Anda di halaman 1dari 9

ASMA

KAMILAT

www.ilmughaibindonesia.com Page 1
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.
Saya awali ebook ini dengan memberikan sedikit ulasan tentang ilmu Tauhid yang menurut
pengalaman saya , pemahaman ilmu tauhid adalah suatu keharusan dan sangat penting
dalam keberhasilan dan mempercepat perjalanan spiritual kita.

TAUHID

TAUHID yang akan saya bahas di dalam risalah kecil ini adalah 2 jenis Tauhid,yaitu :

 TAUHID RUBUBIYAH
 TAUHID IBADAH

Tauhid Rububiyah

Tauhid Rubibiyah adalah mengakui dan meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah, ALLAH
adalah tuhan kita dan Tuhan itu hanya 1 (satu), mengesakan Allah dalam hal mencipta,
menguasai, pemberi rezeki dan mengatur Alam.

Allah berfirman,

“Allahlah yang menciptakan segala sesuatu.” (QS. Azumar:62)

“Apakah ada pencipta selain Allah yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan
bumi? Tidak ada illah (yang berhak disembah) selain Dia” (QS Fathir:3)

“Mahasuci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu” (QS.Al-Mulk:1)

“Ingatlah, Bahwa menciptakan dan memerintah hanyalah haq Allah, Rabb semesta
alam.” (QS. Al-A‟raf:54)

Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani tidak
ada pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam kecuali Allah, maka ia harus mengakui
bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah
Subhannahu wa Ta'ala . Dan itulah tauhid uluhiyah.

Semua umat islam sudah bertauhid secara rububiyyah, saya tidak akan membahas Tauhid
Rububiyah secara mendetail akan tetapi saya akan membahas Tauhid Ibadah agak lebih
detil karena jenis Tauhid ini kebanyakan dari umat islam sudah mengetahuinya akan tetapi
kurang memahaminya.

Tauhid Uluhiyah (Tauhid Ibadah)

Tauhid Uluhiyah (Tauhid Ibadah) ialah mengesakan Allah dalam beribadah atau beribadah
kepada Allah semata, kita tidak boleh, disamping beribadah kepada Allah juga beribadah

www.ilmughaibindonesia.com Page 2
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.
kepada selain-Nya, kita tidak boleh bertaqorrub (mendekatkan diri) kepada selain Allah
sebagaimana kita betaqarrub kepada Allah.

Tauhid uluhiyah, yaitu tauhid ibadah, karena ilah maknanya adalah ma'bud (yang
disembah). Maka tidak ada yang diseru dalam do'a kecuali Allah, tidak ada yang dimintai
pertolongan kecuali Dia, tidak ada yang boleh dijadikan tempat bergantung kecuali Dia, tidak
boleh menyembelih kurban atau bernadzar kecuali untukNya, dan tidak boleh mengarahkan
seluruh ibadah kecuali untukNya dan karenaNya semata.

Jadi, tauhid rububiyah adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyah. Karena itu seringkali Allah
membantah orang yang mengingkari tauhid uluhiyah dengan tauhid rububiyah yang mereka
akui dan yakini. Seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala: "Hai manusia, sembahlah
Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu
bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai
atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan
itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu
mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (Al-Baqarah: 21-
22)

Allah memerintahkan mereka bertauhid uluhiyah, yaitu menyembahNya dan beribadah


kepadaNya. Dia menunjukkan dalil kepada mereka dengan tauhid rububiyah, yaitu
penciptaanNya terhadap manusia dari yang pertama hingga yang terakhir, penciptaan langit
dan bumi serta seisinya, penurunan hujan, penumbuhan tumbuh-tumbuhan, pengeluaran
buah-buahan yang menjadi rizki bagi para hamba.

Maka sangat tidak pantas bagi mereka jika menyekutukan Allah dengan yang lainNya, dari
benda-benda atau pun orang-orang yang mereka sendiri mengetahui bahwa ia tidak bisa
berbuat sesuatu pun dari hal-hal tersebut di atas dan lainnya. Maka jalan fitri untuk
menetapkan tauhid uluhiyah adalah berdasarkan tauhid rububiyah.

Karena manusia pertama kalinya sangat bergantung kepada asal kejadiannya, sumber
kemanfaatan dan kemadha ratannya. Setelah itu berpindah kepada cara-cara ber-taqarrub
kepadaNya, cara-cara yang bisa membuat ridhaNya dan yang menguatkan hubungan
antara dirinya dengan Tuhannya.

