DIAGNOSIS NANDA

Diposkan oleh infokes di 10:29 AM . Label: askep Askep adalah singkatan dari Asuhan Keperawatan, istilah ini sangat familier sekali di kalangan mahasiswa keperawatan dan perawat, karena dalam ilmu keperawatan setiap akan, sedang dan setelah melakukan tindakan keperawatan kepada klien tidak lepas dengan askep, yang menjadi pedoman dalam memberikan pelayan kepada pasien/klien, baik di rumah sakit, di keluarga/ komunitas maupun di rumah. Dibawah ini adalah DIAGNOSA NANDA (2005), yang dipakai dalam acuan membuat diagnosa keperawatan yang merupakan bagian dari asuhan keperawatan / ASKEP. Taxonomy II : Domains, Kelas dan Diagnosis A. Domain I : Promosi Kesehatan Kelas 1 : Kesadaran akan Kesehatan : Rekognisi dari fungsi normal dan kesehatan Kelas 2 : Managemen kesehatan : identifikasi, controlling, performing dan aktifitas yang terintegrasi untuk memelihara sehat dan kesehatan Diagnosa yang berhubungan 1. Manajemen regimen terapi efektif 2. Manajemen regimen terapi tak efektif 3. Manajemen regimen terapi keluarga tak efektif 4. Manajemen regimen terapi komuniti tak efektif 5. Perilaku mencari bantuan kesehatan 6. Pemeliharan kesehatan tak efektif 7. kerusakan pemeliharaan rumah 8. Kesiapan untuk meningkatkan Manajemen regimen terapi 9. Kesiapan untuk meningkatkan nutrisi B. Domain 2 : Nutrisi Aktifitas untuk mengambil, asimilasi dan menggunakan nutrient untuk keseimbangan jaringan, perbaikan jaringan dan memproduksi energi Kelas 1 : Ingesti : mengambil makanan atau nutrient kedalam tubuh Diagnosa yang berhubungan 1. Pola makan infant tak efektif 2. Kerusakan menelan 3. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh 4. Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh 5. Risiko terhadap ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh Kelas 2 : Digesti : aktifitas fisik dan kimia yang mengubah bahan makanan menjadi substansi yang memungkinkan diabsorpsi dan dicerna

Kesulitan tidur 3. Diare 3. Inkontinensia urine fungsional 5. Risiko Inkontinensia urine tak tertahankan 9. Risiko untuk ketidakseimbangan volume cairan 5. Inkontinesia urine total 4. Kesiapan meningkatkan eliminasi urine Kelas 2 : Fungsi Gastrointestinal Diagnosa yang berhubungan 1.Kelas 3 : Absorpsi: kegiatan mengambil nutrisi menuju jaringan tubuh Kelas 4 : Metabolisme : Kelas 5 : Hidrasi : pengambilan dan absorpsi cairan dan elektrolit Diagnosa yang berhubungan 1. Inkontinensia refleks urine 8. Kesiapan untuk meningkatkan keseimbangan cairan C. Gangguan pola tidur 2. Inkontinensia urine tak tertahankan 7. Kerusakan eliminasi urine 2. Inkontinensia usus 2. Risiko untuk kurang volume cairan 3. Domain 4 : Aktifitas dan Istirahat Kelas 1 : Tidur/istirahat Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan pertukaran gas D. Retensi urine 3. Konstipasi dirasakan Kelas 3: Fungsi Integumen/Kulit Kelas 4 : Fungsi Respirasi : proses pertukaran gas dan pengeluaran produk akhir metabolisme Diagnosa yang berhubungan 1. Domain 3: Eliminasi Sekresi dan ekskresi terhadap produk akhir dari tubuh Kelas 1 : Fungsi Urinari Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan tidur . Kurang volume cairan 2. Inkontinensia urine stress 6. Kelebihan volume cairan 4. Risiko untuk konstipasi 5. Konstipasi 4.

