarik secara bertahap dalam jangka waktu 5 tahun sampai akhir tahun 2004. BI.Meningkatkan kerjasama dengan program lain . KKPA. bank umum.Kelompok Simpan Pinjam . Tahun1989. KKop. 23 Tahun 1999. BI hanya memberi pembinaan tanpa ikut terjun secara langsung sehingga potensinya juga sangat relatif.Membentuk satuan tugas National Task Force (NTF) . yaitu menjalin kemitraan dengan LKM.

Desember 2003 . sementara pembinaan yang bersifat non perbankan dan pemberian kredit program tidak ada lagi sehingga peran BI dalam PPUK tidak dapat lagi dilakukan secara penuh Potensi Potensinya kecil.Membentuk Tim Proyek Pengembangan Pengusaha Kecil (P3K) . yang ternyata peranannya justru semakin menurun. BPR dan LPSM Rakyat miskin dan Selesai mendekati miskin di pedesaan.3 Program Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Jenis Kegiatan Pelaksana .Penyediaan materi pembinaan . 23 Tahun 1999.Melakukan Counterpart Training kepada pejabat pemberi kredit .Membuat pola pinjaman untuk PKUKT .Pelatihan . serta bank sebagai pemberi kredit Masalah Setelah keluarnya UU No.Memperluas jaringan kepada Unit Pengembangan Usaha Kecil (UPUK) . karena setelah tahun 1999 PPUK dilebur kedalam PUKM. peran BI dibatasi hanya pada kebijakan kredit perbankan.Survei peluang usaha pada sub sektor tertentu (SPID) .Konsultasi .Identifikasi dan pembinaan Program Kemitraan Terpadu Waktu Wilayah Tahun 1978.15 provinsi BI: Unit 2001 Pelaksana Proyek (UPP).Melakukan Proyek Kemitraan Usaha Kecil Terpadu (PKUKT) . Hal ini akibat dibatasinya kewenangan BI.4 Proyek Kredit Mikro (PKM) .Pemberian kredit Tahun 1995.No. buruh tani dan kaum wanita Usaha kecil dan Masih berjalan masyarakat umum yang ingin melakukan usaha mikro Proyek berakhir dan dana harus dikembalikan ke BI Potensi terhadap upaya peningkatan ekonomi perempuan cukup besar karena sekitar setengah (49%) dari jumlah nasabah merupakan nasabah perempuan Memberi kemudahan bagi pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi dalam upaya mengakses kredit dan mengembangkan usaha 1. dan pemberian bantuan teknis perbankan.Pendampingan . pengembangan kelembagaan.Pelatihan staf BI dan bank perbankan/counterpart umum . Nama Upaya 1. 1. pengangguran.Seluruh sekarang Indonesia (dapat diakses melalui internet) Banyak usaha kecil/mikro tidak memiliki pengetahuan tentang komputer dan mampu mengakses informasi melalui internet  " Lembaga Penelitian SMERU. khususnya tuna wisma.10 provinsi 1999 Sasaran Status saat ini Usaha kecil dan Selesai usaha besar yang memiliki hubungan kemitraan.5 Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil (SIPUK) Penyediaan jaringan informasi dan database berbasis internet BI Tahun 1999.

Menjalin kerjasama dengan pihak lain.1 Swamitra .Modal dari pihak ketiga yang dapat disalurkan kepada Swamitra masih terbatas . keluarga miskin dan atau yang semula miskin. Koperasi dan sekarang 71 kabupaten Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Masih berjalan .Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  # Lembaga Penelitian SMERU.Keterbatasan dana .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Lembaga perbankan Status saat ini Masalah Masih berjalan Keterbatasan dana untuk kegiatan pelatihan dan penelitian Potensi Potensi baik karena banyak bank yang sekarang mulai tertarik memberikan pelayanan kredit mikro dan kecil 2. LKM. Nama Upaya 1. Desember 2003 .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . penelitian dan penyediaan sistem informasi Waktu Wilayah Tahun 1999.Mendapat award dalam Asian Banking Award 1999 2. yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap .No. seperti Pemda dan Kementerian Kelautan dan Perikanan .Infrastuktur yang tidak selalu tersedia di Swamitra .Menyediakan modal Tahun1998.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .Memberi bimbingan teknis dan sistem manajemen kepada Swamitra .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .19 provinsi. Bank Bukopin 2.2 Kredit Sudara Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001.Potensi sangat baik karena jaringan Swamitra semakin berkembang . Keluarga Sejahtera 1. BPR dan Koperasi) Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.Membentuk Swamitra yang Bank Bukopin merupakan kerjasama dengan koperasi untuk memberikan pelayanan jasa keuangan kepada usaha kecil dan mikro berupa .6 Pengembanan Usaha Kecil dan Mikro (PUKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan bantuan teknis BI pengembangan usaha kecil dan mikro kepada lembaga perbankan melalui pelatihan. khususnya perempuan.Jawa Tengah (Semarang) (Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra.

Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .Seluruh sekarang Indonesia Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera. TKI. LKM.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . KS-I. khususnya perempuan. Jawa Timur. keluarga miskin dan atau yang semula miskin. DIY.3 Kredit Sudara Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana Waktu Bank Bukopin Tahun 2001(Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra. Jawa Barat. Desember 2003 .Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . keluarga yang semula miskin.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  $ Lembaga Penelitian SMERU.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .11 provinsi.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada Potensi .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . 2002 16 kota/ kabupaten Kelompok UPPKS Selesai yang telah dibina dan direkomendasi oleh BKKBN untuk mendapatkan fasilitas Kukesra Mandiri . Banten).Keterbatasan dana .Keterbatasan dana . Nama Upaya Perluasan 2.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2.5 Kukesra Mandiri Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001.No. 7 kota/ kabupaten Sasaran Status saat ini Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera. Keluarga Sejahtera I.4 Kredit Pundi Penyediaan kredit modal kerja dan investasi Bank Bukopin Tahun 2001.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2. dan pemilik usaha kecil yang mempekerjakan keluarga miskin yang memiliki usaha produktif yang telah tumbuh dan sedang berkembang .Keterbatasan dana .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . BPR dan Koperasi) Wilayah 5 provinsi (Jawa Tengah. yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap Masalah .

Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil (dan mikro) Masih berjalan . Desember 2003 .Menganggap sumber dana dari pemerintah sebagai hibah .12 provinsi sekarang Masalah umum yang biasa Potensi sangat baik dan dihadapi nasabah yaitu upaya ini akan diperluas dalam pemenuhan ke Indonesia bagian Timur persyaratan perbankan. Masih berjalan .Pemerintah telah meng'create demand' untuk usaha kecil agar bisa berhubungan dengan bank 4.No.Seluruh sekarang Indonesia Petani.Persyaratan minimal untuk usaha kecil (misal KTP) tidak selalu bisa dipenuhi+I20 .Kredit Modal Kerja .Banyak koperasi atau dan koperasi dalam kelompok tani yang rangka pengadaan menunggak kredit program pangan sebelumnya .BUMN dibatasi untuk menjadi penjamin . karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil .2 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 2001.Masalah monitoring . Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak  % Lembaga Penelitian SMERU.Kredit Modal Kerja Kontraktor .Kredit Channeling Tahun 1998.1 Kredit Usaha Kecil Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri (KUK) dan modal kerja melalui: . meskipun kredit ini tidak mensyaratkan jaminan Hampir tidak ada masalah Potensi sangat baik dan karena gadai dilakukan upaya ini akan diperluas dengan jaminan barang ke Indonesia bagian Timur bergerak yang nilainya lebih besar 3. Bank Mandiri 4.Kredit Investasi .2 Program Gadai Kemitraan dengan Perum Pegadaian BCA dan Perum Pegadaian Maret 2002 .Potensi sangat besar. Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.DKI Jakarta sekarang Nasabah Perum Masih berjalan Pegadaian yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta 4.Monitoring kurang . Bank Central Asia (BCA) Penyediaan kredit modal 3. peternak.1 Program Kredit Peduli Usaha kerja Mikro BCA Pelaksana BCA dan BPR Waktu Wilayah Sasaran Pengusaha mikro dan kecil yang membutuhkan kredit modal kerja maksimal Rp 10 juta Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi Maret 2002 .Masalah jaminan dan penjaminan .

No.Pergantian pengurus/masalah intern koperasi .Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil dan mikro yang masih lemah dan perlu pembinaan Masih berjalan .4 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 1989. sehingga banyak yang memanfaatkan untuk keperluan di luar target program Potensi kurang karena jumlah dana terbatas dan kredit berbunga lunak tidak mendidik  & Lembaga Penelitian SMERU.Masalah pemenuhan persyaratan dan jaminan .Dana terbatas karena tergantung pada penyisihan laba bank . Potensi Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak 4.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Anggota koperasi primer yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta.3 Kredit kepada Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Waktu Wilayah Tahun 1998. Desember 2003 . Status saat ini Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Masalah . .Nasabah sering tidak menerima perbedaan tingkat suku bunga.Dana terbatas sedangkan permintaan tinggi.Kredit murah. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri 4.

Keterbatasan akses memperoleh kredit bank .sekarang ULM di BNI Cabang) Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .1 Kredit Mikro Penyediaan kredit investasi BNI (Unit Tahun 2001dan modal kerja Layanan Mikro. seperti KTP dan agunan Potensi Potensi besar karena . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 5.Pengembangan pendekatan kepada nasabah dengan konsep mikro . administrasi. sebaiknya diarahkan kepada kredit mikro atau KUK 5. yaitu ULM dianggap sebagai Kantor Cabang/Capem . Desember 2003 .Masih besarnya tunggakan kredit sebelumnya .Masalah pemenuhan kelengkapan persyaratan kredit. tidak mendidik dan terlalu birokratis. Bank Negara Indonesia (BNI) 5. jangkauan pasar.Jumlah usaha mikro lebih besar dibanding usaha menengah dan besar .Seluruh sekarang Indonesia Koperasi dan LSM Masih berjalan yang memiliki usaha . dan legalitas usaha) . jangkauan pasar.Masalah kelayakan usaha dari usaha mikro (lemahnya permodalan. administrasi. legalitas dan agunan) .Menetapkan batas rayon pembinaan usaha mikro. sebaiknya tidak dilanjutkan  ' Lembaga Penelitian SMERU.Masalah kelayakan usaha koperasi (lemahnya permodalan.Aksesibilitas pembukaan ULM yang terbentur kebijakan BI.3 Kredit kepada Penyediaan kredit investasi BNI Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 1998.Lemahnya permodalan. dengan menggunakan orang setempat Seluruh Masyarakat kecil Indonesia yang memiliki (melalui 151 usaha ULM di Kantor Cabang BNI) 5.Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi primer Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran. legalitas dan agunan dari koperasi Skim kredit program dinilai sudah tidak tepat lagi.No. jangkauan pasar. administrasi.2 Kredit kepada Koperasi (Kkop) Penyediaan kredit BNI (sistem channeling ) Tahun 1998.

