Anotasi Pendidikan

ANOTASI KURIKULUM

Muhamad Khotib
NPM. 0923011046 Disusun Oleh

Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum dan Sistem Pembelajaran Dosen Pengampu Dr. Budi Koestoro, M.Pd dan Drs. Haninda Baratha, M.Pd
Program Pasca Sarjana Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung - 2010

Nama NPM

: Muhamad Khotib : 0923011046
Program Pasca Sarjana Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung - 2010

ANOTASI KURIKULUM
Disusun oleh Muhamad Khotib Organisasi Belajar

Kurikulum Indonesia

Belajar KTSP Guru
Kurikulum Pendidikan

Siswa
Sumber Belajar Media Belajar Evaluasi Belajar

Ki Hadjar Dewantoro

Pembel ajaran

Pendidikan Karakter

Strategi Belajar

Desain Pembelajaran

Tut Wuri Handayani .wordpress. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya. Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat polulerdi kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo . http://khuclukz.ANOTASI KURIKULUM ar Hadj Ki toro Dewa n Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend. Ing Madyo Mbangun Karso .com/2007/05/02/ki-hadjar-dewantaradan-hari-pendidikan-nasional (acces 24 mei 2010) .

html (acces 24 mei 2010) .bruderfic. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta.or.ANOTASI KURIKULUM ar Hadj Ki toro Dewa n Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend. Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka Ki Hajar Dewantara. dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. karsa dan karya. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. pendidik asli Indonesia. http://www. Menurutnya manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya.id/h-59/pemikiran-ki-hajar-dewantaratentang-pendidikan.

http://www.html (acces 24 mei 2010) . Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka Ki Hajar Dewantara sendiri dengan mengubah namanya ingin menunjukkan perubahan sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria.ANOTASI KURIKULUM ar Hadj Ki toro Dewa n Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend.id/h-59/pemikiran-ki-hajar-dewantaratentang-pendidikan. baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian.bruderfic. Bagi Ki Hajar Dewantara. yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara.or.

Rakyat sebagai sumber kekuatan. Pendidikan harus disesuaikan dengan hidup dan penghidupan rakyat agar lebih berfaedah bagi perikehidupan bersama. harus mendapatkan pengajaran agar pandai melakukan upaya bagi kemakmuran negeri.com/2007/05/10/mengenang-kembaliki-hajar-dewantoro-1 (acces 24 mei 2010) . Berarti pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang pada anak-anak itu. upaya menjunjung derajad bangsa akan berhasil. Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka Menurut Ki Hajar Dewantara. Pendidikan anak-anak berarti pendidikan rakyat. Pendidikan merupakan tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Pendidikan harus bisa memerdekakan manusia dari ketergantungan kepada orang lain dan bersandar pada kekuatan sendiri.ANOTASI KURIKULUM ar Hadj Ki toro Dewa n Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend.wordpress. http://ekosuryanti. agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. apabila dimulai dari bawah.

Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat. KRI Ki Hajar Dewantara. politisi. tut wuri handayani. 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta. kolumnis. Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. 26 April 1959 pada umur 69 tahun[1].wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara(acces 24 mei 2010) . selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia. suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.ANOTASI KURIKULUM ar Hadj Ki toro Dewa n Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend. Bagian dari semboyan ciptaannya. beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro. lahir di Yogyakarta. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa. menjadi slogan Departemen Pendidikan Nasional. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah. EYD: Ki Hajar Dewantara. sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia. http://id.

Oetoesan Hindia. Tjahaja Timoer. Kaoem Moeda. ia tergolong penulis handal. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda ). Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera). Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Midden Java. Pada masanya. dan Poesara.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara(acces 24 mei 2010) . De Expres.ANOTASI KURIKULUM Masa muda dan awal karier ar Hadj Ki toro Dewa n Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonia http://id. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sediotomo. tapi tidak sampai tamat karena sakit.wikipedia.

ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya. Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka ar Hadj Ki toro Dewa n Selain ulet sebagai seorang wartawan muda.wikipedia. suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara(acces 24 mei 2010) . atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908. Soewardi diajaknya pula.ANOTASI KURIKULUM Aktivitas pergerakan Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend. Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij. ia aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Soewardi muda juga menjadi anggota organisasi Insulinde. http://id.

Soewardi aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia. Dalam studinya ini Soewardi terpikat pada ide-ide sejumlah tokoh pendidikan Barat. suatu ijazah pendidikan yang bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang didirikannya. Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). seperti Froebel dan Montessori.ANOTASI KURIKULUM Dalam pengasingan Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend.wikipedia. oleh keluarga Tagore.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara(acces 24 mei 2010) . Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka ar Hadj Ki toro Dewa n Dalam pengasingan di Belanda. Pengaruh-pengaruh inilah yang mendasarinya dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri. Santiniketan. Di sinilah ia kemudian merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte. serta pergerakan pendidikan India. http://id.

org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara(acces 24 mei 2010) . di tengah membangun semangat. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat. ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. tut wuri handayani.wikipedia. terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa http://id. ("di depan menjadi teladan. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa.ANOTASI KURIKULUM Taman Siswa Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Secara utuh. semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarsa sung tulada. Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka ar Hadj Ki toro Dewa n Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. baik secara fisik maupun jiwa. Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia. dari belakang mendukung"). ing madya mangun karsa.

wikipedia.C. tanggal 28 November 1959). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959 http://id. KHD diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia (posnya disebut sebagai Menteri Pendidikan .org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara(acces 24 mei 2010) . ia dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. Rakyat Raden Mas Masa Muda Pergerakan Pengasingan Taman Siswa Merdeka ar Hadj Ki toro Dewa n Dalam kabinet pertama Republik Indonesia.) dari universitas tertua Indonesia. Universitas Gadjah Mada. Pengajaran dan Kebudayaan) yang pertama. Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa. Atas jasajasanya dalam merintis pendidikan umum.ANOTASI KURIKULUM Pengabdian di masa Indonesia merdeka Ajaran Pendidik Ubah Nama Pend. 305 tahun 1959. Dr.H.

Holistik P. akhlak mulia. Hayat Ki Hadjar Tillaar Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kecerdasan. kepribadian. pengendalian diri. serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat http:wikipedia. Sep.com/pendidikan/ diacces 21 Mei 2010 .ANOTASI KURIKULUM Pendidikan Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend.

ANOTASI KURIKULUM Pendidikan Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend. Rafika Aditama (hal : 2) . M. Hayat Ki Hadjar Tillaar Pendidikan adalah suatu procces of engendering essential meanings. Holistik P.Pd. yaitu proses pemunculan makna-makna essensial Phenix. Bandung. Hi. 2007. dalam Latif. Pendidikan berbasis Kemanusiaan. Philip H. Sep. Dr. Abdul.

Dr. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal. Bandung. Rafika Aditama (hal : 2) . Pendidikan berbasis Kemanusiaan. nasional dan global Tillar (1990) dalam Latif. membudaya.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend. Abdul.Pd. Holistik P. 2007. Hi. M. Hayat Ki Hadjar Tillaar Pendidikan sebagai suatu proses menumbuhkan kembangkan peserta didik yang memasyarakat. Sep.

Ilmu Pengetahuan telah menyingkap beberapa mekanisme rahasia hidup manusia dan telah pula memperlihatkan kepada manusia bagaimana caranya mengubah gerak mekanisme itu.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend. Hi. Holistik P. Dr. Pendidikan berbasis Kemanusiaan. Hayat Ki Hadjar Tillaar Ilmu Pengetahuan yang telah mengubah dunia materi. Abdul. Rafika Aditama (hal : 2) . Sep. M. Alexis dalam Latif. cara mencetak tubuh dan jiwanya menurut pola-pola yang telah lahir dari keinginan-keinginannya untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia dengan bantuan ilmu pengetahuan telah menjadi pengatur nasibnya sendiri. Bandung.Pd. 2007. memberi manusia kekuatan untuk mentransformasikan dirinya.

ANOTASI KURIKULUM
Pendidikan
Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend. Holistik P. Sep. Hayat Ki Hadjar Tillaar

Tujuan pendidikan adalah menanamkan kebaikan atau keadilan dalam diri manusia sebagai manusia dan individu, buka hanya sebagai seorang warga negara ataupun anggota masyarakat.

Al-Altas, Syeh M.Naquib dalam Latif, Abdul, Dr. Hi, M.Pd. 2007. Pendidikan berbasis Kemanusiaan, Bandung. Rafika Aditama (hal : 2)

ANOTASI KURIKULUM
Pendidikan
Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend. Holistik P. Sep. Hayat Ki Hadjar Tillaar

Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Bab II Pasal 3 UU RI No. 20 tahun 2003 dalam Latif, Abdul, Dr. Hi, M.Pd. 2007. Pendidikan berbasis Kemanusiaan, Bandung. Rafika Aditama (hal : 2)

ANOTASI KURIKULUM
Pendidikan
Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend. Holistik P. Sep. Hayat Ki Hadjar Tillaar

Pendidikan holistik merupakan suatu filsafat pendidikan yang berangkat dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat menemukan identitas, makna dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai spiritual .Tujuan pendidikan holistik adalah membantu mengembangkan potensi individu dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menggairahkan, demoktaris dan humanis melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/26/pendidikan-holistik/ (acces 21 Mei 2010)

wordpress. Pendidikan akan mulai segera setelah anak lahir dan akan berlangsung sampai manusia meninggal dunia. http://akhmadsudrajat.com/2008/01/25/pendidikan-sepanjang (acces 21 Mei 2010) . dan di dalam masyarakat yang saling mempengaruhi seperti saat zaman globalisasi sekarang ini. Oleh karena itu. sekolah dan masyarakat. Hayat Ki Hadjar Tillaar Pendidikan sepanjang hayat merupakan asas pendidikan yang cocok bagi orang-orang yang hidup dalam dunia transformasi.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend. Holistik P. sepanjang ia mampu menerima pengaruhpengaruh. proses pendidikan akan berlangsung dalam keluarga. Sep.

Sep. menciptakan keserasian dengan bangsa lain. terbuka (semau gue).Asas kodrat Alam. tidak dapat lepas dari aturan main (Sunatullah ). Holistik P. http://akhmadsudrajat.ANOTASI KURIKULUM Menurut Ki Hadjar Dewantara terdapat lima asas dalam pendidikan yaitu : Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend. Memberikan kemerdekaan kepada anak didik. Mendidik anak menjadi manusia yang manusiawi sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk Tuhan. 5. Membina kesatuan kebangsaan. melainkan kebebasan yang dituntun oleh kodrat alam. baik dalam kehidupan individu maupun sebagai anggota masyarakat. Hayat Ki Hadjar Tillaar Pendidikan 1.Asas kemerdekaan. perasaan satu dalam suka dan duka. dibimbing untuk berkembang secara wajar menurut kodratnya. perjuangan bangsa. dengan tetap menghargai bangsa lain. namun mengikuti kebudyaan luar yang telah maju sesuai dengan jaman. 3. dibiarkan . 2. tiap orang diberi keleluasaan . Kemajuan dunia terus diikuti.Asas kebangsaan.com/2008/01/25/Hakekat-pendidikan/ (acces 21 Mei 2010) . Berakar dari kebudayaan bangsa.Asas kemanusiaan.Asas kebudayaan. Pada dasarnya manusia itu sebagai makhluk yang menjadi satu dengan kodrat alam. namun kebudayaan sendiri tetap menjadi acauan utama (jati diri).wordpress. tetapi bukan kebebasan yang leluasa. 4.

com/2008/01/25/Hakekat-pendidikan/ (acces 21 Mei 2010) . Holistik P. Pendidikan Pengertian Makna Proses Ilmu Menanamkan Mengembangkan Pend.Pertama. pendidikan tidak dapat dibatasi hanya sebagai schooling belaka. Hayat Ki Hadjar Tillaar http://akhmadsudrajat.Kedua. Dengan membatasi pendidikan sebagai schooling maka pendidikan terasing dari kehidupan yang nyata dan masyarakat terlempar dari tanggung jawabnya dalam pendidikan. 1. 2. Sep. pendidikan ternyata bukan hanya membuat manusia pintar tetapi yang lebih penting ialah manusia yang berbudaya dan menyadari hakikat tujuan penciptaannya.ANOTASI KURIKULUM Menurut Tilaar (2000 : 16) ada tiga hal yang perlu di kaji kembali dalam pendidikan.wordpress.Ketiga. pendidikan bukan hanya untuk mengembangkan intelegensi akademik peserta didik 3.

Menumbuhkan rasa percaya diri.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Prilaku Komponen Pembangunan Prestasi Akademik Metode Prinsip Fokus Pengertian Karakter Pencetus Sembilan Perilaku pembentukan karakter dalam pendidikan. yaitu.Mengembangkan sikap kasih sayang. 4.Menumbuhkembangkan rasa hormat dan santun.Membangun dan menumbuhkan sikap toleransi dan cinta damai Megawangi (2004) dalam http://meditekom.Membangun sikap keadilan dan kepemimpinan. kepedulian dan kerja sama.Menumbuhkan sikap amanah dan kejujuran. 5. 7. 2. kreatif dan pantang menyerah. kedisiplinan dan kemandirian. 6.yolasite. 8.Menanamkan rasa cinta pada Tuhan dan kebenaran.com/index/percobaan diacces 14 Mei 2010 . 9.Menumbuhkan sikap tanggung jawab. 3. 1.Menumbuhkan sikap baik dan rendah hati.

ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Prilaku Komponen Pembangunan Prestasi Akademik Metode Prinsip Fokus Pengertian Karakter Pencetus Komponen Penting Pendidikan Karakter 1.php? option=com_content&view=article&id=46%3Akompo nen-pendidikan-berkarakter& catid=34%3Akonseppendidikan-karakter&Itemid=55.net/index.Pengembangan staf 9.Keterlibatan siswa 10.Pengalaman pembelajaran.Kebijakan pendidikan karakter 3.Mempertahankan program http://www.Kesepakatan 4. Biarkan siswa Anda untuk melihat sifat dalam tindakan.Kurikulum Terpadu 5. (diacces 14 Mei 2010) .Partisipasi masyarakat 2.Model peran dewasa 8.Evaluasi 7. pengalaman itu dan mengungkapkannya 6.solusisekolah.

gotong royong. semangat tinggi giat belajar. sariksa. Prestasi Akademik perceka. tara nyetrum lauk di situ jeung di solokan. berehan. berani bersaing positif dengan siapapun. di depan rumah dan di tempat-tempat umum biasa melaksanakan rakgantang dan masih masih banyak lagi hal-hal yang Fokus berkaitan dngan pemahaman umum dalam memaknai apa yang disebut dengan pendidikan karakter sampai pada hal-hal kecil bahwa Pengertian karakter urang Subang itu sopan santun. someah hade ka semah Karakter Prilaku Pencetus http://www. (diacces 14 Mei 2010) . toweksa. semisal Pembangunan karakter Urang Subang itu adalah sawawa. satata.php? pil=13&jd=Pentingnya+Pendidikan+Karakter+dala m+Pembangunan+Bangsa&dn=20100504010425. menyadari Metode pentingnya keteladanan.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Pada tahun 2009. Pemerintah Kabupaten Subang menggulirkan wacana tentang Pendidikan Karakter dalam Strategi Pembangunan melalui Program Desa Mandiri Gotong Royong. cinta produk sendiri.kabarindonesia.com/berita. tara moro manuk di leuweung. Mengenai makna karakter yang Komponen dimaksud ialah hal-hal umum yang berkaitan dengan pengertian pendidikan karakter sudah dapat kita tangkap maknanya. senang menanam pepohonan hingga di Prinsip depan toko.

ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Sebuah buletin. tanpa ketiga aspek ini. Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa Komponen hasil studi Dr. (diacces 14 Mei 2010) . Pengertian Prilaku Karakter Pencetus http://pondokibu. Marvin Berkowitz dari University of Missouri. dan tindakan (action). dan Fokus pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive).com/parenting/pendidikan-psikologianak/dampak-pendidikan-karakter-terhadap-akademianak/. yang diterbitkan oleh Character Education Partnership. Character Educator.St. perasaan Prinsip (feeling). maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Louis. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam Prestasi Akademik pendidikan karakter menunjukan penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan Metode akademik. menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih Pembangunan prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter.Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus. Menurut Thomas Lickona.

Tinggalkan mengajar tanpa dilandasi hakikat dari mengajar itu sendiri. (diacces 14 Mei 2010) . tapi juga mendidik.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Prilaku Komponen Pembangunan Prestasi Akademik Metode Prinsip Fokus Pengertian Karakter Pencetus Sudah waktunya guru-guru meninggalkan metode lama mengajar yang hanya sekadar melaksanakan tuntutan tugas dan mengejar target kurikulum semata. http://www. Guru yang bukan hanya mengajar.html.or.ypk. sehingga tidak memiliki idealisme menjadi seorang pendidik. Guru dituntut untuk kembali seperti yang Ki Hajar Dewantara katakan yakni seorang yang ing ngarso sing tulodo.id/in/berita-a-artikel/artikel/110-yukkita-peduli-pendidikan-karakter-3. ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani.

perasaan dan 2. dan membantu mereka untuk sukses. 3.memiliki siswa.mengidentifikasi perilaku. dan manifestasi 11.cep.org/component/option.menciptakan 5.mengusahakan 8.adanya pembagian kepemimpinan moral dan dukungan luas dalam membangun inisiatif adanya 9.memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha membangun 10.mempromosikan 2.mengevaluasi karakter sekolah. 11.org) merekomendasikan 11 prinsip untuk mewujudkan pendidikan karakter yang efektif. 5.10/id.30/func. (diacces 14 Mei 2010) . fungsi staf sekolah sebagai guru-guru karakter.memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan perilaku yang baik. yaitu: 1.memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagi tanggung jawab untuk 8.mengidentifikasi karakter secara komprehensif supaya mencakup pemikiran. pendidikan karakter.view/catid. 4.menggunakan pendekatan yang tajam. 7. membangun karakter mereka.com_fireboard/ Itemid. 3.mengusahakan tumbuhnya motivasi diri dari para siswa. 7. proaktif.mengevaluasi karakter positif dalam kehidupan siswa Metode Prinsip Fokus Pengertian Karakter Pencetus http://himanika-uny.memfungsikan pendidikan karakter dan setia kepada nilai dasar yang sama. 1.mempromosikan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter. dan efektif untuk membangun karakter.menciptakan komunitas sekolah yang memiliki kepedulian.menggunakan 4. 9.memberi 6.40/. 10.memfungsikan karakter.memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua 6.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Prilaku Komponen Pembangunan Prestasi Akademik Character Education Quality Standards (www.

30/func. tetapi prakteknya meliputi penguatan kecakapankecakapan yang penting yang mencakup perkembangan sosial siswa (Suprapto. dan mau melakukan hal baik.com_fireboard/ Itemid.40/. pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang yang baik sehingga siswa didik menjadi paham.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Prilaku Komponen Pembangunan Prestasi Akademik Metode Prinsip Fokus Pengertian Karakter Pencetus Fokus pendidikan karakter adalah pada tujuan-tujuan etika.org/component/option. mampu merasakan. http://himanika-uny.view/catid. Lebih dari itu. karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dalam Suprapto (2007) menjelaskan bahwa pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi daripada pendidikan moral.10/id. 2007). (diacces 14 Mei 2010) .

schoolofuniverse. bertanggung jawab.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Prilaku Komponen Pembangunan Prestasi Akademik Metode Prinsip Fokus Pengertian Karakter Pencetus Pendidikan karakter adalah gerakan nasional untuk menciptakan sekolah yang membina generasi muda yang beretika. http://www. integritas. dan perduli melalui pemodelan dan mengajarkan karakter baik dengan penekanan pada nilai universal yang kita setujui bersama. dan juga negara untuk menanamkan siswanya pada nilai etika utama seperti menghargai diri sendiri dan orang lain. Ini adalah suatu usaha yang disengaja dan proaktif baik dari sekolah. dan disiplin diri. bertanggung jawab. Ini bukanlah suatu “perbaikan cepat” atau “obat kilat untuk semua”. daerah.com/2007/11/pendidikankarakter-bagian-1/ (diacces 14 Mei 2010) .

