Anda di halaman 1dari 10

Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV

”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

ANALISA PERBANDINGAN ANTARA GEOGRAPHIC RESOURCES


ANALYSIS SUPPORT SYSTEM (GRASS) DENGAN SURFER 8.0 UNTUK
PEMBUATAN DIGITAL TERRAIN MODEL

A. Grana Juniangga1 dan Agung Budi Cahyono1


1
Program Studi Teknik Geodesi, FTSP, ITS, Surabaya, 60111, Indonesia

Abstrak

Terkait dengan diberlakukannya UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, maka kebebasan penggunaan perangkat
lunak yang selama ini telah digunakan menjadi terbatas. Oleh karenanya, penggunaan perangkat lunak yang
berbasiskan “ Open Source “ seperti GRASS menjadi alternatif di dalam pembuatan DTM. Dalam penelitian ini
dibandingkan penggunaan perangkat lunak “Open Source” GRASS 5.4.0 berbasis LINUX dan Surfer 8.0 di dalam
platform Windows untuk mengolah data-data ketinggian menjadi bentuk digital permukaan sebagai aplikasi dari Sistem
Informasi Geografis. Dimana pengolahan metode interpolasi yang digunakan ialah Inverse Distance Weight. Hasil
yang diperoleh menunjukkan bahwa pada daerah kajian didapat penyimpangan terbesar titik-titik ketinggian yang ada
sebesar 5 mm (sumbu X), 5 mm (sumbu Y), 4 mm (sumbu Z) dan biaya penggunaan GRASS 5.4.0 untuk pembuatan
Digital Terrain Model cukup murah bila dibandingkan Surfer 8.0, dengan total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp
58.500,- sedangkan Surfer mencapai nilai Rp 5.415.000,- Selain itu, waktu pemrosesan yang relatif lebih cepat
dibandingkan Surfer 8.0, yakni selama 24 detik (pembuatan DTM), 5 detik (pembuatan penampang melintang), dan 138
detik (pembuatan peta kemiringan lahan dengan klasifikasi). Namun demikian, perlu dikaji lebih lanjut tentang
GRASS. Hal ini dikarenakan adanya kelemahan-kelemahan yaitu mengenai proses penginstalan yang tidak semudah
Surfer, kemampuan visualisasi yang hanya mendukung 8 bit serta beberapa modul kartografi yang belum didukung.

Kata Kunci : DTM, Open Source GRASS 5.4.0, SIG

1. PENDAHULUAN perangkat lunak yang berbasiskan ‘public domain’


yang memilki beberapa tugas utama untuk
Saat ini penggunaan perangkat lunak komputer mengumpulkan, menganalisa, memanipulasi dan
untuk aplikasi SIG dan Penginderaan Jauh dalam menampilkan data–data spatial dengan atribut-
pekerjaan sehari-hari merupakan suatu kebutuhan atribut terkait seperti layaknya perangkat lunak
yang tak terpisahkan. Namun demikian, perangkat Sistem Informasi Geografis lainnya. Secara singkat,
lunak yang banyak beredar di pasaran dan GRASS sendiri merupakan kepanjangan dari
dipergunakan masyarakat banyak merupakan Geographical Resources Analysis Support System.
perangkat lunak yang tidak mempunyai hak pakai GRASS pertama kali dikembangkan oleh US Army
atau lisensi dari pembuatnya (misalkan : Arc Construction Engineering Research Lab (CERL).
View, Arc GIS, ERDAS, ER Mapper, NWIS, Namun sejak tahun 1997, GRASS ini
ENVI, PCI). Sehingga keabsahan atau legalitas dikembangkan oleh Baylor University, Waco–
dari hasil suatu pekerjaan yang menggunakan Texas, USA. Hingga saat ini, sudah banyak versi
perangkat lunak–perangkat lunak tersebut perlu dari GRASS yang telah dikembangkan oleh
dipertanyakan. Apalagi dengan berkembangnya beberapa orang dan institusi dari seluruh penjuru
HAKI dan adanya peraturan– peraturan di dunia (hingga kini seri terakhir yang telah
Indonesia yang mulai mengatur pemakaian atau dikeluarkan GRASS ialah GRASS 6.0.0) mereka
penggunaan perangkat lunak. berdiskusi dan saling tukar-menukar infomasi lewat
media internet. Keseluruhan modul-modul atau
Sebagai alternatif dari permasalahan HAKI di program-program pengembangan yang telah
Indonesia, GRASS hadir sebagai salah satu dikembangkan tersebut dapat di-copy secara bebas

