Anda di halaman 1dari 17

MODUL 2

KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA

(ilustrasi siswa dan siswi yang memiliki kebiasaan membaca)

Pokok Bahasan:
1. Pengertian membaca Cepat
2. Rumus Menghitung KEM
3. Tingkat Sekolah dan KEM yang Standar.
4. Teknik Meningkatkan KEM
5. Kebiasaan-kebiasaan Buruk dalam Membaca
6. Metode SQ3R

Deskripsi Topik Materi:


Setelah sesi materi ini dilaksanakan, diharapkan para mahasiswa dapat
meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya dalam membaca sehingga hasilnya
kurang optimal. Mahasiswa diharapkan dapat memahami teknik-teknik membaca

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
cepat, karena hal ini sangat berhubungan dengan kepentingan praktis mereka
sebagai insan akademik. Dalam perspektif yang jangka panjang, apapun profesi
yang akan digeluti mahasiswa nantinya pasti tidak akan lepas dengan kegiatan
membaca cepat ini.
Membaca cepat yang digabungkan dengan pemahaman tinggi akan sangat
bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang mencari rujukan-rujukan akademis dari
literatur-literatur ilmiah. Singkat kata kegiatan mahasiswa dalam lingkup akademik
tidak akan bisa dilepaskan dari aktivitas membaca.

1. Pengertian
Kecepatan Efektif Membaca adalah perpaduan antara kecepatan mata (kemampuan
visual) dengan kecepatan pemahaman (kemampuan kogniti) dalam meresposn
suatu bacaan.
Kecepatan Efektif Membaca sangat dibutuhkan dalam praktek lapangan. Maka
siswa, dosen, manajer perusahaan dan ilmuwan lainnya harus mampu menyerap isi
sebuah bacaan secara cepat dan efektif. Kecepatan ini harus dilatih sejak dini agar
kita tidak terbiasa berprilaku membaca secara salah, misalnya : membaca dengan
mulut berkomat-kamit, membaca dengan suara berdengung seperti bebek atau
mendesis seperti ular, membaca dengan bantuan tangan, penggaris atau alat tulis
lainnya, dan sebagainya.

2. Rumus Kecepatan Efektif Membaca


K B
a. × =.......... .Kpm
Wm SI
K B
b. × =.......... ...... Kpm
Wd : 60 SI

K
c. ( 60 ) × B =.......... .... Kpm
Wd SI

Keterangan :
a. K = Jumlah kata yang dibaca
b. Wm = Waktu tempuh baca dalam satuan menit

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
c. Wd = waktu tempuh baca dalam satuan detik
d. B = Skor dari jawaban yang benar
e. SI = Skor ideal/skor maksimal
f. Kpm = Kata permenit

3. Tingkat Sekolah dan KEM yang Standar


a. SD = 80 s.d. 140 Kpm
b. SMP = 140 s.d. 175 Kpm
c. SMTA = 175 s.d. 245 Kpm
d. PT = 245 s.d. 280 Kpm

4. Teknik-teknik untuk Meningkatkan KEM


a. Teknik seleccing (baca pilih)
b. Teknik Skipping (baca lompat)
c. Teknik Skimming (baca )

5. Kebiasaan-Kebiasaan Buruk dalam Membaca


a. Membaca dengan volalisasi (suara nyaring).
b. Membaca dengan gerakan tubuh.
c. Membaca dengan gerakan kepala.
d. Membaca dengan menunjuk baris bacaan dengan jari, pena, atau alat lain.
e. Membaca dengan mengulang-ulang (regresi).
f. Membaca dengan subvokalisasi (melafalkan dalam batin).
g. Membaca kata demi kata.
h. Membaca dengan konsentrasi yang tidak sempurna.
i. Membaca hanya jika perlu/ (insidentil).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
(ilustrasi: Orang yang menerapkan metode membaca cepat SQ3R)

6. Metode SQ3R
A. Pengertian
Bagaimana pengalaman membaca Anda selama ini? Apakah selalu lancer,
mulus, dan tanpa hambatan? Ataukah sebaliknya, sering mengalami hambatan
atau kesulitan dalam memahami buku bacaan maupun bahan bacaan lainnya
yang Anda baca? Bila Anda berada pada kasus yang kedua, sudah bisa
dipastikan bahwa Anda memerlukan waktu lebih lama, misalnya dengan
membacanya lebih dari satu kali, atau mungkin dengan memperlambat
kecepatan membacanya.

Para mahasiswa, memang tidak sedikit orang yang membaca buku atau bacaan
lainnya dengan cara yang kurang efektif, misalnya sekaligus membaca secara
keseluruhan sampai selesai. Mereka beranggapan akan lebih mudah
memahaminya, dan yang jelas terasa akan lebih cepat selesai. Ternyata
anggapan seperti itu keliru, karena dengan berakhirnya membaca, akan berakhir
pula hasil yang dibacanya. Hanya sedikit presentasinya, atau bahkan nol presen
pemahaman yang tersisa. Anda jangan berkecil hati, karena ada kiat untuk

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
menanggulangi kasus semacam itu. Kita bias menerapkan metode membaca
yang sudah lama dikembangkan oleh Prof. Francis P. Robinson, seorang guru
besar psokologi dari The Ohio State University, sejak tahun 1941.

Metode tersebut adalah metode SQ3R. Nurhadi (1989) memberi istilah


‘surtabaku’ (survey, Tanya, baca, katakana ulang). SQ3R merupakan metode
yang sangat baik untuk membaca secara intensif dan rasional. Metode ini lebih
tepat digunakan untuk keperluan studi. Karena metode ini dirancang menurut
jenjang yang memungkinkan siswa untuk belajar sistematis, dan efisien.

Metode SQ3R adalah metode membaca yang mencakup lima langkah kegiatan
yaitu:
1. Survey (penelaahan pendahuluan)
2. Question (bertanya)
3. Read (membaca)
4. Recite (mengutarakan kembali)
5. Review (mengulang kembali)

Para mahasiswa, dalam menggunakan SQ3R langkah pertama yang kita


lakukan sebelum membaca adalah menyurvei bahan bacaan tersebut. Dengan
survey, kita akan memperoleh gambaran umum dari isi bacaan tersebut.
Komponen yang disurvei adalah judul, nama pengarang, penerbit, tahun terbit,
daftar isi, kata pengantar, rangkuman, dan daftar pustaka. Setelah itu, kita mulai
merumuskan beberapa pertanyaan untuk diri kita sendiri. Sebagai penuntun
menemukan jawabannya dari bacaan. Melalui rumusan pertanyaan tersebut,
baru kita memulai membacanya. Untuk mengetahui pengetahuan dan
pemahaman setekah membaca, kita menceritakan atau menguraikan isi bacaan
tersebut. Dan untuk mempertajam daya ingat, kita bias membuat catatan-catatan
kecil.

Para mahasiswa, inilah uraian tentang metode SQ3R. Perlu Anda ketahui bahwa
dalam melaksanakan kegiatan ini Anda sebaiknya menyiapkan alat tulis dan
buku catatan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
B. Manfaat
Secara umum metode SQ3R bermanfaat untuk membantu Anda dalam
menentukan apakah buku/ bacaan yang akan And abaca telah sesuai dengan
keperluan Anda atau tidak. Metode ini juga dapat membuat Anda lebih fleksibel
dalam membaca. Maksudnya, Anda dapat mengatur kecepatan membaca,
karena setiap bagian bacaan, kecepatan membaca yang diperlukan tidaklah
sama. Untuk bagian yang mengandung hal-hal yang sama sekali baru dan
penting, Anda dapat memperlambat kecepatan membacanya. Sebaliknya, bila
sampai pada bagian yang kurang relevan dengan kebutuhan Anda, Anda dapat
meningkatkan kecepatan membacanya.

Manfaat laian yang dapat Anda peroleh adalah system belajar yang sistematis.
Dengan metode yang sistematis ini, Anda dapat mencapai hasil belajar yang
lebih efektif dan efisien. Karena metode yang Anda gunakan tepat, maka hasil
yang Anda peroleh tidak hanya sampai pada jenjang berpikir kognitif, melainkan
juga pada jrnjang pemahaman. Dengan demikian hasil yang kita peroleh akan
lebih lama tersimpan dalam memori kita.