Rsiko terhadap aktifitas intoleran 6. Risiko untuk Sindrom disuse 2. Disfungsi respon penyapihan ventilator 7. Pengabaian unilateral Kelas 2 : Orientasi Diagnosa yang berhubungan 1. Domain 5 : Persepsi/Kognisi Kelas 1 : Perhatian Diagnosa yang berhubungan 1. Sindrom kerusakan interpretasi lingkungan 2. Kurang perawatan diri : Makan 4. kardiopulmoner. Kurang perawatan diri : Toileting E. gastrointestinal. bekerja atau menunjukkan suatu kegiatan melawan tahanan Diagnosa yang berhubungan 1. Kurang aktifitas diversional (Hiburan) 8. Perfusi jaringan takefektif (Spesifik : renal. Kelambatan penyembuhan pembedahan 9. Kerusakan kemampuan berpindah 6. Wandering . Kelemahan Kelas 4 : Respon Kardiovaskuler/Pulmoner Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan mobilitas di kursi roda 5. Kurang perawatan diri : Berpakaian/berhias 2. Kerusakan berjalan 7. cerebral. Pola Nafas Takefektif 4. perifer) Kelas 5 : Perawatan Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan Ventilasi Spontan 3. Penurunan Curah Jantung 2. Kerusakan mobilitas di tempat tidur 4.Kelas 2 : Aktifitas/Kegiatan : pergerakan bagian dari tubuh (mobilitas). Kurang perawatan diri : Mandi/hygiene 3. Gangguan bidang energi 2. Perilaku tak berubah Kelas 3 : Keseimbangan Energi : keadaan dinamis antara pemasukan dan kebutuhan Diagnosa yang berhubungan 1. Aktifitas intoleran 5. Kerusakan mobilitas fisik 3.

Gangguan proses fikir Kelas 5 : Komunikasi Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap kesepian 6. taktil) Kelas 4 : Kognisi Diagnosa yang berhubungan 1. Harga diri rendah kronik 2. Risiko terhadap ketidakberdayaan 4. Risiko terhadap harga diri rendah situasional Kelas 3 : Citra Tubuh : pencitraan diri sendiri secara mental Diagnosa yang berhubungan 1. kinestetik. Domain 6 : Persepsi ± Diri : kesadaran akan diri Kelas 1 : Konsep Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan komunikasi F. Ketidakberdayaan 5. Harga diri rendah situasional 3. Kerusakan memori 6. auditory. Gangguan sensori persepsi (spesifikkan : visual. Kebingungan akut 4. Risiko terhadap ketegangan pemberi asuhan 3. Risiko Kerusakan peran sebagai orang tua . Kebingungan kronik 5. Gangguan identitas diri 2. Kerusakan peran orang tua 4. Domain 7 : Hubungan Peran : hubungan positif dan negatif antara individu dan kelompok Kelas 1: Peran Pemberi Asuhan Diagnosa yang berhubungan : 1. Kelemahan 3. Gangguan citra tubuh G. Kerusakan komunikasi verbal 2.Kelas 3 : Sensasi/Persepsi Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan konsep diri Kelas 2 : Harga ± Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Ketegangan pemberi asuhan 2. Kurang pengetahuan (spesifikkan) 2. gustatori. Kesiapan untuk meningkatkan pengetahuan (spesifikkan) 3.

Menyusui terganggu 4. Kesiapan meningkatkan proses keluarga 3. Pola seksualitas tak efektif Kelas 3 : Reproduksi I. Konflik peran orang tua 6. Risiko terhadap kerusakan kedekatan orang tua/anak Kelas 3 : Penampilan Peran Diagnosa yang berhubungan 1. Ketakutan 2. Sindrom trauma perkosaan 4. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi gabungan 6. Hambatan proses keluarga 2. Kerusakan interaksi sosial H.5. Menyusui tak efektif 3. Disfungsi seksual 2. Sindrom post-trauma 7. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi diam 5. Kecemasan 3. Kecemasan akan kematian . Penampilan peran tak efektif 5. Sindrom stres relokasi 2. Risiko terhadap Sindrom stres relokasi 3. Menyusui efektif 2. Disfungsi proses keluarga : alkoholisme 4. Risiko Sindrom post-trauma Kelas 2 : Respon Koping Diagnosa yang berhubungan 1. Domain 9 : Koping/Toleransi Terhadap Stress Kelas 1 : Respon Post-trauma Diagnosa yang berhubungan 1. Domain 8 : Seksualitas Kelas 1 : Identitas Seksual Kelas 2 : Fungsi Seksual Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan peran sebagai orang tua Kelas 2 : Hubungan Keluarga Diagnosa yang berhubungan 1.

Kesiapan untuk meningkatkan koping keluarga 16. Distress spiritual 2. Risiko untuk Disrefleksi otonom 3. Berduka kronik 5. Koping defensif 13. Tidak terpenuhinya (Spesifikkan) 5. Domain 10 : Prinsip Hidup Kelas 1 : Nilai Kelas 2 : Kepercayaan Diagnosa yang berhubungan 1. Disfungsi berduka 8. Kerusakan penilaian 9. Kesiapan untuk meningkatkan beragama K. Berduka antisipasi 7. Risiko untuk distress spiritual 3. Ketidakmampuan koping keluarga 11. Domain 11 : Keamanan/Proteksi : terbebas dari bahaya. Disrefleksi otonom 2. Konflik memutuskan (Spesifikkan) 4. Kesiapan untuk meningkatkan kesehatan spiritual Kelas 3 : Nilai/Kepercayaan/Kesesuaian Tindakan Diagnosa yang berhubungan 1.4. Risiko terhadap disfungsi berduka Kelas 3 : Neurhobehavioural Stress : respon perilaku yang melibatkan fungsi saraf dan otak 1. Mengingkari tak efektif 6. Penurunan kapasitas adaptif intrakranial J. Kesiapan untuk meningkatkan koping (individual) 15. Kesiapan untuk meningkatkan koping komuniti 17. Kelas 1 : Infeksi Diagnosa yang berhubungan 1. Perilaku bayi takteratur 4. Kerusakan Beragama 7. Risiko untuk kerusakan beragama 6. Koping tak efektif 10. kecelakaan fisik atau kerusakan sistem imun. Koping keluarga kompromi 12. Koping komunitas tak efektif 14. Risiko terhadap infeksi . Risiko untuk Perilaku bayi takteratur 5. Kesiapan untuk meningkatkan Keteraturan perilaku bayi 6.

Risiko untuk mencederai diri sendiri 5. Risiko terhadap cedera 3. Bersihan jalan nafas tak efektif 13. Risiko untuk mutilasi diri 2. Kerusakan integritas kulit 7. Kerusakan membran mukosa oral 2. Respon alergi getah 2. Domain 12 : Kenyamanan Kelas 1 : Kenyamanan Fisik Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap alergi getah Kelas 6 : Thermoregulasi Diagnosa yang berhubungan : 1. Risiko kekurangan nafas 11. Nyeri akut . Risiko untuk mencederai orang lain 4. Risiko keracunan Kelas 5 : Proses Defensif Diagnosa yang berhubungan 1. Proteksi tak efektif 15. Risiko bunuh diri Kelas 4 : Bahaya Lingkungan Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap cedera posisi perioperasi 4. Risiko terhadap disfungsi neurovaskular perifer 14. Hipotermi 4. Risiko terhadap sindrom kematian bayi Kelas 3 : Kekerasan Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terjatuh 5.Kelas 2 : Cedera Fisik Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap kerusakan integritas kulit 8. Risiko aspirasi 12. Termoregulasi tak efektif 3. Kerusakan pertumbuhan gigi 10. Kerusakan integritas jaringan 9. Risiko terhadap ketidakseimbangan suhu tubuh 2. Risiko terhadap trauma 6. Hipertermi L. Mutilasi diri 3.

