Anda di halaman 1dari 48

Universitas Gunadarma

ANALISIS
E-GOVERMENT
KOTA/KABUPATEN DI PROVINSI SUMATERA UTARA

KELOMPOK:
1. Dwi Wulan Sari (10107547)
2. Malida Hartanti S. (11107038)
3. Mastiur Herawati N. (11107935)
4. Priskanta Br Tarigan (12107199)
5. Riny Purnama (11107470)

10/20/2010

1
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

I. PENDAHULUAN

1.1 SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH


Situs web Pemerintah Daerah dapat dikatakan sebagai salah satu media
informasi dan komunikasi dari suatu Pemerintah Daerah kepada masyarakat/publik dan
pihak-pihak lain. Hal yang diinformasikan dan dikomunikasikan adalah segala sesuatu
yang berhubungan dengan daerah bersangkutan. Bentuk penyajian informasinya dibuat
dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi komunikasi (Information
Comummnication Technology). Perkembangan yang dimaksud adalah melakukan
perubahan dari bentuk buku (publikasi konvensional) ke bentuk publikasi elektronik
(media baru) melalui internet.
Satu hal penting yang harus disadari, yaitu bahwa keberadaan situs web
Pemerintah Daerah yang dibuat merupakan suatu bagian integral dari organisasi
pemerintahan. Semua unit yang ada pada organisasi hendaknya memperhatikan
bagaimana mereka dapat menggunakan internet sebaik-baiknya dalam berkomunikasi
dengan kelompok-kelompok masyarakat pengguna internet. Instansi Pemerintah Daerah
harus membantu perkembangan tingkat kesadaran dan pemahaman yang tinggi bagi
seluruh aparat pemerintah mengenai pemanfaatan internet pada organisasi
pemerintahan. Kemampuan internet untuk memberi dan menerima informasi perlu
dipahami sebagai suatu keterampilan inti dari informasi dan komunikasi. Diharapkan
sebanyak mungkin aparat pemerintah dapat membaca situs yang dibuat oleh Pemerintah
Daerah setempat.
Situs web Pemerintah Daerah merupakan salah satu strategi didalam
melaksanakan pengembangan e-government secara sistematik melalui tahapan yang
realistik dan terukur. Berdasarkan sifat transaksi informasi dan pelayanan publik yang
disediakan oleh Pemerintah Daerah melalui jaringan informasi (Inpres 3/2003),
pengembangan e-government dapat dilaksanakan melalui 4 (empat) tingkatan, yaitu:
 Tingkat 1 – Persiapan
 Pembuatan situs web sebagai media informasi dan komunikasi pada setiap
lembaga.
 Sosialisasi situs web untuk internal dan publik.
 Tingkat 2 – Pematangan
 Pembuatan situs web informasi publik yang bersifat interaktif.
 Pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain.
 Tingkat 3 – Pemantapan 2
 Pembuatan situs web yang bersifat transaksi pelayanan publik.
 Pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain.
 Tingkat 4 – Pemanfaatan

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

 Pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat Government to


Government (G2G), Government to Business (G2B), Government to Citizen
(G2C).
Tujuan dari pembuatan situs web Pemerintah Daerah adalah memberikan
kemudahan bagi masyarakat Indonesia dan pihak lain dalam memperoleh akses
informasi dan layanan Pemerintah Daerah. Tujuan yang lainnya adalah untuk ikut
berpartisipasi di dalam pengembangan demokrasi di Indonesia dengan menggunakan
media internet dan teknologi lain yang akan muncul di kemudian hari. Situs web
Pemerintah Daerah dibuat sesuai dengan keinginan pemerintah di dalam pemberian
pelayanan kepada masyarakat yaitu :
1. Perolehan informasi secara mudah, benar, adil, dan luas cakupan;
2. Penyebarluasan informasi melalui media elektronik yang meliputi :
 Semua bahan yang telah diterbitkan atau bahan-bahan yang telah berada di
luar perlindungan hak cipta (boleh diketahui oleh umum);
 Semua informasi yang dibuat dan dikumpulkan sesuai undang-undang
(tunduk kepada pertimbangan-pertimbangan kepekaan komersial dan
rahasia pribadi);
 Semua dokumen yang diperlukan bagi kepentingan masyarakat.
Dengan adanya tujuan tersebut, situs web diharapkan mempunyai kualitas
tinggi, mudah di dalam pengaksesan, dan insklusif, serta menampilkan citra yang
berkaitan dengan kegiatan Pemerintah Propinsi, Kabupaten, dan Kota. Isi dan desain
dari tampilan suatu situs web Pemerintah Daerah dapat dibuat bervariasi dan menarik,
tetapi fitur-fitur teknis dan manajemen praktis yang baik tidaklah banyak berbeda antara
satu pengelola dengan pengelola lain. Organisasi yang ada di Pemerintah Daerah
hendaknya mengembangkan situs-situs dengan isi yang selalu baru serta ditulis dengan
baik, jelas, dan singkat yang memenuhi kebutuhan masayarakat luas, serta mudah
diakses. Suatu informasi yang mutakhir yang dipublikasikan di internet hendaknya
bersamaan dengan publikasi yang ada di media lain.
Sebuah situs web Pemerintah Daerah mempunyai persyaratan minimal untuk isi
situsnya. Pengelola situs web harus mampu menentukan apa yang diharapkan oleh para
pengguna mengenai apa yang seharusnya ada di website. Organisasi-organisasi yang
ada di pemerintahan sendirilah yang akan menentukan bagaimana sebaiknya mengatur
isi dengan memperhatikan masyarakat pengguna situs web bersangkutan. Analisis dan
pengetahuan mengenai masyarakat pengguna untuk sebuah situs web adalah penting,
karena adanya kemungkinan perbedaan yang cukup besar antara masyarakat untuk
bagian-bagian situs yang berbeda, atau untuk situs-situs yang berbeda di dalam sebuah
tingkat organisasi pemerintahan. Pada saat merencanakan dan mengembangkan situs
3
web Pemerintah Daerah, sebaiknya dilakukan riset pasar yang dilakukan berulang kali.
Menurut panduan dari KOMINFO (2003), isi minimal pada setiap situs web
pemerintah daerah adalah:

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

 Selayang Pandang
Menjelaskan secara singkat tentang keberadaan Pemerintah Daerah
bersangkutan (sejarah, moto daerah, lambang dan arti lambang, lokasi dalam
bentuk peta, visi dan misi).
 Pemerintah Daerah
Menjelaskan struktur organisasi yang ada di Pemerintah Daerah bersangkutan
(eksekutif, legislatif) beserta nama, alamat, telepon, e-mail dari pejabat daerah.
Jika memungkinkan, biodata dari Pimpinan Daerah dimasukan pada situs web
agar masyarakat luas mengetahuinya.
 Geografi
Menjelaskan tentang keadaan topografi, demografi, cuaca dan iklim, sosial dan
ekonomi, budaya dari daerah bersangkutan.
 Peta Wilayah dan Sumberdaya
Menyajikan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta wilayah (sebaiknya
digunakan peta referensi yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Survei dan
Pemetaan Nasional – Bakosurtanal, www.bakosurtanal.go.id), dan juga
sumberdaya yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dalam bentuk peta
sumberdaya untuk dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh para investor.
 Peraturan/Kebijakan Daerah
Menjelaskan Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah
Daerah bersangkutan. Melalui situs website Pemerintah Daerah inilah semua
Perda yang telah dikeluarkan dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam pembagunan dan


pengimplementasian suatu situs web pemerintah yang dipublikasikan secara elektonik,
yaitu:
 Kegunaan – untuk keperluan apa suatu situs web Pemerintah Daerah dibuat ?
 Tanggung jawab – siapa pemilik situs web dan siapa yang bertanggung jawab ?
 Manajemen situs – bagaimana cara pemberian dan permintaan layanan ?
 Isi – bagaimana materi disediakan, dipelihara, dan dipresentasikan dalam bentuk
online?
 Pemutakhiran dan pemeliharaan – bagaimana cara melakukan pemantauan
(penggunaan dan penampilan) dan pemutakhiran informasi pada situs web ?

Adanya kompleksitas pada publikasi secara elektronik dan bertambahnya kepentingan 4


Pemerintah Propinsi, Kabupaten, dan Kota untuk memberikan informasi kepada
masyarakat, maka diperlukan suatu organisasi yang tidak hanya terdiri dari webmaster
saja, melainkan meliputi:

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

- Pelindung (Pimpinan Daerah)


- Penanggungjawab situs web Pemerintah Daerah (eselon tertinggi di daerah)
- Manajer Situs (eselon satu tingkat dibawah eselon tertinggi di daerah)
- Tim Pengelola yang melakukan pemantauan pemeliharaan standar-standar situs,
terutama tanggungjawab pemasukan informasi yang tersebar luas di dalam
organisasi pemerintahan.
- Tim Pengarah (para eselon tertinggi di daerah)
- Tim Asistensi (para eselon satu tingkat dibawah eselon tertinggi di daerah,
mewakili unit-unit kedinasan yang ada di daerah)
Struktur organisasi, ukuran, dan jumlah tim yang terlibat pada suatu pengelolaan situs
web pemerintah akan bervariasi tergantung pada kebutuhan organisasinya.

1.2 UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT DAN KATEGORISASI


Untuk menganalisa suatu situs web pemerintah (e-government), ada terdapat 6
unit analisis yang harus diperhartikan, yaitu:
1. Informasi menu utama dalam website
Untuk unit ini, ada terdapat 3 kategori yang akan dianalisa, yaitu:
 Potensi daerah : menginformasikan tentang kondisi kota/kabupaten yang
bersangutan seperti investasi, pariwisata dan penjualan hasil alam d
kabupaten tersebut.
 Komoditas utama: menjelaskan atau menginformasikan kekayaan alam
yang terkandung di kota/kabupaten tersebut yang berfungsi untuk
menambah pemasukan dearah. Contohnya dalam sektor pertanian,
kehutanan, pertambangan, perkebunan, sumber air peternakan.
 Kualitas SDM: kualitas masyarakat pada kota/kabupaten yang
bersangkutan maksudnya latar pendidikan yang harus dimiliki pada
setiap masyarakat supaya dalam penempatan karyawan pada suatu
perusahaan lebih mudah dan sesuai dengan jenjang pendidikan yang
mereka dapat.
2. Informasi tambahan dalam fasilitas web site
Informasi tambahan dalam fasilitas web site akan dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:
 Tahap I: merupakan informasi tambahan mengenai pendidikan baik
informasi pendidikan maupun ilmu pengetahuan secara umum maupun 5
informasi pendidikan yang terdapat di pada kota/kabupaten.