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 198
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

tanpa ada sedikit tuntutan dari pihak manapun


(Hotari, 2003). 2. METODOLOGI PENELITIAN

Untuk itu, dalam penelitian ini akan dicoba 2.1 Alat dan Bahan
digunakan perangkat lunak “Open Source”
GRASS 5.4.0 berbasis LINUX untuk mengolah Dalam pengerjaan pembuatan DTM (Digital
data sebagai aplikasi dari Sistem Informasi Terrain Model) dengan menggunakan GRASS 5.4.0
Geografis (SIG). Salah satu kemampuan Sistem dan Surfer 8.0 bahan dan peralatan yang diperlukan
Informasi Geografis adalah mempelajari bentuk adalah :
morfologi permukaan bumi dengan memodelkan a. Peta rupa bumi digital skala 1 : 25000 lembar
bentuknya secara digital yang dikenal dengan 1607 – 444 tahun 1998 daerah Gunung Semeru,
bentuk digital permukaan atau Digital Terrain dimaksudkan agar kenampakan topografi
Model ( DTM ). permukaan bumi tampak lebih jelas.
b. Komputer dengan spesifikasi :
1.2 Tujuan Penelitian − Processor Intel 3.06 Mhz
− Memory 512 Mbyte
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: − Kartu Grafis ATI Radeon Mobility 9000
a. Untuk mengkaji kemampuan perangkat lunak − Harddisk 60 GB
GRASS untuk pembuatan Digital Terrain − Monitor 15,4” resolusi 1280 x 800
Model (DTM). c. Sistem operasi LINUX distribusi Ubuntu seri
b. Membandingkan dengan Surfer mengenai 4.10
ketelitian, biaya, waktu, dan visualisasi. d. Free software converter DXF2XYZ
e. Open Source GRASS seri 5.4.0
1.3 Batasan Masalah
2.2 Pengolahan Data
a. Perangkat lunak yang digunakan adalah Free
software converter DXF2XYZ dengan tujuan Tahap permulaan yang dilakukan di dalam proses
untuk mendapatkan titik-titik ketinggian dan pembuatan DTM ialah mencari koordinat titik
GRASS 5.4.0 di dalam LINUX distribusi tinggi. Dimana koordinat titik tinggi ini diperoleh
Ubuntu untuk mengolah data titik – titik dari peta Rupa Bumi Digital keluaran Bakosurtanal
ketinggian yang ada menjadi bentuk Digital pada tahun 1998. Untuk mendapatkan titik tinggi
Terrain Model. tersebut, digunakan free software DXF2XYZ untuk
b. Data yang diambil sebanyak 732477 titik merubah format .Dxf pada kontur ketinggian peta
menggunakan format ASCII dengan luasan ± RBI menjadi format ASCII. Dari hasil konversi di
1900 Ha dari Peta Rupa Bumi Indonesia atas, dapat terlihat bahwa jumlah keseluruhan titik
Digital daerah Gunung Semeru Kabupaten tinggi yang digunakan berjumlah 732477 titik.
Malang skala 1: 25000 tahun 1998 dengan
nomor lembar 1607 – 444. Pemilihan Gunung 2.2.1 Menggunakan Surfer 8.0
Semeru sebagai daerah kajian agar dapat
terlihat kenampakan Digital Terrain Model a. Tahap pertama yang dilakukan di dalam proses
topografi permukaan bumi yang lebih jelas. pembuatan Digital Terrain Model ialah
c. Analisa yang dilakukan adalah meghitung mengimport data titik–titik ketinggian yang
ketelitian, waktu dan biaya serta visualisasi telah tersimpan di dalam format ASCII dapat
perbedaan dalam pembuatan model DTM dimasukkan ke dalam lingkungan kerja Surfer
antara perangkat open source GRASS dengan 8.0 (Worksheet) dengan menggunakan proses
platform LINUX dan perangkat lunak Surfer import.
8.0 dengan platform Windows.
d. Hasil akhir berupa peta kemiringan lahan
dengan skala 1:25000 dan penampang
melintang.

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 199
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

Diagram 1. Pengolahan Data

b. Setelah data titik–titik ketinggian sudah diperoleh penampang melintang yang


berada di dalam lingkungan kerja Surfer 8.0, diinginkan.
kemudian data-data tersebut diinterpolasi ke
dalam menu Grid dengan metode Inverse 2.2.2 Menggunakan GRASS 5.4.0
Distance Interpolation dan disimpan dalam
file dengan extension (*.grd). a. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam
c. Proses pembuatan peta kemiringan dengan bekerja dengan GRASS 5.4.0 adalah
surfer dilakukan menggunakan menu Math. pendefinisian location dan mapset. Location
Dimana dengan menggunakan menu ini, akan adalah wilayah yang mencakup seluruh peta
dirubah bentuk kemiringan dalam satuan kerja sedangkan mapset dapat merupakan
derajat menjadi bentuk persen. Rumus yang sebagian dari atau seluruh wilayah kerja
diisikan pada kolom function ialah tersebut. Beberapa mapset dapat didefinisikan
C = ( A / 90) * 100 . untuk satu location.
d. Pada Surfer 8.0, pembuatan penampang b. Untuk membuat location dan mapset dalam
melintang didahului dengan proses digitasi GRASS, informasi yang harus dimiliki
untuk menentukan, daerah yang akan adalah:
ditampilkan kenampakan melintangnya. • Sistem koordinat untuk basis data
Setelah diperoleh daerah yang akan dibuat (planimetrik atau dengan proyeksi dan
penampang melintangnya, proses dilanjutkan ellipsoid)
dengan proses pemotongan (slice), sehingga • Koordinat minimum dan maksimum
dari wilayah kerja
• Resolusi spasial

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 200
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

c. Setelah semua tahapan selesai, basis data akan j. Pada GRASS 5.4.0, penampang melintang
terbentuk dan proses akan segera masuk ke dari DTM yang sudah dibuat sebelumnya,
dalam sistem GRASS. dapat ditampilkan dengan menggunakan
d. Data titik atau site dapat dimasukkan ke modul d.profile.
dalam sistem GRASS dengan cara melakukan
proses import menggunakan modul s.in.ascii. 2.3. Analisa Pergeseran Titik Hasil Konversi
Dengan menggunakan modul ini, data titik
ketinggian dalam format ASCII yang telah Untuk melihat besarnya pergeseran titik-titik
dikonversi sebelumya dapat diimpor tanpa ketinggian yang ada, digunakan layer 2610 yang
mengurangi kandungan informasi yang ada di dalam hal ini merupakan jalan setapak yang ada
dalam sumber data (titik-titik ketinggian). pada daerah kajian. Alasan penggunaan layer
e. Dalam GRASS mengenal tiga tipe field tersebut digunakan disebabkan karena tingkat
separator yakni : koma ( , ), tab, dan space. kejelasan visualisasi layer jalan setapak pada
Untuk pengerjaan pembuatan DTM. daerah yang sedang diamati.
f. Gunung Semeru, field separator yang
digunakan adalah koma ( , ). Secara keseluruhan, titik-titik ketinggian yang
g. Data vektor dapat dimasukkan ke dalam merupakan hasil konversi layer kontur pada data
sistem GRASS dengan cara melakukan proses Peta RBI dalam format *.dxf ke dalam format
import menggunakan modul v.in.dxf. Dengan ASCII berjumlah 732477 titik. Dalam hal ini,
menggunakan modul ini, data vektor dalam layer jalan (2610) belum termasuk di dalam titik
format .DXF diimpor berdasarkan banyaknya tersebut, namun karena pada Peta RBI layer
layer-layer yang ada. tersebut juga memilki ketinggian, maka dapat
h. Data vektor dapat dimasukkan ke dalam diassumsikan bahwa layer ini dapat mewakili dari
sistem GRASS dengan cara melakukan proses ketinggian titik-titik yang ada.
import menggunakan modul v.in.dxf. Dengan
menggunakan modul ini, data vektor dalam Dalam melihat besarnya perbedaan koordinat
format .DXF diimpor berdasarkan banyaknya yang ada, diambil contoh sebanyak 20 titik secara
layer-layer yang ada. acak dan merata untuk keseluruhan daerah kajian.
i. Peta kemiringan lereng diturunkan dari DEM Penggunaan 20 titik tersebut juga mengacu
dan dapat diperoleh dengan menggunakan kepada hasil perhitungan kekuatan jaringan
modul r.slope.aspect dari GRASS. Setelah sebesar 0,3934. Dimana dengan nilai kekuatan
diperoleh peta kemiringan lereng dalam jaringan tersebut maka dapat dinyatakan bahwa
derajat, langkah selanjutnya adalah merubah penggunaan 20 titik yang terdistribusi secara
peta tersebut dalam bentuk persen dengan merata cukup dapat mewakili penggunaan titik-
menggunakan modul r.mapcalc. Melakukan titik ketinggian sebanyak 732477 titik. Perbedaan
reklasifikasi kemiringan sesuai dengan koordinat hasil konversi dengan koordinat yang
kriteria yang ada dengan menggunakan tercantum di dalam Peta RBI, terlihat pada tabel 1.
r.reclass. Dari hasil modul r.reclass diperoleh
pengelompokkan kemiringan sebanyak enam
golongan dengan attribut keterangan 0 – 5
yang merupakan nomor identitas dari warna
kemiringan.

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 201
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

Diagram 2. Proses Analisa Pergeseran Titik Hasil Konversi

Tabel 1. Selisih koordinat hasil konversi dengan peta RBI

Data Peta RBI Data Hasil Converter Beda


No (dx2+dy2)1/2 (dx2+dy2+dz2)1/2
X Y Z X Y Z vx vy vz
1 707514.94 9101565.99 1876.93 707514.94 9101565.991 1876.93 0 -0.001 0 0.001 0.001
2 710901.88 9106278.98 2740.65 710901.879 9106278.978 2740.649 0.001 0.002 0.001 0.002 0.002
3 710967.84 9106102.74 2725.9 710967.835 9106102.739 2725.9 0.005 0.001 0 0.005 0.005
4 711042.95 9105772.52 2674.35 711042.945 9105772.518 2674.348 0.005 0.002 0.002 0.005 0.006
5 712469.19 9115016.96 2199.07 712469.189 9115016.959 2199.07 0.001 0.001 0 0.001 0.001
6 706887.36 9109026.55 1981.35 706887.355 9109026.553 1981.35 0.005 -0.003 0 0.006 0.006
7 713483.47 9114022.91 2223.44 713483.47 9114022.91 2223.44 0 0 0 0.000 0.000
8 707254.06 9112467.88 1794.9 707254.062 9112467.883 1794.9 -0.002 -0.003 0 0.004 0.004
9 708424.87 9111464.53 2296 708424.868 9111464.533 2296 0.002 -0.003 0 0.004 0.004
10 713499.57 9114876.24 2208.59 713499.571 9114876.239 2208.594 -0.001 0.001 -0.004 0.001 0.004
11 711397.77 9111418.36 2453.74 711397.768 9111418.361 2453.74 0.002 -0.001 0 0.002 0.002
12 711534.95 9110067.48 2393.97 711534.952 9110067.475 2393.97 -0.002 0.005 0 0.005 0.005
13 711218.51 9110612.57 2410.5 711218.506 9110612.573 2410.5 0.004 -0.003 0 0.005 0.005
14 711301.69 9109557.22 2396.9 711301.687 9109557.219 2396.9 0.003 0.001 0 0.003 0.003
15 709546.91 9110941.84 2670.06 709546.914 9110941.837 2670.06 -0.004 0.003 0 0.005 0.005
16 711213.82 9108771.14 2440.9 711213.82 9108771.14 2440.9 0 0 0 0.000 0.000
17 711320.28 9108484.03 2446.96 711320.275 9108484.032 2446.956 0.005 -0.002 0.004 0.005 0.007
18 718935.89 9101438.09 1044.5 718935.893 9101438.088 1044.5 -0.003 0.002 0 0.004 0.004
19 719170.81 9101345.27 1029.19 719170.814 9101345.27 1029.194 -0.004 0 -0.004 0.004 0.006
20 714682.32 9114306.2 2135.04 714682.317 9114306.202 2135.04 0.003 -0.002 0 0.004 0.004
Jumlah 0.020 0.000 -0.001 0.067 0.073

Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa Bila perhitungan kesalahan akibat adanya
penggunaan software konversi DXF2XYZ pergeseran dihitung menggunakan persamaan
menimbulkan adanya kesalahan. Kesalahan yang
dimaksud ialah adanya pergeseran titik pada
δ x 2 + δ y 2 untuk nilai pergeseran pada arah X-
sumbu X,Y, dan Z. Walaupun dari data – data di
atas dapat terlihat titik yang tidak mengalami
Y sedang persamaan δ x 2 + δ y 2 + δ z 2 untuk
pergeseran, seperti pada data ke 7 dan ke 16. arah X-Y-Z, dengan nilai pergeseran pada skala
Besarnya pergeseran pada tiap-tiap titik peta ditetapkan sebesar 0,1 mm atau untuk skala
bervariasi, dengan nilai pergeseran terbesar ialah 1: 25000 sebesar 2,5 m. Nilai penetapan 0,1 mm
5 mm (sumbu X), 5 mm (sumbu Y), dan 4 mm pada skala peta, ditetapkan berdasarkan atas
(sumbu Z). kemampuan mata pena alat tulis terkecil yang ada,
dalam hal ini mengambil contoh alat gambar

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 202
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

rotring dengan besar ujung pena terkecilnya ƒ Single license price : $ 550
sebesar 0,1 mm. ƒ Academic single price : $ 495
(sumber : http://www.rockware.com)
Berdasarkan data tabel di atas, terlihat bahwa
nilai pergeseran untuk sumbu XY dan XYZ sama, Oleh karena, surfer 8.0 berjalan di bawah platform
hal ini dikarenakan pada sumbu Z nilai Windows, maka untuk pengadaan platform
pergeserannya hanya sebesar 1 mm. Mengacu Windows untuk single license dikenakan biaya
kepada nilai pergeseran sebesar 0,1 mm pada sebesar :
skala peta atau sebesar 2,5 m untuk skala 1 : ƒ WinXp Prof : $ 135.99
25000, maka nilai pergeseran yang ada secara ƒ WinXp Home edition : $ 87.99
keseluruhan masih lebih kecil, yakni sebesar 67 (sumber:http://www.directron.com/windowxp.ht
mm (untuk perubahan sumbu XY) dan 73 mm ml)
(untuk perubahan sumbu XYZ). Sehingga dapat ƒ WinXp Home Edition SP 2: $ 74.99
di ambil sebuah kesimpulan bahwa penggunaan (After special offers)
free – software converter seperti DXF2XYZ (sumber :http://www.amazon.com)
untuk memperoleh titik-titik ketinggian dalam
pembuatan Digital Terrain Model dapat dikatakan Dalam pembuatan DTM ini, mengambil assumsi
teliti. bahwa semua proses kegiatan yang dilakukan
berdasarkan atas kegiatan edukasi dan kurs rupiah
Dari data tabel di atas, dapat dihitung besarnya yang digunakan sebesar Rp.9.500,-. Untuk itu,
standart deviasi untuk sumbu X – Y – Z. besarnya biaya yang dikenakan sebesar:
Persamaan yang digunakan adalah (Wolf, P.R, Surfer 8.0 (Academic Price): $ 495
1997): WinXP Home Edition SP 2 (special offer): $
74.99
n

∑v
2
i Sehingga biaya total yang dibutuhkan sebesar:
S =± i =1
Surfer 8.0 : Rp 4.702.500,−
n −1
(Academic Price)
Sehingga besarnya standart deviasi untuk tiap-tiap WinXP Home Edition : Rp 712.405,−
titik adalah: SP 2
Total : Rp5.415.000,−
20

∑v
2
x
0,000194 2.3.2 Pembuatan DTM menggunakan open
Sx = ± i =1
=± = ±0,0032 source GRASS
n −1 20 − 1
20

∑v Pada pembuatan DTM dengan menggunakan


2
y
0,000096 GRASS 5.4.0 yang berjalan di atas platform
S y = ± i =1 =± = ±0,0022
n −1 20 − 1 LINUX Ubuntu 4.10 sebenarnya tidak dikenakan
20 biaya sama sekali karena GRASS 5.4.0 dan
∑v
2
z LINUX mengacu kepada aturan GNU General
0,000053
Sz = ± i =1
=± = ±0,0012 Public License yang dikeluarkan oleh Free
n −1 20 − 1 Software Foundation.

2.3 Analisa Biaya Namun untuk mendapatkan perangkat open


source tersebut diharuskan untuk mendownload
2.3.1 Pembuatan DTM menggunakan Surfer keseluruhan file-file yang ada. Adapun perincian
8.0 kapasitas file-file yang akan digunakan ialah :

Di dalam pembuatan DTM mengunakan software


Surfer 8.0 secara legal akan dikenakan biaya
untuk pengadaan single license, sebesar :

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 203
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

LINUX Ubuntu 4.10 : 700 menggunakan modus perintah ketik dan tcltk
mbyte (tampilan GUI pada LINUX). Namun bagi yang
fftw-2.1.5.tar.gz : 1,228 kbyte terbiasa dengan modus grafis Windows, tentu saja
gdal-1.2.0.tar.gz : 3,585 kbyte akan membutuhkan proses adaptasi.
grass-5.4.0.tar.gz : 20,008 kbyte
proj-4.4.8.tar.gz : 462 kbyte Jika proses di atas dibandingkan dengan Surfer
Total : 700.486,821 kbyte 8.0, maka terlihat bahwa tahapan pelaksanaannya
tidak berbeda, namun yang membedakan pada
Dalam proses download keseluruhan file tersebut, GRASS harus di dahului dengan pembuatan
rata-rata kecepatan download dari provider location dan mapset. Tetapi dalam waktu
internet (telkomnet@instant) sebesar 10 kbps. pelaksanaan untuk tiap-tiap tahapan di atas,
Maka lama waktu yang dibutuhkan ialah : GRASS dapat melakukannya dengan cepat,
dengan rincian waktu sebagai berikut :
700486,821kb
= 70048,6821sekon
10kbps Proses import data : 12 detik
19 jam 27 menit 29 sekon Generate Surface : 6 detik
Surface Command : 6 detik
Waktu Total : 24 detik
Bila dilakukan pembulatan waktu ke atas, maka
waktu yang dibutuhkan untuk mendownload 2.4.3 Pembuatan Penampang Melintang
sebesar 19 jam 30 menit. Dengan assumsi biaya dengan GRASS 5.4.0
penggunaan internet sebesar Rp 3000,- per jam
(sumber : Java Tech ITS). Maka biaya total yang Pada pembuatan kenampakan melintang dengan
dibutuhkan sebesar; open source GRASS, relatif lebih singkat dan
1
19 xRp3000,00 = Rp58.500,− cepat. Hal ini dikarenakan modul yang digunakan
2 hanya ada 2 macam, yakni; d.mon dan d.profile.
Untuk waktu prosesnya ialah :
2.4 Waktu Proses Pengerjaan Modul d.mon : 2 detik
Modul d.profile : 3 detik
2.4.1 Pembuatan DTM dengan Surfer 8.0 Total : 5 detik

Proses pembuatan DTM dengan menggunakan 2.4.4 Pembuatan Peta Kemiringan Lahan
Surfer 8.0 relatif lebih mudah bagi yang terbiasa dengan Surfer 8.0
dengan platform Windows. Hal ini dikarenakan
menu-menu yang ditampilkan pada Surfer 8.0 Waktu yang dibutuhkan selama proses pembuatan
lebih mudah untuk dimengerti. Surfer 8.0 Peta Kemiringan Lahan dengan menggunakan
mengenal dua jenis data dalam proses pembuatan Surfer 8.0 ialah :
DTM, yakni data dengan format *.dat dan *.grd.
Sehingga bila terjadi kesalahan di dalam Grid Math : 8 detik
interpolasi (dalam format *.grd) tidak akan Countour Command : 2 detik
memberikan pengaruh terhadap data format *.dat. Total : 4 detik
Untuk tahapan konversi data dari format *.dat
menjadi data dalam format *.grd membutuhkan Dari waktu di atas, terlihat bahwa waktu proses
waktu yang cukup lama. yang dibutuhkan oleh Surfer di dalam membuat
Untuk rincian waktu pembuatan DTM dengan Peta Kemiringan Lahan relatif sangat cepat.
menggunakan Surfer 8.0 ialah sebagai berikut :
Pembuatan data file : 12 detik
2.4.2 Pembuatan DTM dengan GRASS 5.4.0 Gridding (Interpolasi) : 42 detik
Surface Command : 1 detik
Dalam proses pembuatan DTM dengan Waktu Total : 55 detik
menggunakan GRASS 5.4.0 sebenarnya relatif
mudah, terutama bagi yang sudah terbiasa dengan

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 204
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

Namun perlu ditambahkan, bahwa Surfer 8.0 2.5.2 Visualisasi Peta Kemiringan Lahan
tidak mampu melakukan klasifikasi untuk
membagi persen kemiringan yang telah diperoleh Hasil pengolahan data DTM untuk menghasilkan
sesuai dengan kriteria tertentu. Sehingga yang Peta Kemiringan Lahan dengan menggunakan
ditampilkan pada hasil akhirnya merupakan GRASS 5.4.0 dan Surfer 8.0 dapat terlihat :
pengaturan default dari Surfer itu sendiri. − Visualisasi hasil pengolahan GRASS terlihat
kaku dan kurang halus bila dibandingkan
2.4.5 Pembuatan Peta Kemiringan Lahan dengan hasil pengolahan Surfer.
dengan GRASS 5.4.0 − Pada GRASS 5.4.0, visualisasi yang kaku
tersebut lebih mudah untuk dipahami karena
Apabila membandingkan waktu proses untuk sudah merupakan hasil klasifikasi sedangkan
pembuatan Peta Kemiringan Lahan pada GRASS pada Surfer 8.0 agak sulit untuk dipahami
dengan Surfer akan sangat jauh berbeda. Hal ini karena warna yang ditampilkan hanya gradasi
dikarenakan GRASS mampu untuk melakukan warnanya saja, walaupun Surfer 8.0
proses klasifikasi persen kemiringan agar sesuai menyediakan fasilitas untuk merubah gradasi
dengan kriteria yang dikehendaki. warna tersebut, namun hal ini sering dirasa
Adapun waktu proses yang dibutuhkan ialah sangat merepotkan.
sebagai berikut : − Kekurangan yang ada pada visualisasi
GRASS 5.4.0 ialah belum dilengkapinya
Terrain Analisis : 8 detik dengan salib sumbu koordinat seperti pada
Map Calculator : 8 detik Surfer
Klasifikasi : 120 detik
Display Command : 2 detik 2.5.3 Visualisasi Penampang Melintang
Total : 138 detik
Perbedaan visualisasi antara hasil pengolahan
2.5 Analisa Visualisasi GRASS 5.4.0 dengan Surfer 8.0. Perbedaan
tersebut ialah :
2.5.1 Visualisasi DTM − Pada GRASS 5.4.0 dapat menampilkan 4
penampang melintang di dalam satu monitor
Dari hasil pengolahan Digital Terrain Model yang sedang aktif sedang pada Surfer 8.0
dengan menggunakan GRASS 5.4.0 dan Surfer hanya dapat menampilkan satu penampang
8.0 dapat terlihat visualisasi sebagai berikut ; melintang saja.
a. Kenampakan topografi DTM hasil − Kenampakan melintang pada Surfer 8.0
pengolahan GRASS 5.4.0 terlihat kasar terlihat lebih jelas sedang pada GRASS 5.4.0,
namun permukaan yang kasar tersebut lebih visualisasinya kurang jelas karena hanya
dapat mewakili topografi daerah kajian secara ditampilkan pada ruang visualisasi yang
umum sedangkan pada Surfer terlihat lebih sangat kecil.
halus dan kurang mewakili dari permukaan − Visualisasi pada Surfer 8.0 terlihat lengkap
topografi daerah kajian. karena dilengkapi dengan salib sumbu
b. Visualisasi warna pada DTM hasil koordinat sedangkan pada GRASS 5.4.0,
pengolahan GRASS 5.4.0 terlihat monoton tidak adanya fasilitas yang mendukung
jika dibandingkan dengan hasil Surfer 8.0 kenampakan sistem koordinat, membuat
yang terlihat dengan beberapa variasi warna. visualisasi pada GRASS 5.4.0 sangat kurang.
c. Pada ketajaman warnanya, DTM pada Surfer
terlihat samar – samar. Namun pada GRASS, 4. KESIMPULAN
ketajaman warnanya tajam dan terlihat jelas.
d. Modul nviz pada GRASS 5.4.0 untuk DTM Dari hasil pengolahan data DTM dan juga
belum dilengkapi dengan salib sumbu pembuatan Peta Kemiringan Lahan serta profil
koordinat,skala dan arah orientasi. Sehingga melintang antara open source GRASS 5.4.0 dan
DTM hasil pengolahan GRASS 5.4.0 terlihat Surfer 8.0 dapat disimpulkan sebagai berikut :
kurang lengkap bila dibandingkan dengan 1. Dengan diberlakukannya UU No. 19 Tahun
hasil pengolahan Surfer. 2002 tentang Hak Cipta, maka penggunaan

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 205
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

GRASS di dalam platform LINUX menjadi


salah satu alternatif untuk kelegalan dari Tunggal, H. S, 2005. Undang – Undang HAK
pekerjaan SIG, dalam hal ini untuk proses CIPTA (Undang-Undang No. 19 Tahun 2002),
pembuatan Digital Terrain Model. HARVARINDO. pp. 1-36.
2. Penggunaan free software DXF2XYZ untuk
mendapatkan titik-titik ketinggian cukup baik Surfer (2005). http://www.rockware.com.( 20 Juni
karena besarnya pergeseran titik terbesar yang 2005)
ada pada daerah kajian sebesar 5 mm (sumbu
X), 5 mm (sumbu Y), dan 4 mm (sumbu Z). Surfer 8.0 (2002). Manual and Help System.
3. Penggunaan GRASS untuk pembuatan Digital http://www.rockware.com. (20 Juni 2005)
Terrain Model cukup baik bila dibandingkan
Surfer, dengan total biaya yang dibutuhkan Wen, C. (2005). Unofficial Ubuntu 4.10 Starter
sebesar Rp 58.500,- sedangkan Surfer Guide. http://www.ubuntuguide.org. (3 Februari
mencapai nilai Rp 5.415.000,-. Selain itu, 2005)
waktu pemrosesan yang relatif lebih cepat,
yakni selama 24 detik (pembuatan DTM), 5 Windows XP (2005).
detik (pembuatan penampang melintang), dan http://www.directron.com/windowxp.html and
138 detik (pembuatan peta kemiringan lahan http://www.amazon.com. (20 Juni 2005)
dengan klasifikasi).
4. GRASS dapat melakukan klasifikasi Wolf, P. R and Ghilani, C. D. (1997).
kemiringan sesuai dengan persentase ADJUSTMENT COMPUTATION Statistics and
keinginan yang dikehendaki, dimana Surfer Least Squares in Surveying and GIS, John Wiley
tidak dapat melakukan proses tersebut. & Sons, INC, Canada, pp. 1-34.
5. Secara umum, kekurangan yang dimiliki
GRASS ialah kurangnya modul-modul yang
tidak mampu untuk menyatakan besarnya
skala, sistem koordinat, dan arah orientasi. Di
samping itu, proses instalasi GRASS di dalam
platform LINUX yang memakan waktu cukup
lama.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, H.Z, 2002. Survei Dengan GPS. PT


Pradnya Paramita, Jakarta, pp. 113 – 139.

Burrough, P. A. and McDonnell, R. A, 1998.


Principal Geographical Information System,
Oxford University Press, Oxford, Great Britain,
pp. 121 – 125.

GRASS, 2005. Manual and Online Help


System.http://grass.itc.it/gdp/index.html.(22
Februari 2005)

Hotari, R, 2003. Penggunaan Aplikasi GRASS


(Geographic Resources Analysis Support System)
Dalam Eksplorasi Geologi Mineral, PIT XII, ITB,
Bandung, pp. 293 – 296.,

Neteler, M, 1998. Introduction to GRASS GIS


Software, 2nd Edition, Hannover, Germany, pp. 6
– 20.

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 206
Surabaya, 14 – 15 September 2005
Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV
”Pemanfaatan EfektifPenginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa”

Lampiran

Gambar 1. Hasil Pengolahan DTM GRASS 5.4.0 dan Surfer 8.0

Gambar 2. Peta Kemiringan Lahan Diolah Dengan GRASS 5.4.0 dan Surfer 8.0

Gambar 3. Profil Melintang Diolah Dengan GRASS 5.4.0 dan Surfer 8.0

Gedung Rektorat lt. 3 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember TIS - 207
Surabaya, 14 – 15 September 2005