Anda di halaman 1dari 2

Info Hukum/SP2/PPKII/

September 2004

Berangkat dari devinisi diatas maka dapat Misal:


Mengenal Hukum Perjanjian disimpulkan bahwa suatu Perjanjian akan Dalam melakukan perjanjian pengadaan barang,
menimbulkan perikatan antara TPK dengan suplier,maka harus
Dalam melaksanakan kegiatan PPK, seringkali memenuhi unsur-unsur:
kita harus membuat perikatan ataupun - TPK sepakat untuk membeli sejumlah
Perjanjian sering disebut juga sebagai
perjanjian dengan pihak ketiga. Setidak- barang dengan biaya tertentu dan supplier
persetujuan, karena kedua pihak setuju
tidaknya pada tahap MAD I telah ada perikatan sepakat untuk menyuplai barang dengan
untuk melakukan sesuatu. Sedangkan
antar warga kecamatan untuk melaksanakan PPK pembayaran tersebut. Tidak ada unsur
Kontrak adalah perjanjian yang sifatnya
sesuai mekanisme dan prosedur, dan jika terjadi paksaan terhadap kedua belah pihak.
tertulis
pelanggaran maka akan dikenai sanksi-sanksi. - TPK dan supplier telah dewasa, tidak dalam
pengawasan atau karena perundang-
Bagaimana syarat sah suatu perjanjian?
Perikatan juga terbangun ketika masyarakat undangan tidak dilarang untuk membuat
melakukan perjanjian pinjam-meminjam dalam perjanjian.
Berdasarkan pasal 1320 Kitap Undang-Undang
kegiatan UEP antara UPK dengan kelompok dan - Barang yang akan dibeli/disuplai jelas, apa,
Hukum Perdata, terdapat 4 syarat suatu
antara kelompok dengan anggotanya. Begitu pula berapa dan bagaimana.
perjanjian dinyatakan sah secara hukum, yaitu:
pada saat pengadaan barang berupa perjanjian - Tujuan perjanjian jual beli tidak
jual beli ataupun sewa menyewa alat. dimaksudkan untuk rekayasa atau untuk
1. Adanya kesepakatan untuk mengikatkan diri
kejahatan tertentu (contoh: TPK dengan
Bahwa semua pihak menyetujui materi yang
Apakah sesungguhnya perikatan itu? Apa pula diperjanjikan, tidak ada paksaan atau dibawah sengaja bersepakat degan supplier untuk
beda dengan perjanjian? tekanan. membuat kwitansi dimana nilai harga lebih
besar dari harga sesungguhnya).
Untuk lebih jelas mengenai apa dan bagaimana 2. Para pihak mampu membuat suatu perjanjian
perikatan dan perjanjian, mari kita kupas Kata mampu dalam hal ini adalah bahwa para
Pasal 1331 (1) KUH Perdata:
bersama-sama. pihak telah dewasa, tidak dibawah pengawasan
Semua perjanjian yang dibuat secara sah
karena prerilaku yang tidak stabil dan bukan
orang-orang yang dalam undang-undang dilarang
berlaku sebagai undang-undang bagi
Pada prinsipnya perikatan adalah seuatu mereka yang membuatnya.
membuat suatu perjanjian tertentu.
hubungan hukum antara dua pihak, dimana pihak
yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari
3. Ada hal yang diperjanjikan
pihak lain dan yang lain berkewajiban memenuhi Dari uraian diatas, timbul satu pertanyaan,
Perjanjian yang dilakukan menyangkut obyek/hal
tuntutan tersebut. Sedangkan perjanjian adalah yang jelas. bagaimana jika salah satu syarat diatas tidak
suatu peristiwa dimana seseorang berjanji terpenuhi?
kepada orang lain, atau dimana dua pihak saling 4. Dilakukan atas sebab yang halal
berjanji untuk melaksanakan suatu hal. Adalah bahwa perjanjian dilakukan dengan itikad Ada dua akibat yang dapat terjadi jika suatu
. baik bukan ditujukan untuk suatu kejahatan. perjanjian tidak memenuhi syarat diatas.
Apabila perjanjian yang dilakukan Satu persoalan terkait dengan hukum perjanjian Lebih lanjut mengenai SOMASI, dan bagaimana
obyek/perihalnya tidak ada atau tidak didasari adalah bagaimana jika salah satu pihak tidak menyiasati suatu bentuk perjanjian ataupun
pada itikad yang baik, maka dengan sendirinya melaksanakan perjanjian atau wan prestasi? somasi sebagai alat bukti akan dapat kita bahas
perjanjian tersebut batal demi hukum. Dalam pada edisi berikut.
kondisi ini perjanjian dianggap tidak pernah ada,
dan lebih lanjut para pihak tidak memiliki dasar ---------o0o----------
penuntutan di depan hakim.
Pedoman penting dalam menafsirkan suatu
Sedangkan untuk perjanjian yang tidak perjanjian:
memenuhi unsur subyektif seperti perjanjian 1. Jika kata-kata dalam perjanjian jelas, maka
dibawah paksaan dan atau terdapat pihak tidak diperkenankan menyimpangkan dengan
dibawah umur atau dibawah pengawasan, maka penafsiran
perjanjian ini dapat dimintakan pembatalan 2. Jika mengandung banyak penafsiran, maka
Ada 4 akibat yang dapat terjadi jika salah satu harus diselidiki maksud perjanjian oleh kedua
(kepada hakim) oleh pihak yang tidak mampu –
termasuk wali atau pengampunya. Dengan kata pihak melakukan wan prestasi yaitu: pihak, dari pada memegang teguh arti kata-
1. Membayar kerugian yang diderita oleh kata
lain, apabila tidak dimintakan pembatalan maka
pihak lain berupa ganti-rugi 3. Jika janji berisi dua pengertian, maka harus
perjanjian tersebut tetap mengikat para pihak.
2. Dilakukan pembatalan perjanjian dipilih pengertian yang memungkinkan janji
dilaksanakan
Kapan perjanjian mulai dinyatakan berlaku? 3. Peralihan resiko
4. Jika kata-kata mengandung dua pengertian,
4. Membayar biaya perkara jika sampai
maka dipilih pengertian yang selaras dengan
Pada prinsipnya, hukum perjanjian menganut berperkara dimuka hakim sifat perjanjian
asas konsensualisme. Artinya bahwa perikatan 5. Apa yang meragukan, harus ditafsirkan
timbul sejak terjadi kesepakatan para pihak. Mencari pengakuan akan kelalaian atau wan menurut apa yang menjadi kebiasaan
prestasi tidaklah mudah. Sehingga apabila yang 6. Tiap janji harus ditafsirkan dalam rangka
bersangkutan menyangkal telah dilakukannya perjanjian seluruhnya
Misal: wan prestasi dapat dilakukan pembuktian
Pada saat terjadi musyawarah penanganan didepan pengadilan.
masalah, pelaku menyatakan bahwa ia akan Anda menemukan
mengembalikan dana tersebut bulan depan. Sebelum kita melangkah pada proses masalah atau komplain
Maka, sejak ia menyatakan kesediaannya, pembuktian di pengadilan, terdapat langkah- terhadap pelaksanaan
sejak itulah perjkatan terjadi atau berlaku. langkah yang dapat kita tempuh yaitu dengan PPK?
Bahkan bila pada saat itu tidak dilengkapi membuat surat peringatan atau teguran, yang
dengan adanya pernyataan tertulis. biasa dikenal dengan istilah SOMASI. Tulis pengaduan ke PO BOX 612 JKP