DIAGNOSIS NANDA

Diposkan oleh infokes di 10:29 AM . Label: askep Askep adalah singkatan dari Asuhan Keperawatan, istilah ini sangat familier sekali di kalangan mahasiswa keperawatan dan perawat, karena dalam ilmu keperawatan setiap akan, sedang dan setelah melakukan tindakan keperawatan kepada klien tidak lepas dengan askep, yang menjadi pedoman dalam memberikan pelayan kepada pasien/klien, baik di rumah sakit, di keluarga/ komunitas maupun di rumah. Dibawah ini adalah DIAGNOSA NANDA (2005), yang dipakai dalam acuan membuat diagnosa keperawatan yang merupakan bagian dari asuhan keperawatan / ASKEP. Taxonomy II : Domains, Kelas dan Diagnosis A. Domain I : Promosi Kesehatan Kelas 1 : Kesadaran akan Kesehatan : Rekognisi dari fungsi normal dan kesehatan Kelas 2 : Managemen kesehatan : identifikasi, controlling, performing dan aktifitas yang terintegrasi untuk memelihara sehat dan kesehatan Diagnosa yang berhubungan 1. Manajemen regimen terapi efektif 2. Manajemen regimen terapi tak efektif 3. Manajemen regimen terapi keluarga tak efektif 4. Manajemen regimen terapi komuniti tak efektif 5. Perilaku mencari bantuan kesehatan 6. Pemeliharan kesehatan tak efektif 7. kerusakan pemeliharaan rumah 8. Kesiapan untuk meningkatkan Manajemen regimen terapi 9. Kesiapan untuk meningkatkan nutrisi B. Domain 2 : Nutrisi Aktifitas untuk mengambil, asimilasi dan menggunakan nutrient untuk keseimbangan jaringan, perbaikan jaringan dan memproduksi energi Kelas 1 : Ingesti : mengambil makanan atau nutrient kedalam tubuh Diagnosa yang berhubungan 1. Pola makan infant tak efektif 2. Kerusakan menelan 3. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh 4. Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh 5. Risiko terhadap ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh Kelas 2 : Digesti : aktifitas fisik dan kimia yang mengubah bahan makanan menjadi substansi yang memungkinkan diabsorpsi dan dicerna

Kelas 3 : Absorpsi: kegiatan mengambil nutrisi menuju jaringan tubuh Kelas 4 : Metabolisme : Kelas 5 : Hidrasi : pengambilan dan absorpsi cairan dan elektrolit Diagnosa yang berhubungan 1. Inkontinensia urine stress 6. Risiko untuk ketidakseimbangan volume cairan 5. Kerusakan eliminasi urine 2. Kesiapan untuk meningkatkan keseimbangan cairan C. Domain 4 : Aktifitas dan Istirahat Kelas 1 : Tidur/istirahat Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan tidur . Inkontinensia urine tak tertahankan 7. Risiko untuk konstipasi 5. Kesiapan meningkatkan eliminasi urine Kelas 2 : Fungsi Gastrointestinal Diagnosa yang berhubungan 1. Retensi urine 3. Inkontinensia usus 2. Risiko untuk kurang volume cairan 3. Konstipasi dirasakan Kelas 3: Fungsi Integumen/Kulit Kelas 4 : Fungsi Respirasi : proses pertukaran gas dan pengeluaran produk akhir metabolisme Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko Inkontinensia urine tak tertahankan 9. Domain 3: Eliminasi Sekresi dan ekskresi terhadap produk akhir dari tubuh Kelas 1 : Fungsi Urinari Diagnosa yang berhubungan 1. Kesulitan tidur 3. Kurang volume cairan 2. Kelebihan volume cairan 4. Inkontinesia urine total 4. Gangguan pola tidur 2. Kerusakan pertukaran gas D. Inkontinensia refleks urine 8. Inkontinensia urine fungsional 5. Diare 3. Konstipasi 4.

Pola Nafas Takefektif 4. Penurunan Curah Jantung 2. Wandering . kardiopulmoner. Kurang perawatan diri : Makan 4.Kelas 2 : Aktifitas/Kegiatan : pergerakan bagian dari tubuh (mobilitas). gastrointestinal. Aktifitas intoleran 5. Perfusi jaringan takefektif (Spesifik : renal. Kerusakan mobilitas di kursi roda 5. Kerusakan mobilitas fisik 3. Kerusakan Ventilasi Spontan 3. Kerusakan berjalan 7. Kurang perawatan diri : Mandi/hygiene 3. Kurang perawatan diri : Toileting E. Gangguan bidang energi 2. Kelemahan Kelas 4 : Respon Kardiovaskuler/Pulmoner Diagnosa yang berhubungan 1. Perilaku tak berubah Kelas 3 : Keseimbangan Energi : keadaan dinamis antara pemasukan dan kebutuhan Diagnosa yang berhubungan 1. Kurang perawatan diri : Berpakaian/berhias 2. bekerja atau menunjukkan suatu kegiatan melawan tahanan Diagnosa yang berhubungan 1. Rsiko terhadap aktifitas intoleran 6. perifer) Kelas 5 : Perawatan Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan kemampuan berpindah 6. Kurang aktifitas diversional (Hiburan) 8. Disfungsi respon penyapihan ventilator 7. Kelambatan penyembuhan pembedahan 9. Sindrom kerusakan interpretasi lingkungan 2. cerebral. Kerusakan mobilitas di tempat tidur 4. Pengabaian unilateral Kelas 2 : Orientasi Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko untuk Sindrom disuse 2. Domain 5 : Persepsi/Kognisi Kelas 1 : Perhatian Diagnosa yang berhubungan 1.

Risiko Kerusakan peran sebagai orang tua . Harga diri rendah kronik 2. Domain 7 : Hubungan Peran : hubungan positif dan negatif antara individu dan kelompok Kelas 1: Peran Pemberi Asuhan Diagnosa yang berhubungan : 1. Ketidakberdayaan 5.Kelas 3 : Sensasi/Persepsi Diagnosa yang berhubungan 1. taktil) Kelas 4 : Kognisi Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan untuk meningkatkan komunikasi F. Risiko terhadap harga diri rendah situasional Kelas 3 : Citra Tubuh : pencitraan diri sendiri secara mental Diagnosa yang berhubungan 1. Gangguan proses fikir Kelas 5 : Komunikasi Diagnosa yang berhubungan 1. kinestetik. Kerusakan komunikasi verbal 2. Kelemahan 3. Harga diri rendah situasional 3. Kesiapan untuk meningkatkan konsep diri Kelas 2 : Harga ± Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Kebingungan akut 4. Kesiapan untuk meningkatkan pengetahuan (spesifikkan) 3. Gangguan sensori persepsi (spesifikkan : visual. Risiko terhadap ketidakberdayaan 4. Ketegangan pemberi asuhan 2. Domain 6 : Persepsi ± Diri : kesadaran akan diri Kelas 1 : Konsep Diri Diagnosa yang berhubungan 1. Gangguan citra tubuh G. gustatori. Kurang pengetahuan (spesifikkan) 2. Risiko terhadap kesepian 6. Gangguan identitas diri 2. auditory. Risiko terhadap ketegangan pemberi asuhan 3. Kerusakan peran orang tua 4. Kebingungan kronik 5. Kerusakan memori 6.

Kecemasan akan kematian . Domain 9 : Koping/Toleransi Terhadap Stress Kelas 1 : Respon Post-trauma Diagnosa yang berhubungan 1. Kesiapan meningkatkan proses keluarga 3. Menyusui efektif 2. Kerusakan interaksi sosial H. Konflik peran orang tua 6. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi diam 5. Domain 8 : Seksualitas Kelas 1 : Identitas Seksual Kelas 2 : Fungsi Seksual Diagnosa yang berhubungan 1. Penampilan peran tak efektif 5. Ketakutan 2. Disfungsi proses keluarga : alkoholisme 4. Sindrom stres relokasi 2. Pola seksualitas tak efektif Kelas 3 : Reproduksi I. Risiko Sindrom post-trauma Kelas 2 : Respon Koping Diagnosa yang berhubungan 1. Disfungsi seksual 2. Kecemasan 3. Menyusui terganggu 4. Menyusui tak efektif 3. Sindrom trauma perkosaan 4.5. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi gabungan 6. Sindrom post-trauma 7. Risiko terhadap Sindrom stres relokasi 3. Kesiapan untuk meningkatkan peran sebagai orang tua Kelas 2 : Hubungan Keluarga Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap kerusakan kedekatan orang tua/anak Kelas 3 : Penampilan Peran Diagnosa yang berhubungan 1. Hambatan proses keluarga 2.

Berduka kronik 5. Konflik memutuskan (Spesifikkan) 4. Penurunan kapasitas adaptif intrakranial J. Distress spiritual 2. Risiko untuk kerusakan beragama 6. Kerusakan penilaian 9. Kesiapan untuk meningkatkan beragama K. Disrefleksi otonom 2. Kesiapan untuk meningkatkan kesehatan spiritual Kelas 3 : Nilai/Kepercayaan/Kesesuaian Tindakan Diagnosa yang berhubungan 1. Disfungsi berduka 8. Koping tak efektif 10. Kelas 1 : Infeksi Diagnosa yang berhubungan 1. Mengingkari tak efektif 6. Kesiapan untuk meningkatkan Keteraturan perilaku bayi 6. Risiko terhadap disfungsi berduka Kelas 3 : Neurhobehavioural Stress : respon perilaku yang melibatkan fungsi saraf dan otak 1. Kesiapan untuk meningkatkan koping (individual) 15. Ketidakmampuan koping keluarga 11. Risiko terhadap infeksi . Tidak terpenuhinya (Spesifikkan) 5. Koping defensif 13. Risiko untuk distress spiritual 3. Risiko untuk Perilaku bayi takteratur 5. Risiko untuk Disrefleksi otonom 3.4. Perilaku bayi takteratur 4. Kesiapan untuk meningkatkan koping komuniti 17. Kesiapan untuk meningkatkan koping keluarga 16. kecelakaan fisik atau kerusakan sistem imun. Kerusakan Beragama 7. Koping keluarga kompromi 12. Domain 10 : Prinsip Hidup Kelas 1 : Nilai Kelas 2 : Kepercayaan Diagnosa yang berhubungan 1. Berduka antisipasi 7. Domain 11 : Keamanan/Proteksi : terbebas dari bahaya. Koping komunitas tak efektif 14.

Risiko terhadap disfungsi neurovaskular perifer 14. Hipotermi 4. Termoregulasi tak efektif 3. Risiko terhadap trauma 6.Kelas 2 : Cedera Fisik Diagnosa yang berhubungan 1. Nyeri akut . Kerusakan membran mukosa oral 2. Risiko terhadap sindrom kematian bayi Kelas 3 : Kekerasan Diagnosa yang berhubungan 1. Kerusakan pertumbuhan gigi 10. Mutilasi diri 3. Risiko terhadap cedera 3. Risiko terhadap alergi getah Kelas 6 : Thermoregulasi Diagnosa yang berhubungan : 1. Bersihan jalan nafas tak efektif 13. Respon alergi getah 2. Hipertermi L. Kerusakan integritas kulit 7. Risiko keracunan Kelas 5 : Proses Defensif Diagnosa yang berhubungan 1. Proteksi tak efektif 15. Risiko terhadap ketidakseimbangan suhu tubuh 2. Risiko aspirasi 12. Risiko bunuh diri Kelas 4 : Bahaya Lingkungan Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terjatuh 5. Risiko untuk mencederai diri sendiri 5. Risiko untuk mutilasi diri 2. Risiko kekurangan nafas 11. Risiko terhadap kerusakan integritas kulit 8. Domain 12 : Kenyamanan Kelas 1 : Kenyamanan Fisik Diagnosa yang berhubungan 1. Risiko terhadap cedera posisi perioperasi 4. Risiko untuk mencederai orang lain 4. Kerusakan integritas jaringan 9.

saya tanyakan.blogspot. Setelah seluruh perawat di rumah sakit saya lulusan DIII.2. sudahkah semuanya sepaham terhadap satu saja dari Diagnosa Perawatan? Contoh sederhananya begini. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 2. saya tentu tahu persis bagaimana teman-teman saya sesama perawat. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 2. Mual Kelas 2 : Kenyamanan Lingkungan Kelas 3 : Kenyamanan Sosial Diagnosa yang berhubungan 1. Termasuk saya adalah jebolan SPK yang kemudian mengikuti DIII dan S1. PKC (degree pra SPK) kemudian mereka mengikuti persamaan SPK dan DIII. Isolasi Sosial M. Risiko terhadap pertumbuhan tidak proporsional 3.html Berkenalan dengan NANDA-I 30 10 2008 Saya orang yang bekerja di institusi pelayanan (rumah sakit). ´Jika pasien mengeluh kesakitan di daerah perut.com/2009/05/diagnosis-nanda. dan sekarang mayoritas usianya muda-muda dengan basic DIII Keperawatan dari berbagai macam institusi pendidikan. diagnosa perawatan yang paling pas untuk pasien ini apa?´ . dari generasi yang sudah usianya di atas 50 tahun sampai di bawah 25 tahun. Sebagai orang yang cukup senior di rumah sakit. keluar keringat dingin. Risiko untuk perkembangan terhambat http://berlli. Domain 13 : Pertumbuhan/Perkembangan Kelas 1 : Pertumbuhan Diagnosa yang berhubungan 1. Saya juga mengenal baik teman-teman yang dulu sekolah di PKU. Kegagalan pertumbuhan dewasa Kelas 2 : Perkembangan Diagnosa yang berhubungan 1. Pada suatu saat saya mengisi training dan ceramah kepada temanteman saya. Nyeri kronik 3.

tapi jawaban yang selalu terlontar. M. ´Ruh kita sebenarnya sudah sesuai dengan NANDA. Nursing diagnoses juga menjadi dasar bagi pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai tujuan (outcome) . membela NANDA atau membela PSIK UGM Yogyakarta yang pertama mempopulerkan NANDA. mungkin akan ada 10 diagnosa keperawatan untuk satu pasien dengan keluhan yang sama. jangankan antar mahasiswa.´ NANDA-I North American Nursing Diagnosis Assosiation ± International (NANDA-I) menyusun klasifikasi Diagnosa Keperawatan dan selalu memperbaharuinya. ´Ketidaknyamanan´ Si D dari DIII Keperawatan W menjawab. 15 tahun perawat Indonesia memproklamirkan diri menjadi profesi yang mandiri. ´Apa itu NAK NIK NUK?´ Sebagai seorang ilmuwan.Si A dari DIII Keperawatan X menjawab. Komentar Beliau. Sayapun berani taruhan.´ Atau yang lebih halus. Diagnosa Keperawatan belum mendapat tempat di kurikulum pendidikan keperawatan. Nursing diagnoses mendeskripsikan respon pasien. ´NANDA tidak sesuai dengan karakter orang Indonesia. antar dosen pun kondisinya tidak jauh berbeda. karena memang sampai hari ini. Karena kalau kita lihat biografi yang menyusun NANDA. Penggunaan diagnosis keperawatan berbasis NANDA dapat membantu penyusunan Standard Nursing Care Plans bagi institusi pelayanan kesehatan terutama rumah sakit.Sc yang telah memberikan komentarnya dalam sebuah workshop aplikasi NANDA. profesi perawat di Indonesia belum memiliki standar baku tentang Diagnosa Keperawatan (yang lebih lengkap disebut SNL). Kita tidak perlu arogan menerima konsep baru. dimulai dari ´memiliki diagnosa sendiri. Saat ini setidaknya lebih dari 160 Diagnosa Keperawatan. ´Gangguan rasa nyaman´ Si B dari DIII Keperawatan Y menjawab.nanda. kayaknya juga belum ada Mata Kuliah tentang Diagnosa Keperawatan. keluarga dan komunitas terhadap masalah kesehatan / proses kehidupan yang aktual maupun potensial. Atau bisa jadi 14 diagnosa yang berbeda. yang dapat . NIC dan NOC. Padahal NANDA-I sudah memperkenalkan kemandirian jauh-jauh hari. Memang menjadi ajaib. Kok bisa demikian ya? Dan mereka tidak bisa disalahkan. S1 bahkan mungkin S2 kita. diagnosa perawatan yang baku masih belum dimiliki. karena satu institusi pun kadangkadang antar mahasiswanya tidak memiliki persamaan persepsi tentang Diagnosa Keperawatan terhadap satu kondisi pasien. mustinya tidak demikian. Ratna Sitorus. kita akan tahu. Sehingga suudzon (negative thinking) saya. Kunjungi situsnya di www. daripada kita tidak memiliki konsep. Saya tidak sedang membela pemikiran saya.App. jika ada perawat di satu rumah sakit latar pendidikan DIII Keperawatan dari 10 institusi yang berbeda. ´Kalau NANDA sudah kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Secara pribadi saya memberikan apresiasi kepada Dr.´ Silakan buka buku Nursing Intervention Clasification (NIC). ´Nyeri´ Bisa dibayangkan. saya pikir itu sudah ada nilai-nilai ke-Indonesia-an yang masuk. NOC yang kami adakan akhir 2006.org. konsep ini saya sampaikan. betapa Diagnosa Keperawatan (NANDA) disejajarkan dengan ICD X (International Clasification Diagnosis X) yaitu daftar Diagnosa Penyakit yang selama ini digunakan oleh dokter sebagai standar diagnosis. siapa mereka? Tidak sedikit yang Master. Doktor bahkan Profesor dan semuanya RN. NIC. tapi mari kita berfikir rasional. ´Gangguan rasa nyaman nyeri´ Si C dari DIII Keperawatan Z menjawab. Di bangku kuliah dari DIII. komentarnya begini.´ Atau saudara kepengin tahu jawaban yang melecehkan? Ada seorang pembicara ketika dilontarkan tentang NANDA. Beberapa kali dalam seminar dan pelatihan.

Persepsi/Kognisi 6.g. Beberapa contoh saya tunjukan di bawah. 1.118) Definition: Absence or deficiency of cognitive information related to a specific topic Defining Characteristics (signs/symptoms): Verbalization of problem. Information misinterpretation. Pertumbuhan / Perkembangan Masing-masing Domain memiliki Kelas dan masing-masing Kelas memiliki Kelompok Diagnosa. Domain Peningkatan Kesehatan Kelas 1 Kesadaran kesehatan Kelas 2 Manajemen kesehatan. Keselamatan Proteksi 12. diagnosa yang masuk: Manajemen rejimen terapeutik efektif. Persepsi Diri 7. Domain Nutrisi Kelas 1 Ingesti. apathetic. Sebagai sebuah contoh : Nursing Diagnosis: ‡ Knowledge Deficit: Medication (p. Inappropriate or exaggerated behaviors (e. Lack of exposure. Bila kita asosiasikan dengan Diagnosa Penyakit. Resiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih Kelas 2 Digesti Kelas 3 Absorpsi Kelas 4 Metabolisme . hostile. Ketidakseimbangan nutrisi :kurang. Kerusakan menelan. Unfamiliarity with information resources NANDA-I mengklasifikasikan Diagnosa keperawatan dengan Domain. agitated) Risk/Related Factors (etiology): Cognitive limitation. defining characteristics (signs/symptoms) dan related/risk factors (etiologies). Prinsip Hidup 11. Lack of recall. Peran Hubungan 8. Inaccurate performance test. Setiap nursing diagnosis dari NANDA-I mempunyai definisi. maka hamper sama di mana di sana juga memiliki definisi. Seksualitas 9. Peningkatan Kesehatan 2. hysterical. Manajemen rejimen terapeutik tdk efektif 2. Eliminasi/Pelepasan 4.dipertanggungjawabkan oleh perawat. Kenyamanan 13. Nutrisi 3. Aktivitas/Istirahat 5. diagnosa yang masuk : Pola makan bayi tdk efektif. Kelas dan Diagnosa. tanda-gejala dan penyebab. Lack of interest in learning. Ketidak seimbangan nutrisi: lebih. Ada 13 Domain yang dibuat NANDA-I yaitu : 1. Toleransi Koping Stress 10. Inaccurate follow-through of instruction.

Kerusakan ventilasi spontan. diagnosa yang masuk : Kerusakan pertukaran gas 4. Inkontinensia urin reflek Kelas 2 Fungsi gastrointestinal. diagnosa yang masuk: Inkontinensia usus. Kebingunangan kronis Kelas 5 Komunikasi. Inkontinensia urin fungsional. diagnosa yang masuk: Gangguan pola tidur. Kesiapan dlm peningkatan keseimbangan cairan 3. Kurang tidur. Putus asa Kelas 2 Harga Diri. diagnosa yang masuk : Harga diri rendah kronis. Risiko konstipasi Kelas 3 Fungsi integumen Kelas 4 Fungsi respiratorik. diagnosa yang masuk : Gangguan persepsi sensori Kelas 4 Kognisi. 6. diagnosa yang masuk : Risiko sindroma disuse. diagnosa yang masuk : Gangguan lahan energi. Kerusakan kemampuan berpindah. Kelelahan Kelas 4 Respon kardio pulmonal. diagnosa yang masuk : Kerusakan eliminasi urin. Konstipasi. Kerusakan mobilitas fisik. Inkotinensia urin total. Domain Eliminasi/Pelepasan Kelas 1 Fungsi urinary. Keruskan mobilitas fisik di tempat tidur. Domain Persepsi/Kognisi Kelas 1 Perhatian Kelas 2 Orientasi Kelas 3 Persepsi / sensori. diagnosa yang masuk : Kurang pengetahuan. diagnosa yang masuk: Penurunan curah jantung. Domain Peran/Hubungan Kelas 1 peran pemberi perawatan Kelas 2 hubungan keluarga Kelas 3 penampilan peran. diagnosa yang masuk: Gangguan identitas personal. Pola nafas tdk efektif. diagnosa yang masuk : Menyusui tidak efektif . Harga diri rendah situasional Kelas 3 Gambaran Diri. Retensi urin. Domain Aktifitas/Istirahat Kelas 1 Istirahat / tidur. Perfusi jaringan tdk efektif Kelas 5 Perawatan diri 5. diagnosa yang masuk : Kurang volume cairan. Resiko kurang volume cairan. Kesiapan dlm peningkaan tidur Kelas 2 Aktifitas latihan. Risiko ketidakseimbangan volume cairan. Kebingungan akut. diagnosa yang masuk: Kerusakan komunikasi verbal. Keterlambatan pemulihan pembedahan Kelas 3 Keseimbangan energy. Intoleransi aktifitas. Domain Persepsi Diri Kelas 1 Konsep Diri. Ketidakberdayaan. Kelebihan volume cairan. diagnosa yang masuk: Gangguan citra tubuh 7. Risiko intoleransi aktifitas.Kelas 5 Hidrasi. Kesiapan dalam peningkatan komunikasi. Diare.

diagnosa yang masuk : Kerusakan membran mukosa oral.wordpress. Domain Keselamatan/Perlindungan Kelas 1 infeksi. Hipertermia 12. Domain Prinsip Hidup Kelas 1 Nilai Kelas 2 Kepercayaan Kelas 3 Nilai / kepercayaan / kesesuaian diri 11. artinya penelitian-penelitian masih terus dilakukan. Domain Kenyamanan Kelas 1 kenyamanan fisik. Domain Koping/Toleransi terhadap Stress Kelas 1 respon post trauma. Kerusakan integritas jaringan. NANDA-I menyampaikan dalam catatan kakinya ´tobe develope´. Nausea Kelas 2 kenyamanan lingkungan Kelas 3 kenyamanan sosial. Bersihan jalan nafas tidak efektif Kelas 3 kekerasan Kelas 4 lingkungan yang membahayakan Kelas 5 proses bertahan Kelas 6 termoregulasi. diagnosa yang masuk : Risiko infeksi Kelas 2 cedera fisik. terutama rumah sakit. Nyeri kronis. Sementara selebihnya banyak yang muncul di tataran praktek perawatan kesehatan masyarakat.8. Kerusakan integritas kulit. diagnosa yang masuk : Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh. Termoregulasi tidak efektif. diagnosa yang masuk : Nyeri akut. diagnosa yang masuk: Disfungsi seksual. diagnosa yang masuk: Isolasi sosial 13. Domain Pertumbuhan/Perkembangan Kelas 1 pertumbuhan Kelas 2 perkembangan Diagnosa-diagnosa Perawatan dari NANDA-I yang ditampilkan di atas adalah diagnosadiagnosa perawatan yang sering kita jumpai/muncul di lapangan. Domain Seksualitas Kelas 1 identitas seksual Kelas 2 fungsi seksual. http://nursinginformatic. Risiko cidera.com/2008/10/30/berkenalan-dengan-nanda-i/ . Cemas Kelas 3 stress neurobehavioral 10. Terhadap beberapa kelas yang belum ada diagnosanya. diagnosa yang masuk : Sindroma trauma perkosaan Kelas 2 respon koping. Pola seksualitas tdk efektif 9. diagnosa yang masuk: Takut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful