Anda di halaman 1dari 20

Yang belum

Permasalahan TKI, bagaimana penyelesaiannya.

Global warming pengertian & bagaimana menanganinya.

masalah seputar human rights, pengertian & contoh2nya.


masalah pariwisata dihubungkan dengan keamanan negara (isu seputar bom)

konflik Iran-Irak
masalah nuklir

masalah HAM di Tibet

Pemerintah Bentuk Tim Khusus


Penanganan Masalah TKI

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan membentuk tim khusus yang terdiri atas
pejabat dari lintas sektor untuk menyusun strategi perlindungan dan penanganan masalah
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri secara terpadu.

"Untuk membikin konsep yang baik dibentuk tim kecil yang dikoordinasi Sekretaris
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, anggotanya dari lintas sektor termasuk
Departemen Tenaga Kerja, Departemen Sosial, Departemen Dalam Negeri dan
Departemen Kesehatan," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno di
Jakarta, Kamis.

Usai rapat koordinasi tingkat menteri tentang perlindungan TKI yang dipimpin Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Ia menjelaskan tim itu akan bekerja
selama satu bulan untuk menyusun skema perlindungan TKI terpadu yang efektif.

"Targetnya dalam satu bulan sudah terbentuk formula penanganan masalah TKI secara
terpadu," katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa pihaknya akan mengusulkan supaya ada alokasi anggaran
untuk penanganan masalah TKI dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Perubahan (APBNP).

"Dengan demikian nanti kalau ada TKI yang pulang dan bermasalah akan ditangani
secara terpadu," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jumlah TKI yang bermasalah di luar negeri cukup
banyak yakni sekitar 36 ribu pada 2007.

Jumlah tersebut, kata dia, diperkirakan meningkat pada 2008 jika pemerintah tidak
mengambil tindakan efektif untuk mencegah dan mengantisipasinya.(*)

Beberapa
bulan, atau setahun yang lalu, kita dikejutkan dengan peristiwa
kematian TKW bernama Rumini dan Tari di Saudi Arabia, kemudian Sumiyati
di Malaysia. Bahkan di televisi pihak pemerintah Indonesia yang terkait
seperti tidak berdaya melawan keangkuhan dua negara yang bernota bene
mayoritas penduduknya beragama Islam ini.

Kasus-kasus itu sempat


heboh di setiap pemberitaan, karena lambatnya penanganan kasus baik
dari pemerintah Indonesia di tanah air maupun di kedutaan negara tempat
kejadian yang bersangkutan. Timbul pertanyaan nyinyir di
kepala saya, mengapa ketika persoalan pengurusan TKW atau TKI yang
mendapat perlakuan tidak adil di negara dengan mayoritas penduduknya
muslim seringkali berdampak panjang bahkan seringkali kasusnya memudar
begitu saja, tanpa ada follow up lebih lanjut dari pemerintah kita
maupun
negara-negara asing tersebut.

Berbeda
dengan contoh saja seperti kasus baru-baru ini, Enung dan Samira yang
disiksa serta tidak dibayar gaji oleh majikan berkebangsaan India di
negara Amerika Serikat. Pihak jaksa dan pengadilan negara bagian ikut
membantu proses penanganan tenaga-tenaga kerja tersebut walaupun
tercatat bukan sebagai warga negaranya. Mereka bisa menghargai martabat
tenaga kerja atau buruh padahal mayoritas masyarakatnya non-muslim.

Apakah
nilai-nilai hak asasi manusia, egaliter, dan persamaan hak dalam hukum
tidak dikenal dalam konteks tatanan sosial di negara-negara yang
mayoritas penduduknya Muslim? atau kesadaran terhadap penghargaan
profesi sangat rendah dinegara-negara seperti Indonesia, Malaysia,
Mesir, Arab Saudi, dan sejenisnya?

Tidak habis pikir saya...


katanya kita sesama umat muslim bersaudara, setiap korban perang kita
bela, bagaimana dengan korban kekerasan, bukankah konteksnya sama?

Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia meminta kasus yang menimpa Ceriyati, tenaga kerja Indonesia yang
kabur dari kondominum majikannya di Kuala Lumpur, Malaysia, diproses secara hukum. Terkait dengan itu, Ketua
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2 TKI), Jumhur Hidayat, kemarin,
menemui TKI asal Brebes, Jawa Tengah ini di Kuala Lumpur.

Dalam perbincangan dengan reporter SCTV Dwi Anggia, Selasa (19/6), Jumhur mengaku datang ke Malaysia untuk
memastikan kondisi Ceriyati. "Dia sudah dalam keadaan aman, terlindungi, dan dalam proses rehabilitasi. Dia juga
sudah bisa tersenyum dan berdialog dengan lancar," kata Jumhur.

Menurut Jumhur, Ceriyati menginginkan kejadian yang menimpa dirinya diusut secara tuntas. Dia juga ingin haknya,
seperti gaji dan asuransi selama bekerja termasuk penggantian kerugian secara moril dan materil, bisa diterima.

Majikan Ceriyati, Ivone Siew, saat ini memang sudah ditahan polisi. Dia juga telah meminta maaf dan bersedia
membayar kerugian yang diderita Ceriyati. Meski begitu, Jumhur tetap mendesak kasus penyiksaan ini harus
dilanjutkan hingga pengadilan

Terkait dengan itu, pihak KBRI hari ini secara resmi sudah mengajukan tuntutan kepada kepolisian setempat untuk
mengusut peristiwa itu secara hukum. Untuk itu, Ceriyati terpaksa tidak bisa segera pulang ke Tanah Air karena akan
menjalani pemeriksaan. "Mudah-mudahan proses pemeriksaannya bisa selesai dalam satu atau dua pekan
mendatang," kata Jumhur.

Selain menengok keadaan Ceriyati, Jumhur juga sudah mengumpulkan berbagai data dan keterangan. Semua ini
diperlukan untuk kepentingan proses hukum. Kasus ini, kata Jumhur, mutlak kesalahan user atau perusahaan pengerah
jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) karena telah melanggar kesepakatan kerja.

Pemerintah, kata Jumhur, sebenarnya sudah serius menangani masalah pengiriman TKI ke luar negeri. Seperti
Instruksi Presiden Tahun 2006 yang menyebutkan setiap perwakilan yang mempunyai jumlah TKI paling banyak,
harus memiliki penasihat hukum di negara penempatan. "Kasus Ceriyati akan ditangani oleh lawyer dengan biaya
dari Kedutaan Besar Republik Indonesia," kata Jumhur.

Jumhur sempat menyesalkan sikap pemerintah Malaysia yang terkesan kurang serius menangani kasus penyiksaan
TKW asal Indonesia ini. Mereka tidak pernah memprioritaskan penanganan kejadian seperti ini. Namun, rencanya
dalam sidang kabinet di Malaysia besok, mereka akan membahas kasus-kasus kekerasan yang menimpa para TKW.

Ceriyati kabur dari rumah Ivone melalui jendela lantai 12 kondominium, Sabtu silam. Rencananya, siang ini Ceriyati
didampingi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia akan memberikan keterangan soal penyiksaan yang dialaminya
kepada polisi Petaling Jaya, Kuala Lumpur [baca: Disiksa Majikan, TKI Kabur Melalui Jendela].

Ceriyati juga sekaligus ingin memastikan sang majikan benar-benar sudah ditahan polisi. Kepada wartawan yang
menemuinya di KBRI, dia mengaku sering dipukul dan disiksa Ivone tanpa sebab yang jelas. Setiap melakukan
kesalahan, saya pasti dipukul. Kadang-kadang memakai tangan atau tongkat plastik," kata Ceriyati.

Meski keadaannya sudah makin membaik, Ceriyati masih terlihat syok. Dia meminta segera dipulangkan ke kampung
halamannya di Brebes agar bisa berkumpul lagi dengan keluarga. Sebaliknya, pihak keluarga juga berharap bisa
segera berjumpa dengan Ceriyati. Anggun, anak Ceriyati, tak henti-hentinya menangis. Dia ingin bertemu kembali
dengan ibunya.

Dua hari belakangan ini Ceriyati menjadi berita utama di berbagai media massa. Menurut Ridwan, suami Ceriyati,
istrinya berangkat ke Malaysia Desember silam melalui perusahaan pengerah jasa TKI, PT Sumber Kencana
Sejahtera. Sejak itu pula istrinya tidak pernah memberi kabar.

Ridwan, Anggun, beserta saudaranya didampingi lembaga swadaya masyarakat setempat, rencananya hari ini
berangkat ke Jakarta. Tujuannya ingin meminta pertanggungjawaban PT Sumber Kencana Sejahtera yang
memberangkatkan Ceriyati. Setelah itu, Ridwan dan anaknya juga berencana ingin menyusul Ceriyati ke Malaysia.
Mereka meminta pemerintah segera menuntaskan kasus ini secara hukum.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Pahlawan Devisa yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.


Gue tuh suka geregetan sendiri, setiap ada kasus TKI yang diperlakukan tidak manusiawi di Malaysia atau dinegara
lain...pasti buru2 pengen dipulangkan ke Indonesia.
Mungkin maksudnya baik, yaitu untuk menyatukan TKI tersebut dengan keluarga'nya di Indonesia. Tetapi khan harus
dipikir'in dulu, bahwa sebelum benar2 balik ke Indonesia TKI itu harus sudah mendapat hak2 sebagai Tenaga Kerja
(misalnya gaji, tunjangan gono-gini, asuransi, dll).
Enak aja tuh Malaysia, udah bikin sengsara TKI malah tiba2 pengen lepas tangan dengan cara buru2 pengen balik'in
TKI ke Indonesia biar kasus dianggap selesai.
KBRI di Malaysia juga 'galak' dikit dong! Ini anak bangsa kita lho yang diperlakukan seperti itu. Kita kirim TKI ke
Malaysia bukan kita'nya yang butuh 'ekspor TKI', tetapi Malaysia'nya yang paling butuh 'import TKI'. Kita masih bisa
kirim TKI kenegara lain selain Malaysia. Jadi pemerintah Malaysia jangan macem2 deh kalo nggak mau mengamali
embargo TKI...tolong perhatikan nasib TKI disono.

Belajar dong dari kasus Nirmala yang beberapa bulan lalu juga mengalami kasus yang hampir serupa.
Setelah balik ke Indonesia, apa iya Nirmala masih punya kesempatan untuk balik ke Malaysia untuk menuntut hak'nya
kepada majikan'nya atau untuk mengajukan tuntutan kepemerintah Malaysia. Secara begitu dia keluar dari Malaysia,
nama doski udah di'blacklist' sebagai personal yang tidak akan di'izin'kan masuk Malaysia.
Kapan2, gue mau jadi jadi anggota Migrant Care ahhhhhh.

Penanganan TKI, Jadikanlah Model Kerja


30-08-2002
INI belum kenyataan, justru harapan. Harapan, cobalah penanganan tenaga kerja Indonesia
(TKI) yang ilegal itu dijadikan model kerja pemerintah. Benar-benar dipecahkan. Biar makan
waktu, tetapi segera dan berlanjut. Biar rumit ke dalam maupun keluar, kerjakan seserius dan
seefektif mungkin. Benar-benar secara jelas menuju penyelesaian yang membantu TKI ilegal.

Sampai sekarang, kesan yang tertangkap oleh publik bukanlah langkah konkret menuju solusi,
tetapi lebih pada adu pendapat, perbedaan, dan pertikaian pendapat. Akhir-akhir ini bahkan adu
pendapat dengan pihak Malaysia. Maka Wakil Presiden (Wapres) pun mengimbau, stop polemik
ke dalam, apalagi dengan Malaysia!

PADAHAL, cobalah kita ambil kejadian di satu tempat saja. Di Nunukan, Kalimantan Timur,
berjubel para TKI yang keluar dari Malaysia menuju ke kampung halaman atau bertahan
menunggu nasib. Bahkan, dari Kuching, Sarawak, delegasi Fraksi Kebangkitan Bangsa, yang
sedang meninjau masalah TKI di Malaysia menyaksikan masuknya lagi tenaga kerja wanita ke
Malaysia. Mereka dijual oleh calo sebagai perantara.

Di Nunukan, 3.700 TKI terjangkit penyakit infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan diare.
Mereka hidup dalam penampungan serba terbatas. Sarana kesehatan minim, juga tenaga medis.
Mereka kekurangan air bersih, sehingga terpaksa minum air sungai yang keruh dan kotor.

MENGAPA kita katakan realitas di Nunukan yang menimpa 3.700 TKI barulah di satu tempat.
Sebab, menurut Menlu Hassan Wirajuda, dari 480.000 TKI di Malaysia, ada 75 persen atau
360.000 orang yang sudah keluar dari sana. Sisanya 25 persen atau 120.000 orang masih di
Malaysia.

Berarti drama atau tragedi eksodus TKI telah atau sedang terjadi di tempat-tempat lainnya.
Termasuk di kapal berdesakan, yang beberapa waktu lalu tidak boleh merapat di pelabuhan,
notabene suatu pelabuhan Indonesia.

AJAKAN Wakil Presiden agar para pejabat stop bicara dan berkomentar, terutama berkaitan
dengan pernyataan dan sikap pejabat Malaysia. Misalnya, tentang peringatan agar warga
Malaysia jangan dulu berkunjung ke Indonesia. Tentang, diperiksanya sejumlah warga Malaysia
di Medan bukan suatu pembalasan terhadap negara serumpun itu, tetapi urusan pemeriksaan
dokumen kunjungan dan perjalanan.

Akan tetapi, jika tidak salah, imbauan serupa pernah juga dilontarkan sebelumnya. Khusus agar
para pejabat Indonesia tidak berpolemik sendiri perihal masalah TKI. Beberapa waktu lalu,
bahkan sampai saat kunjungan PM Mahathir Mohamad ke Bali, terjadi silang kata di antara
sesama pejabat kita.

Polemik kemudian reda. Suatu tim dan koordinasi dibentuk dengan tugas menangani masalah
TKI. Tetapi, bagaimana tim dan koordinasi itu bekerja, publik kurang memperoleh informasi.
Siapa yang alpa? Media atau pejabat?

NAMUN, secara umum, itulah yang dikesankan. Bahwa publik tidak atau kurang dapat mengikuti,
mana program pemerintah, mana kebijakannya, mana langkah-langkahnya. Publik maklum,
siapa pun yang memerintah, dengan berlarutnya kondisi serba krisis, akan merasa atau ibarat
tenggelam ditelan permasalahan.

Permasalahan begitu akumulatif, desak-mendesak, di hampir semua bidang dan lingkungan.


Semuanya berebut minta prioritas. Semuanya berurgensi tinggi. Sementara itu, transisi sedang
kita lalui. Demokrasi lebih diasosiasikan dengan kebebasan, individualisme, hak, dan semau gue,
daripada tanggung jawab, kewajiban, dan komitmen bersama.

Demokrasi barulah demokrasi verbal, belum atau tidak sekaligus demokrasi kerja. Sebagai reaksi
terhadap masa lalu yang kelewat pragmatis dan praktis, kini kita hanyut dalam wacana.
Pokoknya wacana, bicara, berdiskusi.

Celakanya, eksekutif juga terbawa arus. Baik oleh pembawaan para eksekutif maupun hanyut
oleh zaman, yang namanya melaksanakan, get things done, terdesak ke belakang dan
terbengkalai.

Orang senang bahwa eksekutif lemah, biarlah masyarakat yang kuat. Timbul salah paham.
Demokrasi tidak memerlukan eksekutif yang kuat, namun harus efektif, agar sanggup dan
mampu memerintah, melaksanakan, dan mewujudkan kebijakan, menegakkan hukum oleh
aparat yudikatif.

Pemerintah memberikan kesan limbung, tidak menentu. Setiap kali setelah Sidang Kabinet,
jarang ada informasi dan penjelasan yang secara komprehensif menerangkan duduk perkara
perihal apa yang diputuskan dan akan dikerjakan oleh pemerintah.

KITA harapkan penanganan masalah TKI dijadikan model, bagaimana pemerintah menangani
dan memecahkan suatu masalah. Kebetulan suatu perkara besar, menyangkut hal dasar, yakni
lapangan kerja. Bahwa menyangkut negara tetangga yang dekat, bersahabat, dan serumpun,
tetapi sekaligus juga sensitif, jadikanlah sekaligus tantangan. Sekaligus diuji kemampuan kita
menyelenggarakan hidup dan kerja sama bertetangga baik, bersahabat, dan konstruktif.

Buatlah jelas, duduknya perkara. Permasalahannya. Kenyataannya, Indonesia perlu lapangan


kerja di Malaysia. Sebaliknya, Malaysia juga perlu tenaga kerja Indonesia. Bahwa sampai hampir
setengah juta berakumulasi TKI ilegal, masuk akal, jika kealpaan dan tanggung jawab ada pada
kedua pihak.

Sangat dapat dipahami jika suatu negara tidak menghendaki hadirnya tenaga kerja asing secara
ilegal sampai setengah juta orang. Hal itu tidak baik dan tidak sehat untuk kedua pihak. Kecuali
soal hukum, imigrasi dan lain-lain dari kedua pihak, kesempatan harus juga digunakan untuk
melindungi tenaga kerja.

Calo dan percaloan, agen dan keagenan, alangkah kejamnya seperti berulangkali terbongkar
oleh kasus-kasus skandal yang sangat kejam tidak manusiawi, bahkan mengeksploitasi tenaga
kerja perempuan maupun laki-laki.

SEKALI lagi, masalah TKI adalah masalah konkret. Cobalah pemecahan dan penanganannya
dijadikan model pemecahan masalah. Cobalah terhadap masalah konkret dan mendesak itu
pemerintah menunjukkan dan membuktikan bahwa benar-benar dapat bereksekutif,
melaksanakan, get things done, efektif, dan efisien.

F-PKS: Kunjungan SBY ke Malaysia Harus Berdampak Positif Bagi


Penanganan TKI
www.pks-jakarta.or.id

KUALA LUMPUR - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) mengharapkan kunjungan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono ke Malaysia, Senin (14/2), akan berdampak positif bagi penanganan masalah tenaga
kerja Indonesia (TKI), khususnya masalah TKI illegal yang kini tengah dikejar-kejar oleh pemerintah
Malaysia, terkait dengan habisnya tenggat waktu untuk mereka.

Anggota Komisi IX dari F-PKS Chaerul Anwar meminta agar dalam kunjungan itu ada perjanjian bilateral,
yang menguntungkan keduabelah pihak, yang ditandatangani pemerintah Indonesia dan Malaysia. Dia
juga meminta agar Presiden berkesempatan mengunjungi kamp-kamp pekerja, baik yang legal maupun
illegal agar bisa berdialog langsung dengan para TKI untuk mendalami persoalan yang dialami mereka.

Chaerul mengemukakan, banyaknya jumlah TKI illegal di Malaysia bukan sepenuhnya kesalahan pihak
Indonesia. Pihak Malaysia, dalam hal ini para majikan dan agen tenaga kerja juga punya peran yang besar
terhadap besarnya jumlah TKI ilegal.

?Banyak TKI yang semula masuk dengan legal. Namun karena kecurangan para majikan dan para agen
lokal mereka menjadi ilegal. Kasus yang banyak ditemui, tekong (agen) dan majikan yang menipu atau
tidak mau membayarkan upah mereka sehingga sebagian di antara mereka tidak sanggup membayar izin
kerja yang dipersyaratkan. Karena itu mereka kemudian menjadi ilegal,? kata Chaerul, Sabtu (12/2) di
Kuala Lumpur.

Chaerul bersama dengan lima anggota F-PKS lainnya, masing-masing Al Muzzammil Yusuf (Komisi III),
Hilman Rosyad Syihab (Komisi I), Muhammad Idris Luthfi (Komisi VII), Andi Salahuddin (Komisi IX), serta
Suswono (Komisi IV) melakukan kunjungan kerja ke Malaysia sejak Kamis (10-15). Selama di Malaysia
rombongan anggota F-PKS melakukan dialog dengan Dubes RI di Malaysia, TKI yang legal maupun ilegal,
kalangan LSM Malaysia yang mengurusi masalah tenaga kerja asing seperti Tenaganita, Migrant Care,
juga Jamaah Islah Malaysia (JIM). Dialog informal juga dilakukan dengan sejumlah anggota parlemen
Malaysia untuk mencari solusi yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Perlindungan Hukum
Sementara itu Al-Muzzammil Yusuf menyatakan, pemerintah harus memberikan perlindungan yang
maksimal terhadap TKI illegal di Malaysia, yang karena berbagai persoalan belum dapat meninggalkan
negeri jiran itu. ?Amanat Undang-Undang dasar menyebutkan pemerintah wajib memberikan
perlindungan hukum bagi warganya, termasuk TKI yang ada di luar negeri,? kata Al-Muzzamil Yusuf.

Muzzamil mengharapkan, pemerintah dapat meningkatkan diplomasi dengan pihak Malaysia sehingga
dapat menyelesaikan persoalan TKI illegal ini dengan baik, tanpa harus menurunkan harga diri sebagai
sebuah bangsa. Menurut Muzzammil, jika sampai ada TKI yang dihukum cambuk bagaimana pun akan
mengganggu perasaan harga diri bangsa Indonesia. ?Sedapat mungkin pemerintah harus berjuang agar
tidak ada TKI yang dihukum cambuk,? tandasnya

Lebih lanjut Muzzamil mengatakan, F-PKS menaruh perhatian yang besar terhadap penanganan TKI illegal
di Malaysia. Guna mengetahui dan mendalami permasalahan, selain mengirimkan enam orang anggotanya
ke Malaysia, F-PKS juga mengurus empat orang anggotanya ke Entikong, Tawau, dan Nunukan untuk
melihat kondisi TKI di sana. Dalam pertemuan dengan Dubes Rusdihardjo di Kedubes RI di Kuala Lumpur,
Kamis petang, anggota dewan F-PKS menanyakan sekitar penanganan TKI illegal, yang kini menjadi
persoalan serius, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.

Hasil kunjungan kerja anggota dewan F-PKS itu nantinya akan dibuat rekomendasi untuk menyelesaikan
keruwetan penanganan TKI di Malaysia, juga negara-negara lain.

Pemerintah Sebaiknya Tidak Menyerahkan Penanganan TKI ke Swasta


Kapanlagi.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (Fraksi PPP) DPR RI meminta
pemerintah lebih serius dalam menangani persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI), kalau perlu
jangan melibatkan pihak swasta mengingat berbagai kasus yang menimpa TKI dilakukan oleh
pihak pengerah tenaga kerja yang berasal dari kalangan swasta.

"Seperti penyelenggaraan ibadah haji yang sepenuhnya ditangani oleh Pemerintah, maka
penanganan TKI sebaiknya meminimalkan peran swasta karena mereka tampak lebih
mengejar keuntungan daripada keselamatan TKI," kata Sekretaris Fraksi PPP, Lukman Hakiem
kepada pers di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat.

Lukman menyatakan penyelesaian persoalan TKI sebaiknya menempatkan peran pemerintah


secara penuh dan mengurangi peran swasta hingga sekecil mungkin.

Dalam kaitan ini, menurutnya, Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) memang tidak bisa jalan
sendiri tetapi perlu melakukan koordinasi dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Hukum dan
Perundang-undangan, "Peran pemerintah ini patut ditingkatkan karena TKI memiliki peran
besar bagi penambahan devisa namun selama ini pemerintah tidak serius dalam melakukan
penanganan dan perlindungan," katanya.

Lemahnya peran pemerintah kemudian dimanfaatkan oleh kalangan swasta untuk


mengeksploitasi pengiriman tenaga kerja keluar negeri.

"Tetapi pihak swasta sering tidak bertanggungjawab jika ada masalah. Karena itu, sebaiknya
swasta jangan menangani TKI," tegasnya. (*/dar)

Cetak berita ini


Banjir Pemulangan TKI Ilegal -
22/10/07
Written by Mira Alfirdaus
Tuesday, 26 February 2008
www.nakertrans.go.id

Oleh : Sugiarto Sumas(*)

Sri Wahyuni, seorang TKI ilegal yang sedang mengandung 6 bulan tergeletak di Rumah Sakit Koja Jakarta
Utara. Matanya menerawang menatap masa depan yang tidak pasti, setidakpasti keberadaan suaminya
yang terpisah setelah sama sama digaruk aparat kepolisian Malaysia. Setelah sempat meringkuk selama 3
minggu di tahanan Malaysia, Sri Wahyuni dipulangkan ke Indonesia. Kini, Sri Wahyuni yang masih dalam
kondisi sakit, tanpa memiliki uang sepeserpun dan dengan baju selembar di badan, masih belum tahu kapan
akan dipulangkan ke Lampung, daerah asalnya. Dalam beberapa hari mendatang diperkirakan akan
bertambah banyak TKI yang akan mengalami nasib serupa dengan Sri Wahyuni, bahkan mungkin akan lebih
buruk sebagai akibat dari membanjirnya pemulangan TKI illegal dari Malaysia?

Arus TKI dari Indonesia ke Malaysia, baik Malaysia Barat maupun ke Malaysia Timur, sebenarnya
merupakan suatu fenomena biasa. Setiap hari ratusan bahkan kadang ribuan orang TKI hilir mudik Indonesia
? Malaysia melalui 12 titik perbatasan.

Sebuah fenomena biasa dapat dengan cepat berubah menjadi bencana manakala arus TKI tersebut
berlangsung dalam jumlah besar dan dalam waktu yang sangat pendek. Mengambil persamaan arus TKI
dengan arus air sungai, sesungguhnya aliran air sungai merupakan peristiwa rutin yang justru memberikan
manfaat untuk bahan baku konsumsi, sarana transportasi, tempat kehidupan ikan, dan lain-lain. Tetapi
apabila air sungai mengalir dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang pendek, maka terjadilah apa
yang disebut dengan banjir. Peristiwa banjir inipun, belum tergolong bencana selama tidak menimbulkan
kerugian harta benda dan jiwa bagi siapapun. Namun banjir dengan cepat akan berubah menjadi bencana
jika masyarakat dan pemerintah lalai mensikapinya .

Dengan jumlah TKI ilegal di Malaysia yang ditaksir mencapai 700-an ribu orang, memang sampai saat ini
belum jelas benar berapa diantara mereka yang akan memanfaatkan masa pengampunan dari Pemerintah
Malaysia yang berlangsung selama 15 hari dari tanggal 29 Oktober 2004 sampai dengan tanggal 14
Nopember 2004. Pemberian pengampunan yang dikaitkan dengan momentum lebaran tahun ini
sesungguhnya peluang emas yang sayang dilewatkan oleh segenap TKI illegal.

Namun setelah 3 hari masa pengampunan berlangsung, TKI illegal yang mendaftar belum terlihat dalam
jumlah yang signifikan, tidak sampai 2000 orang per hari. Meja meja pendaftaran di Kedubes RI di Kuala
Lumpur, yang disediakan khusus mengantisipasi membludaknya TKI yang akan pulang, masih terlihat
banyak yang kosong. Kejadian serupa juga ditemui di Konsulat kita di Tawao Malaysia Timur.

Ada berbagai alasan mengapa TKI illegal belum bergerak hatinya untuk mendaftar pulang, diantaranya
karena menunggu batas akhir pengampunan dihubungkan dengan statusnya selaku buruh harian yang ingin
terus bekerja sampai tenggat waktu berakhir. Adapula karena alasan menunggu akhir bulan sebagai waktu
pembayaran gaji bulanan dari majikan masing masing. Lainnya, tetap ingin bertahan di Malaysia tanpa
memperdulikan resiko yang akan terjadi di kemudian hari, sebab pulangpun belum tentu akan mendapat
pekerjaan yang sesuai, sementara di negeri jiran cukup banyak sediaan lapangan pekerjaan dan majikan
secara senyap senyap melindungi dari kejaran polisi setempat.

Menghadapi permasalahan TKI ilegal di Malaysia, maka ada 2 skenario besar yang harus diantisipasi oleh
Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu. Skenario pertama, adalah jika terjadi banjir pemulangan pengungsi
pada lima hari terakhir dari batas waktu pengampunan. Sekiranya seluruh TKI illegal yang jumlahnya
mencapai 700-an ribu orang pulang serentak dalam 5 hari terakhir pengampunan, atau 140 ?an ribu orang
per hari, maka moda angkutan yang tersedia tentunya tidak cukup untuk mengangkutnya. Bahkan kalaupun
hanya sepertiganya, masih tidak cukup. Selain dari moda angkutan, harus disiapkan pula tempat
penampungan beserta tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK), pelayanan permakanan dan kesehatan serta
keamanan dalam perjalanan. Apabila skenario pertama ini betul betul terjadi maka pemulangan TKI ilegal
yang sesungguhnya hanya sebuah fenomena biasa akan menjadi sebuah bencana, yang tentunya harus
ditangani dengan pola penanganan bencana.

Dalam setiap penanganan bencana, langkah pertamanya adalah penanganan tanggap darurat, yang kunci
keberhasilannya ada pada kesatuan komando dan penyediaan Posko 24 jam di tempat tempat konsentrasi
korban bencana. Dalam hal ini, Pemerintah sudah bertindak benar dengan membentuk Posko 24 jam di
pusat dan daerah. Namun hal yang nampaknya belum diantisipasi pemerintah adalah berkenaan dengan
penunjukan personil dan organisasi Posko yang diberi kewenangan untuk menjalin akses langsung kepada
Menteri / Gubernur / Bupati / Walikota dimana Posko itu berada.

Juga kewenangan Posko untuk melakukan langkah langkah darurat yang diperlukan tanpa harus menunggu
persetujuan atasan yang tentunya banyak kesibukan. Di samping itu, belum dimasyarakatkannya
keberadaan Posko 24 jam tersebut, sehingga masyarakat belum dapat mengakses Posko tersebut.

Dalam penanganan tanggap darurat harus di kedepankan kegiatan kegiatan yang menjamin hak hidup
korban bencana di atas segala kepentingan lainnya. Sumberdaya yang tersedia harus diinventarisir dan
diarahkan untuk melayani pemulangan TKI ilegal tersebut. Setiap jajaran Pemerintahan , pusat dan daerah,
harus peduli terhadap pemulangan TKI Ilegal ini, dan bersedia mengalihkan kegiatan yang sudah tersusun
untuk mendukung pemulangan TKI ilegal. Selanjutnya, supaya dalam penggunaan dan atau pengalihan
sumberdaya tersebut tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku, maka Presiden RI perlu menyatakan
bahwa Pemulangan TKI ilegal tersebut sebagai sebuah penanganan darurat.

Pengorbanan juga harus diberikan secara ikhlas oleh masyarakat Indonesia. Dengan pengerahan semua
jenis moda angkutan dalam jumlah yang begitu banyak untuk melayani angkutan TKI ilegal ini, tentunya
akan mempengaruhi angkutan regular dalam negeri, sehingga sangat mungkin akan mempengaruhi
angkutan lebaran dalam negeri yang waktunya bersamaan.

Skenario kedua, jika sebagian besar TKI ilegal tidak memanfaatkan pengampunan dari Pemerintah
Malaysia. Maka Posko 24 jam yang dibentuk perlu mengalihkan fokus kegiatannya, dari penanganan
tanggap darurat kepada penanganan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan bencana pemulangan TKI
illegal.

Upaya jangka pendek yang dapat dilakukan oleh Posko 24 jam adalah dengan menganalisis arus keluar
masuk TKI ke Malaysia dalam 2 - 5 tahun terkhir untuk memperkirakan jumlah dan sebaran TKI ilegal di
Malaysia, beserta perkiraan pintu keluar-masuknya.

Bersamaan dengan kegiatan Posko 24 jam tersebut, Pemerintah Indonesia dan pemerintah Malaysia harus
melanjutkan langkah langkah diplomatik yang mengedepankan semangat serumpun agar banjir TKI illegal
dapat dicegah dan tidak menjadi bencana kemanusiaan. Pintu pengampunan kepada TKI ilegal hendaknya
tetap dibuka dan diperpanjang, serta sekiranya harus dihukum agar dengan hukuman seringan ringannya
disamping perlu pula memberikan perlakuan hukum yang patut dan adil kepada majikan yang
mempekerjakan TKI ilegal tersebut.
Masyarakat tentunya mengharapkan agar Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu dapat mengambil
langkah langkah yang tepat dan terukur dalam menangani masalah TKI ilegal ini. Dengan ukuran
keberhasilannya adalah apabila penanganan pemulangan TKI ilegal ini berjalan lancar, tanpa korban jiwa
dan harta benda, serta dalam jangka panjang tetap menjaga martabat bangsa Indonesia. Jika tidak, maka
kembali Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu akan sama dengan pemerintahan ? pemerintahan
sebelumnya yang dinilai bertindak lamban. Mengingat Presiden SBY dalam masa kampanye pernah
menghadiri Indonesian Idol, maka mudah mudahan kabinetnya dapat bekerja dengan baik dan dapat
menjadi Kabinet Idola Bersatu. Semoga?
Jakarta, 31 Oktober 2004

(*) Pemerhati Bencana Sosial & Direktur Pemukiman Kembali (Mobduk) - Depnakertrans.

< Prev Next >


Pemilu 2009

KPU Putuskan 34 Partai Jadi Peserta Pemilu

Ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafiz Anshory tadi malam mengumumkan peserta pemilu
2009. Hafiz mengumumkan ada 34 parpol yang akan mengikuti hajat demokrasi pada April 2009
nanti. Ke 34 parpol tersebut terdiri dari 16 partai yang memiliki kursi di DPR RI dan 18 partai baru
yang lolos verifikasi KPU. Sementara itu, KPU juga mengumumkan nama partai lokal yang lolos
verifikasi untuk di Nanggroe Aceh Darussalam.

PK-Sejahtera Online: Berikut nama-nama parpol tersebut.

Parpol peserta Pemilu 2004 (berdasarkan abjad):


1. Partai Amanat Nasional (PAN)
2. Partai Bintang Reformasi (PBR)
3. Partai Bulan Bintang (PBB)
4. Partai Damai Sejahtera (PDS)
5. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
6. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
7. Partai Demokrat (PD)
8. Partai Golkar
9. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
11. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
12. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
13. PNI Marhaenisme
14. Partai Pelopor
15. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
16. Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Parpol baru yang lolos verifikasi:


1. Partai Bangsa Nasional (PBN), 24 provinsi
2. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), 27 provinsi
3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), 31 provinsi
4. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), 33 provinsi
5. Partai Indonesia Sejahtera (PIS), 33 provinsi
6. Partai Karya Perjuangan (PKP), 22 provinsi
7. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI), 25 provinsi
8. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), 25 provinsi
9. Partai Kedaulatan, 23 provinsi
10. Partai Matahari Bangsa (PMB), 25 provinsi
11. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), 25 provinsi
12. Partai Patriot, 23 provinsi
13. Partai Buruh Rakyat Nasional (PBRN), 23 provinsi
14. Partai Pemuda Indonesia (PPI), 23 provinsi
15. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), 23 provinsi
16.Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB), 22 provinsi
17. Partai Persatuan Daerah (PPD), 22 provinsi
18. Partai Republik Nusantara (PRN), 22 provinsi

Partai Lokal NAD:


1. Partai Aceh
2. Partai Aceh Aman Sejahtera
3. Partai Bersatu Aceh
4. Partai Daulat Aceh
5. Partai Rakyat Aceh
6. Partai Suara Independen Rakyat Aceh (Partai SIRA)

Prev: Ini Dia Jadwal Baru Pemilu 2009


Next: Pantun Tifatul untuk Nomor Urut PKS
Pemanasan global
Secara umumnya suhu purata Bumi tidak begitu stabil, malah berubah mengikut
masa, seperti yang telah dibuktikan melalui analisis lapisan geologi. Planet kita
adalah beberapa puluh darjah lebih sejuk pada 20 000 tahun yang lepas, iaitu pada
puncak zaman salji glasier. Perubahan suhu ini sebenarnya amat perlahan, suhu
berubah sebanyak 0.2 darjah dari tahun 1000 sehingga hujung kurun ke-19.

Fakta yang merisaukan komuniti antarabangsa ialah betapa cepatnya suhu berubah
sekarang ini, kecepatan perubahan yang tidak pernah berlaku di zaman dahulu.
Sejak hujung kurun ke-19, lebih kurang dalam seratus tahun saja, suhu purata telah
naik 0.6 darjah. Simulasi komputer pula menunjukkan bahawa pemanasan akan
menjadi lebih cepat dan suhu purata boleh meningkat sebanyak 1.4 hingga 5.8
darjah pada hujung kurun ke-21. Fenomena ini kita panggil pemanasan global.

Kesan rumah hijau

Variasi suhu atmosfera secara umumnya berkaitan dengan beberapa faktor seperti
perubahan aktiviti Matahari, atau kelajuan putaran Bumi. Tetapi, kebanyakan pakar-
pakar sains percaya bahawa pemanasan global adalah disebabkan, terutamanya,
oleh kesan rumah hijau. Kesan ini terjadi apabila sebahagian besar tenaga dari
Matahari yang sampai kepermukaan Bumi tidak dipantulkan semula keluar ke
angkasa lepas, malah diserapi oleh atmosfera kita.

Seperti yang telah kita dapati, menurut hukum Wien, sifat sinaran dari satu objek
bergantung kepada suhunya. Matahari yang mempunya suhu permukaan 6000
darjah, bersinar terutamamya didalam gelombang tampak dimana tenaganya masuk
secara mudahnya ke atmosfera kita. Tetapi, disebabkan suhu Bumi jauh lebih rendah
dari suhu Matahari, planet kita mengeluarkan kembali tenaga ini dalam bentuk
sinaran inframerah. Gas-gas tertentu seperti karbon-dioksida, methane dan nitrogen
oksida, yang juga lutsinar dalam gelombang tampak, adalah legap dalam sinaran
inframerah. Ciri-ciri mereka ini menghalang tenaga dari keluar semula keangkasa
lepas. Mereka menyerap tenaga tersebut menjadikan atmosfera kita panas.
Sebahagian besar tenaga solar ini diserap oleh atmosfera bawahan,seperti yang
terjadi keatas planet Zuhrah.

Besar kemungkinan kesan rumah hijau dan pemanasan global ini, yang mencepat
sejak kurun ke-19, berpunca dari kesan aktiviti manusia keatas alam sekitar.
Kebanyakan gas yang mempunyai ciri-ciri kesan rumah hijau telah dilepaskan ke
atmosfera melalui aktiviti-aktiviti moden yang menggunakan fossil fuel di dalam
industri dan kenderaan. Ia juga boleh disebabkan oleh aktiviti agrikultur tertentu
seperti ternakan lembu. Kita jangka bahawa gas karbon-dioksida telah dinaikkan
sebanyak 30 peratus sejak bermulanya era industri, iaitu satu sumbangan besar
yang memburukkan kesan rumah hijau.

Pengertian Pemanasan Global (Global warming)

Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pada
saat ini bumi menghadapi pemanasan yang cepat. Menurut para ahli meteorologi, selama seratus tahun
terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat dari 15oC menjadi 15.6oC. Hasil pengukuran yang lebih
akurat oleh stasiun meteorologi dan juga data pengukuran satelit sejak tahun 1957, menunjukkan bahwa
sepuluh tahun terhangat terjadi setelah tahun 1980, tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990. Secara
kuantitatif nilai perubahan temperatur rata-rata bumi ini kecil tetapi dampaknya sangat luar biasa terhadap
lingkungan.

Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi
dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya seperti Metana, Chlor, Belerang dan lain
sebagainya. Pelepasan gas-gas tersebut telah menyebabkan munculnya fenomena yang disebut dengan Efek
Rumah Kaca (green house effect).

Efek rumah kaca terjadi karena gas-gas yang dilepaskan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil bersifat
seperti rumah kaca. Rumah kaca bersifat meloloskan radiasi gelombang pendek dari radiasi matahari, tetapi
akan menahan pantulan radiasi matahari tersebut yang setelah mencapai permukaan bumi, berubah menjadi
radiasi gelombang panjang. Selama matahari bersinar, akan terjadi akumulasi radiasi sehingga temperatur
di dalam rumah kaca akan semakin panas.

Secara umum, negara negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia,
Jepang dan Kanada merupakan negara-negara penghasil gas rumah kaca terbesar, sehingga disinyalir
sebagai negara-negara yang paling bertanggung jawab terhadap pemanasan Global. Untuk menetralisir citra
negatif yang melekat pada negara-negara industri tersebut, mereka terkadang menuduh negara-negara
berkembang seperti Indonesia dan Brasil yang memiliki hutan yang luas, ikut bertanggung jawab pula
terhadap pemanasan global karena praktek penebangan hutan. Padahal kebutuhan kayu di negara-negara
industri tersebut sebagian besar dipenuhi dari penebangan hutan-hutan di negara berkembang.

Dampak pemanasan global yang terjadi di setiap negara berbeda karena faktanya iklim di setiap negara
berbeda yaitu terdiri dari tropik dan subtropik. Di negara subtropik yang memiliki 4 musim, dampak
pemanasan global terutama terjadi pada perubahan suhu yang makin ekstrim saat musim panas (suhu lebih
panas) dan saat musim dingin (suhu lebih dingin). Sedangkan dampak yang terjadi di daerah tropik
terutama berpengaruh terhadap pergeseran musim (awal dan akhir musim hujan atau kemarau) serta
meningkatnya kasus wabah penyakit. Selain itu dampak yang dirasakan oleh negara kepulauan adalah
ancaman berkurangnya panjang garis pantai akibat meningkatnya tinggi muka laut karena mencairnya
lapisan es di kutub.

Dampak yang terjadi akibat pemanasan global sangat beragam yaitu dampak terhadap cuaca, tinggi muka
air laut, pertanian, hewan dan tumbuhan serta kesehatan manusia.
Akibat pemanasan global temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat. Curah
hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih
kering dari sebelumnya. Topan badai lebih sering terjadi.

Pemanasan global akan mencairkan banyak es di kutub. Akibatnya tinggi muka laut di seluruh dunia telah
meningkat 10-25 cm selama abad 20. Diprediksi pada abad 21, akan terjadi peningkatan tinggi muka air
antara 9 – 88 cm. Padahal menurut perhitungan para ahli IPPC (lembaga internasional yang menangani
perubahan iklim), kenaikan 100 cm muka air laut akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17.5
persen daerah Bangladesh. Dan ribuan pulau kecil di Indonesia akan tenggelam.

Wabah penyakit yang biasanya ditemukan di daerah tropik, seperti malaria dan DBD diperikirakan akan
meningkat sebesar 60 %.

Fakta yang tercatat menunjukkan bahwa akibat gelombang panas yang terjadi pada bulan Juni 2003 telah
menewaskan 25.000 penduduk Eropa. Sedangkan menurut laporan BBC, musim dingin yang ekstrim yang
terjadi pada bulan Desember 2003 telah menyebabkan kematian 2500 penduduk Inggris. Bahkan menurut
laporan WHO pada bulan Desember 2003, pemanasan global telah membunuh 150 ribu orang tiap tahun.
Menurut perkiraan WHO, dalam 30 tahun mendatang, angka kematian yang disebabkan oleh pemanasan
global akan mencapai angka 300 ribu per tahun.

D I P O S T I N G O L E H A R I A N TO S A M D I

Pemanasan global menjadi isu utama akhir-akhir ini. Dampak nyatanya adalah terjadinya
perubahan iklim yang ekstrim. Akibat pemanasan global temperatur pada musim dingin dan
malam hari akan cenderung meningkat. Curah hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap
dari tanah, akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Topan badai
lebih sering terjadi. Lalu, faktor apa saja yang bisa †menyumbang’ pemanasan global?
Bagaimana pula pandangan Islam terhadap masalah lingkungan ini? Berikut hasil wawancara
GI-Online dengan Dr. Ir. Budi Kartiwa, CESA, peneliti di Balai Penelitian Agroklimat dan
Hidrologi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Apa pengertian pemanasan global itu?

Pemanasan global (Global Warming) adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata


atmosfer, laut dan daratan bumi. Pada saat ini bumi menghadapi pemanasan yang cepat. Menurut
para ahli meteorologi, selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat dari
15oC menjadi 15.6oC. Hasil pengukuran yang lebih akurat oleh stasiun meteorologi dan juga data
pengukuran satelit sejak tahun 1957, menunjukkan bahwa sepuluh tahun terhangat terjadi setelah
tahun 1980, tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990. Secara kuantitatif nilai perubahan
temperatur rata-rata bumi ini kecil tetapi dampaknya sangat luar biasa terhadap lingkungan.

Faktor apa saja yang menyumbang pemanasan global itu?

Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara,
minyak bumi dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya seperti Metana,
Chlor, Belerang dan lain sebagainya. Pelepasan gas-gas tersebut telah menyebabkan munculnya
fenomena yang disebut dengan Efek Rumah Kaca (green house effect).
Efek rumah kaca terjadi karena gas-gas yang dilepaskan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil
bersifat seperti rumah kaca. Rumah kaca bersifat meloloskan radiasi gelombang pendek dari
radiasi matahari, tetapi akan menahan pantulan radiasi matahari tersebut yang setelah mencapai
permukaan bumi, berubah menjadi radiasi gelombang panjang. Selama matahari bersinar, akan
terjadi akumulasi radiasi sehingga temperatur di dalam rumah kaca akan semakin panas.

Negara mana saja yang paling banyak mengakibatkan pemanasan global?

Secara umum, negara negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Italia,
Rusia, Jepang dan Kanada merupakan negara-negara penghasil gas rumah kaca terbesar, sehingga
disinyalir sebagai negara-negara yang paling bertanggung jawab terhadap pemanasan Global.
Untuk menetralisir citra negatif yang melekat pada negara-negara industri tersebut, mereka
terkadang menuduh negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Brasil yang memiliki hutan
yang luas, ikut bertanggung jawab pula terhadap pemanasan global karena praktek penebangan
hutan. Padahal kebutuhan kayu di negara-negara industri tersebut sebagian besar dipenuhi dari
penebangan hutan-hutan di negara berkembang.

Apakah dampak yang terjadi di setiap negara berbeda-beda? Mengapa?

Dampak pemanasan global yang terjadi di setiap negara berbeda karena faktanya iklim di setiap
negara berbeda yaitu terdiri dari tropik dan subtropik. Di negara subtropik yang memiliki 4
musim, dampak pemanasan global terutama terjadi pada perubahan suhu yang makin ekstrim saat
musim panas (suhu lebih panas) dan saat musim dingin (suhu lebih dingin). Sedangkan dampak
yang terjadi di daerah tropik terutama berpengaruh terhadap pergeseran musim (awal dan akhir
musim hujan atau kemarau) serta meningkatnya kasus wabah penyakit. Selain itu dampak yang
dirasakan oleh negara kepulauan adalah ancaman berkurangnya panjang garis pantai akibat
meningkatnya tinggi muka laut karena mencairnya lapisan es di kutub.

Apa saja dampak yang bisa ditimbulkan akibat pemanasan global?

Dampak yang terjadi akibat pemanasan global sangat beragam yaitu dampak terhadap cuaca,
tinggi muka air laut, pertanian, hewan dan tumbuhan serta kesehatan manusia.

Akibat pemanasan global temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung
meningkat. Curah hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya beberapa
daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Topan badai lebih sering terjadi.

Pemanasan global akan mencairkan banyak es di kutub. Akibatnya tinggi muka laut di seluruh
dunia telah meningkat 10-25 cm selama abad 20. Diprediksi pada abad 21, akan terjadi
peningkatan tinggi muka air antara 9 – 88 cm. Padahal menurut perhitungan para ahli IPPC
(lembaga internasional yang menangani perubahan iklim), kenaikan 100 cm muka air laut akan
menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17.5 persen daerah Bangladesh. Dan ribuan pulau
kecil di Indonesia akan tenggelam.

Wabah penyakit yang biasanya ditemukan di daerah tropik, seperti malaria dan DBD
diperikirakan akan meningkat sebesar 60 %.

Fakta yang tercatat menunjukkan bahwa akibat gelombang panas yang terjadi pada bulan Juni
2003 telah menewaskan 25.000 penduduk Eropa. Sedangkan menurut laporan BBC, musim
dingin yang ekstrim yang terjadi pada bulan Desember 2003 telah menyebabkan kematian 2500
penduduk Inggris. Bahkan menurut laporan WHO pada bulan Desember 2003, pemanasan global
telah membunuh 150 ribu orang tiap tahun. Menurut perkiraan WHO, dalam 30 tahun mendatang,
angka kematian yang disebabkan oleh pemanasan global akan mencapai angka 300 ribu per
tahun.

Mengapa Amerika Serikat menolak Protokol Kyoto (tentang penurunan emisi gas rumah
kaca)?

Protokol Kyoto yang telah dinegosiasikan di Kyoto, Jepang pada Desember 1997 adalah
persetujuan sah dimana negara-negara perindustrian akan mengurangi emisi karbondioksida dan
gas-gas rumah kaca lainnya.

Amerika Serikat sebagai negara industri dan negara terbesar penghasil Gas Rumah Kaca, telah
menolak menandatangani protokol tersebut. Hal ini bisa dipahami karena sebagai negara
pengusung paham Kapitalisme yang terbesar dan terkuat, Amerika Serikat akan berbuat apapun
untuk membela kepentingan ekonominya, walaupun perbuatan tersebut akan mendapat kecaman
dari masyarakat dunia. Dalam pandangan Kapitalisme, tindakan untuk mengambil keuntungan
yang sebesar-besarnya dari eksploitasi sumberdaya alam jauh lebih penting walaupun harus
merugikan pihak lain.

Bagaimana menurut pandangan Islam tentang masalah lingkungan ini?

Islam sebagai agama yang memberi rahmat bagi alam sangat menjaga pelestarian lingkungan.
Allah Swt. berfirman dalam QS al-A’raf (7) : 56: â€‌Dan janganlah kamu membuat
kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinyaâ€‌

Rasulullah saw. telah bersabda terkait dengan larang penebangan pohon secara sia-sia: â€‌Siapa
saja yang memotong pohon bidara yang ada di atas tanah lapang yang sering digunakan sebagai
tempat bernaung bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan ataupun binatang-binatang
secara sia-sia dan penuh kezhaliman anpa alasan yang benar, maka Allah akan menaruh api
neraka di atas kepalanyaâ€‌ (HR Bukhari)

Supaya konsep Islam ini terealisasi, apa yang yang harus dilakukan kaum muslimin?

Kaum muslimin harus menjadikan Islam menjadi sebuah kekuatan yang diperhitungkan oleh
umat dan bangsa lain. Hal ini hanya dapat dicapai melalui pembentukan negara Khilafah, seperti
yang pernah terjadi beberapa abad yang lalu, dimana Islam menjadi sebuah negara adidaya yang
telah memberi kesejahteraan dan kedamaian bagi umatnya dan bagi umat manusia secara
keseluruhan.

Jika Khilafah Islam mampu menyelamatkan dunia, berarti Kapitalisme sudah saatnya
dihapus dari peradaban ini?

Secara faktual kekuatan paham Kapitalisme saat ini sudah sekarat dan tinggal menunggu saat-saat
menuju kehancuran. Saat ini merupakan kesempatan bagi kaum muslimin untuk mendakwahkan
ideologi Islam sehingga Islam segera dapat menggantikan dan menghapus ideologi Kapitalisme
yang terbukti telah menyengsarakan umat manusia selama ini.[]
==== Bagian ini akan mengupas setahap demi setahap tentang segala sesuatu yang berkenaan
dengan laut kita dan dunia. Diharapkan bahwa dengan adanya pembahasan tersebut, akan diperoleh hasil
akhir berupa deskripsi tentang lautan dan areanya, termasuk sebab akibat yang melingkupi lautan)

Peneliti lingkungan dan sains berpendapat bahwa manusia ialah penyebab utama global warming . Emisi
gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida
di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir. Rata-rata temperatur
global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut
mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961. Sekitar 20 hingga 30 persen
spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5
derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies
mungkin musnah.

Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda
negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk
kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir. Di Eropa, kepunahan spesies akan ekstensif.
Sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber
air akan semakin tinggi. Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering
terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih
luas. Resiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat. Sementara itu, kekeringan
akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih
luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.

Indonesia dan Global Warming


Indonesia menyumbang tujuh persen pencemaran dengan kadar karbon atau sebanyak 2,5 miliar ton CO
yang berdampak pada terjadinya global warming . Hal ini terjadi karena laju dan tingkat penggundulan
hutan di Indonesia mencapai satu juta hektar per tahun.

Rachmat Witoelar mengatakan bahwa global warming sedang menjadi isu sentral di berbagai belahan
dunia. Salah satu penyebab global warming ini terkait kegiatan penebangan pohon di kawasan hutan
yang tidak diimbangi dengan penanaman pohon pengganti atau disebut deforestasi. Sektor
kehutanan di seluruh dunia menyumbang sebanyak 20 persen atau sekitar 7,5 miliar ton kandungan CO,
yang memicu terjadinya global warming . Dari angka tersebut, Indonesia menyumbang sepertiganya, atau
sebanyak tujuh persen dengan total kontribusi sekitar 2,5 miliar ton CO.

“Untuk menekan pemanasan global yang berasal dari deforestasi, Indonesia perlu menekan laju
penggundulan hutan yang sudah mencapai satu juta hektar per tahun. Jika berhasil, maka emisi akan
berkurang 1,2 miliar ton CO.”

Saat ini, negara-negara di dunia yang tergabung dalam PBB sedang gencar membahas ancaman dan
dampak global warming . Sebagai tindak lanjut dari pertemuan Kyoto tahun 1997 silam, pada 3-14
Desember 2007 akan digelar Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim bertempat di Bali. Di sisi lain,
masih ada sejumlah negara yang menolak untuk mengakui fenomena global warming, salah satunya
Amerika Serikat dan Australia. Sampai sekarang, kedua negara tersebut masih belum bersedia untuk
melaksanakan hasil pertemuan Kyoto Protocol. AS belum mau mengurangi pemakaian emisi gas buang dari
bahan bakar minyak karena itu merugikan industri perminyakan yang setiap tahunnya menghasilkan 450
miliar dollar AS per tahunnya. Salah satu hasil dari Kyoto Protocol itu ialah Flexible Mechanism, sebuah
metode yang dapat diterapkan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi industri.

Kevin Rudd: Penanganan Global Warming Harus Diprioritaskan

Laporan Wartawan Kompas Robertus Benny Dwi K

NUSA DUA, KOMPAS - Upaya pencarian solusi atas dampak terburuk dari perubahan
iklim harus menjadi prioritas utama bagi seluruh bangsa. Demikian diungkapkan Perdana
Menteri Australia Kevin Ruud saat memberikan pidatonya dalam Pembukaan Pertemuan
Tingkat Tinggi Konferensi Para Pihak Ke-13 dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang
Perubahan Iklim (COP-13/UNFCCC) di Bali International Convention Center (BICC) Nusa
Dua, Bali, Rabu (12/12) pagi.

“Tidak ada jalan lain. Kita hanya hidup di satu planet. Mari bekerja lebih keras dan
sungguh-sungguh,” kata Kevin.

Kevin menegaskan, isu perubahan iklim menjadi prioritas utama pemerintah baru
Australia. Hal itu dibuktikannya dengan meratifikasi Protokol Kyoto. Dokumen ratifikasi
protokol itu sudah diserahkan secara langsung kepada Sekjen PBB Ban Ki Moon, Rabu
pagi sebelum pembukaan COP 13/UNFCCC digelar.

Archive for Global Warming

TAHUKAH KAMU APA ITU PEMANASAN GLOBAL

February 27, 2008 · Filed under Global Warming · Tagged Global Warming, lingkungan

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan


fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena
terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh
meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana
(CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari
terperangkap dalam atmosfer bumi.. Penyebab utama pemanasan ini
adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi,
dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang
dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi kehidupan
makhluk hidup di bumi ini,antara lain seperti:

• Cuaca

Menurut penelitian yang dilakukan, yang paling terkena dampaknya dilihat dari
segi cuaca adalah di daerah bumi bagian utara dan daerah kutub. Gunung-gunung
es akan mencair, daratan akan mengecil, dan es yang terapung di bagian utara
bumi akan berkurang. Selain itu pemanasan global juga akan berdampak di daerah
subtropis. Seperti perbedaan suhu pada musim dingin dan malam hari yang akan
semakin meningkat, musim tanam akan lebih panjang, dan bagian yang tertutup
salju akan cepat mencair. Sedangkan di daerah tropis atau daerah hangat akan
menimbulkan lebih banyak bencana seperti kelembaban yang tinggi, badai, topan
badai (Hurricane), curah hujan meningkat, kemarau panjang, dan cuaca menjadi
tidak terprediksi.

• Pantai dan Tinggi permukaan air laut

Pemanasan global menyebabkan suhu permukaan bumi meningkat sehingga suhu


permukaan air laut juga akan meningkat. Hal tersebut menyebabkan volume air
laut membesar dan menaikkan permukaan air laut. Ini akan berdampak bagi
kehidupan di daerah pantai antara lain erosi yang meningkat di tebing, pantai,
bukit pasir dan mempengaruhi ekosistem di pantai. Selain itu dampak lainnya
adalah banjir akibat meningkatnya air pasang pada muara sungai serta kenaikan
air laut dapat menutupi sebagian daratan dekat pantai.

• Pertanian

Dari segi pertanian juga akan sangat dirugikan dengan adanya pemanasan global.
Pemanasan global salah satu ciri yang sangat nampak dampaknya adalah kenaikan
suhu permukaan bumi dan anggapan yang salah bahwa dengan meningkatnya
suhu maka produktivitas pertanian juga meningkat. Justru dengan meningkatnya
suhu menyebabkan cuaca tidak menentu sehingga musim tanam di beberapa
daerah juga akan berubah. Contohnya di daerah pertanian gurun yang bergantung
pada irigasi dari gunung-gunung akan semakin menderita karena snowpack
(kumpulan salju) yang berfungsi sebagai reservoir air (penyimpan air) pada
musim dingin akan lebih cepat mencair sebelum puncak masa tanam tiba.
Dampak buruk lainnya juga berakibat pada tanaman pangan dan hutan terserang
hama dan penyakit yang lebih hebat.

• Kehidupan hewan dan tumbuhan

Mahkluk hidup yang paling terkena dampak buruk dari pemanasan global ini
adalah hewan dan tumbuhan. Satwa cenderung akan bermigrasi ke daerah kutub
atau kearah pegunungan. Sedangkan tumbuhan akan mengubah arah
pertumbuhan,mengarah kedaerah baru karena menganggap daerah lamanya sudah
terlalu hangat. Namun pembangunan manusia akan menghalanginya. Spesies
yang terhalangi perpindahannya dan tidak dapat berpindah cepat mungkin akan
mati.

• Kesehatan manusia

Banyak ilmuan yang memprediksi bahwa dengan meningkatnya suhu bumi akan
menyebabkan banyak orang yang terkena penyakit dan meninggal karena stres
panas. Penyakit-penyakit lain yang dapat timbul akaibat pemanasan global dan
sering dijumpai adalah deman dengue, demam kuning, encephalitis, serta
meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih
hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.

• Sosial dan Ekonomi

Dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi gangguan terhadap


fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, gangguan terhadap fungsi prasarana dan
sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara, terhadap permukiman
penduduk, pengurangan produktivitas lahan pertanian, peningkatan resiko kanker
dan wabah penyakit, dll.
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi
pemanasan global antara lain:

(1) Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah
penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan
listrik. Artinya Anda terus berkontribusi pada pemanasan global.

(2) Pilihlah perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energi

(3) Saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, jemur


dan biarkan pakaian kering secara alami

(4) Matikan keran saat sedang menggosok gigi

(5) Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram
tanaman

(6) Segera perbaiki keran yang bocor - keran bocor menumpahkan air
bersih hingga 13 liter air per hari

(7) Jika mungkin mandilah dengan menggunakan shower. Mandi


berendam merupakan cara yang paling boros air.

( Selalu gunakan kertas di kedua sisinya

(9) Gunakan kembali amplop bekas

(10)Jangan gunakan produk ’sekali pakai’ seperti piring dan sendok


kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastic

(11)Gunakan baterai isi ulang

(12)Pilih kalkulator bertenaga surya


Setelah mengetahui pengertian dari pemanasan global, dampak
buruknya bagi makhluk hidup dan lingkungan di bumi ini maka
seorang mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat intlektual
seharusnya kita mampu melakukan hal-hal yang dapat meminimalisir
terjadinya pemanasan global. Mulai saat ini, sudah saatnya mahasiswa
berperan aktif dalam membantu pemerintah mengurangi dampak
buruk global warming atau pemanasan global.