DIAGNOSIS NANDA

Diposkan oleh infokes di 10:29 AM . Label: askep Askep adalah singkatan dari Asuhan Keperawatan, istilah ini sangat familier sekali di kalangan mahasiswa keperawatan dan perawat, karena dalam ilmu keperawatan setiap akan, sedang dan setelah melakukan tindakan keperawatan kepada klien tidak lepas dengan askep, yang menjadi pedoman dalam memberikan pelayan kepada pasien/klien, baik di rumah sakit, di keluarga/ komunitas maupun di rumah. Dibawah ini adalah DIAGNOSA NANDA (2005), yang dipakai dalam acuan membuat diagnosa keperawatan yang merupakan bagian dari asuhan keperawatan / ASKEP. Taxonomy II : Domains, Kelas dan Diagnosis A. Domain I : Promosi Kesehatan Kelas 1 : Kesadaran akan Kesehatan : Rekognisi dari fungsi normal dan kesehatan Kelas 2 : Managemen kesehatan : identifikasi, controlling, performing dan aktifitas yang terintegrasi untuk memelihara sehat dan kesehatan Diagnosa yang berhubungan 1. Manajemen regimen terapi efektif 2. Manajemen regimen terapi tak efektif 3. Manajemen regimen terapi keluarga tak efektif 4. Manajemen regimen terapi komuniti tak efektif 5. Perilaku mencari bantuan kesehatan 6. Pemeliharan kesehatan tak efektif 7. kerusakan pemeliharaan rumah 8. Kesiapan untuk meningkatkan Manajemen regimen terapi 9. Kesiapan untuk meningkatkan nutrisi B. Domain 2 : Nutrisi Aktifitas untuk mengambil, asimilasi dan menggunakan nutrient untuk keseimbangan jaringan, perbaikan jaringan dan memproduksi energi Kelas 1 : Ingesti : mengambil makanan atau nutrient kedalam tubuh Diagnosa yang berhubungan 1. Pola makan infant tak efektif 2. Kerusakan menelan 3. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh 4. Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh 5. Risiko terhadap ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh Kelas 2 : Digesti : aktifitas fisik dan kimia yang mengubah bahan makanan menjadi substansi yang memungkinkan diabsorpsi dan dicerna

Konstipasi dirasakan Kelas 3: Fungsi Integumen/Kulit Kelas 4 : Fungsi Respirasi : proses pertukaran gas dan pengeluaran produk akhir metabolisme Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan tidur . Gangguan pola tidur 2. Domain 4 : Aktifitas dan Istirahat Kelas 1 : Tidur/istirahat Diagnosa yang berhubungan 1. Inkontinensia usus 2. Konstipasi 4. Inkontinensia urine stress 6. Risiko untuk konstipasi 5. Kesiapan meningkatkan eliminasi urine Kelas 2 : Fungsi Gastrointestinal Diagnosa yang berhubungan 1. Kelebihan volume cairan 4. Kerusakan pertukaran gas D. Domain 3: Eliminasi Sekresi dan ekskresi terhadap produk akhir dari tubuh Kelas 1 : Fungsi Urinari Diagnosa yang berhubungan 1. Inkontinensia urine tak tertahankan 7. Retensi urine 3. Inkontinensia refleks urine 8. Kesiapan untuk meningkatkan keseimbangan cairan C. Kurang volume cairan 2. Diare 3. Inkontinesia urine total 4. Kerusakan eliminasi urine 2. Risiko untuk kurang volume cairan 3. Risiko untuk ketidakseimbangan volume cairan 5.Kelas 3 : Absorpsi: kegiatan mengambil nutrisi menuju jaringan tubuh Kelas 4 : Metabolisme : Kelas 5 : Hidrasi : pengambilan dan absorpsi cairan dan elektrolit Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko Inkontinensia urine tak tertahankan 9. Kesulitan tidur 3. Inkontinensia urine fungsional 5.

