Anda di halaman 1dari 12

TEKNIK PENGUJIAN REABILITAS TES HASIL BELAJAR

Teknik Pengujian Reabilitas Tes Hasil Belajar Bentuk Uraian


Pada umumya menggunakan rumus yang di sebut Rumus Alpha, sebagai berikut

 n  ∑ S i 
2
r =   1 − 2  r ; Koefisien reabilitas tes
 n − 1  S t 
11 11

n ; Banyaknya butir item yang di keluarkan dalam tes


1 ; Bilangan konstan

∑ S 2i ; Jumlah varian skor dari tiap-tiap butir item

S 2 t ; Varain total
Contoh ; Tes uraian di ikuti oleh 5 testee dan terdiri dari 5 item , dengan bobot
skor 0-10.
Skor untuk butir item nomor :
Testee 1 2 3 4 5
A 5 3 4 5 3
B 8 5 5 6 7
C 4 3 3 3 5
D 5 5 8 3 4
E 3 6 3 5 2
Langkah 1 ; Menjumlahkan skor yang di capai masing-masing siswa,

Skor untuk butir item nomor : X t X 2t


Testee 1 2 3 4 5
A 5 3 4 5 3 20 400
B 8 5 5 6 7 31 961
C 4 3 3 3 5 18 324
D 5 5 8 3 4 25 625
E 3 6 3 5 2 19 361
N= 5 25 22 23 22 21 113 2671
∑X i1 ∑ X i2 ∑X i3 ∑X i ∑X i5
4

∑X t ∑ X 2t
Langkah 2 ; Menghitung jumlah kuadrat item 1, 2, 3, 4 dan 5
JK item 1 = 5 2 + 8 2 + 4 2 + 5 2 + 3 2 = 25 + 64 + 16 + 25 + 9 = 139
JK item 3 = 3 2 + 5 2 + 3 2 + 5 2 + 6 2 = 9 + 25 + 9 + 25 + 36 = 104
JK item 4 = 4 2 + 5 2 + 3 2 + 8 2 + 3 2 = 16 + 25 + 9 + 64 + 9 = 123
JK item 5 = 5 2 + 6 2 + 3 2 + 3 2 + 5 2 = 25 + 36 + 9 + 9 + 25 = 104
JK item 5 = 3 2 + 7 2 + 5 2 + 4 2 + 2 2 = 9 + 49 + 25 + 16 + 4 = 103

Langkah 3 ; Menghitung varian dari skor 1, 2 , 3, 4, 5 :


25 2
2 139 −
Si 1 = 5 = 139 − 125 = 14 = 2,8
5 5 5

22 2
2 104 −
Si 2 = 5 = 104 − 96,8 = 7,2 = 1,44
5 5 5

23 2
2 123 −
Si 3 = 5 = 123 − 105 ,8 = 17 ,2 = 3,44
5 5 5
22 2
2 104 −
Si 4 = 5 = 104 − 96,8 = 7,2 = 1,44
5 5 5
21 2
2 103 −
Si 5 = 5 = 103 − 88,2 = 14,8 = 2,96
5 5 5
Langkah 4 ; Mencari jumlah varian total
2 2 2 2
∑ S 2i = S i
2
1 + Si 2 + Si 3 + Si 4 + Si 5 = 2,8 + 1,44 + 3,44 + 1,44 + 2,96 = 12,08

Langkah 5 ; (S 2 t )

(∑ X t ) 2
∑ X 2t −
S 2t = N =
N

113 2
2671 −
5 = 2671 − 2553 ,8 = 117 ,2 = 23,44
5 5 5
Langkah 6 ;

 n  ∑ S i 
2
r =   1 − 2 
 n − 1  S t 
11

 5  12 ,08 
=  1 −  = (1,25 )(1 − 0,515 ) = 1,25 x 0,485 = 0,60625 = 0,61 (reabilitas
 5 −1  23 ,44 

belum baik)
E. Pendekatan Single Test- Single Trial dengan Menggunakan Metode C.Hoyt
Menurut C.Hoyt dalam menentukan reabilitas hendaknya kita menganggap bahwa
data yang berupa skor-skor hasil tes itu dianggap sebagai data hasil eksperimen,
dimana faktor pertama atau klasifikasi I-nya adalah subyek, sedangkan faktor kedua
atau klasifikasi II-nya adalah item. Masing-masing sel terdiri dari satu subyek,
selanjutnya mencari interaksi antara subyek dengan item. Tekhnik analisa seperti
inilah yang dikenal dengan nanma Tekhnik Analisa Varian (ANAVA).
Reabilitas tes diperoleh dengan rumus ;
MK e
r 11 =1 − dimana ;
MK s

r 11 = Koefisien reabilitas tes


1 = Bilangan konstan
MK e = Mean kuadrat interaksi antara testee dan item
MK s = Mean kuadrat antarsubyek
Contoh ; Hasil test belajar bidang studi Ekonomi yang berupa skor-skor. Terdapat 5
orag siswa dan 5 butir soal, untuk ditentukan reabilitasnya dengan menggunakan
tekhnik analisis varian.
Langkah 1 ; Menyiapkan tabel penyebaran skor-skor jawaban soal tes hasil belajar
bidang studi Ekonomi, seprti di bawah ini
Siswa Skor untuk butir item nomor ; Xt
1 2 3 4 5

A 1 1 1 1 0 4
B 0 0 1 1 0 2
C 0 1 1 1 0 3
D 0 1 0 1 1 3
E 1 1 1 1 1 5
N=5 2 4 4 5 2 ∑X t = 17

Langkah 2 ; Menghitung junlah kuadrat total (JK tot ) dengan urutan kerja sebagai

berikut
2
(a) Menghitung ∑X t . Caranya : semua skor hasil tes yang berada pada setiap sel
di kuadratkan sampai selesai, mulai dari baris pertama sampai baris terakhir.
1 2 +1 2 +1 2 +1 2 +0 2 +0 2 +0 2 +1 2 +1 2 +0 2 +0 2 +1 2 +1 2 +1 2
+0 2 +0 2 +1 2 +0 2 1 2 +1 2 +1 2 +1 2 1 2 +1 2 +1 2
2
setelah selesai , jumlahkan. Hasilnya : ∑X t = 17( sama dengan ∑X t )
jumlah subyek dianggap = 5x5 = 25. Jadi N = 25 ( banyaknya soal 5 dan
banyaknya soal 5)

(b) Menghitung jumlah kuadrat total (JK tot ) dengan rumus :

( ∑X t ) 2
JK tot = ∑X t2 -
N

(17 ) 2 289
JK tot = 17 - = 17 -
25 25

= 17 – 11,56
= 5, 44
Langkah 3 ; Menghitung jumlah kuadrat antar item (JK ant .it . ). Caranya , sebagai
berikut ;
Item nomor 1 , dijawab betul oleh 2 orang subyek/testee/siswa
Item nomor 2 , dijawab betul oleh 4 orang subyek/testee/siswa
Item nomor 3 , dijawab betul oleh 4 orang subyek/testee/siswa
Item nomor 4 , dijawab betul oleh 5 orang subyek/testee/siswa
Item nomor 5 , dijawab betul oleh 2 orang subyek/testee/siswa
Angka yang menunjukkan jumlah betul masing-masing di kuadratkan lalu di bagi
2
dengan subyek, selanjutmya dijumlahkan dan di kurangi dengan ∑(X t ) di bagi 25

2 2 4 2 4 2 5 2 2 2 (17 ) 2 4 16 16 25 4 289
+ + + + − = + + + + −
5 4 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25

= 0,8 + 3,2 + 3,2 + 5 + 0,8 – 11,56


= 13 – 11,56
= 1, 44
Langkah 4 ; Menghitung jumlah kuadrat antar subyek (JK ant .s ). Caranya ,sebagai
berikut :
Masing-masing skor siswa si kuadratkan, di bagi dengan banyaknya butir item (5),
2
lalu dikurangi dengan ∑(X t ) , dibagi dengan 25.

4 2 2 2 3 2 3 2 5 2 (17 ) 2 16 4 9 9 25 289
+ + + + − = + + + + −
5 4 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25
= 3,2 + 0,8 + 1,8 + 1,8 + 5 – 11,56
= 12,6 – 11,56
JK ant .s = 1,04
Langkah 5 ; Menghitung jumlah kuadart interaksi antara item dengan subyek dengan
rumus :

JK i. s atau JK e = JK tot - JK ant .it . - JK ant .s

= 5,44 – 1, 44 – 1, 04
= 2, 96
Langkah 6 ; Menghitung Mean kuadrat antar item, dengan rumus :
JK ant .item
MK ant .item =
db ant .item
Telah di ketahui JK antar item = 1,44, db item di peroleh dengan cara
db item = N 1 - 1 (N 1 adalah bayaknya butir item, N 1 =5, db item =5-
1= 4)
1,44
Jadi, MK ant .item = = 0,36
4

Langkah 7 ; Menghitung Mean kuadrat antar subyek dengan rumus :


JK ant . subyek
MK ant . subyek atau MK s =
db subyek

Telah di ketahui kuadrat antar subyek = 1,04 sedangkan db , diperoleh dengan


menggunakan rumus : db subyek = N 2 = 5 , dengan demikian db subyek = 5-1
=4
1,04
MK ant . subyek atau MK s = = 0,26
4
Langkah 8 ; menghitung Mean kuadrat interaksi antara item dengan subyek (MK
int .i −s ) dengan rumus :
JK int .i −s
MK int .i −s atau MK e =
db int .i −s

Telah di ketahui JK int .i −s = 2,96, sedangkan db int .i −s , diperoleh dengan


rumus :
db int .i −s = db ant .it . x db ant .s , telah di ketahui db ant .it . = 4 sedangkan db

ant . s =4
jadi 4 x 4 = 16 , dengan demikian dapt diperoleh MK int .i −s atau MK e
2,96
MK int .i −s atau MK e = = 0,185
16

Langkah 9 ; Menghitung koefisien reabilitas tes, dengan rumus :


MK e 0,185
r 11 = 1- = 1- 0,26
MK s
= 1 – 0,7115384
= 0,2884616 = 0,29 ( dibulatkan)
Apabila perhitungan di atas diringkas menjadi tabel, berikut ini adalah ringkasan
tabel analisa varaian (ANAVA)

Sumber Variasi JK db MK Koefisien Reabilitas Tes


1,44 MK e
Antar item 1,44 5-1 = 4 = 0,36 r = 1-
4 11
MK s
1.04 0,185
Antar subyek 1,04 5-1 = 4 = 0,26 = 1- 0,26 = 1 – 0,7115384 =
4
0,29
2,96
Interaksi anar- 2,96 4x4 =16 = 0,185
16
item dan subyek
Total 5,44 − − −

Kesimpulan : besarnya koefisien reabilitas soal adalah 0,29 , karena berada di bawah
0,70 maka reabilias soal rendah.

Pengujian Reabilitas Tes Hasil Belajar Bentuk Objektif dengan Menggunakan


Pendekatan Test-Retest ( Single Test- Double Trial)
Penentuan reabilitas di lakukan dengan menggunakan teknik ulangan, tester
memberikan satu kali tes tetapi dengan dua kali percobaan. Rumus :
6 ∑D 2
ρ = 1−
N ( N 2 −1)

dimana ;
ρ (di baca rho) ; Koefisien antara variabel I (skor-skor hasil tes 1) dengan
variabel II (skor-skor hasil tes II)
D ; Difference(beda antara rank variabel I dan rank variabel II) atau D = R I -R

II

6 dan 1; Bilangan konstan


N ; Banyaknya subyek
Contoh ; Skor bidang studi Bahasa Indonesia, di ikuti oleh 10 siswa

Siswa Skor yang dicapai Rank(Urutan Kedudukan) D = R I -R II D2


Test I Tes II Tes 1 Tes 2
A 56 67 3 7 -4 16
B 60 65 6 6 0 0
C 53 54 1 1 0 0
D 70 72 9 9 0 0
E 55 60 2 2 0 0
F 69 71 8 8 0 0
G 57 63 4 (4+5) :2 = 4,5 -0,5 0,25
H 66 62 7 3 4 16
I 58 63 5 (4+5) :2 = 4,5 0,5 0,25
J 73 75 10 10 0 0
N = 10 ---- ---- ---- ---- ∑D = 0 ∑D 2 =
32,5

Menghitung koefisien korelsi rho


6 ∑D 2
ρ = 1− = 1
N ( N 2 −1)

6 x32 ,5 195
− =1 − = 1 − 0,1969697 = 0,8030303 = 0,803
10 (10 −1)
2
990
Pengujian Reabilitas Tes Hasil Belajar Bentuk Objektif dengan Menggunakan
Pendekatan Alternate form (Double Test- Double Trial)
N ∑ XY − (∑ X )( ∑ Y )
Rumus ; r xy =
{N ∑ X 2
}{ }
− (∑ X 2 ) N ∑Y 2 − ( ∑Y 2 )
Contoh :
Nomor Urut Nilai Hasil Tes
Siswa
Seri I (X) Seri II(Y) XY X2 Y2
A 55 60 3300 3025 3600
B 45 50 2250 2025 2500
C 65 61 3965 4225 3721
D 60 62 3720 3600 3844
E 45 62 2790 2025 3844
F 57 71 4047 3249 5041
G 60 63 3780 3600 3969
H 63 65 4095 3969 4225
I 58 56 3248 3364 3136
J 53 66 3948 2809 3498
N= 10 ∑X = 561 ∑Y = 616 ∑XY = ∑X2 ∑Y 2 =
35143 = 31891 37378
Melakukan perhitungan untuk mengetahui indeks korelasi r xy
N ∑ XY − (∑ X )( ∑ Y )
r xy =
{N ∑ X 2
}{
− (∑ X 2 ) N ∑Y 2 − ( ∑Y 2 ) }
10 x 35143 − (561 )( 616 )
=
(10 x31891 − 561 2 )(10 x37378 − 616 2 )

351430 − 345576
= (318910 − 314721 )( 373780 − 379456 )

5854 5854 5854


= = = = 1,2005393 = 1,2
4189 x5676 23776764 4876 ,142

DISUSUN
OLEH:

NAMA : Heryani Agustin (06081003003)


Safarnia (06071003017)
Alvira Wasmi (06081003030)
Arianto (06081003034)
Suryani Evroza K (06081003037)
Dosen Pengasuh : Prof.DR.M.Djahir Basir,Mpd
Dwi Hasmidyani,Spd,M.Si

PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2010/2011