Lembaga Penelitian SMERU Laporan Penelitian

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997-2003

Kerjasama Lembaga Penelitian SMERU dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan 

0802-07 

Temuan, pandangan dan interpretasi dalam laporan ini digali oleh masing-masing individu dan tidak berhubungan atau mewakili Lembaga Penelitian SMERU maupun lembagalembaga yang mendanai kegiatan dan pelaporan SMERU. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi kami di nomor telepon: 62-21-31936336; Faks: 62-21-31930850; E-mail: smeru@smeru.or.id; Web: www.smeru.or.id

Tim Peneliti
Koordinator: Hastuti

Penasehat: Sudarno Sumarto Asep Suryahadi Sri Kusumastuti Rahayu

Peneliti: Rizki Filaili Agus Priambada Akhmadi Bambang Soelaksono Hariyanti Sadaly Vita Febriani Wawan Munawar

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

PRAKATA
Buku ini merupakan salah satu dari tiga buku laporan hasil studi tentang Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro yang telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian SMERU dalam rangka memenuhi permintaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan guna mengisi kebutuhan informasi tentang keberadaan upaya penguatan usaha mikro dan gambaran umum tentang usaha mikro itu sendiri, khususnya usaha mikro perempuan. Hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro disampaikan dalam tiga buku berbeda yaitu: Buku I: Buku II: Buku III: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota

Buku I: Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 – 2003 menyajikan upaya/program/proyek/kegiatan/aktivitas yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga, yaitu lembaga pemerintah, organisasi non pemerintah (Ornop) lokal dan internasional, perusahaan dan koperasi, perbankan, lembaga donor, dan lembaga lainnya, dalam rangka memperkuat usaha mikro. Karena umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil, atau upaya yang ditujukan untuk usaha mikro biasanya juga dapat diakses oleh usaha kecil dan sebaliknya, maka upaya untuk usaha kecil dimasukkan ke dalam upaya yang dipetakan. Peta Upaya ini diharapkan antara lain dapat menjadi acuan bagi berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil, dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatannya. Di samping itu dapat juga dijadikan acuan awal untuk menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. Buku II: Laporan Lapangan Keberadaan Upaya Penguatan Usaha Mikro di Enam Kabupaten/Kota menyajikan hasil penelitian lapangan tentang verifikasi keberadaan upaya dan keberadaan usaha mikro, termasuk usaha mikro perempuan, di tingkat lapangan. Penelitian lapangan dilakukan pada September/Oktober 2003 secara serentak di enam kabupaten/kota, yaitu di Kota Padang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Bantul, Kota Surabaya, dan Kota Makassar. Penelitian Lapangan dilakukan dalam rangka melengkapi informasi peta upaya penguatan usaha mikro/kecil di tingkat pusat. Melalui penelitian lapangan diperoleh gambaran umum tentang keberadaan dan pelaksanaan upaya penguatan usaha mikro/kecil tertentu serta dampaknya terhadap perkembangan usaha mikro di wilayah sampel, dan akses usaha mikro/kecil, termasuk usaha mikro/kecil perempuan, terhadap upaya penguatan. Data keberadaan usaha mikro, khususnya usaha mikro perempuan, sangat diperlukan. Namun mengingat data tentang keberadaan usaha mikro di Indonesia belum tersedia, maka indikasi keberadaan usaha mikro untuk sementara dapat didekati melalui kegiatan pemetaan ini yang dilengkapi dengan verifikasi upaya di tingkat kabupaten/kota ditelusur sampai ke tingkat usaha mikro. Meskipun demikian, pada dasarnya data keberadaan (jumlah, jenis usaha, dan lain-lain) usaha mikro hanya dapat diperoleh melalui pendataan dalam bentuk sensus.

i

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Pendataan seperti ini tentu saja memerlukan biaya besar, waktu yang lama, serta tenaga dan pemikiran yang mendalam. Dengan berlakunya otonomi daerah, kegiatan pendataan usaha mikro membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah kabupaten/kota. Buku III: Pedoman Pendataan Usaha Mikro di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan alternatif acuan bagi pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melakukan pengumpulan data usaha mikro dan peranan perempuan pada usaha tersebut di wilayahnya masing-masing. Melalui buku ini diharapkan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mempunyai kesamaan atau standard yang memadai perihal muatan atau subtansi dari kondisi usaha mikro. Pedoman ini tidak menutup kemungkinan dilakukan pengembangan pertanyaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pemerintah daerah, terutama dalam hal pengembangan muatan dan kondisi keuangan pemerintah daerah yang sangat berbeda-beda. Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam memperoleh data yang objektif dan up to date sebagai bahan kebijakan pemerintah daerah dan evaluasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai. Sebagai penutup, kami berharap hasil kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pemerintah, lembaga non pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan siapa saja yang selama ini menaruh perhatian terhadap upaya penguatan usaha mikro, dan khususnya yang dikelola perempuan, serta bagi peningkatan upaya penguatan usaha mikro di masa datang. Kegiatan ini merupakan satu upaya awal pemetaan dan pendataan yang lebih rinci. Kami membuka diri terhadap saran dan kritik atas hasil penelitian ini, yang dapat disampaikan melalui email/website kami: smeru@smeru.or.id atau www.smeru.or.id

Jakarta, Desember 2003 Peneliti

ii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

UCAPAN TERIMA KASIH
Kami menyampaikan penghargaan kepada Ibu Nurlini Kasri, Deputi Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Ibu Sulikanti Agusni, Asisten Deputi (Asdep) Urusan Ekonomi Keluarga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang telah memberikan kesempatan, dukungan, dan bimbingan teknis selama kegiatan ini berlangsung. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Luli Altruiswati, Ibu Santi Herliana dan Bapak Purwo Adi Prasetyo dari Asdep Urusan Ekonomi Keluarga atas dukungan yang diberikan, juga kepada Bapak Heru Prasetyo Kasidi, Kepala Biro Perencanaan dan Ibu Agustina Erni, atas saran, kritik, dan masukan yang diberikan sejak perencanaan kegiatan dilakukan Penghargaan yang tinggi juga kami berikan kepada para nara sumber di lembaga yang telah bersedia memberikan informasi tentang upaya penguatan usaha mikro, baik lembaga pemerintah, non-pemerintah, swasta, perbankan, donor, dan lembaga lain di tingkat pusat, pemerintah daerah, serta responden dan informan di lapangan. Tanpa ijin dan kontribusi dari Ibu/Bapak, studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro ini tidak akan terwujud. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Mitra Kerja di lembaga pelaksana upaya di tingkat pusat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang dengan kesabaran dan keuletannya telah menjembatani para Peneliti dengan para nara sumber. Demikian juga kepada Mitra Kerja lepas yang turut mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga, yakni Yusuf Suharso, Dewi Meiyani, Inca Juanita, M. Hendrik A., Budi Yana Saefullah, dan Sri Mastuti. Kami menyadari bahwa hasil kegiatan ini kurang sempurna apabila tidak ada bantuan pengolahan data dari Luluk Kholisoh Nurona dan Maemunah, bantuan tata letak laporan dari Mona Sintia dan dukungan administrasi dari seluruh Staf Administrasi Lembaga Penelitian SMERU. Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan penghargaan kepada para peserta Pemaparan dan Diskusi rencana kegiatan Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro pada bulan Juli 2003 dan Pemaparan dan Diskusi Hasil pada bulan Nopember 2003 di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, atas komentar konstruktifnya sehingga hasil studi Pemetaan Upaya Penguatan Usaha Mikro menjadi lebih baik.

Jakarta, Desember 2003 Tim Peneliti

iii

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

DAFTAR ISI
Halaman PRAKATA UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Metode Penelitian 1.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan DEFINISI 2.1 Upaya 2.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL i iii iv 1 1 3 3 6 7 7 7 10

II.

III.

iv

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Jakarta Post. penyediaan barang dan jasa dengan harga murah. juga mampu bertahan menghadapi goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Jakarta 2002 Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Empowering Women and Coping with Financial Crisis: An Exploratory Study of Zimbabwean Microenterprenuers. usaha mikro dan usaha kecil telah berperan sebagai buffer dan katup pengaman (savety valve) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan alternatif lapangan pekerjaan bagi para pekerja sektor formal yang terkena dampak krisis3. 1. Meskipun sulit untuk memisahkan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. dan belum ada angka pasti tingkat keterlibatan perempuan dalam usaha mikro. bersama dengan usaha kecil. penyerapan tenaga kerja melalui penciptaan lapangan pekerjaan. Studi-studi yang dilakukan di beberapa negara menunjukkan bahwa usaha mikro mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi. ADB. Pada tahun yang sama sumbangan usaha kecil terhadap total PDB mencapai 39. UI.adb. Usaha mikro banyak diminati oleh perempuan dengan pertimbangan bahwa usaha ini dapat menopang kehidupan rumah tangga dan dapat memenuhi kebutuhan pengembangan diri (Sumampouw. diperkirakan porsinya cukup besar dan sebanding dengan porsi perempuan dalam usaha kecil. Kegiatan usaha mikro dan usaha kecil tidak terlepas dari peran kaum perempuan. serapan tenaga kerja antara kurun waktu sebelum krisis dan ketika krisis berlangsung tidak banyak berubah. 2000). Usaha mikro. yang antara lain ditunjukkan oleh penggunaan teknologi yang relatif sederhana. usaha mikro dan usaha kecil telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. sehingga banyak lembaga dan banyak studi masih meletakkan usaha mikro dalam satu kelompok dengan usaha kecil.pdf. Desember 2003 . tingkat modal dan kadang akses terhadap kredit yang rendah.I. 2 3 4 1 Lembaga Penelitian SMERU. Lihat diantaranya dalam Media Indonesia. dan pengaruh negatif dari krisis terhadap pertumbuhan jumlah usaha mikro dan kecil adalah lebih rendah dibanding pada usaha menengah dan besar. usaha mikro juga merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi lokal dan mampu memberdayakan kaum perempuan dalam meningkatkan bargaining position perempuan dan keluarga. serta cenderung berorientasi pada pasar lokal.org/Documents/Books/Microenterprise/microenterprise.2 Sebagai gambaran.org/pdfs/aims/Empowering Women (zimbabwe). tenaga kerja yang diserap industri rumah tangga (yang merupakan bagian dari usaha mikro sektor perindustrian) dan industri kecil pada tahun 2000. serta mengatasi masalah kemiskinan. Laporan ILO “Dimensi Gender dalam Kiris Ekonomi”. Lebih jauh lagi. 2001).pdf. mencapai 65. Indikatornya antara lain. 26 Mei 2003.4 Kiprah perempuan dalam perekonomian keluarga dan nasional menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan secara keseluruhan. 3 Juni 2003. dalam: http://www.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Usaha mikro tergolong jenis usaha marginal. yaitu sekitar 40%. bekerja sama dengan Lembaga Demogfrafi.1 Di Indonesia. Disamping itu. Usaha mikro dan usaha kecil sulit untuk dipisahkan karena dalam beberapa hal mempunyai ciri dan sifat yang hampir sama. Seiring dengan bertambahnya pendapatan 1 Dapat dilihat antara lain pada Microenterprise Development: Not by Credit Alone. dalam: http://www.usaidmicro.93% (BPS.38% dari tenaga kerja yang diserap sektor perindustrian nasional.

antara lain dilakukan melalui upaya/program/proyek/ kegiatan/aktivitas penguatan usaha mikro. menemukan bahwa penetapan upah pekerja tidak didasarkan pada perbedaan jender. Upaya pengembangan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan ini menjadi penting. disamping kondisi kerja yang memprihatinkan serta pendapatan yang rendah. Oleh karena itu penting untuk mengetahui sedini mungkin peta upaya-upaya dimaksud. maupun lembaga atau individu lain. baik oleh lembaga pemerintah. 14%. Selain itu. Upaya ini diketahui telah banyak dilakukan.5 dan pada "Penerapan Upah Minimum di Jabotabek dan Bandung". pengusaha perempuan diperkirakan mempunyai akses yang lebih kecil. FEUI 2000. 5 Partisipasi perempuan merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mencapai tujuan-tujuan pembangunan. 11% dibandingkan laki-laki. lembaga donor.7/Agustus 1999. yang berarti bahwa upah perempuan tidak selalu lebih rendah dari laki-laki. Upaya tersebut dilakukan di tingkat nasional ataupun tingkat regional. Meskipun demikian.2 Tujuan 1. 5 ADB Report.6 Salah satu studi memberikan gambaran upah perempuan sekitar 70% dari upah laki-laki. kerjasama dengan ILO. Namun demikian hingga kini sulit memastikan seberapa besar upaya yang telah dilakukan dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi perempuan. karena perempuan mempunyai kendala-kendala tertentu yang berkaitan dengan “tripple burden of women”. dalam SMERU Newsletter No. dan fungsi sosial di masyarakat. 2001.2003. lembaga swasta. loc cit. Informasi dari Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.7 Mengingat porsi perempuan dalam usaha mikro cukup menonjol. lembaga non-pemerintah. lembaga perbankan. Walaupun demikian. 7 2 Lembaga Penelitian SMERU. Memberi acuan awal kepada berbagai lembaga dan masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro/kecil. maka kemampuan dan kesempatan mereka bernegosiasi dalam rumah tanggapun meningkat. 6 Diantaranya adalah studi tentang "Industri Keramik di Plered" oleh Henry Sandee yang menyatakan bahwa pada industri keramik di Plered lebih banyak mempekerjakan perempuan karena upah mereka lebih rendah 25% dari pada laki-laki. kesempatan perempuan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada masih sangat terbatas. hasil penelitian dari SMERU pada "Aspek KetenagakerSemasa Krisis Ekonomi". dalam rangka melengkapi dan melanjutkan upaya penguatan serta menghindari tumpang tindih upaya dan tumpang tindih sasaran penerima manfaat. 2. Brahmantio Isdijoso dan Sri Sulandjari: "SME clusters in Indonesia: An Analysis of Growth Dynamics and Employment Conditions". melainkan pada jenis pekerjaan yang dilakukan. hal. Beberapa studi mengindikasikan upah perempuan lebih rendah dari laki-laki. masa kerja. Sebagian besar perempuan masih berkiprah di sektor informal atau pekerjaan yang tidak memerlukan kualitas pengetahuan dan ketrampilan yang spesifik. dimana mereka menjalankan fungsi reproduksi.perempuan atau akses perempuan kepada sumber-sumber daya ekonomi lewat usaha ini. Jakarta 2002 dan studi tentang "Dimensi Gender dalam Krisis Ekonomi" yang dilakukan atas kerjasama ILO Manila dengan Lembaga Demografi. Desember 2003 . produksi. Posisi tawar mereka berubah dan pendapat mereka mulai diperhitungkan dalam setiap proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Dilihat dari akses terhadap kredit. dan tingkat jabatan pekerja. 1. belum diketahui secara pasti apakah upaya-upaya tersebut dilaksanakan tumpang tindih yang pada akhirnya justru mempengaruhi efisiensi dan efektivitas upaya-upaya tersebut. Memetakan upaya penguatan usaha mikro (UPUM) dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan di Indonesia yang dilakukan oleh berbagai lembaga/individu pada kurun waktu 1997 . maka peningkatan ekonomi perempuan. Pekerjaan ini biasanya kurang memberikan jaminan perlindungan secara hukum dan jaminan kesejahteraan yang memadai.

(8) status saat ini.3 Metode Penelitian Studi pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan metoda kualitatif.LPSUDVZ  LO 'HSQDNHUWUDQV . S 8 lembaga donor. 8 Pada awalnya Peneliti melakukan pemetaan di 18 lembaga pemerintah/departemen/kementrian.HODXWDQ 3HULNDQDQ %337 %36 9 Melalui jaringan lembaga non-pemerintah. .%801   'HS. Informasi yang digali merupakan data setiap upaya penguatan usaha mikro yang dilaksanakan sejak tahun 1997.HVHKDWDQ .0 'HSW . Guna mempercepat kegiatan pemetaan dan mengoptimalkan hasil. (5) sasaran.RSHUDVL 8.1.HXDQJDQ 'HSGLNQDV   .RP .%1 'HSHULQGDJ       'HS. Daftar isian tersebut antara lain memuat informasi tentang: (1) pelaksana..QIRUPDVL 'HS3HUWDQLDQ %. yaitu: menggali informasi dan mencatat upaya penguatan usaha mikro dan upaya penguatan usaha kecil yang dapat dimanfaatkan oleh usaha mikro. 9 S 20 lembaga non-pemerintah.. sebagaimana tertuang dalam Tabel 1. ternyata 3 lembaga tidak memiliki upaya. dan (9) potensi di masa mendatang. Penggalian informasi dan pengolahan upaya penguatan usaha mikro di tingkat pemerintah pusat dilakukan pada Juni – Nopember 2003. di tingkat pusat. dan S 6 lembaga atau individu lainnya.RRUG . . (7) masalah. tetapi hasil temuan lapangan mengindikasikan 6 lembaga diantaranya (cetak miring) tidak memiliki upaya:  %DSSHQDV  . 10 3 Lembaga Penelitian SMERU. Penggalian informasi dilakukan dengan menggunakan daftar isian yang telah dipersiapkan.HVUD  'HSGDJUL  'HSVRV    'HS. (4) wilayah. Desember 2003 . S 7 lembaga perbankan pemerintah maupun swasta. yaitu meliputi: 8 S 18 lembaga pemerintah. Tim Peneliti bekerjasama dengan Mitra Kerja di setiap lembaga yang memiliki upaya dan Mitra Kerja lepas untuk mengumpulkan informasi dari berbagai lembaga. dan koperasi. BUMN. . Setelah dilakukan penelitian. (3) jenis upaya. Informasi yang menjadi acuan utama ini digali dari lembaga dan individu yang mempunyai peran yang signifikan dalam upaya penguatan usaha mikro. (2) nama upaya. (6) waktu. 10 S 13 perusahaan swasta nasional maupun asing.

Mitra Kerja untuk/dari Perusahaan Swasta 4.Tabel 1. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Perbankan 5. Desember 2003 . Mitra Kerja untuk/dari Lembaga non-Pemerintah 3. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Donor 6. Mekanisme Kerja Pemetaan Upaya Penguatan Ekonomi Mikro dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Perempuan Lembaga Penelitian SMERU Pemimpin Tim (Peneliti) ÅÆ Kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan Sekretariat (Sekretaris) TimPeneliti: Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti Peneliti ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ ÅÆ Mitra Kerja: 1. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga lain 4 Lembaga Penelitian SMERU. Mitra Kerja untuk/dari Lembaga Pemerintah 2.

Umumnya usaha mikro dilakukan secara bersama-sama oleh anggota keluarga (suami istri). Hasil pemetaan akan mencakup pemetaan: (1) jenis. pemetaan ini tidak dibatasi pada upaya yang ditujukan pada usaha mikro saja tetapi juga termasuk upaya untuk usaha kecil. lembaga donor. Hal ini karena masih terdapat pengertian yang rancu antara usaha mikro dan usaha kecil. lembaga perbankan. maupun lembaga atau individu lainnya. lembaga swasta. tahun 2003. (3) sasaran. 5 Lembaga Penelitian SMERU. baik lembaga pemerintah. Rentang waktu upaya yang dipetakan adalah yang dilaksanakan sejak tahun 1997 hingga studi ini dilakukan. umumnya lembaga tidak membedakan usaha mikro dengan usaha kecil.1. sulit membedakan peran perempuan dan laki-laki dalam usaha mikro. Upaya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tetapi pada periode 1997 – 2003 dinyatakan masih berlangsung di tingkat masyarakat (misalnya upaya yang dilakukan melalui perguliran dana) tetap akan menjadi jenis upaya yang dipetakan. Di samping itu. (2) wilayah. 2. Hal tersebut karena berdasarkan pengalaman. Karena latar belakang tersebut maka studi ini mempunyai ruang lingkup: 1. Memetakan upaya/program/kegiatan penguatan yang dinyatakan ditujukan kepada usaha mikro dan yang ditujukan kepada usaha kecil tetapi dapat diakses oleh usaha mikro yang dilakukan oleh lembaga-lembaga/individu di tingkat nasional. Desember 2003 . (4) masalah. dan sebaliknya. dan kadangkala suatu upaya yang ditujukan untuk usaha mikro pada kenyataannya dimanfaatkan oleh usaha kecil. lembaga non-pemerintah.4 Ruang Lingkup Studi/Pemetaan Ruang lingkup studi ini tidak dibatasi pada pemetaan upaya penguatan usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan atau mempunyai mayoritas tenaga kerja perempuan. dan (5) potensi dari setiap upaya penguatan usaha mikro.

2. S Departemen Perindustrian dan Perdagangan: Industri-Dagang Mikro adalah industri-perdagangan yang mempunyai tenaga kerja 14 orang. S Departemen Keuangan: Usaha mikro adalah usaha produktif milik keluarga atau perorangan WNI yang memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. mencari jalan keluar. S ADB: Usaha mikro adalah usaha-usaha non-pertanian yang mempekerjakan kurang dari 10 orang termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga.06/2003. sedangkan industri kecil mempekerjakan 5 -19 orang. ADB Report.40/KMK.1 Upaya DEFINISI Upaya adalah usaha. ikhtiar untuk memecahkan persoalan.000. melalui pemberian kredit S Pelatihan S Pendampingan dan fasilitator S Bantuan teknis dan konsultasi S Penyediaan informasi S Penelitian 2. antara lain: S BPS Industri kerajinan rumah tangga yaitu perusahaan/usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 1-4 orang.2 Usaha Mikro dan Usaha Kecil Terdapat beberapa pengertian usaha mikro yang diberikan oleh beberapa lembaga. op cit.11 S Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Usaha mikro dan usaha kecil adalah suatu badan usaha milik WNI baik perorangan maupun berbadan hukum yang memiliki kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) sebanyak-banyaknya Rp200 juta dan atau mempunyai omzet/nilai output atau hasil penjualan rata-rata per tahun sebanyak-banyaknya Rp1 milyar dan usaha tersebut berdiri sendiri. 12 6 Lembaga Penelitian SMERU.II. sedangkan usaha kecil memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1 milyar per tahun. antara lain: S Permodalan. akal. dan lainnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI 1999). Upaya penguatan usaha mikro (UPUM) adalah usaha/program/ proyek/kegiatan/aktivitas untuk menguatkan usaha mikro yang dapat diwujudkan dalam berbagai jenis kegiatan. Desember 2003 .000 per tahun. S Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional Pengusaha mikro adalah pemilik atau pelaku kegiatan usaha skala mikro di semua sektor ekonomi dengan kekayaaan di luar tanah dan bangunan maksimum Rp25 juta.12 11 SK Menteri Keuangan RI No.

maka dalam melakukan Pemetaan UPUM ini.Mengacu pada definisi internasional tentang usaha mikro yang umumnya menyatakan bahwa pekerjanya maksimal 10 orang. dan berorientasi pasar lokal.00. aset minim. Beberapa alasan yang melatarbelakangi penggunaan definisi tersebut dalam studi ini. Development of Micro. World Bank Newsletter.usaidmicro.Sesuai dengan SK Menteri Keuangan RI No. Self-Employed for The Unemployed. maksimal Rp25 juta. termasuk pemilik usaha dan anggota keluarga. West Bank and Gaza Microenterprise Project http://web. Small Enterprise and Rural Finance st in Sub Saharan Africa:The World Bank’s Strategy.contentMDK:20026975~menuPK:34471~pagePK:40651~piPK:40653~theSitePK:4607. yang kebutuhan keuangannya dipenuhi oleh tabungan dan pinjaman berskala kecil. berskala kecil. Sandra Wilson and Avril V Adams (1994). menggunakan teknologi sederhana. 13 http://www. antara lain mempekerjakan paling banyak 10 orang pekerja. March 31 . World Bank Discussion Paper no 263. lokasi kerja biasanya di rumah.org/servlet/WDSContentServer/WDSP/IB/2000/10/19/000009265_3970311124051/Re ndered/PDF/multi_page.40/KMK. dan tidak membayar pajak.000. kemampuan manajerial rendah.000 per tahun.org/About 14 Riley.pdf 7 Lembaga Penelitian SMERU.13 S Bank Dunia: Usaha mikro merupakan usaha gabungan (partnership) atau usaha keluarga dengan tenaga kerja kurang dari 10 orang. dan . Berdasarkan beberapa pengertian diatas. memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100 juta per tahun. http://wwwwds.06/2003 yang menyebutkan bahwa usaha mikro memiliki hasil penjualan paling banyak Rp100. Thyra A and Steel.worldbank. Experiences in OECD and Transitional Economics.html. merupakan usaha keluarga dan menggunakan tenaga kerja keluarga. yaitu pemilik yang sekaligus menjadi pekerja. William F. Desember 2003 . pengertian Usaha Mikro yang digunakan adalah sebagai berikut: Usaha non pertanian (termasuk peternakan dan perikanan) yang mempekerjakan paling banyak 10 pekerja. Kepemilikan aset dan pendapatannya terbatas. . termasuk di dalamnya usaha yang hanya dikerjakan oleh satu orang yang sekaligus bertindak sebagai pemilik (self-employed). dan mempunyai aset di luar tanah dan bangunan paling banyak Rp25 juta. menggunakan teknologi tradisional. antara lain usaha dengan maksimal 10 orang pekerja..org/WBSITE/EXTERNAL/NEWS/ 0.Mengacu pada definisi Komite Penanggulangan Kemiskinan Nasional dan diperkuat dengan pengamatan lapangan Lembaga Penelitian SMERU: aset di luar tanah dan bangunan. S Farbman dan Lessik (1989): Usaha mikro mempunyai karakteristik. Usaha mikro sering merupakan usaha tingkat survival (usaha untuk mempertahankan hidup – survival level activities).1998.worldbank.14 S ILO: Usaha mikro di negara berkembang mempunyai karakteristik. yaitu: .S USAID: Usaha mikro adalah kegiatan bisnis yang mempekerjakan maksimal 10 orang pegawai termasuk anggota keluarga yang tidak dibayar. Kadangkala hanya melibatkan 1 orang.

PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO 3. Desember 2003 . 2. 5. 9. 4. Ornop Lokal Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Bina Desa Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) Bina Swadaya Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) Lembaga Penelitian. 14. 12. 8 Lembaga Penelitian SMERU.1 Daftar Lembaga yang Upayanya Dipetakan I. 8. 16. 5. 15. 3. 11. 7. 11. 4. 10. 13. 4. 2. 1. 10. Kelompok Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Departemen Pertanian (Deptan) Departemen Sosial (Depsos) Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi (Depnakertrans) Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) II.III. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) Yayasan Mitra Usaha (YMU) Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) Yayasan Permata Hati YPM Kesuma Multi Guna B. 9. 6. 13. Ornop Internasional Care International Indonesia Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia Christian Children Fund Indonesia (CCF) Mercy Corps 1. 3. 3. 2. 6. 12. 7. Kelompok Organisasi Non-Pemerintah 1. A. 8.

9. 3. 7. 1. 6. 2. Asian Development Bank (ADB) The Asia Foundation Australian Agency for International Development (AusAID) Bank Dunia The European Union International Labour Organization (ILO) Swisscontact United State Agency for International Development (USAID) VI. Kelompok Lembaga Donor 1. 5. Bank Indonesia Bank Bukopin Bank Central Asia (BCA) Bank Mandiri Bank Negara Indonesia (BNI) Bank Niaga Bank Rakyat Indonesia (BRI) V. 10. Gema PKM Indonesia Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Koperasi Annisa Muslimat NU Kemitraan bagi Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) PT Ukabima 9 Lembaga Penelitian SMERU. 5. 8. 6. 3. 4. Bahana Artha Ventura Koperasi Bina Masyarakat Mandiri PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) PT ISM Bogasari Flour Mills Pertamina PT Pos Indonesia (Persero) PT Pupuk Kaltim Tbk PT Sucofindo PT Unilever Indonesia IV. 5. 2. 8. 2. 2. Kelompok Lembaga Lain 1. Kelompok Perusahaan PT Astra International Tbk PT. 7. 7. 4. 4. 4. 6. 3.III. 3. 5. Kelompok Lembaga Perbankan 1. Desember 2003 . 6.

Desember 2003 .PETA UPAYA PENGUATAN USAHA MIKRO/KECIL 10 Lembaga Penelitian SMERU.

Pelaporan . program).Mitra memperoleh kredit hanya pada dua tahun pertama . BMM. PKK Seluruh Indonesia . . Yayasan Mitra Usaha.Pembinaan Tahun BKKBN.Pembinaan .Tidak fokusnya tenaga lapangan teknis dalam membina anggota dan kelompok UPPKS Potensi Berpotensi untuk melihat kemampuan dan menggugah minat kaum ibu untuk berusaha sehingga menjadi kelompok usaha yang mandiri Tahun 1996 Seluruh Keluarga Pra – Januari Indonesia Sejahtera dan 2003. Masalah . Perbarindo.Tidak tersedia dana dampingan untuk pembinaan. 1997– Juni Kementerian 2002 Kop & UKM.Kelompok UPPKS/kelompok lain yang bermitra dengan pengusaha UKM atau koperasi . tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .Pemberian modal .Pemberian kredit . BNI.Pemantauan . Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Program sudah selesai. terutama tenaga teknis lapangan yang dirangkap PLKB.Pengusaha UKM atau koperasi yang bermitra dengan kelompok UPPKS/kelompok lain Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I yang tergabung dalam UPPKS Sudah selesai Mendorong anggota UPPKS mengaktualisasikan diri lebih lanjut dalam kegiatan usaha mikro melalu program kemitraan dengan modal yang lebih besar daripada modal Kukesra 1. 2. Mendorong anggota UPPKS menjadi usahawan yang mandiri dan profesional serta siap mendapatkan kredit komersial dari perbankan sekaligus menjadi teladan bagi anggota yang lain.2003 Kelompok Instansi Pemerintah No. Koperasi 2003.2 Kredit Pengembangan Kemitraan Usaha (KPKU) . BNI .Pemberian pinjaman BKKBN Keluarga Sejahtera modal secara (executing (Kukesra) bertahap. .Pendampingan . Depdagri (PMD).SDM kurang profesional.1 Kredit Usaha .Perebutan kepentingan dengan pemda karena alasan ketidakfokusan program KPKU dengan pola mitra. sehingga dibentuk pola KPTTG (Kredit Pengembangan Teknologi Tepat Guna) tahun 1997 . Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 1.Evaluasi Tahun 2001 8 provinsi BKKBN. (seluruh desa Sejahtera I non-IDT) 1.Penyuluhan dan dan PT Pos bimbingan kepada (penyalur) kelompok.Mata rantai yang panjang menjadi kendala dalam pelaksanaan teknis (pengucuran dan . Depperindag. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  Lembaga Penelitian SMERU.Tunggakan yang masih besar hingga saat ini . BPR Swadharma) Program sudah selesai. – Januari LKM/LPSM (YDBP. tapi pembayaran pinjaman dan tunggakan masih berjalan. Deptan (Diklat P4K). BRI.3 Kukesra Mandiri . Desember 2003 . Yayasan Siti Khadijah. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. BNI. .

1 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan dan Pemanfaatan Iptek di Daerah (PKPID).NTB (Kota 1999 Mataram) Petani tambak udang Selesai 2. Tahun 1998. Dit.I Industri kecil dan rumah tangga 1999 Yogyakarta (Kab. Dit.Jawa Tengah Petani cabai (Kab.1 Budidaya Udang di Lahan Berpasir Diseminasi teknologi BPPT.1.Teknologi Budidaya Pertanian BPPT.1.No. menengah dan koperasi (UKMK) Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Lihat masing-masing kegiatan Potensi Lihat masing-masing kegiatan 2.D. Dit.1.4 Tempe Skala Industri Kecil dan Rumah Tangga Diseminasi teknologi BPPT.2 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Rumput Laut Udang Galah bagi Petani Sawah Diseminasi teknologi Nelayan Selesai 2.Tahun 1998.Jawa Tengah Usaha kecil/koperasi Selesai 1999 (Semarang) UPT LSDE 2.Jawa Timur ( 1999 Kab. Gunung Kidul) Selesai 2.1.3 BPPT.1. Bio Industri Tahun 1998. Program Diseminasi Teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1998 . Kulonprogo) Petani sawah Selesai 2. KPPTPW Tahun 1998.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Usaha kecil (termasuk mikro). Brebes) Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Selesai  Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .1.D. KKE. Dit.5 Teknologi Pembuatan Briket Batubara untuk Usaha Kecil/Koperasi Pembuatan Alat Pengering Cabe Skala Kecil Diseminasi teknologi BPPT. KPPT2 Tahun 1998. Dit. Dit. Lamongan) Tahun 1998. 2.6 Pembuatan peralatan BPPT.I 1999 Yogyakarta (Kab.

Koperasi Tamyamsang./Kota Tegal) Tahun1999.7 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Pembuatan peralatan BPPT. Sukabumi). 1999 Yogyakarta (Kab.11 BPPT.10 Pemanfaatan Bahan Diseminasi teknologi Galian untuk Penjernih Minyak dan Bahan Kerajinan Paket Informasi Diseminasi teknologi Teknologi Pengecoran Logam Industri kerajinan Tahun 1998. . 2. Kebijakan Teknologi untuk Pengembangan Wilayah Petani tambak udang Sudah . Dit.1.D. Peralatan Pengolah AgroIndustri Gambir Penerapan Teknologi Besi Cor Nodular Diseminasi teknologi Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1998.No. Desember 2003 .Waktu kegiatan dilaksanakan . Klaten) logam Teknologi Proses 1999 dan Rekayasa Tahun 1998.Ketersediaan bahan oleh para petani tambak udang. ! Lembaga Penelitian SMERU.II Lamongan. (Kab. . Dit. dan Pemda Tk.12 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Aklimatisasi terhadap Benur untuk Menunjang Budidaya Udang Windu pada Sawah Tambak BPPT.1.1. Dit.1.Jawa Tengah Usaha pengecoran BPPT. Teknologi Proses 1999 Bandung) dan Rekayasa BPPT.1.Jawa Barat logam 1999 (Kab.1.Jawa Timur 2000 (Lamongan) Selesai 2.Jawa Barat BPPT.8 Tahun 1998.9 Packaging Pasca Diseminasi teknologi Panen Sayur Mayur Selesai 2. (Kab.I.Kabupaten Lamongan memiliki sawah tambak yang luas. KPPUD Selesai 2. Dit.Harga udang terus membaik. Dit. Teknologi Agro Industri Petani sayur mayur Selesai 2.Riau (Koto Petani gambir 1999 Kari dan Taluk Kuatan) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Gunung Kidul) Usaha pengecoran Tahun 1998.Kesiapan petugas lapangan dan diteruskan . Dit. Jawa Tengah (Kab.

Disain dan pembuatan peralatan pengolah plastik bekas .Pemda Kab. Dit. SukabumiKec.13 Nama Upaya Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Ekoefisiensi Penanganan Plastik Bekas di Bekasi Jenis Kegiatan .Jawa Barat 2000 (Kab. dan Pemda Sudah dilaksanakan dan dikelola oleh Kelompok Pondok Pesantren Imaratul Masajid. masyarakat.Diseminasi teknologi Teknologi Pertanian . dan pengolahan agar-agar Tahun 1999.Kab.Jawa Barat BPPT.No.15 Penerapan . Sebagian besar tambak dimiliki penduduk Jakarta sehingga agak sulit menentukan tambak yang dimiliki petani berpenghasilan rendah dan memerlukan bantuan Potensi Bekasi merupakan tempat tinggal sebagian pekerja Jakarta. -Pendekatan terhadap penduduk sekitar lokasi pengolahan dan pengurusan perizinan.Pembinaan dan pendampingan . Pasokan setempat sering tidak mencukupi dan harus didatangkan dari luar Serang Mengali semua potensi yang ada untuk dipadukan secara optimal dengan mengacu pada peningkatan produktivitas dan kualitas produksi.Diseminasi teknologi budidaya rumput laut.Serang) Kebijaksanaan dan Pemasyarakatan Teknologi Selesai . " Lembaga Penelitian SMERU. 2. Teknologi Budidaya Pertaian Tahun 1999. sehingga menghasilkan sampah plastik yang cukup banyak.1. Dit. Kedelai. serta sesuai dengan situasi pasar dan kondisi lingkungan setempat.Banten Petani/nelayan BPPT. Desember 2003 . 2000 (Kab. Serang terkenal dengan sate bandengnya.Serang menjadikan rumput laut sebagai produk ekspor unggulan . Masalah -Sulit menentukan bengkel pembuat yang baik. 2.Baros) Pesantren. pembuatan komponen dan perakitan alat membutuhkan waktu cukup lama.1.Keterbatasan waktu tenaga kerja setempat memperlambat proses penanaman . -Proses pencarian bahan.Keterbatasan dana sehingga model “pertanian terpadu “ tidak dapat diterapkan pada tempat/pondok pesantren lain.Lokasi kurang air pada musim kemarau dan sistem pengairan kurang menunjang kegiatan sehingga harus menunggu musim hujan. ikan bandeng. (Bekasi) Dit. .Kebijaksanaa 2000 n Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah Sasaran Usaha pengolahan plastik Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan saat ini dikelola oleh Koperasi Hijau.Pelatihan Terpadu (Ayam. Sapi. dengan biaya yang sesuai.Pelatihan tentang teknologi dan pengembangan bisnis Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.14 Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut di Kabupaten Serang . Pesantren Hayatan Thayyibah . 2.1. Jagung Hibrida) untuk Meningkatkan Usaha Tani Desa Pesantren di Jabotabek BPPT.

1. Garut.18 Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Produksi Susu Steril di Pangalengan. Jawa Barat.Bantuan peralatan Peternak Tahun 1999.Jawa Barat 2000 (Kab.Membantu penguasaan teknologi produksi susu steril .Kepulauan 2000 BangkaBelitung ( Kab.1. Dit. pada tahap pemasangan.Perancangan dan BPPT. Jawa Barat . . Belitung) Sasaran Nelayan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.16 Nama Upaya Jenis Kegiatan Upaya Peningkatan Diseminasi teknologi Produktivitas Budidaya Ikan Kerapu Ekspor dalam Keramba Jaring Apung Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999. # Lembaga Penelitian SMERU.Perancangan dan BPPT.Pelatihan Bioindustri .Pelatihan Bioindustri . 2. BandungPangalengan) .Jawa Barat Pengrajin 2000 (Garut).Dana untuk membuat susu steril tidak mencukupi sehingga pengolahan ini hanya sampai menghasilkan susu pasteurisasi Pengembangan teknologi penyamakan kulit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM pengrajin kulit dan membuka kesempatan kerja baru. Sudah selesai dan diteruskan oleh pengrajin penyamakan kulit di Sukaregang.17 Paket Peralatan Penyamak Kulit dan Bahan Penyamak kulit Ramah Lingkungan untuk Industri Kecil . mendapatkan penghasilan tambahan dan membuka kesempatan kerja baru. Jawa penyamakan kulit Timur industri kecil (Ponorogo).Beberapa peralatan laboratorium mengalami kerusakan. Desember 2003 .1.Terjadi kerusakan perangkat peralatan penyamakan kulit di UPTKulit Sukaregang Garut.No. pembuatan peralatan Teknologi .Peralatan menggunakan teknologi sederhana dan tidak membutuhkan banyak tempat. Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) .Meningkatkan kemampuan produsen susu/peternak dalam mengembangkan usaha. .Dalam tahap percobaan terjadi masalah pada alat pasteurisasi sehingga dilakukan perbaikan atau modifikasi peralatan. . 2. pembuatan peralatan Teknologi .Bantuan peralatan Tahun 1999. Dit. .

Boyolali) Boyolali. pengrajin Selayar) Sudah selesai dan selanjutnya dikelola oleh Koperasi Tani Maju Mandiri . lahan perairan pantai 64 hektar.No. Boyolali dan sekitarnya cukup besar. Masalah . koperasi) yang siap dijadikan mitra 2.1.Keterbatasan dalam menerima informasi teknis operasional kegiatan .Pelatihan Agroindustri .Perancangan dan BPPT. Memiliki SDA perikanan (teripang) potensial: 12 desa . Dit.Kondisi infrastruktur dan geografi tidak mendukung sehingga transportasi menjadi kendala utama . Desember 2003 .1.Bantuan peralatan Nelayan dan Tahun 1999. II Kab. Belum ada hambatan teknis.Alat yang tersedia harus dimodifikasi .21 Penerapan Teknologi Pasca Panen Teripang di Kabupaten Selayar. 2. pembuatan peralatan Teknologi .Keadaan faktual di lokasi tidak selalu sesuai dengan rencana Tidak ada 2. 2000 Yogyakarta Sasaran Status Saat Ini Kelompok tani wanita Sudah selesai di D.Pelatihan Agroindustri .l.Perancangan dan BPPT. Dit. pembuatan peralatan Teknologi . .Indonesia mengekspor biji jarak kering dan masih mengimpor minyak jarak untuk memenuhi kebutuhan lokal. dan lembaga profesi (a. Dit.Muara Enim) Petani dan masyarkat Sudah selesai dan diteruskan oleh Koperasi "Selawi Jaya" Tersedia lahan luas yang subur sepanjang pegunungan Bukit Barisan.20 Penerapan Teknologi Ekstraksi Minyak Jarak di Kabupaten Boyolali.I. 2. . Dit.350 KK nelayan teripang tradisional. Jawa Tengah .Sulawesi 2000 Selatan (Kab. Namun dalam pengembangannya diperlukan alih teknologi dan pelatihan untuk petani jarak atau koperasi pengolah biji jarak agar dapat mandiri. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 1999.D. pembuatan peralatan Teknologi .Waktu pelaksanaan kegiatan sangat singkat terutama akibat tertundanya pencairan dana.1.5 kecamatan. dan belum dibudidayakan secara itensif $ Lembaga Penelitian SMERU. 2000 (Kab.Jawa Tengah Pemda Tk. Yogyakarta dan diteruskan oleh pemda setempat saat ini sudah sampai ke kelompok tani.19 Nama Upaya Penerapan Teknologi Pasca Panen RempahRempah Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.1.Tertundanya pencairan dana menyebabkan kegiatan tidak segera dilaksanakan Potensi Industri pengolahan di Yogyakarta mempunyai potensi untuk berkembang karena Yogyakarta merupakan daerah pemasaran /penampung dan distribusi produkproduk pertanian dari berbagai daerah disekitarnya .22 Penerapan Teknologi Proses Minyak Atsiri (Nilam) untuk Usaha Kecil di Muara Enim .I.Perancangan dan BPPT. Sulawesi Selatan .Bantuan peralatan Tahun 1999. BIPP dan koperasi/pengolah biji jarak Sudah selesai dan kini dikelola oleh Koperasi Serba Usaha Tiga Jaya.Sumatera 2000 Selatan (Kab.Pelatihan Agroindustri .Potensi tanaman jarak di Kab.Bantuan peralatan Tahun 1999. 1.

Teknologi Agroindustri BPPT.23 Nama Upaya Penerapan Teknologi untuk Pengolahan Kemiri di Kabupaten Soppeng.1.25 Penerapan Teknologi Proses Fermentasi dan Pengeringan Kakao Rakyat di Kabupaten Pinrang.Daerah setempat mempunyai angin lembah yang sangat kuat sehingga pergantian atap green house dilakukan 2 kali 2. Bali Jakarta menunjukkan peningkatan. .Pelatihan Agroindustri .Pelatihan .1.Bantuan peralatan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. .27 Pelatihan Kerja Santri tentang Sistem Tambak Ikan.Pelatihan .Pinrang) Sudah selesai Belum ada masalah atau saat ini dikelola hambatan yang berarti dan oleh Koperasi masih berjalan sesuai jadwal. tetapi pekerjaan secara keseluruhan tidak terhambat. 2.Perancangan dan BPPT. setempat. Desember 2003 . 2.Karang Asem) Petani dan masyarakat Sudah selesai dan diteruskan oleh Dinas Peternakan setempat .735 Ha dengan jumlah produksi sebanyak 534 ton/tahun 2.26 .1. 2. Sulsel Penerapan Teknologi Biofertilizer dan Pengeringan Hijauan Makanan Ternak untuk Peningkatan Produktivitas Pakan Ternak Sapi .Sulawesi Petani. Dit. NTT. . kompos) harus dikirim dari Karangasem. Potensi Tersedianya areal kemiri seluas 2. Tahun 1999. Sulawesi Selatan Penerapan Teknologi Pengolahan Mete Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Jenis Kegiatan Pelaksana .Lambatnya pembangunan sarana serta pengadaan barang karena terbatasnya peralatan teknik di lokasi dan ketrampilan tenaga kerja. Sumber Hasil Terdapat perkebunan kakao rakyat seluas 19.Beberapa bahan (seperti Populasi ternak sapi di Kab.1.Bali 2000 (Kab.Bantuan peralatan Tahun 1999.1. pembuatan peralatan Teknologi . dan CV Soppeng) Matahari Terbit Status Saat Ini Sudah selesai dan kini dikelola oleh "CV Matahari Terbit" Masalah Pada awal pekerjaan konstruksi muncul beberapa masalah. Ayam dan Pisang Pelatihan BPPT Tahun 1999.Pelatihan Agroindustri .DKI Jakarta.Perancangan dan BPPT.Sulawesi Petani dan masyarakat 2000 Selatan (Kab.Perancangan dan pembuatan peralatan . masyarakat 2000 Selatan (Kab. Sulsel dan Sultra sangat potensial untuk pengembangan kacang mete tapi pemanfaatannya masih rendah (mete diekspor dalam bentuk gelondongan) karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi pengolahan.Dana perjalanan terbatas sehingga alih teknologi serta bimbingan teknik pengolahan mete sulit dilaksanakan.Sulawesi 2000 Tenggara (Kab. Bekasi). pembuatan peralatan Teknologi .511 kg biji kering/ha/ tahun./Kota Kendari) Petani.289 ha dengan produktivitas 1.Bantuan peralatan BPPT. Banten (Tangerang) Guru–guru pesantren Selesai % Lembaga Penelitian SMERU. Pusat Pengkajian dan Penerapan Bioteknologi Industri dan Pertanian Tahun 1999. Dit. Dit. 2000 Jawa Barat (Bogor.Bantuan peralatan BPPT.No. masyarakat dan koperasi Sudah selesai dan saat ini diteruskan oleh koperasi setempat NTB.Perancangan dan pembuatan peralatan .24 .

Yogyakarta (Kab. Potensi tersebut dapat segera dikembangkan & Lembaga Penelitian SMERU.Perancangan dan BPPT. D.Madura & 2000 Jawa Timur Sasaran Pondok pesantren dan masyarakat peternak/petani Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Perbedaan sumber energi yang direncanakan (listrik) dengan yang biasa digunakan sasaran (bahan bakar cair) mengharuskan perubahan desain dan mempengaruhi bahan dan peralatan untuk membuat lemari Daerah Pelabuhan Ratu terkenal dengan komoditas perikanan dan mensuplai ke beberapa daerah. Teknologi Lemari pembuatan peralatan Teknologi Pengering Serba .No. Bandung dan bahkan sudah banyak yang diekspor. seperti Jakarta. Dit.1. Dit.31 Pembuatan dan Alih .Pelatihan Teknologi untuk . Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (TISDA) Tahun 1999.30 Diseminasi teknologi Penerapan Teknologi Budidaya Kepiting Bakau di Pertambakan dalam Upaya Pemberdayaan Petani Tambak BPPT Tahaun 1999-2000 Jawa Tengah Petani tambak (Kab.1.1. itik Purworejo) 2.Pengembangbiakan itik Tahun 1999. Demak) Selesai 2.1.Kalimantan 2000 Timur (Kota Balikpapan) Masyarakat dan Pemda Sudah selesai kini dilanjutkan oleh pemda setempat Masalah mobilisasi dan Pemerintah Kota demobilisai peralatan untuk Balikpapan memiliki potensi demo dan uji kaji di lapangan sumber daya alam yang belum termanfaatkan.Jawa Tengah Petani dan peternak Selesai 2000 (Kab.Pelatihan Transportasi Guna dan Alat Pengupas Singkong Tahun 1999. Bogor.28 Nama Upaya Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Fermentasi di Pondok Pesantren dan Industri Kecil Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Inditik (Integrasi Penanaman Padi dengan Pemeliharaan Itik) Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.29 .32 Penerapan .I.1. 2./Kota ikan dan Pemda Sukabumi). Gunung Kidul) Sudah selesai dilaksanakan dan diteruskan oleh Pemda dan kelompok pengolah ikan setempat.Jawa Barat Masyarakat pengolah 2000 (Kab. 2.Diseminasi teknologi Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis SDA di Kalimantan Timur BPPT.Budidaya pertanian BPPT . Desember 2003 .

Pelatihan dan Rekayasa . Dit. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Jawa Barat . sehingga mesin pengolah bambu dibuat secara terpisah.l. Dit.Ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat mengembangkan usaha industri kecil.Jawa Tengah Pengrajin dan BPPT. pembuatan bola yang berkembang sejak tahun 1990 2. Rencana membuat mesin pengolah bambu serba guna tidak terlaksana karena konstruksinya mengalami kendala dan pengoperasiannya sulit.33 Nama Upaya Pemberdayaan IKM Karet . Klaten) 2.Perancangan dan Tahun 1999.Majalengka Jawa Barat untuk Memproduksi Barang Teknik Karet Substitusi Impor Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999. ' Lembaga Penelitian SMERU.Bantuan peralatan Pengrajin dan Pemda Sudah selesai dilaksanakan dan kini dilanjutkan oleh kelompok pengrajin bambu di Desa Datarnangka.1.Bantuan peralatan Sudah dilaksanakan kini diteruskan oleh pemda setempat .Jawa Tengah Pengusaha genteng Selesai 2000 (Kab.Pelatihan Majalengka) dan Rekayasa . pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. Sukabumi kaya akan potensi wisata dan hutan bambu sehingga mesin pengolah bambu berpotensi mendukung kerajinan bambu rakyat.Pelatihan Sukabumi) dan Rekayasa . pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab. Tegal) Pemda .36 . menyerap hasil hutan bambu dan mendukung potensi wisata melalui produksi barang souvenir. Dit. .1.Menentukan jenis propeler . Jawa Barat . 2. Desember 2003 .35 Pengembangan Diseminasi teknologi Teknologi Proses di Sentra Industri Kecil Genteng Klaten Peningkatan Kemampuan Industri Logam KecilMenengah di Sentra IKM Tegal untuk Pembuatan Komponen Otomotif BPPT Tahun 1999. . a. 2.34 Pembuatan Mesin Pengolah Bambu untuk Usaha Kerajinan Rakyat di Sukabumi.Perancangan dan BPPT. dan saat ini dikelola oleh koperasi pengrajin bola Potensi Kabupten Majalengka memiliki berbagai industri yang menjadi sumber PAD.Bantuan peralatan Sasaran Koperasi pengrajin bola Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada.Perancangan dan Tahun 1999. (Kab.Jawa Barat BPPT.No.1.1.Mengubah kebiasaan pengrajin dalam menggunakan pasir sungai sebagai pasir cetak tanpa memperhatikan persyaratan .Pangsa pasar Tegal yang cukup memotivasi industri kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Perancangan dan BPPT. (Kab.Lokasinya jauh di pelosok.1.Perancangan dan Tahun 1999. masyarakat setempat. . (Kab. petani dan masyarakat dan Pemda Sudah selesai dan kini diteruskan oleh Karang Taruna.38 Rancang Bangun Alat Penggiling Cabe Kering Skala Industri Pedesaan Tahun 1999.Jawa Tengah Petani.Transportasi dan sarana telekomunikasi tidak memadai.Bantuan peralatan Karang Taruna Kelana Jaya. (Kab. pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 (Kab.Perancangan dan BPPT. dan Pemda setempat Sudah selesai kini dilanjutkan oleh Pemda. Desember 2003 . dan kini diteruskan oleh kelompok tani dan IKM di sekitar Cianjur.Pelatihan dan Rekayasa . masyarakat BPPT.Bantuan peralatan Sudah selesai kini dikelola oleh 2 KUD setempat Pada desain awal. Dit. Dit. petani. Garam merupakan produk unggulan Kab.Bantuan peralatan Status Saat Ini Masalah Sudah selesai Tidak ada hambatan.Perancangan dan BPPT.Jawa Barat Petani dan kelompok . dan masyarakat Kab. Cianjur Jawa Barat Potensi Kab.40 Rancang Bangun Peralatan Iodisasi Garam Rakyat di Kabupaten Pati. Pati) dan Pemda .Bantuan peralatan Terdapat beberapa masalah pada trial running mesin pencuci garam tetapi ditemukan solusinya. Dit.1. dan dikelola oleh Balai Benih Tani Makmur. petani. 2.39 Rancang Bangun Alat Pengolah Sabut Kelapa Skala Industri Kecil Tahun 1999. Dit.Pati dan tumpuan nasional.  Lembaga Penelitian SMERU. Resistensi masyarakat terhadap informasi luar lambat laun dapat diatasi sehingga dapat menerima peralatan menggantikan yang tradisional.37 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah Skala Industri Pedesaan di Kabupaten Cianjur.Pelatihan dan Rekayasa .Pelatihan dan Rekayasa .Cianjur merupakan sentra produksi padi di Jabar yang memasok sebagian besar kebutuhan padi daerah lain seperti DKI Jakarta dan sekitarnya. Pati 2. Cihea. 2.1.No. Jawa Barat Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. Kabupaten Brebes merupakan daerah pertanian dengan produk unggulan cabe merah dan bawang merah. Jawa Tengah . 2.Pelatihan dan Rekayasa .Jawa Barat .1. Brebes) masyarakat pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 pedesaan .Jawa Tengah Petani dan . roto mempunyai sirip penghancur (sudut 0) sehingga setiap selesai proses selalu terdapat sisa di dalam penggiling . Cianjur) tani pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Ciamis) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .

serta lokasinya tidak terlalu jauh.Bantuan peralatan Selatan) Nelayan Sudah selesai dan diteruskan oleh koperasi perikanan setempat Tidak ada 2. Malang Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan dikelola oleh kelompok “Tani Mulya”.44 .Bantuan peralatan Sasaran Kelompok tani "Tani Mulya.1.Perancangan dan Tahun 1999.Jawa Timur . (Kab.1. (Kab.Perancangan dan Tahun 1999.Bantuan peralatan Nelayan dan pemda Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh KUD dan pemda setempat.Jawa Barat BPPT. Dit. 2. Malang) pembuatan peralatan Teknologi Proses 2000 .Bantuan peralatan Garut merupakan sentra industri jagung utama di Jawa Barat. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab." Desa Ngroto.Pelatihan Lampung Mesin Industri . .42 Pemanfaatan Container Bekas untuk Teknologi Cold Storage dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Hasil Tangkapan Nelayan . dan Jawa Barat adalah daerah penghasil jagung terbesar ke empat di Indonesia.Perancangan dan BPPT.41 Nama Upaya Rancang Bangun Pusat Penanganan Pasca Panen (Packing House) Sayur Mayur di Pedesaan Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Tahun 1999.Pelatihan dan Rekayasa . pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 Lampung . Lampung merupakan salah satu lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis 2. Kecamatan Pujon.1. Potensi Kecamatan Pujon dapat dijadikan sebagai pelopor dan penggerak kegiatan agribisnis karena kesiapan dan kemampuan SDM.  Lembaga Penelitian SMERU. Garut) .43 Penerapan Teknologi Cool Box untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Tangkapan Nelayan Kecil Pengembangan Industri Pakan Ternak dari Tepung Bongkol Jagung Tahun 1999.Pelatihan Mesin Industri . Terjadi perubahan desain untuk memenuhi permintaan petani dan pemda di mana peralatan yang dikembangkan harus bersifat terpadu dan serbaguna. Dit.Teknologi yang terapkan dalam proyek ini tidak baru. pembuatan peralatan Tenologi Alat dan 2000 (Kab. Dit.Pelatihan Mesin Industri Selatan) .Lampung .Lampung Selatan merupakan lokasi penangkapan ikan yang sangat strategis . Dit. Desember 2003 .1. KUD dan pemda Sudah selesai dan diteruskan oleh KUD setempat Adanya perselisihan antara koperasi yang ditunjuk sebagai pengelola cool box (KUD Mina Jaya) dengan dinas teknis terkait (Dinas Perikanan). Petani. dan disesuaikan dengan lingkungan dan kemampuan SDM setempat 2.Lampung BPPT. .Perancangan dan BPPT.No. variasi sayuran yang ditanam.

Tabanan masyarakat :Pejaten) Tabanan.Perancangan dan pembuatan peralatan . Magetan.1.II yang terkait: Pati.1.Pelatihan .Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.Jawa Timur 2000 (Pasuruan) Industri kecil logam 2.364 ha tanaman ketela) 2. Potensi Daerah Pejaten merupakan sentra produk gerabah yang dapat dikembangkan menjadi sentra kerajinan keramik karena SDM-nya memiliki keterampilan yang cukup. Desember 2003 . kelompok tani dan KUD.Masyarakat tani masih sangat sukar diberi pengertian untuk memanfaatkan rancangan atau memproduksi sendiri peralatan . Daerah-daerah tersebut sangat potensial untuk dikembangkan karena mempunyai potensi pertanian yang bagus (mis. Unit 2000 (Kab. dan Tanggerang. Dengan adanya peralatan pertanian pasca panen diharapkan petani dapat meningkatkan hasil gabah keringnya. Bali Status Saat Ini Masalah Sudah Tidak ada dilaksanakan dan diserahkan ke CV.Jawa Barat 2000 (Sukabumi) Petani/kelompok tani Sudah dan Pemda dilaksanakan dan dilanjutkan oleh petani. 2.45 Nama Upaya Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselen Jenis Kegiatan . Keramik Pejaten.Bantuan peralatan Tahun 1999.46 Pemasyarakatan Mesin Pengiris Serba Guna (PSG) untuk Terciptanya Peningkatan Kegiatan Ekonomi Rakyat . di Pati terdapat 11. Brebes.47 Diseminasi teknologi Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Logam di Pasuruan Rancang Bangun Peralatan Pertanian Pasca Panen Portable untuk Tanaman Padi .Keterlambatan pelaksanaan .1.No.Perancangan dan pembuatan peralatan .48 BPPT. . Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Tahun 1999.Bali Pengrajin dan 2000 (Kab.Jawa Tengah Petani/pengrajin dan BPPT. Sukabumi sangat potensial pertaniannya.Krisis moneter mengakibatkan bahan dan peralatan mahal dan sulit diperoleh.Perancangan dan pembuatan peralatan .Bantuan peralatan BPPT Tahun 1999. Selesai 2. Lembaga Penelitian SMERU. Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselin Bali. Waktu Wilayah Sasaran Tahun 1999. Pati) Pemda Pati. Jawa Pelaksana Tengah Teknis Laboratorium Aero – Gasdinamika dan Getaran Tidak ada Sudah dilaksanakan kini dilanjutkan oleh para petani/pengrajin dan Pemda Tk.Pelatihan .1.Pelatihan .

Tidak seimbangnya dana penelitian dengan kebutuhan yang dihadapi . Kalimantan Barat dan Koperasi Karyawan Eka Mutiara Sari Pontianak. .Bantuan peralatan Pelaksana BPPT.Dari SKE tahun 1998.49 Nama Upaya Rancang Bangun Teknik Pandai Besi untuk Memproduksi Alat-alat Pertanian dan Disain Ergonomi Jenis Kegiatan .1. diharapkan semakin tergantikan oleh produk dan teknologi gambut. Unit Pelaksana Teknis – Laboratoria Uji Konstruksi Waktu Wilayah Tahun 1999. Dit. Jawa Tengah Di Temanggung terdapat industri kecil pengolah aki bekas yang melakukan kegiatan secara tradisional tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.No.Pelatihan dan pembinaan BPPT. Melalui kegiatan IPTEKDA industri ini dapat dijadikan contoh dan dapat diimplementasikan pada industri sejenis di daerah lain ! Lembaga Penelitian SMERU.Jawa Tengah Masyarakat dan 2000 (Kab. Desember 2003 . Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi – TPSA Tahun 1999.Kerjasama pemerintah dengan luar negeri belum ada . Dit. pengrajin Temanggung) Sudah dilaksanakan dan dilanjutkan oleh pengrajin pendaur ulang di Temanggung.Partisipasi dan minat membeli/memproduksi tungku/kompor dan briket gambut dan produk lainnya meningkat . Jawa Tengah Tahun 1999.08 kca/kk/hari.1.Pelatihan Lingkungan (Pb) dari Aki Bekas di Temanggung.Kalimantan 2000 Barat (Kab/Kota Pontianak) Sudah dilaksanakan dan diteruskan oleh Koperasi Pegawai Negeri Kanwil Dep. PU.Hambatan dalam sosialisasi penggunaan peralatan yang efisien dan efektif karena pengrajin khawatir akan meningkatnya biaya produksi.Jawa Barat 2000 Sasaran Pengarajin Status Saat Ini Sudah dilaksanakan dan terletak di belakang gedung UPT – LUK.Pelatihan .473.Kerjasama pemerintah dan swasta masih kurang . Masalah Tidak dijumpai hambatan yang berarti kecuali beberapa pandai besi yang diundang tidak hadir.Perancangan dan pembuatan peralatan . 2. Potensi Potensi industri kecil pandai besi sangat besar namun belum tergarap secara optimal bahkan mulai ditinggalkan karena pasar lebih menyukai produk impor . 2. Ulang Logam pembuatan peralatan Teknologi Timbal/Timah Hitam .Kualitas dan kuantitas SDM belum memadai .51 Teknologi Daur .Hasil penelitian dan literatur masih terbatas .50 Pembuatan dan Pemasyarakatan Briket dan Tungku Gambut untuk Rumah Tangga . 2.Belum memiliki laboratorium dan workshop sendiri .Diperlukan waktu yang cukup lama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup.1. .Perancangan dan BPPT. konsumsi energi (minyak tanah) rumah tangga di Kalbar 8.Pembuatan peralatan .

Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2000 Jawa Tengah Petani garam (Kab. GroboganLahan Pegaraman Jono) Tahun 2000 DIY (Kab.Pendampingan Teknologi dalam pengoperasian Bioindustri alat Selesai Teknologi ini membantu penciptaan produk baru yang memiliki prospek bisnis. Selesai Target produksi belum tercapai karena masalah pasokan bahan baku.1.tempe Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. .1.Pelatihan BPPT. Garut Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT Waktu Wilayah Tahun 1999.Pelatihan BPPT.Pelatihan dan sosialisasi BPPT.56 .1.Pembuatan peralatan .Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus Sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai usaha/bisnis 2.Pembuatan peralatan . Bantul) Perajin tahu tempe.Penerimaan masyarakat terhadap teknologi perlu penanganan khusus .Sasaran kegiatan tidak dapat dicapai sekaligus .No. SDM dan lain-lain dll 2. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Barat (Kab.55 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Evaporasi dan Kristalisasi untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Garam Perekayasaan Paket Peralatan dan Teknologi Produksi Nata de Soya BPPT.Teknologi yang diterapkan masih bersifat ujicoba .Jawa Barat 2000 (Kodya Bandung) Sasaran Usaha tahu .54 Penerapan Teknologi Fermentasi dan Formulasi Roti Pakan Sapi untuk Meningkatkan Kualitas Daging . Klungkung) Peternak sapi Selesai 2.52 Nama Upaya Teknologi Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Industri Tahu-Tempe Penerapan Teknologi Destilasi Minyak Akar Wangi di Kab. Dit. Dit. Garut) Petani penyuling minyak akar wangi Selesai . Dit. 2.1.Belum terasanya manfaat langsung bagi mitra pengguna . Desember 2003 . " Lembaga Penelitian SMERU.1.Belum jelasnya pola kerjasama dengan mitra kerja .53 . PPP-BIOTEK Tahun 2000 Bali (Kab.

Teknologi BioIndustri Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.1. 2. Dit.Pendampingan BPPT.1. Tuban) Nelayan Selesai Berpotensi untuk diterapkan . Banjarnegara) Selesai Kenaikan harga LPG saat kegiatan hampir selesai mengurangi nilai tambah tungku berbahan bakar gas dibandingkan tungku minyak tanah yang selama ini dipakai pengrajin.60 Pembuatan dan Pemasyarakatan Tungku Berbahan Bakar Gas untuk Industri Kerajinan Keramik .58 BPPT.Pendampingan BPPT.57 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan Pelatihan Teknologi Pembuatan Kecap Ikan Secara Enzimatik Terkendali untuk Industri Skala Menengah dan Rumah Tangga Penerapan Pelatihan Teknologi Pengeringan Bebas Lalat Pelaksana BPPT. Pemasyarakatan tungku berbahan bakar gas perlu ditingkatkan dengan membuat kajian teknoekonomi.Pengadaan bibit sapi .1.Kurang memperhitungkan skala penerapan dan respon masyarakat yang terbiasa menggunakan formalin Kesulitan mendapatkan lactogrand Masyarakat banyak yang ingin terlibat dalam kegiatan dan turut menerapkannya 2. Teknologi Agroindustri Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Teknologi masih bersifat percobaan .1. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin keramik (Kab.Pelaksanaan tidak dalam skala kecil mencapai sasaran .Pembuatan tungku berbahan bakar gas . # Lembaga Penelitian SMERU. Boyolali) Selesai 2. Dit. Desember 2003 . Dit. industri rumah tangga dan industri menengah Masalah Potensi Diperlukan upaya pemasaran Sangat prospektif untuk karena produk ini relatif baru dikembangkan sebagai dan belum banyak dikenal usaha/bisnis masyarakat.Pembentukan kelompok tani .59 Penerapan Teknologi Penggemukan Sapi dengan Menggunakan Pakan Ternak Organik Lactogrand dan Lactomin … . 2. Teknologi Budidaya Pertanian Tahun 2000 Jawa Tengah Peternak sapi (Kab. Dit.Pembuatan kandang sapi koloni .No. Tuban) Sasaran Status Saat Ini Perajin (petani Selesai nelayan) tradisional.

Pelatihan Strategi . Dit.62 .Bantuan teknis dan konsultasi Tahun 2000 Sulawesi Masyarakat BPPT. 2. Desember 2003 .Pelatihan . Banyumas . Dit.Sasaran kegiatan belum tercapai .Pelatihan Pelaksana BPPT.Pembuatan peralatan pemroses sirlak untuk industri politur . Teknologi Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Jawa Barat Industri kecil (Kab.Bantuan suplemen Alumino Silikat untuk dan pakan ternak Industri Pertanian . tidak terlihat konsep keterpaduan antara budidaya sapi dengan jagung karena tempatnya yang berjauhan dan tidak ada teknologi yang baru atau punya nilai tambah 2.Jawa Timur: Pesantren dan 2003 (Kab.64 Penerapan Teknologi Budidaya Jagung dan Sapi Perah Terpadu di Jombang dan Penerapan Bioteknologi untuk Produksi Kelapa dan Sari Kelapa di Kab.1. Sinjai) Kebijaksanaan Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi 2. Dit. Banyumas ) Masih berlangsung (sampai akhir 2003) .63 2.1.61 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Mineral .1.1.Teknologi vacuum frying yang dikembangkan dan diterapkan bukan milik BPPT melainkan milik lembaga swasta Tahun 2000 .Pendampingan BPPT. Cirebon) penghasil politur Selesai Pengoperasian alat belum berjalan karena supply bahan baku dari Perhutani belum berjalan.Jombang masyarakat ) Jawa Tengah (Kab. $ Lembaga Penelitian SMERU. Pasuruan) Koperasi (KPSP) “Setia Kawan” Selesai .Aspek kemitraan sebagai tindak lanjut belum digarap dengan jelas Selesai Target dan sasaran belum tercapai karena keterlambatan jadwal akibat adanya perubahan desain alat untuk mencari harga yang lebih murah Potensi 2.1. Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Barat Petani peternak (Kab. Selatan (Kab.Manfafat teknologi di masyarakat belum dibuktikan secara ilmiah .Untuk kegiatan pertanian terpadu. Biro Umum Tahun 2000 Jawa Timur (Kab. Ciamis) Status Saat Ini Masalah Selesai .Perguliran dana (awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT.Pembuatan mesin penggorengan vacuum kripik dan buah-buahan .65 Pemanfaatan Teknologi Rancang Bangun pada Peralatan Pemroses Sirlac .Pendampingan Pemanfaatan Rumput Laut Melalui Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Gracilaria sp Menjadi Agar-Agar Peningkatan Kemampuan TeknoBisnis dalam Pengembangan Produk Unggulan Koperasi . Dit.No.

69 Penerapan Pelatihan Teknologi Perlakuan Panas di Sentra Industri Pengecoran Logam Ceper Klaten BPPT.68 .67 Penerapan Alat Deteksi Ikan dalam Rangka Pra dan Penangkapan Ikan Terpadu Pembuatan dan Pengembangan Teknologi Proses Produksi Pengolahan Kayu Karet (Sawn Timber ) Skala Industri Rakyat dan Berkualitas Ekspor . Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin (Kab.Pendampingan BPPT. Teknologi Transportasi Tahun 2000 Jawa Tengah (Kab.70 Pengembangan Bahan Baku Dasar Penunjang Industri Perikanan . Potensi 2. Teknologi . Dit.Pelatihan di Koperasi Pengusaha Industri Kecil Suku Cadang Mesin Bandung Pelaksana BPPT.1. alat deteksi ikan (ADI) Dit. Padalarang) Industri kecil menengah dan masyarakat desa Selesai .Pemberian bantuan BPPT.Pelatihan Alat dan Mesin Industri Tahun 2000 Lampung Nelayan kecil di bawah binaan KUD Mina Jaya Selesai Peralatan teknologi kunci (fish finder .Penerapan teknologi belum selesai. karena peralatan yang dibangun belum berfungsi secara optimal akibat tidak adanya sistem alat pengontrol .Pelatihan .Bantuan sarana dan Teknologi Proses prasarana Pembuatan Kompon . Dit. Klaten) pengecoran logam Selesai 2.Rekayasa dan rancang bangun peralatan . Desember 2003 .1.Dana tidak cukup sehingga peralatan yang menentukan kualitas produk tidak dapat dibeli Koperasi yang bermitra belum memberikan kontribusi yang lebih besar Penerapan teknologi memberikan manfaat dan peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh IKM 2. GPS dan transducer ) masih impor 2.1.1. 2. Rembang) Selesai % Lembaga Penelitian SMERU.1. Dit.Pendampingan BPPT.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Penerapan . Teknologi Proses dan Rekayasa Waktu Wilayah Tahun 2000 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Pengusaha industri kecil suku cadang mesin Status Saat Ini Masalah Selesai Teknologi/formula yang dikembangkan masih didasarkan pada teknologi kompon di pasaran yang sangat beresiko.No. Teknologi Proses dan Rekayasa Tahun 2000 Jawa Barat (Kab. Dit.

Pelatihan .Pembuatan tungku kokas dan pengujian .1. aspek teknis tidak dikuasai.1. budidaya sapi dan ikan patin belum tercapai.Pelatihan . Sidoarjo) Pengusaha air minum skala kecil Selesai Memberikan prospek bisnis yang baik 2. dan masih bersifat coba-coba.71 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pembuat Bubuk Tempurung Kelapa sebagai Bahan Baku Pembuatan Obat Nyamuk Jenis Kegiatan .Bantuan alat pengolahan air siap minum .Pemasaran produk bubuk kelapa harus dijamin sehingga mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan hanya dibuat arang aktif Selesai Kegiatan mengalami keterlambatan karena perencanaan yang kurang baik.Pola kemitraan belum disepakati .72 Rancang Bangun Mesin Press (Packaging ) Kapuk sebagai Komoditi Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Air Siap Minum Skala Industri Kecil Aplikasi Teknologi Silase Limbah Hasil Pertanian Tanaman Pangan untuk Pakan Ternak pada Pengembangan Sapi Potong dan Ikan Patin Secara Terpadu Rancang Bangun Krusibel untuk Peleburan Logam Skala Industri Kecil .74 BPPT. 2.1. Memberikan inovasi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha bisnis.Pendampingan BPPT. Dit. Dit.No. Desember 2003 . ./Kota Bandung) Industri kecil pengecoran logam Selesai Aspek kemitraan untuk memanfaatkan peluang bisnis masih belum jelas. Potensi 2.75 . karena belum pernah dibuat sebelumnya . karena ada perubahan alokasi anggaran untuk ikan patin ke produksi selulosa.1.Sarana produksi air belum diserahterimakan pengelolaannya Konsep keterpaduan antara selulosa.Penelitian . Teknologi Lingkungan Tahun 2000 .Jawa Timur Peternak sapi dan 2003 (Kab.Rancang bangun mesin press (packaging ) . Dit./Kota Semarang) Status Saat Ini Masalah Selesai .Perguliran dana (mulai awal tahun 2001 s/d akhir tahun 2003) BPPT. & Lembaga Penelitian SMERU. UPT-LUK Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2000 Jawa Tengah Petani (Kab.Pendampingan BPPT.Daya tahan mesin belum diketahui. ikan patin Tulungagung Pondok Pesantren Yayasan AlHusna ) Masih berjalan sampai akhir 2003 2.Pendampingan Pelaksana BPPT. Teknologi Material Tahun 2000 Jawa Barat (Kab. Teknologi Lingkungan Tahun 2000 Jawa Timur (Kab.Pelatihan .Pembuatan alat pembuat bubuk tempurung kelapa . Pati) 2.1. UPT-LAGG Tahun 2000 Jawa Tengah Pengusaha kapuk (Kab.73 .

harga makin rendah serta mutu meningkat.No.76 2. Teknologi Proses dan Rekayasa Selesai ' Lembaga Penelitian SMERU. Bengkalis) Produsen kopra Selesai 2. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau (Kab. .Pembuatan alat .81 Tahun 2001 Lampung BPPT.Bantuan peralatan .Pembangunan gudang penampung .1. riset dan pengembangan perlu terus dilanjutkan agar kapasitas meningkat.Pelatihan BPPT. Desember 2003 . tapioka Temanggung) Selesai 2. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Riau ( Kab. Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Tahun 2001 Sulawesi Selatan Petani tambak Selesai 2.1.80 BPPT.1.79 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pembuatan Briket Arang Tempurung Kelapa di Sentra Perkebunan Kelapa Rakyat Penerapan Diseminasi teknologi Pendorong Air Berbaling-Baling untuk Pemberdayaan Petani Tambak Rancang Bangun Diseminasi teknologi Alat Pengolah Serat Alam Limbah Pabrik Kelapa Sawit BPPT.78 Peningkatan Produksi dan Mutu Kopra Rakyat dengan Pengering Berbahan Bakar Arang Tempurung Kelapa Diseminasi teknologi BPPT.1. Dit.Pendampingan Pelaksana BPPT UPT-PSTKP Waktu Wilayah Tahun 2000 Bali (Kota DenpasarDesa Benoh) Sasaran Pengrajin keramik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Program ini dapat dilanjutkan melalui kerjasama dengan Sucofindo seperti dilakukan di tempat lain Alat ini perlu disosialisasikan ke masyarakat di lokasi lain yang membutuhkan. DenpasarBali Penerapan Alat Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Rumah Tangga Jenis Kegiatan . Selain itu.1. UPT-LSDE Tahun 2000 Jawa Tengah Pengrajin tepung (Kab. Petani kelapa Indragiri Hilir) Selesai 2.77 Nama Upaya Peningkatan Teknologi Proses dan Kualitas Keramik dari Desa Benoh. Dit. Dit. Dit.Bantuan teknis dan konsultasi . 2.1.

Teknologi Material Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin tembaga ( Kab. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2.1.No. Teknologi Lingkungan Tahun 2001 Jawa Barat Selesai 2. UPT Laboratorium Uji Konstruksi Selesai 2. Dit.1.84 Pemanfaatan Botol Plastik Bekas dan Limbah Kayu Gergajian untuk Pembuatan Papan Partikel Diseminasi teknologi Tahun 2001 Jawa Tengah BPPT. Bogor Desa Lawang Gintung) Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 . Dit. Dit.1. Teknologi Informasi dan Elektronika BPPT. Teknologi Proses Sidrap) dan Rekayasa Selesai 2.87 BPPT. Dit.82 Nama Upaya Rancang Bangun Alat Pengering Gabah dengan Bahan Sekam Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Sulawesi Petani BPPT.1.83 Penerapan Rancang Diseminasi teknologi Bangun Alat Proses Produksi Briket Arang Serbuk Gergajian Tahun 2001 Sulawesi BPPT.1. Selatan ( Kab. Ponorogo) Selesai 2.86 BPPT. Teknologi Farmasi dan Medika Tahun 2001 Jawa Timur (Kab. Boyolali ukir .85 Diseminasi teknologi Teknologi Pemanfaatan Lumpur Limbah Pabrik Pulp sebagai Bahan Bangunan Peningkatan Mutu Diseminasi teknologi dan Produktivitas Industri Kecil Kerajinan Tembaga Ukir Pengembangan Diseminasi teknologi Pasar Produk Agrobisnis Melalui Teknologi Informasi Proses Pembuatan Diseminasi teknologi Bubur Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Bahan Baku Obat Alami BPPT. Selatan ( Kab.1. Dit.88 Tahun 2001 Jawa Barat ( Kab. Dit.1. 2.Cepono) Selesai 2.

93 Diseminasi teknologi Pengembangan Teknologi Proses Produksi Tapioka Rakyat dan Pengolahan Limbah Secara Terpadu Pemberdayaan IKM Diseminasi teknologi di Sentra Industri Melalui Pengembangan Collective Cybermarketing Implementasi Diseminasi teknologi Pengering Tepung Tapioka Hemat Energi pada Industri Tepung Tapioka Rakyat BPPT. Dit.89 Nama Upaya Penerapan Teknologi Industri Pengolahan Kopi Rakyat Penerapan Teknologi Produksi Chips dengan Vacuum Frying Penerapan Teknologi Dry Klin Skala Industri Rakyat dengan Kualitas Ekspor Pemasyarakatan Teknologi Pengolahan Sagu Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT.95 Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.No. Tegal.1.I Yogyakarta Selesai 2. Teknologi Agroindustri BPPT. Temanggung) Selesai 2. UPTLSDE Tahun 2001 Jawa Timur Industri kecil dan (Kab. Kampar) Selesai 2. Teknologi Agroindustri Waktu Wilayah Tahun 2001 Sumatera Selatan Sasaran Pondok Pesantren Darul Muttaqien Desa Tanjung Menang Produsen keripik Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Dit. UPT EPG Tahun 2001 Jawa Tengah Produsen tapioka ( Kab. Klaten) Tahun 2001 Lampung ( Industri tepung Kab. Lampung tapioka rakyat Tengah) Selesai 2. 2.92 Diseminasi teknologi BPPT. Teknologi Agroindustri Tahun 2001 Riau ( Kab. menengah Sidoarjo). Dit.1. Desember 2003 . Jawa Tengah (Kab.91 Diseminasi teknologi BPPT. Dit.1.90 Diseminasi teknologi Tahun 2001 D.1. Kebijaksanaan Pengembangan dan Penerapan Teknologi Unggulan Daerah BPPT. Kendari) Selesai 2.94 BPPT. Dit.1.1.1. Teknologi Agroindustri Petani sagu Tahun 2001 Sulawesi Tenggara ( Kab.

Tuban) Peternak unggas dan Selesai ikan lele 2.98 Diseminasi teknologi Aplikasi Teknologi Peralatan Penunjang Produksi pada Ladang Garam Sistem Semi Intensif BPPT.97 BPPT.100 Pelatihan Pelatihan Manajemen Produksi dan Teknologi Pembuatan Pakan Tambak dari Bahan Baku Lokal BPPT.96 Nama Upaya Jenis Kegiatan Aplikasi Teknologi Diseminasi teknologi Kelautan dalam Menunjang Manajemen Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Diseminasi teknologi Peningkatan Produktivitas Lahan Melalui Produksi Bibit Unggul Unggas. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Petani tambak/ Produsen pakan tambak Selesai ! Lembaga Penelitian SMERU.1. UPT-Balai Tahun 2001 Jawa Barat Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika Pengrajin propeller konvensional Selesai 2.1. Dit.1.1. UPT Baruna Jaya Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Banten ( Kab.99 Pembuatan Alat Penyeimbang Propeller untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pengrajin Propeller Konvensional Diseminasi teknologi BPPT. Dit. Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Kawasan Tahun 2001 Jawa Timur (Kab.No. 2.1. Nelayan Serang) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. Ikan Lele dan Pelatihan untuk Mendukung Pemasyarakatan Teknologi BioCyclofarming Pelaksana BPPT. Teknologi Transportasi Tahun 2001 DKI Jakarta Petani garam Selesai 2. Desember 2003 .

Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Tengah Pengrajin (Tegal) pengecoran logam Selesai .Kendala musim kemarau. .Perguruan tinggi lebih berperan sebagai perantara .1. Kec. Desember 2003 . P3TA pembuatan peralatan (Direktorat) . Lubuk Raman. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan 2.Pembuatan peralatan . Muara Enim Belum tersedia sumber air baku (belum adanya sumur yang seharusnya dibuat oleh pemda) .No.1.105 Penerapan Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri di Muara Enim 2.Bantuan teknis penggunaan alat KUD “Berkas”. Muara Enim) Rambang Dangku. Desa Selesai Tahun 2002 Sumatera (8 bulan) Selatan (Kab.1.104 Aplikasi Biofertilizer Mikroriza Arbuskular dan Probiotik untuk Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah BPPT.1.Manfaat teknlologi di masyarakat belum terlihat !! Lembaga Penelitian SMERU.101 Pelatihan Pembuatan Kompon dan Barang Karet untuk Industri Kecil 2. Balai Pengkajian Bioteknologi (Direktorat) Tahun 2002 Bali (Nusa (8 bulan) Penida) Peternak Selesai . Kab.1.106 Unit Pengelolaan Pasca Panen Hasil Laut dengan Teknologi Konservasi Energi Matahari di Pulau Sumbawa .Pelatihan BPPT.102 Pelatihan Penggunaan Teknologi Fish Finder untuk Nelayan Ikan 2. UPTLSDE (Direktorat) Tahun 2002 NTB (Kab (8 bulan) Sumbawa) Koperasi "Mina Cahaya" Selesai .Diskusi dengan pakar .Pembuatan sarana dan prasarana BPPT.Aplikasi di “green house” kemungkinan berhasil cukup tinggi tetapi butuh waktu yang lama 2.Disain dan BPPT.103 Pelatihan Pengembangan Usaha Pengecoran Logam 2. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Timur Nelayan Selesai Pelatihan BPPT.Peran masyarakat selaku pengguna dirasakan kurang .1. Pusdiklat Tahun 2001 Jawa Barat (Bandung) Sasaran Produsen kompon dan barang karet Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi BPPT.Studi literatur .

2.Monitoring BPPT.Pendampingan BPPT.Pendampingan .112 Rancang Bangun Disain dan BPPT. P3TL (Direktorat) Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi Perikanan (8 bulan) (Kab. Desember 2003 .Sidoarjo) Selesai 2.1.Pemalan Darat "Mino Rejo" g) Selesai Kegiatan belum banyak melibatkan petani setempat dan lebih banyak melakukan uji produk-produk probiotek.No.Desain dan (Pusat) pembuatan peralatan .1.107 Peningkatan Teknologi dan Pemberdayaan Industri Kecil Keramik 2.111 Diseminasi Diseminasi teknologi Teknologi (Sosialisasi) Konvensional untuk Rancang Bangun Kapal Nelayan di Daerah Cilacap BPPT. P3TL . P3TM dan prasarana (Direktorat) . P3TIAM (Direktorat) Tahun 2002 DKI Jakarta.Pembuatan peralatan .Pengumpulan data BPPT.Pendampingan Waktu Wilayah Tahun 2002 NTB (Kab (6 bulan) Lombok Tengah Desa Penunjak) Sasaran 25 pengrajin keramik/gerabah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi .1.110 Otomasi Mesin Punch/Stamping Berbasis PLC pada Industri Logam di IKM Ngingas . P3TIT Peralatan : Aplikasi pembuatan peralatan Teknologi Pengolahan Produk Perikanan Laut Tahun 2002 NTB (Kota (8 bulan) Mataram) Dinas Pertanian Mataram.Sosialisasi Tahun 2002 Jawa Barat Koperasi dan (7 bulan) (KabBandung.Penyediakan sarana BPPT.masyarakat Desa Margaasih) Selesai .Pembuatan peralatan .1.1.108 Pembangunan Industri Kecil Daur Ulang untuk Menangani Sampah Pasar Tradisional 2.Cilacap) dan pengrajin kapal kayu tradisional 2. nelayan dan peternak Selesai !" Lembaga Penelitian SMERU. Industri kecil (8 bulan) Jawa Timur menengah logam (Kab. P3TIST (Pusat) Tahun 2002 Jawa Tengah Masyarakat nelayan Selesai (6 bulan) (Kab. Nama Upaya 2.109 Penerapan Teknologi Mikroba Probiotik untuk Pemulihan Kualitas Lingkungan Perairan Tambak Udang Jenis Kegiatan Pelaksana .1.

No.Informasi proses pembuatan Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.116 Rancang Bangun BPPT.Disain dan BPPT.113 Rancang Bangun Sistem Pengering pada Skala Industri Kecil Menengah Jenis Kegiatan Pelaksana . BTMP pembuatan peralatan (Direktorat) .1.Disain dan 2.Monitoring Alam dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit untuk Pembuatan Papan Partikel Industri spring bed Tahun 2002 Banten (8 bulan) (Kab.1.1. gerabah/keramik dan Gowa) KUB "Bontote’ne"./Kota Bandung Kelompok usaha pengecoran logam Selesai -Tidak diketahui berapa potensi skrap aluminium daerah. Desember 2003 .Pandegl ang) Selesai -Disain dan 2.117 Pemberdayaan IKM Logam untuk Pengecoran Komponen Motor Bakar Aluminium .Disain dan BPPT.Bandung mendong ) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 2. sedangkan sosialisasi kegiatan dan penggunaannya kurang Perbedaan jenis bahan baku yang digunakan dengan perjanjian kerjasama .Pelatihan yang direncanakan tidak dilakukan !# Lembaga Penelitian SMERU.114 Rancang Bangun Pembangunan sarana BPPT. Gowa -Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan tungku kurang -Kegiatan lebih ditekankan pada pembuatan alat. Cilacap) Selesai -Teknologi yang digunakan belum pernah diuji coba -Kepemilikan desain sistem -Pengelolaan prototype -Terlalu berat pada kegiatan penelitian. Nama Upaya 2. UPTSistem Apung Darat pembuatan peralatan BPPH Guna Meningkatkan . P3TIP Alat Pengolah Serat pembuatan peralatan. P3TM pembuatan peralatan (Direktorat) .115 Rancang Bangun BPPT.Pengujian alat Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2002 Jawa Barat Kelompok pengrajin (6 bulan) (Kab. apakah mampu mensuplai industri motor bakar yang dimaksud .1. Kab. 2.1. P3TIP dan Rekayasa dan prasarana (Direktorat) Peralatan Pembuatan Keramik untuk Industri Kecil Tahun 2002 Sulawesi Industri kecil Selesai (8 bulan) Selatan (Kab. (Direktorat) .Uji coba alat (Direktorat) Produktivitas Tangkapan Kapal Ikan Tradisional Tahun 2002 Jawa Tengah Kelompok nelayan (7 bulan) (Kab.

Wajo) Tahun 2003 Jawa Barat ( Kab. menengah Sopeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2. menengah Muara Enim) Masih berjalan !$ Lembaga Penelitian SMERU.122 Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengolahan Batang Padi untuk Pembuatan Dos Tempat Telur 2.Kurang terlihat penerapan pada masyarakat luas/daerah setempat Potensi Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab.1.119 Strategi Pengembangan Usaha Peternakan 2.1.1.1.Diseminasi teknologi BPPT.124 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi Pengolahan Karet Alam Menjadi Bahan Baku Industri BPPT (P3TA) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab./Kota Bandung Sasaran Industri kecil pengecoran Status Saat Ini Masalah Selesai .1.Kurang terlihat kerjasama dengan masyarakat . Krawang) Masyarakat pesisir Masih berjalan Diseminasi teknologi Masih berjalan 2.No.118 Optimalisasi Potensi . P3TM Industri Kecil .123 Teknologi Ekstraksi Diseminasi teknologi Minyak Kelapa dengan Cara Semi Mekanis 2. menengah Majene) Masih berjalan BPPT (P3TA) Tahun 2003 Sumatera Usaha kecil Selatan ( Kab. Desember 2003 .1. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 2.1.120 Fasilitas Pengembangan Usaha Masyarakat Pesisir Diseminasi teknologi BPPT (P2KDT) BPPT (BIT) Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (8 bulan) (Kab.121 Pabrik Pengolahan Diseminasi teknologi Crumb Rubber Mini di Pesantren "Al Islah" BPPT (P3TA) Pesantren Tahun 2003 Sumatera Selatan ( Kab Ogan Komering Ilir Tulung Selapan) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan ( Kab.Pembuatan (Direktorat) Menengah (IKM) prototipe untuk Pembuatan Komponen Motor Bakar 2.

No.1.129 Penerapan Teknologi dan rancang bangun Peralatan Pengeringan dan Produksi Serbuk Minuman Berbasis RimpangRimpangan 2.1.125 Penerapan Teknologi Penanganan Pasca Panen Gabah Pelaksana BPPT (P3TA) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.1.128 Penerapan Diseminasi teknologi Teknologi dan Diseminasi Produksi Benih Ikan unggul 2.1.126 Pemberdayaan Peternakan Rakyat Terpadu Melalui Penerapan Teknologi Industri Pakan Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Sulawesi Peternak Selatan ( Kab.127 Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Limbah Jagung untuk Pakan Ternak dan Pupuk Organik 2. Bogor) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P2TFM) Tahun 2003 Jawa Barat Usaha kecil (Kota Bekasi) menengah Masih berjalan Diseminasi teknologi BPPT (P3TL) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab/Kota Cirebon) Usaha kecil pencucian botol Masih berjalan !% Lembaga Penelitian SMERU.1. Nama Upaya Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi 2. Soppeng) Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1. Desember 2003 . Lamongan) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2.130 Pengurangan Penggunaan Air di Usaha Kecil Pencucian Botol untuk Menunjang Produksi Bersih Diseminasi teknologi BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Usaha kecil menengah Masih berjalan BPPT (P3TBP) Tahun 2003 Jawa Barat (Kab.

1. menengah Wonosobo) Masih berjalan BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 Sulawesi Usaha kecil Selatan (Kab.1. Nama Upaya 2.134 Pemanfaatan Energi Diseminasi teknologi Matahari untuk Pengolahan Produk Buah Salak 2.No. menengah Soppeng) Masih berjalan !& Lembaga Penelitian SMERU.132 Pelatihan dan Bantuan Teknik Pembuatan Kokas Briket Batubara Kaway XVI Aceh Barat sebagai Kokas Metalurgi untuk Industri Pengecoran Logam BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Nanggroe Aceh Darussalam Industri pengecoran logam Masih berjalan Diseminasi teknologi 2.1.135 Pengembangan Diseminasi teknologi Kawasan dengan Pendekatan Agroindustri Terpadu untuk Memberdayakan Lahan Pertanian BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab. Desember 2003 .1.1.133 Penerapan Teknologi Pembakaran Kapur Menggunakan Dual Fuel sebagai Bahan Bakar BPPT (P3TPSE) Tahun 2003 Sumatera Barat ( Kota Padang) Usaha pembakaran kapur Masih berjalan 2.131 Pemanfaatan Teknologi Bambu Laminasi untuk Pengembangan UKM Furniture dan Kerajinan Jenis Kegiatan Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TL) Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (Bogor) Sasaran UKM furniture dan kerajinan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Diseminasi teknologi 2.

140 Pelatihan Pelatihan Pembuatan Bagan Penangkap Ikan tipe Semi Benam Beserta Alat Tangkapnya 2.1.136 Pemanfaatan Diseminasi teknologi Kawasan Pesisir Gorontalo untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma spp dan Gracilaria spp) 2.1. Logam Ceper BPPT (P3TIP) Industri benang Tahun 2003 Sulawesi Selatan (Kab.No.1. Klaten) menengah Masih berjalan 2. sutera Soppeng) Masih berjalan BPPT (P3TIP) Tahun 2003 Jawa Tengah Usaha kecil ( Kab.137 Peningkatan Kualitas Teknologi Pembuatan Kapal Fibre Glass untuk Mendukung Pengembangan Masyarakat UKM Diseminasi teknologi Pelaksana BPPT (P3TPSLK) Waktu Wilayah Tahun 2003 Gorontalo (Gorontalo) Sasaran Usaha kecil menengah Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi BPPT (P3TPSLK) Tahun 2003 NTB Usaha kecil menengah Masih berjalan Rancang bangun 2.1.141 Disain Kapal dan Alat Tangkap yang Sesuai Kondisi Perairan Diseminasi teknologi BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 NTB (Kab. Nama Upaya Jenis Kegiatan 2.138 Rancang Bangun Alat Proses Pemintalan dan Pewarnaan Benang Sutera Diseminasi teknologi 2.139 Penerapan Teknologi Peleburan Biji dengan Devided Blast Cupola di UPT Lab.1. Usaha kecil Lombok Barat) menengah Masih berjalan BPPT (UPT BPPH) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri kapal dan alat tangkap Masih berjalan !' Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 .1.

Departemen Dalam Negeri (Depdagri) 3. Kec Turen) Masih berjalan 3. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Januari Desember 2002 Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran utama Berlanjut ke aparat PMD propinsi tahun 2003 dan kab/kota yang secara langsung melakukan pelatihan masyarakat di wilayahnya.Belum terinformasikannya program pelatihan masyarakat . Klungkung) Sasaran Perajin kecil Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 2.142 Peningkatan Diseminasi teknologi Kemampuan Teknologi Pembuatan Paduan Perunggu sebagai Bahan Gamelan dan Uang kepang untuk Para Perajin Kecil Pelaksana Waktu Wilayah BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Bali ( Kab. Desember 2003 .143 Penerapan Teknologi Tepat Guna Proses Pembuatan BalingBaling Kapal Diseminasi teknologi BPPT (UPT LUK) Tahun 2003 Sumatera Selatan Industri baling-baling Masih berjalan kapal 2.1. Malang .Dukungan program dari pusat untuk daerah pasca pelatihan masih rendah. perguruan tinggi. Nama Upaya Jenis Kegiatan 2.Monitoring dan Masyarakat Evaluasi pelaksanaan Pelatihan di 17 provinsi. .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.rakyat Desa Sumberejo.1 Pengembangan .1.Pelatihan Pelatihan . Depdagri.Keterbatasan dana pendamping dan fasilitator . .No. Lembaga Keuangan Mikro. .1. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU.144 Rancang Bangun Alat Hammer Mill untuk Diaplikasikan di Tambang Kapur Rakyat Rancang bangun Tambang kapur BPPT (P3TIAM) Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.Pembinaan pelatihan tidak berkesinambungan.Belum adanya evaluasi dampak .Potensi keuangan daerah .Kurangnya koordinasi dan kerjasama antar unit kerja .

Ditjen Januari Desember PMD 2002 Wilayah Beberapa provinsi di Indonesia Sasaran Status Saat Ini Pemda.Penanganan masyarakat tertinggal Beberapa propinsi di Indonesia Keluarga dan kelompok masyarakat miskin pedesaan.Belum tertatanya seluruh perangkat daerah .Pengembangan Desember PMD Usaha Perkreditan 2002 dan Simpan Pinjam .Temu konsultasi . perguruan tinggi. Ditjen Januari Desember Kesejahteraan pelaksanaan 10 PMD 2002 Keluarga (PKK) Program Pokok PKK .Kurangnya kemampuan SDM untuk fasilitasi .3 Pemberdayaan dan . khususnya perempuan Berlanjut ke tahun 2003 Adanya beberapa kegiatan yang tidak direncanakan sejak awal sehingga belum terprogram.Perubahan struktur organisasi . Lembaga Keuangan Mikro. dan LSM " Lembaga Penelitian SMERU. dan LSM 3. dan LSM 3.Terbatasnya alokasi dana .Sosialisasi tentang narkoba Beberapa provinsi di Indonesia Masyarakat.Birokrasi yang berbelit .Fasilitasi Depdagri.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Program tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan daerah . Lembaga Keuangan Mikro.Mendukung Depdagri.4 Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat .Penyusunan laporan evaluasi. perguruan tinggi. perguruan tinggi. Ditjen Januari . Masalah Potensi .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Adanya gangguan keamanan di beberapa daerah . Pelaksana Waktu Depdagri. Lembaga Keuangan Mikro.Melaksanakan peringatan Hari Keluarga Nasional . Desember 2003 .No.Potensi keuangan daerah .Potensi keuangan daerah .2 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan Jenis Kegiatan .Potensi keuangan daerah . 3.Menyusun beberapa Rancangan Pedoman Umum pemberdayaan .Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga . Berlanjut ke tahun 2003 . masyarakat Berlanjut ke dan keluarga miskin tahun 2003 pedesaan.Belum optimalnya pendataan dan informasi potensi daerah .Fasilitasi dan sosialisasi gender .Pengembangan Pemasaran . baik untuk pelaksanaan kegiatan maupun penyediaan dananya .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.

Pengembalian pinjaman tidak lancar . Kalteng.Pertemuan dengan Tim Koordinasi pusat dan daerah .Pendampingan Pemberdayaan .Kurangnya disiplin dan kemampuan masyarakat desa . perguruan tinggi.Seluruh Masyarakat pesisir Masih berjalan 2003 provinsi.No.Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah.Sasaran kegiatan dan tahun 2003 pinjaman modal kurang tepat .Sanksi tidak diterapkan secara efektif . dan LSM 4.Pertemuan konsultasi regional bagi para konsultan pendamping Waktu Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) Wilayah 20 provinsi (130 kabupaten.Bantuan modal bergulir Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2000 .Monitoring dan evaluasi.Dana belum bergulir sepenuhnya Sudah berjalan selama 4 tahun dan akan dilaksanakan lagi pada tahun 2004 " Lembaga Penelitian SMERU.Pembentukan dan pemberdayaan kelompok masyarakat.6 Program Community Empowerment for Rural Development (CERD) / Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD) . Lembaga Keuangan Mikro.Penjajagan kemungkinan BPD tidak bersedia menjadi executing bank . Ditjen prasarana produktif PMD (pilihan masyarakat) . Sulteng. Departemen Kelautan dan Perikanan 4.1 Program .Potensi keuangan daerah .Masalah aparat birokrasi Potensi .Pembangunan prasarana .Penyerapan dana belum maksimal .481 desa) Sasaran Penduduk miskin di kecamatan miskin Status Saat Ini Masalah Berlanjut ke .Potensi keuangan daerah .Pembangunan Depdagri.5 Nama Upaya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan Pelaksana . 990 kecamatan. yang kurang berdaya sebagian kota/ (miskin) kabupaten . dan LSM 3. perguruan tinggi. .Terjadinya benturan antara semangat otoda dan sifat sentralistik proyek . Ditjen . Lembaga Keuangan Mikro. Sultra) Berlanjut ke Masyarakat miskin tahun 2003 perdesaan dengan lebih memperhatikan kelompok perempuan .Lokasi Kutai Kertanegera tidak layak sebagai sasaran proyek .Pelatihan Ekonomi Masyarakat .Pelatihan PMD .Kurangnya partisipasi orang miskin dan kelompok perempuan . Sulut. Desember 2003 .Pendayagunaan dukungan perbankan di daerah. 15. Waktu pelaksanaan bersifat multiyears (PPK dan CERD) 11 Kabupaten di 6 propinsi(Kalsel .Mobilisasi konsultan Depdagri.Pembentukan Pesisir (PEMP) Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) . 3. Kaltim.Penyediaan pinjaman usaha .Pembentukan Kelompok Simpan Pinjam .

Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) . Sulawesi Selatan. Malang) Perempuan pesisir Selesai Dapat dilanjutkan pada Yang dihadapi pengurus tahun mendatang dengan KUB: .Keterbatasan keuangan/modal anggotanya .Tidak/belum adanya simpanan anggota yang tetap . Desember 2003 .Penyerahan dana Sosialisasi Program . DKI Jakarta.Pembentukan kelompok .Masih rendahnya minat anggota untuk memanfaatkan/ mengembangkan KUB 4. "! Lembaga Penelitian SMERU.Pelatihan .Pendampingan . 4. Tahun 2001 NTT.4 .Pendampingan .) Tahun 2002: Jawa Timur (Kab.Pembinaan rutin Departemen Kelautan dan Perikanan.Pelatihan .Pembentukan Departemen Lembaga Usaha Kelautan dan .Bantuan teknis .Penyerahan seed Perikanan capital . lokasi yang berbeda.Peningkatan akses modal Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2001 Tahun 2001: dan 2002 Jawa Barat.Penyediaan ikan kerapu belum dapat dipenuhi secara berkelanjutan Ukuran ikan beragam . Merauke) Sasaran Masyarakat Pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada Potensi Mempunyai potensi untuk terus dikembangkan. Bali: Potensi pasar ikan kerapu sangat baik sehingga kegiatan ini layak dikembangkan di tempat lain. Sulawesi Tenggara.3 Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Daerah yang Mengalami Tekanan Ekologis di Bali dan Maluku Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Pengolahan Ikan Tahun 2001 Bali dan Maluku Masyarakat pesisir.Pengembangan manajerial dan pemasaran .Sosialisasi Program .No.Keterbatasan kemampuan.2 Nama Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Laut di Merauke Jenis Kegiatan Pelaksana .Penyuluhan . DIY. Selesai khususnya Kelompok Nelayan "Lestari" (Bali) dan KUM "Mina Mandiri" (Maluku) Bali (budidaya ikan kerapu): . 4.5 Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir melalui Kemampuan Manajerial Usaha Budidaya Rumput Laut .Mutu produk sulit dijaga. Jawa Tengah (4 kota/kab.Pembentukan kelompok pelatihan Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Papua (Kab. Papua.Pelatihan . pengetahuan manajerial dan interpretasi di setiap KUB . 4. Banten (1 kota/ kabupaten di tiap provinsi) Masyarakat pesisir Selesai Masyarakat kurang menguasai teknologi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang melalui penerapan teknologi tepat guna budidaya rumput laut.

NTT. Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Usaha kecil Selesai menengah. Th 2001: 5 kota/kab di 4 2002 dan provinsi 2003 (Jabar. Jateng. Jateng) Th 2003: 4 kota/kab di 4 provinsi (Sumbar.Pelatihan . Sulut) Tahun 2001. Desember 2003 . Bali. Banten) Jawa Timur. Jateng. bagi komunitas nelayan yang memanfaatkan pinjaman investasi.Pelatihan . 4.Pendampingan . Bali.No. Jatim. Sulut. dikembangkan terus pada Hal ini tidak menguntungkan lokasi yang berbeda. 4. Bali.Sosialisasi program Departemen . 4.7 Pengembangan Grameen Bank melalui Lembaga Keuangan Masyarakat Pesisir Mikro Mitra Mina (LKMP-M3) . NTT.Pembinaan manajemen usaha dan teknologi Tahun 2001 Departemen dan 2002 Kelautan dan Perikanan.Pelaporan Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Th 2001: 7 Pondok pesantren dan 2003 kabupaten di 5 dan masyarakat di provinsi daerah pesisir (Jabar.6 Nama Upaya Pemantapan dan Pengembangan Masyarakat Pesisir Melalui Pesantren dan Lembaga Agama Lainnya Jenis Kegiatan Pelaksana .Pengadaan modal usaha (barang.Pelatihan . koperasi dan kelompok masyarakat pemanfaat Dana bantuan sulit bergulir Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang "" Lembaga Penelitian SMERU.Pembentukan Kelautan dan kelompok Perikanan . Jawa Tengah Status Saat Ini Masalah Potensi Selesai Iklim/cuaca laut menghambat Memungkinkan untuk aktivitas penangkapan ikan.Pemberian dana bantuan langsung .8 Pengembangan Mina Ventura .Pengembangan potensi . Sulawesi Utara.Pendampingan . uang atau jasa) . Jatim. Jatim.Pinjaman modal Departemen Kelautan dan Perikanan Orang-orang miskin Selesai berdasarkan kriteria standar kemiskinan yang digunakan oleh Grameen Bank yaitu kriteria "pendapatan dan aset" Dana yang digulirkan kurang Sangat memungkinkan berkembang untuk dilanjutkan pada tahun mendatang pada lokasi sebelumnya ataupun lokasi baru yang berbeda. dan NTT) Th 2003: 4 kabupaten di 4 provinsi (Sumbar.Pengembangan pemasaran .Pengembangan sistem bagi hasil . Maluku Tenggara) Th 2002: 2 kota/kab di 2 provinsi (Banten.

12 Korporatisasi Nelayan .Pengembangan usaha Pelaksana Departemen Kelautan dan Perikanan 4.10 4.Pengembangan kapasitas kegiatan melalui lembaga keuangan Mikro Mitra Mina (M3) . Potensi Sangat memungkinkan untuk terus dilanjutkan dan dibuat suatu model pemberdayaan perempuan nelayan . tahun 2003: masih berjalan.Permodalan .No. Kalsel.Perempuan pesisir dan pulau kecil yang berpotensi melakukan usaha .Kelompok masyarakat pemanfaat Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang dengan lokasi yang berbeda "# Lembaga Penelitian SMERU.Lokasi yang jauh dari pusat Memungkinkan untuk pemerintahan diteruskan .9 Nama Upaya Program Pemberdayaan Wanita Nelayan Jenis Kegiatan .Masyarakat pesisir Selesai . Sulsel Tahun 2002 3 kabupaten di Papua. 4.Masyarakat pesisir Selesai dan pulau kecil yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem terumbu karang .Transportasi terbatas Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Seluruh provinsi.Pendampingan .Fasilitasi pembentukan badan usaha perikanan . 6 kota/ kabupaten .Pemberian dana bergulir Pengadaan bahan Dana Ekonomi bakar solar bagi Produktif (DEP) Khusus Pengadaan nelayan Bahan Bakar Solar bagi Nelayan Pengembangan Alternatif Pendapatan Masyarakat Pesisir di Lokasi Konservasi Terumbu Karang Departemen Kelautan dan Perikanan Waktu Wilayah Tahun 2001 Th 2001: 3 dan 2003 kabupaten di Jateng.Sosialisasi dan Diseminasi Program .Pelatihan .Nelayan tradisional Selesai yang berdomisili di sekitar SPD (SolarPacked Dealer ) nelayan setempat . Maluku Sasaran Wanita nelayan Status Saat Ini Masalah Tahun 2001: Daerah cakupan terlalu luas selesai. sebagian kota/ kabupaten . Desember 2003 .11 . 4.Pelatihan .Penyusunan Pedoman .Nelayan pendatang yang terdaftar pada dinas terkait Tidak ada masalah Dapat terus berkembang. Jatim.Pendampingan Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 6 provinsi. Banten. Lampung Th 2003: 3 kabupaten di Jatim.Identifikasi lokasi dan kelompok .

13 Nama Upaya Sosialisasi dan Fasilitasi Akses Permodalan Jenis Kegiatan Pelaksana .Sosialisasi . Kalbar. Desember 2003 .Masyarakat pesisir .Pelatihan dan peningkatan SDM . Jabar.Pembuatan pedoman Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2003 Jawa Timur (Kab.Penyusunan buku dan leaflet .Masyarakat desa pesisir.Penguatan kelembagaan .No. dan NTB.Usaha kecil masyarakat pesisir dengan cash flow harian Potensi Dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang 4.Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (LEPP) M3 . Sasaran Status Saat Ini Masalah .Praktek usaha ekonomis produktif .Pembinaan . 4.Fasilitasi dan pendampingan .Pendampingan .15 Pemberdayaan Petani Garam Departemen Kelautan dan Perikanan. Petani garam dan Sulawesi Selatan Selesai Tidak ada masalah Memungkinkan untuk terus dilaksanakan pada tahuntahun mendatang hingga dapat dibuat model pemberdayaan petani garam "$ Lembaga Penelitian SMERU. Sulsel.Pembentukan kelompok . Selesai Tidak ada masalah Dapat terus dilaksanakan dalam tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4.Lembaga Selesai Tidak ada masalah perbankan dan penyandang dana lain .Bantuan langsung masyarakat (modal) .Sosialisasi .Workshop . Tahun 2003 Jawa Barat.Identifikasi masalah Departemen dan sumber Kelautan dan permodalan Perikanan . Sumenep) . .14 Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan Berbasis Masyarakat .Pengadaan modal usaha .Pembentukan kelompok .Pelaporan Waktu Wilayah Tahun 2003 6 kota/ kab di Riau.Fasilitasi .Pengembangan pemasaran .Monitoring dan evaluasi .Perguruan tinggi lokal dan/atau lembaga riset dan lembaga lain (LSM) yang relevan.

10 Masyarakat pesisir kota/ kabupaten Selesai . maka istri ikut pindah pula.1 Proyek Peningkatan . tetapi pada tingkat kelompok masih berjalan.No.Lokakarya /workshop .Pembuatan panduan . 5. Desember 2003 . NTB. . Tahun 1999: 4 provinsi:Kalba r. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) 5. Sosialisasi dan Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Jenis Kegiatan Pelaksana .Proyek tidak sustainable Ada usaha yang meningkat. 2000-2001 .Pelatihan .A.Sasaran Latihan Kepemimpinan Wanita (LKW)/Pusat Kegiatan Wanita (Pusginita): Dharma Wanita Depdiknas kecamatan Proyek sudah selesai pada tahun 1999. Sulsel. karena bersifat bertahap dan ada pula yang tidak. dan Lampung.17 Tindak Lanjut Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan PulauPulau Kecil T. Sumatera Selatan Sasaran Masyarakat pesisir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak ada masalah Potensi Memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun mendatang pada lokasi yang berbeda 4.Dana belum bergulir sepenuhnya Memungkinkan untuk dilaksanakan kembali pada tahun berikutnya di lokasi yang berbeda. Perikanan praktisi. Peranan Wanita .Pelatihan Tahun Depdiknas.Diskusi pakar.Penguatan kelembagaan .Lokakarya .16 Nama Upaya Inventarisasi.Sasaran Latihan Keterampilan Usaha Wanita (LKUW): wanita miskin dan tidak berdaya .Identifikasi dan Departemen analisis teknologi Kelautan dan . .Peluncuran web site Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Timur.Pembuatan pilot project . dan LSM . . bergulir. sehingga bila suami pindah.LKUW: tidak ada pembinaan sehingga usaha mikro menemui kendala pemasaran.Penyerapan dana belum maksimal .Dana bergulir 1997/1998Direktorat (P2W) di Pendidikan 1999 Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Th 1997-1999: 9 propinsi. "% Lembaga Penelitian SMERU. Sulawesi Selatan. .LKW/Pusginita: peserta pelatihan adalah isteri pejabat.Studi banding Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2002 9 provinsi. 4.Survei Lapangan .

Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) 6. Berpotensi mengembangkan masingmasing kelompok di bidang teknologi informasi. 5. khususnya alat-alat pertanian.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September. 6. Ditjen Pendidikan 2003 Luar Sekolah dan Pemuda Wilayah Tahun 2002: 11 provinsi.No. "& Lembaga Penelitian SMERU. Tahun 2003: seluruh provinsi.I. Mesin.Tahun 2002 telah dilaksanakan . yang membuat animasi dengan menggunakan komputer. Pada tahun 2002 pihak Ditjen ILMEA mengalami kesulitan menempatkan peserta sesuai spesifikasinya setelah mereka menempuh pelatihan tingkat dasar. dan Elektronika (ILMEA) Mahasiswa tingkat Sudah selesai akhir atau baru lulus dilaksanakan dari Universitas Gunadarma.Pelatihan Life Skill Education . Yogyakarta. Peningkatan UKM di daerah yang berpotensi menghasilkan permesinan. 6.2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Subsidi BBM -. Di UKM 3 provinsi (Jawa Timur. Desember 2003 . 6. Membantu dan meningkatkan usaha kecil dan menengah yang memproduksi alas kaki. Jawa Barat) Peralatan IFSC yang merupakan bantuan dari Italy belum tersedia hingga Agustus 2003.1 Penumbuhan Pelatihan Tahun 2002 DKI Jakarta Depperindag Wirausaha Baru di dan 2003 Direktorat Bidang Software Jenderal Industri Logam.4 Peningkatan Kemampuan SDM Bengkel Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) Pelatihan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 Sumatera dan Barat (kota September Padang) 2003 UKM . Juli 2003 Jawa Barat (Kota Bandung) Tidak ada Meningkatkan jasa layanan UKM yang bergerak di bidang software .Tahun 2002 Tidak ada masalah telah dilaksanakan . Sasaran Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak ada masalah Perempuan yang menganggur.Bantuan modal Pelaksana Waktu Tahun 2002Depdiknas.Tahun 2003 akan dilakukan pada bulan September. D.2 Pelatihan software Pelatihan Peningkatan komputer Kemampuan Industri Software Skala Kecil dan Menengah Depperindag Ditjen ILMEA Juni 2002. . yang dikelompokkan dalam kelompok usaha (klaster) Pengusaha kecil dan Selesai menengah di bidang software . miskin dan berada dalam usia produktif Potensi Proyek ini sangat bermanfaat bagi peningkatan usaha mikro. 6.3 Pelatihan Teknologi Pelatihan Produksi Industri Alas Kaki Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2002 dan September 2003 5 kota/kab.

9 . Sosialisasi telah Belum ada dilaksanakan. Desember 2003 . Jawa Barat. Jawa Timur UKM di lingkungan industri logam. hasil workshop akan meningkatkan mutu dan kepercayaan industri di bidang HaKI. Meningkatkan industri peralatan olah raga (shuttle cock) 6. Depperindag Ditjen ILMEA Agustus 2003 4 kota di Jawa Tengah. mesin. karena upaya ini Meningkatkan pendapatan masih dalam tahap kajian para nelayan di wilayah tersebut "' Lembaga Penelitian SMERU.Maluku Utara . Banten (6 kabupaten/ kota) September .Industri kecil 2003 menengah kapal nelayan Masih berjalan Belum ada masalah karena belum dilaksanakan 6.7 Meningkatkan Pemahaman Peraturan tentang HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Temu Usaha Kemitraan Industri Besar dengan Industri Alat Olah Raga Skala KecilMenengah Pengembangan Kemitraan Industri Besar dengan IKM Kapal Nelayan Sosialisasi melalui workshop. Pengembangan UKM perbengkelan di Banjar Baru.No. Jawa Barat. UKM yang membuat Belum shuttle cock dilaksanakan.8 Temu usaha Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Jawa Tengah. dan aneka.6 Pengembangan Membuat cetak biru Desain Alsintan di protopype alsintan Kalimantan Selatan Depperindag Ditjen ILMEA Tahun 2003 Kalimantan UKM perbengkelan Selatan (kota Banjar Baru) 6. 6. elektronika. Apabila diterapkan oleh masing-masing UKM.Memberikan bantuan kapal nelayan Depperindag Ditjen ILMEA Belum ada.5 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Sumber Pelatihan Daya Manusia Pemeliharaan Mesin Sederhana Pelaksana Depperindag Ditjen ILMEA Waktu Wilayah Tahun 2003 Jawa Barat (kota Bekasi) Sasaran Karyawan perusahaan kecil yang mesinnya iddle capacity Status Saat Ini Masalah Akan Belum ada karena belum dilaksanakan dilaksanakan pada bulan September 2003 Bulan September 2003 Tidak ada Potensi Membuat mesin yang idle capacity dapat bekerja secara optimal sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Banten.Nelayan kecil November .Menyusun pola kemitraan antara industri besar dan industri kecil menengah kapal nelayan .Kajian . 6.

Peserta sulit memahami prosedur ekspor walaupun sudah diberi pengarahan .No. Yogyakarta.Seminar peduli mutu Depperindag .Wakil kelompok perempuan atau KUB yang menjadi binaan P2W departemen sektoral # Lembaga Penelitian SMERU.Konsultasi usaha . 2002: Medan.Konsultasi ke UKM/ Bimbingan Tata Laksana Konsultasi Ekspor bagi UKM Pelaksana Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen PLN) Waktu Wilayah Tahun 1999.11 Bimbingan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 . 2003: Surabaya.Desa / 1992/1993 .2001: 5 2003 daerah.Bimbingan Pembiayaan Ekspor .Banyak UKM yang mengundurkan diri di tengah pelaksanaan upaya Apabila ISO 9000 tercapai UKM akan mampu bersaing dalam hal mutu dan pemasaran sesuai dengan standar pasar internasional 6. Desember 2003 .Pelatihan Ditjen PLN .Perempuan Sudah selesai pedagang golongan ekonomi lemah . 6.Penataran /penyuluhan . Masih berjalan .Partisipasi pameran Hari Ibu (PHI) Depperindag Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Tahun . Bali.Perempuan yang menjadi tokoh masyarakat setempat .12 Proyek Peningkatan Peranserta Wanita (P2W) di Bidang Perdagangan .Konsultasi UKM Tahun 2001.UKM sulit mengakses perbankan karena terbentur agunan Potensi 6.Temu usaha .10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Klinik Konsultasi .Kualitas UKM (seperti manajemen dan produknya) masih kurang .kecamatan di 1998/1999 Pulau Jawa .1999: 2 2003 provinsi (2 kota/kab) 2000: 4 provinsi (5 kota/kab) 2001: 5 provinsi (5 kota/kab) 2002: 7 provinsi (7 kota/kab) 2003: 11 provinsi (11 kota/kab) Sasaran UKM di masingmasing wilayah Status Saat Ini Masalah Masih berjalan . Semarang. Jabotabek.Ibukota kabupaten di luar Pulau Jawa .

17 Pengembangan Penetapan sistem Sistem Pemasaran pemasaran melalui Hasil Pertanian di warehouse DKI Jakarta (Proyek PDK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Petani dan pedagang kecil Selesai # Lembaga Penelitian SMERU.Tidak langsung: usaha dagang kecil Produsen industri kecil Selesai 6.Koordinasi pemanfaatan sarana dagang non-produsen . 6.No.Beberapa pengusaha tidak disiplin mengembalikan pinjaman.Pemberian modal bergulir .Langsung: lembaga Selesai pembina UDK . . Desember 2003 . Potensi Berpotensi cukup besar dalam mengembangkan usaha kecil dan mikro asalkan disertai dengan pembinaan 6.Identifikasi sarana dagang yang potensial untuk dikembangkan . Industri Kecil dan Dagang Kecil (LPT INDAK) Jenis Kegiatan Tahun 1998/1999: penyaluran dana (pinjaman/dana bergulir) Tahun 2000 sekarang: perguliran oleh LPT INDAK: .Identifikasi sarana dagang non-produsen .Koordinasi dalam penataan dan penyusunan sarana dagang dengan instansi terkait Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6.15 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 .Penyusunan pedoman pemanfaatan sarana dagang bagi pedagang kecil non produsen Pembentukan forum konsultasi lembaga pembina UDK Pelaksana Depperindag.Pembinaan /pelatihan .13 Nama Upaya Lembaga PembinaanTerpadu.Th 2000 sekarang: perguliran Wilayah Sasaran 23 provinsi Industri kecil dan (yang aktif 15 pedagang kecil.14 Pengembangan Kerjasama Pasar Modern dengan Pedagang Informal dalam Rangka Memperluas Sarana Tempat Usaha Pedagang Kecil (UDK) (Proyek Pengembangan Dagang Kecil -PDK) Pengembangan Kelembagaan Pembinaan UDK (Proyek PDK) Peningkatan Mutu Sarana Pasar Hasil Industri untuk Mendukung Perluasan Pasar Produsen (Proyek PDK) JanuariDepperindag Desember Direktorat Jenderal Industri 2001 dan Dagang Kecil-Menengah (IDKM) Pedagang kecil non.16 .Kendala teknis dihadapi oleh masing-masing LPT provinsi. Ditjen IKDK (Th 1998/1999 1999) LPT INDAK (Th 2000 – sekarang) Waktu .Selesai produsen 6. provinsi) Status Saat Ini Masalah Selesai .TA 1998/1999 dan 1999: penyaluran .

21 Pembinaan dan .Workshop Pengembangan .19 Penyusunan matrik Depperindag penerapan teknologi Sesditjen IKDK pada UKM-Indag per komoditi JanuariDesember 2001 Tidak langsung: UKM Selesai 6.Penyusunan kebijakan IKDK Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran .Penyempurnaan program UDK .22 Depperindag Ditjen IDKM Industri kecil pangan Selesai # Lembaga Penelitian SMERU.Tidak langsung: usaha kecil dan menengah Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.20 Pemantauan dan evaluasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 Usaha kecil Selesai 6.Lokakarya lintas Peraturan sektoral Perundang. 6.18 Nama Upaya Bantuan Tenaga Ahli untuk Pengembangan UKM (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil .Sosialisasi Undangan dan Kebijaksanaan Pemerintah yang Prioritas dan Strategis bagi Usaha Industri Kecil Pangan (Proyek PKUK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2001 Usaha kecil Selesai 6.No.Langsung: IKDK . Desember 2003 .PKUK) Assesment Kemampuan Penerapan Teknologi Tepat Guna/Teknologi Maju UKM-Indag Kerjasama dengan Perguruan (Proyek PKUK) Pengembangan Industri Kulit Pendukung Pendirian IFFC Bantuan Italia (Proyek PKUK) Jenis Kegiatan .Monitoring GKM (Proyek PKUK) Pemasyarakatan .

Pelatihan dan bantuan tenaga ahli (resident consultant ) .Sosialisasi program Depperindag dana bergulir Ditjen IDKM .Penyusunan proposal usaha .27 Depperindag Ditjen IDKM Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2000 JanuariDesember 2000 80 tenaga kerja yang Selesai mengalami PHK 80 wira usaha baru (WUB) terpilih Selesai 6.Langsung: lembaga Selesai pembina UKM-Indag .Pemilihan konsultan penyusun proposal .Pengumpulan data/informasi .Bantuan sarana kelembagaan (UPK dan LPT IndagPropinsi) Bimbingan Penyusunan Proposal Kelayakan Usaha (Proyek PKUK) Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Kalimantan Timur.Pemilihan UKMDepperindag Indag yang prospektif Ditjen IDKM . Desember 2003 .Monitoring dan evaluasi Depperindag Sesditjen IDK JanuariDesember 2001 UKM Selesai 6.24 .26 Penumbuhan Pelaksanaan ToT Kewirausahaan AMT Pada Lembaga Keagamaan/Pontren Melalui TOT AMT (Proyek PKUK) Inisisasi WUB (Proyek PKUK) Pelatihan JuliSeptember 2000 Pondok pesantren Selesai 6.Pendampingan PKUK) . Kalimantan Tengah. Bengkulu Sasaran UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Dana bergulir UKM-Indag (Proyek .25 Penguatan Kelembagaan Pembina UKM-Indag (Proyek PKUK) JanuariDesember 2001 . 6.23 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan .28 Peningkatan Pelatihan Kapabilitas Kewirausahaan UKM (Proyek PKUK) #! Lembaga Penelitian SMERU.Tidak langsung: UKM-Indag 6. Kalimantan Barat.No.Diseminasi kepada Perbankan .

Monitoring dan evaluasi Pembuatan modul pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Produsen minyak Selesai goreng kelapa sawit skala kecil.30 Penyebarluasan hasil. Lampung. Sumut.29 Nama Upaya Penguatan Kelembagaan UPK Kabupaten/Kota dalam Penyaluran Dana Bergulir (Proyek PKUK) Pemutakhiran Informasi Hasil Litbang Perindag dalam Pemecahan Masalah Teknologi (Proyek PKUK) Fasilitasi Pengembangan Minyak Atsiri Nasional (Proyek (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah -PIKM) Fasilitasi Pengembangan Gambir Nasional (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kelapa Sawit Terpadu (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan . Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 FebruariDesember 2001 9 provinsi Selatan) UKM garam Selesai Penyusunan buku Depperindag panduan Ditjen IDKM pengembangan mutu barang-barang karet.Fasilitasi /koordinasi pihak-pihak terkait .Tidak langsung: UKM-Indag Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Penyusunan panduan lembaga UPK kab/kota Pelaksana Depperindag Sesditjen IKDK Waktu JanuariDesember 2000 Wilayah Sasaran . 6.Promosi dan informasi pasar .Bantuan tenaga ahli . Desember 2003 . Jabar.35 Pengembangan Industri Garam Rakyat (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Barang Karet (Proyek PIKM) .33 6. Kalsel UKM produsen Selesai barang-barang karet #" Lembaga Penelitian SMERU.32 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 JanuariDesember 2001 Produsen gambir Selesai 6.Diseminasi teknologi . Jatim.Depperindag hasil litbang untuk Ditjen IDKM UKM JanuariDesember 2000 UKM Selesai 6.Sosialisasi UPK ke kab/kota .34 6.Langsung: UPK .No.31 Fasilitasi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Produsen minyak atsiri Selesai 6.

6. Lampung.Pembuatan buku panduan .40 Peningkatan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Pengembangan Industri Pulp (Proyek PIKM) Pemasyarakatan Kemitraan Usaha IK Sanlita dengan Usaha Besar (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 Masyarakat peminat Selesai industri pulp skala kecil 6.Bimbingan Depperindag .No.Menentukan komoditas unggulan IK-LME . Desember 2003 .38 . Sulsel Sasaran Wirausaha Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Penyusunan draft pemanfaatan limbah pertanian .36 Nama Upaya Pengembangan UKM Pestisida Organik (Proyek PIKM) Pengembangan UKM Pupuk (Proyek PIKM) Peningkatan Mutu Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIKM) Bantuan Tenaga Ahli dalam Rangka Pembinaan dan Pengembangan IKLME (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu FebruariDesember 2001 FebruariDesember 2001 JanuariDesember 2000 Wilayah Sumut.Workshop .Bantuan bahan dan Ditjen IDKM peralatan Industri kecil pangan Selesai 6.42 Pengembangan Aliansi Usaha Produk Kayu Olahan Pasar Ekspor (Proyek PIKM) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen kayu Selesai ## Lembaga Penelitian SMERU.Uji coba lapangan .Sosialisasi .Identifikasi dan inventarisasi kelompok sasaran pelaksanaan kemitraan .39 .41 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IK Sanlita Selesai 6. Sumbar.Monitoring dan evaluasi .Temu usaha/bisnis . Elektronika dan Mesin) Selesai 6.Konsultasi bimbingan/pelatihan .37 Mengadakan temu usaha Depperindag Ditjen IDKM UKM pupuk Selesai 6. Jawa.Pembentukan aliansi usaha Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 14 provinsi IK LME (Industri Kecil Logam.

Pemasyarakatan .Analisis tingkat kemampuan UKM representatif .44 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 IKM produsen rotan Selesai 6.Temu usaha .Penyusunan hasil evaluasi kesiapan UKM menghadapi AFTA Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 UKM Indag Selesai 6. 6.46 Fasilitasi Kelancaran Pengadaan Bahan Baku (Kayu. Desember 2003 . Perak) (Proyek PIKM) Pengembangan Pola Kerjasama UKM-Indag Antar Negara Asean (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.Pemasyarakatan Depperindag pola kerjasama UKM Sesditjen IKDK antar ASEAN .Emas.48 Penyusunan Penyusunan Informasi Peralatan informasi mesin dan dan Mesin Industri peralatan Kecil Pangan (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IK pangan Selesai #$ Lembaga Penelitian SMERU.45 .No.43 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Pembuatan buku Aliansi Usaha panduan Produk Barang Jadi Rotan Pasar (Proyek PIKM) Pengembangan Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran (Proyek PIKM) Peningkatan Pemanfaatan Skim Kredit UKM/Permodalan UKM (Proyek PIKM) Identifikasi kemampuan daerah penghasil rotan (bahan baku) dan jenis rotan yang dihasilkan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah Sasaran IKM produsen barang jadi rotan pasar Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Penyusunan kerjasama Depperindag Sesditjen IKDK JanuariDesember 2001 UKM indag Selesai 6.Workshop Depperindag .47 .Penyusunan sistem Sesditjen IKDK perguliran dana industri kecil/rumah tangga kab/kota .

6.Distribusi katalog ke daerah .52 .54 Peningkatan .Langsung: pembina pengrajin IKM Selesai 6.Pengiriman tenaga Depperindag Promosi Pasar Hasil ahli Ditjen IDKM Ikra (Proyek PIKM) .Inventarisasi dan Depperindag identifikasi pola dan Ditjen IDKM desain .Penyusunan laporan JanuariDesember 2001 Industri kecil rumah Selesai tangga dan kerajinan #% Lembaga Penelitian SMERU. JanuariDesember 2001 IKM produsen Selesai pakaian jadi dewasa 6.No.Tidak langsung: IK Selesai LME .50 JanuariDesember 2001 .Menyusun laporan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2001 6.49 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyusunan Modul Pembuatan modul Depperindag peningkatan teknologi Ditjen IDKM Pelatihan Pembuatan Arang pembakaran Briket (Proyek PIKM) Penyusunan Materi Bimbingan Penerapan Sikap Kerja 5-K/5-S (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Mesin dan Peralatan Pengolah Hasil Produk Pertanian. Desember 2003 .Menyusun katalog . Perkebunan dan Kehutanan (Proyek PIKM) Penyusunan Katalog Pakaian Jadi Wanita Dewasa (Proyek PIKM) Penyusunan materi 5.Menyebarkan dan mengadakan desiminasi ke sentra hasil pengolahan pertanian dan perkebunan .Pemberian informasi mengenai pola.Depperindag K/5-S Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2001 Wilayah 7 provinsi Sasaran Status Saat Ini IKM produsen arang Selesai briket Masalah Potensi 6.Menyusun /mencetak katalog mesin/peralatan .Mengumpulkan data Depperindag dan informasi Ditjen IDKM .53 Penyusunan Informasi Pakaian Jadi (Proyek PIKM) JanuariDesember 2001 IKM pakaian jadi Selesai 6.51 .Supervisi / evaluasi . teknik pengerjaan bahan/tekstil.

Penyebaran informasi perkembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM 20 provinsi Wanita perajin di pedesaan yang tergabung dalam KUB Selesai 6.Bantuan peralatan . 6.Bimbingan dan penyuluhan .57 Percepatan Peningkatan Daya Saing Minyak Atsiri (Proyek PKUKM) Bantuan Pengembangan Desain dan Diversifikasi Produk (Proyek Peningkatan Peran Serta Wanita Bidang Industri dan Perdagangan .58 Pelatihan Pedagang Pelatihan Eceran di Daerah (P2W Indag) Partisipasi Pameran Pameran dan Uji Coba Pasar Dalam Rangka Promosi Pasar Hasil Produksi KUB P2W Indag (P2W Indag) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 MaretDesember 2002 1 provinsi Wanita terkena PHK Selesai dan putus sekolah. 6.55 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Pelatihan Peningkatan Pemanfaatan Minyak Atsiri (Proyek Pengembangan Kemandirian Usaha Kecil dan Menengah -PKUKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Produsen minyak atsiri Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.56 6. Desember 2003 .P2W Indag) Workshop Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 MaretDesember 2002 Jawa Barat Petani/perajin (60 orang) Selesai .No.59 Depperindag Ditjen IDKM 10 provinsi KUB dari desa binaan Selesai #& Lembaga Penelitian SMERU.

63 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IDKM pangan Selesai 6.61 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .No.Langsung: aparat lembaga pembina IDKM pangan dan lsm .60 Nama Upaya Pameran Produk Industri Kecil Pangan yang Telah Diproduksi dengan Baik (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil -PIK) Training Of Trainer Bidang GMP Untuk Aparat Lembaga Pembina IDKM Pangan dan LSM (Proyek PIK) Peningkatan Keamanan Pangan dan Pencanangan Gerakan yang Baik dan Benar Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Pelatihan Produksi Bersih Bagi IKM Pangan (Proyek PIK) Fasilitasi Peningkatan Kemasan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) Jenis Kegiatan .Penyusunan pedoman penerapan GMP JanuariDesember 2002 Selesai 6.Pameran . 6.Sosialisasi dan Depperindag bimbingan Ditjen IDKM .62 .65 Penyusunan .Tidak langsung: IDKM pangan IKM pangan Selesai 6. pedagang dan industri pengolahan Selesai #' Lembaga Penelitian SMERU.Temu usaha Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Penyusunan konsep Depperindag Konsepsi Sertifikasi sertifikasi Ditjen IDKM Peningkatan Sistem .Bimbingan dan Depperindag konsultasi Ditjen IDKM .Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Industri Kecil Pangan (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 5 ibukota provinsi Rumah makan. Desember 2003 .Bantuan bahan-alat pengemasan IK pangan Selesai 6.64 .

Workshop Produksi Bersih pada Industri Pencelupan dan Industri Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Magang Kerja Magang kerja Pengusaha Penyamakan Kulit (Non-konvensional) dalam Rangka Pengembangan IKM Penyamakan Kulit (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 .No.68 Pelatihan kewirausahaan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 Santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren.Pelatihan Fasilitator Teknologi . Desember 2003 . 6.67 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM Selesai 6. Pengusaha industri kecil sandang Selesai 6.Langsung: tenaga Selesai penyuluh di bidang TPB .69 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Selesai 6.70 Pelatihan TOT .71 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kulit Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.66 Nama Upaya Jenis Kegiatan Peningkatan Temu usaha Kemitraan Bisnis IK Pangan dengan Supermarket/Ekspor tir dan Perhotelan (Proyek PIK) Fasilitasi Pembinaan dan Kerjasama IDKM Pangan dengan BUMN dan Perusahaan Besar (Proyek PIK) Pengembangan IDKM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIK) Pelatihan Teknik Pencelupan dan Pewarnaan dengan Menggunakan Zat Warna Nabati (Proyek PIK) Pembinaan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK pangan Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.Tidak langsung: IK pencelupan dan penyamakan kulit 6.

75 Depperindag Ditjen IDKM Desember 2002 Jawa Barat.78 Fasilitasi Penerapan Pelatihan Cara Produksi yang Baik (GMP) pada Industri Kecil (Proyek PIK) JanuariDesember 2002 30 petani gambir Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.76 Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat (Cirebon) Perajin rotan Selesai 6. Desember 2003 .73 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pilot Project Pelatihan Peningkatan Mutu Persuteraan di Sulawesi Selatan (Proyek PIK) Pemasyarakatan .72 6.Identifikasi industri kecil barang jadi rotan di Cirebon Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Jawa Barat IK rotan Selesai 6. 6. DIY Perajin arang tempurung Selesai 6.74 Depperindag Ditjen IDKM Tahun 2002 IKM produsen sabut Selesai kelapa 6.77 .No.Sosialisasi Manajemen Mutu pada Industri Barang Jadi Kulit (Proyek PIK) Pelatihan Pelatihan Pengembangan Industri Kecil Sabut Kelapa (Proyek PIK) Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Pembuatan Arang Briket (Proyek PIK) Pelatihan Desain dan Peningkatan Mutu Produk Barang Jadi Rotan (Proyek PIK) Pengembangan Pola Distribusi Pengadaan Bahan Baku untuk Mendukung Pusat Pemasaran Hasil Rotan di Cirebon (Proyek PIK) Pelatihan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran IK produsen sutera Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IKM penyamakan kuit Selesai 6.Identifikasi Depperindag kemampuan daerah Ditjen IDKM penghasil rotan (bahan baku) di 6 wilayah .Bimbingan Penerapan Sistem .

79 Nama Upaya Pengembangan ETrade Industri dan Dagang Kecil Menengah (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Pembuatan Depperindag program/software Ditjen IDKM market place dan model bisnis pengoperasian untuk IDKM pangan. Kelapa dan Sutera (Proyek PIK) Sosialisasi Sistem Manajemen Mutu ISO-9000 pada Industri Mesin Pertanian (Proyek PIK) Partisipasi IDKM Logam dan Elektronika dalam Pameran Pusat (Proyek PIK) Temu usaha JanuariDesember 2002 Perbengkelan umum Selesai kendaraan bermotor kecil menengah 6. serta kerajinan. Desember 2003 . kelapa dan sutera Selesai 6. 6.83 Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IDKM logan dan elektronika Selesai $ Lembaga Penelitian SMERU.No.81 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 IK minyak sawit.82 Bimbingan Depperindag konsultasi/sosialisasi Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Industri mesin pertanian Selesai 6.80 Workshop Peningkatan peningkatan Kemampuan Bengkel Kendaraan kemampuan Bermotor Kecil Menengah (Proyek PIK) Diseminasi Teknologi Tepat Guna Peralatan Proses Minyak Kelapa Sawit. kimia dan bahan bangunan. Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Industri dan dagang Selesai kecil dan menengah Masalah Potensi 6. logam dan elektronika. sandang.

6.84 Nama Upaya Pengembangan Perangkat Lunak dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi oleh IKM (Proyek PIK) Jenis Kegiatan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah IKM Sasaran Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6.No.85 Pameran ICRA 2002 Pameran (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM 6.87 JanuariDesember 2002 MaretDesember 2001 IK kerajinan Selesai 6.86 Penyusunan direktori Depperindag Penyusunan Direktori Handycraft Ditjen IDKM Indonesia (Proyek PIK) Uji Coba Pasar Produk Kerajinan Unggulan (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Tenun Tradisional (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Batik (Proyek PIK) Penyusunan Manual Teknologi dan Desain Anyaman (Proyek PIK) Pameran Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 JanuariDesember 2002 IK interior dan kerajinan Pengusaha IDKM kerajinan yang potensial Selesai Selesai 6.91 Penyusunan Manual Penyusunan manual Teknologi dan teknologi dan desain Desain Perhiasan perhiasan perak Perak (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 IK perhiasan perak Selesai $! Lembaga Penelitian SMERU.88 Penyusunan manual teknologi dan desain tenun tradisional Depperindag Ditjen IDKM IK tenun Selesai 6.89 Penyusunan manual teknologi dan desain batik Penyusunan manual teknologi dan desain anyaman Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2001 MaretDesember 2001 IK batik Selesai 6. Desember 2003 .90 Depperindag Ditjen IDKM IK anyaman Selesai 6.

97 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Depperindag Proses Produksi alat pengering bambu Ditjen IDKM Melalui Bantuan Alat Pengering Bambu (Proyek PIK) Sosialisasi HaKI bagi UKM (Proyek PIK) .No.Apresiasi Depperindag . Desember 2003 .94 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2002 . anyaman bambu DIY. DIY IK keramik Selesai 6.Langsung: aparat pembina IDKM . Jawa Timur Selesai 6. UKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi Selesai 6.93 Pelatihan Penulisan Pelatihan Dokumen Paten Tingkat Menengah (Proyek PIK) Pelatihan Penerapan Pelatihan Sistem Mutu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Sasaran .Tidak langsung: pengusaha IDKM Jawa Barat. Jawa Timur Selesai 6.98 MaretDesember 2002 20 provinsi UKM Selesai $" Lembaga Penelitian SMERU.Aparat dan pengusaha industri pedagang kecil menengah .96 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 DIY.Penyebaran booklet Ditjen IDKM / leaflet . Industri kecil Jawa Tengah. 6.Asosiasi. Jawa Tengah.92 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelatihan Fasilitator Pelatihan HaKI IKDM bagi Pemula (Proyek PIK) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2002 Wilayah 6.Bimbingan MaretDesember 2002 Jawa Barat.95 Peningkatan Teknis Pemberian bantuan Proses Produksi dan tungku dan bantuan teknik produksi Bantuan Tungku bagi Industri Kecil Keramik (Proyek PIK) Peningkatan Teknis Pemberian bantuan alat pengering kayu Proses Produksi Melalui Bantuan Alat Pengering Kayu (Proyek PIK) Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2002 Selesai 6.

Desember 2003 .PIKM) Jenis Kegiatan Fasilitasi kemitraan Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu JanuariDesember 2002 Wilayah Sasaran Status Saat Ini Pengusaha kerajinan Selesai Masalah Potensi 6.No. Jawa Timur (Gresik) Masih berjalan 6.104 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Sulawesi Usaha kecil Tenggara. DKI perbaikan kapal Jakarta. 6. pertenunan Garut). sutera Sulawesi Selatan Masih berjalan 6.Pengembangan Ditjen IDKM Ikan (Proyek PIKM) preservasi ikan (bantuan peralatan. Jawa Tengah. Sumatera Barat.100 .Penyusunan Depperindag kelayakan Sentra Ditjen IDKM .Penyusunan panduan . Bali Masih berjalan $# Lembaga Penelitian SMERU.Bantuan mesin/peralatan pemintalan/pertenuna n MaretDesember 2003 Jawa Barat IKM di bidang (Kab. pemintalan dan Bandung.Bimbingan penyuluhan .99 Nama Upaya Temu Usaha Kemitraan Pengusaha Kerajinan Dalam Rangka Ekspor (Proyek PIK) Fasilitasi Restrukturisasi Mesin/Peralatan Peningkatan Teknologi Tepat Guna Sutera Alam (Proyek Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah .Magang Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Perajin pemintalan Jawa Barat.Bimbingan langsung Depperindag Pengembangan Teknologi Preservasi .102 JanuariDesember 2003 Jawa Barat (Kab Sukabumi) Pengelola/pengusah Masih berjalan a tepung ikan (8 unit usaha) 6. fasilitasi) Bimbingan Pengembangan pengelolaan Business Development Service (BDS)/LPIDKM (Proyek PIKM) Pengembangan Kelaikan Kapal dan Motorisasi Kapal Nelayan (Proyek PIKM) .101 Pemberian bantuan Depperindag Pilot Project peralatan hand spun Ditjen IDKM Pengembangan Pemanfaatan Waste dan rewinding tangan (Limbah) Kokon Sutera (Proyek PIKM) .103 JanuariDesember 2003 10 provinsi UPT di bidang pertenunan dan pemintalan Masih berjalan 6. nelayan Kalimantan Timur.

111 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 Lampung.107 6.110 Depperindag Ditjen IDKM JanuariDesember 2003 DI Yogyakarta IKM pupuk Masih berjalan 6.Magang Ditjen IDKM . 6.Temu konsultasi uji Produk IKM Pangan BTP (Proyek PIKM) .Pelatihan TOT cleaner production Fasilitasi Sertifikasi Fasilitasi SNI Pupuk IKM (Proyek PIKM) Pelatihan Pengembangan Desain Mebel Kayu (Proyek PIKM) Forum Komunikasi Pengembangan IKM Pupuk dalam Mengatasi Hambatan Pemasaran (Proyek PIKM) Pengembangan Industri Kecil Menengah Gula Merah (Proyek PIKM) Bantuan Langsung Peningkatan IKM “at Company Leve l” (Proyek PIKM) Bantuan teknis berupa peralatan pengolahan gula merah Pembinaan Pelatihan JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 JanuariDesember 2003 6 provinsi Aparat dan lembaga Mash berjalan pembina IKDM Depperindag Ditjen IDKM IKM pupuk Masih berjalan 6.Studi banding Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 JanuariDesember 2003 Wilayah Sasaran Perajin batu mulia Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi NAD (9 kota/kab) IKM Masih berjalan 6. Desember 2003 .No.Pelatihan Depperindag .Pemberian bantuan Ditjen IDKM mesin/alat .109 Depperindag Ditjen IDKM Jawa Tengah.Pelatihan Depperindag .106 Nama Upaya Peningkatan Keterampilan Teknis Batu Mulia (Proyek PIKM) Pengembangan IKM di Propinsi NAD (Proyek PIKM) Jenis Kegiatan Pelaksana .108 Peningkatan Mutu .112 Depperindag Ditjen IDKM MaretDesember 2003 20 provinsi IKM yang berorientasi ekspor Masih berjalan $$ Lembaga Penelitian SMERU. Sulawesi Selatan IKM gula merah Masih berjalan 6.Pemberian bantuan peralatan/mesin . Perajin mebel kayu Jawa Timur (50 orang) Masih berjalan 6.105 6.

Desember 2003 .116 Pengembangan Pasar Spesifik Produk Pangan Ciamis (Proyek PIKM) Lokakarya Fasilitasi Pengembangan P2W IDKM Pembangunan pusat Depperindag pemasaran bersama Ditjen IDKM produk pangan MaretDesember 2003 Masih berjalan Lokakarya Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002. pangan Selesai Selesai $% Lembaga Penelitian SMERU. Masih berjalan Aparat pembina P2W kabupaten/kota dan provinsi.Bantuan bahan . Ciamis) 15 provinsi IK pangan Masih berjalan 6. Kalimantan Timur. Sulawesi Selatan. Tasikmalaya. 6.114 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan IKM Bimbingan teknis dan Pengolahan Jamur manajemen Pangan (Proyek PIKM) Partisipasi TOT CEFE Pengembangan IKDM Melalui Pondok Pesantren (Proyek PIKM) Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu MaretDesember 2003 MaretDesember 2003 Wilayah Jawa Barat (Kab.Bantuan peralatan Bantuan bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002 Maret Desember 2002 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB binaan baru dengan komoditi kerajinan.Penyuluhan dan bimbingan . sandang. Pondok pesantren Sumatera yang prospektif Utara.113 6. NAD Jawa Barat (Kab. KUB.Konsultasi Depperindag Ditjen IDKM 15 provinsi KUB P2W IDKM di daerah Masih berjalan 6.No. Garut. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya. Pelaku ekonomi (BUMN.Pendidikan keterampilan .118 . UKM) 25 wanita calon motivator Selesai Dengan otonomi daerah. sandang. 6.117 Pendidikan dan Latihan Motivator KUB bidang IDKM Penyuluhan dan Pembinaan Kelompok Usaha Bersama P2W bidang IDKM Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2002.119 6.115 6. pangan 25 KUB binaan dengan komoditi kerajinan. Maret Desember 2003 15 provinsi 6.120 Pengembangan Desain . Karawang) Sasaran IKM pengolahan jamur pangan Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Depperindag Sesditjen Jawa Timur.

instansi pemmbina P2W IDKM Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 6. yaitu peningkatan/pengembanga n SDM 6.124 Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Latihan Motivator KUB Bidang IDKM Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Diklat Ketrampilan Teknis Pelatihan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 calon motivator KUB P2W IDKM daerah Masih berjalan 6. dan pengembangan wirausaha baru.Monitoring selama Pameran Pemantauan dan Pengendalian Pelaksanaan Program P2W Bidang IDKM di Daerah Pengembangan Wirausaha Baru melalui Pembentukan dan Pembinaan KUB P2W Bidang IDKM . yaitu peningkatan kemampuan/ pengembangan SDM.125 . Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral.Bantuan peralatan dan bahan Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi 15 KUB di 15 provinsi Masih berjalan $& Lembaga Penelitian SMERU. dinas perindustrian dan perdagangan pemda tidak mengetahui jumlah KUB di wilayahnya.Inventarisasi KUB Partisipasi Pameran yang layak untuk Hari Ibu diikutkan dalam Pameran . Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sektoral.Penilaian Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2002 Wilayah 15 provinsi Sasaran 25 KUB binaan.Seleksi barang untuk Pameran . Menunjang pengembangan IKM dan program penunjang/lintas sektoral.Pemantauan .No.Pendidikan ketrampilan . Desember 2003 .121 Nama Upaya Jenis Kegiatan Uji Coba Pasar dan . 6. yaitu peningkatan kemampuan manajemen usaha.122 Depperindag Ditjen IDKM Maret – Desember 2002 15 provinsi Instansi pembina di daerah dan KUB binaan Selesai 6.123 Bimbingan pengelolaan KUB di 15 provinsi Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi KUB Masih berjalan Dengan otonomi daerah.Pengiriman barang ke lokasi Pameran .

127 Workshop Fasilitasi Ketersediaan Pasar dan Informasi melalui Penyusunan Rencana Teknis Program Pengembangan P2W Bidang IDKM Depperindag Ditjen IDKM Maret Desember 2003 15 provinsi Masih berjalan Aparat pembina IDKM provinsi/kabupaten/k ota .Menambah fasilitator di daerah .Menunjang pengembangan IKM yaitu penyusunan program pendukung 7. 6.No. dan pengembangan desain 6. Desember 2003 .126 Nama Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pengembangan Desain Jenis Kegiatan Bimbingan pengembangan desain dan diversifikasi produk Pelaksana Depperindag Ditjen IDKM Waktu Maret Desember 2003 Wilayah 15 provinsi Sasaran 500 perajin di 15 KUB Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi Menunjang program pokok pengembangan IKM dan program penunjang /lintas sekotral. yaitu peningkatan kemampuan/pengembanga n sumber dayaa manusia. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah $' Lembaga Penelitian SMERU.

.Hibah prasarana dan sarana dasar lingkungan . Departemen Pertanian (Deptan) % Lembaga Penelitian SMERU.Keterlibatan pemda dalam mikro kegiatan proyek tidak terlalu . 59 kota/kab Tahap II : 13 provinsi.Proyek sangat berpotensi tingkat kelurahan berpartisipasi dalam kegiatan mengembangkan usaha . Desember 2003 . 8. menjadi pusat pengembangan berbagai sektor.Belum ada sumber dana .tombak penanggulangan Pembinaan dan kemiskinan dan salah satu keberlanjutan memerlukan akses peningkatan biaya besar kesejahteraan masyarakat .BKM berpotensi sebagai lembaga masyarakat untuk pengembangan good governance tingkat lokal.BKM dapat dikembangkan lain.Kredit modal kerja bergulir .Pengembangan masyarakat dan kapasitas Pemda . terutama ekonomi mikro .1 Nama Upaya Proyek Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP) Jenis Kegiatan Tahap I: .BKM merupakan ujung besar . 79 kota/kab Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi Masyarakat miskin di Masih berjalan .No. termasuk pelatihan Tahap II: .Penyediaan dana Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Pelaksana Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Waktu Tahap I : 1999-2001 Tahap II : 2002-2004 Wilayah Tahap I : 5 provinsi. 7.Penyediaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).Penciptaan kesempatan kerja.Masyarakat kurang aktif .

.No.Potensi pangan nabati dan hewani yang cukup kaya dan beragam.Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah .Kegiatan kebun kelompok sebagai usaha bersama belum memperhatikan aspek kualitas.. kegiatan program masih terfokus pada pengembangan masyarakat dan jender.Penyaluran dana hibah prestasi mandiri Pembangunan pertanian dan ternak: .Berbagai sumber pangan lokal yang dimiliki seluruh wilayah masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut.Pelaku usaha yang gigih . Badan Bimas Ketahanan Pangan (koord.Konservasi tanah Pelaksana Departemen Pertanian.Penguatan kelembagaan kelompok . Desember 2003 .Peningkatan kesadaran dan motivasi .1 Nama Upaya Program Pengembangan Partisipasi Lahan Kering Terpadu (Participatory Integrated Development in Rain-Fed Areas PIDRA) Jenis Kegiatan Pengembangan masyarakat yang berperspektif jender: .Pengembangan tanaman pangan dan perkebunan . tersebar di laut.Penggunaan simpan pinjam modal kelompok .Penyakit ternak dan kesulitan dalam mendapatkan pupuk. NTT( 95 kab. Badan Bimas Ketahanan Pangan.2 Pengembangan Pangan Lokal (Program Penganekaragaman Pangan) Pemberian dana BLM. Lokasi pengembanga n pangan lokal disesuaikan dengan komoditas unggulan masingmasing wilayah. digunakan untuk : . . . 8.Penguatan modal Departemen Pertanian. 200 desa) Masalah . NTB( 3 kab.Ketahanan pangan keluarga rendah . danau dan hutan serta ekositem lainnya . Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan TA 2003 26 provinsi.Pengelolaan dana umum kelompok . benih/bibit dan peralatan pertanian. 75 desa). 225 masyarakat miskin desa). Kelompok petani Masih berjalan dengan kriteria : . Potensi 8.Belum pernah mendapat bantuan proyek .Pengembangan peternakan . % Lembaga Penelitian SMERU.3 provinsi: Kelompok mandiri Masih berjalan 2004 Jawa Timur (6 yang beranggotakan kab. nasional) Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Tahun 2001.Di Jawa Timur.Pelatihan dan praktek ..

Pembinaan penangkar (Pengembangan informasi perbenihan dan Pemasyarakatan penggunaan benih bermutu) .Pedoman umum terlambat diterima dan informasi yang disampaikan tidak menyeluruh .Penguatan modal (diharapkan dapat digulirkan sesuai musyawarah dan kesepakatan kelompok) Pelaksana Departemen Pertanian. 8.Ada indikasi kesalahan target penerima BLM tahun 2002 . Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan Waktu TA 2003 Wilayah 23 provinsi Sasaran Status Saat Ini Kelompok wanita Masih berjalan tani-nelayan dengan kriteria : .Pelaku usaha yang gigih .No.Pelatihan/kursus .3 Nama Upaya Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan (Program Penganekaragaman Pangan) Jenis Kegiatan Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat.Belum pernah mendapat bantuan proyek Masalah Potensi 8.Ketahanan pangan keluarga rendah .Peningkatan kesadaran dan motivasi .Tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan pola BLM % Lembaga Penelitian SMERU.Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan modal usaha Departemen Pertanian.Pengembangan kelembagaan usaha . Desember 2003 .4 Program Pengembangan Hortikultura Pengembangan komoditas unggulan yang telah ditetapkan: . yang digunakan untuk : .Keluarga petani kecil berpenghasilan rendah . Badan Bimas Ketahanan Pangan. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura (Ditjen BPH) Sejak Tahun 31 provinsi 2000 Petani/kelompok tani Masih berjalan .

No.Terjadi penjualan ternak oleh Petani . Gorontalo).Paket benih sudah kadaluarsa . Bolaang Mongondow.Kurangnya koordinasi .Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dan petugas proyek melalui pelatihan dan penyuluhan . Tahun kab. Direktorat Jendral Bina Produksi Perkebunan Waktu Wilayah Tahun 2002 Tahun 2002: dan 2003 29 provinsi. Tahun 2003: 29 provinsi. Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Tahun 1996 .Bantuan usaha ekonomi produktif .Penyuluhan dan penyebaran informasi .Penerapan teknologi peningkatan produktivitas tanaman . 8. %! Lembaga Penelitian SMERU.Pengembangan usaha tani .Pembinaan kurang intensif .Penyebaran ternak sapi dan kambing kepada petani .Pendidikan dan pelatihan teknis . 2003 Sulawesi Utara (Minahasa.Dinamika kelompok tidak berjalan baik .Tingginya angka kematian .Peningkatan kelembagaan petani .).Penyediaan fasilitas penunjang .6 Proyek Pengembangan Usaha Tani dan Ternak di Kawasan Timur Indonesia (PUTKATI) Jenis Kegiatan KIMBUN PUSAT .Pengembangan UPH tanaman .5 Nama Upaya Proyek Pengembangan Kawasan Industri Perkebunan (KIMBUN) 8.Ada Sasaran tidak mendapat Paket agroinput.Sulawesi Desember Selatan (4 2002.Pengembangan produksi vaksin penyakit jembrana .Penyediaan jasa konsultan Pelaksana Departemen Pertanian. Maluku (Maluku Utrara) Petani/kelompok tani Selesai .Penyebaran agroinput .Pemberian Paket agroinput dianggap hibah .Penyediaan dan pembangunan sarana dan prasarana penunjang . Sasaran Status Saat Ini Petani/kelompok tani Masih berjalan dengan basis komoditi perkebunan Masalah Potensi Departemen Pertanian.Pemberdayaan petani KIMBUN DAERAH .Pencurian ternak . Desember 2003 .Ada persepsi jika ternak mati maka kelompok bubar .

Pemasaran hasil olahan buah-buahan masih terbatas pada pasar lokal . .Sistem jaminan mutu tidak dapat diterapkan karena tidak tersedia dana. Sumatera Barat. hortikultura. . peternakan.Bimbingan teknis Mei September 2001. DI Petani hortIkultura Departemen Yogyakarta Pertanian. Bali.Belum berfungsinya pasar tempat transaksi yang didirikan Departemen Perdagangan Selesai . kab). Sulawesi Selatan. Jawa Barat (3kab) Selesai . Ditjen Lampung (1 BP2HP.Produktivitas budidaya tanaman masih rendah . Tahun Th 2002: Batam-Riau. Desember 2003 . perkebunan. 8.Pelatihan .No. Ditjen Kerja Jaminan Mutu BP2HP. Sulawesi Selatan. 8. Lampung. Pelaku usaha di bidang sub sektor tanaman pangan.Upah tenaga kerja masih tinggi . Jawa Timur.Adanya impor hasil holtikultura .8 Bimbingan Teknis Penerapan Jaminan Mutu (HACCP) Program Pembinaan Pengembangan Jaminan Mutu .Unit pengolahan belum memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk mendapatkan Fasilitasi dan untuk dapat diusulkan mendapatkan sertifikasi .Pengolahan paska panen masih tradisional .Penerapan HACCP belum menyentuh pelaku agribisnis. agribisnis Pertanian.Kesadaran akan penerapan sistem mutu masih rendah.9 Fasilitasi Penerapan Fasilitasi Jaminan Mutu Program Pengembangan Sistem Jaminan Mutu Tahun 2002 Jawa Timur (2 Pelaku usaha Departemen kab).7 Nama Upaya Peningkatan Kecintaan terhadap Komoditas Hortikultura Nusantara dan Pemanfaatan Peluang Pasar (Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri) Jenis Kegiatan Observasi tentang pengolahan dan pemasaran hasil beberapa komoditi hortikultura Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Tahun 2001 Jawa Barat. Tahun 2003: Riau. Mei Agustus 2002 Tahun 2001: Jawa Barat.Penyiapan Departemen Penyusunan Rencana Pertanian. . Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen BP2HP) Status Saat Ini Masalah Selesai . %" Lembaga Penelitian SMERU.Perlunya bimbingan dan pembinaan berkesinambungan Potensi 8.

koperasi tani dan perguruan tinggi Upaya 1: Departemen Pertanian.10 Nama Upaya Jenis Kegiatan Apresiasi Teknologi Pelatihan Pengemasan Sayuran Ekspor Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pelaksana Waktu 11-12 Departemen Pertanian.Penandatanganan BP2HP MOU pengembangan agribisnis tanaman obat antara pengusaha swasta dengan dengan kelompok tani. Ditjen Oktober alat dan pengolahan BP2HP 2002 beberapa produk hortikultura Sulawesi Selatan. Upaya 2: Kalimantan Barat (Pontianak) Petani / kelompok tani Selesai 8. Desember 2003 .12 Program Pembinaan 1.Petugas Dinas Pertanian propinsi dan kabupaten Selesai 8. BP2HP Upaya 2: Juni 2002 Upaya 1: Sulawesi Selatan (Makasar).11 Lokakarya dan Pameran Agribisnis Berbasis Biofarmaka.Praktek penggunaan Pertanian.Lokakarya dan Nopember Departemen pameran agribisnis Pertanian. Ditjen 2001 .No. Sumatera Barat. Ditjen September 2001 BP2HP Wilayah Sasaran Sumatera Kelompok tani dan Barat (Kab. Upaya 2: Pelaku agribisnis lidah buaya ( petani. Program Pengembangan Promosi Hortikultura .13 . Solok.Pemberian informasi Departemen Agustus – .Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil . 8. pengolah hortikultura. Ditjen Agustus 2002. usaha kecil Agam. kelompok tani. Pertemuan Nasional Pengembangan Agribisnis Lidah Buaya Apresiasi Sarana Pengolahan Hasil Hortikultura Program Pengembangan Sarana Pengolahan Upaya 1: Petani. Apresiasi Teknologi Pasca Teknologi Pengolahan Panen dan Pengolahan Hasil Holtikultura 2. pedagang dan industri) . Tanah Datar) Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8. Kalimantan Selatan Selesai %# Lembaga Penelitian SMERU. koperasi.

Desember 2003 .17 Pembangunan / Rehabilitasi Rumah Potong Hewan (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Sumatera Utara. Jawa Barat.Manajemen mutu. pembinaan.Petani manggis .16 Temu Usaha Program Pengembangan dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Fasilitasi pertemuan Departemen TA 2002 antara produsen Pertanian.Kelompok tani/petani dan pengusaha bawang merah Selesai 8. bawang merah .Pemberian AgustusDepartemen pengarahan Pertanian. pembuatan desain. Ditjen Bina Sarana Pertanian Jawa Barat.No.Relokasi dan pembangunan baru: identifikasi lokasi.Pengadaan prasarana/sarana pengolahan /pendukung Dinas Pertanian Tahun 2001. monitoring dan evaluasi . Sulawesi Selatan.15 Fasilitasi di bidang : . pemasaran. mengkudu. Sulawesi Utara. Jambi. setempat TA 2003: 16 provinsi Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Masih berjalan 8.Peningkatan SDM .Praktek pengoperasian sarana pengolahan Wilayah DI Yogyakarta. Masih berjalan %$ Lembaga Penelitian SMERU. Nusa Tenggara Barat Sasaran Pengolah hasil hortikultura skala rumahtangga/kecil Status Saat Ini Selesai Masalah Potensi 8. Ditjen dengan pengusaha BP2HP sayur dan buah.Penyerahan bantuan BP2HP 2002 .Petani mengkudu .Petani sayur dan buah . manggis. 8. Jawa Tengah. TA 2001 2002 dan 2002: 25 kab./kota 2003 provinsi. Ditjen September .14 Nama Upaya Pembinaan Sarana Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura. pengolahan.Rehabilitasi: konstruksi. Bali. Kepulauan Bangka Belitung . usaha . Program Pengembangan Sarana Pengolahan Pengembangan Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) Proyek Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu .Aksesibilitas permodalan .Temu wicara . pembinaan. monitoring dan evaluasi TA 2003 Departemen Pertanian. konstruksi. Kalimantan Tengah.

19 . Seluruh kabupaten / kota Petani dan pekebun kecil .Adanya anggapan bahwa FMA DAFEP akan memberikan bantuan fisik. volume pengadaan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia Penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 6. 14 Departemen kabupaten Pertanian. Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.18 Nama Upaya Pengembangan Lumbung Desa Modern (Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian) Pengembangan Tata Air Mikro (TAM) (Proyek Pengembangan Sarana Produksi Pertanian) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Pembangunan sarana Departemen TA 2003 Pertanian. %% Lembaga Penelitian SMERU. Ditjen Bina Sarana Pertanian Wilayah 10 provinsi.20 8.Pengadaan pupuk dolomit. yang memiliki usaha tani dan bermaksud mengembangkan usahanya . 15 Petani (laki-laki dan kabupaten / perempuan) dan kota anggota keluarganya.3 juta ton Tahun 2003 7 provinsi. Desember 2003 .Peningkatan kemampuan petani untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan 9 provinsi.Pengadaan handtraktor sebanyak 40 unit . 21 kabupaten Sasaran Status Saat Ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.Peningkatan kapasitas petani untuk memperkuat kelompok tani dan mengembangkan jaringan kemitraan petani .Pengadaan pompa air sebanyak 64 unit .No. Ditjen Bina Sarana Pertanian TA 2002 Departemen Pertanian.Pembangunan jaringan TAM seluas 7000 ha . Ditjen Bina Sarana Pertanian 8.21 Pupuk Bersubsidi Proyek Pembangunan Sarana Produksi Pertanian Penyuluhan yang Dikelola Petani (FMA : FarmerManaged Extention Activities ) (Proyek Dafep) TA 2003 Departemen Pertanian. 8. Badan Pengembangan Sumberdaya Pertanian. padahal DAFEP merupakan kegiatan pemberdayaan petani melalui perubahan pola pikir petani sendiri.

dan 3 sudah selesai.Penguatan kapasitas manajemen Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian 1. Pembinaan teknis 3.No. Kegiatan 4. 2000 Kegiatan 1.24 Pemberdayaan Penangkar Bibit Ternak (Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian) . Kegiatan 1. Desember 2003 . Masih berjalan pengrajin kecil dan kelompok masyarakat miskin di pedesaan lainnya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.Pembinaan dan pelatihan 21 provinsi TA Departemen Pertanian.Kegiatan 4: penangkar benih berpengalaman dan terhimpun dalam kelompok berpotensi untuk mengembangkan usahanya.kembangan Nelayan Kecil (P4K) Kelompok Swadaya (KPK) . dan 4:Tim Teknis Kab/Kota.PenumbuhPeningkatan Petani.Kegiatan 1. masih terjadi perguliran dana di masyarakat Masalah Potensi 8. 2 dan 3: kelompok penangkar (pokkar) benih . Pelatihan teknis 2. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penyuluhan Pertanian Waktu Fase I: Tahun 19971988. Kegiatan 2: Petugas Perbenihan Kab/Kota 8. 3. Dinas 1997/1998 2000 Peternakan provinsi dan kab/kota setempat Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai. Kegiatan penguatan modal. 8. 2.Pelayanan keuangan mikro . Fase II: Tahun 19891998.23 TA 22 provinsi Departemen 1997/1998 Pertanian. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) %& Lembaga Penelitian SMERU. Penguatan pasar benih/bibit 4. Penguatan modal Pelaksana Departemen Pertanian.Penguatan modal . Peternak pembibit anggota Pokkar bibit ternak. Sasaran Status Saat Ini Petani-nelayan kecil . Fase II: 12 provinsi Fase III: 12 provinsi. .22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Proyek Pembinaan . Fase III: Tahun 19982005 Wilayah Fase I: 6 provinsi.

No.Intervensi aparat dalam pengadaan sarana produksi pertanian akibat kurang optimalnya proses sosialisasi.Penguatan pasar benih/bibit .26 Pemberdayaan Penangkar Perkebunan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian .27 Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan Departemen Pertanian.Berpotensi untuk diteruskan karena menurut evaluasi Itjen Deptan.Penguatan kelembagaan Pelaksana Waktu Wilayah TA 21 provinsi Departemen Pertanian.Pembinaan teknis .Pelatihan teknis . hortikultura dan aneka tanaman. pola BLM dinilai paling sesuai pada saat ini terutama dalam mencegah kebocoran dana yang disalurkan kepada Petani . dan industri pengolah hasil pertanian Selesai .Kelompok tani yang tidak bermasalah dengan KUT dan yang berpengalaman sulit ditemui./kota Pokkar benih/bibit perkebunan 8.Penguatan modal penangkar .Beberapa kabupaten tidak melakukan penentuan calon komoditas dan calon lokasi sesuai dengan kriteria . Pimbagpro propinsi dan kabupaten Tahun 2001 26 propinsi dan 157 kabupaten.25 Nama Upaya Pemberdayaan Penangkar Perikanan Proyek Pemberdayaan Penangkar Benih/Bibit Pertanian Jenis Kegiatan . Dinas 1997/1998 2000 Perikanan Propinsi Sasaran Pokkar benih ikan Status Saat Ini Kegiatan pelatihan dan pembinaan teknis selesai. Departemen Sosial %' Lembaga Penelitian SMERU. Kegiatan penguatan modal.Penguatan modal penangkar .Penguatan kelembagaan perbenihan .Penguatan pemasaran . Masalah Potensi 8. usaha pangan komersial.Pelatihan teknis . Kelompok tani dan kelompok usaha agribisnis peternakan. 8.Kata Bantuan diusulkan diganti menjadi Pinjaman karena bantuan cenderung diterjemahkan Petani sebagai pemberian atau hibah 9. perkebunan (tanaman industri).Pemurnian dan penguatan mutu benih Pemberian dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) TA 22 provinsi Departemen Pertanian.Pembinaan teknis . dana masih bergulir di tingkat pokkar. masih berjalan (dana masih bergulir di tingkat pokkar) Kegiatan penguatan modal masih berjalan. Desember 2003 . Dinas 1997/1998 2000 Perkebunan propinsi dan kab. . .

miskin . dan NAPZA . Lanjut Usia.No.Usaha Kesejahteraan Sosial Pelaksana Departemen Sosial. bukan keluarga.KUBE banyak yang berkembang dan sangat berpontensi untuk terus berkembang. Anak Terlantar. Desember 2003 . yang terdiri dari: anak nakal.2 Program KUBE untuk Anak Nakal. sehingga untuk menjadi peserta harus mengantri.Lemahnya sistem monitoring dari Depnakertrans ke LSM-LSM. anak terlantar.Membuka lapangan kerja baru khususnya untuk tenaga pendamping & Lembaga Penelitian SMERU.Bantuan alat kerja dan bahan untuk UEP Departement Sosial. Penyandang Cacat.Bantuan keuangan Grameen Bank dengan sistem bergulir (Depnakertrans) Depnakertrans. 26 propinsi Th 2002: 186 Kab/Kota.Tahun 2003: Fasilitasi pengadaan sapi potong (penggemukan) .1 Nama Upaya Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin (FM) Jenis Kegiatan .Pembentukan UEP . 3 provinsi.Bantuan alat kerja dan bahan untuk Usaha Ekonomi Produktif -UEP . . 26 propinsi Th 1999-2000: 207 Kab/Kota. 26 propinsi Th 2001: 153 Kab/Kota.Banten (Serang) .KUBE beranggotakan 10 KBS perempuan dan laki-laki. Tahun 2000 dan 2003 Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri . 9.Jawa Timur (Malang) Kaum wanita (dalam Penyaluran keluarga) miskin dana sudah selesai. penyandang cacat. .Pelatihan Kesempatan Kerja pembinaan Melalui Pola . Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Waktu Tahun Anggaran 1984 hingga sekarang Wilayah Th 1984: 14 Kab/kota.Jumlah dana yang disalurkan kurang memadai (kecil).Fakir miskin yang Masih berjalan Penafsiran yang berbeda termasuk Keluarga tentang pengertian fakir Binaan Sosial. 30 propinsi Th 2003: 3 Kab/Kota.Peserta bisa memiliki usaha .UEP berpotensi untuk berkembang karena penggemukan sapi memiliki peluang pemasaran yang sangat baik untuk memenuhi lonjakan permintaan daging sapi 9. Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial 30 propinsi Tahun 1996/1997 sekarang Masih berjalan Perseorangan. namun pergulirannya masih berlangsung di masyarakat .1 Perluasan .Jawa Barat (Kab Bogor) . Potensi . tuna sosial. lanjut usia. NAPZA 10. Departemen Tenaga Kerja dan Transmirgrasi 10. Tuna Sosial.Pembentukan KUBE . . Sasaran Status Saat Ini Masalah . 9 propinsi Th 1998-1999: 106 Kab/Kota.

dan peserta dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. Evaluasi akan dilakukan dalam enam bulan. Agustus 2003 di Bantul Pengusaha kecil (30 Selesai Jawa Barat peserta di setiap (Kab kabupaten) Indramayu). Seton.Pelatihan . Desember 2003 . dsb) sehingga terjadi peningkatan anggaran . pemasaran. alat pres untuk mengemas.dsb. terutama dari pekerja keluarga atau dari keluarga pengusaha Masalah .000 lulusan SLTA/D-1 selama Repelita VI 10.No.Magang . 10.Praktek Depnakertrans.Praktek Depnakertrans. . . Peserta pelatihan membutuhkan peralatan praktek (seperti alat untuk mengiris. Seiketsu. 10. DI Yogyakarta (Kab Bantul) & Lembaga Penelitian SMERU. Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten Juli 2003 di Indramayu. Setsuke (5S) di Usaha Kecil Menengah (UKM) . Potensi Meningkatkan wirausaha yang bisa membaca peluang pasar.3 Bimbingan Penerapan Seri.Pelatihan . Potensi sumber daya alam daerah seperti singkong dan pisang bisa dimanfaatkan.Peserta menghadapi kendala dalam mengakses sumber ekonomi (pengadaan modal). Seso.5 Pelatihan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Pelatihan Depnakertrans. TA 27 provinsi Ditjen 1994/1995Pembinaan sekarang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Sasaran Status Saat Ini Angkatan kerja muda Masih berjalan tamatan SLTA dan D1. Tahun 20022003 Ditjen Penempatan Dalam Negeri 2002: 10 5 UKM di setiap provinsi provinsi 2003: 5 daerah (belum ditentukan) Masih berjalan Banyak UKM yang dimiliki Meningkatkan usaha UKM. Tidak ada. desain produk.2 Nama Upaya Program Pembentukan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Terdidik (TKMT) Jenis Kegiatan . keluarga dan pengelolanya berpendidikan rendah sehingga mereka berpendapat mengurusi usaha lebih penting daripada mengkuti pelatihan dan praktek hingga selesai 10. Ditjen Penempatan Dalam Negeri. 18 Juni 2003 Jawa Barat (Kab Ditjen Kuningan) Penempatan Dalam Negeri Ketua PKK (30 pengusaha kecil mandiri) Pelatihan sudah dilakukan. mempunyai kemandirian usaha serta pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan .Terciptanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi 30.Pembinaan Pelaksana Waktu Wilayah Depnakertrans.4 Pelatihan Keterampilan bagi Kelompok Kerja Wanita .Sulit mendapatkan peserta yang mempunyai bakat dan minat di bidang wirausaha . Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam mengolah kekayaan alam menjadi produk yang lebih bernilai.Pelatihan .Pembinaan kurang memadai.

2004 propinsi di Mennegkop.4 Menko Kesra & Lembaga Penelitian SMERU. Jateng. DKI) .Tingginya tingkat suku bunga kredit mikro . Kantor Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) 11. Individu usia produktif.Kebanyakan usaha mikro tidak memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi persyaratan perbankan Tingkat kemacetan kredit yang relatif kecil.1 Proyek Kredit Mikro Pemberian kredit.. dan kelompok masyarakat yang potensial produktif Masih berjalan . UKM mempunyai ketahanan yang relatif baik 11.Pembina: Pemda Selesai Tk. Indonesia Depkeu. 11. Tahun 1994/95Ditjen 2003 Penempatan Dalam Negeri Wilayah Sasaran Pencari kerja. wakil . 10.II (Kabag Sosial).No. Tahun 2001.3 Pelatihan Pengelola Pelatihan Kegiatan Lapangan Tahun 1999/2000 Penyelenggaraan Kelompok Belajar Usaha Kerja Produktif Menko Kesra Tahun 1999/2000 Jakarta Selesai 11.6 Nama Upaya Pelatihan Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Wanita Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Depnakertrans.2 Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Wanita Pelatihan 6-15 Maret Menko Kesra. Sesmenko Kesra 2000 Jakarta Pusat (peserta dari Jabar. Desember 2003 . keluarga miskin.Ketua kelompok usaha ekonomi produktif wanita 11. 1997/98: pengangguran dan Semua prov ibu rumah tangga kecuali Sulteng dan Sultra 1998/99: Semua prov kecuali Sumsel 1999/2000: 18 provinsi 2000/2001: 16 provinsi 2001/2002: 6 provinsi 2002/2003: 4 provinsi Status Saat Ini Masalah Masih berjalan Tidak bisa berlanjut karena keterbatasan dana Potensi Meningkatkan kondisi pengusaha kecil di masingmasing wilayah. Kecamatan (Kaur Kesra .Seluruh Menko Kesra.

. investasi Menengah dan Koperasi (Kredit Taskin UKMK) dan Kredit Pengentasan Kemiskinan melalui Skim Kredit Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat (Kredit Taskin Inkra) Tahun 1999 Jawa Timur. Selesai .Diutamakan yang pernah menerima kukesra sampai putaran terakhir dan ibu rumah tangga.Bantuan permodalan Pelaksana Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis).Kelompok taskin yang telah menjadi binaan departemen 12. NTT dan DI Yogyakarta.No.Pengungsi daerah tempat kerusuhan yang sudah memutuskan bertransmigrasi.Fasilitasi & pembinaan usaha .5 Nama Upaya Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin) Pasca Pengungsian di Permukiman Kembali Daerah Asal. 11.6 Program Gerdu Taskin Pasca Pengungsian di Daerah Terpencil/Terasing Bina Usaha dan Kemitraan: . Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) &! Lembaga Penelitian SMERU. Jawa Barat. 18 provinsi Sasaran Status Saat Ini . Jawa Tengah.Masyarakat yang bermukim di daerah asal tempat kerusuhan.Fasilitasi & pembinaan usaha .Bantuan permodalan Menko Kesra dalam wadah Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis). . Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I Komunitas adat terpencil Masalah Potensi 11. Maluku. Lampung. Waktu Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. 11. Kalimantan Barat.7 Kredit Pengentasan Pemberian kredit Menko Kesra Kemiskinan melalui modal kerja dan kredit Usaha Kecil. terutama keluarga miskin (keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I alasan ekonomi). Desember 2003 . Nusa Tenggara Timur. Permukiman Bekas Kerusuhan dan Permukiman Transmigrasi Baru Jenis Kegiatan Bina Usaha dan Kemitraan: .

1 Nama Upaya Program Pemberdayaan Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (P3EL) Jenis Kegiatan . Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Th 2001: Jawa Barat. Sulawesi Selatan. Jawa kabupaten Timur. Jawa Tengah. Koperasi dan modal awal dan dan Lembaga UKM Deputi padanan kepada Keuangannya Bidang dengan Penyediaan inkubator bisnis) Pengembangan Modal Awal dan dan Padanan Melalui Restrukturisasi Inkubator (P2LKUsaha.Realisasi penyaluran dana 163% dari plafon dengan tingkat pengembalian 79%.1 Perkuatan Tahun 2001.Setelah 2. provinsi. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Penyaluran dana 13. Jawa Timur Th 2002: Jawa Tengah. NTB Sasaran Status Saat Ini Kelompok Usaha Masih berjalan Ekonomi Produktif Perempuan yang sudah ada dan yang baru terbentuk Masalah Potensi Positif : . Masih banyak KSP/USPKoperasi yang membutuhkan dana MAP. Sumatera Utara Minimal 40 pengusaha keciltenant atau mitra binaan inkubator Masih berjalan Belum optimalnya Dinas Koperasi/badan yang membidangi Koperasi dan UKM dalam pembinaan inkubator bisnis di wilayahnya. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan program P2LK MAP belum sepenuhnya tercapai. &" Lembaga Penelitian SMERU.5 tahun pelaksanaan program.KSP/USP Koperasi Masih berjalan .Pemberdayaan / pendampingan Pelaksana Waktu Wilayah Meneg PP.2 Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi (P2LK-MAP KSP/USP Koperasi) Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan Kementerian Koperasi dan UKM. 88 kab/kota Th 2002: 30 provinsi. Jawa Timur. Inkubator bisnis dapat dikembangkan dan dibina. UNS. 12. Th 2001: 30 2002. ITB.No.Usaha Mikro dan Kecil Setelah pelaksanaan otonomi daerah. Desember 2003 . 13. Inkubator MAP Inkubator) (IPB. Tim Tahun 2000 . tumbuh 884 kelompok usaha. ITS) 13. 277 kab/kota . P3EL tingkat Kalimantan provinsi. Barat.Sumatera sekarang Selatan. . Konsentrasi terhadap pembinaan wirausahawirausaha baru. Tahun 2001.Penyertaan modal usaha . Kementerian Permodalan UKMK (sebagai dukungan 2002.

DKI Menengah dan Jakarta Koperasi) (Jabotabek).4 Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan (MAP) kepada UKK PPU Tahun 2001. Lembaga Penjamin Th 2001 : Jawa Timur. Masih diperlukan pengembangan LMVD yang potensial dan bernilai tambah tinggi. sehingga dana MAP dapat diprogramkan kembali oleh pemerintah melalui wadah koperasi. 13. Th 2001: 27 2002. Desember 2003 .5 Perkuatan Penyaluran dana Permodalan UKMK Penjamin Kredit dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Penjaminan (P2LKMAP Penjaminan) Tahun 2001 Sumatera UKMK (Usaha Kecil Barat. 2003 Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha dan Lembaga Modal Ventura Daerah (LMVD) Kementerian Koperasi dan UKM. 50 kab/kota Sasaran .Sulit memetakan usaha mikro yang produktif untuk dialokasikan program dana MAP. 13. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2001. 67 kab/kota Th 2002: 24 provinsi. . 13.3 Nama Upaya Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Keuangan Mikro (P2LK-MAP LKM) Perkuatan Permodalan UKMK dan Lembaga Keuangannya dengan Penyediaan Modal Awal dan Padanan Melalui Lembaga Modal Ventura (P2LK-MAP Modal Ventura) Jenis Kegiatan Penyaluran dana sebagai dukungan modal awal dan padanan kepada UKM Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM.LKM (Lembaga Keuangan Mikro) .No.Usaha mikro Status Saat Ini Masalah Masih berjalan . Sumatera Utara dan Lampung Th 2002 : 22 provinsi Usaha Kecil dan KoperasiPerusahaan Pasangan Usaha (UKK-PPU) Masih berjalan Koordinasi dan sinkronisasi antara tim yang ada di propinsi dan LMVD belum sepenuhnya tercapai. Jawa Tengah dan Jawa Timur Masih berjalan Sinkronisasi program antara program yang dikembangkan di pusat dengan pemerintah daerah masih perlu dikembangkan Masih banyak UKMK yang potensial.Sistem/pola penyaluran masih lemah Potensi Peningkatan pembinaan terhadap LKM untuk menjadi koperasi atau LKM tangguh. Kementerian 2002. Jawa Tengah. produktif dan layak tapi memiliki keterbatasan modal dan membutuhkan fasilitas penjaminan kredit &# Lembaga Penelitian SMERU. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. 2003 provinsi.

1993/94: 3 2001 provinsi 1994/95: 9 provinsi 1995/96: 10 provinsi 1996/97: 8 provinsi 1997/98: 8 provinsi 1998/99: 7 provinsi 2000: 8 provinsi 2001: 18 provinsi .Kurangnya kemampuan SDM (dalam membuat proposal. seleksi. Kelompok Deputi Masyarakat/LKM Pembiayaan Menumbuhkan dan mengembangkan sentra UKM (Penetapan.Menentukan BDS yang Banyak yayasan baru yang .No.Penyaluran dukungan dana operasional BDS . .UKM dalam sentra berkualitas melakukan pemberdayaan terpilih .Konsolidasi dan pemantapan program BDS Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Waktu Wilayah Tahun 2002 2001 : 30 provinsi.Identifikasi. 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.BDS Masih berjalan . 277 kab/kota Sasaran Status Saat Ini Masalah Potensi . dan Koperasi (PUK) Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha .Koperasi/ kelompok Program sudah masyarakat/LKM selesai.Sosialisasi program . 69 kab/kota 2002 : 30 provinsi.6 Nama Upaya Pengembangan Lembaga Pengembangan Bisnis /Business Development Services (LPB/BDS) Jenis Kegiatan .7 Penumbuhan dan Pengembangan Sentra UKM 13.8 Proyek Pemberdayaan Usaha Kecil.Usaha skala kecil perguliran dana masih berjalan Secara umum tidak ada masalah.Pembinaan kepada Koperasi dan koperasi dan UKM. dan penetapan BDS . 13. Menengah.Pemberian modal Kementerian . perencanaan untuk sentra) 13.2001 : 30 2003 provinsi. Pada beberapa kasus terdapat kelompok masyarakat/LKM yang kurang lancar dalam pengembalian Masih banyak kelompok masyarakat/LKM yang memerlukan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya &$ Lembaga Penelitian SMERU. 277 kab/kota UKM Selesai Tahun 1993. Desember 2003 . kasifikasi dan perkuatan sentra UKM) Tahun 2001.

Bantuan dana bergulir .No.Usaha kecil/mikro provinsi 2000 : 17 provinsi 2001 : 20 .12 I. Selanjutnya dapat mengimplementasikan dalam usaha KUKM. Majelis Taklim lain yang sangat membutuhkan tambahan modal Kegiatan ini dapat mengembangkan usaha anggota KSP/USPKoperasi. BMT.1997/98: 8 Pesantren. Pada beberapa kasus terdapat kesulitan dalam pengembalian .Koperasi.10 Nama Upaya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri (LEPMM) Proyek Peningkatan Kemandirian Ekonomi Rakyat (P2KER) Jenis Kegiatan . dengan prioritas yang mampu menabung dan berusaha pada skala sangat terbatas .Melalui penambahan modal lembaga sasaran dapat mengembangkan usahanya serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota. tapi berguliran dana kepada kelompok usaha lainnya masih berjalan Program sudah selesai tapi perguliran dana pada koperasi. pondok pesantren.Masih banyak koperasi. Namun sebagian kecil kesulitan dalam mengembalikan pinjaman akibat dampak krisis ekonomi Potensi Dapat mengembangkan kelompok usaha dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota Secara umum tidak ada masalah. Pondok Tahun 1997.KSP/USP Koperasi Tahun 2000. 101 kota/kab Status Saat Ini Kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan. 119 yang Mengakar di Masyarakat/LM3) kota/kab 1999/2000 : 7 .Dana bergulir untuk Kementerian modal kerja Koperasi dan .11 .30 provinsi.Pendampingan (oleh fasilitator) Pelaksana Waktu Tahun Kementerian 1998/1999 Koperasi dan UKM Ditjen Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam .Pendampingan Usaha Kecil dan UKM Mikro Melalui Perkuatan Struktur Keuangan KSP/USPKoperasi dari Kompensasi Dana Subsidi BBM Diklat Manajemen Bisnis bagi Pengelola BDSProvider Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Sasaran Masyarakat yang tidak lagi berada dibawah garis kemiskinan. dan Lembaga 2003 sebagian besar kab/kota Keuangan Mikro . BMT. Desember 2003 .Bantuan modal dana Kementerian Proyek bergulir Pengembangan Koperasi dan . pondok pesantren. Majelis Taklim yang lain tetap berjalan Masih berjalan Masalah Secara umum tidak ada masalah.9 13.Pendampingan UKM Deputi Pembiayaan 13. pada beberapa kasus ada anggota belum terbiasa dengan pola syari'ah Secara umum tidak ada masalah. . 2001 provinsi. tapi untuk penyelenggaraan Diklat selanjutnya harus memperhatikan batasan umur peserta Melalui Diklat konsultan yang tergabung dalam dalam wadah BDS mendapat tambahan pengetahuan. 13. 81 Majelis Taklim kota/kab (Lembaga Mandiri 1998/99: 15 provinsi. sehingga mampu meningkatkan volume usaha KUKM &% Lembaga Penelitian SMERU.usaha kecil/mikro Wilayah 25 provinsi. 30 Juni s/d 6 Juli 2003 II : 20 Juli s/d 26 Juli 2003 III : 28 Juli s/d 3 Agustus DKI Jakarta Peserta pelatihan Selesai diprioritaskan bagi pengelola BDSProvider yang telah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan belum pernah mengikuti Diklat BDSProvider yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM Secara teknis tidak ada. BMT. sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya 13.

Agribisnis Kehutanan dan Perkebunan Potensi Tambahan pengetahuan melalui Diklat mampu meningkatkan volume usaha KUKM di berbagai sektor 13. tetapi belum melakukan ekspor Masih berjalan Belum ada Belum terlihat 13. Bermoral. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Anggota koperasi yang terseleksi Selesai Tingkat pendidikan peserta mempengaruhi penerimaan materi yang diberikan saat Diklat Kinerja koperasi akan meningkat apabila SDM anggotanya ditingkatkan && Lembaga Penelitian SMERU.Th 2001: 2003 Banten. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2001.14 Workshop Optimalisasi Peranserta Masyarakat dalam Pengembangan SDM Berkualitas. Jawa Timur .Industri kecil dan kerajinan .. Desember 2003 .No. Jawa Barat.Th 2003: seluruh Indonesia Tahun 2001 Banten Melalui diklat diharapkan peserta memperoleh keterampilan dan mampu meningkatkan daya saing.13 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Diklat Perkoperasian Latihan dan Kewirausahaan bagi Pemuda Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Angkatan I : DKI Jakarta 8-14 September 2003 Angkatan II : 21-27 September 2003 Angkatan III : 29 September-4 Oktober 2003 9-12 Desember 2003 DKI Jakarta Sasaran Status Saat Ini Masalah Pengusaha muda se.16 Member Education Pendidikan dan Latihan Kementerian Koperasi dan UKM.15 Training of Trainer Pendidikan dan Latihan Pendidikan dan Latihan Export (TOT Diklat Ekspor) Kementerian Koperasi dan UKM. 13.Th 2002: 8 provinsi .Selesai Belum ada Indonesia (270 orang) dalam bidang: . Berpengetahuan Workshop Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Belum Komponen dilaksanakan masyarakat (di seluruh Indonesia) yang menaruh perhatian pada pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) KUKM yang berpotensi ekspor. 13.Kelautan dan perikanan .

Diklat Pasca Panen belum dilaksanakan Pengelolaan agribisnis ke depan melalui Kopontren sangat potensial karena dibantu santri 13. peserta mampu mengembangkan usahanya 13.21 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan Pakan Latihan Ternak Sapi Potong Tahun 2003 Sumatera 60 anggota koperasi Selesai Selatan (Kab. Sharp (20 orang). mekanik bengkel.19 Pendidikan dan Latihan Keterampilan Elektronik Pendidikan dan Latihan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2002 DKI Jakarta dan 2003 Sasaran Anggota koperasi. dan sopir Status Saat Ini Masalah Selesai Tidak semua peserta dapat mengembangkan usaha bengkelnya sesuai dengan yang diharapkan Potensi Meningkatkan pendapatan masyarakat Tahun 2003 Seluruh Indonesia 30 koperasi di seluruh Indonesia Belum dilaksanakan Belum ada Belum terlihat 15-20 September 2003 DKI Jakarta Anggota Asosiasi Bengkel Elektronik dan koperasi (Jasa Service) Samsung (20 orang). Desember 2003 . Sanken (20 orang). PKM yang mempunyai usaha bengkel.20 Pendidikan dan Pendidikan dan Latihan di Bidang Latihan Agribisnis dan Pasca Panen Tahun 2003 DKI Jakarta Diklat Budidaya Skala usaha tergantung dari sudah luas lahan dilaksanakan. peternak penerima Ogan sapi Komering Ulu) Belum ada kios pakan ternak Melalui Diklat ini peserta sapi dapat mengembangkan usahanya sesuai dengan SDA daerah masingmasing &' Lembaga Penelitian SMERU.No. 13. 60 pengurus dari 15 Kopontren dan pengelola bidang usaha agribisnis Kopontren (Jabotabek + Sukabumi) Masih berjalan Belum ada Dengan tambahan pengetahuan melalui Diklat.18 Pendidikan dan Latihan Pedagang Eceran (Retail ) Pendidikan dan Latihan 13.17 Nama Upaya Pendidikan dan Latihan Keterampilan Otomotif Jenis Kegiatan Pendidikan dan Latihan 13.

Sumut. minimal untuk memperbaiki pola Diklat 13.Seluruh 2003 Indonesia Sasaran Status Saat Ini Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masalah Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Potensi Penyelenggaraan Diklat UKM dapat meningkatkan kualitas peserta didik dan penyelenggara Diklat. Sumut dan Jatim (3 kab) Masih berjalan SDM Sumatera dan Jawa Timur sangat potensial untuk produksi kopi ' Lembaga Penelitian SMERU.No. dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian diatas 300 m dpl.25 Pengembangan Pengolahan Kopi Bantuan (pinjaman) mesin processing kopi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002.Modal bergulir kepada koperasi berupa alat processing dan bangunannya serta modal kerja Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Beberapa dan 2003 provinsi Penyelenggara dan Masih berjalan peserta Diklat UKM baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah Masih berjalan Evaluator dan dana penyelenggara terbatas untuk menjangkau seluruh propinsi di Indonesia Tahun 2001.2001: Jateng Petani dan koperasi 2003 (Kab Wonosobo) 2002: Sumsel (Kab OKU) 2003: Sumsel. Desember 2003 . dan dapat digunakan sebagai pengganti bahan katun yang selama ini impor. Lampung. sehingga akan meningkatkan kinerja koperasi dan kesejahteraan anggota Penting untuk mengevaluasi sistem diklat yang sudah dilaksanakan.Dana bergulir (modal kepada petani) untuk budidaya tanaman rami . 13. Bengkulu.23 Evaluasi melalui Lokakarya Evaluasi penyelenggaraan Diklat 13. 13.22 Nama Upaya Jenis Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Evaluasi Terhadap penyelenggaraan Kegiatan Diklat Diklat Koperasi dan UKM yang Dilaksanakan oleh Pemerintah dan Non Pemerintah Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Waktu Wilayah Tahun 2001. Jateng (12 kota/kab) SDM relatif kurang Tanaman rami sangat cocok dengan iklim Indonesia.24 Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Bidang Budidaya dan Agro Industri Serat Rami .2002: Sumsel Koperasi 2003 (Kab OKU dan Lahat) 2003: Lampung.

Sosialisasi . Desember 2003 . Koperasi nelayan Jawa Tengah. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan. Jawa Timur.Modal kerja Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Tahun 2002.Bantuan kepada Pengolahan Gambir koperasi berupa mesin prosessing gambir .26 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan .810 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada ' Lembaga Penelitian SMERU. yaitu masih banyak nelayan kecil yang membutuhkan peralatan dan adanya peningkatan penghasilan nelayan setelah menggunakan peralatan. 5 kab Selesai Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh Dengan mempertimbangkan dua hal.27 Bantuan Perkuatan Peralatan Pengideraan Jauh untuk Usaha Penangkapan Ikan terhadap Koperasi Perikanan Bersama perusahaan yang memproduksi peralatan tersebut melakukan: .Pemberian bantuan kepada nelayan berupa peralatan penginderaan jauh sebagai stimulan Tahun 2002 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Jawa Barat. Bali. 13.No. maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Berpontensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan masyarakat 13. maka upaya ini mempunyai potensi sangat baik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan Dengan mempertimbangkan dua hal.29 Pengembangan Usaha Sapi Perah kepada Beberapa Koperasi di Jawa Barat Bantuan 1.Sumatera 2003 Selatan 2002: Kab Pesisir Selatan 2003: Kab Limapuluh Kota Sasaran Koperasi Status Saat Ini Masih berjalan SDM Masalah Potensi 90% kebutuhan gambir dunia dari Indonesia 13.Pelatihan tentang penggunaan peralatan . 10 Koperasi nelayan Kementerian kota/kab Koperasi dan UKM Deputi ProduksiAsdep Perikanan dan Peternakan Masih berjalan Banyak nelayan yang membutuhkan peralatan penginderaan jauh 13.28 Bantuan Perkuatan Penyediaan dana Berupa Dana bergulir Bergulir bagi Koperasi-Koperasi Mina dalam Rangka Pengembangan Usaha Perikanan dengan Peralatan Pengideraan Jauh Tahun 2003 8 provinsi.

Desember 2003 . 13.32 Bantuan itik berikut Pengembangan Usaha Pembibitan sarana dan prasarana Itik kepada Koperasi pendukungnya Sumber Rejeki di Jawa Barat dan Jawa Tengah Pengembangan Usaha Budidaya Itik kepada Beberapa Koperasi Bantuan itik berikut sarana dan prasarana pendukungnya. DIY.34 Pengembangan Usaha Budidaya Ternak Itik di Sumatera Selatan Memberdayakan Masyarakat Melalui Usaha Budidaya Sapi Perah Bantuan itik berikut sarana dan prasarana.35 Tahun 2003 Jawa Barat. pola bergulir Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Petani peternak yang Masih berjalan Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Cirebon) tergabung dalam wadah koperasi dan Jawa Tengah (Kab Tegal.31 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Garut) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.400 sapi Usaha potong dan sarana Penggemukan Sapi pendukungnya Potong kepada Koperasi OKU Cipta Mandiri di Sumatera Selatan Pengembangan Usaha Ternak Domba kepada Koperasi Pondok Pesantren Darussalam di Jawa Barat Bantuan 450 ekor domba. Jawa Timur (9 kota/kab) Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam wadah koperasi Belum ada ' Lembaga Penelitian SMERU. terdiri 400 ekor betina dan 50 ekor pejantan Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Waktu Wilayah Sasaran Status Saat Ini Masalah Tahun 2002 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Tidak ada Selatan (Kab tergabung dalam koperasi Ogan Komering Ulu) Potensi Berpotensi karena produksi daging Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.30 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pengembangan Bantuan 2. pola bergulir Bantuan 2. Kab Brebes) Tahun 2002 10 provinsi.33 Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Berpotensi karena produksi Pengetahuan peternak mengenai teknik beternak itik daging dan telur Indonesia masih kurang belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (masih mengimpor) Berpotensi karena produksi susu di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.400 ekor bibit sapi perah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Tahun 2002 Sumatera Selatan Petani peternak yang Selesai tergabung dalam wadah koperasi 13. 17 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam wadah koperasi Tidak ada masalah Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) 13.No.

No. 13.36

Nama Upaya Memberdayakan Masyarakat Melalui Penggemukan Sapi Potong Impor

Jenis Kegiatan Bantuan 5.666 ekor sapi potong, sarana dan prasarana pendukungnya

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2003 6 provinsi, 6 kab

Sasaran Status Saat Ini Masalah Petani peternak yang Masih berjalan Belum ada tergabung dalam koperasi

Potensi Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.37

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Lokal Jenis Bali dan PO (Peranakan Ongol)

Bantuan 3.200 ekor bibit sapi lokal dan sarana pendukungnya.

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Sumatera Petani peternak yang Masih berjalan Selatan (Kab tergabung dalam Muara Enim koperasi dan Musi Banyuasin) dan Bengkulu (Kota Bengkulu) Tahun 2003 7 provinsi , 14 Petani peternak yang Masih berjalan kota/kab tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.38

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Ternak Domba/ Kambing Memberdayakan Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha Pembibitan Itik di 12 Koperasi Primer

Bantuan bibit domba/kambing

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor) Berpotensi karena produksi daging di Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.39

Bantuan permodalan Kementerian untuk pengembangan Koperasi dan pembibitan itik UKM Deputi Produksi

Tahun 2003 Kalsel, Kalbar, Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam NTB, Jatim, Banten, koperasi Sumsel, Sumut (9 kota/kab) Tahun 2003 10 provinsi Petani peternak yang Masih berjalan tergabung dalam koperasi

Belum ada

13.40

Memberdayakan Bantuan itik dan Masyarakat Melalui sarana Pengembangan pendukungnya Usaha Budidaya Itik

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Belum ada

Berpotensi karena produksi daging dan telur Indonesia belum memenuhi kebutuhan (Indonesia masih mengimpor)

13.41

Pemantapan Usaha - Bantuan sarana dan Koperasi Industri prasarana pendukung Garam (renovasi saluran) - Bantuan peralatan processing garam dan pembuatan tambak garam

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002- 2002: NTT 2003 (Kab Ngada) 2003: NTT (Kab Ngada) dan NTB

Koperasi yang berpotensi untuk mengolah garam

Masih berjalan

- Pengolahan dan rancangan Berpotensi karena produksi lahan garam masih saat ini belum memenuhi sederhana kebutuhan dalam negeri - Produksi sangat tergantung pada musim dan belum menggunakan peralatan berteknologi

'!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. 13.42

Nama Upaya Bantuan Mesin Yodisasi Garam Kepada Kopontren Nurul Jannah Rintisan Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bidang Agro Industri Sutera dengan Pola Dana Bergulir Industri Perak untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Baku Pengrajin di Yogyakarta dan Bali Mesin Pengering Kayu

Jenis Kegiatan Bantuan mesin Yodisasi dan sarana pendukung

Pelaksana Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Waktu Wilayah Tahun 2002 Jawa Barat (Kab Bandung)

Sasaran Status Saat Ini Masalah Koperasi yang Masih berjalan Belum semua garam yang berpotensi mengolah beredar di masyarakat garam mengandung yodium

Potensi Berpotensi karena produksi saat ini belum memenuhi kebutuhan dalam negeri

13.43

- Budidaya murbey kepada petani - Bantuan mesin prosesing kepada koperasi

Tahun 2003 Sumatera Selatan, NTB, Jawa Tengah, Jambi, Sulawesi Selatan (5 kab)

Koperasi/KUD yang berpotensi dalam usaha pengolahan sutera

Belum dilaksanakan

- Koordinasi di lapangan - Persyaratan untuk pencairan dana

Saat ini indonesia baru mampu memproduksi 7% bahan baku sutera dari kebutuhan bahan baku sutera dunia (1000 ton benang).

13.44

Memfasilitasi pengrajin perak dengan BUMN (untuk memperoleh bahan baku) Bantuan mesin pengering kayu

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Pengrajin perak Tahun 2002 DIY (Kota Yogyakarta) dan Bali (Kab Gianyar)

Masih berjalan

Masih banyak bahan baku Tidak mudah meyakinkan BUMN untuk melihat potensi yang dibutuhkan pengrajin pengrajin perak

13.45

Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Produksi

Tahun 2002 Jawa Tengah Koperasi dan UKM (Kab Jepara)

Masih berjalan

Kesulitan bahan baku

Berpotensi karena kapasitas mesin yang cukup besar

'"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 - 2003 Kelompok Organisasi Non-Pemerintah
No. Nama Upaya A. ORNOP LOKAL Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi

1. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Ornop Anggota - Pelatihan 1.1 Program Kredit Mikro - Kredit untuk Penguatan ASPPUK Perempuan Usaha Kecil- - Advokasi - Penerbitan Buletin Mikro - Perintisan pembentukan Jaringan PUK

Tahun 19982002

14 propinsi, 43 Perempuan Usaha kabupaten Kecil (PUK) yang tergabung dalam Kelompok simpan pinjam Perempuan Usaha Kecil (KPUK) binaan Ornop anggota ASPPUK 10 propinsi, 20 Perempuan usaha kabupaten kecil-mikro (PUK) yang tergabung dalam KPUK dampingan Ornop anggota ASPPUK

Program sudah selesai, namun kegiatan dana bergulir ASPPUK masih berjalan

- Program tidak berjalan sesuai jangka waktu pinjaman (di daerah konflik seperti Aceh) - Luasnya wilayah menyulitkan sekretariat memantau program - Minimnya dana pendampingan

Kelompok simpan pinjam berpotensi menjadi koperasi atau Lembaga Keuangan Perempuan (LKP), yang sahamnya dimiliki bersama

1.2

Pengembangan Kapasitas Perempuan Usaha Kecil-Mikro dalam Ekonomi

Ornop Anggota - Pelatihan - Pendampingan ASPPUK - Promosi produk PUK - Penerbitan buletin dan modul usaha - Studi banding

Tahun 1996 1998

Selesai

Keterbatasan sumber daya, sehingga pengelolaan program belum sistematis

Memberi insipirasi pada ornop pendamping dan KPUK dalam melakukan “sharing” pengetahuan dengan kelompok perempuan usaha kecil-mikro yang baru berdiri

1.3

Lokakarya berseri Dampak Krisis dan Kebijakan IMF terhadap Usaha Kecil-Mikro

- Lokakarya berkala - Dialog dengan pejabat daerah tentang kebijakan usaha kecil

Forum Wilayah ASPPUK

Juni-Juli 1998 - Sumatera dan Nopember Utara (Medan) - DIY 1998. (Yogyakarta) - NTB (Mataram, Lombok) - Sulawesi Selatan (Ujung Pandang) 9 – 24 Juli 1999 - Kalimantan Barat (Pontianak) - Sulawesi Tenggara (Kendari) - Jawa Tengah (Solo)

- Ornop anggota - PUK dampingan - Instansi pemerintah setempat - Perguruan Tinggi setempat - Media cetak dan radio.

Program sudah selesai, Jumlah peserta dari kalangan namun aliansi dengan PUK dampingan masih relatif media cetak/radio serta kecil pemantauan terhadap kebijakan Pemda yang berkenaan dengan usaha kecil masih berjalan.

Melalui program ini kegiatan advokasi yang berkaitan dengan kebijakan usaha kecil di wilayah masing-masing dapat berjalan.

1.4

Lokakarya berseri Lokakarya berseri tentang Pemberdayaan Perempuan Usaha KecilMikro Mengantisipasi Era Globalisasi Ekonomi

Forum Wilayah ASPPUK

- PUK-mikro - Instansi pemerintah - Ornop anggota - Lembaga pengembangan usaha kecil-mikro - Pers.

Program ini sudah selesai, namun beberapa kegiatan seperti diskusi kebijakan secara rutin dan kerjasama dengan media masih berlanjut.

Belum banyak mengikutsertakan PUK dampingan sehingga PUK mendapat informasi tidak langsung dari pendamping yang mengikuti kegiatan yang kemampuan- nya beragam

- Merintis jaringan PUK sebagai wadah penguatan bisnis dan advokasi. - Pengintegrasian perspektif gender dalam program pengembangan PUK yang dilakukan Ornop dan lembaga lain 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

Pembayaran cicilan tidak masih berjalan lancar .Anggota kurang memahami apa yang ingin diusahakan sehingga usaha yang dilakukan sifatnya sementara .Berpotensi menggali kekuatan yang dimiliki PUK-mikro yang selama ini tidak diketahui .Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit II Tahun 1997sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masyarakat miskin Masih berjalan yang sudah memiliki usaha atau berminat kuat untuk melakukan usaha . yang berarti meningkatkan usaha kecil yang dapat dilayani 3. AKATIGA.PUK yang tergabung dalam (Purwokerto KPUK binaan dan Klaten) ASPPUK . .Studi . -Kurangnya dana .Penyaluran kredit . 1.Pendidikan .Pencatatan dan Analisis proses .Pendampingan .Penyaluran kredit BMT Komunitas Orangtua Anak Jalanan .Pendampingan tidak intensif karena kurang dana operasional.Proses dan metode identifikasi persoalan dan kebutuhan PUK bisa menjadi sumber pembelajaran Ornop Tim gabungan antara Tahun 2001– 2003 Sekretariat ASPPUK. yang berarti pedagang kecil yang dilayani bisa dilakukan secara intensif semakin banyak 3.Penelitian .5 Nama Upaya Studi dan Advokasi Penguatan Kelompok Perempuan Pelaku Usaha Kecil-Mikro Jenis Kegiatan .Kesadaran masyarakat untuk mengembalikan pinjaman masih kurang (pinjaman terlalu lunak. Bina Desa 2. tanpa jaminan) Berpotensi dalam mengembangkan wilayah kerja dan meningkatkan jumlah aset.Simpan pinjam BMS dan BMT Al Inayah Unit III Tahun 1999sekarang Jabar (Kabupaten Bekasi) Masih berjalan Orang tua anak jalanan baik yang telah memiliki usaha maupun belum Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi mengurangi jumlah sehingga pendampingan tidak anak jalanan karena membaiknya kondisi ekonomi dilakukan secara optimal orang tuanya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Kader PUK masih kurang dan dilanjutkan terlibat dengan advokasi berdasarkan temuan di lokasi dengan melibatkan masyarakat basis 2.Fasilitas kredit Bina Desa bekerja sama dengan Koperasi Karya Insani dan kelompok swadaya masyarakat Tahun 1994 sekarang (Tahun 1994 1996 dikelola langsung oleh Bina Desa.Pendampingan (BMT Al Inayah Unit III) .Simpan pinjam Tahun 1995BMS dan BMT Al Inayah unit BMT sekarang Keluarga (bentukan BMS) Jabar (Kabupaten Bekasi) .Pedagang kecil yang masuk kategori keluarga miskin Kurangnya tenaga pendamping Berpotensi menambah anggota sehingga pendampingan tidak dan asset.1 BMT Keluarga (BMT Al . Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) 3.Pendampingan . Sejak 1997 bekerja sama dengan Koperasi) 6 propinsi.16 kabupaten Kelompok masyarakat. Berpotensi mengembangkan usaha berbasis pertanian dan meningkatkan kapasitas kelompok melalui pelatihan dan pendidikan .Analisis persoalan . baik yang sudah ada maupun bentukan baru Kegiatan simpan pinjam . Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi .2 BMT Pemberdayaan Masyarakat Miskin: (BMT Al Inayah Unit II) .Pelatihan .Penyaluran kredit Inayah Unit I) .Advokasi pada permasalahan strategis.Pendamping lokal tidak disiplin. Jawa Tengah .Pendamping Ornop anggota ASPPUK (LPPSLH dan Persepsi) Program sudah selesai.Ibu rumah tangga Masih berjalan yang memiliki warung .3 . LPPSLH dan Persepsi.No. 3.1 Pengembangan dan advokasi ekonomi rakyat .

6 Pelatihan Pendamping Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) Pelatihan BMS Tahun 2000 Jabar (Kabupaten Bekasi) Menciptakan kerjasama antara .4 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana BMS dan BMT Al Hinayah Unit IV Waktu Tahun 2002sekarang Wilayah Jabar (Kabupaten Bekasi) Sasaran Masyarakat korban banjir (petani dan peternak) Status saat ini Masih berjalan Masalah Kurangnya biaya operasional untuk tenaga pendamping lapangan Potensi . Bina Sumberdaya Mitra (BISMI) 4.Kegiatan nelayan (melaut) menyebabkan pengembalian kredit terlambat .Penyediaan Kredit . Jabar (Depok.Adanya ancaman penggusuran (pindah rumah) sehingga menyulitkan penagihan .Kemungkinan dapat diterapkannya sistem bagi hasil .Pendampingan BISMI dan kelompok dampingan Tahun 1998 sekarang Usaha mikro/kecil .Jumlah peserta dapat bertambah  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Berpotensi menambah anggota dan menjadi unit koperasi yang produktif .Sulit mengumpulkan calon penerima kredit mengikuti untuk proyek tahun pelatihan awal 1998) .1 Karib Ikhtiar BISMI .5 BMT Komunitas Kelurahan Bugis (BMT Al hinayah Unit V) .Latar belakang dan pendidikan peserta yang beragam .Berpotensi menjadi pendorong berkembangnya usaha.1998: DKI Jakarta.Pelatihan .2 Baithul Mal Watauil (BMT) BISMI - Penyediaan Kredit Pendampingan Pelatihan Simpan pinjam BISMI dan kelompok dampingan Tahun 2003sekarang Jawa Barat Individu dan Masih berjalan (Kota Bekasi) kelompok pedagang kecil Para pedagang belum memiliki sistem pembukuan yang baik .Kesibukan peserta MBT dan koperasi se Bekasi mengganggu keikutsertaan dalam pelatihan .7 Pelatihan Managemen Usaha Pelatihan BMS Tahun 2003 Jabar (Kabupaten Bekasi) Selesai 4. Tahun 2003 DKI Jakarta (Kampung Bugis) Masyarakat miskin Masih berjalan (dalam yang memiliki usaha tahap perintisan) (dagang atau usaha rumah tangga) -Organisasi sosial anggota (K3S) -Koperasi/LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Orang tua anak jalanan (kelompok dampingan BMT) Selesai Belum ada kepastian dana 3.Membentuk usaha bersama .Penyaluran Kredit .2001: Jateng (Brebes) dan Maluku (Saumlaki) .Tumbuhnya koperasi 4.Mengembangkan usaha mikro para peserta pelatihan 3.Akses terhadap modal menjadi mudah melalui BMT . Bekasi) -1999: DKI Jakarta .Jumlah anggota/kelompok dampingan masih bisa bertambah .Selama pelatihan (2 hari) peserta tidak melakukan usaha dan kehilangan penghasilan .Banyak anggota tidak mengikuti pelatihan karena sibuk mencari nafkah .2002: Jabar (Bekasi) Masih berjalan (kecuali .No.Simpan pinjam BMS dan BMT Komunitas Kelurahan Bugis.Pendampingan .Pendampingan Inayah Unit IV) 3.usaha alternatif bagi petani dan peternak di daerah perkotaan BMT Masyarakat Miskin .Penyaluran kredit Korban Banjir (BMT Al .2000 : DKI Jakarta . 3.

4 .Pemberian kredit . LSM lain. Waktu Tahun 19921998 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi 5.Penumbuhan KSM . Sangatta. Bina Swadaya 5. Kaltim .Pendampingan Proyek Peningkatan Taraf Hidup masyarakat .5 Bina Swadaya Tahun 19982003 Papua Masyarakat Lembah Masih berjalan Baliem .7 .1 Program Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) 5 propinsi.Pengelolaan ekonomi rumah tangga tidak baik. Nama Upaya Jenis Kegiatan .No.Sulit untuk mengakumulasi modal karena faktor budaya . 5.Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 19992001 9 provinsi.2 Pendampingan Kelompok IDT untuk Pengembangan Usaha Mikro Development of Environmentally Oriented Cattle Husbandry and Sustainable Agriculture . kabupaten/kot Masyarakat (KSM) tapi kredit mikro di setiap wilayah masih a berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Kec. 14 Kelompok Swadaya Program sudah selesai.Dana Stimulan Development for Indigenous and Agribusiness People in Buffer Zone of Baliem Valley in Sentani.Dana Stimulan 4 Desa IDT dan Desa Sepaso.Monitoring dan evaluasi Pelaksana Bina Swadaya. Kutai Timur. 8 kabupaten Usaha mikro/kecil Proyek sudah selesai tetapi di Bina Swadaya cabang masih berjalan Selesai 5. Kab. Kamal Muara Jakarta Utara Village Social Safety Net in Cope with Economic Crisis . 14 Usaha mikro kabupaten anggota KSM binaan Di Bina Swadaya pusat Pengembalian kredit kurang sudah selesai.Pendampingan . Dana operasional tinggi. 5.Dana Stimulan Bina Swadaya Tahun 19971999 Jawa Timur Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya 5.Pendampingan .Pendampingan . namun di lancar Bina Swadaya cabang masih berjalan 5. karena nelayan yang berada di lokasi bukan penduduk setempat.6 Bina Swadaya Tahun 19982001 Masyarakat Kamal DKI Jakarta (Jakara Utara: Muara Kelurahan Kamal Muara) Program ini sudah selesai namun ditingkat kelompok masih berjalan Masyarakat yang terlayani kebanyakan bukan nelayan.Pendampingan Bina Swadaya Tahun 19972000 4 propinsi.Pelatihan .3 . Papua Pengembangan Masyarakat melalui KSM di Kel.Pelatihan . dan perbankan.Pendampingan .Pendampingan Agribusiness .Pembentukan KSM .Pelatihan Food Security and .Pelatihan .Pelatihan .Dana bergulir Bina Swadaya Tahun 19981999 Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Timur) Usaha mikro/kecil binaan Bina Swadaya Selesai 5.

5.DKI Jakarta .2 Program Pengembangan “Kepemimpinan yang Transformatif” dalam Koperasi . Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia (Formasi Indonesia) 6.Koperasi dampingan belum seluruhnya menerapkan konsep gender yang tercantum dalam manual Model kepemimpinan ini sangat tepat untuk mengembangkan koperasi yang berperspektif gender.Jawa Timur .Jawa Barat .Jawa Tengah .No.1 Formasi Development .Sulit menyesuaikan manual “Kepemimpinan yang Transformatif" .Advokasi LSM Anggota Formasi Indonesia Februari 2002 .Pendampingan . West Jakarta Jenis Kegiatan .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .NTB Mitra dampingan anggota Formasi: . pengurus/pelaksana koperasi pilot dan calon anggota Formasi .Penggalangan tabungan .Monitoring dan evaluasi Pelaksana Waktu Tahun 1998 1999 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi DKI Jakarta Usaha kecil (Jakarta Barat) 5.Sosialisasi .Periode 2000-2002.Pelatihan .Kelompok Usaha Bersama (KUB) .Konsultasi .Pelatihan .8 Nama Upaya Development of Appropriate Waste Water Treatment for Small Scale Industry in Semanan.NTB Masih berjalan Kader fasilitator.Periode 1996-1999.Penyaluran kredit Bina Swadaya Tahun 2003 sekarang Jabar (Bogor: Kelompok Usaha Mikro (utama Cileungsi).Pembentukan kelompok . cabang ASA diberi target tertentu 6.9 Proyek ASA . perempuan) DKI Jakarta (Cakung. Selesai (dihentikan ..JawaTengah .DKI Jakarta Januari 2005 . sejak awal tahun 2003) pengembalian dana tidak lancar akibat krisis moneter .Pemberian kredit Formasi (Koordinator Fund (FDF) .Pelatihan .Monitoring dan evaluasi Tahun: -1996-1999 -2000-2002 .TOT .Koperasi/ pra koperasi .Manual Assesment . Johar Baru.Penyertaan Program FDF) modal/investasi . Pademangan) Masih berjalan Kekurangan sumber dana yang Berpotensi menjangkau usaha murah mikro dalam jumlah banyak karena beroperasi di wilayah padat penduduk yang banyak terdapat usaha mikro dan secara kelembagaan. hanya dapat menjaring 3 pilot project usaha koperasi karena ketatnya persyaratan pinjaman Program ini masih dianggap cukup strategis sebagai alternatif akses permodalan bagi koperasi/pra koperasi dengan persyaratan pengelolaan yang lebih profesional 6.

Pendampingan .Pendampingan Perempuan .Buruh tani sangat sukar mengembangkan usaha . . 2003 memberikan asistensi PT. karena yang datang bukan pengambil keputusan . Lembaga Penelitian.Adanya pemahaman dana BPRD hibah (tidak perlu dikembalikan) .Kurangnya tenaga dampingan di lapangan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Bengkulu (Kab. formal dan sulit dijalankan. Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat .Adanya internal konflik antara kepala desa dengan petugas UPKD.Manfaat pelatihan tidak efektif. 7. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Tahun 2002 7.Luasnya wilayah Fasilitator Kec.Sulit mengakomodasi kebutuhan peserta yang beragam menjadi kebutuhan umum .Dengan adanya fasilitas “Open Menu” dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada sesuai dengan kepentingan masyarakat itu sendiri. individu atau kelompok masyarakat (Pokmas) miskin Status saat ini Masih berjalan Masalah .4 .Pemberian dana penyertaan modal Tahun 19961998 Jawa Barat (Kabupaten Subang) Buruh tani perempuan Selesai.Analisis Usaha yang disiapkan sangat kaku.2 Perluasan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) DKI Jakarta . Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan) Sasaran Keluarga.Pelatihan Meningkatkan LP3ES Pendapatan Buruh Tani ketrampilan berbisinis .Bantuan teknis LP3ES. sehingga pembinaan dan kontrol kurang efektif . .Dapat memperkuat dan mengembangkan orgarnisasi masyarakat.Sistim pencatatan di UPKD kurang terorganisir . Budi Cakra Bengkulu teknis kepada (Bengkulu Regional Consultant Fasilitator Lapangan Development yang mendampingi Project/BRDP) masyarakat dalam program kredit mikro pedesaan 7. Potensi .. Tahun 2002 DKI Jakarta (Jakarta Pusat) Masyarakat miskin di DKI Selesai Model ini bisa dikembangkan di propinsi lain 7.1 Proyek Pembangunan Mengkoordinir dan LP3ES.No. Bengkulu Utara.3 Pelatihan Manajemen Pemasaran bagi Pengusaha Mikro dan Sektor Informal di Jakarta Pelatihan LP3ES dan BKPAI Tahun 1997 DKI Jakarta Selesai 200 pengusaha mikro dan sektor informal yang sudah terdaftar di Pemda DKI .Durasi Pelatihan terlalu pendek -Tingkat pendidikan peserta beragam 7. .Rendahnya pengembalian pinjaman. namun di tingkat masyarakat masih berjalan .

Masyarakat miskin (KS/ Pra KS) dan korban banjir tahun 2002 Mei.Organisasi dewan terikat Perda perempuan dan kemandirian masyarakat No 5/2000 .Meningkatkan pemberdayaan .Masyarakat akar rumput khususnya perempuan miskin dan berada dalam usia produktif .Pendampingan .No. Karawang.Pendampingan .Penanggung jawab pembinaan tidak jelas 9. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sosial Ekonomi (LPPSE) 8.Keterbatasan kemampuan pemberdayaan ekonomi SDM pelaksana . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 8.Kelompok dampingan PPSW Masih berjalan . Kalbar (Pontianak).Fasilitas kerja kurang memadai masyarakat miskin perkotaan. Riau (Rokan Hilir) .Pendampingan .Pelatihan Primer. Bekasi.1 Program Kredit Mikro .Adanya rush pada masa masa tertentu terutama menjelang hari raya . Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) 10.Konsultasi .Disharmoni antara pengurus dan pengelola. beserta BMT Tahun sekarang dampingan Usaha kecil Masih berjalan (pedagang.Meningkatkan pemberdayan memadai .Desember 2002 Wilayah Jakarta Timur (Tahap I: 5 kelurahan Tahap II: 60 kelurahan) Sasaran Status saat ini Masih berjalan (rencananya akan dilanjutkan sampai tahun 2007) Masalah Potensi 8. Cianjur. . PINBUK.Pelatihan . pengrajin).2 Community Base development dealing with Economic Crisis (CBEC) tahun 19982000 .Lembaga tersebut dapat menjadi pressure group dalam menyuarakan kepentingan perempuan .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan Tahap I: MeiDesember 2001 Tahap II: Maret . Pemulihan keberdayaan Masyarakat (PKM) 9.Monitoring PKM bersama LSM dan Tahun 1998sekarang KSM terpilih Seluruh Indonesia Masyarakat miskin Masih berjalan yang paling terkena dampak krisis (terutama perempuan dan anak-anak) Kapasitas pelaksana proyek di tingkat KSM/LSM masih relatif rendah. petani dan peternak . Koperasi PPSW .Aturan main belum jelas lokal .1 Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Kodya Jakarta Timur .Pemanfaatan Dana Bergulir LPPSE beserta pendamping lapangan I.Masyarakat miskin 1998 (3 Kelurahan) (KS dan Pra KS) .1 Baithul Maal Wat .Simpan pinjam 1995.Lembaga tersebut bisa berkontribusi dalam memecahan permasalahan yang ada di wilayahnya  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Banten (Pandeglang). 10. Bahkan bisa menjadi BPR 11. Jabar (Bogor.Menanggulangi permasalahan . Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) 11.Pelatihan .1 Pemulihan Keberdayaan . . Koperasi .Aturan main belum jelas .Terdapat kendala dalam mengembangkan sumber daya manusia baik di PPSW maupun di masyarakat (kelompok dan koperasi) .Menata lingkungan Program sudah selesai tapi di tingkat masyarakat tidak diketahui Meningkatkan upaya .Fasilitas kerja kurang .Membangun dan mengembangkan lembaga keuangan alternatif untuk perempuan .Masyarakat di RW kumuh .Pendampingan Sekunder Tahun 1986 sekarang DKI Jakarta.Lembaga pelaksana perlu ekonomi masyarakat miskin pendamping perkotaan .Kurangnya kapasitas pendamping lapangan PPSW untuk mendampingi perempuan pengusaha .Masih perlunya optimalisasi pendamping dan kader dalam pengembangan kewirausahaan BMT berpotensi menjadi koperasi karena asetnya banyak yang di atas 50 juta.Desember Jakarta Barat .Konsultasi .Simpan pinjam PPSW.Pemberian dana Masyarakat (PKM) kepada LSM dan KSM . Berpotensi membantu usaha pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan karena menggunakan pendekatan yang partisipatif. Sukabumi) . Pemilik usaha mikro/kecil/ menengah yang masih berjalan dan dapat menyerap tenaga kerja baru setempat II.Pelatihan Tamwil (BMT) .26 propinsi .Kredit .

Pemberian kredit 13.2 Koperasi Pekerti (Kredit .Daya tampung dan dana pelatihan terbatas . Jateng (Pati.Jawa Tengah (6 kabupaten) Sasaran Wanita pedesaan yang tergolong keluarga pra sejahtera dan memiliki usaha mikro Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 12.1 Penyediaan modal kerja .3 Pelatihan Marketing Plan Pelatihan Pekerti Tahun 1999 Jawa Tengah Pengrajin kecil (Kab Pati dan anggota SIMPATI dan ASPERA Jepara) . Indramayu.Pemberian kredit Pekerti (Koperti) Tahun 1999sekarang . produk rumah tangga) dan rotan (mebel. Rembang.Terhentinya pembelian produk oleh Oxfam (tahun 2001) karena Oxfam mengalami kerugian Policy funding yang berubah ubah karena penggantian program officer Pelatihan dapat dilakukan dengan skala yang lebih kecil dan dengan mitra yang lain (namun sampai saat ini Pekerti belum mengupayakannya) Bertambahnya modal dan bertambahnya nasabah 14. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 1999 – sekarang Wilayah . khususnya dalam kegiatan kelompok 13.4 Kredit Modal Kerja dan Investasi untuk Pengrajin Kecil Pemberian kredit Pekerti dan Koperti Tahun 2000sekarang Jawa Barat Pengrajin kecil di (Kab Cirebon) Cirebon Masih berjalan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . ukir. pernik) . . Yayasan Mitra Usaha (YMU) .1 Product Development Pekerti dan pengrajin .Jawa Tengah Masih berjalan .Pendampingan Bank (Mitra Usaha .Simpan pinjam Koperti) .Pembinaan Parasahabat) kemandirian usaha Keterbatasan kapasitas petugas .Jawa Tengah (Pati. Subang. .Pengrajin kecil binaan .Meningkatkan usaha anggota.1 Replikasi Grameen .Yogyakarta .Meningkatkan kedudukan perempuan dalam keluarga. Cirebon).Jawa Barat Perempuan termiskin di wilayah (Bekasi. koperasi sekunder padahal masih harus mencicil modal yang dipinjam dari Pekerti . Yayasan Dharma Bakti Parasahabat (YDBP) 12. Jepara) Selesai Pengrajin kecil pengolah kayu (dakon.Kaum perempuan lebih tegas dalam mengemukakan pendapatan.Pemberian pinjaman YDBP (Yayasan untuk usaha mikro modal kerja Dharma Bakti .Pengrajin mitra (menjual produknya ke Pekerti) Selesai 14. lapangan. Karawang) .Karyawan Pekerti .Bertambahnya saingan karena perbankan mulai tertarik kredit mikro Berpotensi untuk berkembang dan mengembangkan usaha perempuan miskin dengan indikasi: .Bertambahnya anggota 14. Klaten ) Jabar (Sukabumi.Pelatihan 14. .Banyaknya peminat di setiap lokasi.Jakarta .Keterbatasan dana. .Jawa Barat (5 kabupaten) .Grace period dari lembaga keuangan sangat pendek . .Dapat dikembangkan menjadi Ada anggota yang keluar. Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia (Yayasan Pekerti) . 14.No.Belum ada lembaga yang melayani perempuan miskin.Masih sedikit lembaga dana yang khusus mensupport LKM .Pelatihan Mandiri) YMU bersama dampingan (Mitra Usaha Mandiri) Tahun 1998 sekarang Masih berjalan . .Pemberian pinjaman dampingan (Pengembangan modal tanpa bunga Produksi) Tahun 19971998 -Pengrajin sulit menerima teknologi baru bidang produksi -Ketidakmampuan pengrajin untuk mengukur kebutuhan dan kemampuannya.Jawa Barat .Tingkat bunga cukup tinggi.

2 Jasa keuangan simpan pinjam syariah Simpan Pinjam Yayasan Permata Hati Tahun 1987 sekarang Pedagang kecil /mikro Masih berjalan Berpotensi dalam mengembangkan anggota binaan yang bukan pedagang sehingga bisa menjadi suplier/pemasok bagi para pedagang.No.Pendampingan dan pembinaan .Pemberian kredit . 14.6 Program Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Perempuan Usaha Kecil (PPEPUK) Tahun 2002 2003 DKI Jakarta Masih berjalan Ibu rumah tangga dari keluarga miskin yang belum menjadi pelaku usaha namun mempunyai minat.Pemberian kredit Pekerti .Pembuatan website . tetapi sebagian dana masih bergulir di masyarakat .Asistensi . .Sulit mendapatkan legalitas dari Pemda . karena mengira dana dari program JPS.5 Nama Upaya Pengembangan Masyarakat Pengrajin Marginal Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Tahun 2000 2001 Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah .Pedagang kecil Banten (Tangerang:Ci sektor informal . Pengembalian pinjaman tidak lancar karena: . Pati) 14. Pekerti Jepara.kelompok pondoh) masyarakat miskin . Jabar (Cirebon).Kemauan berusaha yang musiman .Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana.Sosialisasi .Realokasi dan Yayasan Permata Hati Tahun 1998 pengusahaan bekerja sama dengan legalitas lokasi kelompok sasaran .Bantuan ternak itik dan ayam buras Pekerti Pengrajin kecil yang Selesai Jabar menjadi mitra kerja (Sukabumi).umbuhnya pengrajin pengrajin baru yang mandiri.Tampilan web site belum optimal.korban PHK Program sudah selesai.Kurangnya tenaga pendamping . Berpotensi baik karena bantuan pemberdayaan diberikan dalam dalam bentuk hewan/barang (bukan uang) sesuai dengan jenis usaha mikro yang akan dilakukan 15. DKI Jakarta (Jakarta Utara) Banten (Kab/kota Tangerang Masyarakat kelurahan/desa yang memiliki kemauan untuk berusaha Program sudah selesai.Pemberian modal kerja .Pemanfaatan web site untuk pemasaran belum optimal.Penyusunan strategic planning .3 Realokasi Pedagang Kaki Lima Sektor Informal di Perkotaan .Pasar yang tidak jelas . namun masih terdapat kegiatan perguliran dana di masyarakat .Survey lapangan . . karena mengira dana dari program JPS. 15.dagangan tidak laku/ditipu.Kesulitan bahan baku sehingga terjadi perubahan usaha dalam waktu yang cepat . Potensi Tersedianya ajang promosi kerajinan kecil melalui media elektronik dengan biaya murah dan mudah diakses oleh pembeli mancanegara . dan potensi kuat menjadi pengrajin .Pengadaan tenda dan gerobak . .Membantu pemasaran melalui pameran lokal . motivasi.Workshop .Peningkatan kultur bisnis .Dapat menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar pengrajin sehingga mengurangi angka pengangguran 15.Adanya program JPS menyebabkan masyarakat enggan mengembalikan dana. Yayasan Permata Hati 15.Pelatihan .Pelatihan .Pedagang membutuhkan biaya yang besar untuk mempraktekan materi penyuluhan dan pelatihan Berpotensi untuk diarahkan pada pedagang produk pokok (sayuran dan kebutuhan dapur) serta sektor peternakan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Jateng ( Solo.Krisis moneter mengakibatkan lambatnya perguliran dana .1 Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pemberian modal Yayasan Permata Hati Tahun 19972003 Banten (Kab/kota Tangerang).

Berpotensi menjadi LKM mandiri 16.Pengusaha mikro menjadi yang layak menjadi mitra berpotensi berhubungan dengan bank lain . 15 Masyarakat miskin Selesai kabupaten perempuan dan aktif secara ekonomi Kelompok simpan pinjam Sebagian besar LSM mitra berpotensi menjadi koperasi menganggap dana bantuan modal sebagai hibah sehingga tidak dikelola dengan baik dan menyebabkan menurunnya port folio  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pendampingan Care International Indonesia Tahun 2003–2005 (Tahap I) Jawa Barat (4 Pengusaha mikro (nasabah dari LKM kabupaten). YPM Kesuma Multi Guna 16.1 Small Enterprise . dengan target utama perempuan Usaha mikro/kecil dapat menguasai dan menerapkan pembukuan sederhana. serta dapat memisahkan manajemen usaha dengan manajemen rumah tangga.Pemberian Kredit and Micro-Enterprises Development in Bandung Raya Project) Tahun 2002Care International Indonesia.Pelatihan . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pemberian pinjaman modal Pelaksana YPM Kesuma Multi Guna Waktu Mei 1999 sekarang Wilayah DKI Jakarta (Kemanggisan . Garut.No.2 Pelatihan Dasar-dasar Pelatihan Koperasi dan Pembukuan Sederhana serta Managemen Usaha. Pasar Minggu.Pelatihan bagi Development (SED) lokal Sequel Matching Grant Ketua kelompok simpan pinjam dan staf lokal LSM Tahun 1993 1998 6 propinsi. Pasar Minggu.Pelatihan . . dengan target utama perempuan 16. Tasikmalaya. Kramat Senen.Waktu pelatihan terlalu singkat . dan Pasar Rebo) Sasaran Status saat ini Masalah .Adanya tunggakan pembayaran . Universitas 2004 Bandung Raya Jawa Barat (Kab Bandung. memiliki usaha mikro.Pemberian kredit .Menyediakan kredit CRS bersama mitra 2. dan Pasar Rebo) DKI Jakarta (Kemanggisan .1 Program Kredit Mikro . memiliki usaha mikro. Catholic Relief Serves (CRS) Indonesia . yang terpilih) Banten.terdapat anggota atau ketua kelompok yang kurang disiplin . Kamal Muara. Kuningan) . Kamal Muara. YPM Kesuma Multi Guna Oktober – Nopember 2001 Anggota kelompok Selesai YPM. ORNOP INTERNASIONAL 1.Mampu mengembangkan usaha dan ekonomi keluarga . DKI Jakarta Masih berjalan Tidak mudah mendapatkan LKM .2 Samba Project (The Silk .LKM Masih berjalan 2.Keterbatasan dana .Meningkatkan peran ibu/wanita dalam keluarga.Kurangnya kemampuan administrasi pengurus .Program akan dikembangkan pada kelompok simpan pinjam yang tidak dapat mengakses kredit BPR Keterbatasan dana petani sutera Propinsi lain berminat mendapatkan replikasi model (Lampung. Care International Indonesia 1. Majalengka. Sulawesi Selatan) 1. Sukabumi. Kramat Senen.1 Kredit Mikro Anggota kelompok Masih berjalan YPM.Kurangnya kemauan anggota menerapkan materi pelatihan dalam praktek usaha mereka Potensi .Petani sutera dan pengusaha mikro/kecil sutera .

Masih lemahnya kemampuan LSM mitra -Terbatasnya kesempatan usaha di Kab. Bali. . 2. terutama perempuan 2. Sikka. NTB 2.3 Institutional Menyediakan dana Transformation for Scale pinjaman and Self-Sufficiency CRS dan PT.No.Memiliki upaya pengembangan masyarakat seperti pemberdayaan perempuan dan partisipasi masyarakat.Ketika proyek ini berhenti. Ukabima Oktober 1999.Jawa September 2003 Masih berjalan Perempuan yang mempunyai usaha produktif yang menjadi nasabah BPR mitra Ukabima.Pendaftran BPR memerlukan proses yang sangat lama .Pelatihan tanpa Agunan (Kusuma) . Cilacap. Ukabima Tahun 19952000 Selesai . satu LSM mitra (YSBS) mampu membiayai kegiatan secara swadaya .Proses pembentukan BPR memerlukan waktu yang panjang.Program ini mempunyai metode yang baik karena bisa mencapai orang miskin sekaligus memberi keuntungan. Purbalingga) dan NTT (Kab.4 Program Bantuan Koperasi (Cooperative Assistance Program) . Bali.5 Program Penguatan BPR (Monetization) . . YSBS dan YCS Waktu Januari 1999September 2000 Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah .Penyediaan dana Proyek Village bantuan modal Banking/Kelompok Swadaya Wanita (KSW) . Potensi . Ukabima Oktober 2000 .BPR di wilayah pelaksanaan proyek .Bantuan Teknik CRS dan PT.  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . yang mempunyai usaha mikro Banyumas. .Bantuan dana pelatihan Jawa Tengah Perempuan miskin (Kab.Pelaksanaannya terlambat karena sulit mendapatkan kesepakatan dan penentuan perencanaan akhir dari para pelaku proyek. Sumatera. . 2. .Pelatihan dan bantuan teknis bagi Ukabima dan PBR mitra BPR mitra Ukabima Masih berjalan CRS dan PT.Terdapat kesulitan pengembalian pinjaman kelompok pada putaran ketiga.masyarakat miskin pemilik usaha mikro di pedesaan.Bantuan modal berbentuk komoditi .Membentuk BPR-BPR ditempat lain yang mempunyai visi mempromosikan keuangan mikro untuk masyarakat miskin.Membangun koperasi simpan pinjam. Sikka) Jawa. -Mismanagement menyebabkan kerugian dana yang cukup besar .2 Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana CRS. . dan September NTB 2003 BPR-BPR di bawah binaan Ukabima cukup mendapat bantuan tehnik. ACDI-VOCA Indonesia Oktober 2000. .Jawa.Penyertaan modal untuk Masyarakat Miskin .6 Program Kredit Khusus .Pelatihan dan bantuan teknik CRS. 2001 Kota Surabaya dan Kota Makassar Selesai Pengusaha mikro yang menggunakan tepung gandum sebagai bahan dasar usahanya 2.Peraturan Bank Indonesia (kenaikan kapitalisas)i menghambat pembentukan BPR. Hal ini membuat BPR tersebut mempunyai ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi krisis finansial. lebih fleksibel dan biaya yang lebih murah.Dana bantuan penyertaan modal untuk Ukabima yang akan dipinjamkan kepada BPR.Peraturan BI tentang kenaikan kapitalisasi menghambat Program Kusuma sulit berkembang karena di lapangan banyak program yang memberikan pelayanan kredit tanpa agunan dengan jumlah yang besar.PT Ukabima dapat melayani lembaga keuangan mikro yang berkelanjutan untuk masyarakat miskin . .Banyak program keuangan mikro dari pemerintah yang menetapkan bunga pinjaman lebih rendah . .Jabotabek.PT Ukabima baru beroperasi dan belum mampu berekspansi ke luar Jawa. .

