Anda di halaman 1dari 17

Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

TENTANG TRANSISTOR DAN SEJARAHNYA

Kini elektonika merupakan salah satu ilmu yang penting. Elektronika telah banyak mengubah
kehidupan kita. Radio, Televisi, Hand-Phone, Komputer dan Kalkulator saku merupakan contoh
peralatan elektronika yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hampir dipastikan
setiap rangkaian elektronika menggunakan satu atau lebih transistor. Apa saja yang dapat
dilakukan oleh benda ajaib mungil bernama transistor itu? Ternyata tak banyak ! Transistor
hanyalah alat untuk mengatur arus listrik seperti saklar, ia dapat menghubung dan memutus
aliran listrik. Jutaan transistor yang ada dalam komputer hanyalah bekerja sebagai pemutus
dan penghubung arus listrik belaka. Ini cukup mengejutkan bagi kita mengingat komputer dapat
melakukan pekerjaan yang amat rumit yang mana diwujudkan secara “sederhana” oleh
transistor.

Selain sebagai saklar transistor digunakan juga sebagai penguat. Pada penerima radio sinyal
listrik yang diterima antena radio sangat lemah. Transistor menguatkan sinyal tersebut
sehingga kita dapat mendengar suara penyiar. Demikian pula sinyal listrik dari microphone
yang digunakan penyanyi di atas panggung. Sinyal listrik yang dihasilkan microphone lemah,
kemudian transistor memperkuat sinyal tersebut sehingga mampu mengerakkan speaker.
Suara penyanyi itupun terdengar sangat keras oleh penonton.

Ringkasnya transistor mempunyai dua fungsi utama:

- Sebagai saklar (pada komputer)


- sebagai penguat ( pada penerima radio)

Transistor ditemukan oleh tiga fisikawan Amerika : William Shockley, John Bardeen dan Walter
Brattain pada tahun 1948. Sebelum transistor ditemukan bukan berarti elektronika belum ada.
Sebagai pendahulu transistor orang menggunakan tabung katup elektronik yang berukuran
lebih besar dari pada transistor. Tabung elektronik pernah mencapai masa keemasan. Tabung
elektronik diproduksi besar-besaran untuk digunakan pada radio dan televisi. Bahkan komputer
(ENIAC,1948,di Amerika Serikat) sempat dibuat dengan tabung elektronik. Sekalipun
mempunyai fungsi yang sama, akan tetapi cara kerja kedua benda tersebut berbeda. Pada
tabung elektronik, elektron terpancar karena elektroda yang dipanaskan (katoda), kemudian
elektron bergerak di ruang hampa ke elektroda lain (anoda). Diantara katoda dan anoda
diselipkan elektroda lain bernama grid. Fungsi grid berguna untuk mengatur besarnya arus
yang mengalir. Karena membutuhkan pemanasan itulah, maka tabung elektonik membutuhkan
daya yang lebih besar. Dilain pihak, aliran pembawa muatan transistor mengalir melalui bahan

1 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

semikonduktor (setengah penghantar) tanpa membutuhkan pemanasan sama sekali. Transistor


juga mempunyai 3 elektroda, bernama emitor (= katoda), kolektor (= anoda) dan basis (= grid).
Tidak seperti tabung elektronik yang berukuran relatif besar, transistor dapat dibuat dalam
ukuran yang amat kecil. Jutaan transistror pada prosesor komputer menempati luas beberapa
Cm persegi. Tak mengherankan apabila komputer kuno yang bernama ENIAC yang terbuat dari
tabung elektronik berukuran lebih besar dari rumah kita dan membutuhkan daya ribuan Watt.
Berkat ukuran transistor yang kecil kita dapat memasukkan Hand-Phone ke dalam saku.
Transistror-transistor ukuran kecil bersama komponen lainnya dirangkai jadi satu dalam sebuah
IC (Integrated Circuits). Kita tidak dapat melihat transistornya karena IC tertutup dalam
kemasan plastik. Peralatan elektronika kini kebanyakan menggunakan IC karena jauh lebih
ekonomis. Kini penggunaan transistor lepasan (diskrit) jarang ditemui, kecuali untuk rangkaian
sederhana.

Tabung elektronik berawal ketika Thomas Alva Edison (Amerika serikat) tahun 1883
menciptakan lampu pijar. Secara tidak sengaja ia menemukan bahwa elektron dapat terpancar
pada filamen lampu pijar yang dipanaskan. Ini kemudian disebut emisi termionic atau efek
Edison. Penemuan Edison dimanfaatkan oleh Fleming (Inggris) pada tahun 1902 untuk
membuat dioda penyearah sebagai detektor radio. Dioda tabung elektronik Fleming berfungsi
sebagai penyearah, yaitu dapat menghantar pada satu arah tetapi menyumbat pada arah
sebaliknya. Elekton dapat mengalir dari katoda(panas) ke anoda (dingin). Tak lama berselang,
tahun 1906 Lee De Forest(Amerika Serikat) menambahkan elektroda ke 3 yang bernama Grid,
lahirlah tabung elektronik Trioda.

Dioda penyearah dapat pula dibuat dari bahan semikonduktor, hal tersebut telah lama
diketahui. Usaha untuk membuat trioda semikonduktor telah dimulai tahun 1920an oleh banyak
orang di berbagai negara. Akan tetapi baru berhasil pada tahun 1950an oleh 3 sekawan tadi.
William Shockley, John Bardeen dan Walter Brattain menerima hadiah Nobel untuk bidang
Fisika karena berhasil menemukan transistor. Perkembangan tabung elektronik dari Dioda
menjadi Trioda berlangsung dalam waktu yang singkat. Akan tetapi perkembangan dari dioda
semikonduktor menjadi trioda “transistor” semikonduktor memerlukan waktu yang lebih lama. Ini
mungkin disebabkan teori semikonduktor pada saat itu masih gelap. Marilah sekarang kita
membahas teori semikonduktor seterang mungkin.

SEMIKONDUKTOR

Transistor dibuat dari bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor yang terpenting adalah
Silikon dan Germanium. Silikon lebih banyak digunakan sebagai bahan semikonduktor
dibanding Germanium, karena Silikon mempunyai sifat-sifat yang lebih disukai dibanding

2 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

dengan Germanium.

Disebut Semikonduktor (setengah penghantar) karena material ini dapat menghantar listrik
namun tidak sebaik konduktor (penghantar).

Telah kita ketahui konduktor listrik adalah logam. Listrik dapat mengalir dalam logam karena
dalam logam terdapat banyak sekali elektron bebas yang dapat dengan mudah bergerak
diantara inti atom. Dapat kita umpamakan aliran elektron bebas sebagai aliran air dalam tabung
filter air. Media berpori kita andaikan sebagai inti atom, sedang partikel air kita andaikan
sebagai elektron. Demikianlah elektron bebas dapat mengalir dengan mudah diantara
celah-celah inti atom.

Bahan Isolator seperti halnya Plastik tidak dapat menghantar listrik karena tidak mempunyai
elektron bebas. Elektron-elektron pada isolator terikat kuat pada inti atom. Pada Isolator
diperlukan energi yang besar untuk membuat elektron terlepas dari ikatannya. Jadi pada
isolator tidak ada pembawa muatan yang dapat bergerak.

Semikonduktor dapat menghantar listrik, namun daya hantarnya sangat kecil jika dibandingkan
dengan logam. Hal tersebut disebabkan kosentrasi pembawa muatan pada semikonduktor jauh
lebih kecil dibanding kosentrasi pembawa muatan pada logam.

DUA MACAM PEMBAWA MUATAN

Cara semikonduktor menghantar berbeda dengan logam. Ada dua macam pembawa muatan
pada semikonduktor.

1. Pembawa muatan positif


2. pembawa muatan negatif

Pembawa muatan negatif adalah elektron bebas. Elektron semikonduktor terikat pada inti atom
tetapi tidak sekuat ikatan pada isolator. Bila kebetulan elektron menerima energi panas yang
cukup, elektron ini dapat terlepas dari ikatan atom induk. Jadilah elektron bebas. Elektron
bebas pada semikonduktor bergerak seperti halnya elektron bebas pada logam, dapat bergerak
menyusup diantara inti atom.

3 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

Pembawa muatan positif adalah lubang. Ketika elektron bebas terbentuk yakni elektron terlepas
dari ikatannya, tempat yang ditinggalkannya menjadi kosong. Terbentuklah lubang. Sama
seperti elektron bebas lubang ini dapat pula menghantar listrik. Lubang menghantar listrik
dengan cara yang unik.

Mula-mula Fisikawan sempat dibingungkan oleh kehadiran partikel bermuatan positif pada
semikonduktor. Mereka menemukan gerakan partikel yang arah geraknya berlawanan dengan
arah gerakan elektron. Jika misalnya elektron bergerak kekiri menjauhi kutup negatif baterai
(mendekati kutup positif baterai), maka partikel asing ini bergerak dalam arah sebaliknya.
Karena itu Fisikawan memberi tanda muatan partikel ini positif, berlawanan tanda dengan
elektron bebas yang bertanda negatif. Adanya pergerakan dua macam partikel berbeda tanda
pada semikonduktor ini dapat diamati pada percobaan efek Hall.

terlihat kendaraan dan "lubang" bergerak ke arah yang berlawanan

Ternyata kehadiran partikel bermuatan positif adalah ilusi. Partikel bermuatan positif itu adalah
lubang atau longaran! Ceritanya adalah demikian: Elektron-elektron pada semikonduktor tak
dapat bergerak terikat kuat oleh inti atom (kecuali telah menjadi elektron bebas). Ketika elektron
bebas terbentuk, tempat yang ditinggalkan terjadi lubang atau longaran. Elektron dari atom
tetangga, meskipun dalam ikatan inti atom apabila terdorong oleh medan listrik ikatan inti dapat
terputus dan jatuh kedalam lubang. Kemudian tempat yang ditinggalkan elektron itu menjadi
lubang baru. Elektron lain kemudian jatuh pula pada lubang baru dan seterusnya. Peristiwa ini
boleh kita umpamakan jalan raya yang macet. Mobil-mobil yang tidak dapat bergerak ini kita
samakan dengan elektron-elektron dalam ikatan inti atom. Namun mobil-mobil yang tak dapat
bergerak kemudian dapat bergerak asalkan ada lubang. Gambar diatas kiranya dapat
memperjelas apa yang dimaksud. Perhatikanlah lubang bergerak ke arah berlawanan dengan
gerak mobil atau pembawa muatan sejati. ”Partikel” yang bergerak berlawanan dengan gerak
elektron bebas, sebenarnya bukanlah partikel tetapi lubang.

SEMI KONDUKTOR DENGAN PENGOTOR

Semikonduktor murni dapat menghantar listrik, tetapi daya hantarnya buruk maklumlah karena
kosentrasi pembawa muatan sangat kecil. Hal tersebut berbeda dengan logam yang
mempunyai pembawa muatan berlimpah.

Kristal silikon murni (disebut semikonduktor intrinsik) yang sedikit menghantar listrik ini akan
meningkat hantaran listriknya dengan cukup berarti apabila diberi bahan pengotor.
Penambahan bahan pengotor ini hanya perlu dalam jumlah yang amat sedikit. Namun hal
tersebut telah mengubah sifat asli dari semikonduktor yang bersangkutan (hantaran listriknya
jauh lebih besar dari sebelumnya). Semikonduktor berpengotor ini disebut semikonduktor

4 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

ekstrinsik. Selanjutnya penambahan bahan pengotor ini kita sebut doping. Kita mengenal dua
jenis semikonduktor ekstrinsik yaitu :

1. Semikonduktor jenis N
2. Semikonduktor jenis P.

Umumnya kita tidak menyukai ketidak murnian. Pada semikonduktor doping justru diperlukan.
Doping sangat berguna menjadikan semikonduktor tersebut lebih mudah menghantar listrik.

Atom-atom silikon saling mengikat satu sama lain membentuk kristal padat. Ikatan pada atom
silikon disebut ikatan kovalen. Atom silikon mempunyai 4 elektron terluar. Ikatan kovalen
terbentuk dengan cara setiap atom terluar berpasangan dengan elektron terluar atom tetangga.
Ikatan kovalen atom silikon yang pada kenyataanya berbentuk 3 dimensi digambarkan secara
simbolik seperti gambar dibawah ini.

Semikonduktor Jenis N

Semikonduktor jenis N terbentuk dengan menambah unsur doping berupa Phosfor (P), Arsenik
(As) atau Atimon (Sb). Atom pada unsur-unsur tersebut mempunyai elektron terluar sebanyak 5
buah. Elektron kelima dari atom sisipan ini tidak mempunyai ikatan, sehingga elektron ini

5 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

berlaku sebagai elektron bebas. Semi konduktor jenis N dapat menghantar listrik karena
adanya elektron bebas tersebut. Elektron bermuatan negatif, karena itu semikonduktor jenis ini
disebut semikonduktor jenis N.

Tidak seperti semikonduktor murni yang sulit menghantar listrik, semikonduktor jenis N dapat
menghantar listrik dengan mudah. Tak mengherankan karena semikonduktor N kaya dengan
elektron bebas. Pembawa muatan utama pada semikonduktor N adalah elektron bebas.

Pada semikonduktor N, lubang ikut pula membawa muatan, tetapi jumlahnya sangat kecil
dibandingkan dengan elektron bebas. Lubang merupakan pembawa muatan minoritas.
Mekanisme terbentuknya lubang sama seperti yang terjadi pada semikondutor murni.

Semikonduktor Jenis P

Untuk membentuk semikonduktor jenis P, kali ini digunakan unsur doping Boron(B), Alumunium
(Al), Indium (In) atau galium (Ga). Atom-atom tersebut mempunyai elektron terluar sebanyak 3
buah. Penyisipan ini akan mengakibatkan lubang dimana elektron terluar silikon tidak
mempunyai teman untuk menbentuk ikatan

Tidak seperti semikonduktor murni yang sulit menghantar listrik, semikonduktor jenis P dapat

6 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

menghantar listrik dengan mudah. Tak mengherankan karena semikonduktor P kaya dengan
lubang. Pembawa muatan utama pada semikonduktor P adalah lubang. Elektron bebas
merupakan pembawa muatan minoritas

DIODA
Hanya boleh satu arah

Baik semikonduktor jenis P maupun semikonduktor jenis N bila dihubungkan dengan baterai
akan menghantar listrik. Walaupun secara kasat mata tidak ada perbedaan antara keduanya.
Seandainya kita dapat melihat sampai ke tingkat atom, perbedaan itu akan tampak.

Seperti telah dijelaskan, pembawa muatan pada jenis N adalah elektron bebas. Elektron yang
bermuatan negatif ini akan bergerak menjauhi kutub negatif menuju kutub positif. Ingatlah
muatan senama saling tolak menolak dan sebaliknya muatan yang berlainan tarik-menarik.

7 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

Sedang pembawa muatan pada jenis P adalah lubang. Seperti telah dijelaskan lubang dapat
bergerak karena elektron dari atom tetangga dapat jatuh kedalam lubang dengan cara
memutus ikatan kovelen. Lubang berperilaku seperti muatan positif, bergerak menjauhi kutub
positif menuju kutub negatif. Jadi berlawanan dengan arah gerak elektron

Lubang yang bermuatan positif bergerak ke arah kutup negatif baterai, sebaliknya elektron yang
bermuatan negatif bergerak ke arah kutub positif.

Tidak ada yang istimewa dengan semikonduktor jenis N maupun Jenis P apabila digunakan
tersendiri. Mereka akan menghantar listrik seperti halnya penghantar biasa. Tetapi apabila kita
pertemukan jenis N maupun jenis P, terjadi hal yang unik. Komponen elektronika yang dibuat
dengan cara demikian disebut dioda. Dinamakan dioda karena mempunyai dua kaki (elektroda),
bernama Katoda dan Anoda. Anoda terbuat dari semikonduktor jenis P, Sedang katoda terbuat
dari semikonduktor jenis N.

Dioda dapat menghantar listrik dengan baik, apabila arus listrik mengalir dari Anoda ke Katoda.
Sedang pada arah sebaliknya dioda menyumbat. Arah panah pada lambang dioda
menunjukkan arah arus dimana dioda dapat menghantar. Anda dapat mencoba sifat unik dari
dioda, untuk itu diperlukan bahan-bahan berikut :

1. Dioda Type 1N4001 atau sejenis

8 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

2. Bola lampu senter yang sesuai untuk 2 baterai


3. Dua buah baterai seng karbon a 1.5 volt

Konstruksi, Lambang dan wujud dari dioda

Memberi Tegangan Maju

Sekarang coba pasang dioda dengan memberinya tegangan maju seperti pada gambar
dibawah, niscaya lampu menyala. Jadi ada arus listrik mengalir. Sebagai partikel positif, lubang
akan bergerak menjauhi kutup positif. Sebaliknya elektron sebagai partikel negatif, menjauhi
kutub negatif. Lubang bergerak ke kanan, elektron bergerak dalam arah sebaliknya kekiri. Apa
yang terjadi ketika lubang bertemu dengan elektron pada sambungan P dan N ? Rupanya
lubang dan elektron dengan senang hati saling bergabung. Elektron segera mengisi ruang
kosong yang terdapat pada lubang, sehingga keduanya “lenyap”. Peristiwa ini disebut
rekombinasi.

9 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

Dioda diberi tegangan maju, lampu menyala


Memberi Tegangan Terbalik

Sekarang tukarlah letak kutub baterai seperti gambar dibawah, dengan cara ini kita memberi
tegangan terbalik pada dioda. Lampu tidak akan menyala, jadi dioda menyumbat. Lubang
bergerak mendekati kutub negatif, sebaliknya elektron bergerak mendekati kutub positif. Arus
tak dapat terus menerus mengalir, karena pada sambungan P dan N akan terjadi lapisan
hampa (deleption layer). Jenis N tak mengandung lubang yang dapat dikirim ke lapisan P.
Sebaliknya jenis P tak mengandung elektron yang dapat dikirim ke lapisan N. Pada lapisan
hampa terdapat medan listrik yang mencegah arus listrik terus-mengalir. Dioda dikatakan
memyumbat alias tidak menghantar listrik. Medan listrik pada lapisan hampa terjadi karena
atom menjadi ion negatif ketika ditinggalkan lubang. Sebaliknya atom akan menjadi ion positif
ketika ditinggalkan elektron.

10 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

Dioda diberi tegangan terbalik, lampu padam

Karakteristik Dioda

Dioda menyumbat nyaris sempurna, hanya ada sedikit arus bocoran dalam orde mikro ampere
(mikro = sepersejuta). Arus bocoran terjadi akibat adanya pembawa muatan minoritas. Pada
material P, terdapat elektron sebagai pembawa minoritas. Sebaliknya pada material N, ada
lubang sebagai pembawa minoritas. Arus sangat kecil, karena pembawa minoritas ada dalam
jumlah yang amat kecil.

Dioda tidak selamanya dapat tersumbat ketika diberi tegangan terbalik. Bila tegangan terbalik
terus diperbesar dioda tiba-tiba menghantar tertembus tegangan yang tinggi. Ini disebut
tegangan tembus (break down voltage). Dioda menghantar kurang sempurna karena ada
sedikit kehilangan tegangan sebesar 0.6 Volt (0.2 volt untuk Germanium). Terlihat ketika diberi
tegangan maju dioda tidak menghantar apabila tegangan maju lebik kecil dari 0.6 Volt, akan
tetapi tiba – tiba menghantar ketika tegangan mencapai 0.6 Volt. Jadi ada halangan potensial
ketika dioda diberi tegangan maju.

Halangan potensial yang terjadi pada dioda akibat fenomena difusi. Dalam kehidupan
sehari-hari contoh difusi adalah : syrup dalam gelas lama-lama akan tercampur dengan air
tanpa kita mengaduknya. Difusi adalah penyebaran partikel dari kosentrasi tinggi ke kosentrasi
rendah. Angin bertiup dari tekanan tinggi(=kosentrasi tinggi) menuju tekanan rendah(=kosentasi
rendah). Angin adalah contoh proses difusi yang berlangsung cepat. Jenis P mengandung
banyak lubang tetapi Jenis N tak mengandung lubang hasilnya lubang menyusup ke Jenis N.
Sebaliknya terjadi elektron dari jenis N menyusup ke jenis P. Ketika elektron menyusup ke
daerah P terjadilah rekombinasi antara lubang dan elektron. Rekombinasi terjadi pula ketika
lubang menyusup ke daerah N. Dengan adanya difusi seharusnya elektron bebas dan lubang
tersebar merata keseluruh material N dan material P. Tetapi hal demikian tidak terjadi karena :
Difusi akan menimbulkan lapisan hampa karena tempat yang ditinggalkan lubang menjadi ion
negatif dan tempat yang ditinggalkan elekron menjadi ion positif. Medan listrik yang terdapat
pada lapisan hampa mencegah difusi berlanjut, medan listik inilah yang menyebabkan
halangan potensial tadi. Jadi meskipun belum terhubung dengan baterai, lapisan hampa telah
terjadi secara spontan pada pertemuan P-N. Lapisan hampa ini akan semakin melebar apabila

11 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

dioda diberi tegangan terbalik.

Lapisan hampa terjadi secara spontan pada pertempuan semikondukotor P-N akibat difusi dan
rekombinasi.

Lubang yang bermuatan positif tidak tidak bisa berdifusi melewati lapisan hampa karena ditarik
ion negatif dan ditolak ion positif. Sebaliknya elektron yang bermuatan negatif tidak bisa
melewati lapisan hampa karena ditarik ion positif dan ditolak ion negatif.

TRANSISTOR
Tolong bantu dorong saya terperosok

Transistor bekerja sebagai saklar. Saklar transistor berfungsi seperti halnya saklar mekanik
yaitu memutuskan (off) dan menghubungkan (on) arus listrik. Saklar transistor mempunyai
keuntungan dibandingkan dengan saklar mekanik:

1. Transistor dapat dibuat dalam ukuran sangat kecil


2. Awet
3. Dapat bekerja sangat cepat dan dapat diandalkan

12 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

Suatu hari saya sedang berbelanja di pasar. Jalan di depan pasar ada lubang yang cukup
besar. Sehingga kadang-kadang ada becak yang terperosok dalam lubang tersebut. Untunglah
orang-orang yang berbelanja dengan sukarela menolong mendorong becak keluar dari lubang.
Cukup merepotkan! Alangkah baiknya apabila jalan yang berlubang tadi cepat diperbaiki.

Transistor bekerja seperti cerita diatas. Transistor menyumbat karena pembawa muatan
terperosok sehingga aliran listrik terhenti. Agar transitor dapat menghantar pembawa muatan
yang terperosok tadi perlu kita bantu dorong agar dapat menghantar listrik. Baiklah sekarang
kita tinjau lebih terperinci.

Transistor dibuat dengan tiga lapis semikonduktor. Dapat dibuat lapisan PNP ataupun lapisan
NPN. Dengan demikian kita mengenal 2 macam transistor, yaitu transistor PNP dan transistor
NPN sesuai dengan jenis penyusunnya. Transistor mempunyai tiga kaki (elektroda) yang diberi
nama basis (b), emitor (e) dan colector (c). Basis dihubungkan dengan pada lapisan tengah
sedang emitor dan colector pada lapisan tepi.

Emitor artinya pemancar, disinilah pembawa muatan berasal. Colector artinya pengumpul.
Pembawa muatan yang berasal dari emitor ditampung pada Colector. Basis artinya dasar, basis
digunakan sebagai elektroda mengendali.

Lambang, konstruksi dan rangkaian dioda yang setara dengan transistor

Sudah dapat anda tebak sambungan PNP atau NPN pastilah tidak dapat menghantar listrik
karena susunan ini seperti dua dioda yang dipasang berhadap-hadapan. Dalam hal ini tebakan
anda benar! Seperti sudah kita ketahui pada sambungan P-N terdapat medan listrik.
Keberadaan medan listrik tadi menjelaskan mengapa terjadi halangan potensial ketika dioda
diberi tegangan maju dan adanya arus listrik pada Solar Cell saat cahaya jatuh padanya. Nah,

13 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

keberadaan medan listrik dapat dilukiskan sebagai potensial listrik. Potensial transistor sebelum
dipasang pada rangkaian tampak seperti pada gambar dibawah ini.

Wujud transistor dan potensial transistor sebelum dipasang pada rangkaian

Sekarang mari kita pasang transistor pada rangkaian. Untuk itu anda memerlukan :

1. Transistor PNP type BD140


2. Bola Lampu senter untuk 2 buah baterai
3. Dua buah baterai Seng-Kabon @1.5 Volt
4. Hambatan 220 ohm
5. Kabel

Pasanglah transistor seperti pada rangkaian gambar berikut. Basis transistor dibiarkan
mengambang. Lampu tidak menyala, transistor tersumbat (off) karena dioda basis-Colector

14 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

transisitor mendapat tegangan terbalik. Tegangan terbalik ini membuat lapisan hampa
basis-Colector melebar. Melebarnya lapisan hampa basis-Colektor tergambar pula dengan
semakin besarnya beda potensial basis-Colector. Perhatikan beda potensial emitor-colector
akan setinggi tegangan baterai.

Bagi pembawa muatan emitor-basis merupakan halangan potensial. Sebaliknya basis-colector


merupakan terjunan potensial. Pembawa muatan akan tergelincir menuju colector apabila
berada pada lapisan hampa basis-colector.

Potensial dapat diibaratkan seperti lintasan kelereng dan pembawa muatan (lubang) adalah
kelerengnya. Meskipun letak C lebih rendah dari E, namun kelereng di E selamanya tidak
pernah dapat mencapai C. Dalam perjalanannya, kelereng mengalami hambatan potensial di B
yang letaknya lebih tinggi dari E.

Marilah sekarang kita hilangkan hambatan potensial tersebut dengan memberi tegangan maju

15 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

dioda emitor-basis dengan memasang hambagan seperti tergambar. Sekarang hambatan


potensial sirna, pembawa muatan berhasil melelalui basis kemudian tergelincir pada terjunan
potensial basis-Colector. Lihatlah lampu sekarang menyala. Transistor menghantar (on).

Ketika emitor-basis diberi tegangan maju, terjadilah rekombinasi antara lubang yang berasal
dari emitor dan elektron yang berasal dari basis, rekombinasi ini kemudian menjadi arus basis.
Hanya sebagian kecil arus emitor menuju basis, setelah pembawa muatan berhasil melewati
halangan potensial, mereka berdifusi sehingga sebagian besar. tergelincir menuju colector.
Arus basis ini diusahakan sekecil mungkin, ini bisa kita lakukan dengan membuat lapisan basis
setipis mungkin dan doping pada basis dibuat ringan dari pada doping emitor sehingga
rekombinasi lebih sulit terjadi. Pada transistor arus colector bisa 200 kali lebih besar dari arus
basis.

Percobaan diatas dapat pula dilakukan dengan transistor NPN misalnya dari type BD139, tetapi
polaritas baterai harus dibalik. Pembawa muatan pada transistor NPN adalah elektron. Sedang
pembawa muatan pada transistor PNP adalah lubang.

Transistor difungsikan sebagai saklar dengan cara demikian: ketika emitor-basis diberi
tegangan maju transistor menghantar (on), sebaliknya ketika tegangan maju tersebut
dihilangkan transistor menyumbat (off).

Apabila tegangan maju emitor-basis kita buat bervariasi, maka akan mengakibatkan variasi arus

16 / 17
Cara Kerja Transistor

Written by sabda hartono


Friday, 19 June 2009 02:15 -

yang besar pada colector. Demikian kita mengoperasikan transistor sebagai penguat. Yaitu
perubahan tegangan yang kecil pada emitor-basis mengakibatkan perubahan arus yang besar
pada colector.

17 / 17