Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

PERCOBAAN 3
SISTEM OPERASI

4.1 Tujuan Percobaan


1. Mengetahui operasi-operasi dasar DOS dan penggunaannya dalam
pengaturan networking
2. Mengetahui sistem operasi Windows, file system yang berjalan, setting
dan konfigurasi, services dan pengoperasiannya
3. Mengetahui sistem operasi Linux terkhusus Ubuntu baik penggunaan
perintah terminal maupun cara instal program dengan synaptic
4. Mengetahui cara melakukan instalasi dan juga mampu untuk membuat
multiple booting dengan berbagai OS
5. Mampu mengatasi troubleshooting yang terjadi pada sebuah OS
6. Mampu menggunakan virtual OS sebagai alternatif dan pembelajaran
tentang OS

4.2 Metode Praktikum


4.2.1 Tempat dan Waktu Praktikum
Hari / Tanggal : Jumat, 15 Oktober 2010
Tempat : Laboratorium Komputer dan Informatika
Waktu : 13.00 – 15.30 WIB

4.2.2 Alat dan Bahan


1. PC
2. CMD
3. OS Windows 7
4. OS Linux
5. Easy BCD 8
6. Virtual Box
7. BSOD
4.3 Data Percobaan
4.3.1 Screenshoot CMD

Gambar 4.1 screenshot CMD


4.3.2 Screenshoot Perintah Jaringan

gambar 4.2 screenshoot perintah jaringan


4.3.3 Screenshoot Tools Tools pada Windows 7

4.3.4 Screenshoot Perintah Linux


4.3.5 Screenshoot Perintah Jaringan Terminal
4.3.6 Screenshoot Easy BCD 8/Installasi
4.3.7 Screenshoot Virtual Box
4.3.8 Screenshoot BSOD
4.4 Analisa dan Pembahasan
4.4.1 Pembahasan Fungsi Perintah Dasar
a. COPY
Perintah ini digunakan untuk menyalin atau mengcopy file. Bentuk
umum perintah ini adalah sebagai berikut :
Copy [file_asal] [file_tujuan]
Contoh : C:\>copy D:\tugas C:\latdos
Perintah diatas menunjukan perintah untuk mengkopi file pada
directory tugas di drive D, dan dicopykan ke directori C:\latdos
Contoh lain : C:\>copy ??a*.* C:\latdos
Digunakan untuk meng-copy semua file yang huruf ketiganya a ke
C:\latdos.
b. DEL
Berfungsi untuk menghapus atau mendelete file. Bentuk umum :
Del[nama_file]
Contoh : C:\latdos>del *.doc {digunakan untuk menghapus semua
file yang berektensi doc}
c. DIR
Bentuk umumnya :
Dir(drive:)(path)(filename)(/p)(/w)(/a)((:atribs))(/o)((:)(/s)
(/b)</l)</c(h))
Perintah dir digunakan untuk melihat isi sebuah directory.
· /p : untuk menampilkan nama file per halaman(page).
· /w : untuk menampilkan nama file secara mendatar/melebar (wide).
· /a : menampilkan semua file terutama file yang dihidden dengan
attribute+h (Hidden).
· /o : untuk menampilkan file dalam bentuk terurut:
_ n berdasarkan nama file (alphabet).
_ e berdasarkan tipe file (extension).
_ S berdasarkan ukuran dari kecil ke yang besar
_ D berdasarkan tanggal dan waktu
_ untuk mengembalikan instruksi.
· /s : untuk menampilkan file dan root directory sampai subdirectory.
· /b : untuk menampilkan file dan directory perbaris.
· /l : untuk menampilkan file atau directory dalam bentuk huruf
kecil.
· /c : untuk menampilkan rasio pengkompresan.
d. REN
Digunakan untuk mengubah (Rename) nama file dengan file yang
baru.Perintah ini tidak akan mengubah isi dari file tersebut. Bentuk
umumnya:
Ren <nama_file_lama> <nama_file_baru>
Contoh : C:\>ren tugasdos.doc tugasku.doc
Perintah diatas berarti mengubah nama file dari tugasdos.doc menjadi
tugasku.doc
e. VOL
Perintah ini digunakan untuk menampilkan Volume label atau
nomor seri dari sebuah disk.
f. TYPE
Digunakan untuk menampilkan file text.perintah ini hanya bisa
digunakan untuk satu file saja dan hanya
untuk file text.
Contoh : C:\>type surat.txt {diasumsikan file surat.txt ada di drive C}
g. MD / MKDIR (Make directory)
Bentuk umum:
MD [Nama_direktory]
Contoh : C:\>md data {membuat folder data di drive C}
h. CD /CHDIR (Change Directory)
Change directory atau pindah directory.
Perintah ini digunakan untuk pindah directory atau mengubah directory
aktif.
Contoh : C:\>cd data
i. RD (Remove Directory)
Bentuk Umum:
RD [nama_sub_directory]
Perintah RD digunakan utuk menghapus subdirectory.Syarat agar bisa
menghapus sebuah directory adalah:
· Posisi penghapusan subdirectory yang akan dihapus harus berada
diluar dari subdirektori tersebut.
· Direktori yang akan dihapus harus benar-benar kosong.Jika tidak
kosong gunakan instruksi del*.*
Kemudian Perintah RD Bisa digunakan.
j. DATE
Berfungsi untuk mengubah tanggal dari system dos.Bentuk/format
pengisiannya adalah mm-dd-yy atau bulan, tanggal, tahun.
k. CLS
Clear screen digunakan untuk membersihkan semua tulisan yang ada
di layar computer.
l. TIME
Digunakan untuk merubah system waktu yang ada pada dos:
m.VER
Digunakan untuk menampilkan versi DOS yang digunakan.
4.4.2 Pembahasan Komponen Jaringan pada CMD
a. ipconfig /all
Menampilkan informasi konfigurasi koneksi, misalnya Host Name,
Primary DNS Type, Ethernet Adapter LAN.
b. ipconfig /displaydns
Menampilkan DNS Cache.
c. ipconfig /flushdns
Menghapus DNS Cache
d. ipconfig /release
Menghapus semua koneksi IP Address.
e. ipconfig /renew
Membuat IP Address baru untuk adapter tertentu.
f. ipconfig /registerdns
Melakukan refresh DNS dan meregister kembali koneksi DNS.
g. ipconfig /showclassid
Menampilkan informasi DHCP Class.
h. ipconfig /setclassid
Mengubah DHCP Class ID
i. control netconnections
Menampilkan Network Connection.
j. Ping
Contoh: ping google.com
Melakukan test koneksi ke situs http://www.google.com. Semakin
sedikit % loss-nya maka semakin baik koneksinya.
k. tracert
Menampilkan informasi IP Address route.
l. netstat
Menampilkan informasi koneksi TCP/IP yang sedang aktif.
m. Route
Menampilkan local route.
n. Hostname
Menampilkan nama komputer.
4.4.3 Pembahasan Fungsi Tools pada Windows 7

Administrative Tools
Pada sistem operasi Windows sebenarnya terdapat Administrative
Tools untuk mengatur seluruh administrasi Windows. Secara default
Administrative Tools tidak ditampilkan, karena bila ada yang mengganti
settingnya akan menyebabkan kebingungan pada user yang memakainya.
Cara menampilkan administrative tools adalah seperti gambar berikut ini.

Gambar Screenshoot Administrative tools


Klik kanan start>Properties>Pilih Tab Start Menu>Pilih
Customize>Pada system administrative tools pilih Display on the All
Programs Menu>Klik OK. Maka Administrative Tools akan muncul di All
Programs.

Computer Management
Salah satu fitur yang akan kita coba di administrative tools adalah
computer management. Di sini kita melakukan pengaturan pada computer
baik itu System Tools untuk mengatur Schedule dari program yang
berjalan, mengatur Event yang akan dibuat, mengatur Shared Folder,
mengatur pengguna lokal baik personal maupun group, mengecek peforma
dan juga melihat fasilitas dari hardware yang ada. Yang akan kita bahas di
sini adalah bagian Disk Management dan Services. Pada bagian Disk
Management kita bisa mengatur pemakaian harddisk dan juga melakukan
format dan partisi harddisk. Salah satu keunggulan Windows 7 adalah bisa
melakukan Shrink Volume yaitu membuat partisi baru dari harddisk yang
sudah berisi, sehingga kita tidak perlu memformat harddisk sehingga bisa
dipartisi ulang. Pada bagian services kita bisa melihat apa saja services
yang berjalan pada windows dan bila tidak perlu kita bisa melakukan stop
dan disable pada services yang berjalan. Services yang bisa dimatikan
adalah seperti automatic update yang biasanya sering mengganggu
kecepatan browsing karena sering meminta update.

