MUSEUM KRATON YOGYAKARTA

KARYA TULIS INI DISUSUN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENEMPUH UJIAN NASIONAL SMP NEGERI 26 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011

DISUSUN OLEH : 1 2 3 4 4 NAMA UKI PRATIWI FINDA RISWANTI RIYAN TUSMIATI GALUH TRIYANI MUT MAINATIN NIS ( 5522 ) ( 5573 ) ( 5589 ) ( 5614 ) ( 5659 ) KELAS VII C VII C VII C VII C VII C

SMP NEGERI 26 PURWOREJO 2010 PENGESAHAN

Karya tulis ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal Tempat : : : SMP NEGERI 26 PURWOREJO Mengetahui Kepala SMP Negeri 26 Purworejo Purworejo. Pembimbing Esti Wardani. 196303021987631009 MOTTO .Pd NIP. S.Pd NIP. 195911141981112002 Suhadi. S.

Kegagalan adalah awal dari kesuksesan 3. konstruktif. doa. harus berfikir tentang keberhasilan progresif. serta usaha kerja disertai doa. Usaha. 2.1. kreatif. Orang yang ingin sukses. belajar adalah pintu utama menuju sukses PERSEMBAHAN .

Pembaca yang budiman 2. Adik – adiku kelas VII dan VIII KATA PENGANTAR .Karya tulis ini kami persembahkan untuk : 1.

Kepala SMP Negeri 26 Purworejo 3. dan IX 6. Bapak dan Ibu Guru SMP Negeri 26 Purworejo 4. sehingga karya tulis ini dapat diselesaiakan dengan baik. penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Penyusun DAFTAR ISI . VII. Karya tulis ini dapat diselesaikan tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Oleh karena itu. Semua pihak yang membantu terselesainya karya tulis ini Penulis menyadari bahwa karya tulis ini belum sempurna. Guru pembimbing 5.Dengan memanjatkan puja syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya. Teman – teman baik kelas VII. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi perbaikan karya tulis ini. Kraton Yogyakarta 2. Oleh karena itu. Orang tua yang selalu membimbingku 7.

Bangunan – Bangunan di Lingkungan dalam Keraton C.Halaman Judul Halaman Pengesahan Halaman Motto Halaman Persembahan Kata Pengantar Daftar Isi i ii iii iv v vi BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul B. Struktur Pemerintahan Kraton Yogyakarta E. Upacara Labuhan. Tujuan Penulisan C. Upacara Grebeg. Skaten. Raja – Raja Kasultanan Yogyakarta D. Sejarah Berdirinya Kasultanan Yogyakarta B. Pembatasan Masalah BAB II A. Metode Penulisan D. Taman Sari 1 1 1 1 1 BAB I PENDAHULUAN ..

2. C. Tujuan Penulisan Karya tulis ini disusun denagan tujuan : 1. Alasan pemilihan judul .A. D. B. Untuk menambah wawasan pembaca yang ingin mengetahui tentang segala sesuatu yang ingin mengetahui tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kota Yogyakarta. Karya tulis ini penulis beri judul study tour ke Keraton Yogyakarta. Alasan pemilihan judul Dalam karya tulis ini penulis memilih judul yang disesuaikan dengan data yang penuls peroleh di objek study tour. Metode Interview Yaitu metode pengumpulan data dengan wawancara langsung dengan petugas objek studi wisata. Sebagai salah syarat untuk memenuhi ujian nasional SMP Negeri 26 Purworejo. Metode penulisan 1. Pembatasan Masalah Karya tulis ini hanya menguraikan sebagian dari judul Museum Yogyakarta meliputi sejarah lokasi peranan dan struktur Museum Kraton Yogyakarta. Sistematika Penulisan Karya tulis ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN A. 2. Metode Observasi Yaitu matode pengumpulan data dengan pengamatan terhadap suatu objek secara langsung. E.

Beliau sebagau tuntutan atas jasa Belanda berhasil memadamkan peberontakan di Kartasura. Pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwono II di Kraton Surakarta (1744).B. Ibukota dipindahkan ke Desa Solo. terjadi peristiwa pemberontakan orang-orang China (GEGER PACINA) pada tahun 17401743. utusan Belanda meminta untuk menyerahkan seluruh wilayah pesisir Utara Jawa kepada VOC. dan kadipaten Pakualaman. Pangeran Mangkubumi kemudian memohon izin dan doa restu kepada Paku Buwono II. kemudian disebut Surakarta. Kdipaten Mangkunegaran. pada waktu itu yang ada hanya Kraton Kasunan Surakarta. Saat masih berada di Kartasura. Karena istana Kartasura mengalami kerusakan. Pangeran Mangkubumi tidak menyetujui permintaan itu. Hogendorf. Dalam suatu perundingan antara Paku Buwono II yang didampingi oleh Pangeran Mangkubumi (Penasehat Kepercayaannya) dengan pihak Belanda yang diwakili oleh Mr. Tujuan Penulisan C. masih terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Tumenggung Mertopuro melawan Kraton Surakarta. untuk menentang dan mengangkat senjata melawan kompeni Belanda/ VOC . meski ia tahu bahwa kedudukan Paku Buwono II sangat sulit. dengan bantuan Belanda-lah peristiwa itu dapat dipadamkan. Pembatasan Masalah E. Metode Penulisan D. pindahan dari Kraton Mataram Kartasura. Sistematika Penulisan BAB II KRATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT SEJARAH BERDIRINYA KASULTANAN YOGYAKARTA Sebelum berdirinya kasultanan Yogyakarta. namun oleh Pangeran Mangkubumi (adik Paku Buwono II) dapat ditaklukannya.

yang disebut Beringin (Waringin Kurung). Pangeran Mangkubumi meningggalkan Kraton Surakarta menuju kedalam hutan untuk bergerilya melawan VOC. Setelah Paku Buwono II wafat. Suryadi ( Putra Mahkota ) sebagai Sunan Paku Buwono III raja tersebut hanya berkedudukan sebagai peminjam tanah VOC. Dibagian tengah alun-alun lor terdapat dua pohon beringin yang dikelilingi tembok. serta untuk keperluan lainnya. beliau kemudian bergelar SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO 1. gelar lengkapnya adalah : NGARSA DALEM SAMPEYAN DALEM INGKANG SINUHUN KANJENG KANJENG SULTAN HAMENGKUBUWONO SENOPATI ING NGALOGO NGABDURAHMAN SAYIDIN PANTOGOMO KJALIFATULLAH INGKANG JUMENENG KAPING 1 ING NGAYOGYAKARTA HADINNGRAT. yaitu Kraton Kasunanan dan Kraton Kasultanan Yogyakarta.Dngan memperoleh pusaka tombak Kyai PLERED. dengan halaman depan lapangan yang disebut Alun-alun Lor ( alun-alun utara ). Said ( Pangeran Sambernyawa ) yang sudah lebih dahulu menentang Paku Buwono II dan VOC. Kraton Yogyakarta ini menghadap kea rah utara. lalu pada tanggal 21 April 1747. pada tanggal 13 Februari 1755. Sekarang fungsi Alun-alun Lor untuk upacara Grebeg dan perayaan Sekaten. yang pada zaman dulu dipergunakan sebagai tempat mengumpulkan rakyat. dan tempat penylenggaraan upacara adapt. Dengan daerah barunya itu. Paku Buwono III dan Belanda VOC. yaitu Pangeran Mangkubumi. kerajaan Mataram dibagi menjadi dua bagian. Pangeran mangkubumi bergabung dengan RM. padatahun 1756. latihan perang bagi para prajurit kraton. Kemudian terjadinya perjanjian antara ketiga pihak. maka disebut PERJANJIAN GIYANTI. Bernama kyai Dewa daru (sebelah barat) . perjanjian itu diadakan do Desa Giyanti (Salatiga). Belanda mengangkat RM. pangeran Mangkubumi mendirikan kerajaan Mataram Yogyakarta di wilayah Beringan. Akibat dari perjanjian itu.

Pohon beringin yang mengelilingi Alun-alun lor ini jumlahnya 62 pohon ditambah dengan 2 pohon yang berbeda ditengah.5 meter. tehadap kandang untuk memelilhara macan(harimau) yang disebutkandang macan. Di sebelah barat alun-alun Lor terdapat Masjid Agung yang dibangun Sri Sultan Hamengkubuwono 1 tahun 1733. di sebelah barat 3. PLENGKUNG MADYASURA ( sebelah barat THR ). yaitu plengkung nirbaya (gading) dan plengkung Tarunasura (wijilan). ada 5 pintu gerbang yabg disebut PLENGKUNG antara lain yaitu : 1. di sebelah selatan 2. Wilayah Kraton Yogyakarta luasnya 14. PLENGKUNG JAGASURA ( ngasem). Daerah diluar benteng Kraton. yang disebut Jagang (sekarang sudahmenjadi pemukiman penduduk). untuk melihat/mengawasi keadaan di luar maupun di dalam benteng kraton. dengan dikelilingi tembok(benteng) setinggi 4 meter dan lebar 3. PLENKUNG TARUNASURA ( wijilan ).berasal dari. di sebelah barat laut 4. Di sebelah luar benteng dikelilingi oleh parit yang dalam. Diantara kelima plengkung itu hanya dua yang masih tampak utuh. Sudutnya terdapat tempat penjagaan atau bastion. berfungsi sebagai tempat untuk menginap bagi para bupati dari luar wilayah pada waktu menjalankan tugas fi Kraton atau apabila sedang diselenggarakan upacara kenegaraan. dan kyai wijayandaru (sebelah timur) berasal dari pajajran kedua pohon beringin itu sebagai simbol bahwa dunia terdapat dua sifat berbeda. PLENGKUNG JAGABAYA ( tamansari). . di sebelah timur laut 5. di sebelah timur PLENGKUNG BUNTET (tertutup).000 meter persegi. PLENGKUNG NIRBYA ( gading ). Di seputar alun0alun Lor terhadap beberapa bangunan yang disebut pekapaln berbebtuk Joglo sebanyak 19 buah. sehingga jumlah 64 pohon beringin menunjukkan usia Nabi Muhammad SAW ketika beliau wafat. dibagian sudut tenggara Alun-alun.

Selanjutnya di sebelah selatan (belakang) kraton. Berada dalam garis simetris/lurus dengan KRATON dan TUGU KRATON. 6. 2. Diebelah Alun-alun kidul tedapat bangunan untuk memelihara gajah. serta kesiap siagaan serta ketajaman. terdapat alun-alun yangluasnya lebih kecil dari alun-alun lor yaitu Alun-alun kidul (Aun-alun selatan). 5. Galing (berwujud burung merak jantan) menyimbolkan kemuliaan. Digunakan oleh sultan untuk menyaksikan para prajuritnya berburu rusa atau binatang lainnya. Hardawalika (berwujud raja ular naga) menyimbolkan kekuatan. keagungan. Dhalang (berwujud kijang) menyimbolkan kecerdasan dan ketangkasan. Dua pohon beringin yang disebut beringin “Wok”. Regalia yang dimiliki oleh terdiri dari berbagai benda yang memiliki makna tersendiri yang kesemuanya secara bersama-sama disebut KK Upocoro. 3. 4. Sawung (berwujud ayam jantan) menyimbolkan kejantanan dan rasa tanggung jawab. dan keindahan. bangunan krapyak ini adalah batas selatan wilayah Kraton Yogyakarta. terdapat bangunan berupa panggung. . yang disebut KRAPYAK. kejujuran. Kutuk (berwujud kotak uang) menyimbolkan kemurahan hati dan kedermawanan. Macam benda dan dan maknanya sebagai berikut: 1. Banyak (berwujud angsa) menyimbolkan kelurusan. yang disebut GAJAHAN Selanjutnya dari Kraton kearah selatan sekitar 2 km jaraknya. LAMBANG KERAJAAN ( Ampilan Dalem ) Regalia merupakan pusaka yang menyimbolkan karakter Sultan Yogyakarta dalam memimpin negara berikut rakyatnya.

dan Kecohan (berwujud tempat meludah sirih pinang) menyimbolkan proses membuat keputusan/kebijakan negara. Dipugar Sri Sultan Hamengku Buwono VIII tahun 1921 masehi. CENELO 3. selesai tahun 1934 M. SUMBUL 4. Kacu Mas (berwujud tempat saputangan emas) menyimbolkan kesucian dan kemurnian. dan 9. Pemugaran ditandai dengan Candar Sengkala (tahun jawa) berbunyi “Panca Gana Salira Tunggal” yang berarti tahun 1865 Jawa. BANGSAL PAGELARAN. pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamewngkubuwono VII Nama masing-masing bangunan setiap halaman di linkungan dalam kraton. pada mulanya disebut tratag rambat. Cepuri (berwujud nampan sirih pinang). SABET 2. atapnya berupa sirap kayu. dimulai dari bagian depan. Pemugaran bangunan di Kraton secara keseluruhan dimulai tahun 1921 M. Kandhil (berwujud lentera minyak) menyimbolkan penerangan dan pencerahan. yaitu : 1. Pelataran Pagelaran yang merupakan halaman paling depanini. 8. LARBADAK BANGUNAN-BANGUNAN DI LINGKUNGAN DALAM KRATON Lingkungan dalam kraton secara keseluruhan terbagi atas tujuh halaman (pelataran) yang dibatasi oleh tembok tinggi dan di dalamnyaterdapat bangunanbangunan serta beberapa pintu gerbang yang menghubungkan antara halaman yang satu dengan halaman yang lain disebut REGOL. Wadhah Ses (berwujud kotak rokok). terletak di sebelah selatan Alun-alun Lor. Di pelataran ini terdapat beberapabangunan antara lain : A. dinamakan pagelaran. Selesainya pemugaran ditandai dengan Candra Sengkala (tahun masehi) berbunyi “Catur Trisula .7. Dan abdi dalem KEPARAK (perempuan) berjumlah 4 orang yang bertugas membawa : 1.

dan sitiinggil yang terletak di bagian belakang Kraton disebut sitihinggil kidul (selatan) Halaman Sitiinggil Lor. Di Kraton Yogyakarta terdapat 2 halaman sitinggil. Pelaksanaan eksekusinya bertempat di Alun-alun lor. E. . yang diselenggarakan 3 kali setiap tahun. pernag dipakai untuk pelantikan Ir. BANGSAL PENGAPIT juga disebut BANGSAL PASEWAKAN adalah tempat para senopati perang/manggala yudha mengadakan pertemuan. terletak di sebelah kanan dan kiri sejajar dengan Bangsal Pagelaran C. yang disebut SITI NIGGIL. Bangsal ini berfungsi hingga tahun 1926. seta digunakan sebagai tempat menunggu perintah-perintah dari sultan D. ketika menyaksikan jalannya latihan perang para parajuritnya. Bangsal ini jumlahnya ada 2. Latihan perang ini dilakukan di alun-alun lor. Bagian selatan halaman depan terdapat halaman yang struktur tanahnya lebih tinggi dari halaman lainnya. B. bangunan ini ada 2 buah. Teletak di sisi kanan. BANGSAL PANGRAWIT. pada tanggal 17 Desember 1949. dengan Suryasengkala (tahun Masehi) pada bagian berbunyi “Gana Asia Kembang Lata” yang berarti tahun 1926 masehi.Kembang Lata” berarti tahun 1934 masehi. BANGSAL SITINGGIL. dalam bangsal pagelaran. BANGSAL PACIKERAN adalah tempat jaga bagi para abdi dalem Singanegara dan abdi dalem mertalulut (sebutan untuk algojo kraton) yang bertugas memberi hukuman (eksekusi) kepada para tahanan kraton. dan tempat diselenggarakannya upacara pasowanan Agung. Bangunan ini digunakan untuk pelaksanaan upacara Grebeg. BANGSAL PEMANDENGAN. digunakan sebagai tempat penobatan/pelantikan Raja-raja kasultanan Yogyakarta. digunakan sebagai tempat raja melantik patih (tempat pelantikan patih). digunakan sebagai tempat duduk bagi Sultan beserta panglima perang. Soekarno sebagai Presiden RIS. terletak di sebelah kanan dan kiri bagian selatan halaman pagelaran. terdapat beberapa bangunan antara lain : F. bangunan ini telah dipugar dengan ditandai Candra Sengkala (tahun Jawa) berbunyi “Pandhita Cakra Naga Wani” yang berarti tahun 1857 Jawa. sitinggil Lor (utara).

Maka halaman kemandungan lor sering disebut halaman kebon. sebelum mereka diterima oleh Sultan. BANGSAL KORI. M. dalam rangka Hari Lingkungan Internasional. A. dan suryasengkala berbunyi “Linungit kembar gatrining Ron”. berfungsi sebagai ruang siding pengadilan kraton. BANGSAL PACAOSAN. dan pada waktu upacara Grebeg mulud tahun dal (Jawa). berfungsi sebagai tempata jaga bagi para abdi dalem kori dan abdi dalem jaksa. yaitu pintu gerbang yang menghubungkan antara halaman kemandungan lor dengan halaman Bangsal Srimanganti . BALEBANG.G. pada waktu dilangsungkan upacara penobatan raja. adalah tempat jaga bagi para abdi dalem kraton yang sedang melaksanakan tugas ronda (caos) C. yang bertugas menyampaikan permohonan maupun pengaduan rakyat kepada raja L. BALE ANGUN-ANGUN. REGOL SRIMANGANTI. yaitu pintu gerbang yang menghubungkan antara halaman sitihunggil lor dengan halaman kemandungan lor 2. digunakan sebagai ruang tunggu bagi tamu-tamu sultan yang akan mengadiri upacara resmi di Sitinggil. BANGSAL WITANA digunakan untuk menempatkan pusaka-pusaka utama kraton. berarti tahun 1925 masehi. TARUNG AGUNG. Pada tahun 1986 dinyatakan sebagai lambing perdamaian oleh pemerintah Indonesia. ketika berlangsung upacara penobatan raja dan waktu digelar upacara pasowanan Agung H. I. Bangsal ini terdapat candra sengkala berbunyi “Tinata Pirantining Madya Witana” yang berarti tahun 1855 jawa. Di bagian tengah bangsal ini terdap[at selogilang untuk singgasana sultan. BANGSAL MANGUNTURTANGKIL adalah tempat Singgasana Raja. B. digunakan untuk menyimpan 2 perangkat gamelan sekaten yang dibunyikan setiap bulan aulud. BANGSAL PONCOWATI. REGOL BROGOJONOLO. digunakan untuk menyimpan pusaka tombak yang bernama kanjeng kyai sura angun-angun K. Bernama KYAI GUNTUR MADU dan KYAI NAGAWILAGA J.

digunakan sebagai tempat untuk menyelenggarakn pesta atau perjamuan bagi. GEDHONG PURWARETNA. ketika menyambut kedtangan tamu-tamu penting. yang berfungsi sebagai tempat singgasana Raja dalam kesehariannya. regol ini terdapat candra sengkala yang berbunyi “Kaluwihaning Yaksa Saliro Aji” berarti tahun 1851 jawa. keluarga istana. C. adalah tempat tinggal bagi putra-putri raja yang belum menikah . adalah pintu gerbang yang menhubungkan antara halaman srimanganti dengan halaman bangsal kencana. Suryasengkala berbunyi “jagad Ingasta neng wiwara Dhatulaya”. BANGSAL MANIS. juga ketika digelar upacara-upacara pentung. di dalamnya terdapat beberapa bangunan antara lain : A.3. KEPUTREN. sekarang dipakau sebagai kantor pribadi Sri Sultan Hamengku Buwono X. merupakan bangunan pusat kraton. adalah tempat bagi para pejabat istana yang bertugas mendampingi sultan. PATUNG RAKSASA DWARAPALA (sepasang) masing-masing membawa gadha. dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. REGOL DANA PRATAPA. B. juga ketika Sultan sedang menjamu tamu-tamu pentung E. Halaman Bangsal kencana merupakan halaman pusat kraton sebagai pusat pemerintahan. D. didalamnya terdapat beberapa bangunan. 4. yang berarti tahun 1921 masehi. BANGSAL SRIMANGANTI. BANSAL KENCANA. Bangunan ini digunakan sebagai kantor pribadi sri sultan Hamengku Buwono IX sekarang berfungsi sebagai kantor kawedanan Hageng Sri wandawa B. digunakan sebagai tempat sultan menyambut kedatangan tamu-tamu penting. dan disebut CINGKARABALA dan BALAOUTRA. antara lain : A. Menunjukkan tahun pemugaran regol tersebut. Pelataran Bangsal srimanganti. BANGSAL TRAJUMAS. GEDHONG JENE ( GEDHONG KUNING ). D. dibangun pada masa pemerintahan Srisultan Hamengkubuwono V. C.

KRATON KILEN. GEDHONG KANTOR PARENTAN HAGENG. sebagai kantor pejabat krato yang berwenang menyampaikan perintah sultan kepada abdi dalem yang ada di kraton J. GEDHONG GANGSA. adalah tempat tinggal bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarganya I. MASJID PANEPEN. adalah tempat tinggal bagi putra-putri sultan yang belum menikah N.G. KASATRIYAN. L. yaitu ruang untuk menyimpan gamelan-gamelan kraton sekaligus sebagai tempat dibunyikannya gamelan tersebut. selain dipakai untuk menjlankan ibadah sholat bagi keluarga istana dan para abdi dalem. adlah bangunan baru yang berfungsi sebagai museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX O. M. Halaman kemagangan di dalamnya terdapat beberapa bangunan antar lain : . BANGSAL MANDALASANA. yaitu tempat untuk pentas bagi para pemain musik (korp musik kraton) ketika digelar acara-acara penting di kraton K. yaitu tempat bagi paea abdi dalem kraton yang bertugas membuat minuman untuk keluarga Raja. ketika di istana digelar acara perjamuan atau acara penting ainnya. GEDHONG DANAR TAPURA. GEDHONG PATEHAN. yaitu pintu gerbang yang menghubungkan antara halaman bangsal kencana dengan halaman kemagangan. 5. GEDHONG KACA. juga dipakai untuk pelaksanaan acara ijab qabul pernikahan putra-putri sultan H. BANGSAL KOTAK. yautu tempat bagi para penari kraton yang sedang menunggugiliran pentas. Pada waktu di kraton sedang digelar acara-acara yang bersifat resmi. REGOL KEMAGANGAN. berfungsi sebagai kantor bendahara kraton (kantor kas kraton) P. Q.

C. Bangsal Pacaosan. adalah bangunan yang digunakan oleh para abdi dalem yang bertugas membuat gunungan sekaten. sebelum pembuatan gunungan di dahului dengan upacar Tumplak wajuk di pawong Agung Bangsal Keagangan tersebut dipimpin oleh nyai Lurah Kebuli dan Kyai Kurah Sekuilangen. Bangsal Sasana Hinggil telah di pugar pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX tahun 1956. disebut SASANA HINGGIL DWI ABAD. adalah pintu gerbang yang menghubungkan antara halaman Kemandungan Kidul dengan halaman sitihinggil kidul. adalah pintu gerbang yang menghubungkan antara halaman kemagangan dengan halaman kemandungan kidul. Melukiskan candra sengkala yang berbunyi “Dwi Naga Rasa Tunggal” berarti tahun 1682 Jawa 6. Sri Sultan Hamengku Buwono I Nama kecil : BENDAHARA RADEN MAS SUJIONO Permaisuri ada 2 . halaman Sitihinggil kidul merupakan bagian akhir dari ketujuh halaman yang terdapat di lingkungan dalam kraton. yang sedang melajsanakan tugas ronda (Caos) C. yaitu : A. Halaman Kemandungan kidul terdapat bangunan. terdapat dua buah patung naga saling membelakangi dan kedua ekornya saling membelit. adalah tempat intuk menyelenggarakan acara BEDHOL SONGSONG B. regol ini terdapat tembok penyekat. Bangsal Kemandungan B. adalah tempat jaga bagi para abdidalem kraton. Regol Kemandungan.A. REGOL GADUNG MLATI. PANTI PAREDEN. BANGSAL KEMAGANGAN. 7. RAJA-RAJA KASULTANAN YOGYAKARTA 1. dalam rangka peringatan 200 tahun berdirinya kraton Yogyakarta.

Gusti Kanjeng Ratu Kedhaton b. Gusti Kanjeng Ratu Kencana Wulan d. Gusti Kanjeng Ratu Kencana b. Gusti Kanjeng Ratu Hemas c. Sri Sultan Hamengku Buwono IV Nama kecil : Gusti raden mas Ibnu Jarot Permaisuri ada 1 : Gusti Kanjeng Ratu Kencana 5. Gusti Kanjeng ratu Wandhan 4. Sri Sultan Hamengku Buwono III nama kecil : Gusti raden mas Suroyo Permaisuri ada 3: a. Sri Sultan Hamengku Buwono V Nama kecil : Gusti Raden Mas Gathot Menol Permaisuri ada 2 : a. Gusti Kanjeng ratu Sultan 3. Gusti Kanjeng Ratu Kencono b. lalu bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hageng 2.Gusti Kanjeng Ratu Kencana Gusti Kanjeng Ratu Kadipaten. Gusti Kanjeng ratu Hemas c. Sri Sultan Hamenku Buwono II nama kecil : Gusti Raden Mas Sundoro Permaisuri ada 4 : a. Gusti Kanjeng Ratu Kedhaton .

Gusti Kanjeng Ratu Kencono b. Gusti Kanjeng Ratu Sultan 7. Gusti Kanjeng Ratu Kencono .6. Sri SWultan Hamengku Buwono VI Nama kecil : Gusti Raden Mas Mustojo Permaisuri ada 2 : a. Sri Sultan Hamengku Buwono VII Nama kecil : Gusti Raden Mas Murtejo Permaisuri ada 3 : a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful