Anda di halaman 1dari 17

BAB II

BIOREGULATOR
Bioregulator adalah katalisator yang bekerja terhadap proses – proses dari suatu
sistem kehidupan, dapat juga disebut biokatalisator. Bioregulator yang terpenting adalah :
1. Enzim
2. Vitamin
3. Mineral
4. Hormon
5. Obat Kontrasepsi

A. Enzim

Enzim atau fermen adalah senyawa – senyawa organic, lazimnya protein yang
dapat mengakibatkan atau mempercepat rekasi biokimia berdasarkan proses katalisa.
Enzim ini hanya bekerja sebagai katalisator organic terhadap reaksi – reaksi dari substrat
spesifik. Kegiatan enzim tergantung kepada suhu, derajat keasaman (pH) dan konsentrasi
ion – ion.
Nama dari enzim dibentuk dari nama substrat atau nama reaksi yang
dipercepatnya, dengan menambahkan akhira ase.
Urease : Enzim pengurai ureum
Protease : Enzim pengurai protein
Lipase : Enzim pengurai lemak / lipida
Reduktase : Enzim yang mempercepat reduksi
Hidrolase : Enzim yang mempercepat hidrolisa

1. Penghasil Enzim
Enzim dihasilkan oleh :
- mikroorganisme (bakteri atau jamur), misalnya lipase, amilase, streptokinase,
penisillinase, dll.
- Tumbuh – tumbuhan, dimana zat – zat ini dipisahkan dan kadang – kadang dalam
bentuk kristal, misalnya papase (dari Carica papaya) dan bromelin (dari Annanas
sativum).
Berdasarkan senyawa atau gugusan yang terkandung dalam enzim, maka enzim dapat
dibedakan atas :
- gugus protein, disebut juga apo enzim
- gugus non protein, disebut juga gugusan prostetik atau koenzim. Kelompok ini
berperan dalam metabolisme sel –sel tubuh. Contohnya vitamin B-1, nikotinamida,
dll.

2. Fungsi Enzim
Enzim – enzim berfungsi dalam :
(a) Proses pencernaan dengan menguraikan lemak, protein dan karbohidrat
(b) Reaksi – reaksi yang bertalian dengan proses pernafasan
(c) Efek –efek dari vitamin berkenaan dengan kerja dari enzim –enzim, misalnya
defisiensi suatu vitamin, sebenarnya kekurangan enzim
(d) Keseimbangan hormon – hormon supaya terpelihara dengan sintesa – sintesa
hormon atau penguraian hormon yang berlebihan oleh antagonisnya, misalnya
kelebihan hormon insulin diurai oleh insulinase ; kumulasi hormon – hormon nor
adrenalin atau asetilkolin pada organ – organ ujung diurai oleh MAO dan
kolinesterase.

23
(e) Melindungi jaringan tubuh terhadap efek – efek enzim yang dihasilkannya,
misalnya zat perintang tripsin yang dapat meniadakan kelebihan tripsin.

3. Kegunaan Enzim
(a) Sebagai penolong dalam pencernaan
(b) Membersihkan dan menyembuhkan luka – luka, dengan cara mencernakan secara
selektif jaringan – jaringan yang mati tanpa merusak jaringan yang sehat, termasuk
juga melindungi saluran darah yang mengelilingi luka tersebut.
(c) Menghilangkan radang atau bengkakm yang berguna pada pengobatan luka – luka.
Berdasarkan khasiat anti radang (anti inflamatory enzim) misalnya papase,
protease, amilase, seropeptidase, streptokinase, dll.
(d) Sebagai anti koagulansia, untuk menguraikan molekul – molekil fibrin yang
menyebabkan pembekuan darah dan gumpalan – gumpalan darah pada pengobatan
trombosis, tromboflebitis. Misalnya streptokinase.
(e) Sebagai pembantu dalam diagnosa (diagnostic enzym) :
- Glukosa oksidase, untuk menentukan kadar glukosa dalam urine pada
diabetes
- Uricase, untuk menentukan kadar asam urat dalam darah, antara lain pada
gangguan ginjal, encok, dll.
- Analisa kadar enzim laktat dehidrogenase dalam serum darah, menunjukkan
adanya jaringan yang mati disuatu tempat pada tubuh karena kekurangan
darah, antara lain karena adanya penyakit kanker atau trombosis koroner.

4. Efek Samping
Efek sampingnya sedikit sekali, antara lain alergi terhadap streptokinase atas
dasar enzim adalah protein yang merupakan antigen dan merangsang pembentukan
antibodi. Tapi hal ini jarang sekali terjadi.

5. Obat tersendiri :
(a) Enzim – enzim pankreas dan pepsin
(lihat obat pencernaan)
(b) Bromelin atau Ananase
Protease dari Ananas sativum, yang berkhasiat juga sebagai anti radang
(c) Papase atau Prolase
Enzim proteolitik yang didapatkan dari Carica papaya, yang juga berkhasiat
sebagai penghilang bengkak – bengkak.
(d) Streptokinase dan Streptodornase
Diperoleh dari bakteri Streptococcus haemolyticus. Terutama streptokinase bersifat
fibrinolitik yang menguraikan fibrin, mengencerkan serta melarutkan nanah yang
kental dan darah yang beku. Penggunaan pada pengobatan trombosis koroner
(infark jantung) dan menyembuhkan infeksi bernanah. Enzim ini mempertinggi
efek penggunaan antibiotika.
(e) Fibrinolisin
Diperoleh sebagai hasil penguraian enzim lain yaitu streptokinase terhadap
profibrinolisis atau plasminogen yang inaktif. Diperoleh dari plasma manusia. Efek
sampingnya berupa reaksi alergi.

24
6. Spesilite
No. Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
1. Enzym Pencernaan Lihat Obat
Pencernaan

2. Bromelin / Pancreatin Benozym Per Tablet Salut Gula : Bernofarm


Bromelin + Pancreatin + Ox Bile

Per Tablet Salut Gula :


Elsazym Bromelin + Pancreatin Otto
+ Dimetil Poli Siloxan

3. Papain / Pancreatin Fortizym Per Kaplet Salut Gula : Kalbe Farma


Papain + Pancreatin + Ox Bile +
Simethicon + Curcuma

Per Dragee :
Vitazym Papain + Pancreatin + Ox Kalbe Farma
Bile + Curcuma + Liver Extr. +
Vitamin / Mineral

4. Streptokinase Karbikinase 250.000 IU, 750.000 IU, Kalbe Farma


(Enzym fibrinolitik) 1.500.000 IU / vial

Streptase 750.0 IU, 1.500.000 IU / vial Dexa Medica

B. Vitamin

Vitamin merupakan suatu senyawa organik yang dalam jumlah sangat kecil
dibutuhkan oleh tubuh untuk memelihara fungsi dan metabolime normal. Vitamin
diperoleh tubuh dari makanan sehari – hari. Tapi ada juga yang diperoleh dari hasil sintesa
flora usus, misalnya vitamin K dan asam pantotenat (vitamin B-5). Bahkan vitamin A dan
D dapat dibentuk oleh tubuh sendiri. Umumnya vitamin merupakan co-enzym dari
suatu yang berperan pada proses metabolisme dalam tubuh.
Pada keadaan tertentu tubuh dapat mengalami defisiensi vitamin. Hal ini dapat
terjadi karena beberapa hal antara lain :
 Makanan yang dikonsumsi sehari – hari kurang kandungan vitaminnya
 Adanya gangguan pencernaaan, sehingga penyerapan vitamin terganggu
 Kebutuhan akan vitamin meningkat, misalnya pada masa kehaminal, masa
pertumbuhan dan masa penyembuhan dari sakit

1. Penggolongan Vitamin
Berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin dibagi atas 2 golongan yaitu :
(a) Vitamin yang larut dalam air, meliputi :
Thiamin Asam Folat  Asam Ascorbat
Riboflavin Asam Pantotenat  Nikotinamida
Biotin Cyanocobalamin  Piridoksin
Rutin Asam para amino benzoat
Semua vitamin tersebut mudah diserap di dinding usus dan mjudah pula
dikeluarkan bersama urine, kecuali vitamin B-12 yang penyerapannya membutuhkan
adanya faktor intrinsik. Dengan sifat yang demikian, kemungkinan timbulnya
toksisitas akibat kumulasi vitamin dalam tubuh jarang terjadi. Vitamin kelompok ini
sedikit sekali dismpan di dalam tubuh.
(b) Vitamin yang larut dalam lemak, yaitu :
25
 Vitamin A
 Vitamin D
 Vitamin E
 Vitamin K
Vitamin ini diserap bersama – sama lemak, sehingga adanya gangguan pencernaan
lemak dapat mengurangi penyerapannya. Ekskresinya lambat, sehingga dapat
menimbulkan kumulasi dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala keracunan.

2. Obat – Obat Tersendiri :


Vitamin B Kompleks :
Kelompok vitamin ini bersumber sama, sehingga disebut B kompleks. Defisiensi
salah satu anggota kelompok vitamin ini, biasanya juga disertai defisiensi seluruh
kompleks vitamin ini.
(a) Thiamin ( Vitamin B-1 )
Terdapat dalam kulit beras, hati, ginjal, ragi, sayuran dan kacang – kacangan.
Vitamin ini penting pada metabolisme karbohidrat. Defisiensinya menyebabkan
gejala anoreksia, obstipasi, kejang otot, kesemutan (paresthesia), beri – beri dengan
polineuritis dan gangguan jantung. Dalam dosis tinggi bersama dengan vitamin B-6
dan B-12 digunakan sebagai vitamin neurotropik.
(b) Riboflavin ( Vitamin B-2 )
Terdapat antara lain dalam usus, telur, hati, kulit beras, ragi dan sayuran.
Defisiensinya menyebabkan sakit tenggorokan dan radang pada sudut mulut,
radang lidah, kelainan mata (conjungtivitis dan fotophobia) dan gejala avitaminosis
B lainnya.
(c) Piridoksin ( Vitamin B-6 )
Banyak terkandung dalam daging, hati, ginjal, padi – padian, kacang dan sayuran.
Ada 3 bentuk vitamin ini, yaitu piridoksin, piridoksal dan piridoksamin.
Defisiensi B-6 menyebabkan gangguan kulit (radang), gangguan alat pencernaan,
radang selaput lendir mulut dan lidah, radang saraf dan gangguan pembentukan sel
– sel darah merah. Defisiensi ini dapat juga terjadi karena pemakaian INH untuk
jangka waktu yang lama. Vitamin B-6 juga digunakan untuk melawan mual,
muntah dan depresi karena pil anti hamil. Demikian juga pada muntah kehamilan.
(d) Nikotinamida ( Niasinamida, PP Factor atau Vitamin B-3 )
Terdapat dalam sayuran, ikan, daging, padi dan gandum. Vitamin ini terdapat
sebagai asam nikotinat. Di dalam hati asam ini diubah menjadi nikotinamida, yang
merupakan co-enzym pada proses oksidasi reduksi. Defisiensi vitamin ini
menimbulkan penyakit pellagra dengan gejala kulit menjadi hitam (dermatitis),
gangguan lambung usus (diare) dan gangguan saraf (dementia).
(e) Asam Pantotenat ( Vitamin B-5 )
Tedapat dalam semua jaringan tubuh dan semua macam makanan. Juga dapat
diproduksi oleh flora usus. Bentuk aktifnya adalah isomer dexter, yaitu d-
pantotenat. Merupakan co-enzym A yang penting dalam metabolisme.
Defisiensinya pada manusia belum dikenal.
(f) Asam Folat ( Vitamin B-11 )
Terdapat dalam sayuran, hati, ragi, daging, ikan dan kacang – kacangan, hanya
sedikit terdapat dalam buah – buahan. Dalam hati diubah menjadi tetrahidrofolat,
suatu co-enzym pada sintesa asam inti dan pembelahan sel. Penting pada
pembentukan eritrosit. Defisiensinya menyebabkan anemia megaloblaster.

(g) Cyanocobalamin ( Vitamin B-12 )


26
Terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan, yaitu daging, hati, telur dan
susu, dalam bentuk suatu kompleks protein. Dalam lambung, vitamin B-12 akan
terlepas dari kompleks tersebut, lalu berikatan dengan faktor intrinsik yang
dikeluarkan oleh mukosa lambung, sehingga dapat diserap oleh usus halus. Dalam
tubuh, vitamin ini ditimbun dalam hati. Vitamin ini merupakan vaktor penting dapa
pembentukan eritrosit, dan defisiensinya menyebabkan anemia megaloblaster.
Asam Ascorbat
Banyak terdapat dalam sayur dan buah. Berperan penting dalam pembentukan zat
pengikat dalam tulang dan tulang rawan, sekitar kapiler dan antar sel (kolagen) yang
penting bagi saling terikatnya jaringan. Bila sintesa kolagen terganggua, dinsing
pembuluh darah mudah rusak, sehingga mudah terjadi pendarahan.
Defisiensi vitamin C menyebabkan sariawan (skorbut), gigi mudah lepas, luka
yang sukar sembuh dan mudah terjadinya pendarahan. Selain itu penggunaannya juga
untuk mempertinggi daya tahan tubuh terhadap infeksi kuman, anti lipemika dan
mempercepat sembuhnya luka.

Vitamin A (Retinol, Axerophthol)


Dalam sayuran terdapat sebagai provitamin A, yaitu karoten dan karotenoid; yang
dalam usus diubah menjadi vitamin A. Vitamin A sendiri terdapat di dalam usus,
kuning telur, hati dan minyak ikan.
Vitamin A berfungsi untuk :
 Menjaga keutuhan jaringan epitel dan mukosa di seluruh tubuh, sehingga
jaringan tersebut tidak mudah rusak dan tidak terjadi hiperkeratosis di kulit,
conjungtiva kornea dan sebagainya.
 Merangsang sintesa RNA, glukoprotein dan kortikosteroida.
 Pembentukan rhodopsin, suatu pigmen fotosensitif yang dibutuhkan retina mata
untuk dapat melihat pada keadaan gelap.
Defisiensi vitamin A menimbulkan rabun senja (hemerolophia), xrerophthalmia
(kornea mata mengering dan mengeras), atrifia mukosa dan menghambat pertumbuhan
anak.

Vitamin D ( Ergokalsiferol, Kalsiferol)


Terdapat sebagai provitamin D (ergosterol) di dalam sayuran dan ragi. Juga
terdapat didalam tubuh, yakni dibawah kulit, oleh pengaruh sinar UV matahari akan
diubah menjadi kalsiferol atau vitamin D-2. Provitamin D juga terdapat di dalam
tubuh sebagai 7-dehidrokolesterol, yang oleh pengaruh sinar UV diubah menjadi
kolekalsiferol (vitamin D-3).
Fungsi vitamin D adalah mengatur metabolisme Ca dan F, bersama – sama
hormon tiroid dan hormon paratiroid. Defisiensinya menimbulkan penyakit rachitis
(tulang mudah bengkok).

Vitamin E (Alfa Tokoferol)


Merupakan senyawa tokoferol. Dikenal 4 macam tokoferol, yaitu alfa, beta,
gamma dan delta. Yang aktif adalah senyawa alfa tokoferol.Vitamin E banyak
dijumpai dalam minyak nabati (minyak jagung, kedelai dan bunga matahari), padi –
padia, ragi, hati, kuning telur dan sayuran. Tidak dikenal gejala defisiensi yang khas
pada orang dewasa.
Dalam pengobatan digunakan pada gangguan jantung (angina dan lain – lain),
artrosis, neuralgia, hiperkoleterolemia dan penyakit kulit. Juga digunakan sebagai anti
keguguran dan obat kemandulan.

27
Vitamin K
Vitamin ini meliputi :
 Vitamin K-1, disebut fitomenadion, terdapat dalam sayuran hijau dan minyak
nabati
 Vitamin K-2, dihasilkan oleh flora usus. Untuk penyerapannya dari usus
memerlukan asam empedu.
 Vitamin K-3 (menadion) dan vitamin K-4 (menadiol), merupakan zat sintetik.
Dalam hati, vitamin K merangsang pembentukan protrombin. Defisiensi vitamin ini
menyebabkan hipoprotrombinemia, yang berakibat darah sukar membeku.

C. Mineral dan Elemen Spura

Mineral adalah zat anorganik yang dalam jumlah kecil bersifat essensial bagi
banyak proses metabolisme dalam tubuh. Yang paling banyak dibtuhkan adalah kalium,
natrium, kalsium, magnesium, fosfor dan klorida.
Elemen spura adalah mineral yang dibutuhkan kurang dari 20 mg sehari, yakni
besi, seng, tembaga, mangan, molibden, fluor, krom, iod, selen dan kobalt.

Fungsinya masing – masing sangat berbeda :


 Ca dan P untuk sebagian besar bertanggung jawab bagi kekuatan kerangka
 K, Mg dan P terutama untuk membentuk sistem pendapar intraselluler
 Na dan Cl berperan penting diruang ekstraselluler sebagai pengatur tekanan
osmotik dan tekanan darah normal.
 Banyak elemen spura merupakan ko-faktor dari metallo-enzym, misalnya Fe,
Zn, Mn, Mg dan Cu ; yang mengkalatisa banyak proses metabolisme.
 F dan Sr merupaka zat essensial bagi tulang gigi dan emailnya
 Iod merupakan bahan baku bagi sintesis hormon tiroid

Penggunaan minerasl – mineral, khususnya untuk prevensi dan pengobatan


keadaan defisiensi, terutama garam K dan Ca; begitu pula Na, Cl dan Fospat yang
digunakan sebagai infus dalam keadaan darurat. Dari elemen – elemen spura, hanya Fe,
Zn, I, F dan Sr yang digunakan sebagai obat. Zat – zat lainnya hanya digunakan sebagai
tambahan pada preparat multivitamin atau sebagai food suplemen.

Obat – obat tersendiri ;


1. Kalium klorida
Merupakan kation yang terpenting dalam cairan intra sel dan merupakan zat
essensial untuk mengatur keseimbangan asam – asam serta isotoni dari sel. Selain
itu juga mengaktivasi banyak reaksi enzim dan proses fisiologis, seperti penerusan
impuls di saraf dan otot, kontraksi otot dan metabolisme karbohidrat.

2. Natrium klorida
Merupakan kation terpenting bagi cairan ekstra sel dan berperan penting pada
regulasi tekanan osmotok sel. Juga berperan pada pembentukan perbedaan –
perbedaan potensial listrik dalam kontraksi otot dan penerusan impluls saraf.
Defisiensinya bisa terjadi akibat kerja fisik yang terlampau berat dan banyak
berkeringat serta banyak minum air tanpa tambahan garam ekstra.

3. Kalsium
Fungsi utamanya adalah bahan pembangun tulang, berperan penting pada regulasi
daya rangsang dan kontraksi otot – otot serta penerusan impuls saraf. Selain itu Ca
28
mengatur permeabilitas membran sel bagi K dan Na, aktivasi banyak reaksi enzim
seperti pembekuan darah. Defisiensi Ca menimbulkan kelembekan tulang
(osteomalacia) dan mudah terangsangnya otot dan saraf , dengan akibat serangan –
serangan tetania. Contoh garam kalsium : kalsium glukonat, kalsium laktat dan
kalsium sitrat.

4. Seng sulfat
Kadar seng dalam tubuh agak tinggi dibandingkan dengan elemen spura lainnya,
yang sebagian besar terdapat dalam tulang dan prostat. Fungsinya ialah sebagai
kofaktor dalam minimal 100 enzim yang terlibat dalam segala proses metabolisme,
yaitu :
 karboanhidrase, berperan pada gejala buta malam (ko-faktor dari
alkoholdehidrogenase, yang merubah retinol menjadi retinal)
 memperbaiki fungsi sel – sel otak bagi lemah ingatan (sering lupa) pada
orang tua
 stimulasi penyembuhan borok bila terjadi kekurangan
 secara lokal berkhasiat sebagai adstringens (penciutan selaput lendir),
anti keringat dan antiseptik lemah
 Penggunaannya paling banyak alam dermatologi, khususnya ZnO dalam
bedak tabur dan salep, sebagai adstringens dan antiseptik lemah. Selain
itu juga pada preparat tetes mata.

5. Fluorida
Fluor terutama ditimbun sebagai apatit di dentin dan email, juga dalam tiroid dan
ginjal. Ekskresinya melalui saluran kemih dan keringat pada transpirasi berlebihan.
Penggunaannya paling banyak untuk prevensi gigi berlubang (carries), yang
berdasarkan atas reaksinya dengan apatit. Fluoro-apatit yang terbentuk bersifat
lebih padat dan tahan asam, juga menutupi pori – pori kecil hingga email lebih
sukar larut dalam asam, yang terbentuk setiap kali makan gula dan karbohidrat.
Fluor juga digunakan pada osteoporosis (kurangnya Ca dari tulang).

6. Stronsium klorida
Elemen ini berguna melindungi gigi terhadap pengaruh thermis (panas dan dingin)
dan kimiawi (asam dan gula) yang disertai nyeri. Selain itu juga mengurangi
sensitivitas gigi terhadap rangsangan tersebut dengan jalan membentuk lapisan
pelindung keras di luar dentin yang sudah kehilangan emailnya karena erosi atau
pengendapan kalsium. Dengan demikian rangsangan tersebut tidak bisa mencapai
sum – sum gigi lagi yang berisi saraf – saraf dan dapat mengakibatkan nyeri.

7. Magnesium
Terdapat dalam tulang dan cairan intra sel, juga sebagai ko-faktor enzim – enzim
yang menghasilkan energi. Berperan penting pada kontraksi otot.

8. Krom
Digunakan untuk kerja insulin yang optimal dalam bentuk aktifnya sebagai
senyawa organik GTF (Glucose Tolerance Factor), yang 20 kali lebih aktif dari
pada garam – garam krom anorganik.

9. Tembaga
Merupaka kofaktor bagi cytochromoxidase dan beta hidroksilase yang mengubah
dopamin menjadi noradrenalin, juga penting bagi sintesis hemoglobin.
29
Kekurangannya dapat menyebabkan kelambanan psikomotor, serangan epilepsi
serta kelainan pada rambut.

Spesialite vitamin dan mineral :


No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
1. Vitamin B-1 / Vitamin B-1 25mg,50mg, 100mg / tab. IPI
Tiamin Hidroklorida, 100mg / ml ampul
Aneurin HCl,
Vit. Anti beri - beri Alinamin / 5mg / tablet salut gula Takeda
Alinamin-F-Odorless 50mg / tablet
25mg / 10ml ampul

2. Vitamin B-2 /
Riboflavin,
Laktoflavinum , Beflavin

3. Vitamin B-6 / Pyridoxin HCl 10mg, 25mg / tablet Soho


Piridoksin Hidroklorida 50mg, 100mg / ml ampul
Vitamin B-6 25mg / tablet Kimia Farma

4. Vitamin B-12 / Vitamin B-12 / 50: g / tablet IPI, Soho,


Sianokobalamin, Cyanocobalamin 500: g ,1000: g/5ml Kimia Farma
Vitamin merah, Citacon, amp.
Vitamen 1000: g / ml vial

5. Vitamin B1 + B6 + B12 Neurobion Per dragee : / Ampul : Merck


Bioneuron Vit. B-1 : 100mg Phapros
Vit. B-6 : 200mg
Vit.B-12 : 200: g

6. Vitamin B Komplek Squibb-B Complex Tablet Squibb


Benoviplex Tablet Salut Gula Bernofarm

7. Vitamin C Redoxon Tab. Effervescent 1g Roche


Asam Askorbat Bekamin C Forte 250mg / tablet Kimia Farma
Vitacimin 500mg / tablet hisap Takeda
Xon-Ce 500mg / tablet hisap Kalbe Farma

8 Vit. B Komplex + Vit. C Enervon C Tablet UAP


Surbex-T Tablet Salut Selaput Abbot

9 Vit.B Komplex + Vit.C + Becefort Kaplet Salut Selaput Phapros


Vit.E

10 Vitamin A / Avitin 1000 IU, 3000 IU, 6000 Soho


Akseroftol, IU, 10.000 IU, 20.000 IU /
Retinol tab.
50.000IU,100.000 IU/ml
Vitamin A Kimia amp. Kimia Farma
Farma
6000 IU,20.000 IU, 50.000
IU / tablet

Vitamin D / Cavit D3 Cholecalciferol 133 IU, Merck


11 Kalsiferol, Calcii Hidrogen Phosphat
Vitmain D-2, 500 mg
Radiostal, Viosterol,
Ergokalsiferol

12 Vitamin E / Dalfarol 200 IU,300 IU,400 IU/soft Darya-Varia


Alfa Tokoferol cap
30
10mg, 50mg / dragee
Tocopherine Soho
Natur-E 100 IU / kapsul Darya-Varia

13 Vitamin K Kaywan Vit.K-1 5mg / tablet Eisai

Kaytwo 5mg / kapsul

14 Vit. A + Vit.E Rovigon Tiap Chewable Dragee Darya Varia


Vit. A : 30.000 IU
Vit. E : 70 mg

15 Vit.A + Vit.D Big Fish Per Soft Capsul Minyak


+ Vit.E Ikan,
Vit. A-2 : 2000 IU +
Vit. D : 200 IU + Vit. E 10
IU
16 Vitamin A / Avitin 1000 IU, 3000 IU, 6000 Soho
Akseroftol, IU, 10.000 IU, 20.000 IU /
Retinol tab.
50.000IU,100.000 IU/ml
Vitamin A Kimia amp. Kimia Farma
Farma
6000 IU,20.000 IU, 50.000
IU / tablet

17 Vitamin D / Cavit D3 Cholecalciferol 133 IU, Merck


Kalsiferol, Calcii Hidrogen Phosphat
Vitmain D-2, 500 mg
Radiostal, Viosterol,
Ergokalsiferol

18 Vitamin E / Dalfarol 200 IU,300 IU,400 IU/soft Darya-Varia


Alfa Tokoferol cap
10mg, 50mg / dragee
Tocopherine Soho
Natur-E 100 IU / kapsul Darya-Varia

D. Hormon

Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, langsung
masuk ke dalam aliran darah dan berpengaruh sangat spesifik terhadap organ tertentu
untuk dapat berfungsi secara normal. Kelenjar endokrin yang penting adalah kelenjar
hipofisa dan hipotalamus, kelenjar kelamin (ovarium dan testes), kelenjar anak ginjal,
pankreas, tiroid dan paratiroid.
Dalam pengobatan, hormon digunakan untuk :
1. Terapi substitusi pada defisiensi hormon, misalnya pemberian insulin pada
penderita diabetes mellitus.
2. Yang banyak digunakan adalah pada pengobatan berdasarkan efek farmakologinya
yang tidak berhubungan dengan efek fisiologisnya. Misalnya kortikosteroida
banyak digunakan karena efek anti radangnya.
3. Secara khusus untuk mempengaruhi fungsi organ ke arah yang dikehendaki,
misalnya estrogen dan progesteron digunakan untuk mencegah kehamilan.
4. Diagnosa penyakit atau kelainan, misalnya tirotropin untuk test terhadap kelenjar
tiroid.

31
Untuk keperluan pengobatan, zat hormon dapat diperoleh dari :
1. Sumber alam, berasal dari binatang ternak menyusui misalnya sapi. Persediaannya
amat terbatas.
2. Senyawa sintetik, saat ini umumnya digunakan hormon sintetik atau semi sintetik.

1. Hormon Hipofisa
Hipofisa adalah suatu umbai pada pangkal otak. Kelenjar ini dibedakan menjadi
dua bagian, yaitu :
(a) Adenohipofisa
Adalah umbai depan, yang merupakan bagian terbesar. Hormon yang dihasilkannya
adalah :
a. Somatotropin : Merangsang pertumbuhan tubuh pada umumnya
b. Gonadotropin : Merangsang kelenjar kelamin mensekresikan hormonnya
c. Kortikotropin : Merangsang kelenjar anak ginjal bagian korteks untuk
mensekresikan kortikosteroida
d. Tirotropin : Merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon
tiroid
e. Prolaktin : Menstimulir sekresi air susu

(b) Neurohipofisa
Adalah umbai belakang, terutama terdiri dari jaringan saraf. Hormon yang
dihasilkannya adalah :
a. Oksitosin : Menyebabkan kontraksi uterus dan menstimulir mulainya
laktasi
b. Vasopresin : Mencegah ekskresi air terlalu banyak

Zat – zat tersendiri :


(a) Somatotropin
Digunakan untuk terapi substitusi. Tetapi karena hormon ini tidak dapat diganti dengan
hormon binatang, maka sediaan farmasinya sangat jarang.
(b) Gonadotropin
Dalam pengobatan digunakan untuk mengatasi gangguan haid dan kemandulan baik
pria maupun wanita. Sediaan gonadotropin diperoleh dari air kemih wanita hamil atau
air kemih wanita setelah menopause, yaitu Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dan
Human Menopausal Gonadotropin (HMG). Diberikan per injeksi.
(c) Oksitosin
Hormon ini telah dapat disintesa. Dalam kebidanan digunakan untuk merangsang
kontraksi uterus (rahim) guna membantu persalinan. Setelah persalinan, dapat juga
digunakan untuk mencegah banyaknya perdarahan.
(d) Vasopresin
Diperoleh dari sapi atau babi. Digunakan pada pengobatan diabetes inspidus dengan
gejala poliuria, akibat kekurangan hormon anti diuretik dan insufisiensi hipofisa.

Obat – obat hormon hipofisa :


No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
1 Gonadotropin chorionik Pregnyl 1500 UI ; 5000 UI/ ampul Organon
serbuk pro injeksi
2 Gonadotropin menopausal Humegon 75 UI ; 150 UI / vial Organon
serbuk pro injeksi
3 Oksitosin sintetik Decatocin 10 Ui/ml injeksi Harsen
Piton –S Organon
Syntocinon Novartis

32
4 Somatropin Genotropin 16 IU / ml vial Pfizer

2. Hormon Kelamin
Hormon kelamin dihasilkan oleh kelenjar kelamin (ovarium dan testes) dibawah
pengaruh gonadotropin, berfungsi menentukan ciri – ciri kelamin primer dan sekunder.
Androgen adalah hormon pria, sedangkan estrogen dan progesteron adalah hormon wanita.
Semua hormon kelamin memiliki sifat – sifat yang sama, misalnya :
 Retensi air dan garam
 Berdaya anabolika, androgen lebih kuat dari pada estrogen
 Mengakibatkan penutupan epifisis (ujung tulang pipa) sesudah
pertumbuhan di masa pubertas.

(a) Zat – zat androgen


Yang terpenting adalah testoteron, selain bertanggung jawab terhadap ciri kelamin
primer dan sekunder. Hormon ini berperan penting pada spermatogenesis dalam testes
(efek virilisasi, virile = jantan). Digunakan dalam terapi substitusi, misalnya pada
keadaan klimakterium virile sesudah usia 50 tahun. Juga untuk merangsang
pertumbuhan anak laki – laki di atas usia 16 tahun yang terlambat pertumbuhannya
akibat hipofungsi hipofisanya.

Zat – zat tersendiri :


 Testoteron
Dibuat secara semisintetik. Karena absorpsinya dari usus dan bioavailabilitasnya
kurang baik, maka diberikan dalam bentuk injeksi sebagai esternya dalam pelarut
minyak.
 Metil-testoteron
Dapat digunakan per-oral. Digunakan terutama pada gangguan potensi akibat
defisiensi androgen, pada hipogonadisme dan pada sterilitas karena oligospermia.
 Mesterolon
Pada dosis terapi zat ini mempengaruhi hipofisa, sehingga sekresi testoteron dan
spermatogenesis tidak terhambat.

Spesialite androgen :
No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
1 Mesterolon Proviron Tablet 25 mg Schering
2 Mesterolon + Vit. E + Tonovan Schering
Yohimbin + Strychnin +
Nikotinat
3 Kombinasi turunan Sustanon injeksi Organon
testoteron
4 Metiltestoteron + Pasumastrong Merck
Yohimbin + Vit. E
5 Testoteron Testoviron Kapsul 40 mg Schering
Andriol Organon

(b). Anabolika
Merupakan hormon sintetik yang terutama bekerja memacu sintesa protein tanpa
memiliki sifat virilisasi. Anabolika yang banyak digunakan adalah turunan testoteron,
yaitu Metenilon, Metandienon, Oksimetolon dan Stanozol. Juga turunan nadrolon
yaitu Nandrolon dan Etilestrenol.
Umumnya digunakan pada keadaan tubuh lemah, seperti pada keadaan sesudah
operasi, baru sembuh dari sakit dan lain – lain. Juga selama terapi penyinaran dan
33
terapi dengan kortikosteroida untuk mencegah osteoporosis. Dalam bidang olahraga
obat ini sering disalahgunakan untuk memperkembangkan dan memperkuar otrot para
atlit (doping).
Karena anabolika ini zat – zat androgen maka memiliki efek viirilisasi bila
digunakan untuk waktu yang lama pada wanita, menekan spermatogenesis,
menghambat pertumbuhan anak – anak di bawah usia 16 tahun karena stimulasi
penutupan epifisis, dan menimbulkan gangguan haid pada wanita.
Zat tersendiri :

 Nandrolon
Indikasi : Kehilangan protein akibat cedera parah, latihan berlebihan,
penyakit ketuaan ; pada anak memacu pertumbuhan yang
lambat.

Kontra indikasi : Kehamilan, karsinoma prostat


Efek samping : Jerawat, hirsutisme, peningkatan libido pada wanita,
hipertropi klitoris, dan rambut pubis melebat.

 Etilestrenol
Indikasi : Selama menderita penyakit kronik terutama pasien lanjut usia
Kontra indikasi : Kehamilan, karsinoma prostat, gangguan fungsi hati
Efek samping : Mual, retensi cairan tubuh yang ringan, gangguan haid

Spesialite anabolika :
No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
1 Nandrolon decanoat Deca Durabolin Injeksi 25 mg ; 50 mg/ ml Organon
2 Nandrolon fenilpropionat Durabolin Injeksi 25 mg /ml Organion
3 Etilestrenol Orgabolin Tablet 2 mg Organon

(c). Zat – zat estrogen


Estrogen bekerja terhadap mukosa uterus (endometrium) untuk mempersiapkan
proses lebih lanjut dari sel telur yang telah dibuahi. Bersama – sama progesteron,
estrogen berperan penting pada masaknya folikel, ovulasi, pembuahan, transpor sel
telur yang telah dibuahi ke dinding uterus dan penyarangannya disitu.
Zat – zat estrogen digunakan untuk terapi substitusi pada keluhan klimakterium,
menekan laktasi, menekan ovulasi dan pengobatan osteoporosis sesudah menopause.
Preparat kombinasi estrogen dan progesteron dugunakan untuk diagnosa kehamilan
dan pengobatan amenorea sekunder (haid terlambat).

Zat – zat tersendiri :


 Estradiol
Merupakan estrogen alamiah terkuat, digunakan pada terapi substitusi pada
klimakterium, menopause dan kanker prostat. Pemberian per-oral
bioavailabilitasnya rendah, sehingga diberikan per injeksi sebagai esternya dalam
pelarut lemak.
 Etinilestradiol
Turunan semi sintetik yang berdaya larut amat kuat; dapat diberikan per oral.
Merupakan komponen dari banyak pil anti hamil.
 Mestranol
Hormon ini baru aktif setelah di dalam hati diubah menjadi etinilestradiol. Juga
digunakan dalam pil anti hamil.
34
 Dietilstilbestrol
Aktif per oral dengan kerja panjang, tetapi karena bersifat karsinogenik zat ini tidak
lagi digunakan.

Spesialite estrogen :
No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
1 Estradiol Progynova Tablet 1mg ; 2 mg Schering

2 Etinilestradiol Lynoral Tablet 0,05 mg Organon

3 Metilestrenolon + Gynaecosid Tiap tablet : Phapros


Metilestradiol Metilestrenolon 5 mg
Metilestradiol 0,3 mg

(d). Zat – zat progestagen


Progestagen adalah steroid sintetik yang berdaya progesteron. Progesteron adalah
hormon yang dikeluarkan oleh badan kuning (corpus luteum) dibawah pengaruh
hormon gonadotropin. Hormon ini mempengaruhi endometrium dari fase proliferasi
karena pengaruh estrogen, ke fase sekresi agar telur yang telah dibuahi dapat
bersarang dan berkembang lebih lanjut. Kemudian hormon ini juga berfungsi menjaga
kehamilan dari keguguran.
Dalam pengobatan, progestagen digunakan untuk ;
 Mencegah kehamilan pada pil KB
 Mencegah keguguran akibat kurang sekresi progesteron
 Terapi subtitusi pada keadaan klimakterium dan menopause
 Pada gangguan haid
 Pada endometriosis dan kemadulan yang diakibatkannya

Zat – zat tersendiri :


 Progesteron
Diperoleh dari ovarium binatang ternak atau hasil sintesa. Absorpsinya di susu
cukup baik, tetapi karena bioavailabilitasnya tidak baik, maka diberikan secara
injeksi.
 Hidroksiprogesteron
Diperoleh secara sintetik, memiliki efek androgen tanpa efek estrogen. Banyak
digunakan dalam pil suntik anti hamil.
 Etisteron
Terutama digunakan pada gangguan hati.
 Noretisteron
Memiliki efek androgen dan efek estrogen lemah. Banyak digunakan pada pil anti
hamil, juga untuk menunda haid.
 Levonorgestrel
Efek progesteronnya kuat dan kerjanya panjang, berdaya nadrogen lemah, bersifat
anti estrogen. Banyak digunakan dalam pil kombinasi anti hamil.
 Linesterol
Tidak berdaya gestagen, tetapi bersifat anti gonadotropik yang baik, tidak berdaya
androgen. Banyak digunakan dalam pil anti hamil.
 Dilestrenol
Daya gestagennya kuat, maka terutama digunakan untuk mencegah keguguran.

Spesialitea progestagen :
No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
35
1 Noretisteron Primolut N Tablet 5 mg Schering
2 Progesteron Progestin Injeksi Organon
3 Etisteron Progestoral Organon
4 Alilestrenol Gestanon Organon

E. Obat Kontrasepsi

Dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia dan terbatasnya pangan, banyak


negara menyadari pentingnya pembatasan kelahiran, terutama negara berkembang seperti
Indonesia yang tengah berupaya mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan, maka
pembatasan kelahiran suatu keharusan. Cara yang dilaksanakan untuk hal ini adalah
program keluarga berencana (KB).
KB memiliki tujuan antara lain :
 mencegah mortalitas ibu dan anak dengan menghindari kehamilan
resiko tinggi
 mengurangi angka kesakitan
 menghindari kelahiran yang tidak diinginkan
 mengatur jarak kehamilan
 menentukan jumlah anak dalam keluarga
Salah satu cara pembatasan kelahiran adalah dengan pencegahan kehamilan menggunakan
obat – obat kontrasepsi.Obat kontrasepsi ini dapat berupa :
 Yang digunakan per oral : misalnya pil KB
 Suntikan
 Alat dalam saluran reproduksi, seperti kondom, pessarium (kondom
wanita), IUD
 Obat topikal intravaginal yang bersifat spermicida, misalnya tablet busa,
tissue KB
 Pil Implan (susuk KB)
 Operasi (tubektomi dan vasektomi)

1. Mekanisme kerja
Semua pil anti hamil hanya dimaksudkan untuk merintangi pelepasan sel telur
(ovulasi) sehingga dapat mencegah kehamilan. Cara kerja obat anti hamil itu adalah :
(a) Perintang ovulasi, yaitu estrogen dan progesteron dalam dosis yang sesuai, mampu
menekan sekresi gonadotropin dari hipofisa sehingga proses pematangan sel telur
terhambat.
(b) Pengentalan lendir cervix, lazimnya cervix tertutup lendir yang selama masa subur
menjadi encer, sehingga memudahkan masuknya sel sperma ke dalam uterus.
Karena pengaruh progesteron, lendir tersebut menjadi kental sehingga sel sperma
tidak mampu menembusnya. Pil mini dan pil suntik yang mengandung progesteron
tanpa estrogen bekerja menurut prinsip ini.
(c) Khasiat terhadap endometrium, karena pengaruh kedua hormon, endometrium
hanya berkembang dan sedikit berproliferasi, tidak mengalami fase sekresi dan
justru menyusut, sehingga penyarangan sel telur tidak terjadi.

2. Jenis pil dan penggunaannya


Dewasa ini dikenal beberapa macam pil anti hamil, yaitu :
(a) Pil kombinasi
Berisi estrogen dan progesteron . Mulai ditelan pada haid hari pertama atau ke lima,
selama 20 – 21 hari, dilanjutkan dengan 7 pil kosong (plasebo) atau istirahat selama
36
7 hari. Pada waktu istirahat inilah umumnya terjadi perdarahan yang mirip haid
biasa. Keamanannya hampir sempurna (99,9% berhasil) bila tidak lupa menelannya
setiap hari.
(b) Pil bertahap
Tidak semua pil untuk semua periode pemakaian mengandung komponen dan
kadar yang sama. Pentahapan ini dimaksudkan untuk meniru variasi hormon
alamiah selama siklus setiap bulannya.
Yang termasuk jenis pil ini adalah pil bifasis, terdiri dari 7 tablet yang hanya
mengandung estrogen dan 15 tablet lainnya merupakan pil kombinasi, dengan
estrogen dan progesteron.
(c) Pil mini
Mengandung dosis kecil progesteron saja, yaitu linestrenol dan noretisteron. Mulai
ditelan pada hari haid pertama secara terus menerus tanpa istirahat.
(d) Pil suntik
Sebetulnya bukan pil, tapi injeksi yang hanya mengandung progestagen dengan
kerja panjang, yaitu medroksiprogesteron. Diberikan tiga bulan sekali, per injeksi
intra muscular.
(e) Morning after pil
Mengandung estrogen dalam dosis tinggi, yaitu etinilestradiol 3 – 5 mg. Jenis pil
ini khusus digunakan sesudah persetubuhan “tanpa perlindungan”. Mulai ditelan
selambat – lambatnya 24 jam kemudian, selama lima hari berturut – turut, biasanya
pada pagi hari.

Pil kombinasi dapat pula digunakan untuk maksud yang sama dengan toleransi yang baik.
Pil tersebut mengandung etinilestradiol 100 mcg dan levonorgestrel 500 mcg, harus ditelan
2 kali dengan interval 12 jam.

3. Faktor – faktor yang mempengaruhi keamanan pil


(a) Terlupa menelan
Bila terlupa satu pil, maka dalam waktu tidak lebih dari 12 jam pil itu harus di
telan. Bila lebih dari 12 jam atau terlupa lebih dari 2 pil, maka keamana pil tidak
dapat dipercaya lagi.
(b) Gangguan saluran pencernaan seperti diare, muntah, menyebabkan penyerapannya
tidak sempurna.
(c) Pengaruh obat lain
Beberapa obat dapat mengurangi efektifitas pil dengan jalan induksi enzim,
sehingga hormon dari pil dipercepat penguraiannya. Obat – obat tersebut adalah
Fenobarbital, Fenitoin, Glutetimida dan Rifampisin.

4. Penggunaan lain
Selain untuk mencegah kehamilan, pil KB juga digunakan untuk :
(a) Menunda haid
Karena suatu keperluan, penundaan tersebut jangan lebih lama dari 8 hari karena
resiko perdarahan-antara bertambah besar.
Caranya, setelah pil terakhir dari suatu kur habis, jangan istirahat, tetapi lanjtkan
dengan kur baru. Bila misalnya dikehendaki penundaan 6 hari, setelah itu baru
istirahat.
(b) Terapi substitusi pada klimakterium dan mencegah gangguan siklus.

5. Efek Samping

37
Pil anti hamil dapat menimbulkan efek samping yang bersifat ringan maupun
ayng berbahaya. Efek samping ringan yang sering terjadi biasanya berkurang atau lenyap
sendiri setelah beberapa bulan pemakaian adalah :
 Mula, nyeri kepala, umumnya karena estrogen
 Rasa lelah, gelisah dan mudah tersinggung, libido berkurang, umumnya karena
komponen progesteron.
 Perdarahan tidak teratur yang berupa spotting atau haid anatra, kebanyakan karena
kekurangan estrogen
 Depresi
 Infeksi candida dan mungkin trichomonas, yang menyebabkan keputihan.

Efek samping yang lebih serius, merupakan resiko penggunaan pil anti hamil adalah :
 Infark jantung
 Hipertensi, akibat retensi garam dan air
 Trombosis
 Mempertinggi LDL – kolsterol, sehingga memperbesar resiko penyakit jantung
dan pembuluh darah.

6. Kontra indikasi
Pil anti hamil tidak boleh diberikan pada penderita atau bila terdapat riwayat
trombosis, kanker payudara, hepatitis dan hiperlipidemia. Penggunaannya harus hati – hati
terhadap penderita penyakit jantung dan pembuluh, hipertensi, udema, gangguan endokrin
(diabetes, hipertiroid) dan migrain.

7. Obat – Obat Kontrasepsi


Pil Bifasis :
No. Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
1. Levonorgestrel + Microgynon Per tablet : Schering
Etinilestradiol Levonorgestrel 150 mcg
Etinilestradiol 30 mcg

Nordette-28 Tablet Wyeth-Ayerst

No. Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen


2. Lynestrenol + Lyndiol Per tablet : Organon
Ethinylestradiol Lynd. 2,5mg; Eth.50mcg

Ovostat 28 Per tablet : Organon


Lynd. 1mg
Eth. 50mcg

Pil Mini
No. Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
3. Linestrenol Excluton 0,5 mg/tablet Organon

Implant :
No. Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
4. Levonorgestrel Norplant Implan 36 mg Leiras Oy

38
5. Etonogestrel Implanon Implan Limas 68 mg Prganon

39