Anda di halaman 1dari 4

Keamanan komputer dalam menangkalan akses pornografi melalui internet sebagai

upaya perlindungan preventif orang tua

Abstrak
1. Pendahuluan

Sebagai orang tua melindungi dan memberikan arahan positif pada anaknya
merupakan suatu tanggung jawab penuh, termasuk juga memberikan dan melindungi
anak saat anak harus berhadapan dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi
sebagai dunia tanpa batas mampu membawa semua orang menyelami lebih jauh
segala hal informasi. Namun, tidak semua informasi dapat dimanfaatkan dan
mempunyai nilai pendidikan bagi anak, terdapat juga informasi yang justru menjadi
masalah atau sesuatu yang dapat meracuni pola pikir anak. Hal tersebut seperti akses
pornografi.

Saat ini internet telah menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk setiap
kelompok umur. Keunggulan dan keutamaan internet dalam mencerdaskan dan
menerbangkan pengguna kea lam penuh warna tampaknya seiring dengan tebaran
dampak negatif yang sama kuatnya. Ada sederet resiko dan bencana setiap kali anak
kita mengklik situs satu ke situs yang lainnya, biar seolah-olah situs yang dia kunjungi
tampak ramah.

Resiko internet bagi anak-anak maki meninggi terutama sejak grafik penetrasi
internet dalam kehidupan anak menunjukkan peningkatan. Internet jauh lebih
gampang diakses oleh anak sejak revolusi yang tak terbayangkan sebelumnya. Akses
internet di warnet bisa dibayar dengan uang jajan, berselancar di jejaring sosial seperti
facebook atau bercanda lewat fasilitas chat dapat dilakukan. Bahkan bisa diakses
melalui telepon seluler.

Dampak buruk bagi anak mengancam dalam berbagai bentuk, seperti


penyebaran material pornografi berupa gambar, video dan cerita tidak senonoh,
Obrolan tidak pantas lewat fasilitas chat, Bahaya kekerasan fisik yang berawal dari
perkenalan online, intimidasi, ancaman, dan kekerasan verbal lainnya, perubahan
perilkau menjadi buruk kepada anak-anak. Oleh karenanya murahnya teknologi tak
bisa lagi dipandang semata-mata untuk menguatkan derajat dan martabat manusia.

Fakta seputar akses pornografi sangat mencengangkan seperti, pornografi


adalah industri dengan omset US$ 57 milyar setiap tahun. Sebagai perbandingan,
pendapatan gabungan semua tim di NBA, NHL, MLB, dan NFL hanya $12 miliyar,
dan pendapatan gabungan dari kantor berita terpopuler sejagad yakni ABC, CBS, dan
NBC adalah hanya $6,2 miliar1. Fakta yang lebih mencengangkan adalah sembilan
dari 10 anak-anak berusia 8-16 tahun melihat materi pornografi di internet. Perilaku
itu sering kali dilakukan dalam proses mengerjakan pekerjaan rumah 2. Sebesar 74%
situs pornografi komersial menampilkan gambar porno gratis di situs mereka 3. Oleh
karenanya berdasarkan fakta hasil survey adalah sebanyak 45% dari 1.000 remaja
mengakui orangtua adalah pengaruh terbesar dalam menentukkan apakah mereka
akan melakukan hubungan seks bebas atau tidak. Dilanjutkan 88% dari remaja
1
Sumber : http://internet –filter-review.toptenreviews.com/
2
Sumber : http://www.lse.ace.uk
3
Sumber: http://www.law.asu.edu/
mengatakan akan lebih mudah untuk menunda seks jika mereka bisa lebih terbuka,
jujur, lewat percakapan dengan orangtua mereka. Selanjutnya duapertiga remaja di
AS yang melakukan hubungan seksual sebelum waktunya menyesal dan berharap
mereka bisa menunggu lebih lama4.

Fakta yang dipaparkan menunjukkan bahwa orang tua harus lebih mampu
melakukan usaha penangkalan atas masuknya akses pornografi bagi anak-anak yang
dirasakan belum cukup umur untuk mengetahui lebih jauh. Ironisnya material
pornografi saat ini mudah diakses melalui internet. Bahkan dari hasil survey
toptenreviews setiap detiknya sebanyak 28.258 pengguna internet menyaksikan
material pornografi. Oleh karenanya dalam hal ini dibutuhkan keamanan computer
sebagai media untuk menangkal akses masuk pornografi secara langsung.

2. Konsep Keamanan Komputer

Secara umum, keamanan komputer (computer security) meliputi empat aspek,


yaitu privacy, integrity, aunthentication, dan availability. Inti utama aspek privacy
atau confidentiality adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak
berhak mengakses. Privacy lebih ke arah data-data yang sifatnya privat, sedangkan
confidentiality biasanya behubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk
keperluan tertentu. Maksudnya dalam kaitan ini adalah dimana dalam makalah ini
akan dijelaskan lebih lanjut bagaimana memberlakukan status privat atas akses yang
digunakan oleh anak-anak.

Kedua adalah integrity, aspek yang menekankan bahwa informasi tidak boleh
diubah tanpa seiizin pemilik informasi. Orangtua sebagai aspek pemilik informasi
akan meneruskan akses penggunaan internet dan membatasi tanpa nanti akses tersebut
diubah atau dibuka oleh anak-anak. Berhubungan dengan akses untuk mendapatkan,
mengubah data dan informasi yang berada dalam suatu sistem computer hanya dapat
diubah oleh orang yang berhak. Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh
diubah tanpa seizin pemilik informasi.

Authentication, aspek yang berhubungan dengan metode atau cara yang


menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, orang yang mengakses atau
memberikan informasi adalah asli. Artinya nantinya dengan pembatasan akses
diharapkan pengguna internet adalah tepat sasaran, yaitu anak-anak.

Terakhir adalah availability, yaitu aspek yang berhubungan dengan


ketersediaaan data dan informasi. Di mana maksudnya adalah data dan informasi yang
berada dalam suatu sistem komputer tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh orang yang
berhak.

4
Sumber : http://www.teenpregnancy.org
3. Ragam Pintu Masuk Akses Pornografi

Ada beragam pintu masuk yang dipakai material pornografi menelusup lewat
internet. Seperti lazimnya, popularitas bakal teraih bila melempar sesuatu di tengah
keramaian, jadi wajarlah situs dengan jumlah pengunjung tinggi bakal menjadi
sasaran empuk penyebar materi pornografi di internet. Seperti, Youtube yang
kebanyakan justru material pornografi menggunakan kata kunci yang tidak relevan
dengan isi video. Alhasil, banyak orang terjebak untuk melihat video itu biar pun
Cuma sekilah. Melalaui forum,