Anda di halaman 1dari 4

Nama : Alex Nobianto

Nim : 081510501169
Klas :D

RESUME KOMODITI TEMBAKAU PERTEMUAN II

Tanaman tembakau merupakan tumbuhan herba semusim yang ditanam untuk


mendapatkan daunnya. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Solanaceae. Tembakau adalah
genus tanaman yang berdaun lebar yang berasal dari daerah Amerika Utara dan Amerika
Selatan. Daun dari pohon ini sering digunakan sebagai bahan baku rokok, baik dengan
menggunakan pipa maupun digulung dalam bentuk rokok atau cerutu. Daun tembakau dapat
pula dikunyah atau dikulum, dan ada pula yang menghisap bubuk tembakau melalui hidung.
Pada pengolahan daun tembakau dikenal 4 macam cara, yaitu;
• Air curing (pengeringan udara)
Dalam pengeringan jenis ini tembakau dikeringkan dalam suatu bangsal dengan aliran
udara alami, sehingga memerlukan waktu pengeringan relative lama yaitu sekitar 2 minggu
hingga 1 bulan. Apabila dalam bangsal terdapat kelembapan udara yang tinggi harus
menggunakan pemanas agar udara dapat mengalir atau terjadi aliran udara kembali. Contoh
tembakau: tembakau cerutu (dark air cured) berwarna coklat tua dan tembakau Burley (light
air cured) berwarna coklat terang.
• Sun curing (pengeringan dengan sinar matahari)
Tembakau dikeringkan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari, biasanya
merupakan tembakau-tembakau berdaun kecil yang ditanam ditanah gersang dengan aroma
yang tajam. Contoh tembakaunya: tembakau oriental Turki, tembakau Kasturi dan Tembakau
Rajangan. Untuk tembakau Rajangan, tembakau harus disimpan dahulu hingga menguning
dan dijemur selama 2 hari.
• Flue curing (pengeringan dengan pipa pemanas)
Tembakau dikeringkan dalam ruangan pengering yang disebut omprongan dimana
penegringan menggunakan pipa-pipa pemanas. Pipa-pipa ini dihubungkan dengan suatu
ruangan pemanas terpisah dimana dalam ruangan itu menggunakan bahan bakar berupa kayu
isolar atau batu bara. Pengeringan berlangsung selama 5 hari. Contoh tembakau: tembakau
Virginia didaerah Lombok (NTB).
• Fire curing (pengeringan dengan api)
Tembakau dikeringkan didalam suatu bangsal dengan perapian langsung
menggunakan kayu. Asap dari pembakaran akan diserap daun tembakau sehingga daun
menjadi berwarna gelap dengan rasa yang berat. Contoh tembakau: tembakau Boyolali di
Malawi,Afrika. Setelah melewati proses curing, kemudian tembakauyang sudah kering itu di
grade dan disimpan untuk diumurkan sesuai kebutuhan. Salah satu hal yang penting dalam
melakukan pengolahan awal pada tembakau adalah pada saat pengeringan dan juga pelayuan
daun tembakau yang akan diolah lebih lanjut di pabrik. Prose pengeringan dan pelayuan
dilakukan diruangan khusus untuk pelayuan tembakau.
Berdasarkan kegunaannya tembakau dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu,
Cerutu, Pada rokok cerutu terdiri dari tiga lapis tembakau yaitu;
• Bahan pembalut : merupakan bagian cerutu yang terluar dan termahal,
membutuhkan syarat mutu tinggi, seperi warna cerah dan rata, bebas dari bercak,
bebas dari cacat fisik, titpis, elastis, urat daun halus, panjang dan lebar cukup,
daya bakar baik, aroma dan rasa netral. Biasanya yang digunakan adalah jenis
tembakau Besuki dan Vorstenlanden.
• Bahan pembungkus : bagian di bawah pembalut ysng membungkus isi,
persyaratan lebih lunak daripada pembalut, tapi ukuran panjang dan lebar juga
diperlukan demikian pula daya bakar, yang biasa digunakan adalah tembakau deli.
Sekarang pembungkus diganti dengan HTL (Homogenizard Tobacco Leaf).
• Bahan isi : bagian paling dalam cerutu, terutama diperlukan aroma dan rasa yang
baik, demikian pula daya bakar. Untuk ini diperlukan daun yang tebal, umumnya
daun yang tumbuh dibagian atas cocok untuk bahan ini. Bagian pengisi biasa
dihasilkan oleh tembakau rakyat.
Sebuah cerutu akan telihat dari balutan daun terluar atau pembungkus yang berasal
dari bagian perkebunan yang luas dan penentuan atas pembungkus cerutu dapat menjelaskan
karakter dan rasa termasuk dengan warnanya yang sering dipergunakan untuk
menggambarkan cerutu secara keseluruhan. Penunjuk warna yang adalah sebagai berikut,
dari terang ke gelap: Secara umum, pembungkus yang gelap menambahkan sentuhan cerutu,
sedangkan bagi yang ringan menandakan tanda-tanda kekeringan ke rasa. Pada umumnya
diterima bahwa pembungkus menyumbang sekitar 40 persen dari rasa, sementara isi dan
penutup menyumbangkan 60 persen bagi cita-rasa. Hal ini umumnya diterima
bahwa cerutu Maduro lebih kuat dalam hal rasa dibandingkan dengan cerutu yang sama
dalam bungkus yang lebih ringan akan tetapi ini tidak berlaku untuk semua produk cerutu.
Penutup bungkus. Penutup bungkus atau binder adalah daun elastis digunakan untuk terus
bersama pengisi tandan. Pada dasarnya, binder adalah pembungkus yang membalut lubang,
kerusakan, perubahan warna atau pembuluh daun yang berkelebihan.
Sigaret, merupakan hasil tembakau yang dibuat dari tembakau dilinting, untuk
dipakai, tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yang digunakan dalam
pembuatanya. sigaret teridiri dari sigaret kretek, sigaret putih, dan sigaret kelembak
kemenyan. sigaret kretek adalah sigaret yang didalam pembuatanya dicampur dengan
cengkeh, atau sebagianya, baik asli maupun tiruan tanpa memperhatikan jumlahnya. Sigaret
putih adalah segaret yang dalam pembuatanya tanpa dicampuri dengan cengkeh, kelebak,
atau kemenyan.
Jenis tembakau pipa, Tembakau pipa adalah jenis tembakau yang khusus digunakan
untuk pipa bukan untuk rokok cerutu ataupun rokok sigaret kretek. Yang termasuk golongan
tembakau pipa adalah tembakau Lumajang. Tembakau Lumajang dibedakan menjadi dua
macam yaitu tembakau Lumajang Na Oogst (NO) yang ditanam di tanah sawah sehingga
disebut tembakau sawah dan tembakau Lumajang Voor Oogst (VO) yang ditanam di tanah
tegalan atau tanah kering sehingga disebut sebagai tembakau tegal. Ciri–ciri tembakau
Lumajang adalah tanaman yang memiliki sosok yang tinggi, ramping, dan daun agak tegak.
Jumlah daun yang dapat dihasilkan dari tembakau Lumajang adalah sekitar 20–28 helai
dengan rincian sebagai berikut: 4–5 helai daun koseran (pasir), 6 helai daun ungaran (daun
kaki), 8 helai daun tengah (madya) dan 4–5 helai daun pucuk
Tembakau kunyahan (Chewing Tobacco), Menggunakan tembakau local yang dapat
dikonsumsi dengan dikunyah bukan dibakar sehingga tembakau jenis ini dapat dikonsumsi
didaerah-daerah larangan merokok karena berbentuk permen karet.
Menurut Cahyono (1998), ada beberapa jenis tembakau yakni :
1. Tembakau Cerutu yang terdiri dari :
a. Tembakau Deli, digunakan sebagai pembungkus dalam industri rokok cerutu.
b. Tembakau Vorstenlanden, digunakan sebagai pembalut / pengisi rokok cerutu.
c. Tembakau Besuki, digunakan sebagai pembalut / pengisi rokok cerutu dan
daunnya dapat digunakan sebgai pembungkus rokok.
2. Tembakau Pipa. Tembakau ini khusus digunakan untuk rokok pipa dan bukan
pembuatan rokok cerutu dan rokok kretek.
3. Tembakau Sigaret. Tembakau ini digunakan umtuk bahan baku pembuatan rokok
sigaret, baik rokok putih maupun rokok kretek.
4. Tembakau Asli / Rejangan. Tembakau ini disebut juga tembakau rakyat, dimana
tembakau ini diolah dengan direjang lalu dikeringkan dengan penjemuran
matahari. Tembakau rakyat digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok
kretek atau lainnya.
5. Tembakau Asepan yakni tembakau yang daunnya diolah dengan cara pengasapan,
tembakau ini digunakan untuk rokok lintingan (tembakau dilinting dengan kertas
rokok halus).
Kabupaten Jember terkenal sebagai penghasil salah satu Tembakau terbaik di dunia.
Melalui potensi tanaman tembakau ini, Kabupaten Jember telah lama terkenal dan melegenda
sebagai “kota tembakau” sebagai salah satu daerah produsen dan penghasil tembakau terbesar
dengan produk yang berkualitas. Tidak hanya di pasar nasional, bahkan telah lama Kota
Jember dikenal di beberapa negara Eropa seperti Bremen. Jerman. Produksi unggulan
perkebunan andalan Jember yakni komoditi tembakau. Penggemar cerutu alias aficionado
tahu persis bahwa cerutu buatan Kuba, Amerika, Swiss, dan Jerman mahal dan berkelas.
Kabupaten Jember lewat tembakau Besuki merupakan salah satu pemasok cerutu tersebut.
Salah satu jenis tembakau yang dibudidayakan di Jember adalah Besuki Na Oogst
(BNO), daun tembakau yang dihasilkan di Besuki, Jember, yang cocok dipakai sebagai
pembalut, pengikat atau pembungkus, bahkan pengisi cerutu. Tembakau Besuki, yang
mengharumkan nama Jawa Timur, unggul dalam karakter elastisitas, rasa, serta warna daun
yang cokelat kehitaman. Tembakau Besuki ini juga dimanfaatkan terutama untuk pembalut
cerutu (deklabad) selain sebagai bahan pengikat (Binder) serta pengisi (filler) aroma cerutu
yang berkualitas tersebut. Sedangkan untuk Tembakau bawah naungan (TBN) : ditanam di
bawah naungan untuk mengurangi sinar matahari.