kardiopulmoner. Kurang perawatan diri : Mandi/hygiene 3. Kerusakan berjalan 7. Kurang perawatan diri : Toileting E. Rsiko terhadap aktifitas intoleran 6. Perilaku tak berubah Kelas 3 : Keseimbangan Energi : keadaan dinamis antara pemasukan dan kebutuhan Diagnosa yang berhubungan 1. bekerja atau menunjukkan suatu kegiatan melawan tahanan Diagnosa yang berhubungan 1.Kelas 2 : Aktifitas/Kegiatan : pergerakan bagian dari tubuh (mobilitas). Kerusakan mobilitas fisik 3. Pengabaian unilateral Kelas 2 : Orientasi Diagnosa yang berhubungan 1. perifer) Kelas 5 : Perawatan Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Kurang perawatan diri : Makan 4. Sindrom kerusakan interpretasi lingkungan 2. Penurunan Curah Jantung 2. Domain 5 : Persepsi/Kognisi Kelas 1 : Perhatian Diagnosa yang berhubungan 1. Aktifitas intoleran 5. Kerusakan mobilitas di tempat tidur 4. Kerusakan mobilitas di kursi roda 5. Kelemahan Kelas 4 : Respon Kardiovaskuler/Pulmoner Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan kemampuan berpindah 6. gastrointestinal. Wandering . Risiko untuk Sindrom disuse 2. Kerusakan Ventilasi Spontan 3. Disfungsi respon penyapihan ventilator 7. Kurang perawatan diri : Berpakaian/berhias 2. cerebral. Kurang aktifitas diversional (Hiburan) 8. Pola Nafas Takefektif 4. Perfusi jaringan takefektif (Spesifik : renal. Kelambatan penyembuhan pembedahan 9. Gangguan bidang energi 2.

Risiko terhadap ketegangan pemberi asuhan 3. Kelemahan 3. Risiko terhadap kesepian 6. Harga diri rendah kronik 2. Kesiapan untuk meningkatkan komunikasi F. gustatori. kinestetik.Kelas 3 : Sensasi/Persepsi Diagnosa yang berhubungan 1. Ketidakberdayaan 5. Kesiapan untuk meningkatkan konsep diri Kelas 2 : Harga ± Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan pengetahuan (spesifikkan) 3. Gangguan sensori persepsi (spesifikkan : visual. Gangguan citra tubuh G. Kurang pengetahuan (spesifikkan) 2. Kebingungan kronik 5. Risiko Kerusakan peran sebagai orang tua . Kerusakan memori 6. Kerusakan peran orang tua 4. Risiko terhadap ketidakberdayaan 4. auditory. Gangguan proses fikir Kelas 5 : Komunikasi Diagnosa yang berhubungan 1. Ketegangan pemberi asuhan 2. Gangguan identitas diri 2. Risiko terhadap harga diri rendah situasional Kelas 3 : Citra Tubuh : pencitraan diri sendiri secara mental Diagnosa yang berhubungan 1. Kebingungan akut 4. Harga diri rendah situasional 3. Kerusakan komunikasi verbal 2. Domain 7 : Hubungan Peran : hubungan positif dan negatif antara individu dan kelompok Kelas 1: Peran Pemberi Asuhan Diagnosa yang berhubungan : 1. taktil) Kelas 4 : Kognisi Diagnosa yang berhubungan 1. Domain 6 : Persepsi ± Diri : kesadaran akan diri Kelas 1 : Konsep Diri Diagnosa yang berhubungan 1.

Risiko Sindrom post-trauma Kelas 2 : Respon Koping Diagnosa yang berhubungan 1.5. Ketakutan 2. Kecemasan akan kematian . Menyusui efektif 2. Sindrom trauma perkosaan 4. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi diam 5. Sindrom stres relokasi 2. Menyusui tak efektif 3. Disfungsi proses keluarga : alkoholisme 4. Kecemasan 3. Risiko terhadap kerusakan kedekatan orang tua/anak Kelas 3 : Penampilan Peran Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap Sindrom stres relokasi 3. Kesiapan untuk meningkatkan peran sebagai orang tua Kelas 2 : Hubungan Keluarga Diagnosa yang berhubungan 1. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi gabungan 6. Penampilan peran tak efektif 5. Kesiapan meningkatkan proses keluarga 3. Pola seksualitas tak efektif Kelas 3 : Reproduksi I. Kerusakan interaksi sosial H. Domain 9 : Koping/Toleransi Terhadap Stress Kelas 1 : Respon Post-trauma Diagnosa yang berhubungan 1. Menyusui terganggu 4. Disfungsi seksual 2. Sindrom post-trauma 7. Konflik peran orang tua 6. Domain 8 : Seksualitas Kelas 1 : Identitas Seksual Kelas 2 : Fungsi Seksual Diagnosa yang berhubungan 1. Hambatan proses keluarga 2.

Perilaku bayi takteratur 4. Tidak terpenuhinya (Spesifikkan) 5. Kesiapan untuk meningkatkan koping keluarga 16. Penurunan kapasitas adaptif intrakranial J. Domain 10 : Prinsip Hidup Kelas 1 : Nilai Kelas 2 : Kepercayaan Diagnosa yang berhubungan 1. Mengingkari tak efektif 6.4. Disfungsi berduka 8. Kesiapan untuk meningkatkan kesehatan spiritual Kelas 3 : Nilai/Kepercayaan/Kesesuaian Tindakan Diagnosa yang berhubungan 1. Koping tak efektif 10. Berduka antisipasi 7. Kesiapan untuk meningkatkan Keteraturan perilaku bayi 6. Koping defensif 13. Kesiapan untuk meningkatkan beragama K. Risiko terhadap infeksi . Konflik memutuskan (Spesifikkan) 4. Distress spiritual 2. Kerusakan Beragama 7. Koping komunitas tak efektif 14. Kesiapan untuk meningkatkan koping (individual) 15. Risiko untuk distress spiritual 3. Risiko untuk Disrefleksi otonom 3. Disrefleksi otonom 2. Kelas 1 : Infeksi Diagnosa yang berhubungan 1. Berduka kronik 5. Kesiapan untuk meningkatkan koping komuniti 17. Domain 11 : Keamanan/Proteksi : terbebas dari bahaya. Risiko untuk kerusakan beragama 6. kecelakaan fisik atau kerusakan sistem imun. Ketidakmampuan koping keluarga 11. Risiko untuk Perilaku bayi takteratur 5. Koping keluarga kompromi 12. Kerusakan penilaian 9. Risiko terhadap disfungsi berduka Kelas 3 : Neurhobehavioural Stress : respon perilaku yang melibatkan fungsi saraf dan otak 1.

Bersihan jalan nafas tak efektif 13. Risiko terhadap disfungsi neurovaskular perifer 14. Risiko terhadap sindrom kematian bayi Kelas 3 : Kekerasan Diagnosa yang berhubungan 1. Proteksi tak efektif 15. Risiko terhadap trauma 6. Domain 12 : Kenyamanan Kelas 1 : Kenyamanan Fisik Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan membran mukosa oral 2. Hipotermi 4. Mutilasi diri 3. Kerusakan integritas kulit 7. Risiko terhadap cedera 3. Risiko aspirasi 12. Termoregulasi tak efektif 3. Kerusakan pertumbuhan gigi 10. Risiko terhadap cedera posisi perioperasi 4. Risiko untuk mencederai orang lain 4. Risiko terhadap alergi getah Kelas 6 : Thermoregulasi Diagnosa yang berhubungan : 1. Risiko kekurangan nafas 11. Risiko keracunan Kelas 5 : Proses Defensif Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap ketidakseimbangan suhu tubuh 2. Risiko terhadap kerusakan integritas kulit 8. Risiko bunuh diri Kelas 4 : Bahaya Lingkungan Diagnosa yang berhubungan 1. Respon alergi getah 2.Kelas 2 : Cedera Fisik Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terjatuh 5. Hipertermi L. Nyeri akut . Kerusakan integritas jaringan 9. Risiko untuk mutilasi diri 2. Risiko untuk mencederai diri sendiri 5.

Risiko untuk perkembangan terhambat http://berlli. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 2. diagnosa perawatan yang paling pas untuk pasien ini apa?´ . Mual Kelas 2 : Kenyamanan Lingkungan Kelas 3 : Kenyamanan Sosial Diagnosa yang berhubungan 1. sudahkah semuanya sepaham terhadap satu saja dari Diagnosa Perawatan? Contoh sederhananya begini. Pada suatu saat saya mengisi training dan ceramah kepada temanteman saya. saya tanyakan. Risiko terhadap pertumbuhan tidak proporsional 3. saya tentu tahu persis bagaimana teman-teman saya sesama perawat. Sebagai orang yang cukup senior di rumah sakit. PKC (degree pra SPK) kemudian mereka mengikuti persamaan SPK dan DIII.2. Saya juga mengenal baik teman-teman yang dulu sekolah di PKU. Termasuk saya adalah jebolan SPK yang kemudian mengikuti DIII dan S1. dan sekarang mayoritas usianya muda-muda dengan basic DIII Keperawatan dari berbagai macam institusi pendidikan. Setelah seluruh perawat di rumah sakit saya lulusan DIII. Domain 13 : Pertumbuhan/Perkembangan Kelas 1 : Pertumbuhan Diagnosa yang berhubungan 1. ´Jika pasien mengeluh kesakitan di daerah perut.com/2009/05/diagnosis-nanda. Isolasi Sosial M. Nyeri kronik 3.blogspot. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 2. dari generasi yang sudah usianya di atas 50 tahun sampai di bawah 25 tahun. keluar keringat dingin. Kegagalan pertumbuhan dewasa Kelas 2 : Perkembangan Diagnosa yang berhubungan 1.html Berkenalan dengan NANDA-I 30 10 2008 Saya orang yang bekerja di institusi pelayanan (rumah sakit).

Secara pribadi saya memberikan apresiasi kepada Dr.Si A dari DIII Keperawatan X menjawab. M. Kita tidak perlu arogan menerima konsep baru. konsep ini saya sampaikan. Saat ini setidaknya lebih dari 160 Diagnosa Keperawatan. membela NANDA atau membela PSIK UGM Yogyakarta yang pertama mempopulerkan NANDA. daripada kita tidak memiliki konsep. betapa Diagnosa Keperawatan (NANDA) disejajarkan dengan ICD X (International Clasification Diagnosis X) yaitu daftar Diagnosa Penyakit yang selama ini digunakan oleh dokter sebagai standar diagnosis. Padahal NANDA-I sudah memperkenalkan kemandirian jauh-jauh hari. Memang menjadi ajaib. NIC. Nursing diagnoses juga menjadi dasar bagi pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai tujuan (outcome) . kayaknya juga belum ada Mata Kuliah tentang Diagnosa Keperawatan. jangankan antar mahasiswa. Karena kalau kita lihat biografi yang menyusun NANDA.´ NANDA-I North American Nursing Diagnosis Assosiation ± International (NANDA-I) menyusun klasifikasi Diagnosa Keperawatan dan selalu memperbaharuinya. karena satu institusi pun kadangkadang antar mahasiswanya tidak memiliki persamaan persepsi tentang Diagnosa Keperawatan terhadap satu kondisi pasien. ´Nyeri´ Bisa dibayangkan. ´Gangguan rasa nyaman nyeri´ Si C dari DIII Keperawatan Z menjawab. keluarga dan komunitas terhadap masalah kesehatan / proses kehidupan yang aktual maupun potensial. Atau bisa jadi 14 diagnosa yang berbeda. Kunjungi situsnya di www.Sc yang telah memberikan komentarnya dalam sebuah workshop aplikasi NANDA. komentarnya begini. Kok bisa demikian ya? Dan mereka tidak bisa disalahkan. mungkin akan ada 10 diagnosa keperawatan untuk satu pasien dengan keluhan yang sama. Ratna Sitorus. saya pikir itu sudah ada nilai-nilai ke-Indonesia-an yang masuk. ´Kalau NANDA sudah kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia. ´Apa itu NAK NIK NUK?´ Sebagai seorang ilmuwan.´ Atau yang lebih halus. S1 bahkan mungkin S2 kita. Doktor bahkan Profesor dan semuanya RN. mustinya tidak demikian. NIC dan NOC. Nursing diagnoses mendeskripsikan respon pasien. kita akan tahu.org. Penggunaan diagnosis keperawatan berbasis NANDA dapat membantu penyusunan Standard Nursing Care Plans bagi institusi pelayanan kesehatan terutama rumah sakit.nanda. Sayapun berani taruhan. Saya tidak sedang membela pemikiran saya. karena memang sampai hari ini. tapi mari kita berfikir rasional. ´Gangguan rasa nyaman´ Si B dari DIII Keperawatan Y menjawab. jika ada perawat di satu rumah sakit latar pendidikan DIII Keperawatan dari 10 institusi yang berbeda.App. ´NANDA tidak sesuai dengan karakter orang Indonesia. ´Ruh kita sebenarnya sudah sesuai dengan NANDA.´ Atau saudara kepengin tahu jawaban yang melecehkan? Ada seorang pembicara ketika dilontarkan tentang NANDA. ´Ketidaknyamanan´ Si D dari DIII Keperawatan W menjawab. dimulai dari ´memiliki diagnosa sendiri. tapi jawaban yang selalu terlontar. Di bangku kuliah dari DIII. Sehingga suudzon (negative thinking) saya. Komentar Beliau. Beberapa kali dalam seminar dan pelatihan. yang dapat . NOC yang kami adakan akhir 2006.´ Silakan buka buku Nursing Intervention Clasification (NIC). profesi perawat di Indonesia belum memiliki standar baku tentang Diagnosa Keperawatan (yang lebih lengkap disebut SNL). antar dosen pun kondisinya tidak jauh berbeda. 15 tahun perawat Indonesia memproklamirkan diri menjadi profesi yang mandiri. Diagnosa Keperawatan belum mendapat tempat di kurikulum pendidikan keperawatan. siapa mereka? Tidak sedikit yang Master. diagnosa perawatan yang baku masih belum dimiliki.

Beberapa contoh saya tunjukan di bawah. Information misinterpretation. Manajemen rejimen terapeutik tdk efektif 2. Toleransi Koping Stress 10. Ada 13 Domain yang dibuat NANDA-I yaitu : 1. Sebagai sebuah contoh : Nursing Diagnosis: ‡ Knowledge Deficit: Medication (p. Unfamiliarity with information resources NANDA-I mengklasifikasikan Diagnosa keperawatan dengan Domain. apathetic. Eliminasi/Pelepasan 4. hostile. diagnosa yang masuk: Manajemen rejimen terapeutik efektif. Inaccurate performance test. Ketidakseimbangan nutrisi :kurang. tanda-gejala dan penyebab.g. Bila kita asosiasikan dengan Diagnosa Penyakit. Kenyamanan 13. Pertumbuhan / Perkembangan Masing-masing Domain memiliki Kelas dan masing-masing Kelas memiliki Kelompok Diagnosa. Setiap nursing diagnosis dari NANDA-I mempunyai definisi. agitated) Risk/Related Factors (etiology): Cognitive limitation. Domain Nutrisi Kelas 1 Ingesti. maka hamper sama di mana di sana juga memiliki definisi. Persepsi/Kognisi 6. defining characteristics (signs/symptoms) dan related/risk factors (etiologies). Prinsip Hidup 11. Lack of exposure. Inaccurate follow-through of instruction. hysterical. Lack of interest in learning. Persepsi Diri 7.dipertanggungjawabkan oleh perawat. 1. Keselamatan Proteksi 12. Kelas dan Diagnosa. Aktivitas/Istirahat 5. Lack of recall.118) Definition: Absence or deficiency of cognitive information related to a specific topic Defining Characteristics (signs/symptoms): Verbalization of problem. diagnosa yang masuk : Pola makan bayi tdk efektif. Peran Hubungan 8. Resiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih Kelas 2 Digesti Kelas 3 Absorpsi Kelas 4 Metabolisme . Kerusakan menelan. Peningkatan Kesehatan 2. Nutrisi 3. Seksualitas 9. Ketidak seimbangan nutrisi: lebih. Inappropriate or exaggerated behaviors (e. Domain Peningkatan Kesehatan Kelas 1 Kesadaran kesehatan Kelas 2 Manajemen kesehatan.

Risiko konstipasi Kelas 3 Fungsi integumen Kelas 4 Fungsi respiratorik. diagnosa yang masuk : Harga diri rendah kronis. diagnosa yang masuk : Risiko sindroma disuse.Kelas 5 Hidrasi. Kerusakan kemampuan berpindah. Harga diri rendah situasional Kelas 3 Gambaran Diri. diagnosa yang masuk : Gangguan persepsi sensori Kelas 4 Kognisi. Risiko ketidakseimbangan volume cairan. Kebingungan akut. Konstipasi. Domain Persepsi Diri Kelas 1 Konsep Diri. Inkontinensia urin reflek Kelas 2 Fungsi gastrointestinal. Inkontinensia urin fungsional. Kesiapan dalam peningkatan komunikasi. Intoleransi aktifitas. Kesiapan dlm peningkatan keseimbangan cairan 3. diagnosa yang masuk: Gangguan citra tubuh 7. Kelebihan volume cairan. Inkotinensia urin total. Kesiapan dlm peningkaan tidur Kelas 2 Aktifitas latihan. diagnosa yang masuk : Kerusakan eliminasi urin. Putus asa Kelas 2 Harga Diri. Resiko kurang volume cairan. diagnosa yang masuk : Kurang pengetahuan. Perfusi jaringan tdk efektif Kelas 5 Perawatan diri 5. diagnosa yang masuk: Gangguan pola tidur. diagnosa yang masuk: Gangguan identitas personal. Keterlambatan pemulihan pembedahan Kelas 3 Keseimbangan energy. Domain Eliminasi/Pelepasan Kelas 1 Fungsi urinary. diagnosa yang masuk: Penurunan curah jantung. Risiko intoleransi aktifitas. diagnosa yang masuk: Kerusakan komunikasi verbal. diagnosa yang masuk: Inkontinensia usus. Diare. Kurang tidur. diagnosa yang masuk : Menyusui tidak efektif . diagnosa yang masuk : Kurang volume cairan. Domain Peran/Hubungan Kelas 1 peran pemberi perawatan Kelas 2 hubungan keluarga Kelas 3 penampilan peran. Kelelahan Kelas 4 Respon kardio pulmonal. Pola nafas tdk efektif. Kebingunangan kronis Kelas 5 Komunikasi. Ketidakberdayaan. Domain Aktifitas/Istirahat Kelas 1 Istirahat / tidur. Kerusakan ventilasi spontan. diagnosa yang masuk : Gangguan lahan energi. Kerusakan mobilitas fisik. Domain Persepsi/Kognisi Kelas 1 Perhatian Kelas 2 Orientasi Kelas 3 Persepsi / sensori. Keruskan mobilitas fisik di tempat tidur. Retensi urin. diagnosa yang masuk : Kerusakan pertukaran gas 4. 6.

Sementara selebihnya banyak yang muncul di tataran praktek perawatan kesehatan masyarakat.com/2008/10/30/berkenalan-dengan-nanda-i/ . artinya penelitian-penelitian masih terus dilakukan. Hipertermia 12. Domain Pertumbuhan/Perkembangan Kelas 1 pertumbuhan Kelas 2 perkembangan Diagnosa-diagnosa Perawatan dari NANDA-I yang ditampilkan di atas adalah diagnosadiagnosa perawatan yang sering kita jumpai/muncul di lapangan. Termoregulasi tidak efektif. Risiko cidera. Terhadap beberapa kelas yang belum ada diagnosanya. Pola seksualitas tdk efektif 9.8. diagnosa yang masuk : Kerusakan membran mukosa oral. Domain Seksualitas Kelas 1 identitas seksual Kelas 2 fungsi seksual. Domain Kenyamanan Kelas 1 kenyamanan fisik. NANDA-I menyampaikan dalam catatan kakinya ´tobe develope´. diagnosa yang masuk : Risiko infeksi Kelas 2 cedera fisik. Nausea Kelas 2 kenyamanan lingkungan Kelas 3 kenyamanan sosial. diagnosa yang masuk: Disfungsi seksual. Bersihan jalan nafas tidak efektif Kelas 3 kekerasan Kelas 4 lingkungan yang membahayakan Kelas 5 proses bertahan Kelas 6 termoregulasi. Domain Prinsip Hidup Kelas 1 Nilai Kelas 2 Kepercayaan Kelas 3 Nilai / kepercayaan / kesesuaian diri 11. terutama rumah sakit. Domain Koping/Toleransi terhadap Stress Kelas 1 respon post trauma. Domain Keselamatan/Perlindungan Kelas 1 infeksi. diagnosa yang masuk : Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh. diagnosa yang masuk: Takut. http://nursinginformatic. diagnosa yang masuk : Nyeri akut. Cemas Kelas 3 stress neurobehavioral 10. diagnosa yang masuk: Isolasi sosial 13. Kerusakan integritas kulit. Nyeri kronis. diagnosa yang masuk : Sindroma trauma perkosaan Kelas 2 respon koping.wordpress. Kerusakan integritas jaringan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful