Anda di halaman 1dari 2

Ukhuwah dan Amal Jama’i

Dua kata ini merupakan kata yang saling berkorelasi satu sama lainnya. Bahkan ikatan keduanya sangat
kuat dan saling mempengaruhi. Amal jama’i yang dilakukan tanpa ukhuwah maka akan menjadi pemicu
timbulnya orang-orang yang berguguran. Karena bagaiamanapun seseorang yang berjuang sendirian
akan menghadapi banyak kesulitan di jalan dakwah. Seperti halnya Rasulullah SAW yang memiliki
sahabat-sahabat setia untuk menemani dan saling meneguhkan dalam berdakwah.
Ukhuwah dan amal jama’I adalah kewajiban yang harus dimiliki setiap muslim, karena ini
merupakan basic untuk membangun tatanan masyarakat muslim yang kokoh. Tatanan masyarakat Islam
yang kokoh dimana Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin akan benar- benar terwujud. Kewajiban dalam
beramal jama’I bukan sekedar melaksanakan perintah tetapi juga karena kesadaran akan pentingnya
sebuah pengorganisasian. Seperti yang diketahui organisasi yang rapi lah yang akan menang. Baik yang
dibawa itu benar atau salah. Hak setiap muslim dalam ukhuwah
Dalam ukhuwah ini, rasulullah bersabda: ”Barangsiapa yang bersaudara dengan seseorang
karena Allah, niscaya Allah akan mengangkatnya ke suatu derajat di surga yang tidak bisa diperolehnya
dengan sesuatu dari amalnya.” (HR Muslim)
Muslim satu dengan Muslim yang lain itu ibarat satu tubuh. Jika satu disakiti, maka yang lain
juga akan menderita. Tapi ukhuwah yang benar hanya atas nama Allah SWT
Semangat ukhuwah  yang didasari karena Allah akan menjadi barometer  yang baik untuk
mengukur baik-buruknya suatu hubungan. Ukhuwah dalam Islam memperkuat ikatan antara orang-
orang Muslim dan menjadikan mereka satu bangunan yang kokoh. “Perumpamaan orang-orang yang
beriman dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh; apabila satu
organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasa demam.” (HR Muslim)
Amal Jama’I yang dirasakan saat ini di berjalan lurus dengan kekuatan personal seseorang dalam
kedekatannya dengan Allah SWT. Amal jama’I tidak akan berjalan dengan lancara apabila masing-masing
personal masih bermasalah dengan keadaan dirinya.
Jama'ah adalah sarana yang paling tepat untuk menyederhanakan perbedaanorang-perorang.
Kehebatan dan kecerdasan individu tidak akan pernah mengalahkan kecerdasan dan kehebatan kolektif.
Dari sini, diharapkan timbul kesadaran bahwa tidak ada orang yang dapat melakukan segalanya atau
menjadi segalanya. Mereka yang hebat dan 'jago' harus berkumpul dan bekerjasama untuk sebuah cita-
cita mulia. Kehadiran sebuah jama'ah adalah suatu keniscayaan.
Amal jama'i adalah amal yang dilakukan secara berjama'ah atau yang diatur dalam sebuah
kelembagaan (Tanzhim). Amal jama'i adalah sesuatu yang sangat urgen untuk dipelajari dalam
kehidupan kita karena banyak dalam Al-Qur'an maupun hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
yang menunjukkan keutamaan atau pentingnya amal jama'I tersebut. Demikian pula dengan kenyataan
yang kita lihat di lapangan yang menunjukkan kepada kita tentang pentingnya melakukan amal jama'i,
bahkan banyak diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang secara langsung menunjukan tentang pentingnya hal
tersebut. Dalam masalah jama'i ini banyak kita dapatkan hal-hal yang dilontarkan oleh sebagian manusia
yang tidak ridho dengan amal jama'i tersebut, dan jawabannya adalah Al Waqi' al musyahad yaitu
dengan menyaksikan kenyataan yang kita lihat di Lapangan, jadi syubhat itu dapat dibantah dengan
melihat realitas ummat yang kita lihat di lapangan akan urgensi dari amal jama'i tersebut.
Tujuan utama dari amal jama'i adalah agar kita lebih bersemangat untuk mengumpulkan atau
menyimpulkan visi dalam rangka rsaudaraan dan saling tolong menolong antara yang satu dengan yang
lain diantara kita ummat Islam. Ukhuwah memainkan peranan penting dalam beraktivitas dalam rangka
amal jama’i