Anda di halaman 1dari 14

Masukan pengertian dan di setiap topik dan buat daftar pustaka..

latar dan tujuan ambil dari silabus online book,,, ingat ok!!!!

LINGKARAN
Lingkaran adalah kurva tertutup sederhana yang merupakan tempat kedudukan
titik-titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu. Tiap titik pada lingkaran
itu mempunyai jarak yang sama dari suatu titik yang di sebut pusat lingkaran. Jarak
titik pada lingkaran dengan pusat di sebut jari-jari atau radius lingkaran. Garis
tengah lingkaran di sebut diameter. Panjang diameter = 2 kali panjang jari-jari.
Panjang lingkaran di sebut keliling lingkaran. Jari-jari (radius ) biasanya di
lambangkan dengan huruf “ r “. M = pusat lingkaran.

Perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya.


Apabila panjang diameter di bandingkan dengan keliling suatu lingkaran akan di
peroleh panjang keliling antara 3 dan 4 kali panjang diameter.

Rasio ( perbandingan ) ini di nyatakan dengan π. Notasi π di baca “ pi “

Dapat di tuliskan : Kd= π K= keliling, d= diameter

Atau : K = π x d

K = π x 2r

K=2πr

Nilai π merupakan nilai pendekatan. Pendekatannya di lakukan dengan pembulatan


dan pembulatannya dapat dua decimal, tiga decimal, atau empat decimal.

Nilai π adalah : 3,14159 … di bulatkan

3,142 atau 3,14

Dalam bentuk pecahan π=227

Luas daerah lingkaran


Daerah
lingkar
an

Daerah yang di batasi oleh lingkaran di sebut daerah lingkaran.


Misalkan panjang jari-jari sebuah lingkaran itu di buat persegi-persegi kecil yang
luasnya 1 cm persegi, seperti tampak pada gambar (3 ). Dengan menghitung
banyaknya persegi kecil di dalam lingkaran itu di tentukan luas lingkaran sebagai
berikut.

¼ lingkaran memuat :

17 persegi kecil yang utuh, dan 5 buah yang tidak utuh. Bila di jumlahkan, hasilnya
kira-kira 19,5 buah.

Jadi, dalam lingkaran yang berjari 5 cm di dapat 4 x 19,5 buah bujur sangkar kecil
= 78 buah. 78 merupakan bilangan pendekatan, dengan cara itu dapat di temukan
luas lingkaran sebagai berikut :

Jika, jari-jarinya 5 cm, di peroleh luas lingkaran : L52=78r2=7825=kira-kira 3,1

Di ketahui 3,1 = π

Dengan formula, luas daerah lingkaran adalah : L/r2=π atau L = π r2

Luas lingkaran menggunakan kordinat polar


Luas lingkaran memiliki rumus

yang dapat diturunkan dengan melakukan integrasi elemen luas suatu lingkaran

dalam koordinat polar, yaitu

Luas lingkaran menggunakan Penjumlahan elemen juring

Luas lingkaran dapat dihitung dengan memotong-motongnya sebagai elemen-elemen dari suatu
juring untuk kemudian disusun ulang menjadi sebuah persegi panjang yang luasnya dapat dengan
mudah dihitung. Dengan demikian, dapat di katakan bahwa luas lingkaran
dengan jari-jari r sama dengan luas persegi panjang dengan panjang πr dan
lebar r

L= πr.r

L =π r²

Karena r = ½ d maka, L=π½d

L = π (14d2)

L= π.14d²

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa luas lingkaran L dengan jarijari

r atau diameter d adalah

L =π r²
L= π.14d²

Menghitung Perubahan Luas dan Keliling Lingkaran

Jika Jari-Jari Berubah

Pada pembahasan yang lalu kalian telah mempelajari mengenai luas dan keliling
lingkaran, yaitu L =π r² dan L= π.14d²

a nilai r atau d kita ubah,

Elemen lingkaran
Elemen-elemen yang terdapat pada lingkaran, yaitu sbb:

Elemen lngkiaran yang berupa titik, yaitu :

Titik pusat (P)


merupakan jarak antara titik pusat dengan lingkaran harganya konstan dan disebut
jari-jari.

Elemen lingkaran yang berupa garisan, yaitu :

Jari-jari (R)
merupakan garis lurus yang menghubungkan titik pusat dengan lingkaran.

Tali busur (TB)


merupakan garis lurus di dalam lingkaran yang memotong lingkaran pada dua titik
yang berbeda (TB).

Ada 2 ketentuan yang perlu di paerhatikan yaitu :

• Setiap garis tengah juga merupakan tali busur. Tetapi tidak setiap tali busur
merupakan garis tengah.
• Tali busur yang tidak melalui pusat selalu lebih kecil dari garis tengah.

Busur (B)
merupakan garis lengkung baik terbuka, maupun tertutup yang berimpit dengan
lingkaran.

Keliling lingkaran (K)


merupakan busur terpanjang pada lingkaran.
Diameter ( D)
merupakan tali busur terbesar yang panjangnya adalah dua kali dari jari-jarinya.
Diameter ini membagi lingkaran sama luas.

Apotema

Pada sebuah lingkaran, apotema merupakan garis yang menghubungkan titik


pusat lingkaran dengan tali busur lingkaran tersebut. Garis yang dibentuk
bersifat tegak lurus dengan tali busur.

Elemen lingkaran yang berupa luasan, yaitu :

Juring (J)
merupakan daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh busur dan dua buah jari-jari
yang berada pada kedua ujungnya.

Tembereng (T)
merupakan daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh sebuah busur dengan tali
busurnya.

Cakram (C)
merupakan semua daerah yang berada di dalam lingkaran. Luasnya yaitu jari-jari
kuadrat dikalikan dengan pi. Cakram merupakan juring terbesar.

Keterangan :

Titik pusat =O

Jari-jari = Garis AO, CO, BO

Diameter = Garis AB

Busur = Garis lengkung AB, CA, BC (searah jarum jam )

Tali busur = Garis AB, AC

Tembereng = Daerah yg di batasibusur AC dan tali busur AC

Juring = AOC, BOC, AOB


Apotema = Garis OE

Sudut-sudut dalam lingkaran


POR adalah sudut yang di bentuk oleh dua jari-jari dengan titik pusat lingkaran
sebagai titik persekutuan, di sebut sudut pusat. Besar sudut pusat sama dengan
panjang busur yang di hadapannya.

Jika PR = 60˚ , maka /͟ POR juga sama dengan 60˚.

Besar sudut pusat seluruh lingkaran = 360°. Jika 2 dua buah busur sama panjang,
maka sudut pusatnya sama besar dan tali busurnya juga sama panjang.

/͟ PQR adalah sudut yang di bentuk oleh dua ruas garis yang titik persekutuannya
berada di lingkaran. Sudut seperti itu di namakan sudut keliling.

Besar sudut keliling : ½ x busur yang di hadapannya.

Sudut keliling pada ½ lingkaran = 90°

AC = diameter

∆ ABC dan ∆ ACD = ∆ siku-siku

/͟ D dan /͟ = 90°

Sudut-sudut keliling yang busurnya sama, maka sama pula besarnya

/͟ C = /͟ D = /͟ E karena sama-sama mempunyai busur AB

Sudut – sudut pada lingkaran ada di matematika nuniek 151

Simetri putar pada lingkaran


Setengah lingkaran

Memutar lingkaran yang memindahkan titik B ke A atau sebaliknya, di sebut


putaran setengah lingkaran.
Putaran penuh

Memutar lingkaran dari B kembali ke B lagi di sebut putaran penuh.

Sumbu simetri pada lingkaran


banyaknya sumbu simetri suatu lingkaran tak terhingga.

Kesimpulan :

Garis tengah suatu lingkaran yang tegak lurus pada tali busur, tentu membagi dua
sama tali busur itu.

Garisa yang membagi dua sama tali busur dan tegak lurus dan tegak lurus pada tali
busur itu, tentu melalui pusat lingkaran.

Garis tengah yang membagi yang membagi dua sama suatu tali busur, tentu tegak
lurus pada tali busur itu.

Panjang busur dan luas juring


sudut pusatsudut satu putaran= panjang busurkeliling lingkaran= luas juringluas
lingkaran

Panjang busur = sudut pusatsudut satu putaran x keliling lingkaran atau,

Luas juring = sudut pusatsudut satu putaran x luas lingkaran

Contoh soal matematika nuniek 138

Matematika dewi 159

Hubungan lingkaran dan segitiga

Lingkaran luar segitiga

r=abc/4L

r = jari-jari lingkaran=

a, b, c = sisi-sisi segitiga

L = luas segitiga
Lingkaran dalam segitiga

r=Ls

r = jari-jari lingkaran dalam segitiga

s = ½ keliling = ½ (AB + BC + AC )

L = luas segitiga

Contoh soal matematika endah 164

Matematika dewi 200

Hubungan lingkaran dan segiempat

Gambar tidak ada

Persamaan lingkaran
Persamaan lingkaran yang berpusat di O (0,0 )

Menurut definisi, lingkaran adalah himpunan titik-titik yg berjarak sama terhadap


sebuah titik tertentu yg di namakan pusat lingkaran. Karena pusat lingkaran adalag
O dan jaraknya r , maka L ≡ { P|OP = r}

Jika koordinat P{ x,y}, maka :

L= x,y OP=r}

L= x,y (x-0)2+(y- 0)2 = r}


L= x,y x-02+ y-02= r ²} atau

L= x,y x²+y²=r²} , yaitu himpunan semua kordinat (x,y)

Yang jaraknya terhadap O (0,0) adalah r

Persamaan lingkaran yang berpusat di O dengan jari-jari r adalah x²+y²=r²

Posisi titik terhadap lingkaran L≡ x²+y²=r²

Berdasarkan persamaan lingkaran,di tentukan posisi titik P (a,b) terhadap lingkaran


L yang berpusat di O(0,0) dengan jari-jari r sebagai berikut.

P(a,b) terletak didalam lingkaran L jika a²+b² <r²

P(a,b) terletak pada lingkaran L jika a²+b²= r²

P(a,b) terletak diluar lingkaran L jika a²+b² >r²

Contoh soal matematika SMA & MA 196-197

Persamaan lingkaran yg berpusat di M(a,b) dan jari-jari r

Titik P(x,y) adalah titik pada lingkaran L yg berpusat di M(a,b) dengan jari-jari r,
maka :

L≡ Px,yMP=r }
L≡ Px,y x-02+ y- 02 =r

L≡ Px,y x-a2+ y-02= r² }

Persamaan lingkaran yg berpusat di (a,b) dan jari-jari r adalah x-a2+ y-b2=r²

Posisi suat titik terhadap lingkaran L=x-a2+ y-b2= r²

Posisi titik Q(c,d) terhadap lingkaran yg berpusat di (a,b) dengan jari-jari r


adalah sebagai berikut.

Q (c,d) terletak di dalam lingkaran L a,b jika c-a2+ d-b 2 <r2

Q (c,d) terletak pada lingkaran L a,b jika c-a2+ d-b 2=r2

Q (c,d) terletak di luar lingkaran L a,b jika c-a2+ d-b 2 >r2

Cari gambar ?
Contoh soal matematika SMA & MA 199-200

Bentuk umum persamaan lingkaran


Pembahasan sebelumnya di dapati persamaan lingkaran yg berpusat di (a,b)
dengan jari-jari r yaitu

x-a 2+ y-b 2= r². Jika, bentuk ini di uraikan lebih jauh maka akan di peroleh ;

x-a 2+ y-b 2= r²

⇒ x²-2ax+a²+y²-2by+b²-r²=0

⇒ x²+y²-2ax-2by+a²+b²-r²=0

Misalkan :

A = -2a, B = -2b dan C = a² + b² - r², maka a = -12A, b = -12B dan

r=a²+b²-C = 14A²+14B²-C

Persamaan lingkaran menjadi x² + y² + Ax + By + C = 0

Persamaan ini di sebut bentuk umum persamaan lingkaran yg berpusat di -12A,


-12B dengan jari-jari r=14A²+14B²-C

Bentuk umum persamaan lingkaran yg berpusat di -12A, -12B dan jari-jari


r=14A²+14B²-C

Adalah x² + y² + Ax + By + C = 0
Posisi sembarang titik R( k,l) pada lingkaran dengan persamaan x² + y² + Ax + By
+C=0

adalah sebagai berikut :

Jika titik R(k,l) terletak di dalam lingkaran, maka k² + l² + Ak + Bl + C< 0

Jika titik R(k,l) terletak pada lingkaran, maka k² + l² + Ak + Bl + C= 0

Jika titik R(k,l) terletak di luar lingkaran, maka k² + l² + Ak + Bl + C > 0

Nilai k² + l² + Ak + Bl + C di sebut kuasa titik R terhadap lingkaran dan di


lambangkan dengan K. Secara umum posisi titik R (k,l) terhadap lingkaran dengan
menggunakan lambang kuasa K adalah sebagai berikut :

Jika titik R(k,l) terletak di dalam lingkaran, maka K < 0

Jika titik R(k,l) terletak di dalam lingkaran, maka K =0

Jika titik R(k,l) terletak di dalam lingkaran, maka K >0

Contoh soal matematika SMA & MA 203-204

Kedudukan garis terhadap suatu lingkaran menghitung panjang garis singgung

Lewat dulu SMA & MA 206-207

Matematika nuniek 168

Persamaan garis singgung lingkaran


Garis singgung lingkaran adalah garis yang memotong suatu lingkaran di satu titik
dan berpotongan tegak lurus dengan jari-jari di titik singgungnya.

Garis singgung pada lingkaran yang berpusat di O ( 0,0 )


Persamaan garis singgung pada titik P(x₁, x₂) yang terletak pada lingkaran
x²+y²=r², maka dengan demikian x₁² + y₁² = r²

Misalkan mop adalah gradien gradien OP, dan mgs adalah gradien garis
singgung.

Maka, mop = y₁x₁ karena OP ⊥ garis singgung maka :

mop ∙ mgs = -1 ⟺ y₁x₁ ∙ mgs = -1 ⟺ mgs = - y₁x₁

Maka, persamaan garis singgung di titik ( x₁ , y₁ ) dengan gradien m= - y₁x₁ adalah

y -y₁ = - x₁y₁ ( x-x₁ )

yy₁ - y₁² = -xx₁ + x₁²

yy₁ + xx₁ = x₁² + y₁²

Persamaan garis singgung di titik ( x1 , y1 ) pada lingkaran x2+ y²=r² adalah


xx1 + yy1 =r²

Garis singgung pada lingkaran yang berpusat di M ( a,b ) dan jari-jari r

Untuk menentukan persamaan garis singgung di titik P(x₁,y₁) perlu di temukan


gradien garis singgung di titik P(x₁,y₂)

Misalkan gradien MP=mMP dan gradien garis singgung mgs

mMP=y₁ - ax₁ - b , karena MP ⊥ garis singgung, maka :

mMP . mgs = -1

y₁ - ax₁ - b ∙ mgs = -1

mgs = - x₁ - ay₁ - b
Persamaan garis singgung di titik P (x₁ ,

Anda mungkin juga menyukai