Tugas cerpen Retno Andiyani E2A009065/Reg.

1

Sudah Jera Ngerasain Sakit Gigi

Sehat memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya tidak akan pernah berarti tanpa sehat. Ungkapan itu selalu ku ingat ingat sejak saya kuliah di FKM UNDIP. Dan itu memang benar, bagaimana tidak, tubuh kita ketika di serang penyakit ringan saja pasti kita akan mengeluh, malas belajar, malas mengerjakan tugas, malas bersih bersih koz. Misalnya pusing karena kehujanan atau sakit gigi karena lupa menggosok gigi sebelum tidur, atau biasanya malas ketika kita sudah nyaman duduk dan siap siap untuk tidur. Aku sendiri sering langganan sakit gigi. Karena gigi gerahamku bolong. Ketika habis makan gigi yang bolong itu akan kemasukan sisa makanan. Jika tidak langsung dibersihkan gigi langsung berasa senut senut. Apalagi kalau kemasukan yang manis- manis pasti langsung sakit dan kepala serasa mau pecah. Kalau sudah begitu biasanya aku nangis sendiri merasakan sakitnya gigi sampai ke telinga. Rasanya aku ingin mengambil tang dan ku cabut gigiku yang berlubang itu. Pernah suatu ketika saking sakitnya dan berhari hari tidak berkurang kemudian aku pergi ke klinik dan disitu juga ada praktek dokter gigi. Setelah aku mengantri kemudian aku masuk ke dalam ruang praktek dokter gigi itu. Disana ada dua orang wanita. Yang satu adalah seorang asisten dokter memakai pakaian seragam warna biru yang satunya lagi adalah dokter gigi memakai jas praktek warna putih. Asisten dokter gigi itu yang biasanya membantu mengambilkan alat alat yang sekiranya dibutuhkan oleh dokter. Setelah aku masuk, kemudian bu dokter mempersilakanku duduk di tempat khusus memeriksa gigi. ³Duduk mbak´ kata dokternya sambil mengatur tinggi tempat duduk. Didalam sana aku agak takut melihat alat-alat yang sepertinya digunakan untuk mencabut gigi. ³Sakitnya kenapa?´ tanya dokter. ³Gigi gerahamnya berlubang dok´ jawabku. ³Lho masih muda cantik cantik kok giginya sudah berlubang´ Gurau dokternya. Aku jadi agak malu.

Jangan sampai ada yang berlubang lagi. sehingga gigi geraham saya sampai berlubang seperti ini. Kemudian dokter itu mengambil sebuah alat. Sakit gigi membuat makan jadi tidak enak. Setelah kejadian itu saya jadi sangat rajin menggosok gigi. Kemudian saya pulang dan sakit gigi saya sudah agak hilang. Aku benar benar takut . Setelah itu saya keluar dan menebus obatnya di bagian apotek klinik tersebut. biar tidak infeksi lagi.´ Kata dokter. Kemudian bu dokter mengambil kapas dan memasukkan kedalam gigi saya yang berlubang. Kemudian kembali beliau mengetok ngetok gigi gerahamku yang sebelah kiri karena tadi sebelah kanan.´ kata dokter. tidurpun tak nyenyak. Entah aku tidak tau maksudnya. . ³iya´ jawabku. ³Itu karena infeksi. ³Buat kumur ya. ³agak sakit´ jawabku. ³Buka lagi mulutnya´ kata bu dokter.. Setelah itu dokternya menulis resep obat. Ternyata alat itu berfungsi untuk membersihkan sisa sisa makanan yang terselip di gigi.. Saya bertanya dalam hati ³mau diapain lagi ya?´ tanyaku dalam hati pasrah. ³Sakit tidak?´ Tanya dokter. Setelah selesai kemudian aku bertanya ³Sebaiknya gigi saya di cabut atau gimana ya dok?´. kalau akarnya sudah lemah ya sebaiknya di cabut´ kata dokternya. Tapi ya sudahlah. yang saya kurang tau untuk apa alat itu. Sebaiknya sementara kalau makan ditutup pakai kapas saja. ³Kalau masih kuat ya ditembel saja. nasi sudah menjadi bubur. Kemudian kembali aku dibersihkan memakai alat itu. Lalu dokter memberi segelas air yang sudah dicampur dengan cairan obat.. Karena gigi saya memang sedang sakit. µSakit ya?´ Tanya dokter. ³Dok kok sakitnya itu kadang kadang nyerinya sampai gusi depan ya dok. ³Coba ya saya lihat dulu. kemudian menyuruhku untuk berkumur. gara-gara kemasukan sisa makanan tadi. kenapa dulu dulu saya malas gosok gigi sebelum tidur. tapi agak pahit sedikit´ mungkin itu semacam cairan antiseptic atau apa untuk membunuh kuman kuman. ³Aduuhh´ teriakku.³Coba buka mulutnya´ kata dokternya. Rasanya agak dingin ketika ketika alat itu bekerja. ³Kalau sakit bilang ya´ Kemudian dengan alat seperti sendok tapi kecil dan tebal dokter itu mengetok ngetokku. Sebenarnya agak kecewa juga. Kemudian dia memasukkan alat tadi kedalam mulutku dan mengarahkannya ke gigiku yang berlubang tadi. Sekarang harus rajin merawat gigi. itu kenapa?´ Tanya ku. Karena tidak mau lagi merasakan sakitnya. Setelah itu asisten dokternya memberi saya segelas air putih untuk kumur. Setelah itu kemudian dokternya mengambil sebuah alat yang bunyinya seperti gergaji mesin Cuma lebih halus suaranya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful