Lembaga Penelitian SMERU Laporan Penelitian

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997-2003

Kerjasama Lembaga Penelitian SMERU dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan 

0802-07 

Temuan, pandangan dan interpretasi dalam laporan ini digali oleh masing-masing individu dan tidak berhubungan atau mewakili Lembaga Penelitian SMERU maupun lembagalembaga yang mendanai kegiatan dan pelaporan SMERU. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi kami di nomor telepon: 62-21-31936336; Faks: 62-21-31930850; E-mail: smeru@smeru.or.id; Web: www.smeru.or.id

Tim Peneliti
Koordinator: Hastuti

Penasehat: Sudarno Sumarto Asep Suryahadi Sri Kusumastuti Rahayu

Peneliti: Rizki Filaili Agus Priambada Akhmadi Bambang Soelaksono Hariyanti Sadaly Vita Febriani Wawan Munawar

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

PRAKATA
Buku ini merupakan salah satu dari tiga buku laporan hasil studi tentang Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro yang telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian SMERU dalam rangka memenuhi permintaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan guna mengisi kebutuhan informasi tentang keberadaan upaya penguatan usaha mikro dan gambaran umum tentang usaha mikro itu sendiri, khususnya usaha mikro perempuan. Hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro disampaikan dalam tiga buku berbeda yaitu: Buku I: Buku II: Buku III: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 – 2003 menyajikan upaya/program/proyek/kegiatan/aktivitas yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga, yaitu lembaga pemerintah, organisasi non pemerintah (Ornop) lokal dan internasional, perusahaan dan koperasi, perbankan, lembaga donor, dan lembaga lainnya, dalam rangka memperkuat usaha mikro. Karena umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil, atau upaya yang ditujukan untuk usaha mikro biasanya juga dapat diakses oleh usaha kecil dan sebaliknya, maka upaya untuk usaha kecil dimasukkan ke dalam upaya yang dipetakan. Peta Upaya ini diharapkan antara lain dapat menjadi acuan bagi berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil, dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatannya. Di samping itu dapat juga dijadikan acuan awal untuk menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. Buku II: Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota menyajikan hasil penelitian lapangan tentang verifikasi keberadaan upaya dan keberadaan usaha mikro, termasuk usaha mikro perempuan, di tingkat lapangan. Penelitian lapangan dilakukan pada September/Oktober 2003 secara serentak di enam kabupaten/kota, yaitu di Kota Padang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Bantul, Kota Surabaya, dan Kota Makassar. Penelitian Lapangan dilakukan dalam rangka melengkapi informasi peta upaya penguatan usaha mikro/kecil di tingkat pusat. Melalui penelitian lapangan diperoleh gambaran umum tentang keberadaan dan pelaksanaan upaya penguatan usaha mikro/kecil tertentu serta dampaknya terhadap perkembangan usaha mikro di wilayah sampel, dan akses usaha mikro/kecil, termasuk usaha mikro/kecil perempuan, terhadap upaya penguatan. Data keberadaan usaha mikro, khususnya usaha mikro perempuan, sangat diperlukan. Namun mengingat data tentang keberadaan usaha mikro di Indonesia belum tersedia, maka indikasi keberadaan usaha mikro untuk sementara dapat didekati melalui kegiatan pemetaan ini yang dilengkapi dengan verifikasi upaya di tingkat kabupaten/kota ditelusur sampai ke tingkat usaha mikro. Meskipun demikian, pada dasarnya data keberadaan (jumlah, jenis usaha, dan lain-lain) usaha mikro hanya dapat diperoleh melalui pendataan dalam bentuk sensus.

i

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Pendataan seperti ini tentu saja memerlukan biaya besar, waktu yang lama, serta tenaga dan pemikiran yang mendalam. Dengan berlakunya otonomi daerah, kegiatan pendataan usaha mikro membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah kabupaten/kota. Buku III: Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan alternatif acuan bagi pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melakukan pengumpulan data usaha mikro dan peranan perempuan pada usaha tersebut di wilayahnya masing-masing. Melalui buku ini diharapkan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mempunyai kesamaan atau standard yang memadai perihal muatan atau subtansi dari kondisi usaha mikro. Pedoman ini tidak menutup kemungkinan dilakukan pengembangan pertanyaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pemerintah daerah, terutama dalam hal pengembangan muatan dan kondisi keuangan pemerintah daerah yang sangat berbeda-beda. Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam memperoleh data yang objektif dan up to date sebagai bahan kebijakan pemerintah daerah dan evaluasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai. Sebagai penutup, kami berharap hasil kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pemerintah, lembaga non pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan siapa saja yang selama ini menaruh perhatian terhadap upaya penguatan usaha mikro, dan khususnya yang dikelola perempuan, serta bagi peningkatan upaya penguatan usaha mikro di masa datang. Kegiatan ini merupakan satu upaya awal pemetaan dan pendataan yang lebih rinci. Kami membuka diri terhadap saran dan kritik atas hasil penelitian ini, yang dapat disampaikan melalui email/website kami: smeru@smeru.or.id atau www.smeru.or.id

Jakarta, Desember 2003 Peneliti

ii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

UCAPAN TERIMA KASIH
Kami menyampaikan penghargaan kepada Ibu Nurlini Kasri, Deputi Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Ibu Sulikanti Agusni, Asisten Deputi (Asdep) Urusan Ekonomi Keluarga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah memberikan kesempatan, dukungan, dan bimbingan teknis selama kegiatan ini berlangsung. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Luli Altruiswati, Ibu Santi Herliana dan Bapak Purwo Adi Prasetyo dari Asdep Urusan Ekonomi Keluarga atas dukungan yang diberikan, juga kepada Bapak Heru Prasetyo Kasidi, Kepala Biro Perencanaan dan Ibu Agustina Erni, atas saran, kritik, dan masukan yang diberikan sejak perencanaan kegiatan dilakukan Penghargaan yang tinggi juga kami berikan kepada para nara sumber di lembaga yang telah bersedia memberikan informasi tentang upaya penguatan usaha mikro, baik lembaga pemerintah, non-pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan lembaga lain di tingkat pusat, pemerintah daerah, serta responden dan informan di lapangan. Tanpa ijin dan kontribusi dari Ibu/Bapak, studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro ini tidak akan terwujud. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Mitra Kerja di lembaga pelaksana upaya di tingkat pusat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang dengan kesabaran dan keuletannya telah menjembatani para Peneliti dengan para nara sumber. Demikian juga kepada Mitra Kerja lepas yang turut mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga, yakni Yusuf Suharso, Dewi Meiyani, Inca Juanita, M. Hendrik A., Budi Yana Saefullah, dan Sri Mastuti. Kami menyadari bahwa hasil kegiatan ini kurang sempurna apabila tidak ada bantuan pengolahan data dari Luluk Kholisoh Nurona dan Maemunah, bantuan tata letak laporan dari Mona Sintia dan dukungan administrasi dari seluruh Staf Administrasi Lembaga Penelitian SMERU. Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan penghargaan kepada para peserta Pemaparan dan Diskusi rencana kegiatan Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro pada bulan Juli 2003 dan Pemaparan dan Diskusi Hasil pada bulan Nopember 2003 di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, atas komentar konstruktifnya sehingga hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro menjadi lebih baik.

Jakarta, Desember 2003 Tim Peneliti

iii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

DAFTAR ISI
Halaman PRAKATA UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Metode Penelitian 1.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan DEFINISI 2.1 Upaya 2.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL i iii iv 1 1 3 3 6 7 7 7 10

II.

III.

iv

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

1.I. 2 3 4 1 Lembaga Penelitian SMERU.pdf. yang antara lain ditunjukkan oleh penggunaan teknologi yang relatif sederhana.4 Kiprah perempuan dalam perekonomian keluarga dan nasional menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan secara keseluruhan. serta cenderung berorientasi pada pasar lokal. Kegiatan usaha mikro dan usaha kecil tidak terlepas dari peran kaum perempuan.pdf.38% dari tenaga kerja yang diserap sektor perindustrian nasional. 3 Juni 2003. Lihat diantaranya dalam Media Indonesia. Disamping itu. dan pengaruh negatif dari krisis terhadap pertumbuhan jumlah usaha mikro dan kecil adalah lebih rendah dibanding pada usaha menengah dan besar. 2001). Desember 2003 . tingkat modal dan kadang akses terhadap kredit yang rendah. yaitu sekitar 40%. usaha mikro juga merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi lokal dan mampu memberdayakan kaum perempuan dalam meningkatkan bargaining position perempuan dan keluarga. Studi-studi yang dilakukan di beberapa negara menunjukkan bahwa usaha mikro mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi. dan belum ada angka pasti tingkat keterlibatan perempuan dalam usaha mikro.1 Di Indonesia. sehingga banyak lembaga dan banyak studi masih meletakkan usaha mikro dalam satu kelompok dengan usaha kecil.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Usaha mikro tergolong jenis usaha marginal. dalam: http://www. usaha mikro dan usaha kecil telah berperan sebagai buffer dan katup pengaman (savety valve) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan alternatif lapangan pekerjaan bagi para pekerja sektor formal yang terkena dampak krisis3. Indikatornya antara lain. Usaha mikro dan usaha kecil sulit untuk dipisahkan karena dalam beberapa hal mempunyai ciri dan sifat yang hampir sama.org/pdfs/aims/Empowering Women (zimbabwe). Jakarta 2002 Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. 26 Mei 2003. Pada tahun yang sama sumbangan usaha kecil terhadap total PDB mencapai 39.2 Sebagai gambaran.usaidmicro. Lebih jauh lagi.adb. ADB.93% (BPS. Usaha mikro banyak diminati oleh perempuan dengan pertimbangan bahwa usaha ini dapat menopang kehidupan rumah tangga dan dapat memenuhi kebutuhan pengembangan diri (Sumampouw. Usaha mikro. Laporan ILO “Dimensi Gender dalam Kiris Ekonomi”.org/Documents/Books/Microenterprise/microenterprise. Empowering Women and Coping with Financial Crisis: An Exploratory Study of Zimbabwean Microenterprenuers. bekerja sama dengan Lembaga Demogfrafi. Jakarta Post. UI. Seiring dengan bertambahnya pendapatan 1 Dapat dilihat antara lain pada Microenterprise Development: Not by Credit Alone. 2000). mencapai 65. usaha mikro dan usaha kecil telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. penyediaan barang dan jasa dengan harga murah. serta mengatasi masalah kemiskinan. tenaga kerja yang diserap industri rumah tangga (yang merupakan bagian dari usaha mikro sektor perindustrian) dan industri kecil pada tahun 2000. dalam: http://www. penyerapan tenaga kerja melalui penciptaan lapangan pekerjaan. diperkirakan porsinya cukup besar dan sebanding dengan porsi perempuan dalam usaha kecil. bersama dengan usaha kecil. juga mampu bertahan menghadapi goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. serapan tenaga kerja antara kurun waktu sebelum krisis dan ketika krisis berlangsung tidak banyak berubah. Meskipun sulit untuk memisahkan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro.

lembaga donor. Walaupun demikian. Upaya pengembangan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan ini menjadi penting.7 Mengingat porsi perempuan dalam usaha mikro cukup menonjol. maka peningkatan ekonomi perempuan. Selain itu. 5 ADB Report. hasil penelitian dari SMERU pada "Aspek KetenagakerSemasa Krisis Ekonomi".2 Tujuan 1. masa kerja. yang berarti bahwa upah perempuan tidak selalu lebih rendah dari laki-laki. Meskipun demikian.5 dan pada "Penerapan Upah Minimum di Jabotabek dan Bandung". dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatan serta menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. hal. antara lain dilakukan melalui upaya/program/proyek/ kegiatan/aktivitas penguatan usaha mikro. Upaya ini diketahui telah banyak dilakukan. Posisi tawar mereka berubah dan pendapat mereka mulai diperhitungkan dalam setiap proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga.6 Salah satu studi memberikan gambaran upah perempuan sekitar 70% dari upah laki-laki. maka kemampuan dan kesempatan mereka bernegosiasi dalam rumah tanggapun meningkat. 1. menemukan bahwa penetapan upah pekerja tidak didasarkan pada perbedaan jender. Memetakan upaya penguatan usaha mikro (UPUM) dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga/individu pada kurun waktu 1997 . 2001. belum diketahui secara pasti apakah upaya-upaya tersebut dilaksanakan tumpang tindih yang pada akhirnya justru mempengaruhi efisiensi dan efektivitas upaya-upaya tersebut. kerjasama dengan ILO. dan tingkat jabatan pekerja. 2. Desember 2003 . 6 Diantaranya adalah studi tentang "Industri Keramik di Plered" oleh Henry Sandee yang menyatakan bahwa pada industri keramik di Plered lebih banyak mempekerjakan perempuan karena upah mereka lebih rendah 25% dari pada laki-laki. karena perempuan mempunyai kendala-kendala tertentu yang berkaitan dengan “tripple burden of women”. Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.2003. Namun demikian hingga kini sulit memastikan seberapa besar upaya yang telah dilakukan dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi perempuan. Sebagian besar perempuan masih berkiprah di sektor informal atau pekerjaan yang tidak memerlukan kualitas pengetahuan dan ketrampilan yang spesifik. Upaya tersebut dilakukan di tingkat nasional ataupun tingkat regional. lembaga perbankan. lembaga swasta. Dilihat dari akses terhadap kredit. lembaga non-pemerintah. baik oleh lembaga pemerintah. melainkan pada jenis pekerjaan yang dilakukan. maupun lembaga atau individu lain. dimana mereka menjalankan fungsi reproduksi. 7 2 Lembaga Penelitian SMERU. Beberapa studi mengindikasikan upah perempuan lebih rendah dari laki-laki. disamping kondisi kerja yang memprihatinkan serta pendapatan yang rendah. Pekerjaan ini biasanya kurang memberikan jaminan perlindungan secara hukum dan jaminan kesejahteraan yang memadai. Oleh karena itu penting untuk mengetahui sedini mungkin peta upaya-upaya dimaksud. kesempatan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada masih sangat terbatas. loc cit. 14%. 11% dibandingkan laki-laki. Memberi acuan awal kepada berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil. dan fungsi sosial di masyarakat. Jakarta 2002 dan studi tentang "Dimensi Gender dalam Krisis Ekonomi" yang dilakukan atas kerjasama ILO Manila dengan Lembaga Demografi.7/Agustus 1999. produksi. 5 Partisipasi perempuan merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan. FEUI 2000. dalam SMERU Newsletter No.perempuan atau akses perempuan kepada sumber-sumber daya ekonomi lewat usaha ini. pengusaha perempuan diperkirakan mempunyai akses yang lebih kecil. Brahmantio Isdijoso dan Sri Sulandjari: "SME clusters in Indonesia: An Analysis of Growth Dynamics and Employment Conditions".

HVUD  'HSGDJUL  'HSVRV    'HS. Informasi yang digali merupakan data setiap upaya penguatan usaha mikro yang dilaksanakan sejak tahun 1997.RSHUDVL 8. Tim Peneliti bekerjasama dengan Mitra Kerja di setiap lembaga yang memiliki upaya dan Mitra Kerja lepas untuk mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga. yaitu: menggali informasi dan mencatat upaya penguatan usaha mikro dan upaya penguatan usaha kecil yang dapat dimanfaatkan oleh usaha mikro.%1 'HSHULQGDJ       'HS..3 Metode Penelitian Studi pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan metoda kualitatif. (5) sasaran.RP . yaitu meliputi: 8 S 18 lembaga pemerintah. Daftar isian tersebut antara lain memuat informasi tentang: (1) pelaksana. di tingkat pusat. . dan S 6 lembaga atau individu lainnya. 10 3 Lembaga Penelitian SMERU. dan (9) potensi di masa mendatang.RRUG . 10 S 13 perusahaan swasta nasional maupun asing. Setelah dilakukan penelitian.HODXWDQ 3HULNDQDQ %337 %36 9 Melalui jaringan lembaga non-pemerintah. sebagaimana tertuang dalam Tabel 1. 8 Pada awalnya Peneliti melakukan pemetaan di 18 lembaga pemerintah/departemen/kementrian. BUMN. 9 S 20 lembaga non-pemerintah. Informasi yang menjadi acuan utama ini digali dari lembaga dan individu yang mempunyai peran yang signifikan dalam upaya penguatan usaha mikro. Penggalian informasi dan pengolahan upaya penguatan usaha mikro di tingkat pemerintah pusat dilakukan pada Juni – Nopember 2003.HVHKDWDQ . Guna mempercepat kegiatan pemetaan dan mengoptimalkan hasil.LPSUDVZ  LO 'HSQDNHUWUDQV . (7) masalah. (8) status saat ini.QIRUPDVL 'HS3HUWDQLDQ %. (2) nama upaya.%801   'HS.1. (3) jenis upaya. (6) waktu.. . Desember 2003 . tetapi hasil temuan lapangan mengindikasikan 6 lembaga diantaranya (cetak miring) tidak memiliki upaya:  %DSSHQDV  .0 'HSW . (4) wilayah. . S 8 lembaga donor.HXDQJDQ 'HSGLNQDV   . ternyata 3 lembaga tidak memiliki upaya. dan koperasi. S 7 lembaga perbankan pemerintah maupun swasta. Penggalian informasi dilakukan dengan menggunakan daftar isian yang telah dipersiapkan.

Desember 2003 . Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Perbankan 5. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga non-Pemerintah 3. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Pemerintah 2.Tabel 1. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Donor 6. Mitra Kerja untuk/dari Perusahaan Swasta 4. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga lain 4 Lembaga Penelitian SMERU. Mekanisme Kerja Pemetaan Upaya Penguatan Ekonomi Mikro dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Perempuan Lembaga Penelitian SMERU Pemimpin Tim (Peneliti) ÅÆ Kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan Sekretariat (Sekretaris) TimPeneliti: Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ Mitra Kerja: 1.

1.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan Ruang lingkup studi ini tidak dibatasi pada pemetaan upaya penguatan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan atau mempunyai mayoritas tenaga kerja perempuan. lembaga swasta. Upaya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetapi pada periode 1997 – 2003 dinyatakan masih berlangsung di tingkat masyarakat (misalnya upaya yang dilakukan melalui perguliran dana) tetap akan menjadi jenis upaya yang dipetakan. dan sebaliknya. lembaga non-pemerintah. lembaga donor. Umumnya usaha mikro dilakukan secara bersama-sama oleh anggota keluarga (suami istri). sulit membedakan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. Hal ini karena masih terdapat pengertian yang rancu antara usaha mikro dan usaha kecil. pemetaan ini tidak dibatasi pada upaya yang ditujukan pada usaha mikro saja tetapi juga termasuk upaya untuk usaha kecil. Rentang waktu upaya yang dipetakan adalah yang dilaksanakan sejak tahun 1997 hingga studi ini dilakukan. Desember 2003 . 2. tahun 2003. Hal tersebut karena berdasarkan pengalaman. dan (5) potensi dari setiap upaya penguatan usaha mikro. dan kadangkala suatu upaya yang ditujukan untuk usaha mikro pada kenyataannya dimanfaatkan oleh usaha kecil. maupun lembaga atau individu lainnya. lembaga perbankan. Memetakan upaya/program/kegiatan penguatan yang dinyatakan ditujukan kepada usaha mikro dan yang ditujukan kepada usaha kecil tetapi dapat diakses oleh usaha mikro yang dilakukan oleh lembaga-lembaga/individu di tingkat nasional. Hasil pemetaan akan mencakup pemetaan: (1) jenis. Karena latar belakang tersebut maka studi ini mempunyai ruang lingkup: 1. Di samping itu. (4) masalah. (3) sasaran. (2) wilayah. umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil. 5 Lembaga Penelitian SMERU. baik lembaga pemerintah.

II. Desember 2003 . ikhtiar untuk memecahkan persoalan. dan lainnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI 1999). Upaya penguatan usaha mikro (UPUM) adalah usaha/program/ proyek/kegiatan/aktivitas untuk menguatkan usaha mikro yang dapat diwujudkan dalam berbagai jenis kegiatan. ADB Report. sedangkan usaha kecil memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1 milyar per tahun.11 S Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Usaha mikro dan usaha kecil adalah suatu badan usaha milik WNI baik perorangan maupun berbadan hukum yang memiliki kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) sebanyak-banyaknya Rp200 juta dan atau mempunyai omzet/nilai output atau hasil penjualan rata-rata per tahun sebanyak-banyaknya Rp1 milyar dan usaha tersebut berdiri sendiri.40/KMK. antara lain: S Permodalan.000 per tahun. S Departemen Perindustrian dan Perdagangan: Industri-Dagang Mikro adalah industri-perdagangan yang mempunyai tenaga kerja 14 orang. S Departemen Keuangan: Usaha mikro adalah usaha produktif milik keluarga atau perorangan WNI yang memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100.12 11 SK Menteri Keuangan RI No. S Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional Pengusaha mikro adalah pemilik atau pelaku kegiatan usaha skala mikro di semua sektor ekonomi dengan kekayaaan di luar tanah dan bangunan maksimum Rp25 juta. sedangkan industri kecil mempekerjakan 5 -19 orang. 12 6 Lembaga Penelitian SMERU.000.1 Upaya DEFINISI Upaya adalah usaha. S ADB: Usaha mikro adalah usaha-usaha non-pertanian yang mempekerjakan kurang dari 10 orang termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga.06/2003. 2. op cit. mencari jalan keluar. antara lain: S BPS Industri kerajinan rumah tangga yaitu perusahaan/usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 1-4 orang. melalui pemberian kredit S Pelatihan S Pendampingan dan fasilitator S Bantuan teknis dan konsultasi S Penyediaan informasi S Penelitian 2.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil Terdapat beberapa pengertian usaha mikro yang diberikan oleh beberapa lembaga. akal.

org/servlet/WDSContentServer/WDSP/IB/2000/10/19/000009265_3970311124051/Re ndered/PDF/multi_page. antara lain mempekerjakan paling banyak 10 orang pekerja. aset minim. Thyra A and Steel. Self-Employed for The Unemployed.1998. Experiences in OECD and Transitional Economics. dan tidak membayar pajak.000 per tahun. yaitu pemilik yang sekaligus menjadi pekerja.html. menggunakan teknologi sederhana. dan berorientasi pasar lokal.usaidmicro. Kepemilikan aset dan pendapatannya terbatas.Mengacu pada definisi Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional dan diperkuat dengan pengamatan lapangan Lembaga Penelitian SMERU: aset di luar tanah dan bangunan. menggunakan teknologi tradisional.pdf 7 Lembaga Penelitian SMERU. Usaha mikro sering merupakan usaha tingkat survival (usaha untuk mempertahankan hidup – survival level activities). March 31 . yaitu: . Kadangkala hanya melibatkan 1 orang. maka dalam melakukan Pemetaan UPUM ini. World Bank Newsletter.13 S Bank Dunia: Usaha mikro merupakan usaha gabungan (partnership) atau usaha keluarga dengan tenaga kerja kurang dari 10 orang.40/KMK.14 S ILO: Usaha mikro di negara berkembang mempunyai karakteristik. World Bank Discussion Paper no 263. West Bank and Gaza Microenterprise Project http://web. Desember 2003 .000.06/2003 yang menyebutkan bahwa usaha mikro memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. lokasi kerja biasanya di rumah. Development of Micro.. dan .org/WBSITE/EXTERNAL/NEWS/ 0.worldbank. merupakan usaha keluarga dan menggunakan tenaga kerja keluarga. antara lain usaha dengan maksimal 10 orang pekerja.S USAID: Usaha mikro adalah kegiatan bisnis yang mempekerjakan maksimal 10 orang pegawai termasuk anggota keluarga yang tidak dibayar. dan mempunyai aset di luar tanah dan bangunan paling banyak Rp25 juta.org/About 14 Riley. 13 http://www. termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga. Sandra Wilson and Avril V Adams (1994). .00. Berdasarkan beberapa pengertian diatas. kemampuan manajerial rendah. S Farbman dan Lessik (1989): Usaha mikro mempunyai karakteristik.Sesuai dengan SK Menteri Keuangan RI No.contentMDK:20026975~menuPK:34471~pagePK:40651~piPK:40653~theSitePK:4607. yang kebutuhan keuangannya dipenuhi oleh tabungan dan pinjaman berskala kecil. http://wwwwds.worldbank. berskala kecil.Mengacu pada definisi internasional tentang usaha mikro yang umumnya menyatakan bahwa pekerjanya maksimal 10 orang. Beberapa alasan yang melatarbelakangi penggunaan definisi tersebut dalam studi ini. maksimal Rp25 juta. memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100 juta per tahun. William F. termasuk di dalamnya usaha yang hanya dikerjakan oleh satu orang yang sekaligus bertindak sebagai pemilik (self-employed). pengertian Usaha Mikro yang digunakan adalah sebagai berikut: Usaha non pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang mempekerjakan paling banyak 10 pekerja. Small Enterprise and Rural Finance st in Sub Saharan Africa:The World Bank’s Strategy.

1. 2. 14. Kelompok Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Departemen Pertanian (Deptan) Departemen Sosial (Depsos) Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi (Depnakertrans) Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) II. 7. PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO 3. 2. 10. Ornop Lokal Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Bina Desa Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) Bina Swadaya Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) Lembaga Penelitian.III. 2. 15. 7. 6. 5.1 Daftar Lembaga yang Upayanya Dipetakan I. 16. 3. 8. 3. 3. 5. 12. 11. 10. 13. 4. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) Yayasan Mitra Usaha (YMU) Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) Yayasan Permata Hati YPM Kesuma Multi Guna B. Ornop Internasional Care International Indonesia Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia Christian Children Fund Indonesia (CCF) Mercy Corps 1. 9. 4. 8 Lembaga Penelitian SMERU. 4. Desember 2003 . A. Kelompok Organisasi Non-Pemerintah 1. 13. 12. 11. 8. 9. 6.

4. 8. 3. 5. 7. Kelompok Perusahaan PT Astra International Tbk PT. 7. Kelompok Lembaga Perbankan 1. 2. 3. 4. Asian Development Bank (ADB) The Asia Foundation Australian Agency for International Development (AusAID) Bank Dunia The European Union International Labour Organization (ILO) Swisscontact United State Agency for International Development (USAID) VI. Kelompok Lembaga Donor 1. 9. 6. 6. 4. 2. 7. 5. Bahana Artha Ventura Koperasi Bina Masyarakat Mandiri PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) PT ISM Bogasari Flour Mills Pertamina PT Pos Indonesia (Persero) PT Pupuk Kaltim Tbk PT Sucofindo PT Unilever Indonesia IV. 1. 3. Kelompok Lembaga Lain 1. 6. 2. Bank Indonesia Bank Bukopin Bank Central Asia (BCA) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Niaga Bank Rakyat Indonesia (BRI) V. 3.III. Gema PKM Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Koperasi Annisa Muslimat NU Kemitraan bagi Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) PT Ukabima 9 Lembaga Penelitian SMERU. 8. 4. 2. 10. 5. 6. Desember 2003 . 5.

PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL 10 Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .

2 Kredit Pengembangan Kemitraan Usaha (KPKU) . . Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 1. terutama tenaga teknis lapangan yang dirangkap PLKB.Pemantauan . PKK Seluruh Indonesia .Tunggakan yang masih besar hingga saat ini .Pemberian modal . Perbarindo. Masalah . – Januari LKM/LPSM (YDBP.Perebutan kepentingan dengan pemda karena alasan ketidakfokusan program KPKU dengan pola mitra.Pemberian pinjaman BKKBN Keluarga Sejahtera modal secara (executing (Kukesra) bertahap.2003 Kelompok Instansi Pemerintah No. sehingga dibentuk pola KPTTG (Kredit Pengembangan Teknologi Tepat Guna) tahun 1997 . Desember 2003 . Koperasi 2003. 1997– Juni Kementerian 2002 Kop & UKM.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Program sudah selesai.Penyuluhan dan dan PT Pos bimbingan kepada (penyalur) kelompok.1 Kredit Usaha . tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan. tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan.Tidak fokusnya tenaga lapangan teknis dalam membina anggota dan kelompok UPPKS Potensi Berpotensi untuk melihat kemampuan dan menggugah minat kaum ibu untuk berusaha sehingga menjadi kelompok usaha yang mandiri Tahun 1996 Seluruh Keluarga Pra – Januari Indonesia Sejahtera dan 2003.Mata rantai yang panjang menjadi kendala dalam pelaksanaan teknis (pengucuran dan . BMM. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  Lembaga Penelitian SMERU.Evaluasi Tahun 2001 8 provinsi BKKBN.Pemberian kredit . BNI .Pembinaan . BNI.Pendampingan . .Kelompok UPPKS/kelompok lain yang bermitra dengan pengusaha UKM atau koperasi . Depperindag. 2. program).SDM kurang profesional. Depdagri (PMD).Tidak tersedia dana dampingan untuk pembinaan. . Deptan (Diklat P4K). Mendorong anggota UPPKS menjadi usahawan yang mandiri dan profesional serta siap mendapatkan kredit komersial dari perbankan sekaligus menjadi teladan bagi anggota yang lain. BPR Swadharma) Program sudah selesai.Mitra memperoleh kredit hanya pada dua tahun pertama . Yayasan Mitra Usaha.Pembinaan Tahun BKKBN.Pelaporan .3 Kukesra Mandiri . BRI. BNI. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. (seluruh desa Sejahtera I non-IDT) 1. Yayasan Siti Khadijah.Pengusaha UKM atau koperasi yang bermitra dengan kelompok UPPKS/kelompok lain Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I yang tergabung dalam UPPKS Sudah selesai Mendorong anggota UPPKS mengaktualisasikan diri lebih lanjut dalam kegiatan usaha mikro melalu program kemitraan dengan modal yang lebih besar daripada modal Kukesra 1.

KKE. menengah dan koperasi (UKMK) Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Lihat masing-masing kegiatan Potensi Lihat masing-masing kegiatan 2. Dit.1 Budidaya Udang di Lahan Berpasir Diseminasi teknologi BPPT.6 Pembuatan peralatan BPPT. Gunung Kidul) Selesai 2.4 Tempe Skala Industri Kecil dan Rumah Tangga Diseminasi teknologi BPPT. 2.3 BPPT.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Usaha kecil (termasuk mikro).No. Bio Industri Tahun 1998. Program Diseminasi Teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1998 . Dit.Jawa Timur ( 1999 Kab.Tahun 1998.Teknologi Budidaya Pertanian BPPT. KPPT2 Tahun 1998.1.1.1.I 1999 Yogyakarta (Kab. Desember 2003 . Dit.NTB (Kota 1999 Mataram) Petani tambak udang Selesai 2.Jawa Tengah Petani cabai (Kab. Dit. Dit.Jawa Tengah Usaha kecil/koperasi Selesai 1999 (Semarang) UPT LSDE 2.1 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan dan Pemanfaatan Iptek di Daerah (PKPID). KPPTPW Tahun 1998. Tahun 1998.1.5 Teknologi Pembuatan Briket Batubara untuk Usaha Kecil/Koperasi Pembuatan Alat Pengering Cabe Skala Kecil Diseminasi teknologi BPPT.D.D.1. Lamongan) Tahun 1998. Kulonprogo) Petani sawah Selesai 2. Dit.2 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Rumput Laut Udang Galah bagi Petani Sawah Diseminasi teknologi Nelayan Selesai 2.1. Brebes) Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Selesai  Lembaga Penelitian SMERU.I Industri kecil dan rumah tangga 1999 Yogyakarta (Kab.

D. Gunung Kidul) Usaha pengecoran Tahun 1998.1. Jawa Tengah (Kab.Kesiapan petugas lapangan dan diteruskan . (Kab.11 BPPT. Klaten) logam Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Tahun 1998. Kebijakan Teknologi untuk Pengembangan Wilayah Petani tambak udang Sudah .II Lamongan. Dit. Dit. (Kab. ! Lembaga Penelitian SMERU.1.No. . KPPUD Selesai 2.Jawa Tengah Usaha pengecoran BPPT. dan Pemda Tk. Dit.12 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Aklimatisasi terhadap Benur untuk Menunjang Budidaya Udang Windu pada Sawah Tambak BPPT.I.8 Tahun 1998./Kota Tegal) Tahun1999.10 Pemanfaatan Bahan Diseminasi teknologi Galian untuk Penjernih Minyak dan Bahan Kerajinan Paket Informasi Diseminasi teknologi Teknologi Pengecoran Logam Industri kerajinan Tahun 1998.1. Desember 2003 . Dit. Teknologi Agro Industri Petani sayur mayur Selesai 2.7 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Pembuatan peralatan BPPT.1.Kabupaten Lamongan memiliki sawah tambak yang luas.Jawa Barat logam 1999 (Kab.Riau (Koto Petani gambir 1999 Kari dan Taluk Kuatan) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Teknologi Proses 1999 Bandung) dan Rekayasa BPPT.Ketersediaan bahan oleh para petani tambak udang. Koperasi Tamyamsang. Sukabumi). 2. Dit. Dit. 1999 Yogyakarta (Kab.1.9 Packaging Pasca Diseminasi teknologi Panen Sayur Mayur Selesai 2.Waktu kegiatan dilaksanakan .Jawa Timur 2000 (Lamongan) Selesai 2. .Jawa Barat BPPT.Harga udang terus membaik.1. Peralatan Pengolah AgroIndustri Gambir Penerapan Teknologi Besi Cor Nodular Diseminasi teknologi Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1998.

dan pengolahan agar-agar Tahun 1999.Banten Petani/nelayan BPPT. Sebagian besar tambak dimiliki penduduk Jakarta sehingga agak sulit menentukan tambak yang dimiliki petani berpenghasilan rendah dan memerlukan bantuan Potensi Bekasi merupakan tempat tinggal sebagian pekerja Jakarta. 2000 (Kab. 2.Serang menjadikan rumput laut sebagai produk ekspor unggulan .Pemda Kab.Disain dan pembuatan peralatan pengolah plastik bekas . SukabumiKec. Jagung Hibrida) untuk Meningkatkan Usaha Tani Desa Pesantren di Jabotabek BPPT.Lokasi kurang air pada musim kemarau dan sistem pengairan kurang menunjang kegiatan sehingga harus menunggu musim hujan. Dit. Serang terkenal dengan sate bandengnya.Pelatihan Terpadu (Ayam. Pasokan setempat sering tidak mencukupi dan harus didatangkan dari luar Serang Mengali semua potensi yang ada untuk dipadukan secara optimal dengan mengacu pada peningkatan produktivitas dan kualitas produksi. .Diseminasi teknologi budidaya rumput laut. masyarakat. serta sesuai dengan situasi pasar dan kondisi lingkungan setempat.1. Teknologi Budidaya Pertaian Tahun 1999. Dit.Serang) Kebijaksanaan dan Pemasyarakatan Teknologi Selesai .Baros) Pesantren.1.Jawa Barat 2000 (Kab.Keterbatasan waktu tenaga kerja setempat memperlambat proses penanaman . Pesantren Hayatan Thayyibah . Desember 2003 . Kedelai.1. sehingga menghasilkan sampah plastik yang cukup banyak. dengan biaya yang sesuai. -Proses pencarian bahan. Masalah -Sulit menentukan bengkel pembuat yang baik.Jawa Barat BPPT. ikan bandeng. (Bekasi) Dit.Pembinaan dan pendampingan .Kebijaksanaa 2000 n Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah Sasaran Usaha pengolahan plastik Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan saat ini dikelola oleh Koperasi Hijau. Sapi.No. 2. " Lembaga Penelitian SMERU. 2.14 Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut di Kabupaten Serang .Kab. -Pendekatan terhadap penduduk sekitar lokasi pengolahan dan pengurusan perizinan. pembuatan komponen dan perakitan alat membutuhkan waktu cukup lama.15 Penerapan . dan Pemda Sudah dilaksanakan dan dikelola oleh Kelompok Pondok Pesantren Imaratul Masajid.Keterbatasan dana sehingga model “pertanian terpadu “ tidak dapat diterapkan pada tempat/pondok pesantren lain.Pelatihan tentang teknologi dan pengembangan bisnis Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.Diseminasi teknologi Teknologi Pertanian .13 Nama Upaya Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Ekoefisiensi Penanganan Plastik Bekas di Bekasi Jenis Kegiatan .

No.Kepulauan 2000 BangkaBelitung ( Kab.Membantu penguasaan teknologi produksi susu steril . Desember 2003 . Jawa Barat. Jawa Barat . 2.Pelatihan Bioindustri . Dit.Jawa Barat 2000 (Kab. .Terjadi kerusakan perangkat peralatan penyamakan kulit di UPTKulit Sukaregang Garut.Dana untuk membuat susu steril tidak mencukupi sehingga pengolahan ini hanya sampai menghasilkan susu pasteurisasi Pengembangan teknologi penyamakan kulit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM pengrajin kulit dan membuka kesempatan kerja baru. Garut.1.Perancangan dan BPPT. Jawa penyamakan kulit Timur industri kecil (Ponorogo).16 Nama Upaya Jenis Kegiatan Upaya Peningkatan Diseminasi teknologi Produktivitas Budidaya Ikan Kerapu Ekspor dalam Keramba Jaring Apung Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999. pembuatan peralatan Teknologi .Bantuan peralatan Tahun 1999. 2. # Lembaga Penelitian SMERU.Dalam tahap percobaan terjadi masalah pada alat pasteurisasi sehingga dilakukan perbaikan atau modifikasi peralatan.17 Paket Peralatan Penyamak Kulit dan Bahan Penyamak kulit Ramah Lingkungan untuk Industri Kecil .Jawa Barat Pengrajin 2000 (Garut). BandungPangalengan) . pada tahap pemasangan. Sudah selesai dan diteruskan oleh pengrajin penyamakan kulit di Sukaregang.1.Perancangan dan BPPT. Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) .1. .18 Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Produksi Susu Steril di Pangalengan. Belitung) Sasaran Nelayan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.Pelatihan Bioindustri . .Bantuan peralatan Peternak Tahun 1999.Meningkatkan kemampuan produsen susu/peternak dalam mengembangkan usaha. . pembuatan peralatan Teknologi .Peralatan menggunakan teknologi sederhana dan tidak membutuhkan banyak tempat. Dit.Beberapa peralatan laboratorium mengalami kerusakan. mendapatkan penghasilan tambahan dan membuka kesempatan kerja baru.

Memiliki SDA perikanan (teripang) potensial: 12 desa . Dit.I.Bantuan peralatan Tahun 1999.Perancangan dan BPPT. Namun dalam pengembangannya diperlukan alih teknologi dan pelatihan untuk petani jarak atau koperasi pengolah biji jarak agar dapat mandiri.Boyolali) Boyolali. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 1999. Jawa Tengah .1. pembuatan peralatan Teknologi . 2000 Yogyakarta Sasaran Status Saat Ini Kelompok tani wanita Sudah selesai di D. BIPP dan koperasi/pengolah biji jarak Sudah selesai dan kini dikelola oleh Koperasi Serba Usaha Tiga Jaya.Bantuan peralatan Tahun 1999. Dit.Bantuan peralatan Nelayan dan Tahun 1999. Masalah .I.5 kecamatan. Dit. . 2000 (Kab.Perancangan dan BPPT.350 KK nelayan teripang tradisional.Potensi tanaman jarak di Kab.Muara Enim) Petani dan masyarkat Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi "Selawi Jaya" Tersedia lahan luas yang subur sepanjang pegunungan Bukit Barisan. 2. Yogyakarta dan diteruskan oleh pemda setempat saat ini sudah sampai ke kelompok tani.Pelatihan Agroindustri .l. Belum ada hambatan teknis.Tertundanya pencairan dana menyebabkan kegiatan tidak segera dilaksanakan Potensi Industri pengolahan di Yogyakarta mempunyai potensi untuk berkembang karena Yogyakarta merupakan daerah pemasaran /penampung dan distribusi produkproduk pertanian dari berbagai daerah disekitarnya . pembuatan peralatan Teknologi .20 Penerapan Teknologi Ekstraksi Minyak Jarak di Kabupaten Boyolali.Pelatihan Agroindustri .Indonesia mengekspor biji jarak kering dan masih mengimpor minyak jarak untuk memenuhi kebutuhan lokal.Sulawesi 2000 Selatan (Kab. Sulawesi Selatan . 2.Jawa Tengah Pemda Tk.19 Nama Upaya Penerapan Teknologi Pasca Panen RempahRempah Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.Sumatera 2000 Selatan (Kab. Boyolali dan sekitarnya cukup besar.No. 1.D.22 Penerapan Teknologi Proses Minyak Atsiri (Nilam) untuk Usaha Kecil di Muara Enim .Pelatihan Agroindustri . koperasi) yang siap dijadikan mitra 2.Alat yang tersedia harus dimodifikasi .1. Desember 2003 .Keterbatasan dalam menerima informasi teknis operasional kegiatan . Dit. pengrajin Selayar) Sudah selesai dan selanjutnya dikelola oleh Koperasi Tani Maju Mandiri .Waktu pelaksanaan kegiatan sangat singkat terutama akibat tertundanya pencairan dana.Perancangan dan BPPT. lahan perairan pantai 64 hektar.1. dan belum dibudidayakan secara itensif $ Lembaga Penelitian SMERU. dan lembaga profesi (a.1.21 Penerapan Teknologi Pasca Panen Teripang di Kabupaten Selayar.Kondisi infrastruktur dan geografi tidak mendukung sehingga transportasi menjadi kendala utama . pembuatan peralatan Teknologi .Keadaan faktual di lokasi tidak selalu sesuai dengan rencana Tidak ada 2. . II Kab.

Pelatihan Agroindustri . Dit.1.23 Nama Upaya Penerapan Teknologi untuk Pengolahan Kemiri di Kabupaten Soppeng.Perancangan dan BPPT. NTT.Perancangan dan BPPT. Teknologi Agroindustri BPPT. .Pelatihan .511 kg biji kering/ha/ tahun.Bantuan peralatan Tahun 1999.Perancangan dan pembuatan peralatan . Pusat Pengkajian dan Penerapan Bioteknologi Industri dan Pertanian Tahun 1999. Sulsel dan Sultra sangat potensial untuk pengembangan kacang mete tapi pemanfaatannya masih rendah (mete diekspor dalam bentuk gelondongan) karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi pengolahan. pembuatan peralatan Teknologi . kompos) harus dikirim dari Karangasem.735 Ha dengan jumlah produksi sebanyak 534 ton/tahun 2.Bantuan peralatan BPPT. .Perancangan dan pembuatan peralatan . 2000 Jawa Barat (Bogor. Potensi Tersedianya areal kemiri seluas 2.289 ha dengan produktivitas 1. Dit. 2. Sumber Hasil Terdapat perkebunan kakao rakyat seluas 19. Ayam dan Pisang Pelatihan BPPT Tahun 1999. . Bali Jakarta menunjukkan peningkatan. masyarakat 2000 Selatan (Kab.Pinrang) Sudah selesai Belum ada masalah atau saat ini dikelola hambatan yang berarti dan oleh Koperasi masih berjalan sesuai jadwal.Pelatihan .1.Bali 2000 (Kab. tetapi pekerjaan secara keseluruhan tidak terhambat.26 .1. Bekasi). Dit.1. Desember 2003 .Bantuan peralatan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999.Dana perjalanan terbatas sehingga alih teknologi serta bimbingan teknik pengolahan mete sulit dilaksanakan. 2. Banten (Tangerang) Guru–guru pesantren Selesai % Lembaga Penelitian SMERU. Tahun 1999. 2. pembuatan peralatan Teknologi .DKI Jakarta. dan CV Soppeng) Matahari Terbit Status Saat Ini Sudah selesai dan kini dikelola oleh "CV Matahari Terbit" Masalah Pada awal pekerjaan konstruksi muncul beberapa masalah.Sulawesi 2000 Tenggara (Kab. Sulsel Penerapan Teknologi Biofertilizer dan Pengeringan Hijauan Makanan Ternak untuk Peningkatan Produktivitas Pakan Ternak Sapi .No.1.Daerah setempat mempunyai angin lembah yang sangat kuat sehingga pergantian atap green house dilakukan 2 kali 2.Bantuan peralatan BPPT.Sulawesi Petani.Sulawesi Petani dan masyarakat 2000 Selatan (Kab. Sulawesi Selatan Penerapan Teknologi Pengolahan Mete Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Jenis Kegiatan Pelaksana ./Kota Kendari) Petani.25 Penerapan Teknologi Proses Fermentasi dan Pengeringan Kakao Rakyat di Kabupaten Pinrang.Karang Asem) Petani dan masyarakat Sudah selesai dan diteruskan oleh Dinas Peternakan setempat .Lambatnya pembangunan sarana serta pengadaan barang karena terbatasnya peralatan teknik di lokasi dan ketrampilan tenaga kerja.Pelatihan Agroindustri .24 . setempat.Beberapa bahan (seperti Populasi ternak sapi di Kab. masyarakat dan koperasi Sudah selesai dan saat ini diteruskan oleh koperasi setempat NTB.27 Pelatihan Kerja Santri tentang Sistem Tambak Ikan.

Madura & 2000 Jawa Timur Sasaran Pondok pesantren dan masyarakat peternak/petani Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.Pengembangbiakan itik Tahun 1999.31 Pembuatan dan Alih . Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (TISDA) Tahun 1999. Bandung dan bahkan sudah banyak yang diekspor.Kalimantan 2000 Timur (Kota Balikpapan) Masyarakat dan Pemda Sudah selesai kini dilanjutkan oleh pemda setempat Masalah mobilisasi dan Pemerintah Kota demobilisai peralatan untuk Balikpapan memiliki potensi demo dan uji kaji di lapangan sumber daya alam yang belum termanfaatkan. Dit.Pelatihan Teknologi untuk . Yogyakarta (Kab.I./Kota ikan dan Pemda Sukabumi). 2.1.Budidaya pertanian BPPT . Gunung Kidul) Sudah selesai dilaksanakan dan diteruskan oleh Pemda dan kelompok pengolah ikan setempat.Perancangan dan BPPT.1.28 Nama Upaya Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Fermentasi di Pondok Pesantren dan Industri Kecil Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Inditik (Integrasi Penanaman Padi dengan Pemeliharaan Itik) Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.Jawa Tengah Petani dan peternak Selesai 2000 (Kab. seperti Jakarta.1. Teknologi Lemari pembuatan peralatan Teknologi Pengering Serba . Dit. Bogor.30 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Kepiting Bakau di Pertambakan dalam Upaya Pemberdayaan Petani Tambak BPPT Tahaun 1999-2000 Jawa Tengah Petani tambak (Kab. D.Pelatihan Transportasi Guna dan Alat Pengupas Singkong Tahun 1999. 2. Perbedaan sumber energi yang direncanakan (listrik) dengan yang biasa digunakan sasaran (bahan bakar cair) mengharuskan perubahan desain dan mempengaruhi bahan dan peralatan untuk membuat lemari Daerah Pelabuhan Ratu terkenal dengan komoditas perikanan dan mensuplai ke beberapa daerah. Desember 2003 .29 .32 Penerapan . itik Purworejo) 2. Potensi tersebut dapat segera dikembangkan & Lembaga Penelitian SMERU.Diseminasi teknologi Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis SDA di Kalimantan Timur BPPT.No.Jawa Barat Masyarakat pengolah 2000 (Kab.1.1. Demak) Selesai 2.

pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. Rencana membuat mesin pengolah bambu serba guna tidak terlaksana karena konstruksinya mengalami kendala dan pengoperasiannya sulit. sehingga mesin pengolah bambu dibuat secara terpisah. Klaten) 2. . (Kab. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . a. Dit.Perancangan dan Tahun 1999.34 Pembuatan Mesin Pengolah Bambu untuk Usaha Kerajinan Rakyat di Sukabumi.Jawa Barat . Tegal) Pemda .Perancangan dan BPPT.35 Pengembangan Diseminasi teknologi Teknologi Proses di Sentra Industri Kecil Genteng Klaten Peningkatan Kemampuan Industri Logam KecilMenengah di Sentra IKM Tegal untuk Pembuatan Komponen Otomotif BPPT Tahun 1999.Jawa Barat BPPT.1.33 Nama Upaya Pemberdayaan IKM Karet . pembuatan bola yang berkembang sejak tahun 1990 2.Bantuan peralatan Sasaran Koperasi pengrajin bola Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada. . pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab.Bantuan peralatan Sudah dilaksanakan kini diteruskan oleh pemda setempat . menyerap hasil hutan bambu dan mendukung potensi wisata melalui produksi barang souvenir.1. Dit.No.Ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat mengembangkan usaha industri kecil. 2. Sukabumi kaya akan potensi wisata dan hutan bambu sehingga mesin pengolah bambu berpotensi mendukung kerajinan bambu rakyat.Mengubah kebiasaan pengrajin dalam menggunakan pasir sungai sebagai pasir cetak tanpa memperhatikan persyaratan .Bantuan peralatan Pengrajin dan Pemda Sudah selesai dilaksanakan dan kini dilanjutkan oleh kelompok pengrajin bambu di Desa Datarnangka. dan saat ini dikelola oleh koperasi pengrajin bola Potensi Kabupten Majalengka memiliki berbagai industri yang menjadi sumber PAD.1.Pangsa pasar Tegal yang cukup memotivasi industri kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.Pelatihan dan Rekayasa . Jawa Barat .Menentukan jenis propeler .l.Jawa Tengah Pengrajin dan BPPT.Pelatihan Majalengka) dan Rekayasa . Dit. Desember 2003 .Pelatihan Sukabumi) dan Rekayasa .Majalengka Jawa Barat untuk Memproduksi Barang Teknik Karet Substitusi Impor Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. ' Lembaga Penelitian SMERU.1. 2.Perancangan dan Tahun 1999.Jawa Tengah Pengusaha genteng Selesai 2000 (Kab.36 .

Bantuan peralatan Karang Taruna Kelana Jaya. Dit. Pati) dan Pemda .38 Rancang Bangun Alat Penggiling Cabe Kering Skala Industri Pedesaan Tahun 1999.Perancangan dan Tahun 1999.1. (Kab.Lokasinya jauh di pelosok. Cianjur) tani pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .37 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah Skala Industri Pedesaan di Kabupaten Cianjur. dan masyarakat Kab. Kabupaten Brebes merupakan daerah pertanian dengan produk unggulan cabe merah dan bawang merah.Jawa Tengah Petani.1. masyarakat BPPT.Pelatihan dan Rekayasa . dan kini diteruskan oleh kelompok tani dan IKM di sekitar Cianjur. Dit. Dit.Perancangan dan BPPT.Pelatihan dan Rekayasa . petani. (Kab. Jawa Tengah .40 Rancang Bangun Peralatan Iodisasi Garam Rakyat di Kabupaten Pati. Cianjur Jawa Barat Potensi Kab. petani. . dan dikelola oleh Balai Benih Tani Makmur.1.No. (Kab. petani dan masyarakat dan Pemda Sudah selesai dan kini diteruskan oleh Karang Taruna.Pelatihan dan Rekayasa . masyarakat setempat. Jawa Barat Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. Pati 2.Transportasi dan sarana telekomunikasi tidak memadai. 2. Garam merupakan produk unggulan Kab.Ciamis) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .1. Resistensi masyarakat terhadap informasi luar lambat laun dapat diatasi sehingga dapat menerima peralatan menggantikan yang tradisional.Jawa Barat Petani dan kelompok .Jawa Tengah Petani dan .39 Rancang Bangun Alat Pengolah Sabut Kelapa Skala Industri Kecil Tahun 1999. Brebes) masyarakat pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 pedesaan .Bantuan peralatan Sudah selesai kini dikelola oleh 2 KUD setempat Pada desain awal.Cianjur merupakan sentra produksi padi di Jabar yang memasok sebagian besar kebutuhan padi daerah lain seperti DKI Jakarta dan sekitarnya. 2.Bantuan peralatan Terdapat beberapa masalah pada trial running mesin pencuci garam tetapi ditemukan solusinya.Pati dan tumpuan nasional. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab.Jawa Barat .Bantuan peralatan Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada hambatan. Desember 2003 . Cihea. dan Pemda setempat Sudah selesai kini dilanjutkan oleh Pemda. roto mempunyai sirip penghancur (sudut 0) sehingga setiap selesai proses selalu terdapat sisa di dalam penggiling .Perancangan dan BPPT.Perancangan dan BPPT.Pelatihan dan Rekayasa . 2. Dit.  Lembaga Penelitian SMERU.

Dit.Jawa Timur .1.1. Dit. variasi sayuran yang ditanam.Lampung .Lampung Selatan merupakan lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis .Pelatihan dan Rekayasa . serta lokasinya tidak terlalu jauh. Terjadi perubahan desain untuk memenuhi permintaan petani dan pemda di mana peralatan yang dikembangkan harus bersifat terpadu dan serbaguna. Petani.Bantuan peralatan Garut merupakan sentra industri jagung utama di Jawa Barat. KUD dan pemda Sudah selesai dan diteruskan oleh KUD setempat Adanya perselisihan antara koperasi yang ditunjuk sebagai pengelola cool box (KUD Mina Jaya) dengan dinas teknis terkait (Dinas Perikanan). 2. Lampung merupakan salah satu lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis 2. Kecamatan Pujon.44 .Pelatihan Mesin Industri Selatan) .1.Pelatihan Lampung Mesin Industri .Bantuan peralatan Selatan) Nelayan Sudah selesai dan diteruskan oleh koperasi perikanan setempat Tidak ada 2.Pelatihan Mesin Industri ." Desa Ngroto.Bantuan peralatan Sasaran Kelompok tani "Tani Mulya. Malang Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan dikelola oleh kelompok “Tani Mulya”. .1.Perancangan dan BPPT.Perancangan dan Tahun 1999.Lampung BPPT.41 Nama Upaya Rancang Bangun Pusat Penanganan Pasca Panen (Packing House) Sayur Mayur di Pedesaan Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.Teknologi yang terapkan dalam proyek ini tidak baru. (Kab. (Kab.Perancangan dan BPPT. dan disesuaikan dengan lingkungan dan kemampuan SDM setempat 2. Potensi Kecamatan Pujon dapat dijadikan sebagai pelopor dan penggerak kegiatan agribisnis karena kesiapan dan kemampuan SDM. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 Lampung .No. Desember 2003 . pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab.Perancangan dan Tahun 1999. Garut) .42 Pemanfaatan Container Bekas untuk Teknologi Cold Storage dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Hasil Tangkapan Nelayan .43 Penerapan Teknologi Cool Box untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Tangkapan Nelayan Kecil Pengembangan Industri Pakan Ternak dari Tepung Bongkol Jagung Tahun 1999. Malang) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 . Dit. Dit. dan Jawa Barat adalah daerah penghasil jagung terbesar ke empat di Indonesia. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab.Jawa Barat BPPT. .Bantuan peralatan Nelayan dan pemda Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh KUD dan pemda setempat.  Lembaga Penelitian SMERU.

Brebes. Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselin Bali. kelompok tani dan KUD. Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Tahun 1999. Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. Daerah-daerah tersebut sangat potensial untuk dikembangkan karena mempunyai potensi pertanian yang bagus (mis. Lembaga Penelitian SMERU.Bantuan peralatan BPPT Tahun 1999. Unit 2000 (Kab.Keterlambatan pelaksanaan .48 BPPT.47 Diseminasi teknologi Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Logam di Pasuruan Rancang Bangun Peralatan Pertanian Pasca Panen Portable untuk Tanaman Padi . di Pati terdapat 11. Selesai 2.Krisis moneter mengakibatkan bahan dan peralatan mahal dan sulit diperoleh. .1.Pelatihan . Dengan adanya peralatan pertanian pasca panen diharapkan petani dapat meningkatkan hasil gabah keringnya.Bantuan peralatan Tahun 1999. Pati) Pemda Pati. Magetan.Perancangan dan pembuatan peralatan .No.Bali Pengrajin dan 2000 (Kab.Tabanan masyarakat :Pejaten) Tabanan. Sukabumi sangat potensial pertaniannya. dan Tanggerang.46 Pemasyarakatan Mesin Pengiris Serba Guna (PSG) untuk Terciptanya Peningkatan Kegiatan Ekonomi Rakyat .Pelatihan . 2. Desember 2003 .Perancangan dan pembuatan peralatan . Keramik Pejaten.Jawa Barat 2000 (Sukabumi) Petani/kelompok tani Sudah dan Pemda dilaksanakan dan dilanjutkan oleh petani.1.1.Perancangan dan pembuatan peralatan .45 Nama Upaya Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselen Jenis Kegiatan .II yang terkait: Pati.Jawa Timur 2000 (Pasuruan) Industri kecil logam 2. Potensi Daerah Pejaten merupakan sentra produk gerabah yang dapat dikembangkan menjadi sentra kerajinan keramik karena SDM-nya memiliki keterampilan yang cukup. Jawa Pelaksana Tengah Teknis Laboratorium Aero – Gasdinamika dan Getaran Tidak ada Sudah dilaksanakan kini dilanjutkan oleh para petani/pengrajin dan Pemda Tk.Pelatihan .1.364 ha tanaman ketela) 2.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.Jawa Tengah Petani/pengrajin dan BPPT.Masyarakat tani masih sangat sukar diberi pengertian untuk memanfaatkan rancangan atau memproduksi sendiri peralatan . Bali Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan diserahkan ke CV.

konsumsi energi (minyak tanah) rumah tangga di Kalbar 8.Kalimantan 2000 Barat (Kab/Kota Pontianak) Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh Koperasi Pegawai Negeri Kanwil Dep.473.No.Pelatihan dan pembinaan BPPT.Bantuan peralatan Pelaksana BPPT. Ulang Logam pembuatan peralatan Teknologi Timbal/Timah Hitam .1. diharapkan semakin tergantikan oleh produk dan teknologi gambut. Potensi Potensi industri kecil pandai besi sangat besar namun belum tergarap secara optimal bahkan mulai ditinggalkan karena pasar lebih menyukai produk impor . Desember 2003 . . Masalah Tidak dijumpai hambatan yang berarti kecuali beberapa pandai besi yang diundang tidak hadir. 2.08 kca/kk/hari.50 Pembuatan dan Pemasyarakatan Briket dan Tungku Gambut untuk Rumah Tangga .Tidak seimbangnya dana penelitian dengan kebutuhan yang dihadapi .51 Teknologi Daur .1. Dit.Diperlukan waktu yang cukup lama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup. PU. .Pelatihan .Hambatan dalam sosialisasi penggunaan peralatan yang efisien dan efektif karena pengrajin khawatir akan meningkatnya biaya produksi.Partisipasi dan minat membeli/memproduksi tungku/kompor dan briket gambut dan produk lainnya meningkat .Jawa Barat 2000 Sasaran Pengarajin Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan terletak di belakang gedung UPT – LUK.Kualitas dan kuantitas SDM belum memadai . Jawa Tengah Di Temanggung terdapat industri kecil pengolah aki bekas yang melakukan kegiatan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.Kerjasama pemerintah dengan luar negeri belum ada . 2. pengrajin Temanggung) Sudah dilaksanakan dan dilanjutkan oleh pengrajin pendaur ulang di Temanggung. Kalimantan Barat dan Koperasi Karyawan Eka Mutiara Sari Pontianak.Belum memiliki laboratorium dan workshop sendiri . Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Waktu Wilayah Tahun 1999. 2.Hasil penelitian dan literatur masih terbatas .Dari SKE tahun 1998. Jawa Tengah Tahun 1999.Pelatihan Lingkungan (Pb) dari Aki Bekas di Temanggung. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi – TPSA Tahun 1999.1.Pembuatan peralatan . Melalui kegiatan IPTEKDA industri ini dapat dijadikan contoh dan dapat diimplementasikan pada industri sejenis di daerah lain ! Lembaga Penelitian SMERU.49 Nama Upaya Rancang Bangun Teknik Pandai Besi untuk Memproduksi Alat-alat Pertanian dan Disain Ergonomi Jenis Kegiatan .Perancangan dan BPPT.Kerjasama pemerintah dan swasta masih kurang .Jawa Tengah Masyarakat dan 2000 (Kab. Dit.Perancangan dan pembuatan peralatan .

Jawa Barat 2000 (Kodya Bandung) Sasaran Usaha tahu .Pembuatan peralatan . Selesai Target produksi belum tercapai karena masalah pasokan bahan baku. PPP-BIOTEK Tahun 2000 Bali (Kab. Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2000 Jawa Tengah Petani garam (Kab. Klungkung) Peternak sapi Selesai 2. " Lembaga Penelitian SMERU.56 .Pelatihan BPPT.53 . Garut Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.1.1. Dit. GroboganLahan Pegaraman Jono) Tahun 2000 DIY (Kab. .Pelatihan dan sosialisasi BPPT.Teknologi yang diterapkan masih bersifat ujicoba .55 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Evaporasi dan Kristalisasi untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Garam Perekayasaan Paket Peralatan dan Teknologi Produksi Nata de Soya BPPT.54 Penerapan Teknologi Fermentasi dan Formulasi Roti Pakan Sapi untuk Meningkatkan Kualitas Daging .1. Bantul) Perajin tahu tempe.tempe Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.1. Garut) Petani penyuling minyak akar wangi Selesai .52 Nama Upaya Teknologi Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Industri Tahu-Tempe Penerapan Teknologi Destilasi Minyak Akar Wangi di Kab.1. 2.Belum jelasnya pola kerjasama dengan mitra kerja . Desember 2003 . SDM dan lain-lain dll 2. Dit.Pelatihan BPPT.Pembuatan peralatan .Pendampingan Teknologi dalam pengoperasian Bioindustri alat Selesai Teknologi ini membantu penciptaan produk baru yang memiliki prospek bisnis.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus Sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai usaha/bisnis 2.Sasaran kegiatan tidak dapat dicapai sekaligus . Dit.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus .No. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.Belum terasanya manfaat langsung bagi mitra pengguna .

Dit.59 Penerapan Teknologi Penggemukan Sapi dengan Menggunakan Pakan Ternak Organik Lactogrand dan Lactomin … .No. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. 2. Dit.Pendampingan BPPT.1.Teknologi masih bersifat percobaan .60 Pembuatan dan Pemasyarakatan Tungku Berbahan Bakar Gas untuk Industri Kerajinan Keramik .1.Pembuatan tungku berbahan bakar gas .58 BPPT.Kurang memperhitungkan skala penerapan dan respon masyarakat yang terbiasa menggunakan formalin Kesulitan mendapatkan lactogrand Masyarakat banyak yang ingin terlibat dalam kegiatan dan turut menerapkannya 2. Teknologi BioIndustri Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. Tuban) Nelayan Selesai Berpotensi untuk diterapkan .1. 2. Teknologi Budidaya Pertanian Tahun 2000 Jawa Tengah Peternak sapi (Kab. Banjarnegara) Selesai Kenaikan harga LPG saat kegiatan hampir selesai mengurangi nilai tambah tungku berbahan bakar gas dibandingkan tungku minyak tanah yang selama ini dipakai pengrajin. Pemasyarakatan tungku berbahan bakar gas perlu ditingkatkan dengan membuat kajian teknoekonomi.57 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan Pelatihan Teknologi Pembuatan Kecap Ikan Secara Enzimatik Terkendali untuk Industri Skala Menengah dan Rumah Tangga Penerapan Pelatihan Teknologi Pengeringan Bebas Lalat Pelaksana BPPT. Dit.Pembuatan kandang sapi koloni .Pengadaan bibit sapi . Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin keramik (Kab.Pendampingan BPPT. Desember 2003 . Tuban) Sasaran Status Saat Ini Perajin (petani Selesai nelayan) tradisional. # Lembaga Penelitian SMERU. Boyolali) Selesai 2.Pembentukan kelompok tani .Pelaksanaan tidak dalam skala kecil mencapai sasaran . Dit. industri rumah tangga dan industri menengah Masalah Potensi Diperlukan upaya pemasaran Sangat prospektif untuk karena produk ini relatif baru dikembangkan sebagai dan belum banyak dikenal usaha/bisnis masyarakat.1.

2.Pendampingan Pemanfaatan Rumput Laut Melalui Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Gracilaria sp Menjadi Agar-Agar Peningkatan Kemampuan TeknoBisnis dalam Pengembangan Produk Unggulan Koperasi . Banyumas ) Masih berlangsung (sampai akhir 2003) . Biro Umum Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Aspek kemitraan sebagai tindak lanjut belum digarap dengan jelas Selesai Target dan sasaran belum tercapai karena keterlambatan jadwal akibat adanya perubahan desain alat untuk mencari harga yang lebih murah Potensi 2. Dit. Cirebon) penghasil politur Selesai Pengoperasian alat belum berjalan karena supply bahan baku dari Perhutani belum berjalan.1.1.Pembuatan peralatan pemroses sirlak untuk industri politur . Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Barat Petani peternak (Kab.Bantuan teknis dan konsultasi Tahun 2000 Sulawesi Masyarakat BPPT. Dit.1. Selatan (Kab. $ Lembaga Penelitian SMERU.Pendampingan BPPT.No.Jombang masyarakat ) Jawa Tengah (Kab. Pasuruan) Koperasi (KPSP) “Setia Kawan” Selesai .1.Sasaran kegiatan belum tercapai .Pembuatan mesin penggorengan vacuum kripik dan buah-buahan .65 Pemanfaatan Teknologi Rancang Bangun pada Peralatan Pemroses Sirlac . Teknologi Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Jawa Barat Industri kecil (Kab.Pelatihan . tidak terlihat konsep keterpaduan antara budidaya sapi dengan jagung karena tempatnya yang berjauhan dan tidak ada teknologi yang baru atau punya nilai tambah 2.Bantuan suplemen Alumino Silikat untuk dan pakan ternak Industri Pertanian . Desember 2003 .64 Penerapan Teknologi Budidaya Jagung dan Sapi Perah Terpadu di Jombang dan Penerapan Bioteknologi untuk Produksi Kelapa dan Sari Kelapa di Kab.Perguliran dana (awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT.Manfafat teknologi di masyarakat belum dibuktikan secara ilmiah .Untuk kegiatan pertanian terpadu.61 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Mineral .Pelatihan Pelaksana BPPT.Teknologi vacuum frying yang dikembangkan dan diterapkan bukan milik BPPT melainkan milik lembaga swasta Tahun 2000 . Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.Jawa Timur: Pesantren dan 2003 (Kab.63 2. Dit. Banyumas .62 .Pelatihan Strategi . Ciamis) Status Saat Ini Masalah Selesai . Sinjai) Kebijaksanaan Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi 2.1. Dit.

GPS dan transducer ) masih impor 2.69 Penerapan Pelatihan Teknologi Perlakuan Panas di Sentra Industri Pengecoran Logam Ceper Klaten BPPT.67 Penerapan Alat Deteksi Ikan dalam Rangka Pra dan Penangkapan Ikan Terpadu Pembuatan dan Pengembangan Teknologi Proses Produksi Pengolahan Kayu Karet (Sawn Timber ) Skala Industri Rakyat dan Berkualitas Ekspor . Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.1. Teknologi Proses dan Rekayasa Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Pengusaha industri kecil suku cadang mesin Status Saat Ini Masalah Selesai Teknologi/formula yang dikembangkan masih didasarkan pada teknologi kompon di pasaran yang sangat beresiko. Rembang) Selesai % Lembaga Penelitian SMERU. Potensi 2.No.1.Pelatihan . Klaten) pengecoran logam Selesai 2.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan . Teknologi Transportasi Tahun 2000 Jawa Tengah (Kab.Pelatihan Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Lampung Nelayan kecil di bawah binaan KUD Mina Jaya Selesai Peralatan teknologi kunci (fish finder . Teknologi .Pemberian bantuan BPPT. Padalarang) Industri kecil menengah dan masyarakat desa Selesai .70 Pengembangan Bahan Baku Dasar Penunjang Industri Perikanan .68 . Dit.Rekayasa dan rancang bangun peralatan .1.Pendampingan BPPT. Dit.Bantuan sarana dan Teknologi Proses prasarana Pembuatan Kompon . alat deteksi ikan (ADI) Dit. 2. Dit.Pelatihan di Koperasi Pengusaha Industri Kecil Suku Cadang Mesin Bandung Pelaksana BPPT.1.Penerapan teknologi belum selesai.Dana tidak cukup sehingga peralatan yang menentukan kualitas produk tidak dapat dibeli Koperasi yang bermitra belum memberikan kontribusi yang lebih besar Penerapan teknologi memberikan manfaat dan peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh IKM 2. Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin (Kab.1. Desember 2003 .Pendampingan BPPT. Dit. karena peralatan yang dibangun belum berfungsi secara optimal akibat tidak adanya sistem alat pengontrol .

Rancang bangun mesin press (packaging ) . karena ada perubahan alokasi anggaran untuk ikan patin ke produksi selulosa.Pendampingan Pelaksana BPPT.71 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pembuat Bubuk Tempurung Kelapa sebagai Bahan Baku Pembuatan Obat Nyamuk Jenis Kegiatan . UPT-LAGG Tahun 2000 Jawa Tengah Pengusaha kapuk (Kab. Dit.Pelatihan .1. Desember 2003 .Daya tahan mesin belum diketahui.1.1. aspek teknis tidak dikuasai.Pendampingan BPPT. & Lembaga Penelitian SMERU./Kota Bandung) Industri kecil pengecoran logam Selesai Aspek kemitraan untuk memanfaatkan peluang bisnis masih belum jelas.73 . Pati) 2. budidaya sapi dan ikan patin belum tercapai. Teknologi Lingkungan Tahun 2000 . Dit.74 BPPT. Teknologi Material Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.No.Pelatihan .Sarana produksi air belum diserahterimakan pengelolaannya Konsep keterpaduan antara selulosa. dan masih bersifat coba-coba. Teknologi Lingkungan Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Pemasaran produk bubuk kelapa harus dijamin sehingga mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan hanya dibuat arang aktif Selesai Kegiatan mengalami keterlambatan karena perencanaan yang kurang baik.1. UPT-LUK Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Tengah Petani (Kab. .1.Pembuatan alat pembuat bubuk tempurung kelapa . Dit. karena belum pernah dibuat sebelumnya . Sidoarjo) Pengusaha air minum skala kecil Selesai Memberikan prospek bisnis yang baik 2. Potensi 2.Bantuan alat pengolahan air siap minum .Pembuatan tungku kokas dan pengujian .Penelitian . Memberikan inovasi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha bisnis.Pelatihan .Pendampingan BPPT.72 Rancang Bangun Mesin Press (Packaging ) Kapuk sebagai Komoditi Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Air Siap Minum Skala Industri Kecil Aplikasi Teknologi Silase Limbah Hasil Pertanian Tanaman Pangan untuk Pakan Ternak pada Pengembangan Sapi Potong dan Ikan Patin Secara Terpadu Rancang Bangun Krusibel untuk Peleburan Logam Skala Industri Kecil ./Kota Semarang) Status Saat Ini Masalah Selesai .Pola kemitraan belum disepakati . 2.Perguliran dana (mulai awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT.Jawa Timur Peternak sapi dan 2003 (Kab.75 . ikan patin Tulungagung Pondok Pesantren Yayasan AlHusna ) Masih berjalan sampai akhir 2003 2.

No. . Dit.1.Pelatihan BPPT. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau (Kab.76 2. harga makin rendah serta mutu meningkat. Desember 2003 .Bantuan peralatan .Pendampingan Pelaksana BPPT UPT-PSTKP Waktu Wilayah Tahun 2000 Bali (Kota DenpasarDesa Benoh) Sasaran Pengrajin keramik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Program ini dapat dilanjutkan melalui kerjasama dengan Sucofindo seperti dilakukan di tempat lain Alat ini perlu disosialisasikan ke masyarakat di lokasi lain yang membutuhkan. Bengkalis) Produsen kopra Selesai 2.Bantuan teknis dan konsultasi . Petani kelapa Indragiri Hilir) Selesai 2. Selain itu.79 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa di Sentra Perkebunan Kelapa Rakyat Penerapan Diseminasi teknologi Pendorong Air Berbaling-Baling untuk Pemberdayaan Petani Tambak Rancang Bangun Diseminasi teknologi Alat Pengolah Serat Alam Limbah Pabrik Kelapa Sawit BPPT.1. Teknologi Proses dan Rekayasa Selesai ' Lembaga Penelitian SMERU. Dit.1. UPT-LSDE Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin tepung (Kab.81 Tahun 2001 Lampung BPPT.78 Peningkatan Produksi dan Mutu Kopra Rakyat dengan Pengering Berbahan Bakar Arang Tempurung Kelapa Diseminasi teknologi BPPT. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Sulawesi Selatan Petani tambak Selesai 2.Pembuatan alat .1. Dit. DenpasarBali Penerapan Alat Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Rumah Tangga Jenis Kegiatan .77 Nama Upaya Peningkatan Teknologi Proses dan Kualitas Keramik dari Desa Benoh.1. Dit.80 BPPT.1. 2.Pembangunan gudang penampung . Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau ( Kab. riset dan pengembangan perlu terus dilanjutkan agar kapasitas meningkat. tapioka Temanggung) Selesai 2.

Dit. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Dit. Dit.Cepono) Selesai 2. Selatan ( Kab. Teknologi Material Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin tembaga ( Kab.1.85 Diseminasi teknologi Teknologi Pemanfaatan Lumpur Limbah Pabrik Pulp sebagai Bahan Bangunan Peningkatan Mutu Diseminasi teknologi dan Produktivitas Industri Kecil Kerajinan Tembaga Ukir Pengembangan Diseminasi teknologi Pasar Produk Agrobisnis Melalui Teknologi Informasi Proses Pembuatan Diseminasi teknologi Bubur Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Bahan Baku Obat Alami BPPT. Teknologi Informasi dan Elektronika BPPT. Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2001 Jawa Timur (Kab. Bogor Desa Lawang Gintung) Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.87 BPPT.84 Pemanfaatan Botol Plastik Bekas dan Limbah Kayu Gergajian untuk Pembuatan Papan Partikel Diseminasi teknologi Tahun 2001 Jawa Tengah BPPT.83 Penerapan Rancang Diseminasi teknologi Bangun Alat Proses Produksi Briket Arang Serbuk Gergajian Tahun 2001 Sulawesi BPPT. 2.1. Dit. Dit. Ponorogo) Selesai 2. UPT Laboratorium Uji Konstruksi Selesai 2.86 BPPT. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Selesai 2. Selatan ( Kab.1. Teknologi Lingkungan Tahun 2001 Jawa Barat Selesai 2.82 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah dengan Bahan Sekam Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Sulawesi Petani BPPT.1.1. Desember 2003 .No. Boyolali ukir .88 Tahun 2001 Jawa Barat ( Kab. Dit.1.1.

92 Diseminasi teknologi BPPT. Teknologi Agroindustri Tahun 2001 Riau ( Kab.1.93 Diseminasi teknologi Pengembangan Teknologi Proses Produksi Tapioka Rakyat dan Pengolahan Limbah Secara Terpadu Pemberdayaan IKM Diseminasi teknologi di Sentra Industri Melalui Pengembangan Collective Cybermarketing Implementasi Diseminasi teknologi Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Tepung Tapioka Rakyat BPPT. Teknologi Agroindustri Petani sagu Tahun 2001 Sulawesi Tenggara ( Kab.1. UPT EPG Tahun 2001 Jawa Tengah Produsen tapioka ( Kab. Jawa Tengah (Kab. Dit.95 Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.1. Dit. UPTLSDE Tahun 2001 Jawa Timur Industri kecil dan (Kab.89 Nama Upaya Penerapan Teknologi Industri Pengolahan Kopi Rakyat Penerapan Teknologi Produksi Chips dengan Vacuum Frying Penerapan Teknologi Dry Klin Skala Industri Rakyat dengan Kualitas Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Sagu Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.1. Kendari) Selesai 2. Lampung tapioka rakyat Tengah) Selesai 2. menengah Sidoarjo). Kampar) Selesai 2.1.91 Diseminasi teknologi BPPT. Dit. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.I Yogyakarta Selesai 2.No.1. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 2001 Sumatera Selatan Sasaran Pondok Pesantren Darul Muttaqien Desa Tanjung Menang Produsen keripik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Klaten) Tahun 2001 Lampung ( Industri tepung Kab.1. 2. Temanggung) Selesai 2. Tegal. Dit. Teknologi Agroindustri BPPT.90 Diseminasi teknologi Tahun 2001 D. Desember 2003 .94 BPPT. Dit.

97 BPPT. Teknologi Transportasi Tahun 2001 DKI Jakarta Petani garam Selesai 2. Dit. 2.98 Diseminasi teknologi Aplikasi Teknologi Peralatan Penunjang Produksi pada Ladang Garam Sistem Semi Intensif BPPT. Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Kawasan Tahun 2001 Jawa Timur (Kab.No. UPT-Balai Tahun 2001 Jawa Barat Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika Pengrajin propeller konvensional Selesai 2.1. UPT Baruna Jaya Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Banten ( Kab. Ikan Lele dan Pelatihan untuk Mendukung Pemasyarakatan Teknologi BioCyclofarming Pelaksana BPPT. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Petani tambak/ Produsen pakan tambak Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.100 Pelatihan Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Pembuatan Pakan Tambak dari Bahan Baku Lokal BPPT.1.99 Pembuatan Alat Penyeimbang Propeller untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pengrajin Propeller Konvensional Diseminasi teknologi BPPT. Tuban) Peternak unggas dan Selesai ikan lele 2.1. Desember 2003 .1. Nelayan Serang) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.96 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Teknologi Diseminasi teknologi Kelautan dalam Menunjang Manajemen Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Diseminasi teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Melalui Produksi Bibit Unggul Unggas.1. Dit.

Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Nelayan Selesai Pelatihan BPPT.Manfaat teknlologi di masyarakat belum terlihat !! Lembaga Penelitian SMERU. Kec.Perguruan tinggi lebih berperan sebagai perantara .105 Penerapan Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri di Muara Enim 2.1. UPTLSDE (Direktorat) Tahun 2002 NTB (Kab (8 bulan) Sumbawa) Koperasi "Mina Cahaya" Selesai .Pembuatan sarana dan prasarana BPPT.106 Unit Pengelolaan Pasca Panen Hasil Laut dengan Teknologi Konservasi Energi Matahari di Pulau Sumbawa . Kab. Muara Enim) Rambang Dangku. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan 2. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Produsen kompon dan barang karet Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi BPPT. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin (Tegal) pengecoran logam Selesai .Diskusi dengan pakar . Muara Enim Belum tersedia sumber air baku (belum adanya sumur yang seharusnya dibuat oleh pemda) . Desember 2003 .1. P3TA pembuatan peralatan (Direktorat) .Disain dan BPPT.No.1.Pelatihan BPPT.1.1. Lubuk Raman. .Kendala musim kemarau.Bantuan teknis penggunaan alat KUD “Berkas”.102 Pelatihan Penggunaan Teknologi Fish Finder untuk Nelayan Ikan 2. Desa Selesai Tahun 2002 Sumatera (8 bulan) Selatan (Kab.1.Aplikasi di “green house” kemungkinan berhasil cukup tinggi tetapi butuh waktu yang lama 2.101 Pelatihan Pembuatan Kompon dan Barang Karet untuk Industri Kecil 2.104 Aplikasi Biofertilizer Mikroriza Arbuskular dan Probiotik untuk Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah BPPT. Balai Pengkajian Bioteknologi (Direktorat) Tahun 2002 Bali (Nusa (8 bulan) Penida) Peternak Selesai .Studi literatur .Peran masyarakat selaku pengguna dirasakan kurang .Pembuatan peralatan .103 Pelatihan Pengembangan Usaha Pengecoran Logam 2.

1. Desember 2003 .Pembuatan peralatan .111 Diseminasi Diseminasi teknologi Teknologi (Sosialisasi) Konvensional untuk Rancang Bangun Kapal Nelayan di Daerah Cilacap BPPT.Pemalan Darat "Mino Rejo" g) Selesai Kegiatan belum banyak melibatkan petani setempat dan lebih banyak melakukan uji produk-produk probiotek.1. P3TL (Direktorat) Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi Perikanan (8 bulan) (Kab.1.No.108 Pembangunan Industri Kecil Daur Ulang untuk Menangani Sampah Pasar Tradisional 2.Pengumpulan data BPPT. P3TIST (Pusat) Tahun 2002 Jawa Tengah Masyarakat nelayan Selesai (6 bulan) (Kab. Industri kecil (8 bulan) Jawa Timur menengah logam (Kab. P3TL .112 Rancang Bangun Disain dan BPPT.Pembuatan peralatan . 2. P3TIT Peralatan : Aplikasi pembuatan peralatan Teknologi Pengolahan Produk Perikanan Laut Tahun 2002 NTB (Kota (8 bulan) Mataram) Dinas Pertanian Mataram. Nama Upaya 2. nelayan dan peternak Selesai !" Lembaga Penelitian SMERU.Sidoarjo) Selesai 2.Sosialisasi Tahun 2002 Jawa Barat Koperasi dan (7 bulan) (KabBandung.Pendampingan .109 Penerapan Teknologi Mikroba Probiotik untuk Pemulihan Kualitas Lingkungan Perairan Tambak Udang Jenis Kegiatan Pelaksana .110 Otomasi Mesin Punch/Stamping Berbasis PLC pada Industri Logam di IKM Ngingas .Pendampingan BPPT.107 Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Keramik 2.1.masyarakat Desa Margaasih) Selesai .1.Penyediakan sarana BPPT.1.Cilacap) dan pengrajin kapal kayu tradisional 2.Monitoring BPPT. P3TIAM (Direktorat) Tahun 2002 DKI Jakarta. P3TM dan prasarana (Direktorat) .Desain dan (Pusat) pembuatan peralatan .Pendampingan Waktu Wilayah Tahun 2002 NTB (Kab (6 bulan) Lombok Tengah Desa Penunjak) Sasaran 25 pengrajin keramik/gerabah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi .

1.1. gerabah/keramik dan Gowa) KUB "Bontote’ne". apakah mampu mensuplai industri motor bakar yang dimaksud .116 Rancang Bangun BPPT. Gowa -Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan tungku kurang -Kegiatan lebih ditekankan pada pembuatan alat. P3TM pembuatan peralatan (Direktorat) . Desember 2003 .Uji coba alat (Direktorat) Produktivitas Tangkapan Kapal Ikan Tradisional Tahun 2002 Jawa Tengah Kelompok nelayan (7 bulan) (Kab.Disain dan BPPT. UPTSistem Apung Darat pembuatan peralatan BPPH Guna Meningkatkan .Informasi proses pembuatan Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab. P3TIP dan Rekayasa dan prasarana (Direktorat) Peralatan Pembuatan Keramik untuk Industri Kecil Tahun 2002 Sulawesi Industri kecil Selesai (8 bulan) Selatan (Kab. Kab.1. sedangkan sosialisasi kegiatan dan penggunaannya kurang Perbedaan jenis bahan baku yang digunakan dengan perjanjian kerjasama . 2.Pengujian alat Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2002 Jawa Barat Kelompok pengrajin (6 bulan) (Kab.113 Rancang Bangun Sistem Pengering pada Skala Industri Kecil Menengah Jenis Kegiatan Pelaksana .Pandegl ang) Selesai -Disain dan 2.114 Rancang Bangun Pembangunan sarana BPPT.1.117 Pemberdayaan IKM Logam untuk Pengecoran Komponen Motor Bakar Aluminium .Disain dan 2. BTMP pembuatan peralatan (Direktorat) .Monitoring Alam dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit untuk Pembuatan Papan Partikel Industri spring bed Tahun 2002 Banten (8 bulan) (Kab. Cilacap) Selesai -Teknologi yang digunakan belum pernah diuji coba -Kepemilikan desain sistem -Pengelolaan prototype -Terlalu berat pada kegiatan penelitian.Pelatihan yang direncanakan tidak dilakukan !# Lembaga Penelitian SMERU.115 Rancang Bangun BPPT. (Direktorat) . P3TIP Alat Pengolah Serat pembuatan peralatan.1./Kota Bandung Kelompok usaha pengecoran logam Selesai -Tidak diketahui berapa potensi skrap aluminium daerah.No. Nama Upaya 2.Bandung mendong ) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.Disain dan BPPT.

Wajo) Tahun 2003 Jawa Barat ( Kab.122 Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengolahan Batang Padi untuk Pembuatan Dos Tempat Telur 2.Kurang terlihat penerapan pada masyarakat luas/daerah setempat Potensi Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab.119 Strategi Pengembangan Usaha Peternakan 2.Diseminasi teknologi BPPT.118 Optimalisasi Potensi ./Kota Bandung Sasaran Industri kecil pengecoran Status Saat Ini Masalah Selesai .Kurang terlihat kerjasama dengan masyarakat . menengah Sopeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.120 Fasilitas Pengembangan Usaha Masyarakat Pesisir Diseminasi teknologi BPPT (P2KDT) BPPT (BIT) Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.No.1.1.1.123 Teknologi Ekstraksi Diseminasi teknologi Minyak Kelapa dengan Cara Semi Mekanis 2. menengah Majene) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sumatera Usaha kecil Selatan ( Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 2.124 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri BPPT (P3TA) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab. Krawang) Masyarakat pesisir Masih berjalan Diseminasi teknologi Masih berjalan 2. Desember 2003 .1.1.121 Pabrik Pengolahan Diseminasi teknologi Crumb Rubber Mini di Pesantren "Al Islah" BPPT (P3TA) Pesantren Tahun 2003 Sumatera Selatan ( Kab Ogan Komering Ilir Tulung Selapan) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab.Pembuatan (Direktorat) Menengah (IKM) prototipe untuk Pembuatan Komponen Motor Bakar 2. P3TM Industri Kecil .1.1. menengah Muara Enim) Masih berjalan !$ Lembaga Penelitian SMERU.

127 Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Limbah Jagung untuk Pakan Ternak dan Pupuk Organik 2.128 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi dan Diseminasi Produksi Benih Ikan unggul 2. Bogor) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P2TFM) Tahun 2003 Jawa Barat Usaha kecil (Kota Bekasi) menengah Masih berjalan Diseminasi teknologi BPPT (P3TL) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab/Kota Cirebon) Usaha kecil pencucian botol Masih berjalan !% Lembaga Penelitian SMERU.1.1.130 Pengurangan Penggunaan Air di Usaha Kecil Pencucian Botol untuk Menunjang Produksi Bersih Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab.1.1.129 Penerapan Teknologi dan rancang bangun Peralatan Pengeringan dan Produksi Serbuk Minuman Berbasis RimpangRimpangan 2. Lamongan) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2. Soppeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.No.1.126 Pemberdayaan Peternakan Rakyat Terpadu Melalui Penerapan Teknologi Industri Pakan Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab.1.125 Penerapan Teknologi Penanganan Pasca Panen Gabah Pelaksana BPPT (P3TA) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur (Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi 2. Desember 2003 .

1. menengah Wonosobo) Masih berjalan BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan (Kab. Nama Upaya 2.1.131 Pemanfaatan Teknologi Bambu Laminasi untuk Pengembangan UKM Furniture dan Kerajinan Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TL) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (Bogor) Sasaran UKM furniture dan kerajinan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Diseminasi teknologi 2.132 Pelatihan dan Bantuan Teknik Pembuatan Kokas Briket Batubara Kaway XVI Aceh Barat sebagai Kokas Metalurgi untuk Industri Pengecoran Logam BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Nanggroe Aceh Darussalam Industri pengecoran logam Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1.135 Pengembangan Diseminasi teknologi Kawasan dengan Pendekatan Agroindustri Terpadu untuk Memberdayakan Lahan Pertanian BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab.No.134 Pemanfaatan Energi Diseminasi teknologi Matahari untuk Pengolahan Produk Buah Salak 2.1.1. Desember 2003 . menengah Soppeng) Masih berjalan !& Lembaga Penelitian SMERU.133 Penerapan Teknologi Pembakaran Kapur Menggunakan Dual Fuel sebagai Bahan Bakar BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Sumatera Barat ( Kota Padang) Usaha pembakaran kapur Masih berjalan 2.

1.1. Klaten) menengah Masih berjalan 2.137 Peningkatan Kualitas Teknologi Pembuatan Kapal Fibre Glass untuk Mendukung Pengembangan Masyarakat UKM Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TPSLK) Waktu Wilayah Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 NTB Usaha kecil menengah Masih berjalan Rancang bangun 2.140 Pelatihan Pelatihan Pembuatan Bagan Penangkap Ikan tipe Semi Benam Beserta Alat Tangkapnya 2.1.1. Nama Upaya Jenis Kegiatan 2. Desember 2003 . Usaha kecil Lombok Barat) menengah Masih berjalan BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri kapal dan alat tangkap Masih berjalan !' Lembaga Penelitian SMERU.138 Rancang Bangun Alat Proses Pemintalan dan Pewarnaan Benang Sutera Diseminasi teknologi 2.136 Pemanfaatan Diseminasi teknologi Kawasan Pesisir Gorontalo untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma spp dan Gracilaria spp) 2.1.No. Logam Ceper BPPT (P3TIP) Industri benang Tahun 2003 Sulawesi Selatan (Kab. sutera Soppeng) Masih berjalan BPPT (P3TIP) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab.139 Penerapan Teknologi Peleburan Biji dengan Devided Blast Cupola di UPT Lab.1.141 Disain Kapal dan Alat Tangkap yang Sesuai Kondisi Perairan Diseminasi teknologi BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 NTB (Kab.

144 Rancang Bangun Alat Hammer Mill untuk Diaplikasikan di Tambang Kapur Rakyat Rancang bangun Tambang kapur BPPT (P3TIAM) Tahun 2003 Jawa Timur (Kab. . dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU.142 Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan Teknologi Pembuatan Paduan Perunggu sebagai Bahan Gamelan dan Uang kepang untuk Para Perajin Kecil Pelaksana Waktu Wilayah BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Bali ( Kab.Pelatihan Pelatihan . Lembaga Keuangan Mikro.Kurangnya koordinasi dan kerjasama antar unit kerja . Nama Upaya Jenis Kegiatan 2.143 Penerapan Teknologi Tepat Guna Proses Pembuatan BalingBaling Kapal Diseminasi teknologi BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri baling-baling Masih berjalan kapal 2.Dukungan program dari pusat untuk daerah pasca pelatihan masih rendah.Potensi keuangan daerah . Desember 2003 .Monitoring dan Masyarakat Evaluasi pelaksanaan Pelatihan di 17 provinsi.Belum adanya evaluasi dampak . Depdagri.No.Belum terinformasikannya program pelatihan masyarakat . Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Januari Desember 2002 Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran utama Berlanjut ke aparat PMD propinsi tahun 2003 dan kab/kota yang secara langsung melakukan pelatihan masyarakat di wilayahnya. Klungkung) Sasaran Perajin kecil Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2. Kec Turen) Masih berjalan 3.Keterbatasan dana pendamping dan fasilitator .1 Pengembangan . .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. Malang . perguruan tinggi.Pembinaan pelatihan tidak berkesinambungan.1.1.rakyat Desa Sumberejo. Departemen Dalam Negeri (Depdagri) 3. .1.

Penyusunan laporan evaluasi. baik untuk pelaksanaan kegiatan maupun penyediaan dananya . perguruan tinggi.Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga .Belum optimalnya pendataan dan informasi potensi daerah . dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU. perguruan tinggi. khususnya perempuan Berlanjut ke tahun 2003 Adanya beberapa kegiatan yang tidak direncanakan sejak awal sehingga belum terprogram.Adanya gangguan keamanan di beberapa daerah .No.4 Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat . Masalah Potensi .2 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan Jenis Kegiatan .Belum tertatanya seluruh perangkat daerah . Ditjen Januari Desember PMD 2002 Wilayah Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran Status Saat Ini Pemda.Potensi keuangan daerah .Fasilitasi dan sosialisasi gender .Pengembangan Pemasaran . Pelaksana Waktu Depdagri. dan LSM 3. 3.Penanganan masyarakat tertinggal Beberapa propinsi di Indonesia Keluarga dan kelompok masyarakat miskin pedesaan. Lembaga Keuangan Mikro. Ditjen Januari Desember Kesejahteraan pelaksanaan 10 PMD 2002 Keluarga (PKK) Program Pokok PKK . perguruan tinggi.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.3 Pemberdayaan dan .Temu konsultasi .Sosialisasi tentang narkoba Beberapa provinsi di Indonesia Masyarakat.Menyusun beberapa Rancangan Pedoman Umum pemberdayaan .Kurangnya kemampuan SDM untuk fasilitasi .Melaksanakan peringatan Hari Keluarga Nasional .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. Berlanjut ke tahun 2003 . dan LSM 3.Potensi keuangan daerah . Lembaga Keuangan Mikro.Perubahan struktur organisasi . Desember 2003 . Lembaga Keuangan Mikro.Fasilitasi Depdagri. Ditjen Januari . masyarakat Berlanjut ke dan keluarga miskin tahun 2003 pedesaan.Program tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan daerah .Birokrasi yang berbelit .Mendukung Depdagri.Pengembangan Desember PMD Usaha Perkreditan 2002 dan Simpan Pinjam .Potensi keuangan daerah .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Terbatasnya alokasi dana .

Kaltim.Lokasi Kutai Kertanegera tidak layak sebagai sasaran proyek .Pendampingan Pemberdayaan .Pembentukan dan pemberdayaan kelompok masyarakat.Pembangunan Depdagri.Pembangunan prasarana .Sasaran kegiatan dan tahun 2003 pinjaman modal kurang tepat .Seluruh Masyarakat pesisir Masih berjalan 2003 provinsi. Kalteng. .Kurangnya disiplin dan kemampuan masyarakat desa . Lembaga Keuangan Mikro.No.Pertemuan dengan Tim Koordinasi pusat dan daerah .Pertemuan konsultasi regional bagi para konsultan pendamping Waktu Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) Wilayah 20 provinsi (130 kabupaten.1 Program .Masalah aparat birokrasi Potensi . Departemen Kelautan dan Perikanan 4.Monitoring dan evaluasi. Ditjen prasarana produktif PMD (pilihan masyarakat) .Pengembalian pinjaman tidak lancar . perguruan tinggi. dan LSM 4.Penyerapan dana belum maksimal .5 Nama Upaya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan Pelaksana .Potensi keuangan daerah .Mobilisasi konsultan Depdagri. Lembaga Keuangan Mikro.6 Program Community Empowerment for Rural Development (CERD) / Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD) . 990 kecamatan.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Sanksi tidak diterapkan secara efektif . Sulteng.Dana belum bergulir sepenuhnya Sudah berjalan selama 4 tahun dan akan dilaksanakan lagi pada tahun 2004 " Lembaga Penelitian SMERU.Pembentukan Kelompok Simpan Pinjam .Pelatihan PMD .Pelatihan Ekonomi Masyarakat . Ditjen . Sulut. 15.Penyediaan pinjaman usaha .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. yang kurang berdaya sebagian kota/ (miskin) kabupaten .Terjadinya benturan antara semangat otoda dan sifat sentralistik proyek .Penjajagan kemungkinan BPD tidak bersedia menjadi executing bank . Desember 2003 .Pembentukan Pesisir (PEMP) Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) .Bantuan modal bergulir Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2000 . 3. Sultra) Berlanjut ke Masyarakat miskin tahun 2003 perdesaan dengan lebih memperhatikan kelompok perempuan .Kurangnya partisipasi orang miskin dan kelompok perempuan . dan LSM 3. Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) 11 Kabupaten di 6 propinsi(Kalsel .Potensi keuangan daerah . perguruan tinggi.481 desa) Sasaran Penduduk miskin di kecamatan miskin Status Saat Ini Masalah Berlanjut ke .

Pelatihan .5 Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir melalui Kemampuan Manajerial Usaha Budidaya Rumput Laut .Pelatihan . lokasi yang berbeda.Pengembangan manajerial dan pemasaran .Pendampingan .4 . "! Lembaga Penelitian SMERU.Pembinaan rutin Departemen Kelautan dan Perikanan. 4.Penyerahan seed Perikanan capital .2 Nama Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Laut di Merauke Jenis Kegiatan Pelaksana . Sulawesi Selatan.Masih rendahnya minat anggota untuk memanfaatkan/ mengembangkan KUB 4.Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) . Bali: Potensi pasar ikan kerapu sangat baik sehingga kegiatan ini layak dikembangkan di tempat lain. 4.Peningkatan akses modal Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2001 Tahun 2001: dan 2002 Jawa Barat. Jawa Tengah (4 kota/kab.No. Merauke) Sasaran Masyarakat Pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada Potensi Mempunyai potensi untuk terus dikembangkan. DKI Jakarta.Pembentukan kelompok pelatihan Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Papua (Kab.Mutu produk sulit dijaga.Penyerahan dana Sosialisasi Program .Penyuluhan . Papua.Penyediaan ikan kerapu belum dapat dipenuhi secara berkelanjutan Ukuran ikan beragam . 4.Pembentukan kelompok .) Tahun 2002: Jawa Timur (Kab. Tahun 2001 NTT. Sulawesi Tenggara. pengetahuan manajerial dan interpretasi di setiap KUB . Malang) Perempuan pesisir Selesai Dapat dilanjutkan pada Yang dihadapi pengurus tahun mendatang dengan KUB: .Sosialisasi Program .3 Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Daerah yang Mengalami Tekanan Ekologis di Bali dan Maluku Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Pengolahan Ikan Tahun 2001 Bali dan Maluku Masyarakat pesisir.Keterbatasan kemampuan.Pendampingan .Keterbatasan keuangan/modal anggotanya . Desember 2003 . Banten (1 kota/ kabupaten di tiap provinsi) Masyarakat pesisir Selesai Masyarakat kurang menguasai teknologi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang melalui penerapan teknologi tepat guna budidaya rumput laut.Pelatihan .Pembentukan Departemen Lembaga Usaha Kelautan dan . DIY. Selesai khususnya Kelompok Nelayan "Lestari" (Bali) dan KUM "Mina Mandiri" (Maluku) Bali (budidaya ikan kerapu): .Bantuan teknis .Tidak/belum adanya simpanan anggota yang tetap .

Sulawesi Utara.Pengadaan modal usaha (barang. Desember 2003 . Sulut) Tahun 2001.Pelatihan . 4.Pengembangan sistem bagi hasil . Jateng) Th 2003: 4 kota/kab di 4 provinsi (Sumbar. NTT.8 Pengembangan Mina Ventura . Sulut.Pemberian dana bantuan langsung .No. Jatim. bagi komunitas nelayan yang memanfaatkan pinjaman investasi.Pelatihan .Pendampingan . NTT.Pengembangan pemasaran .7 Pengembangan Grameen Bank melalui Lembaga Keuangan Masyarakat Pesisir Mikro Mitra Mina (LKMP-M3) . koperasi dan kelompok masyarakat pemanfaat Dana bantuan sulit bergulir Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang "" Lembaga Penelitian SMERU.Sosialisasi program Departemen . Bali. Jateng. Jawa Tengah Status Saat Ini Masalah Potensi Selesai Iklim/cuaca laut menghambat Memungkinkan untuk aktivitas penangkapan ikan. 4. Bali. dan NTT) Th 2003: 4 kabupaten di 4 provinsi (Sumbar.Pelaporan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Th 2001: 7 Pondok pesantren dan 2003 kabupaten di 5 dan masyarakat di provinsi daerah pesisir (Jabar. Maluku Tenggara) Th 2002: 2 kota/kab di 2 provinsi (Banten.Pendampingan . Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Usaha kecil Selesai menengah. dikembangkan terus pada Hal ini tidak menguntungkan lokasi yang berbeda. Bali.Pinjaman modal Departemen Kelautan dan Perikanan Orang-orang miskin Selesai berdasarkan kriteria standar kemiskinan yang digunakan oleh Grameen Bank yaitu kriteria "pendapatan dan aset" Dana yang digulirkan kurang Sangat memungkinkan berkembang untuk dilanjutkan pada tahun mendatang pada lokasi sebelumnya ataupun lokasi baru yang berbeda.6 Nama Upaya Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir Melalui Pesantren dan Lembaga Agama Lainnya Jenis Kegiatan Pelaksana .Pembentukan Kelautan dan kelompok Perikanan . Th 2001: 5 kota/kab di 4 2002 dan provinsi 2003 (Jabar. 4. uang atau jasa) .Pelatihan . Jatim. Jatim.Pengembangan potensi .Pembinaan manajemen usaha dan teknologi Tahun 2001 Departemen dan 2002 Kelautan dan Perikanan. Jateng. Banten) Jawa Timur.

Fasilitasi pembentukan badan usaha perikanan .Pengembangan usaha Pelaksana Departemen Kelautan dan Perikanan 4.Nelayan pendatang yang terdaftar pada dinas terkait Tidak ada masalah Dapat terus berkembang.Pelatihan .Pengembangan kapasitas kegiatan melalui lembaga keuangan Mikro Mitra Mina (M3) .9 Nama Upaya Program Pemberdayaan Wanita Nelayan Jenis Kegiatan . Sulsel Tahun 2002 3 kabupaten di Papua. sebagian kota/ kabupaten .Sosialisasi dan Diseminasi Program . Jatim.Nelayan tradisional Selesai yang berdomisili di sekitar SPD (SolarPacked Dealer ) nelayan setempat .Transportasi terbatas Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Seluruh provinsi.Masyarakat pesisir Selesai dan pulau kecil yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem terumbu karang .Masyarakat pesisir Selesai .Permodalan .Pendampingan . Kalsel.10 4.Pelatihan . Lampung Th 2003: 3 kabupaten di Jatim. 4. Maluku Sasaran Wanita nelayan Status Saat Ini Masalah Tahun 2001: Daerah cakupan terlalu luas selesai.No.Lokasi yang jauh dari pusat Memungkinkan untuk pemerintahan diteruskan .Penyusunan Pedoman .11 . Potensi Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan dan dibuat suatu model pemberdayaan perempuan nelayan .12 Korporatisasi Nelayan . Banten.Pendampingan Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 6 provinsi. tahun 2003: masih berjalan.Pemberian dana bergulir Pengadaan bahan Dana Ekonomi bakar solar bagi Produktif (DEP) Khusus Pengadaan nelayan Bahan Bakar Solar bagi Nelayan Pengembangan Alternatif Pendapatan Masyarakat Pesisir di Lokasi Konservasi Terumbu Karang Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Th 2001: 3 dan 2003 kabupaten di Jateng. 4. 6 kota/ kabupaten . Desember 2003 .Identifikasi lokasi dan kelompok .Kelompok masyarakat pemanfaat Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang dengan lokasi yang berbeda "# Lembaga Penelitian SMERU.Perempuan pesisir dan pulau kecil yang berpotensi melakukan usaha .

Workshop .Masyarakat desa pesisir. .Fasilitasi . Sulsel.Identifikasi masalah Departemen dan sumber Kelautan dan permodalan Perikanan .Lembaga Selesai Tidak ada masalah perbankan dan penyandang dana lain .Sosialisasi .Fasilitasi dan pendampingan .14 Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan Berbasis Masyarakat .15 Pemberdayaan Petani Garam Departemen Kelautan dan Perikanan. Petani garam dan Sulawesi Selatan Selesai Tidak ada masalah Memungkinkan untuk terus dilaksanakan pada tahuntahun mendatang hingga dapat dibuat model pemberdayaan petani garam "$ Lembaga Penelitian SMERU.No. Kalbar.Pengembangan pemasaran .Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) M3 .Pelaporan Waktu Wilayah Tahun 2003 6 kota/ kab di Riau. Sasaran Status Saat Ini Masalah . Desember 2003 .Pengadaan modal usaha .Sosialisasi .Pendampingan . 4.Penyusunan buku dan leaflet .Pembuatan pedoman Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.Bantuan langsung masyarakat (modal) .Perguruan tinggi lokal dan/atau lembaga riset dan lembaga lain (LSM) yang relevan. Selesai Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4.Pembentukan kelompok .Pembinaan .Monitoring dan evaluasi .Pelatihan dan peningkatan SDM .13 Nama Upaya Sosialisasi dan Fasilitasi Akses Permodalan Jenis Kegiatan Pelaksana .Penguatan kelembagaan . Sumenep) .Masyarakat pesisir .Praktek usaha ekonomis produktif . Jabar. Tahun 2003 Jawa Barat.Pembentukan kelompok .Usaha kecil masyarakat pesisir dengan cash flow harian Potensi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang 4. dan NTB.

4. sehingga bila suami pindah. dan Lampung.Lokakarya .Identifikasi dan Departemen analisis teknologi Kelautan dan .Penguatan kelembagaan . Tahun 1999: 4 provinsi:Kalba r. NTB.Diskusi pakar.Studi banding Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2002 9 provinsi. Peranan Wanita . Sulawesi Selatan. karena bersifat bertahap dan ada pula yang tidak. . Desember 2003 .Peluncuran web site Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur.Lokakarya /workshop .Proyek tidak sustainable Ada usaha yang meningkat.LKUW: tidak ada pembinaan sehingga usaha mikro menemui kendala pemasaran.Dana belum bergulir sepenuhnya Memungkinkan untuk dilaksanakan kembali pada tahun berikutnya di lokasi yang berbeda. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) 5. 10 Masyarakat pesisir kota/ kabupaten Selesai .1 Proyek Peningkatan .Pelatihan .Pembuatan panduan . Sosialisasi dan Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Jenis Kegiatan Pelaksana . "% Lembaga Penelitian SMERU.Pembuatan pilot project .Dana bergulir 1997/1998Direktorat (P2W) di Pendidikan 1999 Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Th 1997-1999: 9 propinsi. 5.Pelatihan Tahun Depdiknas.LKW/Pusginita: peserta pelatihan adalah isteri pejabat. Perikanan praktisi.17 Tindak Lanjut Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan PulauPulau Kecil T. bergulir.Sasaran Latihan Keterampilan Usaha Wanita (LKUW): wanita miskin dan tidak berdaya . .A. Sumatera Selatan Sasaran Masyarakat pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada masalah Potensi Memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4.Penyerapan dana belum maksimal . . maka istri ikut pindah pula.No. Sulsel. . tetapi pada tingkat kelompok masih berjalan. 2000-2001 .Survei Lapangan . dan LSM .16 Nama Upaya Inventarisasi.Sasaran Latihan Kepemimpinan Wanita (LKW)/Pusat Kegiatan Wanita (Pusginita): Dharma Wanita Depdiknas kecamatan Proyek sudah selesai pada tahun 1999.

Mesin.4 Peningkatan Kemampuan SDM Bengkel Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) Pelatihan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 Sumatera dan Barat (kota September Padang) 2003 UKM . yang dikelompokkan dalam kelompok usaha (klaster) Pengusaha kecil dan Selesai menengah di bidang software . D. Peningkatan UKM di daerah yang berpotensi menghasilkan permesinan.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September. khususnya alat-alat pertanian. miskin dan berada dalam usia produktif Potensi Proyek ini sangat bermanfaat bagi peningkatan usaha mikro. Desember 2003 . 6. 6.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September. Jawa Barat) Peralatan IFSC yang merupakan bantuan dari Italy belum tersedia hingga Agustus 2003.1 Penumbuhan Pelatihan Tahun 2002 DKI Jakarta Depperindag Wirausaha Baru di dan 2003 Direktorat Bidang Software Jenderal Industri Logam.2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Subsidi BBM -. Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) 6. Tahun 2003: seluruh provinsi. 5.I. Di UKM 3 provinsi (Jawa Timur. Sasaran Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak ada masalah Perempuan yang menganggur.Tahun 2002 telah dilaksanakan . Membantu dan meningkatkan usaha kecil dan menengah yang memproduksi alas kaki.Pelatihan Life Skill Education .Bantuan modal Pelaksana Waktu Tahun 2002Depdiknas.Tahun 2002 Tidak ada masalah telah dilaksanakan . . Yogyakarta.3 Pelatihan Teknologi Pelatihan Produksi Industri Alas Kaki Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 dan September 2003 5 kota/kab. yang membuat animasi dengan menggunakan komputer. 6.2 Pelatihan software Pelatihan Peningkatan komputer Kemampuan Industri Software Skala Kecil dan Menengah Depperindag Ditjen ILMEA Juni 2002. Pada tahun 2002 pihak Ditjen ILMEA mengalami kesulitan menempatkan peserta sesuai spesifikasinya setelah mereka menempuh pelatihan tingkat dasar. Juli 2003 Jawa Barat (Kota Bandung) Tidak ada Meningkatkan jasa layanan UKM yang bergerak di bidang software . 6. Ditjen Pendidikan 2003 Luar Sekolah dan Pemuda Wilayah Tahun 2002: 11 provinsi. "& Lembaga Penelitian SMERU.No. Berpotensi mengembangkan masingmasing kelompok di bidang teknologi informasi. dan Elektronika (ILMEA) Mahasiswa tingkat Sudah selesai akhir atau baru lulus dilaksanakan dari Universitas Gunadarma.

8 Temu usaha Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Jawa Tengah. Sosialisasi telah Belum ada dilaksanakan. Banten (6 kabupaten/ kota) September . mesin.Kajian . Depperindag Ditjen ILMEA Agustus 2003 4 kota di Jawa Tengah.7 Meningkatkan Pemahaman Peraturan tentang HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Temu Usaha Kemitraan Industri Besar dengan Industri Alat Olah Raga Skala KecilMenengah Pengembangan Kemitraan Industri Besar dengan IKM Kapal Nelayan Sosialisasi melalui workshop.Memberikan bantuan kapal nelayan Depperindag Ditjen ILMEA Belum ada.6 Pengembangan Membuat cetak biru Desain Alsintan di protopype alsintan Kalimantan Selatan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Kalimantan UKM perbengkelan Selatan (kota Banjar Baru) 6. 6.5 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Sumber Pelatihan Daya Manusia Pemeliharaan Mesin Sederhana Pelaksana Depperindag Ditjen ILMEA Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (kota Bekasi) Sasaran Karyawan perusahaan kecil yang mesinnya iddle capacity Status Saat Ini Masalah Akan Belum ada karena belum dilaksanakan dilaksanakan pada bulan September 2003 Bulan September 2003 Tidak ada Potensi Membuat mesin yang idle capacity dapat bekerja secara optimal sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.No.Nelayan kecil November . dan aneka. 6. Pengembangan UKM perbengkelan di Banjar Baru.Menyusun pola kemitraan antara industri besar dan industri kecil menengah kapal nelayan . Meningkatkan industri peralatan olah raga (shuttle cock) 6. elektronika. Jawa Barat. Apabila diterapkan oleh masing-masing UKM.9 . karena upaya ini Meningkatkan pendapatan masih dalam tahap kajian para nelayan di wilayah tersebut "' Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Timur UKM di lingkungan industri logam.Industri kecil 2003 menengah kapal nelayan Masih berjalan Belum ada masalah karena belum dilaksanakan 6. Jawa Barat. UKM yang membuat Belum shuttle cock dilaksanakan. Banten. hasil workshop akan meningkatkan mutu dan kepercayaan industri di bidang HaKI.Maluku Utara . Desember 2003 .

Perempuan yang menjadi tokoh masyarakat setempat . Semarang.Bimbingan Pembiayaan Ekspor .Partisipasi pameran Hari Ibu (PHI) Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Tahun . Bali.Kualitas UKM (seperti manajemen dan produknya) masih kurang . Yogyakarta.10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Klinik Konsultasi . Desember 2003 . 6.UKM sulit mengakses perbankan karena terbentur agunan Potensi 6.Temu usaha .Konsultasi UKM Tahun 2001.1999: 2 2003 provinsi (2 kota/kab) 2000: 4 provinsi (5 kota/kab) 2001: 5 provinsi (5 kota/kab) 2002: 7 provinsi (7 kota/kab) 2003: 11 provinsi (11 kota/kab) Sasaran UKM di masingmasing wilayah Status Saat Ini Masalah Masih berjalan .11 Bimbingan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 .Perempuan Sudah selesai pedagang golongan ekonomi lemah .Wakil kelompok perempuan atau KUB yang menjadi binaan P2W departemen sektoral # Lembaga Penelitian SMERU.Penataran /penyuluhan . 2003: Surabaya.No.Desa / 1992/1993 .Konsultasi usaha .Ibukota kabupaten di luar Pulau Jawa . Jabotabek.Peserta sulit memahami prosedur ekspor walaupun sudah diberi pengarahan . Masih berjalan .2001: 5 2003 daerah.Banyak UKM yang mengundurkan diri di tengah pelaksanaan upaya Apabila ISO 9000 tercapai UKM akan mampu bersaing dalam hal mutu dan pemasaran sesuai dengan standar pasar internasional 6.kecamatan di 1998/1999 Pulau Jawa .Pelatihan Ditjen PLN .Konsultasi ke UKM/ Bimbingan Tata Laksana Konsultasi Ekspor bagi UKM Pelaksana Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen PLN) Waktu Wilayah Tahun 1999. 2002: Medan.Seminar peduli mutu Depperindag .12 Proyek Peningkatan Peranserta Wanita (P2W) di Bidang Perdagangan .

Beberapa pengusaha tidak disiplin mengembalikan pinjaman.Identifikasi sarana dagang yang potensial untuk dikembangkan .Penyusunan pedoman pemanfaatan sarana dagang bagi pedagang kecil non produsen Pembentukan forum konsultasi lembaga pembina UDK Pelaksana Depperindag. Ditjen IKDK (Th 1998/1999 1999) LPT INDAK (Th 2000 – sekarang) Waktu .Tidak langsung: usaha dagang kecil Produsen industri kecil Selesai 6.Kendala teknis dihadapi oleh masing-masing LPT provinsi.14 Pengembangan Kerjasama Pasar Modern dengan Pedagang Informal dalam Rangka Memperluas Sarana Tempat Usaha Pedagang Kecil (UDK) (Proyek Pengembangan Dagang Kecil -PDK) Pengembangan Kelembagaan Pembinaan UDK (Proyek PDK) Peningkatan Mutu Sarana Pasar Hasil Industri untuk Mendukung Perluasan Pasar Produsen (Proyek PDK) JanuariDepperindag Desember Direktorat Jenderal Industri 2001 dan Dagang Kecil-Menengah (IDKM) Pedagang kecil non.15 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 .No.Selesai produsen 6.TA 1998/1999 dan 1999: penyaluran .Koordinasi pemanfaatan sarana dagang non-produsen .Pemberian modal bergulir .Koordinasi dalam penataan dan penyusunan sarana dagang dengan instansi terkait Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6. provinsi) Status Saat Ini Masalah Selesai . Potensi Berpotensi cukup besar dalam mengembangkan usaha kecil dan mikro asalkan disertai dengan pembinaan 6.16 . .17 Pengembangan Penetapan sistem Sistem Pemasaran pemasaran melalui Hasil Pertanian di warehouse DKI Jakarta (Proyek PDK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Petani dan pedagang kecil Selesai # Lembaga Penelitian SMERU. 6.13 Nama Upaya Lembaga PembinaanTerpadu. Desember 2003 .Th 2000 sekarang: perguliran Wilayah Sasaran 23 provinsi Industri kecil dan (yang aktif 15 pedagang kecil.Identifikasi sarana dagang non-produsen .Langsung: lembaga Selesai pembina UDK . Industri Kecil dan Dagang Kecil (LPT INDAK) Jenis Kegiatan Tahun 1998/1999: penyaluran dana (pinjaman/dana bergulir) Tahun 2000 sekarang: perguliran oleh LPT INDAK: .Pembinaan /pelatihan .

22 Depperindag Ditjen IDKM Industri kecil pangan Selesai # Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .Penyusunan kebijakan IKDK Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran .21 Pembinaan dan .Sosialisasi Undangan dan Kebijaksanaan Pemerintah yang Prioritas dan Strategis bagi Usaha Industri Kecil Pangan (Proyek PKUK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2001 Usaha kecil Selesai 6.20 Pemantauan dan evaluasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 Usaha kecil Selesai 6. 6.PKUK) Assesment Kemampuan Penerapan Teknologi Tepat Guna/Teknologi Maju UKM-Indag Kerjasama dengan Perguruan (Proyek PKUK) Pengembangan Industri Kulit Pendukung Pendirian IFFC Bantuan Italia (Proyek PKUK) Jenis Kegiatan .Workshop Pengembangan .Tidak langsung: usaha kecil dan menengah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Monitoring GKM (Proyek PKUK) Pemasyarakatan .Lokakarya lintas Peraturan sektoral Perundang.No.Penyempurnaan program UDK .Langsung: IKDK .18 Nama Upaya Bantuan Tenaga Ahli untuk Pengembangan UKM (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil .19 Penyusunan matrik Depperindag penerapan teknologi Sesditjen IKDK pada UKM-Indag per komoditi JanuariDesember 2001 Tidak langsung: UKM Selesai 6.

Dana bergulir UKM-Indag (Proyek .Diseminasi kepada Perbankan .Pendampingan PKUK) . Bengkulu Sasaran UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Penyusunan proposal usaha .23 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan .Pemilihan konsultan penyusun proposal .Monitoring dan evaluasi Depperindag Sesditjen IDK JanuariDesember 2001 UKM Selesai 6.25 Penguatan Kelembagaan Pembina UKM-Indag (Proyek PKUK) JanuariDesember 2001 .24 .27 Depperindag Ditjen IDKM Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2000 80 tenaga kerja yang Selesai mengalami PHK 80 wira usaha baru (WUB) terpilih Selesai 6.Pengumpulan data/informasi .26 Penumbuhan Pelaksanaan ToT Kewirausahaan AMT Pada Lembaga Keagamaan/Pontren Melalui TOT AMT (Proyek PKUK) Inisisasi WUB (Proyek PKUK) Pelatihan JuliSeptember 2000 Pondok pesantren Selesai 6.No. Kalimantan Tengah. 6.Tidak langsung: UKM-Indag 6.Pemilihan UKMDepperindag Indag yang prospektif Ditjen IDKM .Sosialisasi program Depperindag dana bergulir Ditjen IDKM . Desember 2003 . Kalimantan Barat.28 Peningkatan Pelatihan Kapabilitas Kewirausahaan UKM (Proyek PKUK) #! Lembaga Penelitian SMERU.Pelatihan dan bantuan tenaga ahli (resident consultant ) .Bantuan sarana kelembagaan (UPK dan LPT IndagPropinsi) Bimbingan Penyusunan Proposal Kelayakan Usaha (Proyek PKUK) Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Kalimantan Timur.Langsung: lembaga Selesai pembina UKM-Indag .

34 6.Diseminasi teknologi . Sumut.35 Pengembangan Industri Garam Rakyat (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Barang Karet (Proyek PIKM) .Bantuan tenaga ahli .Promosi dan informasi pasar .Fasilitasi /koordinasi pihak-pihak terkait .Sosialisasi UPK ke kab/kota . Jabar. Jatim. Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 FebruariDesember 2001 9 provinsi Selatan) UKM garam Selesai Penyusunan buku Depperindag panduan Ditjen IDKM pengembangan mutu barang-barang karet. Kalsel UKM produsen Selesai barang-barang karet #" Lembaga Penelitian SMERU.33 6.30 Penyebarluasan hasil. Desember 2003 .32 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 JanuariDesember 2001 Produsen gambir Selesai 6. 6.Depperindag hasil litbang untuk Ditjen IDKM UKM JanuariDesember 2000 UKM Selesai 6.Monitoring dan evaluasi Pembuatan modul pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Produsen minyak Selesai goreng kelapa sawit skala kecil.31 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Produsen minyak atsiri Selesai 6.No.Penyusunan panduan lembaga UPK kab/kota Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2000 Wilayah Sasaran . Lampung.Langsung: UPK .29 Nama Upaya Penguatan Kelembagaan UPK Kabupaten/Kota dalam Penyaluran Dana Bergulir (Proyek PKUK) Pemutakhiran Informasi Hasil Litbang Perindag dalam Pemecahan Masalah Teknologi (Proyek PKUK) Fasilitasi Pengembangan Minyak Atsiri Nasional (Proyek (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah -PIKM) Fasilitasi Pengembangan Gambir Nasional (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kelapa Sawit Terpadu (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan .Tidak langsung: UKM-Indag Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.

Bantuan bahan dan Ditjen IDKM peralatan Industri kecil pangan Selesai 6. Lampung.39 .Pembentukan aliansi usaha Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 14 provinsi IK LME (Industri Kecil Logam.42 Pengembangan Aliansi Usaha Produk Kayu Olahan Pasar Ekspor (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen kayu Selesai ## Lembaga Penelitian SMERU.38 . Elektronika dan Mesin) Selesai 6.37 Mengadakan temu usaha Depperindag Ditjen IDKM UKM pupuk Selesai 6.40 Peningkatan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Pengembangan Industri Pulp (Proyek PIKM) Pemasyarakatan Kemitraan Usaha IK Sanlita dengan Usaha Besar (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Masyarakat peminat Selesai industri pulp skala kecil 6. Desember 2003 .Uji coba lapangan .Workshop .Temu usaha/bisnis .Pembuatan buku panduan . Sumbar. Jawa.No.Monitoring dan evaluasi .Menentukan komoditas unggulan IK-LME . Sulsel Sasaran Wirausaha Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Penyusunan draft pemanfaatan limbah pertanian .Identifikasi dan inventarisasi kelompok sasaran pelaksanaan kemitraan .Sosialisasi . 6.Bimbingan Depperindag .36 Nama Upaya Pengembangan UKM Pestisida Organik (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Pupuk (Proyek PIKM) Peningkatan Mutu Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIKM) Bantuan Tenaga Ahli dalam Rangka Pembinaan dan Pengembangan IKLME (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu FebruariDesember 2001 FebruariDesember 2001 JanuariDesember 2000 Wilayah Sumut.Konsultasi bimbingan/pelatihan .41 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IK Sanlita Selesai 6.

47 .43 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Pembuatan buku Aliansi Usaha panduan Produk Barang Jadi Rotan Pasar (Proyek PIKM) Pengembangan Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran (Proyek PIKM) Peningkatan Pemanfaatan Skim Kredit UKM/Permodalan UKM (Proyek PIKM) Identifikasi kemampuan daerah penghasil rotan (bahan baku) dan jenis rotan yang dihasilkan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran IKM produsen barang jadi rotan pasar Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.48 Penyusunan Penyusunan Informasi Peralatan informasi mesin dan dan Mesin Industri peralatan Kecil Pangan (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IK pangan Selesai #$ Lembaga Penelitian SMERU.Penyusunan sistem Sesditjen IKDK perguliran dana industri kecil/rumah tangga kab/kota . Desember 2003 .44 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen rotan Selesai 6.Analisis tingkat kemampuan UKM representatif .No. 6.46 Fasilitasi Kelancaran Pengadaan Bahan Baku (Kayu.Penyusunan hasil evaluasi kesiapan UKM menghadapi AFTA Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 UKM Indag Selesai 6.Workshop Depperindag .Penyusunan kerjasama Depperindag Sesditjen IKDK JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.Emas.Pemasyarakatan .Temu usaha .Pemasyarakatan Depperindag pola kerjasama UKM Sesditjen IKDK antar ASEAN . Perak) (Proyek PIKM) Pengembangan Pola Kerjasama UKM-Indag Antar Negara Asean (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.45 .

Distribusi katalog ke daerah . teknik pengerjaan bahan/tekstil.Menyebarkan dan mengadakan desiminasi ke sentra hasil pengolahan pertanian dan perkebunan .Langsung: pembina pengrajin IKM Selesai 6.53 Penyusunan Informasi Pakaian Jadi (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IKM pakaian jadi Selesai 6.Menyusun /mencetak katalog mesin/peralatan .Menyusun laporan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6.Tidak langsung: IK Selesai LME .50 JanuariDesember 2001 .54 Peningkatan .Supervisi / evaluasi .Mengumpulkan data Depperindag dan informasi Ditjen IDKM .Pemberian informasi mengenai pola.49 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyusunan Modul Pembuatan modul Depperindag peningkatan teknologi Ditjen IDKM Pelatihan Pembuatan Arang pembakaran Briket (Proyek PIKM) Penyusunan Materi Bimbingan Penerapan Sikap Kerja 5-K/5-S (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Mesin dan Peralatan Pengolah Hasil Produk Pertanian.No.Depperindag K/5-S Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah 7 provinsi Sasaran Status Saat Ini IKM produsen arang Selesai briket Masalah Potensi 6. Desember 2003 . 6.Menyusun katalog . Perkebunan dan Kehutanan (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Pakaian Jadi Wanita Dewasa (Proyek PIKM) Penyusunan materi 5. JanuariDesember 2001 IKM produsen Selesai pakaian jadi dewasa 6.52 .Penyusunan laporan JanuariDesember 2001 Industri kecil rumah Selesai tangga dan kerajinan #% Lembaga Penelitian SMERU.51 .Pengiriman tenaga Depperindag Promosi Pasar Hasil ahli Ditjen IDKM Ikra (Proyek PIKM) .Inventarisasi dan Depperindag identifikasi pola dan Ditjen IDKM desain .

59 Depperindag Ditjen IDKM 10 provinsi KUB dari desa binaan Selesai #& Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .Penyebaran informasi perkembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM 20 provinsi Wanita perajin di pedesaan yang tergabung dalam KUB Selesai 6.P2W Indag) Workshop Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 MaretDesember 2002 Jawa Barat Petani/perajin (60 orang) Selesai .58 Pelatihan Pedagang Pelatihan Eceran di Daerah (P2W Indag) Partisipasi Pameran Pameran dan Uji Coba Pasar Dalam Rangka Promosi Pasar Hasil Produksi KUB P2W Indag (P2W Indag) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 MaretDesember 2002 1 provinsi Wanita terkena PHK Selesai dan putus sekolah.55 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Pelatihan Peningkatan Pemanfaatan Minyak Atsiri (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil dan Menengah -PKUKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Produsen minyak atsiri Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.57 Percepatan Peningkatan Daya Saing Minyak Atsiri (Proyek PKUKM) Bantuan Pengembangan Desain dan Diversifikasi Produk (Proyek Peningkatan Peran Serta Wanita Bidang Industri dan Perdagangan .56 6.Bantuan peralatan . 6.Bimbingan dan penyuluhan .No. 6.

6.Penyusunan konsep Depperindag Konsepsi Sertifikasi sertifikasi Ditjen IDKM Peningkatan Sistem .Sosialisasi dan Depperindag bimbingan Ditjen IDKM . pedagang dan industri pengolahan Selesai #' Lembaga Penelitian SMERU.62 .64 .Langsung: aparat lembaga pembina IDKM pangan dan lsm .Bimbingan dan Depperindag konsultasi Ditjen IDKM .Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 5 ibukota provinsi Rumah makan. Desember 2003 .Penyusunan pedoman penerapan GMP JanuariDesember 2002 Selesai 6.Bantuan bahan-alat pengemasan IK pangan Selesai 6.60 Nama Upaya Pameran Produk Industri Kecil Pangan yang Telah Diproduksi dengan Baik (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil -PIK) Training Of Trainer Bidang GMP Untuk Aparat Lembaga Pembina IDKM Pangan dan LSM (Proyek PIK) Peningkatan Keamanan Pangan dan Pencanangan Gerakan yang Baik dan Benar Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Pelatihan Produksi Bersih Bagi IKM Pangan (Proyek PIK) Fasilitasi Peningkatan Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Jenis Kegiatan .Tidak langsung: IDKM pangan IKM pangan Selesai 6.Temu usaha Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.65 Penyusunan .63 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IDKM pangan Selesai 6.No.61 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .Pameran .

No.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Temu usaha Kemitraan Bisnis IK Pangan dengan Supermarket/Ekspor tir dan Perhotelan (Proyek PIK) Fasilitasi Pembinaan dan Kerjasama IDKM Pangan dengan BUMN dan Perusahaan Besar (Proyek PIK) Pengembangan IDKM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIK) Pelatihan Teknik Pencelupan dan Pewarnaan dengan Menggunakan Zat Warna Nabati (Proyek PIK) Pembinaan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Pelatihan Fasilitator Teknologi .Tidak langsung: IK pencelupan dan penyamakan kulit 6.71 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kulit Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.Workshop Produksi Bersih pada Industri Pencelupan dan Industri Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Magang Kerja Magang kerja Pengusaha Penyamakan Kulit (Non-konvensional) dalam Rangka Pengembangan IKM Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 . 6.67 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM Selesai 6.70 Pelatihan TOT .Langsung: tenaga Selesai penyuluh di bidang TPB . Desember 2003 .68 Pelatihan kewirausahaan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 Santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren. Pengusaha industri kecil sandang Selesai 6.69 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Selesai 6.

DIY Perajin arang tempurung Selesai 6.72 6.78 Fasilitasi Penerapan Pelatihan Cara Produksi yang Baik (GMP) pada Industri Kecil (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 30 petani gambir Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.No.76 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat (Cirebon) Perajin rotan Selesai 6.Identifikasi Depperindag kemampuan daerah Ditjen IDKM penghasil rotan (bahan baku) di 6 wilayah .73 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pilot Project Pelatihan Peningkatan Mutu Persuteraan di Sulawesi Selatan (Proyek PIK) Pemasyarakatan .75 Depperindag Ditjen IDKM Desember 2002 Jawa Barat. 6.77 . Desember 2003 .Sosialisasi Manajemen Mutu pada Industri Barang Jadi Kulit (Proyek PIK) Pelatihan Pelatihan Pengembangan Industri Kecil Sabut Kelapa (Proyek PIK) Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Pembuatan Arang Briket (Proyek PIK) Pelatihan Desain dan Peningkatan Mutu Produk Barang Jadi Rotan (Proyek PIK) Pengembangan Pola Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran Hasil Rotan di Cirebon (Proyek PIK) Pelatihan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK produsen sutera Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kuit Selesai 6.Identifikasi industri kecil barang jadi rotan di Cirebon Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat IK rotan Selesai 6.74 Depperindag Ditjen IDKM Tahun 2002 IKM produsen sabut Selesai kelapa 6.Bimbingan Penerapan Sistem .

79 Nama Upaya Pengembangan ETrade Industri dan Dagang Kecil Menengah (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Depperindag program/software Ditjen IDKM market place dan model bisnis pengoperasian untuk IDKM pangan.No. sandang. Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Industri dan dagang Selesai kecil dan menengah Masalah Potensi 6. logam dan elektronika. kelapa dan sutera Selesai 6.80 Workshop Peningkatan peningkatan Kemampuan Bengkel Kendaraan kemampuan Bermotor Kecil Menengah (Proyek PIK) Diseminasi Teknologi Tepat Guna Peralatan Proses Minyak Kelapa Sawit.82 Bimbingan Depperindag konsultasi/sosialisasi Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Industri mesin pertanian Selesai 6. Desember 2003 .81 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IK minyak sawit. serta kerajinan. Kelapa dan Sutera (Proyek PIK) Sosialisasi Sistem Manajemen Mutu ISO-9000 pada Industri Mesin Pertanian (Proyek PIK) Partisipasi IDKM Logam dan Elektronika dalam Pameran Pusat (Proyek PIK) Temu usaha JanuariDesember 2002 Perbengkelan umum Selesai kendaraan bermotor kecil menengah 6. 6.83 Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM logan dan elektronika Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU. kimia dan bahan bangunan.

89 Penyusunan manual teknologi dan desain batik Penyusunan manual teknologi dan desain anyaman Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 MaretDesember 2001 IK batik Selesai 6. Desember 2003 .84 Nama Upaya Pengembangan Perangkat Lunak dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi oleh IKM (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah IKM Sasaran Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.88 Penyusunan manual teknologi dan desain tenun tradisional Depperindag Ditjen IDKM IK tenun Selesai 6.86 Penyusunan direktori Depperindag Penyusunan Direktori Handycraft Ditjen IDKM Indonesia (Proyek PIK) Uji Coba Pasar Produk Kerajinan Unggulan (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Tenun Tradisional (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Batik (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Anyaman (Proyek PIK) Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IK interior dan kerajinan Pengusaha IDKM kerajinan yang potensial Selesai Selesai 6.91 Penyusunan Manual Penyusunan manual Teknologi dan teknologi dan desain Desain Perhiasan perhiasan perak Perak (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 IK perhiasan perak Selesai $! Lembaga Penelitian SMERU.No.90 Depperindag Ditjen IDKM IK anyaman Selesai 6.85 Pameran ICRA 2002 Pameran (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM 6. 6.87 JanuariDesember 2002 MaretDesember 2001 IK kerajinan Selesai 6.

96 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 DIY.Penyebaran booklet Ditjen IDKM / leaflet .Langsung: aparat pembina IDKM .Asosiasi.Apresiasi Depperindag . Industri kecil Jawa Tengah.No. Jawa Timur Selesai 6. UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Selesai 6. Desember 2003 . DIY IK keramik Selesai 6.95 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Proses Produksi dan tungku dan bantuan teknik produksi Bantuan Tungku bagi Industri Kecil Keramik (Proyek PIK) Peningkatan Teknis Pemberian bantuan alat pengering kayu Proses Produksi Melalui Bantuan Alat Pengering Kayu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Selesai 6.98 MaretDesember 2002 20 provinsi UKM Selesai $" Lembaga Penelitian SMERU.93 Pelatihan Penulisan Pelatihan Dokumen Paten Tingkat Menengah (Proyek PIK) Pelatihan Penerapan Pelatihan Sistem Mutu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Sasaran .Aparat dan pengusaha industri pedagang kecil menengah .97 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Depperindag Proses Produksi alat pengering bambu Ditjen IDKM Melalui Bantuan Alat Pengering Bambu (Proyek PIK) Sosialisasi HaKI bagi UKM (Proyek PIK) .92 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Fasilitator Pelatihan HaKI IKDM bagi Pemula (Proyek PIK) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2002 Wilayah 6. Jawa Tengah. 6.Bimbingan MaretDesember 2002 Jawa Barat.Tidak langsung: pengusaha IDKM Jawa Barat. Jawa Timur Selesai 6. anyaman bambu DIY.94 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 .

Bantuan mesin/peralatan pemintalan/pertenuna n MaretDesember 2003 Jawa Barat IKM di bidang (Kab. pemintalan dan Bandung. DKI perbaikan kapal Jakarta.Bimbingan penyuluhan . nelayan Kalimantan Timur. Bali Masih berjalan $# Lembaga Penelitian SMERU. fasilitasi) Bimbingan Pengembangan pengelolaan Business Development Service (BDS)/LPIDKM (Proyek PIKM) Pengembangan Kelaikan Kapal dan Motorisasi Kapal Nelayan (Proyek PIKM) .Penyusunan Depperindag kelayakan Sentra Ditjen IDKM . Jawa Tengah.99 Nama Upaya Temu Usaha Kemitraan Pengusaha Kerajinan Dalam Rangka Ekspor (Proyek PIK) Fasilitasi Restrukturisasi Mesin/Peralatan Peningkatan Teknologi Tepat Guna Sutera Alam (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah . Sumatera Barat.Magang Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Perajin pemintalan Jawa Barat.101 Pemberian bantuan Depperindag Pilot Project peralatan hand spun Ditjen IDKM Pengembangan Pemanfaatan Waste dan rewinding tangan (Limbah) Kokon Sutera (Proyek PIKM) . 6.PIKM) Jenis Kegiatan Fasilitasi kemitraan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Pengusaha kerajinan Selesai Masalah Potensi 6.100 .102 JanuariDesember 2003 Jawa Barat (Kab Sukabumi) Pengelola/pengusah Masih berjalan a tepung ikan (8 unit usaha) 6. Jawa Timur (Gresik) Masih berjalan 6.Pengembangan Ditjen IDKM Ikan (Proyek PIKM) preservasi ikan (bantuan peralatan. Desember 2003 .Bimbingan langsung Depperindag Pengembangan Teknologi Preservasi .Penyusunan panduan .104 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Sulawesi Usaha kecil Tenggara.103 JanuariDesember 2003 10 provinsi UPT di bidang pertenunan dan pemintalan Masih berjalan 6. pertenunan Garut). sutera Sulawesi Selatan Masih berjalan 6.No.

Studi banding Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 JanuariDesember 2003 Wilayah Sasaran Perajin batu mulia Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi NAD (9 kota/kab) IKM Masih berjalan 6.Pelatihan TOT cleaner production Fasilitasi Sertifikasi Fasilitasi SNI Pupuk IKM (Proyek PIKM) Pelatihan Pengembangan Desain Mebel Kayu (Proyek PIKM) Forum Komunikasi Pengembangan IKM Pupuk dalam Mengatasi Hambatan Pemasaran (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kecil Menengah Gula Merah (Proyek PIKM) Bantuan Langsung Peningkatan IKM “at Company Leve l” (Proyek PIKM) Bantuan teknis berupa peralatan pengolahan gula merah Pembinaan Pelatihan JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 6 provinsi Aparat dan lembaga Mash berjalan pembina IKDM Depperindag Ditjen IDKM IKM pupuk Masih berjalan 6. Desember 2003 .Pelatihan Depperindag .106 Nama Upaya Peningkatan Keterampilan Teknis Batu Mulia (Proyek PIKM) Pengembangan IKM di Propinsi NAD (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana . Perajin mebel kayu Jawa Timur (50 orang) Masih berjalan 6.111 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Lampung.Pelatihan Depperindag .Temu konsultasi uji Produk IKM Pangan BTP (Proyek PIKM) .105 6.107 6.Pemberian bantuan peralatan/mesin .No.Magang Ditjen IDKM .112 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2003 20 provinsi IKM yang berorientasi ekspor Masih berjalan $$ Lembaga Penelitian SMERU.110 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 DI Yogyakarta IKM pupuk Masih berjalan 6.108 Peningkatan Mutu . 6. Sulawesi Selatan IKM gula merah Masih berjalan 6.109 Depperindag Ditjen IDKM Jawa Tengah.Pemberian bantuan Ditjen IDKM mesin/alat .

pangan Selesai Selesai $% Lembaga Penelitian SMERU. Sulawesi Selatan. sandang. Masih berjalan Aparat pembina P2W kabupaten/kota dan provinsi. UKM) 25 wanita calon motivator Selesai Dengan otonomi daerah. Kalimantan Timur. Maret Desember 2003 15 provinsi 6. Pelaku ekonomi (BUMN. Karawang) Sasaran IKM pengolahan jamur pangan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Depperindag Sesditjen Jawa Timur.No. KUB.114 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan IKM Bimbingan teknis dan Pengolahan Jamur manajemen Pangan (Proyek PIKM) Partisipasi TOT CEFE Pengembangan IKDM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 MaretDesember 2003 Wilayah Jawa Barat (Kab.Pendidikan keterampilan . Garut. NAD Jawa Barat (Kab.Penyuluhan dan bimbingan . pangan 25 KUB binaan dengan komoditi kerajinan.Bantuan bahan . dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya. Ciamis) 15 provinsi IK pangan Masih berjalan 6. Pondok pesantren Sumatera yang prospektif Utara.117 Pendidikan dan Latihan Motivator KUB bidang IDKM Penyuluhan dan Pembinaan Kelompok Usaha Bersama P2W bidang IDKM Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002. 6.118 .120 Pengembangan Desain .113 6. 6.115 6. sandang. Desember 2003 .Konsultasi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB P2W IDKM di daerah Masih berjalan 6.119 6.116 Pengembangan Pasar Spesifik Produk Pangan Ciamis (Proyek PIKM) Lokakarya Fasilitasi Pengembangan P2W IDKM Pembangunan pusat Depperindag pemasaran bersama Ditjen IDKM produk pangan MaretDesember 2003 Masih berjalan Lokakarya Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002.Bantuan peralatan Bantuan bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002 Maret Desember 2002 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB binaan baru dengan komoditi kerajinan. Tasikmalaya.

Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sektoral.Monitoring selama Pameran Pemantauan dan Pengendalian Pelaksanaan Program P2W Bidang IDKM di Daerah Pengembangan Wirausaha Baru melalui Pembentukan dan Pembinaan KUB P2W Bidang IDKM . instansi pemmbina P2W IDKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.121 Nama Upaya Jenis Kegiatan Uji Coba Pasar dan .122 Depperindag Ditjen IDKM Maret – Desember 2002 15 provinsi Instansi pembina di daerah dan KUB binaan Selesai 6. dan pengembangan wirausaha baru. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya. Menunjang pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral. 6.Bantuan peralatan dan bahan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 KUB di 15 provinsi Masih berjalan $& Lembaga Penelitian SMERU.No.Seleksi barang untuk Pameran . yaitu peningkatan/pengembanga n SDM 6. yaitu peningkatan kemampuan/ pengembangan SDM.125 .Pendidikan ketrampilan . yaitu peningkatan kemampuan manajemen usaha. Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral.Pengiriman barang ke lokasi Pameran .Pemantauan .Inventarisasi KUB Partisipasi Pameran yang layak untuk Hari Ibu diikutkan dalam Pameran .123 Bimbingan pengelolaan KUB di 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi KUB Masih berjalan Dengan otonomi daerah.Penilaian Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2002 Wilayah 15 provinsi Sasaran 25 KUB binaan.124 Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Latihan Motivator KUB Bidang IDKM Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 calon motivator KUB P2W IDKM daerah Masih berjalan 6. Desember 2003 .

dan pengembangan desain 6.Menambah fasilitator di daerah .126 Nama Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pengembangan Desain Jenis Kegiatan Bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2003 Wilayah 15 provinsi Sasaran 500 perajin di 15 KUB Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sekotral. Desember 2003 . 6. yaitu peningkatan kemampuan/pengembanga n sumber dayaa manusia.127 Workshop Fasilitasi Ketersediaan Pasar dan Informasi melalui Penyusunan Rencana Teknis Program Pengembangan P2W Bidang IDKM Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi Masih berjalan Aparat pembina IDKM provinsi/kabupaten/k ota . Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah $' Lembaga Penelitian SMERU.No.Menunjang pengembangan IKM yaitu penyusunan program pendukung 7.

menjadi pusat pengembangan berbagai sektor.Kredit modal kerja bergulir .BKM berpotensi sebagai lembaga masyarakat untuk pengembangan good governance tingkat lokal. 7.Masyarakat kurang aktif .Pengembangan masyarakat dan kapasitas Pemda .Penyediaan dana Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Pelaksana Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Waktu Tahap I : 1999-2001 Tahap II : 2002-2004 Wilayah Tahap I : 5 provinsi.Penciptaan kesempatan kerja.BKM dapat dikembangkan lain.Proyek sangat berpotensi tingkat kelurahan berpartisipasi dalam kegiatan mengembangkan usaha .No.Belum ada sumber dana . terutama ekonomi mikro .BKM merupakan ujung besar .1 Nama Upaya Proyek Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP) Jenis Kegiatan Tahap I: . 59 kota/kab Tahap II : 13 provinsi.tombak penanggulangan Pembinaan dan kemiskinan dan salah satu keberlanjutan memerlukan akses peningkatan biaya besar kesejahteraan masyarakat . Departemen Pertanian (Deptan) % Lembaga Penelitian SMERU.Penyediaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Desember 2003 . 8. 79 kota/kab Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi Masyarakat miskin di Masih berjalan .Keterlibatan pemda dalam mikro kegiatan proyek tidak terlalu . .Hibah prasarana dan sarana dasar lingkungan . termasuk pelatihan Tahap II: .

NTB( 3 kab.Peningkatan kesadaran dan motivasi .3 provinsi: Kelompok mandiri Masih berjalan 2004 Jawa Timur (6 yang beranggotakan kab. 75 desa). Badan Bimas Ketahanan Pangan (koord. Badan Bimas Ketahanan Pangan.Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah .Pengelolaan dana umum kelompok . tersebar di laut. 225 masyarakat miskin desa).Ketahanan pangan keluarga rendah . Potensi 8.Pelaku usaha yang gigih .Potensi pangan nabati dan hewani yang cukup kaya dan beragam.Pengembangan peternakan .Penggunaan simpan pinjam modal kelompok .Konservasi tanah Pelaksana Departemen Pertanian. .Pengembangan tanaman pangan dan perkebunan . Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan TA 2003 26 provinsi. Kelompok petani Masih berjalan dengan kriteria : .Belum pernah mendapat bantuan proyek . Desember 2003 .2 Pengembangan Pangan Lokal (Program Penganekaragaman Pangan) Pemberian dana BLM. % Lembaga Penelitian SMERU. digunakan untuk : ..Pelatihan dan praktek .Penyaluran dana hibah prestasi mandiri Pembangunan pertanian dan ternak: . Lokasi pengembanga n pangan lokal disesuaikan dengan komoditas unggulan masingmasing wilayah.1 Nama Upaya Program Pengembangan Partisipasi Lahan Kering Terpadu (Participatory Integrated Development in Rain-Fed Areas PIDRA) Jenis Kegiatan Pengembangan masyarakat yang berperspektif jender: ..Kegiatan kebun kelompok sebagai usaha bersama belum memperhatikan aspek kualitas. nasional) Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Tahun 2001.Berbagai sumber pangan lokal yang dimiliki seluruh wilayah masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut. 8. NTT( 95 kab.No. benih/bibit dan peralatan pertanian.Penguatan modal Departemen Pertanian.Di Jawa Timur.Penyakit ternak dan kesulitan dalam mendapatkan pupuk. kegiatan program masih terfokus pada pengembangan masyarakat dan jender. .Penguatan kelembagaan kelompok . danau dan hutan serta ekositem lainnya . 200 desa) Masalah ..

Pelatihan/kursus .3 Nama Upaya Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan (Program Penganekaragaman Pangan) Jenis Kegiatan Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat.Ada indikasi kesalahan target penerima BLM tahun 2002 .Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan modal usaha Departemen Pertanian. 8. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura (Ditjen BPH) Sejak Tahun 31 provinsi 2000 Petani/kelompok tani Masih berjalan .Peningkatan kesadaran dan motivasi . yang digunakan untuk : .Belum pernah mendapat bantuan proyek Masalah Potensi 8.4 Program Pengembangan Hortikultura Pengembangan komoditas unggulan yang telah ditetapkan: .Penguatan modal (diharapkan dapat digulirkan sesuai musyawarah dan kesepakatan kelompok) Pelaksana Departemen Pertanian.Ketahanan pangan keluarga rendah .Pengembangan kelembagaan usaha . Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan Waktu TA 2003 Wilayah 23 provinsi Sasaran Status Saat Ini Kelompok wanita Masih berjalan tani-nelayan dengan kriteria : .Pembinaan penangkar (Pengembangan informasi perbenihan dan Pemasyarakatan penggunaan benih bermutu) .Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah .Tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan pola BLM % Lembaga Penelitian SMERU. Badan Bimas Ketahanan Pangan.No. Desember 2003 .Pedoman umum terlambat diterima dan informasi yang disampaikan tidak menyeluruh .Pelaku usaha yang gigih .

Ada Sasaran tidak mendapat Paket agroinput.Ada persepsi jika ternak mati maka kelompok bubar .Penerapan teknologi peningkatan produktivitas tanaman .Pendidikan dan pelatihan teknis .Bantuan usaha ekonomi produktif .Paket benih sudah kadaluarsa . 2003 Sulawesi Utara (Minahasa. %! Lembaga Penelitian SMERU.Pengembangan produksi vaksin penyakit jembrana . Desember 2003 .Sulawesi Desember Selatan (4 2002.Pembinaan kurang intensif .Tingginya angka kematian . Gorontalo). Maluku (Maluku Utrara) Petani/kelompok tani Selesai . Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Tahun 1996 . Direktorat Jendral Bina Produksi Perkebunan Waktu Wilayah Tahun 2002 Tahun 2002: dan 2003 29 provinsi. Bolaang Mongondow.Penyediaan fasilitas penunjang .Terjadi penjualan ternak oleh Petani .Pemberian Paket agroinput dianggap hibah .Penyebaran ternak sapi dan kambing kepada petani .Kurangnya koordinasi .Penyebaran agroinput .Penyediaan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang .Penyuluhan dan penyebaran informasi .Pencurian ternak . Tahun kab.Pengembangan usaha tani .No. Sasaran Status Saat Ini Petani/kelompok tani Masih berjalan dengan basis komoditi perkebunan Masalah Potensi Departemen Pertanian.5 Nama Upaya Proyek Pengembangan Kawasan Industri Perkebunan (KIMBUN) 8.).Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dan petugas proyek melalui pelatihan dan penyuluhan .Dinamika kelompok tidak berjalan baik .6 Proyek Pengembangan Usaha Tani dan Ternak di Kawasan Timur Indonesia (PUTKATI) Jenis Kegiatan KIMBUN PUSAT .Penyediaan jasa konsultan Pelaksana Departemen Pertanian.Pemberdayaan petani KIMBUN DAERAH . Tahun 2003: 29 provinsi. 8.Peningkatan kelembagaan petani .Pengembangan UPH tanaman .

Pemasaran hasil olahan buah-buahan masih terbatas pada pasar lokal .Belum berfungsinya pasar tempat transaksi yang didirikan Departemen Perdagangan Selesai . Sumatera Barat. Bali.Penerapan HACCP belum menyentuh pelaku agribisnis. agribisnis Pertanian. kab). Mei Agustus 2002 Tahun 2001: Jawa Barat. 8.Pelatihan .Penyiapan Departemen Penyusunan Rencana Pertanian. Pelaku usaha di bidang sub sektor tanaman pangan. perkebunan. Tahun Th 2002: Batam-Riau.Unit pengolahan belum memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk mendapatkan Fasilitasi dan untuk dapat diusulkan mendapatkan sertifikasi . Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen BP2HP) Status Saat Ini Masalah Selesai . %" Lembaga Penelitian SMERU. . Jawa Barat (3kab) Selesai .Upah tenaga kerja masih tinggi .Pengolahan paska panen masih tradisional . Jawa Timur. peternakan.Sistem jaminan mutu tidak dapat diterapkan karena tidak tersedia dana.7 Nama Upaya Peningkatan Kecintaan terhadap Komoditas Hortikultura Nusantara dan Pemanfaatan Peluang Pasar (Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri) Jenis Kegiatan Observasi tentang pengolahan dan pemasaran hasil beberapa komoditi hortikultura Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Jawa Barat.Perlunya bimbingan dan pembinaan berkesinambungan Potensi 8.Produktivitas budidaya tanaman masih rendah . DI Petani hortIkultura Departemen Yogyakarta Pertanian. Lampung.9 Fasilitasi Penerapan Fasilitasi Jaminan Mutu Program Pengembangan Sistem Jaminan Mutu Tahun 2002 Jawa Timur (2 Pelaku usaha Departemen kab).Kesadaran akan penerapan sistem mutu masih rendah. Ditjen Kerja Jaminan Mutu BP2HP. . Desember 2003 . hortikultura.Adanya impor hasil holtikultura . 8. Tahun 2003: Riau.8 Bimbingan Teknis Penerapan Jaminan Mutu (HACCP) Program Pembinaan Pengembangan Jaminan Mutu . Ditjen Lampung (1 BP2HP. Sulawesi Selatan.No.Bimbingan teknis Mei September 2001. Sulawesi Selatan. .

Petugas Dinas Pertanian propinsi dan kabupaten Selesai 8. koperasi. Ditjen Oktober alat dan pengolahan BP2HP 2002 beberapa produk hortikultura Sulawesi Selatan.12 Program Pembinaan 1. Ditjen September 2001 BP2HP Wilayah Sasaran Sumatera Kelompok tani dan Barat (Kab. Ditjen Agustus 2002. pedagang dan industri) .Lokakarya dan Nopember Departemen pameran agribisnis Pertanian. usaha kecil Agam. koperasi tani dan perguruan tinggi Upaya 1: Departemen Pertanian.Pemberian informasi Departemen Agustus – . 8.Praktek penggunaan Pertanian.10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Apresiasi Teknologi Pelatihan Pengemasan Sayuran Ekspor Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pelaksana Waktu 11-12 Departemen Pertanian.13 . kelompok tani.Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil . Apresiasi Teknologi Pasca Teknologi Pengolahan Panen dan Pengolahan Hasil Holtikultura 2. BP2HP Upaya 2: Juni 2002 Upaya 1: Sulawesi Selatan (Makasar). Pertemuan Nasional Pengembangan Agribisnis Lidah Buaya Apresiasi Sarana Pengolahan Hasil Hortikultura Program Pengembangan Sarana Pengolahan Upaya 1: Petani. Kalimantan Selatan Selesai %# Lembaga Penelitian SMERU. pengolah hortikultura. Program Pengembangan Promosi Hortikultura . Desember 2003 .Penandatanganan BP2HP MOU pengembangan agribisnis tanaman obat antara pengusaha swasta dengan dengan kelompok tani.No. Tanah Datar) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8. Sumatera Barat. Upaya 2: Pelaku agribisnis lidah buaya ( petani. Upaya 2: Kalimantan Barat (Pontianak) Petani / kelompok tani Selesai 8. Solok.11 Lokakarya dan Pameran Agribisnis Berbasis Biofarmaka. Ditjen 2001 .

pembuatan desain. 8. Kalimantan Tengah. konstruksi. monitoring dan evaluasi TA 2003 Departemen Pertanian. pemasaran.Pemberian AgustusDepartemen pengarahan Pertanian./kota 2003 provinsi. Nusa Tenggara Barat Sasaran Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8. Jambi. setempat TA 2003: 16 provinsi Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Masih berjalan 8.No.Petani manggis .Pengadaan prasarana/sarana pengolahan /pendukung Dinas Pertanian Tahun 2001. monitoring dan evaluasi .Kelompok tani/petani dan pengusaha bawang merah Selesai 8. usaha . Ditjen September . manggis.Penyerahan bantuan BP2HP 2002 . Sulawesi Utara. pembinaan.Relokasi dan pembangunan baru: identifikasi lokasi.17 Pembangunan / Rehabilitasi Rumah Potong Hewan (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Sumatera Utara. Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pengembangan Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) Proyek Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu .Praktek pengoperasian sarana pengolahan Wilayah DI Yogyakarta. bawang merah . Ditjen dengan pengusaha BP2HP sayur dan buah.14 Nama Upaya Pembinaan Sarana Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura. Sulawesi Selatan.15 Fasilitasi di bidang : . Ditjen Bina Sarana Pertanian Jawa Barat.Rehabilitasi: konstruksi. pembinaan. Kepulauan Bangka Belitung .Petani mengkudu . Jawa Tengah.16 Temu Usaha Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Fasilitasi pertemuan Departemen TA 2002 antara produsen Pertanian.Peningkatan SDM .Temu wicara . mengkudu. TA 2001 2002 dan 2002: 25 kab. Masih berjalan %$ Lembaga Penelitian SMERU.Aksesibilitas permodalan .Manajemen mutu. Bali. pengolahan. Jawa Barat.Petani sayur dan buah . Desember 2003 .

20 8. 15 Petani (laki-laki dan kabupaten / perempuan) dan kota anggota keluarganya.Peningkatan kapasitas petani untuk memperkuat kelompok tani dan mengembangkan jaringan kemitraan petani .18 Nama Upaya Pengembangan Lumbung Desa Modern (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Pengembangan Tata Air Mikro (TAM) (Proyek Pengembangan Sarana Produksi Pertanian) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Pembangunan sarana Departemen TA 2003 Pertanian. Desember 2003 . yang memiliki usaha tani dan bermaksud mengembangkan usahanya . Ditjen Bina Sarana Pertanian 8. Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.No.21 Pupuk Bersubsidi Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian Penyuluhan yang Dikelola Petani (FMA : FarmerManaged Extention Activities ) (Proyek Dafep) TA 2003 Departemen Pertanian. volume pengadaan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia Penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 6.19 .Peningkatan kemampuan petani untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan 9 provinsi. 21 kabupaten Sasaran Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.Pembangunan jaringan TAM seluas 7000 ha . 14 Departemen kabupaten Pertanian.Pengadaan pupuk dolomit. padahal DAFEP merupakan kegiatan pemberdayaan petani melalui perubahan pola pikir petani sendiri.Pengadaan handtraktor sebanyak 40 unit . Badan Pengembangan Sumberdaya Pertanian. Ditjen Bina Sarana Pertanian Wilayah 10 provinsi.Pengadaan pompa air sebanyak 64 unit . Ditjen Bina Sarana Pertanian TA 2002 Departemen Pertanian. %% Lembaga Penelitian SMERU. Seluruh kabupaten / kota Petani dan pekebun kecil .Adanya anggapan bahwa FMA DAFEP akan memberikan bantuan fisik. 8.3 juta ton Tahun 2003 7 provinsi.

Pembinaan dan pelatihan 21 provinsi TA Departemen Pertanian.Penguatan kapasitas manajemen Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian 1.Kegiatan 1.23 TA 22 provinsi Departemen 1997/1998 Pertanian. Fase II: 12 provinsi Fase III: 12 provinsi. Kegiatan penguatan modal. Kegiatan 1. dan 4:Tim Teknis Kab/Kota. Fase II: Tahun 19891998. Peternak pembibit anggota Pokkar bibit ternak. . 3. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penyuluhan Pertanian Waktu Fase I: Tahun 19971988.Penguatan modal . 2000 Kegiatan 1. Kegiatan 2: Petugas Perbenihan Kab/Kota 8.Kegiatan 4: penangkar benih berpengalaman dan terhimpun dalam kelompok berpotensi untuk mengembangkan usahanya. Kegiatan 4. Fase III: Tahun 19982005 Wilayah Fase I: 6 provinsi. masih terjadi perguliran dana di masyarakat Masalah Potensi 8. Desember 2003 . 2 dan 3: kelompok penangkar (pokkar) benih .24 Pemberdayaan Penangkar Bibit Ternak (Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian) . dan 3 sudah selesai. Pelatihan teknis 2. Pembinaan teknis 3. Masih berjalan pengrajin kecil dan kelompok masyarakat miskin di pedesaan lainnya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dinas 1997/1998 2000 Peternakan provinsi dan kab/kota setempat Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai.Pelayanan keuangan mikro . Sasaran Status Saat Ini Petani-nelayan kecil . 2. Penguatan pasar benih/bibit 4.kembangan Nelayan Kecil (P4K) Kelompok Swadaya (KPK) .No. Penguatan modal Pelaksana Departemen Pertanian. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) %& Lembaga Penelitian SMERU.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Pembinaan .PenumbuhPeningkatan Petani. 8.

8. Desember 2003 .Penguatan pasar benih/bibit ./kota Pokkar benih/bibit perkebunan 8. Departemen Sosial %' Lembaga Penelitian SMERU. .Pelatihan teknis .Kelompok tani yang tidak bermasalah dengan KUT dan yang berpengalaman sulit ditemui.Penguatan modal penangkar .Penguatan kelembagaan Pelaksana Waktu Wilayah TA 21 provinsi Departemen Pertanian. pola BLM dinilai paling sesuai pada saat ini terutama dalam mencegah kebocoran dana yang disalurkan kepada Petani .26 Pemberdayaan Penangkar Perkebunan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian . Kegiatan penguatan modal.Penguatan kelembagaan perbenihan .25 Nama Upaya Pemberdayaan Penangkar Perikanan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Jenis Kegiatan .Beberapa kabupaten tidak melakukan penentuan calon komoditas dan calon lokasi sesuai dengan kriteria . dana masih bergulir di tingkat pokkar. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) Kegiatan penguatan modal masih berjalan. .Kata Bantuan diusulkan diganti menjadi Pinjaman karena bantuan cenderung diterjemahkan Petani sebagai pemberian atau hibah 9. hortikultura dan aneka tanaman.Pemurnian dan penguatan mutu benih Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) TA 22 provinsi Departemen Pertanian. Dinas 1997/1998 2000 Perikanan Propinsi Sasaran Pokkar benih ikan Status Saat Ini Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai.27 Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan Departemen Pertanian.Berpotensi untuk diteruskan karena menurut evaluasi Itjen Deptan.Pelatihan teknis .Penguatan modal penangkar . Pimbagpro propinsi dan kabupaten Tahun 2001 26 propinsi dan 157 kabupaten. usaha pangan komersial. Kelompok tani dan kelompok usaha agribisnis peternakan.Pembinaan teknis . Dinas 1997/1998 2000 Perkebunan propinsi dan kab. Masalah Potensi 8.No. perkebunan (tanaman industri).Pembinaan teknis . dan industri pengolah hasil pertanian Selesai .Penguatan pemasaran .Intervensi aparat dalam pengadaan sarana produksi pertanian akibat kurang optimalnya proses sosialisasi.

anak terlantar.Fakir miskin yang Masih berjalan Penafsiran yang berbeda termasuk Keluarga tentang pengertian fakir Binaan Sosial.Pembentukan UEP . bukan keluarga. 9.1 Nama Upaya Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin (FM) Jenis Kegiatan . 30 propinsi Th 2003: 3 Kab/Kota. Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Waktu Tahun Anggaran 1984 hingga sekarang Wilayah Th 1984: 14 Kab/kota. 26 propinsi Th 1999-2000: 207 Kab/Kota. Penyandang Cacat.Tahun 2003: Fasilitasi pengadaan sapi potong (penggemukan) .Banten (Serang) .Jumlah dana yang disalurkan kurang memadai (kecil).1 Perluasan . yang terdiri dari: anak nakal. 3 provinsi.Peserta bisa memiliki usaha . namun pergulirannya masih berlangsung di masyarakat .Bantuan alat kerja dan bahan untuk UEP Departement Sosial.Membuka lapangan kerja baru khususnya untuk tenaga pendamping & Lembaga Penelitian SMERU. lanjut usia. Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi 10. . miskin . .Bantuan alat kerja dan bahan untuk Usaha Ekonomi Produktif -UEP .Pembentukan KUBE .Jawa Timur (Malang) Kaum wanita (dalam Penyaluran keluarga) miskin dana sudah selesai. 26 propinsi Th 2002: 186 Kab/Kota. dan NAPZA . Potensi .UEP berpotensi untuk berkembang karena penggemukan sapi memiliki peluang pemasaran yang sangat baik untuk memenuhi lonjakan permintaan daging sapi 9.Pelatihan Kesempatan Kerja pembinaan Melalui Pola . .Jawa Barat (Kab Bogor) .No. Anak Terlantar. tuna sosial.Usaha Kesejahteraan Sosial Pelaksana Departemen Sosial. 26 propinsi Th 2001: 153 Kab/Kota.Lemahnya sistem monitoring dari Depnakertrans ke LSM-LSM. Sasaran Status Saat Ini Masalah . Tuna Sosial.KUBE banyak yang berkembang dan sangat berpontensi untuk terus berkembang. Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial 30 propinsi Tahun 1996/1997 sekarang Masih berjalan Perseorangan. sehingga untuk menjadi peserta harus mengantri. Tahun 2000 dan 2003 Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri . penyandang cacat. NAPZA 10. Lanjut Usia. 9 propinsi Th 1998-1999: 106 Kab/Kota. Desember 2003 .Bantuan keuangan Grameen Bank dengan sistem bergulir (Depnakertrans) Depnakertrans.KUBE beranggotakan 10 KBS perempuan dan laki-laki.2 Program KUBE untuk Anak Nakal.

Magang .No. mempunyai kemandirian usaha serta pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan . DI Yogyakarta (Kab Bantul) & Lembaga Penelitian SMERU. Seton. dsb) sehingga terjadi peningkatan anggaran .3 Bimbingan Penerapan Seri.Pembinaan Pelaksana Waktu Wilayah Depnakertrans. Desember 2003 .Pelatihan . keluarga dan pengelolanya berpendidikan rendah sehingga mereka berpendapat mengurusi usaha lebih penting daripada mengkuti pelatihan dan praktek hingga selesai 10.Pelatihan . Seiketsu. Tidak ada. Peserta pelatihan membutuhkan peralatan praktek (seperti alat untuk mengiris. Potensi Meningkatkan wirausaha yang bisa membaca peluang pasar.Praktek Depnakertrans. Tahun 20022003 Ditjen Penempatan Dalam Negeri 2002: 10 5 UKM di setiap provinsi provinsi 2003: 5 daerah (belum ditentukan) Masih berjalan Banyak UKM yang dimiliki Meningkatkan usaha UKM. . Setsuke (5S) di Usaha Kecil Menengah (UKM) .Pembinaan kurang memadai. dan peserta dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. Potensi sumber daya alam daerah seperti singkong dan pisang bisa dimanfaatkan. alat pres untuk mengemas. 10. Seso.Terciptanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi 30.dsb. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam mengolah kekayaan alam menjadi produk yang lebih bernilai.Pelatihan . Evaluasi akan dilakukan dalam enam bulan.Peserta menghadapi kendala dalam mengakses sumber ekonomi (pengadaan modal).2 Nama Upaya Program Pembentukan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Terdidik (TKMT) Jenis Kegiatan . pemasaran.Praktek Depnakertrans. TA 27 provinsi Ditjen 1994/1995Pembinaan sekarang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Sasaran Status Saat Ini Angkatan kerja muda Masih berjalan tamatan SLTA dan D1. desain produk. Agustus 2003 di Bantul Pengusaha kecil (30 Selesai Jawa Barat peserta di setiap (Kab kabupaten) Indramayu). Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten Juli 2003 di Indramayu. terutama dari pekerja keluarga atau dari keluarga pengusaha Masalah . 18 Juni 2003 Jawa Barat (Kab Ditjen Kuningan) Penempatan Dalam Negeri Ketua PKK (30 pengusaha kecil mandiri) Pelatihan sudah dilakukan.000 lulusan SLTA/D-1 selama Repelita VI 10.Sulit mendapatkan peserta yang mempunyai bakat dan minat di bidang wirausaha . . 10. Ditjen Penempatan Dalam Negeri.4 Pelatihan Keterampilan bagi Kelompok Kerja Wanita .5 Pelatihan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Pelatihan Depnakertrans.

Desember 2003 . Sesmenko Kesra 2000 Jakarta Pusat (peserta dari Jabar. 1997/98: pengangguran dan Semua prov ibu rumah tangga kecuali Sulteng dan Sultra 1998/99: Semua prov kecuali Sumsel 1999/2000: 18 provinsi 2000/2001: 16 provinsi 2001/2002: 6 provinsi 2002/2003: 4 provinsi Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak bisa berlanjut karena keterbatasan dana Potensi Meningkatkan kondisi pengusaha kecil di masingmasing wilayah. dan kelompok masyarakat yang potensial produktif Masih berjalan . UKM mempunyai ketahanan yang relatif baik 11. Kecamatan (Kaur Kesra . wakil . 2004 propinsi di Mennegkop. keluarga miskin. Tahun 2001.. Indonesia Depkeu.II (Kabag Sosial).6 Nama Upaya Pelatihan Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Wanita Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Depnakertrans.Ketua kelompok usaha ekonomi produktif wanita 11.4 Menko Kesra & Lembaga Penelitian SMERU.Kebanyakan usaha mikro tidak memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi persyaratan perbankan Tingkat kemacetan kredit yang relatif kecil.Tingginya tingkat suku bunga kredit mikro . Individu usia produktif.1 Proyek Kredit Mikro Pemberian kredit. Jateng.Seluruh Menko Kesra. Tahun 1994/95Ditjen 2003 Penempatan Dalam Negeri Wilayah Sasaran Pencari kerja. 11.Pembina: Pemda Selesai Tk. DKI) . 10.2 Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Wanita Pelatihan 6-15 Maret Menko Kesra.3 Pelatihan Pengelola Pelatihan Kegiatan Lapangan Tahun 1999/2000 Penyelenggaraan Kelompok Belajar Usaha Kerja Produktif Menko Kesra Tahun 1999/2000 Jakarta Selesai 11.No. Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) 11.

Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) &! Lembaga Penelitian SMERU. Lampung.Kelompok taskin yang telah menjadi binaan departemen 12.Masyarakat yang bermukim di daerah asal tempat kerusuhan. Desember 2003 .Diutamakan yang pernah menerima kukesra sampai putaran terakhir dan ibu rumah tangga. investasi Menengah dan Koperasi (Kredit Taskin UKMK) dan Kredit Pengentasan Kemiskinan melalui Skim Kredit Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kredit Taskin Inkra) Tahun 1999 Jawa Timur. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. 11. . NTT dan DI Yogyakarta. Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I Komunitas adat terpencil Masalah Potensi 11.6 Program Gerdu Taskin Pasca Pengungsian di Daerah Terpencil/Terasing Bina Usaha dan Kemitraan: .Pengungsi daerah tempat kerusuhan yang sudah memutuskan bertransmigrasi. Selesai . Maluku.Bantuan permodalan Pelaksana Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis). Permukiman Bekas Kerusuhan dan Permukiman Transmigrasi Baru Jenis Kegiatan Bina Usaha dan Kemitraan: .No.Bantuan permodalan Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis).Fasilitasi & pembinaan usaha .5 Nama Upaya Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin) Pasca Pengungsian di Permukiman Kembali Daerah Asal. Jawa Tengah.7 Kredit Pengentasan Pemberian kredit Menko Kesra Kemiskinan melalui modal kerja dan kredit Usaha Kecil.Fasilitasi & pembinaan usaha . Kalimantan Barat. 11. Waktu Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. terutama keluarga miskin (keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I alasan ekonomi). . 18 provinsi Sasaran Status Saat Ini .

Sumatera sekarang Selatan. Desember 2003 .Usaha Mikro dan Kecil Setelah pelaksanaan otonomi daerah. tumbuh 884 kelompok usaha.KSP/USP Koperasi Masih berjalan . Sulawesi Selatan.5 tahun pelaksanaan program. P3EL tingkat Kalimantan provinsi.Realisasi penyaluran dana 163% dari plafon dengan tingkat pengembalian 79%. Barat. Tahun 2001. 12. .No. Jawa kabupaten Timur. Konsentrasi terhadap pembinaan wirausahawirausaha baru. NTB Sasaran Status Saat Ini Kelompok Usaha Masih berjalan Ekonomi Produktif Perempuan yang sudah ada dan yang baru terbentuk Masalah Potensi Positif : . 13.1 Perkuatan Tahun 2001.1 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (P3EL) Jenis Kegiatan . Jawa Tengah. 277 kab/kota . UNS. Tim Tahun 2000 . Koperasi dan modal awal dan dan Lembaga UKM Deputi padanan kepada Keuangannya Bidang dengan Penyediaan inkubator bisnis) Pengembangan Modal Awal dan dan Padanan Melalui Restrukturisasi Inkubator (P2LKUsaha. Jawa Timur Th 2002: Jawa Tengah.Setelah 2. 88 kab/kota Th 2002: 30 provinsi. ITB. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Penyaluran dana 13.2 Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi (P2LK-MAP KSP/USP Koperasi) Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan Kementerian Koperasi dan UKM. provinsi.Pemberdayaan / pendampingan Pelaksana Waktu Wilayah Meneg PP. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan program P2LK MAP belum sepenuhnya tercapai. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Th 2001: Jawa Barat. &" Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Timur.Penyertaan modal usaha . Th 2001: 30 2002. ITS) 13. Sumatera Utara Minimal 40 pengusaha keciltenant atau mitra binaan inkubator Masih berjalan Belum optimalnya Dinas Koperasi/badan yang membidangi Koperasi dan UKM dalam pembinaan inkubator bisnis di wilayahnya. Kementerian Permodalan UKMK (sebagai dukungan 2002. Inkubator MAP Inkubator) (IPB. Inkubator bisnis dapat dikembangkan dan dibina. Masih banyak KSP/USPKoperasi yang membutuhkan dana MAP.

sehingga dana MAP dapat diprogramkan kembali oleh pemerintah melalui wadah koperasi. 13. 67 kab/kota Th 2002: 24 provinsi. 2003 Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha dan Lembaga Modal Ventura Daerah (LMVD) Kementerian Koperasi dan UKM.LKM (Lembaga Keuangan Mikro) .3 Nama Upaya Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Keuangan Mikro (P2LK-MAP LKM) Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Modal Ventura (P2LK-MAP Modal Ventura) Jenis Kegiatan Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan kepada UKM Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM.5 Perkuatan Penyaluran dana Permodalan UKMK Penjamin Kredit dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Penjaminan (P2LKMAP Penjaminan) Tahun 2001 Sumatera UKMK (Usaha Kecil Barat. Kementerian 2002. Sumatera Utara dan Lampung Th 2002 : 22 provinsi Usaha Kecil dan KoperasiPerusahaan Pasangan Usaha (UKK-PPU) Masih berjalan Koordinasi dan sinkronisasi antara tim yang ada di propinsi dan LMVD belum sepenuhnya tercapai. 13.Usaha mikro Status Saat Ini Masalah Masih berjalan . Desember 2003 .4 Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan (MAP) kepada UKK PPU Tahun 2001. Lembaga Penjamin Th 2001 : Jawa Timur. . DKI Menengah dan Jakarta Koperasi) (Jabotabek).Sistem/pola penyaluran masih lemah Potensi Peningkatan pembinaan terhadap LKM untuk menjadi koperasi atau LKM tangguh. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. Masih diperlukan pengembangan LMVD yang potensial dan bernilai tambah tinggi.Sulit memetakan usaha mikro yang produktif untuk dialokasikan program dana MAP. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2001. Th 2001: 27 2002. Jawa Tengah. 13. produktif dan layak tapi memiliki keterbatasan modal dan membutuhkan fasilitas penjaminan kredit &# Lembaga Penelitian SMERU.No. Jawa Tengah dan Jawa Timur Masih berjalan Sinkronisasi program antara program yang dikembangkan di pusat dengan pemerintah daerah masih perlu dikembangkan Masih banyak UKMK yang potensial. 50 kab/kota Sasaran . 2003 provinsi.

perencanaan untuk sentra) 13.Menentukan BDS yang Banyak yayasan baru yang .Kurangnya kemampuan SDM (dalam membuat proposal.Sosialisasi program .Konsolidasi dan pemantapan program BDS Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2002 2001 : 30 provinsi. 277 kab/kota UKM Selesai Tahun 1993.Koperasi/ kelompok Program sudah masyarakat/LKM selesai.No.UKM dalam sentra berkualitas melakukan pemberdayaan terpilih . kasifikasi dan perkuatan sentra UKM) Tahun 2001.7 Penumbuhan dan Pengembangan Sentra UKM 13. 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi. 277 kab/kota Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi . Menengah.1993/94: 3 2001 provinsi 1994/95: 9 provinsi 1995/96: 10 provinsi 1996/97: 8 provinsi 1997/98: 8 provinsi 1998/99: 7 provinsi 2000: 8 provinsi 2001: 18 provinsi .Usaha skala kecil perguliran dana masih berjalan Secara umum tidak ada masalah.Penyaluran dukungan dana operasional BDS . dan Koperasi (PUK) Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha .Identifikasi.8 Proyek Pemberdayaan Usaha Kecil. . Desember 2003 . Kelompok Deputi Masyarakat/LKM Pembiayaan Menumbuhkan dan mengembangkan sentra UKM (Penetapan. Pada beberapa kasus terdapat kelompok masyarakat/LKM yang kurang lancar dalam pengembalian Masih banyak kelompok masyarakat/LKM yang memerlukan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya &$ Lembaga Penelitian SMERU.2001 : 30 2003 provinsi.6 Nama Upaya Pengembangan Lembaga Pengembangan Bisnis /Business Development Services (LPB/BDS) Jenis Kegiatan . 13.BDS Masih berjalan . dan penetapan BDS .Pembinaan kepada Koperasi dan koperasi dan UKM.Pemberian modal Kementerian . 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi. seleksi.

pondok pesantren. pada beberapa kasus ada anggota belum terbiasa dengan pola syari'ah Secara umum tidak ada masalah.1997/98: 8 Pesantren.Usaha kecil/mikro provinsi 2000 : 17 provinsi 2001 : 20 .12 I. BMT.Masih banyak koperasi. 2001 provinsi. Selanjutnya dapat mengimplementasikan dalam usaha KUKM.No.KSP/USP Koperasi Tahun 2000. sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya 13. dengan prioritas yang mampu menabung dan berusaha pada skala sangat terbatas . sehingga mampu meningkatkan volume usaha KUKM &% Lembaga Penelitian SMERU. 13.30 provinsi. Desember 2003 .Bantuan modal dana Kementerian Proyek bergulir Pengembangan Koperasi dan .Melalui penambahan modal lembaga sasaran dapat mengembangkan usahanya serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota. tapi untuk penyelenggaraan Diklat selanjutnya harus memperhatikan batasan umur peserta Melalui Diklat konsultan yang tergabung dalam dalam wadah BDS mendapat tambahan pengetahuan.Dana bergulir untuk Kementerian modal kerja Koperasi dan .Pendampingan UKM Deputi Pembiayaan 13. 101 kota/kab Status Saat Ini Kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan. dan Lembaga 2003 sebagian besar kab/kota Keuangan Mikro .11 .usaha kecil/mikro Wilayah 25 provinsi. 119 yang Mengakar di Masyarakat/LM3) kota/kab 1999/2000 : 7 .Pendampingan (oleh fasilitator) Pelaksana Waktu Tahun Kementerian 1998/1999 Koperasi dan UKM Ditjen Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam . tapi berguliran dana kepada kelompok usaha lainnya masih berjalan Program sudah selesai tapi perguliran dana pada koperasi. Majelis Taklim lain yang sangat membutuhkan tambahan modal Kegiatan ini dapat mengembangkan usaha anggota KSP/USPKoperasi.Koperasi. Majelis Taklim yang lain tetap berjalan Masih berjalan Masalah Secara umum tidak ada masalah.9 13.10 Nama Upaya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri (LEPMM) Proyek Peningkatan Kemandirian Ekonomi Rakyat (P2KER) Jenis Kegiatan . Pondok Tahun 1997. BMT. 30 Juni s/d 6 Juli 2003 II : 20 Juli s/d 26 Juli 2003 III : 28 Juli s/d 3 Agustus DKI Jakarta Peserta pelatihan Selesai diprioritaskan bagi pengelola BDSProvider yang telah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan belum pernah mengikuti Diklat BDSProvider yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM Secara teknis tidak ada. 81 Majelis Taklim kota/kab (Lembaga Mandiri 1998/99: 15 provinsi. Pada beberapa kasus terdapat kesulitan dalam pengembalian . BMT.Pendampingan Usaha Kecil dan UKM Mikro Melalui Perkuatan Struktur Keuangan KSP/USPKoperasi dari Kompensasi Dana Subsidi BBM Diklat Manajemen Bisnis bagi Pengelola BDSProvider Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Sasaran Masyarakat yang tidak lagi berada dibawah garis kemiskinan.Bantuan dana bergulir . pondok pesantren. Namun sebagian kecil kesulitan dalam mengembalikan pinjaman akibat dampak krisis ekonomi Potensi Dapat mengembangkan kelompok usaha dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota Secara umum tidak ada masalah. .

13.Kelautan dan perikanan .Industri kecil dan kerajinan .16 Member Education Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Anggota koperasi yang terseleksi Selesai Tingkat pendidikan peserta mempengaruhi penerimaan materi yang diberikan saat Diklat Kinerja koperasi akan meningkat apabila SDM anggotanya ditingkatkan && Lembaga Penelitian SMERU.No..13 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Diklat Perkoperasian Latihan dan Kewirausahaan bagi Pemuda Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Angkatan I : DKI Jakarta 8-14 September 2003 Angkatan II : 21-27 September 2003 Angkatan III : 29 September-4 Oktober 2003 9-12 Desember 2003 DKI Jakarta Sasaran Status Saat Ini Masalah Pengusaha muda se.Th 2001: 2003 Banten. tetapi belum melakukan ekspor Masih berjalan Belum ada Belum terlihat 13. Berpengetahuan Workshop Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Belum Komponen dilaksanakan masyarakat (di seluruh Indonesia) yang menaruh perhatian pada pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) KUKM yang berpotensi ekspor.Th 2003: seluruh Indonesia Tahun 2001 Banten Melalui diklat diharapkan peserta memperoleh keterampilan dan mampu meningkatkan daya saing. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2001. Bermoral.Th 2002: 8 provinsi . 13. Desember 2003 . Jawa Barat.Selesai Belum ada Indonesia (270 orang) dalam bidang: .15 Training of Trainer Pendidikan dan Latihan Pendidikan dan Latihan Export (TOT Diklat Ekspor) Kementerian Koperasi dan UKM.Agribisnis Kehutanan dan Perkebunan Potensi Tambahan pengetahuan melalui Diklat mampu meningkatkan volume usaha KUKM di berbagai sektor 13.14 Workshop Optimalisasi Peranserta Masyarakat dalam Pengembangan SDM Berkualitas. Jawa Timur .

60 pengurus dari 15 Kopontren dan pengelola bidang usaha agribisnis Kopontren (Jabotabek + Sukabumi) Masih berjalan Belum ada Dengan tambahan pengetahuan melalui Diklat. Desember 2003 .18 Pendidikan dan Latihan Pedagang Eceran (Retail ) Pendidikan dan Latihan 13. Sharp (20 orang). mekanik bengkel.19 Pendidikan dan Latihan Keterampilan Elektronik Pendidikan dan Latihan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2002 DKI Jakarta dan 2003 Sasaran Anggota koperasi.21 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan Pakan Latihan Ternak Sapi Potong Tahun 2003 Sumatera 60 anggota koperasi Selesai Selatan (Kab. Sanken (20 orang).20 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan di Bidang Latihan Agribisnis dan Pasca Panen Tahun 2003 DKI Jakarta Diklat Budidaya Skala usaha tergantung dari sudah luas lahan dilaksanakan.No. Diklat Pasca Panen belum dilaksanakan Pengelolaan agribisnis ke depan melalui Kopontren sangat potensial karena dibantu santri 13. dan sopir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak semua peserta dapat mengembangkan usaha bengkelnya sesuai dengan yang diharapkan Potensi Meningkatkan pendapatan masyarakat Tahun 2003 Seluruh Indonesia 30 koperasi di seluruh Indonesia Belum dilaksanakan Belum ada Belum terlihat 15-20 September 2003 DKI Jakarta Anggota Asosiasi Bengkel Elektronik dan koperasi (Jasa Service) Samsung (20 orang). PKM yang mempunyai usaha bengkel. 13.17 Nama Upaya Pendidikan dan Latihan Keterampilan Otomotif Jenis Kegiatan Pendidikan dan Latihan 13. peserta mampu mengembangkan usahanya 13. peternak penerima Ogan sapi Komering Ulu) Belum ada kios pakan ternak Melalui Diklat ini peserta sapi dapat mengembangkan usahanya sesuai dengan SDA daerah masingmasing &' Lembaga Penelitian SMERU.

Desember 2003 . Lampung. dan dapat digunakan sebagai pengganti bahan katun yang selama ini impor.2002: Sumsel Koperasi 2003 (Kab OKU dan Lahat) 2003: Lampung. sehingga akan meningkatkan kinerja koperasi dan kesejahteraan anggota Penting untuk mengevaluasi sistem diklat yang sudah dilaksanakan. Jateng (12 kota/kab) SDM relatif kurang Tanaman rami sangat cocok dengan iklim Indonesia.No.2001: Jateng Petani dan koperasi 2003 (Kab Wonosobo) 2002: Sumsel (Kab OKU) 2003: Sumsel. Sumut.24 Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Bidang Budidaya dan Agro Industri Serat Rami .Modal bergulir kepada koperasi berupa alat processing dan bangunannya serta modal kerja Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Beberapa dan 2003 provinsi Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masih berjalan Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Tahun 2001. 13. dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian diatas 300 m dpl. Bengkulu.Dana bergulir (modal kepada petani) untuk budidaya tanaman rami . 13. Sumut dan Jatim (3 kab) Masih berjalan SDM Sumatera dan Jawa Timur sangat potensial untuk produksi kopi ' Lembaga Penelitian SMERU.Seluruh 2003 Indonesia Sasaran Status Saat Ini Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masalah Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Potensi Penyelenggaraan Diklat UKM dapat meningkatkan kualitas peserta didik dan penyelenggara Diklat.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Evaluasi Terhadap penyelenggaraan Kegiatan Diklat Diklat Koperasi dan UKM yang Dilaksanakan oleh Pemerintah dan Non Pemerintah Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2001. minimal untuk memperbaiki pola Diklat 13.23 Evaluasi melalui Lokakarya Evaluasi penyelenggaraan Diklat 13.25 Pengembangan Pengolahan Kopi Bantuan (pinjaman) mesin processing kopi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002.

28 Bantuan Perkuatan Penyediaan dana Berupa Dana bergulir Bergulir bagi Koperasi-Koperasi Mina dalam Rangka Pengembangan Usaha Perikanan dengan Peralatan Pengideraan Jauh Tahun 2003 8 provinsi. 5 kab Selesai Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh Dengan mempertimbangkan dua hal. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan.Pelatihan tentang penggunaan peralatan .Sosialisasi . Bali.Pemberian bantuan kepada nelayan berupa peralatan penginderaan jauh sebagai stimulan Tahun 2002 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Jawa Barat. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan. Desember 2003 . maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Dengan mempertimbangkan dua hal.26 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan . 10 Koperasi nelayan Kementerian kota/kab Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Masih berjalan Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh 13. maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Berpontensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan masyarakat 13.29 Pengembangan Usaha Sapi Perah kepada Beberapa Koperasi di Jawa Barat Bantuan 1.Modal kerja Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Tahun 2002.810 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada ' Lembaga Penelitian SMERU.27 Bantuan Perkuatan Peralatan Pengideraan Jauh untuk Usaha Penangkapan Ikan terhadap Koperasi Perikanan Bersama perusahaan yang memproduksi peralatan tersebut melakukan: . Koperasi nelayan Jawa Tengah. 13. Jawa Timur.Sumatera 2003 Selatan 2002: Kab Pesisir Selatan 2003: Kab Limapuluh Kota Sasaran Koperasi Status Saat Ini Masih berjalan SDM Masalah Potensi 90% kebutuhan gambir dunia dari Indonesia 13.Bantuan kepada Pengolahan Gambir koperasi berupa mesin prosessing gambir .No.

13. pola bergulir Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Petani peternak yang Masih berjalan Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Cirebon) tergabung dalam wadah koperasi dan Jawa Tengah (Kab Tegal.35 Tahun 2003 Jawa Barat. Kab Brebes) Tahun 2002 10 provinsi. terdiri 400 ekor betina dan 50 ekor pejantan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Masalah Tahun 2002 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Tidak ada Selatan (Kab tergabung dalam koperasi Ogan Komering Ulu) Potensi Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.400 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Sumatera Selatan Petani peternak yang Selesai tergabung dalam wadah koperasi 13.400 sapi Usaha potong dan sarana Penggemukan Sapi pendukungnya Potong kepada Koperasi OKU Cipta Mandiri di Sumatera Selatan Pengembangan Usaha Ternak Domba kepada Koperasi Pondok Pesantren Darussalam di Jawa Barat Bantuan 450 ekor domba.33 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Berpotensi karena produksi Pengetahuan peternak mengenai teknik beternak itik daging dan telur Indonesia masih kurang belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (masih mengimpor) Berpotensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.32 Bantuan itik berikut Pengembangan Usaha Pembibitan sarana dan prasarana Itik kepada Koperasi pendukungnya Sumber Rejeki di Jawa Barat dan Jawa Tengah Pengembangan Usaha Budidaya Itik kepada Beberapa Koperasi Bantuan itik berikut sarana dan prasarana pendukungnya.34 Pengembangan Usaha Budidaya Ternak Itik di Sumatera Selatan Memberdayakan Masyarakat Melalui Usaha Budidaya Sapi Perah Bantuan itik berikut sarana dan prasarana. 17 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.30 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Bantuan 2. Desember 2003 . DIY.No. Jawa Timur (9 kota/kab) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Belum ada ' Lembaga Penelitian SMERU.31 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Garut) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13. pola bergulir Bantuan 2.

No. 13.36

Nama Upaya Memberdayakan Masyarakat Melalui Penggemukan Sapi Potong Impor

Jenis Kegiatan Bantuan 5.666 ekor sapi potong, sarana dan prasarana pendukungnya

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2003 6 provinsi, 6 kab

Sasaran Status Saat Ini Masalah Petani peternak yang Masih berjalan Belum ada tergabung dalam koperasi

Potensi Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.37

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Lokal Jenis Bali dan PO (Peranakan Ongol)

Bantuan 3.200 ekor bibit sapi lokal dan sarana pendukungnya.

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Selatan (Kab tergabung dalam Muara Enim koperasi dan Musi Banyuasin) dan Bengkulu (Kota Bengkulu) Tahun 2003 7 provinsi , 14 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.38

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Ternak Domba/ Kambing Memberdayakan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Itik di 12 Koperasi Primer

Bantuan bibit domba/kambing

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.39

Bantuan permodalan Kementerian untuk pengembangan Koperasi dan pembibitan itik UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Kalsel, Kalbar, Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam NTB, Jatim, Banten, koperasi Sumsel, Sumut (9 kota/kab) Tahun 2003 10 provinsi Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.40

Memberdayakan Bantuan itik dan Masyarakat Melalui sarana Pengembangan pendukungnya Usaha Budidaya Itik

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.41

Pemantapan Usaha - Bantuan sarana dan Koperasi Industri prasarana pendukung Garam (renovasi saluran) - Bantuan peralatan processing garam dan pembuatan tambak garam

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002- 2002: NTT 2003 (Kab Ngada) 2003: NTT (Kab Ngada) dan NTB

Koperasi yang berpotensi untuk mengolah garam

Masih berjalan

- Pengolahan dan rancangan Berpotensi karena produksi lahan garam masih saat ini belum memenuhi sederhana kebutuhan dalam negeri - Produksi sangat tergantung pada musim dan belum menggunakan peralatan berteknologi

'!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. 13.42

Nama Upaya Bantuan Mesin Yodisasi Garam Kepada Kopontren Nurul Jannah Rintisan Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bidang Agro Industri Sutera dengan Pola Dana Bergulir Industri Perak untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Baku Pengrajin di Yogyakarta dan Bali Mesin Pengering Kayu

Jenis Kegiatan Bantuan mesin Yodisasi dan sarana pendukung

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Bandung)

Sasaran Status Saat Ini Masalah Koperasi yang Masih berjalan Belum semua garam yang berpotensi mengolah beredar di masyarakat garam mengandung yodium

Potensi Berpotensi karena produksi saat ini belum memenuhi kebutuhan dalam negeri

13.43

- Budidaya murbey kepada petani - Bantuan mesin prosesing kepada koperasi

Tahun 2003 Sumatera Selatan, NTB, Jawa Tengah, Jambi, Sulawesi Selatan (5 kab)

Koperasi/KUD yang berpotensi dalam usaha pengolahan sutera

Belum dilaksanakan

- Koordinasi di lapangan - Persyaratan untuk pencairan dana

Saat ini indonesia baru mampu memproduksi 7% bahan baku sutera dari kebutuhan bahan baku sutera dunia (1000 ton benang).

13.44

Memfasilitasi pengrajin perak dengan BUMN (untuk memperoleh bahan baku) Bantuan mesin pengering kayu

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Pengrajin perak Tahun 2002 DIY (Kota Yogyakarta) dan Bali (Kab Gianyar)

Masih berjalan

Masih banyak bahan baku Tidak mudah meyakinkan BUMN untuk melihat potensi yang dibutuhkan pengrajin pengrajin perak

13.45

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi dan UKM (Kab Jepara)

Masih berjalan

Kesulitan bahan baku

Berpotensi karena kapasitas mesin yang cukup besar

'"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Kelompok Organisasi Non-Pemerintah
No. Nama Upaya A. ORNOP LOKAL Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi

1. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Ornop Anggota - Pelatihan 1.1 Program Kredit Mikro - Kredit untuk Penguatan ASPPUK Perempuan Usaha Kecil- - Advokasi - Penerbitan Buletin Mikro - Perintisan pembentukan Jaringan PUK

Tahun 19982002

14 propinsi, 43 Perempuan Usaha kabupaten Kecil (PUK) yang tergabung dalam Kelompok simpan pinjam Perempuan Usaha Kecil (KPUK) binaan Ornop anggota ASPPUK 10 propinsi, 20 Perempuan usaha kabupaten kecil-mikro (PUK) yang tergabung dalam KPUK dampingan Ornop anggota ASPPUK

Program sudah selesai, namun kegiatan dana bergulir ASPPUK masih berjalan

- Program tidak berjalan sesuai jangka waktu pinjaman (di daerah konflik seperti Aceh) - Luasnya wilayah menyulitkan sekretariat memantau program - Minimnya dana pendampingan

Kelompok simpan pinjam berpotensi menjadi koperasi atau Lembaga Keuangan Perempuan (LKP), yang sahamnya dimiliki bersama

1.2

Pengembangan Kapasitas Perempuan Usaha Kecil-Mikro dalam Ekonomi

Ornop Anggota - Pelatihan - Pendampingan ASPPUK - Promosi produk PUK - Penerbitan buletin dan modul usaha - Studi banding

Tahun 1996 1998

Selesai

Keterbatasan sumber daya, sehingga pengelolaan program belum sistematis

Memberi insipirasi pada ornop pendamping dan KPUK dalam melakukan “sharing” pengetahuan dengan kelompok perempuan usaha kecil-mikro yang baru berdiri

1.3

Lokakarya berseri Dampak Krisis dan Kebijakan IMF terhadap Usaha Kecil-Mikro

- Lokakarya berkala - Dialog dengan pejabat daerah tentang kebijakan usaha kecil

Forum Wilayah ASPPUK

Juni-Juli 1998 - Sumatera dan Nopember Utara (Medan) - DIY 1998. (Yogyakarta) - NTB (Mataram, Lombok) - Sulawesi Selatan (Ujung Pandang) 9 – 24 Juli 1999 - Kalimantan Barat (Pontianak) - Sulawesi Tenggara (Kendari) - Jawa Tengah (Solo)

- Ornop anggota - PUK dampingan - Instansi pemerintah setempat - Perguruan Tinggi setempat - Media cetak dan radio.

Program sudah selesai, Jumlah peserta dari kalangan namun aliansi dengan PUK dampingan masih relatif media cetak/radio serta kecil pemantauan terhadap kebijakan Pemda yang berkenaan dengan usaha kecil masih berjalan.

Melalui program ini kegiatan advokasi yang berkaitan dengan kebijakan usaha kecil di wilayah masing-masing dapat berjalan.

1.4

Lokakarya berseri Lokakarya berseri tentang Pemberdayaan Perempuan Usaha KecilMikro Mengantisipasi Era Globalisasi Ekonomi

Forum Wilayah ASPPUK

- PUK-mikro - Instansi pemerintah - Ornop anggota - Lembaga pengembangan usaha kecil-mikro - Pers.

Program ini sudah selesai, namun beberapa kegiatan seperti diskusi kebijakan secara rutin dan kerjasama dengan media masih berlanjut.

Belum banyak mengikutsertakan PUK dampingan sehingga PUK mendapat informasi tidak langsung dari pendamping yang mengikuti kegiatan yang kemampuan- nya beragam

- Merintis jaringan PUK sebagai wadah penguatan bisnis dan advokasi. - Pengintegrasian perspektif gender dalam program pengembangan PUK yang dilakukan Ornop dan lembaga lain 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

Pelatihan . yang berarti meningkatkan usaha kecil yang dapat dilayani 3.Analisis persoalan .Ibu rumah tangga Masih berjalan yang memiliki warung .Pendampingan . .Advokasi pada permasalahan strategis.Anggota kurang memahami apa yang ingin diusahakan sehingga usaha yang dilakukan sifatnya sementara .Kader PUK masih kurang dan dilanjutkan terlibat dengan advokasi berdasarkan temuan di lokasi dengan melibatkan masyarakat basis 2. AKATIGA.Fasilitas kredit Bina Desa bekerja sama dengan Koperasi Karya Insani dan kelompok swadaya masyarakat Tahun 1994 sekarang (Tahun 1994 1996 dikelola langsung oleh Bina Desa.Berpotensi menggali kekuatan yang dimiliki PUK-mikro yang selama ini tidak diketahui .3 .PUK yang tergabung dalam (Purwokerto KPUK binaan dan Klaten) ASPPUK . Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) 3.Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit II Tahun 1997sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masyarakat miskin Masih berjalan yang sudah memiliki usaha atau berminat kuat untuk melakukan usaha .Pendamping lokal tidak disiplin. Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi .Proses dan metode identifikasi persoalan dan kebutuhan PUK bisa menjadi sumber pembelajaran Ornop Tim gabungan antara Tahun 2001– 2003 Sekretariat ASPPUK.1 BMT Keluarga (BMT Al .Pencatatan dan Analisis proses . Berpotensi mengembangkan usaha berbasis pertanian dan meningkatkan kapasitas kelompok melalui pelatihan dan pendidikan .Pendamping Ornop anggota ASPPUK (LPPSLH dan Persepsi) Program sudah selesai. LPPSLH dan Persepsi.Pendampingan .Penyaluran kredit BMT Komunitas Orangtua Anak Jalanan .Studi . 1.Penelitian .No. Jawa Tengah .2 BMT Pemberdayaan Masyarakat Miskin: (BMT Al Inayah Unit II) .Pendampingan tidak intensif karena kurang dana operasional.5 Nama Upaya Studi dan Advokasi Penguatan Kelompok Perempuan Pelaku Usaha Kecil-Mikro Jenis Kegiatan . baik yang sudah ada maupun bentukan baru Kegiatan simpan pinjam .Pendidikan .Penyaluran kredit .Penyaluran kredit Inayah Unit I) . 3. -Kurangnya dana .Kesadaran masyarakat untuk mengembalikan pinjaman masih kurang (pinjaman terlalu lunak. tanpa jaminan) Berpotensi dalam mengembangkan wilayah kerja dan meningkatkan jumlah aset.1 Pengembangan dan advokasi ekonomi rakyat .Simpan pinjam Tahun 1995BMS dan BMT Al Inayah unit BMT sekarang Keluarga (bentukan BMS) Jabar (Kabupaten Bekasi) . yang berarti pedagang kecil yang dilayani bisa dilakukan secara intensif semakin banyak 3. Sejak 1997 bekerja sama dengan Koperasi) 6 propinsi.Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit III Tahun 1999sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masih berjalan Orang tua anak jalanan baik yang telah memiliki usaha maupun belum Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi mengurangi jumlah sehingga pendampingan tidak anak jalanan karena membaiknya kondisi ekonomi dilakukan secara optimal orang tuanya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pendampingan (BMT Al Inayah Unit III) . Bina Desa 2.Pembayaran cicilan tidak masih berjalan lancar .Pedagang kecil yang masuk kategori keluarga miskin Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi menambah anggota sehingga pendampingan tidak dan asset.16 kabupaten Kelompok masyarakat.

Pendampingan Inayah Unit IV) 3.Sulit mengumpulkan calon penerima kredit mengikuti untuk proyek tahun pelatihan awal 1998) .Membentuk usaha bersama .Mengembangkan usaha mikro para peserta pelatihan 3.Penyaluran Kredit . Jabar (Depok.Banyak anggota tidak mengikuti pelatihan karena sibuk mencari nafkah .Pendampingan BISMI dan kelompok dampingan Tahun 1998 sekarang Usaha mikro/kecil .4 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana BMS dan BMT Al Hinayah Unit IV Waktu Tahun 2002sekarang Wilayah Jabar (Kabupaten Bekasi) Sasaran Masyarakat korban banjir (petani dan peternak) Status saat ini Masih berjalan Masalah Kurangnya biaya operasional untuk tenaga pendamping lapangan Potensi .2001: Jateng (Brebes) dan Maluku (Saumlaki) .Penyaluran kredit Korban Banjir (BMT Al .1998: DKI Jakarta.Jumlah anggota/kelompok dampingan masih bisa bertambah .Kesibukan peserta MBT dan koperasi se Bekasi mengganggu keikutsertaan dalam pelatihan .Kegiatan nelayan (melaut) menyebabkan pengembalian kredit terlambat .Berpotensi menambah anggota dan menjadi unit koperasi yang produktif .5 BMT Komunitas Kelurahan Bugis (BMT Al hinayah Unit V) .Pendampingan .Adanya ancaman penggusuran (pindah rumah) sehingga menyulitkan penagihan .No.2002: Jabar (Bekasi) Masih berjalan (kecuali .Berpotensi menjadi pendorong berkembangnya usaha. Bekasi) -1999: DKI Jakarta .usaha alternatif bagi petani dan peternak di daerah perkotaan BMT Masyarakat Miskin .Pelatihan .1 Karib Ikhtiar BISMI .2000 : DKI Jakarta .6 Pelatihan Pendamping Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) Pelatihan BMS Tahun 2000 Jabar (Kabupaten Bekasi) Menciptakan kerjasama antara .Akses terhadap modal menjadi mudah melalui BMT . 3.Latar belakang dan pendidikan peserta yang beragam .7 Pelatihan Managemen Usaha Pelatihan BMS Tahun 2003 Jabar (Kabupaten Bekasi) Selesai 4.Tumbuhnya koperasi 4.Jumlah peserta dapat bertambah  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Kemungkinan dapat diterapkannya sistem bagi hasil . Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) 4.Selama pelatihan (2 hari) peserta tidak melakukan usaha dan kehilangan penghasilan .Simpan pinjam BMS dan BMT Komunitas Kelurahan Bugis.Penyediaan Kredit .2 Baithul Mal Watauil (BMT) BISMI - Penyediaan Kredit Pendampingan Pelatihan Simpan pinjam BISMI dan kelompok dampingan Tahun 2003sekarang Jawa Barat Individu dan Masih berjalan (Kota Bekasi) kelompok pedagang kecil Para pedagang belum memiliki sistem pembukuan yang baik . Tahun 2003 DKI Jakarta (Kampung Bugis) Masyarakat miskin Masih berjalan (dalam yang memiliki usaha tahap perintisan) (dagang atau usaha rumah tangga) -Organisasi sosial anggota (K3S) -Koperasi/LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Orang tua anak jalanan (kelompok dampingan BMT) Selesai Belum ada kepastian dana 3.

Pelatihan .Pendampingan Agribusiness .Pemberian kredit .Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 19992001 9 provinsi. Papua Pengembangan Masyarakat melalui KSM di Kel. Dana operasional tinggi.7 . karena nelayan yang berada di lokasi bukan penduduk setempat.6 Bina Swadaya Tahun 19982001 Masyarakat Kamal DKI Jakarta (Jakara Utara: Muara Kelurahan Kamal Muara) Program ini sudah selesai namun ditingkat kelompok masih berjalan Masyarakat yang terlayani kebanyakan bukan nelayan. Nama Upaya Jenis Kegiatan . Sangatta.3 .Pembentukan KSM .Dana Stimulan Bina Swadaya Tahun 19971999 Jawa Timur Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya 5. 14 Kelompok Swadaya Program sudah selesai. dan perbankan.Pendampingan Proyek Peningkatan Taraf Hidup masyarakat .Pendampingan .Monitoring dan evaluasi Pelaksana Bina Swadaya.Pendampingan .Dana bergulir Bina Swadaya Tahun 19981999 Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Timur) Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya Selesai 5. kabupaten/kot Masyarakat (KSM) tapi kredit mikro di setiap wilayah masih a berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Kab.Sulit untuk mengakumulasi modal karena faktor budaya .Pelatihan . Waktu Tahun 19921998 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi 5.Pelatihan . Kamal Muara Jakarta Utara Village Social Safety Net in Cope with Economic Crisis .Pelatihan .2 Pendampingan Kelompok IDT untuk Pengembangan Usaha Mikro Development of Environmentally Oriented Cattle Husbandry and Sustainable Agriculture .4 . LSM lain. 5.Pendampingan Bina Swadaya Tahun 19972000 4 propinsi.1 Program Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) 5 propinsi. namun di lancar Bina Swadaya cabang masih berjalan 5. 8 kabupaten Usaha mikro/kecil Proyek sudah selesai tetapi di Bina Swadaya cabang masih berjalan Selesai 5.Dana Stimulan 4 Desa IDT dan Desa Sepaso.No. Kaltim . 14 Usaha mikro kabupaten anggota KSM binaan Di Bina Swadaya pusat Pengembalian kredit kurang sudah selesai. Bina Swadaya 5.Dana Stimulan Development for Indigenous and Agribusiness People in Buffer Zone of Baliem Valley in Sentani.5 Bina Swadaya Tahun 19982003 Papua Masyarakat Lembah Masih berjalan Baliem .Pendampingan . Kutai Timur. Kec.Pelatihan Food Security and . 5.Pengelolaan ekonomi rumah tangga tidak baik.Penumbuhan KSM .Pendampingan .

Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 2003 sekarang Jabar (Bogor: Kelompok Usaha Mikro (utama Cileungsi).Sulit menyesuaikan manual “Kepemimpinan yang Transformatif" . 5. cabang ASA diberi target tertentu 6.Konsultasi . hanya dapat menjaring 3 pilot project usaha koperasi karena ketatnya persyaratan pinjaman Program ini masih dianggap cukup strategis sebagai alternatif akses permodalan bagi koperasi/pra koperasi dengan persyaratan pengelolaan yang lebih profesional 6.1 Formasi Development .NTB Masih berjalan Kader fasilitator.Penggalangan tabungan . Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) 6.Koperasi dampingan belum seluruhnya menerapkan konsep gender yang tercantum dalam manual Model kepemimpinan ini sangat tepat untuk mengembangkan koperasi yang berperspektif gender.Periode 2000-2002.Monitoring dan evaluasi Pelaksana Waktu Tahun 1998 1999 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi DKI Jakarta Usaha kecil (Jakarta Barat) 5.Sosialisasi ..NTB Mitra dampingan anggota Formasi: .Pemberian kredit Formasi (Koordinator Fund (FDF) .Advokasi LSM Anggota Formasi Indonesia Februari 2002 . perempuan) DKI Jakarta (Cakung. Pademangan) Masih berjalan Kekurangan sumber dana yang Berpotensi menjangkau usaha murah mikro dalam jumlah banyak karena beroperasi di wilayah padat penduduk yang banyak terdapat usaha mikro dan secara kelembagaan.Manual Assesment .2 Program Pengembangan “Kepemimpinan yang Transformatif” dalam Koperasi .Pelatihan .Pendampingan .TOT .DKI Jakarta Januari 2005 .Periode 1996-1999.Jawa Tengah . pengurus/pelaksana koperasi pilot dan calon anggota Formasi .Pelatihan . sejak awal tahun 2003) pengembalian dana tidak lancar akibat krisis moneter .JawaTengah .Monitoring dan evaluasi Tahun: -1996-1999 -2000-2002 .Pembentukan kelompok . West Jakarta Jenis Kegiatan .8 Nama Upaya Development of Appropriate Waste Water Treatment for Small Scale Industry in Semanan.Penyertaan Program FDF) modal/investasi .DKI Jakarta . Selesai (dihentikan .9 Proyek ASA .Pelatihan .Jawa Barat .Kelompok Usaha Bersama (KUB) . Johar Baru.Jawa Timur .Koperasi/ pra koperasi .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No.

Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat .Dengan adanya fasilitas “Open Menu” dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada sesuai dengan kepentingan masyarakat itu sendiri.No. . formal dan sulit dijalankan. karena yang datang bukan pengambil keputusan .Durasi Pelatihan terlalu pendek -Tingkat pendidikan peserta beragam 7. Bengkulu Utara.Luasnya wilayah Fasilitator Kec.2 Perluasan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) DKI Jakarta . Lembaga Penelitian. Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan) Sasaran Keluarga.Dapat memperkuat dan mengembangkan orgarnisasi masyarakat. 2003 memberikan asistensi PT. .Adanya pemahaman dana BPRD hibah (tidak perlu dikembalikan) .Manfaat pelatihan tidak efektif.Rendahnya pengembalian pinjaman. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Tahun 2002 7.Adanya internal konflik antara kepala desa dengan petugas UPKD.Pendampingan Perempuan .Sistim pencatatan di UPKD kurang terorganisir .Bantuan teknis LP3ES..Analisis Usaha yang disiapkan sangat kaku. . Tahun 2002 DKI Jakarta (Jakarta Pusat) Masyarakat miskin di DKI Selesai Model ini bisa dikembangkan di propinsi lain 7.Pendampingan .Kurangnya tenaga dampingan di lapangan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . individu atau kelompok masyarakat (Pokmas) miskin Status saat ini Masih berjalan Masalah .Sulit mengakomodasi kebutuhan peserta yang beragam menjadi kebutuhan umum . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Bengkulu (Kab.Buruh tani sangat sukar mengembangkan usaha . Potensi . Budi Cakra Bengkulu teknis kepada (Bengkulu Regional Consultant Fasilitator Lapangan Development yang mendampingi Project/BRDP) masyarakat dalam program kredit mikro pedesaan 7. 7. sehingga pembinaan dan kontrol kurang efektif . namun di tingkat masyarakat masih berjalan .Pemberian dana penyertaan modal Tahun 19961998 Jawa Barat (Kabupaten Subang) Buruh tani perempuan Selesai.4 .Pelatihan Meningkatkan LP3ES Pendapatan Buruh Tani ketrampilan berbisinis .1 Proyek Pembangunan Mengkoordinir dan LP3ES.3 Pelatihan Manajemen Pemasaran bagi Pengusaha Mikro dan Sektor Informal di Jakarta Pelatihan LP3ES dan BKPAI Tahun 1997 DKI Jakarta Selesai 200 pengusaha mikro dan sektor informal yang sudah terdaftar di Pemda DKI .

Pendampingan . Bekasi.Terdapat kendala dalam mengembangkan sumber daya manusia baik di PPSW maupun di masyarakat (kelompok dan koperasi) .Pelatihan Tamwil (BMT) . Jabar (Bogor.Desember Jakarta Barat . Bahkan bisa menjadi BPR 11.Penanggung jawab pembinaan tidak jelas 9. Riau (Rokan Hilir) .Pendampingan .Menata lingkungan Program sudah selesai tapi di tingkat masyarakat tidak diketahui Meningkatkan upaya .Membangun dan mengembangkan lembaga keuangan alternatif untuk perempuan . Masyarakat miskin (KS/ Pra KS) dan korban banjir tahun 2002 Mei.Masyarakat akar rumput khususnya perempuan miskin dan berada dalam usia produktif .Monitoring PKM bersama LSM dan Tahun 1998sekarang KSM terpilih Seluruh Indonesia Masyarakat miskin Masih berjalan yang paling terkena dampak krisis (terutama perempuan dan anak-anak) Kapasitas pelaksana proyek di tingkat KSM/LSM masih relatif rendah.Pendampingan Sekunder Tahun 1986 sekarang DKI Jakarta.Kelompok dampingan PPSW Masih berjalan .Lembaga tersebut dapat menjadi pressure group dalam menyuarakan kepentingan perempuan . Koperasi PPSW .Pelatihan .Konsultasi .Pelatihan . . Karawang. Kalbar (Pontianak).Kurangnya kapasitas pendamping lapangan PPSW untuk mendampingi perempuan pengusaha . Banten (Pandeglang). 10.Pendampingan .1 Program Kredit Mikro .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan I. Berpotensi membantu usaha pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan karena menggunakan pendekatan yang partisipatif.Simpan pinjam PPSW.Lembaga pelaksana perlu ekonomi masyarakat miskin pendamping perkotaan .Masih perlunya optimalisasi pendamping dan kader dalam pengembangan kewirausahaan BMT berpotensi menjadi koperasi karena asetnya banyak yang di atas 50 juta.Konsultasi .1 Baithul Maal Wat .Meningkatkan pemberdayaan .Pelatihan Primer.Menanggulangi permasalahan .Desember 2002 Wilayah Jakarta Timur (Tahap I: 5 kelurahan Tahap II: 60 kelurahan) Sasaran Status saat ini Masih berjalan (rencananya akan dilanjutkan sampai tahun 2007) Masalah Potensi 8.1 Pemulihan Keberdayaan . Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) 11. Koperasi .2 Community Base development dealing with Economic Crisis (CBEC) tahun 19982000 . Cianjur.Organisasi dewan terikat Perda perempuan dan kemandirian masyarakat No 5/2000 . Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) 10. Sukabumi) .Aturan main belum jelas .Pemberian dana Masyarakat (PKM) kepada LSM dan KSM . Pemilik usaha mikro/kecil/ menengah yang masih berjalan dan dapat menyerap tenaga kerja baru setempat II. beserta BMT Tahun sekarang dampingan Usaha kecil Masih berjalan (pedagang.Lembaga tersebut bisa berkontribusi dalam memecahan permasalahan yang ada di wilayahnya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . .Meningkatkan pemberdayan memadai .Masyarakat di RW kumuh .No.1 Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Kodya Jakarta Timur . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 8.Fasilitas kerja kurang .Kredit .Adanya rush pada masa masa tertentu terutama menjelang hari raya .26 propinsi . PINBUK.Aturan main belum jelas lokal .Simpan pinjam 1995. Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) 9.Disharmoni antara pengurus dan pengelola.Keterbatasan kemampuan pemberdayaan ekonomi SDM pelaksana .Masyarakat miskin 1998 (3 Kelurahan) (KS dan Pra KS) .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan Tahap I: MeiDesember 2001 Tahap II: Maret . Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) 8. petani dan peternak . pengrajin).Fasilitas kerja kurang memadai masyarakat miskin perkotaan.

.1 Penyediaan modal kerja . 14. Subang.Bertambahnya saingan karena perbankan mulai tertarik kredit mikro Berpotensi untuk berkembang dan mengembangkan usaha perempuan miskin dengan indikasi: .Banyaknya peminat di setiap lokasi. Rembang.Jawa Barat Perempuan termiskin di wilayah (Bekasi.Pemberian pinjaman dampingan (Pengembangan modal tanpa bunga Produksi) Tahun 19971998 -Pengrajin sulit menerima teknologi baru bidang produksi -Ketidakmampuan pengrajin untuk mengukur kebutuhan dan kemampuannya.No. Jateng (Pati. produk rumah tangga) dan rotan (mebel.Tingkat bunga cukup tinggi. ukir.4 Kredit Modal Kerja dan Investasi untuk Pengrajin Kecil Pemberian kredit Pekerti dan Koperti Tahun 2000sekarang Jawa Barat Pengrajin kecil di (Kab Cirebon) Cirebon Masih berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . koperasi sekunder padahal masih harus mencicil modal yang dipinjam dari Pekerti . lapangan.Pemberian pinjaman YDBP (Yayasan untuk usaha mikro modal kerja Dharma Bakti . Indramayu. .Pengrajin kecil binaan .1 Replikasi Grameen .Masih sedikit lembaga dana yang khusus mensupport LKM .Pelatihan 14. Jepara) Selesai Pengrajin kecil pengolah kayu (dakon.Pelatihan Mandiri) YMU bersama dampingan (Mitra Usaha Mandiri) Tahun 1998 sekarang Masih berjalan . .Jakarta .Dapat dikembangkan menjadi Ada anggota yang keluar. .2 Koperasi Pekerti (Kredit .Jawa Tengah Masih berjalan .Belum ada lembaga yang melayani perempuan miskin.Karyawan Pekerti .Pengrajin mitra (menjual produknya ke Pekerti) Selesai 14. . Yayasan Mitra Usaha (YMU) .Pendampingan Bank (Mitra Usaha .Kaum perempuan lebih tegas dalam mengemukakan pendapatan.Terhentinya pembelian produk oleh Oxfam (tahun 2001) karena Oxfam mengalami kerugian Policy funding yang berubah ubah karena penggantian program officer Pelatihan dapat dilakukan dengan skala yang lebih kecil dan dengan mitra yang lain (namun sampai saat ini Pekerti belum mengupayakannya) Bertambahnya modal dan bertambahnya nasabah 14. Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) .Meningkatkan usaha anggota.Bertambahnya anggota 14. pernik) . . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 1999 – sekarang Wilayah .1 Product Development Pekerti dan pengrajin . Cirebon).Jawa Tengah (6 kabupaten) Sasaran Wanita pedesaan yang tergolong keluarga pra sejahtera dan memiliki usaha mikro Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 12. khususnya dalam kegiatan kelompok 13.Pembinaan Parasahabat) kemandirian usaha Keterbatasan kapasitas petugas .Pemberian kredit 13.Grace period dari lembaga keuangan sangat pendek .Pemberian kredit Pekerti (Koperti) Tahun 1999sekarang .Daya tampung dan dana pelatihan terbatas .Jawa Tengah (Pati. Karawang) .3 Pelatihan Marketing Plan Pelatihan Pekerti Tahun 1999 Jawa Tengah Pengrajin kecil (Kab Pati dan anggota SIMPATI dan ASPERA Jepara) .Jawa Barat .Yogyakarta . Klaten ) Jabar (Sukabumi.Jawa Barat (5 kabupaten) .Meningkatkan kedudukan perempuan dalam keluarga. Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) 12.Keterbatasan dana.Simpan pinjam Koperti) .

Pekerti Jepara.5 Nama Upaya Pengembangan Masyarakat Pengrajin Marginal Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 2000 2001 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah . .No.Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana.Pemberian kredit . Yayasan Permata Hati 15. karena mengira dana dari program JPS.Pengadaan tenda dan gerobak .Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana.Pembuatan website . .3 Realokasi Pedagang Kaki Lima Sektor Informal di Perkotaan .Pelatihan .2 Jasa keuangan simpan pinjam syariah Simpan Pinjam Yayasan Permata Hati Tahun 1987 sekarang Pedagang kecil /mikro Masih berjalan Berpotensi dalam mengembangkan anggota binaan yang bukan pedagang sehingga bisa menjadi suplier/pemasok bagi para pedagang.Realokasi dan Yayasan Permata Hati Tahun 1998 pengusahaan bekerja sama dengan legalitas lokasi kelompok sasaran . dan potensi kuat menjadi pengrajin . motivasi. 15. 14.Kurangnya tenaga pendamping .6 Program Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Perempuan Usaha Kecil (PPEPUK) Tahun 2002 2003 DKI Jakarta Masih berjalan Ibu rumah tangga dari keluarga miskin yang belum menjadi pelaku usaha namun mempunyai minat. Jabar (Cirebon).Pasar yang tidak jelas .Workshop .Peningkatan kultur bisnis . .Pelatihan .Kemauan berusaha yang musiman .Survey lapangan .Pemanfaatan web site untuk pemasaran belum optimal.Dapat menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar pengrajin sehingga mengurangi angka pengangguran 15. karena mengira dana dari program JPS.Kesulitan bahan baku sehingga terjadi perubahan usaha dalam waktu yang cepat .Bantuan ternak itik dan ayam buras Pekerti Pengrajin kecil yang Selesai Jabar menjadi mitra kerja (Sukabumi).umbuhnya pengrajin pengrajin baru yang mandiri.Krisis moneter mengakibatkan lambatnya perguliran dana .Tampilan web site belum optimal. Potensi Tersedianya ajang promosi kerajinan kecil melalui media elektronik dengan biaya murah dan mudah diakses oleh pembeli mancanegara .Pedagang kecil Banten (Tangerang:Ci sektor informal .korban PHK Program sudah selesai. Berpotensi baik karena bantuan pemberdayaan diberikan dalam dalam bentuk hewan/barang (bukan uang) sesuai dengan jenis usaha mikro yang akan dilakukan 15.Penyusunan strategic planning . DKI Jakarta (Jakarta Utara) Banten (Kab/kota Tangerang Masyarakat kelurahan/desa yang memiliki kemauan untuk berusaha Program sudah selesai. namun masih terdapat kegiatan perguliran dana di masyarakat .Asistensi .Pemberian modal kerja .Sulit mendapatkan legalitas dari Pemda .Pedagang membutuhkan biaya yang besar untuk mempraktekan materi penyuluhan dan pelatihan Berpotensi untuk diarahkan pada pedagang produk pokok (sayuran dan kebutuhan dapur) serta sektor peternakan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .kelompok pondoh) masyarakat miskin .Membantu pemasaran melalui pameran lokal .Pemberian kredit Pekerti . Jateng ( Solo. Pengembalian pinjaman tidak lancar karena: .Sosialisasi .Pendampingan dan pembinaan .1 Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pemberian modal Yayasan Permata Hati Tahun 19972003 Banten (Kab/kota Tangerang). tetapi sebagian dana masih bergulir di masyarakat . Pati) 14.dagangan tidak laku/ditipu.

Majalengka. Kamal Muara. Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia . dengan target utama perempuan Usaha mikro/kecil dapat menguasai dan menerapkan pembukuan sederhana. Tasikmalaya.Kurangnya kemampuan administrasi pengurus . serta dapat memisahkan manajemen usaha dengan manajemen rumah tangga. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pemberian pinjaman modal Pelaksana YPM Kesuma Multi Guna Waktu Mei 1999 sekarang Wilayah DKI Jakarta (Kemanggisan . memiliki usaha mikro. Kramat Senen.Meningkatkan peran ibu/wanita dalam keluarga. Garut.Waktu pelatihan terlalu singkat .Berpotensi menjadi LKM mandiri 16.No.Pelatihan . Universitas 2004 Bandung Raya Jawa Barat (Kab Bandung.Mampu mengembangkan usaha dan ekonomi keluarga .Keterbatasan dana .Pelatihan . YPM Kesuma Multi Guna 16. memiliki usaha mikro. YPM Kesuma Multi Guna Oktober – Nopember 2001 Anggota kelompok Selesai YPM.Pendampingan Care International Indonesia Tahun 2003–2005 (Tahap I) Jawa Barat (4 Pengusaha mikro (nasabah dari LKM kabupaten).Pemberian kredit . Pasar Minggu.Kurangnya kemauan anggota menerapkan materi pelatihan dalam praktek usaha mereka Potensi .Petani sutera dan pengusaha mikro/kecil sutera . dengan target utama perempuan 16.Menyediakan kredit CRS bersama mitra 2.Pemberian Kredit and Micro-Enterprises Development in Bandung Raya Project) Tahun 2002Care International Indonesia. . ORNOP INTERNASIONAL 1.Program akan dikembangkan pada kelompok simpan pinjam yang tidak dapat mengakses kredit BPR Keterbatasan dana petani sutera Propinsi lain berminat mendapatkan replikasi model (Lampung. yang terpilih) Banten. dan Pasar Rebo) DKI Jakarta (Kemanggisan . Kamal Muara. Sulawesi Selatan) 1.2 Pelatihan Dasar-dasar Pelatihan Koperasi dan Pembukuan Sederhana serta Managemen Usaha.terdapat anggota atau ketua kelompok yang kurang disiplin . DKI Jakarta Masih berjalan Tidak mudah mendapatkan LKM . Pasar Minggu.Pengusaha mikro menjadi yang layak menjadi mitra berpotensi berhubungan dengan bank lain . Care International Indonesia 1.1 Kredit Mikro Anggota kelompok Masih berjalan YPM.2 Samba Project (The Silk .LKM Masih berjalan 2. Sukabumi. Kuningan) . dan Pasar Rebo) Sasaran Status saat ini Masalah .Adanya tunggakan pembayaran . 15 Masyarakat miskin Selesai kabupaten perempuan dan aktif secara ekonomi Kelompok simpan pinjam Sebagian besar LSM mitra berpotensi menjadi koperasi menganggap dana bantuan modal sebagai hibah sehingga tidak dikelola dengan baik dan menyebabkan menurunnya port folio  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pelatihan bagi Development (SED) lokal Sequel Matching Grant Ketua kelompok simpan pinjam dan staf lokal LSM Tahun 1993 1998 6 propinsi.1 Small Enterprise . Kramat Senen.1 Program Kredit Mikro .

Sumatera.PT Ukabima dapat melayani lembaga keuangan mikro yang berkelanjutan untuk masyarakat miskin .Jawa.Banyak program keuangan mikro dari pemerintah yang menetapkan bunga pinjaman lebih rendah .Pelaksanaannya terlambat karena sulit mendapatkan kesepakatan dan penentuan perencanaan akhir dari para pelaku proyek.Masih lemahnya kemampuan LSM mitra -Terbatasnya kesempatan usaha di Kab. .Bantuan dana pelatihan Jawa Tengah Perempuan miskin (Kab.Jabotabek.Memiliki upaya pengembangan masyarakat seperti pemberdayaan perempuan dan partisipasi masyarakat. Bali. YSBS dan YCS Waktu Januari 1999September 2000 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah . Potensi .No. ACDI-VOCA Indonesia Oktober 2000. .Membangun koperasi simpan pinjam.6 Program Kredit Khusus .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .3 Institutional Menyediakan dana Transformation for Scale pinjaman and Self-Sufficiency CRS dan PT.Ketika proyek ini berhenti. Purbalingga) dan NTT (Kab.Pelatihan dan bantuan teknis bagi Ukabima dan PBR mitra BPR mitra Ukabima Masih berjalan CRS dan PT. Hal ini membuat BPR tersebut mempunyai ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi krisis finansial.Penyertaan modal untuk Masyarakat Miskin .Terdapat kesulitan pengembalian pinjaman kelompok pada putaran ketiga.Bantuan Teknik CRS dan PT. Bali.Pendaftran BPR memerlukan proses yang sangat lama .Membentuk BPR-BPR ditempat lain yang mempunyai visi mempromosikan keuangan mikro untuk masyarakat miskin. Cilacap.Pelatihan dan bantuan teknik CRS. dan September NTB 2003 BPR-BPR di bawah binaan Ukabima cukup mendapat bantuan tehnik. . Sikka. .Penyediaan dana Proyek Village bantuan modal Banking/Kelompok Swadaya Wanita (KSW) .Dana bantuan penyertaan modal untuk Ukabima yang akan dipinjamkan kepada BPR. . .BPR di wilayah pelaksanaan proyek . Ukabima Tahun 19952000 Selesai .Peraturan Bank Indonesia (kenaikan kapitalisas)i menghambat pembentukan BPR.4 Program Bantuan Koperasi (Cooperative Assistance Program) .Bantuan modal berbentuk komoditi . NTB 2.Proses pembentukan BPR memerlukan waktu yang panjang. 2.masyarakat miskin pemilik usaha mikro di pedesaan. .PT Ukabima baru beroperasi dan belum mampu berekspansi ke luar Jawa. -Mismanagement menyebabkan kerugian dana yang cukup besar .5 Program Penguatan BPR (Monetization) . .Program ini mempunyai metode yang baik karena bisa mencapai orang miskin sekaligus memberi keuntungan. Ukabima Oktober 2000 . . 2. terutama perempuan 2.2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana CRS. Ukabima Oktober 1999. . Sikka) Jawa.Peraturan BI tentang kenaikan kapitalisasi menghambat Program Kusuma sulit berkembang karena di lapangan banyak program yang memberikan pelayanan kredit tanpa agunan dengan jumlah yang besar.Pelatihan tanpa Agunan (Kusuma) . yang mempunyai usaha mikro Banyumas.Jawa September 2003 Masih berjalan Perempuan yang mempunyai usaha produktif yang menjadi nasabah BPR mitra Ukabima. satu LSM mitra (YSBS) mampu membiayai kegiatan secara swadaya . lebih fleksibel dan biaya yang lebih murah. 2001 Kota Surabaya dan Kota Makassar Selesai Pengusaha mikro yang menggunakan tepung gandum sebagai bahan dasar usahanya 2.

Ornop mitra memiliki pekerja sosial yang mendampingi kelompok dalam membuat pembukuan/ administrasi usaha.Keluarga dampingan Ornop mitra yang dinilai siap mengembangkan usaha .Supervisi dan evaluasi 3.Bantuan modal usaha .Pelatihan bagi 3. 2.1 Peningkatan Pendapatan Keluarga pendamping/pekerja Dampingan (PPKD) sosial .1.CCF memiliki sumber dana yang stabil sebagai bantuan modal usaha keluarga dampingan Ornop mitra CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972000 Tahun 20022003 Tahun 1998.CCF tidak memiliki tenaga khusus ahli R&D pengembangan usaha kecil . .Idem + .7 Nama Upaya Proyek Ulat Sutera Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Petani tidak mengikuti metode yang diberikan pada saat pelatihan sehingga usaha budidaya ulat sutera mengalami kegagalan.1.Usaha masih dipandang sebagai kegiatan sosial dan pembelajaran sehingga pengelolaannya seringkali kurang profesional atau kurang ekonomis.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.2 PPKD Proyek Rahayu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Masih berjalan Idem . 2000.1 PPKD Proyek Belitang Buay Madang Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 8 propinsi .3 PPKD Proyek Tunas Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.Pengurus kelompok dampingan Masih berjalan .1. 2001 Idem Sumatera Selatan (Kab Ogan Komering Ulu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan Idem 3. .1. Christian Children Fund Indonesia (CCF) .1.4 PPKD Proyek Warga Idem Upadaya 3.Bantuan biaya pelatihan teknis .5 PPKD Proyek Lembaga Idem Dana Atmaja CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20022003 Tahun 19972000 Tahun 19972002 DKI Jakarta Idem (Jakarta Barat) Masih berjalan Idem Idem Jawa Barat Idem (Kota Bogor) Lampung (Kab Idem Lampung Tengah dan Lampung Selatan) Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Idem Potensi Juni 1999CRS dan YSBS Banyumas Sutera Alam September 2001 Jawa Tengah Petani ulat sutera (Banyumas) 3.No.

1.7 PPKD Proyek Kusa Bakti Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan Idem Idem 3.1.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.Idem + .10 PPKD Proyek Temu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sikka) Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan .Adanya bencana alam (hama belalang) yang sangat merugikan usaha peternakan dan pertanian .Idem + .1.No.Idem + .Adanya mismanagement di tingkat Ornop .1.8 PPKD Proyek Mambait Jaya Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Idem Masih berjalan Idem .1.Sebagian besar masyarakat memprioritaskan kepentingan adat dari pada kegiatan peningkatan pendapatan Idem 3.6 PPKD Proyek Santa Elizabeth 3.9 PPKD Proyek Megu Wiit Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1997 Tahun 20002003 Tahun 19982003 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19992001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3.Ornop mitra tidak memiliki jaringan pasar yang luas sehingga perkembangan usaha sangat dipengaruhi oleh kebutuhan dan daya beli masyarakat setempat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .11 PPKD Proyek Kawangu Idem Sejahtera CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem .1.

1.1.1.Idem + .1.18 PPKD Proyek Kinasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19992001 Tahun 1999.Idem + .19 PPKD Proyek Marsudi Siwi Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Usaha pertanian banyak yang .1.1.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.Idem + . 2003 Tahun 19982002 Lampung (Kab Idem Tanggamus) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.12 PPKD Proyek Siwi Waluyo Jaya 3.Kelompok tidak terbiasa dengan pembukuan dan administrasi Potensi .13 PPKD Proyek Muri Mada Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Nusa Tenggara Timur (Kab Ende) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .Idem + .No.Keluarga dampingan memiliki lahan yang cukup yang dapat gagal karena hama belalang dimanfaatkan untuk usaha .14 PPKD Proyek Ruku Ramba Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan 3.Lokasi warga dampingan terpencar di dusun-dusun terpencil sehingga menyulitkan pendampingan Idem idem 3.17 PPKD Proyek Bina Lestari 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Lampung (Kab Idem Lampung Tengah) Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha dari keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.Idem + .15 PPKD Proyek Taloitan Anah Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1998 Tahun 20012003 Idem Masih berjalan .Idem + .1. 2000.Usaha pertanian dan peternakan banyak mengalami kegagalan karena serangan hama belalang dan kemarau panjang Idem 3.1.Idem + .16 PPKD Proyek Dula Luri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan .

24 PPKD Proyek Tetus Manekat Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .1.Idem + . .No. 2002 Tahun 19992003 Tahun 20012002 Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.1.Sebagian besar warga dampingan memiliki lahan yang cukup untuk usaha pertanian atau peternakan 3.1. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19982001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3. 2000.1.K.Solidaritas warga/ kelompok masih rendah sehingga mereka tidak merasa perlu untuk menggulirkan dana kepada warga/kelompok lain Idem .23 PPKD Proyek Bina Mitra Idem Tulakadi Masih berjalan .22 PPKD Proyek Tunas Harapan Mandiri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Tahun 1997.Kesadaran masyarakat bekerja sama dalam kelompok masih rendah.1.1.20 PPKD Proyek Gelekat Lewo 3.26 Peningkatan Pendapatan Keluarga Dampingan Proyek Bhakti Kasih 3.28 PPKD Proyek K.21 PPKD Proyek Masyarakat Sangup 3. Soegijapranata Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971998 Tahun 20002003 Tahun 19972003 Masih berjalan idem Idem Masih berjalan idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .27 PPKD Proyek Citra Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Ngada) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Klaten) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Magelang) Jawa Tengah Idem (Kota Semarang) Masih berjalan Idem Masih berjalan idem Idem Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.Idem + .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.1. 1998.Idem + .1.1.25 PPKD Wesak Welan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20002003 3.

33 PPKD Proyek Bina Pendidikan Idem Selesai Idem .Idem .1.1.1.1. beberapa usaha menjadi macet/tidak berkembang Idem Idem Masih berjalan Idem .37 PPKD Proyek Mino Martani Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 19971998 Tahun 20002003 Idem Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Selatan) Jawa Tengah Idem (Kab Banyumas) Masih berjalan Idem .1.29 PPKD Proyek Bina Kasih 3.1.Idem .35 PPKD Proyek Suko Siwi.34 PPKD Proyek Kincir Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.1.38 PPKD Proyek Nak Suko Idem Nian 3.Ornop mitra/Proyek memiliki jaringan kerja yang kuat dengan Puskopdit Jawa Tengah Idem 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Banten (Kota Tangerang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .1.Kepengurusan di tingkat kelompok kurang kuat sehingga pada saat Ornop mitra tidak mendampingi.39 PPKD Proyek Cai Kahirupan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 2002 Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No.Idem .1.1.36 PPKD Proyek Panti Nugeraha 3.Idem + .Keluarga dampingan sangat individualistis sehingga sulit diorganisir dalam kelompok usaha Idem Idem Potensi 3.Idem Yakkum CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20012003 Tahun 19972002 Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Barat) Jawa Tengah Idem (Kab Wonogiri dan Sukoharjo) Masih berjalan Idem Masih berjalan 3.30 PPKD Proyek Marga Sejahtera Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.32 PPKD Proyek Vincentius Idem Tahun 1998 Tahun 20002003 Tahun 19982002 Tahun 19982003 Tahun 19972000 Idem DKI Jakarta (Jakarta Selatan) Jawa Barat Idem (Kab Bogor) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem 3.CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem 3.31 PPKD Proyek Warga Idem Bahagia 3.1.

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 20012003

Wilayah
Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan

Masalah
Idem - Idem + - Ornop mitra dan warga dampingan belum memiliki keahlian dalam pemasaran hasil usaha. Idem - Idem + - Temperamen para pengungsi yang tidak stabil dan mudah diprovokasi

Potensi

3.1.40 PPKD Proyek Moris Diak

3.1.41 PPKD Proyek Karunia

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012003

Keluarga dampingan Masih berjalan Ornop mitra/Proyek Karunia, diprioritaskan pengungsi Timor Timur Idem Masih berjalan

3.1.42 PPKD Proyek Laran Luan

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Barat (Kab Kupang)

Idem

Idem

3.1.43 PPKD Proyek Fajar Kasih

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20002002

Idem

Masih berjalan

- Idem + - Adanya mismanagement

- Idem - CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem

3.1.44 PPKD Proyek Nek Matulun

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Timor Tengah Utara)

Masih berjalan

Idem 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 2003

Wilayah
Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Jawa Tengah Idem (Kab Semarang)

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan Idem

Masalah

Potensi
- Idem + - Sebagian besar warga dampingan memiliki halaman yang cukup untuk usaha Idem

3.1.45 PPKD Proyek Sinar Harapan

3.1.46 PPKD Proyek Sidomulyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

- Idem + - NGO mitra belum memiliki jaringan distribusi/pemarasan produk usaha kelompok (batako/paving) Idem

3.1.47 PPKD Proyek Anak Musi

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Sumatera Idem Selatan (Kota Palembang) Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah 75 orang pengurus (Kab Jepara) kelompok dampingan Ornop mitra Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang dan Kab Ogan Komering Ilir)

Masih berjalan

Idem

3.1.48 PPKD Proyek Sriwijaya Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

Idem

Idem

3.1.49 PPKD Proyek Ngudi Makmur

Bantuan modal usaha CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Selesai

Idem

Idem

3.1.50 PPKD Proyek Pansos Bodronoyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Selesai

Idem - Idem + - Usaha pertanian mengalami kegagalan sehingga petani sulit mengembalikan pinjaman - Mekanisme dana bergulir tidak sesuai dengan kebijakan CCF Pusat sehingga CCF Indonesia harus mencari sumber dana lain

4. Mercy Corps 4.1 Program Pengembangan Institusi Keuangan Mikro (MFIDP)

- Memberi dukungan dana kepada penyedia jasa MFI - Merumuskan kebijakan yang kondusif - Pemberian kredit mikro kepada usaha kecil

Mercy Corps bersama Tahun 1999 sekarang dengan Ornop lokal

8 Propinsi (Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Banten, DIY)

Masih berjalan Koperasi, LSM, BMT, credit union, institusi Apex, LKM, Penyedia jasa LKM, usaha kecil/mikro

- Sifat pendanaan (hibah) kurang efisien - Sulit untuk memenuhi kriteria sasaran - Perlu UU LKM untuk pengakuan keberadaan LKM - Perlu kebebasan untuk menetapkan kebijakan dan fleksibilitas dalam menjalin kerjasama dengan Bank.

Yayasan Paluma

Maret 2000September 2000

DKI Jakarta 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan

Pelaksana
Women in Social Solidarity of Indonesia (WISS) Youth Ending Hunger (YEH)

Waktu

Wilayah

Sasaran

Status saat ini

Masalah

Potensi

Maret 2000-Juli DKI Jakarta 2002 Mei 2000Desember 2000 Juni 2000Januari 2001 DKI Jakarta

Yayasan Pengembangan Masyarakat (YPM) Yayasan Bina Swadaya Mei 2000Bogor-Bekasi November 2002 Koperasi Pokmas Mei 2000 Teratai Agustus 2002 Yayasan Srikandi Sejati Oktober 2000Juni 2001 YPM Kesuma Multiguna April 2000-April 2002 Lembaga Mei November Pengembangan 2000 Masyarakat Indonesia Yayasan Ridho Mukti Februari 2002Farm Februari 2003 BMT Mardlotillah Maret 2002Juni 2003 Yayasan Pumma Agustus 2001Indonesia Agustus 2002 KSU BMT Muamalah November Pacitan 2001-Februari 2003 Kiat Bumi Mandiri November Ponorogo 2001November 2002 Agustus 2001Yayasan Sosial Bina Agustus 2002 Sejahtera (YSBS) Cilacap Februari 2002Yayasan Pengembangan Sumber Februari 2003 Daya Manusia

Jawa Barat

Jawa Barat (Kab BogorBekasi) Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta DKI Jakarta

Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Selatan Jawa Timur

Jawa Timur (Kab Ponorogo) Jawa Tengah (Kab Cilacap) DKI Jakarta

Lampung Yayasan Islam Miftahul September Huda (YASMIDA) 2001Desember 2002 Yayasan Bina Potensi Agustus 2001- Jawa Timur Masyarakat (YAPIM) Agustus 2002 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.Jawa Barat Usaha Alisa (SUA) Agustus 2002 Yayasan Bina Sumber Daya Mitra (BISMI) Desember 2000Desember 2001 Agustus 2001April 2002 Agustus 2001Agustus 2002 Oktober 2001Agustus 2002 Mei 2001-Maret 2003 DKI Jakarta Yayasan Tirta Guna Yayasan Setia Kawan Mandiri (SEKAM) Yayasan Iqbal Abieza Mahardhika LSM Airmas Banten DKI Jakarta Jawa Barat DKI Jakarta  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Jawa Timur Mei 2002 Juli 2001-Juli DIY 2002 Jawa Tengah Juli 2001-Juli 2002 Jawa Tengah September 2001-Juni 2002 Mei 2001-Juli 2002 BMT Assalam Agustus 2001November 2002 Yayasan Pemerhati Maret 2000Sosial Indonesia (YPSI) Juli 2002 Suara Ibu Peduli Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta Desember 2000November 2001 Jawa Barat Pusat Pengembangan Desember Sumber Daya Manusia 2000Desember (PPSW) 2001 Alisa Khadijah / Sahabat Oktober 2000.Jawa Timur Agustus 2003 Oktober 2001. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Citra Ummat Koperasi BMT “Binna Ummat” PUSKOPDIT “Bekatigade” PUSKOPDIT “Bekatigade” Social Analysis and Research Institute (SAR) Lembaga Pengembangan Usaha Kecil Yayasan Mitra Usaha Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Agustus 2002.

Desember YGAS 2000Desember 2001 Agustus 2001.Jawa Timur Yayasan Pembinaan Pengembangan SDM & November Lingkungan (DIALOG) 2002 LPSP Juli 2001-Juli 2002 Yayasan Karya Mandiri September Indonesia (YKMI) 2001Desember 2002 Lembaga Penelitian Januari 2002UNDIP Januari 2003 Kelompok Tani Hutan Juli 2001-Juli Agrowilis 2002 Yayasan Bina Vitalis September Cabang Bengkulu 2001September 2002 Yayasan Cakrawala November Timur 2000-Agustus 2002 Koperasi Ngesti Rahayu Maret 2002Maret 2003 Yayasan PERAMU April 2002-April 2003 BMT Ibadurrahman Maret 2002Maret2003 Yayasan SkeMa Agustus 2002Agustus 2003 Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Tengah Bengkulu Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Tiasa-Sumbangsih Nuansa Tasikmalaya (SNT) Wanita Islam Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember Jawa Barat 2000-Juni 2002 (Kab Tasikmalaya) Desember DKI Jakarta 2000-Juni 2001 Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Desember Jawa Barat 2000-Mei 2003 Yayasan Ar-Rufi Yayasan PUKAS DKI Jakarta BMT Imarotul Muslimin.No.

2 Januari 2003. Usaha (Business LSM lokal Jawa Timur. Banten Jawa Barat Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta 4. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana KBMT Dana Ukhuwah Yayasan Setia Kawan Raharja (SEKAR) Yayasan Pekerti Koperasi Serba Usaha BMT Ar-Ridwan KSM Yekti Insan Sejahtera Koperasi BMT Fajar BMT Baskara Mercy Corps bersama ORNOP lokal Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Februari 2002.Banten April 2001 Koperasi BMT Fajar Lampung BMT Baskara Lampung Jasa pengembangan Mercy Corps bersama Dimulai Tahun 4 provinsi Jasa Pengembangan usaha 2003 (Jawa Barat.No. DKI Jakarta.Pelatihan lebih mudah dikurangi usaha diberikan kepada usaha kecil daripada mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Sulit untuk mengembangkan UKM dan penyedia Pelatihan masih jasa pengembangan berlanjut.Jawa Barat Agustus 2004 Maret 2002DKI Jakarta Maret 2003 April 2003-April DKI Jakarta 2004 Mei 2003-Juli Jawa Barat 2004 Jawa Tengah Lampung Lampung Dimulai Tahun Jawa Barat. 2003 Jawa Timur. tetapi subsidi BDS bagi usaha mikro . Development ServicesDKI Jakarta.DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000. BDS) Banten) .

DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000.Banten April 2001  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Waktu Wilayah Jawa Barat Jawa Barat Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta Januari 2003.

PT Astra International Tbk 1. Bandung. . Tahun 1992 8 propinsi di PT Astra Mitra – sekarang Jawa dan Ventura .26 provinsi yang Usaha mikro (Micro Investment ) dengan pola bagi hasil sekarang terdapat Kantor Ventura cabang PT Bahana Artha Ventura 3. teknologi. dan manajemen 1.Penyertaan modal untuk modal kerja dan investasi .Pembinaan sumber daya manusia (SDM).Lingkungan ekonomi makro yang cepat berubah.2 Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah . pasar.Bantuan akses pada pembiayaan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil dan menengah yang berbadan hukum Status saat ini Masih berjalan Masalah Karakter usaha kecil dan menengah yang kurang transparan Potensi Perkembangan usaha dari UKM yang dibina relatif berhasil. PT Bahana Artha Ventura 2. Sidoarjo.1 Pelayanan Pemberian pinjaman modal Koperasi Bina Pinjaman untuk kerja Masyarakat Usaha Mikro Mandiri Masih berjalan . pendampingan. Mataram.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . Koperasi Bina Masyarakat Mandiri 3. pameran. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1. Yogyakarta.Tingkat pengembalian yang tertunda . dan temu usaha .1 Modal Ventura .2003 Kelompok Perusahaan/Koperasi No.Jumlah dana belum memenuhi semua permintaan Potensi sangat besar.PT wilayah kerja Astra Lembaga International Tbk Pengembangan Bisnis (LPB)Astra: Jakarta.Penyediaan program pelatihan. Bhakti Astra prioritas 7 (YDBA) . Tegal. . dan Batam Usaha kecil Masih berjalan (termasuk usaha mikro) dan menengah yang memiliki perijinan dan mempunyai produk berpotensi pasar .1 Pembiayaan Mikro Pembiayaan modal ventura PT Bahana Artha Tahun 1994. karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil Oktober 1998 – sekarang 10 provinsi (24 wilayah) Usaha mikro anggota Masih berjalan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang telah dibina LPUM Terjadi peningkatan ekonomi usaha mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Seluruh sekarang Indonesia. .Secara umum tidak ada masalah.Ada kesenjangan antara peminjam yang terdidik dengan yang kurang terdidik.PT Sumatera Astra International Tbk Yayasan Dharma Tahun 1980 . Pemberdayaan UKM semakin meningkat karena meningkatnya alokasi pendanaan untuk kegiatan tersebut serta meningkatnya kesadaraan berbagai pihak terkait terhadap pengembangan UKM 2.Karakter SDM UKM (bermental pedagang bukan usahawan).

No. PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) 4. sekaligus menjadikan sasaran sebagai teladan dan sumber pengetahuan bagi masyarakat lainnya.Dukungan keuangan Menengah .Penyediaan konsultasi . Masih berjalan baik yang sudah memiliki usaha (usaha kecil/ mikro) maupun tidak dan tidak dibedakan lakilaki dan perempuan 4.Pemberian motivasi usaha . dan koperasi yang bermitra karena pemberdayaannya dilakukan pada seluruh aspek usaha.Dukungan pemasaran .Masih kurangnya wawasan bisnis dari perusahaan mitra Berpotensi utk mengembangkan usaha kecil. menengah dan koperasi yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT ISM Bogasari Flour Mills . Lampung.Terbatasnya sumberdaya PT ISM Bogasari dibandingkan dengan jumlah mitra yang banyak dan tersebar .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Indonesia (CPI) – sekarang khususnya sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Masih berjalan Usaha kecil dan menengah setempat yang memiliki kegiatan usaha (output ) yang sesuai dengan kebutuhan PT CPI Memberi kesempatan Masih kurangnya informasi tentang kondisi UKM setempat untuk dan potensi masyarakat bersaing dalam bisnis sekaligus mendorong keberlanjutan usahanya 5. PT Caltex Pacific PPM secara Indonesia (CPI) umum dimulai tahun 1950an – sekarang Masyarakat sekitar.Penyediaan alat Di sembilan propinsi (seluruh Jawa. khususnya di sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat yang menjadi sasaran.1 Program Kemitraan .2 Local Business Development (LBD) Pemberian paket kontrak usaha maksimal Rp 200 juta PT Caltex Pacific Tahun 2001 Provinsi Riau. Sumatera Selatan Kalimantan Selatan) Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro).Penyediaan informasi – sekarang Flour Mills Usaha Kecil dan .Pembentukan jaringan pasokan bahan baku . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.Pemberian pelatihan dan Pengembangan pembinaan Masyarakat (PPM) .Pembentukan koperasi dan paguyuban .Pelatihan PT ISM Bogasari Tahun 1981 Usaha dengan . menengah. PT ISM Bogasari Flour Mills 5.1 Program .Bantuan sarana produksi Pelaksana Waktu Wilayah Provinsi Riau.

pengkajian/penelitian dan pemagangan .Pendidikan/pelatihan.Pemasaran dan promosi hasil produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil (termasuk usaha mikro) dan koperasi yang memenuhi persyaratan Status saat ini Masih berjalan Masalah . dan koperasi) atau perorangan (pengrajin atau industri rumah tangga).sekarang Indonesia.Memperbaiki kegiatan usaha pengusaha kecil dan koperasi menjadi tangguh dan mandiri (dalam realisasi masih di bawah target Pertamina) . dengan prioritas daerah sekitar operasi pertamina (23 lokasi) 7.Pemberian pinjaman PT Pos Indonesia Tahun 1993 .Persepsi keliru dari masyarakat bahwa dana bersifat hibah dari pemerintah. PT.Dana yang tersedia tidak dapat memenuhi semua permintaan Potensi . Pertamina.1 Pemberdayaan . CV.Meningkatkan penyerapan tenaga kerja. PUKK Tahun 1993 Seluruh .Keterbatasan SDM PUKK PT Pos .Seluruh provinsi di Indonesia Usaha Kecil dan modal (Persero).Penyertaan mitra dalam pameran . .No.Pembayaran pinjaman tidak lancar .Pemberian pinjaman modal kerja dan investasi .Adanya tunggakan . PUKK sekarang Koperasi (PUKK) . sehingga tidak perlu dikembalikan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . .Memajukan usaha kecil (termasuk mikro) dan koperasi.Keterbatasan dana .Pemantauan perkembangan usaha .1 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Jenis Kegiatan . Pertamina 6. Nama Upaya 6.Pemberian pelatihan Masih berjalan Usaha kecil yang berbadan usaha (Fa.Penyediaan studi banding . PT Pos Indonesia (Persero) 7.Alamat mitra tidak jelas atau pindah alamat tanpa pemberitahuan .

Komoditi mitra binaan berorientasi ekspor .Terdapat produk baru yang berprospek dikembangkan .Tunggakan cenderung meningkat . PT Pupuk Kaltim Tbk 8.Tumpang tindih program untuk mitra binaan yang sama.Seluruh provinsi Usaha kecil sekarang di Kalimantan (termasuk usaha Tbk Biro PKBL mikro) dan koperasi. Potensi .Bantuan pendidikan.Pemberian pinjaman dan Bina modal Lingkungan (PKBL) .Bantuan pemasaran produk dan pengembangan teknik produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan.No.Biaya penagihan.Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan jiwa entrepreneurship PT Pupuk Kaltim Tahun 1989 . evaluasi dan pembinaan sangat tinggi karena binaan tersebar dan minimnya sarana prasarana transportasi. Nama Upaya Jenis Kegiatan 8.Terbentuknya sentra kerajinan . .1 Program Kemitraan . . Masalah . pelatihan dan pemagangan. (sebelumnya bernama Biro PUKK)  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

dan koperasi 10.Pinjaman modal kerja dan investasi serta bantuan akses pada lembaga keuangan lain .19 provinsi sekarang Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro).1 Pembinaan Usaha .Pemberian pinjaman dana PT Sucofindo Kecil dan Koperasi untuk modal kerja dan Unit PUKK (PUKK) investasi .Pemberian bantuan konsultasi manajemen melalui pelatihan dan pendampingan serta bantuan pemasaran dan promosi Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah .Biaya operasional cukup tinggi dan sangat menyita waktu .Karakter pengusaha yang tidak disiplin dalam penggunaan dana.No. Potensi Berpotensi mengangkat pengusaha kecil menjadi pengusaha besar.Pemberian kesempatan PT Unilever Development berusaha Indonesia . PT Sucofindo 9. . Tahun 1991 .Penarikan pajak papan nama usaha mitra binaan yang ditujukan untuk menghindari tumpang tindih program dengan BUMN lain. PT Unilever Indonesia 10.Pemberian bantuan akses pasar 1980 – sekarang Seluruh Indonesia dengan pengembangan saat ini di 3 provinsi Masih berjalan Usaha kecil (termasuk mikro) dan menengah yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT Unilever Lemahnya kemauan mitra dalam mengembangkan bisnis Semakin banyak usaha kecil dan menengah yang terlibat dan tumbuh bersama dengan Unilever.Pelatihan .1 Sustainable SME . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 9.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .

Memperluas jangkauan pelayanan bank kepada pengusaha mikro .Membentuk satuan tugas National Task Force (NTF) . yaitu menjalin kemitraan dengan LKM.Mendorong fungsi LPSM pada pembinaan dan pelatihan . BI.Meningkatkan kerjasama dengan program lain . Potensi Potensinya tidak ada lagi. KPR-S. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1. Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Dengan adanya UU No. Desember 2003 .Melakukan pengkajian terhadap Pokmas BI.Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) . Pengelolaan kredit eks KLBI yang masih ada diserahkan kepada BRI.Meningkatkan kerjasama dengan BPR melalui pelatihan .Seluruh 1999 Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Golongan ekonomi Dihentikan lemah dan koperasi sejak tahun 1999 1. Sekarang BI mengarahkan bank pada kegiatan PHBL.tidak ada lagi dana pendukung dari donor sehingga masing-masing bank Pelaksana melakukan kegiatan PHBK sendiri sendiri  ! Lembaga Penelitian SMERU.Kelompok Simpan Pinjam . BI hanya memberi pembinaan tanpa ikut terjun secara langsung sehingga potensinya juga sangat relatif. Potensi PHBK menurun setelah krisis. BTN dan PNM. BI tidak boleh lagi menyalurkan kredit.1 Kredit Program Penyediaan kredit melalui 17 Skim Kredit Program. 23 Tahun 1999.14 provinsi sekarang BPR dan Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat (LPSM) .Kelompok Pengusaha Mikro (KPM). KKPA. bank umum Tahun 1983. bank umum. KKop. Tahun1989.2003 Kelompok Lembaga Perbankan No.Pengikatan kerjasama dengan bank umum . dan akan ditarik secara bertahap dalam jangka waktu 5 tahun sampai akhir tahun 2004.Membentuk forum LPSM partisipan PHBK: ALTRABAKU . Masih berjalan tetapi tanpa pembinaan dan bantuan teknis dari BI . yang berarti kredit program sudah tidak ada lagi. antara lain: KUT. KPR-SS.Meningkatkan efisiensi KSM . Bank Indonesia (BI) 1.Krisis ekonomi menyebabkan banyak bank mengalami collaps dan tidak mampu lagi menyalurkan kredit sehingga program PHBK mengalami penurunan .2 Pengembangan Hubungan Bank dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) .Peta Penguatan Usaha Mikro dan Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .

Desember 2003 .Membentuk Tim Proyek Pengembangan Pengusaha Kecil (P3K) .15 provinsi BI: Unit 2001 Pelaksana Proyek (UPP).Melakukan Counterpart Training kepada pejabat pemberi kredit .4 Proyek Kredit Mikro (PKM) . khususnya tuna wisma.Pelatihan .Membuat pola pinjaman untuk PKUKT . peran BI dibatasi hanya pada kebijakan kredit perbankan. serta bank sebagai pemberi kredit Masalah Setelah keluarnya UU No. Nama Upaya 1.5 Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil (SIPUK) Penyediaan jaringan informasi dan database berbasis internet BI Tahun 1999. yang ternyata peranannya justru semakin menurun. 23 Tahun 1999.Memperluas jaringan kepada Unit Pengembangan Usaha Kecil (UPUK) . sementara pembinaan yang bersifat non perbankan dan pemberian kredit program tidak ada lagi sehingga peran BI dalam PPUK tidak dapat lagi dilakukan secara penuh Potensi Potensinya kecil. BPR dan LPSM Rakyat miskin dan Selesai mendekati miskin di pedesaan. dan pemberian bantuan teknis perbankan.Pemberian kredit Tahun 1995. Hal ini akibat dibatasinya kewenangan BI. karena setelah tahun 1999 PPUK dilebur kedalam PUKM.Penyediaan materi pembinaan . buruh tani dan kaum wanita Usaha kecil dan Masih berjalan masyarakat umum yang ingin melakukan usaha mikro Proyek berakhir dan dana harus dikembalikan ke BI Potensi terhadap upaya peningkatan ekonomi perempuan cukup besar karena sekitar setengah (49%) dari jumlah nasabah merupakan nasabah perempuan Memberi kemudahan bagi pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi dalam upaya mengakses kredit dan mengembangkan usaha 1.Pendampingan .No.Survei peluang usaha pada sub sektor tertentu (SPID) .Pelatihan staf BI dan bank perbankan/counterpart umum .3 Program Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Jenis Kegiatan Pelaksana . pengembangan kelembagaan. 1.10 provinsi 1999 Sasaran Status saat ini Usaha kecil dan Selesai usaha besar yang memiliki hubungan kemitraan.Konsultasi .Identifikasi dan pembinaan Program Kemitraan Terpadu Waktu Wilayah Tahun 1978.Melakukan Proyek Kemitraan Usaha Kecil Terpadu (PKUKT) .Seluruh sekarang Indonesia (dapat diakses melalui internet) Banyak usaha kecil/mikro tidak memiliki pengetahuan tentang komputer dan mampu mengakses informasi melalui internet  " Lembaga Penelitian SMERU. pengangguran.

1 Swamitra .Memberi bimbingan teknis dan sistem manajemen kepada Swamitra . keluarga miskin dan atau yang semula miskin.Jawa Tengah (Semarang) (Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .2 Kredit Sudara Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001. BPR dan Koperasi) Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.6 Pengembanan Usaha Kecil dan Mikro (PUKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan bantuan teknis BI pengembangan usaha kecil dan mikro kepada lembaga perbankan melalui pelatihan.Membentuk Swamitra yang Bank Bukopin merupakan kerjasama dengan koperasi untuk memberikan pelayanan jasa keuangan kepada usaha kecil dan mikro berupa . yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap .Mendapat award dalam Asian Banking Award 1999 2. Nama Upaya 1. Keluarga Sejahtera 1.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Lembaga perbankan Status saat ini Masalah Masih berjalan Keterbatasan dana untuk kegiatan pelatihan dan penelitian Potensi Potensi baik karena banyak bank yang sekarang mulai tertarik memberikan pelayanan kredit mikro dan kecil 2. penelitian dan penyediaan sistem informasi Waktu Wilayah Tahun 1999.Infrastuktur yang tidak selalu tersedia di Swamitra .No.Menjalin kerjasama dengan pihak lain. Bank Bukopin 2. seperti Pemda dan Kementerian Kelautan dan Perikanan .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .Modal dari pihak ketiga yang dapat disalurkan kepada Swamitra masih terbatas . Koperasi dan sekarang 71 kabupaten Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Masih berjalan .Keterbatasan dana . LKM.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  # Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .Menyediakan modal Tahun1998.19 provinsi. khususnya perempuan.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Potensi sangat baik karena jaringan Swamitra semakin berkembang .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .

Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . Jawa Timur.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .Seluruh sekarang Indonesia Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera. keluarga yang semula miskin. LKM.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . KS-I.3 Kredit Sudara Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana Waktu Bank Bukopin Tahun 2001(Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra. DIY. 7 kota/ kabupaten Sasaran Status saat ini Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera. TKI. Keluarga Sejahtera I.Keterbatasan dana .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . khususnya perempuan.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  $ Lembaga Penelitian SMERU.11 provinsi. 2002 16 kota/ kabupaten Kelompok UPPKS Selesai yang telah dibina dan direkomendasi oleh BKKBN untuk mendapatkan fasilitas Kukesra Mandiri . Jawa Barat. Nama Upaya Perluasan 2. Desember 2003 .Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2.Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada Potensi .5 Kukesra Mandiri Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001.No.4 Kredit Pundi Penyediaan kredit modal kerja dan investasi Bank Bukopin Tahun 2001.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .Keterbatasan dana . dan pemilik usaha kecil yang mempekerjakan keluarga miskin yang memiliki usaha produktif yang telah tumbuh dan sedang berkembang .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . Banten). yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap Masalah .Keterbatasan dana . BPR dan Koperasi) Wilayah 5 provinsi (Jawa Tengah. keluarga miskin dan atau yang semula miskin.

Bank Mandiri 4.Monitoring kurang .1 Kredit Usaha Kecil Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri (KUK) dan modal kerja melalui: . Bank Central Asia (BCA) Penyediaan kredit modal 3.1 Program Kredit Peduli Usaha kerja Mikro BCA Pelaksana BCA dan BPR Waktu Wilayah Sasaran Pengusaha mikro dan kecil yang membutuhkan kredit modal kerja maksimal Rp 10 juta Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi Maret 2002 .Pemerintah telah meng'create demand' untuk usaha kecil agar bisa berhubungan dengan bank 4.Banyak koperasi atau dan koperasi dalam kelompok tani yang rangka pengadaan menunggak kredit program pangan sebelumnya . Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.2 Program Gadai Kemitraan dengan Perum Pegadaian BCA dan Perum Pegadaian Maret 2002 . Masih berjalan .Menganggap sumber dana dari pemerintah sebagai hibah .DKI Jakarta sekarang Nasabah Perum Masih berjalan Pegadaian yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta 4.Kredit Channeling Tahun 1998.2 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 2001. karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil .Potensi sangat besar.12 provinsi sekarang Masalah umum yang biasa Potensi sangat baik dan dihadapi nasabah yaitu upaya ini akan diperluas dalam pemenuhan ke Indonesia bagian Timur persyaratan perbankan. Desember 2003 .No.Masalah monitoring .Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.Seluruh sekarang Indonesia Petani. peternak.Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil (dan mikro) Masih berjalan .Masalah jaminan dan penjaminan .Persyaratan minimal untuk usaha kecil (misal KTP) tidak selalu bisa dipenuhi+I20 .Kredit Modal Kerja . meskipun kredit ini tidak mensyaratkan jaminan Hampir tidak ada masalah Potensi sangat baik dan karena gadai dilakukan upaya ini akan diperluas dengan jaminan barang ke Indonesia bagian Timur bergerak yang nilainya lebih besar 3.BUMN dibatasi untuk menjadi penjamin .Kredit Modal Kerja Kontraktor .Kredit Investasi . Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak  % Lembaga Penelitian SMERU.

4 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 1989. sehingga banyak yang memanfaatkan untuk keperluan di luar target program Potensi kurang karena jumlah dana terbatas dan kredit berbunga lunak tidak mendidik  & Lembaga Penelitian SMERU.Kredit murah. Potensi Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak 4. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri 4.Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil dan mikro yang masih lemah dan perlu pembinaan Masih berjalan .3 Kredit kepada Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Waktu Wilayah Tahun 1998.Pergantian pengurus/masalah intern koperasi . Desember 2003 .No. .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Anggota koperasi primer yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta.Dana terbatas sedangkan permintaan tinggi.Masalah pemenuhan persyaratan dan jaminan .Nasabah sering tidak menerima perbedaan tingkat suku bunga. Status saat ini Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Masalah .Dana terbatas karena tergantung pada penyisihan laba bank .

sebaiknya tidak dilanjutkan  ' Lembaga Penelitian SMERU.3 Kredit kepada Penyediaan kredit investasi BNI Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 1998. dengan menggunakan orang setempat Seluruh Masyarakat kecil Indonesia yang memiliki (melalui 151 usaha ULM di Kantor Cabang BNI) 5.Seluruh sekarang Indonesia Koperasi dan LSM Masih berjalan yang memiliki usaha . Desember 2003 .sekarang ULM di BNI Cabang) Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .Masalah kelayakan usaha koperasi (lemahnya permodalan.Aksesibilitas pembukaan ULM yang terbentur kebijakan BI.Keterbatasan akses memperoleh kredit bank . jangkauan pasar.Menetapkan batas rayon pembinaan usaha mikro. administrasi. sebaiknya diarahkan kepada kredit mikro atau KUK 5.No.Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi primer Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran. dan legalitas usaha) . Bank Negara Indonesia (BNI) 5.2 Kredit kepada Koperasi (Kkop) Penyediaan kredit BNI (sistem channeling ) Tahun 1998. administrasi.1 Kredit Mikro Penyediaan kredit investasi BNI (Unit Tahun 2001dan modal kerja Layanan Mikro. jangkauan pasar. administrasi.Masalah pemenuhan kelengkapan persyaratan kredit. yaitu ULM dianggap sebagai Kantor Cabang/Capem . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 5.Pengembangan pendekatan kepada nasabah dengan konsep mikro . jangkauan pasar. tidak mendidik dan terlalu birokratis.Masalah kelayakan usaha dari usaha mikro (lemahnya permodalan.Lemahnya permodalan. legalitas dan agunan) . seperti KTP dan agunan Potensi Potensi besar karena .Masih besarnya tunggakan kredit sebelumnya . legalitas dan agunan dari koperasi Skim kredit program dinilai sudah tidak tepat lagi.Jumlah usaha mikro lebih besar dibanding usaha menengah dan besar .

Nama Upaya 5.1 Kredit Program : Penyediaan kredit investasi Bank Niaga dan modal kerja (Desk UKM) . sebaiknya tidak dilanjutkan . Bank Niaga 6. Desember 2003 .Jawa dan sekarang Sulawesi Selatan (di Cabang tertentu ) Sasaran Status saat ini Kelompok UPPKS Masih berjalan (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Masalah .Tanda tangan sering berubah atau tidak sesuai dengan kartu identitas (KTP) 6. bergerak di sektor perdagangan Relatif tidak ada masalah Sangat berpotensi untuk dikembangkan ! Lembaga Penelitian SMERU. bersifat massal dan seragam.Kredit Ketahanan Pangan (KKP) .Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA-Umum) .Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif. bersifat massal dan seragam.Terlalu birokratis .2 Kerjasama dengan Penyediaan kredit investasi Bank Niaga Lembaga dan modal kerja (Desk UKM) Keuangan : . kebanyakan bergerak di sektor agrobisnis Mayoritas End user terdiri More promising than corporate banking dari petani dan peternak yang: .Sulit menerima perubahan (misal.BPR .Multifinance Tahun 2000.Memberdayakan ekonomi perempuan karena peserta program ini umumnya perempuan 6.Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran.4 Kukesra Mandiri Jenis Kegiatan Penyediaan kredit Pelaksana BNI (sistem channeling ) Waktu Wilayah Tahun 2001. tingkat bunga atau biaya administrasi) .KKPA TKI Tahun 2000.Seluruh sekarang Indonesia Nasabah BPR Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif.No.Pembinaan dari BKKBN terhadap kelompok UPPKS kurang Potensi .

usaha rumah tangga dan golbertap yang memerlukan tambahan pembiayaan sampai dengan Rp 50 juta.Berpotensi menguatkan usaha mikro karena 80% nasabah adalah usaha mikro .Kupedes Modal Kerja . BRI merencanakan membuka 100 unit baru per tahun . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit modal 6.3 Program Bank Niaga Kemitraan dengan kerja untuk usaha komersial (Desk UKM) / perdagangan cara : -Commercial Forward Linkage -Commercial Backward Linkage Waktu Wilayah Tahun 2000. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Penyediaan kredit melalui: 7. bergerak di sektor perdagangan Potensi Sangat berpotensi untuk dikembangkan 7.2 Simpanan Pedesaan (Simpedes) Memobilisasi dana BRI ( BRI Unit) masyarakat lewat Simpedes Tahun 1984.Karakter sebagian anggota masyarakat kurang baik . bersifat massal dan seragam. Desember 2003 .No.1 Kredit Umum Pedesaan .Kupedes Investasi (Kupedes) .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini Masalah Pengusaha kecil Masih berjalan Relatif tidak ada masalah dengan kegiatan usaha produktif. 7.Tergantung pada ketersediaan infrastruktur wilayah. pasar.Seluruh sekarang Indonesia Masih berjalan Masyarakat pedesaan.Kupedes Golongan Berpenghasilan Tetap (Golbertap) BRI (BRI Unit) Tahun 1984. pasar. seperti jalan. meliputi: pengusaha kecil. seperti jalan.Potensinya sangat baik.Berpotensi meningkatkan ekonomi perempuan karena 30-45% nasabah adalah perempuan. sarana kendaraan umum Potensi terhadap penguatan usaha mikro sangat besar karena hampir semua dana yang disalurkan Kupedes berasal dari Simpedes ! Lembaga Penelitian SMERU. sarana kendaraan umum . .Seluruh sekarang Indonesia Seluruh anggota masyarakat pedesaan Masih berjalan Tergantung dari tersedianya infrastruktur wilayah.

Pemberian bantuan permodalan terbentur aturan tentang kehatihatian bank. Keluarga miskin di Masih berjalan pedesaan (P4K Tahap III.Memberi contoh empirik bagaimana membangun sistem dan mekanisme partisipatif dalam penanggulangan kemiskinan di pedesaan ! Lembaga Penelitian SMERU. khususnya bagi kaum perempuan .4 Kredit Candak Kulak .No.Jawa dan sekarang Madura Masyarakat kecil di Masih berjalan .Mendorong keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan dengan kekuatan sendiri . -Jumlah UKM di Indonesia yang semakin bertambah banyak.Menerima simpanan (BKD) berupa simpanan wajib dan simpanan sukarela/ tabanas Bank Kredit Desa (BKD.Membantu pembentukan kelompok swadaya (KPK) nelayan Kecil .Legalitas usaha dari memiliki usaha lembaga belum jelas .Tingkat pengembalian kredit sangat baik dan memenuhi kelayakan bank ..Identifikasi penduduk di 7.Menyediakan bimbingan.Menyediakan akses pada fasilitas tabungan dan kredit . tetapi terbentuk masalah legalitas . Nama Upaya 7.) Tahun 1897.Kredit macet karena pengaruh program pemerintah yang bersifat hibah .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini UKM yang Masih berjalan mempunyai hubungan bisnis dengan mitra BRI (pengusaha besar) yang memerlukan tambahan modal kerja s/d Rp 500 juta. Desember 2003 . pelatihan dan dukungan sesuai perkembangan kelompok Fase I : 1979-1985 Fase II: 1989-1998 Fase III: 1998-2005 12 provinsi. 1998-2005) Potensi sangat baik: . 7.Mnyediakan kredit untuk BRI dan Bank usaha produktif Kredit Desa . 122 kabupaten .3 Kredit Mitra Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana BRI Waktu Wilayah Tahun 2002.5 Proyek BRI bawah garis kemiskinan Peningkatan Pendapatan Petani.Kurangnya modal pedesaan yang .Diperkirakan sekitar 6070% peminjam adalah kaum perempuan .Banyak daerah meminta didirikan BKD.Mengembangkan (P4K) ketrampilan untuk meningkatkan pendapatan serta identifikasi peluang usaha.Membantu kelompok swadaya menyusun rencana usaha . Masalah Kelayakan usaha dari usaha kecil maupun perusahaan yang menjadi mitra Potensi -Adanya dukungan pemerintah untuk lebih mengembangkan UKM.

No. Nama Upaya 7.6 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP)

Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja dan investasi

Pelaksana BRI

Waktu Wilayah Tahun 2001- Seluruh sekarang Indonesia

Sasaran Status saat ini Petani, peternak, Masih berjalan dan koperasi dalam rangka pengadaan pangan

Masalah - Banyak kelompok tani dan koperasi masih menunggak kredit program sebelumnya - Masalah monitoring. - Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.

Potensi - Potensi besar karena sebagian besar penduduk adalah petani. - Pengembangan melalui pola kemitraan dan konvensional kepada nasabah potensial.

7.7 Pembinaan Usaha - Pemberian bantuan kredit Kecil dan Koperasi modal kerja. (PUKK) - Pembinaan usaha (manajerial, produksi, pemasaran). - Pelatihan, pemasaran kepada UKMK

BRI

Tahun 1996- Seluruh sekarang Indonesia

Golongan ekonomi Masih berjalan lemah khususnya usaha mikro yang belum mampu mengakses kredit perbankan

- Prospek usaha dari mitra binaan (kelayakan usaha) - BUMN yang membina terkonsentrasi di wilayah binaan yang sama

Potensi terbatas karena tergantung alokasi keuntungan yang diperoleh 

!!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat tahun 1997-2003 Kelompok Lembaga Internasional
No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. Asian Development Bank (ADB) - Identifikasi kelompok target 1.1 Proyek ADB dan BRI - Membantu pembentukan self-help Peningkatan Pendapatan Petani group (SHG) - Penyediaan pendidikan dan Nelayan Kecil pelatihan (P4K) / Rural Income Generating - Membantu SHG memformulasikan dan mempresentasikan rencana Project (RIGP) usaha Phase III - Menyediakan akses ke fasilitas tabungan dan kredit - Menyediakan ongoing advice , pelatihan dan dukungan sejalan 1.2 Technical Assistance for the Rural Income Generation Project Phase III / TA 2634 - Memobilisasi pembentukan dan perkuatan SHG - Mendorong mobilisasi tabungan anggota SHG. - Menyediakan dukungan keuangan dan kelembagaan untuk kegiatan penciptaan pendapatan. - Memperkuat perantara informal untuk melengkapi lembaga keuangan formal dalam memenuhi kebutuhan kredit masyarakat berpenghasilan rendah dan peminjam tanpa agunan di daerah terpencil. - Memberikan kredit - Memperkuat lembaga keuangan - Memperkuat NGO - Memperkuat kemampuan BI dalam implementasi dan monitoring - Pelatihan - Konsultasi ADB dan Departemen Pertanian Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi

12 provinsi, 122 Masyarakat yang Tahap III: kabupaten tinggal di bawah Juli 1998garis kemiskinan. September 2005 (Tahap I: 1979 - 1985; Tahap II: 19891998)

15 propinsi Tahun 1997/1998 (selama 4.5 bulan, sebelum pelaksanaan P4K tahap III)

Kelompok miskin, Selesai dengan prioritas di desa IDT.

1.3

Micro Credit Program (MCP) –Program Kredit Mikro (PKM)

21 Juli 199515 propinsi ADB, Bank Indonesia, BPD, Desember 2001 BPR, NGO dan LDKP (Lembaga Dana Kredit Pedesaan)

Penduduk miskin terutama perempuan, di desa non-IDT dan tidak memiliki akses pada lembaga kredit

Di tingkat pusat program sudah selesai, tetapi di daerah masih berjalan

-Tingkat suku bunga yang tinggi menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi BPR untuk mengambil kredit - Kriteria peserta LKM terlalu sederhana sehingga memperbesar resiko dalam penyaluran dana 

!"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. Nama Upaya 1.4 Community Empowerement for Rural Development Project (CERD)

Jenis Kegiatan - Pemberian modal - Pelatihan - Pemasaran - Mengembangkan institusi keuangan pedesaan - Monitoring program - Pemberian modal (kredit mikro) - Pembangunan infrastruktur pedesaan - Kajian kebijakan

Pelaksana Waktu Tahun1999 ADB dan Depdagri, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Wilayah 6 provinsi

Sasaran - Keluarga miskin (khususnya perempuan) - Usaha mikro - Usaha kecil 750 desa miskin

Status saat ini Masih berjalan

Masalah

Potensi

1.5

Technical Assisstance to The Republic of Indonesia for Preparing The Development of Rural Urban Linkage Project / TA 3088 INO ADB SME Development Technical Assistance No. 3417 – INO

Mei 19996 provinsi di ADB dan Depdagri, Dirjen November 1999 Indonesia Timur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Selesai

1.6

- Penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator usaha - Peningkatan efisiensi pasar Business Development Service (BDS) - Peningkatan akses usaha kecil ke kredit komersial

Februari 2001ADB-TA, 2004 Consortium of GFA Management dan Swisscontact Services for Asian Development Bank

Sulsel (Parepare, Bulukumba), Jateng (Pati, Sragen)

- Pemerintah - Penyedia BDS - UKM

Sebagian kegiatan masih berjalan

2. The Asia Foundation 2.1 Konferensi - Konferensi/rapat bidang Nasional (KONAS) - Pameran III - Temu bisnis

The Asia Foundation, Forum Daerah (Forda) UKM Yogyakarta, Swisscontact, Mitra Ventura Indonesia

29-30 Agustus 2000

Yogyakarta

- LSM yang tertarik Selesai pada advokasi usaha; - UKM anggota Forum Daerah 

!#

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

LSM .3 Surveys of Barriers on Trade / Investment in West Kalimantan and Border near Serawak .Penyediaan dana bergulir dalam Program through bentuk koloni lebah Bee-Raising Activities 3.Kelompok nelayan Tenggara (Kab .Kebijakan advokasi 2.Pelatihan dan alih pengetahuan 3.Masyarakat setempat Selesai.Penyediaan dana bergulir AusAID dan Yayasan Pengembangan Usaha Mandiri -Juli 1997-Juni NTB (Kab Dompu) 1998 . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. Australian Agency for International Development (AusAID) .Penyediaan dana bergulir dalam bentuk paket bebek. Kupang (Kab Oenesu) Kelompok perempuan 3.Workshop Regional .4 Juli 1997-Juni AusAID dan 1998 Lembaga Bina Sakti Masyarakat (LEBBMAS) Sulawesi . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. Desember 2003 .Workshop Regional .2 Empowerment for Small Trader and Home Industry Activities -Pelatihan pengelolaan usaha . Center for Agricultural Policy Studies (CAPS).Seminar .Industri rumah tangga 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan AusAID dan Fatayat NU .Kebijakan advokasi Pelaksana Waktu 2000-2001 The Asia Foundation. Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) 2000-2001 The Asia Foundation.Survey .2 Surveys of Barriers on Trade / Investment in Central Java Jenis Kegiatan . CESS. Forum Daerah Kalbar Wilayah Jawa Tengah ( Kota Semarang. Perbatasan Serawak Selesai 3.3 Women Income -Pendirian pusat pengembangbiakan Generation through bebek Duck Breeding .1 Community .Kelompok Kendari) perempuan peternak bebek !$ Lembaga Penelitian SMERU.Survey .Seminar .Penyediaan modal Management for Income Generation Juli 1997-Juni AusAID danYayasan Bina 1998 Mandiri NTT. Kabupaten Salatiga) Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi Kalimantan Barat.Pembentukan kelompok petani Development . Local Resources . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Pedagang kecil .Juli 1999-Juni 2000 Juli 1997-Juni 1998 NTB . Nama Upaya 2.No.

8 Juli 1998-Juni AusAID dan 1999 Yayasan Dian Desa.7 Pengembangbiakan kambing dan Women bebek Empowerment through Productive Economy in Rinti Village Income Generation Pelatihan pemanfaatan kepompong liar dan sisa kulit ikan and Productive Employment Creation Silk Worm Farming Pelatihan bagi peternak ulat sutera in Banyumas AusAID dan Yayasan Citra Desa Juli 1998-Juni 1999 Aceh (Desa Rinti) Perempuan korban Selesai operasi DOM 3.11 Community-Based Pelatihan dalam mengembangkan Agribusiness kegiatan agribisnis Development AusAID dan Yayasan Pakta Juli 1999-Juni 2000 NTT (Kab Sumba Barat) .Pelatihan . Yogyakarta Jawa 1100 rumah tangga Selesai 3.5 Income Generation -Pelatihan pengelolaan dana bergulir for Women and -Penyediaan modal Family in Kendari Pelaksana Waktu Juli 1997-Juni AusAID dan1998 Yayasan Pendidikan Muslimat NU. . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Masalah Potensi 3. Desember 2003 .No. Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.Penyediaan modal .LSM .Masyarakat Selesai !% Lembaga Penelitian SMERU.1 Women Capability Strengthening through Small Scale Economic Acivity Juli 1998-Juni 1999 Perempuan 3.Bina Bakti Perempuan Pusat AusAID dan Yayasan Hijau Sejahtera Juli 1997-Juni 1998 Wilayah Sasaran Sulawesi Kader kelompok Tenggara (Kab Kendari) Status saat ini Selesai.6 Home Industry Development for Production of Coconut Oil .Bantuan peralatan Sulawesi Kelompok Tenggara (Kab perempuan Kendari) Selesai 3.9 AusAID dan Yayasan Sosial Bina Sejahtera AusAID dan Yayasan Karya Mandiri Juli 1998-Juni 1999 Jawa Tengah (Kab Banyumas) Jawa Timur (Kab Pacitan) Peternak ulat sutera Selesai 3.

Desember 2003 .Pelatihan AusAID dan .Papua LKM Selesai 3.12 Improvement of Hand Woven Production 3.Pembentukan skema simpan pinjam Yayasan Tunas bagi industri tenunan tangan Jaya Penyediaan modal awal bagi usaha kecil AusAID dan Yayasan Duta Bina Bhuana Waktu Juli 1999-Juni 2000 Wilayah NTT (Kab Ruteng) Sasaran Pengrajin tenunan tangan Status saat ini Selesai Masalah Potensi Juli 1999-Juni 2000 Kupang. tetapi di kota Jakarta Barat tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai 3. Bank Dunia !& Lembaga Penelitian SMERU.14 Integrated Agriculture . Nama Upaya 3.No. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan 3.17 Bantuan sarana Development of Wamena Office as Micro Credit Institution Economic Improvement forTraditional Fishermen AusAID dan Bina Juli 2001-Juni 2002 Swadaya .Pelatihan teknik pertanian AusAID dan . LSM lokal Sumba Barat.Pengembangbiakan ternak dengan Yayasan Ayo sistem bergulir Indonesia Juli 1999-Juni 2000 NTT Petani 3.Penyediaan bantuan teknis termasuk Lembaga pemasaran Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Perbaikan pengembangbiakan ternak AusAID dan kambing Yayasan Sambangdiri Juli 2001-Juni 2002 Sulawesi Utara Nelayan tradisional Selesai (Kota Manado) 3.19 Goat Breeding Jawa Timur Peternak kambing Selesai 4.16 Sustainable Budidaya tanaman murbai dan Income Generating pengembangbiakan ulat sutra Juli 2001-Juni 2002 Maumere.Peternak 3. Ujung Pandang Selesai. AusAID dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Kesuma AusAID dan Yayasan Dian Desa Juli 1999-Juni 2000 Jakarta Barat Masyarakat miskin Selesai.13 Strengthening Basic Economic Structure to Alleviate Poverty Jenis Kegiatan Pelaksana .Jayapura.Petani . . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.15 Income Generating Penyediaan kredit mikro secara bergulir.18 Juli 2001-Juni -Penyediaan peralatan AusAID dan 2002 .Jayawijaya . NTT .

Pengembalian pinjaman tersendat.No.pengrajin.pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.pemberian akses informasi .pengembangan sistem usaha tani . pengrajin. !' Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .anggota kelompok IDT (Pokmas): masyarakat miskin dan termiskin .3 Nusa Tenggara Agriculture Area Development Project (NTAADP) .peternak .petani .Kurangnya komitmen Pemda dalam memberdayakan masyarakat Potensi 4.Kondisi UPKD di lapangan masih rapuh . Ditjen 2006 PMD.Pengembalian pinjaman kurang lancar .2 Sulawesi Agriculture Area Development Project (SAADP) .1 Kecamatan Development Project (KDP) / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan .penggaduhan ternak .Pembinaan di tingkat pokmas belum optimal .pemberian pinjaman modal kerja . Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat.analisa kemiskinan . Wilayah 22 propinsi Sasaran Status saat ini Penduduk miskin di Masih berjalan kecamatan dengan jumlah desa tertinggal serta jumlah penduduk miskin yang relatif banyak Masalah .peternak .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .Mekanisme kurang transparan .Pengembalian pinjaman tersendat. yaitu 15% per tahun. terutama dari petani Potensi program ini cukup besar dalam membantu kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.Terjadi penyalahgunaan uang pinjaman .pengembangan usaha ekonomi produktif .dll .Penyediaan modal usaha produktif .Pembangunan sarana penunjang perekonomian desa Pelaksana Waktu Bank Dunia dan Tahun 1998Depdagri.pembangunan prasarana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun 19992003 2 provinsi: Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara (seluruh kabupaten) 2 provinsi: NTT dan NTB (seluruh kabupaten) .petani .dll Selesai . terutama dari petani .pemberian bantuan tekhnis dan strategi pemasaran Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun1996September 2003 Selesai .Rendahnya serapan dana karena sering terjadi pergantian LSM pendamping Program ini cukup diminati masyarakat setempat karena suku bunga yang dianggap ringan. Nama Upaya 4.pelaku ekonomi produktif lainnya: pedagang kecil. serta tidak mensyaratkan agunan. 4.

2001 Yayasan Daya Pertiwi (Jawa Timur) .Penyaluran dana bergulir .Penelitian Development .petani .No.pelatihan .pemberian pinjaman modal kerja Development .Monitoring .Bantuan sarana . kertas dan logam Usaha kecil dan menengah Masih berjalan 5.pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.analisa kemiskinan Project .Analisa keuangan .3 European Union. kecil Selesai dan menengah 6. 2002-2005 Evangelische Zentralstelle fuer Entwicklungshilfe E.Menghubungkan pengusaha kecil.1 Small and Micro Scale Enterprise Development in West Java .pelayanan informasi .4 Bengkulu Regional .pemberian bantuan teknis dan strategi pemasaran -pembangunan infrastruktur pedesaan Pelaksana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Waktu Tahun 19982004 Wilayah Bengkulu (Seluruh kabupaten kecuali Kota Bengkulu) Sasaran .peternak .pelatihan manajemen dan tekhnik produksi .Fasilitasi pertemuan antar pengusaha kecil .bantuan teknis .seminar.konsultasi European Union Desember 1998-Jawa Barat (3 kecamatan) . penelitian .mendirikan pusat pengembangan dan kegiatan pendukung UKM di Indonesia Timur European Union.konsultasi .dll Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 5. tekstil. FNS dan PUPUK Juni 2004 Pengusaha mikro Masih berjalan dan kecil khususnya yang bergerak di 4 sektor yaitu: agrobisnis.pemberian akses informasi .membuat model usaha kecil . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.Bali (6 kabupaten) Usaha mikro.menghubungkan pengusaha mikro-kecil dengan bank .Seminar Small Scale Enterprise Development . pengrajin. 1998. The European Union 5.Penyediaan dukungan pasar Economic . menengah dan besar .Jawa Timur (2 kabupaten) . Desember 2003 .V dan Yayasan Daya Pertiwi Timor Barat dan Bali 5.Oktober NCOS (Belgium). ILO " Lembaga Penelitian SMERU.pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .2 Community Based .Pelatihan .

2 SHARE Program .Penelitian dan dokumentasi .Pembentukan koperasi .Penelitian .Penciptaan pendapatan ILO bekerjasama Mulai Desember 1999 dengan Pemerintah Daerah Sumatra Utara Sumatra Utara.Membentuk Forum Daerah . Labuhan Batu dan Simalungun) Penyedia BDS di 5 provinsi: Jakarta. Desember 2003 .Pengembangan kapasitas . Sulawesi Tenggara Sasaran Status saat ini . Deli Serdang. Nama Upaya 6. tetapi dilanjutkan kembali tahun 2003 " Lembaga Penelitian SMERU.Perempuan miskin Selesai kepala rumah tangga .2 Children in Jermal Fishing Platform (Pekerja Anak di Jermal) .Pemantauan pekerja anak . Sulawesi Tengah. Swisscontact 7. Para pekerja anak di jermal (Kabupaten Langkat.Peningkatan wawasan .Memfasilitasi dialog kebijakan .Penciptaan lapangan pekerjaan .Pelatihan capacity building .Penyaluran dana bergulir .Keberlangsungan proyek kurang terjamin karena keterbatasan pengetahuan NGO mitra dan kemampuan penerima manfaat .No. tingkat lokal Jateng (Semarang.advokasi Pelaksana Waktu ILO bekerjasama 1998-2001 dengan NGO lokal Wilayah 5 provinsi: Sumatra Selatan.Terjadi kesalahan targeting Potensi 6. Jabar. Jatim. Sulawesi Selatan Beberapa daerah di Indonesia Melalui program ini diharapkan jermal akan terbebas dari pekerja anak pada akhir fase kedua tahun 2004 7.Mempersiapkan Dewan Usaha Kecil di Yogyakarta dan Salatiga sejak 2002 Swisscontact bekerja sama dengan berbagai institusi 1997-2002 Para stakeholder Program ini yang terkait dengan sebenarnya telah UKM selesai pada tahun 2002. Jepara). Jawa Barat.Perempuan pekerja sektor formal di kota Masih berjalan Masalah .1 Business Development Centre (BDC) Mendirikan pusat pengembangan usaha (BDC) bekerjasama dengan penyedia jasa pengembangan usaha (BDS) di tingkat lokal 1997-2002 SwisscontactPenyedia BDS di tingkat lokal Selesai 7. Asahan.1 Expansion of Employment Opportunities for Women (Proyek Perluasan Kesempatan Kerja untuk Perempuan) Jenis Kegiatan . Kalimantan Tengah.Perempuan pekerja sektor informal di desa/kota .

com Mulai tahun 2003 Para penyedia BDS Masih berjalan dan UKM Terbatasnya akses para pengusaha kecil dan menengah pada layanan internet. Desember 2003 .No.Membentuk forum regional UKM .Pelatihan .BPR Masih berjalan " Lembaga Penelitian SMERU. menyebabkan upaya ini tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh mereka. Jawa Tengah.Jasa konsultasi Swisscontact Mulai tahun 2002 Jabotabek. tahun 2001: Jabotabek Sasaran Status saat ini Masalah Secara kuantitatif daya Para penyedia BDS Selesai serap program ini kecil dan UKM (karena hanya dimaksudnya sebagai pilot program) Potensi Menambah pengetahuan pengusaha kecil tentang keberadaan BDS.Penelitian Unit Desa 8.1 Pengembangan . 7.potongan Swisscontact harga. USAID 8.Melakukan disseminasi informasi Swisscontact melalui berbagai media .UKM .Advokasi kebijakan USAID dan BRI Juli 2002-Juli 2003 Personil BRI Unit Desa Selesai USAID dan The Asia Foundation Juli 1997-Juli 2004 .Fasilitasi pembentukan jaringan kerja .Pelatihan Kelembagaan BRI .pada UKM untuk memanfaatkan jasa yang disediakan oleh penyedia BDS (penyediaan kartu diskon untuk mengikuti pelatihan) Waktu 1999-2001 Wilayah Tahun 1999: Jawa Timur.Penelitian .5 .Merancang situs www.jasakami.3 Voucher Program Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan voucher .4 Quality Improvement (Peningkatkan Kualitas Penyedia BDS) The Information Platform (Sarana Pertukaran Informasi) .2 Dukungan pada UKM dalam mengakses kredit dan layanan berusaha . 8. Nama Upaya 7. jenis layanan dan pihak-pihak penyelenggaranya. Sumatra dan Sulawesi Para penyedia BDS Masih berjalan 7. Jawa Timur.Lokakarya .

4 The Maluku Economic Opportunity .Sukabumi .Pembangunan kapasitas LSM mitra USAID dan Mercy April 2003Maret 2004 lokal Corps .Majalengka Maluku Sasaran Pengusaha mikro dan menengah sektor industri sutera Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 8. Nama Upaya 8.Sumedang .Kuningan .Cianjur .Pengumpulkan informasi tentang efektifitas bantuan Masyarakat korban Masih berjalan konflik Maluku "! Lembaga Penelitian SMERU.Bandung .3 SAMBA (Silk and Micro-enterprise Development in Bandung Raya) Jenis Kegiatan Mengembangkan pasar jasa keuangan dan non-keuangan Pelaksana USAID dan Universitas Bandung Raya Waktu Januari 2002Januari 2004. Wilayah . Desember 2003 .Penyaluran kredit mikro International .No.Tasikmalaya .Garut .

Minimnya dana operasional .2003 Kelompok Lembaga Lain No.pembentukan sistem pendukung KM . . .Membangun jaringan kerja menengah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Tahun 1975 Seluruh . Khusus kursus dapat diikuti oleh anggota.Pengumpulan data dan monitoring perkembangan KM Pelaksana Sekretariat Gema PKM Indonesia Waktu Wilayah Sasaran Keluarga miskin yang mempunyai usaha mikro terutama wanita Status saat ini Masih berjalan Masalah .Belum adanya kebijakan nasional di bidang KM.Pelatihan pengusaha kecil dan .Belum adanya pehamanan bersama tentang kredit mikro. . masyarakat luas.peningkatan kapasitas pengembangan KM .1 Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM Indonesia) Jenis Kegiatan Mendorong dan berpartisipasi aktif dalam: .Minimnya tenaga tetap untuk mengelola pelaksanaan program . baik yang memiliki usaha maupun belum. Masih berjalan Minimnya sumberdaya manusia yang tersedia . GEMA PKM Indonesia 1.Belum adanya regulatory framework untuk KM Potensi .Memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan pengusaha UKM. Desember 2003 .Sebagai forum belajar bersama di antara para stakeholders tentang keuangan mikro dan problematikanya Tahun 2000 Seluruh – sekarang Indonesia 2.1 Pemberdayaan dan penguatan perempuan . laki-laki dan perempuan.kerjasama antar stakeholder untuk pengembangan KM . IWAPI .Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .perumusan kebijakan nasional keuangan mikro (KM) .Pusat Pendidikan mampu mendorong orang untuk mengembangkan usaha dan mendirikan usaha baru yang menyerap tenaga kerja "" Lembaga Penelitian SMERU. . Nama Upaya 1.Memotivasi stakeholders untuk menyediakan kredit mikro yang mudah diakses usaha mikro/ kecil sehingga mereka dapat berkembang dan menjadi instrumen yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan.sekarang provinsi di Indonesia Seluruh wanita pengusaha kecil (termasuk mikro) dan menengah.Advokasi 2.

Sumatera Barat -1. Sulawesi Selatan -2.Memprakarsai dan melakukan desentralisasi (franchising ) Pusat Pendidikan IWAPI ke cabang IWAPI tingkat provinsi . Sulawesi Selatan.sekarang Annisa Muslimat NU beserta cabangcabangnya di tingkat kabupaten 4 provinsi.Bantuan teknis (pelatihan. dan Manulife Tahun 2001 3 provinsi . monitoring. dan Jawa Timur) Masih berjalan Usaha kecil perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan dalam klaster dan dibina melalui proyek PEP .1 Usaha Simpan Pinjam Pemberian pinjaman Koperasi Annisa (melalui kegiatan simpan Muslimat NU pinjam) Tahun 1998 Koperasi . baik memiliki usaha maupun tidak . Koperasi Annisa Muslimat NU 3. Jawa Timur dan Bali) Sasaran Usaha kecil atau perorangan perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan atas dasar lokasi atau spesialisasi usaha Status saat ini Masalah Masih berjalan .Meningkatkan akses UKM terhadap lembaga dana . peningkatan akses terhadap dana) .No. Lampung -1) Semua anggota Masih berjalan Muslimat NU (semua perempuan) yang menjadi anggota koperasi Annisa. "# Lembaga Penelitian SMERU.Kelemahan komunikasi tertulis dari kader .Meningkatkan efisiensi dan efektifitas BDS (IWAPI & Kadinda) dalam melayani kebutuhan UKM Usaha kecil yang bermitra dapat berkembang dengan baik 3. Sulawesi Utara.Ada anggota yang menunda angsuran Potensi .Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan . IWAPI.2 Proyek Pelaksanaan Private Enterprise Participation (PEP) 2.sekarang (Sumatera Utara.Memperkuat UKM sehingga meningkatkan kesempatan kerja . Sulawesi Selatan.Lokakarya . IWAPI dan Kadinda Waktu Wilayah Tahun 1997 5 provinsi . pembinaan. 40 kabupaten/ kota (Jawa Timur 36.sekarang (Sumatera Utara.Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan .Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster .Memprakarsai credit circle Pemberian pinjaman modal usaha (credit circle) Pelaksana CIDA. Nama Upaya 2.Kurangnya dana sehingga banyak anggota yang belum mendapat pinjaman 80% anggota yang belum mendapatkan bantuan upaya sangat berminat pada upaya ini. Desember 2003 .3 PEP-IWAPI-Manulife Micro Credit Program Jenis Kegiatan . dan merupakan potensi untuk perguliran dana.Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster PEP.

KPEL 4. .Wilayah replikasi 9 provinsi.Pemberian bantuan modal Pelaksana Sekretariat KPEL Waktu Wilayah Sasaran Pihak-pihak yang terkait dengan klaster komoditi. Desember 2003 .No.1 Pembinaan dan .Menggerakkan.Belum adanya kebijakan nasional tentang pengembangan ekonomi lokal Potensi . meliputi: .Produsen / pengusaha . mengevaluasi dan mengawasi (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) pelaksanaan UP2K .Metoda KPEL akan diterapkan pada pedagang informal di perkotaan.Pemerintah daerah .Dukungan Pemda cukup besar utk pengembangan KPEL Tahun 1998 .Konsumen .Wilayah pilot .Kemitraan belum sustainable/ berkesinambungan . Pengembangan UP2K membimbing. . pemilihan dan pengembangan klaster ekonomi (c) perencanaan strategi pemberdayaan produsen dan kelompoknya .Terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan kelompok di bidang usaha ekonomi "$ Lembaga Penelitian SMERU.Di tingkat lokal kemitraan masih dipandang skeptis .Terbatas dan belum intensifnya pelatihan teknis industri dan kerajinan .Dokumentasi dan diseminasi instrumen pendekatan KPEL 5. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 5.Kurangnya kader di kegiatan usaha rumah desa/kelurahan yang mempunyai kemampuan tangga anggota UP2K menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan UP2K-PKK . membina. Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.sekarang 6 provinsi.1 Kemitraan bagi -Fasilitasi pelaksanaan Pengembangan KPEL di daerah replikasi Ekonomi Lokal (KPEL) (a) pembentukan forum kemitraan (b) perencanaan strategi identifikasi.Banyak Pemda berminat mengembangkan KPEL . 19 kab.Pemasok Status saat ini Masih berjalan Masalah . baik yang sudah mempunyai kegiatan usaha maupun belum Mengembangkan . 32 kota/ kabupaten TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Tahun anggaran 1985/1986 – sekarang Desa dan kelurahan di seluruh Indonesia Masih berjalan Keluarga yang berpenghasilan rendah.

5 Perempuan miskin Masih berjalan sekarang kabupaten yang memiliki (Jawa Timur. PT Ukabima 6. Nama Upaya 6.Pemberian pinjaman modal PT Ukabima .1 Kredit Khusus untuk Masyarakat Miskin Tanpa Agunan (Kusuma) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Secara umum tidak terdapat masalah dalam pelaksanaan upaya ini.Menjadi intermediary yang paling bertanggung jawab secara sosial dalam perkreditan rakyat.Pemberian pelatihan bersama BPR milik dan rekanan April 2001 . Desember 2003 . .No. usaha mikro Jawa Tengah. Hanya ditemukan beberapa kasus berkaitan dengan pengembalian di tingkat pelaksana dan penerima upaya Potensi . Jawa Barat) "% Lembaga Penelitian SMERU.000 klien (60% perempuan) thn 2006 .Upaya ini dan upaya kredit komersial dapat mencapai 300.Memberdayakan peranan perempuan prasejahtera di wilayah sedang berkembang .3 provinsi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful