METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN RIGID PAVEMENT DI PROYEK JALAN TOL KANCI PEJAGAN

1. Alat Concrete Paver yang dipergunakan adalah POWER PAVER SF 2700 buatan Amerika yang merupakan pengembangan dari Curb Master International (CMI) 2. Performa Spesifikasi Alat Concrete Paver a. Lebar Paving s/d 8 m b. Kecepatan Paving s/d 5 m per menit c. Tebal Paving s/d 40 cm d. Kecepatan Travelling s/d 15 per menit 3. Spesifikasi Alat a. Grade / Level Control Sensor sebanyak 4 buah dan Steering Control Sensor sebanyak 2 buah yang dihubungkan dengan ³String Line´ atau ³Lock to Grade´ b. 16´ Reversible Spreader Auger c. Hydraulic Strike Off d. Tamper Beam e. 20 units Hydraulyc Vibrators Dia 5,7 cm f. 46 µ Profile Pan, Hydraulic Side Slipform g. Side Bar Inserter h. Hydraulyc Belt Finisher i. 2 Heavy Duty Tracks panjang 3,66 m, lebar 30,5 cm 4. Produktivitas Normal setiap 1 unit alat Concrete Paver lengkap yang dalam kondisi kondusif adalah : a. Sebesar 200 m1 s/d 400 m1 tiap jalur pengecoran per hari atau setara dengan 800 m2 s/d 1.500 m2 per hari dengan catatan i. Penyediaan lahan kerja LC yang cukup panjang ke depan untuk kurang lebih 1 minggu ke depan atau kurang lebih 1 km s/d 2 km ii. Penyiapan lahan kerja yang berurut, tidak sporadis iii. Tersedianya jalan kerja / akses yang memadai dari Batcing Plant ke lokasi pengecoran, kajian terhadap Metoda Pelaksanaan ini sangat penting dan sangat berkaitan dengan : 1. Mengingat lokasi pengecoran yang selalu berpindah setiap hari 2. Banyaknya persimpangan dengan sungai besar, sungai kecil, drainage, jalan, jalur KA dll 3. Jumlah dan lokasi Batching Plant 4. Kualitas jalan kerja dan jembatan sementara terhadap musim hujan dan beban diatasnya iv. Supply Beton yang kontinu, slump yang stabil, selang waktu per 5 menit antar TM atau DT b. Volume beton yg dibutuhkan adalah sebesar 300 m3 s/d 400 m3 per hari, volume sebesar ini harus disiapkan oleh 1 unit Batching Plant kapasitas minimal 60 m3 per jam dan berproduksi dedicated untuk pengecoran beton rigid saja setiap harinya c. Dengan tersedianya hal2 tersebut diatas akan didapatkan hasil pekerjaan Perkerasan Rigid yang baik yaitu Padat, level permukaan rigid yang sesuai dengan rencana, IRI akan sangat baik 5. Pelakasanaan Pekerjaan Rigid di Tol Kanci Pejagan

h. merojok dengan Tamper Beam. Perhitungan jumlah alat yang diperlukan i. Gelar Plastik iv. serta ke 4 level sensor dan ke 2 steering sensor dihubungkan ke string line . SF 2700 menyebarkan beton dengan Spreader Auger. memadatkan dengan 16 unit Hydraulic Vibrator. Asumsi 1. Setting Stick dan String Line .000 m2 / 24 / 20 / 1000 = 2 unit d. ! hari berproduksi 250 m x 4 m _ 1. Grooving permukaan beton dengan alat grooving beton sesaat setelah beton mulai setting j. serta memfinish permukaan beton dengan Belt Finisher. disurvey bersama ii. Gelar Pembesian dan Dowel Bar beserta rangka dudukannya f. Concrete Pouring dari truck Mixer g.2 m b. Fabrikasi Besi Dowel dan Tie Bar di Work Shop dan diangkut ke site e. 4 . Jumlah alat yang diperlukan = 800. Aplikasi Joint Sealent n. Setting Alat pada posisinya. Untuk penyempurnaan finising permukaan beton dan bagian sisi tepi dilakukan secara manual sebagai finishing lanjutan i.a. Penyiraman air selama 7 hari m. Arah maju penggelaran beton diusahakan searah dengan arah lalu lintas nantinya dan selalu arah yang menanjak / mendaki c. dan dilakukan adjustmen sampai didapatkan posisi yang betul2 sejajar baik alignement nya maupun level nya v. Lebar Paving direncanakan 2 x 4 m atau 7. mencetak dengan Profile Pan dan side Slipform . Pembersihan iii. melevel dengan Level sensor . Concrete Curing dengan curing compound dan kemudian ditutup dengan geotextile k. Waktu pelaksanaan 24 bulan 2.000 m2 ii. Concrete Cutting dengan Concrete Cutter paling lambat 8 jam setelah penggelaran beton l. 1 bulan bekerja sebanyak 20 hari 3. Penyiapan Lahan Penggelaran Rigid i.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful