Anda di halaman 1dari 7

Ada Apa dengan Wahabi

Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i

Mayoritas kaum muslimin di Indonesia selau sinis bahkan berfikir jelek ketika
disebut nama wahabi. Memang image ini sengaja disebarkan oleh orang-orang
komunis, pengikut partai ba’ats, pengikut pemahaman (Jamal Abdul Nasir) orang-
orang Syi’ah, orang-orang Sufi dan ahli bid’ah, yang mereka sebarkan
dilingkungan masyarakat untuk menghalangi manusia dari sunnah Rasulullah.

Allah berfirman didalam Al-Qur’an yang Mulia (yang artinya) :

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan


kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya
(menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan
seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia
supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon
yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak
dapat tetap (tegak) sedikitpun.” (Ibrahim : 24-26)

Dalam ayat-ayat yang mulia ini terdapat kabar gembira dari Allah , yaitu
barangsiapa yang beramal karena Allah , maka Allah akan mengokohkan,
menumbuhkan dan memberkahinya, dan barangsiapa beramal bukan karena Allah
maka ia tidak akan tetap tegak sedikitpun. Allah akan memusnahkannya dan hal
ini nyata dalam kehidupan sebagaimana Allah menegaskannya.

Jika kita melihat diutusnya Nabi kita Muhammad dan melihat perbuatan (jahat)
orang-orang kafir serta musuh-musuh Islam kepada Nabi kita Muhammad , kita
akan menyaksikan akibat baik itu adalah bagi orang bertakwa, dan demikianlah
sesudah Nabi kita Muhammad hingga zaman kita ini yang dianggap sebagai
zaman fitnah dengan segala bentuknya yang tidak mengetahui banyaknya fitnah
itu melainkan Allah .

Pada zaman ini, zaman yang tersebar kesyirikan dan hal-hal jelek dalam diri kaum
muslimin, terdapat kebangkitan Mubarakah, yang mana keutamaan dan karunia
ini dari Allah semata. Dia-lah yang memberkahi, menumbuhkan dan menunjuki
jalannya.

Lalu musuh-musuh Islam bermaksud menjauhkan manusia dari kebangkitan yang


diberkahi ini dengan memberikan bermacam-macam julukan untuk memalingkan
kaum muslimin dari kebangkitan dan kesadaran yang diberkahi.

Dalam (kesempatan) ini, kami berbicara -Insya Allah- tentang satu julukan saja,
walaupun (Alhamdulillah) banyak saudara-saudara kita tidak mengetahui tentang
hal ini. Akan tetapi ini termasuk dari (pelaksanaan) bab : “Hendaknya seorang
yang tahu menyampaikan kepada orang yang tidak tahu”. Karena sesungguhnya
Nabi bersabda :
“Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir”.

Dan beliau bersabda :

“Semoga Allah memperindah orang yang mendengar perkataanku, lalu menghafal


dan menyampaikannya”.

Memahami julukan buruk yang disebarkan oleh orang-orang komunis, pengikut


partai ba’ats, pengikut pemahaman (Jamal Abdul Nasir) orang-orang Syi’ah,
orang-orang Sufi dan ahli bid’ah, yang mereka sebarkan dilingkungan masyarakat
untuk menghalangi manusia dari sunnah Rasulullah , kata-kata tersebut adalah
“Wahabiyyah”, orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah ,
mereka menjauhkan manusia dan memberikan julukan buruk agar manusia lari
darinya.

Perlu diketahui, bahwasannya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah


termasuk ulama yang hidup pada abad ke-12 Hijriyah, beliau seorang ulama yang
bisa benar dan bisa salah, kalaulah kita orang-orang yang berbuat “Taklid”
(mengikuti tanpa dasar) tentulah kita akan “Taklid” kepada ulama Yaman yaitu
Muhammad bin Ismail Al-Amiir Ash-Shan’ani -beliau hidup sezaman dengan
syaikh Muhammad bin Abdul Wahab-, dan beliau lebih alim daripada syaikh
Muhammad bin Abdul Wahab, akan tetapi syaikh Muhammad bin Abdul Wahab
dakwahnya diberi kekuatan oleh Allah dengan kekuasaan hingga tersebarlah ilmu
beliau. Adapun Muhammad bin Ismail Al-Amiir karya beliau (karangan-
karangannya) memenuhi dunia, kaum muslimin mendapat manfaat dari kitab-
kitabnya, orang-orang Yaman “Membenci Beliau” dan mereka berkehendak
mengusirnya dari negeri Shan’a (Yaman).

Itulah kata (Wahabiyyah) yang dengannya manusia dijauhkan dan dihalangi dari
sunnah Rasulullah , maka wajib bagi kalian untuk berhati-hati dan melihat apa
maknanya.

Kata (Wahabiyyah) dinisbatkan kepada seorang ulama bukan dinisbatkan kepada


“Mark” dan bukan pula dinisbatkan kepada “Lenin” dan bukan pula dinisbatkan
kepada “Amerika” atau “Rusia” dan bukan juga dinisbatkan kepada “Para
pemimpin musuh-musuh Islam” dan kami tidak memperbolehkan seorang muslim
untuk menisbatkan dirinya kecuali kepada Islam dan kepada Nabi kita
Muhammad .

Sepatutnya kalian berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam masalah ini. Nabi
Sulaiman ketika burung Hud-Hud mengabarinya tentang apa yang dilakukan oleh
Ratu Saba’ dan kaumnya :

Berkata Sulaiman : “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk
orang-orang yang dusta”. (An-Naml 27)

Dan Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia :


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa
suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu
musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan
kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat 6)

Kami berbicara tentang hal ini bukanlah lantaran Ahli Sunnah dan Ahli Agama di
“Dammaj” (tempat Syaikh Muqbil bermukim), karena sesungguhnya dakwah
mereka (Segala Puji bagi Allah) diterima oleh penduduk Yaman, akan tetapi
permasalahannya adalah propaganda ini telah melanda negeri Saudi Arabia,
Mesir, Sudan, Syam. Iraq dan seluruh negeri-negeri Islam. Barangsiapa berpegang
teguh kepada Agama, mereka akan mencapnya : “Itu adalah pengikut Wahabi”.

Dan Allah berfirman dalam kitab-Nya :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah,


dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu)
binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari
karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan
ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu)
kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-
menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada
Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah : 2)

Dan Nabi Muhammad bersabda sebagaimana dalam shahih muslim,

“Orang muslim adalah saudara muslim lainnya. Ia tidak akan mendhaliminya,


menghinakannya dan tidak meremehkannya. Ketakwaan itu adalah disini (beliau
menunjuk) ke dada”

Kami memperingatkan tentang propaganda ini, karena rasa kasih sayang kepada
saudara-saudara sekalian dari berburuk sangka kepada saudara-saudara kita para
dai yang menyeru ke jalan Allah dan supaya mereka tidak mengganggu para da’i
di jalan Allah, karena Allah berfirman dalam Al Qur’an :

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa


kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul
kebohongan dan dosa yang nyata.” (Al Ahzab : 58)

Dan Perkaranya adalah sebagaimana pepatah :

“Lempar Batu Sembunyi Tangan”

Perkaranya (adalah sebagaimana telah dikatakan) bahwasanya komunis, pengikut


partai ba’ats, pendukung Jamal Abdul Naser (Pan Arab) berbeda dengan ahli
sunnah waljama’ah dan para dai yang menyeru kepada Allah, dan Allah
berfirman:
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian di
tuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah
berbuat suatu kebohongan yang nyata.” (An Nisa : 112)

Dan aku katakan kepada saudara-saudara para da’i yang menyeru kepada Allah di
seluruh negeri Islam : Hendaknya mereka bersungguh-sungguh menyingsingkan
lengan (untuk berdakwah), dan hendaknya ikhlas mengharapkan wajah Allah
(dalam berdakwah), bukan lantaran ingin mendapatkan kursi, kedudukan, dan
bukan pula lantaran ingin mendapatkan kehidupan dunia, sesungguhnya Allah
tidak akan menerima amal kecuali jika amal itu didasari keikhlasan untuk
mengharapkan wajah Allah, berdakwah kepada Allah lebih tinggi nilainya
daripada kursi, kedudukan dan kehidupan dunia yang nilainya sedikit ini.

“Dan siapakah yang lebih baik perkaataannya daripada orang yang menyeru
kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata : “Sesungguhnya aku
termasuk orang yang berserah diri.” (Fushilat : 33)

Ya, Allah berfirman :

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu
menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula),
sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang
tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana.” (An Nisa :104)

Kalian mempunyai Al Qur’an dan sunnah Rasulullah , sedangkan musuh-musuh


kalian dari kalangan kaum komunis, pengikut partai ba’ats, pengikut pemahaman
Pan Arab, Syi’ah, Sufiyyah, propaganda mereka dibangun diatas kedustaan,
kebohongan serta pengkhianatan. Sedangkan para dai yang menyeru kepada Allah
tidak ada yang menolong mereka melainkan Allah, dan cukuplah Allah sebagai
penolong. Dan Allah berfirman dalam Al Qur’an untuk mengokohkan hamba-
hamba-Nya yang beriman :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-
orang yang beriman.Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka
sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang
serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara
manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan
orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu
dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang
yang zalim,” (Ali Imran : 139-140)

Dan Allah juga berfirman :

“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah
(pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-
amalmu.” (Muhammad : 35)
Akan tetapi sepatutnya dakwah itu bukanlah dakwah pemberontakan dan
penggulingan, karena dakwah seperti ini lebih banyak kerusakan daripada
kebaikannya, dakwah itu adalah dengan mengajak kaum muslimin kembali
kepada Al Qur’an dan sunah nabi mereka Muhammad Rasulullah .

Allah berfirman :

“Dan katakanlah: ‘Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap’.
Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (Al Isra : 81)

Dalam ayat yang Mulia ini terdapat berita gembira dari Allah bahwasanya
kebatilan tidak akan mampu berdiri kokoh didepan kebenaran, dan Allah
berfirman :

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-
lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang.
Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau
alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat
perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang
sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada
manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-
perumpamaan.” (Ar Ra’du : 17)

Maka kami memuji Allah yang membangkitkan penduduk Yaman khususnya, dan
juga penduduk Najd Saudi Arabia dan Mesir, sungguh banyak diantara mereka
menjadi orang-orang yang tidak terpengaruh dengan propaganda yang keji ini
yang mana propaganda ini ditujukan kepada seorang ulama yang dipuji oleh
ulama Islam. Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Amir An-Shan’ani berkata tentang
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab :

Telah datang kabar gembira (datangnya Syaikh Muhamad bin Abdul Wahab).
Yang telah mengembalikan syariat Islam.

Beliau singkap kebodohan orang jahil dan mubtadi’ maka beliau sama denganku.
Beliau bangun kembali tiang-tiang agama dan menghancurkan kuburan-kuburan
keramat yang membuat manusia sesat. Mereka membuat kembali berhala-berhala
seperti suwa’, yaghuts, wad dan ini sejelek-jeleknya. Dan mereka memohon
kepada berhala-berhala itu dikala susah seperti seorang yang meminta Allah Yang
Maha Esa. Berapa banyak orang yang towaf dikuburan sambil mencium dan
mengusap dinding-dinding kuburan dengan tangan-tangan mereka.

Wajib bagi para da’i yang menyeru kepada Allah untuk tetap istiqomah diatas
kebenaran. Kami telah mengatakan dalam beberapa pengajian maupun khutbah
bahwasannya propaganda itu adalah kedustaan semata (menyandarkan diri kita
kepada syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ) sesungguhnya kami tidak ridha
untuk dinisbatkan selain kepada Rasulullah yang memberi syafaat kami dan yang
kami cintai, yang mana Allah mengeluarkan kami dengan perantaraan beliau dari
kegelapan kepada cahaya. Propaganda-propaganda itu akan sirna (cepat atau
lambat) sebagaimana Nabi Muhammad pernah dijuluki As-Shabi’ (artinya orang
yang keluar dari agama nenek moyangnya dan berganti agama dengan agama
lain).

Adapun kami tidaklah keluar dari agama dan berganti dengan agama lainnya,
kami tidak mengkafirkan bapak-bapak kami, sebagaimana persangkaan mereka !
Dan kami tidak mengkafirkan para wali ataupun membenci ahlul bait (keluarga
Nabi). Bahkan kami telah membahas tentang keutamaan-keutamaan keluarga
Nabi dalam beberapa ceramah. Kami tidak membenci orang-orang shalih dan
tidak mengkafirkan masyarakat muslimin, kami tidak memperbolehkan keluar
dari ketaatan pemerintahan muslim, maka hendaknya orang yang menyaksikan hal
ini menyampaikan kepada orang yang tidak tahu. Setelah ini propaganda itu akan
lenyap dan akan menjadi sebab bagi tersebarnya sunnah Rasulullah, Allah
berfirman dalam Al-Qur’an :

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari


golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi
kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka
mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang
mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya
azab yang besar.Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-
orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri,
dan (mengapa tidak) berkata: ‘Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.’” (An-
Nur 11-12)

Jika kamu mendengarkan seseorang berkata : “Itu pengikut Wahabi”, maka


ketahuilah bahwa ia termasuk salah satu dari golongan dibawah ini :

- Mungkin ia seorang yang melakukan perbuatan keji.

- Atau mungkin seorang yang bodoh tidak mengetahui hakekat ini.

Ini adalah kedustaan yang besar terhadap para da’i yang menyeru kepada Allah,
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu
tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di
dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”
(An-Nur 19)

tidak meridhai Nabi Muhammad diganti, kami tidak meridhai untuk menisbatkan
diri kami kepada Syafi’i atau Zaidi atau kepada Wahabi atau selainnya. Mereka
itu semua adalah para ulama yang agung, yang mana mereka menganggap telah
berbuat jahat kepada orang yang menisbatkan diri mereka kepada para ulama itu.

Saya menasehatkan kepada saudara-saudara seagama untuk membaca kitab beliau


(Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ) yaitu “Kitabut Tauhid” niscaya kalian
akan melihat ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi. Kitab itu adalah kitab
yang agung walaupun didalamnya ada sedikit hadits-hadits yang dha’if, namun
tidaklah mengurangi kwalitasnya. Sungguh telah diterangkan dalam kitab “An-
Nahju Asy-Syadidu” : “Janganlah kalian menjadi seperti bunglon dengan
mengatakan jika manusia berbuat baik maka kami akan berbuat baik, dan jika
mereka berbuat dhalim maka kami akan berbuat dhalim, akan tetapi tanamkanlah
dalam jiwa-jiwa kalian jika manusia berbuat baik kalian akan berbuat baik, dan
jika mereka berbuat jahat maka janganlah kalian berbuat jahat”. Wallahumusta’an.

Maraji’:

Majalah Al-Asholah edisi 34 hal 28