C. Langkah-Langkah
1. Langkah Pertama: Survey (Penelaahan Pendahuluan)
Para mahasiswa, seperti yang telah disinggung di atas bahwa sebelum
memulai kegiatan membaca sebuah buku, kita harus menyisihkan waktu
beberapa menit untuk mengenal lebih dekat anatomi buku tersebut.
Untuk melaksanakannya, Anda tidak perlu membacanya secara rinci.
Anda cukup membuka-buka buku tersebut dan membacanya secara
sekilas serta cepat. Sebagai contoh , apabila Anda perhatikan daftar
pustaka pada sebuah buku, rata-rata jumlahnya begitu banyak. Tentunya
Anda bertanya-tanya bagaimana cara membaca buku rujukan tersebut
yang begitu banyak? Dan berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saudara
mahasiswa, penulis tersebut tidak membacanya halaman per halaman
seperti yang Anda bayangkan, melainkan membaca secara sekilas,
seperti yang sedang Anda pelajari kali ini. Lalu, bagian mana saja yang
harus And abaca dengan sekilas? Bagian tersebut meliputi hal-hal berikut
ini:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
a. Bagian Pendahuluan
Bagian ini terdiri atas: sampul buku luar dan dalam, kata
pengantar, tinjauan buku (kalau ada), daftar isi, dan symbol-
simbol/ singkatan,

Yang pertama harus Anda pergatikan pada sampul luar


tentunya judul buku, nama pengarang, dan penerbit. Pada
sampul dalam, biasanya sama dengan sampul luarnya. Coba
Anda perhatikan, siapa penerbitnya, tahun berapa buku itu
diterbitkan pertama kali? Dan cetakan ke berapa buku tersebut?
Apabila Anda pernah membaca buku lain dari pengarang yang
sama, tentunya Anda sudah mempunyai gambaran bagaimana
gaya kepenulisan pengarang tersebut. Setelah itu Anda dapat
membaca kata pengantarnya. Mengapa? Karena biasanya
seorang pengarang akan mengemukakan tujuan buku tersebut,
gambaran umum isi buku, sasaran pemakainya, sistematika
penulisan, dan petunjuk-petunjuk umum yang perlu Anda
ketahui.

Apabila tidak ada kata pengantar, bacalah dua paragraph


pertama dengan kecepatan tinggi. Dari kata pengantar, Anda
dapat melanjutkan ke daftar isi. Periksalah judul-judul bab dan
subbab yang ada dalam daftar isi tersebut. Berilah tanda pada
bagian yang relevan atau sesuai dengan kebutuhan membaca
Anda. Kemudian kalau ada daftar gambar, table, grafik, peta,
statistic atau illustrasi lainya, periksalah bagian tersebut dengan
sekilas saja. Kemungkinan itu bias mengarahkan pada tujuan
membaca Anda.

Anda tentunya bertanya-tanya, bagaimana kalau yang dibaca


bukan berupa buku, tetapi berupa artikel, atau bahkan hanya
sebuah bab? Nah, untuk hal ini Anda bias membaca sekilas
judul dan subjudulnya. Anda dapat membaca pada paragraph

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
awal atau paragraph akhir, karena biasanya penulis/ pengarang
menuangkan maksud tulisannya pada bagian tersebut.

Bacalah kata pengantar di bawah ini, kemudian jawablah


pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan.

Kata Pengantar

Buku yang sekarang ada di tangan Anda adalah buku keempat


tulisan saya dalam rubric “Inilah Bahasa Indonesia yang Benar”
yang terbit tiap bulan. Kumpulan tulisan yang pertama
diterbitkan oleh PT Gramedia pada tahun 1983 dan pada tahun
1991 sudah mengalami cetak ulang yang ke-9. Buku kedua
diterbitkan pada tahun 1986, dan buku ketiga pada tahun 1989.
Selama tulisan saya masih mengisi rubric bahasa dalam
majalah Intisari, selama itu pula masih akan bertambah buku
seri ini. Selain keempat buku ini, PT Gramedia juga sudah
menerbitkan dua buah buku kumpulan ceramah dan makalah
saya yang diberi judul ‘Cakrawala Bahasa Indonesia jilid I dan II.

Melihat kenyataan bahwa buku-buku saya ini terus mengalami


cetak ulang, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa buku-
buku seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai
buku yang memberikan petunjuk bagaimana seharusnya
bagaimana seharusnya bahasa Indonesia yang baik dan benar
digunakan.

Bahasa Indonesia, bahasa nasional kita ini, masih terus tumbuh.


Karena bermacam-macam pengaruh yang masuk, bermacam
hal dan unsure pula yang bertambah dan berubah. Orang yang
tidak mengikuti perkembangan bahasa Indonesia pastilah akan
ketinggalan. Bermacam-macam masalah kebebasan yang
muncul dalam pemakaiannya baik itu menyangkut kata, frasa,
maupun kalimat. Kata-kata dan istilah-istilah baru, muncul untuk

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
memperkaya perbendaharaan bahasa kita. Kata serapan dan
bahasa asing bahkan bahasa daerah membawa banyak
persoalan karena kesalahan penggunaan atau ejaannya.

Penggunaan bahasa yang tidak didasari oleh pengetahuan yang


baik tentang bahasa itu akan meimbulkan banyak kesalahan.
Dan bila kesalahan-kesalahan itu tersebar karena orang yang
meniru orang lain, terjadilah apa yang kita sebut salah kaprah,
yaitu salah yang sudah menjadi umum. Orang terus
menggunakannya karena tidak tahu bahwa apa yang
digunakannya itu salah. Tulisan-tulisan saya menuju kea rah itu.
Menjelaskan kepada para pemakai bahasa kesalahan umum
yang muncul dalam pemakaian bahasa, sehingga pemakai
bahasa tahu dan mengerti mengapa bentuk itu salah dan
bagaimana yang benar dan yang seharusnya digunakan.

Bahasa yang banyak salah kaprahnya, bukanlah bahasa yang


baik. Hal itu membuktikan bahwa bahasa itu bukanlah bahasa
yang mantap dan kesalahan-kesalahan itu memunculkan
banyak bentuk kecuali karena menyalahi kaidah. Makin banyak
pengecualian dalam suatu bahasa, makin sukarlah bahasa itu
dipelajari terutama oleh orang asing. Bahasa adalah sebuah
system, karena itu dapat dipelajari dengan mudah. Bila system
suatu bahasa tidak mantap karena selalu ada penyimpangan
dari kaidah, maka bahasa itu menjadi bahasa yang sukar
dipelajari.

Setiap orang tentu ingin agar dapat menggunakan bahasa


dengan benar, baik dalam penggunaan secara lisan maupun
tulisan. Lebih-lebih menggunakan bahasa tulis tidaklah demikian
mudah karena bahasa tulis harus tersusun dengan baik dan
harus menggunakan kata-kata yang tepat makna. Dalam
bahasa Inggris, tidak ada intonasi, gerak-gerik, atau mimiek
(pembicara) yang dapat membantu pemahaman dari bahasa

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
yang digunakan sekiranya bentuk atau susunan kata-katanya
kurang teratur. Oleh karena itu, bahasa tulisan harus lebih baik
daripada bahasa lisan. Di samping itu, bahasa tulis harus juga
memperhatikan penggunaan ejaan dan penggunaan tanda-
tanda baca. Kesalahan penggunaan tanda baca dapat
mengaburkan makna kalimat atau mengubah maknanya
sehingga menjadi lain dari yang dimaksud si penulis.

Agar dapat menguasai bahasa dengan baik perlulah perhatian


terus-menerus terhadap bahasa itu. Sebagai orang Indonesia,
Anda dapat merasa bangga bila Anda dapat menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar karena bahasa ini
adalah milik nasional termasuk milik Anda.

Kepada PT Gramedia yang telah sudi menerbitkan buku seri


keempat ini, saya mengucapkan banyak terima kasih. Kalau isi
buku ini berguna bagi Anda, maka jasa itu sebagian adalah
bagian PT Gramedia.

Akhirnya, semua tegur dan sapa yang disampaikan kepada


saya bagi perbaikan buku ini akan saya terima dengan tangan
terbuka. “tak ada gading yang tak retak”, maka buku ini pun tak
luput dari kekurangannya.

Bandung, Desember 1994 J.S. Badudu

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:


1. Buku yang dimaksudkan penulis adalah buku yang ke….
A. kedua
B. ketiga
C. keempat
D. kelima

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
2. Buku yang pertama diterbitkan pada tahun….
A. 1984
B. 1985
C. 1989
D. 1995

3. Anda dapat memutuskan untuk meneruskan membaca


buku tersebut karena Anda memerlukan informasi
tentang….
A. penggunaan bahasa daerah dalam bahasa
Indonesia
B. penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar
C. pengaruh bahasa asing
D. bahasa yang salah kaprah

4. Audien atau sasaran pembaca yang dimaksud penulis


tercermin dalam paragraph….
A. pertama
B. kedua
C. ketiga
D. keempat

5. Penilaian Anda terhadap penulis buku tersebut adalah….


A. seorang penulis yang pasif
B. seorang penulis yang produktif
C. penulis yang menulis tidak sesuai dengan
keahliannya
D. penulis yang akan mengakhiri kariernya

b. Bagian Isi Buku


Bagian nisi memuat inti atau batang tubuh karangan .
Yang perlu Anda perhatikan pada bagian ini yaitu judul dan
subjudul atau topic bahasan, yang kerap ditulis tebal. Pada

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
umumnya subjudul menunjukkan focus yang khusus serta
aspek-aspek yang mengacu pada keseluruhan topic. Secara
umum, bagian isi buku akan menggambarkan urutan dan tata
sajian isi buku. Bagian ini perlu Anda ketahui untuk memperjelas
gambaran Anda terhadap buku yang akan And abaca.

c. Bagian Akhir Buku


Bagian akhir buku memuat kesimpulan, saran, atau
rekomendasi, daftar pustaka, dan indeks (tidak semua buku
menyajikan indeks).

Bacalah kesimpulan dan saran serta rekomendasi sekilas saja,


karena di situ Anda juga bias menggali isi buku, kemudian
telusuri daftar pustakanya. Dari daftar pustaka, Anda
mendapatkan informasi dari sumber lain bila Anda akan
memperdalam pengetahuan Anda tentang isi buku tersebut.
Kemudian dengan memperhatikan indeks, Anda dapat
mengetahui hal-hal penting/ istilah yang ada dalam buku
tersebut.

Para mahasiswa, itulah uraian tentang suevei buku yang sangat


bermanfaat bagi Anda, karena dengan mensurvei buku Anda
akan memperoleh, bahkan mengenal organisasi tulisan dan
kesan umum buku tersebut. Dengan demikian proses
pemahaman Anda terhadap buku tersebut akan lebih lancar.

Setelah Anda melakukan langkah pertama tersebut, Anda dapat


menilainya atau mempertimbangkan apakah buku tersebut ada
relevansinya dengan tujuan membaca dan kebutuhan Anda. Bila
tidak ada, Anda dapat menggantinya dengan buku yang lain,
begitu seterusnya sampai Anda benar-benar menemukan buku
yang cocok dengan kebutuhan Anda. Bila Anda sudah
menemukannya, Anda dapat langsung melangkah ke langkah
yang ke dua, yaitu merumuskan pertanyaan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
2. Langkah Kedua: Question (Merumuskan Pertanyaan)
Anda tentu masih ingat, apa yang telah Anda lakukan pada langkah
pertama di atas, yaitu memberi tanda pada bagian-bagian yang penting.
Urutkan bagian-bagian tersebut berdasarkan tingkat kepentingannya.
Pelajari sebentar bagian-bagian itu, lalu cobalah susun rumusan
pertanyaan-pertanyaannya. Rumusan pertanyaan yang Anda buat
sebaiknya ada yang bersifat umum, dan ada yang bersifat khusus. Untuk
rumusan pertanyaan yang bersifat umum, Anda dapat menggalinya dari
halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan sebagainya.

Sedangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat khusus dapat Anda


peroleh dari bab, atau bagian tertentu dari buku tersebut. Untuk
membantu Anda dalam merumuskan pertanyaan, Anda dapat
menggunakan kata-kata Tanya seperti: apa, siapa, mengapa, bagaimana
perbandingannya, apa sebab dan akibatnya. Rumusan pertanyaan yang
akan Anda susun akan lebih lengkap dan memadai bila menggunakan
berbagai jenjang pemahaman. Misalnya, dari ingatan, pemahaman,
penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Sebagai ilustrasi, perhatikan dan pelajari contoh rumusan pertanyaan


berikut:

Judul Bab yang dibaca: Daya Tahan ubuh


Rumusan pertanyaan:
a. Apa yang dimaksud dengan daya tahan tubuh?
b. Bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh?
c. Mengapa daya tahan tubuh perlu ditingkatkan?
d. Apa manfaat daya tahan tubuh bagi kesehatan?
e. Dan seterusnya, Anda dapat melanjutkannya sendiri.

