Anda di halaman 1dari 7

REVIEW

SEJARAH PROKLAMASI

DAN PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Aan Kristian

Ahmad Ramadan

Ari S

Sugesti Angraeni

Lidia

Sepni tidasari

Rahmat Satrio

Rika Oktaria

Tari Septi A

Yetta Suryani
PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN TERBENTUKNYA

NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Sejak tahun 1943, Jepang mulai mengalami kekalahan kekalahan, banyak wilayah Jepang jatuh
ke tangan Sekutu. Pangkalan militer Jepang di Okinawa dan Iwojima telah bobol dan diduduki
Sekutu,kemudian Kepulauan Saipan dan Mariana pada tahun 1944.

Dalam keadaan terjepit, Jepang berusaha menarik simpati bangsa Indonesia. Pemerintah Jepang
resmi menjanjikan kemerdekaan Indonesia jika Jepang memenangkan peperangan (7 September
1944). Bersamaan dengan itu, bendera Merah-Putih pun boleh berkibar disamping bendera
Jepang, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Janji tersebut kembali diulangi Jepang tanggal 1 Maret 1945, untuk membentuk suatu badan
penyelenggara suatu negara merdeka. Maka dibentuklah BPUPKI tanggal 29 April 1945 dengan
anggota 62 orang, serta diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan Ketua Muda, R.P
Soeroso.

BPUPKI mengadakan dua kali persidangan, yaitu persidangan pertama (29 Mei – 1 Juni 1945)
dan persidangan kedua (10 Juli – 17 Juli 1945). Pada sidang pertama membahas mengenai dasar
Indonesia Merdeka, yang dirangkum oleh Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945, yang dibentuk
dalam lima sila. BPUPKI juga membentuk sebuah panitia yang terdiri dari 8 orang untuk
menggolongkan usul-usul anggota, yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Pada tanggal 22 Juni 1945,
panitia tersebut membahas mengenai hubungan agama dan negara. Setelah itu, dibentuklah
Panitia Sembilan yang beranggotakan Moh. Hatta, Muh. Yamin, Ahmad Soebarjo, A.A
Maramis, Ir. Soekarno, KH. Abdul Kahar Muzakir, KH. Wahid Hasyim, Abikusno
Cokrosuyoso, dan H. Agus Salim. Panitia sembilan bertugas merancang Preambule Hukum
Dasar. Hasil tersebut lebih dikenal sebagai Piagam Jakarta.

Pada sidang kedua BPUPKI menambah 6 orang anggota, menjadi 68 anggota. Tanggak 11 Juli
1945, BPUPKI membentuk tiga buah panitia, Panitia Perancang UUD (Ir. Soekarno), Panitia
Pembela Tanah Air (Abikusno Cokrosuyoso), dan Panitia Keuangan dan Ekonomi (Moh.
Hatta).
Panitia Perancang UUD membentuk sebuah panitia kecil perancang UUD, diketuai oleh
Soepomo. Pada tanggal 14 Juli 1945, Ir. Soekarno melaporkan hasil kerjanya kepada BPUPKI,
yaitu rancangan teks Proklamasi, Pembukaan UUD, dan batang tubuh UUD (15 bab dan 42
pasal, termasuk aturan peralihan dan tambahan).

Pada 7 Agustus 1945, BPUPKI diganti menjadi PPKI, diketuai oleh Ir.Soekarno dan
Moh.Hatta wakilnya. Tugas PPKI adalah melanjutkan tugas BPUPKI dan mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia.

Pada 9 Agustus 1945, Ir.Soekarno, Moh.Hatta dan Radjiman Wedyodingrat diundang


Jenderal Terauchi di Dalat, Vietnam untuk menyampaikan berita kemerdekaan bangsa
Indonesia pada 7 September 1945. Namun,pada 6 dan 9 Agustus 1945, armada Sekutu
menjatuhkan bom di Hiroshima dan Nagasaki sehingga Jepang mempercepat pemberian
kemerdekaan kepada Indonesia menjadi 24 Agustus 1945. Pemboman kota Hiroshima dan
Nagasaki menurunkan moral, keyakinan,serta semangat juang Jepang. Akhirnya, Jepang
menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945.

Berita kekalahan Jepang tersebar luas meskipun Jepang merahasiakannya.Berita tersebut


kemudian diketahui oleh Sutan Syahrir melalui radio BBC. Syahrir kemudian beranggapan
inilah saatnya memerdekakan Indonesia.

Pada 14 Agustus 1945,Soekarno-Hatta tiba di Jakarta.Syahrir mendesak agar Soekarno-Hatta


secepatnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tetapi Soekarno-Hatta tidak menyetujui
usulan Syahrir.

Sementara itu, pada 15 Agustus 1945, golongan muda dibawah pimpinan Chairul Saleh,
mengadakan pertemuan di Gedung Bakteriologi di Jl. Pegangsaan Timur no.13, Jakarta
(sekarang Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia). Hasilnya menyatakan bahwa
kemerdekaan Indonesia tidak dapat bergantung pada bangsa lain. Golongan muda diwakili oleh
Wikana dan Darwis untuk menyatakan pendapat mereka.

Golongan muda menuntut agar proklamasi kemerdekaan dilaksanakan pada 16 Agustus 1945
tetapi Soekarono-Hatta menolak dengan alasan sebagai berikut:
1. Soekarno-Hatta belum mendapat pernyataan resmi tantang kakalahan Jepang.
2. Pasukan Jepang masih bersenjata dan mempunyai tugas untuk mejaga status quo,
keamanan dan ketertiban sebelum Sekutu datang;
3. Soekarno-Hatta akan membicarakan kemerdekaan Indonesia di rapat PPKI pada 16
Agustus 1945.

Perdebatan semakin panas, golongan tua marah dan menyarankan agar golongan muda mencari
orang lain untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa pengamanan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang


dengan cara menyembunyikan kedua tokoh tersebut ke daerah Rengasdengklok, Jawa Barat.

Peristiwa pengamanan tersebut dilakukan pada 16 Agustus 1945, pukul 04.00 WIB.Untuk
menghindari kecurigaan Jepang, orang yang membawa Soekarno-Hatta adalah Shodanco
Singgih, seorang daidan PETA di Jakarta. Alasan pemilihan Rengasdengklok, karena
perhitungan geografis dan militer. Pertama, Rengasdengklok letaknya sangat terpencil, 15 km
dari jalan raya Jakarta-Cirebon. Kedua, di Rengasdengklok terdapat kesatuan PETA bersenjata
yang cukup besar. Ketiga, penguasa dan rakyat di Rengasdengklok umumnya anti-Jepang dan
pro-kemerdekaan. Keempat, Rengasdengklok dapat terawasi dari segala penjuru dan mendapat
dukungan dari pejuang sekitar, misalnya daidan Purwakarta sedia mengawasi gerakan Jepang
dari timur, pasukan PETA di Kedung Gede telah bersiap di sebelah selatan.

Soekarno-Hatta disambut baik oleh Shodanco Subeno dan membicarakan tentang proklamasi
kemerdekaan Indonesia.Setelah itu datang Ahmad Subardjo bersama sekretaris pribadinya
Sudiro pukul 17.30 WIB. Ahmad Subardjo memberitahukan kebenaran Jepang menyerah
kepada Sekutu. Mendengar itu Soekarno-Hatta bersedia memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia.

Pada 16 Agustus 1945 pukul 20.00 WIB,Soekarno-Hatta beserta rombongan berangkat menuju
Jakarta. Sesampainya di Jakarta pukul 23.00 WIB, Soekarno-Hatta langsung mengundang
seluruh anggota PPKI untuk rapat di Hotel Des Indes. Namun, Hotel Des Indes menolak karena
mempunyai aturan tidak melakukan kegiatan apapun setelah pukul 21.00 WIB. Rapat pun
dipindahkan ke rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jl. Imam Bonjol no.1 atau Miyokodori
(Nassau Boulevard).

Perumusan ditulis oleh Soekarno dibantu oleh Ahmad Soebardjo dan Hatta. Pada dasarnya
konsep proklamasi kemerdekaan mengandung dua pokok pikiran. Pertama, pernyataan kemauan
bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri yang tertuang dalam kalimat pertama.
Gagasan ini dari Ahmad Soebardjo. Kedua, pernyataan pengalihan kekuasaan (Transfer of
Soveireignty). Gagasan ini dari Moh. Hatta. Soekarno menyuruh Sayuti Melik mengetik ulang
naskah proklamasi dengan beberapa perubahan seperti, kata ”tempoh” menjadi ”tempo”, kata
”wakil-wakil bangsa Indonesia” menjadi ”atas nama bangsa Indonesia”. Perubahan terakhir pada
penulisan tanggal, ”Djakarta, 17-08-05” menjadi ”Djakarta, hari 17, boelan 8, tahoen 05”.
Tertulis tahun 05 karena pada waktu itu sesuai dengan tahun Jepang, yakni 2605. Pada rapat ini
golongan tua diwakili oleh Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo sedangkan golongan muda
diwakili oleh Sukarni, B.M Diah dan Sudiro.

Persiapan menyambut proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jl.Pegangsaan Timur No.56.


Walikota Jakarta Suwiryo memerintahkan Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang
diperlukan seperti mikrofon alat pengeras suara. Adapun Sudiro memerintahkan S. Suhud
menyiapkan satu tiang bendera. Keamanan dipercayakan pada Shodanco Latief Hendraningrat
dan Abdurrahman.

Menjelang pukul 10.00 WIB, tokoh-tokoh pergerakan nasional telah berdatangan di Jl.
Pegangsaan Timur No.56 , seperti dr. Buntara Martoatmojo, Mr.A.A.Maramis,
Mr.Latuharhary, Abikusno Tjorosujoso, Otto Iskandardinata, Ki Hajar Dewantara, Sam
Ratu Langie, K.H. Mas Mansur, Mr.Sartono, Sayuti Melik, Pandu Kartawiguna,
M.Tabrani, dr.Muwardi dan A.G.Pringgodigdo.
Tepat pukul 10.00 WIB,17 Agustus 1945,yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, Soekarno
didampingi oleh Moh. Hatta membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia,yang isinya
sebagai berikut.

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara


saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta,hari 17,boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta

Setelah pembacaan proklamasi selesai, Latief Hendraningrat dan S. Suhud mengibarkan


bendera Merah Putih. Seluruh rakyat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Upacara
ditutup oleh Walikota Jakarta,Suwiryo.

Berita proklamasi disebarkan melalui media komunikasi, seperti pamflet, radio dan surat kabar.
Pamflet dipasang oleh para pemuda di tempat yang mudah dilihat publik.

Pada 20 Agustus 1945, hampir seluruh surat kabar di Jawa menerbitkan berita proklamasi secara
serempak. Adapun melalui radio oleh kantor berita Antara (Domei). Kepala bagian radio,
Waidan. B. Palenewen menerima teks proklamasi dari Syahruddin. Waidan memerintahkan
F.Wuz supaya menyiarkan berita proklamasi tiga kali yang diulang setiap setengah jam sampai
pukul 16.00 WIB. Akibatnya kantor berita Domei ditutup Jepang pada 20 Agustus 1945.