4 Kukesra Mandiri Jenis Kegiatan Penyediaan kredit Pelaksana BNI (sistem channeling ) Waktu Wilayah Tahun 2001.Multifinance Tahun 2000.Sulit menerima perubahan (misal. Nama Upaya 5. kebanyakan bergerak di sektor agrobisnis Mayoritas End user terdiri More promising than corporate banking dari petani dan peternak yang: .BPR .Tanda tangan sering berubah atau tidak sesuai dengan kartu identitas (KTP) 6.KKPA TKI Tahun 2000.Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran.2 Kerjasama dengan Penyediaan kredit investasi Bank Niaga Lembaga dan modal kerja (Desk UKM) Keuangan : .Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA-Umum) .Terlalu birokratis .Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif.Pembinaan dari BKKBN terhadap kelompok UPPKS kurang Potensi . bergerak di sektor perdagangan Relatif tidak ada masalah Sangat berpotensi untuk dikembangkan ! Lembaga Penelitian SMERU.Jawa dan sekarang Sulawesi Selatan (di Cabang tertentu ) Sasaran Status saat ini Kelompok UPPKS Masih berjalan (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Masalah . Bank Niaga 6. sebaiknya tidak dilanjutkan .Kredit Ketahanan Pangan (KKP) .Seluruh sekarang Indonesia Nasabah BPR Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif. bersifat massal dan seragam.Memberdayakan ekonomi perempuan karena peserta program ini umumnya perempuan 6. bersifat massal dan seragam. Desember 2003 .1 Kredit Program : Penyediaan kredit investasi Bank Niaga dan modal kerja (Desk UKM) . tingkat bunga atau biaya administrasi) .No.

Seluruh sekarang Indonesia Seluruh anggota masyarakat pedesaan Masih berjalan Tergantung dari tersedianya infrastruktur wilayah. seperti jalan.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini Masalah Pengusaha kecil Masih berjalan Relatif tidak ada masalah dengan kegiatan usaha produktif.Seluruh sekarang Indonesia Masih berjalan Masyarakat pedesaan.Kupedes Modal Kerja . sarana kendaraan umum Potensi terhadap penguatan usaha mikro sangat besar karena hampir semua dana yang disalurkan Kupedes berasal dari Simpedes ! Lembaga Penelitian SMERU.Berpotensi menguatkan usaha mikro karena 80% nasabah adalah usaha mikro . bergerak di sektor perdagangan Potensi Sangat berpotensi untuk dikembangkan 7. sarana kendaraan umum .No.1 Kredit Umum Pedesaan .Tergantung pada ketersediaan infrastruktur wilayah.3 Program Bank Niaga Kemitraan dengan kerja untuk usaha komersial (Desk UKM) / perdagangan cara : -Commercial Forward Linkage -Commercial Backward Linkage Waktu Wilayah Tahun 2000. usaha rumah tangga dan golbertap yang memerlukan tambahan pembiayaan sampai dengan Rp 50 juta.Karakter sebagian anggota masyarakat kurang baik . pasar.Berpotensi meningkatkan ekonomi perempuan karena 30-45% nasabah adalah perempuan.2 Simpanan Pedesaan (Simpedes) Memobilisasi dana BRI ( BRI Unit) masyarakat lewat Simpedes Tahun 1984. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit modal 6. 7. Desember 2003 .Kupedes Investasi (Kupedes) . BRI merencanakan membuka 100 unit baru per tahun . meliputi: pengusaha kecil. seperti jalan.Kupedes Golongan Berpenghasilan Tetap (Golbertap) BRI (BRI Unit) Tahun 1984. bersifat massal dan seragam. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Penyediaan kredit melalui: 7. .Potensinya sangat baik. pasar.

Tingkat pengembalian kredit sangat baik dan memenuhi kelayakan bank . 1998-2005) Potensi sangat baik: .Mengembangkan (P4K) ketrampilan untuk meningkatkan pendapatan serta identifikasi peluang usaha.Memberi contoh empirik bagaimana membangun sistem dan mekanisme partisipatif dalam penanggulangan kemiskinan di pedesaan ! Lembaga Penelitian SMERU.No.4 Kredit Candak Kulak .Menyediakan akses pada fasilitas tabungan dan kredit . Masalah Kelayakan usaha dari usaha kecil maupun perusahaan yang menjadi mitra Potensi -Adanya dukungan pemerintah untuk lebih mengembangkan UKM.Pemberian bantuan permodalan terbentur aturan tentang kehatihatian bank. pelatihan dan dukungan sesuai perkembangan kelompok Fase I : 1979-1985 Fase II: 1989-1998 Fase III: 1998-2005 12 provinsi. 122 kabupaten .) Tahun 1897. 7.5 Proyek BRI bawah garis kemiskinan Peningkatan Pendapatan Petani.Kredit macet karena pengaruh program pemerintah yang bersifat hibah . Nama Upaya 7.Membantu kelompok swadaya menyusun rencana usaha .Mendorong keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan dengan kekuatan sendiri .Membantu pembentukan kelompok swadaya (KPK) nelayan Kecil .. -Jumlah UKM di Indonesia yang semakin bertambah banyak.Diperkirakan sekitar 6070% peminjam adalah kaum perempuan . tetapi terbentuk masalah legalitas . Desember 2003 .Banyak daerah meminta didirikan BKD.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini UKM yang Masih berjalan mempunyai hubungan bisnis dengan mitra BRI (pengusaha besar) yang memerlukan tambahan modal kerja s/d Rp 500 juta.Menerima simpanan (BKD) berupa simpanan wajib dan simpanan sukarela/ tabanas Bank Kredit Desa (BKD.Legalitas usaha dari memiliki usaha lembaga belum jelas . Keluarga miskin di Masih berjalan pedesaan (P4K Tahap III.Jawa dan sekarang Madura Masyarakat kecil di Masih berjalan .3 Kredit Mitra Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana BRI Waktu Wilayah Tahun 2002.Identifikasi penduduk di 7.Mnyediakan kredit untuk BRI dan Bank usaha produktif Kredit Desa .Menyediakan bimbingan.Kurangnya modal pedesaan yang . khususnya bagi kaum perempuan .