Accessories
Accessories merupakan tools utama yang terdapat pada Windows
secara default. Di sini kita bisa mengakses notepad, wordpad untuk
fasilitas menulis seperti word, mengakses kalkulator yang sekarang
dilengkapi perhitungan programmer dan juga statistic, mengakses remote
desktop connection untuk meremote komputer lain dalam satu jaringan, di
sini ada beberapa fasilitas baru juga yaitu Math Input Panel yang
memudahkan kita dalam menggunakan karakter khusus matematika hanya
dengan menulisnya ataupun menggambarnya bila memiliki layar sentuh.
Salah satu fitur yang tidak kalah penting adalah System Tools karena dari
sinilah kita bisa melakukan defrag pada harddisk kita supaya lebih ringan
dan rapih. Selain itu juga ada fungsi penting lain yaitu System Restore
yang bisa mengembalikan komputer kita ke tanggal di mana komputer
masih sehat. Cara ini efektif untuk mengatasi beberapa malware yang
menyerang komputer kita.
MSCONFIG
MSCONFIG bisa langsung diakses dari Run. MSCONFIG
merupakan system configuration pada Windows. Di sini kita bisa
mengatur lama waktu booting, setting booting, dan juga memasukkan
beberapa pilihan OS untuk booting pada tab Boot. Pada tab services kita
bisa mengatur dan mematikan services dari program yang berjalan di
windows. Pada tab Startup kita bisa melihat program apa saja yang
berjalan pada waktu start up dan bisa menonaktifkannya. Pada tab Tools
kita bisa mengakses program yang ada pada system32 dari Windows.
Control Panel
Control Panel adalah salah satu fitur penting untuk pengaturan
system, security, user access, network, internet, hardware, penampilan,
program, dan bahasa yang dipakai. Beginilah penampilan secara kategori.
Salah satu yang akan kita coba adalah mengatur User Account
Control. Karena di sini untuk akses beberapa program di Windows 7 maka
harus mendapat permission khusus. Agar memperoleh kemudahan kita
bisa mengatur tingkat notificationnya ke tingkat never notify. Hal ini akan
terasa saat kita mengekstrak file dari sebuah RAR atau ZIP.
REGEDIT
REGEDIT bisa langsung dijalankan dari Run. Registry merupakan
salah satu hal penting dalam setting computer. Kerusakan pada registry
bisa berakibat fatal karena registry juga berhubungan langsung dengan file
system. Registry menyimpan sebuah nilai/value yang bisa berupa nilai
binary atau hexadecimal. Informasi dari program yang terinstal juga
terdapat dari registry. Registry juga bisa berisi serial number program. Bila
ada registry yang hilang maka bisa jadi program yang terinstall tidak
dikenali. Salah satu situs yang menyediakan registry dari beberapa
program adalah http://www.regfiles.net. Di sini kita bisa mendownload
setting dari program yang ada dan menginstal registrynya di computer kita.
4.4.4 Pembahasan Fungsi Dasar Kernel dan API

a. Mengenal Kernel
Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang
menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani
bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer
secara aman.

Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada


lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan,
maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu
program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal
tersebut dinamakan sebagai multiplexing.

Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah


yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan
sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan
sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan
akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga
abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.

Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus


menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung
diload dan dijalankan diatas mesin 'telanjang' komputer, yaitu bilamana
pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi
perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh
komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu
program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali
program-program tersebut

b. Mengenal Windows API


Windows API (Application Programming Interface) merupakan
kumpulan fungsi-fungsi eksternal yang terdapatdalam file-file
perpustakaan windows (selanjutnya sering disebut sebagai libary
windows) atau file libary lainnya yang dapat digunakan oleh program kita.
Fungsi ini dapat menangani semua yang berhubungan dengan
Windows, seperti pengaksesan disk, interface printer, grafik windows,
kotak dialog (buka file, simpan file, memilih font, memilih warna, dan
lain-lain), windows shell, settings sistem komputer, penanganan file,
mengakses sistem registry, memainkan musik, dan sebagainya. Fungsi ini
menyediakan fitur-fitur standar untuk semua program yang berbasis
windows.
Semua fungsi windows API hampir terdapat dalam direktor sistem
milik windows (biasanya terdapat dalam direktori C:\Windows\System
dan C:\Windows, bergantung pada setting pertama installasi Windows)
dan paling banyak berekstensi .DLL yang digunakan oleh sistem operasi
windows. Selain itu fungsi ini juga untuk memastikan secara konsisten
penggunaan semua sumber yang terdapat dalam Windows. File-file itulah
yang disebut dengan Windows API.
4.4.5 Pembahasan Batch Programing
Batch File Programing merupakan perintah dasar yang ada pada
sistem operasi Windows, dan tentunya ada sebagian dari anda semua
sudah paham akan beberapa perintah dasar Batch file yang ada di
komputer. Dengan mempelajari beberapa perintah batch pada komputer,
nantinya anda akan bisa membuat sebuah program penolong ataupun
program penghancur yang hampir sama dengan VB Script.
Bila kita akan melakukan backup sebelum komputer di install
ulang, maka kita bisa di simpan file atau config yang ada di computer, di
server yang ada dalam jaringan atau di drive lain dalam komputer user,
tanpa harus menggunakan software khusus yang memberatkan user, hanya
dengan menggunakan sebuah program seukuran 2 Kb saja anda bisa
melakukan itu semua, caranya yaitu dengan membuat BATCH FILE.
Overview dalam struktur sistem operasi Windows, setiap user di handle
dalam sebuah direktori yang disebut dengan “documents and settings”
sehingga di dalam direktori ini terdapat beberapa kumpulan direktori user
login
misalnya :
C:\documents and settings\labkom
Perhatian : Batch file ini tidak berlaku untuk yang direktori My
Document-nya di pindahkan ke drive lain Sehingga dengan begitu jika
komputer kita login sebagai labkom, sebagian settings Windows, My
Document dan Outlooknya akan di simpan di user labkom, dan user user
lainnya memiliki setting tersendiri dan data tersendiri Kesimpulannya,
struktur hirarki Windows bersifat dinamis, sehingga kita harus membuat
sebuah parameter yang dinamis pula untuk membuat batch filenya,
sehingga untuk membackup data yang ada di Windows ini dapat dilakukan
dengan cara membuat sebuat file baru dengan ekstensi .cmd misalkan
backup.cmd lalu paste-kan kode batch file berikut ini kedalam file
backup.cmd dan save.
@echo off :: variables set drive=\\labkom-01\shared\backup
set backupcmd=xcopy /s /c /d /e /h /i /r /k /y
echo ### Backup Documents
%backupcmd% "%USERPROFILE%\My Documents" "%drive%\My
Documents"
echo ### Backup Favorite
%backupcmd% "%USERPROFILE%\Favorites" "%drive%\Favorites"
echo ### Backup Email dan Addressbook (Outlook Express)
%backupcmd% "%USERPROFILE%\Application
Data\Microsoft\Address Book" "%drive%\Address Book"
%backupcmd% "%USERPROFILE%\Local Settings\Application
Data\Identities" "%drive%\Outlook Express"
echo ### Backup Email dan Contact (MS Outlook)
%backupcmd% "%USERPROFILE%\Local Settings\Application
Data\Microsoft\Outlook" "%drive%\Outlook"
echo ### Backup Registry
if not exist "%drive%\Registry"
mkdir "%drive%\Registry"
if exist "%drive%\Registry\regbackup.reg" del "%drive
%\Registry\regbackup.reg"
regedit /e "%drive%\Registry\regbackup.reg"
:: Sintax
:: %backupcmd% "...source directory..." "%drive%\...destination dir..."
echo BACKUP SELESAI !
@pause
4.4.6 Pembahasan Perintah Dasar LINUX
Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian.
Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd yang merupakan
perusahaan milik seorang kosmonot asal Afrika Selatan Mark
Shuttleworth. Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di
Afrika Selatan, "Ubuntu" berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti
"rasa perikemanusian terhadap sesama manusia". Tujuan dari distribusi
Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam
Filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem
operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai
dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli
profesional.
Direktori dan Sistem Berkas
Sistem berkas Linux dan Unix diorganisir dalam struktur hirarki, seperti
pohon. Level tertinggi dari sistem berkas adalah / atau direktori root.
Dalam filosofi disain Unix dan Linux, semua dianggap sebagai berkas,
termasuk hard disks, partisi dan removable media. Ini berarti bahwa semua
berkas dan direktori (termasuk cakram dan partisi lain) ada di bawah
direktori root. Sebagai contoh, /home/LABKOM/linux.odt menampilkan
alur (path) ke berkas linux.odt yang ada di dalam direktori LABKOM yang
mana ada di bawah direktori home, yang berada di bawah direktori root (/).
Di bawah direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem
penting yang umum digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya. Di
bawah ini adalah daftar dari direktori umum yang berada tepat di bawah
direktori root (/)
· /bin - aplikasi biner penting
· /boot - lokasi berkas konfigurasi untuk boot.
· /dev - berkas peranti (device)
· /etc - berkas konfigurasi, skrip startup, dll (etc)...
· /home - direktori pangkal (home) untuk pengguna
· /lib - libraries yang diperlukan oleh sistem
· /lost+found - menyediakan sistem lost+found untuk berkas yang berada
dibawah direktori root (/)
· /media - mount (memuat) removable media seperti CD-ROM, kamera
digital, dll...
· /mnt - untuk me-mount sistem berkas
· /opt - tempat lokasi untuk menginstal aplikasi tambahan (optional)
· /proc - direktori dinamis khusus yang menangani informasi mengenai
kondisi sistem, termasuk proses-proses (processes) yang sedang berjalan
· /root - direktori pangkal untuk root, diucapkan 'slash-root'
· /sbin - sistem biner penting
· /sys - mengandung informasi mengenai system
· /tmp - berkas sementara (temporary)
· /usr - tempat aplikasi dan berkas yang sering digunakan oleh pengguna
(users)
· /var - berkas variabel seperti log dan database
4.4.7 Pembahasan Perintah Jaringan LINUX
4.4.8 Pembahasan Easy BCD dan Installasing
4.4.9 Pembahasan Virtual Box
4.5 Kesimpulan

Anda mungkin juga menyukai