Anda di halaman 1dari 3

DEFINISI KEBUDAYAAN

kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di
dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social,
religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

ETIMOLOGI

Kata kebudayaan berasal dari kata Sansakerta yaitu Buddhayah, yaitu bentuk
jamak dari buddhi yang berarti “budi atau akal”. Dengan demikian kebudayaan dapat
diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Tetapi ada sarjana lain yang
mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi daya yang berarti
daya dari budi. Karena itu mereka membedakan budaya dari kebudayaan.

Kebudayaan dalam bahasa latin / Yunani berasal dari kata “colere” yang berarti
mengolah, mengerjakan terutama mengolah tanah. Dari arti ini berkembang arti culture
sebagai segala daya dan usaha manusia untuk merubah alam. Sedangkan pengertian
kebudayaan menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan,
tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan
milik diri manusia dengan belajar.

Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti
mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurutSoerjanto Poespowardojo
1993).
Wujud Kebudayaan

Prof. Dr. Koentjoroningrat menguaikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam


yaitu:

1. Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-Ide, gagasan, nilai-nilai, norma-


norma, peraturan dan sebagainya.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari
manusia dalam masyarakat
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Wujud pertama adalah wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba dan
difoto. Letaknya dalam alam pikiran manusia. Sekarang kebudayaan ideal ini banyak
tersimpan dalam arsip kartu komputer, pita komputer, dan sebagainya. Ide-ide dan
gagasan manusia ini banyak yang hidup dalam masyarakat dan memberi jiwa kepada
masyarakat. Gagasan-gagasan itu tidak terlepas satu sama lain melainkan saling berkaitan
menjadi suatu sistem, disebut sistem budaya atau cultural, yang dalam bahasa Indonesia
disebut adat istiadat.

Wujud kedua adalah yang disebut sistem sosial atau sosial sistem, yaitu mengenai
tindakan berpola manusia itu sendiri. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas
manusia yang berinteraksi satu dengan lainnya dari waktu ke waktu, yang selalu menurut
pola tertentu. Sistem sosial ini bersifat konkrit sehingga bisa diobservasi, difoto dan
didokumentir.

Wujud ketiga adalah yang disebut kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik karya
manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkrit berupa benda-benda yang bisa diraba,
difoto dan dilihat. Ketiga wujud kebudayaan tersebut di atas dalam kehidupan ideal dan
adat-istiadat mengatur dan mengarahkan tindakan manusia baik gagasan, tindakan dan
karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan secara fisik. Sebaliknya
kebudayaan fisik membentuk lingkungan hidup tertentu yang makin menjauhkan mansia
dari lingkungan alamnya sehingga bisa mempengaruhi pola berpikir dan berbuatnya.

ISI KEBUDAYAAN

Adapun unsur kebudayaan yang bersifat universal yang dapat kita sebut sebagai isi pokok
tiap kebudayaan di dunia ini, ialah:

1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia sehari-hari misalnya; pakaian,


perumahan, alat rumah tangga, senjata dan sebagainya.
2. Sistem mata pencaharian dan sistem ekonom. Misalnya; pertanian perternakan,
sistem produksi
3. Sistem kemasyarakatan, misalnya kekerabatan, sistem perkawinan, sistem warisan
4. Bahasa sebagai media komunikasi, baik lisan maupun tertulis
5. Ilmu pengetahuan
6. Kesenian, misalnya seni suara, seni rupa, seni gerak
7. Sistem religi.

Masing-masing unsur kebudayaan universal ini pasti menjelma dalam ketiga wujud
budaya tersebut di atas, yaitu wujud sistem budaya, sistem sosial, dan unsur budaya fisik.