No. Nama Upaya 7.6 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP)

Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja dan investasi

Pelaksana BRI

Waktu Wilayah Tahun 2001- Seluruh sekarang Indonesia

Sasaran Status saat ini Petani, peternak, Masih berjalan dan koperasi dalam rangka pengadaan pangan

Masalah - Banyak kelompok tani dan koperasi masih menunggak kredit program sebelumnya - Masalah monitoring. - Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.

Potensi - Potensi besar karena sebagian besar penduduk adalah petani. - Pengembangan melalui pola kemitraan dan konvensional kepada nasabah potensial.

7.7 Pembinaan Usaha - Pemberian bantuan kredit Kecil dan Koperasi modal kerja. (PUKK) - Pembinaan usaha (manajerial, produksi, pemasaran). - Pelatihan, pemasaran kepada UKMK

BRI

Tahun 1996- Seluruh sekarang Indonesia

Golongan ekonomi Masih berjalan lemah khususnya usaha mikro yang belum mampu mengakses kredit perbankan

- Prospek usaha dari mitra binaan (kelayakan usaha) - BUMN yang membina terkonsentrasi di wilayah binaan yang sama

Potensi terbatas karena tergantung alokasi keuntungan yang diperoleh 

!!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat tahun 1997-2003 Kelompok Lembaga Internasional
No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. Asian Development Bank (ADB) - Identifikasi kelompok target 1.1 Proyek ADB dan BRI - Membantu pembentukan self-help Peningkatan Pendapatan Petani group (SHG) - Penyediaan pendidikan dan Nelayan Kecil pelatihan (P4K) / Rural Income Generating - Membantu SHG memformulasikan dan mempresentasikan rencana Project (RIGP) usaha Phase III - Menyediakan akses ke fasilitas tabungan dan kredit - Menyediakan ongoing advice , pelatihan dan dukungan sejalan 1.2 Technical Assistance for the Rural Income Generation Project Phase III / TA 2634 - Memobilisasi pembentukan dan perkuatan SHG - Mendorong mobilisasi tabungan anggota SHG. - Menyediakan dukungan keuangan dan kelembagaan untuk kegiatan penciptaan pendapatan. - Memperkuat perantara informal untuk melengkapi lembaga keuangan formal dalam memenuhi kebutuhan kredit masyarakat berpenghasilan rendah dan peminjam tanpa agunan di daerah terpencil. - Memberikan kredit - Memperkuat lembaga keuangan - Memperkuat NGO - Memperkuat kemampuan BI dalam implementasi dan monitoring - Pelatihan - Konsultasi ADB dan Departemen Pertanian Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi

12 provinsi, 122 Masyarakat yang Tahap III: kabupaten tinggal di bawah Juli 1998garis kemiskinan. September 2005 (Tahap I: 1979 - 1985; Tahap II: 19891998)

15 propinsi Tahun 1997/1998 (selama 4.5 bulan, sebelum pelaksanaan P4K tahap III)

Kelompok miskin, Selesai dengan prioritas di desa IDT.

1.3

Micro Credit Program (MCP) –Program Kredit Mikro (PKM)

21 Juli 199515 propinsi ADB, Bank Indonesia, BPD, Desember 2001 BPR, NGO dan LDKP (Lembaga Dana Kredit Pedesaan)

Penduduk miskin terutama perempuan, di desa non-IDT dan tidak memiliki akses pada lembaga kredit

Di tingkat pusat program sudah selesai, tetapi di daerah masih berjalan

-Tingkat suku bunga yang tinggi menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi BPR untuk mengambil kredit - Kriteria peserta LKM terlalu sederhana sehingga memperbesar resiko dalam penyaluran dana 

!"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. Nama Upaya 1.4 Community Empowerement for Rural Development Project (CERD)

Jenis Kegiatan - Pemberian modal - Pelatihan - Pemasaran - Mengembangkan institusi keuangan pedesaan - Monitoring program - Pemberian modal (kredit mikro) - Pembangunan infrastruktur pedesaan - Kajian kebijakan

Pelaksana Waktu Tahun1999 ADB dan Depdagri, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Wilayah 6 provinsi

Sasaran - Keluarga miskin (khususnya perempuan) - Usaha mikro - Usaha kecil 750 desa miskin

Status saat ini Masih berjalan

Masalah

Potensi

1.5

Technical Assisstance to The Republic of Indonesia for Preparing The Development of Rural Urban Linkage Project / TA 3088 INO ADB SME Development Technical Assistance No. 3417 – INO

Mei 19996 provinsi di ADB dan Depdagri, Dirjen November 1999 Indonesia Timur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Selesai

1.6

- Penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator usaha - Peningkatan efisiensi pasar Business Development Service (BDS) - Peningkatan akses usaha kecil ke kredit komersial

Februari 2001ADB-TA, 2004 Consortium of GFA Management dan Swisscontact Services for Asian Development Bank

Sulsel (Parepare, Bulukumba), Jateng (Pati, Sragen)

- Pemerintah - Penyedia BDS - UKM

Sebagian kegiatan masih berjalan

2. The Asia Foundation 2.1 Konferensi - Konferensi/rapat bidang Nasional (KONAS) - Pameran III - Temu bisnis

The Asia Foundation, Forum Daerah (Forda) UKM Yogyakarta, Swisscontact, Mitra Ventura Indonesia

29-30 Agustus 2000

Yogyakarta

- LSM yang tertarik Selesai pada advokasi usaha; - UKM anggota Forum Daerah 

!#

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Nama Upaya 2.Juli 1999-Juni 2000 Juli 1997-Juni 1998 NTB . CESS.Masyarakat setempat Selesai.1 Community .Penyediaan dana bergulir AusAID dan Yayasan Pengembangan Usaha Mandiri -Juli 1997-Juni NTB (Kab Dompu) 1998 . Kupang (Kab Oenesu) Kelompok perempuan 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Pelatihan dan alih pengetahuan 3. Australian Agency for International Development (AusAID) .3 Women Income -Pendirian pusat pengembangbiakan Generation through bebek Duck Breeding .Kelompok nelayan Tenggara (Kab . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan AusAID dan Fatayat NU .Kebijakan advokasi 2.Penyediaan modal Management for Income Generation Juli 1997-Juni AusAID danYayasan Bina 1998 Mandiri NTT.Industri rumah tangga 3.4 Juli 1997-Juni AusAID dan 1998 Lembaga Bina Sakti Masyarakat (LEBBMAS) Sulawesi .Penyediaan dana bergulir dalam bentuk paket bebek. Local Resources .LSM .Pembentukan kelompok petani Development .Workshop Regional .Survey . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Pedagang kecil .3 Surveys of Barriers on Trade / Investment in West Kalimantan and Border near Serawak .Penyediaan dana bergulir dalam Program through bentuk koloni lebah Bee-Raising Activities 3.No. Forum Daerah Kalbar Wilayah Jawa Tengah ( Kota Semarang. Desember 2003 . Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) 2000-2001 The Asia Foundation.Survey .Kelompok Kendari) perempuan peternak bebek !$ Lembaga Penelitian SMERU.Seminar . Center for Agricultural Policy Studies (CAPS).Seminar . Kabupaten Salatiga) Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi Kalimantan Barat.Kebijakan advokasi Pelaksana Waktu 2000-2001 The Asia Foundation.2 Empowerment for Small Trader and Home Industry Activities -Pelatihan pengelolaan usaha .Workshop Regional . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. Perbatasan Serawak Selesai 3.2 Surveys of Barriers on Trade / Investment in Central Java Jenis Kegiatan .

Yogyakarta Jawa 1100 rumah tangga Selesai 3.Penyediaan modal .Pelatihan . .7 Pengembangbiakan kambing dan Women bebek Empowerment through Productive Economy in Rinti Village Income Generation Pelatihan pemanfaatan kepompong liar dan sisa kulit ikan and Productive Employment Creation Silk Worm Farming Pelatihan bagi peternak ulat sutera in Banyumas AusAID dan Yayasan Citra Desa Juli 1998-Juni 1999 Aceh (Desa Rinti) Perempuan korban Selesai operasi DOM 3.6 Home Industry Development for Production of Coconut Oil .LSM .5 Income Generation -Pelatihan pengelolaan dana bergulir for Women and -Penyediaan modal Family in Kendari Pelaksana Waktu Juli 1997-Juni AusAID dan1998 Yayasan Pendidikan Muslimat NU.9 AusAID dan Yayasan Sosial Bina Sejahtera AusAID dan Yayasan Karya Mandiri Juli 1998-Juni 1999 Jawa Tengah (Kab Banyumas) Jawa Timur (Kab Pacitan) Peternak ulat sutera Selesai 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Masalah Potensi 3.8 Juli 1998-Juni AusAID dan 1999 Yayasan Dian Desa.11 Community-Based Pelatihan dalam mengembangkan Agribusiness kegiatan agribisnis Development AusAID dan Yayasan Pakta Juli 1999-Juni 2000 NTT (Kab Sumba Barat) .Bantuan peralatan Sulawesi Kelompok Tenggara (Kab perempuan Kendari) Selesai 3.Masyarakat Selesai !% Lembaga Penelitian SMERU.No. Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.Bina Bakti Perempuan Pusat AusAID dan Yayasan Hijau Sejahtera Juli 1997-Juni 1998 Wilayah Sasaran Sulawesi Kader kelompok Tenggara (Kab Kendari) Status saat ini Selesai.1 Women Capability Strengthening through Small Scale Economic Acivity Juli 1998-Juni 1999 Perempuan 3. Desember 2003 .

Pelatihan teknik pertanian AusAID dan .13 Strengthening Basic Economic Structure to Alleviate Poverty Jenis Kegiatan Pelaksana .12 Improvement of Hand Woven Production 3. LSM lokal Sumba Barat. NTT .19 Goat Breeding Jawa Timur Peternak kambing Selesai 4.15 Income Generating Penyediaan kredit mikro secara bergulir. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.No.16 Sustainable Budidaya tanaman murbai dan Income Generating pengembangbiakan ulat sutra Juli 2001-Juni 2002 Maumere. tetapi di kota Jakarta Barat tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai 3. . AusAID dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Kesuma AusAID dan Yayasan Dian Desa Juli 1999-Juni 2000 Jakarta Barat Masyarakat miskin Selesai. Ujung Pandang Selesai.Pengembangbiakan ternak dengan Yayasan Ayo sistem bergulir Indonesia Juli 1999-Juni 2000 NTT Petani 3. Desember 2003 .18 Juli 2001-Juni -Penyediaan peralatan AusAID dan 2002 .Jayapura.Peternak 3.Petani .17 Bantuan sarana Development of Wamena Office as Micro Credit Institution Economic Improvement forTraditional Fishermen AusAID dan Bina Juli 2001-Juni 2002 Swadaya .Pembentukan skema simpan pinjam Yayasan Tunas bagi industri tenunan tangan Jaya Penyediaan modal awal bagi usaha kecil AusAID dan Yayasan Duta Bina Bhuana Waktu Juli 1999-Juni 2000 Wilayah NTT (Kab Ruteng) Sasaran Pengrajin tenunan tangan Status saat ini Selesai Masalah Potensi Juli 1999-Juni 2000 Kupang.Papua LKM Selesai 3.Jayawijaya .14 Integrated Agriculture . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan 3. Bank Dunia !& Lembaga Penelitian SMERU.Pelatihan AusAID dan . Nama Upaya 3.Penyediaan bantuan teknis termasuk Lembaga pemasaran Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Perbaikan pengembangbiakan ternak AusAID dan kambing Yayasan Sambangdiri Juli 2001-Juni 2002 Sulawesi Utara Nelayan tradisional Selesai (Kota Manado) 3.

Pembinaan di tingkat pokmas belum optimal .peternak .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .Pengembalian pinjaman tersendat. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat.dll Selesai .pemberian bantuan tekhnis dan strategi pemasaran Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun1996September 2003 Selesai .No. Wilayah 22 propinsi Sasaran Status saat ini Penduduk miskin di Masih berjalan kecamatan dengan jumlah desa tertinggal serta jumlah penduduk miskin yang relatif banyak Masalah . Desember 2003 .1 Kecamatan Development Project (KDP) / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan .2 Sulawesi Agriculture Area Development Project (SAADP) .Kurangnya komitmen Pemda dalam memberdayakan masyarakat Potensi 4. !' Lembaga Penelitian SMERU.Pengembalian pinjaman kurang lancar .Kondisi UPKD di lapangan masih rapuh .penggaduhan ternak .pembangunan prasarana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun 19992003 2 provinsi: Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara (seluruh kabupaten) 2 provinsi: NTT dan NTB (seluruh kabupaten) . 4. Nama Upaya 4.pemberian akses informasi .dll .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedagang kecil.pemberian pinjaman modal kerja .Rendahnya serapan dana karena sering terjadi pergantian LSM pendamping Program ini cukup diminati masyarakat setempat karena suku bunga yang dianggap ringan.pengrajin.pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.Pengembalian pinjaman tersendat. terutama dari petani Potensi program ini cukup besar dalam membantu kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.Terjadi penyalahgunaan uang pinjaman .pengembangan usaha ekonomi produktif .Mekanisme kurang transparan . terutama dari petani .peternak . yaitu 15% per tahun.Penyediaan modal usaha produktif .3 Nusa Tenggara Agriculture Area Development Project (NTAADP) . pengrajin. serta tidak mensyaratkan agunan.Pembangunan sarana penunjang perekonomian desa Pelaksana Waktu Bank Dunia dan Tahun 1998Depdagri.analisa kemiskinan .petani .petani . Ditjen 2006 PMD.pengembangan sistem usaha tani .anggota kelompok IDT (Pokmas): masyarakat miskin dan termiskin .

Desember 2003 .analisa kemiskinan Project .Pelatihan .konsultasi .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin . 2002-2005 Evangelische Zentralstelle fuer Entwicklungshilfe E. Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.pelatihan .Analisa keuangan .bantuan teknis .Bantuan sarana . kertas dan logam Usaha kecil dan menengah Masih berjalan 5.2 Community Based . FNS dan PUPUK Juni 2004 Pengusaha mikro Masih berjalan dan kecil khususnya yang bergerak di 4 sektor yaitu: agrobisnis.Jawa Timur (2 kabupaten) .pemberian pinjaman modal kerja Development .Penyediaan dukungan pasar Economic . ILO " Lembaga Penelitian SMERU.Menghubungkan pengusaha kecil.No.4 Bengkulu Regional .membuat model usaha kecil .seminar.Penyaluran dana bergulir . The European Union 5.1 Small and Micro Scale Enterprise Development in West Java . pengrajin.pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.Bali (6 kabupaten) Usaha mikro.Fasilitasi pertemuan antar pengusaha kecil .peternak .Monitoring .pemberian bantuan teknis dan strategi pemasaran -pembangunan infrastruktur pedesaan Pelaksana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Waktu Tahun 19982004 Wilayah Bengkulu (Seluruh kabupaten kecuali Kota Bengkulu) Sasaran .2001 Yayasan Daya Pertiwi (Jawa Timur) .Oktober NCOS (Belgium).menghubungkan pengusaha mikro-kecil dengan bank . 1998.petani .Penelitian Development . kecil Selesai dan menengah 6. menengah dan besar . penelitian .Seminar Small Scale Enterprise Development . tekstil.pelayanan informasi .3 European Union.konsultasi European Union Desember 1998-Jawa Barat (3 kecamatan) .pelatihan manajemen dan tekhnik produksi .pemberian akses informasi .dll Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 5.mendirikan pusat pengembangan dan kegiatan pendukung UKM di Indonesia Timur European Union.V dan Yayasan Daya Pertiwi Timor Barat dan Bali 5.

Jabar.Keberlangsungan proyek kurang terjamin karena keterbatasan pengetahuan NGO mitra dan kemampuan penerima manfaat .Perempuan miskin Selesai kepala rumah tangga .Penyaluran dana bergulir .Membentuk Forum Daerah .Memfasilitasi dialog kebijakan . Labuhan Batu dan Simalungun) Penyedia BDS di 5 provinsi: Jakarta.Penelitian dan dokumentasi . Sulawesi Selatan Beberapa daerah di Indonesia Melalui program ini diharapkan jermal akan terbebas dari pekerja anak pada akhir fase kedua tahun 2004 7.Penelitian . Swisscontact 7. Sulawesi Tengah.Perempuan pekerja sektor formal di kota Masih berjalan Masalah . Jawa Barat. Desember 2003 . Jepara).Pembentukan koperasi .Pemantauan pekerja anak .Perempuan pekerja sektor informal di desa/kota . Deli Serdang. Jatim.2 SHARE Program . Asahan.Mempersiapkan Dewan Usaha Kecil di Yogyakarta dan Salatiga sejak 2002 Swisscontact bekerja sama dengan berbagai institusi 1997-2002 Para stakeholder Program ini yang terkait dengan sebenarnya telah UKM selesai pada tahun 2002.Terjadi kesalahan targeting Potensi 6.Penciptaan pendapatan ILO bekerjasama Mulai Desember 1999 dengan Pemerintah Daerah Sumatra Utara Sumatra Utara.Peningkatan wawasan .1 Business Development Centre (BDC) Mendirikan pusat pengembangan usaha (BDC) bekerjasama dengan penyedia jasa pengembangan usaha (BDS) di tingkat lokal 1997-2002 SwisscontactPenyedia BDS di tingkat lokal Selesai 7.advokasi Pelaksana Waktu ILO bekerjasama 1998-2001 dengan NGO lokal Wilayah 5 provinsi: Sumatra Selatan.No. tingkat lokal Jateng (Semarang. Sulawesi Tenggara Sasaran Status saat ini .2 Children in Jermal Fishing Platform (Pekerja Anak di Jermal) .Penciptaan lapangan pekerjaan .Pelatihan capacity building . tetapi dilanjutkan kembali tahun 2003 " Lembaga Penelitian SMERU. Nama Upaya 6.1 Expansion of Employment Opportunities for Women (Proyek Perluasan Kesempatan Kerja untuk Perempuan) Jenis Kegiatan .Pengembangan kapasitas . Para pekerja anak di jermal (Kabupaten Langkat. Kalimantan Tengah.

Advokasi kebijakan USAID dan BRI Juli 2002-Juli 2003 Personil BRI Unit Desa Selesai USAID dan The Asia Foundation Juli 1997-Juli 2004 . 7.5 . jenis layanan dan pihak-pihak penyelenggaranya.BPR Masih berjalan " Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Tengah.Penelitian Unit Desa 8.4 Quality Improvement (Peningkatkan Kualitas Penyedia BDS) The Information Platform (Sarana Pertukaran Informasi) . tahun 2001: Jabotabek Sasaran Status saat ini Masalah Secara kuantitatif daya Para penyedia BDS Selesai serap program ini kecil dan UKM (karena hanya dimaksudnya sebagai pilot program) Potensi Menambah pengetahuan pengusaha kecil tentang keberadaan BDS.No.Pelatihan .Penelitian .UKM .potongan Swisscontact harga. USAID 8.pada UKM untuk memanfaatkan jasa yang disediakan oleh penyedia BDS (penyediaan kartu diskon untuk mengikuti pelatihan) Waktu 1999-2001 Wilayah Tahun 1999: Jawa Timur. menyebabkan upaya ini tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh mereka. Sumatra dan Sulawesi Para penyedia BDS Masih berjalan 7. Jawa Timur.Jasa konsultasi Swisscontact Mulai tahun 2002 Jabotabek.Merancang situs www.Membentuk forum regional UKM .Melakukan disseminasi informasi Swisscontact melalui berbagai media .jasakami.1 Pengembangan . Desember 2003 .com Mulai tahun 2003 Para penyedia BDS Masih berjalan dan UKM Terbatasnya akses para pengusaha kecil dan menengah pada layanan internet.2 Dukungan pada UKM dalam mengakses kredit dan layanan berusaha . Nama Upaya 7.3 Voucher Program Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan voucher .Pelatihan Kelembagaan BRI .Lokakarya .Fasilitasi pembentukan jaringan kerja . 8.

No.Pembangunan kapasitas LSM mitra USAID dan Mercy April 2003Maret 2004 lokal Corps . Wilayah .3 SAMBA (Silk and Micro-enterprise Development in Bandung Raya) Jenis Kegiatan Mengembangkan pasar jasa keuangan dan non-keuangan Pelaksana USAID dan Universitas Bandung Raya Waktu Januari 2002Januari 2004.Cianjur .Tasikmalaya . Nama Upaya 8.Kuningan .Sumedang .Pengumpulkan informasi tentang efektifitas bantuan Masyarakat korban Masih berjalan konflik Maluku "! Lembaga Penelitian SMERU.Garut .Sukabumi .Majalengka Maluku Sasaran Pengusaha mikro dan menengah sektor industri sutera Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.4 The Maluku Economic Opportunity .Bandung .Penyaluran kredit mikro International . Desember 2003 .

masyarakat luas.perumusan kebijakan nasional keuangan mikro (KM) .Pelatihan pengusaha kecil dan . baik yang memiliki usaha maupun belum.1 Pemberdayaan dan penguatan perempuan . .pembentukan sistem pendukung KM .Memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan pengusaha UKM.Membangun jaringan kerja menengah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Tahun 1975 Seluruh .Belum adanya kebijakan nasional di bidang KM. .2003 Kelompok Lembaga Lain No. Masih berjalan Minimnya sumberdaya manusia yang tersedia .peningkatan kapasitas pengembangan KM .Sebagai forum belajar bersama di antara para stakeholders tentang keuangan mikro dan problematikanya Tahun 2000 Seluruh – sekarang Indonesia 2. Khusus kursus dapat diikuti oleh anggota.Memotivasi stakeholders untuk menyediakan kredit mikro yang mudah diakses usaha mikro/ kecil sehingga mereka dapat berkembang dan menjadi instrumen yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan.Advokasi 2.Minimnya tenaga tetap untuk mengelola pelaksanaan program .1 Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM Indonesia) Jenis Kegiatan Mendorong dan berpartisipasi aktif dalam: .Belum adanya regulatory framework untuk KM Potensi .Minimnya dana operasional .kerjasama antar stakeholder untuk pengembangan KM .Pengumpulan data dan monitoring perkembangan KM Pelaksana Sekretariat Gema PKM Indonesia Waktu Wilayah Sasaran Keluarga miskin yang mempunyai usaha mikro terutama wanita Status saat ini Masih berjalan Masalah . Desember 2003 . laki-laki dan perempuan. GEMA PKM Indonesia 1.sekarang provinsi di Indonesia Seluruh wanita pengusaha kecil (termasuk mikro) dan menengah. .Belum adanya pehamanan bersama tentang kredit mikro. .Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . Nama Upaya 1. IWAPI .Pusat Pendidikan mampu mendorong orang untuk mengembangkan usaha dan mendirikan usaha baru yang menyerap tenaga kerja "" Lembaga Penelitian SMERU.

Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan .3 PEP-IWAPI-Manulife Micro Credit Program Jenis Kegiatan . IWAPI dan Kadinda Waktu Wilayah Tahun 1997 5 provinsi .sekarang (Sumatera Utara. Nama Upaya 2.Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster PEP. Desember 2003 .1 Usaha Simpan Pinjam Pemberian pinjaman Koperasi Annisa (melalui kegiatan simpan Muslimat NU pinjam) Tahun 1998 Koperasi . Sulawesi Selatan -2. monitoring. Koperasi Annisa Muslimat NU 3.Memprakarsai dan melakukan desentralisasi (franchising ) Pusat Pendidikan IWAPI ke cabang IWAPI tingkat provinsi .2 Proyek Pelaksanaan Private Enterprise Participation (PEP) 2. Lampung -1) Semua anggota Masih berjalan Muslimat NU (semua perempuan) yang menjadi anggota koperasi Annisa. peningkatan akses terhadap dana) . Sulawesi Utara.Memprakarsai credit circle Pemberian pinjaman modal usaha (credit circle) Pelaksana CIDA.Ada anggota yang menunda angsuran Potensi .No. dan Jawa Timur) Masih berjalan Usaha kecil perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan dalam klaster dan dibina melalui proyek PEP . Jawa Timur dan Bali) Sasaran Usaha kecil atau perorangan perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan atas dasar lokasi atau spesialisasi usaha Status saat ini Masalah Masih berjalan . "# Lembaga Penelitian SMERU.Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster .Kelemahan komunikasi tertulis dari kader . dan Manulife Tahun 2001 3 provinsi .sekarang (Sumatera Utara. Sulawesi Selatan. Sumatera Barat -1.Kurangnya dana sehingga banyak anggota yang belum mendapat pinjaman 80% anggota yang belum mendapatkan bantuan upaya sangat berminat pada upaya ini.Lokakarya .sekarang Annisa Muslimat NU beserta cabangcabangnya di tingkat kabupaten 4 provinsi.Bantuan teknis (pelatihan. dan merupakan potensi untuk perguliran dana. pembinaan.Meningkatkan efisiensi dan efektifitas BDS (IWAPI & Kadinda) dalam melayani kebutuhan UKM Usaha kecil yang bermitra dapat berkembang dengan baik 3.Meningkatkan akses UKM terhadap lembaga dana .Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan . Sulawesi Selatan. IWAPI.Memperkuat UKM sehingga meningkatkan kesempatan kerja . 40 kabupaten/ kota (Jawa Timur 36. baik memiliki usaha maupun tidak .

Belum adanya kebijakan nasional tentang pengembangan ekonomi lokal Potensi .Pemasok Status saat ini Masih berjalan Masalah . Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 5. baik yang sudah mempunyai kegiatan usaha maupun belum Mengembangkan . .Metoda KPEL akan diterapkan pada pedagang informal di perkotaan.Produsen / pengusaha .Pemerintah daerah . pemilihan dan pengembangan klaster ekonomi (c) perencanaan strategi pemberdayaan produsen dan kelompoknya . 19 kab.Dukungan Pemda cukup besar utk pengembangan KPEL Tahun 1998 .Kemitraan belum sustainable/ berkesinambungan . Desember 2003 . meliputi: . 32 kota/ kabupaten TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Tahun anggaran 1985/1986 – sekarang Desa dan kelurahan di seluruh Indonesia Masih berjalan Keluarga yang berpenghasilan rendah.Menggerakkan.1 Pembinaan dan .Terbatas dan belum intensifnya pelatihan teknis industri dan kerajinan .Kurangnya kader di kegiatan usaha rumah desa/kelurahan yang mempunyai kemampuan tangga anggota UP2K menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan UP2K-PKK . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.Terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan kelompok di bidang usaha ekonomi "$ Lembaga Penelitian SMERU.Wilayah replikasi 9 provinsi.Banyak Pemda berminat mengembangkan KPEL . KPEL 4.1 Kemitraan bagi -Fasilitasi pelaksanaan Pengembangan KPEL di daerah replikasi Ekonomi Lokal (KPEL) (a) pembentukan forum kemitraan (b) perencanaan strategi identifikasi. membina. mengevaluasi dan mengawasi (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) pelaksanaan UP2K . .sekarang 6 provinsi. Pengembangan UP2K membimbing.Di tingkat lokal kemitraan masih dipandang skeptis .Konsumen .Dokumentasi dan diseminasi instrumen pendekatan KPEL 5.No.Wilayah pilot .Pemberian bantuan modal Pelaksana Sekretariat KPEL Waktu Wilayah Sasaran Pihak-pihak yang terkait dengan klaster komoditi.

5 Perempuan miskin Masih berjalan sekarang kabupaten yang memiliki (Jawa Timur.1 Kredit Khusus untuk Masyarakat Miskin Tanpa Agunan (Kusuma) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Secara umum tidak terdapat masalah dalam pelaksanaan upaya ini.Pemberian pinjaman modal PT Ukabima .000 klien (60% perempuan) thn 2006 .Upaya ini dan upaya kredit komersial dapat mencapai 300. usaha mikro Jawa Tengah.Memberdayakan peranan perempuan prasejahtera di wilayah sedang berkembang .3 provinsi . Nama Upaya 6.Pemberian pelatihan bersama BPR milik dan rekanan April 2001 . .No. Jawa Barat) "% Lembaga Penelitian SMERU.Menjadi intermediary yang paling bertanggung jawab secara sosial dalam perkreditan rakyat. Hanya ditemukan beberapa kasus berkaitan dengan pengembalian di tingkat pelaksana dan penerima upaya Potensi . Desember 2003 . PT Ukabima 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful