Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATA KULIAH

ABK (ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS/KELAINAN)

TUNA DAKSA

Disusun Oleh :
Sri Handayani
NIM. 817857644

UPBJJ JOGJAKARTA POKJAR MUNTILAN


2010
Anak berkebutuhan khusus
Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang
berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan
mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu,
tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat,
anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak
luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK
memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan
dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks
bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa
isyarat. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB)
sesuai dengan kekhususannya masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB
bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk
tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.
[sunting] Kesulitan belajar
Adalah individu yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar
psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa, berbicara dan menulis
yang dapat mempengaruhi kemampuan berfikir, membaca, berhitung, berbicara yang
disebabkan karena gangguan persepsi, brain injury, disfungsi minimal otak, dislexia, dan
afasia perkembangan. individu kesulitan belajar memiliki IQ rata-rata atau diatas rata-
rata, mengalami gangguan motorik persepsi-motorik, gangguan koordinasi gerak,
gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep.
Tuna berarti cacat, Daksa berarti tubuh
Lstilah lain dari Tunadaksa sbb:
Cacat Fisik
Cacat Orthopedi
Crippled
Phocially handicapped
Physically Disabled
Apakah Tunadaksa itu ?
Pengertian tunadaksa adalah sbb:
kelainan yang meliputi cacat tubuh atau kerusakan tubuh
kelainan atau kerusakan pada fisik dan kesehatan.
Kelainan atau kerusakan yang disebabkan oleh kerusakan
Otak dan saraf tulang belakang
Klasifikasi Anak Tunadaksa
Klasifikasi Anak Tunadaksa terdiri dari:
kelainan pada sistem serebrai (Cerebral System
Disorders). Penggolongan Anak tunadaksa ini ke dalam sistem
selebrai yang didasarkan pada letak penyebab kelahiran yang terletak
pada sistem saraf pusat. Celebral palsy digolongkan menjadi :
Derajat kecacatan
Topografi
Sosiolongi kelainan Gerak.
penggolongan Celebrai palsy menurut derajat kecatan meliputi :
Golongan ringan adalah mereka yang dapat berjalan
Tampa menggunakan alat berbicara tegas dan dapat menolong
dirinya sendiri
Golongan sedang ialah mereka yang membutuhkan treatment atau
latihan
Untuk bicara, berjalan dan mengurus dirinya sendiri.

Golongan Berat, Golongan ini selalu membutuhkan perawatan dalam


ambulasi, bicara dan menolong diri sendiri.

Penggologan Celebral Palsy menurut Topografi


Monoplegia, adalah kecacatan satu anggota gerak, Al kaki kanan.

Hemiplegia, adalah lumpuh anggota gerak atas, dan bawah, Al


Tangan kanan dan khaki kanan.

Paraplegi, Lumpuh pada kedua tungkai kakinya.


Diplegi, Lumpuh kedua tangan kanan dan kiri atau kaki kanan dan
kiri.

Quadriplegi, adalah kelumpuhan seluruhan anggota geraknya.

Penggolongan menurut Fisiologi (Motorik), meliputi :


Spastik
Atetoid
Ataxia
Tremor
Rigid
Tipe campuran

Apakah Penyebab Tunadaksa


Penyebab tunadaksa dilihat saat terjadinya kerusakan otka dapat
terjadi pada:
Sebab sebab sebelum lahir antara laian : terjadi infeksi penyakit,
kelainan kandungan, kandungan radiasi, saat mengandung mengalami
trauma (Kecelakaan).

Sebab sebab pada saat kelahiran, antara lain : Proses kelahiran


terlalu lama, Proses kelahiran yang mengalami kesulitan Pemakaian
Anestasi yang melebihi ketentuan.

Sebab sebab setela2h proses kelahiran, antara lain : Kecelakaan,


lnfeksi penyakit, dan Ataxia.

• Karakteristik Anak Tunadaksa


Anak tunadaksa akan mengalami gangguan psikologis Yang cenderung
merasa malu, rendah diri dan sensitif Serta memisahkan diri dari
lingkungannya. Di samping karakteristik tersebut terdapat problema
Anak tunadaksa antara lain, gangguan taktil dan

Bagaimana lmplementasi Pendidikan Anak tunadaksa?


Pelayanan Pendidikan bagi anak Tunadaksa, Guru mempunyai peranan
ganda disamping sebagai pengajar, pendidik juga sebagai pelatih.
Pelayanan terapi yang diperlukan anak tunadaksa antara lain : latihan
bicara, fisioterapi, Occupational Therapy dan Hydro Therapy.
Anak Tunadaksa pada dasarnya sama dengan anak
normal lainnya, hanya dari aspek psikologi sosial mereka
membutuhkan rasa aman dalam bermobilisasi dalam kehidupannya.

Bagaimana Model Layanan Pendidikan Anak Tunadaksa?


Model layanan pendidikan bagi anak tunadaksa dibagi pada sekolah
khusus dan atau sekolah terpadu atau inklusi:
Sakolah kusus adalah diperuntuk bagi anak yang mempunyai
problema yang lebih berat bagi intelektualnya maupun emosinya.

Sekolah terpadu / inkulsi, Sekolah ini diperuntukkan bagi anak


tuadaksa yang mempunyai problema ringan dan problema penyerta
dan tidak disertai oleh problema retadasimental.