Rumusan pertanyaan itu sangat bermanfaat. Mengapa? Pertama, Anda


termotivasi untuk segera membaca dan memperoleh informasi dari
bacaan. Kedua, Anda dapat membaca secara cepat dengan perolehan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
informasi yang cukup akurat. Secara cepat, karena Anda tmemiliki focus
dan target informasi yang diperlukan sehingga tidak perlu membaca
semua hal yang tertulis kecuali yang berkaitan dengan kebutuhan Anda.

3. Langkah Ketiga (Read (Membaca)


Pada langkaj ini, Anda mulai melakukan kegiatan membaca. Selama
Anda membaca, pusatkan pikiran untuk mencari jawaban dari rumusan
pertanyaan yang telah Anda susun sebelumnya. Dalam kegiatan ini
bukanberarti Anda harus membaca keseluruhannya. Anda bias bersifat
luwes. Anda bias memilih bagian-bagian yang harus And abaca
seluruhnya, atau perlu sebagian saja, atau bahkan ada bagian yang
harus Anda tinggalkan sama sekali.

Seandainya Anda menemukan bagian yang Anda anggap paling penting,


Anda dapat mengurangi kecepatan membacanya. Begitu pula sebaliknya,
bila menemukan bagian yang tidak perlu dan kurang relevan dengan
tujuan Anda, tingkatkan kecepatan membacanya atau bahkan
melompatinya bilamana dianggap perlu. Apabila sampai pada bagian
grafik, table, atau peta, sebaiknya perlu Anda pahami dengan baik.

Dalam membaca grafik, table, atau peta, cobalah Anda simak petunjuk-
petunjuk berikut:
a. Bacalah petunjuknya, karena sangat bermanfaat untuk
pemahaman selanjutnya.
b. Perhatikan skala yang dipergunakan dalam pembuatan peta
tersebut.
c. Bacalah informasi tentang panjang dan luas peta tersebut.
d. Pahami simbol-simbol yang digunakan dalam peta tersebut,
misalnya symbol gunung, sungai, kota, jalan, dan sebagainya.

Kegiatan membaca ini dapat Anda lakukan dengan cepat, karena Anda
telah dipandu dengan kegiatan pada langkah mensurvei dan menyusun
rumusan pertanyaan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
Setelah selesai langkah membaca ini, tutuplah buku Anda, langkah
berikutnya adalah menceritakan kembali.

4. Langkah Keempat:Recite (Menceritakan Kembali)


Langkah keempat ini Anda awali dengan membaca kembali rumusan
pertanyaan yang telah Anda susun pada langkah kedua. Kemudian
ceritakan kembali jawaban yang Anda peroleh dari langkah ketiga,
dengan bahasa Anda sendiri. Untuk memudahkan pengecekan
kesesuaian antara pertanyaan dan jawaban, tuliskan jawaban tersebut
dalam bentuk catatan di bawah rumusan pertanyaan. Sesuaikah jawaban
yang Anda temukan? Bila belum sesuai, buka kembali bacaannya, dan
ulangi kegiatan langkah ketiga. Begitu setrusnya. Catatan yang
merupakan jawaban dari rumusan pertanyaan, sangat membantu ingatan
Anda dalam memahami isi bacaan. Dengan demikian akan
memperlancar dalam menceritakan kembali. Bila jawaban yang Anda
temukan sudah sesuai dengan rumusan pertanyaan, Anda dapat
mengikuti langkah yang kelima atau yang terakhir, yaitu mengulangi
kembali.

5. Langkah Kelima: Review (Meninjau Kembali)


Pada langkah yang kelima ini, Anda buka kembali buku yang And abaca.
Anda tidak perlu membaca ulang secara keseluruhan, tetapi cukup
melihat-lihat bagian tertentu saja, yang Anda anggap penting, seperti
judul bab, subjudul, gambar, grafik, dan lain-lain. Hal itu perlu Anda
lakukan untuk meyakinkan apakah ada bagian yang terlewat atau tidak,
sebagai pengetesan penguasaan Anda. Karena Anda diharapkan akan
memperoleh penguasaan secara bulat dan menyeluruh, maka setelah
merasa yakin bahwa Anda sudah menguasai isi bacaan tersebut, berarti
selesailah sudah metode SQ3R yang Anda gunakan.

Dengan selesainya kelima langkah tersebut, bagaimana perasaan Anda?


Mudah-mudahan Anda merasa lebih lancer dalam menguasai dan
memahami isi bacaan yang And abaca, sehingga hal itu akan
memperlancar studi Anda secara keseluruhan. Untuk kegiatan membaca

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
berikutnya, pastikan Anda menggunakan metode SQ3R. Selamat
mencoba, semoga berhasil…

7. KEM, Tujuan Membaca, dan Karakteristik Bacaan


Pembaca yang efisien mempunyai kecepatan baca yang fleksibel sesuai
dengan bahan bacaan yang dihadapinya serta tujuan membacanya. Berikut ini
disajikan rincian rata-rata kecepatan baca yang disesuaikan dengan keperluan
baca.
a. Kecepatan 100 kpm atau lebih digunakan pada saat membaca skimming
atau scanning, manakala pembaca hendak mengenal bahan bacaan
yang akan dibaca, mencari jawaban atas pertanyaan tertentu,
mengetahui struktur organisasi bacaan, mencari gagasan pokok,
mendapatkan kesan umum suatu bacaan, dan lain-lain.

b. Kecepatan antara 500-800 kpm (tinggi) digunakan untuk membaca bahan


bacaan yang mudah/ ringan atau yang sudah dikenal, antara lain
membaca novel, cerpen untuk mengetahui jalan ceritanya.

c. Kecepatan antara 350-500 kpm (cepat) digunakan untuk membaca


bacaan yang mudah yang bersifat deskriptif, informative dan bacaan fiksi
yang agak sulit untuk menikmati keindahan sastranya, atau
mengantisipasi akhir cerita.

d. Kecepatan antara 250-350 kpm (rata-rata) digunakan untuk membaca


fiksi yang kompleks guna menganalisis watak tokoh dan jalan cerita atau
bahan-bahan nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan detil informasi,
mencari hubungan atau membuat evaluasi terhadap ide penulisnya.

e. Kecepatan antara 100-125 kpm (lambat) digunakan untuk mempelajari


bacaan yang sukar, bahan bacaan ilmiah yang bersifat teknis, analisis
nilai sastra klasik, memecahkan persoalan yang dirujuk oleh bacaan yang
bersifat instruksional (petunjuk).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA
f. Kecepatan rata-rata di atas hendaknya disertai dengan minimal 70%
pemahaman isi bacaan. Karena kecepatan rata-rata tersebut masih
merupakan kecepatan kasar yang belum menyertakan pemahaman isi
bacaan. Berdasarkan hasil studi para ahli membaca di Amerika,
kecepatan yang memadai untuk siswa tingkat akhir Sekolah Dasar,
kurang lebih 200 kpm, siswa tingkat sekolah lanjutan pertama 200-250
kpm, siswa tingkat sekolah lanjutan atas antara 250-325 kpm. Sedangkat
tingkat mahasiswa antara 325-400 kpm dengan pemahaman isi minimal
70%. Dengan demikian, bila dihitung KPM-nya masing-masing akan
menjadi sebagai berikut:
1. Tingkat SD : 200 X 70% = 140 kpm
2. Tingkat SMTP : 200 X 70% s.d. 250 X 70% =140 – 175 kpm
3. Tingkat SLTA : 250 X 70% s.d. 325 X 70% = 175 – 245 kpm
4. Tingkat PT : 325 X 70% s.d. 400 X 70% = 245 – 280 kpm

TUGAS:
Carilah sebuah artikel yang berhubungan dengan membaca
cepat. Jelaskan pikiran-pikiran pokok dalam artikel tersebut!

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB TIM MKCU


BAHASA INDONESIA