Mual Kelas 2 : Kenyamanan Lingkungan Kelas 3 : Kenyamanan Sosial Diagnosa yang berhubungan 1. saya tentu tahu persis bagaimana teman-teman saya sesama perawat. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 2. dan sekarang mayoritas usianya muda-muda dengan basic DIII Keperawatan dari berbagai macam institusi pendidikan. Domain 13 : Pertumbuhan/Perkembangan Kelas 1 : Pertumbuhan Diagnosa yang berhubungan 1. diagnosa perawatan yang paling pas untuk pasien ini apa?´ .2. Isolasi Sosial M. Kegagalan pertumbuhan dewasa Kelas 2 : Perkembangan Diagnosa yang berhubungan 1.blogspot.html Berkenalan dengan NANDA-I 30 10 2008 Saya orang yang bekerja di institusi pelayanan (rumah sakit). Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 2. Risiko terhadap pertumbuhan tidak proporsional 3. PKC (degree pra SPK) kemudian mereka mengikuti persamaan SPK dan DIII. Setelah seluruh perawat di rumah sakit saya lulusan DIII. keluar keringat dingin. saya tanyakan. Pada suatu saat saya mengisi training dan ceramah kepada temanteman saya. Risiko untuk perkembangan terhambat http://berlli. Termasuk saya adalah jebolan SPK yang kemudian mengikuti DIII dan S1. sudahkah semuanya sepaham terhadap satu saja dari Diagnosa Perawatan? Contoh sederhananya begini. Saya juga mengenal baik teman-teman yang dulu sekolah di PKU. Sebagai orang yang cukup senior di rumah sakit. dari generasi yang sudah usianya di atas 50 tahun sampai di bawah 25 tahun.com/2009/05/diagnosis-nanda. ´Jika pasien mengeluh kesakitan di daerah perut. Nyeri kronik 3.

kita akan tahu. Komentar Beliau.´ Silakan buka buku Nursing Intervention Clasification (NIC). dimulai dari ´memiliki diagnosa sendiri. betapa Diagnosa Keperawatan (NANDA) disejajarkan dengan ICD X (International Clasification Diagnosis X) yaitu daftar Diagnosa Penyakit yang selama ini digunakan oleh dokter sebagai standar diagnosis. Karena kalau kita lihat biografi yang menyusun NANDA. Padahal NANDA-I sudah memperkenalkan kemandirian jauh-jauh hari. ´Gangguan rasa nyaman nyeri´ Si C dari DIII Keperawatan Z menjawab.Si A dari DIII Keperawatan X menjawab. kayaknya juga belum ada Mata Kuliah tentang Diagnosa Keperawatan.´ NANDA-I North American Nursing Diagnosis Assosiation ± International (NANDA-I) menyusun klasifikasi Diagnosa Keperawatan dan selalu memperbaharuinya. ´Apa itu NAK NIK NUK?´ Sebagai seorang ilmuwan. antar dosen pun kondisinya tidak jauh berbeda. Memang menjadi ajaib. karena satu institusi pun kadangkadang antar mahasiswanya tidak memiliki persamaan persepsi tentang Diagnosa Keperawatan terhadap satu kondisi pasien. Atau bisa jadi 14 diagnosa yang berbeda. membela NANDA atau membela PSIK UGM Yogyakarta yang pertama mempopulerkan NANDA. Kunjungi situsnya di www. mungkin akan ada 10 diagnosa keperawatan untuk satu pasien dengan keluhan yang sama. Secara pribadi saya memberikan apresiasi kepada Dr. S1 bahkan mungkin S2 kita.´ Atau saudara kepengin tahu jawaban yang melecehkan? Ada seorang pembicara ketika dilontarkan tentang NANDA. Sehingga suudzon (negative thinking) saya. keluarga dan komunitas terhadap masalah kesehatan / proses kehidupan yang aktual maupun potensial. ´Nyeri´ Bisa dibayangkan. ´Gangguan rasa nyaman´ Si B dari DIII Keperawatan Y menjawab. yang dapat . Beberapa kali dalam seminar dan pelatihan. saya pikir itu sudah ada nilai-nilai ke-Indonesia-an yang masuk. Nursing diagnoses mendeskripsikan respon pasien. Doktor bahkan Profesor dan semuanya RN. NIC. ´Kalau NANDA sudah kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Kok bisa demikian ya? Dan mereka tidak bisa disalahkan. komentarnya begini. jika ada perawat di satu rumah sakit latar pendidikan DIII Keperawatan dari 10 institusi yang berbeda. Saya tidak sedang membela pemikiran saya. Penggunaan diagnosis keperawatan berbasis NANDA dapat membantu penyusunan Standard Nursing Care Plans bagi institusi pelayanan kesehatan terutama rumah sakit. M.App. karena memang sampai hari ini.nanda.Sc yang telah memberikan komentarnya dalam sebuah workshop aplikasi NANDA. Di bangku kuliah dari DIII.org. profesi perawat di Indonesia belum memiliki standar baku tentang Diagnosa Keperawatan (yang lebih lengkap disebut SNL). Nursing diagnoses juga menjadi dasar bagi pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai tujuan (outcome) . ´NANDA tidak sesuai dengan karakter orang Indonesia. Sayapun berani taruhan. daripada kita tidak memiliki konsep. jangankan antar mahasiswa.´ Atau yang lebih halus. Diagnosa Keperawatan belum mendapat tempat di kurikulum pendidikan keperawatan. NIC dan NOC. Ratna Sitorus. ´Ketidaknyamanan´ Si D dari DIII Keperawatan W menjawab. 15 tahun perawat Indonesia memproklamirkan diri menjadi profesi yang mandiri. Saat ini setidaknya lebih dari 160 Diagnosa Keperawatan. siapa mereka? Tidak sedikit yang Master. NOC yang kami adakan akhir 2006. tapi jawaban yang selalu terlontar. mustinya tidak demikian. diagnosa perawatan yang baku masih belum dimiliki. konsep ini saya sampaikan. tapi mari kita berfikir rasional. Kita tidak perlu arogan menerima konsep baru. ´Ruh kita sebenarnya sudah sesuai dengan NANDA.