Maka tauhid rububiyah adalah pintu gerbang dari tauhid uluhiyah. Karena itu Allah ber-
hujjah atas orang-orang musyrik dengan cara ini. Dia juga me merintahkan RasulNya untuk
ber-hujjah atas mereka seperti itu. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Katakanlah:
'Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?'
Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak
ingat?" Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya
'Arsy yang besar?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka
apakah kamu tidak bertakwa?" Katakanlah: "Siapakah yang di tanganNya berada
kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi ti dak ada yang dapat
dilindungi dari (azab)Nya, jika kamu mengetahui?" Mereka akan menjawab:
"Kepunyaan Allah." Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu
ditipu?" (Al-Mu'minun: 84-89)

www.ilmughaibindonesia.com Page 3
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.
"(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan
(yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia;
..." (Al-An'am: 102)

Dia berdalil dengan tauhid rububiyah-Nya atas hakNya untuk disembah. Tauhid
uluhiyah inilah yang menjadi tujuan dari penciptaan manusia. Allah Subhannahu wa
Ta'ala berfirman: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56)

Seorang hamba tidaklah menjadi muwahhid hanya dengan mengakui tauhid rububiyah
semata, tetapi ia harus mengakui tauhid uluhiyah serta mengamalkannya. Kalau tidak, maka
sesungguhnya orang musyrik pun mengakui tauhid rububiyah, tetapi hal ini tidak
membuat mereka masuk dalam Islam, bahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam
memerangi mereka.

Mengesakan Allah dalam beribadah adalah INTI agama para Rasul yang di utus Allah untuk
mendakwahkan agama islam kepada hambaNya.

Allah berfirman ,

“Dan Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang Rasul (yang
menyeru), „Sembahlah Allah dan Jauhilah Taghut.‟ “(QS. AN-Nahl:36)

“Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul pun sebelum engkau melainkan selalu
Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Illah (yang berhak di sembah) kecuali
Aku, maka beribadahlah kalian kepada-Ku.” (QS. Al-Anbiya:25)

Penyimpangan Tauhid jenis inilah yang menjadikan KAUM MUSYRIKIN menjadi orang-
orang sesat, barangsiapa tidak mengakui tauhid jenis ini maka dia musrik dan kafir
walaupun mengakui Tauhid rububiyah, Nau’dzubillah..!

Jadi, Mengesakan Allah dalam beribadah adalah agamananya para Rasul yang di utus oleh
Allah kepada hamba-hambaNya.

Maka Allah mengutus Nabi Muhammad S.A.W untuk memberitahukan kepada seluruh
manusia bahwa segala bentuk TAQORRUB (pendekatan diri) dan I’TIQAD (kayakinan hati)
semata-mata menjadi Haq Allah , tidak sedikitpun diberikan kepada selain Allah, tidak boleh
seseorang memalingkan sedikit pun tujuan ibadahnya kepada selain Allah, baik kepada
malaikat yang di dekatkan (kepada-Nya) ataupun nabi yang di utus , apalagi kepada selain
keduanya.

Pengakuan sifat Rububiyyah Allah tidak akan membawa manfaat kepada kita sedikitpun,
Pengakuan itu hanya akan memberi manfaat jika disertai dengan pengakuan Sifat Uluhiyah
Allah dan beribadah hanya kepada Allah.

Ketahuilah bahwa pengakuan sifat rububiyah Allah mengharuskan adanya pengakuan


terhadap sifat uluhiyah-Nya, sedangkan pengakuan terhadap sifat uluhiyah Allah telah
mencakup pengakuan terhadap sifat rububiyah-Nya.

www.ilmughaibindonesia.com Page 4
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.
Coba kita lihat apa yang sekarang terjadi di sekitar kita sekarang ini , banyak pencinta ilmu
hikmah yang tanpa di sadarinya telah menjauhi Tauhid ibadah karena secara tidak sadar
telah mempunyai ITIQAD dan NIAT yang terlihat benar akan tetapi pada hakikatnya
menjauhkan mereka dari memurnikan Tauhid Ibadah.

Pada dasarnya salah satu sifat manusia adalah opportunis yaitu hanya mau melakukan
sesuatu apabila ada ganjarannya atau ada sesuatu yang akan menguntungkan dirinya.

Contohnya dalam beribadah,sebagian besar dari umat islam beribadah dengan bermacam-
macam -itiqad, kebanyakan adalah karena menginginkan sesuatu , ada udang di balik batu,
baik itu materi maupun non-materi, contohnya beribadah karena kepingin masuk surga dan
takut neraka (yang beritiqad jenis ini aja kayaknya sudah jarang…) atau karena ada
masalah, karena takut akan sesuatu, karena menginginkan sesuatu manfaat , ada yang
terpaksa karena dia keturunan kyai, karena pengen sakti, karena pengen bayar hutang,
karena pengen punya kemampuan tenaga dalam, karena pengen kaya, kepengen bisa ini
dan itu dan lain sebagainya.

Walaupun apa yang kita amalkan adalah Asmaul Husna, Ayat-Ayat atau surah-surah Al-
quran, Hizib-hizib Auliyya dan lain sebagainya APABILA berniat beribadah karena ada
sesuatu keinginan selain daripada beribadah karena ALLAH maka jenis ibadah ini malah
jauh dari mengakui sifat Uluhiyyah Allah, ibadah yang model begini malah bukan mendapat
RahmatNya Allah, memang betul, bahwa mereka mendapatkan apa yang di inginkannya
karena itu memang di Izinkan oleh Allah akan tetapi belum tentu di rahmatiNya.

Ada beberapa kesaksian-kesaksian dan malah ada beberapa buku yang menceritakan
bahwa banyak individu yang mengamalkan Asmaul Husna, Ayat-Ayat atau surah-surah Al-
quran, Hizib-hizib Auliyya dengan di awali dengan Itiqad dan keinginan tertentu, walaupun
keinginan mereka berhasil terwujud akan tetapi malah kehidupannya tidak barokah, malah
mempunyai khodam Jin muslim atau Jin Kafir, dan akhirnya kalangan-kalangan tertentu
menuduh bahwa amalan-amalan tersebut malah mengundang jin atau khodam tanpa
mengetahui sebab asalnya kenapa terjadi demikian.

Itu semua terjadi karena di sebabkan Itiqad dan niatnya sudah jauh dari pada ber-Tauhid
Ibadah, mereka telah merebut hak-haknya Allah karena beribadah untuk tercapai sesuatu
keinginan dan bukan beribadah IKHLAS untuk Allah.

Saya yakin anda tidak akan ikut mendaftar menjadi peserta pengisian ilmu ASMA
KAMILAT kalau tidak karena tertarik dengan manfaat dan khasiat dari ASMA
KAMILAT ini.

Anda akan kurang tertarik apabila manfaat mengamalkan ASMA KAMILAT hanya
untuk memperkuat tauhid ibadah kita, betul kan? He he he

Nah disinilah letaknya salahnya kita saudara-saudara ku se-agama yang saya cintai....., Niat
kita mengamalkan zikir atau wirid tertentu sudah di awali dengan niat yang tidak ikhlas
beribadah untuk Allah akan tetapi beribadah dengan mengharapkan akan manfaat dan
khasiat –nya.

Apakah anda Bingung sekarang? Padahal kita kan mengamalkan zikir, wirid dari Asmaul
Husna, ayat-ayat dan surah-surah alquran, shalawat, Asma-Asma, hizib-hizib Auliyya kok

www.ilmughaibindonesia.com Page 5
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.
malah jadi tidak membawa keberkahan pada diri kita dan keluarga? Padahal jelas amalan-
amalan itu adalah baik dan agung....?

Saya ingatkan sekali lagi segala sesuatu itu harus di awali dengan itiqad dan niat yang
ikhlas beribadah untuk Allah, yang hebat itu bukan zikir, wirid dari Asmaul Husna, ayat-ayat
dan surah-surah alquran, shalawat, asma-asma, hizib-hizib Auliyya – Nya akan tetapi yang
berkuasa dan yang mempunyai kekuatan itu adalah ALLAH. Amalan-amalan tidak akan
memberikan kekuatan ,manfaat dan keberkahan pada diri pengamalnya APABILA tidak ada
Ridho dan Rahmat Allah.

Jadikanlah Pengamalan zikir dan wirid kita ini sebagai bentuk pemurnian Tauhid Ibadah kita,
awalilah dengan Niat Ikhlas untuk beribadah karena Allah, untuk Allah dan hanya
mengharapkan limpahan izin, Ridho dan rahmatNya, niat itu harus di ucapkan di mulut dan
juga di ucapkan di hati , sebagaimana kita berniat apabila hendak Shalat Fardhu, Niat
hendak berpuasa, Niat hendak berwudhu, Hendak mandi junub saja kita harus berniat
APALAGI apabila kita hendak berzikir dan wirid ...!! masa tidak di awali dengan niat......he he
he

Apabila telah berniat lanjutkanlah dengan zikir dan wirid kita dengan pikiran hanya tertuju
pada Allah semata sampai kita selesai zikir dan wiridnya, setelah selesai berzikir atau wirid,
tutuplah dengan Pujian pada Allah, Shalawat Nabi, dan ucapkan lah terima kasih dan rasa
syukur kita atas ni’mat dan karunia Allah yang selalu di limpahkan kepada kita dan keluarga
kita, maka Insya Allah kita sudah memenuhi HAK-nya Allah.

Setelah itu barulah kita ber-Do’a kepada Allah akan semua hajat-hajat kita, keinginan kita
baik itu untuk hajat duniawi atau akhirat, berdoalah sepuas-puas hati kita kepada Allah,
Adukan semua permasalah kita kepada Allah, bermunajatlah secara bersungguh-sungguh
dengak keyakinan penuh bahwa doa kita pasti di kabulakan oleh Allah.

Nah sekarang anda pasti sudah faham, kita tidak boleh mencampuradukan HAK nya Allah,
waktunya berzikir maka berzkirlah karena Allah, beribadahlah karena Allah dan waktunya
berdoa, berdoalah kepada Allah, jadi jangan di campuradukan....Faham kan?!

Kalau anda sudah memahami dan juga menerapkan kepada semua jenis ibadah kita, Insya
Allah kita akan mendapatkan limpahan rahmat Allah yaitu berupa pahala di dunia sebagai
bonus yaitu berupa “Kemustajaban Do’a” !

“Beribadah-lah dengan Ikhlas karena Allah, Untuk Allah, Demi Allah, Semata-mata
karena Allah, karena cinta dan sayang kita pada Allah , hanya mengharapan Ridho
Allah, Rahmat Allah BUKAN beribadah karena sebab Ilmu,bukan karena manfaat dan
khasiat ini dan itu, dan juga bukan karena takut masuk Neraka dan bukan pula
karena kepingin masuk Surga”

Walaupun kita beribadah 24 jam sehari seumur hidup kita tanpa henti, Pahala ibadah kita
masih sangat sedikit untuk layak masuk Surga, hanya dengan Rahmat Allah sajalah yang

www.ilmughaibindonesia.com Page 6
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.
membuat kita bisa masuk Surga, tanpa RahmatNya jangan harap kita bisa masuk surga
dengan hanya mengandalkan dan berbangga dengan bekal ibadah kita.

ASMA KAMILAT

ASMA KAMILAT adalah gabungan Ismul Adzom dan Shalawat Khusus yang di
ciptakan oleh seorang Sheikh besar di zamannya dan di tulis dalam salah satu kitab
hikmah yang disusun oleh beliau, Asma ini termasuk Asma Mujarrob karena sudah
banyak di buktikan keberkesanannya kalau pengamalnya menjalankan wiridnya
secara ikhlas karena Allah dan secara istiqomah.

1. Bismillahir Rohamaanir Rahiim


2. Ilahi Anta Maqshudi Wa Ridhooka Mathluubi
3. Niat Hamba beribadah dengan berzikir ikhlas untuk-Mu ya Allah,
karenaMU Ya Allah, Ya Allah limpahkanlah ke-izinanMu, ke-ridhoanMU
dan rahmat-Mu kepada hamba dan keluarga hamba di dunia dan akhirat.
(Niat ini di ucap kan di mulut dan di niatkan di hati – seperti niat hendak
Shalat), Al-Faatihah 1x
Tawasul:
(i) Bi Barakati Wa Bi Mu’jizati Wa Bi Sirrulloh Nuurun Nubuwah Wa
Natawassholu Alaika Ya Allah Ila Nabiyyil Musthofa Muhammadin
Rasulullah S.A.W. – Al-Faatihah 11x
(ii) Bi Barakati Wa Bi Mu’jizati Wa Natawassholu Alaika Ya Allah Ila
Saidina Malaikat Jibrail, Wa Saidina Mikaail, Wa Saidina Israafiil Wa
Saidina ‘Izraaiil – Al-Faatihah 1x
(iii) Bi Barakati Wa Bi Karamati Wa Natawassholu Alaika Ya Allah Ila
Saidina Abu Bakar As-Siddiq, Wa Saidina ‘Umar Ibnul Khatthob, Wa
Saidina Uthman Bin ‘Affan Wa Saidina ‘Ali Bin Abi Tholib – Al-
Faatihah 1x
(iv) Bi Barakati Wa Bi Karamati Wa Natawassholu Alaika Ya Allah Ila
Sulthoonil Auliyaa’ Sheikh Abdul Qodir Al-Jilaani – Al-Faatihah 1x
(v) Bi Barakati Wa Bi Karamati Wa Natawassholu Alaika Ya Allah Ila
Syeikh Al-Ustadz Al-Kabir Abu Hayyillah Al-Marzuqi – Al-Faatihah
(Kemudian hadiah Al-Faatihah 125x kepada Syeikh Al-Ustadz Al-Kabir

www.ilmughaibindonesia.com Page 7
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.
Abu Hayyillah Al-Marzuqi ketika Asma Kamilat ini diamalkan buat
pertama kali sahaja, selanjutnya Al-Fatihahnya 1x).
(vi) Ila Hadhroti Khushuson Ila Man Ajazani Wa Ajazahu – Al-Faatihah 1x.

1. Al-Ikhlas (3x)
2. Al-Falaq (1x)
3. An-Naas (1x)
4. Ayatul Kursy (3x)
5. Shahadah (11x)
6. Solawat (100x)
7. Istighfar (100x)
8. La Hawla Wala Quwwata Illah Billahil ‘Aliyil ‘Azhiim (11x)
9. Baca Asma Kamilat

10. Bismillahirrohmanirrohim

‫ِيظ َياقُ ُّدوسُ َيا َق ِوىُّ َيا َشدِي ُد‬ ُ ‫احف‬ َ ‫ك َي‬ُ ِ‫ارحِي ُم َيا َمل‬ َ ‫ارحْ َمنُ َب‬ َ ‫اربِّ َي‬ َ ‫َي َاللَا ُ َي‬
‫اركْ َعلَـى َس ِّي ِد َنا م َُح َّم ٍد َو َعلَـى‬ ِ ‫صلِّى َو َسلِّ ْم َو َب‬ َ ‫َيا َذا ا ْلقُوَّ ِة ا ْل َمتِينُ اَللَّ ُه َّم‬
‫ك‬َ ِ‫صالَ ًة َكا ِملَ ًة لَ ِن َها َي َة لِ َك َمالِ َها َك َمالَ ِن َها َي َة لِ َك َمال‬َ ‫آلِ ِه‬
Ya Allahu Ya Rabbi Ya Rahmanu Ya Rahimu Ya Maliku Ya Hafizu Ya Quddusu
Ya Qawiyyu Ya Tsadidu Ya Dzal Quwwatil Matinu Allahumma salli wa sallim wa
barik ‘ala sayyidina Muhammaddin wa ‘ala alihi sholatan kamilatan la nihayata
li kamaliha kamala nihayata li kamalik

Tutup Zikir kita dengan bersujud dan ucapankan syukur dan terima kasih kepada
Allah atas semua ni’mat yang selalu di limpahkan kepada kita dan keluarga,

--Tamat Zikir Ikhlas-

Setelah itu silahkan anda memanjatkan Do’a seluruh hajat dunia atau akhirat

Cara Pengamalan (Selama 7 Malam tanpa Putus)

1. Baca Asma Kamilat 7x setelah ba’da Shalat Fardhu


2. Baca Asma Kamilat 100x/313x/1000x setelah Shalat Malam

www.ilmughaibindonesia.com Page 8
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.
Kunci Penggunaan :

1. Shahadat 1x
2. Istigar 3x
3. Shalawat 3x
4. ASMA KAMILAT 1x/3x (Tahan Napas)
5. Ya Allah Ya Rabbi Ya Rohman Ya Rohim, Dengan Izin, Ridho dan
RahmatMU Hamba mohon ...........(Maksud), Lahaola wa la quwata illa bilahil
‘aliyil ‘Adzim, Birohamtika ya arhamar rohimin 1x (Kalau bisa tahan napas)

www.ilmughaibindonesia.com Page 9
Dilarang keras memperlihatkan atau mengijazahkan ASMA KAMILAT ini tanpa seizing Bapak Febrian, kalau anda melanggar
dengan segaja maka kelimuan ASMA KAMILAT akan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya, Bi Idznillah.