Kindness: Kebaikan hati 5. Integrity: Integritas 4. Self-Discipline: Disiplin Diri http://www. Perseverance: Ketekunan 6. Respect: Penghargaan 7. Good Judgement: Pertimbangan yang Baik 3.schoolofuniverse. Courage: Keberanian / Keteguhan Hati 2. Responsibility: Tanggung Jawab 8.com/2007/11/pendidikankarakter-bagian-2/ (diacces 14 Mei 2010) .ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Prilaku Komponen Pembangunan Prestasi Akademik Metode Prinsip Fokus Pengertian Karakter Pencetus Delapan Karakter Utama dalam Pendidikan Karakter 1.

yang disebutnya sebagai “the golden rule” http://rudyct.ANOTASI KURIKULUM Pendidikan KARAKTER Prilaku Komponen Pembangunan Prestasi Akademik Metode Prinsip Fokus Pengertian Karakter Pencetus Kilpatrick dan Lickona merupakan pencetusutama pendidikan karakter yang percaya adanya keberadaan moral absolute dan bahwa moral absolute itu perlu diajarkan kepada generasi muda agar mereka paham betul mana yang baik dan benar. karena sesungguhnya terdapat nilai moral universal yang bersifat absolut (bukan bersifat relatif) yang bersumber dari agamaagama di dunia.htm (diacces 14 Mei 2010) . Lickona (1992) dan Kilpatrick (1992) juga Brooks dan Goble tidak sependapat dengan cara pendidikan moral reasoning dan values clarification yang diajarkan dalam pendidikan di Amerika.com/PPS702-ipb/05123/dwi_hastuti.

1. Sistem dan Bidang Studi. 3. 2. sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. Remaja Rosdakarya: Bandung (hal : 27) . (1997).ANOTASI KURIKULUM Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluation s contribute d Konsep Kurikulum ada 3. sistem pendidikan. merupakan bidang kajian ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran.Kurikulum sebagai sistem. yaitu sebagai Substansi. Nana Saodih. bahkan sistem masyarakat.Kurikulum sebagai bidang study. Sukmadinata. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai.Kurikulum Sebagai Substansi dipandang sebagai sebagaisuatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek.

Nana Saodih.Tujuan 2.Proses atau Sistem penyampaian dan media 4. (1997). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Sukmadinata.ANOTASI KURIKULUM Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluation s contribute d Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisasi manusia ataupun binatang.evaluasi.Isi atau Materi 3. Unsur atau komponenkomponen dari anatmi tubuh kurikulum yang utama adalah : 1. Remaja Rosdakarya: Bandung (hal : 102) . yang memiliki susunan anatomi tertentu.

(1997). 2. Murid belajar bagaimana memperoleh dan menguji fakta dan bukan sekedar mengingatnya. Studi yang bersifat integrative .ANOTASI KURIKULUM Ada tiga pendekatan dalam perkembangan kurikulum Subjek akademis 1.Pendekatan pertama. Nana Saodih. Melanjutkan pendekatan struktur pengetahuan .Pendekatan ketiga. 3. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Pendekstsn ini merupskrespon masyarakat yang menuntut model pengetahuan yang lebih konptehensif dan terpadu.Pendekatan kedua. Remaja Rosdakarya: Bandung (hal : 83) Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluation s contribute d . Metekamengajar berdasarkan mata pelajaran dengan menekankan membaca. menulis dan berhitung. Sukmadinata. Dilaksanakan oleh sekolah fundamentalis .

3.Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu.Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluation s contribute d Sukmadinata.ANOTASI KURIKULUM Ada beberapa pola organisasi isi kurikulum subjek akademis. (1997).Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. 2.Integrated curriculum. Nana Saodih. Remaja Rosdakarya: Bandung (hal : 84) . Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. 4. Masih tampak warna disiplin ilmunya. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi.

Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered dan yang paling lama dan paling banyak digunakan Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif.Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar mengajar yang dipengaruhi oleh konsep pembelajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. Nana Saodih. 3. 1.ANOTASI KURIKULUM Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikasi Component Principal Method Evaluation s contribute d Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. Remaja Rosdakarya: Bandung (hal : 176-179) . Kurikulum memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pebelajar atau siswa terutama pada penekanan aktivitas siswa Sukmadinata. (1997).Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. 2.

Personal Development 2.Specializations Saylor. Planning Curriculum For School. 1981. Alexander.Human Relations 3. J Galen. Page : 37 . William M.ANOTASI KURIKULUM Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluation s contribute d Component Of The Curriculum is : 1.Contnued Learning Skills 4.

Designing curriculum domains. William M. 1981. Saylor. Alexander. each related to one major set of goals.Anticipating curriculum implementation (instruction) 4.Setting major goals (and domains) throught basic data analysis. J Galen. 2.Planning curriculum evaluation 5. Planning Curriculum For School. 3. Page : 193 .ANOTASI KURIKULUM Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluation s contribute d The Curriculum Planning process involves four principal phases : 1.

ANOTASI KURIKULUM The National Curriculum Project Planning method of curriculum planning : 1 .It’s Form and sequence Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluation s contribute d 3 .Of Subject Fields b.Audiovisual aids c.Evaluation programs a.Inservice education of teacher b. Alexander. The Subject Field a. William M. Page : 73 . J Galen.Large scale production of teaching learningmaterial c. Planning Curriculum For School. Implementation Proccesses 4 .Om Implementations procces Saylor. Tentative Teaching . laboratory guides b. Continuing Revision a.Of Teaching-learning materials c.It’s Structur 2 .Other learning aids b.Texbooks.Materials for teacher’s study d. 1981.Learning Material a.

Alexander. For it is the act of placing a value on something. Hence evaluation is as old as formal education itself. evaluation of some kind and at some level of sophistications occurs. of determining its merits. Saylor. Inasmuch as obviosly. Planning Curriculum For School. 1981. J Galen. William M.ANOTASI KURIKULUM Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluations contribute d Evaluations Curriculum implied in the very procces of planning. Page : 297 .

on the staff situation.The teacher or teaching team that is responsible for guiding the development. 3. William M. J Galen.ANOTASI KURIKULUM Kurikulum Konsep Komponen Pendekatan Pola Organis Klasifikas i Component Principal Method Evaluation s contributed Who should contribute in important ways to instructional planning : 1. including the principal when he act this role. Planning Curriculum For School.Curriculum consultans of a school or school district. of course. 2.Student(s) who participate in the learning activies. 1981. Page : 247 . Alexander. involvement will depend. Saylor.

Yang diutamakan pendidikan watak.com/2008/03/24/tentangkurikulum-indonesia/ 1947 1952 1968 1975 1984 1994 KBK KTSP .ANOTASI KURIKULUM RENCANA PELAJARAN 1947 m u l uia u rInk ones K id Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari. Bentuknya memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya. lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). plus garis-garis besar pengajaran. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. http://dedidwitagama. Dalam bahasa Belanda. artinya rencana pelajaran. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950.wordpress.

ANOTASI KURIKULUM
RENCANA PELAJARAN TERURAI 1952

m u l uia u rInk ones K id

Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. Ketika itu, di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang, Riau. Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. http://dedidwitagama.wordpress.com/2008/03/24/tentangkurikulum-indonesia/
1947 1952 1968 1975 1984 1994 KBK KTSP

ANOTASI KURIKULUM
KURIKULUM 1968

m u l uia u rInk ones K id

Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. “Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja,” katanya. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. http://dedidwitagama.wordpress.com/2008/03/24/tentangkurikulum-indonesia/
1947 1952 1968 1975 1984 1994 KBK KTSP

ANOTASI KURIKULUM
KURIKULUM 1975

m u l uia u rInk ones K id

Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manajemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu,” kata Drs. Mudjito, Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 banyak dikritik. Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. http://dedidwitagama.wordpress.com/2008/03/24/tentangkurikulum-indonesia/
1947 1952 1968 1975 1984 1994 KBK KTSP

Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum 1984 adalah Profesor Dr. Semiawan. Konsep CBSA yang elok secara teoritis dan bagus hasilnya di sekolah-sekolah yang diujicobakan. mendiskusikan.ANOTASI KURIKULUM KURIKULUM 1984 m u l uia u rInk ones K id Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. hingga melaporkan. Meski mengutamakan pendekatan proses. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. mengelompokkan.com/2008/03/24/tentangkurikulum-indonesia/ 1947 1952 1968 1975 1984 1994 KBK KTSP . Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas periode 1980-1986 yang juga Rektor IKIP Jakarta . Conny R.wordpress. http://dedidwitagama. mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learing (SAL). tapi faktor tujuan tetap penting. Dari mengamati sesuatu.

Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan. http://ephanlazok. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. di antaranya sebagai berikut: Beban belajar siswa terlalu berat dan Materi pelajaran dianggap terlalu sukar. yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan.com/2010/01/14/perkembangankuriklum-indonesia-dari-1947-2006 1947 1952 1968 1975 1984 1994 KBK KTSP .ANOTASI KURIKULUM KURIKULUM 1994 m u l uia u rInk ones K id Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented).. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.wordpress.

id 1947 1952 1968 1975 1984 1994 KBK KTSP . dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK.ANOTASI KURIKULUM m u l uia u rInk ones K id KURIKULUM 2004 Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Sayangnya. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih berupa soal pilihan ganda. Hasilnya tak memuaskan. Setiap pelajaran diurai berdasarkan kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Meski baru diujicobakan. evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa. http://depdiknas. kerancuan muncul bila dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa. yakni ujian. Guru-guru pun tak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum.go. toh di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa. Bila target kompetensi yang ingin dicapai.

blogspot. seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Pelajaran KTSP masih tersendat. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. http://kesadaransejarah.html 1947 1952 1968 1975 1984 1994 KBK KTSP . Jadi pengembangan perangkat pembelajaran. Hal ini disebabkan kerangka dasar (KD). standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. standar kompetensi lulusan (SKL).ANOTASI KURIKULUM KTSP 2006 m u l uia u rInk ones K id Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004.com/2007/11/kurikulumpendidikan-kita.

KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. 2006. dan silabus Badan Standar Nasional Pendidikan. Jakarta .KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masingmasing satuan pendidikan. kalender pendidikan. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah.

(b) peningkatan akhlak mulia. (f) tuntutan dunia kerja. (2) kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. (e) tuntutan pembangunan daerah dan nasional. yaitu bahwa: (1) pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. potensi daerah.20/2003 (pasal 36). (i) dinamika perkembangan global. (h) agama. kecerdasan. dan minat siswa. dan (3) kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan dalam kerangka NKRI dengan memperhatikan: (a) peningkatan iman dan takwa.diknas.id/ .go.KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM Secara umum KTSP dikembangkan didasarkan pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang tertera dalam UU No. dan siswa.Modul 10—KODE—3-B1 KTSP 2010) (acces 3 Feb . (d) keragaman potensi daerah dan lingkungan. (g) perkembangan IPTEK dan seni. (c) peningkatan potensi.lpmpjogja. dan (j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan http://www.

perkembangan. Jakarta . 2.KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM Prinsip Pengembangan KTSP secara khusus : 1. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Beragam dan terpadu 3. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Berpusat pada potensi. 2006. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Badan Standar Nasional Pendidikan. teknologi dan seni 4. kebutuhan. Belajar sepanjang hayat 7. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah.

Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Analisis 10. Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. Panduan Penyusunan Kurikulum 12. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak Prinsip mulia 2. Jakarta . Kesetaraan Jender Badan Standar Nasional Pendidikan. dan KTSP seni Model 7. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. Peningkatan potensi. dan minat Prinsip sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Landasan 3. Tuntutan dunia kerja 6. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Fungsi 5. Karakteristik satuan pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah. 2006. Keragaman potensi dan karakteristik daerah Komponen dan lingkungan 4. kecerdasan. Agama 8.KTSP KTSP ANOTASI KURIKULUM KTSP dikembangkan dengan memperhatikan : 1. Dinamika perkembangan global Landasan 9.

Pengaturan Beban Belajar 5. Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1.Mata pelajaran 2.KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM Komponen Utama KTSP adalah : A.Kenaikan Kelas dan Kelulusan 7.Kegiatan Pengembangan Diri 4.Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global C. 2006.Penjurusan 8.Ketuntasan Belajar 6. Jakarta . Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah. Kalender Pendidikan Badan Standar Nasional Pendidikan. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan B.Muatan Lokal 3.Pendidikan Kecakapan Hidup 9.

lpmpjogja.Modul 10—KODE—3-B1 KTSP 2010) (acces 3 Feb . (e)fungsi pemilihan. dan (f fungsi diagnostik.go.diknas. terdapat enam fungsi kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai : (a)fungsi penyesuaian.KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM Bagi siswa sebagai subjek didik. ) http://www. (c)fungsi diferensiasi. (b)fungsi integrasi.id/ . (d)fungsi persiapan.

diknas.Modul 10—KODE—3-B1 KTSP 2010) (acces 3 Feb . dan Permen Nomor 22 Tahun 2006 untuk Standar Isi http://www.lpmpjogja. tidak berarti sekolah bebas tanpa batas untuk mengembangkan kurikulumnya. Namun demikian.KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) adalah kurikulum yang dikembangkan oleh dan dilaksanakan pada tiap-tiap satuan pendidikan. sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya. serta merujuk pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standard Isi (SI) yang telah ditetapkan melalui Permen Nomor 23 Tahun 2006 untuk Standar Kompetensi Lulusan. Dalam hal ini.id/ .go. Dalam pelaksanaannya tetap berpegang atau merujuk pada prinsip-prinsip dan rambu-rambu operasional standard yang dikembangkan oleh pemerintah.

Model akar rumput. pelaksananya ditentukan dan dilakukan oleh pemerintah pusat.Modul 10—KODE—3-B1 KTSP 2010) (acces 3 Feb .diknas. yaitu model pengembangan kurikulum yang inisiatif.lpmpjogja. yaitu campuran antara setralistik dan desentralistik atau dalam istilah lain mengunakan pendekatan campuran model administratif dan model akar rumput (grass root).id/ . http://www. Model administratif.go.KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM Kurikulum 2006/KTSP menerapkan model pendekatan pengembangan dekonsentrasi. adalah model pengembangan kurikulum dimana inisiatif dan pelaksanaannya dilakukan oleh guru-guru sebagai pelaksana kurikulum.

dikemukakan oleh : 1. Zais (1976) empat landasan. 2.Modul 10—KODE—3-B1 KTSP 2010) .lpmpjogja. Tyler (dalam Ornstein.Robert S.go.id/ . yaitu: philosophy and the nature of knowledge. 1988) mengemukakan pandangan yang erat kaitannya dengan beberapa aspek yang melandasi suatu kurikulum adalah filosofis. society and culture.KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM Landasan psikologis pengembangan kurikulum ini.diknas.Ralph W. psikologis. the individual. sosial-budaya. dan perkembangan ilmu pengetahuan/teknologi (acces 3 Feb http://www. dan learning theory.

dan (3) menganalisispeluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar misalnya komite sekolah.KTSP KTSP Prinsip Prinsip Landasan Komponen Fungsi KTSP Model Landasan Analisis ANOTASI KURIKULUM Pengembangan KTSP didahului dengan melakukan analisis konteks yang meliputi: (1) mengidentifikasi Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai acuan dalam penyusunan KTSP. 2006. dunia industri dan dunia kerja. pendidik dan tenaga kependidikan. dan program-program. Badan Standar Nasional Pendidikan. Jakarta . Juknis Penyusunan KTSP SMA. (2) menganalisis kondisi yang ada di satuan pendidikan yang meliputi peserta didik. asosiasi profesi. biaya. dewan pendidikan. sumber daya alam dan sosial budaya . sarana prasarana. dinas pendidikan.

tetapi untuk mengubah kurikulum sekolah menjadi sedemikian sehingga siswa dapat belajar lebih mudah Slameto.ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M. Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Teori Belajar Bruner Belajar tidak untuk mengubah tingkah laku seseorang. 2003. Jakarta: Rineka Cipta (hal 11) . Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhnya.

Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Teori Belajar Gagne Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhnya. kebiasaan dan tingkah laku Slameto. keterampilan. Jakarta: Rineka Cipta (hal : 13) .ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M.

Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhnya. psikologi dan kelelahan FaktorEkstern adalah Keluarga. Faktor intern adalah Faktor Jasmani. Slameto.ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M. Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Faktor yang mempengaruhi belajar ada dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Jakarta: Rineka Cipta (hal : 54) . sekolah dan masyarakat. 2003.

Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Moh. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”. http://akhmadsudrajat. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan.ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M.wordpress.com/2008/01/31/hakikat-belajar/ (acces 21 Mei 2010) .

4. 2. Perubahan yang bersifat aktif. Perubahan yang bersifat pemanen. 8. 6. Perubahan perilaku secara keseluruhan. http://akhmadsudrajat. Perubahan yang bertujuan dan terarah. 3.ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M.wordpress. Perubahan yang bersifat positif. yaitu : 1.com/2008/01/31/hakikat-belajar/ (acces 21 Mei 2010) .Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional). Perubahan yang fungsional. 5.Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu). 7. Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku dalambelajar.

com/2008/01/31/empat-pilar-belajar/ (acces 21 Mei 2010) .ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M. Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan dunia yang sangat cepat. belajar hidup bersama (learning to live together). yaitu: belajar mengetahui (learning to know).wordpress. dan belajar berkembang secara utuh (learning to be). 2005) merumuskan empat pilar belajar. http://akhmadsudrajat. Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata. belajar berkarya (learning to do).

Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Teori Konektivitas (connectionism) adalah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Edward L. Hal : 93 Jakarta : . RajaGrafindo Persada. Thorndike berdasarkan ekesperimen yang dilakukan padan 1892.ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M. 2005. Eksperimen thorndike menggunakan hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena belajar. Muhibin. Psikologi Belajar. Syah. Belajar adalah hubungan antara stimulus dan responf.

ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M. 2005. Muhibin. Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Teori pembiasaan klasik (classic conditioning) yang dikembangkan oleh Ivan Pavlov (18491936). Hal : 95-97 Jakarta : . Psikologi Belajar. Syah. Belajar adalah perubahan yang ditandai dengan adanya stimulus dan respon. Pavlov menggunakan anjing untuk mengetahui stimulus dan respon. RajaGrafindo Persada.

Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Teori pembiasaan perilaku respons dikembangkan oleh Skinner dimana tingkah laku itu terbentuk oleh konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan oleh tingkah laku itu sendiri. 2005. Syah. Psikologi Belajar.ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M. Skinner bereksperimen dengan tikus dalam kotak skinner. Muhibin. Hal : 99 Jakarta : . RajaGrafindo Persada.

2005. Memandang bahwa tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks otomatis atas stimulus melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif manusia itu sendiri. Syah. Surya Tingkah Laku 4 Pilar Thorndike Pavlov Skinner Belajar Sosial Be la ja r Teori Belajar Sosial dikemukakan oleh Albert Bandura.ANOTASI KURIKULUM Bruner Gagne Faktor M. Muhibin. Psikologi Belajar. Hal : 106-107 . Jakarta : RajaGrafindo Persada. Prinsip dasarnya adalah belajar sosial dan moral.

Jakarta. 2004. Abdul. Penerapan Konsep dan Prinsip Pembelajaran Kontekstual dan Desain Pesan dalam Pegembagan Pembelajaran dan Bahan Ajar. Hal 14 .ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Proses belajar benar-benar terjadi jika siswa mampu memproses atau mengkonstruksisendiri informasi atau pengetahuan sedemikian rupa sehingga pengetahuan tersebut menjadi bermakna sesuai dengan kerangka pikir mereka Gafur. Mozaik Teknologi Pendidikan. Prenada Media.

ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Teori pembelajaran Ausabel Merupakan salah satu dari sekian banyaknya teori pembelajaran yang menjadi dasar dalam cooperative learning. Menurut Ausubel (Dahar 1996) bahan subjek yang dipelajari siswa mestilah “bermakna ” (meaningfull ).com/artikel-tulisan-pendidikan/teori-pembelajaran-ausube (acces 24 mei 2010) . David Ausubel adalah seorang ahli psikologi pendidikan. Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang http://xpresiriau.

Dengan demikian. bahan subjek itu mesti sesuai dengan keterampilan siswa dan mesti relevan dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa. http://xpresiriau. faktor intelektual-emosional siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran. sehingga konsep-konsep baru tersebut benar-benar terserap olehnya.ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Pembelajaran bermakna terjadi apabila siswa boleh menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. subjek mesti dikaitkan dengan konsep-konsep yang sudah dimiliki para siswa.com/artikel-tulisan-pendidikan/teori-pembelajaran-ausube (acces 24 mei 2010) . Artinya. Oleh itu.

Surya 2003). (4) Tahap Formal Operations (11 tahun ke atas). Hasan 1996.com/artikel-tulisan-pendidikan/teori-pembelajaran-piaget (acces 24 mei 2010) . Tahap Concrete (7-11 thn). setiap individu mengalami tingkat-tingkat perkembangan intelektual sebagai berikut: (1) Tingkat Sensorimotor (0-2 tahun). (2) Tahap Preoporational (2-7 tahun). (3). http://xpresiriau.ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Teori Pembelajaran Piaget Satu lagi teori pembelajaran yang dapat digunakan sebagai landasan dalam model cooperative learning. Menurut Piaget (Dahar 1996.

ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Menurut Surya ( 2003 ). Peringkat berfikir ini sangat diperlukan dalam pemecahan masalah. Proses pembelajaran akan berhasil apabila disesuaikan dengan peringkat perkembangan kognitif siswa.com/artikel-tulisan-pendidikan/teori-pembelajaran-piaget (acces 24 mei 2010) . Siswa hendaklah banyak diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan objek fizikal. yang disokong dengan interaksi sesama rekan sebaya http://xpresiriau. Perkembangan kognitif pada peringkat ini merupakan ciri perkembangan remaja dan dewasa yang menuju ke arah proses berfikir dalam peringkat yang lebih tinggi.

com/artikel-tulisan-pendidikan/teori-pembelajaran-vygots (acces 24 mei 2010) .ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Teori Pembelajaran Vygotsky Ide penting lain dari Vygotsky adalah scaffolding. kemudian menguranginya dan memberi kesempatan kepada anak untuk mengambil alih tanggung jawab saat mereka mampu (Slavin. 1994) http://xpresiriau. Scaffolding adalah pemberian sejumlah kemampuan oleh guru kepada anak pada tahap-tahap awal pembelajaran.

Pengertian ilmiah adalah pengertian yang diperoleh di bilik darjah atau yang diperoleh di sekolah. http://xpresiriau. Pengertian spontan adalah pengertian yang didapati secara terus dan pengalaman siswa didapati dalam kehidupan seharian. Suparno (1997) mengatakan kedua-dua konsep itu saling berkaitan terus menerus. Dia membedakan adanya dua pengertian pembelajaran yaitu. Pembelajaran merupakan suatu per-kembangan pengertian. Selanjutnya. Apa yang disiswai siswa di sekolah mempengaruhi per-kembangan konsep yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan sebaliknya.com/artikel-tulisan-pendidikan/teori-pembelajaran-vygots (acces 24 mei 2010) .ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Menurut Suparno ( 1997 ). yang spontan dan yang ilmiah.

yakni : Pertama. siswa harus dipandang sebagai manusia yang sedang berkembang dan bukan sebagai orang dewasa dalam ukuran kecil.com/artikel-tulisan-pendidikan/prosedur-pembelajaran-kon (acces 24 mei 2010) . Kedua.ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Pembelajaran Kontekstual . http://xpresiriau. Mereka akan senang jika mendapat tantangan-tantangan yang baru. Guru harus menerapkan model belajar pembelajaran kontekstual. setiap anak memiliki kecenderungan untuk mencoba hal yang baru. Guru dituntut untuk dapat memahami karakteristik belajar siswa sehingga siswa dapat belajar dengan gayanya masing-masing.

pemodelan (Modeling). menemukan ( Inquiri).ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Pembelajaran kontekstual ( Contextual Teaching and Learning ) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. yakni: konstruktivisme (Constructivism).com/artikel-tulisan-pendidikan/hakiki-pembelajaran-konte (acces 24 mei 2010) . http://xpresiriau. bertanya (Questioning). dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment). masyarakat belajar (Learning Community).

ANOTASI KURIKULUM Proses Ausable Bermakna Piaget Surya Vygotsky Suparno Kontekstual CTL Hakiki CTL Pembelajaran Secara hakiki model pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning adalah : (1) Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. http://xpresiriau. sosial. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.com/artikel-tulisan-pendidikan/hakiki-pembelajaran-konte (acces 24 mei 2010) . (2) Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pebelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

The Systematic Design of Instruction .Development Assessment Instrument 6.6th ed.Identify Instructional Goal(s) 2.Write Performance Objective 5.Design and Conduct Formative Evaluation of Instruction 9.Analyze Learners and Context 4.Design and Conduct Summative Evaluation Dick.Conduct Instructional Analysis 3.Revise Instruction 10. 2005.Develop and Select Instructional Materials 8. Boston. Pearson . P : 6 . Walter.Develop Instructional Strategy 7.ANOTASI KURIKULUM Component Inst Goal Learner Anals Mental proc Instructi onal Pembelajaran Desain Components Design of Instruction with System Approach Model 1.

P :71 . The Systematic Design of Instruction . Then select the appropriate technique (s) for identifying the subordinate skills.ANOTASI KURIKULUM Component Inst Goal Learner Anals Mental proc Instructi onal Pembelajaran Desain The first step an instructional analysis is to classify your instructional goal and perform a goal analysis. Type of Goal or Type of Subordinate Skills Step Intellectual skill Analysis Hierarchical Psychomotor skill Hierarchical Verbal information Cluster Attitude Hierarchical and/or cluster Dick.6th ed. Pearson . Boston. 2005. Walter.

(5) educational and ability levels. The Systematic Design of Instruction . (3) attitudes toward content and potential delivery system. (6) general learning preferences. (2) prior knowledge of the topic area.6th ed. Pearson .ANOTASI KURIKULUM Component Inst Goal Learner Anals Mental proc Instructi onal Pembelajaran Desain Learner Analysis What information do designer need to know about their target population? Useful information includes (l) entry behaviors. and (8) group characteristics Dick. P :101 . Boston. 2005. (7) attitudes toward the organization giving the instruction. (4) academic motivation. Walter.

Enhancing retention and transfer Dick. Walter.Providing feedback about performance correctness 8.6th ed. The Systematic Design of Instruction .Presenting the stimulus material 5.Gaining attention 2. Pearson . 2005.Providing learning guidance 6.Informing learner of the objective 3. In the cognitive psychologist's view. P :189 .Eliciting the performance 7. Boston.ANOTASI KURIKULUM Component Inst Goal Learner Anals Mental proc Instructi onal Pembelajaran Desain The origin of the concept of an instructional strategy is the events of instruction described in Gagne's Conditions of Learning (1970).Stimulating recall of prerequisite learning 4. nine events represent external teaching activities that support internal mental processes of learning: 1.Assessing the performance 9.

Follow-through activities Dick.ANOTASI KURIKULUM Component Inst Goal Learner Anals Mental proc Instructional Pembelajaran Desain To facilitate the instructional design process. Pearson .Assessment 5. P :190 .Preinstructional activities 2.6th ed. The Systematic Design of Instruction . Walter. 2005. Boston.Content presentation 3. we have organized Gagne's events of instruction into five major learning components that are part of an overall instructional strategy: 1.Learner participation 4.

New York : McGraw Hill . a part of everybody’s job description. Michael J.Importance is placed on learning procces 3.The Ability to define learning needs is as important as the answers. and attitudes 5. Building thr Learning Organization – A System Approach to Quantum Improvement and Global Success. 4.Learning ia part work.Learning is performance-based 2. skills.ANOTASI KURIKULUM s g aEn iAs a R O r B L JA i Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara Learning Organizational settings is today’s environment will represent a new learning in the following ways : 1. P :xvii .Organization wide opportunities exist to develop knowledge. 1996. Marquardt.

Michael J. 1996. Building the Learning Organization – A System Approach to Quantum Improvement and Global Success. New York : McGraw Hill . p :21 .ANOTASI KURIKULUM System Learning Organizations Model Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara s g aEn iAs a R O r B L JA i Marquardt.

Michael J.Encourage/Expand diversity. 1996.Use scanning and scenario planning for anticipatory learning 9.Encourage and practice system thinking 8. New York : McGraw Hill .Develop action learning programs throughout the organizations 2.Change the mental model relative to-learning Marquardt.Build team-learning skills 7.Establish self-development cash programs 6.Increase individuals’ ability to learn How to learn 3.Develop the discipline of dialogue in the organization 4.ANOTASI KURIKULUM Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara Top Ten Strategies to Build System Learning 1. p :59-65 s g aEn iAs a R O r B L JA i Subsystem . Building the Learning Organization – A System Approach to Quantum Improvement and Global Success.Create career development plans for employability 5. multicultural and global mindsets and learning 10.

Deutero learning 4.Adaptive learning 2.ANOTASI KURIKULUM Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara s g aEn iAs a R O r B L JA i There are four types of learning or ways which organization learn : 1. Michael J.Anticipatory learning 3.Active learning Marquardt. p : 37 . New York : McGraw Hill . Building the Learning Organization – A System Approach to Quantum Improvement and Global Success. 1996.

1996. Building the Learning Organization – A System Approach to Quantum Improvement and Global Success.ANOTASI KURIKULUM Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara s g aEn iAs a R O r B L JA i There are six key skills (or disciplines.Dialogue 7. New York : McGraw Hill . Michael J. as Peter Sengerefers to them) needed to initiate and maximize Organizational Learning : 1.Shared Vision 6.Team Learning 5.Personal Mastery 4.System thinking 2. Marquardt. p : 23 .Mental model 3.

dan relevan dengan tujuan utamanya Senge. The Fifth Discipline Fieldbook. Peter M. Hari Suminto. Jakarta : Interaksara hal : 59 . Terjemahan Buku Pegangan Disiplin Kelima oleh Ir.ANOTASI KURIKULUM Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara s g aEn iAs a R O r B L JA i Pembelajaran dalam organisasi berarti pengujian pengalaman secara terusmenerus dan pengubahan pengalaman itu menjadi pengetahuan yang dapat diakses oleh seluruh anggota organisasi . 2002.

Hari Suminto. yang semuanya diorientasikan untuk melihat kesalingterkaitan antara kekuatan-kekuatan dan melihatnya sebagai bagian dari proses bersama. Terjemahan Buku Pegangan Disiplin Kelima oleh Ir. Peter M. Senge. 2002.ANOTASI KURIKULUM Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara s g aEn iAs a R O r B L JA i Berfikir sistem mencakup sekumpulan besar metode. alat dan prinsip yang agak tidak berbentuk. The Fifth Discipline Fieldbook. Jakarta : Interaksara hal 107 .

Identifikasi gejala masalah mula-mulanya 2. Peter M.Memetakan dampak samping ketagihan dari penyelesaian cepat.Petakan semua penyelesaian cepat 3. 2002. Terjemahan Buku Pegangan Disiplin Kelima oleh Ir.Menemukan hubungan saling terkait dengan putaranputaran mendasar 7.Mengidentifikasi tindakan-tindakan berpengaruh besar s g aEn iAs a R O r B L JA i Senge. Hari Suminto.Identifikasi penyelesaian.ANOTASI KURIKULUM Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara Tujuh langkah untuk menerobos kemacetan organisasional menggunakan pola dasar MenggeserBeban membantu tim-tim menemukan sendiri jalan keluarnya : 1.penyelesaian mendasar 5. 6. The Fifth Discipline Fieldbook. Jakarta : Interaksara hal 201205 .Identifikasi dampak-dampak yang tidak diinginkan 4.

Hari Suminto. lembaga-lembaga. orang lain. asumsi. dan setiap spek dari dunia ini. Terjemahan Buku Pegangan Disiplin Kelima oleh Ir. 2002. Peter M.ANOTASI KURIKULUM Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara s g aEn iAs a R O r B L JA i Model Mental merupakan gambaran. Seperti jendela kaca memberikan kerangka dan secara samar menyimpangkan visi kita. Senge. The Fifth Discipline Fieldbook. Jakarta : Interaksara hal 279 . modelmodel mental menentukan apa yang kita lihat. dan kisah yang kita bawa dalam benak kita tentang diri kita sendiri.

