Anda di halaman 1dari 10

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi
Program Kelas Karyawan
Universitas Mercu Buana

Modul ke 2

Mata kuliah : Akuntansi keu lanjutan 2


Hari/jam kuliah : Sabtu / 13.30 – 16.00 wib
Dosen : Muhammad Yusuf,SE.MM
Kelas : Menteng – Jakarta Pusat

PENGGABUNGAN USAHA
(materi Lanjutan )

APLIKASI METODE PEMBELIAN

Semua penggabungan usaha yang tidak memenuhi kondisi Penyatuan


Kepentingan (pooling of interest) harus dicatat berdasarkan Metode Pembelian. Harga
perolehan bagi entitas pembeli atas perolehan saham perusahaan lain dalam suatu
penggabungan usaha secara pembelian diukur dengan jumlah Kas yang dikeluarkan
atau Nilai Wajar Aktiva Lain yang didistribusikan atau Surat Berharga yang diterbitkan.
Harga perolehan juga meliputi beban langsung penggabungan usaha, antara lain, beban
akuntan, hokum. Konsultan, dan beban-beban pendiri selain dari beban pendaftaran dan
penerbitan.

Contoh Kasus
Pada tgl. 1 Juli 2001,PT.Widia menerbitkan 500.000 lbr.Saham Biasa, nominal @ Rp
2.000 untuk membeli/memperoleh Aktiva Bersih PT.Dara.Harga pasar Saham PT.Widia
pada tgl Tersebut adalah @ Rp 3.200. Tambahan beban-beban langsung, antara lain
Beban Bapepam Rp 12.500.000. Beban Akuntan Rp 25.000.000, Beban Percetakan &
Penerbitan Rp 62.500.000 dan Beban Pendiri & Konsultan Rp 200.000.000.
Maka PT Widia akan mencatat :
* Untuk penerbitan 500.000 lbr Saham Biasa PT Widia
Investasi Saham pada PT Dara Rp 1.600.000.000
Modal Saham Rp 1.000.000.000
Agio Saham Rp 600.000.000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
(u/ mencatat penerbitan 500.000 lbr. Saham Biasa, Nom @ Rp 2.000) dengan
Nilai Pasar @ Rp 3.200 dalam penggabungan usaha secara pembelian
dengan PT.Dara)

* Untuk tambahan beban-beban langsung


- Investasi Saham pada PT.Dara Rp 225.000.000
- Agio Saham Rp 75.000.000
Kas (Bank) Rp 300.000.000
(u/ mencatat tambahan beban-beban langsung penggabungan dengan PT.Dara
beban, akuntan, pendiri & konsultan Rp 225.000.000 dan untuk pencatatan di
Babepam & penerbitan Rp 75.000.000)

Biaya-biaya langsung, akuntan, pendiri & konsultan ditambahkan ke harga perolehan


Investasi Saham pada PT.Dara, sedangkan beban-beban Pencatatan dan Penerbitan
Rp 75.000.000 diperlakukan sebagai pengurang nilai Agio Saham dari saham yang
diterbitkan . Jika PT Dara dibubarkan, Aktiva Bersih yang dapat diidentifikasi dicatat
pada buku PT Wdia sebesar Nilai Wajarnya, dan setiap kelebihan harga perolehan atas
nilai wajar dicatat sebagai Goodwill.
Piutang Usaha Rp xxx.xxx.xxx
Persediaan Rp xxx.xxx.xxx
Aktiva Tetap Rp xxx.xxx.xxx
Goodwill Rp x.xxx.xxx
Hutang Usaha Rp xxx.xxx.xxx
Wesel Bayar Rp xx.xxx.xxx
Investasi Saham pada PT.Dara Rp 1.825.000.00
(u/ mencatat alokasi harga perolehan PT.Dara sebesar Rp 1.825.000.000 pada,
Aktiva Bersih yang dapat diidentifikasi sesuai dengan nilai wajarnya & pada
Goodwill)

Dari jurnal di atas, terlihat bahwa Goodwill timbul akibat harga perolehan lebih besar dari
bagian pengakuisisian atas nilai wajar Aktiva dan Kewajiban yang dapat diidentifikasi
yang diakuisisi, Sedangkan untuk harga perolehan yang lebih kecil/rendah, PSAK no.22
menjelaskan :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
“ Jika harga perolehan lebih rendah dari bagian pengakuisisian atas wajar Aktiva
dan Kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi pada tanggal transaksi,
maka nilai wajar Aktiva non moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara
proporsional, sampai seluruh selisih tersebut dieliminasi.
Apabila setelah nilai wajar Aktiva non moneter sudah diturunkan seluruhnya,
ternyata masih terdapat sisa selisih yang belum dieliminasi, maka sisa selisih
tersebut diakui sebagai Goodwill negative dan diperlakukan sebagai Pendapatan
Ditangguhkan (deferred income) dan diakui Pendapatan secara sistematis
selama suatu periode yang tidak kurang dari 20 tahun.”

Contoh lain.
Pada tgl 31 Desember 2001, PT. Mega memperoleh Aktiva Bersih PT.Buana melalui
penggabungan usaha dengan metode pembelian . Aktiva dan Kewajiban PT.Buana
adalah sbb :

Akun-akun Nilai Buku Nilai Wajar


AktIva
Kas Rp 250.000.000 Rp 250.000.000
Piutang Usaha (bersih) 750.000.000 700.000.000
Persediaan 1.000.000.000 1.250.000.000
Tanah 250.000.000 500.000.000
Bangunan (bersih) 1.500.000.000 2.500.000.000
Peralatan Kantor (bersih) 1.250.000.000 1.750.000.000
Hak Patent 0 250.000.000
Total Aktiva Rp 5.000.000.000 Rp 7.200.000.000

Pas iva
Kewajiban
Hutang Usaha Rp 300.000.000 Rp 300.000.000
Wesel Bayar 750.000.000 675.000.000
Hutang Lain-lain 200.000.000 225.000.000
Jumlah Kewajiban Rp 1.250.000.000 Rp 1.200.000.000
Aktiva Bersih Rp 3.750.000.000 Rp 6.000.000.000
Total Passiva Rp 5.000.000.000 Rp 7.200.000.000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
Kasus 1, Goodwill.

PT.Mega membayar Rp 2.000.000.000 tunai dan menerbitkan 250.000 lbr Saham Biasa,
nominal. @ Rp 10,000, nilai pasar @ Rp 20.000 untuk memperoleh Aktiva Bersih
PT,Buana. Maka jurnal yang dibutuhkan pada tgl 31 Desember 2001 adalah :

Investasi Saham pada PT.Buana Rp 7.000.000.000


Kas (Bank) Rp 2.000.000.000
Modal Saham Rp 2.500.000.000
Agio Saham Rp 2.500.000.000

(untuk mencatat penerbitan 250.000 lbr.Saham Biasa, non @ Rp 10.000)


dengan Nilai Pasar @ Rp 20.000 ditambah Kas Rp 2 milyar dalam
penggabungan usaha secara pembelian dengan PT.Buana)

Kas Rp 250.000.000
Piutang Usaha Rp 700.000.000
Persediaan Rp 1.250.000.000
Tanah Rp 500.000.000
Bangunan Rp 2.500.000.000
Peralatan kantor Rp 1.750.000.000
Hak Patent Rp 250.000.000
Goodwill Rp 1.000.000.000
Hutang Usaha Rp 300.000.000
Wesel bayar Rp 675.000.000
Hutang Lain-lain Rp 225.000.000
Investasi Saham pada PT.Buana Rp 7.000.000.000

(untuk mencatat penetapan harga perolehan PT Buana atas Aktiva yang


diperoleh yang dapat diidentifikasi dan Kewajiban yang ditanggung atas dasar
nilai wajrnya dan penetapan Goodwill)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
Kasus 2, Goodwill negative.

PT. Mega dan menerbitkan 200.000 lbr. Saham Biasa, nom @ Rp 10.000, nilai pasar
@ Rp 20.000, dan juga memberikan.
Wesel Bayar 5 tahun, bunga 10 %, nominal Rp 1.000.000.000 untuk memperoleh Aktiva
Bersih PT.Buana.
Maka jurnal yang dibutuhkan pada tgl. 31 Desember 2001 adalah :
Investasi Saham pada PT.Buana Rp 5.000.000.000
Modal Saham Rp 2.000.000.000
Agio Saham Rp 2.000.000.000
Wesel Bayar Rp 1.000.000.000
(u/ mencatat penerbitan 200.000 lbr.Saham Biasa, nominal @ Rp 10.000)
dengan Nilai Pasar @ Rp 20.000 ditambah Wesel Bayar, 10 % nom. Rp 1
Milyar dalam penggabungan usaha secara pembelian dengan PT.Buana)

Kas Rp 250.000.000
Piutang Usaha Rp 700.000.000
Persediaan Rp 1.250.000.000
Tanah Rp 400.000.000
Bangunan Rp 2.000.000.000
Peralatan kantor Rp 1.400.000.000
Hak Patent Rp 200.000.000
Hutang Usaha Rp 300.000.000
Wesel bayar Rp 675.000.000
Hutang Lain-lain Rp 225.000.000
Investasi Saham pada PT.Buana Rp 5.000.000.000
(u/ mencatat penetapan harga perolehan PT Buana atas Aktiva Lancar dan
Kewajiban berdasar nilai wajar dan Aktiva Tidalk Lancar berdasarkan nilai
wajarnya dikurangi dengan bagian yang proposional kelebihan nilai wajar dari
harga perolehan investasinya)

Dari jurnal di atas, terlihat bahwa jumlah yang ditetapkan pada akun Aktiva dan
Kewajiban ditetapkan sesuai dengan PSAK No.22. Karena nilai wajar sebesar Rp

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
7.000.000.000 dari Aktiva Bersih yang diperolehan yang dapat diidentifikasi melebihi
Harga Perolehan Investasi Rp 5.000.000.000 sebesar Rp 2.000.000.000 sebagai
Goodwill negative. Jadi jumlah yang dapat ditetapkan atas Aktiva Tidak Lancar dikurangi
sebesar 20 % Rp 1 M : Rp 5 M x 100%). Pengurangan pada Aktiva Tidak Lancar secara
proporsional adalah sbb :

Akun-akun Nilai Wajar Pengurangan 20 % Jumlah yang Dapat


Aktiva Tidak Lancar Ditetapkan
Tanah Rp 500.000.000 Rp 100.000.000 Rp 400.000.000
Bangunan 2.500.000.000 500.000.000 2.000.000.000
Peralatan Kantor 1.750.000.000 350.000.000 1.400.000.000
Hak Patent 250.000.000 50.000.000 200.000.000
Total Rp 5.000.000.000 Rp 1.000.000.000 Rp 4.000.000.000

Pengalokasian Biaya dalam Penggabungan Usaha dengan Metode Pembelian

Langkah„,pertama dalam mengalokasikan biaya dari perusahaan yang


diperoleh adalah m_enentukan nilai wajar dari semua .aktiva berwujud dan tidak
berwujud yang diperoleh dapat diidentifikasi dan kewajiban ditanggung yang dapat
diidentifikasi.
Hal ini dapat menjadi tugas yang sangat penting, tetapi kebanyakan pekerjaan
dilakukan sebelum dan selama proses negosiasi pengajuan merger.
Perusahaan-perusahaan biasanya memakai jasa penilai independen
untuk menentukan nilai pasar yang wajar. Pedoman untuk menentukan kategori
spesifik aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung pada metode pembelian
terdapat dalam PSAK No. 22, paragraf 36. Pedoman umum dalam menentukan nilai
wajar aktiva dan kewajiban yang diakuisisi adalah sebagai berikut:

a. Surat berharga yang dapat diperjualbelikan (marketable securities) dinilai


berdasarkan harg;a pasar yang berlaku;

b. Surat berharga yang tidak dapat diperjualbelikan (non-marketable securities)


dinilai berdasarkan nilai estimasi dengan mempertimbangkan ukuran seperti price

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
earnings ratio, pembagian dividen dan tingkat pertumbuhan yang diharapkan
dengan membandingkan perusahaan yang mempunyai karakteristik yang sama;

c. Piutang dinilai berdasarkan nilai sekarang dari jumlah yang akan diterima dengan
menggunakan tingkat bunga yang sesuai, dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
dan biaya penagihan, sesuai keadaan. Tetapi piutang jangka pendek tidak perlu
dihitung nilai sekarangnya jika selisih antara nilai nominal dan nilai sekarang tidak
material;

d. Persediaan:

(i) Barang jadi dan barang dagang dinilai berdasarkan ltarga jual dikurangi:

(a) penjumlahan biaya penjualan (cost of disposal) dan (b) taksiran keuntungan
yang wajar atas penjualan yang ditentukan berdasarkan tingkat keuntungan
barang sejenis; :
(ii) Barang dalam proses dinilai berdasarkan harga jual barang jadi dikurangi:
(a) penjumlahan biaya untuk penyelesaian, (b) biaya penjualan, dan (c) taksiran
keuntungan yang wajar atas penjualan yang ditentukan berdasarkan tingkat
keuntungan barang sejenis;
(iii) Bahan baku dinilai berdasarkan nilai pengganti scat itu (current replacement
cost),

e. Tanah dan bangunan:

(i) Apabila akan digunakan sesuai dengan tujuan penggunaan sebelumnya, dinilai
berdasarkan nilai pasar untuk tujuan penggunaan tersebut;
(ii) Apabila akan digunakan untuk tujuan yang berbeda dengan tujuan penggunaan
sebelumnya, dinilai berdasarkam nilai pasar sesuai dengan tujuan penggunaan
yang diharapkan;
(iii) Apabila akan dijual atau sementara ditahan dan selanjutnya alcan dijual
kembali, dinilai berdasarkan nilai realisasi bersih (net realizable value);

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
Pengungkapan yang diharuskan untuk metode penentuan kepemilikan dan
pembelian

Menurut PSAK Nomor 22, Paragraf 99 untuk semua penggabungan usaha, penungkapan
biaya harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya penggabungan
yaitu :
(a) Nama dan penjelasan tentang perusahaan yang bergabung;

(b) Metode akuntansi yang digunakan untuk penggabungan, usaha tersebut;

(c) Tanggal efektif penggabungan usaha untuk tujuan akuntansi;

(d) Operasi atau kegiatan usaha yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat
penggabungan usaha tersebut.

Untuk Metode Pembelian

Menurut PSAK Nomor 22, Paragrap 91-93 untuk penggabungan usaha yang merupakan
akuisisi pengungkapan tambahan berikut dalam laporan keuangan harus dibuat pada
periode teriadi akuisisi:

(a) Persentase saham berhak suara yang diperoleh;

(b) Biaya perolehan (acquisition cost) dan penjelasan tentang harga beli yang telah
dibayar atau terutang secara kontinjen (contingently payable); dan
(c) Sifat dan jumlah penyisihan untuk beban restrukturisasi dan beban penutupan pabrik 3
timbul akibat akuisisi dan diakui pada tanggal akuisisi.

Laporan keuangan harus mengungkapkan:

(a) Perlakuan akuntansi goodwill termasuk periode amortisasinya;

(b) Apabila masa manfaat goodwill lebih dari lima tahun, penjelasan tentang alasan
pertimbangan yang digunakan;

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
(c) Apabila goodwill tidak diamortisasikan dengan metode garis lurus, metode yang
digunakan serta alasan kenapa metode tersebut dianggap lebih tepat daripada
metode garis lurus;
(d) Rekonsiliasi goodwill pada Saar awal dan akihr periode yang menunjukkan:

(i) Jumlah bruto goodwill dan akumulasi amortisasinya pada awal periode;
(ii) Tambahan goodwill yang dibukukan selama periode berjalan;
(iii) Jumlah amortisasi selama periode berjalan;
(iv) Penyesuaian yang dilakukan akibat adanya identifikasi susulan atau perubahan
nilai aktiva dan kewajiban setelah tanggal akuisisi;
(v) Penghapus bukuan goodwill yang dilakukan selama periode berjalan; dan
(vi) Jumlah bruto goodwill dan akumulasi amortisasinya pada akhir periode.

Dalam suatu akuisisi, jika nilai wajar aktiva dan kewajiban atau harga beli (purchase
consideration) hanya akan dapat ditentukan. pada akhir .periode akuisisi dilaksanakan,
hal tersebut harus diungkapkan beserta alasannya. Jika setelah tanggal akuisisi
terdapat penyesuaian atas taksiran nilai wajar tersebut, penyesuaian tersebut harus
diungkapkan dan dijelaskan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya.

Untuk Metode Penyatuan Kepemilikan

Menurut PSAK Nomor 22, Paragrap 94 Pengung_ka,pan tambahan berikut harus dibuat
dalam laporan keuangan pada periode terjadinya:

(a) Penjelasan dan jumlah saham yang diterbitkan, serta persentase saham berhak
suara setiap perusahaan yang dipertukarkan untuk melaksanakan penyatuan
kepemilikan tersebut;

(b) Jumlah aktiva dan kewajiban yang diserahkan oleh setiap perusahaan; dan

(c) Pendapatan penjualan, pendapatan operasional lainnya, pos luar biasa, dan laba
bersih (rugi) dari masing-masing perusahaan untuk periode sebelum penggabungan,
yang termasuk dalam laba bersih (rugi) yang disajikan dalam laporan keuangan
gabungan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
KESIMPULAN

Penggabungan usaha terjadi jika dua atau lebih usaha yang terpisah bersama
sama menjadi satu entitas akuntansi. Ada dua metode akuntansi yang diterima secara
umum untuk penggabungan usaha pembelian dan penyatuan kepemilikan tetapi metode
metode ini tidak merupakan pilihan (tidak saling menggantikan) dalam akuntansi untuk
penggabungan usaha yang sama.

Semua penggabungan yang tidak memenuhi kondisi untuk metode penyatuan


kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sebagai pembelian. Penyatuan kepemilikan
melibatkan pertukaran saham biasa berhak suara, penggabungan ekuitas pemegang
saham, dan pencatatan aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang
bergabung pada nilai bukunya. Akuntansi Pembelian mewajibkan pelaporan aktiva yang
diperoleh.

Dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya pada saat


penggabungan. Ilustrasi pada bab ini adalah untuk penggabunan usaha di mana hanya
ada satu entitas yang tetap beroperasi. Bab berikutnya meliputi akuntansi dan pelaporan
untuk operasi induk anak di mana lebih dari satu perusahaan yang digabung tetap
beroperasi sebagai entitas hukum yang terpisah.

TUGAS :

Kerjakan Soal :
S.1-3, S.1-5 dan S. 1-4 dikertas folio bergaris dikumpul minggu depan

============== Selamat Belajar =================

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Muhammad Yusuf, SE.MM


AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2

Anda mungkin juga menyukai