Anda di halaman 1dari 5

Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel

sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer


ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri. Spektrofotometri
merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar
monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan
menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube.

• Spektrum Elektromagnetik

Cahaya dirambatkan dalam bentuk gelombang transversal. Gelombang- gelombang ini dapat
dicirikan menurut panjang gelombangnya, kecepatan, dan besaran- besaran lain yang dapat
digunakan untuk memberikan gerakan gelombang apa saja.Berbagai satuan digunakan untuk
panjang gelombang, bergantung pada daerah spektrum: untuk radiasi ultraviolet dan cahaya
tampak, satuan angstrom dan nanometer digunakan secara meluas. Sedangkan mikrometer
merupakan suatu yang lazim untuk daerah inframerah. Satuan mikrometer, μm, didefinisikan
sebagai 10-6 m dan satu nanometer, nm, 10-9 m atau 10-7 cm. Satu satuan angstrom (Ǻ) adalah
110-10 m atau 10-8 cm. Jadi 1 nm= 10Ǻ.

• Interaksi Energi Radiasi dengan Molekul-molekul

Teori gelombang (dari) cahaya menjelaskan banyak gejala optis, seperti pemantulan,
pembiasan dan lenturan (difraksi), namun ada hasil-hasil eksperimen seperti efek fotolistrik,
yang paling baik ditafsirkan menurut gagasan bahwa seberkas cahaya adalah aliran paket-
paket energi butiran yang disebut foton. Masing-masing partikel memiliki energi karakteristik
yang dihubungkan dengan frekuensi cahaya oleh persamaan

E = hv

Dimana h adalah tetapan Planck. Cahaya dengan frekuensi tertentu (atau panjang gelombang
tertentu) dikaitkan dengan foton-foton, yang masing-masing memiliki kuantitas energi yang
terpastikan. Kuantitas energi yang dimiliki foton inilah yang menetapkan apakah suatu
spesies molekul tertentu akan menyerap ataukah meneruskan cahaya dengan panjang
gelombang padanannya.

• Spektrofotometri Inframerah

Spektrofotometri ini merupakan alat untuk mendeteksi gugus fungsional, mengidentifikasi


senyawa, dan menganalisis campuran.

Kebanyakan gugus seperti C-H, O-H, C=O, dan CΞN, menimbulkan absorpsi inframerah
yang hanya absorpsi sedikit berubah dari satu ke yang lain molekul bergantung pada
substituent-substituen lain.

• Spektrofotometri Ultraviolet- Cahaya Tampak (UV-VIS)

Spetrum elektronik senyawa dalam fase uap, Semua molekul dapat mengabsorpsi radiasi
dalam daerah UV-tampak karena mereka mengandung elektron yang dapat dieksitasikan ke
tingkat energy yang lebih tinggi. Panjang gelombang dimana absorpsi itu terjadi, bergangtung
pada berapa kuat elektron itu terikat dalam molekul itu. Elektron dalam suatu ikatan kovalen
tunggal terikat dengan kuat, dan diperlukan radiasi berenergi tinggi atau panjang gelombang
pendek, untuk eksitasinya. Misalnya, alkana, yang mengandung hanya ikatan tunggal C-H
dan C-C tak menunjukkan absorpsi diatas 160 nm. Metana menunjukkan suatu puncak pada
122 nm (tabel 14.3) yang ditandai sebagai transisi σ-σ*. Ini berarti bahwa suatu elektron
dalam orbital ikatan (bonding) sigma dieksitasikan ke orbital anti-ikatan (antibonding) sigma.

Spektrofotometri merupakan bagian dari fotometri dan dapat dibedakan dari filter fotometri
sebagai berikut :

1. Daerah jangkauan spektrum

Filter fotometer hanya dapat digunakan untuk mengukur serapan sinar tampak (400-750 nm).
Sedangkan spektrofotometer dapat mengukur serapan di daerah tampak, UV (200-380 nm)
maupun IR (> 750 nm).

2. Sumber sinar

Sesuai dengan daerah jangkauan spektrumnya maka spektrofotometer menggunakan sumber


sinar yang berbeda pada masing-masing daerah (sinar tampak, UV, IR). Sedangkan sumber
sinar filter fotometer hanya untuk daerah tampak.

3. Monokromator

Filter fotometere menggunakan filter sebagai monokrmator. Tetapi pada spektro digunakan
kisi atau prisma yang daya resolusinya lebih baik.

4. Detektor

- Filter fotometer menggunakan detektor fotosel

- Spektrofotometer menggunakan tabung penggandaan foton atau fototube

Komponen utama dari spektrofotometer yaitu :

1. Sumber cahaya

Untuk radisi kontinue :

- Untuk daerah UV dan daerah tampak :

- Lampu wolfram (lampu pijar) menghasilkan spektrum kontiniu pada gelombang 320-
2500 nm.

- Lampu hidrogen atau deutrium (160-375 nm)

- Lampu gas xenon (250-600 nm)

Untuk daerah IR
Ada tiga macam sumber sinar yang dapat digunakan :

- Lampu Nerst,dibuat dari campuran zirkonium oxida (38%) Itrium oxida (38%) dan
erbiumoxida (3%)

- Lampu globar dibuat dari silisium Carbida (SiC).

- Lampu Nkrom terdiri dari pita nikel krom dengan panjang gelombang 0,4 – 20 nm

- Spektrum radiasi garis UV atau tampak :

- Lampu uap (lampu Natrium, Lampu Raksa)

- Lampu katoda cekung/lampu katoda berongga

- Lampu pembawa muatan dan elektroda (elektrodeless dhischarge lamp)

- Laser

2. Pengatur Intensitas

Berfungsi untuk mengatur intensitas sinar yang dihasilkan oleh sumber cahaya agar sinar
yang masuk tetap konstan.

3. Monokromator

Berfungsi untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang
dibutuhkan oleh pengukuran

Macam-macam monokromator :

- Prisma

- kaca untuk daerah sinar tampak

- kuarsa untuk daerah UV

- Rock salt (kristal garam) untuk daerah IR

- Kisi difraksi

Keuntungan menggunakan kisi :

- Dispersi sinar merata

- Dispersi lebih baik dengan ukuran pendispersi yang sama

- Dapat digunakan dalam seluruh jangkauan spektrum

4. Kuvet

Pada pengukuran di daerah sinar tampak digunakan kuvet kaca dan daerah UV digunakan
kuvet kuarsa serta kristal garam untuk daerah IR.
5. Detektor

Fungsinya untuk merubah sinar menjadi energi listrik yang sebanding dengan besaran yang
dapat diukur.

Syarat-syarat ideal sebuah detektor :

- Kepekan yang tinggi

- Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi

- Respon konstan pada berbagai panjang gelombang.

- Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi.

- Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi.

Macam-macam detektor :

- Detektor foto (Photo detector)

- Photocell

- Phototube

- Hantaran foto

- Dioda foto

- Detektor panas

6. Penguat (amplifier)

Berfungsi untuk memperbesar arus yang dihasilkan oleh detektor agar dapat dibaca oleh
indikator.

7. Indikator

Dapat berupa :

- Recorder

- Komputer

Penerapan fotometri

Identifikasi zat-zat kimia

Analisis multi komponen

Preparasi sampel untuk analisis spektrofotometri


Titrasi fotometri

Beri Nilai