Anda di halaman 1dari 5

Membuat minyak dari Batu Bara

Harga minyak bumi kotor, hitam 70 USD per barrel,


menyadarkan kita bahwa sumber bahan bakar ini akan segera
habis, kira-kira setelah tahun 2030. Kenaikan bahan bakar ini
bertambah besar dengan adanya badai Katrina di USA yang telah
menghentikan pasokan minyak dari teluk Meksiko, maka orang
berspekulasi menghadapi musim dingin yang tinggal beberapa
bulan lagi. Kenaikan harga minyak bukan tidak pernah
diperhitungkan, pertumbuhan ekonomi di Cina 10% akan
mendorong pertumbuhan kebutuhan enerji 30%, terus minyak dari
mana lagi?. Pada kenyataannya tentara Amerika telah ada di Irak
yang dapat menghasilkan minyak bumi kurang dari 5 USD per
barel. Merupakan biaya produksi termurah untuk memperoleh
minyak bumi. Tingginya harga bahan minyak bumi ini membuat
orang menegok kebelakang, bagaimana Afrika Selatan membuat
minyak ketiak di embargo, bahkan sedikit lebih jauh ketika Jerman
menghadapi perang dunia ke II. Mempergunakan katalis Fischer &
Tropsch (FT) membuat minyak dari gas sintetis yang kemudian
dikembangkan di Afrika selatan dilakukan oleh sebuah
perusahaan SASOL (south african synthetic oil limited). Kelebihan
lain dari minyak ini adalah lebih bersih, tidak perlu dimurnaikan
lagi. Perkembangan terbaru dari proses FT, Cina menandatangani
persetujuan dengan SASOL untuk mendirikan 2 pabrik minyak
sintetis dengan kapasitas total per tahun 440 juta barel. Biaya
untuk investasi ini 3 milyar USD untuk sebuah pabrik yang
mempunyai kapasitas 4 kali lebih besar dari yang ada di Afrika
selatan. Pada saat ini SASOL dapat memproduksi 150.000 barel
per hari dari batu bara. Diharapkan produk minyak sintetis dari
Cina ini mempunyai harga kurang dari 20 USD per barrel.

Batu bara juga dapat langsung dicairkan untuk memperoleh


minyak bumi. Cara ini dikembangkan di Jepang mirip dengan
perengkahan hidrogen yang ada di Dumai. Dimana batu bara
dicampur dengan minyak berat dan katalis dalam betuk suspensi,
ditambahkan hidrogen dan panas. Akan diperoleh bahan bakar
mempunyai nilai oktan tinggi, namun haya dapat ditambahkan
dalam bensin sebanyak 10%. Penambahan berlebihan akan
dikawatirkan terjadinya sumbatan pada saluran dalam otomotif.
Bagaimana membuat minyak bumi sintetis dari batu bara muda
dengan proses FT dapat terjadi?. Pertama dibuat gas sintetis yaitu
gas H2 atau hidrogen dan gas CO atau karbon monoksida. Gas
H2 mudah terbakar dan gas CO sangat beracun, tidak perlu
kawatir semuanya dibawah kontrol dalam bejana tertutup.
Pembuatan gas diawali dengan membakar batubara dengan gas
oksigen bukan udara supaya lebih efisien. Batu bara akan
membara berwarna merah terus dimasukkan uap air, jika mulai
padam dialirkan lagi oksigen dan seterusnya. Maka akan
dihasilkan campuran gas yang kemudian dimurnikan seperti
terjadi di banyak industri kimia. Diperoleh syngas yaitu H2 dan CO
yang siap direaksikan menjadi molekul yang lebih tinggi dan
banyak dibutuhkan. Dimulai dari Saintis Jerman pada awal
tahun 1920-an berhasil mereaksikan gas tersebut menjadi
metanol dengan katalis ZnCrO. Selanjutnya katalis ini dikenal
dengan Fischer Tropsch (FT). Pada perkembangannya katalis ini
dapat dipergunakan untuk memproduksi berbagai bahan kimia
mulai dari gas metan, alkana, alkena, metanol dan alkohol tinggi.
Modifikasi katalis tanpa mempergunakan bahan promotor
menghasilkan bahan tanpa mengandung oksigen seperti alkana,
alkena yang berguna sebagai bahan bakar otomotif. Jika katalis
mempunyai promotor anak menghasilkan bahan kimia
mengandung oksigen seperti metanol, alkohol. Tekanan dan suhu
tinggi akan memperoleh rantai molekul panjang seperti lilin yang
kemudian dapat direngkah menjadi lebih kecil sebagai bahan
bakar otomotif, bahan plastik, bahan petrokimia. Proses
pembuatan syngas sudah banyak dipergunakan di pabrik-pabrik
pupuk di Indonesia. Proses pemurnian gas banyak dilakukan di
kilang Pertamina. Proses mempergunakan katalis Fischer-Tropsch
juga telah dipergunakan untuk produksi metanol di pulau Bunyu.
Maka dengan merubah macam katalis, suhu, dan tekanan, secara
teori akan dapat memproduksi bahan bakar yang lebih bersih
dibanding bahan bakar alam seperti bensin, solar, minyak tanah
seperti yang kita pergunakan sekarang. Namun demikian praktek
dilapangan sering menjumpai banyak masalah yang timbul, dan
diperlukan perusahaan yang berpengalaman untuk
mengoperasikan seperti SASOL, CHEVRON. Sehingga Cina yang
telah mempunyai teknologi masih memerlukan kerjasama dengan
SASOL dan tidak lama lagi kemampuan tersebut akan segera
dikuasianya. Batubara muda merupakan alternatif yang baik
terutama batubara muda yang mempunya kandungan air hingga
35%, yang tidak ekonomis untuk diangkut dan diperdagangkan.

Batubara keberadaannya hampir merata dibanding dengan


sumber minyak bumi. Gas metan memang lebih mudah untuk
dipergunakan pada proses FT, namun gas ini telah mempunyai
harga mahal. Bahkan gas ini dapat pula diproduksi dari batu bara
dengan proses FT memerlukan biaya 3-3,5 USD per MMBtu,
bandingkan dengan harga gas alam jenis yang sama mempunyai
harga bisa dua kali lipat. Hingga kemarin minyak adalah sumber
enerji yang paling murah, mudah diperroleh. Selama ini kita
terlena dengan tersedianya bahan minyak yang mudah dan
banyak, namun tidak untuk kemudian hari. Bahan minyak bumi
segera habis dan bakar pengganti minyak harus tersedia dalam
waktu dekat. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh dihentikan, jika
kita ingin menghapuskan kemiskinan dari muka bumi. Teknologi
dan riset harus dikembangkan agar dapat pemanfaatan minyak
bumi lebih efisien dan bila mana perlu menghentikan
ketergantungan minyak bumi untuk sumber enerji. Bahan enerji
lain dapat diperoleh dari dari batu bara, nuklir, gas alam, angin,
matahari, ombak, air, minyak berat, ‘shale’, ‘tar’, bio-
enerji, bio-massa, ‘fuel cell’, harus dipelajari dan
dikembangkan. Pada akhirnya nanti penggunaan minyak bumi
akan lebih banyak untuk bahan petrokimia, farmasi, pupuk, kimia
organik, polimer yang akan mempercepat dalam usaha men-
sejahterakan umat manusia.