Anda di halaman 1dari 31

Pielonefritis

Oleh

Kelompok 9

Oktiawan collin
Petrus tage
Rana maley
Pengertian
Pielonefritis (infeksi traktus
urinarius atas)adalah infeksi
bakteri piala ginjal,tubulus,dan
jaringan interstisial dari salah satu
atau kedua ginjal.(Brunner &
Suddarth).
Pyelonephritis adalah peradangan
pada pelvis dan parenchim ginjal yang
disebabkan oleh infeksi bakteri (black
& Hwaks).Pyelonephritis penyababnya
bisa infeksi aktif di ginjal atau kambuh
terhadap infeksi sebelumnya. Bakteri
mencapai kandung kemih melalui
uretra dan naik ke ginjal.ada dua jenis
pyelonephritis yaitu akut dan kronik.
etiologi
Penyebab utamanya adalah infeksi
yang terjadi dengan menurunya
tekanan host (seprti calculi,
malgnanci,hidrineprosis, atau trauma).
Echercia colli mrupakan penyebab
paling lazim polionefritis.
Pielonefritis sering sebagai akibat
dari refluks ureterovesikal,dimana
kutup ureterovesikal yang tidak
kompeten menyebabkan urin
mengalir balik(refluks) kedalam
ureter.
Obstruksi traktus urinarius (yang
meningkatkan kerentanan ginjal
terhadap infeksi), tumor kandung
kemih, striktur, hiperplasia prostatik
benigna,dan batu urinarius
merupakan penyebab yang lain.
Klasifikasi pielonefritis
Pielonefritis dapat akut dan kronis:
1. Pielonefritis akut
Pielonefritis akut sering terjadi
setaelah kontaminasi bakteria pada
uretra atau setelah dilakukan
tindakan memasukan instrumen
seperti catheter atau cystocope.
2. Pyelonephritis chronic
Pyelonephritis chronic lebih
sering terjadi setelah obstruksi
kronik dengan refluks atau gangguan
kronik. Perkembangannya perlahan-
lahan dan biasanya dikaitkan dengan
serangan ulang yang akut, walaupun
klien mungkin tidak punya riwayat
akut pyelonephritis.
Patofisiologi
Pyelonephritis terjadi ketika bakteri
memasiki pelvis ginjal,menimbulkan
reaksi peradangan,dan sel darah putih
meningkat. Peradangan menyebabkan
odema pada jaringan yang
terkena,mulai pada papillae dan
kadang-kadang menyedar ke corteks.
Infeksi dapat naik atau ascending
begitu terjadi cystitis atau prostatitis,
atau descending,bila ada infeksi
streptococcal dalam aliran darah.
Begitu infeksi diobati dan peradangan
sembuh,bisa meninggalkan jaringan
fibrosa dan scar. Calyx ginjal menjadi
kasar karena scarr di jaringan
intestinal.jika infeksi sembuh,akan
terjadi lebih banyak scar,fibrosis, dan
gangguan penyerapan tubulus dan
sekresi yang mengakibatkan fungsi
renal menurun.
Pyelonephritis Akut
Pielonephritis akut di sebabkan karena
abses renal,abses perinephric,
emphysematous pyelonephritis, dan
chronic pyelonephritis yang dapat
mengakibatkan gagal
ginjal.pielonephritis biasanya cepat dan
sering kambuh, tetapi baik sebagai
sarangan infeksi baru:20% dari
penyakit ini kambuh dalam jangka 2
minggu setelah 1 cure terapi selesai.
Makanya, pasien harus diobati secara
adekuat untuk mencegah berkembangnya
ke pyelonephritis kronik. Infeksi bisa juga
berkembang ke bacteriemia.

Pielonephritis kronik
Penyakit ini ditandai dengan kombinasi
bentuk abnormal dari calyx dan scarring
corteks yang tebal. Ginjal menjadi
kontraktur, dan jumlah nephron yang
berfungsi berkurang karena digantikan oleh
jaringan scar.selanjutnya akan terjadi agal
ginjal.
Manifestasi klinik
Pyelonephritis akut: Ginjal akan
membesar,terjadi abcess parenchym
fokal,dan penumpukan
polymorphonuclear lymfosit sekitar
dan di dalam tubulus.tanda khususnya
pasien akan tampak distres akut
walaupun pada beberapa kasus
gangguan ini minimal atau tak ada
manifestasi .
Suhu tubuh tinggi,menggigil,mual, flank
pain pada daerah yang terkena
(Costovertbra Angle {CA}lunak),sakit
kepala,nyeri otot dan sangat lemah.Nyeri
biasanya menyebar turun ke epigastrik dan
bisa colik jika infeksi merupakan komplikasi
dari batu. Pada perkusi atau palpasi dalam
diatas CVA terasa lunak. Umumnya ,pasien
mengalami dysuria,frekuency,urgency, dan
tanda cystitis lainnya dalam beberapa
hari.urine berdarah,bau busuk,dan WBC dan
silinder meningkat.
Kultur urine dan sensitivity dilakukan
untuk menegakan diagnos. Pada
urinaliysis akan ditemukan antibody-
coated bacteria,bakteriuria,silinder
WBC meningkat dan intravenous
urogram ginjal mengecil dengan
saluran system calyceal menjadi tidak
beraturan.
Pyelonephritis chronic :Manifestasi
spesifik tidak ada. Bisanya ditemukan
ketika dievaluasi hypertensinya atau
komplikasi hypertensi kerena penyakit
ini merupakan manifestasi yang paling
sering. Pada pemeriksaan laboratorium
ditemukan azotemia, pyuria, anemia,
acidosis, dan protein uria. Juga
ditemukan hilangnya kemampuan
ginjal untuk memekatkan urine.
Medikal manajemen
Pyelonephritis Akut
Manajemen medik pada akut
pyelonephritis mempunyai sasaran
berikut:
 mengeliminasi organisme pathogen
dengan antibiotik yang rapat untuk
membunuh kuman yang telah
ditemukan pada kulktur urin dan
sensitivity.
 Mengeluarkan semua faktor atau
penyakit yang menyebabkan
pertahanan host menurun.jika
ditemukan batu atau obstruksi
lainnya yang menyebabkan infeksi
sering kambuh maka pengobatan
yang tepat harus dilakukan kalau
perlu dioperasi.
Oleh karena itu, pertumbuhan bakteri
dihambat dengan antibiotik spektrum
luas yaitu sulfonamides atau
kombinasi sulfa methoxazole dan
trimethoprim biasanya digunakan ada
pengobatan pertama kecuali pasien
alergi terhadap salah satu dari obat
tersebut. terapy antibiotik ini
diteruskan untuk 10 hari sampai 2
minggu.
Antibiotik diberikan peroral atau
dengan metode dosis tunggal yang
tinggi. Pada kasus akut pyelonephritis
berat antibiotik diberikan intravena.
Jelaskan kepada pasien bahwa obat
oral harus diminum sampai habis 1
resep untuk mencegah kambuhnya
infeksi. Pengobatan terhadap infeksi
yang kambuh adalah prophylaksis
antibiotik (penicillin).
Obat untuk mengurangi nyeri yaitu
analgesik atau antiseptik urinary juga
diberikan.
Pyelonephritis kronik
Sasaran utama dari manajemen medik
adalah mencegah kerusakan ginjal lebih
lanjut. Jika bakteri ditemukan berikan
antibiotik yang tepat. Pyelonphritis kronik
cenderung kurang nyeri. Kontrol hypertensi
sangat perlu.
Karena kerusakan ginjal dapat menyebakan
hypertensi yang lebih lenjutnya menambah
kerusakan ginjal.
Asuhan keperawatan
 Pengkajian
- Keluhan umum: tiba-tiba demam
dan menggigil
- Pada sistem genitoury ditemukan
hematuria, bakteriuria, pyuria, kultur
urin ditemukan pertumbuhan kuman,
dysuria,nocturia dan frequency.
- Pada pemeriksaan fisik ditemukan
area CVA lunak.
- Hasil lab. Ditemukan WBC silinder
meningkat.
Diagnosa keperawatan
- Resiko tinggi kurang cairan tubuh b.d
demam,mual,muntah.
- Nyeri akut (flank) b.d proses infeksi
di ginjal.
- Kurang pengetahuan tentang
pyelonephritis b.d kurang terpapar
terhadap informasi.
Perencanaan
goal:
- Pasien akan mempertahankan
keseimbangan cairan
- Pasien akn mempertahankan
kenyamanan atau pasien akan bebas
dari nyeri
- Pasien akan meningkatkan
pengetahuan
Objektif:
- Intake dan out put seimbang, tidak
ada manifestasi kurang cairan.
- Pasien melaporkan nyari berkurang
atau tidak ada nyeri.
- Pasien dapat menyebutkan penyebab
pyelonephritis, tanda dan gejala,
pengobatan, dan perlunya follow up
ke dokter.
Penatalaksanan
Tindakan untuk mempertahankan
hidrasi cairan:
1. Atur pemberian cairan intra vena
bagi pasien dengan mual muntah
berat untuk menggantikan cairan
yang hilang
2. Beri minum yang banyak 10-15
gelas perhari untuk mengencerkan
antimicrobial sehingga efektifnya
berkurang.
3. Ukur intake dan out put per 24 jam
untuk mengkaji keefektifan
penggantian cairan.
4. Monitor tanda vital karena
penurunan tensi, percepatan nadi,
dan penigkatan suhu tubuh
mendadak kurang cairan.
Tindakan untuk mempertahankan
kenyamanan:
1. Kaji kebutuhan akan analgesik dan atur
pemberian analgesik sesuai pesanan
dokter untuk menigkatkan kenyamanan
karena nyeri berkurang.
2. Kompres panas pada daerah yang nyeri
yaitu flank untuk mengurangi nyeri.
3. Atur pemberian antibiotik sesuai resep
dokter untuk membunuh kuman atau
menghambat pertumbuhan bakteria.
Pendidikan kesehatan:
1. Jelaskan pentang PLN, penyebab,
tanda dan gejala, dan perlunya
melakukan intravenous urogram
untuk mengidentifikasi adanya
kerusakan struktur.
2. Jelaskan tentang animikrobial
terapy
3. Jelaskan kemungkinan infeksi
kambuh atau berulang.
4. Jelaskan tentang tindakan-tindakan
pencegahan infeksi saluran yaitu
minum air cukup (2-2,5 liter/hari u/
org dewasa), mencegah dehydrasi,
kosongkan kandung kemih secara
teratur untuk mencegah distensi dan
pertahankan kebersihan perineal
pada wanita untuk mencegah
masuknya mikroorganisme ke
saluran perkemihan.
Evaluasi

1. Intake dan out put pasien seimbang


2. Pasien mengatakan nyeri berkurang
3. Pasien dapat mengerti tentang PLN.