Anda di halaman 1dari 3

Anoreksia dan malaise tidak ada, nyeri epigastrium dan punggung timbul setelah makan

perlu dipikirkan adanya keganasan pankreas.

E.1. Pankretitis akut

Kejadian pankreatitis akut pada penderita di atas usia 50 tahun 2-3 kali lebih tinggi
dibandingkan penderita muda. Insidensi pada pria sama dengan wanita. Gambaran klinis
diantaranya adalah nyeri epigastrik yang timbul tiba-tiba, kebanyakan intens, terus-
menerus, dan makin lama makin bertambah. Nyeri dapat dijalarkan ke punggung atau
abdomen bagian bawah. Mual dan muntah serta demam, konfusio atau tidak sadar,
kadang terdapat efusi pleura atau bahkan bisa terdapat gambaran EKG abnormal. Pada
pemeriksaan amilase serum meningkat (mungkin normal bila diperiksa setelah beberapa
hari), lipase, gula darah dan bilirubin meningkat pula. Faktor penyebab antara lain batu
empedu, iskemia, hipotermia, dan keracunan karbon monoksida. Pada usia lanjut,
simtom dan komplikasi lebih berat, sehingga angka mortalitas pankreatitis akut cukup
tinggi

E.2. Pankreatitis Kronik

Biasanya sebagai akibat pankreatitis akut berulang, yang berjalan menyelinap.


Gambaran klinik antara lain nyeri, mual, dan muntah pada separuh penderita, penurunan
berat badan, diare (walaupun lebih jarang dibandingkan pada penderita muda) dan
glukosuria (dua kali lebih sering dibandingkan dewasa muda).

Apakah perasaan nyeri tersebut menyebar ke punggung, ke


bahu, atau ke dada. Timbulnya rasa nyeri di daerah epigas-
trium yang menyebar ke punggung biasanya disebabkan oleh
kelainan di kandung empedu dan pankreas. Apalagi rasa nyeri
kolik disertai penjalaran ke bahu kanan akan memperkuat. Lain
halnya bila rasa nyeri atau rasa tidak enak di daerah ulu hati
kemungkinannya disebabkan oleh batu kandung empedu,
menjalar ke dada yang dapat mengakibatkan sesak nafas, hal
ini dapat disebabkan oleh kelainan esofagus dan jantung.
Sejak kapan penderita mengeluh rasa nyeri, pedih atau tidak
enak di perut atas? Apakah perasaan tersebut terus menerus,
menetap, hilang timbul, dipengaruhi oleh perubahan posisi.
Sebagai contoh; rasa nyeri di perut atas yang berat, dirasakan
berkurang pada posisi membungkuk, biasanya disebabkan oleh
kelainan pankreas.
3. Abdomen akut : mula-mula tidak bergejala, kemudian tiba-tiba terjadi nyeri perut
hebat, mual, muntah, tekanan darah menurun sampai terjadi renjatan. Biasanya hal ini
karena adanya perdarahan tumor.

Nyeri yang berasal dari saluran empedu menjalar ke sam-


ping sampai bagian bawah scapula kanan. Nyeri karena appen-
dicitis dapat mulai dari daerah epigastrium untuk ketnudian ber-
pindah ke kwadran kanan bawah. Nyeri dari daerah rektum dapat menetap di daerah
punggung bawah.

Pankreatitis adalah suatu peradangan yang disertai rasa nyeri yang cukup hebat, dan
biasanya belum pernah dirasakan sebelumnya. Nyeri di ulu hati ini sering terasa
menembus ke punggung, kadang-kadang dapat ke dada. Pasien sering tertipu dengan
penyakit ini, oleh karena gejala seperti gastritits akut atau tukak lambung. Bila dicoba
berbaring terlentang nyeri akan makin parah, sehingga pasien biasanya tidur
„membungkuk” setengah lingkaran seperti janin untuk mengurangi rasa sakitnya. Nyeri
ini bisa berlangsung beberapa jam sampai berhari-hari.
Perjalanan penyakit ini sangat bervariasi, sebagian besar bersifat ringan sampai dengan
sedang, sekitar 20 persen menunjukkan gejala yang hebat. Pada pankreatitis berat, enzim
pancreas, bahan vasoaktif dan bahan toksik lainnya keluar dari saluran pancreas dan
masuk ke rongga peritoneum serta ruang-ruang lainnya. Bahan-bahan ini mengakibatkan
iritasi kimiawi. Di negara Barat penyakit ini seringkali ditemukan dan berhubungan erat
dengan penyalahgunaan alkohol dan penyakit hati-empedu (hepatobilier).
Pankreatitis dibagi dua, yakni pankreatitis akut dan pankreatitis kronik. Pada yang akut
selain nyeri, mual - muntah, juga demam, kadang-kadang seperti susah bernafas. Pada
pankreatitis akut yang hebat, pasien akan tampak sangat sakit, bisa terjadi perdarahan
dalam perut, suatu keadaan yang kritis.
Pada yang kronik peradangan dapat berlangsung sampai bertahun-tahun, pada tahap awal
seringkali susah dideteksi, malahan tanpa rasa nyeri. Kadang timbul nyeri yang hilang-
timbul (intermiten) ringan sampai dengan sedang. Bila pada yang akut dapat sembuh
tanpa komplikasi, maka pankreatitis yang kronik menyebabkan kerusakan kelenjar
pankreas yang menetap. Akibatnya fungsi pankreas berkurang, produksi enzim dan
hormon berkurang sehingga proses pencernaan terganggu, lemak kurang dapat diserap,
berat badan turun. Bila kerusakan mengenai sel-sel yang menghasilkan insulin, maka
produksi insulin berkurang sehingga timbul diabetes (kencing manis).

Secara ringkas progresi pankreatitis akut dapat dibagi


menjadi 3 fase berurutan, yaitu: inflamasi lokal pankreas,
peradangan sistemik (systemic inflammatory response syndrome
[SIRS]), dan terakhir adalah disfungsi multi organ (multiorgan
dysfunctions [MODS]).

Beri Nilai