DIAGNOSIS NANDA

Diposkan oleh infokes di 10:29 AM . Label: askep Askep adalah singkatan dari Asuhan Keperawatan, istilah ini sangat familier sekali di kalangan mahasiswa keperawatan dan perawat, karena dalam ilmu keperawatan setiap akan, sedang dan setelah melakukan tindakan keperawatan kepada klien tidak lepas dengan askep, yang menjadi pedoman dalam memberikan pelayan kepada pasien/klien, baik di rumah sakit, di keluarga/ komunitas maupun di rumah. Dibawah ini adalah DIAGNOSA NANDA (2005), yang dipakai dalam acuan membuat diagnosa keperawatan yang merupakan bagian dari asuhan keperawatan / ASKEP. Taxonomy II : Domains, Kelas dan Diagnosis A. Domain I : Promosi Kesehatan Kelas 1 : Kesadaran akan Kesehatan : Rekognisi dari fungsi normal dan kesehatan Kelas 2 : Managemen kesehatan : identifikasi, controlling, performing dan aktifitas yang terintegrasi untuk memelihara sehat dan kesehatan Diagnosa yang berhubungan 1. Manajemen regimen terapi efektif 2. Manajemen regimen terapi tak efektif 3. Manajemen regimen terapi keluarga tak efektif 4. Manajemen regimen terapi komuniti tak efektif 5. Perilaku mencari bantuan kesehatan 6. Pemeliharan kesehatan tak efektif 7. kerusakan pemeliharaan rumah 8. Kesiapan untuk meningkatkan Manajemen regimen terapi 9. Kesiapan untuk meningkatkan nutrisi B. Domain 2 : Nutrisi Aktifitas untuk mengambil, asimilasi dan menggunakan nutrient untuk keseimbangan jaringan, perbaikan jaringan dan memproduksi energi Kelas 1 : Ingesti : mengambil makanan atau nutrient kedalam tubuh Diagnosa yang berhubungan 1. Pola makan infant tak efektif 2. Kerusakan menelan 3. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh 4. Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh 5. Risiko terhadap ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh Kelas 2 : Digesti : aktifitas fisik dan kimia yang mengubah bahan makanan menjadi substansi yang memungkinkan diabsorpsi dan dicerna

Kerusakan eliminasi urine 2. Kesiapan untuk meningkatkan keseimbangan cairan C. Inkontinesia urine total 4. Kesulitan tidur 3. Kelebihan volume cairan 4. Inkontinensia refleks urine 8. Risiko untuk konstipasi 5. Inkontinensia urine stress 6.Kelas 3 : Absorpsi: kegiatan mengambil nutrisi menuju jaringan tubuh Kelas 4 : Metabolisme : Kelas 5 : Hidrasi : pengambilan dan absorpsi cairan dan elektrolit Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko Inkontinensia urine tak tertahankan 9. Retensi urine 3. Kesiapan meningkatkan eliminasi urine Kelas 2 : Fungsi Gastrointestinal Diagnosa yang berhubungan 1. Konstipasi dirasakan Kelas 3: Fungsi Integumen/Kulit Kelas 4 : Fungsi Respirasi : proses pertukaran gas dan pengeluaran produk akhir metabolisme Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan tidur . Risiko untuk kurang volume cairan 3. Domain 3: Eliminasi Sekresi dan ekskresi terhadap produk akhir dari tubuh Kelas 1 : Fungsi Urinari Diagnosa yang berhubungan 1. Inkontinensia urine fungsional 5. Diare 3. Risiko untuk ketidakseimbangan volume cairan 5. Konstipasi 4. Gangguan pola tidur 2. Kerusakan pertukaran gas D. Kurang volume cairan 2. Inkontinensia usus 2. Domain 4 : Aktifitas dan Istirahat Kelas 1 : Tidur/istirahat Diagnosa yang berhubungan 1. Inkontinensia urine tak tertahankan 7.

Disfungsi respon penyapihan ventilator 7. Kurang perawatan diri : Berpakaian/berhias 2. kardiopulmoner. Pengabaian unilateral Kelas 2 : Orientasi Diagnosa yang berhubungan 1. gastrointestinal. Perilaku tak berubah Kelas 3 : Keseimbangan Energi : keadaan dinamis antara pemasukan dan kebutuhan Diagnosa yang berhubungan 1. Kelemahan Kelas 4 : Respon Kardiovaskuler/Pulmoner Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan mobilitas di tempat tidur 4. Kelambatan penyembuhan pembedahan 9. Kerusakan Ventilasi Spontan 3. Kurang aktifitas diversional (Hiburan) 8. Kerusakan kemampuan berpindah 6. Kurang perawatan diri : Toileting E. Rsiko terhadap aktifitas intoleran 6. Kurang perawatan diri : Mandi/hygiene 3. Kerusakan berjalan 7. Kurang perawatan diri : Makan 4. Risiko untuk Sindrom disuse 2.Kelas 2 : Aktifitas/Kegiatan : pergerakan bagian dari tubuh (mobilitas). Domain 5 : Persepsi/Kognisi Kelas 1 : Perhatian Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan mobilitas di kursi roda 5. Perfusi jaringan takefektif (Spesifik : renal. Kerusakan mobilitas fisik 3. cerebral. Penurunan Curah Jantung 2. Aktifitas intoleran 5. perifer) Kelas 5 : Perawatan Diri Diagnosa yang berhubungan 1. bekerja atau menunjukkan suatu kegiatan melawan tahanan Diagnosa yang berhubungan 1. Pola Nafas Takefektif 4. Wandering . Gangguan bidang energi 2. Sindrom kerusakan interpretasi lingkungan 2.

Risiko terhadap ketegangan pemberi asuhan 3. Gangguan sensori persepsi (spesifikkan : visual. Risiko Kerusakan peran sebagai orang tua . Gangguan citra tubuh G. Kesiapan untuk meningkatkan pengetahuan (spesifikkan) 3. Harga diri rendah kronik 2. Ketidakberdayaan 5. Domain 6 : Persepsi ± Diri : kesadaran akan diri Kelas 1 : Konsep Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap ketidakberdayaan 4.Kelas 3 : Sensasi/Persepsi Diagnosa yang berhubungan 1. Kelemahan 3. Harga diri rendah situasional 3. Gangguan proses fikir Kelas 5 : Komunikasi Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan peran orang tua 4. Gangguan identitas diri 2. Domain 7 : Hubungan Peran : hubungan positif dan negatif antara individu dan kelompok Kelas 1: Peran Pemberi Asuhan Diagnosa yang berhubungan : 1. kinestetik. Kebingungan akut 4. Kebingungan kronik 5. Kerusakan komunikasi verbal 2. gustatori. Ketegangan pemberi asuhan 2. taktil) Kelas 4 : Kognisi Diagnosa yang berhubungan 1. auditory. Kesiapan untuk meningkatkan konsep diri Kelas 2 : Harga ± Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan komunikasi F. Kurang pengetahuan (spesifikkan) 2. Risiko terhadap kesepian 6. Kerusakan memori 6. Risiko terhadap harga diri rendah situasional Kelas 3 : Citra Tubuh : pencitraan diri sendiri secara mental Diagnosa yang berhubungan 1.

Kesiapan untuk meningkatkan peran sebagai orang tua Kelas 2 : Hubungan Keluarga Diagnosa yang berhubungan 1. Kecemasan akan kematian . Kesiapan meningkatkan proses keluarga 3. Kecemasan 3. Risiko Sindrom post-trauma Kelas 2 : Respon Koping Diagnosa yang berhubungan 1. Menyusui terganggu 4. Sindrom stres relokasi 2. Menyusui tak efektif 3. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi gabungan 6. Sindrom post-trauma 7. Menyusui efektif 2. Ketakutan 2. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi diam 5. Pola seksualitas tak efektif Kelas 3 : Reproduksi I. Risiko terhadap Sindrom stres relokasi 3. Hambatan proses keluarga 2. Domain 9 : Koping/Toleransi Terhadap Stress Kelas 1 : Respon Post-trauma Diagnosa yang berhubungan 1. Penampilan peran tak efektif 5. Disfungsi proses keluarga : alkoholisme 4. Sindrom trauma perkosaan 4. Risiko terhadap kerusakan kedekatan orang tua/anak Kelas 3 : Penampilan Peran Diagnosa yang berhubungan 1. Disfungsi seksual 2. Domain 8 : Seksualitas Kelas 1 : Identitas Seksual Kelas 2 : Fungsi Seksual Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan interaksi sosial H.5. Konflik peran orang tua 6.

Kesiapan untuk meningkatkan koping (individual) 15. Ketidakmampuan koping keluarga 11. Disfungsi berduka 8. kecelakaan fisik atau kerusakan sistem imun. Risiko untuk kerusakan beragama 6. Konflik memutuskan (Spesifikkan) 4. Berduka antisipasi 7. Koping defensif 13. Tidak terpenuhinya (Spesifikkan) 5. Penurunan kapasitas adaptif intrakranial J. Kesiapan untuk meningkatkan koping keluarga 16. Kesiapan untuk meningkatkan koping komuniti 17. Mengingkari tak efektif 6. Koping tak efektif 10. Kesiapan untuk meningkatkan Keteraturan perilaku bayi 6. Risiko untuk distress spiritual 3. Kerusakan Beragama 7. Koping komunitas tak efektif 14. Domain 11 : Keamanan/Proteksi : terbebas dari bahaya. Risiko untuk Disrefleksi otonom 3. Domain 10 : Prinsip Hidup Kelas 1 : Nilai Kelas 2 : Kepercayaan Diagnosa yang berhubungan 1. Koping keluarga kompromi 12. Perilaku bayi takteratur 4. Berduka kronik 5. Risiko terhadap infeksi . Distress spiritual 2.4. Kerusakan penilaian 9. Kesiapan untuk meningkatkan beragama K. Risiko terhadap disfungsi berduka Kelas 3 : Neurhobehavioural Stress : respon perilaku yang melibatkan fungsi saraf dan otak 1. Kesiapan untuk meningkatkan kesehatan spiritual Kelas 3 : Nilai/Kepercayaan/Kesesuaian Tindakan Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko untuk Perilaku bayi takteratur 5. Kelas 1 : Infeksi Diagnosa yang berhubungan 1. Disrefleksi otonom 2.

Risiko terjatuh 5. Kerusakan integritas jaringan 9. Kerusakan integritas kulit 7. Risiko terhadap cedera 3. Risiko kekurangan nafas 11. Risiko untuk mencederai orang lain 4. Risiko terhadap alergi getah Kelas 6 : Thermoregulasi Diagnosa yang berhubungan : 1. Risiko aspirasi 12. Risiko terhadap disfungsi neurovaskular perifer 14. Nyeri akut . Risiko terhadap sindrom kematian bayi Kelas 3 : Kekerasan Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan pertumbuhan gigi 10. Respon alergi getah 2. Risiko untuk mencederai diri sendiri 5. Bersihan jalan nafas tak efektif 13. Kerusakan membran mukosa oral 2. Risiko terhadap trauma 6. Risiko terhadap ketidakseimbangan suhu tubuh 2. Risiko keracunan Kelas 5 : Proses Defensif Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap cedera posisi perioperasi 4. Proteksi tak efektif 15. Termoregulasi tak efektif 3. Risiko terhadap kerusakan integritas kulit 8. Hipotermi 4. Hipertermi L. Mutilasi diri 3. Risiko untuk mutilasi diri 2. Domain 12 : Kenyamanan Kelas 1 : Kenyamanan Fisik Diagnosa yang berhubungan 1.Kelas 2 : Cedera Fisik Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko bunuh diri Kelas 4 : Bahaya Lingkungan Diagnosa yang berhubungan 1.

dari generasi yang sudah usianya di atas 50 tahun sampai di bawah 25 tahun.com/2009/05/diagnosis-nanda.blogspot. dan sekarang mayoritas usianya muda-muda dengan basic DIII Keperawatan dari berbagai macam institusi pendidikan. Risiko terhadap pertumbuhan tidak proporsional 3. Risiko untuk perkembangan terhambat http://berlli. keluar keringat dingin. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 2. Isolasi Sosial M. Mual Kelas 2 : Kenyamanan Lingkungan Kelas 3 : Kenyamanan Sosial Diagnosa yang berhubungan 1. Sebagai orang yang cukup senior di rumah sakit. saya tentu tahu persis bagaimana teman-teman saya sesama perawat. Termasuk saya adalah jebolan SPK yang kemudian mengikuti DIII dan S1. Nyeri kronik 3. Saya juga mengenal baik teman-teman yang dulu sekolah di PKU. saya tanyakan. diagnosa perawatan yang paling pas untuk pasien ini apa?´ . Kegagalan pertumbuhan dewasa Kelas 2 : Perkembangan Diagnosa yang berhubungan 1. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 2. sudahkah semuanya sepaham terhadap satu saja dari Diagnosa Perawatan? Contoh sederhananya begini.2.html Berkenalan dengan NANDA-I 30 10 2008 Saya orang yang bekerja di institusi pelayanan (rumah sakit). Pada suatu saat saya mengisi training dan ceramah kepada temanteman saya. PKC (degree pra SPK) kemudian mereka mengikuti persamaan SPK dan DIII. Setelah seluruh perawat di rumah sakit saya lulusan DIII. Domain 13 : Pertumbuhan/Perkembangan Kelas 1 : Pertumbuhan Diagnosa yang berhubungan 1. ´Jika pasien mengeluh kesakitan di daerah perut.

yang dapat . Secara pribadi saya memberikan apresiasi kepada Dr. Kita tidak perlu arogan menerima konsep baru.org. kita akan tahu. mungkin akan ada 10 diagnosa keperawatan untuk satu pasien dengan keluhan yang sama. 15 tahun perawat Indonesia memproklamirkan diri menjadi profesi yang mandiri. saya pikir itu sudah ada nilai-nilai ke-Indonesia-an yang masuk. Atau bisa jadi 14 diagnosa yang berbeda.´ NANDA-I North American Nursing Diagnosis Assosiation ± International (NANDA-I) menyusun klasifikasi Diagnosa Keperawatan dan selalu memperbaharuinya. ´NANDA tidak sesuai dengan karakter orang Indonesia. ´Gangguan rasa nyaman nyeri´ Si C dari DIII Keperawatan Z menjawab. konsep ini saya sampaikan. Diagnosa Keperawatan belum mendapat tempat di kurikulum pendidikan keperawatan. Nursing diagnoses mendeskripsikan respon pasien. Memang menjadi ajaib. Padahal NANDA-I sudah memperkenalkan kemandirian jauh-jauh hari. Kok bisa demikian ya? Dan mereka tidak bisa disalahkan. tapi jawaban yang selalu terlontar. Sayapun berani taruhan.Si A dari DIII Keperawatan X menjawab. betapa Diagnosa Keperawatan (NANDA) disejajarkan dengan ICD X (International Clasification Diagnosis X) yaitu daftar Diagnosa Penyakit yang selama ini digunakan oleh dokter sebagai standar diagnosis. ´Nyeri´ Bisa dibayangkan. dimulai dari ´memiliki diagnosa sendiri. Kunjungi situsnya di www. membela NANDA atau membela PSIK UGM Yogyakarta yang pertama mempopulerkan NANDA.´ Atau yang lebih halus.´ Silakan buka buku Nursing Intervention Clasification (NIC).nanda.Sc yang telah memberikan komentarnya dalam sebuah workshop aplikasi NANDA. Nursing diagnoses juga menjadi dasar bagi pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai tujuan (outcome) . ´Apa itu NAK NIK NUK?´ Sebagai seorang ilmuwan. tapi mari kita berfikir rasional. karena satu institusi pun kadangkadang antar mahasiswanya tidak memiliki persamaan persepsi tentang Diagnosa Keperawatan terhadap satu kondisi pasien. NIC. Di bangku kuliah dari DIII. komentarnya begini. antar dosen pun kondisinya tidak jauh berbeda. NIC dan NOC. kayaknya juga belum ada Mata Kuliah tentang Diagnosa Keperawatan. diagnosa perawatan yang baku masih belum dimiliki. Karena kalau kita lihat biografi yang menyusun NANDA. NOC yang kami adakan akhir 2006. Komentar Beliau. karena memang sampai hari ini. Penggunaan diagnosis keperawatan berbasis NANDA dapat membantu penyusunan Standard Nursing Care Plans bagi institusi pelayanan kesehatan terutama rumah sakit. ´Kalau NANDA sudah kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Doktor bahkan Profesor dan semuanya RN. Beberapa kali dalam seminar dan pelatihan. jangankan antar mahasiswa. ´Ketidaknyamanan´ Si D dari DIII Keperawatan W menjawab. profesi perawat di Indonesia belum memiliki standar baku tentang Diagnosa Keperawatan (yang lebih lengkap disebut SNL). M.´ Atau saudara kepengin tahu jawaban yang melecehkan? Ada seorang pembicara ketika dilontarkan tentang NANDA. jika ada perawat di satu rumah sakit latar pendidikan DIII Keperawatan dari 10 institusi yang berbeda. Ratna Sitorus. ´Ruh kita sebenarnya sudah sesuai dengan NANDA. S1 bahkan mungkin S2 kita. mustinya tidak demikian. daripada kita tidak memiliki konsep. Saat ini setidaknya lebih dari 160 Diagnosa Keperawatan.App. Saya tidak sedang membela pemikiran saya. ´Gangguan rasa nyaman´ Si B dari DIII Keperawatan Y menjawab. keluarga dan komunitas terhadap masalah kesehatan / proses kehidupan yang aktual maupun potensial. siapa mereka? Tidak sedikit yang Master. Sehingga suudzon (negative thinking) saya.

Lack of recall. Inaccurate performance test. Inappropriate or exaggerated behaviors (e. Toleransi Koping Stress 10. Persepsi Diri 7. Keselamatan Proteksi 12. tanda-gejala dan penyebab. agitated) Risk/Related Factors (etiology): Cognitive limitation.g. Domain Nutrisi Kelas 1 Ingesti. Ketidakseimbangan nutrisi :kurang. Setiap nursing diagnosis dari NANDA-I mempunyai definisi. Lack of exposure. Pertumbuhan / Perkembangan Masing-masing Domain memiliki Kelas dan masing-masing Kelas memiliki Kelompok Diagnosa. 1. diagnosa yang masuk: Manajemen rejimen terapeutik efektif. apathetic. Persepsi/Kognisi 6. hostile. Bila kita asosiasikan dengan Diagnosa Penyakit. Domain Peningkatan Kesehatan Kelas 1 Kesadaran kesehatan Kelas 2 Manajemen kesehatan. defining characteristics (signs/symptoms) dan related/risk factors (etiologies). Kenyamanan 13. Kelas dan Diagnosa.dipertanggungjawabkan oleh perawat. maka hamper sama di mana di sana juga memiliki definisi. Eliminasi/Pelepasan 4. Ketidak seimbangan nutrisi: lebih. Inaccurate follow-through of instruction. Manajemen rejimen terapeutik tdk efektif 2. hysterical. Ada 13 Domain yang dibuat NANDA-I yaitu : 1. diagnosa yang masuk : Pola makan bayi tdk efektif. Nutrisi 3. Prinsip Hidup 11. Resiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih Kelas 2 Digesti Kelas 3 Absorpsi Kelas 4 Metabolisme . Seksualitas 9.118) Definition: Absence or deficiency of cognitive information related to a specific topic Defining Characteristics (signs/symptoms): Verbalization of problem. Information misinterpretation. Aktivitas/Istirahat 5. Peran Hubungan 8. Peningkatan Kesehatan 2. Unfamiliarity with information resources NANDA-I mengklasifikasikan Diagnosa keperawatan dengan Domain. Sebagai sebuah contoh : Nursing Diagnosis: ‡ Knowledge Deficit: Medication (p. Kerusakan menelan. Lack of interest in learning. Beberapa contoh saya tunjukan di bawah.

diagnosa yang masuk : Kerusakan eliminasi urin. Kelebihan volume cairan. diagnosa yang masuk : Kerusakan pertukaran gas 4. Risiko ketidakseimbangan volume cairan. Harga diri rendah situasional Kelas 3 Gambaran Diri. Inkontinensia urin fungsional. Kesiapan dlm peningkatan keseimbangan cairan 3. Kerusakan mobilitas fisik. Putus asa Kelas 2 Harga Diri. Domain Persepsi/Kognisi Kelas 1 Perhatian Kelas 2 Orientasi Kelas 3 Persepsi / sensori. Diare. Intoleransi aktifitas. Risiko intoleransi aktifitas. Risiko konstipasi Kelas 3 Fungsi integumen Kelas 4 Fungsi respiratorik. Domain Peran/Hubungan Kelas 1 peran pemberi perawatan Kelas 2 hubungan keluarga Kelas 3 penampilan peran. Konstipasi. Resiko kurang volume cairan. 6. Kesiapan dlm peningkaan tidur Kelas 2 Aktifitas latihan. Kerusakan kemampuan berpindah. Retensi urin. Domain Persepsi Diri Kelas 1 Konsep Diri. Kurang tidur. diagnosa yang masuk: Kerusakan komunikasi verbal. diagnosa yang masuk: Gangguan identitas personal. diagnosa yang masuk : Menyusui tidak efektif . Keterlambatan pemulihan pembedahan Kelas 3 Keseimbangan energy. diagnosa yang masuk : Gangguan lahan energi. Domain Aktifitas/Istirahat Kelas 1 Istirahat / tidur. Pola nafas tdk efektif. Keruskan mobilitas fisik di tempat tidur. diagnosa yang masuk: Inkontinensia usus. diagnosa yang masuk : Harga diri rendah kronis.Kelas 5 Hidrasi. Inkontinensia urin reflek Kelas 2 Fungsi gastrointestinal. diagnosa yang masuk : Kurang pengetahuan. diagnosa yang masuk : Kurang volume cairan. Perfusi jaringan tdk efektif Kelas 5 Perawatan diri 5. diagnosa yang masuk: Gangguan pola tidur. diagnosa yang masuk : Gangguan persepsi sensori Kelas 4 Kognisi. Kesiapan dalam peningkatan komunikasi. Kerusakan ventilasi spontan. diagnosa yang masuk: Penurunan curah jantung. Ketidakberdayaan. diagnosa yang masuk : Risiko sindroma disuse. Kebingungan akut. diagnosa yang masuk: Gangguan citra tubuh 7. Kelelahan Kelas 4 Respon kardio pulmonal. Kebingunangan kronis Kelas 5 Komunikasi. Domain Eliminasi/Pelepasan Kelas 1 Fungsi urinary. Inkotinensia urin total.

Domain Keselamatan/Perlindungan Kelas 1 infeksi. Domain Koping/Toleransi terhadap Stress Kelas 1 respon post trauma. diagnosa yang masuk : Risiko infeksi Kelas 2 cedera fisik. Nyeri kronis. Hipertermia 12. http://nursinginformatic.wordpress. Nausea Kelas 2 kenyamanan lingkungan Kelas 3 kenyamanan sosial. Termoregulasi tidak efektif. Kerusakan integritas jaringan. Terhadap beberapa kelas yang belum ada diagnosanya. diagnosa yang masuk: Isolasi sosial 13. Pola seksualitas tdk efektif 9. Kerusakan integritas kulit. Sementara selebihnya banyak yang muncul di tataran praktek perawatan kesehatan masyarakat. Domain Seksualitas Kelas 1 identitas seksual Kelas 2 fungsi seksual. Domain Prinsip Hidup Kelas 1 Nilai Kelas 2 Kepercayaan Kelas 3 Nilai / kepercayaan / kesesuaian diri 11.8. diagnosa yang masuk : Nyeri akut. NANDA-I menyampaikan dalam catatan kakinya ´tobe develope´.com/2008/10/30/berkenalan-dengan-nanda-i/ . diagnosa yang masuk: Takut. Risiko cidera. Cemas Kelas 3 stress neurobehavioral 10. diagnosa yang masuk : Kerusakan membran mukosa oral. diagnosa yang masuk: Disfungsi seksual. Domain Kenyamanan Kelas 1 kenyamanan fisik. diagnosa yang masuk : Sindroma trauma perkosaan Kelas 2 respon koping. artinya penelitian-penelitian masih terus dilakukan. diagnosa yang masuk : Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh. terutama rumah sakit. Bersihan jalan nafas tidak efektif Kelas 3 kekerasan Kelas 4 lingkungan yang membahayakan Kelas 5 proses bertahan Kelas 6 termoregulasi. Domain Pertumbuhan/Perkembangan Kelas 1 pertumbuhan Kelas 2 perkembangan Diagnosa-diagnosa Perawatan dari NANDA-I yang ditampilkan di atas adalah diagnosadiagnosa perawatan yang sering kita jumpai/muncul di lapangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful