Anda di halaman 1dari 10

TURUNAN MESODERM

Dalam pembentukan organ tubuh mahluk hidup dikenal adanya istilah


organogenesis. Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada
makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-
masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula. Contohnya :
a. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf),
integumen (kulit), rambut dan alat indera.
b. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat
reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
c. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar
pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua
lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk
hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya
mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.

Bumbung mesoderm mempunyai peranan khusus dalam pembentukan organ, yaitu :


• Otot lurik, polos dan jantung.
• Mesenkim yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam sel dan jaringan.
• Gonad, saluran serta kelenjar-kelenjarnya.
• Ginjal dan ureter.
• Lapisan otot dan jaringan pengikat (tunica muscularis, tunica adventitia, tunica
musclarismucosa dan serosa) berbagai saluran dalam tubh, seperti pencernaan,
kelamin, trakea, bronchi, dan pembuluh darah.
• Lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat: plera, pericardium,
peritoneum dan mesenterium.
• Jaringan ikat dalam alat-alat seperti hati, pancreas, kelenjar buntu.
• Lapisan dentin, cementum dan periodontum gigi, bersama pulpanya

Turunan mesoderm dibagi menjadi 5 daerah:


a. Kordameseoderm
Membentuk notochord (sumbu tubuh)
b. Mesoderm Dorsal ( Paraksial )
Membentuk jaringan ikat tubuh, tulang otot, tulang rawan, dan dermis.
c. Mesoderm Intermediet
Membentuk system urogenital
d. Mesoderm Lateral
Membentuk system sirkulasi, permukaan rongga tubuh, dan komponen anggota
tubuh.
e. Mesoderm Kepala
Membentuk otot pada wajah/muka.

Diferensiasi Kordamesoderm
Fungsinya secara khusus yaitu membentuk notochord atau sumbu tubuh yang
berfungsi sebagai penyokong tubuh itu sendiri.
Diferensiasi Mesoderm Dorsal ( Paraksial )\
Ada yang bersifat segmental maupun yang tidak, tergantung pada hewannya.

Pada Ayam
• Sel-sel mesoderm (yang tidak membentuk notochord) menyebar ke arah lateral
membentuk lempengan yang tebal disebut dengan mesoderm paraksial (terlentang
sepanjang kedua sisi notochord dan bumbung neural).
• Sementara daerah unsure primitive memendek dan bumbung neural terbentuk.
• Dari mesoderm paraksial terpisah balok-balok berbentuk segitiga yang disebut
somit.
• Somit pertama dibentuk pada bagian interior dari embrio, dan somit-somit baru
dibentuk dibelakang secara teratur.
• Sel-sel yang menyusun somit sangat mampat dan tersusun atas suatu epitel.
• Perkembangan selanjutnya sel-sel pada bagian ventral dari somit bermitosis
(kehilangan sifat epithelnya) dan menjadi mesenkim (kendur), daerah ini disebut
sklerotum.
• Sel-sel mesenkim akan bermigrasi ke arah bumbung neural dan notochord menjadi
kondrosit akan membangun rangka tubuh.
• Selanjutnya sel-sel sklerotum memisahkan diri dari somit.
• Sisa-sisa sel-sel somit membentuk suatu tabung padat berlapis-lapis.

- Lapisan dorsal disebut Dermaton (membentuk jarikat kulit/ dermis).


- Lapisan dalam disebut miotom ( sel-selnya membentuk otot membentuk otot serat
lintang dari punggung dan anggota tubuh)

Pembentukan Otot
Pembentukan otot melaui proses yang disebut Myogenesis.
- Dibentuk dari sel mesenkim membentuk mioblast (sel otot)
- Terdiri dari 4 tingkatan:
1. Sel (somit) sebagai precursors
2. Sel ini mengalami proliferasi membentuk populasi sel otot
3. Diferensiasi membentuk protein spesifik
4. Menjadi sel otot yang matang

Otot Rangka
• Miotom yang berjejer sepasang-sepasang terbentang di kedua sisi vertebrae.
• Setiap miotom membentuk 2 daerah otot pada trncus:
1. Daerah dorsal: epaxial
2. Daerah ventral: hypaxial
3.
Otot Anggota
• Berasal dari sel-sel mesenkim (dari miotom)
• Miotom berasal dari bagian luar Pre-cartilage rangka dalam kuncup anggota.

Otot Kepala
1. Berasal dari miofom dan
2. Brasal dari Pre-chorda
Otot Lidah
Tumbuh dari daerah pharynx

Otot Jantung
Tumbuh dari lapisan splanknopleura

Otot Polos
1. Berasal dari dermaton
2. Membina otot polos cutis dan subcutis

Pertumbuhan Tulang (bone growth)

Pembentukan Secara Membraneus


• Serat kolagen mula-mula disisipi oleh zat ossein (protein tulang)
• Fibroblast mengalami transformasi menjadi osteoblast dan osteodast
• Osteoblast membentuk tulang
• Oseodast mersap zat yang dapat dirombak menjadi tulang
• Terbentuk jaringan tulang yang mengandung osteosit
• Sel-sel mesenkim sekitar kemudian membentuk lapisan luar tulang (periosteum)

Ossifikasi Endochondral (Intra Cartilagonosa)


• Pembentukan tulang dari tulang rawan hialin embrio
• Mula-mula pembuluh darah menembus perikondrium di bagian tengah batang
tulang, merangsang sel-sel perikondrium berubah menjadi osteoblast
• Osteoblast ini akan membentuk suatu lapisan tulang kompakta perikondrium
berubah menjadi periosteum.
• Bersamaan dengan ini pada bagian tulang rawan di daerah Diaphisis (pusat
ossifikasi primer) sel-sel tulang rawan mengalami hipertropi, akhirnya pecah dan
terjadi kenaikan pH (alkalis) sehinga zat kapur didepositkan (kalsifikasi)
• Terjadi gangguan nutrisi semua sel-sel tulaang rawan disertai kematian sel
• Terjadi degenasi dan pelarutan dari zat-zat intraseluler (zat kapur), bersamaan
dengan masuknya pembuluh darah. Terbentuknya rongga (canalis medullaris)
untuk sumsum tulang

Catatan :
Hipertropi (membesar tapi tidak terjadi penambahan substansial)
Hipertransia (membesar dan terjadi penambahan substansial)
• Pembuluh darah akan memasuki daerah epiphise (terjadi pusat ossifikasi sekunder)
sehingga terbentuk tulang spongiosa
• Sisa tulang rawan dikedua ujung epiphise yang berperan penting dalam pergerakan
sendi
• Selama pertumbuhan , sel-sel tulang rawan pada cakram epiphise terus menerus
membelah, kemudia sel-sel hancur dan tulang rawan diganti dengan tulang di daerah
diaphise
• Dengan demikian tebal cakram epiphise tetap, sedangkan tulang akan tumbuh
memanjang
• Pada pertumbuhan diameter (lebar) tulang ,tulang di daerah rongga sumsum (canalis
medularis) dihancurkan (osteoclast)sehingga rongga sumsum membesar
Catatan :
Cairan sinofial sebagai pelumas pada sendi
Pertumbuhan tulang dipengaruhi juga oleh hormone :
- Giantisme , hormone ini meningkat pada saat pertumbuhan epiphise masih aktif
- Gigantisme, hormone maningkat pada saat epiphise

Cranium
Terdiri dari :
1. Neurocranium (tempurung otak)
• Awal terbentuk berupa sel-sel mesenkim yang menyusun diri berupa keping (disebut
pre-cartilage)
• Kemudian berubah menjadi cartilage (chondrocranium) yang terdiri dari beberapa
keeping tulang rawan di anterior notochord
• Terbentuk pula kapsul-kapsul tulang rawan sekeliling alat indera (hidung, mata,
telinga)
• Semua keeping dan kapsul kemudian bersatu
2. Spalanchnocranium (tulang-tulang muka)
• Awal berupa tulang rawan yang berasal dari ascus visceralis 1
• Kemudian diganti oleh tulang di sebelah luarnya yang tumbuh secara membranus
• Sebagian sisa tulang rawan rahang itu pindah membina ossicula telinga tengah
Pertumbuhan Gigi
• Tumbuh dari ectoderm dan mesoderm
• Lapisan enamel tumbuh dari ameloblast ( ameloblast barasal dari ectoderm )
• Lapisan dentin, pulpa, semen dan periodontium tumbuh dari odontoblast ( berasal dari
mesoderm )
• Jaringan mesoderm sebagai inductor terhadap ektoderm untuk menumbuhkan gigi
• Ectoderm menebal menjorok ke dermisi bawah bahan gusi
• Pada dental lamina terdapat :
1. Kuncup gigi susu
2. Kuncup gigi permanent, yang akan tumbuh secara eruption setelah gigi susu tanggal
Macam Gigi susu Gigi permanent
Seri atau incisor 7 - 9 bulan 7- 8 tahun
Taring atau caninus 18 bulan 9 – 11 tahun
Premolar - 10 – 12 tahun
Molar 1,5 – 2 tahun 6 – 20 tahun

Diferensiasi Mesoderm Intermedier

• Membentuk sistem ekskresi dan ductus genitalia


Ikan primitif : Pronefros
Ikan kelas tinggi dan amphibia : Mesonefros
Aves dan mamalia : Ginjal atau ren, terdiri dari tiga macam :
1. Pronefros
Sangat vertigal, paling awal dibentuk
2. Mesonefros
Organ ekskresi selama periode embrio
3. Metanefros
Dibentuk tahap akhir dan berfungsi setelah mesonefros regresi

PRONEFROS
o Dibentuk dari segmen-segmen nefrotomi
o Sel-sel nefrotom berpisah dan membentuk rongga yaitu nefrocoel
o Tubulus pronefros dibentuk dari nefrotom yang mengandung nefrocoel serta bermuara
dan berhubungan dengan coelom melalui nefrostom
o Pada ujung saluran pronefros yang lainnya bersatu membentuk ductus pronefros
o Ductus pronefros memanjang ke arah posterior dan bersatu dengan kloaka
o Glomerulus merupakan suatu gulungan pembuluh darah sebagai cabang dari aorta
dorsal berhubungan dengan corong dekat nefrostom
o Kemudian masuk melalui nefrostom ke dalam pronefros untuk kemudian dialirkan ke
kloaka.

MESONEFROS
o Tubulus mesonefros dibentuk dari nefrotom bagian posterior dari daerah pronefros
o Tubulus mesonefros berhubungan dengan ductus pronefros
o Ductus pronefros sekarang disebut ductus mesonefros atau ductus wolff
o Pembentukan tubulus mesonefros diinduksi oleh ductus pronefros, sewaktu ductus
pronefros tumbuh memanjang ke arah posterior tubuh
o Aorta dorsalis membuat cabang pembuluh darah yang menggelung membentuk
glomerulus yang berhubungan dengan ductus mesonefros
o Bagian tubulus yang berhubungan dengan gomerulus akan berinvaginasi membentuk
kapsula bowman
o Pada daerah dekat dengan daerah dimana ductus mesonefros bersatu dengan kloaka,
tumbuh suatu tonjolan yaitu tonjolan ureter
o Tunas ureter tumbuh melebar dan bercabang masuk ke dalam posterior dari
mesonefros yang merupakan bakal metanefros
o Tunas ureter menginduksi jaringan nefrogenik metanefros yang membentuk tubulus
metanefros.

Diferensiasi Mesoderm Lateral

Pertumbuhan anggota gerak


• Pembentukan
Sel-sel mesoderm somatic di bawah ectoderm mengalami proliferasi
• Kerucut (urodela)
• Dayung (mamalia, ayam, ikan)
• Pada : ikan , Anura, Reptilia, Burung dan Mamalia permukaan yang membentuk
tonjolan ditutup oleh suatu penebalan ectoderm pematang ectoderm.
• Terdapat suatu ketergantungan AER dan mesoderm tunas anggota tubuh
• Kalau mesoderm tunas tidak ada maka AER tidak akan terbentuk
• Sebaliknya bila AER tidak ada maka mesoderm tidak akan tumbuh
• Mesoderm mempunyai dua sumber untuk membentuk anggota tubuh yaitu :
a. Mesoderm somatic
b. Sel-sel soma
• Mesoderm somatic dan sel-sel somit bermigrasi ke daerah bakal anggota tubuh dan
berkembang menjadi otot anggota tubuh
• Seiring memanjangnya tunas , sel-sel bakal tulang rawan menempati bagian tengah
• Tunas anggota tubuh kemudian berubah dari bentuk dayung (kerucut) menjadi
berbentuk anggota tubuh sebenarnya
• Bentuk anggota tubuh dicapai karena terjadi tumbuh secara diferensial dan di Bantu
dengan kematian sel.
• Sebagian lagi membina tulang hyoid

Diferensiasi Mesoderm Kepala

Secara khusus membentuk otot pada wajah atau muka

LAMPIRAN ( Tambahan Materi )

DEVIRAT-DEVIRAT LAPISAN BENIH MESODERM

Mula-mula sel lapisan benih mesoderm membentuk lembaran tipis jaringan ikat pada
kedua sisi garis tengah berkembang membentuk mesoderm paraksial, lebih ke lateral
tetap tipis disebut lempeng lateral. Dengan timbulnya serta bersatunya rongga
interselular pada lempeng lateral jaringan ini terpecah menjadi dua lapisan yaitu :
a. Mesoderm parietal yang meliputi amnion
b. Mesoderm viseral yang meliputi kandung kuning telur.
Kedua selaput ini membatasi suatu rongga baru yang disebut rongga selom intra-
embrional, dimana melanjutkan diri dengan selon ekstra-embrional pada kedua sisi
mudigah. Jaringan yang menghubungkan mesoderm paraksial dan lempeng lateral
disebut mesoderm intermediat. Menjelang akhir minggu ketiga mesoderm paraksial
terpecah dalam kelompok-kelompok sel epiteloid yang disebut somit. Pasangan somit
pertama timbul pada bagian leher mudigah. Setiap hari akan timbul 3 somit sehingga
pada akhir minggu kelima terdapat 42 sampai 44 pasang somit. Pasangan somit ini
adalah; 4 oksipital, 8 servikal, 12 torakal, 5 lumbal, 5 sakral dan 8 sampai 10 pasang
koksigeal. Somit oksipital pertama dan sampai 7 somit koksigeal yang terakhir
kemudian menghilang.
1. Diferensiasi somit
Menjelang permulaan minggu keempat sel-sel epiteloid yang membentuk dinding
ventral dan dinding medial somit kehilangan bentuk epitelnya menjadi polimorf dan
berpindah mengelilingi korda dorsalis. Sel-sel ini bersama-sama disebut sklereton,
membentuk jaringan yang dikenal sebagai mesenkim. Mereka akan mengelilingi
sumsum tulang belakang dan korda dorsalis untuk membentuk kolumna vertebralis.
Dinding korsal somit yang masih tertinggal dinamakan dermatom membentuk suatu
lapisan sel baru. Segera setelah terbentuk sel ini gagal membelah diri dan jaringan yang
terbentuk ini disebut miotom. Setiap miotom mempersiapkan otot-otot untuk
segmennya sendiri.
Setelah sel-sel dermatom membentuk, miotom dan menyebar di bawah ectoderm
sekitarnya. Di sini sel-sel tersebut membentuk dermis dan jaringan subkutan. Karena itu
setiap somit membentuk skleroton (komponen tulang rawan dan tulang), mioton
(mempersiapkan komponen otot segmental) dan dermatom (komponen kulit
disegmennya). Sebagaimana akan terlihat kemudian, setiap mioton dan dermatom
masing-masing mempunyai komponen saraf disegmennya sendiri.
2. Mesoderm intermediat
Jaringan ini berdiferensiasi dengan cara yang berbeda dengan somit. Di daerah servikal
dan torakal bagian atas jaringan ini secara segmental menyusun kelompokkelompok sel
yang kelak menjadi nefrotom, sedangkan lebih kaudal membentuk massa jaringan yang
tak bersegmen dikenal sebagai korda nefrogenik yang nantinya berkembang menjadi
satuan ekskresi susunan kemih.
3. Lapisan-lapisan mesoderm parietal dan viseral
Kedua lapisan ini membatasi selom intra-embrional. Mesoderm pariental bersama
ektoderm disekitarnya membentuk dinding lateral dan ventral tubuh. Mesoderm viseral
dan entoder embrional membentuk dinding usus.
4. Darah dan pembuluh darah
Sel-sel darah dan kapiler berkembang di dalam mesoderm ekstraembrional dari jonjot-
jonjot dan tangkai penghubung. Dengan terus bertunasnya pembuluh ekstraembrional
terbentuklah hubungan dengan pembuluuh darah mudigah, sehingga menghubungkan
mudigah dan plasenta. Sel-sel darah dan pembuluh darah intra-embrional termasuk
tabung jantung dibentuk dengan cara yang sama dengan pembuluh ekstra-embrional
yakni dari sel-sel mesoderm yang membentuk kelompok sel-sel angiogenetik yang
membentuk rongga karena bergabungnya celah antar sel-sel. Yang terletak di tengah
membentuk sel darah sederhana sedangkan sel yang terletak di tepi yang bersatu
membentuk pembuluh kecil. Jaringan-jaringan dan organ berikut ini dipertimbangkan
berasal dari mesoderm :
a. Jaringan penunjang seperti jaringan penyambung, tulang rawan dan tulang.
b. Otot-otot serat lintang dan polos
c. Sel-sel darah dan getah bening dan dinding jantung, pembuluh darah dan pembuluh
getah bening.
d. Ginjal, kelenjar kelamin dan saluran keluarnya
e. Korteks anak ginjal dan limpa.

Tubulasi

Tubulasi adalah pertumbuhan yang mengiringi pembentukan gastrula atau disebut juga
dengan pembumbungan. Daerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis benih
ectoderm, mesoderm dan endoderm, menyusun diri sehingga berupa bumbung,
berongga. Yang tidak mengalami pembumbungan yaitu notochord, tetapi masif.
Mengiringi proses tubulasi terjadi proses differensiasi setempat pada tiap bumbung
ketiga lapis benih, yang pada pertumbuhan berikutnya akan menumbuhkan alat (organ)
bentuk definitif. Ketika tubulasi ectoderm saraf berlangsung, terjadi pula differensiasi
awal pada daerah-daerah bumbung itu, bagian depan tubuh menjadi encephalon (otak)
dan bagian belakang menjadi medulla spinalis bagi bumbung neural (saraf). Pada
bumbung endoderm terjadi differensiasi awal saluran atas bagian depan, tengah dan
belakang. Pada bumbung mesoderm terjadi differensiasi awal untuk menumbuhkan otot
rangka, bagian dermis kulit dan jaringan pengikat lain, otot visera, rangka dan alat
urogenitalia.

Organogenesis

Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup


(hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan
dinding tubuh embrio pada fase gastrula. Contohnya :
d. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf),
integumen (kulit), rambut dan alat indera.
e. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat
reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
f. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan,
dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding
tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya :
Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam
pembentukan kelopak mata.

Organogenesis atau morfogenesis adalah embryo bentuk primitive yang berubah


menjadi bentuk yang lebih definitive dan memmiliki bentuk dan rupa yang spesifik
dalam suatu spesies. Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir
minggu ke 8. Dengan berakhirnya organogenesis maka cirri-ciri eksternal dan system
organ utama sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus . Pada periode
pertumbuhan antara atau transisi terjadi transformasi dan differensiasi bagian-bagian
tubuh embryo dari bentuk primitive sehingga menjadi bentuk definitif. Pada periode ini
embryo akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu spesies. Pada periode
pertumbuhan akhir, penyelesaian secara halus bentuk definitive sehingga menjadi ciri
suatu individu. Pada periode ini embryo mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis
kelamin, watak (karakter fisik dan psikis) serta wajah yang khusus bagi setiap individu.
Organogenesis pada bumbung-bumbung:
1. Bumbung epidermis
• Menumbuhkan:
Lapisan epidermis kulit, dengan derivatnya yang bertekstur (susunan kimia) tanduk:
sisik, bulu, kuku, tanduk, cula, taji.
• Kelenjar-kelenjar kulit: kelenjar minyak bulu, kelenjar peluh, kelenjar ludah, kelenjar
lender, kelenjar air mata.
• Lensa mata, alat telinga dalam, indra bau dan indra peraba.
• Stomodeum menumbuhkan mulut, dengan derivatnya seperti lapisan email gigi,
kelenjar ludah dan indra pengecap.
• Proctodeum menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya yang menghasilkan bau tajam.
• Lapisan enamel gigi.

2. Bumbung endoderm
• Lapisan epitel seluruh saluran pencernaan mulai faring sampai rectum.
• Kelenjar-kelenjar pencernaan misalnya hepar, pancreas, serta kelenjar lender yang
mengandung enzim dlam esophagus, gaster dan intestium.
• Lapisan epitel paru atau insang.
• Kloaka yang menjadi muara ketiga saluran: pembuangan (ureter), makanan (rectum),
dan kelamin (ductus genitalis).
• Lapisan epitel vagina, uretra, vesika urinaria dan kelenjar-kelenjarnya.

3. Bumbung neural (saraf)


• Otak dan sumsum tulang belakang.
• Saraf tepi otak dan punggung.
• Bagian persyarafan indra, seperti mata, hidung dan kulit.
• Chromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang berpigment.

4. Bumbung mesoderm
• Otot lurik, polos dan jantung.
• Mesenkim yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam sel dan jaringan.
• Gonad, saluran serta kelenjar-kelenjarnya.
• Ginjal dan ureter.
• Lapisan otot dan jaringan pengikat (tunica muscularis, tunica adventitia, tunica
musclarismucosa dan serosa) berbagai saluran dalam tubh, seperti pencernaan, kelamin,
trakea, bronchi, dan pembuluh darah.
• Lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat: plera, pericardium,
peritoneum dan mesenterium.
• Jaringan ikat dalam alat-alat seperti hati, pancreas, kelenjar buntu.
• Lapisan dentin, cementum dan periodontum gigi, bersama pulpanya

ORGANOGENESIS
SISTEM UROGENITALIA

Mesoderm intermediat
• Berlokasi dorsolateral antara somit dan mesoderm lateral
• Membentuk system urogenital:
– Ginjal (membentuk urin), ureter (transpor urin dari ginjal ke kantung kemih) dan
uretra (transport urin dari kantung kemih ke luar tubuh)
– Gonad: kelenjar reproduksi utama
• Pematang nefrogenik merupakan bagian pematang urogenital yang membentuk sistem
urinaria

Tiga set ginjal yang terbentuk secara bertahap dalam embrio :


1. Pronephros
Ginjal yang rudimen dan tidak berfungsi dan akan mengalami regresi secara sempurna.
2. Mesonefros
Berfungsi hanya untuk waktu yang singkat dan tetap dipertahankan sebagai duktus
mesonefros (Wolff).
3. Metanefros
Membentuk ginjal dewasa. Berkembang dari kuncup ureteris (ureteric bud), yaitu
outgrowth dari duktus mesonefros dan medoderm metanefri berasal dari bagian kaudal
pematang nefrogenik

Hubungan perkembangan organ genitalia dengan urinaria


• Perkembangan organ genital berkaitan dengan sistem urinaria
• Berasal dari mesoderm intermadiat
• Primordial germ cells merupakan turunan ektoderm, migrasi ke gonad
• Pada jantan : perkembangan testis dipengaruhi mesonefros
• Pada betina, mesonefros tidak berperan dalam perkembangan gonad

Mesoderm intermediat memiliki struktur memanjang.


• Mesoderm intermediat Terdiri atas dua bagian :
– Pita nefrogenik yang akan menjadi apparatus urinaria dan
– Pematang genital yang menjadi gonad
• Pematang genital memanjang mulai dari bagian thoraks atas ke daerah kloaka
• Bakal gonad berkembang yang akan berkembang hanya bagian tengah saja. Bagian
kranial dan kaudal pematang urogenital membentuk pita-pita gonad atas dan bawah.