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

 Tahap II: merupakan informasi tambahan mengenai perniagaan yang


terdapat di kota/kabupaten.
 Tahap III: merupakan informasi tambahan baik informasi secara umum
diluar dari kegiatan pemerintahan maupun informasi khusus yang
berkaitan dengan kegiatan pemerintahan kota/kabupaten.
3. Penyediaan hubungan
Untuk penyediaan hubungan, suatu situs web pemerintah yang baik akan dapat
melakukan hubungan dengan masyarakat, pihak-pihak bisnis, dan pemerintah
yang lain.
 G2C (Government to Citizen): website tersebut melakukan hubungan
langsung ke masyarakat contohnya komunikasi secara online antara user
dengan website kabupaten tersebut
 G2B (Government ti Business): website tersebut melakukan kerjasama
antara beberapa perusahaan untuk menghasilkan suatu keuntungan
(bisnis). Contohnya dalam bidang pariwisata yang bekerjasama dengan
perusahaan lain yang bersangkutan seperti penginapan dan travel agent.
 G2G (Government to Government): ebsite tersebut menjelaskan tentang
kerjasama antara beberapa kabupaten lain atau lembaga-lembaga
pemeritnntah.
4. Aksesibilitas : kecepatan jaringan untuk mengakses pada setiap menu.
Keceptaannya akan dikelompokkan ke dalam 3 range, yaitu lebih kecil dari 10
detik, antara 10 sampai 30 detik, dan lebih besar dari 30 detik.
5. Design
Dari segi design, suatu situs web akan dilihat dalam 3 hal, yaitu:
 Animasi: suatu benda atau gambar yang didesign untuk bergerak.
 Grafis: gambar dengan perpaduan warna yang senada.
 Teks lengkap: tulisan yang menjelaskan tentang website tersebut secara
detail dan dalam penulisannya menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti.
6. Jumlah tingkatan informasi
Jumlah tingkatan informasi di dalam suatu situs web pemerintah akan
digolongkan ke dalam 4 tingkatan. Hal ini disesuaikan dengan isi Inpres 3/2003
 1 Tingkat: persiapan, meliputi pembuatan situs informasi di setiap
6
lembaga, penyiapan SDM, penyiapan sarana akses yang mudah,
misalnya warnet dan lain – lain.

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

 2 Tingkat: pematangan, meliputi pembuatan situs informasi public


interaktif dan pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga
lain.
 3 Tingkat: pemantapan, meliputi pembuatan situs informasi pelayanan
public dan pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga
lain.
 4 Tingkat: pemanfaatan, meliputi pembuatan aplikasi untuk pelayanan
yang bersifat G2G, G2B dan G2C.

Keenam unit analisis e-government tersebut sudah diberikan bobot nilai, begitu
juga dengan bobot nilai dari masing-masing kategorisasinya. Bobot nilai dari unit
analisis e-government dan kategorisasinya akan ditampilkan ddalam tabel 1.1:

Tabel 1.1 Bobot Nilai Unit Analisis E-Government dan Kategorisasi


No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah %Nilai
Nilai Nilai Total Total
1 Informasi menu 25 % Potensi Daerah 40%
utama dalam website Komoditas 30% 100% NxB
Utama 30%
Kualitas SDM
2 Informasi tambahan 20 % Tahap I 20%
dalam fasilitas Tahap II 30% 100% NxB
Website Tahap III 50%
3 Penyediaan 15 % G2C 40%
Hubungan G2B 30% 100% NxB
G2G 30%
4 Aksesibilitas 10% < 10 detik 100%
10 – 30 detik 70% 100% NxB
> 30 detik 50%
5 Design 10% Animasi 30%
Grafis 30% 100% NxB
Teks 40%
6 Jumlah tingkatan 20% 1 Tingkat 25%
informasi 2 Tingkat 25% 100% NxB
3 Tingkat 25%
4 Tingkat 25%
7

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

II. ANALSIS E-GOVERNMENT KOTA BINJAI


Oleh: Wulan Dwi Sari (10107547)

Website resmi pemerintahan kota Binjai (http://www.binjai.go.id/) secara


keseluruhan sudah terbilang baik ,dimana sudah memenuhi kriteria website
pemerintahan kabupaten/kota yang sudah lengkap. Informasi yang disampaikan kepada
pengunjung web ini sudah dapat disampaikan dengan baik dan dari segi tampilan sudah
terlihat terstruktur. Pada halaman depan pengunjung disuguhkan slide show foto-foto
(pengurus pemerintahan maupun event-event pemerintahan kota Binjai). Selain itu
terdapat berita-berita terkini seputar pemerintahan kota Binjai.

2.1 ANALISIS ISI WEB E-GOVERNMENT KOTA BINJAI


Analisis yang pertama dilakukan terhadap situs web e-government Kota Binjai
adalah isi (content) dari web e-government tersebut. Berikut ini merupakan hasil
analisis yang dilakukan terhadap situs web e-government ini, yaitu:
1. Selayang Pandang
Dalam website pemerintahan Kota Binjai ini sudah menjelaskan mengenai
sejarah kota Binjai, profil, lambang daerah berikut penjelasan mengenai arti
lambang, ditambah adanya penjelasan letak geografi dan iklim. Dalam menu
selayang pandang ini juga dikemukakan visi misi kota Binjai di tahun
mendatang (meskipun disana disebutkan visi misi-nya masih dalam penyusunan)
dan peta lokasi kota juga disajikan dalam website ini.
2. Pemerintahan Daerah
Dalam website kota Binjai ini sudah menyuguhkan informasi tentang
struktur/kelembagaan yang ada di Pemda seperti lembaga eksekutif dan legislatif
berikut dengan informasi mengenai siapa yag duduk di bangku legislatif dan
eksekutifnya. Namun penyampaiannya belum disertai dengan foto. Hanya ada
satu foto yang ditampilkan di bagian ini yaitu foto ketua DPRD kota Binjai.
3. Geografi
Informasi mengenai geografis kota Binjai sudah dipaparkan dalam website ini
yang meliputi topografi, demografi (kependudukan) yang menyebutkan jumlah
penduduk kota Binjai, cuaca dan iklim serta informasi curah hujan di kecamatan
di kota Binjai.
Informasi lain yang ditampilkan adalah laju pertumbuhan ekonomi. Sector social 8
budaya juga disebutkan dalam website ini yang mencangkup informasi
mengenai pendidikan, agama dan budaya serta sarana kesehatan.

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

4. Peta wilayah dan Sumbar daya


Informasi tentang batas administrasi wilayah sudah ditampilkan dalam bentuk
peta dari tiap-tiap kecamatan namun dalam situs ini belum terdapat informasi
sumber daya yang dimiliki dari daerah yang bersangkutan.
5. Peraturan/kebijakan Daerah
Dalam website kota Binjai ini daftar Perda telah diuraikan namun isi Perda
tidak secara langsung ditampilkan dalam halaman website namun dalam bentuk
file download. Perda yang dikeluarkan ditampilkan dari Perda tahun 2005
hingga tahun 2009.
6. Buku Tamu
Masukan-masukan pengunjung dari situs kota Binjai ini terlihat pada halaman
buku tamu. Ada pengunjung yang memberikan saran, dukungan, kritik, ada yang
mengajukan pertanyaan, meminta bantuan dan bahkan ada pula yang sekedar
beriklan.

Selain dari content diatas, website kota Binjai ini meyuguhkan informasi yang
baik berupa nomor-nomor telepon penting di wilayah kota Binjai. Ada nomor pemadam
kebakaran, polresta, polsek juga nomor-nomor kecamatan. Selain itu website kota
Binjai ini menyediakan fasilitas yang diberi nama „hubungi kami‟ dimana pengunjung
dapat memberikan pesan pribadi kepada admin/staff langsung dari website ini.
kelebihan lain dari website kota Binjai ini meyediakan link web ke departemen-
departemen dan kementrian-kementrian Republik Indonesia namun selain kelebihan-
kelebihan tadi sayangnya website kota Binjai ini belum menyediakan fasilitas search
yang dapat digunakan untuk membantu pengunjung mencari content-content dalam
website ini secara cepat. Kekurangan lainnya adalah terdapatnya fasilitas game untuk
pengunjung yang rasanya kurang cocok sebagai website e-government.

2.2 UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT KOTA. BINJAI DAN KATEGORISASI


Analisis yang kedua yang dilakukan terhadap situs web pemerintah kota Binjai
adalah dari segi unit analisis e-government dan kategorisasinya. Hasil analisisnya akan
diperlihatkan pada Tabel 2.1:

Tabel 2.1 Hasil Unit Analisis E-Government Dan Kategorisasi Dari Kota Binjai
No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai
Nilai Nilai Total Total
9
1 Informasi menu 25 % Potensi 32% 92% 23%
utama dalam website Daerah
Komoditas 30%

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai


Nilai Nilai Total Total
Utama
Kualitas SDM 30%
2 Informasi tambahan 20 % Tahap I 16% 77% 15.4%
dalam fasilitas Tahap II 21%
Website Tahap II 40%
3 Penyediaan 15 % G2C 36% 75% 11.25%
Hubungan G2B 12%
G2G 27%
4 Aksesibilitas 10% < 10 detik 100% 100% 10%
10 – 30 detik -
> 30 detik -
5 Design 10% Animasi 18% 74% 7,4%
Grafis 24%
Teks Lengkap 32%
6 Jumlah tingkatan 20% 1 Tingkat - 37,5% 7,5%
informasi 2 Tingkat 17,5%
3 Tingkat -
4 Tingkat 20%
Jumlah 100% 74,55%

Keterangan range : 1 – 5 : Tidak Bagus; 6 – 7 : Cukup Bagus; 8 – 10 : Bagus

Keterangan:
1. Informasi menu utama dalam website e-government Kota. Binjai
 Potensi Utama
Nilai bobot website ini adalah 8, sehingga nilainya 8/10 * 40% = 32%.
Pada website ini tidak semua potensi daerah dijelaskan dengan rinci
terutama pada bidang pariwisata. Hanya beberapa objek wisata dan
ketersediaan hotel yang disebutkan tanpa penjelasan lebih rinci.
 Komoditas Utama
Nilai bobot website ini adalah 10,sehingga nilainya 10/10 * 30% = 30%.
Informasi yang diberikan tentang hasil utama sudah dijelaskan secara
lengkap di berbagai bidang, penjelasannya disertai pula dengan data
numeric serta informasi yang disajikan up to date.
 Kualitas SDM
Nilai bobot website ini adalah 10,sehingga nilainya 10/10 * 30% = 30%. 10
Informasi tentang jumlah penduduk, jumlah penduduk masa usia sekolah
pada masing-masing kecamatan sudah di sajikan terinci dan disebutkan
perkategori (SD, SMP, SMU).

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

2. Informasi tambahan dalam fasiitas website e-government Kab. Karo.


 Tahap I
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 20% = 16%.
Informasi tambahan yang berkaitan dengan pendidikan dijelaskan pada
website ini. Seperti jumlah sekolah perkecamatan, daya tampung siswa
rata-rata di tiap sekolah dan berapa jumlah ruang kelas yang dibutuhkan
ditiap-tiap kecamatan juga di informasikan di website ini.
 Tahap II
Nilai bobot website ini adalah 7,sehingga nilainya 7/10 * 30% = 21%.
Website ini memberikan informasi mengenai perindustrian yang terdapat
di kota Binjai.
 Tahap III
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 50% = 40%.
Website ini menyajikan informasi umum tambahan seperti koperasi, dan
link tentang buku sekolah elektronik yang ditujukan untuk siswa, guru,
dan masyarakat Indonesia.

3. Penyediaan hubungan.
 G2C
Nilai bobot website ini adalah 9,sehingga nilainya 9/10 * 40% = 36%.
Website ini memberikan dan menampilkan menu-menu yang menjadi
fasilitas masyarakat untuk dapat berinteraksi dengan pemerintah. Menu-
menu yang diberikan dalam web site ini adalah buku tamu, webmail dan
„hubungi kami‟ dimana pengunjung dapat menyampaikan pesan-pesan
mereka.
 G2B
Nilai bobot website ini adalah 4,sehingga nilainya 4/10 * 30% = 12%.
Website ini hanya memberikan sedikit sekali informasi tentang interaksi
pemerintah dengan pihak-pihak lain, misalnya travel agent, hotel, dll.
Hanya ada informasi jumlah hotel yang di berikan pada website ini tanpa
ada penjelasan secara detail.
 G2G
Nilai bobot website ini adalah 9,sehingga nilainya 9/10 * 30% = 27%.
Website ini telah berinteraksi dengan beberapa lembaga pemerintah yaitu
dengan disediakannya link-link situs Badan Kepegawaian Negara,
Departemen-departemen dan Kementrian-kementrian yang ada di
Indonesia.
11
4. Aksesibilitas.
Nilai bobot website ini 100%. Kecepatan akses untuk menampilkan setiap menu
sudah bagus karena kecepatan aksesnya kurang dari 10 detik. (Perhitungan

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

dillakukan dengan kecepatan koneksi internet, untuk download 0,31 mb/s dan
upload 0,24 mb/s).

5. Design.
 Animasi
Nilai bobot website ini adalah 6, sehingga nilainya 6/10 * 30% = 18%.
Pada website ini terdapat gambar dan teks bergerak walaupun terbilang
minim sekali.
 Grafis
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 30% = 24%.
Perpaduan warna yang digunakan senada sehingga enak dipandang mata
hanya saja peletakan halaman terlalu kesatu tepi (terlalu ketepi kiri bukan
di tengah-tengah window).
 Teks Lengkap
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 40% = 32%.
Informasi yang diberikan kepada pengunjung web ini sudah dapat
disampaikan dengan baik, karena sudah menggunakan bahasa yang baku
dan dibahas dengan lengkap.

6. Jumlah tingkatan informasi


 1 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak memberikan informasi
tentang tempat publik yang dapat menggunakan internet secara gratis
atau tempat mengakses situs web e-government ini.
 2 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 7,sehingga nilainya 7/10 * 25% = 17,5%.
Situs web e-government ini sudah dapat menampilkan informasi secara
interaktif namun baru hanya pada fasilitas buku tamu saja, fasilitas lain
seperti polling dan forum belum tersedia pada website ini
 3 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak ada memberikan
informasi dan transaksi layanan public.
 4 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 25% = 20%.
Website ini sudah menujukkan adanya hubungan antara G2C, G2B, dan
G2G. Namun, ketiga hubungan tersebut belum dapat dilakukan secara
interaktif. Disamping interaksi G2B-nya masih kurang.

12

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

III. ANALSIS E-GOVERNMENT KABUPATEN KARO


Oleh: Priskanta Br Tarigan (12107199)

Situs web pemerintahandaerah Kabupaten Karo (www.karokab.go.id) masih


memiliki banyak kekurangan, baik dari segi tampilan dan isi web e-government
tersebut. Situs ini disajikan di dalam dua versi, yaitu versi bahasa Indonesia dan versi
bahasa Inggris. Namun, kedua versi ini memiliki perbedaan dari segi struktur web dan
informasi yang diberikan. Situs web e-government ini masih memiliki banyak link yang
belum menyajikan informasi.
Dari segi penyajian informasi yang diberikan, situs web e-government ini masih
terlihat belum konsisten dan kurang menarik untuk dibaca oleh pengunjung. Selain itu,
informasi yang diberikan atau disajikan di dalam web e-government ini tidak update .

3.1 ANALISIS ISI WEB E-GOVERNMENT KAB. KARO


Analisis yang pertama dilakukan terhadap situs web e-government Kabupaten
Karo adalah isi (content) dari web e-government tersebut. Berikut ini merupakan hasil
analisis yang dilakukan terhadap situs web e-government ini, yaitu:
1. Selayang Pandang
Dalam web e-government Kabupaten Karo sudah ada penjelasan atau pemberian
informasi tentang sejarah dari daerah Kabupaten Karo tersebut. Sejarah tersebut
dijelaskan mulai dari masa penjajahan Belanda, masa penjajahan Jepang sampai
pada zaman kemerdekaan. Selain sejarah dari daerah Kabupaten Karo,
penjelasan lambang dan arti lambang dari daerah ini, serta visi dan misi dari

13

Gambar 3.1. Peta Administratif Kabupaten Karo

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

ini juga sudah dijelaskan/disajikan di dalam situs web-nya.


Dalam web e-government ini, pengguna sudah dapat menemukan informasi
tentang peta administratif dari daerah kabupaten karo. Dari peta tersebut, batas-
batas wilayah dari daerah Kabupaten Karo dapat terlihat dengan jelas.

2. Pemerintah Daerah
Situs web e-government Kabupaten Karo belum menyediakan informasi tentang
struktur organisasi dari daerah Pemda Kab. Karo secara lengkap. Informasi yang
disajikan hanya memberitahukan bahwa susunan pemerintahan daerah menurut
UU No. 22 Tahun 1999. Namun, tidak penjelasan lebih spesifik bagaimana
struktur organisasi pemerintahannya. Selain hal tersebut, informasi lain yang
juga belum disajikan di dalam situs ini adalah informasi tentang nama, alamat,
telepon, email dari pejabat daerah serta biodata dari pimpinan daerah ini.
Situs web ini hanya memberikan informasi tentang alamat dan nomor telepon
dari Satuan Kerja Perangkat Daerah Kab. Karo walaupun belum lengkap (masih
ada data alamat dan nomor telepon yang kosong). Informasi lain yang disajikan
adalah pemberitahuan nama bupati dan nama pemimpin legislatif daerah Kab.
Karo mulai dari yang pertama menjabat sampai yang sekerang masih
menjabat.Informasi tentang strategi pembangunan, arah kebijakan umum,
program pembangunan daerah juga dapat ditemukan di dalam web e-
government ini.

3. Geografi
Informasi – informasi yang dapat ditemukan dalam situs ini adalah keadaan
daerah Kab. Karo secara geografis dan topografi, keadaan cuaca dan iklik dari
daerah tersebut, jumlah desa yang terdapat di dalm setiap kecamatan. Selain
informasi itu, informasi yang lain adalah tentang laju pertumbuhan penduduk di
daerah Kab. Karo dan pertumbuhan ekonomi. Namun, informasi tersebut tidak
di-update di dalam web e-government ini, karena data yang terakhir yang
dicantumkan adalah data tahun 2006.
Informasi di bidang kesehatan juga ada diberikan di dalam web e-government
ini, seperti banyak sarana, jumlah tenaga medis, jumlah kebutuhan paramedis.
Namun, data yang diberikan hanya sampai tahun 2009. Informasi yang diberikan
di bidang perikanan dan pertanian, seperti laporan kegiatan SKPD, produksi
pertanian,dll juga bukan informasi yang terbaru.

4. Peta Wilayah dan Sumberdaya


Situs e-government ini sudah menyajikan atau menampilkan informasi tentang 14
batas wilayah dan sumber daya yang dimiliki oleh daerah Kab, Karo dalam
bentuk peta wilayah dari daerah tersebut. Ada beberapa peta yang disediakan,
yaitu peta administrasi, peta daerah aliran sungai, peta kawasan hutan, peta

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

keanekaragaman hayati, peta sistem lahan, peta kemiringan lereng, peta


topografi dan peta vegetasi. Namun, motto yang dipakai dari daerah tersebut
tidak ada diberitahukan di dalam situs web ini.

Gambar 3.2 Peta Kawasan Hutan Kabupaten Karo

5. Peraturan/Kebijakan daerah
Situs web pemerintah ini sudah menyajikan menu untuk memberikan informasi
tentang produk hukum. Menu produk hukum tersebut dibagi ke dalam 3 bagian,
yaitu nasional, daerah tingkat I Sumut, dan daerah tingkat II Karo. Di dalam
nasional, ada terdapat undang-undang, pertauran pemerintah, keputusan
presiden, peraturan presiden, keputusan mentri, pertaturan mentri dan peratutan
gubernur Sumut. Sedangkan di dalam daerah tingkat II Karo, ada peraturan
daerah, keputusan bupati dan peraturan bupati.
Informasi yang diberikan bukan informasi yang terbaru. Data terakhir yang
dicantumkan pada menu produk hukum ini adalah data tahun 2008. Bahkan, ada
diantara menu/sub menu tersebut tidak memberikan informasi. Jadi, ketika menu
atau sub menu dipilih, maka halaman yang ditampilkan kosong, misalnya menu
daerah tingkat II Karo, sub menu keputusan mentri, dan sub menu peraturan
gubernur Sumut.
Selain informasi peraturan daerah, di dalam situs pemerintah Kab. Karo ini juga
menyajikan informasi tentang kebijakan umum. Informasi kebijakan tersebut
ada 2, yaitu indikator makro kependudukan dan indikator makro ekonomi.
Namun, kedua indikator kebijakan terasebut bukan yang terbaru karena yang
disajikan di dalam web site tersebut hanya arah kebijakan tahun 2008. 15

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

6. Buku Tamu
Dalam situs web e-government Kabupten Karo ini sudah disediakan layanan
buku tamu. Buku tamu ini digunakan untuk menerima saran, kritikan dari setiap
pengguna situs web e-government ini.

Seperti yang sudah diawal bahwa situs web e-government Kab. Karo ini
memiliki dua versi, yaitu versi bahasa Indonesia dan versi bahasa Inggris.Kedua versi
ini akan ditunjukkan oleh gambar 3.3 dan gambar 3.4. Dari kedua gambar tersebut akan
terlihat bahwa struktur dan tampilan dari kedua versi web e-government ini berbeda.
Hal yang terlihat jelas dari perbedaan struktur web-nya adalah perbedaan dari menu
utama antara kedua versi.

Gambar 3.3 Web E-Government Kab. Karo Versi Indonesia

16

Gambar 3.4 Web E-Government Kab. Karo Versi Inggris

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Selain itu, dari segi informasi yang diberikan juga berbeda untuk topik yang sama. Pada
Gambar 3.3 dan Gambar 3.4, informasi yang diberikan adalah tentang kondisi geografi
dari daerah Kabupaten Karo. Namun, informasi yang diberikan oleh kedua versi
tersebut tidak sama.

3.2 UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT KAB. KARO DAN KATEGORISASI


Analisis yang kedua yang dilakukan terhadap situs web pemerintah daerah karo
adalah dari segi unit analisis e-government dan kategorisasinya. Hasil analisisnya akan
diperlihatkan pada Tabel 3.1:

Tabel 3.1 Hasil Unit Analisis E-Government Dan Kategorisasi Dari Kab. Karo
No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai
Nilai Nilai Total Total
1 Informasi menu 25 % Potensi Daerah 36% 75% 20,25%
utama dalam website Komoditas 24%
Utama 21%
Kualitas SDM
2 Informasi tambahan 20 % Tahap I 6% 60% 12%
dalam fasilitas Tahap II 24%
Website
Tahap II 30%
3 Penyediaan 15 % G2C 36% 72% 10.8%
Hubungan G2B 18%
G2G 18%
4 Aksesibilitas 10% < 10 detik - 70% 7%
10 – 30 detik 70%
> 30 detik -
5 Design 10% Animasi - 43% 4.3%
Grafis 15%
Teks Lengkap 28%
6 Jumlah tingkatan 20% 1 Tingkat - 37.5% 7.5% 17
informasi
2 Tingkat 20%
3 Tingkat -

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai


Nilai Nilai Total Total
4 Tingkat 17,5%
Jumlah 100% 61,85%

Keterangan range : 1 – 5 : Tidak Bagus; 6 – 7 : Cukup Bagus; 8 – 10 : Bagus


Keterangan:
1. Informasi menu utama dalam website e-government Kab. Karo
 Potensi Utama
Nilai bobot website ini adalah 9, sehingga nilainya 9/10 * 40% = 36%.
Pada website ini sudah dijelaskan dengan rinci tentang potensi daerah
yang terdapat di daerah Kabupaten Karo. Data-data yang ditampilkan
akurat mulai dari pariwisata, pertanian, perkebunan dan peternakan.
 Komoditas Utama
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 30% = 24%.
Informasi yang diberikan tentang hasil utama sudah dijelaskan di
berbagai bidang, Selain itu, juga ada dijelaskan tentang konstribusi yang
diberikan oleh bidang-bidang tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi
daerah. Namun, data yang diberikan hanya untuk data dari tahun 2001-
2006.
 Kualitas SDM
Nilai bobot website ini adalah 7,sehingga nilainya 7/10 * 30% = 21%.
Informasi tentang jumlah penduduk pada masing-masing kecamatan ada
ditampilkan dengan data tahun 2006. Namun, pada data tersebut tidak
ada membuat jumlah dari penduduk berdasarkan jenjang pendidikannya.

2. Informasi tambahan dalam fasiitas website e-government Kab. Karo.


 Tahap I
Nilai bobot website ini adalah 3,sehingga nilainya 3/10 * 20% = 6%.
Informasi yang berkaitan tentang pendidikan sangat kurang dijelaskan
pada website ini. Link untuk pendidikan memang ada, tetapi tidak
informasi di dalamnya. Namun, ada dijelaskan sedikit tentang akademi
kebidanan.
 Tahap II
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 30% = 24%.
Website ini memberikan informasi mengenai perdagangan dan 18
perindustrian yang terdapat di daerah Kabupaten Karo.
 Tahap III

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Nilai bobot website ini adalah 6,sehingga nilainya 6/10 * 50% = 30%.
Secara keseluruhan, informasi yang diberikan secara umum ataupun
informasi tentang kegiatan pemerintah daerah Kabupaten Karo tidak
ditampilkan secara up-to –date.

3. Penyediaan hubungan.
 G2C
Nilai bobot website ini adalah 9,sehingga nilainya 9/10 * 40% = 36%.
Website ini memberikan dan menampilkan menu-menu yang menjadi
fasilitas masyarakat untuk dapat berinteraksi dengan pemerintah. Menu-
menu yang diberikan dalam web site ini adalah buku tamu, webmail dan
chatting.
 G2B
Nilai bobot website ini adalah 6,sehingga nilainya 6/10 * 30% = 18%.
Website ini hanya memberikan sedikit informasi tentang interaksi
pemerintah dengan pihak-pihak lain, misalnya travel agent, hotel, dll.
Namun, di dalam website ini ada menu Sister City yang berisi informaasi
tentang kegiatan kerjasama pemerintah dengan pihak lain. Hanya saja
masih ada sebuah kerjasama yang ditampilkan di dalam menu ini, yakni
kerjasama dengan kota Zundert (Kerajaan Belanda).
 G2G
Nilai bobot website ini adalah 6,sehingga nilainya 6/10 * 30% = 18%.
Website ini hanya memiliki sedikit kerjasama atau interaksi dengan
beberapa lembaga pemerintah. Interaksi yang dilakukannya yaitu dengan
pemerintahan indonesia dan BMG.

4. Aksesibilitas.
Nilai bobot website ini 70%. Kecepatan akses untuk menampilkan setiap menu
belum terlalu cepat karena kecepatan aksesnya masih di atas 10 detik.
(Perhitungan dillakukan dengan kecepatan koneksi internet, untuk download
0,31 mb/s dan upload 0,24 mb/s). Hal ini mungkin disebabkan adanya kamera
pemantau Gunung Sinabung yang terdapat di bagian akhir pada setiap halaman
web e-government ini.

5. Design.
 Animasi
Nilai bobot website ini adalah 0. Website tidak ada menggunakan
animasi atau gambar yang didesign sehingga dapat bergerak.
 Grafis 19
Nilai bobot website ini adalah 5,sehingga nilainya 5/10 * 30% = 15%.
Pemilihan warna untuk tampilan website ini masih terasa kurang
menarik. Struktur navigasinya juga kurang atraktif, apalagi ada menu

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

yang dibuat dua kali, contohnya; menu perikanan dengan menu


peternakan dan perikanan. Adanya perbedaan struktur navigasi antara
versi bahasa Indonesia dan bahasa Ingrrisnya.
 Teks Lengkap
Nilai bobot website ini adalah 7,sehingga nilainya 7/10 * 40% = 28%.
Informasi yang diberikan kepada pengunjung web ini sudah dapat
disampaikan dengan baik, karena sudah menggunakan bahasa yang baku
dan dibahas dengan lengkap.

6. Jumlah tingkatan informasi


 1 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak memberikan informasi
tentang tempat publik yang dapat menggunakan internet secara gratis
atau tempat mengakses situs web e-government ini.
 2 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 9,sehingga nilainya 8/10 * 25% = 20%.
Situs web e-government ini sudah dapat menampilkan informasi secara
interaktif. Hal ini dapat dibuktikkan dengan adanya polling, buku tamu
dan forum. Hanya saja forum-nya belum dapat dipergunakan.
 3 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak ada memberikan
informasi dan transaksi layanan public.
 4 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 9,sehingga nilainya 7/10 * 25% = 17,5%.
Website ini sudah menjukkan adanya hubungan antara G2C, G2B, dan
G2G. Namun, ketiga hubungan tersebut belum dapat dilakukan secara
interaktif. Selain itu, hubungan G2B dan G2G nya masih terlalu sedikit.

Hasil analisis yang dilakukan terhadap web e-government Kabupaten Karo ini
memperlihatkan bahwa situs web e-government masih memiliki banyak kekurangan
khususnya dari segi informasi yang diberikan dan juga tampilan halaman web-nya.
Selain itu, interaksi G2B dan G2G dari web e-government ini juga masih sangat kurang,
jika dibandingkan dengan interaksi G2C –nya.

20

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

IV. ANALSIS E-GOVERNMENT KOTA MEDAN


Oleh: Riny Purnama (11107470)

Secara keseluruhan situs kota Medan (http://www.pemkomedan.go.id) sudah


memenuhi syarat sebagai website pemerintahan daerah yang lengkap karena memiliki
tampilan situs yang menarik dan lengkapnya content – content menu yang disediakan ,
sehingga menghadirkan layanan e - goverment yang berkualitas sekaligus bermanfaat
bagi penggunanya khususnya untuk masyarakat medan sendiri .
Namun , mungkin dari segi penyajian informasi seperti data – data statistik yang
berasal dari sumber instasi yang berwenang , website ini perlu untuk terus meng-update
informasi yang ada agar tetap aktual dan akurat .

4.1 ANALISIS ISI WEB E-GOVERNMENT KAB. MEDAN


Analisis yang pertama dilakukan terhadap situs web e-government kota Medan adalah
isi (content) dari web e-government tersebut. Berikut ini merupakan hasil analisis yang
dilakukan terhadap situs web e-government ini, yaitu:
1. Selayang Pandang
Pada situs web e-goverment ini sudah menjelaskan sejarah berdirinya kota
dimulai dari asal muasal kota Medan sebagai medan tanah deli , masa penjajahan

21

Gambar 4.1. Peta Administratif Kota Medan

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

belanda di tanah deli sampai pada zaman kemerdekaan . Selain sejarah di situs ini
juga terdapat lambang daerah kota Medan sekaligus motto dan lagu mars sebagai
lagu persatuan . Disini juga terdapat visi dan misi dari kota Medan dan informasi
tentang peta administratif dari daerah kota Medan, dari peta tersebut batas – batas
wilayah dari kota Medan dapat terlihat dengan jelas .

Salah satu kelebihan dari situs ini adalah adanya menu landmark kota Medan
dan walikota Medan sepanjang masa yang dapat mempromosikan kota Medan
sebagai kota wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan, sedangkan
menu walikota Medan sepanjang masa membawa kita untuk mengenal sekaligus
mengenang walikota Medan sejak tahun 1945 hingga sekarang .

2. Pemerintahan Daerah
Pada website kota Medan ini telah memberikan gambaran susunan pemerintahan
di kota Medan dengan baik karena memberikan informasi yang lengkap tentang
struktur organisasi pemerintahan kota Medan mulai dari walikota , sekertariat
daerah sampai ke tingkat lurah dan camat sekaligus menjelaskan secara rinci unit
– unit kerja yang aktif di kota Medan, Selain itu juga ada kebijakan , program
strategis serta agenda Pemko Medan yang menjadi strategi dan arah kebijakan
kota Medan.

22
Gambar 4.2 Bagan Organisasi Pemerintah Kota Medan

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Namun ,untuk profil pejabat daerah yang ada di kota Medan , informasi yang
disajikan masih belum lengkap karena hanya menampilkan nama – nama dari
pejabat daerah tanpa mencatumkan nomor telepon, alamat ataupun email yang
bisa di hubungi . Pada situs web e-goverment ini biodata ataupun profil juga
tidak tercantum karena situs web ini hanya menampilkan alamat dan no.telepon
sekertariat kota Medan.

3. Geografi
Semua informasi sudah lengkap disajikan di sub menu informasi umum yang
terdapat di selayang pandang . Di sini terdapat gambaran umum kota Medan
secara geografis , demografis maupun sosial budaya . Hal ini dapat di lihat dari
data – data yang dicatumkan seperti adanya data laju pertumbuhan dan kepadatan
penduduk bila dilihat dari sisi demografi. Selain itu, juga ada tabel statistik
ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi di kota Medan . Data – data
yang ada berasal dari instasi yang berwenang . Namun,informasi yang
ditampilkan masih kurang up-to-date karena data terakhir yang dicatumkan
adalah untuk tahun 2005 - 2007 sedangkan untuk masalah keadaan iklim dan
cuaca tidak ada penjelasan yang spesifik karena lebih banyak menjelaskan posisi
kota Medan secara geografis

4. Peta Wilayah dan Sumber Daya


Situs e-goverment ini tidak menyajikan atau menampilkan batas administrasi
wilayah dalam bentuk peta, namun dari segi potensi daerah , website kota Medan
ini telah memaparkan potensi yang dimiliki di berbagai bidang seperti
infastruktur , perekonomian , pariwisata dll . sedangkan , untuk penjelasan
informasi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki kota Medan website ini
masih kurang lengkap menjabarkan karena hanya ditampilkan dalam bentuk tabel
tanpa ada penjelasan .

5. Peraturan Daerah
Informasi mengenai peraturan atau kebijakan daerah yang telah dikeluarkan oleh
Pemerintah Daerah bersangkutan sudah ada pada website ini, seperti Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kota Medan 2008. LPPD yang
menjelaskan tatararan penyelanggaraan urusan wajib dan pilihan urusan wajib ,
PP Nomor 2 tahun 2007 dsb. Namun , informasi yang diberikan bukan informasi
yang terbaru karena data terakhir yang dicatumkan adalah peraturan daerah tahun
2008 . Walaupun begitu , file – file yang berisi peraturan daerah ini bisa di
download langsung oleh pengguna dan file ini berbentuk PDF dan apabila
pengguna ingin mencari perda yang diinginkan, pengguna dapat mencari di menu
produk hukum 23

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

6. Buku Tamu
Situs ini juga sudah dilengkapi sarana interaktif seperti Buku tamu , Buku tamu
merupakan bagian yang penting karena melalui buku tamu pemerintah bisa
berinteraksi langsung dengan masyarakat yang ingin memberikan ktikan atau
saran kepada pemerintah daerah untuk memajukan kota Medan.

Sebenarnya situs web e-goverment ini memiliki 2 versi yaitu tampilan dalam
versi bahasa Indonesia dan tampilan versi bahasa Inggris . Bila dilihat dengan seksama
ada perbedaan tampilan awal pada halaman web yaitu bila pada versi bahasa Indonesia
halaman web langsung menampilkan berita terbaru dari kota Medan (gambar 4.3).
Sedangkan pada versi bahasa Inggris yang ditampilkan adalah kata sambutan dari
walikota Medan (gambar 4.4). Namun, dari segi struktur navigasi web tidak ada
perubahan sama sekali yaitu terletak pada sisi kiri halaman web . Informasi yang
ditampilkan pun tidak ada perubahan sama sekali . Untuk melihat tampilan kedua versi
ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 4.3 Web E-Government Kota Medan Versi Indonesia

24

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Gambar 4.4 Web E-Government Kota Medan Versi Inggris

4.2 UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT KOTA MEDAN DAN KATEGORISASI


Analisis yang kedua yang dilakukan terhadap situs web pemerintah daerah
Medan adalah dari segi unit analisis e-government dan kategorisasinya. Hasil
analisisnya akan diperlihatkan pada Tabel 4.1:

Tabel 4.1 Hasil Unit Analisis E-Government Dan Kategorisasi Dari Kota Medan
No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai
Nilai Nilai Total Total
1 Informasi menu 25 % Potensi Daerah 28% 58% 14,5%
utama dalam website Komoditas 9%
Utama 21%
Kualitas SDM
2 Informasi tambahan 20 % Tahap I 18% 82% 16,4%
dalam fasilitas Tahap II 24%
Website Tahap II 40%
3 Penyediaan 15 % G2C 36% 63% 9,45%
Hubungan G2B 27%
G2G -
4 Aksesibilitas 10% < 10 detik 100% 100% 10% 25
10 – 30 detik -
> 30 detik -

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai


Nilai Nilai Total Total
5 Design 10% Animasi 21% 49% 7%
Grafis 21%
Teks Lengkap 28%
6 Jumlah tingkatan 20% 1 Tingkat - 52% 10,5%
informasi 2 Tingkat 20%
3 Tingkat 15%
4 Tingkat 17,5%
Jumlah 100% 67,85%
Keterangan range : 1 – 5 : Tidak Bagus; 6 – 7 : Cukup Bagus; 8 – 10 : Bagus

Keterangan:
1. Informasi menu utama dalam website e-government kota Medan
 Potensi Daerah
Nilai bobot website ini : 7, dengan perhitungan 7/10 x 40% = 28%
karena pada website ini penjelasan mengenai potensi daerah di kota
Medan ini kurang up-to-date contohnya adalah informasi yang ada di
sektor pertanian & peternakan masih menampilkan data – data tahun
2007 dan database pariwisata yang terdapat di situs kota Medan masih
eror sehingga pengguna tidak bisa mendapatkan informasi
 Komoditas Utama
Nilai bobot website ini : 3, dengan perhitungan 3/10 x 30% = 9% karena
pada website ini informasi yang menjelaskan kekayaan alam yang
dimiliki kota Medan ini kurang akurat dan tidak menampilkan secara
rinci dengan perhitungan yang matang karena hanya ditampilkan dalam
bentuk tabel
 Kualitas SDM
Nilai bobot website ini : 7, dengan perhitungan 7/10 x 30% = 21%
karena pada website ini hanya menampilkan keterangan penduduk yang
ada di kota Medan tetapi tidak ada informasi tentang pembagian latar
belakang pendidikannya

2. Informasi tambahan dalam fasilitas website e-government Kab. Medan


 Tahap I
26
Nilai bobot website ini : 9, dengan perhitungan 9/10 x 20% = 18%
karena pada website ini menampilkan informasi pendidikan baik non
formal , beasiswa , perguruan tinggi negri maupun swasta

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

 Tahap II
Nilai bobot website ini : 6, dengan perhitungan 8/10 x 30% = 24%
karena dalam website ini menampilkan informasi yang baik mengenai
perniagaan seperti kawasan industry dan kerajinan tetapi informasinya
masih kurang up-to-date
 Tahap III
Nilai bobot website ini : 8, dengan perhitungan 8/10 x 50% = 40%
karena secara keseluruhan informasi yang diberikan baik informasi
secara umum ataupun mengenai kegiatan dalam pemerintahan kota
Medan itu sendiri ditampilkan secara jelas dan up-to-date.

3. Penyediaan Hubungan
 G2B
Nilai bobot website ini : 9, dengan perhitungan 9/10 x 40% = 36% ,
karena pada website ini menyediakan menu – menu yang dapat dijadikan
fasilitas untuk masyarakat agar bisa berinteraksi dengan pemerintah
untuk memajukan kota Medan seperti menu buku tamu dan polling
 G2B
Nilai bobot website ini : 9, dengan perhitungan 9/10 x 30% = 27 % ,
karena pada website ini menampilkan informasi yang lengkap mengenai
hubungan pemerintah dengan pihak – pihak yang bergerak di bidang
bisnis contohnya ,dalam bidang pariwisata yang menyediakan informasi
penginapan sekaligus transportasi untuk daerah pariwisata yang terdapat
di kota Medan
 G2C
Nilai bobot website ini adalah 0, karena tidak menampilkan informasi
yang menjelaskan adanya kerjasama antara pemerintah kota Medan
dengan kabupaten atau lembaga – lembaga pemerintahan yang lain

4. Aksesibilitas
Nilai bobot website ini adalah 100% dengan kecepatan waktu akses >10 detik.
Hal ini karena kecepatan jaringan dalam mengakses menu yang terdapat website
kota Medan ini sangat cepat sehingga pengguna tidak memerlukan waktu yang
lama untuk mengakses berbagai informasi yang terdapat di kota Medan.
(Perhitungan dillakukan dengan kecepatan koneksi internet, untuk download
0,31 mb/s dan upload 0,24 mb/s).
27

5. Design
 Animasi

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Nilai bobot website ini : 7, dengan perhitungan 7/10 x 30% = 21% ,


karena pada website ini animasi yang ditampilkan cukup atraktif dan
cukup memberikan tampilan yang menarik seperti tampilan gambar
 Grafis
Nilai bobot website ini : 7 dengan perhitungan 7/10 x 30% = 21%,
karena pada website ini pemilihan warna yang ditampilkan sudah cukup
cerah yaitu warna hijau muda dengan struktur navigasi yang terletak
sebelah kiri halaman web, tetapi menu – menu yang tersedia terlalu
banyak sehingga dapat membingungkan pengguna . Selain itu juga
terdapat menu yang ditampilkan 2 kali yaitu sub menu struktur
organisasi yang terdapat di menu Selayang Pandang juga terdapat di
menu Unit Kerja
 Teks Lengkap
Nilai bobot website ini : 7 dengan perhitungan 7/10 x 40% = 28% ,
karena pada website e – goverment ini informasi yang ditampilkan sudah
cukup jelas dan mudah dimengerti dengan pembahasan yang lengkap dan
bahasa yang baku

6. Jumlah tingkatan informasi


 1 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 0, Website ini tidak memberikan informasi
tentang tempat publik yang dapat menggunakan internet secara gratis
atau tempat mengakses situs web e-government ini.
 2 Tingkat
Nilai bobot website ini : 8, dengan perhitungan 8/10 x 25% = 20%,
karena pada website ini situs publik interaktif seperti buku tamu dan
polling sudah ada dan sudah berfungsi sehingga user bisa melakukan
penilaian baik terhadap tampilan website ini maupun kinerja pemerintah
kota Medan
 3 Tingkat
Nilai bobot website ini : 6, dengan perhitungan 6/10 x 25% = 15% ,
karena pada website ini hanya menampilkan informasi layanan public
yang terdapat di kota Medan tetapi tidak menyediakan fasilitas
melakukan transaksi secara langsung misalnya seperti pembuatan KTP
atau pembuatan akte kelahiran
 4 Tingkat
28
Nilai bobot website ini : 7 dengan perhitungan 7/10 x 25% = 17,5% ,
karena pada website ini sudah cukup baik menunjukan adanya hubungan

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

G2C , G2B dan G2G , walaupun mungkin masih kurang interaktif dan
masih perlu dikembangkan lagi .

Hasil dari analisis yang dilakukan terhadap web e-goverment kota Medan
memperlihatkan bahwa situs web e - goverment ini sudah cukup memenuhi syarat
sebagai e-goverment yang baik karena isi dari web ini sudah memenuhi kriteria untuk
sebuah situs web daerah yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk kedepannya
disarankan untuk terus malakukan perbaikan maupun pengembangan terhadap web ini
agar implementasi G2C , G2B dan G2G nya bisa terwujud.

29

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

V. ANALSIS E-GOVERNMENT KABUPATEN


SIMALUNGUN
Oleh: Malida Hartanti Septiani (11107038)

Situs web pemerintahan daerah Kabupaten Simalungun


(www.simalungunkab.go.id) masih memiliki banyak kekurangan, baik dari segi
tampilan maupun isi web e-government tersebut sehingga belum begitu memenuhi
kriteria website pemerintahan kabupaten yang lengkap.Website yang dimiliki kabupaten
Simalungun dari tata letak masih terkesan kurang baik.Informasi yang disajikan pada
halaman awal terlalu banyak dan informasi berupa tulisan - tulisan yang kurang tertata
baik dirasa dapat membinggungkan para pengunjung website tersebut.

5.1 ANALISIS ISI WEB E-GOVERNMENT KAB. SIMALUNGUN


Analisis yang pertama dilakukan terhadap situs web e-government Kabupaten
Simalungun adalah isi (content) dari web e-government tersebut. Berikut ini merupakan
hasil analisis yang dilakukan terhadap situs web e-government ini, yaitu:
1. Selayang Pandang
Untuk kabupaten Simalungun sendiri,tidak terdapat sejarah berdirinya kota atau
kabupaten dan lokasi dari kabupaten pun tidak dideskripsikan dalam bentuk peta
lokasi maupun informasi wilayah.Sehingga pengguna tidak mengetahui
bagaimana sejarah kabupaten ini lahir dan letak dari kabupaten pun tidak
diketahui secara pasti.Untuk lambang dan arti lambang sudah tereskripsikan
dengan jelas.Visi,misi,dan tujuan pun telah distuliskan dalam website kabupaten
Simalungun ini.
2. Pemerintah Daerah
Dalam website kabupaten Simalungun terdapat sub menu yang berisi informasi
mengenai lembaga eksekutif, legislatif dan kecamatan,namun submenu ini tidak
dapat ditelusuri lebih lanjut dan tidak ada informasi yang dapat diakses.
3. Geografi
Keadaan topografi, demografi, cuaca dan iklim, sosial,ekonomi,dan budaya dari
daerah bersangkutan tidak dideskripsikan dalam website ini. Semua data dalam
bentuk numerik atau statistik yang harus mencantumkan nama instansi dari
sumber datanya pun tidak dimuat.
4. Peta Wilayah dan Sumberdaya 30
Website ini tidak menyajikan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta
wilayah. Dari segi sumber daya atau potensi daerah yang dimiliki,website dari
kabupaten Simalungun ini telah memaparkan potensi alam yang dimiliki oleh

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

kabupaten tersebut.Lokasi atau tempat dari sumber daya alam pun dijelaskan
dan disertai dengan foto-foto yang memaparkan panorama alam daerah yang
bersangkutan.
5. Peraturan/Kebijakan daerah
Peraturan dan kebijakan daerah dirasa penting untuk ada di dalam situs
kabupaten atau e-government. Tapi di situs kabupaten Simalungun sendiri
belum di sertakan informasi mengenain peraturan dan kebijakan daerah.
Sehingga hal ini membuat website ini kurang sempurna.Peraturan dan kebijakan
daerah sangat penting untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang
peraturan-peraturan apa saja yang berlaku di daerah tersebut, sehingga dalam
website kabupaten ini harusnya dicantumkan mengenai peraturan serta kebijakan
daerahnya.
6. Buku Tamu
Buku tamu merupan bagian yang penting. Karena melelui buku tamu pemerintah
bisa mengetahu siapa saja yang masuk dal website ini selain itu pemerintah juga
bisa mengetahui saran dan kritik bagi pemerintah kabupaten, karene melalui
buku tamu pengguna bisa memberikan kritik, saran, kesan taupun pesan melalui
coment.
Dalam e-government yang dimiliki oleh kabupaten Simalungun buku tamu tidak
tersedia dan hanya menampilkan nama email web administrator dari website
tersebut. Sehingga sulit untuk melakukan komunikasi terhadap website tersebut.

5.2 UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT KAB. SIMALUNGUN DAN KATEGORISASI

Tabel 5.1 Hasil Unit Analisis E-Government Kab. Simalungun Dan Kategorisasi

No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai


Nilai Nilai
1 Informasi menu 25 % Potensi Daerah 24% 27% 6.75%
utama dalam website Komoditas 3%
Utama -
Kualitas SDM
2 Informasi tambahan 20 % Tahap I - 20% 4%
dalam fasilitas Tahap II -
Website Tahap III 20%
3 Penyediaan 15 % G2C - - - 31
Hubungan G2B -
G2G -

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai


Nilai Nilai Total Total
4 Aksesibilitas 10% < 10 detik 100% 100% 10%
10 – 30 detik -
> 30 detik -
5 Design 10% Animasi - 47% 4.7%
Grafis 15%
Teks Lengkap 32%
6 Jumlah tingkatan 20% 1 Tingkat - 15% 3%
informasi 2 Tingkat 15%
3 Tingkat -
4 Tingkat -
Jumlah 100% 28,45%

Keterangan range : 1 – 5 : Tidak Bagus; 6 – 7 : Cukup Bagus; 8 – 10 : Bagus

Keterangan:
1. Informasi menu utama dalam website e-government Kab. Simalungun
 Potensi Utama
Nilai bobot website ini adalah 6, sehingga nilainya 6/10 * 40% = 24%.
Pada website ini sudah dijelaskan tentang potensi daerah yang terdapat di
daerah Kabupaten Simalungun.Namun penjelasannya hanya sebatas
tempat atau daerah-daerah wisata saja.
 Komoditas Utama
Nilai bobot website ini adalah 1,sehingga nilainya 1/10 * 30% = 3%.
Informasi mengenai hasil atau komoditi utama daerah tidak terlalu
dijelaskan secara pasti didalam website ini.
 Kualitas SDM
Nilai bobot website ini adalah 0. Informasi tentang jumlah penduduk
pada masing-masing kecamatan tidak ada

2. Informasi tambahan dalam fasiitas website e-government Kab. Simalungun.


 Tahap I
Nilai bobot website ini adalah 0. Tidak terdapat informasi tentang
kegiatan pendidikan daerah Kabupaten Simalungun sehingga tidak up-to
–date
 Tahap II
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak memberikan 32
informasi mengenai perdagangan dan perindustrian yang terdapat di
daerah Kabupaten Simalungun.
 Tahap III

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Nilai bobot website ini adalah 10,sehingga nilainya 4/10 * 50% = 20%.
Informasi yang berkaitan tentang pemerintah dijelaskan cukup baik pada
website ini.

3. Penyediaan hubungan.
 G2C
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak memberikan informasi
tentang interaksi pemerintah dengan masyarakat atau pengguna website
ini.
 G2B
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak memberikan informasi
tentang interaksi pemerintah dengan pihak-pihak lain dalam kegiatan
bisnis.
 G2G
Nilai bobot website ini adalah 0.Website ini tidak memiliki kerjasama
atau interaksi dengan beberapa lembaga pemerintah.

4. Aksesibilitas.
Nilai bobot website ini 100%. Kecepatan akses untuk menampilkan setiap menu
tergolong cepat karena kecepatan aksesnya dibawah 10 detik. (Perhitungan
dillakukan dengan kecepatan koneksi internet, untuk download 0,31 mb/s dan
upload 0,24 mb/s).

5. Design.
 Animasi
Nilai bobot website ini adalah 0. Website tidak ada menggunakan
animasi atau gambar yang didesign sehingga dapat bergerak.
 Grafis
Nilai bobot website ini adalah 5,sehingga nilainya 5/10 * 30% = 15%.
Pemilihan warna untuk tampilan website ini masih terasa kurang
menarik. Tata letak yang terdapat pada halaman utama pun dirasa masih
kurang baik dan menyulitkan pengunjung website ini dalam pencarian
informasi.
 Teks Lengkap
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 40% = 32%.
Informasi yang diberikan kepada pengunjung web ini sudah dapat
disampaikan dengan baik, karena sudah menggunakan bahasa yang baku
dan dibahas dengan lengkap.
33
6. Jumlah tingkatan informasi
 1 Tingkat

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak memberikan informasi
tentang tempat publik yang dapat menggunakan internet secara gratis
atau tempat mengakses situs web e-government ini.
 2 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 6,sehingga nilainya 6/10 * 25% = 15%.
Situs web e-government ini sudah dapat menampilkan informasi secara
interaktif. Hal ini dapat dibuktikkan dengan adanya polling dan forum.
Hanya saja forum-nya belum dapat dipergunakan.
 3 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak ada memberikan
informasi dan transaksi layanan public.
 4 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 0.Website ini tidak menjukkan adanya
hubungan antara G2C, G2B, dan G2G.

Hasil analisis yang dilakukan terhadap web e-government Kabupaten


Simalungun ini memperlihatkan bahwa situs web e-government masih memiliki banyak
kekurangan khususnya dari segi informasi yang diberikan dan juga tampilan halaman
web-nya. Selain itu, interaksi G2B dan G2G dari web e-government ini juga masih
sangat kurang, jika dibandingkan dengan interaksi G2C –nya.

34

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

VI. ANALSIS E-GOVERNMENT KABUPATEN TAPANULI


UTARA
Oleh: Mastiur Herawati N. (11107935)

Secara keseluruhan situs resmi KabupatenTaput (http://taputkab.go.id) ini sudah


memenuhi kriteria website menurut panduan dari KOMINFO (2003). Website ini
mempunyai kelebihan yaitu terdapat dalam dua versi bahasa yaitu bahasa inggris dan
bahasa Indonesia. Isi dari kedua versi sama hanya saja dari sisi berita hanya disajikan
dalam bahasa Indonesia saja. Web ini juga terkesan sangat simple dan mudah untuk
digunakan. Desain yang terlalu simple membuat pengguna mudah untuk mencari
informasi tapi desain yang monoton seperti ini bisa juga membuat pengguna jenuh dan
tidak tertarik untuk berlama-lama di dalam website. Dalam hal penyajian berita
taputkab.go.id tidak update karena update terakhir pada Minggu, 29 Agustus 2010.
Gambar berikut berupa tampilan situs http://taputkab.go.id.

Gambar 6.1 Tampilan Situs E-Government Taput


35

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

6.1 ANALISIS ISI WEB E-GOVERNMENT KAB. TAPUT


Menurut panduan dari KOMINFO (2003), isi minimal pada setiap situs web
pemerintah
daerah :
1. Selayang Pandang
Dalam web e-government KabupatenTaput menjelaskan tentang
keberadaaan Pemda bersangkutan, terdapat sejarah yang memberikan
penjelasan yang cukup detail mengenai sejarah daerah mulai dari masa
penjajahan Hindia Belanda sampai masa sekarang. Terdapat juga lambang
daerah serta arti dari lambang tersebut. web ini juga menyediakan peta wilayah
kab. Taput dan visi dan misi daerah.
Dalam web e-government ini, pengunjung sudah dapat menemukan
informasi tentang peta administratif dari daerah Kabupaten Taput. Tetapi, batas-
batas wilayah dari daerah KabupatenTaput tidak terlihat dengan jelas.

Gambar 6.2 Peta Administratif Kab Taput

2. Pemerintahan Daerah
Situs web e-government KabupatenTaput belum menyediakan informasi
tentang struktur organisasi secara detail. Informasi yang disajikan berdasarkan
Perda No. 03 Tahun 200 hanya sebatas hirarki pembagian struktur organisasi.
Pembagian tersebut seperti asisten tata pemerintahan sisten ekonomi,
pembangunan dan sosial, asisten administrasi dan umum, staf ahli bupati.
Namun, tidak ada penjelasan lebih spesifik mengenai nama-nama penjabat yang
menjabat. 36
Untuk biodata pimpinan daerah, web ini sudah memberikan informasi
yang jelas mengenai profil bupati, wakil, sekda. Dalam profil tersebut
dicantumkan data pribadi, data keluarga dan riwayat pendidikan serta pekerjaan

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

dari pimpinan daerah KabupatenTaput. Web ini juga menyajikan informasi


mengenai pimpinan daerah dari masa ke masa. Untuk parlemen juga terdapat
nama anggota DPRD update untuk periode 2009/2014. Untuk setiap nama
anggota DPRD ada tautan jika diklik maka akan tampil berupa cv sehingga
pengunjung situs dapat mengetahuinya.
3. Geografi
Pada web ini untuk mengenai topografi menjelaskan letak daerah,
keadaan tanah, ketinggian diatas permukaan tanah dan kemiringan tanah.
Penjelasan mengenai demografi menjelaskan tentang gambaran umum dari
masyarakat mulai dari jumlah penduduk. Jumlah rumah tangga, rasio
perbandigan jenis kelamin antara lelaki dan perempuan. Namun, data-data
tersebut tidak update untuk saat ini. Terdapat juga penjelasan mengenai cuaca
dan iklim, luas wilayah, geografis, penggunaan lahan, tata ruang wilayah.
Namun, informasi-informasi tersebut tidak di-update di dalam web e-
government ini, karena data yang terakhir yang dicantumkan adalah data tahun
2004.

4. Peta Wilayah dan Sumberdaya


Web ini dengan detail menyajikan penjelasan mengenai potensi daerah
dari berbagai sector misalnya perikanan, perkebunan, pertanian, pertambangan
dan wisata. Namun, tidak ada peta yang menunjukkan berbagai kawasan
tersebut. Namun, informasi-informasi tersebut tidak di-update dan tidak
ditampilkan dalam bentuk peta. Penjelasan hanya dijelaskan dalam bentuk
tulisan di dalam web e-government ini.
5. Peraturan/Kebijakan Daerah
Situs web pemerintah ini sudah menyajikan menu untuk memberikan
informasi tentang produk hukum. Menu produk hukum tersebut dibagi ke dalam
3 bagian, yaitu Peraturan Daerah, Keputusan Bupati, Peraturan Bupati dan yang
terakhir Surat Edaran Bupati. Informasi yang diberikan hanya pada menu
peraturan daerah sedangkan selebihnya hanya berupa tautan kosong. Jadi, ketika
menu atau sub menu dipilih, maka halaman yang ditampilkan kosong. Bahkan,
ada diantara menu/sub menu tersebut tidak memberikan informasi. Informasi
yang ada bukan informasi yang terbaru. Data terakhir yang dicantumkan pada
menu produk hukum ini adalah data tahun 2006.
6. Buku Tamu
Buku tamu pada web ini diberi nama forum tetapi letaknya terdapat
dalam sub menu. Posisi seperti ini tidak terlihat dan agak menyulitkan
pengunjung situs web Kabupaten Taput. 37

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Gambar 6.3 Posisi Buku Tamu Yang Berada Pada Sub Menu

6.2 UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT KAB. TAPUT DAN KATEGORISASI

Tabel 6.1 Hasil Unit Analisis E-Government Kab. Tapanuli Utara Dan Kategorisasi

No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai


Nilai Nilai
1 Informasi menu 25 % Potensi 36% 84% 21%
utama dalam website Daerah 27%
Komoditas 21%
Utama
Kualitas SDM
2 Informasi tambahan 20 % Tahap I 2% 51% 10.4%
dalam fasilitas Tahap II 21%
Website Tahap II 30%
3 Penyediaan 15 % G2C 32% 50% 7.5%
Hubungan G2B 18%
G2G -
38
4 Aksesibilitas 10% < 10 detik 100% 100% 10%
10 – 30 detik -
> 30 detik -

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

No Unit Analisis Bobot Kategori Bobot Jumlah % Nilai


Nilai Nilai
5 Design 10% Animasi - 41% 4.1%
Grafis 21%
Teks Lengkap 20%
6 Jumlah tingkatan 20% 1 Tingkat - 55% 11%
informasi 2 Tingkat 22,5%
3 Tingkat 17.5%
4 Tingkat 15%
Jumlah 100% 64%
Keterangan range : 1 – 5 : Tidak Bagus; 6 – 7 : Cukup Bagus; 8 – 10 : Bagus

Keterangan:
VII. Informasi menu utama dalam website e-government kab taput
 Potensi Daerah
Nilai bobot website ini adalah 9, sehingga nilainya 9/10 * 40% = 36%.
Pada web site pemeritahan KabupatenTaput terdapat penjelasan secara
detail mengenai potensi daerah. Data-data yang ditampilkan akurat mulai
dari pariwisata, kehutanan, industri, energi. pertanian, perkebunan dan
peternakan.
 Komoditas Utama
Nilai bobot website ini adalah 9,sehingga nilainya 9/10 * 30% = 27%.
Informasi yang diberikan tentang hasil utama sudah dijelaskan di
berbagai bidang misalnya, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan.
Terdapat juga penjelasan mengenai komoditas-komoditas apa saja yang
terdapat pada sektor pertanian yaitu tentang nenas dll. Selain itu, juga
ada dijelaskan tentang konstribusi yang diberikan oleh bidang-bidang
tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, data yang
diberikan hanya untuk data dari tahun 2006 sehingga untuk saat ini
dirasa kurang berkualitas.
 Kualitas SDM
Nilai bobot website ini adalah 7,sehingga nilainya 7/10 * 30% = 21%.
Informasi tentang jumlah penduduk pada masing-masing kecamatan ada
ditampilkan dengan data tahun 2006. Data yang disajikan hanya berupa
penggolongan penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin. Namun,
pada data tersebut tidak ada membuat jumlah dari penduduk berdasarkan
jenjang pendidikannya.
39
VIII. Informasi tambahan dalam fasiitas website e-government Kab. Taput
 Tahap I

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Nilai bobot website ini adalah adalah 1,sehingga nilainya 1/10 * 20% =
2%. Informasi yang berkaitan tentang pendidikan sangat kurang
dijelaskan pada website ini. Link untuk pendidikan memang ada, tetapi
tidak informasi di dalamnya. Link hanya berupa ucapan selamat datang.
 Tahap II
Nilai bobot website ini adalah 7,sehingga nilainya 7/10 * 30% = 21%.
Website ini memberikan informasi mengenai perdagangan dan
perindustrian yang terdapat di daerah KabupatenTaput.
 Tahap III
Nilai bobot website ini adalah 6,sehingga nilainya 6/10 * 50% = 30%.
Secara keseluruhan, informasi yang diberikan secara umum ataupun
informasi tentang kegiatan pemerintah daerah KabupatenTaput tidak
ditampilkan secara up-to –date.

IX. Penyediaan hubungan.


 G2C
Nilai bobot website ini adalah 8,sehingga nilainya 8/10 * 40% = 32%.
Website ini memberikan dan menampilkan menu-menu yang menjadi
fasilitas masyarakat untuk dapat berinteraksi dengan pemerintah. Menu-
menu yang diberikan dalam web site ini adalah web mail, pertanian,
perijinan tapi tidak bisa diakses/link kosong , investasi akan terkoneksi
dengan Sistem Informasi Penanaman Modal Pemerintah Kabupaten
Tapanuli Utara, layanan masyarakat akan terhubung dengan tautan
http://lpm.taputkab.go.id/, forum diskusi, bps taput.
 G2B
Nilai bobot website ini adalah 6,sehingga nilainya 6/10 * 30% = 18%.
Website ini hanya memberikan sedikit informasi tentang interaksi
pemerintah dengan pihak-pihak lain, misalnya travel agent, hotel, dll.
 G2G
Nilai bobot website ini adalah 0,sehingga nilainya 0%. Web site ini
tidak ada tautan mengenai kerjasama antara lembaga pemerintah lainnya.

X. Aksesibilitas.
Nilai bobot website ini 100%. Kecepatan akses untuk menampilkan setiap
menu belum terlalu cepat karena kecepatan aksesnya masih di atas 10 detik.
(Perhitungan dillakukan dengan kecepatan koneksi internet, untuk download
0,31 mb/s dan upload 0,24 mb/s).

XI. Design. 40
 Animasi
Nilai bobot website ini adalah 0. Website tidak ada menggunakan
animasi atau gambar yang didesign sehingga dapat bergerak.

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

 Grafis
Nilai bobot website ini adalah 7,sehingga nilainya 7/10 * 30% = 21%.
Pemilihan warna untuk tampilan website ini masih terasa kurang
menarik. Struktur navigasinya juga kurang atraktif selain itu menu-menu
yang ada terkadang tidak memberikan informasi kepada pengunjung
situs.
 Teks Lengkap
Nilai bobot website ini adalah 5, sehingga nilainya 5/10 * 40% = 20%.
Informasi yang diberikan kepada pengunjung web ini sudah dapat
disampaikan dengan baik, karena sudah menggunakan bahasa yang baku
dan dibahas dengan lengkap.

XII. Jumlah tingkatan informasi


 1 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 0. Website ini tidak memberikan informasi
tentang tempat untuk mengakses situs web e-government ini.
 2 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 9,sehingga nilainya 9/10 * 25% = 22,5%.
Situs web e-government ini sudah dapat menampilkan informasi secara
interaktif. Pengunjung dapat memberikan pendapat tentang web berupa
polling dan menampilkan hasil pooling tersebut, buku tamu dan forum.
Forum yang ada dapat digunakan oleh pengunjung.
 3 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 7, sehingga nilainya 7/10 * 25% = 17.5%.
Website ini telah memberikan informasi dan transaksi layanan public.
 4 Tingkat
Nilai bobot website ini adalah 6,sehingga nilainya 6/10 * 25% = 15%.
Website ini sudah menjukkan adanya hubungan antara G2C, G2B, dan
G2G. Namun, ketiga hubungan tersebut belum dapat dilakukan secara
interaktif. Selain itu, hubungan G2B dan G2G nya masih terlalu sedikit.

Hasil analisis yang dilakukan terhadap web e-government KabupatenTaput ini


memperlihatkan bahwa situs web e-government masih memiliki banyak kekurangan.
Dari segi informasi, informasi yang disajikan bukan informasi yang terbaru. Begitu
halnya dengan penyajian berita yang tidak diperbaharui setiap hari. Untuk tampilan
halaman web-nya masih monoton.

41

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

DAFTAR PUSTAKA

1. Mulus, Rachmat Tauffan, “Analisis E-Government pada Kabupaten/Kota di


Indonesia”, Universitas Gunadarma, 2009
2. Web E-Government Kabupaten Binjai, http://www.binjai.go.id/
3. Web E-Government Kabupaten Karo, http://www.karokab.go.id/
4. Web E-Government Kota Medan, http://www.pemkomedan.go.id
5. Web E-Government Kabupaten Simalungun, www.simalungunkab.go.id
6. Web E-Government Kabupaten Tapanuli Utara, http://taputkab.go.id
7. http://lilyusron.wordpress.com/2010/01/04/analisis-web-e-government/
8. http://kambing.ui.ac.id/onnopurbo/library/library-ref-ind/ref-ind-
1/application/poverty-reduction/ICT-
Indonesia/ICT%20National%20Plans/Situs_Web_Pemda.doc

42

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

REKAPITULASI

Hasil analisis e-government yang sudah dilakukan terhadap 5 buah website


pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara akan diperlihatkan pada tabel 1.1 berikut
ini:
Tabel 1.1 Hasil Analisis Web E-Government Pemerintah Daerah
Provinsi Sumatera Utara

Unit Kota Kab. Kota Kab. Kab.


Analisis Binjai Karo Medan Simalungun Taput
Informasi menu 23% 20,25% 14,50% 6,75% 21%
utama dalam
website
Informasi 15,40% 12% 16,40% 4% 10,40%
tambahan dalam
fasilitas website
Penyediaan 11,25% 10,80% 9,45% 0% 7,50%
hubungan
Aksebilitas 10% 7% 10% 10% 10%
Design 7,40% 4,30% 7% 4,70% 4,10%

%Nilai Total 74,55% 61,85% 67,85% 28,45% 64%

Tabel 1.1 memperlihatkan bahwa persentase nilai total tertinggi dari hasil
analisis website e-government pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara adalah
website pemerintah daerah Kota Binjai dengan nilai 74,55%. Website pemerintah
daerah yang memiliki persentase nilai total terkecil adalah website pemerintah daerah
Kabupaten Simalungun dengan nilai 28,45%.
Perbandingan persentase nilai total dari kelima website pemerintah daerah
Provinsi Sumatera Utara ini akan diperlihatkan di dalam bentuk grafik. Hal ini
dilakukan supaya kita lebih mudah melihat perbandingannya. Gambar1 mampu
memperlihatkan urutan persentase nilai total dari hasil analisis terhadap kelima website
pemerintah daerah. Jika kelima website pemerintah daerah tersebut diurutkan, maka
urutan berdasarkan persentase nilai totalnya adalah website pemerintah Kota Binjai,
website pemerintah Kota Medan, website pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara
(Taput), website pemerintah Kabupaten Karo, dan di peringkat terakhir website
pemerintah Kabupaten Simalungun.

43

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Hasil Analisis E-Government Pemerintah Daerah Prov.


Sumatera Utara
74,55%
80,00% 67,85%
Persentase Nilai Total

61,85% 64%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00% 28,45%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
Kota Binjai Kab. Karo Kota Medan Kab. Simalungun Kab. Taput

Kota / Kabupaten

Gambar1. Hasil Analisis E-Government Pemerintah Daerah Prov. Sumatera Utara


Lima dari enam unit analisis yang terdapat pada Tabel 1.1 memiliki beberapa
kategori. Kategori – kategori tersebut merupakan kriteria penilaian yang dilakukan pada
saat menganalisis kelima website pemerintah daerah ini. Hasil analisis berdasarkan
kategori - kategori unit analisis akan diperlihatkan di dalam bentuk grafik.

Informasi Menu Utama Dalam Website


40% 36% 36%
32%
30%
30% 28% 27%
30%
24% 24%
Persentase

21% 21% 21%


20% Potensi Daerah
9% Komoditas Utama
10%
3%
0 Kualitas SDM
0%
Kota Binjai Kab. Karo Kota Medan Kab. Kab. Taput
Simalungun
Kota/Kabupaten

Gambar 2. Hasil Analisis E-Government Pemerintah Daerah Prov. Sumatera Utara


Berdasarkan Informasi Menu Utama Dalam Website

Gambar2 memperlihatkan perbandingan nilai persentase kelima website


pemerintah daerah berdasarkan kategori yang terdapat pada unit analisis informasi menu 44
utama dalam website. Kategori dari unit ini adalah potensi daerah, komoditas utama,
dan kualitas SDM. Untuk kategori potensi daerah, website pemerintah daerah Kab.
Tapanuli Utara yang paling tinggi (36%), dan website pemerintah daerah Kab.
Simalungun yang paling rendah (24%). Untuk kategori komoditas utama, website

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

pemerintah Kota Binjai yang paling tinggi (30%) dan website pemerintah daerah Kab.
Simalungun yang paling rendah (3%). Sedangkan untuk kategori kualitas SDM, website
pemerintah Kota Binjai yang paling tinggi (30%) dan website pemerintah Kab.
Simalungun yang paling rendah (0%).

Informasi Tambahan Dalam Fasilitas Website


40% 40%
40%
35% 30% 30%
30%
24% 24%
Persentase

25% 21% 20% 21%


18%
20% 16% Tahap 1
15% Tahap 2
10% 6% Tahap 3
5% 2%
0 0
0%
Kota Binjai Kab. Karo Kota Medan Kab. Kab. Taput
Simalungun

Kota/Kabupaten

Gambar3. Hasil Analisis E-Government Pemerintah Daerah Prov. Sumatera Utara


Berdasarkan Informaso Tambahan Dalam Fasilitas Website
Gambar3 menunjukkan perbandingan antara kelima web pemerintah daerah ini
berdasarkan nilai persentase masing-masing kategori pada unit analisis informasi
tambahan dalam fasilitas website. Kategori tahap I, nilai tertinggi diperoleh website
pemerintah Kota Binjai (16 %) dan nilai terendah diperoleh website pemerintah Kab.
Simalungun (0%). Untuk tahap II, website pemerintah Kab. Karo dan Kota Medan yang
paling tinggi (24%) , dan website pemerintah Kab. Simalungun yang paling rendah
(0%). Kategori yang terakhir untuk unit analisis ini adalah tahap III. Nilai persentase
tertinggi untuk kategori tersebut diperoleh oleh website pemerintah Kota Binjai dan
Kota (40%) dan nilai persentase terendah adalah website pemerintah Kab. Simalungun
(0%).
Perbandingan nilai persentase kategori dari unit analisis penyediaan hubungan
pada kelima web pemerintah daerah akan diperlihatkan gambar4. Untuk kategori G2C,
ada 3 website pemerintah daerah yang memiliki nilai persensentase tertinggi, yaitu
website pemerintah Kota Binjai, Kab. Karo, dan Kota Medan (36%). Sedangkan, nilai
terandah diperoleh oleh website pemerintah Kab. Simalungun (20%).

45

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Penyediaan Hubungan
40% 36% 36% 36%
35% 32%

30% 27% 27%


Persentase

25%
20%
18% 18% 18%
20% G2C
15% 12%
G2B
10% G2G
5%
0 0 0 0
0%
Kota Binjai Kab. Karo Kota Medan Kab. Kab. Taput
Simalungun
Kota/Kabupaten

Gambar4. Hasil Analisis E-Government Pemerintah Daerah Prov. Sumatera Utara


Berdasarkan Penyediaan Hubungan
Kategori yang kedua untuk unit analisis penyediaan hubungan adalah G2B. Nilai
tertinggi dari kategori ini adalah website pemerintah Kota Medan (27%). Nilai terendah
adalah website pemerintah Kab. Simalungun (0%). Kategori yang terakhir adalah G2G.
Nilai persentase tertinggi untuk kategori tersebut adalah website pemerintah Kota Binjai
(27%). Untuk nilai persentase terendah (0%), ada terdapat 3 website pemerintah, yaitu
Kota Binjai, Kab. Simalungun, dan Kab. Tapanuli Utara.
Unit analisis aksebilitas tidak memiliki kategori. Jadi, nilai persentase
perbandingan unit analisis untuk kelima web pemerintah daerah hanya ada satu nilai
perbandingan. Nilai tertinggi untuk unit analisis ini adalah 100%. Nilai tersebut
diperoleh oleh empat website pemerintah daerah, kecuali website pemerintah Kab.
Karo. Website pemerintah daerah ini hanya mendapat nilai persentase sebesar 70%.
Nilai perbandingan unit ini akan diperlihatkan lebih jelas pada grafik gambar5.

46

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

100% 100% 100% 100%


100%
90%
80% 70%
70%
Persentase

60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Kota Binjai Kab. Karo Kota Medan Kab. Kab. Taput
Simalungun
Kota / Kabupaten

Gambar5. Hasil Analisis E-Government Pemerintah Daerah Prov. Sumatera Utara


Berdasarkan Aksebilitas

Design
35% 32% 32%
28%
30%
24%
25% 21% 21% 21% 20%
Persentase

18% 18%
20%
15% 15% Animasi
15%
Grafis
10%
Teks
5%
0 0 0%
0%
Kota Binjai Kab. Karo Kota Medan Kab. Kab. Taput
Simalungun
Kota / Kabupaten

Gambar6. Hasil Analisis E-Government Pemerintah Daerah Prov. Sumatera Utara


Berdasarkan Design
Unit analisis design memiliki 3 buah kategori, yaitu animasi, grafis, dan teks.
Nilai persentase ketiga kategori tersebut yang diperoleh oleh masing – masing website
pemerintah daerah akan dibandingkan. Perbandingan nilai persentase tersebut akan
diperlihatkan di dalam grafik pada gambar6. Nilai persentase tertinggi untuk kategori
animasi diperoleh website pemerintah Kota Medan (21%). Sedangkan, nilai persentase 47
terendah diperoleh oleh tiga website pemerintah dengan nilai yang sama (0%). Ketiga
website pemerintah itu adalah milik Kab. Karo, Kab, Simalungun dan Kab. Tapanuli
Utara.

Universitas Gunadarma |
ANALISIS E-GOVERMENT 2010

Kategori grafis memiliki nilai persentase tertinggi sebesar 24% untuk website
pemerintah Kota Binjai dan nilai persentase terendahnya sebesar 15% untuk website
pemerintah daerah Kab. Karo dan Kab. Simalungun. Untuk nilai persentase tertinggi
pada kategori teks, website pemerintah daerah Kota Binjai dan Kab. Simalungun yang
paling baik dengan nilai 32%. Sedangkan, nilai persentase terendah diperoleh Kab. Karo
dengan nilai sebesar 18%.

Jumlah Tingkatan Informasi


0,25 22,50%
20% 20% 20%
0,2 17,50% 17,50% 17,50% 17,50%
15% 15% 15%
Persentase

0,15
1 Tingkat
0,1 2 Tingkat

0,05 3 Tingkat
0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Tingkat
0
Kota Binjai Kab. Karo Kota Medan Kab. Kab. Taput
Simalungun
Kota / Kabupaten

Gambar7. Hasil Analisis E-Government Pemerintah Daerah Prov. Sumatera Utara


Berdasarkan Jumlah Tingkatan Informasi
Gambar7 memperlihatkan penggambaran dari nilai persentase kategori pada unit
analisis jumlah tingkatan informasi terhadap kelima website pemerintah daerah tersebut.
Kategorinya ada 4 tingkatan, yaitu 1 tingkat, 2 tingkat, 3 tingkat, dan 4 tingkat. Untuk
kategori 1 tingkat, semua website pemerintah daerah memiliki nilai persentase sama,
yaitu 0%. Kategori 2 tingkat, nilai persentase tertingginya diperoleh oleh website
pemerintah Kab. Tapanuli Utara (22,5%) dan nilai persentase terendahnya diperoleh
oleh website pemerintah Kab. Simalungun (15%).
Kategori 3 tingkat, nilai persentase tertinggi adalah website pemerintah Kab.
Tapanuli Utara dan nilai persentase terendah dimiliki oleh 3 buah website pemerintah
dengan nilai 0%. Ketiga website terbut adalah kepunyaan Kota Binjai, Kab, Karo dan
Kab. Simalungun. Kategori terakhir adalah kategori 4 tingkat. Nilai persentase tertinggi
dari kategori tersebut adalah website pemerintah Kota Binjai (20%) dan nilai persentase
terendahnya dimiliki oleh website pemerintah Kab. Simalungun (0%).

48

Universitas Gunadarma |