1 PPKD Proyek Belitang Buay Madang Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 8 propinsi . Idem Potensi Juni 1999CRS dan YSBS Banyumas Sutera Alam September 2001 Jawa Tengah Petani ulat sutera (Banyumas) 3.1.1 Peningkatan Pendapatan Keluarga pendamping/pekerja Dampingan (PPKD) sosial .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.5 PPKD Proyek Lembaga Idem Dana Atmaja CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20022003 Tahun 19972000 Tahun 19972002 DKI Jakarta Idem (Jakarta Barat) Masih berjalan Idem Idem Jawa Barat Idem (Kota Bogor) Lampung (Kab Idem Lampung Tengah dan Lampung Selatan) Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .1.CCF tidak memiliki tenaga khusus ahli R&D pengembangan usaha kecil .No.3 PPKD Proyek Tunas Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.Bantuan biaya pelatihan teknis .Keluarga dampingan Ornop mitra yang dinilai siap mengembangkan usaha .Pengurus kelompok dampingan Masih berjalan .Usaha masih dipandang sebagai kegiatan sosial dan pembelajaran sehingga pengelolaannya seringkali kurang profesional atau kurang ekonomis. 2001 Idem Sumatera Selatan (Kab Ogan Komering Ulu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan Idem 3. 2.1.Bantuan modal usaha .Idem + . 2000. .Pelatihan bagi 3.7 Nama Upaya Proyek Ulat Sutera Jenis Kegiatan Pelatihan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Petani tidak mengikuti metode yang diberikan pada saat pelatihan sehingga usaha budidaya ulat sutera mengalami kegagalan.Ornop mitra memiliki pekerja sosial yang mendampingi kelompok dalam membuat pembukuan/ administrasi usaha.Supervisi dan evaluasi 3.2 PPKD Proyek Rahayu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Masih berjalan Idem . Christian Children Fund Indonesia (CCF) . .CCF memiliki sumber dana yang stabil sebagai bantuan modal usaha keluarga dampingan Ornop mitra CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972000 Tahun 20022003 Tahun 1998.1.1.4 PPKD Proyek Warga Idem Upadaya 3.

1.Adanya mismanagement di tingkat Ornop .9 PPKD Proyek Megu Wiit Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1997 Tahun 20002003 Tahun 19982003 3.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3.10 PPKD Proyek Temu Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sikka) Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan .Ornop mitra tidak memiliki jaringan pasar yang luas sehingga perkembangan usaha sangat dipengaruhi oleh kebutuhan dan daya beli masyarakat setempat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .1.Adanya bencana alam (hama belalang) yang sangat merugikan usaha peternakan dan pertanian .Sebagian besar masyarakat memprioritaskan kepentingan adat dari pada kegiatan peningkatan pendapatan Idem 3.Idem + .Idem + .1.11 PPKD Proyek Kawangu Idem Sejahtera CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan Idem . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19992001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3.7 PPKD Proyek Kusa Bakti Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan Idem Idem 3.6 PPKD Proyek Santa Elizabeth 3.Idem + .1.No.8 PPKD Proyek Mambait Jaya Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Idem Masih berjalan Idem .1.1.

18 PPKD Proyek Kinasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19992001 Tahun 1999.1. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Lampung (Kab Idem Lampung Tengah) Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .19 PPKD Proyek Marsudi Siwi Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Lokasi warga dampingan terpencar di dusun-dusun terpencil sehingga menyulitkan pendampingan Idem idem 3.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan 3. 2003 Tahun 19982002 Lampung (Kab Idem Tanggamus) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.17 PPKD Proyek Bina Lestari 3.No.1.12 PPKD Proyek Siwi Waluyo Jaya 3.Usaha pertanian banyak yang .1.Idem + .Idem + .Idem + .Idem + .1.13 PPKD Proyek Muri Mada Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19982002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Nusa Tenggara Timur (Kab Ende) Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .1.Idem + .15 PPKD Proyek Taloitan Anah Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 1998 Tahun 20012003 Idem Masih berjalan .Usaha pertanian dan peternakan banyak mengalami kegagalan karena serangan hama belalang dan kemarau panjang Idem 3.16 PPKD Proyek Dula Luri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972002 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Sumba Timur) Masih berjalan .CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha dari keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.Kelompok tidak terbiasa dengan pembukuan dan administrasi Potensi .Keluarga dampingan memiliki lahan yang cukup yang dapat gagal karena hama belalang dimanfaatkan untuk usaha .1.1.1.Idem + .Idem + . 2000.14 PPKD Proyek Ruku Ramba Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19972003 Masih berjalan 3.

.23 PPKD Proyek Bina Mitra Idem Tulakadi Masih berjalan .Kesadaran masyarakat bekerja sama dalam kelompok masih rendah.21 PPKD Proyek Masyarakat Sangup 3.1.Idem + . 1998.1. 2000.22 PPKD Proyek Tunas Harapan Mandiri Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Idem Tahun 1997.Sebagian besar warga dampingan memiliki lahan yang cukup untuk usaha pertanian atau peternakan 3.20 PPKD Proyek Gelekat Lewo 3.1.No.25 PPKD Wesak Welan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20002003 3.Idem + .1.1.K.27 PPKD Proyek Citra Kasih Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Ngada) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Klaten) Jawa Tengah Idem (Kabupaten Magelang) Jawa Tengah Idem (Kota Semarang) Masih berjalan Idem Masih berjalan idem Idem Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.1.28 PPKD Proyek K.Idem + . 2002 Tahun 19992003 Tahun 20012002 Masih berjalan Idem Idem Masih berjalan Idem Idem 3.26 Peningkatan Pendapatan Keluarga Dampingan Proyek Bhakti Kasih 3. Soegijapranata Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971998 Tahun 20002003 Tahun 19972003 Masih berjalan idem Idem Masih berjalan idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19982001 Wilayah Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Flores Timor) Jawa Tengah Idem (Kab Boyolali) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Idem Masalah Idem Potensi 3.Solidaritas warga/ kelompok masih rendah sehingga mereka tidak merasa perlu untuk menggulirkan dana kepada warga/kelompok lain Idem .1.CCF berkesempatan mengembangkan jaringan Ornop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan Idem 3.24 PPKD Proyek Tetus Manekat Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Nusa Tenggara Timur (Kab Kupang) Idem Masih berjalan .1.1.

37 PPKD Proyek Mino Martani Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 19971998 Tahun 20002003 Idem Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Selatan) Jawa Tengah Idem (Kab Banyumas) Masih berjalan Idem .1.1.1.Idem .1.1.Keluarga dampingan sangat individualistis sehingga sulit diorganisir dalam kelompok usaha Idem Idem Potensi 3.1.36 PPKD Proyek Panti Nugeraha 3.39 PPKD Proyek Cai Kahirupan Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 20012003 Tahun 2002 Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Idem Idem  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Idem .No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Idem Pelaksana CCF Indonesia dan Ornop Lokal Waktu Tahun 19972003 Wilayah Banten (Kota Tangerang) Idem Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah .CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem 3.Idem Yakkum CCF Indonesia dan Ornop Lokal Tahun 19971999 Tahun 20012003 Tahun 19972002 Idem DKI Jakarta (Kota Jakarta Barat) Jawa Tengah Idem (Kab Wonogiri dan Sukoharjo) Masih berjalan Idem Masih berjalan 3.1.32 PPKD Proyek Vincentius Idem Tahun 1998 Tahun 20002003 Tahun 19982002 Tahun 19982003 Tahun 19972000 Idem DKI Jakarta (Jakarta Selatan) Jawa Barat Idem (Kab Bogor) Lampung (Kab Idem Tanggamus) Jawa Tengah Idem (Kab Cilacap) Masih berjalan Idem Masih berjalan Masih berjalan Idem Idem Idem Idem 3.34 PPKD Proyek Kincir Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.Kepengurusan di tingkat kelompok kurang kuat sehingga pada saat Ornop mitra tidak mendampingi.1.30 PPKD Proyek Marga Sejahtera Idem CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal CCF Indonesia dan Ornop Lokal 3.29 PPKD Proyek Bina Kasih 3.1.35 PPKD Proyek Suko Siwi.1.38 PPKD Proyek Nak Suko Idem Nian 3.Ornop mitra/Proyek memiliki jaringan kerja yang kuat dengan Puskopdit Jawa Tengah Idem 3.33 PPKD Proyek Bina Pendidikan Idem Selesai Idem . beberapa usaha menjadi macet/tidak berkembang Idem Idem Masih berjalan Idem .1.31 PPKD Proyek Warga Idem Bahagia 3.Idem + .Idem .

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 20012003

Wilayah
Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Idem

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan

Masalah
Idem - Idem + - Ornop mitra dan warga dampingan belum memiliki keahlian dalam pemasaran hasil usaha. Idem - Idem + - Temperamen para pengungsi yang tidak stabil dan mudah diprovokasi

Potensi

3.1.40 PPKD Proyek Moris Diak

3.1.41 PPKD Proyek Karunia

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012003

Keluarga dampingan Masih berjalan Ornop mitra/Proyek Karunia, diprioritaskan pengungsi Timor Timur Idem Masih berjalan

3.1.42 PPKD Proyek Laran Luan

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Nusa Tenggara Barat (Kab Kupang)

Idem

Idem

3.1.43 PPKD Proyek Fajar Kasih

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20002002

Idem

Masih berjalan

- Idem + - Adanya mismanagement

- Idem - CCF berkesempatan mengembangkan jaringanOrnop mitra sehingga mereka dapat bekerja sama dalam distribusi dan pemasaran hasil usaha keluarga/masyarakat dampingan proyek Idem

3.1.44 PPKD Proyek Nek Matulun

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Timor Tengah Utara)

Masih berjalan

Idem 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan
Idem

Pelaksana
CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Waktu
Tahun 2003

Wilayah
Idem Nusa Tenggara Timur (Kab Belu) Jawa Tengah Idem (Kab Semarang)

Sasaran

Status saat ini
Masih berjalan Idem

Masalah

Potensi
- Idem + - Sebagian besar warga dampingan memiliki halaman yang cukup untuk usaha Idem

3.1.45 PPKD Proyek Sinar Harapan

3.1.46 PPKD Proyek Sidomulyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

- Idem + - NGO mitra belum memiliki jaringan distribusi/pemarasan produk usaha kelompok (batako/paving) Idem

3.1.47 PPKD Proyek Anak Musi

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Sumatera Idem Selatan (Kota Palembang) Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang) Jawa Tengah 75 orang pengurus (Kab Jepara) kelompok dampingan Ornop mitra Idem Sumatera Selatan (Kota Palembang dan Kab Ogan Komering Ilir)

Masih berjalan

Idem

3.1.48 PPKD Proyek Sriwijaya Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Masih berjalan

Idem

Idem

3.1.49 PPKD Proyek Ngudi Makmur

Bantuan modal usaha CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 2003

Selesai

Idem

Idem

3.1.50 PPKD Proyek Pansos Bodronoyo

Idem

CCF Indonesia dan Ornop Lokal

Tahun 20012002

Selesai

Idem - Idem + - Usaha pertanian mengalami kegagalan sehingga petani sulit mengembalikan pinjaman - Mekanisme dana bergulir tidak sesuai dengan kebijakan CCF Pusat sehingga CCF Indonesia harus mencari sumber dana lain

4. Mercy Corps 4.1 Program Pengembangan Institusi Keuangan Mikro (MFIDP)

- Memberi dukungan dana kepada penyedia jasa MFI - Merumuskan kebijakan yang kondusif - Pemberian kredit mikro kepada usaha kecil

Mercy Corps bersama Tahun 1999 sekarang dengan Ornop lokal

8 Propinsi (Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Banten, DIY)

Masih berjalan Koperasi, LSM, BMT, credit union, institusi Apex, LKM, Penyedia jasa LKM, usaha kecil/mikro

- Sifat pendanaan (hibah) kurang efisien - Sulit untuk memenuhi kriteria sasaran - Perlu UU LKM untuk pengakuan keberadaan LKM - Perlu kebebasan untuk menetapkan kebijakan dan fleksibilitas dalam menjalin kerjasama dengan Bank.

Yayasan Paluma

Maret 2000September 2000

DKI Jakarta 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

No.

Nama Upaya

Jenis Kegiatan

Pelaksana
Women in Social Solidarity of Indonesia (WISS) Youth Ending Hunger (YEH)

Waktu

Wilayah

Sasaran

Status saat ini

Masalah

Potensi

Maret 2000-Juli DKI Jakarta 2002 Mei 2000Desember 2000 Juni 2000Januari 2001 DKI Jakarta

Yayasan Pengembangan Masyarakat (YPM) Yayasan Bina Swadaya Mei 2000Bogor-Bekasi November 2002 Koperasi Pokmas Mei 2000 Teratai Agustus 2002 Yayasan Srikandi Sejati Oktober 2000Juni 2001 YPM Kesuma Multiguna April 2000-April 2002 Lembaga Mei November Pengembangan 2000 Masyarakat Indonesia Yayasan Ridho Mukti Februari 2002Farm Februari 2003 BMT Mardlotillah Maret 2002Juni 2003 Yayasan Pumma Agustus 2001Indonesia Agustus 2002 KSU BMT Muamalah November Pacitan 2001-Februari 2003 Kiat Bumi Mandiri November Ponorogo 2001November 2002 Agustus 2001Yayasan Sosial Bina Agustus 2002 Sejahtera (YSBS) Cilacap Februari 2002Yayasan Pengembangan Sumber Februari 2003 Daya Manusia

Jawa Barat

Jawa Barat (Kab BogorBekasi) Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta DKI Jakarta

Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Selatan Jawa Timur

Jawa Timur (Kab Ponorogo) Jawa Tengah (Kab Cilacap) DKI Jakarta

Lampung Yayasan Islam Miftahul September Huda (YASMIDA) 2001Desember 2002 Yayasan Bina Potensi Agustus 2001- Jawa Timur Masyarakat (YAPIM) Agustus 2002 

/HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU 

Jawa Timur Agustus 2003 Oktober 2001.No.Jawa Barat Usaha Alisa (SUA) Agustus 2002 Yayasan Bina Sumber Daya Mitra (BISMI) Desember 2000Desember 2001 Agustus 2001April 2002 Agustus 2001Agustus 2002 Oktober 2001Agustus 2002 Mei 2001-Maret 2003 DKI Jakarta Yayasan Tirta Guna Yayasan Setia Kawan Mandiri (SEKAM) Yayasan Iqbal Abieza Mahardhika LSM Airmas Banten DKI Jakarta Jawa Barat DKI Jakarta  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Citra Ummat Koperasi BMT “Binna Ummat” PUSKOPDIT “Bekatigade” PUSKOPDIT “Bekatigade” Social Analysis and Research Institute (SAR) Lembaga Pengembangan Usaha Kecil Yayasan Mitra Usaha Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Agustus 2002.Jawa Timur Mei 2002 Juli 2001-Juli DIY 2002 Jawa Tengah Juli 2001-Juli 2002 Jawa Tengah September 2001-Juni 2002 Mei 2001-Juli 2002 BMT Assalam Agustus 2001November 2002 Yayasan Pemerhati Maret 2000Sosial Indonesia (YPSI) Juli 2002 Suara Ibu Peduli Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Barat DKI Jakarta DKI Jakarta Desember 2000November 2001 Jawa Barat Pusat Pengembangan Desember Sumber Daya Manusia 2000Desember (PPSW) 2001 Alisa Khadijah / Sahabat Oktober 2000.

Jawa Timur Yayasan Pembinaan Pengembangan SDM & November Lingkungan (DIALOG) 2002 LPSP Juli 2001-Juli 2002 Yayasan Karya Mandiri September Indonesia (YKMI) 2001Desember 2002 Lembaga Penelitian Januari 2002UNDIP Januari 2003 Kelompok Tani Hutan Juli 2001-Juli Agrowilis 2002 Yayasan Bina Vitalis September Cabang Bengkulu 2001September 2002 Yayasan Cakrawala November Timur 2000-Agustus 2002 Koperasi Ngesti Rahayu Maret 2002Maret 2003 Yayasan PERAMU April 2002-April 2003 BMT Ibadurrahman Maret 2002Maret2003 Yayasan SkeMa Agustus 2002Agustus 2003 Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Tengah Bengkulu Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Tiasa-Sumbangsih Nuansa Tasikmalaya (SNT) Wanita Islam Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember Jawa Barat 2000-Juni 2002 (Kab Tasikmalaya) Desember DKI Jakarta 2000-Juni 2001 Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Desember Jawa Barat 2000-Mei 2003 Yayasan Ar-Rufi Yayasan PUKAS DKI Jakarta BMT Imarotul Muslimin.Desember YGAS 2000Desember 2001 Agustus 2001.No.

2003 Jawa Timur. DKI Jakarta.DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000. BDS) Banten) .No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana KBMT Dana Ukhuwah Yayasan Setia Kawan Raharja (SEKAR) Yayasan Pekerti Koperasi Serba Usaha BMT Ar-Ridwan KSM Yekti Insan Sejahtera Koperasi BMT Fajar BMT Baskara Mercy Corps bersama ORNOP lokal Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Februari 2002. Development ServicesDKI Jakarta. Banten Jawa Barat Jawa Barat Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL) Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta 4.Pelatihan lebih mudah dikurangi usaha diberikan kepada usaha kecil daripada mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Usaha (Business LSM lokal Jawa Timur.Banten April 2001 Koperasi BMT Fajar Lampung BMT Baskara Lampung Jasa pengembangan Mercy Corps bersama Dimulai Tahun 4 provinsi Jasa Pengembangan usaha 2003 (Jawa Barat. tetapi subsidi BDS bagi usaha mikro .Sulit untuk mengembangkan UKM dan penyedia Pelatihan masih jasa pengembangan berlanjut.Jawa Barat Agustus 2004 Maret 2002DKI Jakarta Maret 2003 April 2003-April DKI Jakarta 2004 Mei 2003-Juli Jawa Barat 2004 Jawa Tengah Lampung Lampung Dimulai Tahun Jawa Barat.2 Januari 2003.

Banten April 2001  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Yayasan Kalpataru Nusa Lestari Yayasan Gamping Sumber Rejeki Yayasan Genta Lingkungan Waktu Wilayah Jawa Barat Jawa Barat Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Desember 2000Desember 2001 Jawa Barat Koperasi Agromadani PUPUK PINBUK JATIM Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal Asosiasi Keuangan Mikro (AKM) BMT Al Husna Maret 2001Juni 2001 Mei 2003-Juni 2003 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur DKI Jakarta Januari 2003.No.DKI Jakarta Januari 2004 Oktober 2000.

Koperasi Bina Masyarakat Mandiri 3.Tingkat pengembalian yang tertunda .Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 . Nama Upaya Jenis Kegiatan 1. pendampingan. PT Astra International Tbk 1.Ada kesenjangan antara peminjam yang terdidik dengan yang kurang terdidik. Yogyakarta.2003 Kelompok Perusahaan/Koperasi No. teknologi.1 Pelayanan Pemberian pinjaman modal Koperasi Bina Pinjaman untuk kerja Masyarakat Usaha Mikro Mandiri Masih berjalan . Mataram. karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil Oktober 1998 – sekarang 10 provinsi (24 wilayah) Usaha mikro anggota Masih berjalan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang telah dibina LPUM Terjadi peningkatan ekonomi usaha mikro  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . . pasar.Jumlah dana belum memenuhi semua permintaan Potensi sangat besar. Tahun 1992 8 propinsi di PT Astra Mitra – sekarang Jawa dan Ventura . pameran. .Karakter SDM UKM (bermental pedagang bukan usahawan).Pembinaan sumber daya manusia (SDM).Penyertaan modal untuk modal kerja dan investasi . dan manajemen 1. PT Bahana Artha Ventura 2.PT Sumatera Astra International Tbk Yayasan Dharma Tahun 1980 . dan temu usaha .1 Pembiayaan Mikro Pembiayaan modal ventura PT Bahana Artha Tahun 1994.Seluruh sekarang Indonesia. Pemberdayaan UKM semakin meningkat karena meningkatnya alokasi pendanaan untuk kegiatan tersebut serta meningkatnya kesadaraan berbagai pihak terkait terhadap pengembangan UKM 2. Tegal.Bantuan akses pada pembiayaan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil dan menengah yang berbadan hukum Status saat ini Masih berjalan Masalah Karakter usaha kecil dan menengah yang kurang transparan Potensi Perkembangan usaha dari UKM yang dibina relatif berhasil.PT wilayah kerja Astra Lembaga International Tbk Pengembangan Bisnis (LPB)Astra: Jakarta. Sidoarjo.Penyediaan program pelatihan.2 Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah . dan Batam Usaha kecil Masih berjalan (termasuk usaha mikro) dan menengah yang memiliki perijinan dan mempunyai produk berpotensi pasar .Secara umum tidak ada masalah. Bandung. .26 provinsi yang Usaha mikro (Micro Investment ) dengan pola bagi hasil sekarang terdapat Kantor Ventura cabang PT Bahana Artha Ventura 3.1 Modal Ventura .Lingkungan ekonomi makro yang cepat berubah. Bhakti Astra prioritas 7 (YDBA) .

Penyediaan konsultasi .Pembentukan koperasi dan paguyuban . khususnya di sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Sasaran Status saat ini Masalah Potensi Meningkatkan pengetahuan dan pendapatan masyarakat yang menjadi sasaran. sekaligus menjadikan sasaran sebagai teladan dan sumber pengetahuan bagi masyarakat lainnya. Indonesia (CPI) – sekarang khususnya sekitar empat distrik utama operasi PT CPI Masih berjalan Usaha kecil dan menengah setempat yang memiliki kegiatan usaha (output ) yang sesuai dengan kebutuhan PT CPI Memberi kesempatan Masih kurangnya informasi tentang kondisi UKM setempat untuk dan potensi masyarakat bersaing dalam bisnis sekaligus mendorong keberlanjutan usahanya 5.Dukungan keuangan Menengah .Pelatihan PT ISM Bogasari Tahun 1981 Usaha dengan .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .No.Penyediaan alat Di sembilan propinsi (seluruh Jawa.Penyediaan informasi – sekarang Flour Mills Usaha Kecil dan .Terbatasnya sumberdaya PT ISM Bogasari dibandingkan dengan jumlah mitra yang banyak dan tersebar . PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) 4.Pemberian motivasi usaha .2 Local Business Development (LBD) Pemberian paket kontrak usaha maksimal Rp 200 juta PT Caltex Pacific Tahun 2001 Provinsi Riau.1 Program . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4.Dukungan pemasaran .Pemberian pelatihan dan Pengembangan pembinaan Masyarakat (PPM) . dan koperasi yang bermitra karena pemberdayaannya dilakukan pada seluruh aspek usaha. Sumatera Selatan Kalimantan Selatan) Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro).1 Program Kemitraan .Masih kurangnya wawasan bisnis dari perusahaan mitra Berpotensi utk mengembangkan usaha kecil. PT ISM Bogasari Flour Mills 5. menengah dan koperasi yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT ISM Bogasari Flour Mills .Pembentukan jaringan pasokan bahan baku .Bantuan sarana produksi Pelaksana Waktu Wilayah Provinsi Riau. Lampung. Masih berjalan baik yang sudah memiliki usaha (usaha kecil/ mikro) maupun tidak dan tidak dibedakan lakilaki dan perempuan 4. PT Caltex Pacific PPM secara Indonesia (CPI) umum dimulai tahun 1950an – sekarang Masyarakat sekitar. menengah.

Pemberian pelatihan Masih berjalan Usaha kecil yang berbadan usaha (Fa. .Alamat mitra tidak jelas atau pindah alamat tanpa pemberitahuan . Pertamina.Memperbaiki kegiatan usaha pengusaha kecil dan koperasi menjadi tangguh dan mandiri (dalam realisasi masih di bawah target Pertamina) .1 Pemberdayaan .Pendidikan/pelatihan.No. PUKK sekarang Koperasi (PUKK) . PUKK Tahun 1993 Seluruh .Pemberian pinjaman PT Pos Indonesia Tahun 1993 .Seluruh provinsi di Indonesia Usaha Kecil dan modal (Persero). dan koperasi) atau perorangan (pengrajin atau industri rumah tangga). Nama Upaya 6.1 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Jenis Kegiatan .Penyediaan studi banding .Keterbatasan dana . CV. pengkajian/penelitian dan pemagangan .Pemberian pinjaman modal kerja dan investasi . PT.Penyertaan mitra dalam pameran .Pemasaran dan promosi hasil produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Usaha kecil (termasuk usaha mikro) dan koperasi yang memenuhi persyaratan Status saat ini Masih berjalan Masalah .Adanya tunggakan .Persepsi keliru dari masyarakat bahwa dana bersifat hibah dari pemerintah. Pertamina 6.Pemantauan perkembangan usaha . sehingga tidak perlu dikembalikan  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . dengan prioritas daerah sekitar operasi pertamina (23 lokasi) 7.sekarang Indonesia.Memajukan usaha kecil (termasuk mikro) dan koperasi. PT Pos Indonesia (Persero) 7.Meningkatkan penyerapan tenaga kerja.Pembayaran pinjaman tidak lancar .Keterbatasan SDM PUKK PT Pos .Dana yang tersedia tidak dapat memenuhi semua permintaan Potensi . .

No. . Masalah . evaluasi dan pembinaan sangat tinggi karena binaan tersebar dan minimnya sarana prasarana transportasi.Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan jiwa entrepreneurship PT Pupuk Kaltim Tahun 1989 . Nama Upaya Jenis Kegiatan 8.Seluruh provinsi Usaha kecil sekarang di Kalimantan (termasuk usaha Tbk Biro PKBL mikro) dan koperasi. . Potensi .Terdapat produk baru yang berprospek dikembangkan .Bantuan pemasaran produk dan pengembangan teknik produksi Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan. PT Pupuk Kaltim Tbk 8.Komoditi mitra binaan berorientasi ekspor .Tunggakan cenderung meningkat .Pemberian pinjaman dan Bina modal Lingkungan (PKBL) . (sebelumnya bernama Biro PUKK)  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  . pelatihan dan pemagangan.Biaya penagihan.1 Program Kemitraan .Bantuan pendidikan.Tumpang tindih program untuk mitra binaan yang sama.Terbentuknya sentra kerajinan .

PT Unilever Indonesia 10.1 Sustainable SME .19 provinsi sekarang Usaha kecil Masih berjalan (termasuk mikro). Potensi Berpotensi mengangkat pengusaha kecil menjadi pengusaha besar.Karakter pengusaha yang tidak disiplin dalam penggunaan dana.Pinjaman modal kerja dan investasi serta bantuan akses pada lembaga keuangan lain .1 Pembinaan Usaha .Penarikan pajak papan nama usaha mitra binaan yang ditujukan untuk menghindari tumpang tindih program dengan BUMN lain.Pemberian pinjaman dana PT Sucofindo Kecil dan Koperasi untuk modal kerja dan Unit PUKK (PUKK) investasi . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 9.Biaya operasional cukup tinggi dan sangat menyita waktu .Pemberian bantuan konsultasi manajemen melalui pelatihan dan pendampingan serta bantuan pemasaran dan promosi Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah .  /HPEDJD 3HQHOLWLDQ 60(58 'HVHPEHU  .Pemberian kesempatan PT Unilever Development berusaha Indonesia .Pelatihan . .No. Tahun 1991 . dan koperasi 10.Pemberian bantuan akses pasar 1980 – sekarang Seluruh Indonesia dengan pengembangan saat ini di 3 provinsi Masih berjalan Usaha kecil (termasuk mikro) dan menengah yang mempunyai kaitan bisnis dengan PT Unilever Lemahnya kemauan mitra dalam mengembangkan bisnis Semakin banyak usaha kecil dan menengah yang terlibat dan tumbuh bersama dengan Unilever. PT Sucofindo 9.

bank umum Tahun 1983. Pengelolaan kredit eks KLBI yang masih ada diserahkan kepada BRI.Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) .Pengikatan kerjasama dengan bank umum . Desember 2003 . yang berarti kredit program sudah tidak ada lagi. Bank Indonesia (BI) 1.Peta Penguatan Usaha Mikro dan Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .Mendorong fungsi LPSM pada pembinaan dan pelatihan . yaitu menjalin kemitraan dengan LKM.Membentuk forum LPSM partisipan PHBK: ALTRABAKU . KKop.tidak ada lagi dana pendukung dari donor sehingga masing-masing bank Pelaksana melakukan kegiatan PHBK sendiri sendiri  ! Lembaga Penelitian SMERU. KPR-SS. Potensi PHBK menurun setelah krisis. BI tidak boleh lagi menyalurkan kredit.1 Kredit Program Penyediaan kredit melalui 17 Skim Kredit Program.2003 Kelompok Lembaga Perbankan No. Potensi Potensinya tidak ada lagi. Tahun1989.Seluruh 1999 Indonesia dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Golongan ekonomi Dihentikan lemah dan koperasi sejak tahun 1999 1.2 Pengembangan Hubungan Bank dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK) .Krisis ekonomi menyebabkan banyak bank mengalami collaps dan tidak mampu lagi menyalurkan kredit sehingga program PHBK mengalami penurunan .Meningkatkan kerjasama dengan BPR melalui pelatihan . bank umum. Nama Upaya Jenis Kegiatan 1. BI. KKPA. Sekarang BI mengarahkan bank pada kegiatan PHBL. KPR-S. Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Dengan adanya UU No. antara lain: KUT.Meningkatkan kerjasama dengan program lain .14 provinsi sekarang BPR dan Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat (LPSM) . BTN dan PNM.Kelompok Pengusaha Mikro (KPM).Kelompok Simpan Pinjam . 23 Tahun 1999.Memperluas jangkauan pelayanan bank kepada pengusaha mikro . BI hanya memberi pembinaan tanpa ikut terjun secara langsung sehingga potensinya juga sangat relatif. Masih berjalan tetapi tanpa pembinaan dan bantuan teknis dari BI . dan akan ditarik secara bertahap dalam jangka waktu 5 tahun sampai akhir tahun 2004.Membentuk satuan tugas National Task Force (NTF) .Meningkatkan efisiensi KSM .Melakukan pengkajian terhadap Pokmas BI.

khususnya tuna wisma. yang ternyata peranannya justru semakin menurun. dan pemberian bantuan teknis perbankan.Konsultasi .15 provinsi BI: Unit 2001 Pelaksana Proyek (UPP).Membuat pola pinjaman untuk PKUKT . sementara pembinaan yang bersifat non perbankan dan pemberian kredit program tidak ada lagi sehingga peran BI dalam PPUK tidak dapat lagi dilakukan secara penuh Potensi Potensinya kecil. peran BI dibatasi hanya pada kebijakan kredit perbankan.Pemberian kredit Tahun 1995.5 Sistem Informasi Terpadu Pengembangan Usaha Kecil (SIPUK) Penyediaan jaringan informasi dan database berbasis internet BI Tahun 1999.Memperluas jaringan kepada Unit Pengembangan Usaha Kecil (UPUK) .No.Pendampingan .Pelatihan . Hal ini akibat dibatasinya kewenangan BI.Pelatihan staf BI dan bank perbankan/counterpart umum . pengangguran. BPR dan LPSM Rakyat miskin dan Selesai mendekati miskin di pedesaan. serta bank sebagai pemberi kredit Masalah Setelah keluarnya UU No.Survei peluang usaha pada sub sektor tertentu (SPID) . 1. karena setelah tahun 1999 PPUK dilebur kedalam PUKM.Melakukan Counterpart Training kepada pejabat pemberi kredit .3 Program Pengembangan Usaha Kecil (PPUK) Jenis Kegiatan Pelaksana .10 provinsi 1999 Sasaran Status saat ini Usaha kecil dan Selesai usaha besar yang memiliki hubungan kemitraan.Penyediaan materi pembinaan . Nama Upaya 1.Melakukan Proyek Kemitraan Usaha Kecil Terpadu (PKUKT) .4 Proyek Kredit Mikro (PKM) . Desember 2003 .Membentuk Tim Proyek Pengembangan Pengusaha Kecil (P3K) . pengembangan kelembagaan.Seluruh sekarang Indonesia (dapat diakses melalui internet) Banyak usaha kecil/mikro tidak memiliki pengetahuan tentang komputer dan mampu mengakses informasi melalui internet  " Lembaga Penelitian SMERU. 23 Tahun 1999. buruh tani dan kaum wanita Usaha kecil dan Masih berjalan masyarakat umum yang ingin melakukan usaha mikro Proyek berakhir dan dana harus dikembalikan ke BI Potensi terhadap upaya peningkatan ekonomi perempuan cukup besar karena sekitar setengah (49%) dari jumlah nasabah merupakan nasabah perempuan Memberi kemudahan bagi pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi dalam upaya mengakses kredit dan mengembangkan usaha 1.Identifikasi dan pembinaan Program Kemitraan Terpadu Waktu Wilayah Tahun 1978.

penelitian dan penyediaan sistem informasi Waktu Wilayah Tahun 1999.Memberi bimbingan teknis dan sistem manajemen kepada Swamitra .1 Swamitra . khususnya perempuan.6 Pengembanan Usaha Kecil dan Mikro (PUKM) Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan bantuan teknis BI pengembangan usaha kecil dan mikro kepada lembaga perbankan melalui pelatihan.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . Bank Bukopin 2. Keluarga Sejahtera 1. BPR dan Koperasi) Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera. keluarga miskin dan atau yang semula miskin. yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap .No.Menyediakan modal Tahun1998.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . seperti Pemda dan Kementerian Kelautan dan Perikanan .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Lembaga perbankan Status saat ini Masalah Masih berjalan Keterbatasan dana untuk kegiatan pelatihan dan penelitian Potensi Potensi baik karena banyak bank yang sekarang mulai tertarik memberikan pelayanan kredit mikro dan kecil 2.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  # Lembaga Penelitian SMERU.Jawa Tengah (Semarang) (Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra.Infrastuktur yang tidak selalu tersedia di Swamitra .Keterbatasan dana .Potensi sangat baik karena jaringan Swamitra semakin berkembang . Desember 2003 .Modal dari pihak ketiga yang dapat disalurkan kepada Swamitra masih terbatas . LKM.Membentuk Swamitra yang Bank Bukopin merupakan kerjasama dengan koperasi untuk memberikan pelayanan jasa keuangan kepada usaha kecil dan mikro berupa .19 provinsi. Nama Upaya 1.Menjalin kerjasama dengan pihak lain.2 Kredit Sudara Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001.Mendapat award dalam Asian Banking Award 1999 2. Koperasi dan sekarang 71 kabupaten Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Masih berjalan .

Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada Potensi .Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan  $ Lembaga Penelitian SMERU. BPR dan Koperasi) Wilayah 5 provinsi (Jawa Tengah.No.Seluruh sekarang Indonesia Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . Jawa Timur. khususnya perempuan. KS-I. DIY. Banten).Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . 7 kota/ kabupaten Sasaran Status saat ini Keluarga Pra Masih berjalan Sejahtera.11 provinsi.Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah .Keterbatasan dana . dan pemilik usaha kecil yang mempekerjakan keluarga miskin yang memiliki usaha produktif yang telah tumbuh dan sedang berkembang .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana . keluarga yang semula miskin. 2002 16 kota/ kabupaten Kelompok UPPKS Selesai yang telah dibina dan direkomendasi oleh BKKBN untuk mendapatkan fasilitas Kukesra Mandiri .Keterbatasan dana .Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada .Monitoring belum mampu menjangkau semua nasabah . Jawa Barat. Keluarga Sejahtera I.Keterbatasan dana . TKI.3 Kredit Sudara Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana Waktu Bank Bukopin Tahun 2001(Kantor Cabang sekarang atau melalui Swamitra. LKM.5 Kukesra Mandiri Penyediaan kredit modal kerja Bank Bukopin Tahun 2001.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2. Desember 2003 .Ketersediaan infrastuktur yang tidak selalu ada . Nama Upaya Perluasan 2. yang memiliki usaha eceran kios/warung/ kedai yang menetap Masalah .Berpotensi tetapi dibatasi ketersediaan dana .4 Kredit Pundi Penyediaan kredit modal kerja dan investasi Bank Bukopin Tahun 2001. keluarga miskin dan atau yang semula miskin.Berpotensi memberdayakan perempuan karena program ditujukan pada kaum perempuan 2.

karena bank belum mampu melayani semua usaha kecil . Desember 2003 .Pemerintah telah meng'create demand' untuk usaha kecil agar bisa berhubungan dengan bank 4.Menganggap sumber dana dari pemerintah sebagai hibah .Kredit Modal Kerja Kontraktor .Kredit Investasi .Seluruh sekarang Indonesia Petani.DKI Jakarta sekarang Nasabah Perum Masih berjalan Pegadaian yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta 4. Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak  % Lembaga Penelitian SMERU.12 provinsi sekarang Masalah umum yang biasa Potensi sangat baik dan dihadapi nasabah yaitu upaya ini akan diperluas dalam pemenuhan ke Indonesia bagian Timur persyaratan perbankan.Masalah jaminan dan penjaminan .Banyak koperasi atau dan koperasi dalam kelompok tani yang rangka pengadaan menunggak kredit program pangan sebelumnya . Masih berjalan .Monitoring kurang .No. meskipun kredit ini tidak mensyaratkan jaminan Hampir tidak ada masalah Potensi sangat baik dan karena gadai dilakukan upaya ini akan diperluas dengan jaminan barang ke Indonesia bagian Timur bergerak yang nilainya lebih besar 3. Bank Mandiri 4.Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil (dan mikro) Masih berjalan .BUMN dibatasi untuk menjadi penjamin . Nama Upaya Jenis Kegiatan 3.Masalah monitoring .2 Program Gadai Kemitraan dengan Perum Pegadaian BCA dan Perum Pegadaian Maret 2002 .Kredit Channeling Tahun 1998.2 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 2001.1 Program Kredit Peduli Usaha kerja Mikro BCA Pelaksana BCA dan BPR Waktu Wilayah Sasaran Pengusaha mikro dan kecil yang membutuhkan kredit modal kerja maksimal Rp 10 juta Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi Maret 2002 . peternak.Potensi sangat besar.1 Kredit Usaha Kecil Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri (KUK) dan modal kerja melalui: .Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan. Bank Central Asia (BCA) Penyediaan kredit modal 3.Persyaratan minimal untuk usaha kecil (misal KTP) tidak selalu bisa dipenuhi+I20 .Kredit Modal Kerja .

Masalah pemenuhan persyaratan dan jaminan .Nasabah sering tidak menerima perbedaan tingkat suku bunga.Dana terbatas karena tergantung pada penyisihan laba bank .Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Anggota koperasi primer yang membutuhkan dana maksimal Rp 50 juta. sehingga banyak yang memanfaatkan untuk keperluan di luar target program Potensi kurang karena jumlah dana terbatas dan kredit berbunga lunak tidak mendidik  & Lembaga Penelitian SMERU.3 Kredit kepada Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Waktu Wilayah Tahun 1998.Kredit murah.Seluruh sekarang Indonesia Usaha kecil dan mikro yang masih lemah dan perlu pembinaan Masih berjalan . Status saat ini Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Masalah . Desember 2003 . Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri 4.Dana terbatas sedangkan permintaan tinggi.4 Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) Penyediaan kredit investasi Bank Mandiri dan modal kerja Tahun 1989. .Pergantian pengurus/masalah intern koperasi . Potensi Kurang berpotensi karena kredit program berbunga lunak (bersubsidi) tidak mendidik dan penerima program seringkali bukan orang yang berhak 4.No.

Masalah kelayakan usaha dari usaha mikro (lemahnya permodalan. jangkauan pasar.Seluruh sekarang Indonesia Koperasi dan LSM Masih berjalan yang memiliki usaha .Pengembangan pendekatan kepada nasabah dengan konsep mikro . dan legalitas usaha) . yaitu ULM dianggap sebagai Kantor Cabang/Capem .1 Kredit Mikro Penyediaan kredit investasi BNI (Unit Tahun 2001dan modal kerja Layanan Mikro. administrasi. administrasi. administrasi.Masih besarnya tunggakan kredit sebelumnya . sebaiknya tidak dilanjutkan  ' Lembaga Penelitian SMERU.2 Kredit kepada Koperasi (Kkop) Penyediaan kredit BNI (sistem channeling ) Tahun 1998. tidak mendidik dan terlalu birokratis. dengan menggunakan orang setempat Seluruh Masyarakat kecil Indonesia yang memiliki (melalui 151 usaha ULM di Kantor Cabang BNI) 5. Desember 2003 .sekarang ULM di BNI Cabang) Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah . jangkauan pasar. jangkauan pasar. seperti KTP dan agunan Potensi Potensi besar karena .Masalah pemenuhan kelengkapan persyaratan kredit.3 Kredit kepada Penyediaan kredit investasi BNI Koperasi Primer dan modal kerja untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 1998.Jumlah usaha mikro lebih besar dibanding usaha menengah dan besar .Menetapkan batas rayon pembinaan usaha mikro. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu 5. sebaiknya diarahkan kepada kredit mikro atau KUK 5.Keterbatasan akses memperoleh kredit bank . Bank Negara Indonesia (BNI) 5.Aksesibilitas pembukaan ULM yang terbentur kebijakan BI.Lemahnya permodalan.No.Masalah kelayakan usaha koperasi (lemahnya permodalan. legalitas dan agunan) . legalitas dan agunan dari koperasi Skim kredit program dinilai sudah tidak tepat lagi.Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi primer Sejak 1999 dana eks KLBI ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke PNM Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran.

Desember 2003 .No. tingkat bunga atau biaya administrasi) .Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA-Umum) . bersifat massal dan seragam.Memberdayakan ekonomi perempuan karena peserta program ini umumnya perempuan 6. kebanyakan bergerak di sektor agrobisnis Mayoritas End user terdiri More promising than corporate banking dari petani dan peternak yang: .Seluruh sekarang Indonesia Nasabah BPR Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif.KKPA TKI Tahun 2000. sebaiknya tidak dilanjutkan .Seluruh sekarang Indonesia Anggota koperasi Masih berjalan dengan kegiatan usaha produktif.Kredit Ketahanan Pangan (KKP) . bergerak di sektor perdagangan Relatif tidak ada masalah Sangat berpotensi untuk dikembangkan ! Lembaga Penelitian SMERU.1 Kredit Program : Penyediaan kredit investasi Bank Niaga dan modal kerja (Desk UKM) .Jawa dan sekarang Sulawesi Selatan (di Cabang tertentu ) Sasaran Status saat ini Kelompok UPPKS Masih berjalan (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Masalah .BPR .Tanda tangan sering berubah atau tidak sesuai dengan kartu identitas (KTP) 6. Bank Niaga 6.Pembinaan dari BKKBN terhadap kelompok UPPKS kurang Potensi . bersifat massal dan seragam.Sulit menerima perubahan (misal.4 Kukesra Mandiri Jenis Kegiatan Penyediaan kredit Pelaksana BNI (sistem channeling ) Waktu Wilayah Tahun 2001. Nama Upaya 5.Terlalu birokratis .Multifinance Tahun 2000.2 Kerjasama dengan Penyediaan kredit investasi Bank Niaga Lembaga dan modal kerja (Desk UKM) Keuangan : .Program kredit berbunga lunak tidak mendidik dan sering tidak tepat sasaran.

sarana kendaraan umum .Tergantung pada ketersediaan infrastruktur wilayah. meliputi: pengusaha kecil. pasar.3 Program Bank Niaga Kemitraan dengan kerja untuk usaha komersial (Desk UKM) / perdagangan cara : -Commercial Forward Linkage -Commercial Backward Linkage Waktu Wilayah Tahun 2000.Seluruh sekarang Indonesia Masih berjalan Masyarakat pedesaan. seperti jalan.Kupedes Investasi (Kupedes) . bersifat massal dan seragam.1 Kredit Umum Pedesaan . Bank Rakyat Indonesia (BRI) Penyediaan kredit melalui: 7.Potensinya sangat baik. BRI merencanakan membuka 100 unit baru per tahun . seperti jalan. .Berpotensi menguatkan usaha mikro karena 80% nasabah adalah usaha mikro . Desember 2003 . pasar. usaha rumah tangga dan golbertap yang memerlukan tambahan pembiayaan sampai dengan Rp 50 juta.Kupedes Modal Kerja .Karakter sebagian anggota masyarakat kurang baik .Kupedes Golongan Berpenghasilan Tetap (Golbertap) BRI (BRI Unit) Tahun 1984.Seluruh sekarang Indonesia Seluruh anggota masyarakat pedesaan Masih berjalan Tergantung dari tersedianya infrastruktur wilayah. sarana kendaraan umum Potensi terhadap penguatan usaha mikro sangat besar karena hampir semua dana yang disalurkan Kupedes berasal dari Simpedes ! Lembaga Penelitian SMERU.No.Berpotensi meningkatkan ekonomi perempuan karena 30-45% nasabah adalah perempuan.2 Simpanan Pedesaan (Simpedes) Memobilisasi dana BRI ( BRI Unit) masyarakat lewat Simpedes Tahun 1984. 7.Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini Masalah Pengusaha kecil Masih berjalan Relatif tidak ada masalah dengan kegiatan usaha produktif. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana Penyediaan kredit modal 6. bergerak di sektor perdagangan Potensi Sangat berpotensi untuk dikembangkan 7.

5 Proyek BRI bawah garis kemiskinan Peningkatan Pendapatan Petani.Tingkat pengembalian kredit sangat baik dan memenuhi kelayakan bank .Kredit macet karena pengaruh program pemerintah yang bersifat hibah . Desember 2003 .Mengembangkan (P4K) ketrampilan untuk meningkatkan pendapatan serta identifikasi peluang usaha. -Jumlah UKM di Indonesia yang semakin bertambah banyak. Keluarga miskin di Masih berjalan pedesaan (P4K Tahap III. 122 kabupaten .Jawa dan sekarang Madura Masyarakat kecil di Masih berjalan .Menyediakan akses pada fasilitas tabungan dan kredit . 1998-2005) Potensi sangat baik: .No.Mendorong keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan dengan kekuatan sendiri .Membantu kelompok swadaya menyusun rencana usaha .Pemberian bantuan permodalan terbentur aturan tentang kehatihatian bank. Nama Upaya 7. pelatihan dan dukungan sesuai perkembangan kelompok Fase I : 1979-1985 Fase II: 1989-1998 Fase III: 1998-2005 12 provinsi.Identifikasi penduduk di 7.Banyak daerah meminta didirikan BKD. tetapi terbentuk masalah legalitas . khususnya bagi kaum perempuan .Menyediakan bimbingan. Masalah Kelayakan usaha dari usaha kecil maupun perusahaan yang menjadi mitra Potensi -Adanya dukungan pemerintah untuk lebih mengembangkan UKM.Kurangnya modal pedesaan yang .) Tahun 1897. 7.4 Kredit Candak Kulak .Legalitas usaha dari memiliki usaha lembaga belum jelas .Diperkirakan sekitar 6070% peminjam adalah kaum perempuan .3 Kredit Mitra Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja Pelaksana BRI Waktu Wilayah Tahun 2002.Mnyediakan kredit untuk BRI dan Bank usaha produktif Kredit Desa ..Seluruh sekarang Indonesia Sasaran Status saat ini UKM yang Masih berjalan mempunyai hubungan bisnis dengan mitra BRI (pengusaha besar) yang memerlukan tambahan modal kerja s/d Rp 500 juta.Membantu pembentukan kelompok swadaya (KPK) nelayan Kecil .Memberi contoh empirik bagaimana membangun sistem dan mekanisme partisipatif dalam penanggulangan kemiskinan di pedesaan ! Lembaga Penelitian SMERU.Menerima simpanan (BKD) berupa simpanan wajib dan simpanan sukarela/ tabanas Bank Kredit Desa (BKD.

No. Nama Upaya 7.6 Kredit Program: Kredit Ketahanan Pangan (KKP)

Jenis Kegiatan Penyediaan kredit modal kerja dan investasi

Pelaksana BRI

Waktu Wilayah Tahun 2001- Seluruh sekarang Indonesia

Sasaran Status saat ini Petani, peternak, Masih berjalan dan koperasi dalam rangka pengadaan pangan

Masalah - Banyak kelompok tani dan koperasi masih menunggak kredit program sebelumnya - Masalah monitoring. - Karakter masyarakat yang menganggap kredit program dari pemerintah tidak perlu dikembalikan.

Potensi - Potensi besar karena sebagian besar penduduk adalah petani. - Pengembangan melalui pola kemitraan dan konvensional kepada nasabah potensial.

7.7 Pembinaan Usaha - Pemberian bantuan kredit Kecil dan Koperasi modal kerja. (PUKK) - Pembinaan usaha (manajerial, produksi, pemasaran). - Pelatihan, pemasaran kepada UKMK

BRI

Tahun 1996- Seluruh sekarang Indonesia

Golongan ekonomi Masih berjalan lemah khususnya usaha mikro yang belum mampu mengakses kredit perbankan

- Prospek usaha dari mitra binaan (kelayakan usaha) - BUMN yang membina terkonsentrasi di wilayah binaan yang sama

Potensi terbatas karena tergantung alokasi keuntungan yang diperoleh 

!!

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat tahun 1997-2003 Kelompok Lembaga Internasional
No. Nama Upaya Jenis Kegiatan Pelaksana 1. Asian Development Bank (ADB) - Identifikasi kelompok target 1.1 Proyek ADB dan BRI - Membantu pembentukan self-help Peningkatan Pendapatan Petani group (SHG) - Penyediaan pendidikan dan Nelayan Kecil pelatihan (P4K) / Rural Income Generating - Membantu SHG memformulasikan dan mempresentasikan rencana Project (RIGP) usaha Phase III - Menyediakan akses ke fasilitas tabungan dan kredit - Menyediakan ongoing advice , pelatihan dan dukungan sejalan 1.2 Technical Assistance for the Rural Income Generation Project Phase III / TA 2634 - Memobilisasi pembentukan dan perkuatan SHG - Mendorong mobilisasi tabungan anggota SHG. - Menyediakan dukungan keuangan dan kelembagaan untuk kegiatan penciptaan pendapatan. - Memperkuat perantara informal untuk melengkapi lembaga keuangan formal dalam memenuhi kebutuhan kredit masyarakat berpenghasilan rendah dan peminjam tanpa agunan di daerah terpencil. - Memberikan kredit - Memperkuat lembaga keuangan - Memperkuat NGO - Memperkuat kemampuan BI dalam implementasi dan monitoring - Pelatihan - Konsultasi ADB dan Departemen Pertanian Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi

12 provinsi, 122 Masyarakat yang Tahap III: kabupaten tinggal di bawah Juli 1998garis kemiskinan. September 2005 (Tahap I: 1979 - 1985; Tahap II: 19891998)

15 propinsi Tahun 1997/1998 (selama 4.5 bulan, sebelum pelaksanaan P4K tahap III)

Kelompok miskin, Selesai dengan prioritas di desa IDT.

1.3

Micro Credit Program (MCP) –Program Kredit Mikro (PKM)

21 Juli 199515 propinsi ADB, Bank Indonesia, BPD, Desember 2001 BPR, NGO dan LDKP (Lembaga Dana Kredit Pedesaan)

Penduduk miskin terutama perempuan, di desa non-IDT dan tidak memiliki akses pada lembaga kredit

Di tingkat pusat program sudah selesai, tetapi di daerah masih berjalan

-Tingkat suku bunga yang tinggi menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi BPR untuk mengambil kredit - Kriteria peserta LKM terlalu sederhana sehingga memperbesar resiko dalam penyaluran dana 

!"

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

No. Nama Upaya 1.4 Community Empowerement for Rural Development Project (CERD)

Jenis Kegiatan - Pemberian modal - Pelatihan - Pemasaran - Mengembangkan institusi keuangan pedesaan - Monitoring program - Pemberian modal (kredit mikro) - Pembangunan infrastruktur pedesaan - Kajian kebijakan

Pelaksana Waktu Tahun1999 ADB dan Depdagri, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Wilayah 6 provinsi

Sasaran - Keluarga miskin (khususnya perempuan) - Usaha mikro - Usaha kecil 750 desa miskin

Status saat ini Masih berjalan

Masalah

Potensi

1.5

Technical Assisstance to The Republic of Indonesia for Preparing The Development of Rural Urban Linkage Project / TA 3088 INO ADB SME Development Technical Assistance No. 3417 – INO

Mei 19996 provinsi di ADB dan Depdagri, Dirjen November 1999 Indonesia Timur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

Selesai

1.6

- Penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator usaha - Peningkatan efisiensi pasar Business Development Service (BDS) - Peningkatan akses usaha kecil ke kredit komersial

Februari 2001ADB-TA, 2004 Consortium of GFA Management dan Swisscontact Services for Asian Development Bank

Sulsel (Parepare, Bulukumba), Jateng (Pati, Sragen)

- Pemerintah - Penyedia BDS - UKM

Sebagian kegiatan masih berjalan

2. The Asia Foundation 2.1 Konferensi - Konferensi/rapat bidang Nasional (KONAS) - Pameran III - Temu bisnis

The Asia Foundation, Forum Daerah (Forda) UKM Yogyakarta, Swisscontact, Mitra Ventura Indonesia

29-30 Agustus 2000

Yogyakarta

- LSM yang tertarik Selesai pada advokasi usaha; - UKM anggota Forum Daerah 

!#

Lembaga Penelitian SMERU, Desember 2003

Survey . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai. Forum Daerah Kalbar Wilayah Jawa Tengah ( Kota Semarang.Kelompok nelayan Tenggara (Kab .Kebijakan advokasi 2. Nama Upaya 2. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Seminar .Juli 1999-Juni 2000 Juli 1997-Juni 1998 NTB . Kabupaten Salatiga) Sasaran Status saat ini Selesai Masalah Potensi Kalimantan Barat. Kupang (Kab Oenesu) Kelompok perempuan 3.3 Women Income -Pendirian pusat pengembangbiakan Generation through bebek Duck Breeding .Masyarakat setempat Selesai. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Industri rumah tangga 3. Australian Agency for International Development (AusAID) .Kelompok Kendari) perempuan peternak bebek !$ Lembaga Penelitian SMERU.2 Empowerment for Small Trader and Home Industry Activities -Pelatihan pengelolaan usaha . Local Resources .Pelatihan dan alih pengetahuan 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan AusAID dan Fatayat NU . Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) 2000-2001 The Asia Foundation.Seminar . Center for Agricultural Policy Studies (CAPS). Perbatasan Serawak Selesai 3.Survey . Desember 2003 .Kebijakan advokasi Pelaksana Waktu 2000-2001 The Asia Foundation.1 Community .3 Surveys of Barriers on Trade / Investment in West Kalimantan and Border near Serawak .Workshop Regional .No. CESS.Pedagang kecil .Penyediaan dana bergulir dalam Program through bentuk koloni lebah Bee-Raising Activities 3.Pembentukan kelompok petani Development .Workshop Regional .2 Surveys of Barriers on Trade / Investment in Central Java Jenis Kegiatan .Penyediaan modal Management for Income Generation Juli 1997-Juni AusAID danYayasan Bina 1998 Mandiri NTT.LSM .Penyediaan dana bergulir dalam bentuk paket bebek.Penyediaan dana bergulir AusAID dan Yayasan Pengembangan Usaha Mandiri -Juli 1997-Juni NTB (Kab Dompu) 1998 .4 Juli 1997-Juni AusAID dan 1998 Lembaga Bina Sakti Masyarakat (LEBBMAS) Sulawesi .

Yogyakarta Jawa 1100 rumah tangga Selesai 3.11 Community-Based Pelatihan dalam mengembangkan Agribusiness kegiatan agribisnis Development AusAID dan Yayasan Pakta Juli 1999-Juni 2000 NTT (Kab Sumba Barat) .8 Juli 1998-Juni AusAID dan 1999 Yayasan Dian Desa.6 Home Industry Development for Production of Coconut Oil . Desember 2003 .Masyarakat Selesai !% Lembaga Penelitian SMERU.Bantuan peralatan Sulawesi Kelompok Tenggara (Kab perempuan Kendari) Selesai 3.LSM .Pelatihan . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Masalah Potensi 3.5 Income Generation -Pelatihan pengelolaan dana bergulir for Women and -Penyediaan modal Family in Kendari Pelaksana Waktu Juli 1997-Juni AusAID dan1998 Yayasan Pendidikan Muslimat NU.Penyediaan modal .1 Women Capability Strengthening through Small Scale Economic Acivity Juli 1998-Juni 1999 Perempuan 3. Nama Upaya Jenis Kegiatan 3. .9 AusAID dan Yayasan Sosial Bina Sejahtera AusAID dan Yayasan Karya Mandiri Juli 1998-Juni 1999 Jawa Tengah (Kab Banyumas) Jawa Timur (Kab Pacitan) Peternak ulat sutera Selesai 3.No.Bina Bakti Perempuan Pusat AusAID dan Yayasan Hijau Sejahtera Juli 1997-Juni 1998 Wilayah Sasaran Sulawesi Kader kelompok Tenggara (Kab Kendari) Status saat ini Selesai.7 Pengembangbiakan kambing dan Women bebek Empowerment through Productive Economy in Rinti Village Income Generation Pelatihan pemanfaatan kepompong liar dan sisa kulit ikan and Productive Employment Creation Silk Worm Farming Pelatihan bagi peternak ulat sutera in Banyumas AusAID dan Yayasan Citra Desa Juli 1998-Juni 1999 Aceh (Desa Rinti) Perempuan korban Selesai operasi DOM 3.

Pelatihan teknik pertanian AusAID dan .Peternak 3. tetapi di kota Jakarta Barat tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai 3.No. Nama Upaya 3.16 Sustainable Budidaya tanaman murbai dan Income Generating pengembangbiakan ulat sutra Juli 2001-Juni 2002 Maumere. Ujung Pandang Selesai. NTT . tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan 3. tetapi di tingkat masyarakat mungkin masih berjalan Selesai.Pelatihan AusAID dan . LSM lokal Sumba Barat.Pembentukan skema simpan pinjam Yayasan Tunas bagi industri tenunan tangan Jaya Penyediaan modal awal bagi usaha kecil AusAID dan Yayasan Duta Bina Bhuana Waktu Juli 1999-Juni 2000 Wilayah NTT (Kab Ruteng) Sasaran Pengrajin tenunan tangan Status saat ini Selesai Masalah Potensi Juli 1999-Juni 2000 Kupang.Penyediaan bantuan teknis termasuk Lembaga pemasaran Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Perbaikan pengembangbiakan ternak AusAID dan kambing Yayasan Sambangdiri Juli 2001-Juni 2002 Sulawesi Utara Nelayan tradisional Selesai (Kota Manado) 3.15 Income Generating Penyediaan kredit mikro secara bergulir.Papua LKM Selesai 3. AusAID dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Kesuma AusAID dan Yayasan Dian Desa Juli 1999-Juni 2000 Jakarta Barat Masyarakat miskin Selesai.Jayapura. .12 Improvement of Hand Woven Production 3.18 Juli 2001-Juni -Penyediaan peralatan AusAID dan 2002 . Desember 2003 .17 Bantuan sarana Development of Wamena Office as Micro Credit Institution Economic Improvement forTraditional Fishermen AusAID dan Bina Juli 2001-Juni 2002 Swadaya .13 Strengthening Basic Economic Structure to Alleviate Poverty Jenis Kegiatan Pelaksana .14 Integrated Agriculture . Bank Dunia !& Lembaga Penelitian SMERU.19 Goat Breeding Jawa Timur Peternak kambing Selesai 4.Jayawijaya .Pengembangbiakan ternak dengan Yayasan Ayo sistem bergulir Indonesia Juli 1999-Juni 2000 NTT Petani 3.Petani .

analisa kemiskinan .peternak .Mekanisme kurang transparan .pengrajin. Nama Upaya 4. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. Wilayah 22 propinsi Sasaran Status saat ini Penduduk miskin di Masih berjalan kecamatan dengan jumlah desa tertinggal serta jumlah penduduk miskin yang relatif banyak Masalah .pemberian bantuan tekhnis dan strategi pemasaran Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun1996September 2003 Selesai .Pengembalian pinjaman kurang lancar . terutama dari petani Potensi program ini cukup besar dalam membantu kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.peternak .3 Nusa Tenggara Agriculture Area Development Project (NTAADP) .anggota kelompok IDT (Pokmas): masyarakat miskin dan termiskin .1 Kecamatan Development Project (KDP) / Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Jenis Kegiatan . serta tidak mensyaratkan agunan. yaitu 15% per tahun. !' Lembaga Penelitian SMERU.Pengembalian pinjaman tersendat.pemberian akses informasi .dll . terutama dari petani .Rendahnya serapan dana karena sering terjadi pergantian LSM pendamping Program ini cukup diminati masyarakat setempat karena suku bunga yang dianggap ringan. Desember 2003 .pembangunan prasarana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Tahun 19992003 2 provinsi: Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara (seluruh kabupaten) 2 provinsi: NTT dan NTB (seluruh kabupaten) .Terjadi penyalahgunaan uang pinjaman .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.pemberian pinjaman modal kerja .Pembangunan sarana penunjang perekonomian desa Pelaksana Waktu Bank Dunia dan Tahun 1998Depdagri. Ditjen 2006 PMD. 4. pengrajin.Pembinaan di tingkat pokmas belum optimal .petani .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedagang kecil.Kondisi UPKD di lapangan masih rapuh .Kurangnya komitmen Pemda dalam memberdayakan masyarakat Potensi 4.dll Selesai .penggaduhan ternak .No.petani .2 Sulawesi Agriculture Area Development Project (SAADP) .pengembangan usaha ekonomi produktif .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .Pengembalian pinjaman tersendat.pengembangan sistem usaha tani .Penyediaan modal usaha produktif .

Fasilitasi pertemuan antar pengusaha kecil .1 Small and Micro Scale Enterprise Development in West Java . Desember 2003 . penelitian .membuat model usaha kecil .pelaku ekonomi produktif lainnya: pedangang kecil.peternak .Penelitian Development .2 Community Based . pengrajin.petani .4 Bengkulu Regional .bantuan teknis . FNS dan PUPUK Juni 2004 Pengusaha mikro Masih berjalan dan kecil khususnya yang bergerak di 4 sektor yaitu: agrobisnis.Seminar Small Scale Enterprise Development .pelayanan informasi .Bantuan sarana .Menghubungkan pengusaha kecil.No.V dan Yayasan Daya Pertiwi Timor Barat dan Bali 5.Jawa Timur (2 kabupaten) . 1998. kertas dan logam Usaha kecil dan menengah Masih berjalan 5.Bali (6 kabupaten) Usaha mikro.mendirikan pusat pengembangan dan kegiatan pendukung UKM di Indonesia Timur European Union.Analisa keuangan .analisa kemiskinan Project .Penyaluran dana bergulir .pelatihan . The European Union 5. ILO " Lembaga Penelitian SMERU.pemberian akses informasi . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4. kecil Selesai dan menengah 6. menengah dan besar .dll Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 5.Oktober NCOS (Belgium).konsultasi . 2002-2005 Evangelische Zentralstelle fuer Entwicklungshilfe E. tekstil.3 European Union.pelatihan manajemen dan tekhnik produksi .seminar.pemberian pinjaman modal kerja Development .Pelatihan .pemberian bantuan teknis dan strategi pemasaran -pembangunan infrastruktur pedesaan Pelaksana Bank Dunia dan Depdagri Ditjen Bina Pembangunan Daerah Waktu Tahun 19982004 Wilayah Bengkulu (Seluruh kabupaten kecuali Kota Bengkulu) Sasaran .Penyediaan dukungan pasar Economic .Monitoring .2001 Yayasan Daya Pertiwi (Jawa Timur) .pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat miskin .konsultasi European Union Desember 1998-Jawa Barat (3 kecamatan) .menghubungkan pengusaha mikro-kecil dengan bank .

Penciptaan pendapatan ILO bekerjasama Mulai Desember 1999 dengan Pemerintah Daerah Sumatra Utara Sumatra Utara. Jawa Barat. Deli Serdang.1 Expansion of Employment Opportunities for Women (Proyek Perluasan Kesempatan Kerja untuk Perempuan) Jenis Kegiatan .No. Swisscontact 7.Pemantauan pekerja anak . Jepara).Perempuan pekerja sektor formal di kota Masih berjalan Masalah . Labuhan Batu dan Simalungun) Penyedia BDS di 5 provinsi: Jakarta. Sulawesi Selatan Beberapa daerah di Indonesia Melalui program ini diharapkan jermal akan terbebas dari pekerja anak pada akhir fase kedua tahun 2004 7. Kalimantan Tengah.Penciptaan lapangan pekerjaan .Perempuan miskin Selesai kepala rumah tangga . Nama Upaya 6. Sulawesi Tenggara Sasaran Status saat ini . Para pekerja anak di jermal (Kabupaten Langkat. Asahan.Terjadi kesalahan targeting Potensi 6.Pengembangan kapasitas .1 Business Development Centre (BDC) Mendirikan pusat pengembangan usaha (BDC) bekerjasama dengan penyedia jasa pengembangan usaha (BDS) di tingkat lokal 1997-2002 SwisscontactPenyedia BDS di tingkat lokal Selesai 7.Peningkatan wawasan .2 Children in Jermal Fishing Platform (Pekerja Anak di Jermal) .Penelitian dan dokumentasi .2 SHARE Program . Jatim. Jabar.Memfasilitasi dialog kebijakan .advokasi Pelaksana Waktu ILO bekerjasama 1998-2001 dengan NGO lokal Wilayah 5 provinsi: Sumatra Selatan.Keberlangsungan proyek kurang terjamin karena keterbatasan pengetahuan NGO mitra dan kemampuan penerima manfaat .Penelitian .Mempersiapkan Dewan Usaha Kecil di Yogyakarta dan Salatiga sejak 2002 Swisscontact bekerja sama dengan berbagai institusi 1997-2002 Para stakeholder Program ini yang terkait dengan sebenarnya telah UKM selesai pada tahun 2002.Pelatihan capacity building .Penyaluran dana bergulir . tingkat lokal Jateng (Semarang.Membentuk Forum Daerah . tetapi dilanjutkan kembali tahun 2003 " Lembaga Penelitian SMERU. Sulawesi Tengah.Perempuan pekerja sektor informal di desa/kota . Desember 2003 .Pembentukan koperasi .

Pelatihan Kelembagaan BRI .jasakami. Desember 2003 .5 .Merancang situs www.No. Sumatra dan Sulawesi Para penyedia BDS Masih berjalan 7.Melakukan disseminasi informasi Swisscontact melalui berbagai media .1 Pengembangan .BPR Masih berjalan " Lembaga Penelitian SMERU. 7.potongan Swisscontact harga. USAID 8.UKM . Nama Upaya 7.Pelatihan .Penelitian Unit Desa 8.4 Quality Improvement (Peningkatkan Kualitas Penyedia BDS) The Information Platform (Sarana Pertukaran Informasi) .Fasilitasi pembentukan jaringan kerja . Jawa Timur. menyebabkan upaya ini tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh mereka. 8. tahun 2001: Jabotabek Sasaran Status saat ini Masalah Secara kuantitatif daya Para penyedia BDS Selesai serap program ini kecil dan UKM (karena hanya dimaksudnya sebagai pilot program) Potensi Menambah pengetahuan pengusaha kecil tentang keberadaan BDS.Penelitian .Membentuk forum regional UKM .pada UKM untuk memanfaatkan jasa yang disediakan oleh penyedia BDS (penyediaan kartu diskon untuk mengikuti pelatihan) Waktu 1999-2001 Wilayah Tahun 1999: Jawa Timur.Jasa konsultasi Swisscontact Mulai tahun 2002 Jabotabek.3 Voucher Program Jenis Kegiatan Pelaksana Memberikan voucher .com Mulai tahun 2003 Para penyedia BDS Masih berjalan dan UKM Terbatasnya akses para pengusaha kecil dan menengah pada layanan internet.Advokasi kebijakan USAID dan BRI Juli 2002-Juli 2003 Personil BRI Unit Desa Selesai USAID dan The Asia Foundation Juli 1997-Juli 2004 . jenis layanan dan pihak-pihak penyelenggaranya. Jawa Tengah.Lokakarya .2 Dukungan pada UKM dalam mengakses kredit dan layanan berusaha .

Majalengka Maluku Sasaran Pengusaha mikro dan menengah sektor industri sutera Status saat ini Masih berjalan Masalah Potensi 8.4 The Maluku Economic Opportunity .Tasikmalaya .Cianjur . Nama Upaya 8.Pembangunan kapasitas LSM mitra USAID dan Mercy April 2003Maret 2004 lokal Corps .No.Bandung . Desember 2003 . Wilayah .Sukabumi .Pengumpulkan informasi tentang efektifitas bantuan Masyarakat korban Masih berjalan konflik Maluku "! Lembaga Penelitian SMERU.Penyaluran kredit mikro International .Kuningan .3 SAMBA (Silk and Micro-enterprise Development in Bandung Raya) Jenis Kegiatan Mengembangkan pasar jasa keuangan dan non-keuangan Pelaksana USAID dan Universitas Bandung Raya Waktu Januari 2002Januari 2004.Sumedang .Garut .

Pusat Pendidikan mampu mendorong orang untuk mengembangkan usaha dan mendirikan usaha baru yang menyerap tenaga kerja "" Lembaga Penelitian SMERU.Belum adanya kebijakan nasional di bidang KM. . Desember 2003 .Memotivasi stakeholders untuk menyediakan kredit mikro yang mudah diakses usaha mikro/ kecil sehingga mereka dapat berkembang dan menjadi instrumen yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan.Memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan pengusaha UKM. .Minimnya dana operasional .Membangun jaringan kerja menengah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Tahun 1975 Seluruh .Belum adanya regulatory framework untuk KM Potensi .Minimnya tenaga tetap untuk mengelola pelaksanaan program .1 Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro (Gema PKM Indonesia) Jenis Kegiatan Mendorong dan berpartisipasi aktif dalam: .1 Pemberdayaan dan penguatan perempuan .peningkatan kapasitas pengembangan KM .Sebagai forum belajar bersama di antara para stakeholders tentang keuangan mikro dan problematikanya Tahun 2000 Seluruh – sekarang Indonesia 2.perumusan kebijakan nasional keuangan mikro (KM) .2003 Kelompok Lembaga Lain No.Pelatihan pengusaha kecil dan .Belum adanya pehamanan bersama tentang kredit mikro.Advokasi 2.Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1997 .sekarang provinsi di Indonesia Seluruh wanita pengusaha kecil (termasuk mikro) dan menengah. Masih berjalan Minimnya sumberdaya manusia yang tersedia . Nama Upaya 1. IWAPI .kerjasama antar stakeholder untuk pengembangan KM . baik yang memiliki usaha maupun belum.Pengumpulan data dan monitoring perkembangan KM Pelaksana Sekretariat Gema PKM Indonesia Waktu Wilayah Sasaran Keluarga miskin yang mempunyai usaha mikro terutama wanita Status saat ini Masih berjalan Masalah . . masyarakat luas. .pembentukan sistem pendukung KM . laki-laki dan perempuan. GEMA PKM Indonesia 1. Khusus kursus dapat diikuti oleh anggota.

sekarang (Sumatera Utara. Sulawesi Selatan.Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster PEP. Sumatera Barat -1. IWAPI.2 Proyek Pelaksanaan Private Enterprise Participation (PEP) 2.Kurangnya dana sehingga banyak anggota yang belum mendapat pinjaman 80% anggota yang belum mendapatkan bantuan upaya sangat berminat pada upaya ini.Memprakarsai credit circle Pemberian pinjaman modal usaha (credit circle) Pelaksana CIDA. baik memiliki usaha maupun tidak . Jawa Timur dan Bali) Sasaran Usaha kecil atau perorangan perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan atas dasar lokasi atau spesialisasi usaha Status saat ini Masalah Masih berjalan . Sulawesi Utara.Ada anggota yang menunda angsuran Potensi .3 PEP-IWAPI-Manulife Micro Credit Program Jenis Kegiatan . Koperasi Annisa Muslimat NU 3.Memperkuat UKM sehingga meningkatkan kesempatan kerja . "# Lembaga Penelitian SMERU. Desember 2003 . pembinaan.Kelemahan komunikasi tertulis dari kader . Sulawesi Selatan -2.1 Usaha Simpan Pinjam Pemberian pinjaman Koperasi Annisa (melalui kegiatan simpan Muslimat NU pinjam) Tahun 1998 Koperasi .No.sekarang (Sumatera Utara. Sulawesi Selatan.Lokakarya . IWAPI dan Kadinda Waktu Wilayah Tahun 1997 5 provinsi .Bantuan teknis (pelatihan.Meningkatkan efisiensi dan efektifitas BDS (IWAPI & Kadinda) dalam melayani kebutuhan UKM Usaha kecil yang bermitra dapat berkembang dengan baik 3.Meningkatkan akses UKM terhadap lembaga dana .Minimnya SDM yang tersedia untuk melakukan monitoring pada setiap klaster . dan Manulife Tahun 2001 3 provinsi . dan Jawa Timur) Masih berjalan Usaha kecil perempuan (termasuk mikro) yang dikelompokkan dalam klaster dan dibina melalui proyek PEP .Memprakarsai dan melakukan desentralisasi (franchising ) Pusat Pendidikan IWAPI ke cabang IWAPI tingkat provinsi . Nama Upaya 2. 40 kabupaten/ kota (Jawa Timur 36. monitoring. peningkatan akses terhadap dana) .sekarang Annisa Muslimat NU beserta cabangcabangnya di tingkat kabupaten 4 provinsi. dan merupakan potensi untuk perguliran dana.Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan . Lampung -1) Semua anggota Masih berjalan Muslimat NU (semua perempuan) yang menjadi anggota koperasi Annisa.Fasilitator IWAPI tidak menerima gaji sehingga hanya yang memiliki integritas tinggi yang mampu bertahan .

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 5.sekarang 6 provinsi.Produsen / pengusaha . baik yang sudah mempunyai kegiatan usaha maupun belum Mengembangkan .Metoda KPEL akan diterapkan pada pedagang informal di perkotaan. 32 kota/ kabupaten TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Tahun anggaran 1985/1986 – sekarang Desa dan kelurahan di seluruh Indonesia Masih berjalan Keluarga yang berpenghasilan rendah. .Kurangnya kader di kegiatan usaha rumah desa/kelurahan yang mempunyai kemampuan tangga anggota UP2K menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan UP2K-PKK .Menggerakkan.Wilayah replikasi 9 provinsi.Terbatas dan belum intensifnya pelatihan teknis industri dan kerajinan .Belum adanya kebijakan nasional tentang pengembangan ekonomi lokal Potensi .Dokumentasi dan diseminasi instrumen pendekatan KPEL 5.Konsumen .Banyak Pemda berminat mengembangkan KPEL . Nama Upaya Jenis Kegiatan 4. KPEL 4. membina. pemilihan dan pengembangan klaster ekonomi (c) perencanaan strategi pemberdayaan produsen dan kelompoknya . Pengembangan UP2K membimbing.Terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan kelompok di bidang usaha ekonomi "$ Lembaga Penelitian SMERU. mengevaluasi dan mengawasi (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) pelaksanaan UP2K . .1 Kemitraan bagi -Fasilitasi pelaksanaan Pengembangan KPEL di daerah replikasi Ekonomi Lokal (KPEL) (a) pembentukan forum kemitraan (b) perencanaan strategi identifikasi.Pemasok Status saat ini Masih berjalan Masalah . meliputi: .Pemerintah daerah .1 Pembinaan dan .Di tingkat lokal kemitraan masih dipandang skeptis .Dukungan Pemda cukup besar utk pengembangan KPEL Tahun 1998 .Kemitraan belum sustainable/ berkesinambungan . Desember 2003 .Pemberian bantuan modal Pelaksana Sekretariat KPEL Waktu Wilayah Sasaran Pihak-pihak yang terkait dengan klaster komoditi.No. 19 kab.Wilayah pilot .

Pemberian pelatihan bersama BPR milik dan rekanan April 2001 . usaha mikro Jawa Tengah. Desember 2003 . 5 Perempuan miskin Masih berjalan sekarang kabupaten yang memiliki (Jawa Timur. Jawa Barat) "% Lembaga Penelitian SMERU.000 klien (60% perempuan) thn 2006 .No.1 Kredit Khusus untuk Masyarakat Miskin Tanpa Agunan (Kusuma) Jenis Kegiatan Pelaksana Waktu Wilayah Sasaran Status saat ini Masalah Secara umum tidak terdapat masalah dalam pelaksanaan upaya ini.Upaya ini dan upaya kredit komersial dapat mencapai 300.Memberdayakan peranan perempuan prasejahtera di wilayah sedang berkembang . PT Ukabima 6.3 provinsi .Menjadi intermediary yang paling bertanggung jawab secara sosial dalam perkreditan rakyat. . Hanya ditemukan beberapa kasus berkaitan dengan pengembalian di tingkat pelaksana dan penerima upaya Potensi . Nama Upaya 6.Pemberian pinjaman modal PT Ukabima .