Anda di halaman 1dari 7

OPERATIONAL AMPLIFIER

DIFFERENTIAL AMPLIFIER

+VCC

RC RC

Vi1 Vo1
Vo1 Vo2

Vi1 Vi2 Vi2


Vo2

RE

- VEE

Differential amplifier adalah rangkaian yang banyak digunakan dalam IC.


Perhatikan bahwa rangkaian mempunyai dua input dan dua output. Jika sinyal input
diaplikasikan pada salah satu input, dengan input yang lain dihubungkan ke ground,
operasi kerjanya disebut dengan single-ended. Jika dua input dengan polaritas
berlawanan diaplikasikan, disebut dengan double-ended.
Jika input yang sama diaplikasikan pada ke dua terminal input, disebut dengan common
mode

Dalam operasi common-mode, input sinyal yang sama menghasilkan sinyal yang
berlawanan pada masing-masing collector. Kedua sinyal saling meniadakan sehingga
outputnya menjadi nol. Dalam praktek, nilai output tidak benar-benar nol, tapi
menghasilkan sinyal yang kecil.

Fitur utama dari differential amplifier adalah gain yang sangat besar jika sinyal yang
berlawanan diberikan pada input, dibandingkan dengan gain yang sangat kecil yang
dihasilkan dari common input. Ratio dari perbedaan penguatan ini disebut common mode
rejection.
Bias DC
+VCC

Ic ≅ ½ IE
Ic ≅ ½ IE
RC RC
Vc2

Vc1

VB= 0
VB= 0 Q1 Q2

RE

- VEE

VE = 0 V – VBE = - 0.7 V
Arus emitter :

VE − (−VEE ) VEE − 0.7V


IE = =
RE RE

Dengan asumsi kedua transistor sama (Q1 = Q2) maka

IC1= IC2 = ½ IE

Menghasilkan tegangan collector

VC1 = VC2 = VCC – ICRC = VCC- ½ IE RC

OPERATIONAL AMPLIFIER (Op Amp)

Adalah penguat beda (differential amplifier) dengan impedansi input tinggi dan output
impedansi rendah. Op amp banyak digunakan untuk pengubah tegangan (amplitudo dan
polaritas), osilator, filter dan rangkaian instrumentasi. Op amp terdiri dari sejumlah besar
difFerential amplifier untuk mendapatkan penguatan tegangan yang besar.

Gambar op amp :
Input 1

output

Input 2

Op amp dasar

Op amp menggunakan differential amplifier dengan dua input (plus dan minus ) dan
setidaknya satu output.

Inverting input
-
output

Non-Inverting input
+

Rangkaian dasar op amp adalah sbb:

Rf

V1
-
R1
V

Penguatan yang terjadi adalah :


Vo Rf
=−
V1 R1
Unity gain

Jika Rf = R1 maka penguatan tegangan = - 1

Rangkaian Praktis Op Amp

Inverting Amplifier
Rangkaian penguatan konstan yang banyak digunakan adalah inverting amplifier, seperti
gambar berikut :
Rf

V1
- Rf
R1
Vo = − V1
Op -amp R1
+

Output diperoleh dengan mengalikan input dengan suatu konstanta penguatan yang
nilainya ditentukan oleh resistor input R1 dan resistor umpan balik Rf. Output ini terbalik
(inverted) dari input (beda phase 180o).

Non Inverting Amplifier

Rangkaian penguatan non inverting :

V1 +
Op -amp Vo

R1 Rf

Hubungan antara tegangan input dan output adalah :


R1
V1 = Vo
R1 + R f
Sehingga :

Vo R1 + R f Rf
= = 1+
V1 R1 R1

Unity Follower

Unity follower menghasilkan gain = 1 tanpa pembalikan phase. Dengan demikian maka
Vo = V1.
Ini berarti bahwa output mempunyai magnitud dan phase yang sama dengan input.

-
Op -amp Vo

V1 +

Summing Amplifier

Rf

R1
V1
R2
V2 -
V3 Op -amp Vo
R3
+

Rangkaian menunjukkan penguatan dengan tiga input yang menghasilkan suatu fungsi
penjumlahan. Masing-masing input dikuatkan dengan suatu konstanta penguatan sebelum
dijumlahkan.
Tegangan output yang dihasilkan adalah :

⎛ Rf Rf Rf ⎞
Vo = −⎜⎜ V1 + V2 + V3 ⎟
⎝ R1 R2 R3 ⎟⎠

Integrator
Jika komponen untuk umpan balik menggunakan kapasitor, rangkaian yang dihasilkan
disebut integrator. Impedansi kapasitif dari kapasitor adalah :

1 1
Xc = =
jωC sC

V1
-
R
Op -amp Vo

Dimana s = jω adalah notasi lapalce. Penyelesaian untuk Vo/V1 adalah

V1 V − Vo
I= =− o = = − sCVo
R X c 1 / sC
Vo −1
=
V1 sCR

Persamaan bisa ditulis dalam domain waktu sebagai :


1
RC ∫
Vo(t ) = − V1 (t )dt

Persamaan di atas menunjukkan bahwa output adalah integral dari input, dengan
pembalikan dan penskalaan sebesar 1/RC.
Differentiator

V1
-
C
Op -amp Vo

dv1 (t )
Vo (t ) = − RC
dt