Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Masalah

Kecamatan Sukmajaya Kota Madya Depok Provinsi Jawa Barat adalah lembaga pemerintahan yang

mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana daerah bidang pemerintahan di tingkat kota Depok terutama yang

berhubungan dengan usaha peningkatan pelayanan masyarakat. Kota Madya Depok mempunyai kedudukan

dan peranan yang strategis sebagai kota yang sangat dekat dengan beberapa kota besar di Jawa Barat dan

termasuk DKI Jakarta, ibu kota negara.

Didalam perjalananya, Kecamatan Sukmajaya telah menunjukkan kemandiriannya dengan kemajuan dan

peningkatan pembangunan seiring dengan agenda pembangunan nasional, baik dalam pertumbuhan ekonomi,

sosial kemasyarakatan maupun dalam pelayanan kehidupan masyarakat. Disisi lain penerapan pembangunan

tersebut juga mengandung risiko yang memerlukan perhatian, antara lain penurunan produktifitas pelayanan

masyarakat, sebagai akibat cara kerja aparatur atau pegawai Pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok

dalam melayani masyarakat.

Dengan kata lain pelayanan masyarakat perlu ditingkatkan bukan saja melalui perbaikan sistem prosedur yang

digunakan, tetapi juga yang lebih penting lagi adalah dengan meningkatkan motivasi kerja pegawai instansi

pemerintah kecamatan Sukmajaya kota Depok itu sendiri. Oleh sebab itu setiap pimpinan harus mampu

memanfaatkan sumber daya manusia, dalam hal ini adalah para pegawai dalam meningkatkan pelayanan

masyarakat. Agar supaya pegawai dapat lebih efektif dalam melakukan tugasnya, maka pimpinan harus

memahami situasi dalam organisasi atau instansi pemerintah kecamatan Sukmajaya kota Depok khusunya.

Dengan demikian setiap pimpinan perlu mengetahui faktor yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai. Salah

satu faktor yang yang

mempengaruhi motivasi kerja pegawai adalah faktor pimpinan yang dalam hal ini
menyangkut gaya kepemimpinan.
1. 2. MASALAH
1. 2. 1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas yaitu penurunan produktifitas pelayanan masyarakat sebagai akibat

cara kerja aparatur atau pegawai pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, maka pokok permasalahan

yang dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan motivasi pegawai instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya
Kota Depok yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Secara lebih rinci, pernyataan yang diajukan dalam

penelitian ini adalah:

1. Apakah ada hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja


pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya kota Depok?
2. Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja
pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya?
1. 2. 2. Pembatasan Masalah

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seorang pekerja/ pegawai menurut A. Mintorogo

dan Sedarmayanti ( 1992 ) faktor tersebut antara lain: pimpinan, rekan sekerja, sarana fisik, kebijaksanaan dan

peraturan organisasi, kompensasi/ imbalan jasa uang dan atau non uang serta jenis pekerjaan dan tantangan.

Dengan melihat banyaknya faktor yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai sebagaimana tersebut diatas,

maka dalam penelitian ini dibatasi hanya pada faktor pimpinan terutama mengenai gaya kepemimpinan .

Untuk itu penelitian dilakukan di instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.

1. 2. 3. Perumusan Masalah

Gaya kepemimpinan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi motivasi kerja pegawai. Dengan

demikian faktor gaya kepemimpinan berhubungan dengan motivasi kerja pegawai instansi pemerintah

Kecamayan

Sukmajaya. Berdasarkan uraian diatas dapatlah dirumuskan masalahnya sebagai


berikut:
1. Bagaimana hubungan antara faktor gaya kepemimpinan dengan motivasi
pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya?
2. Bagaimana hubungan antara situasi kepemimpinan dengan motivasi kerja
pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukajaya?
1. 3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Berdasarkan pembatasan dan perumusan masalah yang dikemukakan, penelitian ini secara umum ingin melihat

hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi

pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Tujuannya bagi penulis adalah untuk memenuhi salah satu

syarat meraih gelar sarjana strata 1 ( satu ) bidang ekonomi di Sekolah Tinggi Ilmu manajemen Hidayatullah

Kota Depok Jawa Barat.

1. 4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain adalah:
1. Sebagai bahan masukan bagi pimpinan untuk dapat menyangkutkan
motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya
2. Sebagai bahan masukan atau bahan bagi penelitian yang serupa atau
penelitian yang lebih luas sifatnya
1. 5. Hipotesis
Dalam penelitian ini, hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:

1. Motivasi kerja pegawai instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok lebih tinggi setelah

diberlakukannya kebijakan-kebijakan oleh Kepala Pemerintah kecamatan dibandingkan dengan sebelumnya.

2. Ada pengaruh signifikan faktor Gaya kepeimipinan terhadap motivasi kerja


pagawai pemerintah Kecamatan Sukmajaya
1. 6. Metodologi Penelitian
1. 6. 1. Variabel variabel Yang di Teliti
Adapun variabel variabel yang diteliti dalam penulisan skripsi ini adalah
sebagai berikut:
1. Variabel Bebas ( Independent Variable )
Dalam hal ini yang menjadi variabel bebas ( Independent Variable ) adalah gaya
kepemimpinan yang dalam hal ini dilambangkan dengan X1
2. Variabel Terikat ( Dependent Variable )
Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi kerja pegawai
yang dilambangkan dengan variabel Y
1. 6. 2. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan semua karakter yang mungkin dari obyek yang lengkap dan jelas yang ingin

diteliti. Sehingga sasaran yang akan menjadi obyek penelitian ini merupakan keseluruhan karakteristik yang

ada dalam instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik

yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono; 2005), sehingga sampel merupakan bagian dari populasi yang terpilih

dan dimaksudkan untuk dapat mewakili populasi penelitian.

1. 6. 3. Tekhnik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini yang menitikbertakan pada gaya serta situasi kepemipinan pengaruhnya terhadap motivasi

kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya, maka penulis mendapatkan data baik dari

instansi terkait maupun diluar instansi tersebut.

1.6.4.Pengumpulan Data Langsung

a. Observasi ( pengamatan/ questioner ), yaitu dengan cara pengumpulan data diperoleh langsung dari perusahaan

atau objek yang diteliti.


b. Wawancara/ interview, yaitu mengadakan wawancara secara
langsung dengan pihak perusahaan.
1. 6. 5. Pengumpulan Data Tidak Langsung

Merupakan pengumpulan data pendukung yang diperoleh dari lapran- laporan dari instansi

pemerintah Kecamatan Sukmajaya dan dengan mempelajari literatur pelengkap berupa buku, jurnal atau dan

edisi situs website yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.tersebut diatas.

1. 6. 4. Tekhnik Pengolahan Data


1. 6. 4. 1 Analisis Kuantitatif

Dengan analisa kuantitatif ini dapat dibuktikan ada atau tidaknya hubungan antara gaya

kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai atau sejauh mana pengaruh situasi kepemimpinan terhadap

motivasi kerja pegawai. Adapun analisa kuantitatif yang digunakan terdiri atas:

1. 6. 4. 2. Regresi Linier Sederhana

Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional atau kausal satu variabel independen

(gaya kepemimpinan) dengan satu variabel dependen (motivasi kerja pegawai). Persamaan umum regresi linier

sederhana adalah:

Y=a+bX

Dimana:

Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan

a = Harga Y bila X= 0 (harga konstan)

b = Angka arah atau koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel

dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b(+) maka naik, dan jika (-) maka terjadi penurunan.

Rumus yang digunakan untuk mencari a (nilai konstanta) dan nilai (koefisien
korelasi) adalah sebagai berikut (Supranto, 1987: 219):