Jakarta : Interaksara hal 65-71 .Kejelasan 4.ANOTASI KURIKULUM Konsep Model Strategies Type Key skill Pengertian Berfikir Sistem Langkah Mental Model Cara s g aEn iAs a R O r B L JA i Langkah-langkah pertama mendesain Organisasi Pembelajaran 1. 2002.Implementasi Senge. Peter M.Presentasi dan Prioritas 6.Pemikiran yang Konvergen 5.Pemikiran yang divergen 3. Hari Suminto. Terjemahan Buku Pegangan Disiplin Kelima oleh Ir.Membentuk kelompok-kelompok 2. The Fifth Discipline Fieldbook.

Si s wa ANOTASI KURIKULUM Pasal 1 ayat 4 Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. 2003. Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. dan jenis pendidikan tertentu. UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. jenjang. Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan . Depdiknas RI.

Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak: a. (1). e. Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan . f. Mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. c. Pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. b. Mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. dan kemampuannya. Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat.Si s wa ANOTASI KURIKULUM Pasal 12. 2003. Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. d. minat. Depdiknas RI. UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnyadan diajarkan oleh pendidik yang seagama.

Depdiknas RI. menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. (2) Setiap peserta didik berkewajiban: a. Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan . 2003.Si s wa ANOTASI KURIKULUM Pasal 12. b. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Si s wa ANOTASI KURIKULUM siswa adalah seseorang yang sedang menempuh ilmu sedalam mungkin meskipun rela maupun tidak rela mengeluarkan biaya.segala jerih payah.com/2009/03/12/gurusiswasekolahtigakata-yang-tak-terpisahkan (acces 24 Mei 2010) Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan .wordpress. dengan catatan siswa tersebut tidak menyianyiakan kesempatan yang telah diberikan http://tieone. agar mencapai masa depan yang cerah.dll.

dan memiliki sifat-sifat sebagai makhluk individu. sifat bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan di sekitarnya.um. khas.php?75063-Karakteristikpeserta-didik (acces 24 Mei 1010) Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan . http://community. Kebutuhan pribadi manusia meliputi kebutuhan fisik dan kebutuhan sosiopsikologis.ac.id/showthread.Si s wa ANOTASI KURIKULUM Karakteristik individu sebagai peserta didik •Setiap individu memiliki ciri. sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan •Pada hakikatnya manusia merupakan pribadi yang utuh. •Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifar tetap (ajeg).

Otak sebagai pusat belajar terdiri dari 15.Faktor yang mempengaruhi perkembangan pribadi 6.Aliran tentang faktor yang mempengaruhi perkembangan 7.Pertumbuhan fisik 12.Perbedaan individual peserta didik 14.Perkembangan intelek 13.Pengaruh perkembangan kehidupan pribadi terhadap tingkah laku 9.id/showthread.php?75063-Karakteristikpeserta-didik (acces 24 Mei 1010) Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan .um.Pengertian individu sebagai peserta didik 2.Karakteristik individu sebagai peserta didik 5.Upaya pengembangan kehidupan pribadi 10.Perbedaan individu dalam perkembangan pribadi 8.Pertumbuhan dan perkembangan individual 11.Makna pertumbuhan dan perkembangan 3.Si s wa ANOTASI KURIKULUM KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK 1.Kebutuhan manusia dalam perkembangannya 4.ac.Karakteristik cara belajar tiap individu http://community.

wordpress.com/2010/02/14/konsep-dasarmanajemen-peserta-didik/ (acces 24 Mei 2010) Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan .Si s wa ANOTASI KURIKULUM Secara sosiologis. Pendidikan melalui sistem schooling dalam realitasnya memang lebih bersifat massal ketimbang bersifat individual http://akhmadsudrajat. Dalam sistem demikian. layanan yang diberikan diaksentuasikan kepada kesamaan-kesamaan yang dipunyai oleh anak. Kesamaan hak-hak yang dimiliki oleh anak itulah. Adanya kesamaan-kesamaan yang dipunyai anak inilah yang melahirkan kensekuensi kesamaan hak-hak yang mereka punyai. peserta didik mempunyai kesamaankesamaan. yang kemudian melahirkan layanan pendidikan yang sama melalui sistem persekolahan (schooling).

pendaftaran. Knezevich (1961) mengartikan manajemen peserta didik atau pupil personnel administration sebagai suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan. minat.com/2010/02/14/konsep-dasarmanajemen-peserta-didik/ (acces 24 Mei 2010) Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan . pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan. layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan. kebutuhan sampai ia matang di sekolah http://akhmadsudrajat.Si s wa ANOTASI KURIKULUM Manajemen peserta didik dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah.wordpress.

lebih lanjut.wordpress. proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar. tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan http://akhmadsudrajat.Si s wa ANOTASI KURIKULUM Tujuan umum manajemen peserta didik adalah: mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar di sekolah.com/2010/02/14/konsep-dasarmanajemen-peserta-didik/ (acces 24 Mei 2010) Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan .

segi aspirasinya.Si s wa ANOTASI KURIKULUM Fungsi manajemen peserta didik secara umum adalah: sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin. segi sosialnya. segi kebutuhannya dan segi-segi potensi peserta didik lainnya. baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya.com/2010/02/14/konsep-dasarmanajemen-peserta-didik/ (acces 24 Mei 2010) Arti Hak Wajib adalah Karakter Karakter Sosio Manaj Fungsi Tujuan .wordpress. http://akhmadsudrajat.

Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. dan pendidikan menengah. pendidikan dasar.ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar Depdiknas RI. menilai. mengarahkan. mengajar. membimbing. 2005. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. melatih. UU Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pasal 1 ayat 6 Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. .

Depdiknas RI. pendidikan menengah. UU Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2005. . Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. . DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar.KEDUDUKAN. (2) Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik.ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar BAB II . FUNGSI.

menerima inisiatif dan kemandirian siswa. 7. dan menciptakan. yaitu: 1.Guru memberikan tugas-tugas kepada siswa yang terarah pada pelatihan kemampuan mengklasifikasi. 2001) terdapat beberapa ciri yang menggambarkan seorang guru yang konstruktivis dalam melaksanakan proses pembelajaran siswa.Guru memberikan waktu berfikir yang cukup bagi siswa dalam menjawab pertanyaan 11. memprediksi.Guru menggunakan data mentah sebagai sumber utama pada fokus materi pembelajaran. 12. 10. 4.Guru melakukan elaborasi respon siswa siswa. 3. 2. 6. 9. menganalisis.wordpress.com/2008/03/01/ciri-ciri-gurukonstruktivis/ acces 21 Mei 2010 .Guru mendorong terjadinya dialog dengan dan antar siswa. dkk.Guru mendorong siswa untuk berfikir.Guru mendorong. baik yang sudah benar maupun yang belum benar.Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguraikan isi pelajaran dan mengubah strategi belajar mengajar.Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba menghubungkan beberapa hal yang dipelajari untuk meningkatkan pemahaman.Guru melakukan penelusuran pemahaman siswa terhadap suatu konsep sebelum memulai pembelajaran. 8.ANOTASI KURIKULUM Ciri-ciri Guru Kontruktivis Menurut Brooks & Brooks (Iim Waliman. 5. melalui pertanyaan-pertanyaan terbuka dan mendorong siswa untuk bertanya sesama teman.Guru di akhir pembelajaran memfasilitasi proses penyimpulan melalui acuan yang benar Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktivis Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar http://akhmadsudrajat.Guru melibatkan siswa pada pengalaman yang menimbulkan kontradiksi dengan hipotesis siswa dan mendiskusikannya.

. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. konselor. tutor. fasilitator. widyaiswara. Pasal 1 ayat 6 Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. instruktur. UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. pamong belajar.ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar Depdiknas RI. Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. dosen. 2003.

pengawasan. Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. Depdiknas RI. pengelolaan. 2003. (2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. pengembangan. melakukan pembimbingan dan pelatihan. .ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar BAB XI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Pasal 39 (1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. menilai hasil pembelajaran. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual. Depdiknas RI. dan e.ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar BAB XI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Pasal 40 (1) Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh: a. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas. UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. c. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai. . Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. b. 2003. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. d. prasarana. kesempatan untuk menggunakan sarana.

2003. dinamis. b. UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. .mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan.memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Depdiknas RI. Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban: a. dan dialogis.ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar BAB XI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (2). profesi. Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas. menyenangkan. c. kreatif. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

com/2008/08/22/peran-gurusebagai-motivator-dalam-ktsp/ diacces 21 Mei 2010 . sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif http://akhmadsudrajat.ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar Guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa.wordpress.

Ciptakan persaingan dan kerja sama.com/2008/08/22/peran-gurusebagai-motivator-dalam-ktsp/ diacces 21 Mei 2010 .ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Wina Senjaya (2008). 5. Berikan penilaian. Fungsi Essensi Guru Belajar http://akhmadsudrajat. 4.wordpress. 6. di bawah ini dikemukakan beberapa petunjuk umum bagi guru dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa 1. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. 7. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai 2. Berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa. Membangkitkan minat siswa 3.

Fungsi Essensi http://akhmadsudrajat. 1.com/2008/02/03/manajemenkinerja-guru/ diacces 21 Mei 2010 . 3. memperbaiki.Seberapa besar kontribusi pekerjaan guru bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah adalah melakukan pekerjaan dengan baik” 2. 4. maupun mengembangkan kinerja guru yang sudah ada sekarang. didalamnya harus dapat membangun harapan yang jelas serta pemahaman tentang Fungsi kerja esensial yang diharapkan dari para guru.wordpress.Mengenali berbagai hambatan kinerja dan berupaya menyingkirkannya.Bagaimana prestasi kerja akan diukur.Bagaimana guru dan kepala sekolah bekerja sama untuk mempertahankan.ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Guru Belajar Dalam mengembangkan manajemen kinerja guru.

S2 atau S3 5.Guru belajar melalui interaksi dengan guru lain dg ikut kegiatan MGMP/MGBK dan pertemuan lainnya.Guru belajar dari praktik pembelajaran yang dilakukannya misal PTK 2.Guru belajar melalui pendidikan lanjutan dan pendalaman misal dengan melanjutkan ke S1.Guru belajar melalui ahli/konsultan dalam bentuk workshop atau layanan konsultasi.ANOTASI KURIKULUM Gu ru Guru … Kedudukan Kontruktiv is Pendidik … Tugas Hak Kewajiban Motivator Cara motivasi Fungsi Essensi Guru Belajar Lima cara guru belajar : 1.wordpress.com/2008/04/25/5-cara-gurubelajar/ diacces 21 Mei 2010 .Guru belajar melalui cara yang terpisah dari tugas profesionalnya. 3. http://akhmadsudrajat. seperti pengembangan kemampuan intelektual dan moral. 4.

ANOTASI KURIKULUM S T R AT E G I PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri Pembelajaran Problem based learning is an approach to structuring the curriculum which involves confronting student with problem from practice which provide forms that a curriculum and procces for teaching and learning might take and still be compatible with this definition. Graham E Felleti. Kogan Page Limited. 1997. (p:15) . David. The Challenge of Problem Based and Learning. Boud.

Kogan Page Limited.Cumulative learning 2.Progression in learning 4.ANOTASI KURIKULUM S T R AT E G I PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri Pembelajaran Important Component of a Problem Based Curriculum : 1. Graham E Felleti.Integrated learning 3. David. The Challenge of Problem Based and Learning.Consistency in learning Boud. (p:23) . 1997.

New York and London. Charles M. Taylor And Francis Publishers. 3. 2. Carr-Chellman.The demonstration principle : Learning is promoted when learners observe a demonstration.The applications principle : Learning is promoted apply the new knowledge. . page : 44 . Intstructional-Design Theories and Models Volume III.ANOTASI KURIKULUM S T R AT E G I PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri Pembelajaran Five principle of instruction : 1. Allisson A.The activation principle : Learning is promoted when learners active relevant prior knowledge or experience.The integration principle : Learning is promoted when learners integrate their new knowledge into their everyday world. 2009.The task-centered principle : Learning is promoted when learners engage in a task-centered instructional strategy. 5. 4. Reigeluth.

a summative assessment and evaluation phase D . Taylor And Francis Publishers. Charles M. Allisson A.a presentations phase B . New York and London. 2009. Reigeluth.a practice phase C .ANOTASI KURIKULUM S T R AT E G I PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri Pembelajaran Direct Instruction propose four categories of methods of instructon : A .methods dealing with monitoring student and giving them feedback. Carr-Chellman. Intstructional-Design Theories and Models Volume III. page : 80 .

Charles M. 5)Create a community of learners who work together in the pursuit knowledge. Dillon 1994. Freire & Shor 1987 dalam Reigeluth. experience and worldviews students. Taylor And Francis Publishers.ANOTASI KURIKULUM S T R AT E G I PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri Pembelajaran Discussion teaching is organized to : 1)Create shared responsibility for teaching and learning. page : 101-102 . 2009. Intstructional-Design Theories and Models Volume III. Brookfield & Peskill 2005. 2)Honor he voices. New York and London. 3)Promote democratic participant in the teaching/learning dynamics. Allisson A. CarrChellman. 4)Develop critical thingking and problem solving skills.

New York and London. 2009. Charles M. Carr-Chellman. Intstructional-Design Theories and Models Volume III.ANOTASI KURIKULUM S T R AT E G I PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri Pembelajaran Experiential methods emphasize the “student” active involvement in negotiating the curriculum and shaping both the process and the outcome of the learning Felix. 2004. Allisson A. Taylor And Francis Publishers. page : 120-121 . p 10 dalam Reigeluth.

ANOTASI KURIKULUM
S T R AT E G I
PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri

Pembelajaran

Three general criteria apply to design of instructional simulations : 1.The criterion of adaptivity – the ability to modify qualities of the instructional experience base on the action of the learner. 2.The criterion of generativity – The ability to generate some portion of the instructional artifact a the time of use. 3.The criterion of scalability – The ability to produce instructional experiences in greaterquantity without corresponding linear increases in cost
Atkinson & Wilson, 1969 dalam Reigeluth, Charles M. Allisson A. Carr-Chellman, 2009, IntstructionalDesign Theories and Models Volume III, New York and London, Taylor And Francis Publishers. page : 172

ANOTASI KURIKULUM
S T R AT E G I
PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri

Pembelajaran

Tahapan pembelajaran bermain peran meliputi : (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik; (2) memilih peran; (3) menyusun tahap-tahap peran; (4) menyiapkan pengamat; (5) menyiapkan pengamat; (6) tahap pemeranan; (7) diskusi dan evaluasi tahap diskusi dan evaluasi tahap I ; (8) pemeranan ulang; dan (9) diskusi dan evaluasi tahap II; dan (10) membagi pengalaman dan pengambilan keputusan.

Shaftel dan Shaftel dalam E. Mulyasa.2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep; Karakteristik dan Implementasi. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya

ANOTASI KURIKULUM
S T R AT E G I
PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri

Pembelajaran

Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) atau biasa disingkat CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari
E. Mulyasa.2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep; Karakteristik dan Implementasi. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya

Konsep. dan evaluasi pembelajaran. Mulyasa. yaitu : (1) adanya keterlibatan emosional dan mental peserta didik.2003. pelaksanaan.ANOTASI KURIKULUM S T R AT E G I PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri Pembelajaran Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan. Indikator pembelajaran partsipatif. Karakteristik dan Implementasi. Remaja Rosdakarya . (2) adanya kesediaan peserta didik untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan. (3) dalam kegiatan belajar terdapat hal yang menguntungkan peserta didik E. Bandung : P.T. Kurikulum Berbasis Kompetensi.

E. kritis. Konsep. Kurikulum Berbasis Kompetensi.2003. logis. Karakteristik dan Implementasi. Remaja Rosdakarya .T.ANOTASI KURIKULUM S T R AT E G I PBL Componen PBL Prinsip Direct Inst Discussion Inst Experiential Inst Simulasi Bermain Peran CTL Partisipatif Inkuiri Pembelajaran Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda. Mulyasa. analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. manusia atau peristiwa) secara sistematis. Bandung : P.

ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Media adalah Komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar Arsyad. Jakarta. Azhar. Prof. Dr. Hal : 4 . 2006. Raja Grafindo Persada. Media Pembelajaran.

ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Media Pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. televisi dan komputer Gagne (1975) dalam Arsyad. Raja Grafindo Persada. Prof. Dr. Azhar. video camera. video recorder. Jakarta. yang terdiri dari buku. film slide (gambar bingkai) foto. 2006. Media Pembelajaran. gambar. Hal : 4 . tape recorder. grafik.

Azhar. Hal : 21 . Raja Grafindo Persada. Jakarta.ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Media berfungsi untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam media harus melibatkan siswa baik dalam bentuk dan mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Arsyad. Media Pembelajaran. Prof. Dr. 2006.

Media Pajangan 3. Media Pembelajaran. Hal : 37 .Komputer Kemp & Dayton (1985) dalam Arsyad.Penyajian Multi Image 7. Jakarta. Raja Grafindo Persada. Dr.ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Media dikelompokan dalam delapan jenis : 1. Prof.Rehana Audiotape 5. 2006.Seri Slide dan Film Scrip 6. Azhar.Overhead Transparansi 4.Media Cetakan 2.Rekaman Video dan Filem Hidup 8.

Prof. Dr. Media Pembelajaran. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. Azhar. dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Arsyad. Jakarta.ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Media Pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. Raja Grafindo Persada. 2006. Hal : 26 .

2004. Fungsi-fungsi tersebut antara lain 1) Memberikan pengetahuan tentang tujuan belajar 2) Memotivasi belajar siswa 3) Menyajikan informasi 4) Merangsang diskusi 5) Mengarahkan kegiatan siswa 6) Melaksanakan latihan dan ulangan 7) Menguatkan belajar 8) Memberikan pengalaman simulasi (Sudirdjo. S dan Siregar. Hlm 8-12.) . ada beberapa fungsi lain yang dapat dilakukan oleh media.ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Selain untuk menyajikan pesan. E. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta. Media Pembelajaran Sebagai Pilihan dalam Pembelajaran. Prenada Media. Namun jarang sekali ditemukan seluruh fungsi-fungsi tersebut dipenuhi oleh media komunikasi dalam suatu sistem pembelajaran.

Prenada Media. E. Sebagai sarana komunikasi dan interaksi antara siswa dengan media pembelajaran tersebut. berfungsi untuk memberikan pengalaman yang konkret kepada siswa. yaitu: Sebagai Audiovisual Aids atau Teaching Aids (AVA). Hlm 6-7.) . Mozaik Teknologi Pendidikan. Media Pembelajaran Sebagai Pilihan dalam Pembelajaran. dengan demikian dapat dikatakan sebagai sumber belajar yang penting. (Sudirdjo. S dan Siregar. Jakarta. 2004.ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Ada dua fungsi/peran pokok media pendidikan (yang sekarang disebut media pembelajaran).

Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. seperti: biaya. keadaan peserta didik. ketersediaan. maka media film dan video bisa digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas).ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan.wordpress. Di samping itu. dan mutu teknis http://akhmadsudrajat.com/2008/01/12/media-pembelajaran (acces : 21 Mei 2010) . terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer). ketepatgunaan.

7. 2. 6.Media menghasilkan keseragaman pengamatan 5.ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Pembelajaran Media memiliki beberapa fungsi. konkrit. 4.Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak http://akhmadsudrajat.Media membangkitkan keinginan dan minat baru. diantaranya : 1.com/2008/01/12/media-pembelajaran (acces : 21 Mei 2010) . 8.Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. 3.Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar. dan realistis.Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik.Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas.wordpress.

konsep dan aturan 4 = Prosedur belajar 5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik 6 = Mengembangkan sikap. opini dan motivasi Pembelajaran 1 S S S R S S R S 2 T T S T R S S R 3 S T T R R S R S 4 S T S R S T T S 5 R S R R R R S R 6 R S S R S S S S Keterangan : R = Rendah S = Sedang T= Tinggi http://akhmadsudrajat. sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : Jenis Media Gambar Diam Gambar Hidup Televisi Obyek Tiga Dimensi Rekaman Audio Programmed Instruction Demonstrasi Buku teks tercetak 1 = Belajar Informasi faktual 2 = Belajar pengenalan visual 3 = Belajar prinsip.ANOTASI KURIKULUM MEDIA Pengertian Cakupan Tujuan Kelompok Efek Fungsi Peran Kriteria Pengertian Hubungan Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran.com/2008/01/12/media-pembelajaran/ (acces : 21 Mei 2010) .wordpress.

ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Penilaian Pendidikan adalah kegiatan menilai yang terjadi dalam kegiatan pendidikan Arikunto. Jakarta. Bina Aksara. 3) . (hal. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Suharsimi. 1987.

penilaian bersifat kualitatif Arikunto. Bina Aksara. 3) .ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. (hal. Suharsimi. 1987. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. Pengukuran bersifat kuantitatif Menilai adalah mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk.

ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Alat evaluasi dapat digolongkan menjadi 2 macam. yaitu : tes dan non tes. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Teknik Non Tes terdiri dari : 1. (hal. 23) .Skala bertingkat (rating scala) 2.Kuesioner (Questioner) 3. 1987.Daftar Cocok (Chek List) 4.Pengamatan (observation) 6. Suharsimi. Jakarta.Wawancara (interview) 5.Riwayat Hidup Arikunto. Bina Aksara.

Suatu instrumen yang valid atau syahih mempunyai validitas tinggi. sedangkan instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah Arikunto. Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. 61) . Jakarta. Bina Aksara. (hal.ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau keysahihan suatu instrumen. 1987.

Suharsimi. Sebuah tes mungkin reliable tapi tidak valid. Validitas lebih penting dan reliable perlu. yaitu validitas dan reliable. Jakarta.ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilitas Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Reliabilitas Tes adalah tingkatan keajegan butir dalam pengukuran apa yang seharusnya diukur. Reliabel berhubungan dengan tingkat kepercayaan. Reliabel menyokong terbentuknya validitas. 1987. tetapi sebuah tes yang valid biasanya reliable Arikunto. Bina Aksara. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. (hal. 78) . Menurut Anderson dalam Arikunto (1987) menyatakan bahwa persyaratan tes.

Cronbach dan Suppes (1969) menyatakan bahwa evaluasi adalah proses penentuan nilai atau efektivitas suatu kegiatan untuk tujuan pembuatan keputusan. Stufflebeam dan Shinkfield (1985) menyatakan evaluasi merupakan kegiatan membandingkan tujuan dengan hasil dan juga merupakan kegiatan membandingkan penampilan dengan suatu nilai tertentu http://wakhinuddin.wordpress.ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Guba dan Lincoln (1981) mengatakan evaluasi adalah proses untuk menentukan sejauhmana tujuan telah terealisasikan.com/category/evaluasihasil-belajar (acces 24 mei 2010) . A Joint Committee on Standard for Evaluation menyatakan evaluasi adalah suatu proses pemeriksaan (penyelidikan) yang sistematis tentang manfaat atau kegunaan dari sesuatu berdasarkan pada suatu standar/kriteria tertentu.

http://wakhinuddin. Kepastian dan kejelasan. Evaluasi yang komprehensif memerlukan teknik bervariasi.com/category/evaluasihasil-belajar (acces 24 mei 2010) . Evaluator harus menyadari keterbatasan dan kelemahan dalam teknik evaluasi yang digunakan. d. Evaluator menyadari sepenuhnya bahwa tiap-tiap teknik evaluasi digunakan sesuai dengan tujuan evaluasi. Kesadaran adanya kesalahan pengukuran. b. c. Teknik evaluasi teknik evaluasi yang dipilih sesuai dengan tujuan evaluasi. Dalam proses evaluasi maka kepastian dan kejelasan yang akan dievaluasi menduduki urutan pertama. Komprehensif. Evaluasi adalah alat. e.wordpress.ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Prinsip-prinsip dalam Evaluasi Hasil Belajar : a. bukan tujuan.

Jelek.ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Pengertian penilaian yang ditekankan pada penentuan nilai suatu obyek juga dikemukakan oleh Nana Sudjana. Lindeman (1967) “The assignment of one or a set of numbers to each of a set of person or objects according to certain established rules http://aderusliana. Ia menyatakan bahwa penilaian adalah proses menentukan nilai suatu obyek dengan menggunakan ukuran atau kriteria tertentu.wordpress. seperti Baik . Seperti juga halnya yang dikemukakan oleh Richard H.com/2007/11/05/konsepdasar-evaluasi-hasil-belajar .(acces 24 mei 2010) . Sedang.

ANOTASI KURIKULUM SI A L UeAajar EV B l Hasi l Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Tujuan Evaluasi pembelajaran : 1. 2.Menentukan tindak lanjut hasil penilaian 4.wordpress.Memberikan pertanggung jawaban (accountability http://aderusliana.Mendeskripsikan kemampuan belajar siswa.(acces 24 mei 2010) .Mengetahui tingkat keberhasilan PBM 3.com/2007/11/05/konsepdasar-evaluasi-hasil-belajar .

2.com/2007/11/05/konsepdasar-evaluasi-hasil-belajar .Pendekatan Acuan Patokan (PAP). Pendekatan Acuan Norma (PAN) Tujuan penggunaan tes acuan patokan berfokus pada kelompok perilaku siswa yang khusus. tes acuan kriteria digunakan untuk menyeleksi (secara pasti) status individual berkenaan dengan (mengenai) domain perilaku yang ditetapkan / dirumuskan dengan baik.(acces 24 mei 2010) .ANOTASI KURIKULUM Penilaian Mengukur Alat Validitas Reliabilita s Pengertian Prinsip Nana Sudjana Tujuan Pendekatan Pendekatan Evaluasi Hasi l Ada dua jenis pendekatan penilaian yaitu : 1.wordpress. Joesmani menyebutnya dengan didasarkan pada kriteria atau standard khusus. Tujuan penggunaan tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi dan tugas belajar yang besar. Tes acuan norma dimaksudkan untuk mengetahui status peserta tes dalam hubungannya dengan performans kelompok peserta yang lain yang telah mengikuti tes SI A L UeAajar EV B l http://aderusliana.

1986) Pusstekkom Depdiknas. Hal :11 .ANOTASI KURIKULUM SUMBER Belajar AECT Jenis Def. orang atau benda) yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi peserta didik (Miarso. Model Pusat Sumber Belajar. Jakarta : Pusstekkom. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi Menurut Assosiadi Teknologi Komunikasi Pendidikan (AECT) sumber belajar meliputi semua sumber (baik berupa data. 2005.

ANOTASI KURIKULUM
SUMBER Belajar
AECT Jenis Def. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi

Ditinjau dari asal-usulnya, sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu : 1.Sumber belajar yang dapat dirancang (learning resources by design), yaitu sumber belajar yang secara khusus atau sengaja dirancang atau dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu. 2.Sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang secara tidak khusus atau sengaja dirancang atau dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, tetapi dapat dipilih dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Pusstekkom Depdiknas, 2005. Model Pusat Sumber Belajar. Jakarta : Pusstekkom. Hal : 12-13

ANOTASI KURIKULUM
SUMBER Belajar
AECT Jenis Def. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi

Menurut F. Persifal dan H. Ellington, pusat sumber belajar merupakan bentuk bangunan mulai dari yang sederhana sampai bangunan yang rumit dan lengkap, yang dirancang dan diatur secara khusus dengan tujuan menyimpan, merawat, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi sumber belajar dalam berbagai bentuknya baik secara individual maupun kelompok.

Pusstekkom Depdiknas, 2005. Model Pusat Sumber Belajar. Jakarta : Pusstekkom. Hal : 13

ANOTASI KURIKULUM
SUMBER Belajar
AECT Jenis Def. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi

Fungsi Pusat Sumber Belajar 1.Fungsi Pengembangan Sistem Pembelajaran. 2.Fungsi Pelayanan Media Pembelajaran 3.Fungsi Produksi 4.Fungsi Administrasi 5.Fungsi Pelatihan

Pusstekkom Depdiknas, 2005. Model Pusat Sumber Belajar. Jakarta : Pusstekkom. Hal : 13

Lebih memantapkan pembelajaran. Memungkinkan belajar secara seketika. dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas. yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit. dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya. (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit. dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi http://akhmadsudrajat. sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah. dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis. SUMBER Belajar AECT Jenis Def.ANOTASI KURIKULUM Sumber belajar memiliki fungsi : Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi. dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional.com/ Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (acces : 24 Mei 2010) . Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual. (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis.wordpress.

sulit dan langka. dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa. http://akhmadsudrajat.com/ Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (acces : 24 Mei 2010) . (2) praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit.wordpress. (5) sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar.ANOTASI KURIKULUM SUMBER Belajar AECT Jenis Def. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi Apa kriteria memilih sumber belajar? Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut: (1) ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal. (4) fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan. (3) mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita.

com/ Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (acces : 24 Mei 2010) prosedur merancang sumber belajar AECT . Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi http://akhmadsudrajat.ANOTASI KURIKULUM SUMBER Belajar Jenis Def.wordpress.

berkemah. Di samping itu pemanfaatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke dalam kelas. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berjalan efektif. karyawisata. maka perlu dilakukan perencanaan. http://akhmadsudrajat.ANOTASI KURIKULUM SUMBER Belajar AECT Jenis Def. seperti survey. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi Bagaimana memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar? Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : (1) lingkungan sosial dan (2) lingkungan fisik (alam). seperti : menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di dalam kelas.wordpress.com/ Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (acces : 24 Mei 2010) . praktek lapangan dan sebagainya. Pemanfaatan lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjutnya.

kamera.sumber belajar dapat berbentuk : AECT Jenis Def. studio. grafik yang dirancang untuk pembelajaran. komik. kantor dan sebagainya. simulasi. gambar. motor. relief. transparansi. pemecahan masalah. museum. televisi. aula. perpustakaan. bahan ajar. hikayat. cerita rakyat. percakapan biasa. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi (1)pesan: informasi. dan (6)lingkungan: ruang kelas. dan sebagainya (2)orang: guru. candi.wordpress. VCD/DVD. dan sebagainya. alat listrik. permainan. debat. (5)pendekatan/ metode/ teknik: disikusi. obeng dan sebagainya.com/ Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (acces : 24 Mei 2010) .ANOTASI KURIKULUM SUMBER Belajar Sumber . generator. kebun. pimpinan lembaga. papan tulis. ahli. mobil. dongeng. mesin. arca. sarasehan. diskusi. tokoh karier dan sebagainya. tokoh masyarakat. film. siswa. teman. pasar. talk shaw dan sejenisnya. instruktur. seminar. radio. http://akhmadsudrajat. (4)alat/ perlengkapan: perangkat keras. nara sumber. komputer. (3)bahan: buku. toko. slides.

http://w ww .that assists student learning as defined by provincialor local curricula. and software formats.bced.gov.htm January 28. materials in print.ca/irp/appskill/ asleares. 1999 http://akhmadsudrajat. This includes but is not limited to. Ellington Fungsi Fungsi Memilih Merancang Manfaatkan Bentuk Definisi Sumber belajar dalam website bced didefinisikan sebagai berikut: Learning resources are defined as information.com/ Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa (acces : 24 Mei 2010) .represented and stored in a variety of media and formats.bc.ANOTASI KURIKULUM SUMBER Belajar AECT Jenis Def. video.wordpress. as well as combinations of these formats intended for use by teachers and students.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful