Anda di halaman 1dari 6
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN, NOMOR : KM. 2 TAHUN 2005 TENTANG PENGGUNAAN PITA FREKUENSI 2400 ~ 2483.5 MHZ DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA » MENTERI PERHUBUNGAN, bahwa penggunaan pita frekuensi 2400 - 2483.5 MHz secara harmonis dan tidak saling mengganggu dapat mempermudah dan memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat, bahwa sehubungan dengan hal tersebut butir a di atas, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang penggunaan pita frekuensi 2400 - 2483.5 MHz; Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunixasi (Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3881); Peraturan Pemerintan Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telckomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3980); Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomar 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3981); Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, ‘Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002; Si sl er Rep ee 1 fap meres Marya seer aac Seaman © ep neupton + PERATURAN MENTERI PERKUBLNGAN — TENTANG Fesrtaan eis cepa dcp dan PCa (1) Pea fae 240 24695 se aan uns option 2 a funn 2608-2485 ke cae diuatan ae Sa rand ante prueba een, © Pepnon semen She gin aan (9) Koto th staganany dna dt yt wo metas pants scons er San San fpnapunan tt rarnan (anon) con sad Ses angen (esse! Donia ie bth 8. tice tape Rasen Por ERE) mongol best erga ator, eat Sap sete Sos Pas $e Gain een ara a Feoauaan iste Sc mtn am)