hostile. apathetic. Inaccurate performance test.118) Definition: Absence or deficiency of cognitive information related to a specific topic Defining Characteristics (signs/symptoms): Verbalization of problem. Ada 13 Domain yang dibuat NANDA-I yaitu : 1. Lack of recall. Peran Hubungan 8. Domain Nutrisi Kelas 1 Ingesti. Kerusakan menelan. Resiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih Kelas 2 Digesti Kelas 3 Absorpsi Kelas 4 Metabolisme . Manajemen rejimen terapeutik tdk efektif 2. Lack of exposure. Eliminasi/Pelepasan 4. defining characteristics (signs/symptoms) dan related/risk factors (etiologies). Keselamatan Proteksi 12. Inappropriate or exaggerated behaviors (e. hysterical. maka hamper sama di mana di sana juga memiliki definisi. Toleransi Koping Stress 10. Setiap nursing diagnosis dari NANDA-I mempunyai definisi. Persepsi Diri 7. Pertumbuhan / Perkembangan Masing-masing Domain memiliki Kelas dan masing-masing Kelas memiliki Kelompok Diagnosa. Inaccurate follow-through of instruction. Kenyamanan 13. Seksualitas 9. diagnosa yang masuk : Pola makan bayi tdk efektif.dipertanggungjawabkan oleh perawat. Persepsi/Kognisi 6. diagnosa yang masuk: Manajemen rejimen terapeutik efektif. Ketidakseimbangan nutrisi :kurang. tanda-gejala dan penyebab. Prinsip Hidup 11. Lack of interest in learning. Unfamiliarity with information resources NANDA-I mengklasifikasikan Diagnosa keperawatan dengan Domain. agitated) Risk/Related Factors (etiology): Cognitive limitation. Information misinterpretation. Kelas dan Diagnosa. 1. Sebagai sebuah contoh : Nursing Diagnosis: ‡ Knowledge Deficit: Medication (p. Aktivitas/Istirahat 5. Nutrisi 3. Ketidak seimbangan nutrisi: lebih. Bila kita asosiasikan dengan Diagnosa Penyakit. Domain Peningkatan Kesehatan Kelas 1 Kesadaran kesehatan Kelas 2 Manajemen kesehatan.g. Beberapa contoh saya tunjukan di bawah. Peningkatan Kesehatan 2.

Resiko kurang volume cairan. diagnosa yang masuk: Kerusakan komunikasi verbal. diagnosa yang masuk : Harga diri rendah kronis. Kerusakan mobilitas fisik. Domain Peran/Hubungan Kelas 1 peran pemberi perawatan Kelas 2 hubungan keluarga Kelas 3 penampilan peran. diagnosa yang masuk: Penurunan curah jantung. Inkontinensia urin fungsional. Risiko konstipasi Kelas 3 Fungsi integumen Kelas 4 Fungsi respiratorik. Kerusakan kemampuan berpindah. Konstipasi. Kelelahan Kelas 4 Respon kardio pulmonal. diagnosa yang masuk: Inkontinensia usus. diagnosa yang masuk : Kurang pengetahuan. diagnosa yang masuk: Gangguan identitas personal. Kesiapan dlm peningkaan tidur Kelas 2 Aktifitas latihan. Harga diri rendah situasional Kelas 3 Gambaran Diri. Kebingunangan kronis Kelas 5 Komunikasi. diagnosa yang masuk: Gangguan citra tubuh 7. Inkontinensia urin reflek Kelas 2 Fungsi gastrointestinal. Kerusakan ventilasi spontan. Pola nafas tdk efektif. Intoleransi aktifitas. Domain Persepsi/Kognisi Kelas 1 Perhatian Kelas 2 Orientasi Kelas 3 Persepsi / sensori. Domain Persepsi Diri Kelas 1 Konsep Diri. Kesiapan dlm peningkatan keseimbangan cairan 3. Kelebihan volume cairan. Retensi urin. Keterlambatan pemulihan pembedahan Kelas 3 Keseimbangan energy. Ketidakberdayaan. diagnosa yang masuk : Gangguan persepsi sensori Kelas 4 Kognisi. diagnosa yang masuk: Gangguan pola tidur.Kelas 5 Hidrasi. Kurang tidur. Inkotinensia urin total. diagnosa yang masuk : Kerusakan eliminasi urin. Diare. Kesiapan dalam peningkatan komunikasi. diagnosa yang masuk : Kurang volume cairan. diagnosa yang masuk : Kerusakan pertukaran gas 4. Risiko intoleransi aktifitas. Risiko ketidakseimbangan volume cairan. Kebingungan akut. Perfusi jaringan tdk efektif Kelas 5 Perawatan diri 5. diagnosa yang masuk : Gangguan lahan energi. diagnosa yang masuk : Risiko sindroma disuse. 6. diagnosa yang masuk : Menyusui tidak efektif . Domain Eliminasi/Pelepasan Kelas 1 Fungsi urinary. Putus asa Kelas 2 Harga Diri. Keruskan mobilitas fisik di tempat tidur. Domain Aktifitas/Istirahat Kelas 1 Istirahat / tidur.

com/2008/10/30/berkenalan-dengan-nanda-i/ . Domain Pertumbuhan/Perkembangan Kelas 1 pertumbuhan Kelas 2 perkembangan Diagnosa-diagnosa Perawatan dari NANDA-I yang ditampilkan di atas adalah diagnosadiagnosa perawatan yang sering kita jumpai/muncul di lapangan.wordpress. terutama rumah sakit. Pola seksualitas tdk efektif 9. diagnosa yang masuk : Nyeri akut. diagnosa yang masuk: Isolasi sosial 13. Terhadap beberapa kelas yang belum ada diagnosanya. http://nursinginformatic. Domain Prinsip Hidup Kelas 1 Nilai Kelas 2 Kepercayaan Kelas 3 Nilai / kepercayaan / kesesuaian diri 11. diagnosa yang masuk: Disfungsi seksual. Nausea Kelas 2 kenyamanan lingkungan Kelas 3 kenyamanan sosial. Kerusakan integritas jaringan. diagnosa yang masuk : Kerusakan membran mukosa oral. artinya penelitian-penelitian masih terus dilakukan. Domain Keselamatan/Perlindungan Kelas 1 infeksi. Hipertermia 12. Termoregulasi tidak efektif. diagnosa yang masuk : Sindroma trauma perkosaan Kelas 2 respon koping. Cemas Kelas 3 stress neurobehavioral 10. Bersihan jalan nafas tidak efektif Kelas 3 kekerasan Kelas 4 lingkungan yang membahayakan Kelas 5 proses bertahan Kelas 6 termoregulasi. Kerusakan integritas kulit. Sementara selebihnya banyak yang muncul di tataran praktek perawatan kesehatan masyarakat.8. Domain Koping/Toleransi terhadap Stress Kelas 1 respon post trauma. diagnosa yang masuk: Takut. Domain Kenyamanan Kelas 1 kenyamanan fisik. Nyeri kronis. NANDA-I menyampaikan dalam catatan kakinya ´tobe develope´. diagnosa yang masuk : Risiko infeksi Kelas 2 cedera fisik. diagnosa yang masuk : Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh. Domain Seksualitas Kelas 1 identitas seksual Kelas 2 fungsi seksual. Risiko cidera.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful