Anda di halaman 1dari 2

Nama : Hani Rachmawati Hukum Perdata Internasional

NIM : E1A009154
Kelas : B

Harta Peninggalan dari Van Hoten,” mengenai hukum waris.

Duduk Perkara :

Van Hoten yang ternyata telah menikah di Cirebon dengan istri pertamanya
Nyonya Astri dari perkawinan itu telah lahir di Surabaya seorang anak perempuan.
(Tergugat dalam perkara kasasi ini) Penggugat dalam kasasi ini adalah istri kedua
dari si pewaris, yaitu Nyonya Kurnia

Dalam instansi pertama, anak perempuan Van Hoten, telah menggugat


Nyonya Kurnia, agar menurut hukum dinyatakan sebagai ahli waris pula dan bahwa
ia dilindungi oleh Legitieme portie sebesar ¼ berdasarkan ketentuan pasal 960 dan
961 B.W.Ned. (pasal 913-914 KUHPerdata) ternyata bahwa almarhum ayahnya, Van
Hoten-Senior telah membuat suatu testamen di Jakarta pada tahun 1932 dan yang
kedua di s`Gravenhage tahun 1936. Menurut testamen-testamen ini pihak Nyonya
Kurnia diangkat sebagai executeur testamentrice dan dalam testament tahun 1932
ditentukan bahwa ‘Nyonya Kurnia” adalah ahli waris satu satunya dan universil
sedangkan dalam testamen tahun 1936, Van Hoten dikeluarkan sebagai ahli waris,
antara lain dengan tetap memperhatikan testament semula. Pada tanggal 29 Oktober
1942 Van Hoten-Senior meninggal dunia yang menjadi persoalan hukum apakah Van
Hoten mempunyai hak waris yang dilindungi oleh Undang-undang atau tidak ?

Menurut Van Hoten, harus dipergunakan hukum Belanda dalam perkara ini
karena warisan telah terbuka di Nederland dan ayahnya adalah seorang Belanda
karena kelahiran, dan terus menerus telah bertempat tinggal di Nederland dan
jajahannya (Hindia Belanda) selama hidupnya., hanya beberapa bulan melawat ke
Estlandia. Ia tercatat dalam pendaftaran penduduk dari Hilversum dan bertempat
tinggal disana sampai ia meninggal. Ia tidak mempunyai hubungan apapun dengan
Eslandia kecuali bahwa ia dinaturlisasi dan bahwa ia sama sekali tidak berbahasa
Estilandia, maka ia menganggap telah dilindungi legitime portienya, sebesar ¼ , oleh
hukum Belanda. Terhadap dalil dalil ini, pihak Nyonya Kurnia mengajukan bahwa
pewaris ini harus diatur menurut hukum Estlandia karena si pewaris adalah
warganegara Eslandia Pendirian Van Hoten dalam instansi pertama telah dibenarkan
dan gugatan telah dikabulkan. Atas keputusan ini, pihak Nyonya Kurnia mengajukan
banding.